• Tidak ada hasil yang ditemukan

Irisan Kerucut XI MIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Irisan Kerucut XI MIA"

Copied!
36
0
0

Teks penuh

(1)

Kelas XI MIA Peminatan

(2)
(3)

Glosarium

Istilah

Keterangan

Lingkaran Himpunan titik-titik (pada bidang datar) yang

memiliki jarak tetap terhadap suatu titik tertentu.

Selanjutnya titik itu disebut pusat lingkaran.

Jari

jari

lingkaran

Ruas garis yang menghubungkan tiap-tiap titik

pada lingkaran dan titik pusat lingkaran.

Ellips

Himpunan titik-titik (pada bidang datar) yang

jumlah jaraknya terhadap dua titik tertentu tetap

besarnya.

(4)

Irisan Kerucut

Terdapat 4 macam irisan kerucut: lingkaran, parabola,elips, hiperbola

A. Lingkaran

Lingkaran adalah tempat kedudukan titik-titik yang berjarak sama terhadap suatu titik tertentu.

 Titik tertentu itu disebut pusat lingkaran  Jarak yang sama itu disebut jari-jari/radius (r) Luas lingkaran = π.r2

(r = jari-jari)

Ex. 1:

(5)

Persamaan lingkaran berpusat di titik O(0,0) dan berjari-jari r

Ex. 2:

(6)

Persamaan lingkaran berpusat di titik P(a, b) dan berjari-jari r

Ex. 3 :

Tentukan persamaan lingkaran jika :

a. Berpusat di titik P(3, 2) dan berjari-jari 4

(7)

B.Elips

Elips adalah tempat kedudukan titik-titik yang jumlah jaraknya terhadap 2 titik tertentu tetap.

 Jumlah jarak itu = 2a (untuk elips horisontal) atau 2b (untuk elips vertikal)

 Kedua titik tetap itu disebut fokus (F)→ jarak antara F1 dan F2

adalah 2c

Elips adalah tempat kedudukan semua titik yang perbandingan jaraknya terhadap sebuah titik dan sebuah garis tetap = e (eksentrisitet), dimana 0 < e < 1

 Titik itu adalah fokus (F), dan garis itu adalah garis arah.  Ruas garis yang melalui kedua fokus dan memotong elips

disebut sumbu mayor

Pusat elips adalah titik tengah F1 dan F2

 Ruas garis yang melalui pusat, tegak lurus sumbu mayor dan memotong elips disebut sumbu minor

Luas Elips = π.a.b (a = ½ panjang horisontal; b = ½ panjang vertikal) Perhatikan unsur-unsur elips

(8)

6. Eksentrisitas

a

c

e

7. Persamaan direktris : d1 = x =

e a p x e a

p dan d2    b). Elips dengan titik pusat P(p, q)

1. Titik fokus : F1(p – c, q) dan F2(p + c, q)

2. Titik puncak : A1(p – a, q) dan A2(p + a, q)

3. Sumbu mayor : A1A2 dengan panjnag 2a

4. Sumbu minor : B1B2 dengan panjang 2b

5. Panjang latus rectum L1L2 =

6. TF1 + TF2 = 2a

7. Eksentrisitas a c e

8. Persamaan direktris : d1 = x =

e a p x e a

p dan d2   

Ex. 4 :

Elips horisontal dengan pusat (0, 0), puncak-puncak (5, 0), (–5, 0), (0, 4), (0, –4), fokus (3,0), (–3, 0), dan garis arah x = ±25/3

(9)
(10)

Persamaan Elips

1. Persamaan Elips yang berpusat di O(0, 0)

, dengan a2 > b2 atau 2 2 2 2 2 2

dengan

,

1

a

b

a

y

b

x

) 0 , ( 1 a A  ) , 0 ( 1 b B ) , 0 ( 2 b B  ) , (xy T ) 0 , ( 2 a A 2 2 ) (xcy 2

2 ) (xcy

2 2 )

(xcy (xc)2 y2

(11)

Ex. 5 :

Tentukan persamaan elips dengan titik puncak P(13, 0) dan fokus F1(-12, 0) dan F2(F1(-12, 0)

Ex. 6 :

Diketahui persamaan elips 1 16 25

2 2

 y x

. Tentukan : a. Titik titik puncaknya

b. Titik focusnya

(12)

Ex. 7 :

Tentukan persamaan elips yang berpusat di O(0, 0), dengan salah satu focusnya ( 3,0) dan panjang sumbu mayor 4 satuan. Kemudian lukis grafiknya.

2. Persamaan Elips yang Berpusat di P(h, k) Persamaan :

atau

Ex. 8

Diketahui elips dengan persamaan 1 9 ) 4 ( 25 ) 1

( 2 2

  

y

x

. Tentukan : a. Pusat elips

b. Panjang sumbu mayor dan sumbu minor c. Koordinat titik fokus

d. Koordinat titik puncak

(13)

Ex. 9

Diketahui elips dengan persamaan 4x29y248x72y1440. Tentukan :

a. Pusat elips

b. Panjang sumbu mayor dan sumbu minor c. Koordinat titik fokus

d. Koordinat titik puncak

Ex. 10

Diketahui elips dengan persamaan 4x2y28x6y90. Tentukan :

a. Pusat elips

b. Panjang sumbu mayor dan sumbu minor c. Koordinat titik fokus

d. Koordinat titik puncak

Ex. 11

Diketahui elips dengan persamaan 4x29y216x18y 11 0

Tentukan : a. Pusat elips

b. Panjang sumbu mayor dan sumbu minor c. Koordinat titik fokus

(14)

Persamaan Garis Singgung

a. Persamaan Garis singgung melalui titik (x1,y1) pada elips

Ex. 12

Tentukan PGS elips berikut :

a. 1 21 28 2 2  y x

pada titik A(4, 3)

b. 1 9 ) 2 ( 18 ) 1

( 2 2

  

y

x

pada titik B(5, -3) atau b y y a x x 1 2 1 2

1

2 1 2

1 )( ) ( )( )

( b n y n y a m x m

x  

(15)

b. Persamaan Garis singgung pada Elips dengan Gradien Tertentu 1). Untuk Elips dengan Pusat O(0,0)

Garis : y = mx + n dan elips 1

2 2 2 2   b y a x

, sehingga PGS:

2 2 2 b m a mx

y  

atau elips 1

2 2 2 2   a y b x

, sehingga PGS : 2 2 2

a m b mx

y  

2). Untuk lips dengan Pusat P(h, k)

a. Untuk elips ( ) ( ) 1 2 2 2 2     b k y a h x

dengan gradien m

PGS : ykm(xh) a2m2b2

b. Untuk elips ( ) ( ) 1 2 2 2 2     a k y b h x

dengan gradien m

PGS : 2 2 2

)

(x h b m a

m k

y    

Ex. 13

(16)

Latihan 1

1. Tentukan kedudukan garis-garis berikut terhadap elips 1 9 25 2 2  y x

a. 4y – 3x – 9 = 0 b. 7y – 8y – 56 = 0 c. x – 5 = 0

2. Tentukan nilai k sehingga garis y + x + k = 0 menyinggung elips 1 5 20 2 2  y x .

3. Diketahui persamaan elips 16x225y232x100y2840. Tentukan kedudukan garis 3y – 4x – 2 = 0 terhadap elips tersebut. 4. Tentukan PGS pada elips di bawah ini yang melalui titik yang

ditentukan.

a. 10x236y2360 di titik A(10, 0)

b. 1 9 16 2 2  y x

di titik B(0, 9)

c. 1 16 ) 4 ( 9 ) 3

( 2 2

  

y

x

di titik C(3, 4) 5. Tentukan PGS pada elips :

a. 1

8 9 2 2  y x

dengan gradien – 2

b. 1

9 8 2 2  y x

yang sejajar garis y = 3x – 7

c. 9x225y236x50y1640 dengan gradien 2 1

(17)

B. Parabola

Parabola adalah tempat kedudukan titik-titik yang berjarak sama terhadap sebuah titik dan sebuah garis tertentu.

 Titik itu disebut fokus/titik api (F)

 Garis tertentu itu disebut garis direktris/garis arah

 Garis yang melalui F dan tegak lurus dengan garis arah disebut sumbu simetri parabola

 Titik potong parabola dengan sumbu simetri disebut puncak parabola

 Tali busur terpendek yang melalui F disebut Latus Rectum→ tegak lurus dengan sumbu simetri

Ex. 1:

Parabola horisontal dengan puncak (0,0), fokus (1, 0), dan garis arah x =

(18)

Hiperbola

(1) Hiperbola adalah tempat kedudukan titik-titik yang selisih jaraknya terhadap 2 titik tertentu tetap

 Selisih jarak itu = 2a (untuk elips horisontal) atau 2b (untuk elips vertikal)

 Kedua titik tetap itu disebut fokus (F)→ jarak antara F1 dan F2

adalah 2c

(2) Hiperbola adalah tempat kedudukan semua titik yang perbandingan jaraknya terhadap sebuah titik dan sebuah garis tetap = e , dimana e > 1

 Titik-titik tertentu itu disebut fokus (F1 dan F2)

 Garis yang melalui titik-titik F1 dan F2 disebut sumbu transvers (sumbu utama)/ sumbu nyata

 Titik tengah F1 dan F2 disebut pusat hiperbola (P)

 Garis yang melalui P dan tegak lurus sumbu transvers disebut sumbu konjugasi (sumbu sekawan)/ sumbu imajiner

(19)

 Garis yang melalui fokus dan tegak lurus pada sumbu nyata dan

memotong hiperbola di 2 titik → ruas garis penghubung kedua

titik tersebut = Latus Rectum Ex. 2:

Hiperbola horisontal dengan pusat (0, 0), puncak (2, 0), (–2, 0), fokus

(√6, 0), (–√6, 0), dan asimtot y = ± ½√2 x

(20)
(21)

 Pada persamaan Lingkaran: koefisien x2 dan y2 sama

 Pada persamaan Parabola: hanya salah satu yang bentuknya kuadrat (x2 saja atau y2 saja)

 Pada persamaan Elips: koefisien x2 dan y2 bertanda sama (sama-sama positif atau (sama-sama-(sama-sama negatif)

 Pada persamaan Hiperbola: koefisien x2 dan y2 berbeda tanda (salah satu positif, yang lain negatif)

Ex. 3 :

3x2+ 3y2+ 6x + y = 5 → Persamaan Lingkaran  3x2 + 3y+ 6x = 5 → Persamaan Parabola  3x2+ y2+ 6x + y = 5 → Persamaan Elips  3x2– 3y2+ 6x + y = 5 → Persamaan Hiperbola

Kedudukan Titik terhadap Irisan Kerucut Cara mencari kedudukan titik terhadap kerucut:

1. Jadikan ruas kanan pada persamaan irisan kerucut = 0 2. Masukkan koordinat titik pada persamaan:

(22)

3x2 + y2 + 6x + y – 5 = 0

Ruas kiri: 3.52 + (–1)2 + 6.5 + (–1) – 5 = 75 + 1 + 30 – 1 – 5 =100

→ 100 > 0, jadi titik (5, –1) berada di luar elips tersebut

Kedudukan Garis terhadap Irisan Kerucut

Cara mencari kedudukan garis terhadap irisan kerucut:

1. Persamaan garis dijadikan persamaan x = … atau y = … 2. Substitusikan persamaan garis itu pada persamaan irisan

kerucut, sehingga menghasilkan suatu persamaan kuadrat. 3. Hitung nilai Diskriminan (D) dari persamaan kuadrat tersebut

(Ingat! D = b2– 4.a.c)

→ Jika D < 0 → garis berada di luar irisan kerucut

→ Jika D = 0 → garis menyinggung irisan kerucut di 1 titik

→ Jika D > 0 → garis memotong irisan kerucut di 2 titik Ex. 5 :

Tentukan kedudukan garis x + 2y = 4 terhadap parabola dengan persamaan 3x2 + 3y + 6x = 5

Cara:

Garis: x = 4 – 2y

3(4 – 2y)2 + 3y + 6(4 – 2y) – 5 = 0 3(16 – 16y + 4y2) + 3y + 24 – 12y – 5 = 0 48 – 48y + 12y2 + 3y + 24 – 12y – 5 = 0 12y2– 57y + 67 = 0

D = b2– 4.a.c = (–57)2– 4.12.67 = 33

(23)

Persamaan Garis Singgung

Persamaan garis singgung dengan gradien m

Persamaan garis singgung pada titik (x1, y1) → selalu gunakan sistem bagi adil:

(…)2menjadi (…).(…) (…) menjadi ½ (…) + ½ (…)

(24)

Ex. 6 :

Tentukan persamaan garis singgung pada lingkaran x2 + y2 + 4x = 13 pada titik (2, 1)

Cara:

(2, 1) terletak pada lingkaran (22 + 12 + 4.2 = 13) Persamaan bagi adil:

x1.x + y1.y + 2.x1 + 2.x = 9

Masukkan (2, 1) sebagai x1 dan y1:

2.x + 1.y + 2.2 + 2.x = 9

4x + y –5 = 0 → persamaan garis singgung

Ex. 7 :

Tentukan persamaan garis singgung pada lingkaran x2 + y2 + 4x = 13 pada titik (4, 1)

Cara:

(4, 1) terletak di luar lingkaran (42 + 12 + 4.4 = 33 > 16) Persamaan bagi adil:

x1.x + y1.y + 2.x1 + 2.x = 9

Masukkan (4, 1) sebagai x1 dan y1:

4.x + 1.y + 2.4 + 2.x = 9

6x + y –1 = 0 → persamaan garis polar y = 1 – 6x

Substitusikan persamaan garis polar ke dalam persamaan lingkaran: x2 + (1 – 6x)2 + 4x – 13 = 0

(25)
(26)
(27)

SOAL LATIHAN

1. Lingkaran yang berpusat di titik O (0, 0) dengan jari – jari 3 adalah ....

A. x2 + y2 = 3

B. x2 + y2 = 6 C. x2 + y2 = 3 D. x2 + y2 = 9 E. x2 + y2 = 6

2. Pusat dan jari – jari lingkaran dengan persamaan x2 + y2– 10 – 2y = 0 berturut – turut adalah ....

A. (10, 2) dan 10 B. (-5, -1) dan 6 C. (5, -1) dan 6 D. (5, 1) dan 6 E. (-5, 1) dan 6

(28)

E. (x + 3)2 + (y – 3)2 = 9

4. PGS lingkaran x2 + y2 = 9 di titik (1, 2) adalah .... A. x + 2y = 5

B. 2x + y = 5 C. x + 2y = - 5 D. 2x + y = - 5 E. x + 2y – 5 = 0

5. Persamaan garis singgung lingkaran x2 + y2 + 5x – 6y - 33 = 0 yang melalui titik (1, -3) adalah ....

A. 7x - 12y – 43 = 0 B. 6x - 7y + 34 = 0 C. 7x + 12y – 43 = 0 D. 12x + 7y – 24 = 0 E. -7x - 12y + 12 = 0

6. Koordinat titik focus parabola y2 = -12x adalah .... A. (-12, 0)

B. (0, -3) C. (-4, 0) D. (0, -4) E. (-3, 0)

(29)

A. (-1, 3) B. (2, -3) C. (1, -3) D. (-2, 6) E. (2, -6)

8. Persamaan parabola yang berpuncak di titik (4, -2) , mempunyai sumbu simetri garis x = 4 dan panjang lactus rectum 8 adalah .… A. (y + 2)2 = 8(x – 4 )

B. (y + 2)2 = - 8(x + 2 ) C. (y - 2)2 = 8(x – 4 ) D. (y + 2)2 = - 8(x – 2 ) E. (y + 1)2 = 8(x + 4 )

9. PGS parabola y2 = 32x yang melalui titik (2, 8) adalah .... A. y = 32x + 64

(30)

C. 2x + y + 2 = 0 D. 2x - 8y – 5 = 0 E. 2x + y + 8 = 0

11. Panjang sumbu mayor persamaan elips 20x2 + 36y2= 720 adalah .… A. 2 5

B. 20 C. 6 D. 36 E. 12

12.Koordinat titik focus dari persamaan elips 9x2 + 25y2 + 18x – 100y = 116 adalah ....

A. (5, 2) dan (-3, 2) B. (-1, 6) dan (5, 3) C. (-3, -2) dan (1, 3) D. (5, 2) dan (-3, 5) E. (3, 2) dan (5, 2)

13. Persamaan elips dengan pusat O (0, 0).Puncak (10, 0) dan (-10, 0) serta salah satu fokusnya (-6, 0) adalah .…

(31)

E. 16x2 + 9y2 = 400

14. Persamaan garis singgung elips 5x2 + 20y2 =100 pada titik (4, 1) adalah ....

A. x - y + 5 = 0 B. x + y = -5 C. x + y + 5 = 0 D. -x - y = 5 E. x + y = 5

15.Persamaan garis singgung elips 1 9 3

2 2

  y x

yang melalui titik (1,

-6) adalah .... A. 3x - 6 y = 9

B. 6x - 6y = 1

C. 3x - 6 y = 3

D. x - 6y = 1

E. 3x - 3 6 y = 11

(32)

17. Salah satu asimtot dari hiperbola 9x2 + 16y2 - 54x – 64y - 127 = 0 adalah ....

A. 4x - 3y - 18 = 0 B. 3x - 4y 17 = 0 C. 4x - 3y - 6 = 0 D. 3x - 4y – 1 = 0 E. 4x - 3y - 1 = 0

18. Koordinat titik puncak hiperbola x2 - 4y2 - 2x + 24y - 39 = 0 adalah : A. (1, 2) dan (-1, 2)

B. (1, 0) dan (1, 4) C. (3, 2) dan (-1, 2) D. (1, -2) dan (1, -4) E. (1, 3) dan (-1, 3)

19. Persamaan garis singgung hiperbola 4x2 - y2 - 40x - 4y + 48 = 0 di titik (9, 2) adalah ....

A. 4x - y + 21 = 0 B. 9x - 2y - 34 = 0 C. 4x - y - 34 = 0 D. 9x - 2y + 21 = 0 E. 4x - y - 28 = 0

20. Persamaan garis singgung hiperbola 4x2 - y2 + 12 = 0 di titik (1, 4) adalah ....

(33)

C. 19x - 11y = 63 dan x + y = -3 D. 19x - 11y = -126 dan x + y = 3 E. -19x + 11y = 126 dan -x + y = -3

21.

Persamaan parabola yang berpuncak di

dan fokusnya

adalah . . . .

A.

B.

C.

D.

E.

22.

Koordinat

titik

fokus

parabola

dengan

persamaan

adalah . . .

A.

B.

(34)

B.

C.

D.

E.

24.

Koordinat

titik

pusat

elips

dengan

persamaan

adalah ...

A.

B.

C.

D.

E.

25.

Panjang

sumbu

minor

elips

dengan

persamaan

adalah . . . .

A.

B.

(35)

DAFTAR PUSTAKA

Bahri, Samsul dan Mustain. 2009.

Terampil Matematika untuk

SMK (Teknik) Kelas XII

. Bekasi : Galaxy Puspa Mega

Mauludin, Ujang. 2007.

Matematika untuk SMK kelas XII Program

Keahlian Teknik Industri

. Jakarta : Indah Jaya Adipratama

Noormandiri, B.K. 2004.

Matematika SMA untuk kelas XII program

Ilmu Alam.

Jakarta: Erlangga

Teguh, Mega. 2004.

Modul Irisan Kerucut

. Departemen

(36)

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Tentukan koordinat titik puncak, persamaan sumbu simetri, persamaan direktris dan koordinat titik fokus dari parabola y 21. =−

Jarak yang sama itu disebut jari-jari dan titik tetap itu disebut.

skema tentang ellips yang dilihat dari visualisasi sumbu mayor dan minor lalu memodifikasi skema bahwa ellips yaitu himpunan titik yang jumlah jaraknya terhadap

Elips juga didefinisikan sebagai tempat kedudukan titik-titik yang perbandingan jaraknya terhadap suatu titik dan suatu garis yang diketahui besarnya tetap.. Titik itu disebut

Tempat kedudukan titik-titik yang selisih jaraknya dari dua titik ( fokus ) tertentu adalah tetap... Matematika SMA

1 Tentukan pusat, fokus, puncak, persamaan direktriks, sumbu mayor, sumbu minor, eksentrisitas, panjang latus rectum, dan asimtot dari persamaan hiperbola berikut..

Elips juga didefinisikan sebagai tempat kedudukan titik-titik yang perbandingan jaraknya terhadap suatu titik dan suatu garis yang diketahui besarnya tetap.. Titik itu disebut

grafiksebelum implementasi bahan ajar yaitu: (1) siswa menuliskan jawaban bahwa puncak elips sama dengan pusat elips; (2) siswa menuliskan formula titik ujung sumbu mayor untuk