• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis network proses produksi lembar kerja siswa (lks) pada CV. Adinugraha Palur 5882

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis network proses produksi lembar kerja siswa (lks) pada CV. Adinugraha Palur 5882"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS NETWORK PROSES PRODUKSI LEMBAR KERJA

SISWA (LKS) PADA CV. ADINUGRAHA PALUR

TUGAS AKHIR

Diajukan Guna Memenuhi Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Ahli Madya

Pada Universitas Sebelas Maret

Surakarta

Oleh:

Kurnia Wati

F.3507092

PROGRAM STUDI DIPLOMA III MANAJEMEN INDUSTRI

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS SEBELAS MARET

SURAKARTA

(2)

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH

Perusahaan dapat tumbuh dan berkembang dengan baik memerlukan penggunaan sumber daya baik uang, tenaga kerja, bahan, mesin dan waktu secara efektif dan efisien agar didapatkan hasil yang optimal dengan penggunaan sumber daya yang optimal, akan mendapatkan hasil yang sesuai dengan pesanan, waktu dan tepat biaya. Maka banyak konsumen yang memilih produk yang diproduksi oleh perusahaan.

Suatu perusahaan sangat memerlukan metode kerja. Metode kerja tersebut diperlukan untuk mengetahui cara kerja yang ekonomis dan berlandaskan pada kegiatan yang direncanakan sehingga dapat dilaksanakan dengan efisien.

(3)

pengawasan produksi sebagai usaha untuk pengendalian proses produksi agar sesuai dengan rencana dan untuk mengetahui apabila ada penyimpangan selama proses produksi berlangsung.

Perencanaan merupakan salah satu fungsi manajemen yang memegang peranan penting dalam pengaruh aktivitas perusahaan. Perencanaan dari suatu aktivitas merupakan suatu karakteristik dasar dari industri modern, sebab pada dasarnya perencanaan efektivitas atas sumber daya mesin, manusia, uang serta material akan menjamin keefisienan dari kegiatan produksi. Berkaitan dengan hal tersebut, perusahaan perlu menyusun suatu rangkaian kegiatan dimana semua kegiatan tersebut selesai dalam jangka waktu yang telah ditentukan.

Ketidaktepatan dan keterlambatan waktu akan mengakibatkan penambahan waktu dan biaya. Usaha untuk mengantisipasi terjadinya keterlambatan penyelesaian kegiatan perusahaan dapat menggunakan analisis network.

Dalam analisa network ini dapat digambarkan suatu urutan penyelesaian kegiatan serta waktu yang diperlukan untuk setiap kegiatan maupun secara keseluruhan, sehingga kerangka pengerjaan kegiatan dapat dilihat secara visual. Manajemen perlu menyusun suatu jadwal kegiatan produksi yang disebut scheduling.

(4)

perencanaan dan pengawasan yang baik agar proses produksi pada perusahaan tersebut dapat berjalan lancar dan hasil yang diperole sesuai dengan apa yang diharapkan.

CV. Adinugraha Palur merupakan perusahaan percetakan yang berproduksi sesuai dengan order atau pesanan. Produk yang dihasilkan beragam antara lain adalah Lembar Kerja Siswa (LKS) untuk TK sampai SMA, Raport, Lembar soal ujian, Formulir Pemilu, dan sebagainya. Produk yang paling banyak diproduksi adalah Lembar Kerja Siswa (LKS).

Pada CV. Adinugraha Palur selain memproduksi atau membuat buku sendiri, perusahaan tersebut juga menerima jasa pesanan pembuatan buku dari perusahaan lain.

Sehingga perusahaan tersebut bisa atau mampu untuk mencapai efisiensi waktu dan biaya, karena terbukti adanya penyelesaian pekerjaan dengan mengadakan sistem lembur.

Berdasarkan dari uraian diatas, maka penulis mengambil judul penelitian “ANALISIS NETWORK PROSES PRODUKSI LEMBAR

(5)

B. RUMUSAN MASALAH

1. Bagaimana urutan kerja proses produksi LKS ?

2. Bagaimana menentukan jaringan kerja (network) dalam perencanaan proses produksi LKS ?

3. Bagaimanakah jalur kritis untuk menyusun perencanaan waktu yang paling efisien dalam proses produksi LKS ?

C. TUJUAN PENELITIAN

1. Untuk mengetahui urutan kerja proses produksi LKS

2. Untuk menentukan jaringan kerja (network) dalam perencanaan proses produksi LKS

3. Untuk mengetahui jalur kritis dalam penyusunan perencanaan waktu yang efisien dalam proses produksi LKS

D. MANFAAT PENELITIAN

1. Bagi Perusahaan

Sebagai bahan pertimbangan dalam kebijakan penentuan proses produksi.

2. Bagi penulis

(6)

3. Bagi pengamat lain

Pengamatan ini dapat dijadikan sebagai pembandingan dan referensi untuk penelitian pada bidang kajian yang sama.

E. METODE PENELITIAN

1. Objek Penelitian

Penulis mengadakan penelitian pada perusahaan CV. Adinugraha yang bertempat di Jln. Jeruk 5/114 Perumahan Palur, Surakarta. 2. Jenis dan sumber data

a. Data sekunder

Data yang sudah ada dan telah dikeluarkan oleh perusahaan. Data sekunder yang diperoleh berupa :

1). Urutan kegiatan kerja proses produksi percetakan CV.Adinugraha Palur

2). Waktu penyelesaian tiap aktivitas proses produksi percetakan CV. Adinugraha Palur

3). Rincian kegiatan proses produksi percetakan CV. Adinugraha Palur

4). Gambaran umum perusahaan percetakan CV. AdinugrahaPalur

(7)

3. Teknik pengumpulan data a. Observasi

Dengan melakukan pengamatan secara langsung di perusahaan.

b. Wawancara

Dengan melakukan wawancara langsung dengan pihak perusahaan atau kepada orang yang telah ditunjuk perusahaan guna memberikan data dan keterangan yang digunakan untul penulisan laporan ini.

c. Menyalin data yang diperlukan dari catatan perusahaan atau catatan lain yang berhubungan.

4. Teknik analisis

Metode analisis data yang digunakan adalah pembahasan diskriptif yaitu membuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai suatu objek yang diteliti dan optimasi keputusan yaitu teknik untuk melakukan sintesa suatu keputusan optimal dalam bidang mengenai manajemen industri.

(8)

a. Mengidentifikasi aktivitas

Aktivitas – aktivitas yang diperlukan dalam proses produksi percetakan.

b. Routing proses produksi

Yaitu semua kegiatan atau pekerjaan apa saja yang harus diselesaikan sebelum suatu pekerjaan dimulai.

c. Menentukan perkiraan waktu penyelesaian setiap pekerjaan untuk mendapatkan waktu yang diharapkan dengan menggunakan metode PERT, dengan rumus :

ET =

6 ) ( 4 m b

a+ +

ET = waktu kegiatan yang diharapkan

a = waktu optimistik, waktu kegiatan bila semua berjalan dengan baik tanpa hambatan.

m = waktu realistik, waktu kegiatan bila dilaksanakan dalam kondisi normal.

(9)

5. Menyusun Diagram Network

a. Setiap kegiatan untuk menyelesaikan proses produksi secara keseluruhan ditulis dalam bentuk simbol.

b. Menggambarkan diagram Network

Keterangan :

: anak panah, sebagai simbol kegiatan

: lingkaran, sebagai simbol kejadian atau peristiwa.

: anak panah terputus-putus sebagai simbol kegiatan semu.

c. Menentukan jalur penyelesaian pekerjaan yang terlihat pada diagram network. Kemudian dihitung jumlah waktu yang dipergunakan dalam setiap jalur. Dengan langkah tersebut dapat ditemukan jalur yang paling panjang (paling lama) yang disebut jalur kritis (critical path).

1

2

3

5

4

7

6

(10)

6. Mengidentifikasi jalur kritis penyelesaian pekerjaan

Dengan diagram network maka dapat diidentifikasi jalur kritisnya, pekerjaan keseluruhan (ES, LS, EF, LF dan slack kegiatan)

a. ES = Earliest Start, waktu mulai aktivitas paling awal b. LS = Latest Start, waktu mulai aktivitas paling akhir

c. EF = Earliest Finish, waktu penyelesaian aktivitas paling awal d. LF = Latest Finish, waktu penyelesaian paling akhir

e. S = Slack atau waktu mundur aktivitas

Untuk menghitung ES, LS, dan S dengan rumus sebagai berikut: EF = ES + t

LF = LS – t

(11)

F. KERANGKA PEMIKIRAN

Untuk mempermudah dalam memahami permasalahan yang akan dibahas, maka disusunlah kerangka pemikiran sebagai berikut:

Gambar I.1

KERANGKA PEMIKIRAN

Pada skema di atas dapat dijelaskan bahwa sebelum perusahaan membuat atau menetapkan scheduling, perusahaan tersebut harus menetapkan suatu rencana produksi.

Untuk waktu yang diperlukan dalam proses produksi agar sesuai dengan jadwal maka perusahaan tersebut harus melakukan routing. Sedangkan untuk membantu kegiatan scheduling maka digunakan metode analisis network, PERT sebagai analisisnya. Sehingga dapat diperoleh scheduling yang baru yang beroperasi pada tercapainya tujuan dari suatu perusahaan yaitu mendapatkan hasil yang optimal, tentunya dengan pengawasan dan evaluasi agar semua pekerjaan dapat terlaksana sesuai dengan yang direncanakan.

Rencana Produksi

(12)

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. PENGERTIAN PROSES PRODUKSI

Proses produksi merupakan cara, metode dan tekhnik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu produk dengan bahan baku, dana) yang ada (Nasution, 2003:3). Adapun produksi menurut Heizer&Render (2005:17) adalah sebagai suatu proses penciptaan produk yang berupa barang dan jasa.

Menurut Subagyo (2000:8-9), proses produksi atau proses operasi adalah proses perubahan masukan menjadi keluaran. Pada umumnya, proses produksi di bagi menjadi dua macam yang sifatnya ekstrim, yaitu:

1. Proses Produksi Terus-Menerus

(13)

Hasil produksi dapat distandarisasikan dan dalam jangka panjang tidak pernah berubah macamnya. Arus barang dalam proses produksi menyerupai garis sehingga sering dikatakan sebagai line flow.

2. Proses Produksi Terputus-putus

Proses produksi terputus-putus atau intermitted di gunakan untuk pabrik yang mengerjakan barang bermacam-macam. Macam barang selalu berganti-ganti sehingga selalu dilakukan persiapan produksi dan penyetelan mesin kembali setiap macam barang yang dibuat berganti. Proses produksi terputus-putus biasanya juga disebut sebagai proses atau process focus.

(14)

B. MANAJEMEN PROYEK

Menurut Santosa (2003:3) yang dimakudkan manajemen proyek adalah kegiatan merencanakan dan mengendalikan sumber daya organisasi perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu dalam waktu tertentu dengan sumber daya tertentu.

Proyek merupakan proses penciptaan suatu jenis produk yang agak rumit dengan suatu pendefinisian urutan tugas-tugas yang teratur akan keutuhan sumber daya dan dibatasi oleh waktu penyelesaian (Nasution, 2003:11). Dengan demikian suatu proyek dapat diartikan sebagai kegiatan sementara yang berlangung dalam jangka waktu yang terbatas, dengan alokasi sumber daya tertentu sebagai masukan untuk melaksanakan tugas dan sasarannya yang telah digariskan dengan jelas.

Menurut Heizer&Render (2005:75) manajemen proyek meliputi tiga fase, yaitu:

1. Perencanaan, fase ini mencakup penetapan sasaran, mendefinisikan proyek dan organisasi timnya.

2. Penjadwalan, fase ini menghubungkan orang, uang dan bahan untuk kegiatan khusus dan menghubungkan masing-masing kegiatan satu dengan lainnya.

(15)

mengubah rencana dan menggeser atau mengelola kembali sumber daya agar dapat memenuhi kebutuhan dan biaya.

C. PERENCANAAN, PENJADWALAN DAN PENGENDALIAN

PROYEK

1. Perencanaan proyek

Proyek biasanya di definisikan sebagai ringkasan tugas-tugas yang berkaitan yang di arahkan menuju output yang besar. Suatu bentuk organisasi yang baru, di buat untuk meyakinkan program yang telah ada terus berjalan mulus atau lancar atas dasar hari ke hari sementara proyek yang baru diselesaikan secara lengkap. Menurut Heizer&Render (2001:505) ini disebut dengan organisasi proyek.

(16)

Organisasi proyek berfungsi dengan baik pada saat: a. Pekerjaan bisa didefinisikan dengan tujuan tertentu dan

tanggal batas waktunya.

b. Pekerjaan yang unik, atau sesuatu yang tidak lazim atas organisasi yang sudah ada.

c. Pekerjaan itu memuat tugas saling berkaitan yang kompleks yang membutuhkan keahlian tertentu.

d. Proyek bersifat temporer tapi sangat penting atau kritis terhadap perusahaan.

2. Penjadwalan proyek

Penjadwalan proyek menetapkan jangka waktu kegiatan proyek yang harus diselesaikan. Bahan baku dan tenaga kerja yang diperlukan dalam setiap tahapan produksi dihitung dalam fase ini. Juga ditentukan waktu yang di perlukan oleh setiap aktivitas.

(17)

Menurut Heizer&Render (2001:506), beberapa kegunaan penjadwalan dan pendekatan yang dipergunakan dalam manajemen proyek:

a. Menunjukkan hubungan tiap aktivitas kepada yang lainnya dan kepada seluruh proyek

b. Menunjukkan hubungan utma diantara kegiatan-kegiatan c. Mendorong penentuan waktu yang diperlukan dan perkiraan

biaya untuk setiap kegiatan

d. Membantu meningkatkan kegunaan sumber daya manusia, uang dan material dengan identifikasi kritis dalam proyek. 3. Pengendalian proyek

Pengendalian terhadap proyek besar, seperti pengendalian segala jenis sistem manajemen, melibatkan pengawasan seksama terhadap sumber daya, biaya, kualitas dan anggaran.

. Pengendalian juga berarti menggunakan lup umpan balik untuk merevisi rencana proyek dan memiliki kemampuan untuk menggeser atau mengganti sumber daya kemana saja mereka diperlukan.

(18)

Menurut Heizer&Render (2001:507), program ini menghasilkan variasi laporan yang luas termasuk :

a. Perincian biaya secara detail untuk masing-masing pekerjaan

b. Kurva karyawan pekerjaan total

c. Tabel distribusi biaya dan fungsional dan ringkasan jam kerja

d. Bahan baku dan peramalan biaya e. Laporan selisih

f. Laporan analisis waktu dan laporan status pekerjaan

D. ANALISIS NETWORK

1. Pengertian Analisis Network

Analisis Network merupakan suatu metode analisis yang mampu memberikan informasi pada perusahaan dapat melakukan perencanaan dan pengendalian suatu kegiatan produksi atau proyek yang akan dilaksanakan. Metode ini digunakan untuk mengendalikan kegiatan-kegiatan yang tidak bersifat rutin atau terutama pada tiap proses produksi yang intermitted atau produksi pesanan. (Gitosudarmo, 2002:297)

(19)

atau proyek terutama pekerjaan atau proyek yang terdiri atas berbagai macam pekerjaan.

Dengan menggunakan analisis network sebagai alat perencanaan, maka dapat disusun perencanaan dengan baik serta dapat dilakukan relokasi tenaga kerja atau karyawan.

Menurut Gitosudarmo (2002:301-302) diagram network merupakan sebuah bagan yang sistematis dari kegiatan-kegiatan serta kejadian-kejadian didalam melaksanakan proses produksi dan dalam penggambarannya menggunkan simbol-simbol. Dalam hal ini terdapat beberapa simbol yang diperlukan, yaitu:

a. Simbol anak panah, menunjukkan kegiatan atau aktivitas.

Yang dimaksud kegiatan disini adalah segala tindakan yang memakan waktu dalam pemakaian atau penggunaan sejumlah material, tenaga kerja serta peralatan.

b. Simbol lingkaran, menunjukkan

(20)

c. Simbol anak panah putus-putus

Melambangkan kegiatan semu (dummy). Dalam diagram network, kegiatan semu boleh ada dan boleh tidak. Kegiatan semu dimunculkan untuk menghindari diantara dua peristiwa terdapat lebih dari suatu kegiatan.

Adapun keuntungan yang dapat diperoleh dengan menggunakan analisis network menurut Render dan Heizer (2004:79) yaitu:

1. Mengorganisir dan memberikan informasi secara sistematik. 2. Penentuan urutan atau prioritas pekerjaan.

3. Dapat menentukan pekerjaan-pekerjaan yang dapat ditunda tanpa menyebabkan terlambatnya penyelesaian proyek secara keseluruhan sehingga dari pekerjaan tersebut dapat dihemat tenaga, waktu dan biaya.

4. Dapat segera menentukan pekerjaan-pekerjaan mana yang harus di sub kontrakan agar penyelesaian proyek secara keseluruhan dapat sesuai dengan permintaan konsumen. 2. Metode Analisis Network

(21)

a. PERT (Program Evaluation and Review Technique)

PERT merupakan suatu metode analitik yang dirancang untuk membantu dalam shedulling dan pengawasan yang kompleks, yang memerlukan kegiatan tertentu itu mungkin tergantung pada kegiatan-kegiatan tertentu yang harus dijalankan dalam urutan tertentu dan kegiatan-kegiatan itu mungkin tergantung pada kegiatan-kegiata lain.

PERT menggunakan tiga estimasi waktu yaitu waktu optimistik, waktu realistik, dan dan waktu pesimistik untuk mendapatkan waktu kegiatan yang diharapkan (expected time) dengan rumus : berjalan baik tanpa ada hambatan-hambatan atau penundaan-penundaan.

(22)

b = waktu pesimistik, waktu kegiatan bila terjadi hambatan atau penundaan lebih dari semestinya.

b. Analisis CPM (Critical Path Method)

Jalur kritis merupakan jalur-jalur di dalam diagram network itu, dimana jalur tersebut memiliki waktu penyelesaian pada jalur-jalur yang lain.

Jumlah waktu penyelesaian yang terbesar itu berarti merupakan minimum waktu yang dibutuhkan oleh keseluruhan proses produksi itu (Gitosudarmo , 2002:298) Adapun sifat-sifat jalur kritis :

1. Jalur kritis merupakan jalur yang memakan waktu terpanjang dalam proses prouksi itu.

2. Jalur kritis adalah jalur yang tidak memiliki tenggang waktu selesainya suatu tahap kegiatan yang lain dalam proses produksi itu.

Menurut Heizer&Render (2001:513), sasaran

(23)

a) ES = Earliest Start

Waktu mulai aktivitas paling awal. Semua aktivitas yang mendahuluinya harus diselesaikan sebelum suatu aktivitas bisa dimulai.

b) LS = Latest Start

Waktu mulai aktivitas paling akhir.

Semua aktivitas berikut harus diselesaikan tanpa menunda keseluruhan proyek.

c) EF = Earliest Finish

Waktu penyelesaian aktivitas paling awal. d) LF = Latest Finish

Waktu penyelesaian aktivitas paling akhir. e) S = Slack

Waktu mundur aktivitas yang sama dengan (LS-ES) dan (LF-EF)

(24)

BAB III

ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN

A. GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN

1. Sejarah berdirinya perusahaan

Perusahaan CV. Adinugraha sebenarnya terbentuk dengan suatu ketidaksengajaan pada saat krisis ekonomi melanda Indonesia. Perusahaan ini dulu bukanlah sebuah perusahaan percetakan, karena perusahaan ini dulu hanya memiliki kertas saja dan tidak memiliki mesin cetak. Pada waktu itu ada sebuah perusahaan percetakan lain ingin mencetak sebuah buku, namun perusahaan tersebut tidak memiliki kertas untuk mencetak. Dan akhirnya perusahaan cetak tersebut bekerja sama dengan CV. Adinugraha dengan mengajukan berbagai naskah yang ingin dicetak.

Semakin lama bekerja sama, CV. Adinugraha berkuputusan ingin mencetak buku sendiri dengan membeli naskah dari perusahaan yang bekerjasama dengannya, dengan mengganti nama penerbit di sampul buku depan menjadi CV. Adinugraha.

(25)

dengan daerah pemasaran yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

2. Stuktur Organisasi

Berdasarkan struktur organisasinya, pembagian tugas dan tanggung jawab dari masing-masing tugas adalah sebagai berikut: a. Pimpinan

Tugas dan wewenangnya:

1) Mempunyai kekuasaan dalam pengambilan keputusan terakhir yang dilakukan perusahaan.

2) Sebagai penganggung jawab operasional perusahaan. 3) Mendelegasikan tugas kepada para bawahan yang

menyangkut kepentingan perusahaan.

4) Membuat kebijakan dalam mengelola jalannya perusahaan.

5) Melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk tercapainya tujuan perusahaan.

b. Bagian Produksi

Tugas dan wewenangnya:

1) Memantau jalannya proses prouksi yang dimulai dari order cetak, cetak, proses pra cetak dan hasil cetak. 2) Melakukan evaluasi terhadap jalannya proses produksi

(26)

3) Menentukan kebijakan yang berkaitan dengan kelancaran proses produksi atas persetujuan direktur. Bagian produksi membawahi bagian layout, bagian koordinasi mesin dan bagian order. Adapun tugas dan wewenangnya adalah sebagai berikut:

a) Bagian Layout

Tugas dan wewenangnya:

1. Mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam proses pra cetak

2. Mengevaluasi persiapan proses pra cetak untuk persiapan proses cetak

b) Bagian Koordinasi mesin Tugas dan wewenangnya:

1. Mengawasi kondisi mesin agar tetap stabil pada saat jalannya proses produksi

2. Mengecek dan melakukan perbaikan terhadap kerusakan mesin

c. Bagian Order

Tugas dan wewenangnya:

1) Melayani order cetak dari pelanggan

(27)

d. Bagian Marketing

Tugas dan wewenangnya:

1) Mecari gagasan dan inovasi untuk meningkatkan omset dan pendapatan perusahaan

2) Mengontrol, mengawasi dan menyetujui perlunasan harga jual setiap job order

3) Merencanakan daerah-daerah yang akan menjadi daera pemasaran

e. Sopir Ekspedisi

Tugas dan wewenangnya:

1) Bertanggung jawab atas proses pengantaran barang 2) Menjalankan pekerjaan sesuai perintah kerja

(28)

Pimpinan

Bagian Produksi Bagian Marketing Bagian Order Sopir ekspedisi

Bagian Layout Bagian Koordinasi mesin

Sumber: Departemen Produksi CV. Adinugraha

Gambar III. 1

Struktur Organisasi CV. Adinugraha Palur

2. Aspek SDM

a. Jumlah karyawan

CV. Adinugraha yang bertempat di Jln.Jeruk 5/114 Perumahan Palur, Surakarta memiliki jumlah karyawan 28 orang. Adapun perincian jumlah karyawan sebagai berikut:

1). Bagian Layout 3 orang 2). Bagian Setting 3 orang

3). Bagian Koordinasi mesin 16 orang 4). Bagian Order 2 orang

(29)

b. Hari dan Jam kerja

Penentuan hari dan jam kerja karyawan diatur berdasarkan kebijakan yang dibuat oleh perusahaan. Adapun perinciannya sebagai berikut:

1). Hari kerja : Senin – Minggu 2). Jam kerja : Pukul 08.30 – 16.30 3). Istirahat : Pukul 12.00 – 13.00 Penyelenggaraan jam lembur:

Pelaksanaan jam lembur CV. Adinugraha yaitu setelah jam kerja normal selama 4 jam selanjutnya.

c. Sistem penggajian karyawan

Manajemen CV. Adinugraha menerapkan tiga sistem penggajian sebagai berikut:

1) Upah bulanan

Yaitu upah yang diberikan kepada karyawan tetap setiap bulannya. Upah ini diberikan kepada karyawan bagian order, setting dan layout.

2) Upah mingguan

(30)

3) Upah borongan

Yaitu upah yang dibayarkan kepada karyawan diluar struktur organisasi perusahaan. Upah ini diberikan kepada karyawan bagian finishing biasanya bagian penjilidan dan pengepakan.

d. Kesejahteraan sosial karyawan

Sebagai tambahan selain upah (gaji pokok), perusahaan juga memberikan sejumlah tunjangan guna mendorong semangat kerja karyawan. Tunjangan tenaga kerja tersebut berupa:

1). Asuransi kecelakaan TIFAQUL dan tabungan semacam simpan pinjam dari perusahaan.

2). Tunjangan resmi dari Departemen Tenaga Kerja.

3. Aspek Produk

a. Jenis produk

Jenis produk ysng dihasilkan oleh CV. Adinugraha meliputi: 1). Produk Utama

Berupa buku pelajaran seperti Lembar Kerja Siswa (LKS) mulai dari TK hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sekolah lain yang sederajat.

2). Produk sampingan

(31)

b. Bahan baku dan bahan pembantu

Bahan yang digunakan dalam proses produksi adalah: 1) Bahan baku

a. Kertas

Sebagai bahan dasar yang akan dicetak, kertas yang biasanya digunakan adalah tipe kertas CD roll.

b. Tinta

Digunakan untuk bahan pewarna untuk menulis dan menggambar pada proses percetakan. Tinta yang digunakan seperti tinta best one yellow, tinta best magenta, tinta best one cyan, tinta best one black. 2) Bahan pembantu

a. Plat

Digunakan sebagai bahan untuk mencetak naskah dari film ke kertas pada mesin cetak.

b. Air

Digunakan untuk mencuci plat dan campuran pada tinta di mesin cetak.

c. Kalkir

(32)

d. Astralone

Astrlone adalah lembaran mika untuk menyusun naskah dalam bentuk kalkir yang telah diurutkan sesuai dengan halamannya.

e. Elenex

Merupakan cairan yang berfungsi untuk mencuci plate f. Staples

Staples digunakan untuk menyatukan lembaran-lembaran kertas setelah dicetak dan disusun sesuai halamannya pada proses penjilidan.

g. Tali Klaim

Tali klaim digunakan pada proses finishing, yaitu untuk menyatukan barang jadi yang telah dibungkus dengan plastik

h. Plastik

Plastik digunakan sebagai pembungkus barang jadi yang siap untuk dikirim kepada pelanggan.

c. Mesin dan peralatan produksi

(33)

1. Mesin Plate maker

Mesin Plate maker merupakan mesin yang digunakan untuk mengcopy naskah dalam bentuk kalkir yang telah disusun diatas astralone untuk dicopy pada plate. Mesin ini dilengkapi dengan pencahayaan lampu yang sangat terang (carbonare light ) yang berfungsi untuk penyinaran plate dan disertai pula dengan alat penghitung waktu.

2. Mesin cetak Web

Mesin cetak Web merupakan mesin yang digunakan untuk mencetak web atau isi LKS. Pada CV. Adinugraha ada 4 unit yang digunakan dalam proses produksi yaitu 1 mesi Web dan 3 mesin sheet.

3. Mesin cetak Cover

Mesin cetak cover digunakan untuk mencetak cover atau sampul LKS. Jumlah mesin yang dipakai CV. Adinugraha ada 3 unit mesin yaitu 1 mesin pencetak dengan satu warna dan 2 mesin cetak dengan dua warna.

4. Mesin potong

(34)

d. Proses produksi

Proses produksi pembuatan Lembar Kerja Siswa (LKS) dalam perusahaan harus melalui beberapa tahap. Berikut ini adalah tahap-tahap proses pembuatan LKS:

1. Pembuatan Naskah

Pembuatan naskah dilakukan oleh pnerbit, dalam hal ini dilakukan oleh penerbit sendiri. Penerbit kemudian menyerahkan pembuatan kepada penyusun untuk membuat naskah. Penyusunan naskah biasanya guru yang menguasai mata pelajaran masing-masing. Pembuatan naskah merupakan proses awal dalam proses produksi percetakan.

2. Setting

Adalah proses pengaturan dan peletakan halaman-halaman LKS agar sesuai dengan yang diprint.

3. Print film

Naskah yang sudah disetting dalam komputer kemudian disimpan dalam CD dan print film. Penggunaan print film ini dengan tujuan agar kualitas hasil cetakan bagus dan tajam. 4. Layout

(35)

diatas astralone untuk kemudian dilanjutkan pada proses produksi selanjutnya.

5. Pengeplatan

Setelah naskah dalam print film dilayout diatas plate, kemudian dilakukan penyinaran dengan mesin plate maker. Untuk menghasilkan cetakan yang bagus pada kertas, penyinaran plate harus sesuai dengan ukuran lama penyinaran.

6. Pencucian plate

Setelah plate disinari, kemudian dicuci dengan cairan Elenex yang berfungsi untuk menimbulkan tulisan yang terdapat diplate.

7. Cetak

Plate yang sudah jadi dipasang pada mesin cetak untuk selanjutnya digunakan untuk proses pencetakan ini, naskah yang ada pada plate dipindah ke dalam kertas dengan menggunakan tinta.

e. Finishing

(36)

1. Penjilidan

Dalam penjilidan, kertas-kertas yang sudah dicetak diatur sesuai dengan halaman dan diatur sedemikian rupa kemudian disatukan dengan menggunakan staples.

Pada proses ini, perusahaan bekerja sama dengan pihak lain yaitu penduduk sekitar untuk penjilidan.

2. Pemotongan

Adalah proses untuk merapikan buku yang sudah di jilid dengan menggunakan mesin pemotongan yang tajam untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

3. Pengepakkan

(37)

Berikut ini merupakan skema proses produksi percetakan CV. Adinugraha.

Pembuatan naskah

Setting

Print film

Layout

Pengeplatan Pencucian plate

Cetak

Finishing

Penjilidan pemotongan pengepakkan

Produk jadi

Sumber: Departemen Produksi CV. Adinugraha

Gambar III.2

(38)

5. Aspek Pemasaran

a. Promosi penjualan

Untuk memasarkan produk CV. Adinugraha menggunakan sales promotion yang datang langsung ke suatu instansi-instansi dengan memberikan sampel produksi guna mencari pelanggan atau konsumen. Selain itu CV. Adinugraha juga memberika potongan tertentu bagi pemesan barang berdasarkan banyak jumlah dan jangka pembayaran.

Selain itu, promosi yang dilakukan oleh CV. Adinugraha antara lain seperti mensponsori event-event tertentu berdasarkan proposal yang masuk ke perusahaan.

b. Daerah pemasaran

(39)

1) Luar Pulau Jawa, meliputi Lampung, Banjarmasin, Bengkulu

2) Dalam Pulau Jawa, meliputi: Semarang, Solo, Purwokerto Boyolai, Blora, Sragen, Karanganyar dan seluruh kota-kota yang ada di Pulau Jawa.

c. Harga

Harga buku pada CV. Adinugraha ditentukan berdasarkan pada harga beli dari kertas dan banyaknya halaman buku. Selain ini perusahaan juga menerapkan adanya ongkos kirim atau distributor mengambil sendiri. Harga buku juga disesuaikan dengan harga pesaing dipasaran sehingga produk mampu bersaing dengan produk sejenis dipasaran.

B. LAPORAN MAGANG KERJA

Magang kerja dilaksankan di perusahaan percetakan CV. Adinugraha yang berlokasi di JLn. Jeruk 05/114 Palur, Surakarta. Alasan memilih perusahaan tersebut sebagai tempat magang kerja karena CV. Adinugraha bersedia menerima mahasiswa yang akan melaksanakan magang kerja dan penelitian serta bersedia memberikan data yang di butuhkan dalam penyusunan Tugas Akhir.

(40)

karyawan, tetapi lebih diberikan kelonggaran yaitu dari pukul 08.30-12.00 atau setengah hari.

Penempatan bagian ditentukan oleh perusahaan, disesuaikan dengan konsentrasi permasalahan yang akan diteliti. Pada saat magang kerja penulis ditempatkan pada bagian produksi karena disesuaikan terhadap topik penelitian yang diambil yaitu mengenai analisis Network. Pada bagian produksi penulis didampingi oleh karyawan pendamping yang akan membantu proses observasi dan memberikan penjelasan mengenai persoalan yang ditanyakan berkenaandengan bagian produksi.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama pelaksanaan magang kerja pada bagian produksi adalah sebagai berikut:

1. Melakukan wawancara dengan karyawan bagian produksi mengenai proses produksi.

2. Melakukan observasi langsung ke bagian produksi dan mengamati proses pembuatan Lembar Kerja Siswa (LKS) dan produk cetakan lainnya.

3. Melihat mesin-mesin yang digunakan dalam proses produksi.

(41)

5. Meminta data-data yang dibutuhkan dalam penelitian yang berkenaan dengan analisis Network.

6. Ikut terjun langsung ke bagian layout untuk membantu melayout, mengeplate dan mencuci plate.

C. PEMBAHASAN MASALAH

CV. Adinugraha adalah perusahaan yang bergerak dibidang percetakan dan penerbitan. CV. Adinugraha sering mengalami keterlambatan proses produksi Lembar Kerja Siswa (LKS) sehingga pengiriman LKS kepada konsumen pun ikut terlambat.

Analisis Network merupakan metode yang sangat membantu dalam proses perencanaan atau pengawasan. Pada prinsipnya Network digunakan untuk merencanakan penyelesaian berbagai macam pekerjaan. Dengan mempergunakan Network sebagai alat perencanaan sehingga dapat disusun perencanaan yang baik, serta dapat diadakan relokasi tenaga kerja atau karyawan.

(42)

Berdasarkan data yang diperoleh maka data tersebut akan dianalisis dan dibahas mengenai efisiensi waktu penyelesaian pekerjaan dengan analisis Network pada percetakan CV. Adinugraha Palur, Surakarta.

1. Menentukan alur kegiatan proses produksi

Dalam penyusunan diagram Network terlebih dahulu diketahui kegiatan-kegiatan yang harus dilakukan pada proses produksi. Alur kegiatan proses produksi meliputi:

a) Pembuatan Naskah

Pembuatan naskah dilakukan oleh penerbit, dalam hal ini dilakukan oleh penerbit sendiri. Penerbit kemudian menyerahkan pembuatan kepada penyusun untuk membuat naskah. Penyusunan naskah biasanya guru yang menguasai mata pelajaran masing-masing. Pembuatan naskah merupakan proses awal dalam proses produksi percetakan.

b) Setting

Adalah proses pengaturan dan peletakan halaman-halaman LKS agar sesuai dengan yang diprint.

c) Print film

(43)

d) Layout

Proses layout ini, naskah yang sudah disetting dan dicopy pada film diatur sesuai dengan halaman yang digunakan diatas astralone untuk kemudian dilanjutkan pada proses produksi selanjutnya.

e) Pengeplatan

Setelah naskah dalam print film dilayout diatas plate, kemudian dilakukan penyinaran dengan mesin plate maker. Untuk menghasilkan cetakan yang bagus pada kertas, penyinaran plate harus sesuai dengan ukuran lama penyinaran.

f) Pencucian plate

Setelah plate disinari, kemudian dicuci dengan cairan Elenex yang berfungsi untuk menimbulkan tulisan yang terdapat diplate.

g) Cetak

Plate yang sudah jadi dipasang pada mesin cetak untuk selanjutnya digunakan untuk proses pencetakan ini, naskah yang ada pada plate dipindah ke dalam kertas dengan menggunakan tinta.

h) Finishing

(44)

1. Penjilidan

Dalam penjilidan, kertas-kertas yang sudah dicetak diatur sesuai dengan halaman dan diatur sedemikian rupa kemudian disatukan dengan menggunakan staples.

Pada proses ini, perusahaan bekerja sama dengan pihak lain yaitu penduduk sekitar untuk penjilidan.

2. Pemotongan

Adalah proses untuk merapikan buku yang sudah di jilid dengan menggunakan mesin pemotongan yang tajam untuk mendapatkan hasil yang maksimal.

3. Pengepakkan

Proses setelah pemotongan adalah pengepakkan. Pada proses ini dilakukan oleh karyawan gudang. Pengepakkan masih dilakukan dengan manual dengan pembungkus plastik.

2. Menentukan jaringan kerja proses produksi a. Menentukan urutan pekerjaan

(45)

Tabel III.1

Urutan pekerjaan proses produksi 46.000 LKS pada CV. Adinugraha Palur

No Kegiatan Simbol Kegiatan yang mendahului 1 Pembuatan naskah A -

2 Setting B A

3 Print film C B

4 Layout D C

5 Pengeplatan E D

6 Pencucian plate F E

7 Mesin Web G E

8 Mesin sheet H F

9 Penjilidan I G

10 Pemotongan J H, I

11 Pengepakan K J

Sumber: Departemen Produksi CV. Adinugraha Palur

b. Menentukan Waktu Penyelesaian Pekerjaan

(46)

Tabel III.2

Waktu penyelesaian pekerjaan proses produksi 46.000 LKS pada CV. Adinugraha Palur (dalam satuan menit)

No Kegiatan Simbol Waktu (menit)

Sumber: Departemen Produksi CV. Adinugraha Palur

c. Menyusun Diagram Network

Adapun untuk menyusun diagram Network suatu pekerjaan diperlukan data sebagai berikut:

1. Pekerjaan-pekerjaan yang harus dilaksanakan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan tersebut secara keseluruhan 2. Taksiran waktu yang diperlukan untuk setiap pekerjaan 3. Urutan pekerjaan yang akan dilaksanakan

(47)

Tabel III.3

Urutan pekerjaan proses produksi 46.000 LKS pada CV. Adinugraha Palur

No Kegiatan Simbol Kegiatan yang mendahului

Waktu (menit)

1 Pembuatan naskah A - 2400

2 Setting B A 1440

3 Print film C B 120

4 Layout D C 20

5 Pengeplatan E D 20

6 Pencucian plate F E 2

7 Mesin Web G E 90

8 Mesin sheet H F 60

9 Penjilidan I G 720

10 Pemotongan J H, I 480

11 Pengepakan K J 240

Sumber: Departemen Produksi CV. Adinugraha Palur

(48)

A

F H

B C D E G I J

K

Gambar III.3

Diagram Jaringan Kerja

d. Pengukuran waktu

Berdasarkan data yang diperoleh selama melakukan observasi pada CV. Adinugraha peneliti akan mencoba membahas waktu standar produksi yang paling efisien dalam proses produksi. Analisis PERT menggunakan tiga estimasi waktu yaitu waktu optimis, waktu pesimis, dan waktu realistis.

1

7

2 3 4 5 6

8 9

10

(49)

Adapun analisis dari hasil observasi untuk proses produksi Lembar Kerja Siswa (LKS) adalah sebagai berikut:

Tabel III.4

Waktu penyelesaian proses produksi 46.000 LKS pada CV. Adinugraha Palur (dalam satuan menit)

Kegiatan Waktu Optimis

Sumber: Departemen Produksi CV. Adinugraha Palur

Waktu yang diharapkan (ET) dapat dicari dengan rumus sebagai berikut:

ET = waktu kegiatan yang diharapkan atau waktu

(50)

m = waktu realistik, waktu kegiatan yang akan terjadi bila suatu kegiatan dilaksanakan dalam kondisi normal

dengan penundaan tertentu yang masih dapat diterima. b = waktu pesimistik, waktu kegiatan bila terjadi hambatan atau penundaan lebih dari semestinya.

Gitosudarmo (2002:298)

(51)
(52)
(53)

Dari perhitungan diatas dapat dibuat tabel sebagai berikut:

Tabel III.5

Waktu penyelesaian proses produksi 46.000 LKS yang diharapkan pada CV. Adinugraha Palur

3. Menentukan jalur kritis penyelesaian pekerjaan

Setelah estimasi waktu penyelesaian pekerjaan, lama penyelesaian pembuatan Lembar Kerja Siswa serta untuk pekerjaan dalam proyek diketahui maka dapat dibuat diagram network yang dilakukan secara normal.

(54)

2320 A F 60 1440 1 20 20.83 20.5 2 H 90 I 720

B C D E G J 480

K 240

Gambar III.4

Diagram network proses produksi LKS Pada CV. Adinugraha Palur

Pada diagram network diatas terdapat dua jalur network, yaitu: a. A-B-C-D-E-F-H-J-K

b. A-B-C-D-E-G-I-J-K

7

2 3 4 5 6

8

9

10

(55)

Dalam diagram tersebut dapat ditemukan jalur kritis. Jalur kritis yaitu jalur terpanjang pada network dan waktunya merupakan aktu penyelesaian minimum yang diharapkan untuk masing-masing kegiatan. Jalur kritis dapat diidentifikasi melalui peristiwa-peristiwa yang dihubungkan oleh kegiatan-kegiatan dengan waktu longgar nol (slack), dimana EF = LS. Untuk mengetahui waktu paling akhir dalam memulai atau mengakhiri maka LS = LF dan masing-masing aktivitas tanpa menunda penyelesaian proyek secara keseluruhan diperlukan perhitungan mundur.

Dengan menggunakan aturan dibawah ini peristiwa atau pekerjaan boleh terjadi:

ES = Earliest Start, merupakan waktu paling awal dari suatu pekerjaan, tanpa menimbulkan gangguan pada pekerjaan lain.

EF = Earliest Finish, merupakan waktu dimana pekerjaan tersebut dapat diselesaikan secepat-cepatnya.

(56)

LF = Latest Finish, merupakan waktu paling akhir untuk menyelesaikan pekerjaan tanpa menimbulkan gangguan atau ditundanya pekerjaan lain

1. Kegiatan A estimasi waktunya = 2320; maka ES = 0 dan EF = 0+2320 = 2320

2. Kegiatan B estimasi waktunya = 1440; maka ES = 2320 dan EF = 2320+1440 = 3760

3. Kegiatan C estimasi waktunya = 120; maka ES = 3760 dan EF = 3760+120 = 3880

4. Kegiatan D estimasi waktunya = 20.83; maka ES = 3880 dan EF = 3880+20.83 = 3900.83

5. Kegiatan E estimasi waktunya = 20.5; maka ES = 3900.83 dan EF = 3900.83+20.5 = 3921.33

6. Kegiatan F estimasi waktunya = 2; maka ES = 3921.33 dan EF = 3921.33+2 = 3923.33

7. Kegiatan G estimasi waktunya = 90; maka ES = 3921.33 dan EF = 3921.33+90 = 4011.33

8. Kegiatan H estimasi waktunya = 60; maka ES = 3923.33 dan EF = 3923.33+60 = 3983.33

(57)

10. Kegiatan J estimasi waktunya = 480; maka ES = 4731.33 dan EF = 4731.33+480 = 5211.33

11. Kegiatan K estimasi waktunya = 240; maka ES = 5211.33 dan EF = 5211.33+240 = 5451.33

Sedangkan untuk perhitungan LS dan LF dapt kita hitung dengan menggunakan:

1. Kegiatan A estimasi waktunya = 2320; maka LF = 2320 dan LS = 2320-2320 = 0

2. Kegiatan B estimasi waktunya = 1440; maka LF = 3760 dan LS = 3760-1440 = 2320

3. Kegiatan C estimasi waktunya = 120; maka LF = 3880 dan LS = 3880-120 = 376

4. Kegiatan D estimasi waktunya = 20.83; maka LF = 3900.83 dan LS = 3900.83-20.83 = 3880

5. Kegiatan E estimasi waktunya = 20.5; maka LF = 3921.30 dan LS = 3921.33-20.5 = 390.83

6. Kegiatan F estimasi waktunya = 2; maka LF = 4761.33 dan LS = 4761.33-2 = 4669.33

7. Kegiatan G estimasi waktunya = 90; maka LF = 4011.33 dan LS = 4011.33-90 = 3921.33

(58)

9. Kegiatan I estimasi waktunya = 720; maka LF = 4731.33 dan LS = 4731.33-720 = 4011.33

10. Kegiatan J estimasi waktunya = 480; maka LF = 5211.33 dan LS = 5211.33-480 = 4731.33

(59)

Tabel III.6

IDENTIFIKASI AKTIVITAS KRITIS / BUKAN KRITIS

(60)

2320 A F 60 1440 1 20 20.83 20.5 2 H 90 I 720

B C D E G J 480

K 240

Gambar III.5

Diagram jalur kritis proses produksi LKS Pada CV. Adinugraha Palur

7

2 3 4 5 6

8

9

10

(61)

BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

Setelah penulis mengadakan penelitian, pengamatan dan pembahasan terhadap data dan informasi yang diperoleh, maka dapat ditarik kesimpulan dan saran sebagai berikut :

A. KESIMPULAN

1. Urutan kerja proses produksi LKS yaitu: Pembuatan naskah (A), Setting (B), Print film (C), Layout (D), Pengeplatan (E), Pencucian plate (F), Mesin Web (G), Mesin Sheet (H), Penjilidan (I), Pemotongan (J), Pengepakan (K).

(62)

3. Jalur kritis dari urutan pekerjaan dalam proses produksi LKS yaitu: Pembuatan naskah (A), Setting (B), Print film (C), Layout (D) , Pengeplatan (E), Mesin Web (G), Penjilidan (I), Pemotongan (J), Pengepakan (K) dengan waktu penyelesaian 5451.33 menit sedangkan waktu yang dijadwalkan perusahaan adalah sebesar 5513.33 menit yang diambil dari total waktu normal pengerjaan tiap-tiap kegiatan produksi.

B. SARAN

(63)
(64)

DAFTAR PUSTAKA

Gitosudarmo, Indriyo. 2002. Manajemen Operasi. Edisi Kedua. Yogyakarta:BPFE

Nasution, Arman Hakim.2003. Perencanaan dan Pengandalian Produksi.Edisi Pertama. Surabaya: Guna Widya

Reksohadiprodjo, Sukanto dan Indriyo Gitosudarmo.2000. Manajemen Bisnis Logistik.Yogyakarta: BPFE

Render, Barry dan Jay Heizer. 2005. Prinsip-prinsip Manajemen Operasi.Edisi Ketuju. Jakarta: Salemba Empat

Render, Barry dan Jay Heizer. 2001. Prinsip-prinsip Manajemen Operasi.Edisi Ketuju. Jakarta: Salemba Empat

Render, Barry dan Jay Heizer. 2004. Prinsip-prinsip Manajemen Operasi.Edisi Ketuju. Jakarta: Salemba Empat

Gambar

Gambar I.1 KERANGKA PEMIKIRAN
Gambar III. 1
Gambar III.2
Tabel III.1
+7

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai media baca dan tugas, LKS (Lembar Kerja Siswa) adalah lembar bantu bagi siswa yang berisi tugas dan harus dikerjakan oleh peserta didik. LKS biasanya berupa

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan Rahmat dan Karunia-Nya sehingga Laporan Tugas Akhir dengan Judul Analisis Network Proses Produksi

Siswa dibagikan lembar kerja siswa (LKS) berbasis keterampilan proses sains kepada setiap siswa dalam kelompok yang harus ditemukan oleh siswa. Memberikan pengarahan kepada

Instrumen penelitian yang digunakan adalah lembar analisis LKS praktikum, pedoman wawancara, lembar observasi keterlaksanaan tahapan inkuiri, pedoman jawaban siswa

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar analisis karakteristik LKS praktikum elektrolisis yang ada pada saat ini, lembar pedoman wawancara, pedoman

Lembar Kegiatan Siswa (LKS) yang terdapat di banyak sekolah-sekolah biasanya merupakan LKS yang bersifat tertutup, sehingga peneliti perlu melakukan analisis pada

Ada dua macam (LKS) yang dikembangkan dalam pembelajaran di sekolah yaitu 1) Lembar Kerja Siswa Tak Berstruktur. Lembar kerja siswa tak berstruktur adalah lembaran yang berisi sarana

Hasil analisis angket praktikalitas guru dan siswa terhadap Lembar Kegiatan Siswa LKS menulis paragraf argumentasi berbasis teknik inquiring minds want to know berbantuan media gambar