KATA PENGANTAR Dengan mengucap alhamdulillah, rasa syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kelancaran dan kemudahan sehingga

144  Download (0)

Full text

(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)
(8)

vii

KATA PENGANTAR

Dengan mengucap alhamdulillah, rasa syukur penulis haturkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kelancaran dan kemudahan sehingga skripsi dengan judul “Perancangan sistem informasi monitoring rencana strategis bisnis bank x” ini dapat diselesaikan.

Penulisan tesis ini dimaksudkan untuk melengkapi salah satu syarat dalam menyelesaikan program magister (S2) pada jurusan Sistem Informasi Bisnis, Fakultas Managemen Sistem Informasi, Universitas Gunadarma.

Ucapan terima kasih tak lupa penulis sampaikan kepada berbagai pihak yang telah berperan dan membantu dalam menyelesaikan penyusunan skripsi ini, terutama kepada :

1. Prof. Dr. E. S. Margianti, S.E., MM., selaku Rektor Universitas Gunadarma 2. Prof. Suryadi Harmanto, SSi., MMSI, selaku Pembantu Rektor II Universitas

Gunadarma.

3. Prof. Dr. Yuhara Sukra, MSc, selaku Koordinator Program Pasca Sarjana Universitas Gunadarma.

4. Dr. Tubagus Maulana Kusuma, S.Kom., M.Eng.Sc, selaku Direktur Program Pasca Sarjana Magister Teknologi dan Rekayasa Universitas Gunadarma.

5. Dr. Yuhilza Hanum SSi., MEng., selaku Kepala Program Studi Magister Manajemen Sistem Informasi Universitas Gunadarma

6. Dr. Nuryuliani, selaku Dosen Pembimbing yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam penulisan tesis ini.

7. Orang tua dan keluarga, yang tak pernah berhenti mendoakan dan membimbing penulis dalam bentuk nasihat dan petuahnya.

8. Hayuda Pramushinta yang sudah memberikan semangat dan motivasi untuk menyelesaikan thesis ini.

9. Rekan-rekan 47 SIB 1 dan angkatan 47 MMSI.

(9)

viii

Di dalam penyusunan tesis ini, penulis menyadari masih dapat dikembangkan lagi. Untuk itu saran, kritik, dan bimbingan yang bersifat membangun sangat penulis harapkan, agar dapat menghasilkan karya yang lebih baik lagi di kemudian hari.

Di penghujung kata, penulis hanya bisa berharap agar penulisan skripsi ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi para pembaca sekalian.

Jakarta, 31 Desember 2017 Penulis,

(10)

ix

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

PERNYATAAN ORISINALITAS DAN PUBLIKASI... ii

LEMBAR PENGESAHAN ... iii

ABSTRAKSI ... iv

ABSTRACT ... v

RIWAYAT HIDUP ... vi

KATA PENGANTAR ... vii

DAFTAR ISI ... ix

DAFTAR GAMBAR ... xii

DAFTAR TABEL ... xiv

1. PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Batasan Masalah ... 2

1.3 Rumusan Masalah ... 2

1.4 Tujuan Penelitian... 3

1.5 Kegunaan Penelitian ... 3

2. TINJAUAN PUSTAKA ... 4

2.1 Bank ... 4

2.1.1 Fungsi Bank ... 5

2.1.2 Komponen Laporan Keuangan Bank ... 6

2.2 Konsep Strategis Bisnis ... 8

2.2.1 Misi Bisnis ... 9

2.2.2 Pencapaian Target Bisnis Bank ... 9

2.3 Informasi ... 10

2.4 Sistem Informasi ... 10

2.4.1 Tipe-Tipe Sistem Informasi ... 10

2.5 Strategi Sistem Informasi ... 12

(11)

x

2.6 Pengembangan Sistem ... 13

2.7 Metode Pengembangan Sistem ... 15

2.7.1 Unified Modeling Language (UML) ... 19

2.8 Siklus Hidup Pengembangan Sistem (SDLC) ... 25

2.8.1 Waterfall ... 26

2.8.2 RAD (Rapid Application Development) ... 27

2.8.3 Agile Process model ... 28

2.9 Data Model (Data Modeling) ... 29

2.10 Pendekatan Sistem ... 29

2.11 Pengujian Perangkat lunak ... 31

2.12 Black Box Testing ... 31

2.13 Bahasa Pemrograman ... 35

2.13.1 Pengertian PHP ... 35

2.13.2 Pengertian HTML ... 35

2.13.3 Pengertian CSS ... 36

2.13.4 Pengertian Java Script ... 36

2.13.5 Pengertian JSON ... 37

2.13.6 Pengertian amChart ... 37

2.14 Pengertian Power Designer ... 38

2.15 Pengertian MySQL ... 39

2.16 XAMPP ... 40

2.17 Struktur Navigasi ... 42

2.18 Penelitian Terdahulu ... 44

3. METODE PENELITIAN ... 47

3.1 Obyek Penelitian ... 47

3.2 Desain dan Pendekatan Penelitian ... 47

3.2.1 Perencanaan dan Identifikasi masalah ... 48

3.2.2 Proses Perancangan (Desain Workshop) ... 50

3.2.2.1 Perancangan Use Case ... 51

3.2.2.2 Perancangan Class Diagram ... 56

(12)

xi

3.2.2.3 Perancangan DFD ... 57

3.2.2.4 Perancangan ERD ... 60

3.2.2.5 Perancangan Antar Muka Sistem ... 68

3.2.2.6 Perancangan pada alat bantu tools bahasa pemrograman ... 87

3.2.2.7 Struktur Navigasi ... 90

4. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 93

4.1 Testing dan Implementasi ... 93

4.1.1 Testing Aplikasi ... 93

4.1.2 Implementasi Aplikasi ... 101

5. PENUTUP ... 110

5.1 Kesimpulan ... 110

5.2 Saran ... 110

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN

(13)

xii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.1 Tiga Kegiatan Utama Bank ... 4

Gambar 2.2 Komponen Data Flow Diagram... 17

Gambar 2.3 Waterfall Pressman ... 26

Gambar 2.4 Tampilan Logo MySQL ... 39

Gambar 2.5 Tampilan Aplikasi Xampp ... 41

Gambar 2.6 Xampp Localhost... 41

Gambar 2.7 Simbol Struktur Navigasi ... 42

Gambar 2.8 Struktur Navigasi Linier ... 42

Gambar 2.9 Struktur Navigasi Hirarki ... 43

Gambar 2.10 Struktur Navigasi Non-Linier ... 43

Gambar 2.11 Struktur Navigasi Campuran ... 44

Gambar 3.1 Tahapan RAD (Rapid Application Development) ... 47

Gambar 3.2 Use Case Sistem Informasi Monitoring ... 52

Gambar 3.3 Diagram Activity Pengelolaan Registrasi User ... 53

Gambar 3.4 Diagram Activity Mengelola Data Realisasi dan Target ... 54

Gambar 3.5 Diagram Activity Monitoring Realisasi dan Target ... 55

Gambar 3.6 Class Diagram ... 56

Gambar 3.7 Diagram Konteks ... 57

Gambar 3.8 Diagram Nol ... 58

Gambar 3.9 Diagram Level 1 ... 59

Gambar 3.10 Star Schema Sistem Informasi Monitoring ... 60

Gambar 3.11 Tampilan Dashboard Kredit ... 69

Gambar 3.12 Tampilan Dashboard Deposito ... 71

Gambar 3.13 Tampilan Dashboard Funding ... 73

Gambar 3.14 Tampilan Login ... 75

Gambar 3.15 Tampilan Entry Kredit Realisasi ... 76

Gambar 3.16 Tampilan Entry Kredit Target ... 77

(14)

xiii

Gambar 3.17 Tampilan Laporan Kredit ... 78

Gambar 3.18 Tampilan Laporan Kredit Target ... 79

Gambar 3.19 Tampilan Entry Deposito ... 80

Gambar 3.20 Tampilan Entry Deposito Target ... 81

Gambar 3.21 Tampilan Laporan Deposito ... 82

Gambar 3.22 Tampilan Laporan Deposito Target... 83

Gambar 3.23 Tampilan Entry Financial ... 84

Gambar 3.24 Tampilan Entry Financial Target... 85

Gambar 3.25 Tampilan Laporan Financial ... 86

Gambar 3.26 Tampilan Laporan Financial Target ... 87

Gambar 3.27 Tampilan Source Code HTML ... 88

Gambar 3.28 Tampilan Source Code PHP ... 89

Gambar 3.29 Tampilan Source Code JSON ... 89

Gambar 3.30 Struktur Navigasi Back-End ... 91

Gambar 3.31 Struktur Navigasi Front-End ... 92

Gambar 4.1 Login Aplikasi Sistem Administrator ... 101

Gambar 4.2 Form Entry Kredit Realisasi ... 102

Gambar 4.3 List Laporan Realisasi Kredit Target ... 103

Gambar 4.4 Form Edit Kredit... 104

Gambar 4.5 Form Entry Kredit Target ... 104

Gambar 4.6 Form List Laporan Target Kredit Commercial ... 105

Gambar 4.7 Form Edit List Laporan Target Kredit ... 106

Gambar 4.8 Monitoring Resume Loan Kredit ... 107

Gambar 4.9 Monitoring Resume Funding ... 108

Gambar 4.10 Monitoring Deposito ... 109

(15)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Simbol Use Case Diagram... 20

Tabel 2.2 Simbol Activity Diagram ... 22

Tabel 2.3 Simbol Class Diagram ... 24

Tabel 2.4 Penelitian Relavan Terdahulu... 45

Tabel 3.1 Spesifikasi Pengguna ... 49

Tabel 3.2 Rencana jadwal pengembangan sistem ... 50

Tabel 3.3 Kebutuhan Non Fungsional Perangkat Keras ... 51

Tabel 3.4 Kebutuhan Non Fungsional Perangkat Lunak ... 51

Tabel 3.5 Kamus data sistem ... 61

Tabel 3.6 Rincian perancangan Dashboard kredit ... 70

Tabel 3.7 Rincian perancangan Dashboard deposito... 72

Tabel 3.8 Rincian perancangan Dashboard funding ... 73

Tabel 4.1 Pegujian Login Aplikasi ... 94

Tabel 4.2 Pengujian Entry Data Kredit ... 95

Tabel 4.3 Pengujian Pemeliharaan Data Kredit ... 95

Tabel 4.4 Pengujian Entry Data Kredit Target ... 96

Tabel 4.5 Pengujian Pemeliharaan Data Kredit Target. ... 96

Tabel 4.6 Pengujian Pemeliharaan Entry Data Financial. ... 97

Tabel 4.7 Pengujian Pemeliharaan Data Financial . ... 97

Tabel 4.8 Pengujian Entry Data Financial Target. ... 98

Tabel 4.9 Pengujian Pemeliharaan Data Financial Target. ... 98

Tabel 4.10 Pengujian Entry Data Deposito ... 99

Tabel 4.11 Pengujian Pemeliharaan Data Deposito. ... 99

Tabel 4.12 Pengujian Entry Data Deposito Target. ... 100

Tabel 4.13 Pengujian Pemeliharaan Data Deposito Target. ... 100

Tabel 4.14 Pengujian Browser untuk menampilkan hasil grafik... 100

(16)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sistem informasi adalah alat penting untuk mencapai tujuan organisasi secara efektif.

Setiap organisasi harus mengidentifikasi kebutuhan informasi secara sistematis serta melakukan analisis misi dan fungsi yang dilakukan, siapa yang melakukan, data dan informasi pendukung yang diperlukan untuk melakukan berbagai fungsi dan proses yang dibutuhkan untuk struktur informasi yang paling berguna (Tozer, 1996). Untuk meningkatkan kinerja setiap organisasi maka diperlukan sebuah sistem informasi untuk dapat menentukan rencana strategis atau arahan, serta dapat mengambil keputusan.

Awalnya Sistem Informasi merupakan hal pendukung dalam proses pengambilan keputusan. Namun pada perkembangan zaman sistem informasi sangat berperan penting untuk memajukan kinerja dalam instansi suatu Bank dan sebagai pemberian keputusan yang cepat dan tepat dalam memberikan informasi laporan keuangan dan progress pencapaian target bisnis. Peran sistem teknologi informasi tidak hanya untuk efisiensi dan efektivitas melainkan juga peran strategik untuk memenangkan persaingan (Hartono, 2006).

Perancangan sistem informasi monitoring rencana strategis bisnis ini dilakukan dikarenakan dalam memberikan informasi laporan keuangan dan progress pencapaian target bisnis sering terlambat diterima oleh pemegang keputusan strategis dan pada proses End Of Day ataupun End Of Month Core Banking System yang bermasalah. Dalam bisnis, hal ini dapat menyebabkan hilangnya potensi pendapatan maupun peluang bisnis yang membutuhkan keputusan strategis dalam waktu yang singkat. Informasi laporan keuangan dan progress pencapaian target bisnis sebetulnya hanya dibutuhkan hasil resume-nya saja, sementara untuk detail diperlukan untuk waktu tertentu saja. Cetak dokumen laporan

(17)

2

keuangan dan progress pencapaian target bisnis dapat menghabiskan puluhan lembar kertas sehingga kurang efisien. Output yang dihasilkan dari sistem ini memberikan hasil berupa informasi laporan keuangan dan progress pencapaian target bisnis yang dapat diterima oleh pemegang keputusan strategis secara realtime sehingga dapat menghasilkan keputusan strategis yang tepat untuk menjaring potensi pendapatan maupun peluang bisnis yang ada.

Dalam pengembangan aplikasi ini menggunakan metode pengembangan Rapid application Development (RAD). Rapid application Development (RAD) dipilih karena metode pengembangan sistem informasi ini cocok untuk tipe proyek dengan waktu yang singkat dan keterlibatan user dalam proses pembuatan, sehingga dinilai tepat digunakan dalam pengembangan sistem informasi monitoring rencana strategis bisnis Bank X. Dalam pengembangan sistem informasi normal memerlukan waktu 180 hari, namun dengan metode RAD sistem dapat diselesaikan dalam waktu kurun waktu 30 – 90 hari.

1.2 Batasan Masalah

Batasan masalah dari penelitian ini adalah membangun perancangan sistem yang dibutuhkan untuk sistem informasi monitoring rencana strategis bisnis dalam beberapa modul yang ada yaitu Aset, Laba, Modal, Kredit, Funding, Deposito dan Pencapaian Target Kredit.

1.3 Rumusan Masalah

Perumusan masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana merancang suatu sistem informasi sebagai alat bantu strategis bisnis untuk pencapaian pendapatan dan target bisnis Bank X?

(18)

3 1.4 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah merancang sistem informasi monitoring sebagai alat bantu rencana strategis bisnis agar dapat memberikan informasi laporan keuangan dan progress pencapaian target bisnis dapat diterima oleh pemegang keputusan strategis secara realtime sehingga dapat menghasilkan keputusan strategis yang tepat untuk menjaring potensi pendapatan maupun peluang bisnis yang ada. Efisiensi Biaya operasional perusahaan karena tidak memerlukan cetak dokumen laporan setiap hari.

1.5 Kegunaan Penelitian

Manfaat yang diperoleh dari penelitian ini adalah

1. Membantu Bank X dalam mendapatkan informasi startegis pada bisnis yang sedang dijalankan.

2. Memberikan informasi dan hasil perancangan dalam membangun sistem informasi monitoring rencana strategis bisnis.

(19)

4 BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Bank

Bank adalah salah satu jenis usaha yang berhubungan dengan menabung, perputaran uang, deposito dan lainnya. Menurut Sigit dan Totok bank adalah lembaga keuangan yang menghimpun dan menyalurkan dana. Penghimpunan dana secara langsung berupa simpanan dana masyarakat yaitu tabungan, giro dan deposito dan secara tidak langsung berupa pinjaman. Penyaluran dana dilakukan dengan tujuan modal kerja, investasi dan deposito dan untuk jangka panjang dan jangka menengah. Kegiatan usaha dari bank meliputi tiga kegiatan utama yaitu bisa dilihat pada gambar 2.1 (Sigit, 2006).

Gambar 2.1 Tiga Kegiatan Utama Bank

Banyaknya jasa yang diberikan bank sangat beragam, hal ini tergantung dari kemampuan masing – masing bank. Semakin mampu dan baik bank tersebut maka akan semakin banyak jasa – jasa yang ditawarkan. Kemampuan bank dapat dilihat dari sisi

(20)

5

permodalan, aset, manajemen, rentabilitas, likuiditas, dan sensitifitas bank terhadap resiko pasar yang dimiliki oleh masing – masing bank.

2.1.1 Fungsi Bank

Kegiatan yang ada dalam bank ditentukan oleh fungsi – fungsi yang melekat pada bank tersebut. Menurut Undang – Undang RI Nomor 10 tahun 1998 fungsi bank tersebut diuraikan sebagai berikut :

a. Fungsi pengumpulan dana, adalah dana dari masyarakat yang disimpan di bank yang merupakan sumber dana untuk bank selain dana bank.

b. Fungsi pemberian kredit, dana yang dikumpulkan dari masyarakat dalam bentuk tabungan, giro dan deposito harus segera diputarkan sebab dari dana tersebut bank akan terkena beban bunga, jasa giro bunga deposito, bunga tabungan, dan biaya operasional seperti gaji, sewa gedung dan penyusutan.

c. Fungsi penanaman dana dan investasi, biasanya mendapat imbalan berupa pendapatan modal yang bisa berupa bunga, laba dan deviden.

d. Fungsi pencipta uang, adalah fungsi yang paling pokok dari bank umum jika dilihat dari sudut pandang ekonomi makro. Tetapi dari sudut pandang manajer bank, bahwa dengan melupakan sama sekali fungsi ini tidak akan berpengaruh terhadap maju mundurnya bank yang dipimpinnya.

e. Fungsi pembayaran, transaksi pembayaran dilakukan melalui cek, bilyet giro, surat wesel, kupon dan transfer uang.

f. Fungsi pemindahan uang, kegiatan ini biasanya disebut sebagai pentransferan uang, yang bisa dilakukan antar bank yang sama, dan antar bank yang berbeda.

(21)

6 2.1.2 Komponen Laporan Keuangan Bank

Komponen laporan keuangan bank sesuai dengan Pernyataan Standart Akuntansi Keuangan (PPSAK) No.31 (revisi 2000) yang dicantumkan dalam buku Indra dan Suhardjono buku satu yaitu (Suhardjono, 2006):

1) Neraca

Neraca merupakan salah satu elemen laporan keuangan yang menggambarkan posisi keuangan suatu perusahan pada saat tertentu.

Komponen neraca terdiri dari aktiva, kewajiban dan modal. Neraca dimaksudkan untuk membantu pihak intern dalam memberikan informasi tentang dua hal yang bermanfaat yaitu likuiditas dan fleksibilitas financial perusahaan yang dapat dipakai sebagai dasar membuat estimasi terhadap keadaan keuangan di masa datang. Aktiva adalah sumber – sumber ekonomi yang dimiliki oleh perusahaan dan dapat dinyatakan dalam ukuran moneter yaitu uang, hutang adalah semua kewajiban keuangan perusahaan kepada pihak lain yang belum terpenuhi, dan hutang merupakan sumber dana atau modal perusahaan yang berasal dari kreditor. Hutang atau kewajiban perusahaan dapat dibedakan menjadi hutang lancar dan hutang jangka panjang.

Dalam Pedoman Akuntansi Perbankan Indonesia (PAPI) dinyatakan bahwa modal adalah bagian hak pemilik dalam perusahaan yaitu selisih antara aktiva dan kewajiban yang ada, dan dengan demikian tidak merupakan ukuran nilai jual perusahaan tersebut. Pada dasarnya modal berasal dari investasi pemilik dan hasil usaha perusahaan. Modal akan berkurang terutama dengan adanya penarikan kembali penyertaan oleh pemilik, pembagian deviden, dan kerugian yang diderita (Suhardjono, 2006).

(22)

7 2) Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi merupakan ringkasan dari hasil – hasil kegiatan bank selama periode tertentu dan sering dipandang sebagai laporan keuangan akuntansi yang paling penting dalam laporan tahunan. Laporan laba rugi terdiri dari tiga komponen yaitu pendapatan, beban, dan laba-rugi.

(Suhardjono, 2006).

3) Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal pemilik atau laporan laba ditahan merupakan laporan yang menyajikan peningkatan atau penurunan aktiva bersih atau kekayaan bank selama periode bersangkutan berdasarkan prinsip pengukuran tertentu yang dianut dan harus diungkapkan dalam laporan keuangan (PSAK No.31 revisi 2000).

4) Laporan Arus Kas

Laporan arus kas (cash flow statement) disusun untuk menunjukkan perubahan kas selama satu periode dan memberikan penjelasan tentang alasan perubahan tersebut dengan menunjukkan darimana sumber penerimaan kas dan tujuan penggunannya. Laporan arus kas berguna sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas yang setara dengan kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut.

Jadi dengan demikian komponen utama laporan arus kas adalah sumber- sumber penerimaan kas dan penggunaan kas (Suhardjono, 2006).

5) Catatan Atas Laporan Keuangan

Indra dan Suhardjono dalam bukunya sesuai dengan PSAK No.31 (Revisi 2000) menetapkan bahwa catatan atas laporan keuangan harus disajikan secara sistematis. Setiap pos neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas yang perlu penjelasan harus didukung dengan informasi yang dicantumkan dalam catatan atas laporan keuangan. Dengan memerhatikan ketentuan

(23)

8

tersebut catatan atas laporan keuangan bank mengungkapkan antara lain (Suhardjono, 2006):

a. Analisis jatuh tempo aktiva dan kewajiban

b. Komitmen, kontinjensi dan unsur – unsur di luar neraca c. Konsentrasi aktiva kewajiban dan pos pos diluar neraca d. Perkreditan

e. Aktiva yang dijamin f. Instrument derivatif g. Kegiatan wali amanat

2.2 Konsep Strategis Bisnis

Strategi memilik beberapa hierarki, yaitu tingkatan korporat, bisnis dan fungsi.

Tingkat korporat mencerminkan kebijakan perusahaan secara keseluruhan, pada bisnis apa saja perusahaan bekerja, beriorientasi jangka panjang dan focus pada misi atau visi korporat, serta alokasi sumber daya.

Strategi pada tingkatan fungsional berintikan hal teknis sesuai dengan tugas fungsi pada organisasi seperti produksi, marketing, keuangan, personalia, dan lain-lain. Strategi fungsional merupakan pengimplementasian dari strategi korporasi dan bisnis yang dijalankan oleh bagian-bagian fungsional perusahaan.

Strategi bisnis lebih mengarah pada lingkup produk pasar, aspek lokasi geografis serta keunggulan bersaing berkelanjutan dari Strategic Bussiness Unit (SBU) perusahaan, yang tentunya harus sejalan dengan strategi tingkat korporat. Inti dari konsep strategi bisnis adalah menentukan posisi yang tepat sebagai perpaduan kemampuan internal dan pengaruh eksternal berdasarkan misi bisnis perusahaan.

(24)

9 2.2.1 Misi Bisnis

Pencapaian misi bisnis merupakah langkah awal dalam perencanaan dan penetapan strategi bisnis. Adapun kriteria yang harus dipenuhi oleh suatu misi bisnis adalah : kriteria waktu, preferensi lingkungan, produk, pasar, geografis dan kompetensi inti yang jelas.

2.2.2 Pencapaian Target Bisnis Bank

Pemerintah senantiasa menciptakan kebijakan-kebijakan ekonomi yang baik dan kondusif dengan memberikan kepada para pelaku usaha, kemudahan-kemudahan yang dapat mendorong untuk dapat mengembangkan bisnisnya. Pada saat ini pelaku usaha seperti bank yang mempunyai istilah yang berasal dari italia, “Banca” yang berarti meja yang digunakan oleh para penukar uang di pasar. Pada dasarnya bank merupakan penitipan atau penyimpanan uang, pemberi atau penyalur kredit dan juga perantara didalam lalulintas pembayaran (Kasmir, 2002). Bank adalah badan yang menerima kredit maksudnya adalah badan yang menerima simpanan dalam masyarakat dalam bentuk giro, deposito, dan memberikan pinjaman (Rahardja, 1997).

Bank secara sederhana dapat diartikan sebagai lembaga keuangan yang kegiatan utamanya adalah menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kembali dana tersebut kepada masyarakat serta memberikan jasa-jasa bank lainnya. Berdasarkan UU No.10 tahun 1998 tentang perbankan, yang dimaksud dengan perbankan adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyrakat dalam bentuk simpanan dan kemudian menyalurkan kepada masyrakat dalam bentuk kredit atau apapun bentuk-bentuk lainnya, dalam rangka meningkatkan tarif hidup (Kasmir, 2002).

(25)

10 2.3 Informasi

Informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat dalam pengambil keputusan saat ini atau saat mendatang (kadir, 2003). Data merupakan bentuk yang masih mentah yang belum dapat bercerita banyak sehingga perlu diolah lebih lanjut. Data diolah melalui suatu model untuk dihasilkan informasi (Jogiyanto, 1998).

2.4 Sistem Informasi

Sistem informasi adalah kombinasi dari sejumlah komponen (manusia, komputer, teknologi informasi) yang akan memproses data menjadi informasi untuk mencapai suatu sasaran atau tujuan (Kadir, 2003). Sistem informasi dapat didefinisikan sebagai kumpulan elemen yang saling berhubungan satu sama lain yang membentuk satu kesatuan untuk mengintegrasikan data, memproses dan menyimpan serta mendistribusikan informasi.

Dengan kata lain, sistem informasi merupakan kesatuan elemen-elemen yang saling berinteraksi secara sistematis dan teratur untuk menciptakan dan membentuk aliran informasi yang akan mendukung pembuatan keputusan dan melakukan control terhadap jalannya perusahaan (Budi Sutedjo, 2006).

2.4.1 Tipe-Tipe Sistem Informasi

Computer Base Information System (CBIS) dibedakan beberapa tipe aplikasi sistem informasi yaitu :

1) Transaction Processing System (TPS) :

(26)

11

Sistem informasi ini dikembangkan untuk memproses sejumlah besar data untuk transaksi bisnis rutin. Adapun hal-hal yang bisa dilakukan dakam sistem ini meliputi (Al Fatta, 2007) :

a) Mengotomasi penanganan data-data aktifitas bisnis dan transaksi, yang bisa dianggap sebagai kejadian diskrit dalam kehidupan organisasi

b) Menangkap data dari setiap transaksi

c) Memverifikasi transaksi untuk diterima atau di tolak

d) Menyimpan transaksi yang telah divalidasi untuk pengumpulan data berikutnya 2) Sistem Informasi Manajemen

Adalah sebuah sistem informasi pada level manajemen yang berfungsi untuk membantu perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan dengan menyediakan resume rutin dan laporan-laporan tertentu.

3) Decision Support System (DSS)

Merupakan sistem informasi pada level manajemen dari suatu organisasi yang mengkombinasikan data dan model analisis data untuk pengambilan keputusan. DSS biasanya tersusun dari :

a) Database

b) Model grafis atau matematika yang digunakan untuk proses bisnis

c) Antara muka pengguna, yang digunakan oleh pengguna untuk berkomunikasi dengan DSS

4) Expert System

Merupakan representasi pengetahuan yang meggambarkan cara seorang ahli dalam mendekati suatu masalah.

(27)

12 2.5 Strategi Sistem Informasi

Pengertian dari pada strategi sistem informasi, terlebih dahulu akan diuraikan tentang pengertian sistem. Ada beberapa pemikiran yang dikemukakan oleh para ahli tentang difinisi sistem. Dalam hal ini digunakan pengertian sistem sebagai sekumpulan elemen-elemen yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi satu sama lain dalam kegiatan bersama untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Dan informasi adalah data yang telah diolah menjadi bentuk yang memberikan nilai tambah bagi yang membutuhkannya (Davis, 1993).

Sistem informasi memiliki peran penting bagi suatu perusahaan dalam mencapai keunggulan bersaing, hal ini mengingat bahwa informasi akan sangat dibutuhkan dalam dunia bisnis. Karena apabila perusahaan ingin unggul dalam persaingan maka perusahaan harus tanggap terhadap perubahan yang terjadi, dengan demikian informasi akan sangat mahal untuk didapatkan.

Walaupun secara konseptial penerapan sistem informasi dapat tanpa menggunakan teknologi informasi, namun dalam kenyataanya sistem informasi tidak dapat diimplementasikan semata-mata secara manual (Davis, 1993). Hal senada juga diungkapkan oleh Turban “Information system can be manual or computer based (some system are partially computer based)” (Turban, 1996).

Strategi sistem informasi memperlihatkan bagaimana menyiapkan informasi yang diperlukan dan juga mengatur bagaimana berbagi sumber daya informasi berikut pengembangan akan dikelola. Sebelum menetapkan strategi sistem informasi, diperlukan perencanaan terlebih dahulu.

(28)

13 2.6 Pengembangan Sistem

Sistem yang baik adalah sistem yang selalu dapat menyesuaikan dengan perubahan lingkungan yang terjadi disekitarnya atau sistem tersebut harus dinamis menuju pada keadaan yang lebih baik. Kegiatan pengembangan sistem, dapat diartikan sebagai kegiatan membangun sistem baru untuk menggantikan, memperbaiki atau meningkatkan fungsi sistem yang lama atau yang sudah ada. Pengembangan sistem mengacu kepada seluruh aktivitas yang berhubungan dengan sistem informasi pada suatu organisasi untuk menghasilkan penyelesaian masalah dan pengambilan keputusan dalam meraih peluang pasar. Jadi, pengembang sistem dapat dikatakan sebagian maupun seluruh sistem informasi untuk mendapatkan hasil yang terbaik bagi suatu organisasi. Adapun dasar pertimbangan melakukan pengembangan sistem menurut (Jogiyanto, 1995), adalah disebabkan oleh beberapa factor, diantaranya adalah :

a. Sering timbul permasalahan yang biasanya disebabkan oleh : 1. Sistem lama yang sudah tidak sesuai lagi dengan kebutuhan:

 Sistem lama tidak efisien lagi dalam operasinya.

 Terjadinya kesalahan proses atau hasil.

 Manfaat yang diperoleh berkurang.

2. Perkembangan organisasi yang berhubungan dengan kebutuhan informasi yang lebih baik dan luas, jumlah data yang diolah yang semakin meningkat, dan terjadinya perubahan prosedur.

b. Meningkatkan kesempatan usaha. Kecepatan informasi atau efisiensi waktu sangat menentukan berhasil atau tidaknya strategi dan rencana dalam meraih peluang pasar, meningkatkan pelayanan, meningkatkan keuntungan dan proses pengambilan keputusan secara tepat dan tepat yang pada akhirnya diharapkan akan dapat meningkatkan kesempatan usaha organisasi.

(29)

14

c. Adanya intruksi perubahan. Adanya instruksi untuk suatu perubahan, dapat berasal dari dalam yaitu berasal dari pimpinan perusahaan, maupun dari luar organisasi ataupun perusahaan seperti peraturan pemerintah.

Selain itu, beberapa indikator suatu sistem informasi yang sedang mengalami masalah yang juga memerlukan pengembangan sistem, diantaranya adalah :

1. Keluhan pelanggan terhadap pelayanan 2. Pelaporan yang salah / terlambat / sulit 3. Pembayaran yang terlambat

4. Biaya operasi yang tinggi 5. Investasi yang tidak efisien

6. Peramalan penjualan dan produksi yang salah 7. Waktu kerja yang berlebihan

8. Kesalahan manual yang tinggi

9. Pengolahan file-file yang tidak teratur, dan lain-lain

Pengembangan sistem, harus membedakan peningkatan dalam berbagai aspek seperti:

1. Hasil kerja (Performance) 2. Kualitas informasi

3. Keuntungan ekonomis dan penurunan biaya 4. Pengendalian kesalahan (Control)

5. Efisiensi sumber daya 6. Serta pelayanan (Service)

Adapun kriteria penilaian sistem yang efektif dan efisien yaitu : 1. Sistem harus sesuai kebutuhan (Relevance)

2. Memperhatikan kapasitas sistem (Capacity)

(30)

15

3. Meningkatkan efisiensi sisten (Efficency)

4. Ketepatan waktu untuk menghasilkan informasi (Timeliness) 5. Kemudahan akses (Accessibility)

6. Keluwesan sistem (Flexbility)

7. Ketepatan nilai dari informasi (Accurancy) 8. Keamanan sistem (Security)

9. Nilai ekonomis sistem (Economy)

10. Kemudahan sistem yang digunakan (Simplicity)

2.7 Metode Pengembangan Sistem

Terdapat beberapa dalam melakukan pengembangan sistem yang dapat kita lakukan yaitu sebagai berikut :

1) Metode Life Cycle

Proses –proses standar pengembangan sistem merupakan pendekatan proses life cycle atau yang dikenal System Development Life Cycle (SDLC) dimana prosesnya melalui langkah analisis, disain, implementasi dan pemeliharaan, adapun penjelasannya sebagai berikut (Al Fatta, 2007):

1) Metode Analisis

Pada tahap analisis, tujuan utamanya untuk mendefinisikan masalah (From requirements to specification). Tahapan analisis merupakan tahapan yang kritis pada pengembangan suatu sistem informasi. Kegagalan dalam tahapan analisis akan berakibat pada dua hal, pertama sistem informasi gagal untuk dikembangkan. Kedua, yang terburuk sistem berhasil dibuat akan tetapi tidak cukup berguna untuk memenuhi kebutuhan perusahaan atau organisasi dalam manajemen informasi. Biaya sudah terlanjur di keluarkan tetapi sistem gagal manjalankan fungsinya.

(31)

16 TAHAPAN ANALISIS :

1. Analisis kelemahan sistem lama PIECES (kinerja, informasi,ekonomi, keamanan, efisiensi dan layanan), dengan ukuran ini diperoleh kombinasi antara problem/masalah, opportunity/kesempatan dan directive/ perintah sebagai persyaratan (Whitten, 2004).

2. Analisis Kebutuhan Sistem secara fungsional dan non fungsional

Fungsionalitas mencerminkan kebutuhan sistem, kebutuhan sistem bisa diartikan sebagai pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh sistem dan pernyataan tentang karakteristik yang harus dimiliki sistem.

Kebutuhan fungsional sistem adalah jenis kebutuhan yang berisi proses-proses apa saja yang harus ada dan dibutuhkan sistem. Sedangkan kebutuhan Non fungsional adalah tipe kebutuhan yang berisi properti perilaku yang dimiliki sistem yang meliputi, hardware, software, kinerja, keamanan data.

3. Analisis Kelayakan Sistem

Analisa kelayakan sistem dilakukan untuk melihat tingkat kemungkinan sistem untuk dikembangkan dan dioperasionalkan nantinya, dengan membandingkan antara kebutuhan sistem dan keberadaan sumberdaya disuatu instansi dimana analisa yang digunakan dapat menggunakan metoda 5 M (Man, Money, Machine, Material, Methode).

4. Analisis Use Case

Analisa use case adalah metode berbasis teks untuk menggambarkan dan mendokumentasikan proses yang kompleks. Use case menambahkan detail untuk kebutuhan yang telah di tuliskan pada definisi sistem kebutuhan. Use case dikembangkan oleh analis sistem bersama-sama dengan pengguna.

(32)

17 2) Metode Desain

Metode disain dilakukan dengan tujuan utama adalah untuk memecahkan masalah (from spefication to implementation) adapun tahapannya sebagai berikut :

1) Permodelan Proses (Processing Modeling)

Permodelan proses adalah cara formal untuk menggambarkan bagaimana bisnis beroperasi. Mengilustrasikan aktivitas-aktivitas yang dilakukan dan bagaimana data berpindah di antara aktivitas- aktivitas itu. Ada banyak cara untuk merepresentasikan proses model. Cara yang populer adalah dengan menggunakan data flow diagram (DFD). Ada dua jenis DFD, yaitu DFD logis dan DFD fisik.

DFD logis menggambarkan proses tanpa menyarankan bagaimana mereka akan dilakukan, sedangkan DFD fisik menggambarkan proses model berikut implementasi pemprosesan informasinya.

Gambar 2.2 Komponen Data Flow Diagram (DFD)

(33)

18

2) Permodelan Data (Data Modelling)

Data model adalah cara formal untuk menggambarkan data yang digunakan dan diciptakan dalam suatu sistem bisnis. Model ini menunjukan orang, tempat atau benda dimana data diambil dan berhubungan antar data tersebut. Permodelan data juga dibedakan menjadi dua yaitu model data logis (logical data model) dan model data fisik (physical data model). Model data logis menunjukan pengaturan data tanpa mengindikasikan bagaimana data tersebut disimpan, dibuat dan dimanipulasi. Model data fisik menunjukan bagaimana data akan disimpan sebenarnya dalam database atau file.

Penyusunan permodelan data harus sesuai dengan permodelan proses. Salah satu cara permodelan data adalah dengan ERD (Entity Relatioship Diagram).

Star schema adalah salah satu dimensional model dimana fact table terletak di pusat dan tabel lainnya, yaitu dimension tabel terletak disekelilingnya. Kebanyakan dari fact table pada star schema merupakan normalisasi bentuk ketiga dari database, sedangkan dimensional tabel adalah normalisasi bentuk kedua. Star schema merupakan bentuk dimensional model yang paling sederhana. Beberapa keuntungan dari star schema adalah mudah dipahami karena strukturnya yang sederhana, dan low maintenance.

Sedangkan kekurangannya adalah performanya kurang baik dibandingkan dengan skema yang lainnya, serta jumlah dimension table yang ada bisa menjadi sangat banyak (Edi, 2009).

3) Desain antar muka (Interface Disain)

Antarmuka pengguna merupakan tampilan dimana pengguna berinteraksi dengan sistem. Tujuan dari antarmuka pengguna adalah

(34)

19

untuk memungkinkan pengguna menjalankan setiap tugas dalam kebutuhan pengguna (user requirement).

3) Implementasi

Tahap dimana sistem informasi telah digunakan oleh pengguna, secara umum tahapan implementasi terdiri dari :

1) Pengujian sistem 2) Konversi Sistem 3) Pemeliharaan sistem

2.7.1 Unified Modelling Language (UML)

UML adalah : “Mengatakan sebagai bahasa, berarti UML memiliki sintaks dan semantik. Ketika kita membuat model menggunakan konsep UML ada aturan-aturan yang harus diikuti. Bagaimana elemen pada model-model yang kita buat berhubungan satu dengan lainnya harus mengikuti standar yang ada” (Widodo, 2011). Sedangkan menurut Sukamto dan Shalahuddin definisi UML adalah : “salah satu standar bahasa yang banyak digunakan di dunia industri untuk mendifinisikan requirment, membuat analisis & desain, serta mengambarkan arsitektur dalam pemograman berbasis objek” (Sukamto, 2013). UML berfungsi untuk melakukan permodelan. Jadi penggunaan UML tidak terbatas pada metodologi tertentu, meskipun pada kenyataannya UML paling banyak digunakan pada metodologi objek. Berikut adalah diagram-diagram yang ada pada UML:

1. Use Case Diagram

Use Case atau Diagram Use Case merupakan permodelan untuk kelakuan (behavior) sistem informasi yang akan dibuat. Use case mendeskripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem informasi yang akan dibuat. Syarat penamaan pada Use Case adalah nama didefinisikan sesimpel mungkin dan dapat dipahami. Ada dua hal utama pada Use Case yang didefinisikan yaitu aktor dan Use Case (Sukamto, 2013).

(35)

20

 Aktor merupakan orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat diluar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang.

Use case merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit atau aktor.

Berikut simbol-simbol yang digunakan terdapat dalam tabel 2.1 dibawah ini:

Tabel 2.1 Simbol Use Case Diagram

NO SIMBOL NAMA KETERANGAN

1 Actor

Actor adalah pengguna sistem.

Actor tidak terbatas hanya manusia saja, jika sebuah sistem berkomunikasi dengan aplikasi lain dan membutuhkan input atau memberikan output, maka aplikasi tersebut juga bisa dianggap sebagai actor.

2 Include Menspesifikasikan bahawa use

case sumber secara ekspelisit

3 Exstend

Menspesifikasikan bahawa use case target memperluas perilaku dari use case sumber pada suatu titik yang diberikan.

4 Association

Apa yang menghubugkan antara object satu dengan yang lainnya.

<<include>>

<<extend>>

(36)

21

5 Generalisasi

Menspesifikasikan bahwa generalisasi merupakan hubungan generalisasi dan spesialisasi (umum-khusus) antara dua buah use case, dimana fungsi yang satu adalah fungsi yang lebih umum dari lainnya.

6 Use Case

Use case digambarkan sebagai lingkaran elips dengan nama use case dituliskan didalam elips tersebut. Deskripsi dari urutan aksi-aksi yang ditampilkan system yang menghasilkan suatu hasil yang terukur bagi suatu actor.

2. Activity Diagram

Gambaran rangkaian aliran dari suatu aktivitas, digunakan untuk mendeskripsikan aktivitas yang dibentuk dalam suatu operasi sehingga dapat juga digunakan untuk aktivitas lain. Diagram ini sangat mirip dengan flowchart karena memodelkan workflow dari satu aktivitas lainnya atau dari aktivitas ke status. Pembuatan activitiy diagram pada awal pemodelan proses dapat membantu memahami keseluruhan proses. Activity diagram juga digunakan untuk menggambarkan interaksi antara beberapa use case.

(37)

22

Tabel 2.2 Simbol Activity Diagram

NO SIMBOL NAMA KETERANGAN

1 Activity

Memperlihatkan bagaimana masing-masing kelas antar muka saling berinterkasi satu sama lain

2 Action

State dari sistem yang memperlihatkan eksekusi dari suatu aksi

3 Initial Node

Suatu initial yang mengambarkan bentul Awal

4 Activity Final

Node

Suatu object yang

menggambarkan bentuk Akhir

5 Decision

Digunakan untuk

menggambarkan suatu kepuutusan / tindakan yang harus diambil pada kondisi tertentu

6 Line

Connection

Digunakan untuk

menghubungkan satu simbol dengan simbol lainnya

(38)

23 3. Class Diagram

Diagram kelas atau class diagram menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode ayau operasi.

Attribute merupakan variable-variable yang dimiliki oleh suatu kelas

Operasi atau metode adalah fungsi-fungsi yang dimilika oleh suatu kelas

Diagram kelas dibuat agar pembuat program membuat kelas-kelas sesuai rencana didalam diagram kelas agar dokumentasi perancangan dan perangkat lunak sinkron. Susnan struktur kelas yang baik pada diagram kelas sebaiknya memiliki jenis-jenis kelas berikut : 1. Kelas main

2. Kelas yang memiliki fungsi awala dieksekusi ketika sistem dijalankan.

3. Kelas yang menangani tampilan sistem (view)

4. Kelas yang mendefinisikan dan mengatur tanpilan ke pemakai.

5. Kelas yang diambil dari pendefinisian use case (controller)

6. Kelas yang menangani fungsi-fungsi yang harus ada diambil dari pendefinisian use case, kelas ini biasanya disebut dengan kelas proses yang menangani proses bisnis pada perangkat lunak.

Kelas yang diambil dari pendefinisian data (model)

 Kelas yang digunakan untuk memegang atau membungkus data menjadi sebuah kesatuan yang diambil maupun akan disimpan ke basis data. Semua table dibasis data dapat dijadikan kelas, namun untuk table dari hasil relasi atau atribut multivalue pada ERD dapat dijadikan kelas tersendiri dapat juga tidak, asalkan pengaksesannya dapat dipertanggungjawabkan atau tetap ada di dalam perancangan kelas.

(39)

24

Berikut simbol-simbol yang digunakan terdapat dalam tabel 2.3 dibawah ini:

Tabel 2.3 Simbol ClassDiagram

NO SIMBOL NAMA KETERANGAN

1 Class

Class adalah blok - blok pembangun pada pemrograman berorientasi obyek. Sebuah class digambarkan sebagai sebuah kotak yang terbagi atas 3 bagian. Bagian atas adalah bagian nama dari class. Bagian tengah mendefinisikan property/atribut class. Bagian akhir mendefinisikan methodmethod dari sebuah class.

2 Association

Sebuah asosiasi merupakan sebuah relationship paling umum antara 2 class dan dilambangkan oleh sebuah garis yang menghubungkan antara 2 class.

Garis ini bisa melambangkan tipe-tipe relationship dan juga dapat menampilkan hukum-hukum multiplisitas pada sebuah relationship. (Contoh: One-to-one, one-to- many,

many-to-many).

3 Generalization

Sebuah relasi generalization sepadan dengan sebuah relasi inheritance pada konsep berorientasi obyek. Sebuah generalization dilambangkan dengan sebuah panah dengan kepala panah yang tidak solid yang mengarah ke kelas

“parent”-nya/induknya.

4 Composition

Komposit (composite) adalah sebuah tipe agregasi yang kuat dimana bagian dari obyek tergantung penuh/secara keseluruhan terhadap obyeknya sehingga bila sebuah obyek komposit dibuang maka bagian yang tergantung pada komponen tersebut akan terbuang juga pada saat yang bersamaan.

(40)

25

5 Aggregation

Aggregation mengindikasikan

keseluruhan bagian relationship dan biasanya disebut sebagai relasi

“mempunyai sebuah” atau “bagian dari”.

Sebuah aggregation digambarkan

sebagai sebuah garis dengan sebuah jajaran genjang yang tidak berisi/tidak solid.

2.8 Siklus Hidup Pengembangan Sistem (SDLC)

Setiap sistem akan melalui suatu siklus hidup yang disebut sebagai System Life Cycle.

Siklus hidup sistem menggambarkan tahapan-tahapan utama dari suatu sistem. Ada beberapa macam difinisi dari setiap siklus, yang pada dasarnya dapat dikelompokkan menjadi dua tahap utama :

1. System Development (Pengembangan sistem)

2. System Operation and Support (Operasional dan pendukung sistem) Terdapat 2 (dua) kejadian antara setiap tahap, yaitu :

 Siklus yang dimulai dari pengembangan yang akan dikonversikan ke tahap operasional dan dukungan.

 Saat sistem mulai usang siklus hidup dari operasional harus segera dikembangkan kembali.

Kemudian dari dua tahap utama siklus hidup sistem dapat dikembangkan menjadi Tahapan yang lebih rinci yang disebut dengan System Development Life Cycle (SDLC).

Langkah dari setiap tahapan terdiri dari 7 (tujuh) tahapan yaitu : 1. Investigasi awal (Preliminary Investigation)

2. Analisis masalah (Problem Analysis)

3. Analisis Kebutuhan (Requirements Analysis)

(41)

26 4. Analisis Keputusan (Decision Analysis) 5. Desain (Design)

6. Pembangunan (Construction) 7. Implementasi (Implementation)

Terdapat beberapa model SDLC yang dapat digunakan dalam mengembankan sebuah sistem seperti:

1. Waterfall

2. RAD (Rapid Application Development) 3. Agile Model

2.8.1 Waterfall

Waterfall model terkadang disebut classic life cycle, menganjurkan secara sistematis pendekatan sekuensial pada perkembangan software yang diawali keperluan spesifikasi pelanggan dan perkembangan melalui planning, modeling, construction, dan deployment yang diakhiri dengan dukungan langsung dari software secara menyeluruh (Pressman, 2010).

Berikut ini adalah gambar 2.3 dari waterfall model.

Gambar 2.3 Waterfall Pressman

(42)

27 2.8.2 RAD (Rapid Application Development)

Rapid Aplication Development (RAD) adalah sebuah proses perkembangan perangkat lunak sekuensial linier yang menekankan siklus perkembangan dalam waktu yang singkat. RAD menggunakan metode iteratif (berulang) dalam mengembangkan sistem dimana working model (model bekerja) sistem dikonstruksikan di awal tahap pengembangan dengan tujuan menetapkan kebutuhan (requirement) pengguna dan selanjutnya disingkirkan.

Dalam pengembangan sistem informasi normal, memerlukan waktu minimal 180 hari, namun dengan menggunakan metode RAD, sistem dapat diselesaikan dalam waktu 30-90 hari (Safrian, 2016). Model RAD memiliki 3 tahapan sebagai berikut (Tenia, 2014).

1. Rencana Kebutuhan (Requirement Planning): User dan analyst melakukan pertemuan untuk mengidentifikasi tujuan dari sistem dan kebutuhan informasi untuk mencapai tujuan. Pada tahap ini merupakan hal terpenting yaitu adanya keterlibatan dari kedua belah pihak.

2. Proses Desain Sistem (Design System): Pada tahap ini keaktifan user yang terlibat menentukan untuk mencapai tujuan karena pada proses ini melakukan proses desain dan melakukan perbaikan-perbaikan apabila masih terdapat ketidaksesuaian desain antara user dan analyst. Seorang user dapat langsung memberikan komentar apabila terdapat ketidaksesuaian pada desain, merancang sistem dengan mengacu pada dokumentasi kebutuhan user yang dibuat pada tahap sebelumnya. Keluaran dari tahapan ini adalah spesifikasi software yang meliputi organisasi sistem secara umum, struktur data dan yang lain.

3. Implementasi (Implementation): Tahapan ini adalahan tahapan programmer yang mengembangkan desain suatu program yang telah disetujui oleh user dan analyst.

Sebelum diaplikasikan pada suatu organisasi terlebih dahulu dilakukan proses pengujian terhadap program tersebut apakah ada kesalahan atau tidak. Pada tahap ini

(43)

28

user biasa memberikan tanggapan akan sistem yang sudah dibuat serta mendapat persetujuan mengenai sistem tersebut.

Beberapa Keunggulan Model RAD :

1. Setiap fungsi mayor dapat dimodulkan dalam waktu tertentu kurang dari 3 bulan dan dapat dibicarakan oleh tim RAD yang terpisah dan kemudian diintegrasikan sehingga waktunya lebih efesien.

2. RAD mengikuti tahapan pengembangan sistem sepeti umumnya, tetapi mempunyai kemampuan untuk menggunakan kembali komponen yang ada (reusable object) sehingga pengembang pengembang tidak perlu membuat dari awal lagi dan waktu lebih singkat.

Kelemahan Model RAD :

1. Proyek yang besar dan berskala, RAD memerlukan sumber daya manusia yang memadai untuk menciptakan jumlah tim yang baik.

2. RAD menuntut pengembang dan pelanggan memiliki komitmen dalam aktivitas rapid fire yang diperlukan untuk melengkapi sebuah sistem dalam waktu yang singkat. Jika komitmen tersebut tidak ada maka proyek RAD akan gagal.

2.8.3 Agile Proccess Model

Agile software development adalah salah satu metodologi dalam pengembangan sebuah perangkat lunak. Kata Agile berarti bersifat cepat, ringan, dan bebas bergerak. Kata ini digunakan sebagai kata yang menggambarkan prosess yang sudah ada. Konsep Agile software developoment dicetuskan oleh Kent Beck dan 16 rekannya dengan mengatakan bahwa Agile Software Development adalah cara membangun software dengan melakukan dan membantu orang lain membangunnya sekaligus.

(44)

29 2.9 Data Model (Data Modeling)

Sistem manajemen basis data (Data Base Manjemen System – DBMS) adalah sistem piranti lunak khusus yang diprogram untuk mengetahui elemen data mana saja yang boleh di akses oleh masing-masing pengguna. Program pengguna mengirim permintaaan data ke DBMS, yang kemudian memvalidasi dan mengotoritas akses kebasis data sesuai dengan tingkat otoritas pengguna tersebut. Dengan DBMS permasalahan file data tidak terjadi seperti, duplikasi, kesulitan mengupdate data dan kekiniaan data akibat terjadi redudansi, keuntungannya data lebih mudah untuk diintergrasikan dan mampu meningkatkan keamanan data. Kegiatan Manajemen data mencangkup :

1) Pengumpulan data, formulir pencatatan data berfungsi sebagai masukan (input) bagi sistem

2) Intergritas dan pengujian, pemeriksaan data untuk melihat konsisensi dan akurasi data berdasarkan syarat yang telah ditentukan

3) Penyimpanan data disimpan pada suatu media penyimpan 4) Pemeliharaan

5) Keamanan 6) Organisasi

7) Pengambilan data

2.10 Pendekatan Sistem

Tujuan racangan pendekatan sistem manajemen adalah memanfaatkan analisis ilmiah pada organisasi yang kompleks untuk :

1) Mengembangkan dan mengatur / mengelola sistem operasional (misalnya aliran uang, sistem perencanaan).

2) Merancang sistem informasi untuk pembuat keputusan.

(45)

30 Pendekatan sistem terdiri dari tiga jenis upaya yaitu :

a. Persiapan seorang manager harus mengetahui lingkungan dan subsystem di perusahaan

b. Pendefinisian masalah

c. Pemecahan masalah, Menurut Gerald V Post dalam Sistem Informasi manajemen Pemahaman dan Aplikasi (Goal, 2008) dilakukan seperti dibawah ini :

a. Menganalisis sistem (Analyzing system) b. Menanyakan pertanyaan (Asking questions)

c. Memillih alat yang pas / sesuai (Choose the right tools) d. Mepertimbangkan akibat (Consider the consequences) e. Memahami DFD (Data Flow Diagram)

f. Memisahkan dan mengatasinya (Devide and Conquer) g. Menyarankan (Suggestion)

h. Melakukan penerapan (Implementations) i. Membuat keputusan (Making a decision)

j. Membuat rancangan yang berorentasi pada Object (Object oriented design)

k. Malakukan analisis proses

2.11 Pengujian Perangkat Lunak

Perangkat lunak adalah elemen kritis dari jaminan kualitas perangkat lunak dan merepresentasikan kajian pokok dari spesifikasi, desain, dan pengkodean. Sejumlah aturan yang berfungsi sebagai sasaran pengujian pada perangkat lunak adalah (Sukamto, 2009):

1. Pengujian adalah proses eksekusi suatu program dengan maksud menemukan kesalahan

2. Test Case yang baik adalah test case yang memiliki probabilitas tinggi untuk menemukan kesalahan yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

(46)

31

3. Pengujian yang sukses adalah pengujian yang mengungkap semua kesalahan yang belum pernah ditemukan sebelumnya.

Karakteristik umum dari pengujian perangkat lunak adalah sebagai berikut (Sukamto, 2009):

1. Pengujian dimulai pada level modul dan bekerja keluar kearah integrasi pada sistem berbasiskan komputer.

2. Teknik pengujian yang berbeda sesuai dengan poin-poin yang berbeda pada waktunya.

3. Pengujian diadakan oleh software developer dan untuk proyek yang besar oleh group testing yang independent.

4. Testing dan Debugging adalah aktivitas yang berbeda tetapi debugging harus diakomodasikan pada setiap strategi testing.

Metode pengujian perangkat lunak ada 3 jenis, yaitu (Sukamto, 2009):

1. White Box/Glass Box – pengujian operasi 2. Black Box – untuk menguji sistem

3. Use Case - untuk membuat input dalam perancangan black box dan pengujian statebased

2.12 Black Box Testing

Pengujian menggunakan sekumpulan aktifitas validasi, dengan pendekatan black box testing. Black box testing adalah menguji perangkat lunak dari segi spesifikasi fungsional tanpa menguji desain dan kode program. Pengujian dimaksudkan untuk mengetahui apakah fungsi-fungsi, masukan, dan keluaran dari perangkat lunak sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. Pengujian kotak hitam dilakukan dengan membuat kasus uji yang bersifat mencoba semua fungsi dengan memakai perangkat lunak apakah sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan (Rosa, 2011). Kasus uji yang dibuat untuk melakukan pengujian black box

(47)

32

testing harus dibuat dengan kasus benar dan kasus salah. Black box testing juga disebut pengujian tingkah laku, memusat pada kebutuhan fungsional perangkat lunak. Teknik pengujian black box memungkinkan memperoleh serangkaian kondisi masukan yang sepenuhnya menggunakan semua persyaratan fungsional untuk suatu program. Beberapa jenis kesalahan yang dapat diidentifikasi adalah fungsi tidak benar atau hilang, kesalahan antar muka, kesalahan pada struktur data (pengaksesan basis data), kesalahan informasi, kesalahan inisialisasi dan akhir program (Pressman, 2010).

Equivalence Partitioning merupakan metode black box testing yang membagi domain masukan dari program kedalam kelas-kelas sehingga test case dapat diperoleh.

Equivalence Partitioning berusaha untuk mendefinisikan kasus uji yang menemukan sejumlah jenis kesalahan, dan mengurangi jumlah kasus uji yang harus dibuat. Kasus uji yang didesain untuk Equivalence Partitioning berdasarkan pada evaluasi dari kelas ekuivalensi untuk kondisi masukan yang menggambarkan kumpulan keadaan yang valid atau tidak.

Kondisi masukan dapat berupa spesifikasi nilai numerik, kisaran nilai, kumpulan nilai yang berhubungan atau kondisi boolean. Kesetaraan kelas dapat didefinisikan menurut panduan berikut :

1. Jika masukan kondisi menentukan kisaran, satu sah dan dua diartikan tidak valid kesetaraan kelas.

2. Jika masukan membutuhkan nilai, kondisi tertentu satu sah dan dua tidak valid kesetaraan kelas diartikan.

3. Jika masukan kondisi menentukan anggota dari set, satu sah dan satu tidak valid kesetaraan kelas diartikan.

4. Jika kondisi yang input, boolean satu sah dan satu tidak valid kelas diartikan.

Sebagai contoh, pemeliharaan data untuk aplikasi bank yang sudah diotomatisasikan.

Pemakai dapat memutar nomor telepon bank dengan menggunakan mikro komputer yang

(48)

33

terhubung dengan password yang telah ditentukan dan diikuti dengan perintah-perintah. Data yang diterima adalah :

1. Kode Area : kosong atau 3 digit

2. Prefix : 3 digit atau tidak diawali 0 atau 1 3. Suffix : 4 digit

4. Password : 6 digit alfanumerik 5. Perintah : check, deposit, dll

Selanjutnya kondisi masukan digabungkan dengan masing-masing data elemen, dapat ditentukan sebagai berikut :

1. Kode Area : kondisi masukan, Boolean-kode area mungkin ada atau tidak. Kondisi masukan, kisaran nilai ditentukan antara 200-999.

2. Prefix : kondisi masukan kisaran lebih besar 200 atau tidak diawali 0 atau 1.

3. Suffix : kondisi masukan nilai 4 digit.

4. Password : kondisi masukkan Boolean-pw mungkin diperlukan atau tidak. Kondisi masukan nilai dengan 6 karakter string.

5. Perintah : kondisi masukan diatur dengan berisi perintah-perintah yang telah didefinisikan.

Menerapkan pedoman untuk derivasi kelas kesetaraan, uji kasus untuk setiap masukan domain item data dapat dikembangkan dan dilaksanakan. Uji kasus dipilih sehingga jumlah terbesar dari atribut dari kelas kesetaraan tersebut dilakukan sekaligus. Beberapa kata kunci dalam pengujian perangkat lunak yang dapat diperhatikan, yaitu (Simarmata, 2009) :

1. Dinamis

Pengujian perangkat lunak dilakukan pada masukan yang bervariasi. Masukan ini ditentukan sebelum pengujian dilakukan dengan batasan yang disesuaikan dengan kemampuan perangkat lunak. Masukan tidak harus sesuatu yang dimungkinkan

(49)

34

terjadi pada penggunaan program lebih lanjut, melainkan meliputi keseluruhan batasan yang dapat dijangkau perangkat lunak dan dilakukan pemercontohan (sampling) secara acak untuk proses pengujian.

2. Terbatas

Meskipun pengujian dilakukan pada perangkat lunak sederhana sehingga rumit sekalipun, pengujian dilakukan dengan memenuhi batasan-batasan tertentu sesuai dengan kemampuan program. Batasan ini juga diberlakukan pada masukan-masukan yang dipilih untuk pengujian. Tidak semua kemungkinan masukan diujika pada perangkat lunak karena akan memakan waktu yang cukup panjang mengingat begitu banyaknya kemungkinan yang bisa terjadi. Untuk mengatasi hal ini, pemilihan masukan-masukan pada proses pengujian secara acak yang diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan pengujian perangkat lunak akan dilakukan.

3. Tertentu

Pengujian dilakukan dengan batasan tertentu disesuaikan dengan harapan pada fungsi, respon, dan karakteristik perangkat lunak tersebut. Batasan tersebut akan disesuaikan dengan teknik-teknik pengujian yang ada. Pemilihan kriteria pengujian yang paling tepat merupakan hal yang kompleks. Dalam praktiknya, analisis risiko pengujian dan pengalaman terhadaop pengujian-pengujian sejenis akan diperlukan.

4. Harapan

Kata kunci ini memiliki keadaan-keadaan yang diharapkan, baik berupa respon sistem terhadap masukan maupun karakteristik responnya. Dalam hal ini, batasan- batasan hasil pengujian yang diharapkan harus ditentukan. Dengan demikian, dapat diketahui apakah perangkat lunak tersebut telah memenuhi hasil pengujian yang diharapkan atau memerlukan pembenahan kembali, baik berupa perbaikan maupun pengembangan perangkat lunak.

(50)

35 2.13 Bahasa Pemrograman

Bahasa Pemrograman atau di istilahkan juga dengan bahasa komputer adalah instruksi standar untuk memerintahkan komputer. Bahasa pemrograman ini merupakan suatu himpunan dari aturan sintaks dan semantic yang dipakai untuk mendefinisikan program komputer. Bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data akan disimpan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi.

2.13.1 Pengertian PHP

Menurut kutipan buku David Naista, Hypertext Preprocessor atau lebih singkatnya PHP adalah bahasa skrip yang dapat ditanamkan atau disisipkan ke dalam HTML. Dengan PHP kita dapat membuat website menjadi dinamis. PHP banyak dipakai oleh para programmer website. PHP dapat digunakan untuk membangun sebuah aplikasi CMS (Content Management System).

Aplikasi PHP juga memanfaatkan HTTP untuk komunikasi antara server dan client.

HTTP menjelaskan tata cara suatu client informasi dari server dan mengambil informasi yang diminta termasuk aplikasi tersebut didapat atau tidak. PHP juga termasuk bahasa pemrogramman yang mudah dipahami untuk para programmer pemula.

2.13.2 Pengertian HTML

Menurut Buku David Naista, HyperText Markup Language atau lebih singkatnya HTML adalah bahasa markup yang digunakan untuk membuat sebuah halaman web, menampilkan berbagai informasi di dalam sebuah penjelajah web internet dan pemformatan

(51)

36

hiperteks sederhana yang ditulis dalam berkas format ASCII agar dapat menghasilkan tampilan wujud yang ter-integrasi.

Dengan kata lain, berkas yang dibuat dalam perangkat lunak pengolah kata dan disimpan dalam format ASCII normal, sehingga menjadi halaman web dengan perintah- perintah HTML.

2.13.3 Pengertian CSS

Menurut Buku David Nista, Cascading Style Sheet atau lebih singkatnya CSS merupakan aturan untuk mengendalikan beberapa komponen dalam sebuah web sehingga akan lebih terstruktur dan seragam. Jadi, dengan CSS ini kita bisa membuat halaman website yang dari HTML tadi menjadi lebih indah, dengan adanya CSS maka kita bisa menambahkan style pada HTML, sehingga tampilan bisa menjadi lebih indah dilihat.

2.13.4 Pengertian JavaScript

Menurut Buku David Nista, JavaScript adalah bahasa skrip client side yang popular di internet dan dapat bekerja di sebagian besar web browser popular seperti Internet Expoler (IE), Mozila Firefox, Netscape, Google Chrome, dan Opera.

Kode JavaScript dapat disisipkan dalam halaman web menggunakan tag <script>.

Dengan adanya JavaScript ini, kita bisa membuat website yang kita buat menjadi lebih menarik dengan animasi-animasi yang bisa di buat ketika kita kosongkan fieldnya, dan lain lain.

(52)

37 2.13.5 Pengertian JSON

JSON(JavaScript Object Notation) adalah format pertukaran data yang ringan, mudah dibaca dan ditulis oleh manusia, serta mudah diterjemahkan dan dibuat (generate) oleh komputer. Format ini dibuat berdasarkan bagian dari bahasa pemrograman JavaScript.

JSON merupakan format teks yang tidak bergantung pada bahasa pemprograman apapun karena menggunakan gaya bahasa yang umum digunakan oleh programmer keluarga C termasuk C, C++, C#, Java, JavaScript, Perl, Python dll. Oleh karena sifat-sifat tersebut, menjadikan JSON ideal sebagai bahasa pertukaran-data. JSON terbuat dari dua struktur:

1. Kumpulan pasangan nama / nilai. Pada beberapa bahasa, hal ini dinyatakan sebagai objek (object), rekaman (record), struktur (struct), kamus (dictionary), tabel hash (hash table), daftar berkunci (keyed list), atau associative array.

2. Daftar nilai terurutkan (an ordered list of values). Pada kebanyakan bahasa, hal ini dinyatakan sebagai larik (array), vektor (vector), daftar (list), atau urutan (sequence).

Struktur-struktur data ini disebut sebagai struktur data universal. Pada dasarnya, semua bahasa pemprograman modern mendukung struktur data ini dalam bentuk yang sama maupun berlainan. Hal ini pantas disebut demikian karena format data mudah dipertukarkan dengan bahasa-bahasa pemprograman yang juga berdasarkan pada struktur data ini.

2.13.6 Pengertian amCharts

amCharts adalah sebuah perusahaan yang berbasis di Vilnius, Lithuania. Awal amCharts dan amMap pada tahun 2004, saat versi pertama amMap dibuat. Antanas Marcelionis bekerja sebagai manajer di sebuah perusahaan pengembangan web yang menjadi penggemar peta dan ingin memiliki alat yang akan bekerja seperti pin-peta baginya. Jadi dia melakukan alat ini di waktu luangnya. Pada tahun 2006 Antanas meninggalkan pekerjaannya

(53)

38

tanpa ide yang jelas apa yang akan dilakukan selanjutnya. Dengan bantuan beberapa teman ia memperdalam pengetahuan programming-nya (pemrograman hanya hobi karena ia tahu Dasar terkenal Sinclair ZX Spectrum), dan suatu hari ia memutuskan untuk membuat pie chart. Butuh beberapa bulan untuk merilis versi pertama dari pie chart.

Grafik pertama ditampilkan dalam beberapa artikel dan orang-orang mulai menggunakannya. Setelah beberapa bulan line & area bagan diperkenalkan. Kolom & bar chart diikuti. amCharts mulai mendapatkan popularitas dan pengakuan. Cepat, produk amCharts menjadi menjadi salah satu yang paling populer di pasar. Perusahaan terkemuka mulai mengakui amCharts sebagai solusi charting terbaik (www.amcharts.com, 2006).

2.14 Pengertian Power Designer

Sybase Power Designer adalah sebuah software pemodelan yang memiliki banyak fungsi diantaranya adalah untuk merancang serta memanage database. Sangat cocok untuk database yang berukuran besar serta memiliki tingkat kompleksitas yang cukup rumit.

Sybase Power Designer memiliki beberapa keuntungan sebagai berikut jika dibandingkan dengan menggunakan cara manual atau menggunakan aplikasi pembantu dari vendor, yaitu:

Design database mayoritas menggunakan interface berupa tampilan grafik, hal ini berarti orang yang tidak mengerti bahasa SQL juga bisa menggunakan software ini untuk membuat database dengan berbagai macam tingkat kesulitan. Database dapat diciptakan independen dari RDBMS, Sybase tidak bergantung pada vendor tertentu saja untuk mengimplementasikan design database yang telah dibuat pada RDBMS seperti MySQL, Oracle, atau Microsoft SQL Server. Sybase dapat mengkonstruksikan database yang telah kita buat dalam berbagai macam RDBMS, bahkan RDBMS yang jarang kita dengar juga didukung oleh Sybase. Migrasi database menjadi mudah, hal ini dikarenakan Sybase mempunyai fitur untuk mengkoneksikan diri dengan berbagai macam RDBMS seperti

(54)

39

Oracle, MySQL, dan Microsoft SQL Server untuk mengkonstruksikan database yang telah di design pada Sybase.

2.15 Pengertian MySQL

MySQL merupakan program database server sebagai tempat penyimpanan dan mengolah data. Pendapat lain menjelaskan MySQL adalah salah satu software sistem manajemen database (DBMS) Structured Query Language (SQL) yang bersifat opensource.

SQL adalah bahasa standar untuk mengakses database dan didefinisikan dengan standar ANSI/ISO SQL (Sutarman, 2005). Kelebihan database MySQL antara lain:

Gambar 2.4 Tampilan Logo MySQL

1. MySQL merupakan database server, jadi dapat diakses dari jauh karena dapat tersambung ke media internet selain itu juga dapat berperan sebagai client

2. MySQL adalah sebuah software data opensource artinya software ini bebas digunakan oleh siapasaja tanpa harus membeli lisensinya kepada pembuat

3. MySQL adalah database menggunakan enkripsi password, jadi cukup aman karena memiliki password untuk mengaksesnya

4. MySQL merupakan database yang multiuser, artinya database ini tidak hanya digunakan oleh sepihak orang akan tetapi dapat digunakan oleh banyak pengguna

(55)

40

MySQL menggunakan suatu bahas permintaan standar yaitu SQL (Structured Query Language) yaitu sebuah perintah yang di standarkan pada database server

2.16 XAMPP

Xampp adalah perangkat lunak bebas, yang mendukung banyak sistem operasi, merupakan kompilasi dari beberapa program. Fungsinya adalah sebagai server yang berdiri sendiri (localhost), yang terdiri atas program Apache HTTP Server, MySQL database, dan penerjemah bahasa yang ditulis dengan bahasa pemrograman PHP dan Perl. Nama XAMPP merupakan singkatan dari X (empat sistem operasi apapun), Apache, MySQL, PHP dan Perl.

Program ini tersedia dalam GNU General Public License dan bebas, merupakan webserver yang mudah digunakan yang dapat melayani tampilan halaman web yang dinamis.

XAMPP merupakan paket yang berbasis Open Source yang dikembangkan oleh sebuah komunitas Open Source. Dengan menggunakan XAMPP tidak perlu melakukan penginstalan program-program yang lain, karena semua kebutuhan telah disediakan oleh XAMPP. Berikut adalah beberapa paket yang telah disediakan:

1. Apache 2. MySQL 3. PHP 4. FileZilla 5. PhpMyAdmin 6. Mercury 7. Tomcat

Bagian Xampp yang biasa digunakan adalah :

1. Htdoc adalah folder tempat meletakkan berkas-berkas yang akan dijalankan, seperti berkas PHP, HTML dan skrip lain.

Figure

Gambar 3.1 Tahapan RAD (Rapid Application Development) (Sumber:Kendall, 2010)

Gambar 3.1

Tahapan RAD (Rapid Application Development) (Sumber:Kendall, 2010) p.62
Gambar 3.2  Use Case Sistem Informasi Monitoring

Gambar 3.2

Use Case Sistem Informasi Monitoring p.67
Gambar 3.3 Diagram Activity pengelolaan Registrasi User

Gambar 3.3

Diagram Activity pengelolaan Registrasi User p.68
Gambar 3.4  Diagram Activity Mengelola Data Realisasi dan Target

Gambar 3.4

Diagram Activity Mengelola Data Realisasi dan Target p.69
Gambar 3.5 Diagram Activity Monitoring Realisasi dan Target

Gambar 3.5

Diagram Activity Monitoring Realisasi dan Target p.70
Gambar 3.10  Star Schema Sistem Informasi Monitoring

Gambar 3.10

Star Schema Sistem Informasi Monitoring p.75
Gambar 3.11 Tampilan Dashboard Kredit

Gambar 3.11

Tampilan Dashboard Kredit p.84
Gambar 3.12 Tampilan Dashbard Deposito GRAFIK LINE

Gambar 3.12

Tampilan Dashbard Deposito GRAFIK LINE p.86
Gambar 3.13  Tampilan Dashbard Funding

Gambar 3.13

Tampilan Dashbard Funding p.88
Gambar 3.15  Tampilan Entry Kredit Realisasi

Gambar 3.15

Tampilan Entry Kredit Realisasi p.91
Gambar 3.16 Tampilan Entry Kredit Target

Gambar 3.16

Tampilan Entry Kredit Target p.92
Gambar 3.17  Tampilan Laporan Kredit

Gambar 3.17

Tampilan Laporan Kredit p.93
Gambar 3.18  Tampilan Laporan Kredit Target

Gambar 3.18

Tampilan Laporan Kredit Target p.94
Gambar 3.19  Tampilan Entry Deposito

Gambar 3.19

Tampilan Entry Deposito p.95
Gambar 3.20  Tampilan Entry Deposito Target

Gambar 3.20

Tampilan Entry Deposito Target p.96
Gambar 3.21  Tampilan Laporan Deposito

Gambar 3.21

Tampilan Laporan Deposito p.97
Gambar 3.22  Tampilan Laporan Deposito Target

Gambar 3.22

Tampilan Laporan Deposito Target p.98
Gambar 3.23  Tampilan Entry Financial

Gambar 3.23

Tampilan Entry Financial p.99
Gambar 3.24  Tampilan Entry Financial Target

Gambar 3.24

Tampilan Entry Financial Target p.100
Gambar 3.26  Tampilan Laporan Financial Target

Gambar 3.26

Tampilan Laporan Financial Target p.102
Gambar 3.28 Tampilan Source Code PHP

Gambar 3.28

Tampilan Source Code PHP p.104
Tabel 4.5  Pengujian Pemeliharaan Data Kredit Target  Kasus dan Hasil Uji (Data Normal Pemeliharaan Kredit Target)

Tabel 4.5

Pengujian Pemeliharaan Data Kredit Target Kasus dan Hasil Uji (Data Normal Pemeliharaan Kredit Target) p.111
Tabel 4.8  Pengujian Entry Data Financial Target  Kasus dan Hasil Uji (Data Normal Entry Financial Target)

Tabel 4.8

Pengujian Entry Data Financial Target Kasus dan Hasil Uji (Data Normal Entry Financial Target) p.113
Tabel 4.13  Pengujian Pemeliharaan Data Deposito Target  Kasus dan Hasil Uji (Data Normal Pemeliharan Deposito Target)

Tabel 4.13

Pengujian Pemeliharaan Data Deposito Target Kasus dan Hasil Uji (Data Normal Pemeliharan Deposito Target) p.115
Gambar 4.2  Form Entry Kredit Realisasi

Gambar 4.2

Form Entry Kredit Realisasi p.117
Gambar 4.3  List Laporan Realisasi Kredit Commercial

Gambar 4.3

List Laporan Realisasi Kredit Commercial p.118
Gambar 4.4  Form Edit Kredit

Gambar 4.4

Form Edit Kredit p.119
Gambar 4.8 Monitoring Resume Kredit

Gambar 4.8

Monitoring Resume Kredit p.122
Gambar 4.9 Monitoring Resume Funding

Gambar 4.9

Monitoring Resume Funding p.123
Gambar 4.10 Monitoring Deposito

Gambar 4.10

Monitoring Deposito p.124

References

Scan QR code by 1PDF app
for download now

Install 1PDF app in