No. 46/11/31/Th.XVIII, 1 November 2016
P
ERKEMBANGAN
I
NDEKS
H
ARGA
K
ONSUMEN
/I
NFLASI
DKI
JAKARTA
BULAN
OKTOBER
2016
MENGALAMI
INFLASI
0,25
PERSEN
Pada bulan Oktober 2016, harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi 0,25 persen. Lima kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks/inflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 1,07 persen; kelompok kesehatan 0,20 persen; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,16 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,13 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,03 persen. Sedangkan dua kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan indeks/deflasi yaitu kelompok bahan makanan 0,38 persen dan kelompok sandang 0,08 persen.
BPS PROVINSI DKI JAKARTA
Bulan Oktober 2016, harga-harga di DKI Jakarta mengalami inflasi 0,25 persen. Laju inflasi Tahun 2016 mencapai 1,85 persen dan laju inflasi tahun ke tahun DKI Jakarta 2,71 persen.
Inflasi yang terjadi pada bulan Oktober disebabkan naiknya harga-harga pada kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar. Lima kelompok pengeluaran mengalami kenaikan indeks/inflasi yaitu kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 1,07 persen; kelompok kesehatan 0,20 persen; kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,16 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,13 persen; dan kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,03 persen. Sedangkan dua kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan indeks/deflasi yaitu kelompok bahan makanan 0,38 persen dan kelompok sandang 0,08 persen.
Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi cukup besar antara lain: tarip listrik (0,0828 persen); cabai merah (0,0806 persen); bahan bakar rumah tangga (0,0758 persen); kontrak rumah (0,0429 persen); sewa rumah (0,0196 persen); tarip kereta api (0,0129 persen); angkutan udara (0,0120 persen); tahu mentah (0,0096 persen); tarip parkir (0,0081 persen); rak piring (0,0073 persen); tomat sayur (0,0066 persen); kue basah (0,0064 persen); rokok kretek filter (0,0058 persen); rokok putih (0,0052 persen); rokok kretek (0,0048 persen); tomat buah (0,0047 persen); kipas angin (0,0046 persen); gelas minum (0,0045 persen); baju kaos berkerah (0,0041 persen); upah pembantu RT (0,0030 persen); sabun cair/cuci piring (0,0029 persen); sabun mandi (0,0026 persen); sabun detergen bubuk/cair dan tarip jalan tol masing-masing (0,0025 persen); daun singkong, bumbu masak jadi, dan parfum masing-masing (0,0024 persen); nasi dengan lauk (0,0022 persen); teri dan minyak goreng masing-masing (0,0020 persen); shampo (0,0019 persen); lele dan buku tulis bergaris masing-masing (0,0018 persen); dan bandeng (0,0017 persen). Pada bulan Oktober 2016, dari 82 kota yang diteliti 48 kota mengalami inflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi adalah Kota Sibolga 1,32 persen dan kota yang mengalami inflasi terendah adalah Kota Depok dan Manado 0,01 persen. Kota Jakarta menempati urutan 25 dari seluruh kota yang mengalami inflasi.
Beberapa komoditi yang memberikan sumbangan inflasi cukup besar antara lain: tarip listrik (0,0828 persen); cabai merah (0,0806 persen); bahan bakar rumah tangga (0,0758 persen); kontrak rumah (0,0429 persen); sewa rumah (0,0196 persen); tarip kereta api (0,0129 persen); angkutan udara (0,0120 persen); tahu mentah (0,0096 persen); tarip parkir (0,0081 persen); rak piring (0,0073 persen); tomat sayur (0,0066 persen); kue basah (0,0064 persen); rokok kretek filter (0,0058 persen); rokok putih (0,0052 persen); rokok kretek (0,0048 persen); tomat buah (0,0047 persen); kipas angin (0,0046 persen); gelas minum (0,0045 persen); baju kaos berkerah (0,0041 persen); upah pembantu RT (0,0030 persen); sabun cair/cuci piring (0,0029 persen); sabun mandi (0,0026 persen); sabun detergen bubuk/cair dan tarip jalan tol masing-masing (0,0025 persen); daun singkong, bumbu masak jadi, dan parfum masing-masing-masing-masing (0,0024 persen); nasi dengan lauk (0,0022 persen); teri dan minyak goreng masing-masing (0,0020 persen); shampo (0,0019 persen); lele dan buku tulis bergaris masing-masing (0,0018 persen); dan bandeng (0,0017 persen)
.
Inflasi yang terjadi bulan Oktober ini terutama diakibatkan oleh naiknya harga-harga pada kelompok perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar terutama sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air (tabel 3). -0,05 0,12 0,72 0,24 -0,06 0,15 -0,27 0,19 0,52 0,67 0,01 0,18 0,25 -0,40 -0,20 0,00 0,20 0,40 0,60 0,80
Okt-15 Nop-15 Des-15 Jan-16 Feb-16 Mar-16 Apr-16 Mei-16 Jun-16 Jul-16 Agust-16 Sep-16 Okt-16
P e rs e n Tabel 1
Sumbangan Kelompok Pengeluaran Terhadap Inflasi DKI Jakarta, Oktober 2016
Kelompok Pengeluaran Persentase
(1) (2)
Umum
1. Bahan Makanan
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok&Tembakau 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, & Bahan Bakar 4. Sandang
5. Kesehatan
6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan
0.25 -0.06 0.03 0.25 -0.01 0.01 0.00 0.03 Grafik 1
Perkembangan Inflasi DKI Jakarta, Oktober 2015 – Oktober 2016 -Angkutan udara
-Tarip listrik
-Angkutan antar kota -Tarip listrik
Tabel 2
Laju Inflasi DKI Jakarta Oktober 2016, Tahun 2016 dan Tahun ke Tahun menurut Kelompok Pengeluaran
Kelompok Pengeluaran IHK Oktober 2015 IHK Desember 2015 IHK September 2016 IHK Oktober 2016 Laju Inflasi Oktober 2016 *) Laju Inflasi Tahun 2016 **) Laju Inflasi Tahun ke Tahun ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) Umum 123.35 123.35 125.32 125.63 0.25 1.85 2.71 Bahan Makanan 137.79 137.79 143.71 143.16 -0.38 3.90 6.68 Makanan Jadi, Minuman,
Rokok dan Tembakau
133.42 133.42 137.72 137.90 0.13 3.36 4.00 Perumahan,Air,
Listrik,
Gas dan Bahan Bakar
121.57 121.57 122.89 124.20 1.07 2.16 2.86 Sandang 112.97 112.97 118.91 118.81 -0.08 5.17 5.74 Kesehatan 114.89 114.89 119.10 108.21 0.20 3.87 4.43 Pendidikan,Rekreasi dan Olahraga 109.18 109.18 110.38 110.41 0.03 1.13 1.14 Transpor, Komunikasi,
dan Jasa Keuangan 122.13 122.13 119.09 119.28 0.16 -2.33 -1.96
*) Persentase perubahan IHK Oktober 2016 terhadap bulan September 2016 **) Persentase perubahan IHK Oktober 2016 terhadap bulan Desember 2015 ***) Persentase perubahan IHK Oktober 2016 terhadap bulan Oktober 2015
1,85 3,90 3,36 2,16 5,17 3,87 1,13 -2,33 -3,00 -2,00 -1,00 0,00 1,00 2,00 3,00 4,00 5,00 6,00
Umum / Total Bahan Makanan Makanan Jadi, Minuman, Rokok & Tembakau Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan
Bakar
Sandang Kesehatan Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga Transpor. Komunikasi dan Jasa Keuangan P e rs e n Grafik 2
URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN
1. Bahan MakananIndeks kelompok bahan makanan pada bulan Oktober 2016 mencapai 143,16 dan bulan sebelumnya 143,71 sehingga mengalami penurunan indeks atau deflasi 0,38 persen.
Dari sebelas sub kelompok yang termasuk di dalam kelompok bahan makanan, tujuh sub kelompok mengalami deflasi, yaitu: sub kelompok sayur-sayuran 2,50 persen; sub kelompok buah-buahan 1,86 persen; sub kelompok daging dan hasil-hasilnya 1,74 persen; sub kelompok telur, susu dan hasil-hasilnya 0,95 persen; sub kelompok bahan makanan lainnya 0,39 persen; sub kelompok ikan segar 0,15 persen; dan sub kelompok padi-padian, umbi-umbian dan hasilnya 0,09 persen. Sedangkan empat sub kelompok lainnya mengalam inflasi yaitu; sub kelompok bumbu-bumbuan 3,57 persen; sub kelompok kacang-kacangan 1,69 persen; sub kelompok ikan diawetkan 1,42 persen; dan sub kelompok lemak dan minyak 0,09 persen.
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan deflasi 0,06 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan deflasi pada kelompok ini antara lain: daging ayam ras 0,0308 persen; bawang merah 0,0223 persen; jeruk 0,0187 persen; telor ayam ras0,0170 persen; kentang 0,0113 persen; semangka 0,0085 persen; bayam 0,0081 persen; jagung manis 0,0069 persen; bawang putih 0,0068 persen; petai 0,0052 persen; kacang panjang 0,0046 persen; pir 0,0043 persen.
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan Oktober 2016 adalah 137,90 dan bulan sebelumnya 137,72 sehingga mengalami inflasi 0,13 persen.
Dari tiga sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua sub kelompok mengalami kenaikan indeks atau inflasi, yaitu : sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol 0,60 persen; dan sub kelompok makanan jadi 0,10 persen. Sedangkan sub kelompok minuman yang tidak beralkohol mengalami deflasi 0,14 persen.
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,03 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: kue basah 0,0064 persen; rokok kretek filter 0,0058 persen; rokok putih 0,0052 persen; rokok kretek 0,0048 persen; nasi dengan lauk 0,0022 persen; dan air kemasan 0,0008 persen.
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar
Indeks kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar, pada bulan Oktober 2016 adalah 124,20 dan bulan sebelumnya 122,89 sehingga mengalami kenaikan indeks atau inflasi 1,07 persen.
Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, seluruh sub kelompok mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air 2,62 persen; sub kelompok perlengkapan rumah tangga 0,67 persen; sub kelompok biaya tempat tinggal 0,56 persen; dan sub kelompok penyelenggaraan rumahtangga 0,27 persen.
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,25 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: tarip listrik 0,0828 persen; bahan bakar rumah tangga 0,0758 persen; kontrak rumah 0,0429 persen; sewa rumah 0,0196 persen; rak piring 0,0073 persen; kipas angin 0,0046 persen; gelas minum 0,0045 persen; upah pembantu RT 0,0030 persen; dan sabun cair/cuci piring 0,0029 persen.
4. Sandang
Indeks kelompok sandang pada bulan Oktober2016 adalah 118,81 dan bulan sebelumnya 118,91 sehingga mengalami deflasi 0,08 persen.
Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, satu sub kelompok mengalami deflasi, yaitu sub kelompok barang pribadi dan sandang lain 0,39 persen. Sedangkan tiga sub kelompok lainnya mengalami inflasi, yaitu sub kelompok sandang laki laki 0,44 persen; sub kelompok sandang wanita 0,10 persen; dan sub kelompok sandang anak-anak 0,02 persen.
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan deflasi 0,01 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan deflasi pada kelompok ini adalah: emas perhiasan 0,0179 persen; baju kaos berkerah 0,0019 persen; dan celana panjang jeans 0,0009 persen.
5. Kesehatan
Indeks kelompok kesehatan pada bulan Oktober 2016 adalah 119,34 dan bulan sebelumnya 119,10 sehingga mengalami inflasi 0,20 persen.
Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua sub kelompok mengalami kenaikan indeks/inflasi, yaitu sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika 0,51 persen; dan sub kelompok obat-obatan 0,01 persen. Sedangkan dua sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks yaitu sub kelompok jasa kesehatan dan sub kelompok jasa perawatan jasman.
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,01 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain: sabun mandi 0,0026 persen; parfum 0,0024 persen; shampo 0,0019 persen; sabun mandi cair 0,0007 persen; dan hand body lotion 0,0006 persen.
6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga
Indeks kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan Oktober 2016 adalah sebesar 110,41 dan bulan sebelumnya sebesar 110,38 sehingga mengalami inflasi 0,03 persen.
Dari lima sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, satu sub kelompok mengalami kenaikan indeks/inflasi, yaitu sub perlengkapan/peralatan pendidikan 0, 19 persen. Sedangkan empat sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu sub kelompok pendidikan; sub kelompok kursus kursus/pelatihan; sub kelompok rekreasi; dan sub kelompok olahraga.
7. Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan
Indeks kelompok transpor, komunikasi & jasa keuangan pada bulan Oktober 2016 mencapai 119,28 dan bulan sebelumnya 119,09 sehingga kelompok ini mengalami inflasi 0,16 persen.
Dari empat sub kelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua sub kelompok mengalami inflasi, yaitu: sub kelompok sarana dan penunjang transpor 0,64 persen; dan sub kelompok transpor 0,19 persen. Sedangkan dua sub kelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks, yaitu; sub kelompok komunikasi dan pengiriman; dan sub kelompok jasa keuangan.
Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi 0,03 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok pengeluaran ini adalah: tarip kereta api 0,0129 persen; angkutan udara 0,0120 persen; tarip parkir 0,0081 persen; dan jalan tol 0,0025 persen.
Tabel 3
Indeks Harga Konsumen DKI Jakarta Bulan September dan Oktober 2016, Perubahannya, serta Sumbangan Inflasi Oktober 2016 (2012 =100)
Kelompok/Sub Kelompok DKI Jakarta Indeks September 2016 Indeks Oktober 2016 Perubahannya (%) Sumbangan Inflasi (1) (2) (3) (4) (5) UMUM 125.32 125,63 0,25 0.25 I. BAHAN MAKANAN 143.71 143,16 -0,38 -0.06
a. Padi-padian, Umbi-umbian & Hasilnya 138.80 138,68 -0,09 0.00
b. Daging dan Hasil-hasilnya 135.41 133,06 -1,74 -0.04
c. Ikan Segar 139.37 139,16 -0,15 0.00
d. Ikan Diawetkan 145.48 147,54 1,42 0.01
e. Telur, Susu, dan Hasil-hasilnya 131.11 129,86 -0,95 -0.02
f. Sayur-sayuran 170.71 166,45 -2,50 -0.04
g. Kacang-kacangan 132.78 135,03 1,69 0.01
h. Buah-buahan 157.21 154,28 -1,86 -0.03
i. Bumbu-bumbuan 180.13 186,56 3,57 0.05
j. Lemak dan Minyak 121.07 121,18 0,09 0.00
k. Bahan Makanan Lainnya 124.36 123,87 -0,39 0.00
II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK & TEMBAKAU 137.72 137,90 0,13 0.03
a. Makanan Jadi 143.80 143,94 0,10 0.01
b. Minuman Tidak Beralkohol 123.86 123,69 -0,14 0.00
c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 134.13 134,93 0,60 0.02
III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS & BAHAN BAKAR 122.89 124,20 1,07 0.25
a. Biaya Tempat Tinggal 115.59 116,24 0,56 0.06
b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 140.29 143,97 2,62 0.16
c. Perlengkapan Rumahtangga 119.85 120,65 0,67 0.02 d. Penyelenggaraan Rumahtangga 123.59 123,92 0,27 0.01 IV. SANDANG 118.91 118,81 -0,08 -0.01 a. SandangLaki-Laki 116.78 117,29 0,44 0.01 b. Sandang Wanita 115.62 115,73 0,10 0.00 c. Sandang Anak-Anak 110.29 110,31 0,02 0.00
d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 123.99 123,51 -0,39 -0.02
V. KESEHATAN 119.10 119,34 0,20 0.01
a. Jasa Kesehatan 108.21 108,21 0,00 0.00
b. Obat-obatan 114.98 114,99 0,01 0.00
c. Jasa Perawatan Jasmani 136.39 136,39 0,00 0.00
d. Perawatan Jasmani dan Kosmetika 128.18 128,84 0,51 0.01
VI. PENDIDIKAN, REKREASI, DAN OLAHRAGA 110.38 110,41 0,03 0.00
a. Pendidikan 115.11 115,11 0,00 0.00
b. Kursus-kursus/Pelatihan 102.94 102,94 0,00 0.00
c. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 104.77 104,97 0,19 0.00
d. Rekreasi 107.75 107,75 0,00 0.00
e. Olahraga 105.05 105,05 0,00 0.00
VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI, DAN JASA KEUANGAN 119.09 119,28 0,16 0.03
a. Transpor 133.46 133,72 0,19 0.02
b. Komunikasi dan Pengiriman 99.77 99,77 0,00 0.00
c. Sarana dan PenunjangTranspor 112.96 113,68 0,64 0.01
PERBANDINGAN INFLASI DKI JAKARTA DENGAN KOTA LAIN DI INDONESIA, OKTOBER 2016
Pada bulan Oktober 2016, dari 82 kota yang diteliti 48 kota mengalami inflasi. Kota yang mengalami inflasi tertinggi adalah Kota Sibolga 1,32 persen dan kota yang mengalami inflasi terendah adalah Kota Depok dan Manado 0,01 persen. Kota Jakarta menempati urutan 25 dari seluruh kota yang mengalami inflasi.
Tabel 4
Perbandingan Indeks Harga Konsumen dan Inflasi, Oktober 2016 untuk 82 Kota
No Kota Pering kat IHK Oktober 2016
Inflasi
Oktober 2016 No Kota Pering kat IHK Oktober 2016 Oktober 2016 Inflasi (1) (2) (3) (4) (1) (2) (3) (4) 1 MEULABOH 19 125,25 0,32 42 KEDIRI - 121,48 -0,08 2 BANDA ACEH - 118,92 -0,02 43 MALANG - 125,06 -0,20 3 LHOKSEUMAWE 26 121,79 0,22 44 PROBOLINGGO - 122,05 -0,21 4 SIBOLGA 1 130,83 1,32 45 MADIUN - 121,57 -0,07 5 PEMATANG SIANTAR 6 130,32 0,63 46 SURABAYA - 124,75 -0,10 6 MEDAN 3 131,74 1,11 47 TANGERANG 36 131,99 0,07 7 PADANGSIDIMPUAN 13 124,37 0,50 48 CILEGON 38 129,14 0,06 8 PADANG 9 131,90 0,56 49 SERANG 31 132,44 0,17 9 BUKITTINGGI 18 125,66 0,37 50 SINGARAJA - 133,21 -0,32 10 TEMBILAHAN 14 129,65 0,49 51 DENPASAR - 121,92 -0,19 11 PEKANBARU 5 125,96 0,67 52 MATARAM 17 123,13 0,40 12 DUMAI 15 126,50 0,47 53 BIMA - 128,53 -0,46 13 BUNGO 10 123,70 0,55 54 MAUMERE 24 118,72 0,26 14 JAMBI 2 126,13 1,19 55 KUPANG 30 125,63 0,18 15 PALEMBANG - 123,43 -0,08 56 PONTIANAK - 133,46 -0,36 16 LUBUKLINGGAU 20 123,11 0,32 57 SINGKAWANG - 124,45 -0,40 17 BENGKULU 11 134,76 0,53 58 SAMPIT - 124,53 -0,63 18 BANDAR LAMPUNG 8 125,88 0,58 59 PALANGKARAYA - 121,57 -0,34 19 METRO 41 133,11 0,04 60 TANJUNG - 123,89 -1,08 20 TANJUNG PANDAN 21 132,11 0,31 61 BANJARMASIN - 125,11 -0,26 21 PANGKAL PINANG - 130,12 -0,34 62 BALIKPAPAN - 129,79 -0,07 22 BATAM 35 125,43 0,07 63 SAMARINDA - 127,36 -0,10 23 TANJUNG PINANG 23 125,36 0,26 64 TARAKAN 22 135,52 0,31
24 DKI JAKARTA 25 125,63 0,25 65 MANADO 48 124,03 0,01
25 BOGOR 7 125,11 0,59 66 PALU - 125,04 -0,95 26 SUKABUMI 44 124,01 0,02 67 BULUKUMBA 40 129,09 0,05 27 BANDUNG 32 123,84 0,14 68 WATAMPONE - 119,58 -0,42 28 CIREBON 34 120,73 0,10 69 MAKASSAR 46 125,53 0,02 29 BEKASI - 121,77 -0,07 70 PARE-PARE 28 120,78 0,22 30 DEPOK 47 123,65 0,01 71 PALOPO - 122,78 -0,20 31 TASIKMALAYA 42 123,49 0,04 72 KENDARI 33 121,79 0,12 32 CILACAP 43 127,01 0,04 73 BAU-BAU 16 130,13 0,42 33 PURWOKERTO 45 121,84 0,02 74 GORONTALO - 120,47 -0,42 34 KUDUS 29 129,94 0,19 75 MAMUJU - 123,73 -0,17 35 SURAKARTA - 121,31 -0,10 76 AMBON 12 124,59 0,53 36 SEMARANG 37 123,67 0,06 77 TUAL 4 138,16 0,74 37 TEGAL 27 122,18 0,22 78 TERNATE - 129,51 -0,21 38 YOGYAKARTA 39 122,39 0,05 79 MANOKWARI - 119,80 -0,82 39 JEMBER - 121,05 -0,26 80 SORONG - 125,95 -1,10 40 BANYUWANGI - 121,62 -0,18 81 MERAUKE - 130,73 -0,02 41 SUMENEP - 121,72 -0,05 82 JAYAPURA - 126,72 -0,09
Informasi lebih lanjut hubungi: Ir. Dody Rudyanto, M.M. Kepala Bidang Statistik Distribusi Telepon : 021-31928493, Pesawat 500 Fax : 021-3152004
e-mail : [email protected]
Homepage : http://jakarta.bps.go.id/