• Tidak ada hasil yang ditemukan

SILABUS STASE RADIOLOGI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "SILABUS STASE RADIOLOGI"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

SILABUS

STASE RADIOLOGI

2019

PROGRAM STUDI SARJANA FISIOTERAPI DAN PROFESI FISIOTERAPI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS UDAYANA

(2)

PEDOMAN PERKULIAHAN

Abstrak

Radiologi merupakan rangkaian pembelajaran proses asuhan fisioterapi berupa: assessment, diagnose, planning, intervensi, serta evaluasi pada kondisi kasus radiologi. Adapun capaian pembelajaran yang diharapkan yaitu: Menjunjung tunggi nilai kemanusiaan dalam menjalankan tugas berdasarkan agama, moral dan etika; Menghargai keanekaragaman budaya, pandangan, agama, dan kepercayaan serta pendapat atau temuan orisinal orang lain; Menunjukkan sikap bertanggung jawab atas pekerjaan di bidang keahliaanya secara mandiri. (CP Sikap). Menguasai teori aplikasi pada bidang keilmuan fisioterapi dasar (fundasi), ilmu gerak manusia, fisioterapi yang berkaitan dengan kesehatan manusia secara umum yang berkaitan dengan gerak dan fungsi; Menguasai teori aplikasi pelaksanaan asuhan Fisioterapi yang dilakukan secara mandiri atau berkelompok pada bidang keilmuan Radiologi; Menguasai teori

aplikasi konsep dan prinsip Clinical Reasoning dalam pemecahan masalah fisioterapi dan

masyarakat. (CP Pengetahuan). Mampu bekerja di bidang keahlian pokok untuk jenis pekerjaan yang spesifik, dan memiliki kompetensi kerja yang minimal setara dengan standar kompetensi kerja profesinya; Mampu bekerja sama dengan profesi lain yang sebidang dalam menyelesaikan masalah pekerjaan bidang profesinya; Mampu mendokumentasikan, menyimpan, mengaudit, mengamankan, dan menemukan kembali data dan informasi untuk keperluan ngembangan hasil kerja profesinya. (CP Ketrampilan umum). Mampu menerapkan IPTEK laboratorium Biomedik Dasar yang berhubungan dengan masalah gerak dan fungsinya yang diperlukan sebagai dasar pelayanan fisioterapi dan mampu beradaptasi dengan sumberdaya yang tersedia; Mampu menerapkan IPTEK komunikasi, psikososial yang berhubungan dengan masalah gerak dan fungsinya yang diperlukan sebagai dasar pelayanan fisioterapi dan mampu beradaptasi dengan sumber daya yang tersedia; Mampu menerapkan pendokumentasian, dan informasi layanan fisioterapi sebagai dasar rujukan bagi fisioterapis (Ftr) dalam menetapkan tindakan Fisioterapi lanjutan/rujukan. (CP Ketrampilan khusus)

Tujuan

Mata kuliah ini diberikan pada mahasiswa untuk dapat melakukan assessment

menegakkan diagnosa fisioterapi secara ICF, menetapkan planning, melakukan

intervensi,melakukan evaluasi terkait patologi kasus radiologi, serta melakukan rujukan ke profesi lainnya apabila dibutuhkan terapi/pemeriksaan diagnose penunjang terkait patologi Interpretasi radiologi diagnostic pada sistem kardiopulmunal, interpretasi radiologi pada sistem muskuloskeletal, dan interpretasi radiologi diagnostic pada sistem neurologi: Asma Bronkial, Bronkitis, Bronkiektasis, Pneumonia, Bronkopneumonia, TBC Paru, Pneumothorax, Efusi Pleura Massif, Hematothorax, Emfisema Paru, Atelektasis, Edema paru, Abses Paru, Cardiomegaly, Fraktur, Arthritis, Osteoarthritis, Osteomyelitis, Dislokasi Sendi, Trauma Jaringan Lunak, Hernia Nucleus Pulposes (HNP), Spondylosis, Spondylolistesus, Scoliosis, Osteoporosis, Stroke, Hydrocephalus, Hematoma intracerebral, Hematoma subarachnoid, Hematoma epidural, subdural.

(3)

SILABUS BERBASIS KOMPETENSI

I. IDENTITAS MATA KULIAH

Jurusan/Program Studi : Profesi Fisioterapi

Mata Kuliah : Radiologi

Kode : PFT1009

SKS : 2 SKS

Semester : I

Prasyarat : -

II. STANDAR KOMPETENSI

Memberikan pengetahuan dan pemahaman mengenai proses asuhan fisioterapi pada kasus radiologi.

No Kompetensi Dasar Indikator Pencapaian Materi Pokok/ Rincian Materi

1. Mahasiswa dapat

melakukan assessment, menetapkan diagnose fisioterapi secara ICF, menetapkan planning, melakukan intervensi,

serta evaluasi dan

rujukan ke profesi terkait apabila dibutuhkan dalam tatalaksana interpretasi radiologi diagnostic pada sistem kardiopulmonal (asma bronkial, bronkitis, bronkiektasis, pneumonia, bronkopneumonia, tbc paru, pneumothorax,

efusi pleura massif, hematothorax,

emfisema paru,

atelektasis, edema

paru, abses paru,

cardiomegaly)

- Melakukan assessment terkait

patologi interpretasi radiologi

diagnostic pada sistem

kardiopulmonal (asma bronkial,

bronkitis, bronkiektasis, pneumonia,

bronkopneumonia, tbc paru,

pneumothorax, efusi pleura massif,

hematothorax, emfisema paru,

atelektasis, edema paru, abses paru, cardiomegaly)

- Melakukan diagnosa fisioterapi

secara ICF terkait patologi

interpretasi radiologi diagnostic pada

sistem kardiopulmonal (asma

bronkial, bronkitis, bronkiektasis, pneumonia, bronkopneumonia, tbc paru, pneumothorax, efusi pleura

massif, hematothorax, emfisema

paru, atelektasis, edema paru, abses paru, cardiomegaly)

- Menetapkan planning terkait

patologi interpretasi radiologi

diagnostic pada sistem

kardiopulmonal (asma bronkial,

bronkitis, bronkiektasis, pneumonia,

bronkopneumonia, tbc paru,

pneumothorax, efusi pleura massif,

hematothorax, emfisema paru,

Proses asuhan fisioterapi

pada asma bronkial,

bronkitis, bronkiektasis,

pneumonia,

bronkopneumonia, tbc

paru, pneumothorax, efusi

pleura massif,

hematothorax, emfisema paru, atelektasis, edema

paru, abses paru,

(4)

atelektasis, edema paru, abses paru, cardiomegaly)

- Melakukan intervensi terkait

patologi interpretasi radiologi

diagnostic pada sistem

kardiopulmonal (asma bronkial,

bronkitis, bronkiektasis, pneumonia,

bronkopneumonia, tbc paru,

pneumothorax, efusi pleura massif,

hematothorax, emfisema paru,

atelektasis, edema paru, abses paru, cardiomegaly)

- Melakukan evaluasi terkait

patologi interpretasi radiologi

diagnostic pada sistem

kardiopulmonal (asma bronkial,

bronkitis, bronkiektasis, pneumonia,

bronkopneumonia, tbc paru,

pneumothorax, efusi pleura massif,

hematothorax, emfisema paru,

atelektasis, edema paru, abses paru, cardiomegaly)

- Melakukan evaluasi terkait

patologi interpretasi radiologi

diagnostic pada sistem

kardiopulmonal (asma bronkial,

bronkitis, bronkiektasis, pneumonia,

bronkopneumonia, tbc paru,

pneumothorax, efusi pleura massif,

hematothorax, emfisema paru,

atelektasis, edema paru, abses paru, cardiomegaly)

- Melakukan rujukan ke profesi

lainnya apabila dibutuhkan

terapi/pemeriksaan diagnose

penunjang terkait patologi

interpretasi radiologi diagnostic pada

sistem kardiopulmonal (asma

bronkial, bronkitis, bronkiektasis, pneumonia, bronkopneumonia, tbc paru, pneumothorax, efusi pleura

massif, hematothorax, emfisema

paru, atelektasis, edema paru, abses paru, cardiomegaly)

(5)

melakukan assessment, menetapkan diagnose fisioterapi secara ICF, menetapkan planning, melakukan intervensi,

serta evaluasi dan

rujukan ke profesi

terkait apabila

dibutuhkan dalam

tatalaksana patologi

interpretasi radiologi

diagnostic pada sistem muskuloskeletal

(fraktur, arthritis,

osteoarthritis,

osteomyelitis, dislokasi sendi, trauma jaringan lunak, hernia nucleus

pulposes (hnp),

spondylosis, spondylolistesus, scoliosis, osteoporosis)

patologi interpretasi radiologi

diagnostic pada sistem

muskuloskeletal (fraktur, arthritis,

osteoarthritis, osteomyelitis,

dislokasi sendi, trauma jaringan lunak, hernia nucleus pulposes (hnp), spondylosis, spondylolistesus, scoliosis, osteoporosis)

- Melakukan diagnosa fisioterapi

secara ICF terkait interpretasi

radiologi diagnostic pada sistem muskuloskeletal (fraktur, arthritis,

osteoarthritis, osteomyelitis,

dislokasi sendi, trauma jaringan lunak, hernia nucleus pulposes (hnp), spondylosis, spondylolistesus, scoliosis, osteoporosis)

- Menetapkan planning terkait

patologi interpretasi radiologi

diagnostic pada sistem

muskuloskeletal (fraktur, arthritis,

osteoarthritis, osteomyelitis,

dislokasi sendi, trauma jaringan lunak, hernia nucleus pulposes (hnp), spondylosis, spondylolistesus, scoliosis, osteoporosis)

- Melakukan intervensi terkait

patologi interpretasi radiologi

diagnostic pada sistem

muskuloskeletal (fraktur, arthritis,

osteoarthritis, osteomyelitis,

dislokasi sendi, trauma jaringan lunak, hernia nucleus pulposes (hnp), spondylosis, spondylolistesus, scoliosis, osteoporosis)

- Melakukan evaluasi terkait

patologi interpretasi radiologi

diagnostic pada sistem

muskuloskeletal (fraktur, arthritis,

osteoarthritis, osteomyelitis,

dislokasi sendi, trauma jaringan lunak, hernia nucleus pulposes (hnp), spondylosis, spondylolistesus, scoliosis, osteoporosis)

- Melakukan rujukan ke profesi

pada fraktur, arthritis,

osteoarthritis,

osteomyelitis, dislokasi

sendi, trauma jaringan

lunak, hernia nucleus

pulposes (hnp),

spondylosis, spondylolistesus, scoliosis, osteoporosis

(6)

lainnya apabila dibutuhkan

terapi/pemeriksaan diagnose

penunjang terkait patologi

interpretasi radiologi diagnostic pada

sistem muskuloskeletal (fraktur,

arthritis, osteoarthritis,

osteomyelitis, dislokasi sendi,

trauma jaringan lunak, hernia

nucleus pulposes (hnp), spondylosis,

spondylolistesus, scoliosis, osteoporosis) 3 Mahasiswa dapat melakukan assessment, menetapkan diagnose fisioterapi secara ICF, menetapkan planning, melakukan intervensi,

serta evaluasi dan

rujukan ke profesi

terkait apabila

dibutuhkan dalam

tatalaksana patologi

interpretasi radiologi

diagnostic pada sistem

neurologi (stroke, hydrocephalus, hematoma intracerebral, hematoma subarachnoid, hematoma epidural, subdural.)

- Melakukan assessment terkait

patologi interpretasi radiologi

diagnostic pada sistem neurologi (stroke, hydrocephalus, hematoma

intracerebral, hematoma

subarachnoid, hematoma epidural, subdural.)

- Melakukan diagnosa fisioterapi

secara ICF terkait patologi

interpretasi radiologi diagnostic pada

sistem neurologi (stroke,

hydrocephalus, hematoma

intracerebral, hematoma

subarachnoid, hematoma epidural, subdural.)

- Menetapkan planning terkait

patologi interpretasi radiologi

diagnostic pada sistem neurologi (stroke, hydrocephalus, hematoma

intracerebral, hematoma

subarachnoid, hematoma epidural, subdural.))

- Melakukan intervensi terkait

patologi interpretasi radiologi

diagnostic pada sistem neurologi (stroke, hydrocephalus, hematoma

intracerebral, hematoma

subarachnoid, hematoma epidural, subdural.)

- Melakukan evaluasi terkait

patologi interpretasi radiologi

diagnostic pada sistem neurologi (stroke, hydrocephalus, hematoma

intracerebral, hematoma

Proses asuhan fisioterapi

pada stroke,

hydrocephalus, hematoma

intracerebral, hematoma

subarachnoid, hematoma epidural, subdural

(7)

subarachnoid, hematoma epidural, subdural.)

- Melakukan rujukan ke profesi

lainnya apabila dibutuhkan

terapi/pemeriksaan diagnose

penunjang terkait patologi

interpretasi radiologi diagnostic pada

sistem neurologi (stroke,

hydrocephalus, hematoma

intracerebral, hematoma

subarachnoid, hematoma epidural, subdural.)

(8)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Mata Kuliah : Radiologi

Kode/SKS : PFT1009 / 2 SKS

Semester : I

Minggu ke : 1

Materi Pokok : Mahasiswa dapat melakukan assessment, menetapkan

diagnose fisioterapi secara ICF, menetapkan planning, melakukan intervensi, serta evaluasi dan rujukan ke profesi terkait apabila dibutuhkan dalam tatalaksana patologi

interpretasi radiologi diagnostic pada sistem

kardiopulmonal

Sub Pokok Bahasan : Mahasiswa dapat melakukan assessment, menetapkan

diagnose fisioterapi secara ICF, menetapkan planning, melakukan intervensi, serta evaluasi dan rujukan ke profesi terkait apabila dibutuhkan dalam tatalaksana asma bronkial, bronkitis, bronkiektasis, pneumonia, bronkopneumonia, tbc paru, pneumothorax, efusi pleura massif, hematothorax, emfisema paru, atelektasis, edema paru, abses paru, cardiomegaly

Waktu Pertemuan : 3 x 50 menit

Dosen Pengajar : Dr. Nila Wahyuni, M.Fis

KOMPETENSI DAN MODEL PEMBELAJARAN

A. KOMPETENSI

Mahasiswa dapat melakukan assessment, menetapkan diagnose fisioterapi secara ICF, menetapkan planning, melakukan intervensi, serta evaluasi dan rujukan ke profesi terkait apabila dibutuhkan dalam tatalaksana patologi interpretasi radiologi diagnostic pada sistem kardiopulmonal (asma bronkial, bronkitis, bronkiektasis, pneumonia, bronkopneumonia, tbc paru, pneumothorax, efusi pleura massif, hematothorax, emfisema paru, atelektasis, edema paru, abses paru, cardiomegaly)

B. INDIKATOR

1. Melakukan assessment terkait patologi interpretasi radiologi diagnostic pada sistem

kardiopulmonal (asma bronkial, bronkitis, bronkiektasis, pneumonia, bronkopneumonia, tbc paru, pneumothorax, efusi pleura massif, hematothorax, emfisema paru, atelektasis, edema paru, abses paru, cardiomegaly)

2. Melakukan diagnosa fisioterapi secara ICF terkait patologi interpretasi radiologi

(9)

pneumonia, bronkopneumonia, tbc paru, pneumothorax, efusi pleura massif, hematothorax, emfisema paru, atelektasis, edema paru, abses paru, cardiomegaly)

3. Menetapkan planning terkait patologi interpretasi radiologi diagnostic pada sistem

kardiopulmonal (asma bronkial, bronkitis, bronkiektasis, pneumonia, bronkopneumonia, tbc paru, pneumothorax, efusi pleura massif, hematothorax, emfisema paru, atelektasis, edema paru, abses paru, cardiomegaly)

4. Melakukan intervensi terkait patologi interpretasi radiologi diagnostic pada sistem

kardiopulmonal (asma bronkial, bronkitis, bronkiektasis, pneumonia, bronkopneumonia, tbc paru, pneumothorax, efusi pleura massif, hematothorax, emfisema paru, atelektasis, edema paru, abses paru, cardiomegaly)

5. Melakukan evaluasi terkait patologi interpretasi radiologi diagnostic pada sistem

kardiopulmonal (asma bronkial, bronkitis, bronkiektasis, pneumonia, bronkopneumonia, tbc paru, pneumothorax, efusi pleura massif, hematothorax, emfisema paru, atelektasis, edema paru, abses paru, cardiomegaly)

6. Melakukan rujukan ke profesi lainnya apabila dibutuhkan terapi/pemeriksaan diagnose

penunjang terkait patologi interpretasi radiologi diagnostic pada sistem kardiopulmonal (asma bronkial, bronkitis, bronkiektasis, pneumonia, bronkopneumonia, tbc paru, pneumothorax, efusi pleura massif, hematothorax, emfisema paru, atelektasis, edema paru, abses paru, cardiomegaly)

C. MODEL PEMBELAJARAN

Metode Pembelajaran :

- Bed side teaching

- Tugas lapangan

D. MEDIA, ALAT DAN BAHAN PEMBELAJARAN

1. White Board

2. Board Marker

3. Laptop

4. Multi Media Projector/LCD

E. SKENARIO KEGIATAN PEMBELAJARAN

Tahapan Kegiatan Dosen Kegiatan Mahasiswa Penilaian

Pembukaan Materi tentang assessment,

menetapkan diagnose fisioterapi secara ICF, menetapkan planning,

melakukan intervensi, serta

evaluasi dan rujukan ke profesi terkait apabila dibutuhkan dalam tatalaksana interpretasi radiologi

diagnostic pada sistem

kardiopulmonal (asma bronkial,

Mendengarkan, mencatat

Soft skill

(10)

bronkitis, bronkiektasis, pneumonia, bronkopneumonia, tbc paru, pneumothorax, efusi pleura massif, hematothorax, emfisema paru, atelektasis, edema paru, abses paru, cardiomegaly)

Penyajian Bed side teaching Mendengarkan,

melihat, mencatat dan bertanya jika tidak jelas

Soft skill

mahasiswa

Penutup Merangkum uraian dalam bentuk

tugas lapangan. Mendengarkan dan mencatat Tugas lapangan dan morning report. Sumber Belajar :

1. Adam, Andy. 2008. Diagnostic Radiology. Philadelphia: ELSEVIER CHURCHILL

(11)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Mata Kuliah : Radiologi

Kode/SKS : PFT1009 / 2 SKS

Semester : I

Minggu ke : 2

Materi Pokok : Mahasiswa dapat melakukan assessment, menetapkan

diagnose fisioterapi secara ICF, menetapkan planning, melakukan intervensi, serta evaluasi dan rujukan ke profesi terkait apabila dibutuhkan dalam tatalaksana patologi

interpretasi radiologi diagnostic pada sistem

muskuloskeletal

Sub Pokok Bahasan : Mahasiswa dapat melakukan assessment, menetapkan

diagnose fisioterapi secara ICF, menetapkan planning, melakukan intervensi, serta evaluasi dan rujukan ke profesi terkait apabila dibutuhkan dalam tatalaksana fraktur, arthritis, osteoarthritis, osteomyelitis, dislokasi sendi, trauma jaringan lunak, hernia nucleus pulposes (hnp), spondylosis, spondylolistesus, scoliosis, osteoporosis

Waktu Pertemuan : 3 x 50 menit

Dosen Pengajar : Dr. Nila Wahyuni, M.Fis

KOMPETENSI DAN MODEL PEMBELAJARAN

A. KOMPETENSI

Mahasiswa dapat melakukan assessment, menetapkan diagnose fisioterapi secara ICF, menetapkan planning, melakukan intervensi, serta evaluasi dan rujukan ke profesi terkait apabila dibutuhkan dalam tatalaksana patologi interpretasi radiologi diagnostic pada sistem muskuloskeletal (fraktur, arthritis, osteoarthritis, osteomyelitis, dislokasi sendi, trauma jaringan lunak, hernia nucleus pulposes (hnp), spondylosis, spondylolistesus, scoliosis, osteoporosis)

B. INDIKATOR

1. Melakukan assessment terkait patologi interpretasi radiologi diagnostic pada sistem

muskuloskeletal (fraktur, arthritis, osteoarthritis, osteomyelitis, dislokasi sendi, trauma jaringan lunak, hernia nucleus pulposes (hnp), spondylosis, spondylolistesus, scoliosis, osteoporosis)

2. Melakukan diagnosa fisioterapi secara ICF terkait interpretasi radiologi diagnostic pada

(12)

trauma jaringan lunak, hernia nucleus pulposes (hnp), spondylosis, spondylolistesus, scoliosis, osteoporosis)

3. Menetapkan planning terkait patologi interpretasi radiologi diagnostic pada sistem

muskuloskeletal (fraktur, arthritis, osteoarthritis, osteomyelitis, dislokasi sendi, trauma jaringan lunak, hernia nucleus pulposes (hnp), spondylosis, spondylolistesus, scoliosis, osteoporosis)

4. Melakukan intervensi terkait patologi interpretasi radiologi diagnostic pada sistem

muskuloskeletal (fraktur, arthritis, osteoarthritis, osteomyelitis, dislokasi sendi, trauma jaringan lunak, hernia nucleus pulposes (hnp), spondylosis, spondylolistesus, scoliosis, osteoporosis)

5. Melakukan evaluasi terkait patologi interpretasi radiologi diagnostic pada sistem

muskuloskeletal (fraktur, arthritis, osteoarthritis, osteomyelitis, dislokasi sendi, trauma jaringan lunak, hernia nucleus pulposes (hnp), spondylosis, spondylolistesus, scoliosis, osteoporosis)

6. Melakukan rujukan ke profesi lainnya apabila dibutuhkan terapi/pemeriksaan diagnose

penunjang terkait patologi interpretasi radiologi diagnostic pada sistem muskuloskeletal (fraktur, arthritis, osteoarthritis, osteomyelitis, dislokasi sendi, trauma jaringan lunak, hernia nucleus pulposes (hnp), spondylosis, spondylolistesus, scoliosis, osteoporosis)

C. MODEL PEMBELAJARAN

Metode Pembelajaran :

- Bed side teaching

- Tugas lapangan

D. MEDIA, ALAT DAN BAHAN PEMBELAJARAN

1. White Board

2. Board Marker

3. Laptop

4. Multi Media Projector/LCD

E. SKENARIO KEGIATAN PEMBELAJARAN

Tahapan Kegiatan Dosen Kegiatan Mahasiswa Penilaian

Pembukaan Materi tentang assessment,

menetapkan diagnose fisioterapi secara ICF, menetapkan planning,

melakukan intervensi, serta

evaluasi dan rujukan ke profesi terkait apabila dibutuhkan dalam tatalaksana interpretasi radiologi

diagnostic pada sistem

muskuloskeletal (fraktur, arthritis,

osteoarthritis, osteomyelitis,

Mendengarkan, mencatat

Soft skill

(13)

dislokasi sendi, trauma jaringan lunak, hernia nucleus pulposes

(hnp), spondylosis,

spondylolistesus, scoliosis,

osteoporosis)

Penyajian Bed side teaching Mendengarkan,

melihat, mencatat dan bertanya jika tidak jelas

Soft skill

mahasiswa

Penutup Merangkum uraian dalam bentuk

tugas lapangan. Mendengarkan dan mencatat Tugas lapangan dan morning report. Sumber Belajar :

1. Adam, Andy. 2008. Diagnostic Radiology. Philadelphia: ELSEVIER

(14)

SATUAN ACARA PERKULIAHAN

Mata Kuliah : Radiologi

Kode/SKS : PFT1009 / 2 SKS

Semester : I

Minggu ke : 3

Materi Pokok : Mahasiswa dapat melakukan assessment, menetapkan

diagnose fisioterapi secara ICF, menetapkan planning, melakukan intervensi, serta evaluasi dan rujukan ke profesi terkait apabila dibutuhkan dalam tatalaksana patologi interpretasi radiologi diagnostic pada sistem neurologi.

Sub Pokok Bahasan : Mahasiswa dapat melakukan assessment, menetapkan

diagnose fisioterapi secara ICF, menetapkan planning, melakukan intervensi, serta evaluasi dan rujukan ke profesi terkait apabila dibutuhkan dalam tatalaksana stroke,

hydrocephalus, hematoma intracerebral, hematoma

subarachnoid, hematoma epidural, subdural

Waktu Pertemuan : 3 x 50 menit

Dosen Pengajar : Dr. Nila Wahyuni, M.Fis

KOMPETENSI DAN MODEL PEMBELAJARAN

A. KOMPETENSI

Mahasiswa dapat melakukan assessment, menetapkan diagnose fisioterapi secara ICF, menetapkan planning, melakukan intervensi, serta evaluasi dan rujukan ke profesi terkait apabila dibutuhkan dalam tatalaksana patologi interpretasi radiologi diagnostic pada sistem neurologi (stroke, hydrocephalus, hematoma intracerebral, hematoma subarachnoid, hematoma epidural, subdural.)

B. INDIKATOR

1. Melakukan assessment terkait patologi interpretasi radiologi diagnostic pada sistem

neurologi (stroke, hydrocephalus, hematoma intracerebral, hematoma subarachnoid, hematoma epidural, subdural.)

2. Melakukan diagnosa fisioterapi secara ICF terkait patologi interpretasi radiologi

diagnostic pada sistem neurologi (stroke, hydrocephalus, hematoma intracerebral, hematoma subarachnoid, hematoma epidural, subdural.)

3. Menetapkan planning terkait patologi interpretasi radiologi diagnostic pada sistem

neurologi (stroke, hydrocephalus, hematoma intracerebral, hematoma subarachnoid, hematoma epidural, subdural.)

(15)

4. Melakukan intervensi terkait patologi interpretasi radiologi diagnostic pada sistem neurologi (stroke, hydrocephalus, hematoma intracerebral, hematoma subarachnoid, hematoma epidural, subdural.)

5. Melakukan evaluasi terkait patologi interpretasi radiologi diagnostic pada sistem

neurologi (stroke, hydrocephalus, hematoma intracerebral, hematoma subarachnoid, hematoma epidural, subdural.)

6. Melakukan rujukan ke profesi lainnya apabila dibutuhkan terapi/pemeriksaan diagnose

penunjang terkait patologi interpretasi radiologi diagnostic pada sistem neurologi (stroke, hydrocephalus, hematoma intracerebral, hematoma subarachnoid, hematoma epidural, subdural.)

C. MODEL PEMBELAJARAN

Metode Pembelajaran :

- Bed side teaching

- Tugas lapangan

D. MEDIA, ALAT DAN BAHAN PEMBELAJARAN

1. White Board 2. Board Marker 3. Laptop

4. Multi Media Projector/LCD

E. SKENARIO KEGIATAN PEMBELAJARAN

Tahapan Kegiatan Dosen Kegiatan Mahasiswa Penilaian

Pembukaan Materi tentang assessment,

menetapkan diagnose fisioterapi secara ICF, menetapkan planning,

melakukan intervensi, serta

evaluasi dan rujukan ke profesi terkait apabila dibutuhkan dalam tatalaksana patologi interpretasi radiologi diagnostic pada sistem neurologi (stroke, hydrocephalus, hematoma intracerebral, hematoma subarachnoid, hematoma epidural, subdural.)

Mendengarkan, mencatat

Soft skill

mahasiswa

Penyajian Bed side teaching Mendengarkan,

melihat, mencatat

Soft skill

(16)

dan bertanya jika tidak jelas

Penutup Merangkum uraian dalam bentuk

tugas lapangan. Mendengarkan dan mencatat Tugas lapangan dan morning report. Sumber Belajar :

1. Adam, Andy. 2008. Diagnostic Radiology. Philadelphia: ELSEVIER

(17)

KONTRAK PERKULIAHAN

Nama Mata Kuliah : Radiologi

Kode Mata Kuliah : PFT1009

Pengajar : Dr. Nila Wahyuni, M.Fis

Semester : 1

Hari pertemuan/Jam :

Tempat Pertemuan : RSUP Sanglah Denpasar

1. Manfaat Mata Kuliah

Mata kuliah ini diberikan pada mahasiswa untuk dapat melakukan assessment

menegakkan diagnosa fisioterapi secara ICF, menetapkan planning, melakukan

intervensi,melakukan evaluasi terkait patologi radiologi, serta melakukan rujukan ke profesi lainnya apabila dibutuhkan terapi/pemeriksaan diagnose penunjang terkait patologi Interpretasi radiologi diagnostic pada sistem kardiopulmunal, interpretasi radiologi pada sistem muskuloskeletal, dan interpretasi radiologi diagnostic pada sistem neurologi.

2. Deskripsi Perkuliahan

Mata kuliah ini membahas tentang diantaranya :

1. Asma Bronkial 2. Bronkitis 3. Bronkiektasis 4. Pneumonia 5. Bronkopneumonia 6. TBC Paru 7. Pneumothorax

8. Efusi Pleura Massif

9. Hematothorax

10.Emfisema Paru

11.Atelektasis, Edema paru

12.Abses Paru 13.Cardiomegaly 14.Fraktur 15.Arthritis 16.Osteoarthritis 17.Osteomyelitis 18.Dislokasi Sendi

(18)

19.Trauma Jaringan Lunak

20.Hernia Nucleus Pulposes (HNP)

21.Spondylosis 22.Spondylolistesus 23.Scoliosis 24.Osteoporosis 25.Stroke 26.Hydrocephalus 27.Hematoma intracerebral 28.Hematoma subarachnoid

29.Hematoma epidural, subdural

3. Tujuan Instruksional

Setelah menyelesaikan mata kuliah ini (pada akhir semester), mahasiswa mampu melakukan assessment menegakkan diagnosa fisioterapi secara ICF, menetapkan planning, melakukan intervensi,melakukan evaluasi terkait patologi Interpretasi radiologi diagnostic pada sistem kardiopulmunal, interpretasi radiologi pada sistem muskuloskeletal, dan interpretasi radiologi diagnostic pada sistem neurologi, serta melakukan rujukan ke profesi lainnya apabila dibutuhkan terapi/pemeriksaan diagnose penunjang terkait patologi Interpretasi radiologi diagnostic pada sistem kardiopulmunal, interpretasi radiologi pada sistem muskuloskeletal, dan interpretasi radiologi diagnostic pada sistem neurologi.

4. Organisasi Materi

Organisasi materi dapat dilihat pada jadwal perkuliahan.

5. Strategi Perkuliahan

Perkuliahan berupa kuliah tutorial morning report, bed side teaching, dan penugasan lapangan. Selain itu, mahasiswa akan dievaluasi melalui presentasi kasus, presentasi jurnal, dan ujian bagian.

6. Materi/Bacaan Perkuliahan

Buku/bacaan pokok dalam perkuliahan ini adalah:

1. Adam, Andy. 2008. Diagnostic Radiology. Philadelphia: ELSEVIER

CHURCHILL LIVINGSTONE. pp. 768

7. Tugas

Dalam perkuliahan, diberikan beberapa tugas sebagai berikut: 1. Morning Report (MR)

a. MR di lakukan bersama CE dengan sistem SGD

b. Topik MR dapat ditentukan kemudian oleh CE dan/atau Mahasiswa c. Jumlah minimal pelaksanaan MR berbeda di setiap stase

d. Mahasiswa wajib menyiapkan FORM PENILAIAN MORNING REPORT (perkelompok) di setiap pelaksanaan MR (form code : 1.FTR.MR)

(19)

e. Form Penilaian MR yang telah diisi nilai tetap dibawa oleh CE

f. Mahasiswa berhak dan wajib mengingatkan CE untuk mengumpulkan Nilai MR kepada Preseptor disetiap akhir praktik di tempat terkait

2. Tugas Lapangan (TL)

a. TL di lakukan setiap hari praktik dengan arahan atau pengawasan dari CE

b. Mahasiswa akan diberikan tanggung jawab untuk mengawasi beberapa pasien atas petunjuk CE

c. Mahasiswa wajib mencatat perkembangan pasien yg menjadi tanggung jawabnya dalam FORM TUGAS LAPANGAN tiap hari / kali (form code : 1.FTR.TL) dan melengkapi laporan pembelajaran TL yang ada pada buku log

d. Mahasiswa wajib melakukan diskusi dengan CE berkaitan dengan perkembangan pasien

e. Di minggu akhir di tempat terkait, Mahasiswa wajib mengumpulkan FORM TL dilengkapi dengan FORM PENILAIAN TUGAS LAPANGAN (perorang) untuk dilakukan penilaian oleh CE (form code : 2.FTR.TL )

f. Form TL yang telah dinilai oleh CE daoat diminta kembali untuk berikutnya dikumpulkan ke Kordik Profesi Fisioterapi FK Unud

g. Mahasiswa wajib mengingatkan CE untuk mengumpulkan Nilai TL kepada Preseptor disetiap akhir praktik di tempat terkait

3. Presentasi Kasus (Presus)

a. Jumlah presentasi kasus berbeda di setiap stase

b. Mahasiswa wajib melakukan minimal 4 kali bimbingan dengan CE dan/atau Preseptor terkait kasus yang akan dipresentasikan dan mencatatnya dalam form bimbingan pada buku log

c. Jadwal presentasi ditentukan berdasarkan kesepakatan antara Mahasiswa dengan CE dan/atau Preseptor

d. Mahasiswa wajib mengisi FORM STATUS KLINIS untuk kasus yang akan di presentasikan (form code : 1.FTR.STAKIS)

e. Mahasiswa wajib membuat PPT untuk sarana presentasi (format disesuaikan dgn isi STAKIS)

f. Mahasiswa wajib mengirimkan/upload tugas Status Klinis (WORD dan PPT) beserta Jurnal Pendukung (PDF) melalui Google Classroom Profesi Fisioterapi batch 3 2018 (max H-3 ujian)

g. Mahasiswa masing-masing wajib menyiapkan 2 (Dua) FORM PENILAIAN PRESUS (perorang) untuk CE dan Preseptor (form code : 2.FTR.PRESUS) h. Nilai Presus akan langsung dibawa oleh Preseptor/CE

4. Presentasi Jurnal (Presjur)

a. Jumlah presentasi jurnal berbeda di setiap stase

b. Pemilihan jurnal dapat ditentukan oleh Mahasiswa/CE c. Mahasiswa dapat mereview 1 atau lebih jurnal

d. Mahasiswa wajib melakukan minimal 4 kali bimbingan dengan CE dan/atau Preseptor terkait jurnal yang akan dipresentasikan dan mencatatnya dalam form bimbingan pada buku log

(20)

e. Jadwal presentasi ditentukan berdasarkan kesepakatan antara Mahasiswa dengan CE dan/atau Preseptor

f. Mahasiswa wajib mereview jurnal sesuai FORM REVJUR (form code : 1.FTR.REVJUR

g. Mahasiswa wajib mengumpulkan hardcopy JURNAL ASLI , HASIL REVIEW, FORM PENILAIAN REVJUR (perorang) (form code : 2.FTR.REVJUR) ke CE (max H-3)

i. Mahasiswa wajib mengirimkan Hasil Review (WORD) dan Jurnal Asli (PDF) melalui Google Classroom Profesi Fisioterapi batch 3 2018 (max H-3 ujian)

h. CE akan memilih 1 jurnal terbaik untuk di presentasikan perkelompok

i. Mahasiswa wajib menyiapkan 2 (Dua)/ 3 (Tiga) FORM PENILAIAN PREJUR (perkelompok) untuk CE dan Preseptor (form code : 2.FTR.PRESJUR)

j. Nilai Presus akan langsung dibawa oleh Preseptor/CE 5. Kuliah Kepakaran

a. Kuliah kepakaran bersifat isidental

b. Kuliah kepakaran dapat dilakukan apabila terdapat kasus baru atau kasus sulit dan lain lain

c. Mahasiswa wajib berdiskusi secara aktif dengan CE terkait kasus atau permasalahan yang akan diangkat pada kuliah kepakaran

d. Jadwal kuliah kepakaran ditentukan oleh Kordik Profesi Fisioterapi FK Unud e. Kuliah kepakaran diberikan oleh dr. spesialis atau bidang ilmu lain

f. Mahasiswa wajib menyiapkan ABSENSI KULIAH KEPAKAKARAN (form code : 1.FTR.ABS.KK)

6. Ujian Bagian

a. Jumlah pelaksanaan Ujian Bagian berbeda di setiap stase b. Jadwal Ujian Bagian ditentukan CE dan/atau Preseptor

c. Preseptor akan meminta CE untuk memilihkan kasus yang akan di Ujikan kepada Mahasiswa

d. Penilaian Ujian Bagian akan dilakukan oleh CE dan Preseptor

e. Mahasiswa masing-masing wajib menyiapkan 2 (Dua) FORM PENILAIAN UJIAN BAGIAN (perorang) untuk CE dan Preseptor (form code : 2.FTR.UB)

f. Apabila pada Mahasiswa tidak lulus U1 di tempat terkait, maka Mahasiswa berhak mengajukan U2 kepada CE di tempat terkait dengan persetujuan Preseptor

8. Kriteria Penilaian

Penilaian akan dilakukan oleh pengajar dengan menggunakan kriteria sebagai berikut:

Nilai Angka Huruf Mutu Angka Mutu Gabungan Kemampuan

≥ 80 – 100 A 4,0 Istimewa

(21)

≥ 70 – 74 B 3,0 Baik ≥ 62 – 69 C+ 2,5 Cukup Baik ≥ 56 – 61 C 2,0 Cukup ≥ 50 – 55 D+ 1,5 Kurang Cukup ≥ 40 – 49 D 1,0 Kurang 0 – 39 E 0 Sangat Kurang

 Pembobotan nilai adalah sebagai berikut:

1. Nilai Total (100%) = Morning Report (10%) +Tugas Lapangan (20%) + Presentasi

Kasus (20%) + Presentasi Jurnal (15%) + Ujian Bagian (20%) + Sikap (15%)

Demikian kontrak perkuliahan ini dibuat, agar disetujui dan ditaati oleh semua pihak.

Menyetujui

Mahasiswa Dosen pengampu

Referensi

Dokumen terkait

Mahasiswa dapat melakukan assessment, menetapkan diagnose fisioterapi secara ICF, menetapkan planning, melakukan intervensi, serta evaluasi dan rujukan ke profesi terkait

Mahasiswa dapat melakukan assessment, menetapkan diagnose fisioterapi secara ICF, menetapkan planning, melakukan intervensi, serta evaluasi dan rujukan ke profesi

Mahasiswa dapat melakukan assessment, menetapkan diagnose fisioterapi secara ICF, menetapkan planning, melakukan intervensi, serta evaluasi dan rujukan ke profesi terkait

Mata kuliah ini diberikan pada mahasiswa untuk dapat melakukan assessment menegakkan diagnosa fisioterapi secara ICF, menetapkan planning, melakukan

Inap Bagian Keperawatan Koordinasi tentang pelayanan registrasi RI 3 Ka Instalasi Penunjang Medis Unit Radiologi Unit radiologi Unit fisioterapi Pemeriksaan Radiologi

1. Proses pelayanan radiologi dalam melakukan tindakan penunjang medis harus sesuai dengan pedoman pelayanan Radiologi dan pedoman pengorganisasian Radiologi serta

Inap Bagian Keperawatan Koordinasi tentang pelayanan registrasi RI 3 Ka Instalasi Penunjang Medis Unit Radiologi Unit radiologi Unit fisioterapi Pemeriksaan Radiologi