BAB I
SLOPE DEFLECTION
1.1.
Derajat Ketidaktentuan Statis dan Derajat Ketidaktentuan
Kinematis
Derajat ketidaktentuan statis adalah banyaknya kelebihan reaksi yang diperlukan sebagai syarat perlu dan syarat cukup agar suatu sistem struktur stabil dan setimbang. Faktor kelebihan ini disebut sebagai redundant. Struktur yang memiliki kelebihan reaksi perletakan disebut memiliki redundant statis dan kondisi struktur ini dikategorikan sebagai struktur statis tak tertentu luar.
Derajat ketidaktentuan statis =
0 ΣMz , 0 ΣMy , 0 ΣMx , 0 ΣFz , 0 ΣFy , 0 ΣFx : D 3 / u u/2D:ΣM 0,ΣV 0,ΣH 0 perletakan reaksi statika persamaan dikurangi diketahui tidak yang gaya
Contoh : lihat gambar 1.1
Derajat ketidaktentuan kinematis adalah jumlah perpindahan bebas pada join (perpindahan berupa defleksi, putaran sudut). Derajat ketidaktentuan kinematis disebut juga DOF (Degree of Freedom = derajat kebebasan). Contoh : lihat gambar 1.2.
1.2.
Prinsip dalam Metode Slope Deflection
Metode Slope Deflection dikemukakan oleh G.A. Maney pada tahun 1915. Metode ini memenuhi 2 (dua) syarat sbb. :
Kesetimbangan (equilibrium).
Kesetimbangan momen = Momen pada join pertemuan elemen adalah nol. Kompatibilitas secara geometri.
Kompatibilitas ini dapat digambarkan sebagai berikut : nilai komponen-deformasi pada setiap bagian struktur adalah sama. Pada gambar 1.3.a diperlihatkan model
V V V
H H
M
Derajat ketidaktentuan statis = 6 – 3 = 3.
Maka struktur dikategorikan statis tak tertentu derajat 3 dan memiliki
redundant = 3.
Gambar 1.1 : Ketidaktentuan statis
A B C V C Δ H C Δ C B
Gambar 1.2 : Ketidaktentuan kinematis
= defleksi
1.3.
Penurunan Persamaan Slope Deflection
Gambar 1.5 : Konfigurasi deformasi FEM (Fixed End Moment) adalah momen
yang terbentuk pada ujung balok yang dibebani bila ujung balok tersebut dianggap sebagai jepit (lihat gambar 1.4)
Perjanjian tanda untuk FEM adalah :
Momen titik jika berarah Momen batang jika berarah Putaran sudut jika berarah struktur yang mengalami deformasi, pada gambar 1.3.b diperlihatkan kompatibilitas struktur dimana irisan struktur tetap setimbang & memiliki kontinuitas perpindahan Perpindahan pada join c di bagian kiri struktur memilki nilai yang sama dan searah dengan perpindahan pada join c di bagian kanan struktur.
Gambar 1.3.a : Contoh deformasi struktur
dengan prinsip kompatibilitas [9] pp : 59
Gambar 1.3.b : Contoh kompatibilitas struktur [9] pp: 60
Struktur asli Deformasi struktur Translasi tipikal (dua komponen) Rotasi tipikal
Lihat gambar 1.5. L ΑΒ ΑΒ Α … (1.1.a) L BA BA B … (1.1.b) sedangkan : AB = EI L MAB 2 3 - EI L MBA 2 6 +
AB
L … (1.2.a) BA = - EI L MAB 2 6 + EI L MBA 2 3 -
BA
L ... (1.2.b) Jika join A dan join B perletakan jepit, balok dibebani dan momen internal adalah FEM, dengan mengaplikasikan prinsip kompatibilitas dan kesetimbangan, akan diperoleh A =B = ΑΒ = nol, sehingga : AB M =
A B AB
L EI 3 2 2 + FEMAB … (1.3.a) BA M =
B A BA
L EI 2 3 2 + BA FEM … (1.3.b) dituliskan dalam bentuk umum sebagai Persamaan Slope Deflection, sbb. :nf
M = FEMnf 2EKnf
2n f 3nf
… (1.4) Hal mana (lihat gambar 1.6) :nf
M = momen ujung
indeks n near = ujung dekat indeks f far = ujung jauh E = modulus elastisitas Knf = L I , Hal mana :
I = momen inersia penampang L = panjang elemen nf = R = goyangan horisontal = hH , halmana H = defleksi horizontal
h = tinggi elemen kolom
yang bergoyang atau nf = R = goyangan vertikal = LV , halmana V = defleksi vertikal
L = panjang elemen balok yang bergoyang
Untuk lantai ke-1, R1 = 1 1 h
, untuk lantai ke-2, R2 = 2 1 2 h analog dengan ij Gambar 1.6 :
1.4.
Portal tidak Bergoyang dan Portal Bergoyang
Suatu portal akan bergoyang jika memenuhi kriteria ke-1 berikut dan salah satu dari 3 (tiga) kriteria berikutnya (lihat contoh pada gambar 1.7) :
Gambar 1.7 : Contoh aplikasi faktor penyebab portal bergoyang
Gambar 1.4
1. Tidak ada penahan arah lateral. 2. Kekakuan struktur tidak simetris. 3. Geometri struktur tidak simetris. 4. Pembebanan struktur tidak simetris.
Portal tidak memiliki penahan arah lateral
Kekakuan struktur tidak simetris
Portal tidak memiliki penahan arah lateral Geometri struktur tidak
simetris
Portal tidak memiliki penahan arah lateral Pembebanan tidak
1.5.
Perjanjian Tanda Menentukan Gaya Geser Kolom dan Syarat
Geseran
1.6.
Resume Contoh DOF dan Syarat Batas Deformasi
1.7.
Contoh Soal dan Solusi
CONTOH SOAL KE-1 :
CONTOH SOAL KE-2 :
Soal diambil dari Soal no. 1 UTS Analisis Struktur II
Semester Pendek 2004/2005
CONTOH SOAL KE-3 :
UTS Mata Ujian : KTS-325 Analisis Struktur II Tanggal : 22 November 2005
Jurusan : Teknik Sipil Waktu : 3 jam (11:00 ~ 14:00)
Kelas : A dan B Sifat : tutup buku
Dosen : Nur Laeli Hajati, ST, MT dan Nana Mulyana, Ir., M.Sc.
1. SLOPE DEFLECTION
Jawab :
Diketahui suatu struktur balok statis tak tertentu seperti dimodelkan pada gambar 1.
Pertanyaan :
1.a . Dengan metode Slope Deflection, hitunglah momen ujung struktur. 1.b . Hitung dan gambar diagram gaya
dalam. 50%
Gambar 1 : Balok statis tak tertentu
1 m 2 m 1 m
4 t 6 t
A E F B C D
q = 2 t/m
3EI 2EI 3EI
CONTOH SOAL KE-4 :
Jawab :
DOF dan Syarat Batas
DOF Syarat Batas Persamaan
B
MB= nol MBA+MBC = nol … (1.a) C
MC= nol MCB = nol … (1.b)
H
H= nol HAB + 2 ton = nol … (1.c)
FEM
AB FEM = - 22 L Pab = - 2 2 ) 3 ( ) 5 , 1 )( 5 , 1 )( 2 ( = - 0,75 tm BA FEM = + 22 L b Pa = + 22 ) 3 ( ) 5 , 1 ( ) 5 , 1 )( 2 ( = + 0,75 tm BC FEM = -
22 L Pab = - 2 2 ) 4 ( ) 3 )( 1 )( 3 ( - 2 2 ) 4 ( ) 1 )( 3 )( 4 ( = - 2,438 tm BC FEM = +
2 2 L b Pa = + 2 2 ) 4 ( ) 3 ( ) 1 )( 3 ( + 2 2 ) 4 ( ) 1 ( ) 3 )( 4 ( = + 2,813 tm
i j
Persamaan Slope Deflection
Persamaan umum:nf
M = FEMnf 2EKnf
2n f 3nf
… (1.4) dengan
nf = R untuk bangunan satu lantai dengan goyangan arah horisontal adalah kolom tinggiH . A = nol (perletakaan A adalah jepit).
Dengan demikian persamaan slope deflection adalah : AB M = FEMAB + L EI 2
R B A 3 2 = -0,75 + 3 ) 3 ( 2 EI 3 3 ) 0 )( 2 ( B H = -0,75 + EI(2B-2H) … (2.a) BA M = FEMBA + L EI 2
R A B 3 2 = +0,75 + 3 ) 3 ( 2 EI 3 3 0 ) )( 2 ( B H = +0,75 + EI(4B-2H) … (2.b) BC M = FEMBC + L EI 2
C B 2 = -2,438 + 4 ) 2 ( 2 EI
C B ) )( 2 ( = -2,438 + EI(2B+1C) … (2.c) CB M = FEMCB + L EI 2
B C 2 = +2,813 + 4 ) 2 ( 2 EI
B C ) )( 2 ( = +2,813 + EI(1B+2C) … (2.d)
Substitusi Persamaan Slope Deflection ke Persamaan Syarat
Batas
Substitusikan …(2) ke …(1): … (1.a): MBA+MBC = nol
(+0,75) + EI(4B-2H) + (-2,438) + EI(2B+1C) = nol EI(6B+1C-2H) = +1,688 … (3.a) … (1.b): MCB = nol +2,813 + EI(1B+2C) = nol EI(1B+2C) = -2,813 … (3.b) … (1.c): HA+ 2 ton = nol 3 BA AB M M + 2 ton = nol 3 ) 2 4 ( ) 75 , 0 ( ) 2 2 ( ) 75 , 0 ( EI B H EI B H + 2 ton = nol EI(6 -4 ) = -3 … (3.c)
Nilai DOF
Solusi …(3) adalah: 4 0 6 0 2 1 2 1 6 EI CH B = 3 813 , 2 688 , 1 , diperoleh: B = EI 838 , 1 … (4.a) C = EI 325 , 2 … (4.b) H = EI 5067 , 3 … (4.c)
Nilai Momen Ujung
Substitusikan nilai DOF ke Persamaan Slope Deflection = substitusikan …(4) ke …(2) AB M = -0,75 + EI(2B-2H) = -0,75 + EI EI EI 507 , 3 2 838 , 1 2 = -4,088 tm
Dengan cara yang sama untuk memperoleh MAB, diperoleh nilai momen ujung yang lain, yaitu: BA M = +1,088 tm BC M = -1,088 tm CB M = nol. 1.53 1 1 ,5 m HAB 2 ton VCB VBC MCB MBC 2 m HBA MBA MAB
A
B
C
1 ,5 mE
F
1 m 1 m = -4,088 tm = +1,088 tm = -1,088 tm = nol tm 3 ton 4 tonD
Nilai Reaksi Perletakan
VBC(4) – (3)(3) – (4)(1) + MBC + MCB = nol
E M = MBC + VBC(1) = (-1,088) + (+3,522)(1) = +2,434 tm F M = MBC+ VBC (3) - (3)(2) = (-1,088) + (+3,522)(3) - 6 = +3,478 tm VBC = +3,522 ton -VCB(4) – (3)(3) – (4)(1) + MBC + MCB = nol -VCB (4) – 9 – 4 + (-1,088) + (0) = nol VCB = +3,478 ton HAB(3) – (2)(1,5) + MAB + MBA = nol HAB(3) – 3 + (-4,088) + (+1,088) = nol VBC = +2 ton D M = MAB + HAB(1,5) = (-4,088) + (2)(1,5) = -1,088 tm
Gambar Diagram Bidang Gaya Dalam
A B C D E F -4,08 8 -1,08 8 -1,08 8 -1,088 -4,088 -2,434 A B C D E F 2 -3,522 0,478 A B C D E F -3,52 2 Momen Lintang Normal -3,478
DAFTAR PUSTAKA SLOPE DEFLECTION
[1] Arbabi, F. (1991) . Structural Analysis and Behavior . Singapore : McGraw-Hill, Inc.
[2] Hariandja, Binsar. (1997) . Analisis Struktur Berbentuk Rangka dalam Formulasi Matrik . Bandung : Aksara Husada.
[3] Hibbeler, Russel C. (1997) . Structural Analysis, 3rded. New Jersey : Prentice-Hall International, Inc.
[4] Hsieh, Yuan-Yu. (1985) . Teori Dasar Struktur. Edisi Kedua . Alihbahasa oleh Suryadi, Ir. Jakarta : Erlangga.
[5] Theodosius, Gunawan, et.al. (1991) . Teori Soal dan Penyelesaian Mekanika Teknik III jilid 1 . Jakarta : Delta Teknik Group .
[6] Theodosius, Gunawan, et.al. (1991) . Teori Soal dan Penyelesaian Mekanika Teknik III jilid 2 . Jakarta : Delta Teknik Group .
[7] Wang, Chu-Kia . (1990) . Analisis Struktur lanjutan jilid 1 . Alihbahasa oleh Kusuma Wirawan dan Mulyadi Nataprawira . Jakarta : Erlangga.
[8] Weaver, William Jr., et al. (1989) . Analisa Matriks untuk Rangka Batang, edisi ke-2 . Jakarta : Erlangga .
[9] West, Harry H. (1993) . Fundamentals of Structural Analysis . Toronto : John Wiley & Sons, Inc. [10] Willems, Nicholas, et.al. (1978) . Structural Analysis for Engineers . Tokyo : McGraw-Hill, Inc.
No. TOPIK untuk SLOPE DEFLECTION SUMBER
No. Ref. Bab/chapter/pasal/tabel Halaman 1. Derajat kebebasan, struktur tidak bergoyang dan
struktur bergoyang, persamaan slope deflection, gaya geser kolom
[3] [4] [6] [7] [9] 10 12 Bab VII Bab : 7.1-7.9 Chapter 11 517-562 250-287 532-592 177-226 447-497