• Tidak ada hasil yang ditemukan

P U T U S A N Nomor 93- K / PM.III-12 / AD / VII / 2020 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "P U T U S A N Nomor 93- K / PM.III-12 / AD / VII / 2020 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA"

Copied!
32
0
0

Teks penuh

(1)

Hal 1 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020 PENGADILAN MILITER III-12

SURABAYA

P U T U S A N

Nomor 93- K / PM.III-12 / AD / VII / 2020

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Militer III-12 Surabaya yang bersidang di Malang dalam memeriksa dan mengadili perkara pidana pada tingkat pertama telah menjatuhkan putusan sebagaimana tercantum di bawah ini dalam perkara Terdakwa :

Nama lengkap : Fathor Rasyidi.

Pangkat / NRP : Sersan Dua /31980578081279.

Jabatan : Ba Kelas E/III/B.

Kesatuan : Dandodiklatpur Rindam V/Brawijaya.

Tempat, tanggal lahir : Sumenep, 29 Desember 1979.

Jenis kelamin : Laki-laki.

Kewarganegaraan : Indonesia

A g a m a : Islam.

Tempat tinggal : Asmil Dodiklatpur Ds. Awar-awar Kec.

Asembagus Kab. Situbondo.

Terdakwa ditahan oleh Dandodiklatpur Rindam V/Brawijaya selaku Ankum selama 20 (dua puluh) hari sejak tanggal 08 April 2020 sampai dengan tanggal 27 April 2020 berdasarkan Surat Keputusan Nomor Kep/128/IV/2020 tanggal 08 April 2020 dan dibebaskan dari tahanan pada tanggal 28 April 2020 berdasarkan Surat Keputusan Pembebasan Tahanan dari Dandodiklatpur Rindam V/Brawijaya selaku Ankum Nomor Kep/ 02/ IV/ 2020 tanggal 24 April 2020.

PENGADILAN MILITER III-12 Surabaya tersebut di atas : Membaca : Berkas Perkara Pidana dari Denpom V/3 Malang Nomor

BP-20 / A-20 / V /2020 tanggal 8 Mei 2020 atas nama Fathor Rayidi, Serda NRP 31980578081279.

Memperhatikan : 1. Surat Keputusan Penyerahan Perkara dari Danrindam V/Brawijaya selaku Papera Nomor Kep/18/VI/2020 tanggal 25 Juni 2020.

(2)

Hal 2 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

2. Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor Sdak / 80 / K / AD / VII / 2020 tanggal 8 Juli 2020.

3. Penetapan Kepala Pengadilan Militer III-12

Surabaya Nomor Tapkim /93 – K / PM.III-12 / AD / VII / 2020 tanggal 13 Juli 2020 tentang

Penunjukan Hakim.

4. Hakim Ketua Nomor Tapsid / 93 – K / PM.III-12 / AD / VII / 2020 tanggal 14 Juli 2020 tentang Penetapan Hari sidang.

5. Panitera Nomor Taptera/ 93 – K / PM.III-12 / AD / VII / 2020 tanggal 13 Juli 2020 tentang Penunjukan Panitera Penganti.

6. Surat Kaotmil III-11 Surabaya perihal panggilan untuk menghadap sidang kepada Terdakwa dan para Saksi.

Mendengar: 1. Pembacaan Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor Sdak / 80 / K / AD / VII / 2020 tanggal 8 Juli 2020 didepan sidang yang ijadikan dasar pemeriksaan perkara ini.

2. Hal-hal yang diterangkan oleh Terdakwa di sidang serta keterangan-keterangan para Saksi dibawah sumpah.

Memperhatikan : 1. Tuntutan pidana Oditur Militer yang diajukan kepada Majelis Hakim, yang pada pokoknya Oditur Militer berpendapat bahwa :

a. Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana:

“Militer yang karena salahnya atau dengan sengaja melakukan ketidakhadiran tanpa ijin dalam waktu damai lebih lama dari tiga puluh hari”.

Sebagaimana diatur dan diancam dengan pidana dalam pasal 87 ayat (1) ke-2 jo ayat (2) KUHPM .

(3)

Hal 3 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

b. Oleh karenanya Oditur Militer mohon agar Terdakwa dijatuhi hukuman :

Pidana Penjara selama 7 (tujuh) bulan.

Dikurangkan selama Terdakwa dalam tahanan sementara.

c. Menetapkan barang-barang bukti berupa Surat yaitu:

- 2 (dua) lembar daftar absensi atas nama Terdakwa Serda Fathor Rasyidi NRP 31980578081279, Ba Kelas E/lll/B Dodiklatpur Rindam V Brawijaya.

Tetap dilekatkan dalam berkas perkara

d. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sejumlah Rp10.000,00 (sepuluh ribu rupiah).

2. Bahwa dari tuntutan Oditur Militer tersebut Terdakwa tidak mengajukan Pembelaan (Pledoi) dan hanya mengajukan keringanan hukuman (clemensi) sebagai berikut :

Bahwa Terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya untuk itu mohon kepada Majelis Hakim untuk keringanan hukuman.

3. Bahwa Atas permohonan keringanan hukuman (clemensi) tersebut Oditur Militer tidak mengajukan Replik dan menyatakan tetap pada tuntutannya.

Menimbang : Bahwa menurut Surat Dakwaan tersebut di atas, Terdakwa pada pokoknya didakwa sebagai berikut : Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan di tempat- tempat tersebut di bawah ini, yaitu sejak tanggal Tiga bulan Maret tahun 2000 dua puluh sampai dengan tanggal Lima bulan April tahun 2000 dua puluh atau setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam bulan Maret sampai dengan bulan April tahun 2000 dua puluh,

(4)

Hal 4 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam tahun 2000 dua puluh bertempat di Kesatuan Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya Situbondo atau setidak-tidaknya di suatu tempat yang termasuk daerah hukum Pengadilan Militer III-12 Surabaya telah melakukan tindak pidana:

“Militer, yang karena salahnya atau dengan sengaja melakukan ketidakhadiran tanpa izin dalam waktu damai lebih lama dari tigapuluh hari”

Perbuatan tersebut dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

a. Bahwa Terdakwa masuk menjadi Prajurit TNI AD pada tahun 1998 melalui pendidikan Catam di Magetan setelah lulus dilantik dengan pangkat Prada kemudian ditempatkan di Rindam V Brawijaya, selanjutnya pada tahun 2014 Terdakwa mengikuti Pendidikan Secaba Reg di Secaba Rindam V/Brawijaya setelah lulus dilantik dengan pangkat Serda kemudian ditugaskan di Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya sampai saat melakukan perbuatan yang menjadi perkara ini dengan pangkat Serda NRP 31980578081279.

b. Bahwa Terdakwa meninggalkan Kesatuan Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya tanpa ijin yang sah dari Dandodiklatpur Rindam V/Brawijaya atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 03 Maret 2020 sampai dengan tanggal 05 April 2020 yang diketahui oleh Pelda Sisyadi (Saksi-1) dan Sertu Taha (Saksi-2);

c. Bahwa selama meninggalkan Kesatuan Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya tanpa ijin Komandan Satuan, Terdakwa berada di Porong Sidoarjo dengan kegiatan bermain Judi, menggadaikan mobil Sdr. Fery di Sumenep, berada di Krian Sidoarjo dengan kegiatan bekerja

(5)

Hal 5 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

sebagai kuli panggul dan di Batu bekerja di tempat Cak Man;

d. Bahwa penyebab Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah dari Komandan Satuan karena Terdakwa takut telah menggadaikan mobil milik Sdr. Fery dan uangnya habis dipakai untuk main judi;

e. Bahwa selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin Komandan Satuan, Terdakwa tidak pernah memberitahukan keberadaannya ke Kesatuan baik melalui surat maupun telepon dan Terdakwa juga tidak membawa barang inventaris milik Satuan;

f. Bahwa selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah dari Komandan Satuan, dari pihak Kesatuan telah berupaya melakukan pencarian terhadap Terdakwa di rumahnya dan di rumah kerabat terdekat namun Terdakwa tidak ditemukan;

g. Bahwa pada hari Kamis tanggal 05 April 2020 sekira pukul 04.00 Wib Terdakwa kembali kerumah di Asrama Militer Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya untuk menemui anak dan istrinya, selanjutnya istri Terdakwa melaporkan ke Provost Satuan kemudian Terdakwa di jemput oleh Provos, Piket dan anggota Staf Pam Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya selanjutnya Terdakwa ditahan di Penjagaan Dodiklatpur selama 3 (tiga) hari kemudian dari Satuan melimpahkan perkara Terdakwa ke Denpom V/3 Malang;

h. Bahwa dengan demikian Terdakwa telah meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah dari Dandodiklatpur Rindam V/Brawijaya atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 03 Maret 2020 sampai dengan tanggal 05 April 2020 atau selama

(6)

Hal 6 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

33 (tiga puluh tiga) hari secara berturut-turut, hal ini bersesuaian dengan daftar absensi Organik Kompi Siswa-B Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya Bulan Maret 2020 sampai dengan April 2020;

i. Bahwa Terdakwa sebelum perkara ini pada tahun 2018 pernah melakukan THTI karena ada permasalahan dengan seorang janda kemudian Terdakwa dijatuhi hukuman disiplin selama 21 (dua puluh satu) hari, selanjutnya pada tahun 2000 Terdakwa melakukan Desersi karena ada permasalahan dengan seorang janda kemudian Terdakwa di jatuhi hukuman disiplin selama 21 (dua puluh satu) hari.

j. Bahwa selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin Komandan Satuan atau atasan lain yang berwenang, Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam keadaan damai dan Terdakwa maupun Satuan Terdakwa tidak sedang disiapkan melaksanakan tugas operasi militer.

Bahwa perbuatan Terdakwa tersebut telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana yang tercantum dalam Pasal 87 Ayat (1) ke-2 jo ayat 2 KUHPM.

Menimbang : Bahwa terhadap Dakwaan Oditur Militer tersebut di atas, Terdakwa menyatakan mengerti atas Surat Dakwaan yang didakwakan kepadanya.

Menimbang : Bahwa terhadap Dakwaan Oditur Militer tersebut di atas, Terdakwa tidak mengajukan keberatan (Eksepsi).

Menimbang : Bahwa di sidang Terdakwa menyatakan tidak didampingi Penasihat Hukum dan Terdakwa menyatakan akan dihadapi sendiri.

Menimbang : Bahwa para Saksi yang dihadapkan dipersidangan menerangkan di bawah sumpah sebagai berikut :

(7)

Hal 7 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

Saksi-1.

Nama lengkap : Sisyadi.

Pangkat / NRP : Pelda/639339.

Jabatan : Ba Provost.

Kesatuan : Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya.

Tempat, tanggal lahir : Situbondo, 03 Mei 1971.

Warganegara : Indonesia Jenis Kelamin : Laki-laki.

Agama : Islam.

Tempat tinggal : Desa Awar-awar Kec. Asem Bagus Kab. Situbondo.

Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa sekira Tahun 2014 pada saat Terdakwa pertama dinas di Dodiklatpur Rindam V/Brw namun antara Saksi dan Terdakwa tidak ada hubungan keluarga hanya sebatas hubungan atasan dengan bawahan.

2. Bahwa Saksi mengerti dipanggil di persidangan ini yaitu mengenai perkara meninggalkan kesatuan tanpa ijin yang dilakukan oleh Terdakwa.

3. Bahwa Saksi mengetahui Terdakwa pergi meninggalkan dinas tanpa ijin yang sah dari komandan satuan sejak tanggal 03 Maret 2020 sewaktu pengecekan apel pagi di Mako Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya.

4. Bahwa setelah Saksi mengetahui Terdakwa tidak masuk dinas tanpa ijin Dansat Saksi melaporkan ke Pasi Intel yaitu Lettu Inf. Iswadi.

5. Bahwa setelah melaporkan ke Pasi Intel Saksi diperintahkan untuk mencari Terdakwa bersama satu orang anggota yaitu Sertu Fiki dan Saksi dan Sertu Fiki mencari di sekitar darah Asembagus ke tempat teman-teman Terdakwa namun tidak ditemukan.

(8)

Hal 8 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

6. Bahwa selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah dari Komandan Kesatuan, Saksi tidak mengetahui kemana tujuan Terdakwa dan apa kegiatan Terdakwa.

7. Bahwa menurut Saksi Terdakwa mengetahui prosedur perijinan di kesatuan apabila akan tidak masuk dinas baik keperluan pribadi atau keperluan dinas, namun hal tersebut tidak dilakukan oleh Terdakwa.

8. Bahwa masalah perijinan di kesatuan Terdakwa tidak dipersulit asal dengan alasan yang jelas.

9. Bahwa selama pergi meninggalkan dinas tanpa ijin yang sah dari Komandan satuan Terdakwa tidak pernah menghubungi Saksi maupun Kesatuan baik melalui surat ataupun telepon.

10. Bahwa selama meninggalkan dinas Terdakwa tidak membawa senjata api maupun barang-barang inventaris milik Satuan.

11. Bahwa selama Terdakwa meninggalkan kesatuan tanpa ijin dari Dansatnya tugas dan tanggungjawab yang menjadi tanggungjawab Terdakwa menjadi terganggu karena harus dikerjakan oleh anggota yang lain.

12. Bahwa pada tanggal 5 April 2020 sekira pukul 04.30 Wib Terdakwa Kembali Kesatuan dengan cara melewati pintu samping Asmil dan langsung menuju kerumahnya kemudian Saksi mendapat perintah dari Pam Serka Lambertus untuk menjemput Terdakwa dan membawa kepenjagaan.

13. Bahwa selanjutnya Dandodiklatpur memerintahkan untuk dilaksanakan pemeriksaan kesehatan terhadap Terdakwa kemudian Terdakwa ditahan di ruang sel Satuan.

14. Bahwa Terdakwa meninggalkan kesatuan terhitung mulai tanggal 3 Maret 2020 sampai dengan tanggal

(9)

Hal 9 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

5 April 2020 atau selama kurang lebih 33 (tiga puluh) hari.

15. Bahwa sebelum perkara ini Terdakwa pernah dikumplin di kesatuan dalam perkara meninggalkan kesatuan pada tahun 2018.

16. Bahwa selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah dari Komandan Satuan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam keadaan damai dan Terdakwa maupun kesatuan Terdakwa tidak sedang disiapkan melaksanakan tugas operasi militer.

Atas keterangan Saksi-1 tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya.

Saksi-2.

Nama lengkap : Taha.

Pangkat / NRP : Sertu/31000213300180.

Jabatan : Ba Klas Kisis B/1/B.

Kesatuan : Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya.

Tempat, tanggal lahir : Sumenep 1 Januari 1980.

Warganegara : Indonesia Jenis Kelamin : Laki-laki.

Agama : Islam.

Tempat tinggal : Asmil Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya Kab. Situbondo.

Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa sekira Tahun 2014 pada saat Saksi selesai melaksanakan pendidikan Secaba Reguler Tahun 2014 dan sama- sama mendapatkan penempatan di Dodiklatpur Rindam V/Brw namun antara Saksi dan Terdakwa tidak ada hubungan keluarga.

2. Bahwa Saksi mengertidipanggil di persidangan ini yaitu dalam perkara meninggalkan kesatuan tanpa ijin dari Dansatnya yang dilakukan oleh Terdakwa.

(10)

Hal 10 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020 3. Bahwa Saksi mengetahui Terdakwa pergi

meninggalkan dinas tanpa ijin yang sah dari komandan satuan saat pengecekan personil sebelum melaksanakan Apel pagi pada tanggal 03 Maret 2020 kemudian pada saat pengecekan apel sore Terdakwa juga tidak ada.

4. Bahwa pada hari Rabu tanggal 4 Maret 2020 dilaksanakan Jam Komandan oleh Dandodiklatpur Rindam V/Brawijaya dalam pengarahan tersebut Dandodiklatpur memerintahkan agar Pam untuk mencari Terdakwa apabila diketemukan segera melapor ke kesatuan.

5. Bahwa pihak Satuan telah berupaya melakukan pencarian terhadap Terdakwa dengan memerintahkan Ba Intel untuk mencari Keberadaan Terdakwa namun Terdakwa tidak ditemukan.

6. Bahwa selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah dari Komandan Kesatuan, Saksi tidak mengetahui apa kegiatan Terdakwa dan apa alasan Terdakwa meninggalkan dinas tanpa ijin.

7. Bahwa selama Terdakwa pergi meninggalkan dinas tanpa ijin yang sah dari Komandan satuan, Terdakwa tidak pernah menghubungi Saksi maupun Kesatuan.

8. Bahwa menurut Saksi Terdakwa mengetahui masalah prosedur perijinan di kesatuan apabila tidak masuk dinas baik untuk keperluan pribadi maupun keperluan dinas, namun hal tersebut tidak dilakukan oleh Terdakwa.

9. Bahwa selama Terdakwa meninggalkan kesatuan tanpa ijin tugas dan menjadi tanggungjawab sehari menjadi terganggu karena harus digantikan oleh anggota yang yang lain.

(11)

Hal 11 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020 10. Bahwa selama Terdakwa meninggalkan kesatuan

tanpa ijin Dansatnya Terdakwa tidak membawa barang-barang infentaris kantor.

11. Bahwa pada tanggal 5 April 2020 pada saat Saksi melaksanakan dinas dalam Ba Jati, Saksi mendapat laporan dari Ba Pam kalau Terdakwa sudah kembali ke Kesatuan kemudian Saksi melaporkan kepada Pa Jati, selanjutnya Pa Jati melaporkan kepada Dandodiklatpur Rindam V/Brawijaya.

12. Bahwa Terdakwa meninggalkan kesatuan terhitung mulai tanggal 3 Maret 2020 sampai dengan tanggal 5 April 2020 atau selama kurangan lebih 33 (tiga puluh tiga) hari.

13. Bahwa selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah dari Komandan Satuan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam keadaan damai dan Terdakwa maupun kesatuan Terdakwa tidak sedang disiapkan melaksanakan tugas operasi militer;

Atas keterangan Saksi-2 tersebut, Terdakwa membenarkan seluruhnya.

Pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

Menimbang : Bahwa didalam sidang Terdakwa menerangkan sebagai berikut :

1. Bahwa Terdakwa masuk menjadi Prajurit TNI AD pada tahun 1998 melalui pendidikan Catam di Magetan setelah lulus dilantik dengan pangkat Prada kemudian mengikuti pendidikan kejuruan Infanteri di Dodiklatpur Situbondo, setelah lulus ditempatkan di Rindam V Brawijaya, kemudian pada tahun 2014 Terdakwa mengikuti Pendidikan Secaba Reg di Secaba Rindam V/Brawijaya setelah lulus dilantik dengan pangkat Serda kemudian ditugaskan di Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya sampai dengan pada saat melakukan perbuatan

(12)

Hal 12 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

yang menjadi perkara ini dengan pangkat Serda NRP 31980578081279.

2. Bahwa sebelum perkara ini Terdakwa pernah dijatuhi hukuman disiplin dari kesatuan berupa penahanan selama 21 (dua puluh satu) hari pada tahun 2000 dalam masalah THTI dan masalah janda, dan dijatuhi hukuman disiplin berupa penundaan pangkat selama 3 (tiga) periode dalam perkara desersi.

3. Bahwa Terdakwa mengerti dipanggil di persidangan ini yaitu sebagai Terdakwa dalam perkara tidak masuk dinas tanpa ijin komandan kesatuan lebih dari tiga puluh hari.

4. Bahwa pada tanggal 02 Maret 2020 Terdakwa pamit kepada istrinya untuk membeli rokok setelah membeii rokok Terdakwa pergi membawa kendaraan roda empat Suzuki Ertiga Nopol L 1200 Milik Sdr. Fery ke Surabaya.

5. Bahwa setelah sampai di Gempol Porong Tangkis Sidoarjo Terdakwa singgah untuk bermain judi dengan modal Rp2.000.000,00 (dua juta rupiah) dan berhasil menang menjadi Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) selanjutnya Terdakwa mencari tempat kost selama 1 (satu) hari 1 (satu) malam.

6. Bahwa kemudian lanjut bermain judi dengan modal Rp12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) namun Terdakwa kalah hingga uangnya sisa Rp300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah).

7. Bahwa pada hari kamis tanggal 05 Maret 2020 sekira pukul 07.00 Wib Terdakwa menghubungi temannya an. Sdr. Rudi minta tolong untuk menggadaikan mobil milik Sdr. Fery.

8. Bahwa setelah mendapat jawaban dari Sdr. Rudi bahwa mobil tersebut bisa di gadaikan kemudian Terdakwa berangkat ke Sumenep Madura.

(13)

Hal 13 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

9. Bahwa kemudian sekira pukul 15.30 Wib Terdakwa sampai di Sumenep dan bertemu Sdr. Rudi di Alun- alun Sumenep selanjutnya. Rudi mengantar Terdakwa ke rumah Sdr. Imam di Sumenep.

10. Bahwa kemudian Terdakwa menggadaikan mobil tersebut sejumlah Rp20.000.000,00 (dua puluh juta rupiah) selanjutnya Terdakwa diantar oleh Sdr.

Imam ke terminal Bungur Asih Surabaya.

11. Bahwa kemudin pada hari Jumat tanggal 06 Maret 2020 pukul 02.30 Wib Terdakwa bermalam di Rumah mertuanya beralamat di Jl. Bungurasih Timur Sidoarjo.

12. Bahwa sekira pukul 20.30 Wib Terdakwa pamit pulang dan pergi menuju Krian membeli Handphone pada hari Sabtu tanggal 07 Maret 2020 Terdakwa kembali bermain judi di Tangkis Porong sampai Uang hasil menggadaikan mobil habis.

13. Bahwa kemudian Terdakwa bingung hingga berdiam diri di tempat tersebut sampai tanggal 08 Maret 2020.

14. Bahwa selanjutnya pada tanggal 09 Maret 2020 sampai s.d 10 Maret 2020 Terdakwa bekerja menjadi buruh kuli panggul sayur di Pasar Porong lalu pindah ke Pasar Krian Sidoarjo sampai tanggal 13 Maret 2020 dengan upah seharinya sebesar Rp50.000,00 (lima puluh ribu rupiah) sampai dengan Rp70.000.000,00 (tujuh puluh ribu rupiah).

15. Bahwa kemudian sekitar pukul 16.00 Wib Terdakwa berangkat ke daerah Pujon Batu menggunakan trasnportasi Bus dan bekerja sebagai kuli panggul dengan upah sebesar Rp50.000.000,00 (lima puluh ribu rupiah sampai dengan Rp70.000.000,00 (tujuh puluh ribu rupiah) di tempat teman Terdakwa an.

Cak Man sampai dengan tanggal 04 April 2020.

16. Bahwa pada tanggal 4 April 2020 sekira pukul 15.00 Wib Terdakwa kembali ke Asrama Situbondo menumpang Truk, kemudian pada hari Kamis

(14)

Hal 14 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

tanggal 05 April 2020 sekira pukul 04.00 Wib Terdakwa kembali ke kesatuan dengan dilaporkan oleh istri Terdakwa kepada Provos.

17. Bahwa kemudian Terdakwa di jemput oleh Provos, Piket dan anggota Staf Pam Dodiklatpur Rindam V Brawijaya Lalu ditahan di Penjagaan Dodiklatpur selama 3 (tiga) hari selanjutnya melimpahkan perkara Terdakwa ke Denpom V/3 Malang.

18. Bahwa selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah dari Komandan Kesatuan, Terdakwa tidak pernah memberitahukan keberadaannya ke Kesatuan baik melalui surat maupun telepon.

19. Bahwa penyebab Terdakwa pergi meninggalkan dinas tanpa ijin yang sah dari Komandan Satuan karena Terdakwa telah menggadaikan Mobil R 3 Nopol masih Profit milik Sdr. Feri alamat Asembagus.

20. Bahwa dalam persidangan Terdakwa berjanji akan mengembalikan mobil tersebut kepada Sdr. Feri.

21. Bahwa Terdakwa meninggalkan kesatuan tanpa ijin dari komandan kesatuan baik Terdakwa maupun kesatuan tidak di persiapkan untuk tugas operasi militer dan Negara Republik Indonesia dalam keadaan damai.

22. Bahwa Terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya

Menimbang : Bahwa barang bukti yang diajukan oleh Oditur Militer kepada Majelis berupa surat yaitu:

- 2 (dua) lembar daftar absensi atas nama Terdakwa Serda Fathor Rasyidi NRP 31980578081279, Ba

Kelas E/lll/B Dodiklatpur Rindam V Brawijaya.

Menimbang : Bahwa terhadap barang bukti berupa surat-surat yang diajukan oleh Oditur Militer dipersidangan, Majelis memberikan pendapatnya sebagai berikut :

(15)

Hal 15 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

- Terhadap 2 (dua) lembar daftar absensi atas nama Terdakwa Serda Fathor Rasyidi NRP 31980578081279, Ba Kelas E/lll/B Dodiklatpur Rindam V Brawijaya, Majelis Hakim telah menelitinya bahwa daftar absen tersebut merupakan bukti ketidak hadiran Terdakwa di kesatuan mulai tanggal 03 Maret 2020 sampai dengan tanggal 05 April 2020, yang ditanda tangani oleh Danki Siswa B Kapten Inf. Suwarno NRP 3900221430270 dan mengetahui Kepala Urusan Umum Kapten Inf. Ibnu Hasim, NRP 630983, dan ada kaitannya dengan perkara Terdakwa oleh karena itu Majelis Perndapat bahwa absensi tersebut dapat dijadikan barang bukti dalam perkara ini.

Menimbang : Bahwa terhadap barang bukti surat tersebut di atas telah dibacakan dan diperlihatkan kepada para Saksi, Terdakwa dipersidangan serta telah diterangkan sebagai barang bukti dalam perkara Terdakwa, setelah dihubungkan yang satu dengan lainnya ternyata berhubungan dan bersesuaian dengan alat bukti lainnya, maka oleh karenanya dapat memperkuat pembuktian atas perbuatan yang didakwakan kepada Terdakwa.

Menimbang : Bahwa sekarang sampailah Majelis Hakim mempertimbangkan segala sesuatunya yang di dapat dari persidangan baik dari keterangan para Saksi, keterangan Terdakwa serta barang bukti dalam hubungan satu sama lain yaitu dari keterangan para Saksi dipersidangan bersesuaian antara Saksi yang satu dengan Saksi lainnya dan antara keterangan Saksi dengan barang bukti surat yang diajukan dalam persidangan bahwa Terdakwa telah melakukan perbuatan Tindak Pidana dan perbuatan tersebut diakui oleh Terdakwa oleh karenanya baik keterangan Saksi, Terdakwa dapat menjadi alat bukti dalam perkara ini dan hal tersebut menguatkan keyakinan Majelis Hakim.

(16)

Hal 16 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan-keterangan Terdakwa dan para Saksi serta barang bukti dan setelah menghubungkan satu dengan yang lainnya, maka diperoleh fakta-fakta hukum sebagai berikut :

1. Bahwa benar Terdakwa masuk menjadi Prajurit TNI AD pada tahun 1998 melalui pendidikan Catam di Magetan setelah lulus dilantik dengan pangkat Prada kemudian dilanjutkan Pendidikan kejuruan Infantri di Dodikjur Situbondo, setelah lulus lalu ditempatkan di Rindam V Brawijaya, kemudian pada tahun 2014 Terdakwa mengikuti Pendidikan Secaba Reg di Secaba Rindam V/Brawijaya setelah lulus dilantik dengan pangkat Serda kemudian ditugaskan di Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya sampai dengan pada saat meiakukan perbuatan yang menjadi perkara ini dengan pangkat Serda NRP 31980578081279.

2. Bahwa benar sebelum perkara ini Terdakwa pernah dijatuhi hukuman disiplin dari kesatuan berupa penahanan selama 21 (dua puluh satu) hari pada tahun 2000 dalam masalah THTI dan masalah janda, dan dijatuhi hukuman disiplin berupa penundaan pangkat selama 3 (tiga) periode dalam perkara desersi pada tahun 2018.

3. Bahwa benar Terdakwa telah meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah komandan kesatuan atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 03 Maret 2020.

4. Bahwa benar selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah dari Komandan Satuan, dari pihak Kesatuan telah berupaya melakukan pencarian terhadap Terdakwa sekitar daerah Asembagus dan di tempat teman Terdakwa namun Terdakwa tidak ditemukan.

(17)

Hal 17 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

5. Bahwa benar selama meninggalkan dinas tanpa ijin Komandan Satuan, Terdakwa berada di Porong Sidoarjo dengan kegiatan bermain Judi, menggadaikan mobil Sdr. Fery di Sumenep, dan berada di Krian Sidoarjo dengan kegiatan bekerja sebagai kuli panggul dan di Batu bekerja di tempat Cak Man.

6. Bahwa benar bekerja sebagai kuli panggul tersebut mendapat upah seharinya sebesar Rp50.000.000,00 (lima puluh ribu rupiah) sampai dengan Rp70.000,00 (tujuh puluh ribu rupiah).

7. Bahwa benar penyebab Terdakwa pergi meninggalkan dinas tanpa ijin yang sah dari Komandan Satuan karena Terdakwa telah menggadaikan Mobil R 3 Nopol masih Profit milik Sdr. Feri alamat Asembagus.

8. Bahwa benar selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin Komandan Satuan, Terdakwa tidak pernah memberitahukan keberadaannya ke Kesatuan baik melalui surat maupun telepon.

9. Bahwa benar Terdakwa mengetahui prosedur perizinan di kesatuan apabila akan tidak masuk dinas baik dalam keperluan dinas maupun keperluan pribadi harus ada ijin, namun hal tersebut tidak dilakukan oleh Terdakwa.

10. Bahwa benar selama Terdakwa meninggalkan kesatuan tanpa ijin dari Dansat tugas dan tanggungjawab yang menjadi tanggungjawa Terdakwa menjadi terganggu karena harus dikerjakan oleh anggota yang lain.

11. Bahwa benar selama Terdakwa meninggalkan kesatuan tanpa ijin dari Dansatnya Terdakwa tidak membawa bara-barang inventari kantor.

12. Bahwa benar pada hari Kamis tanggal 05 April 2020 sekira pukul 04.00 Wib Terdakwa kembali

(18)

Hal 18 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

kerumahnya di Asrama Militer Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya untuk menemui anak dan istrinya, selanjutnya istri Terdakwa melaporkan ke Provost Satuan.

13. Bahwa benar kemudian Terdakwa di jemput oleh Provos, Piket dan anggota Staf Pam Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya selanjutnya Terdakwa ditahan di Penjagaan Dodiklatpur seiama 3 (tiga) hari kemudian dari Satuan melimpahkan perkara Terdakwa ke Denpom V/3 Malang.

14. Bahwa benar dengan demikian Terdakwa telah melakukan ketidak hadiran tanpa ijin yang sah dari Dansat atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 03 Maret 2020 sampai dengan tanggal 05 April 2020 atau seiama 33 (tiga puluh tiga) hari secara berturut- turut, hal ini bersesuaian dengan daftar absensi Organik Kompi Siswa-B Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya bulan Maret 2020 sampai dengan April 2020.

15. Bahwa benar selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin Komandan Satuan atau atasan lain yang berwenang, Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam keadaan damai dan Terdakwa maupun Satuan Terdakwa tidak sedang disiapkan melaksanakan tugas operasi militer.

16. Bahwa benar sebagai seorang prajurit Terdakwa pasti mengetahui apabila akan meninggalkan kesatuan karena suatu keperluan harus memohon ijin terlebih dahulu kepada Komandan Kesatuan atau kepada atasan lain yang diberi wewenang, namun Terdakwa pergi begitu saja meninggalkan kesatuaannya tanpa mengajukan ijin terlebih dahulu dan tidak pernah memberitahukan keberadaannya kepada kesatuan, hal tersebut menunjukkan bahwa Terdakwa menghendaki dan menginsyafi segala perbuatannya.

(19)

Hal 19 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

Menimbang : Bahwa terlebih dahulu Majelis akan menanggapi beberapa hal yang dikemukakan oleh Oditur Militer dalam tuntutannya dengan mengemukakan pendapatnya sebagai berikut:

Bahwa mengenai terbuktinya unsur-unsur tindak pidana yang didakwakan Oditur Militer sebagaimana dikemukakan dalam tuntutannya, Majelis Hakim akan membuktikan dan menguraikan sendiri sebagaimana fakta yang ditemukan dan terungkap dalam persidangan, demikian pula mengenai pidana yang dimohonkan oleh Oditur Militer Majelis akan mempertimbangkan sendiri dalam putusannya, setelah memperhatikan sifat, hakikat dan akibat perbuatannya serta hal-hal yang mempengaruhi serta fakta-fakta yang melingkupi terjadinya perbuatan Terdakwa.

Menimbang : Bahwa terhadap permohonan Terdakwa yang menyatakan menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya, oleh karena Pledoi Terdakwa hanya berupa permohonan keringanan hukuman makan Majelis Hakim tidak akan menanggapinya secara khusus dan akan disampaikan sekaligus dalam putusan ini.

Menimbang : Bahwa tindak pidana yang didakwakan oleh Oditur Militer dalam Dakwaan tunggal mengandung unsur-unsur sebagai berikut :

Unsur ke-1 : “Militer“.

Unsur ke-2: “Yang karena salahnya atau dengan sengaja melakukan ketidakhadiran tanpa ijin“.

Unsur ke-3 : “Dalam waktu damai“.

Unsur ke-4 : “Lebih lama dari tiga puluh hari“.

Menimbang : Bahwa mengenai dakwaan tersebut Majelis Hakim akan mengemukakan pendapatnya sebagai berikut :

(20)

Hal 20 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

Unsur Kesatu : “Militer”.

Bahwa yang dimaksud dengan militer atau miles yang berasal dari bahasa Yunani adalah seseorang yang dipersenjatai dan dipersiapkan untuk menghadapi tugas- tugas pertempuran atau peperangan terutama dalam rangka pertahanan dan keamanan negara.

Bahwa didalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana Militer pasal 46 Ayat (1) menyatakan bahwa Militer adalah mereka yang berikatan dinas secara sukarela pada angkatan perang yang wajib berada dalam dinas secara terus-menerus dalam tenggang waktu ikatan dinas tersebut.

Militer dapat dibedakan yaitu Militer Sukarela dan Militer Wajib. Militer wajib adalah merupakan justisiable peradilan Militer, yang berarti kepada mereka itu dikenakan/diterapkan ketentuan-ketentuan Hukum pidana Militer (KUHPM) disamping ketentuan-ketentuan Hukum Pidana Umum (KUHP) termasuk kepada diri Si Pelaku/Terdakwa sebagai anggota Militer/TNI yang merupakan subyek hukum.

Bahwa di Indonesia yang dimaksud dengan Militer adalah kekuatan angkatan perang dari suatu Negara yang diatur berdasarkan peraturan perundang-undangan Pasal 1 angka 20 UU Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI.

Bahwa seorang Militer ditandai dengan adanya Pangkat, NRP, Jabatan dan Kesatuan di dalam melaksanakan tugasnya atau berdinas memakai pakaian seragam sesuai dengan matranya, lengkap dengan tanda pangkat, Lokasi Kesatuan dan atribut lainnya.

Menimbang: Bahwa berdasarkan keterangan Terdakwa yang dikuatkan oleh keterangan para Saksi dibawah sumpah dan alat bukti lainnya yang diajukan dipersidangan diperoleh fakta- fakta sebagai berikut :

1. Bahwa benar Terdakwa masuk menjadi Prajurit TNI AD pada tahun 1998 melalui pendidikan Catam di Magetan setelah lulus dilantik dengan pangkat Prada

(21)

Hal 21 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

kemudian dilanjutkan Pendidikan kejuruan Infanteri di Dodiklatpur Situbondo setelah lulus ditempatkan di Rindam V Brawijaya, kemudian pada tahun 2014 Terdakwa mengikuti Pendidikan Secaba Reg di Secaba Rindam V/Brawijaya setelah lulus dilantik dengan pangkat Serda kemudian ditugaskan di Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya sampai dengan pada saat meiakukan perbuatan yang menjadi perkara ini dengan pangkat Serda NRP 31980578081279.

2. Bahwa benar Terdakwa selama melaksakan persidangan menggunakan seragam militer lengkap dengan penutup kepala.

3. Bahwa benar berdasarkan Keputusan tentang Penyerahan perkara dari Danrindam V/Brw. selaku Papera Nomor Kep/18/VI/2020 tanggal 25 Juni 2020 dan Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor Sdak/80/K/AD/VII/2020 tanggal 8 Juli 2020 yang diajukan sebagai Terdakwa dalam perkara ini adalah Fathor Rasyidi Sersan Dua NRP 31970583360777 dan Terdakwalah orangnya.

Dengan demikian Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur pertama “Militer” telah terpenuhi.

Unsur Kedua : “Yang karena salahnya atau dengan sengaja melakukan ketidakhadiran tanpa ijin”.

Bahwa dalam unsur ini menurut Pasal 87 ayat (1) ke-2 KUHPM dimaknai bentuk alternatif dengan ditandai kata “atau” yaitu yang karena salahnya atau dengan sengaja. Substansi dalam perkara ini yang didukung oleh fakta hukum maupun data-data lain Majelis berpendapat bahwa perbuatan Terdakwa melakukan ketidakhadiran adalah “Dengan sengaja” sebagai pilihan alternatif Ke-2.

(22)

Hal 22 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

Bahwa unsur ini merupakan salah satu bentuk kesalahan dari pelaku/Terdakwa.

Menurut M.V.T yang dimaksudkan “dengan sengaja”

atau kesengajaan adalah menghendaki dan menginsafi terjadinya suatu tindakan beserta akibatnya. Ditinjau dari tingkatan (gradasi) Kesengajaan” terbagi menjadi tiga yaitu :

a. Kesengajaan sebagai tujuan (oogmerk), berarti terjadinya suatu tindakan atau akibat tertentu adalah betul-betul sebagai perwujudan dari maksud atau tujuan dan pengetahuan dari si Pelaku/Terdakwa.

b. Kesengajaan dengan kesadaran pasti atau keharusan. Tang menjadi sandaran si Pelaku/Terdakwa tentang tindakan dan akibat tertentu itu. Dalm hal ini termasuk tindakan atau akibat-akibat lainnya yang pasti/harus terjadi.

c. Kesengajaan dengan menyadari kemungkinan.

Atau disebut juga sebagai kesengajaan bersyarat. Yang menjadi sandaran ialah sejauh mana pengetahuan atau kesadaran si Pelaku/Terdakwa tentang tindakan atau akibat terlarang (berserta tindakan atau akibat- akibatnya) yang mungkin terjadi.

Dalam unsur ini si Pelaku/Terdakwa itu termasuk dalam tingkatan (gradasi) yang pertama yaitu Si Pelaku/Terdakwa itu sudah mempunyai niat/maksud atau tujuan untuk melakukan perbuatan atau tindakan yang berupa pergi yaitu meninggalkan kesatuan dan menjauhkan diri dari satuan tanpa ijin dari atasannya dan mengetahui akibat dari perbuatannya tersebut.

Yang dimaksud “Melakukan ketidak hadiran”

adalah sipelaku melakukan perbuatan atau tindakan meninggalkan atau menjauhkan diri

(23)

Hal 23 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

atau tidak berada ditempat yang telah ditentukan baginya untuk melaksanakan kewajiban tugasnya disuatu tempat yaitu Kesatuan/Dinas pelaku, dimana seharusnya Sipelaku dapat melaksanakan tugas-tugas yang menjadi tanggung jawabnya. Yang dimaksud di suatu tempat adalah ke satuan atau tempat kerja / dinas sipelaku.

Yang dimaksud tanpa ijin artinya pelaku tidak berada di kesatuan tanpa sepengetahuan Komandan/Atasan yang berwenang baik secara lisan atau tertulis sebagaimana lazimnya sebagai prajurit yang akan meninggalkan Kesatuan baik untuk kepentingan dinas maupun pribadi diwajibkan melalui prosedur perijinan yang berlaku di Kesatuannya. Yang berarti perbuatan/tindakan ketidakhadiran tanpa ijin adalah sangat dilarang terjadi di lingkungan TNI.

Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan Terdakwa yang dikuatkan oleh karena keterangan para Saksi dibawah sumpah dan alat bukti lain yang diajukan dipersidangan diperoleh fakta-fakta sebagai berikut :

1. Bahwa benar Terdakwa telah meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah komandan kesatuan atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 03 Maret 2020.

2. Bahwa benar selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin yang sah dari Komandan Satuan, dari pihak Kesatuan telah berupaya melakukan pencarian terhadap Terdakwa sekitar daerah Asembagus dan di tempat teman Terdakwa namun Terdakwa tidak ditemukan.

3. Bahwa benar selama meninggalkan dinas tanpa ijin Komandan Satuan, Terdakwa berada di Porong Sidoarjo dengan kegiatan bermain Judi, menggadaikan mobil Sdr. Fery di Sumenep, dan

(24)

Hal 24 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

berada di Krian Sidoarjo dengan kegiatan bekerja sebagai kuli panggul dan di Batu bekerja di tempat Cak Man.

4. Bahwa benar bekerja sebagai kuli panggul tersebut mendapat upah seharinya sebesar Rp50.000.000,00 (lima puluh ribu rupiah) sampai dengan Rp70.000,00 (tujuh puluh ribu rupiah).

5. Bahwa benar penyebab Terdakwa pergi meninggalkan dinas tanpa ijin yang sah dari Komandan Satuan karena Terdakwa telah menggadaikan Mobil R 3 Nopol masih Profit milik Sdr. Feri alamat Asembagus.

6. Bahwa benar selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin Komandan Satuan, Terdakwa tidak pernah memberitahukan keberadaannya ke Kesatuan baik melalui surat maupun telepon.

7. Bahwa benar Terdakwa mengetahui prosedur perizinan di kesatuan apabila akan tidak masuk dinas baik dalam keperluan dinas maupun keperluan pribadi harus ada ijin, namun hal tersebut tidak dilakukan oleh Terdakwa.

8. Bahwa benar selama Terdakwa meninggalkan kesatuan tanpa ijin dari Dansat tugas dan tanggungjawab yang menjadi tanggungjawa Terdakwa menjadi terganggu karena harus dikerjakan oleh anggota yang lain.

9. Bahwa benar selama Terdakwa meninggalkan kesatuan tanpa ijin dari Dansatnya Terdakwa tidak membawa bara-barang inventari kantor.

10. Bahwa benar pada hari Kamis tanggal 05 April 2020 sekira pukul 04.00 Wib Terdakwa kembali kerumahnya di Asrama Militer Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya untuk menemui anak dan istrinya, selanjutnya istri Terdakwa melaporkan ke Provost Satuan.

(25)

Hal 25 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

11. Bahwa benar kemudian Terdakwa di jemput oleh Provos, Piket dan anggota Staf Pam Dodiklatpur Rindam V/Brawijaya selanjutnya Terdakwa ditahan di Penjagaan Dodiklatpur seiama 3 (tiga) hari kemudian dari Satuan melimpahkan perkara Terdakwa ke Denpom V/3 Malang.

12. Bahwa benar selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan tanpa ijin Komandan Satuan atau atasan lain yang berwenang, Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam keadaan damai dan Terdakwa maupun Satuan Terdakwa tidak sedang disiapkan melaksanakan tugas operasi militer.

13. Bahwa benar sebagai seorang prajurit Terdakwa pasti mengetahui apabila akan meninggalkan kesatuan karena suatu keperluan harus memohon ijin terlebih dahulu kepada Komandan Kesatuan atau kepada atasan lain yang diberi wewenang, namun Terdakwa pergi begitu saja meninggalkan kesatuaannya tanpa mengajukan ijin terlebih dahulu dan tidak pernah memberitahukan keberadaannya kepada kesatuan, hal tersebut menunjukkan bahwa Terdakwa menghendaki dan menginsyafi segala perbuatannya.

Dengan demikian Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur kedua “Dengan sengaja melakukan ketidakhadiran tanpa ijin” telah terpenuhi.

Unsur Ketiga : “Dalam waktu damai”.

Bahwa yang dimaksud dengan Dimasa Damai adalah menunjukan waktu / masa dimana pada saat tindakan tersebut dilakukan oleh Terdakwa Negara R.I adalah dalam keadaan damai yang berarti tidak dalam keadaan darurat perang dengan di berlakukannya Undang- undang tertentu / kesatuan Terdakwa tidak sedang dipersiapkan untuk melaksanakan tugas-tugas Operasi Militer oleh penguasa Militer yang berwenang.

(26)

Hal 26 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan Terdakwa yang dikuatkan oleh keterangan para Saksi dibawah sumpah dan alat bukti lain yang diajukan dipersidangan diperoleh fakta-fakta sebagai berikut :

1. Bahwa benar Terdakwa meninggalkan kesatuan tanpa ijin dari Dansatnya sejak tanggal 3 Maret 2020 sampai dengan tanggal 5 April 2020.

2. Bahwa benar selama Terdakwa meninggalkan kesatuan Negara RI dalam keadaan damai.

Dengan demikian Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur ketiga “Dalam waktu damai” telah terpenuhi.

Unsur Keempat : “Lebih lama dari tiga puluh hari”.

Bahwa Unsur ini merupakan lamanya waktu/batasan waktu ketidak hadiran si Terdakwa sebagai lanjutan/pengangkatan dalam tindakan logis (dalam hal ini ketidak hadiran tanpa izin dalam Pasal 85 KUHPM dan Pasal 86 KUHPM). Dimana dalam tindakan ketidakhadiran ini ditentukan jangka waktu ketidakhadiran tanpa izin yaitu dalam masa damai adalah lebih lama tiga puluh hari diancam pidana yang lebih berat. Bahwa ketidakhadiran tanpa ijin ini harus lebih dari tiga puluh hari dan dilakukan secara terus menerus tanpa adanya penggal waktu.

Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan Terdakwa yang dikuatkan oleh keterangan para Saksi dibawah sumpah dan alat bukti lain yang diajukan dipersidangan diperoleh fakta-fakta sebagai berikut :

1. Bahwa benar Terdakwa meninggalkan kesatuan sejak tanggal 3 Maret 2020 sampai dengan tanggal 5 April 2020 atau selama 33 (tiga puluh tiga) hari secara berturut-turut.

2. Bahwa benar lama waktu 33 (tiga puluh tiga) hari adalah lebih lama dari 30 (tiga puluh) hari.

(27)

Hal 27 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

Dengan demikian Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur keempat” Lebih lama dari tiga puluh hari” telah terpenuhi.

Menimbang : Bahwa dengan terpenuhinya unsur-unsur dari tindak pidana yang didakwakan maka dakwaan Oditur Militer telah terbukti secara sah dan menyakinkan.

Menimbang : Berdasarkan hal-hal yang diuraikan di atas yang merupakan fakta-fakta yang diperoleh dalam Persidangan, Majelis Hakim berpendapat bahwa terdapat cukup bukti yang sah dan meyakinkan bahwa Terdakwa telah bersalah melakukan tindak pidana :

“Militer yang dengan sengaja melakukan ketidak hadiran tanpa ijin dalam waktu damai lebih lama dari tiga puluh hari”.

Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 87 ayat (1) ke-2 jo ayat (2) KUHPM.

Menimbang: Bahwa pada diri Terdakwa tidak terdapat alasan pemaaf maupun alasan pembenar yang dapat melepaskan Terdakwa dari tuntutan hukum, sehingga Terdakwa harus dinyatakan bersalah dan dipidana.

Menimbang : Bahwa di dalam memeriksa dan mengadili perkara Terdakwa ini secara umum tujuan Majelis Hakim Adalah untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan hukum, kepentingan umum dan kepentingan militer.

Menjaga kepentingan hukum dalam arti menjaga tetap tegaknya hukum dan keadilan dalam masyarakat.

Menjaga kepentingan umum dalam arti melindungi masyarakat, harkat dan martabatnya sebagai manusia dari tindakan sewenang-wenang. Menjaga kepentingan militer dalam arti menjaga agar kepentingan militer tidak dirugikan dan sekaligus mendorong agar prajurit tetap mematuhi dan menjunjung tinggi ketentuan hukum yang berlaku dalam keadaan yang bagaimanapun.

Menimbang : Bahwa sebelum sampai pada pertimbangan terakhir dalam mengadili perkara ini, Majelis Hakim akan menilai

(28)

Hal 28 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

sifat, hakekat dan akibat dari perbuatan Terdakwa serta hal-hal yang mempengaruhi sebagai berikut :

1. Bahwa Terdakwa meninggalkan kesatuan tanpa ijin yang sah dari atasan yang berwenang pada dasarnya Terdakwa memiliki sifat kurang bertanggungjawab dan rendahnya disiplin pada diri Terdakwa serta sifat yang kurang dewasa dengan mencampur adukan urusan/masalah rumah tangganya dengan kewajiban dinasnya, hal ini menunjukkan pribadi yang tidak peduli/tidak taat dan lebih mementingkan urusan pribadinya daripada urusan kedinasan serta menyepelekan terhadap aturan-aturan yang berlaku bagi setiap Prajurit TNI.

2. Bahwa pada hakikatnya perbuatan Terdakwa melakukan tindak pidana ini tidak boleh terjadi dalam kehidupan Prajurit oleh karena dapat merusak pembinaan disiplin Prajurit di Kesatuan dan kejahatan yang dilakukan Terdakwa merupakan kejahatan terhadap kewajiban dinas dimana seharusnya Prajurit siap di Kesatuannya untuk melaksanakan tugas dan hal ini dapat berpengaruh terhadap pencapaian tugas karena tugas prajurit baik teknis pertempuran maupun tugas lainnya telah ditata sedemikian rupa baik dalam hubungan tugas kelompok maupun individu sehingga berpengaruh pada efektifitas pelaksanaan tugas namun justru Terdakwa meninggalkan dinas tanpa ijin Komandan satuan hanya karena ketakutan dengan perbuatannya yang telah menggadaikan mobil milik Sdr. Fery.

3. Bahwa akibat dari perbuatan Terdakwa adalah dapat terganggunya tugas pokok satuan, oleh karena walaupun Terdakwa diberikan tugas yang ringan oleh satuan namun bekerjanya satuan adalah pekerjaan yang merupakan sistem, dimana

(29)

Hal 29 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

antara yang satu dengan yang lainnya saling berkait dan saling menunjang, sehingga ketiadaan Terdakwa disatuan dapat mempengaruhi proses kerja satuan demikkian juga akibat perbuatan Terdakwa dapat menurunkan ketertiban disiplin Prajurit lain di satuannya dan dapat mencemarkan nama baik institusi TNI dan kepentingan TNI khususnya TNI AD.

4. Bahwa hal-hal yang mempengaruhi Terdakwa melakukan Tindak Pidana ini oleh karena kurangnya Terdakwa menyadari aturan-aturan yang berlaku dalam kehidupan Militer.

Menimbang : Bahwa tujuan Majelis Hakim tidaklah semata-mata hanya memidana orang yang bersalah melakukan tindak pidana, tetapi juga mempunyai tujuan untuk mendidik agar yang bersangkutan dapat insyaf dan kembali ke jalan yang benar menjadi warga negara dan Prajurit yang baik sesuai dengan falsafah Pancasila dan Sapta Marga. Oleh karena itu sebelum Majelis Hakim menjatuhkan pidana atas diri Terdakwa dalam perkara ini perlu lebih dahulu memperhatikan hal-hal yang dapat meringankan dan memberatkan pidananya yaitu :

Hal-hal yang meringankan :

1. Terdakwa bersikap sopan dalam persidangan.

2. Terdakwa pro aktif di persidangan.

3. Terdakwa berterus terang sehingga memperlancar jalannya persidangan.

4. Terdakwa mengakui kesalahannya dan menyesali atas perbuatannya serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

5. Terdakwa masih mudah dan masih dapat dibina.

(30)

Hal 30 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

Hal-hal yang memberatkan :

1. Perbuatan Terdakwa dapat menggoyahkan sendi- sendi disiplin kehidupan Prajurit di Kesatuan Terdakwa.

2. Perbuatan Terdakwa dapat berpengaruh buruk kepada anggota lain di Kesatuannya dan dapat mempengaruhi pembinaan disiplin Prajurit lain di Kesatuannya yang selama ini telah terbentuk dengan baik.

3. Terdakwa Kembali ke kesatuan dengan cara ditangkap.

Menimbang: Bahwa setelah mempertimbangkan sifat hakekat dan akibat dari perbuatan Terdakwa serta hal-hal yang memberatkan dan meringankan diatas, dan untuk menentukan lamanya pidana penjara yang dianggap setimpal untuk dijatuhkan terhadap diri Terdakwa sesuai dengan perbuatan dan kadar kesalahannya maka, Majelis Hakim berpendapat bahwa untuk membina prajurit tentunya tidak harus dengan hukuman yang berat namun pada asasnya tujuan penghukuman, bagi yang bersalah harus ada sanksi yang tegas, tujuan penghukuman juga bukan untuk balas dendam akan tetapi supaya dapat menimbulkan efek jera dan tidak mengulangi perbuatannya, oleh karena itu Terdakwa perlu diperingan dari Tuntutan (requisitoir) yang dimohonkan Oditur.

Menimbang : Bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan di atas, Majelis Hakim berpendapat bahwa permohonan Terdakwa yang memohon agar Terdakwa diberi hukuman yang seringan-ringannya, dapat diterima.

Menimbang : Bahwa setelah meneliti dan mempertimbangkan hal-hal tersebut di atas, Majelis Hakim berpendapat bahwa pidana sebagaimana tercantum pada diktum ini adalah adil dan seimbang dengan kesalahan Terdakwa.

(31)

Hal 31 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

Menimbang : Bahwa waktu selama Terdakwa berada dalam tahanan sementara dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

Menimbang : Bahwa oleh karena Terdakwa harus dipidana maka ia harus dibebani untuk membayar biaya perkara.

Menimbang : Bahwa barang bukti dalam perkara ini berupa surat- yaitu :

- 2 (dua) lembar daftar absensi atas nama Terdakwa Serda Fathor Rasyidi NRP 31980578081279, Ba Kelas E/lll/B Dodiklatpur Rindam V Brawijaya.

Bahwa oleh karena barang bukti tersebut berkaitan dan bersesuaian dengan alat bukti lainnya sehingga dapat memperkuat pembuktian unsur tindak pidana yang dilakukan oleh Terdakwa dan untuk mempermudah penyimpanannya, Majelis Hakim berpendapat perlu ditentukan status barang bukti untuk tetap dilekatkan dalam berkas perkara.

Mengingat: Pasal 87 ayat (1) Ke-2 Jo ayat (2) KUHPM Juncto Pasal 190 ayat (1) Juncto ayat (4) Undang Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1997 tentang Peradilan Militer serta ketentuan perundang-undangan lain yang bersangkutan.

M E N G A D I L I:

1. Menyatakan Terdakwa tersebut diatas yaitu Fathor Rasyidi, Sersan Dua NRP 31980578081279; terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Desersi dalam waktu damai”.

2. Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan :

Pidana Penjara selama 3 (tiga) bulan dan 20 (dua puluh) hari.

Menetapkan selama Terdakwa dalam tanahan sementara dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan.

(32)

Hal 32 dari 32 hal Putusan Nomor 93-K/PM III-12/AD/VII/2020

3. Menetapkan barang bukti berupa surat yaitu :

- 2 (dua) lembar daftar absensi atas nama Terdakwa Serda Fathor Rasyidi NRP 31980578081279, Ba Kelas E/lll/B Dodiklatpur Rindam V Brawijaya.

Tetap dilekatkan dalam berkas Perkara.

4. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sejumlah Rp10.000,00 (sepuluh ribu rupiah).

Demikian diputuskan pada hari ini Rabu tanggal 22 Juli 2020 dalam musyawarah Majelis Hakim oleh Syaiful Ma’arif, S.H., Letnan Kolonel Chk NRP 547972 sebagai Hakim Ketua, serta Tatang Sujana Krida, S.H., M.H., Mayor Chk NRP 11020000960372 dan Johanes Sudarso Taruk, S.H., M.H.

Mayor Chk NRP Mayor Chk NRP 291001089171 masing-masing sebagai Hakim Anggota yang diucapkan pada hari dan tanggal yang sama oleh Hakim Ketua dalam sidang yang terbuka untuk umum dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota tersebut di atas, Oditur Militer Sutrisno, S.H. NRP 21960347360675 Panitera Penggati Irwan Idris, S.H. Kapten Chk NRP 21960348011275, serta dihadapan umum dan Terdakwa.

Hakim Ketua, Cap/Ttd Syaiful Ma’arif, S.H.

Letkol Chk NRP 547972 Hakim Anggota I,

Ttd

Tatang Sujana K, S.H., M.H.

Mayor Chk NRP 11020000960372

Hakim Anggota II, Ttd

Johanes Sudarso Taruk, S.H., M.H.

Mayor ChkNRP291001089171 Panitera Pengganti

Ttd

Irwan Idris, S.H.

Kapten Chk NRP 21960348011275 Salinan putusan ini sesuai dengan aslinya Panitera

Khairudin, S.H.

Mayor Chk NRP 2910088600570

Referensi

Dokumen terkait

Bahwa benar perbuatan Terdakwa melakukan ketidak hadiran di kesatuannya yaitu di Kodim 0904/Tng adalah atas keinginan Terdakwa sendiri dan tanpa ada paksaan dari

terdakwa JUNAIDAH SARAGIH ALS INDAH ALS DEWI terbukti bersalah melakukan tindak pidana “ Tanpa hak dan melawan hukum melakukan permufakatan jahat dalam perbuatan

Menyatakan bahwa terdakwa KHAIRUL ARMAN terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana : “Memperdagangkan barang yang diketahui atau patut diketahui

Bahwa Terdakwa sebelum melakukan ketidakhadiran tanpa ijin sedang menjalani pembinaan di Kodim 0419/Tanjab dalam perkara Ketidakhadiran tanpa ijin sejak tanggal 11 Juni 2014

Bahwa sepengetahuan Saksi Terdakwa diduga melakukan Tindak Pidana Militer Desersi yaitu mulai tanggal 03 Juni 2016 sekira pukul 07.00 Wib pada saat itu dilakukan pengecekan apel

kejadian Terdakwa dalam melakukan tindak pidana secara jelas, cermat dan lengkap tentang tindak pidana, kapan dan dimana dilakukan sedangkan dakwaan Komulatif

Bahwa benar penyebab Terdakwa tidak masuk dinas tanpa ijin yang sah dari Dandim 0831 Surabaya Timur karena Terdakwa pernah melakukan tindak pidana Desersi pada tahun

Bahwa benar pada saat Terdakwa menyuruh Saksi- 1 untuk melakukan onani dengan cara mengulum penis Terdakwa kondisi kamar depan saat itu dalam keadaan hanya ditutupi