• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mata Kuliah: Sifat-Sifat Dasar Kayu

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Mata Kuliah: Sifat-Sifat Dasar Kayu"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

Mata Kuliah:

Sifat-Sifat Dasar Kayu

Program Studi Pengelolaan Hutan Fakultas Pertanian

Universitas Sebelas Maret 2020

Pertemuan ke-5

Sistem perkuliahan daring Kamis, 26 Maret 2020 Kelas B Jum`at, 27 Maret 2020 Kelas A

(2)

Bidang Potongan Kayu

Penampang:

A.   Melintang B.  Tangensial

C.   Radial

Review materi perkuliahan yang lalu

(3)

Gambar Penampang Kayu Daun

Penampang (x) Penampang (r) Penampang (t)

(4)

Gambar Penampang Kayu Jarum

Penampang (x) Penampang (r) Penampang (t)

(5)

Kayu lunak Kayu keras

(6)

Sifat-sifat Fisika kayu

Yus Andhini Bhekti Pertiwi, S.Hut., M.Sc. Ph.D.

(7)

PENDAHULUAN

• 

Sifat- sifat fisika kayu:

Ø 

non-mekanis (sifat fisika kayu)

Ø 

Mekanis (sifat mekanika kayu)

— 

Sifat fisika kayu membahas hubungan kayu dengan air, panas, listrik, cahaya, suara, dll.

(8)

PENDAHULUAN

—  Faktor-faktor yang menentukan sifat fisika kayu:

1.  Banyaknya zat dinding sel yang ada dalam suatu volume kayu

2.  Banyaknya air yang ada dalam dinding sel

3.  Komposisi komponen-komponen kimia primer penyusun dinding sel (selulosa, hemiselulosa, lignin) dan ekstraktif

4.  Susunan dan arah mikrofibril penyusun dinding sel

5.  Jenis, ukuran, proporsi (persentase), dan

komposisi sel-sel penyusun kayu

(9)

—  Kayu mudah menyerap air karena kayu terdiri dari

molekul-molekul selulosa yang tersusun dari ikatan OH yang mampu mengikat air

—  Dalam kayu molekul selulosa membentuk makromolekul

yang disebut mikrofibril

(10)

HUBUNGAN KAYU DENGAN AIR

A. 

Kadar Air Kayu

q 

Kayu à bahan higroskopis, artinya: kayu mempunyai afinitas (daya ikat) terhadap air dan cairan polar yang lain, baik dalam bentuk uap maupun cairan.

q 

Kayu dapat menyerap air (adsorpsi)

– 

Apabila kayu kering dimasukkan dalam ruang dengan lembab nisbi yang tinggi (lebih tinggi dari lembab nisbi kayu) maka kayu tersebut akan menyerap air.

q 

Kayu dapat menguapkan air (desorpsi)

– 

Apabila kayu basah dimasukkan dalam ruangan dengan lembab nisbi rendah, maka kayu basah tersebut akan menguapkan air.

q 

Kayu dapat menyerap air sampai kadar air kayu maksimum à kondisi pada saat semua rongga sel baik yang mikro (dalam dinding sel) dan yang makro (rongga sel) penuh dengan air

(11)

Penentuan Kadar Air Kayu

—  Kadar air kayu (Ka) = Banyaknya air dalam sepotong kayu

—  Ka dinyatakan dalam persen (%) dari berat kayu kering tanur

—  Berat kayu kering tanur = Berat kayu setelah

dikeringkan dalam tanur pada suhu 103±2°C

sampai mencapai berat konstan (tidak ada lagi

air dalam kayu).

(12)

Rumus Kadar Air Kayu

Keterangan:

Ka = Kadar air kayu (%)

Bb = Berat kayu sebelum dikeringkan (berat basah) Bkt = Berat kayu kering tanur

atau dapat ditulis:

(13)

Contoh penggunaan rumus

1. 

Sepotong kayu segar beratnya 400 gram. Sesudah kering tanur beratnya 250 gram. Berapa kadar air kayu tersebut?

Jawab:

2. 

Sepotong kayu basah dengan kadar air 25% beratnya 250 gram.

a. 

Berapakah beratnya pada keadaan kering tanur?

b. 

Berapakah beratnya pada kadar air 15%?

Jawab:

a.

b. Bb = Bkt (1+KA)

B15= 200(1+0,15) =230 gram

= 60%

(14)

3. Sepotong kayu kering tanur beratnya 300 gram.

Berapa beratnya pada kadar air 20%?

Jawab

Bb = Bkt (1+KA)

B

20

= 300(1+0,20) =360 gram

(15)

Lokasi Air dalam Kayu

a.  Dalam dinding sel à air terikat

b.  Dalam rongga sel àair bebas

berbentuk cair,

mengisi rongga sel/

melekat pada

dinding sel

(16)

A. Air terikat

—  Air/cairan polar lain diikat dalam dinding sel oleh ikatan hidrogen

—  Air terutama diikat oleh gugus-gugus

hidroksil dalam selulosa amorf dan

dapat bersifat monomolekular (satu

molekul) atau polimolekular (banyak

molekul)

(17)

A. Air terikat

(18)

Titik Jenuh Serat (TJS)

—  TJS à Suatu kadar air kayu pada saat dinding sel sama sekali jenuh dengan air, sementara rongga sel tidak terisi air.

—  Kondisi kayu pada TJS bersamaan dengan volume pengembangan maksimum dari dinding sel dan terjadi perubahan besar dalam sifat-sifat fisika kayu, antara lain:

1.  Dibawah TJS kayu dapat mengalami pengembangan dan penyusutan pada perubahan kadar air kayu

2.  Penurunan kadar air kayu di bawah TJS akan menaikkan berat jenis dan kekuatannya

3.  Penurunan kadar air kayu di bawah TJS akan

menurunkan daya hantar listrik dan panas

(19)

—  TJS berkisar antara kadar air 25-30 %

—  Pada kayu tertentu TJS bisa terjadi pada kadar air yang lebih rendah, karena mengandung

banyak ekstraktif.

—  Misalnya:

TJS kayu jati = 18 %

TJS kayu sonokeling = 15%

(20)
(21)

B. Air bebas

—  Air yang ada dalam kayu berada dalam rongga sel sebagai air bebas

—  Jika dinding sel telah jenuh dengan air, maka air akan masuk dalam rongga sel sampai rongga sel juga penuh dengan air.

—  Pada saat dinding sel dan rongga sel jenuh dengan air, maka dikatakan kayu mencapai kadar air maksimum.

—  Banyaknya air dalam kayu pada kondisi KA maksimum ditentukan oleh :

◦  Volume dan rongga-rongga dalam kayu

◦  Berat jenis kayu berdasarkan berat dan volume masing-

masing pada keadaan kering tanur.

(22)

Rumus KA maksimum kayu

Keterangan:

Go = berat jenis kayu berdasarkan berat dan volume kering tanur 1,5 = berat jenis zat kayu kering tanur

(23)

Grafik hubungan antara berat jenis kayu dan kadar air maksimum teoritis

(24)

Kadar Air Seimbang Kayu

—  Kadar air seimbang kayu merupakan kadar air yang tetap pada kayu jika kayu berada dalam suatu atmosfer dengan kelembaban tertentu dalam waktu yang cukup lama.

1.  KAS berubah apabila suhu dan kelembaban atmosfer berubah

2.  Di negara beriklim sedang seperti Amerika Serikat, Kanada, Eropa (lembab nisbi 50-60

%), KA kering udara berkisar 12-15 %.

3.  Negara tropis seperti Indonesia (lembab nisbi

80-90 %), KA kering udara antara 15 – 20 %.

(25)
(26)

1 Kadar air kayu segar

: Kadar air pohon yang masih hidup/baru saja ditebang

2 Kadar air kayu basah

: Kadar air k ayu yang sudah ditebang dengan kadar air di atas TJS. Dapat juga diartikan kadar air kayu yang tidak dalam keadaan kering.

3 Kadar air kayu

Titik jenuh serat

: Kadar air kayu pada saat dinding sel sama sekali jenuh dengan air, sedang rongga sel tidak terisi air.

4 Kadar air seimbang : Kadar air kayu yang seimbang/sesuai dengan suhu dan kelembaban atmosfer di sekitarnya.

5 Kadar air kering angin atau kering udara

: KAS kayu dalam atmosfer terbuka di bawah atap

6 Kadar air kering

tanur atau kering tulang

: Kadar air kayu sesudah dikeringkan dalam tanur pada suhu 103+20 C sampai mencapai berat konstan.

7 Kering oven : Dikenal dengan istilah Kilndry yang tergantung pada sasaran Ka dalam pengeringan.

Ringkasan istilah

Referensi

Dokumen terkait

Pengujian dan pengamatan yang dilakukan adalah sifat fisis kayu (kerapatan, berat jenis, stabilitas dimensi, kadar air keseimbangan, tingkat perubahan dimensi dan

Penelitian ini bertujuan untuk : (1) mengetahui ada tidaknya perbedaan yang signifikan pada nilai kuat tekan sejajar serat sambungan kayu dengan alat sambung limbah botol

Penyebab semakin rendahnya nilai pengembangan tebal saat partikel batang kayu jabon ditambahkan, sama dengan penjelasan pada sub bab kadar air mengenai rongga yang

KAJIAN KUAT TEKAN DAN KUAT TARIK KAYU BERBAHAN DASAR LIMBAH KAYU DENGAN ALAT SAMBUNG LIMBAH BOTOL PLASTIK (STUDI KASUS PADA 6 MEREK BOTOL PLASTIK) SEBAGAI SUPLEMEN MATA

perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user86.Sawi Monumen Sawi monumen tubuhnya amat tegak dan berdaun kompak. Penampilan sawi jenis ini sekilas mirip dengan petsai. Tangkai daun berwarna putih berukuran agak lebar dengan tulang daun yang juga berwarna putih. Daunnya sendiri berwarna hijau segar. Jenis sawi ini tegolong terbesar dan terberat di antara jenis sawi lainnya. D.Syarat Tumbuh Tanaman Sawi Syarat tumbuh tanaman sawi dalam budidaya tanaman sawi adalah sebagai berikut : 1.Iklim Tanaman sawi tidak cocok dengan hawa panas, yang dikehendaki ialah hawa yang dingin dengan suhu antara 150 C - 200 C. Pada suhu di bawah 150 C cepat berbunga, sedangkan pada suhu di atas 200 C tidak akan berbunga. 2.Ketinggian Tempat Di daerah pegunungan yang tingginya lebih dari 1000 m dpl tanaman sawi bisa bertelur, tetapi di daerah rendah tak bisa bertelur. 3.Tanah Tanaman sawi tumbuh dengan baik pada tanah lempung yang subur dan cukup menahan air. (AAK, 1992). Syarat-syarat penting untuk bertanam sawi ialah tanahnya gembur, banyak mengandung humus (subur), dan keadaan pembuangan airnya (drainase) baik. Derajat keasaman tanah (pH) antara 6–7 (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user9E.Teknik Budidaya Tanaman Sawi 1.Pengadaan benih Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram. Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman. Benih yang akan kita gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik adalah dengan alumunium foil. Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Penanaman sawi memperhatikan proses yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan, disimpan di tempat penyimpanan dan diharapkan lama penyimpanan benih tidak lebih dari 3 tahun.( Eko Margiyanto, 2007) Pengadaan benih dapat dilakukan dengan cara membuat sendiri atau membeli benih yang telah siap tanam. Pengadaan benih dengan cara membeli akan lebih praktis, petani tinggal menggunakan tanpa jerih payah. Sedangkan pengadaan benih dengan cara membuat sendiri cukup rumit. Di samping itu, mutunya belum tentu terjamin baik (Cahyono, 2003). Sawi diperbanyak dengan benih. Benih yang akan diusahakan harus dipilih yang berdaya tumbuh baik. Benih sawi sudah banyak dijual di toko-toko pertanian. Sebelum ditanam di lapang, sebaiknya benih sawi disemaikan terlebih dahulu. Persemaian dapat dilakukan di bedengan atau di kotak persemaian (Anonim, 2007). 2.Pengolahan tanah Sebelum menanam sawi hendaknya tanah digarap lebih dahulu, supaya tanah-tanah yang padat bisa menjadi longgar, sehingga pertukaran perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user10udara di dalam tanah menjadi baik, gas-gas oksigen dapat masuk ke dalam tanah, gas-gas yang meracuni akar tanaman dapat teroksidasi, dan asam-asam dapat keluar dari tanah. Selain itu, dengan longgarnya tanah maka akar tanaman dapat bergerak dengan bebas meyerap zat-zat makanan di dalamnya (AAK, 1992). Untuk tanaman sayuran dibutuhkan tanah yang mempunyai syarat-syarat di bawah ini : a.Tanah harus gembur sampai cukup dalam. b.Di dalam tanah tidak boleh banyak batu. c.Air dalam tanah mudah meresap ke bawah. Ini berarti tanah tersebut tidak boleh mudah menjadi padat. d.Dalam musim hujan, air harus mudah meresap ke dalam tanah. Ini berarti pembuangan air harus cukup baik. Tujuan pembuatan bedengan dalam budidaya tanaman sayuran adalah : a.Memudahkan pembuangan air hujan, melalui selokan. b.Memudahkan meresapnya air hujan maupun air penyiraman ke dalam tanah. c.Memudahkan pemeliharaan, karena kita dapat berjalan antar bedengan dengan bedengan. d.Menghindarkan terinjak-injaknya tanah antara tanaman hingga menjadi padat. ( Rismunandar, 1983 ). 3.Penanaman Pada penanaman yang benihnya langsung disebarkan di tempat penanaman, yang perlu dijalankan adalah : a.Supaya keadaan tanah tetap lembab dan untuk mempercepat berkecambahnya benih, sehari sebelum tanam, tanah harus diairi terlebih dahulu. perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user11b.Tanah diaduk (dihaluskan), rumput-rumput dihilangkan, kemudian benih disebarkan menurut deretan secara merata. c.Setelah disebarkan, benih tersebut ditutup dengan tanah, pasir, atau pupuk kandang yang halus. d.Kemudian disiram sampai merata, dan waktu yang baik dalam meyebarkan benih adalah pagi atau sore hari. (AAK, 1992). Penanaman dapat dilakukan setelah tanaman sawi berumur 3 - 4 Minggu sejak benih disemaikan. Jarak tanam yang digunakan umumnya 20 x 20 cm. Kegiatan penanaman ini sebaiknya dilakukan pada sore hari agar air siraman tidak menguap dan tanah menjadi lembab (Anonim, 2007). Waktu bertanam yang baik adalah pada akhir musim hujan (Maret). Walaupun demikian dapat pula ditanam pada musim kemarau, asalkan diberi air secukupnya (Sunaryono dan Rismunandar, 1984). 4.Pemeliharaan tanaman Pemeliharaan dalam budidaya tanaman sawi meliputi tahapan penjarangan tanaman, penyiangan dan pembumbunan, serta pemupukan susulan. a.Penjarangan tanaman Penanaman sawi tanpa melalui tahap pembibitan biasanya tumbuh kurang teratur. Di sana-sini sering terlihat tanaman-tanaman yang terlalu pendek/dekat. Jika hal ini dibiarkan akan menyebabkan pertumbuhan tanaman tersebut kurang begitu baik. Jarak yang terlalu rapat menyebabkan adanya persaingan dalam menyerap unsur-unsur hara di dalam tanah. Dalam hal ini penjarangan dilakukan untuk mendapatkan kualitas hasil yang baik. Penjarangan umumnya dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Sisakan tanaman yang tumbuh baik dengan jarak antar tanaman yang teratur (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user12b.Penyiangan dan pembumbunan Biasanya setelah turun hujan, tanah di sekitar tanaman menjadi padat sehingga perlu digemburkan. Sambil menggemburkan tanah, kita juga dapat melakukan pencabutan rumput-rumput liar yang tumbuh. Penggemburan tanah ini jangan sampai merusak perakaran tanaman. Kegiatan ini biasanya dilakukan 2 minggu sekali (Anonim, 2007). Untuk membersihkan tanaman liar berupa rerumputan seperti alang-alang hampir sama dengan tanaman perdu, mula-mula rumput dicabut kemudian tanah dikorek dengan gancu. Akar-akar yang terangkat diambil, dikumpulkan, lalu dikeringkan di bawah sinar matahari, setelah kering, rumput kemudian dibakar (Duljapar dan Khoirudin, 2000). Ketika tanaman berumur satu bulan perlu dilakukan penyiangan dan pembumbunan. Tujuannya agar tanaman tidak terganggu oleh gulma dan menjaga agar akar tanaman tidak terkena sinar matahari secara langsung (Tim Penulis PS, 1995 ). c.Pemupukan Setelah tanaman tumbuh baik, kira-kira 10 hari setelah tanam, pemupukan perlu dilakukan. Oleh karena yang akan dikonsumsi adalah daunnya yang tentunya diinginkan penampilan daun yang baik, maka pupuk yang diberikan sebaiknya mengandung Nitrogen (Anonim, 2007). Pemberian Urea sebagai pupuk tambahan bisa dilakukan dengan cara penaburan dalam larikan yang lantas ditutupi tanah kembali. Dapat juga dengan melarutkan dalam air, lalu disiramkan pada bedeng penanaman. Satu sendok urea, sekitar 25 g, dilarutkan dalam 25 l air dapat disiramkan untuk 5 m bedengan. Pada saat penyiraman, tanah dalam bedengan sebaiknya tidak dalam keadaan kering. Waktu penyiraman pupuk tambahan dapat dilakukan pagi atau sore hari (Haryanto et al., 1995). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user13Jenis-jenis unsur yag diperlukan tanaman sudah kita ketahui bersama. Kini kita beralih membicarakan pupuk atau rabuk, yang merupakan kunci dari kesuburan tanah kita. Karena pupuk tak lain dari zat yang berisisi satu unsur atau lebih yang dimaksudkan untuk menggantikan unsur yang habis diserap tanaman dari tanah. Jadi kalau kita memupuk berarti menambah unsur hara bagi tanah (pupuk akar) dan tanaman (pupuk daun). Sama dengan unsur hara tanah yang mengenal unsur hara makro dan mikro, pupuk juga demikian. Jadi meskipun jumlah pupuk belakangan cenderung makin beragam dengan merek yang bermacam-macam, kita tidak akan terkecoh. Sebab pupuk apapun namanya, entah itu buatan manca negara, dari segi unsur yang dikandungnya ia tak lain dari pupuk makro atau pupuk mikro. Jadi patokan kita dalam membeli pupuk adalah unsur yang dikandungnya (Lingga, 1997). Pemupukan membantu tanaman memperoleh hara yang dibutuhkanya. Unsur hara yang pokok dibutuhkan tanaman adalah unsur Nitrogen (N), Fosfor (P), dan Kalium (K). Itulah sebabnya ketiga unsur ini (NPK) merupakan pupuk utama yang dibutuhkan oleh tanaman. Pupuk organik juga dibutuhkan oleh tanaman, memang kandungan haranya jauh dibawah pupuk kimia, tetapi pupuk organik memiliki kelebihan membantu menggemburkan tanah dan menyatu secara alami menambah unsur hara dan memperbaiki struktur tanah (Nazarudin, 1998). 5.Pengendalian hama dan penyakit Hama yang sering menyerang tanaman sawi adalah ulat daun. Apabila tanaman telah diserangnya, maka tanaman perlu disemprot dengan insektisida. Yang perlu diperhatikan adalah waktu penyemprotannya. Untuk tanaman sayur-sayuran, penyemprotan dilakukan minimal 20 hari sebelum dipanen agar keracunan pada konsumen dapat terhindar (Anonim, 2007). perpustakaan.uns.ac.iddigilib.uns.ac.idcommit to user14OPT yang menyerang pada tanaman sawi yaitu kumbang daun (Phyllotreta vitata), ulat daun (Plutella xylostella), ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis), dan lalat pengerek daun (Lyriomiza sp.). Berdasarkan tingkat populasi dan kerusakan tanaman yang ditimbulkan, maka peringkat OPT yang menyerang tanaman sawi berturut-turut adalah P. vitata, Lyriomiza sp., P. xylostella, dan C. binotalis. Hama P. vitatamerupakan hama utama, dan hama P. xylostella serta Lyriomiza sp. merupakan hama potensial pada tanaman sawi, sedangkan hamaC. binotalis perlu diwaspadai keberadaanya (Mukasan et al., 2005). Beberapa jenis penyakit yang diketahui menyerang tanaman sawi antara lain: penyakit akar pekuk/akar gada, bercak daun altermaria, busuk basah, embun tepung, rebah semai, busuk daun, busuk Rhizoctonia, bercak daun, dan virus mosaik (Haryanto et al., 1995). 6.Pemanenan Tanaman sawi dapat dipetik hasilnya setelah berumur 2 bulan. Banyak cara yang dilakukan untuk memanen sawi, yaitu: ada yang mencabut seluruh tanaman, ada yang memotong bagian batangnya tepat di atas permukaan tanah, dan ada juga yang memetik daunnya satu per satu. Cara yang terakhir ini dimaksudkan agar tanaman bisa tahan lama (Edy margiyanto,

KESIMPULAN Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa pengujian sifat kimia kadar ekstraktif larut dalam air panas dilakukan dengan menguji serbuk kayu yang