• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERKEMBANGAN INDEKS HARGA KONSUMEN/INFLASI"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 53/10/61/Th. XVI, 1 Oktober 2013 1

No.53/10/61/Th. XVI, 1 Oktober 2013

P

ERKEMBANGAN

I

NDEKS

H

ARGA

K

ONSUMEN

/I

NFLASI

INFLASI KOTA PONTIANAK BULAN SEPTEMBER 2013 SEBESAR -0,75 PERSEN

(DEFLASI)

Deflasi yang terjadi di Kota Pontianak bulan September 2013 disebabkan oleh penurunan beberapa harga barang dan jasa. Sepuluh komoditi yang memberikan sumbangan deflasi tertinggi antara lain angkutan udara sebesar -1,2779 persen, bawang merah sebesar -0,1412 persen, telur ayam ras sebesar -0,0601 persen, cabe rawit sebesar -0,0562 persen, minyak goreng sebesar -0,0429 persen, kacang panjang sebesar -0,0370 persen, udang basah -0,0244 persen, buncis sebesar -0,0226 persen, kentang sebesar -0,0223 persen dan tauge/kecambah sebesar -0,0221 persen.

Sedangkan sepuluh komoditi yang memberikan sumbangan inflasi tertinggi secara berurutan kontrak rumah sebesar 0,2626 persen, emas perhiasan sebesar 0,1255 persen, sawi hijau sebesar 0,0732 persen, jeruk sebesar 0,0677 persen, upah pembantu rumah tangga sebesar 0,0416 persen, kembung/gembung sebesar 0,0347 persen, nanas sebesar 0,0346 persen, tahu mentah sebesar 0,0318 persen, wortel sebesar 0,0278 persen, dan gula pasir sebesar 0,0262 persen.

Pada bulan September 2013 di Kota Pontianak terjadi inflasi sebesar -0,75 persen (deflasi).

Deflasi yang terjadi pada bulan September 2013 karena adanya kenaikan indeks pada 5 (lima)

kelompok pengeluaran dan penurunan indeks pada 2 (dua) kelompok pengeluaran. Kelompok

pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks yaitu : kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok

dan Tembakau sebesar 0,21 persen, kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar

sebesar 1,49 persen, kelompok Sandang sebesar 2,25 persen, kelompok Kesehatan sebesar 1,32

persen, kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0,07. Kelompok pengeluaran yang

mengalami penurunan indeks yaitu : Kelompok Bahan Makanan sebesar -0,11 persen dan

kelompok Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar -7,43 persen.

Laju inflasi tahun kalender (Januari – September 2013) kota Pontianak sebesar 8,28 persen.

Inflasi

Year on Year

(September 2013 terhadap September 2012) sebesar 8,80 persen.

(2)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 53/10/61/Th. XVI, 1 Oktober 2013 2

Dilihat dari kelompok pengeluaran, Deflasi yang terjadi pada bulan September 2013 karena adanya kenaikan indeks pada 5 (lima) kelompok pengeluaran dan penurunan indeks pada 2 (dua) kelompok pengeluaran. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan indeks yaitu : kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 0,21 persen, kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar sebesar 1,49 persen, kelompok Sandang sebesar 2,25 persen, kelompok Kesehatan sebesar 1,32 persen, kelompok Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga sebesar 0,07. Kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu : Kelompok Bahan Makanan sebesar -0,11 persen dan kelompok Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar -7,43 persen

Besarnya sumbangan inflasi menurut kelompok pengeluaran yaitu kelompok Bahan Makanan menyumbang inflasi sebesar -0.0305 persen, kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 0.0376 persen, kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar sebesar 0.3343 persen, kelompok Sandang sebesar 0.1215 persen, kelompok Kesehatan sebesar 0.0497 persen, kelompok Pendidikan Rekreasi dan Olah Raga sebesar 0.0048 persen dan kelompok Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan sebesar -1.2690 persen.

Tabel 1.

Inflasi dan Sumbangan terhadap Inflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Kota Pontianak

Bulan September 2013

Kelompok Inflasi (%) Sumbangan Inflasi (%)

[1] [2] [3]

Umum -0.75 -0.7516

1 Bahan Makanan -0.11 -0.0305

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 0.21 0.0376

3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 1.49 0.3343

4 Sandang 2.25 0.1215

5 Kesehatan 1.32 0.0497

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 0.07 0.0048

7 Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan -7.43 -1.2690

Gambar 1

Sumbangan Inflasi Kelompok Pengeluaran Kota Pontianak Bulan September 2013

-0.0305 0.0376 0.3343 0.1215 0.0497 0.0048 -1.269 -1.4 -1.2 -1 -0.8 -0.6 -0.4 -0.2 0 0.2 0.4 0.6 Sumbangan Inflasi

(3)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 53/10/61/Th. XVI, 1 Oktober 2013 3

Tabel 2.

Inflasi Kota Pontianak Bulan September 2013, Tahun 2013 dan Tahun ke Tahun

Menurut Kelompok Pengeluaran (Tahun Dasar 2007 = 100)

IHK IHK Inflasi Inflasi Inflasi

Kelompok Pengeluaran Agustus September September Tahun Tahun Ke

2013 2013 2013*) 2013**) Tahun ***) [1] [2] [3] [4] [5] [6] Umum 159.63 158.43 -0.75 8.28 8.80 1 Bahan Makanan 189.83 189.62 -0.11 7.76 9.67

2 Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau 149.51 149.82 0.21 5.82 6.15

3 Perumahan, Air, Listrik, Gas & Bahan Bakar 156.58 158.91 1.49 9.32 10.65

4 Sandang 137.47 140.56 2.25 4.13 6.33

5 Kesehatan 140.66 142.52 1.32 7.41 11.37

6 Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga 153.56 153.67 0.07 8.38 8.12

7 Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan 150.43 139.25 -7.43 12.47 8.36

*) Persentase perubahan IHK September 2013 terhadap IHK bulan Agustus 2013 **) Persentase perubahan IHK September 2013 terhadap IHK bulan Desember 2012 ***) Persentase perubahan IHK September 2013 terhadap IHK bulan September 2012

Gambar 2

Perkembangan Inflasi Kota Pontianak Bulan September 2011

sampai dengan Bulan September 2013 (%)

(4)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 53/10/61/Th. XVI, 1 Oktober 2013 4

URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN

1. Bahan Makanan

Kelompok Bahan Makanan pada bulan September 2013 ini mengalami perubahan IHK sebesar -0,11 persen. Dari sebelas sub kelompok yang termasuk kelompok Bahan Makanan 7 sub kelompok mengalami kenaikan indeks dan 4 sub kelompok mengalami penurunan indeks.

Kelompok ini memberikan sumbangan deflasi sebesar inflasi sebesar -0,0305 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan deflasi tertinggi antara lain bawang merah sebesar -0,1412 persen, telur ayam ras sebesar -0,0601 persen, cabe rawit sebesar -0,0562 persen, minyak goreng sebesar -0,0429 persen, kacang panjang sebesar -0,0370 persen, udang basah -0,0244 persen, buncis sebesar -0,0226 persen, kentang sebesar -0,0223 persen dan tauge/kecambah sebesar -0,0221 persen.

Sedangkan komoditi yang memberikan sumbangan inflasi tertinggi secara berurutan sawi hijau sebesar 0,0732 persen, jeruk sebesar 0,0677 persen, kembung/gembung sebesar 0,0347 persen, nanas sebesar 0,0346 persen, tahu mentah sebesar 0,0318 persen, wortel sebesar 0,0278 persen.

2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau

Kelompok ini mengalami kenaikan indeks sebesar 0,21 persen. Disebabkan adanya kenaikan indeks pada sub kelompok minuman yang tidak beralkohol sebesar 0,72 persen dan sub kelompok tembakau dan minuman beralkohol sebesar 0,26 persen. Sedangkan sub kelompok makanan jadi tidak mengalami perubahan indeks.

Kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0376 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain gula pasir sebesar 0,0262 persen, sirop sebesar 0,0003 persen, rokok putih sebesar 0,0111 persen.

3. Perumahan, Air, Gas & Bahan Bakar

Kelompok ini pada bulan September 2013 mengalami kenaikan indeks sebesar 1,49 persen. Yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada sub kelompok biaya tempat tinggal sebesar 2,10 persen, sub kelompok bahan bakar, penerangan dan air sebesar 0,03 persen, sub kelompok perlengkapan rumah tangga sebesar 0,75 persen , dan sub kelompok penyelenggaraan rumah tangga naik sebesar 1,70 persen.

(5)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 53/10/61/Th. XVI, 1 Oktober 2013 5

Kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,3343 persen. Komoditi pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi antara kontrak rumah sebesar 0,2626 persen, upah pembantu rumah tangga sebesar 0,0416 persen, kursi sebesar 0,0069 persen, kulkas/lemari es sebesar 0,0033 persen, seng sebesar 0,0025 persen, kayu lapis sebesar 0,0024 persen, batako sebesar 0,0022 persen.

4. Sandang

Indeks Harga Konsumen pada kelompok Sandang bulan September 2013 mengalami kenaikan indeks sebesar 2,25 persen dari bulan sebelumnya. Disebabkan oleh kenaikan indeks pada sub kelompok wanita sebesar 0,12persen, sub kelompok sandang anak-anak sebesar 0,28 persen dan sub kelompok barang pribadi dan sandang lainnya sebesar 7,53. Sedangkan sub kelompok sub kelompok sandang laki-laki mengalami penurunan indeks sebesar -0,57 persen.

Kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,1215 persen. Komoditi yang memberikan sumbangan inflasi pada kelompok ini antara lain emas perhiasan sebesar 0,1255 persen, bh katun sebesar 0,0032 persen, blus sebesar 0,0028 persen, celana panjang jeans sebesar 0,0028 persen, baju kaos/t-shirt sebesar 0,0014 persen, sepatu sebesar 0,0010 , celana dalam anak sebesar 0,0009 persen , dan pembalut wanita mukena sebesar 0,0008 persen.

5. Kesehatan

Pada bulan September 2013 kelompok ini mengalami kenaikan indeks sebesar 1,32 persen dari bulan sebelumnya. Disebabkan adanya kenaikan indeks pada sub kelompok jasa kesehatan sebesar 1,46 persen, sub kelompok obat-obatan sebesar 0,64 persen, sub kelompok jasa perawatan jasmani sebesar 5,08 persen dan sub kelompok perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,61 persen

Kelompok Kesehatan ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 1,32 persen. Komoditi penyumbang inflasi pada kelompok ini antara lain dokter umum sebesar 0,0168 persen, keriting/meluruskan rambut sebesar 0,0143 persen, shampo sebesar 0,0078 persen, tarif gunting rambut pria sebesar 0,0044 persen, pasta gigi sebesar 0,0025 persen, alat kontrasepsi sebesar 0,0011 persen dan obat sakit kepala sebesar 0,0010 persen.

6. Pendidikan, Rekreasi dan Olah Raga

Pada bulan September 2013 kelompok ini mengalami kenaikan indeks sebesar 0,07 persen. Sub kelompok yang mengalami perubahan indeks pada kelompok ini adalah sub

(6)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 53/10/61/Th. XVI, 1 Oktober 2013 6

kelompok perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar 0,24 persen, sub kelompok rekreasi sebesar 0,26 persen dan sub kelompok olah raga sebesar 0,18 persen.

Kelompok ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0048 persen. Komoditi penyumbang inflasi pada kelompok ini antara lain televisi berwarna sebesar 0,0023 persen, buku tulis sebesar 0,0017 persen, flash disk sebesar 0,0004 persen, playstation sebesar 0,0002 persen dan bola sebesar 0,0002 persen.

7. Transpor dan Komunikasi & Jasa Keuangan

Kelompok Transpor, Komunikasi & Jasa Keuangan pada bulan ini mengalami kenaikan indeks sebesar yaitu -7,43 persen. Disebabkan oleh penurunan indeks yang cukup besar pada sub kelompok transpor sebesar -9,90 persen. Sedangkan sub kelompok sarana dan penunjang transport mengalami kenaikan sebesar 0,15 persen. Dua sub kelompok lainnya yaitu sub kelompok komunikasi dan pengiriman dan sub kelompok jasa keuangan tidak mengalami kenaikan indeks. Kelompok ini memberikan sumbangan deflasi sebesar -1,2690 persen.

Komoditi yang memberikan sumbangan deflasi adalah angkutan udara sebesar -1,2779 persen. Sedangkan komoditi yang memberikan sumbangan inflasi antara lain mobil sebesar 0,0030 persen, cuci kendaraan sebesar 0,0018 persen, sepeda motor sebesar 0,0017 persen, bahan pelumas/oli sebesar 0,0004 persen, dan accu sebesar 0,0004 persen.

PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN

Laju inflasi tahun 2013 yang berjalan sudah berjalan sembilan bulan sebesar 8,28 persen. Sedangkan inflasi periode yang sama pada tahun 2009, 2010, 2011 dan 2012 masing-masing sebesar 5,84 persen, 7,41 persen, 5,20 persen dan 6,11 persen.

Besarnya laju inflasi year on year untuk bulan September 2013 terhadap September 2012 sebesar 8,80 persen sedangkan Laju inflasi year on year untuk bulan September 2012 terhadap September 2011 sebesar 5,82 persen. Untuk Laju inflasi year on year untuk bulan September 2011 terhadap September 2010 sebesar 6,29 persen, sedangkan Laju inflasi year on

(7)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 53/10/61/Th. XVI, 1 Oktober 2013 7

Tabel 3.

Inflasi Bulanan, Tahun Kalender, Year on Year Kota Pontianak Tahun 2009 – 2013 (%) Inflasi Tahun 2009 2010 2011 2012 2013 [1] [2] [3] [4] [5] [6] 1. September 1,43 0,95 0,88 -0.43 -0.75

2. Januari – September (Tahun Kalender) 5,84 7,41 5,20 6,11 8,28 3. September - September (Year on Year) 5,92 6,46 6,29 5,82 8,80

PERBANDINGAN INFLASI ANTAR KOTA DI PULAU KALIMANTAN

Pada bulan September 2013 dari delapan kota di Pulau Kalimantan yang dihitung inflasinya, 1 (satu) kota mengalami inflasi dan 7 (tujuh) kota mengalami deflasi. Deflasi terjadi Samarinda sebesar -0.67 persen, Kota Banjarmasin sebesar -0.60 persen, kota Tarakan sebesar -0.37 persen, Kota Pontianak sebesar -0.75 persen, Kota Sampit sebesar -1.48 persen, Palangkaraya sebesar -1.30 persen dan Kota Balikpapan sebesar -1.33 persen. Sedangkan inflasi terjadi di Kota Singkawang sebesar 0.04 persen.

Untuk Indonesia dari 66 kota yang dihitung inflasinya pada bulan September 2013, 13 (tiga belas) kota mengalami inflasi dan 53 (lima puluh tiga) kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Tanjung Pinang sebesar 1,70 persen dan terendah di kota Singkawang sebesar 0,04 persen. Deflasi tertinggi di kota Sorong sebesar -4,26 persen dan terendah di kota Surabaya sebesar -0,02 persen.

Gambar 3.

Perbandingan Inflasi Bulan September 2013 Antar Kota di Pulau Kalimantan (%)

-0.75 0.04 -1.48 -1.3 -0.6 -1.33 -0.67 -0.37 -1.6 -1.4 -1.2 -1 -0.8 -0.6 -0.4 -0.2 0 0.2 Inflasi September 2013

(8)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 53/10/61/Th. XVI, 1 Oktober 2013 8 Tabel 4.

Indeks Harga Konsumen Kota Pontianak Bulan September 2013 dan Perubahannya Serta Sumbangan Inflasi (Tahun 2007 = 100)

PONTIANAK

Kelompok/Sub Kelompok IHK IHK % Sumbangan

Agst Sept Perubahan Inflasi

2013 2013 thd Agst'13 (%) [1] [2] [3] [4] [5] UMUM 159.63 158.43 -0.75 -0.7516 I. BAHAN MAKANAN 189.83 189.62 -0.11 -0.0305

Padi-padian, Umbi-umbian dan Hasilnya 187.12 187.47 0.19 0.0125 Daging dan Hasil-hasilnya 192.50 194.21 0.89 0.0327

Ikan Segar 200.57 202.47 0.95 0.0482

Ikan Diawetkan 188.86 194.93 3.21 0.0264

Telur, Susu dan Hasil-hasilnya 163.94 160.75 -1.95 -0.058

Sayur-sayuran 211.95 210.75 -0.57 -0.0135

Kacang - kacangan 157.40 168.61 7.12 0.0453

Buah - buahan 210.48 225.84 7.30 0.1221

Bumbu - bumbuan 227.23 203.71 -10.35 -0.1949

Lemak dan Minyak 149.69 143.36 -4.23 -0.0516

Bahan Makanan Lainnya 156.07 156.52 0.29 0.0003

II.

MAKANAN JADI,MINUMAN,ROKOK &

TEMBAKAU 149.51 149.82 0.21 0.0376

Makanan Jadi 133.03 133.03 0.00 0.0000

Minuman yang Tidak Beralkohol 186.98 188.32 0.72 0.0265 Tembakau dan Minuman Beralkohol 170.28 170.73 0.26 0.0111

III.

PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS & BAHAN

BAKAR 156.58 158.91 1.49 0.3343

Biaya Tempat Tinggal 173.80 177.45 2.10 0.2724 Bahan Bakar, Penerangan dan Air 132.10 132.14 0.03 0.0017 Perlengkapan Rumahtangga 143.19 144.27 0.75 0.0142 Penyelenggaraan Rumahtangga 146.07 148.56 1.70 0.0460 IV. SANDANG 137.47 140.56 2.25 0.1215 Sandang Laki-laki 140.80 140.00 -0.57 -0.0084 Sandang Wanita 112.28 112.42 0.12 0.0015 Sandang Anak-anak 115.81 116.14 0.28 0.0029

Barang Pribadi dan Sandang Lain 186.16 200.17 7.53 0.1255

V. KESEHATAN 140.66 142.52 1.32 0.0497

Jasa Kesehatan 148.91 151.09 1.46 0.0168

Obat-obatan 118.16 118.92 0.64 0.0039

Jasa Perawatan Jasmani 171.73 180.45 5.08 0.0192 Perawatan Jasmani dan Kosmetika 139.30 140.15 0.61 0.0098

VI. PENDIDIKAN, REKREASI, DAN OLAHRAGA 153.56 153.67 0.07 0.0048

Jasa Pendidikan 178.92 178.92 0.00 0.0000 Kursus-kursus/Pelatihan 137.21 137.21 0.00 0.0000 Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 119.34 119.63 0.24 0.0017 Rekreasi 121.11 121.42 0.26 0.0029 Olahraga 156.24 156.52 0.18 0.0002

VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI & JASA KEUANGAN 150.43 139.25 -7.43 -1.2690

Transpor 189.72 170.93 -9.90 -1.2712

Komunikasi dan Pengiriman 75.15 75.15 0.00 0.0000 Sarana dan Penunjang Transpor 145.32 145.54 0.15 0.0022

(9)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 53/10/61/Th. XVI, 1 Oktober 2013 9 Tabel 5.

IHK Dan Inflasi Bulan September 2013 di 66 Kota Se Indonesia (Tahun 2007 = 100)

No. Kota IHK INFLASI

(%) No. Kota IHK

INFLASI (%)

[1] [2] [3] [4] [1] [2] [3] [4]

1 TANJUNG PINANG 147.92 1.70 34 BANJARMASIN 151.02 -0.60

2 PEMATANG SIANTAR 152.06 0.73 35 SEMARANG 144.22 -0.61

3 BATAM 135.67 0.53 36 PADANG SIDEMPUAN 145.80 -0.67

4 WATAMPONE 159.23 0.37 37 SAMARINDA 159.27 -0.67

5 BENGKULU 155.51 0.33 38 BOGOR 146.67 -0.71

6 DUMAI 147.48 0.32 39 PURWOKERTO 143.72 -0.71

7 PEKAN BARU 143.15 0.24 40 MADIUN 147.43 -0.75

8 BANDAR LAMPUNG 157.69 0.23 41 PONTIANAK 158.43 -0.75

9 JAKARTA 143.00 0.21 42 PALU 151.43 -0.75

10 MEDAN 146.53 0.12 43 PALOPO 150.25 -0.81

11 PADANG 152.67 0.05 44 KENDARI 151.32 -0.82

12 SUKABUMI 145.36 0.04 45 PANGKAL PINANG 161.02 -0.89

13 SINGKAWANG 147.88 0.04 46 JAMBI 149.71 -0.92 14 SURABAYA 144.19 -0.02 47 KUPANG 155.92 -0.92 15 TASIKMALAYA 146.01 -0.04 48 AMBON 156.03 -0.92 16 MAKASSAR 144.29 -0.10 49 LHOKSEUMAWE 142.88 -0.95 17 TEGAL 142.14 -0.15 50 SIBOLGA 151.73 -0.99 18 YOGYAKARTA 144.24 -0.24 51 PAREPARE 144.44 -1.12 19 JEMBER 144.83 -0.24 52 JAYAPURA 140.15 -1.14 20 MAMUJU 145.62 -0.27 53 BIMA 160.49 -1.15 21 KEDIRI 144.47 -0.28 54 BEKASI 145.17 -1.20

22 TARAKAN 176.53 -0.37 55 PALANGKA RAYA 151.85 -1.30

23 SERANG 152.16 -0.39 56 BALIKPAPAN 154.86 -1.33 24 PALEMBANG 141.68 -0.44 57 SURAKARTA 133.41 -1.35 25 DENPASAR 145.76 -0.45 58 SUMENEP 141.59 -1.44 26 BANDUNG 138.78 -0.49 59 SAMPIT 146.60 -1.48 27 PROBOLINGGO 150.45 -0.50 60 MATARAM 158.37 -1.51 28 CILEGON 144.25 -0.50 61 MAUMERE 162.40 -1.57 29 CIREBON 149.64 -0.56 62 MANADO 141.74 -2.10 30 DEPOK 146.97 -0.57 63 TERNATE 148.78 -2.39 31 MALANG 145.30 -0.57 64 MANOKWARI 155.23 -2.97 32 TANGERANG 148.82 -0.59 65 GORONTALO 142.53 -3.43

(10)

Berita Resmi Statistik Provinsi Kalimantan Barat No. 53/10/61/Th. XVI, 1 Oktober 2013 10

Informasi lebih lanjut hubungi:

Edi Rahman Asmara, SSi, MM Kepala Bidang Statistik Distribusi

Telepon: 0561-735345 E-mail : distribusi 6100@bps,go,id

Website : http://kalbar,bps,go,id

BPS PROVINSI KALIMANTAN BARAT

Referensi

Dokumen terkait

Sedangkan kelompok yang mengalami kenaikan indeks adalah : kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 3,66 persen; kelompok perumahan, air, listrik,

pengeluaran, yaitu: kelompok bahan makanan 3,20 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau 0,50 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan

Kelompok pengeluaran yang memberikan sumbangan inflasi adalah kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,22 persen; kelompok perumahan, air,

Sedangkan untuk kelompok yang mengalami kenaikan indeks adalah : makanan jadi, minuman, rokok & tembakau 0,25 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 0,11 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 0,57 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan

Inflasi terjadi karena adanya kenaikan indeks pada Kelompok Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau sebesar 2,86 persen, Kelompok Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan

kelompok pengeluaran tersebut yaitu kelompok kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 2,25 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar