32
DAFTAR PUSTAKA
Ambarningrum,T.B., Arthadi, P. Hery, dan P. Slamet. 2007. Ekstrak Kulit Jengkol (Pithecellobium lobatum): PengaruhnyaSebagai Anti Makan Dan Terhadap Efisiensi Pemanfaatan MakananLarva Instar V Heliothis armigera. J. Sains MIPA13:165-170
Asmaliyah., E.E.H. Wati, S. Utami, K. Mulyadi, Yudhistira.,dan F.W. Sari. 2010. Pengenalan Tumbuhan Penghasil Pestisida Nabati dan Pemanfaatannya secara Tradisional.Kementerian Kehutanan Badan Penelitian Dan Pengembangan Kehutanan Pusat Penelitian Dan Pengembangan Produktivitas Hutan.
Astuti,U,P., T. Wahyuni, danB. Honorita. 2013. Pembuatan Pestisida Nabati Mendukung Pengembangan Kawasan Rumah Pangan Lestari Di Provinsi Bengkulu. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (Bptp). Bengkulu
Baco, D. 2011. Pengendalian Tikus Pada Tanaman Padi Melalui Pendekatan Ekologi.Pengembangan Inovasi Pertanian 4:47-62
Cahyono, W,E. 2011. Kajian Tingkat Pencemaran Sulfur Dioksida dari Industri Di Beberapa Daerah Di Indonesia. Penelitian Pusat Pemanfaatan Sains Afmosfer dan Iklim. Pelita Dirgantara12:132-137
Dedi, Sarbino, dan E. Hendarti. 2013. Uji preferensi beberapa jenis bahan untuk dijadikan umpan tikus sawah (Rattus argentiventer). Universitas Tanjung Pura. untan.ac.id/index.php/jspp/article/view/2625/2615 [10 September 2015]
Dewi, D,I. 2010. Tikus sawah (Rattus argentiventer, robinson & kloss 1916). J.Litbang P2B2 Banjarnegara 2:22-23
Diperta. 2013. Ekologi Tikus. Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Propinsi Jawa Barat.
Dinpertan. 2014. Waspada Serangan Tikus. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah.
Fitri, Y, A. 2013. Penggunaan Pestisida Dalam Penerapan Konsep PHT. Kementrian Pertanian, Direktorat Jenderal Perkebunan, Direktorat Perlindungan
Perkebuna
Hamdan. 2013. Mengenal Prilaku dan Kebiasaan Tikus. Artikel. Kementrian Tanaman. Badan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian
33
(BPSDMP). http://widyatan .com /index .php /arsip /artikel /budidaya–tanaman /310 –mengenal –perilaku -dan- kebiasaan-tikus[22 Desember 2014]
Hanafiah, K, A. 2012. Rancangan Percobaan. PT Raja Grafindo Persada. Jakarta
Harjadi,W.1990.IlmuKimiaAnalitikDasar. PT.Gramedia. Jakarta
Invadalam, L,M. 2014. Uji keefektifan enam jenis perangkap dalam Pengendalian tikus sawah (Rattus argentiventer) J. Agribisnis Kepulauan2:38-46
Irsan, C.,M.U. Harun,dan E. Saleh. 2014. Pengendalian Tikus dan Walang Sangit di Padi Organik Sawah Lebak. Prosiding. Seminar Nasional Lahan Suboptimal. 26-27 September 2014. Palembang. 1491-1499.
Januarsi, R. 2010. Kajian Tentang Pengetahuan dan Tindakan Petani dalam Pengelolaan Hama Tikus PadaPertanaman Padi Di Kabupaten PinrangSulawesi Selatan. Skripsi. Universitas Hasanuddin. Makassar.
Kandun, I, N. 2008. Pedoman Pengendalian Tikus Khusus Di Rumah Sakit. Depertemen Kesehatan RI. Jakarta
Karyanto, P. 2005. Pola Konsumsi Tikus Sawah (Ratlus atgentiventet Rob. & Kloss) pada Persawahan Tanam tidak Serempak. Bioedukasi 2:42-48
Lastella, G., C. Testa, G. Cornacchia, M. Notornicole, F. Voltasio and V. K. Sharma, Anaerobic Digestion of Semi-Solid Organic Waste : biogas production and its purification Energy Conversion ang management.43:63-75
Litbang. 2013. Pengendalian Hama Tikus secara Terpadu. Inovasi Teknologi Padi dan Palawija. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.
Martin, G.J., M. Sianturi, dan Y. Tarigan. 1990. Vertebrate Pest Management Course. Proyek Pengembangan Tanaman Perkebunan Bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan Perkebunan. Medan
Martin,P. danP. Beteson. 1988. Measuring Behaviour, An Introduction Guide. 2nd Ed.Cambridge University Press. Cambridge
Master
Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Serang
serangkab.go.id/index.php/berita/202-pengendalian-hama-tikus [13 April 2015]
Natawigena, H.W.D. 1993. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman Pangan. TrigendaKarya. Bandung
________________. 2006. Sistem Pengendalian Hama Tikus Secara Kontinu dan Ekonomis. Universitas Padjadjaran. Bandung
34
Ni, K.P. 2014. Pengendalian Hama Tikus. Materi Penyuluhan Wibi Bpp Kota
Tulungagung Jatim
hama-tikus-untuk-materi.html [13 April 2015]
Nugroho, C., Idris., dan R.D.T Widjanarko. 2009. Bioekologi Tikus Sawah Sebagai Pengetahuan Dasar dalam Tindakan Pengendalian. Buletin Teknologi dan Informasi Pertanian 2:54-66
Nurbani. 2011. Tikus Sawah (Rattus argentiventer). Balai Pengkajian teknologi
Pertanian. Kalimantan Timur
Nursyamsi, D., S. Asikin, dan D. Cahyana. 2013. Jurus Klasik Pengusir Tikus. Balai Penelitian Pertanian Lahan Rawa (Balittra). Banjarbaru.http:// balittra.litbang.pertanian.go.id/index.php?option=com_content&view=article &id=258: jurus-klasik-pengusir-tikus-&catid=13:info-aktual [13 April 2015]
Pakki,T., M. Taufik, dan A.M Adnan. 2009.Studi Potensi Rodentisida Nabati Biji Jengkol untuk Pengendalian Hama Tikus pada Tanaman Jagung. Prosiding. Seminar Nasional Serealia.Balai Penelitian Tanaman Serealia Sulawesi Tenggara. 378-382
Purwanto. 2009. Pengujian Tiga Jenis Rempah-Rempah Sebagai Repelen Terhadap Tikus Rumah (Rattus Rattus Diardii Linn.) dan Tikus Pohon (Rattus Tiomanicus Mill.). Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Rosman, T.S. 2007. Pengaruh Ekstrak Daun Tembakau (Nicotiana tabacum), Biji Mimba (Azadirachta indica), dan Daun Paitan (Tithonia diversifolia) Terhadap Kutu Daun Toxoptera citricidus Pada Tanaman Jeruk (Citrus sp). Skripsi. Universitas Islam Negeri Malang. Malang
Rusdy, A dan I. Fatmal. 2008. Preferensi tikus (Rattus argentiventer) terhadap jenis Umpan pada tanaman padi sawah.J. Floratek 3: 68-73
Sakinah, N. 2010. Skrining Fitokimia dan Uji Aktivitas Antibakteri Ekstrak Kulit Buah Tanaman Jengkol (Pithecellobium jiringa (Jack) Prain.) Terhadap Bakteri
Streptococcus mutans, Staphylococcus aureus Dan Escherichia coli. Skripsi. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Siregar, H. 1981. Budidaya Tanaman Padi Indonesia. Penerbit P.T Sastra Hudaya. Yogyakarta
Sitepu, P. 2008. Pengujian Efektivitas Beberapa Fumigan Terhadap Tikus Sawah Rattus argentiventer (Rob.&Klo.). Skripsi. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Sobsey, M.D dan K.P Frederic. 2002. Evaluation of the H2S Method for Detection of Fecal Contamination of Drinking Water. Department of Protection
35
and the Human EnvironmentWorld Health OrganizationGeneva. University of North Carolina, Chapel Hill.
Solikhin dan Purnomo. 2008. Preferensi Tikus Sawah (Rattus-rattus argentiventer) dan Pengaruhnya Terhadap Pola Kerusakan Padi Varietas Dodokan dan Cianjur. J. HPT Tropika8:23-30
Sudarmaji dan N.A Herawati. 2011.Inovasi Teknoligi Pengendalian Tikus. Balai
Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Selatan.
_____________________________ . Mengenal Tikus Sawah. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Jawa Barat. http://www.litbang. pertanian.go.id/ download/one/309/file/Mengenal-tikus- Sawah.pdf[13 April 2015]
Sudarmaji. 2010. Pembentukan Formulasi Umpan untuk Pengendalian Fertilitas Tikus Sawah dengan Sterilitas 100% dan Bersifat Permanen. Laporan Akhir Program Insentif Riset Terapan Bidang Ketahanan Pangan. Balai Besar Penelitian Tanaman Padi. Sukamandi, Jawa Barat.
________. 2011. Tikus Sawah (Rattus argentiventer). Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Kalimantan Timur. Kementrian Pertanian. Kalimantan Timur.. http://www.litbang. pertanian.go.id/ download/one/309/file/ tikus- Sawah.pdf [13 April 2015]
Tito ,S.I., B. Yanuwiadi,danC. Sulistya. 2011. Pengaruh gelombang ultrasonik jangkrik (Acheta domesticus) terhadap Pola perilaku makan pasif dan gerak pasif Tikus sawah (Rattus argentiventer). Jurnal PAL Universitas Brawijaya, 2:72-139.
Triharso. 1996. Dasar-Dasar Perlindungan Tanaman. Fakultas Pertanian. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
Wiasih, V., Permana, A., Silvyani, N., dan Faizah, P, N. 2013. Pemanfaatan Uje (Kulit Jengkol) Sebagai Larvasida Alami pada Nyamuk Aedes Aegypti. Usulan Program Kreativitas Mahasiswa. Universitas Dian Nuswantoro. Semarang.