• Tidak ada hasil yang ditemukan

POTENSI ANTIHIPERKOLESTEROLEMIA KULIT

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "POTENSI ANTIHIPERKOLESTEROLEMIA KULIT"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

POTENSI ANTIHIPERKOLESTEROLEMIA KULIT

BATANG K A W GABUS (Alstonia scholaris, R.Br.)

Oleh :

ANNA PRLANGANI USMAN

PROGRAM PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN

BOGOR

BOGOR

2000

(2)

SUMMARY

ANNA

PRIANGANI

USMAN. Antihypercholesterolemic Potency of Kayu

Gabus bark (htonia s c b h h , R Br.) under supervision of Aisjah Girindra (Advisor), M. Anwar Nur,

Norman

R Amar, Sawondo Djojosoebagio (Iate),

and Aunuddin (Members).

Kayu Gabus (AktonZa scholaris, R Br.) grows in Indonesia and its water

extract (so called infirsariurn) has been used as traditional medicine. Its activity as

antihyperchole.sterolemic has not been

studied

scientifically.

The

present study was &ed out &om 1995 to 1999. The aims of this study

are to (1) determine the effect of *&sariurn and solvent fraction of

Kayu

Gabus bark

on serum total cholesterol level of hypercholestmlemic

Wistar

male rat, (2) to study effect of

Kayu

Gabus bark infUsarium and solvent fraction treatment on profile of

LDLcholesterol, HDEcholesteroi, triglyceride and &tty liver of

Wistar

male rat,

(3) determine effect of solven. M o n treatment on endogenous cholesterol biosynthesis activity and on cholesterol secretion through feces of hypercholesterolernic

Wistar

male rat, and (4) to classify the compound in solvent hction having antihypercholesterolemic activity.

The study is divided into several stages, that is, sample preparation, preliminary research, main research, and identification of compound in solvent fiaction of Kayu Gabus bark having antihypercholesterolemic potency.

(3)

Sample used were boiled water extract ( i u x n ) of

Kayu

Gabus

bark and its solvent hction of

Kayu

Gabus bark. Infbrium sample was made by boiling

Kayu

Gabus in water until a half of water used evaporated.

Kayu

Gabus bark solvent

hction was made by m t r d o n using various organic solvents.

The preliminary research was conducted to study the

cho1estmlemic potency of

Kayu

Gabus iafusarium. The research was done by feeding hypercholest~l~~lemic rats with infusarium followed by determination of

reduction

of serum

total

cholesterol level. Reduction of the choksted

level

was compared by the

s&dard

diet. In addition, its effect on LDLcholesterol,

MIL

cholesterol, triglyceride,

and

Wty liver levels was determined.

The main research

was

done by feeding hypercholesterolemic lats with

Kayu

Gabus solvent tiaction and compared the reducton of the rat cholesterol level with comespondiig reduction o h e d on rat group fed with commercial cholesterol reducing drug (pravxhol, topid, and nicotinic acid), also with those given standard diet and high cholesterol diet. In addition, its effect on WL-choIesterol, HDL

cholesterol, t r i g l y d , feces cholesterol levels, Wy liver levels, and activity of endogen cholesterol bmsynthesis was determined. To study the antihyper- cholesterolemic activity via inhibition of endogen cholesterol biosynthesis, in vztro

experiment was done by assaying hidroxymethyl glutaril-CoA reductase of liver

microsome fiaction

The

data obtained were analyzed using Covariant Analysis. If there was significant effect of the treatment on cholesterol reduction, and of the increasing on feces cholesterol levels comparison of the mean average was followed by Duncan Test.

(4)

To identifjl compound having antihypercholesterolemic activity,

phytochemical tests were conducted using color tests, column chromatography analysis, and thin layer chromatography analysis.

Results of preliminary research showed that treatment with Kayu Gabus bark infbsarium of 4 mUKg BW/day during 14 and 28 days reduced serum total cholesterol level of hypercholesterolemic activity rat by 25,68 % (fiom 185,232 rngldl to 133,154 mg/dl) and 37,23 % (from 185,232 mgldl to 1 1 1,221 mg/dl).

Results of main research showed that substances of Kayu Gabus bark having antihypercholesterolernic activity was found in chloroform and water fractions.

Antihypercholesterolemic activity of water fiaction was higher than that of chloroform fiaction. Treatment dosis with water fiaction was 15,4 mg/Kg BWIday and treatment dosis with chloroform fiaction was 5,6 rng/Kg BWIday. Cholesterol reducing activity of water and chloroform fraction were 61.57 % (fiom 214,954 mgldl to 82,608 mgldi) and 37.0 1 % (from 162,054 mg/dl to 102,063 mg/dl) after 28 days treatment. Antihypercholesterolemic activity of water fraction was higher than that of lopid or pravachol. Reduction in serum total cholesterol was accompanied by reduction in

LDL-

cholesterol and increase in HDL

-

cholesterol levels.

Results of feces cholesterol analysis indicated that feces cholesterol level of rat fed with water fraction was higher than feces cholesterol level fed with standard diet, high cholesterol diet and chloroform fraction and commercial cholesterol reducing drugs. In addition, treatment with water fraction could reduce fatty lever of hypercholesterolemic rat liver tissue.

(5)

Results of determination of antihypercholesterolemic activity indicated reduction in serum total cholesterol level of hypercholesterolernic rat fed by Kayu Gabus water and chloroform fr-actions was not due to inhibition in cholesterol biosynthesis. However, hypercholesterolemic activity of water fi-action by excreted

cholesterol through feces and by inhibition to first step of endogen cholesterol biosynthesis. But further study from mechanism of excreted cholesterol through feses is needed.

Results of identification tests showed that compound in Kayu Gabus bark

having hypercholesterolemic activity in chloroform fiaction was allcatoid and in water fiaction was alkalaid and carbohydrate which suspect clasifL in water soluble poiysacharide. However, fUrther study to determine type and chemical structure of these compounds are needed.

(6)

ANNA PRIANGANI USMAN. Potensi Antihiperkolesterolemia Kulit Batang Kayu Gabus (Alstonia scholaris, RBr.) dibawah bimbingan Aisjah Girindra sebagai ketua, M. Anwar Nur, Norman R Azwar, Aunuddin, dan Soewondo Hadisoebagjo (Alm.) sebagai anggota.

Kayu Gabus (Alstonia scholaris, R.Br.) tumbuh di Indonesia dan telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional dalam bentuk air rebusannya. Aktivitasnya sebagai obat khususnya sebagai antihiperkolesterolemia belum dipelajari secara ilmiah.

Penelitian dilakukan dari tahun 1995 sampai 1999. Penelitian bertujuan untuk (1) mengetahui pengaruh pemberian infusarium, dan fraksi pelarut dari kulit batang Kayu Gabus terhadap kadar kolesterol total serum tikus Wistar jantan yang mengalami hiperkolesterolemia, (2) mempelajari pengaruh pembe~an inksariurn dan fraksi pelarut dari kulit batang Kayu Gabus terhadap profil LDL-kolesterol, HDL-kolesterol, trigliserida, dan gambaran perlemakan hati tikus Wistar jantan, (3) mempelajari pengaruh pemberian fiaksi pelarut dalam dari kulit batang Kayu Gabus pada aktivitas biosintesis kolesterol endogen dan pengeluaran kolesterol melalui feaes tikus Wistar jantan yang mengalami hiperkolesterolernia, dan (4) mengetahui golongan senyawa dalam fraksi pelarut dari kulit batang Kayu Gabus yang memiliki aktivitas antihiperkolesterolemia.

Penelitian ini dibagi dalam beberapa tahapan yaitu tahap persiapan contoh, penelitian pendahuluan, penelitian utama, dan tahap identifikasi golongan senyawa dalam fiaksi pelarut dari kulit batang Kayu Gabus yang berpotensi sebagai

(7)

Sampel dalam penelitian ini adalah air rebusan (infirsariurn) kulit batang Kayu Gabus dan 6-aksi pelarut dari kulit batang Kayu Gabus. Sampel infksariurn dibuat dengan cara merebus kulit batang Kayu Gabus sampai air rebusannya berkurang seteigahnya. Sedangkan ekstrak kulit batang Kayu Gabus diperoleh dengan cara ekstraksi menggunakan berbagai pelarut organik

Penelitian pendahuluan dilakukan untuk mengetahui potensi antihiper- kolesterolemia dari infbsarium kulit batang Kayu Gabus. Penelitian ini dilakukan dengan pemberian infbsarium di atas kepada tikus Wistar jantan yang hiperkolesterolemia, kemudian dilihat pengaruhnya terhadap penurunan kadar kolesterol total serurnnya. Penurunan kadar kolesterol ini dibandingkan dengan kadar kolesterol total serum t h s percobaan yang diberi diet standar. Selain itu dilihat pula pengaruhnya terhadap LDL,

HDL-kolesterol, trigliserida, dan perlemakan hatinya.

Penelitian utama dilakukan dengan pemberian fiaksi pelarut dari kulit batang Kayu Gabus pada tikus hiperkolesterolernia, dan membandingkan penurunan kadar kolesterol total serumnya dengan penurunan kadar kolesterol pada kelompok tikus yang diberi obat penurun kolesterol komersial (pravachol, lopid, dan asam nikotinat), dengan diet standar, dan dengan kelompok diet kolesterol tinggi. Selain itu dilihat pula pengaruhnya terhadap kadar LDL-kolesterol, HDL-kolesterol, trigliserida, kolesterol ekskreta (feses), dan terhadap perlemakan jaringan hatinya, serta terhadap aktivitas biosintesis kolesterol endogen. Untuk mengetahui apakah aktivitas antihiper- kolesterolemia dari sampel melalui hambatan biosintesis kolesterol endogen atau tidak dilakukan percobaan in vitro melalui esei enzim hidroksi metil glutaril-KoA reduktase di dalam fiaksi mikrosom hatinya.

(8)

Analisis data dilakukan dengan Analisa Kovarian. Bila terdapat pengaruh yang nyata dari perlahan terhadap penurunan kadar kolesterol total serum dan terhadap peningkatan kadar kolesterol fesesnya, pembandingan rataan nilai tengah perlakuan ditindaklanjuti dengan uji Duncan.

Untuk identifikasi golongan senyawa yang beraktivitas antihiper-kolesterolemia dilakukan uji-uji fitokimia dengan berbagai uji warn% pemisahan dengan kromatografi

I

kolom, dan dengan kromatografi lapis tipis.

Hasil penelitian pendahuluan menunjukkan bahwa pemberian infirsariurn kulit

batang Kayu Gabus sebanyak 4ml/Kg BB/hari selama 14 dan 28 hari dapat menurunkan kadar kolesterol total serum tikus

Wzstar

jantan hiperkolesterolemia berturut-turut

25,68% (dari 185,232 mgfdl menjadi 133,154 mg/dl) dan 37,23% (dari 185,232 mg/dl menjadi 1 1 1,22 1 mg/dl).

Hasil penelitian utama menunjukkan bahwa potensi antihiperkolesterolemia dari kulit batang Kayu Gabus terdapat dalam &aksi klorofonn dan fiaksi air. Aktivitas

antihiperkolesterolemia fi-aksi air lebih tinggi dari fiaksi klorofonn. Dosis pemberian fraksi air sebanyak 15,4 mg/KgBB/hari dan pemberian fraksi kloroform sebanyak

5,6 mg/KgBB/hari. Aktivitas penurunan kadar kolesterol dari fraksi air dan kloroform pada dosis-dosis tersebut berturut-turut sebesar 61,57% (dari 214,954 @dl menjadi

82,608 mg/dl) dan 37,01% (dari 162,054 mg/dl menjadi 102,063 mgfdl) dengan masa perlakuan 28 hari. Potensi antihiperkolesterolemia dari pemberian fraksi air tersebut selama 28 hari perlakuan lebih tinggi dibandingkan obat penurun kolesterol komersial dengan nama dagang lopid atau pravachol. Penurunan kadar kolesterol total serum

(9)

tersebut diikuti dengan penurunan kadar LDGkolesterol dan peningkatan kadar

HDL-

kolesterol pada kadar nonnalnya.

Hasil analisis kolesterol feses menunjukkan bahwa setelah pemberian perlakuan

28 hari kadar kolesterol feses tikus yang diberi fiaksi air lebih tinggi dari kadar kolesterol feses pada kelompok tikus dengan diet standar, dengan diet kolesterol tinggi clan dari yang diberi fiaksi kloroform serta yang diberi obat-obat penurun kolesterol komersial (pravachol, dan lopid). Kadar kolesterol dalam feses akibat pemberian fiaksi air tersebut, sebanding dengan kolesterol dalam feses akibat pemberian asam nikotinat. Selain itu pemberian fraksi air dapat memulihkan proses perlemakan jaringan hati tikus

Wistar

j antan hiperkolesterolemia.

Hasil penentuan aktivitas antihiperkolesterolemia menunjukkan bahwa penurunan kadar kolesterol total serum tikus hiperkolesterolemia dari fraksi air dan Moroform dalam kulit batang Kayu Gabus tidak melalui hambatan biosintesis kolesterol endogen. Namun

aktivitas antihiperkolesterolemia dari W s i air sesuai dengan aktivitas antihiperkolesterolemia dari asam nikotinat yaitu melalui hambatan enzim pada tahap

awal biosintesis kolesterol endogen dan melalui pengeluaran kolesterol dalam fesesnya.

Namun mekanisme pengeluaran kolesterol dalam feses tersebut bebm dapat ditentukan. Hasil identifikasi golongan senyawa dalam kulit batang Kayu Gabus yang berpotensi antihiperkolesterolemia yang terdapat dalam fiaksi kforoform tergolong senyawa alkaloid. Dan yang terdapat daiam fiaksi air tergolong senyawa alkaloid dan

karbohidrat yang diduga tergolong polisakarida larut air. Namun masih perlu dilakukan analisis lebih lanjut untuk dapat ditentukan jenis maupun struktur kimia dari senyawa- senyawa tersebut.

(10)

POTENSI ANTIHIPERKOLESTEROLEMIA

KULIT

BATANG K A W

GABUS

(AIstonia scholaris, R-Br.)

Oleh :

ANNA PRIANGAIVI USMAN

Disertasi Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh

Gelar Doktor

Pada

Program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor

PROGRAM

PASCASARJANA

INSTITUT PERTANIAN BOGOR

BOGOR

(11)

Judul Disertasi : POTENSI ANTMPERK0LESTEROLEMJ.A KULIT BATANG

KAYU

GABUS (Alstonia scholan's, RBr.)

Nama Mahasiswa : ANNA PRIANGANI USMAN

Nomor Pokok : 93545

Mengetahui

1. Komisi Pembimbing

Prof. Dr. Hj. Aisjah Girindra Ketua

%

Prof. Dr. H. Norman R Azwar Prof Dr. Ir. HM. Anwar Nur, MSc.

Anggota Anggota

/

Dr. Ir. Aunuddin, ~ . S C Anggota

2. Ketua Program Studi

Biologi

(12)

Penulis adalah putri dari H. Usman Achmad (almarhum) dengan Hj. Raisah

Surin (almarhumah), dilahirkan tanggal 10 Oktober 1947 di Garut (Jawa Barat). Pada tanggal 3 Agustus 1973 penulis menikah dengan Ir. Roswiem Ruslan dan d i n i a i satu orang anak yaitu Wharman Roswiem, S.T.

Pendidikan Sekolah Rakyat, Sekolah Menengah Pertama, dan Sekolah Asisten Apoteker (SAA) diselesaikan di Bandung. Penulis lulus dari SAA tahun, 1967, dan

pada tahun yang sama penulis diterirna di Jurusan Kimia FMIPA Institut Teknologi

Bandung. Pada tahun 1974 penulis memperoleh gelar Sarjana Kimia, clan pada tahun 1993 memperoleh gelar Magister Sains dari program studi Biologi, Falkultas Pascasarjana IPB. Pada tahun 1993 penulis melanjutkan program Doktor, dan

memilih program MI Bioteknologi. Sejak tahun 1995 sampai sekarang, penulis pindah program studi ke Program Studi Biologi Sub program Biokimia Pascasarjana

IPB.

Sejak tahun 1974 sampai Desember 1985, penulis bekerja di Bagian Kimia Basic Natural Sciences-Fakultas Kedokteran UNAIR Surabaya Dari tahun 1986

sampai pertengahan tahun 1988 penulis bekerja di Jurusan Kimia FMIPA-USU

Medan, dan sejak pertwhan tahun 1988 sampai selcarang penulis bekerja di Jurusan

(13)

KATA PENGANTAR

Disertasi yang berjudul "Potensi Antihiperkolesterolemia Kulit Batang Kayu Gabus (Alstonia scholaris, R Br.)" ini, disusun dalam rangka memenuhi syarat untuk memperoleh gelar Doktor pada program Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor, Program Studi Biologi, Sub program Biokimia.

Puji syukur penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT, atas berkat dan rahmat- Nya disertasi ini dapat diselesaikan.

Penulis merasa terdorong untuk mengambil judul disertasi tersebut di atas mengingat negara Indonesia kaya akan flora yang dapat dimanfaatkan untuk obat. Selain itu sejak negara Indonesia dilanda krisis moneter, harga-harga obat paten semakin terasa mahal harganya. Kesulitan tersebut mendorong penulis untuk menggali potensi tumbuhan obat Indonesia, khususnya Kayu Gabus (Alstonia scholaris, R.Br.) untuk dilihat potensinya dalarn menurunkan kadar kolesterol tikus percobaan yang mengalami hiperkolesterolemia.

Walaupun banyak hambatan dalam p e l a a ! aan penelitian ini, namun penulis mengucapkan banyak terimakasih dan penghargaan kepada Prof Dr. Hj. Aisjah Girindra, Prof Dr. H. Soewondo Djojosoebagio (almarhum), Prof Dr. Ir. H.M. Anwar Nur, MSc, Prof. Dr. H. Norman R Azwar, dan Dr. Ir. Aunuddin, M.Sc, yang telah memberi bimbingan, pengarahan, pengertian, dan dorongan pada penulis sehingga disertasi ini dapat diselesaikan.

Kepada Rektor Institut Pertanian Bogor, beserta Pirnpinan Program Pascasarjana IPB, Dekan FMPA IPB, dan Ketua Jurusan Kimia FMIPA IPB, penulis

(14)

menyampaikan ucapan terimakasih atas kesempatan yang telah diberikan untuk mengikuti program pendidikan Sj di PPS-IPB. Kepada Direktur Tim Manajemen Program Doktor Depdikbud yang telah memberikan bantuan dana beasiswa disampaikan ucapan terimakasih.

Ucapan terimakasih tidak lupa disarnpaikan kepada Dr. Simson Tarigan, MSc., Dr. Partomuan Simanjuntak, MSc, yang telah membantu pelaksanaan penelitian ini di Laboratorium Patologi Balai Penelitian Veteriner Bogor dan Laboratorium Kimia Bahan Alam Pusat Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi LIP1 Cibinong Bogor. Kepada rekan-rekan staf pengajar di Jurusan Kimia FMIPA IPB, semua pegawai dan laboran di laboratorium Biokimia FMIPA IPB, laboratorium Kimia Analitik FMlPA IPB, Laboratorium Anorganik FMIPA IPB, laboratorium Kimia Terpadu UPT IPB, dan Iaboratorium Kimia Organik FMIPA IPB, yang telah membantu pelaksanaan penelitian ini diucapkan terima kasih.

Kepada yang terhormat Buya H. Usrnan Achmad dan Ibunda Hj. Raisah Usman yang keduanya telah almarhum, atas segala pengorbanan, dorongan dan doa restu semasa hidupnya penulis mengucapkan banyak terimakasih. Kepada suami If. Roswiem Ruslan dan putra kami Wiharman Roswiem, S.T tercinta, yang dengan sabar dan terus menexus memberi pengertian serta dorongan baik moral maupun material kepada penulis, disampaikan ucapan terimakasih.

Kepada rekan sejawat Drs. Rudi Kartika, MS., ananda Alifia Indrasari S.Si, Dadang Jatnika S.Si Wulan, dan Andasril yang telah membantu pelaksanaan penelitian, penulis mengucapkan banyak terima kasih.

(15)

Ucapan terimakasih penulis sampaikan pula pada semua pihak yang tidak mungkin disebut satu persatu yang telah memberikan perhatian, bantuan, tenaga, dan saran kepada penulis sehingga penelitian dan penulisan disertasi ini dapat diselesaikan. Akhirnya, semoga Allah

SWT

memberikan balasan yang setimpal atas

jasa

-

jasanya tersebut. Amin.

Bogor, November 2000

(16)

DAFTAR IS1

Halaman

FUNGKASAN ...,...KAS...KAS...KAS... v

RIWAYAT HIDUP

. . .

.

.

.

.

.

. . .

.

.

. .

. .

. . . .

.

. . , . .

. .. . .

.

.

.

. .

. . .

.

.

. . . .

.

. . .

. . .

. .

. .

. .

. . . .

. . .

.

.

. .

. . .

. . .

ix

KATA PENGANTAK ... .

...

... ... ...ANT.ANT... . . .

.

.

. . .

.

. ...

x

...

DAFTAR IS1 ... xtri DAFTAR TABEL

...

... .

.. . .

... . ... . . . .

. . .

. . .

. . .

.

.

. xv

DAFTAR GAMBAR

.

....

. . . .

.. ...

.

. . .

.

.. . ... .. .. . ..

.

. . .

. .

.

. .

. .

.

.

. .

..

.

. xvi

DAFTAR LAMPIRAN .

.

. .

. .

, . .

.

. ..

.

. .

.

. .

.

. . .

. .

. .

. . .

.

.

. .. ..

. . . .

.

.

. .

.

. .

.

.

. . . .

.

.

. . .

. . .

.

. . .

.

xvii

PENDAHULUAN Latar BeIakang ... ... .. .. .

....

.

.

.. .. . .. ... ..

.

....

.

.

.

.

.

.

.

.

. . . .

.

I Tujuan Peneiitian

.

... .. ...

.

.

.

..-..-..-....

. .

. . .

.

.

4 Hipotesis ... 5 Kegunaan Penelitian

.

. . .

.

, .

. . .

.

.

.

.

. .

.

.

.

.

.

.

. .

.

.

.

. .

. .

. .

. .

.

.

.

. . .

. . . .

.

.

.

.

. .

-

6 TINJAUAN PUSTAKA Tumbuhan Kayu Gabus (Alstonza schoZarzs, R.Br.) . .

.. . .

.

.

.

.

. . .

.

. . .

. . .

. . . . 7

Metabolit Sekunder . . . .

.

. . . .. . .

.. . .

.

-

...

- .. .

. .

.. .

...

.

. . .

.

.

. .

.

.

. . .

.

.

.

.

.

.

. . .

.

.

..

.

9

Ekstraksi, isoiasi, dan identifikasi senyawa bioaktif da1am tumbuhan

.

.

I4 Kolesterol dan metabolismenya . . .. .. . .

.

.

.

. .

. . .

. .

.

. . .

. . . .. . .

.. .

.

. .

. . .

.

. . .

.

.

1 5 Lipoprotein Serum . .

.

. . . . ... . ... ..

..

.. .. .... .,.

.,

...

. .

.

.

.

.

.

. .

.

. . .

.

. .

. . . . 20

Hiperlipoprateinemia dan Hiperkolesteroternia .

.

. . .

. . .

. . .

.

.

.

. . ..

. . .

33

Sistem Enzim Mikrosomal .. . ..

...

..

.

.

. . .

...

.

. .

. .

. . ... ...

..

. . .

.

.

. . . . .

. . . . 44

HistopatoIOgi ... 45

BAHAN

DAN

METODE Tempat dan waktu penelitian .. .

.

. .. .. .. ...

.

....

.

. .. .. ... . ..

.

.. ...

. .

. . . .

.

.

.

.

.

. . . 49

Sahan

dan

peraIatan ... 49

(17)

HASIL DAN PEMBAHASAN

Rendemen Ekstrak KuIit Batang Kayu Gabus

...

65

Hasil Tahap penelitian pendahuluan

...

66

HasiI Tahap penelitian utama

...

68

Pernbahasan Umum Tahap Peneiitian utama

...

88

Hasif identifikasi senyawa antihiperkolesteroIemia

...

93

KESIMPULAN

DAN S A R A N

...

KesimpuIan 97 Saran

...

99

...

DAFTAR PUSTAKA I00

...

(18)

1

.

Tipe-tipe Hiperlipoproteinemia

...

.

.

.

...

33

...

2

.

Rendemen

Ekstrak

Kdit Batang Kayu Gabus

...

.

.

.

65

3 . Dosis Ekstrak Kuiit Batang Kayu Gabus ddam qi Potensi

Antihiperkolesterobmia

...

66 4

.

Kadar Koiestroi Total Serum Tikus SeIama Penefitian Pendahutuan

...

67 5

.

Wasit uji bioesai, a d i s i s histopatologi hati, dm uji aktivitas

...

HMG KoA reduktase 74

(19)

No

.

Judul Gambar H a b a n

I

.

Tumbuhan Kayu Gabus (AIsfonia scholaris. KBr)

...

7

Za. StruIdur Echifamin

...

..,

...

9

...

2b

.

Struktur Atstonin 9 3

.

Skema Hubungan Metabofisme Primer dan Sekunder

...

I I 4

.

J a b Bios*mtesis Utama-Metaboiit Sekunder pada Tanaman

...

I2 5

.

Struktur Koiesteroi

...

.

.

.

.

...

15

6 . Sintesis Asam mevalonat dari Asetii-KoA

...

I7 7

.

Sintesis Skuden

dari

Asam mevalonat

...

18

8

.

Sintesis K o l e s t d dari SkuaIen meiaiui Steroid Jnduk lanosteroi

...

19

9

.

Mobiiitas eiektrofbrefik dari lipoprotein-lipoprotein serum

...

21

...

I0

.

Metabolisme kiromikron 22 .

...

I I Metabofisme VLDL 25 12

.

PengambiIan dan degradasi LDL

...

27

13

.

Metabofisme HDL

... .

.

.

...

31

14

.

Strulrtur KoIestiramin dan Kolestipd

...

.

.

.

...

38

I5

.

Strukrtur Asam nikotinat ...

.

.

.

...

39

16

.

Struktur Ktofibrat dan Gemfibrod

...

39

...

17

.

Stsulrtur Probukoi 40

...

18

.

Struktur M&noIin 41

...

I9

.

Bagaimam obat-obatan menuninkan lipid plasma 43

...

...

20

.

Ekstraksi bertahap Pembuatan Fraksi Atkaioid

.

.

.

52

...

2 1

.

AIur metaboiisme kolesterot

dan

senyawa tipid lainnya 69

...

22 . Grafik kadar koiesteroi dari awai hingga akhir perlakuan 70

...

23 . Pengaturan'sintesis koksterol datam hati oieh diet 78

...

24

.

Pencemaan, absorpsii dan ekskresi koiesterol

.

.

.... 81

25

.

Periemakan hati tikus hiperkolesteroiemia ...mi... 84

26

.

Gambaran per1-n hati tikus percobaan pada hari ke-28 perhkuan

...

85 ... 27

.

Gambaran perlemakm hati tikus percobaan pada hari ke-28 perIaban 86

(20)

DAFTAR LAMPIRAN

No

.

Judui Lampiran Halaman

1

.

Komposisi Diet Standar dan Diet Koiesteroi

T i

untuk

T

i

k

u

s

Percobaan

...

106

2

.

Data Anatisis Proksimat Kulit Batang Kayu Gabus

...

107

3

.

Prosedur Analisis Koiesferoi

Total

Serum

...

108

...

4

.

Prosedur Anafisis HDL-Koiesteroi 109

5

.

Prosedur Analisis LDGKoiesterol

...

.

.

...

I I I

...

6

.

Prosedur Andisis Trigiiserida I16

7

.

h s e d u r Analisis Koiesterol daIam Feses

...

118

8

.

Pen,ganr h Infusarium Kuiit Batang

Kayu

Gabus terhadap Kadar

...

LDL dan HDL-KoiesteroI 119 9

.

Pengaruh Infusarium terhadap Perlemakan Hati Tikus Hipdrobsteroiernia I20

...

I0

.

Prosedur Pembuatan Pereaksi Alkdoid I21

...

I I

.

Rataan Kadar KolesteroI Serum Totd 122

...

I2

.

Penurunan Kadar koiesterol Total Senun s e h a perIalcuan 123

...

...

I3

.

Rasio LDL : HDL koiesteroi serum tikus percobaan .... I24 14

.

Adisis Kovarian Penwun Kadar Koiesteroi

Total Serum

...

pada 14 hari Perlakuan 125 15

.

Anatisis Kovarian Penwun Kadar Koiesteroi

Total

S e m

...

pada 28 hari Pertakuan I26

...

I6

.

Peningkatan Kadar Koiesteroi Feses Setama Perlakuan 127

17

.

Andisis Kovarian Peningkatan Kadar Koiesteroi fees

...

pada I4 hari P e r b n I28

I 8 . Analisis Kovarian Peningkatan Kadar KoiesteroI feses

...

p a d a 2 8 h a i i P e r b n I29 I9

.

W o i d indoi yang terdapat daIm daun dan Kuiit Batang

...

Kayu Gabus (AIsfma schlan's, R Br.) 130

...

Referensi

Dokumen terkait

HUBUNGAN ANTARA STRESOR RENJATAN LISTRIK PADA TIKUS WISTAR DENGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL

Agung, V., 2008, Pengaruh Pemberian Ekstrak Daun Salam ( Eugenia polyantha ) Terhadap Kadar HDL Kolesterol Serum Tikus Jantan Galur Wistar Hiperlipidemia, Artikel Penelitian:

Tujuan penelitian untuk mengetahui efek ekstrak kulit manggis (EBKM) dalam menurunkan kadar kolesterol total tikus Wistar yang di induksi pakan tinggi lemak.. Metode

Pemberian Ekstrak Daun Salam (Eugenia polyantha) terhadap Kadar Kolesterol Total Serum Tikus Jantan Galur

membuktikan bahwa pemberian pakan tinggi kolesterol pada tikus putih dapat menurunkan kadar hormon testosteron serum tikus putih strain Wistar, sedangkan pemberian

Simpulan penelitian ini adalah pemberian propolis menurunkan kadar kolesterol LDL serum pada tikus galur Wistar jantan yang diberi asupan pakan/diet berkadar

Apakah pemberian ekstrak kulit buah naga merah (Hylocereus polyrhizus) dapat menurunkan kadar kolesterol LDL pada tikus jantan galur wistar.. Maksud

& Kanthi, P., 2011, Pengaruh Pemberian Bubuk Kayu Manis (Cinnamomum burmannii) terhadap Kadar Kolesterol HDL pada Tikus Putih Rattus Norvegicus Strain