STUDI PENGARUH JUMLAH LILITAN DAN
PANJANG KUMPARAN TERHADAP VOLTASE DAN ARUS
BANGKITAN PADA MEKANISME PEMANEN ENERGI
GETARAN
Sidang Tugas Akhir Bidang Studi : Desain
Disusun oleh :
DENNY SAPUTRA NRP. 2105 100 057
Dosen Pembimbing :
Dr.Eng. Harus Laksana Guntur, ST, M.Eng.
JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER SURABAYA
• Getaran sering kali terjadi pada mesin ataupun peralatan –
peralatan yang sedang beroperasi, dan getaran ini dapat menimbulkan gaya eksitasi berupa energi kinetik yang berpotensi untuk dikonversi ke dalam bentuk energi lain.
Mesin – mesin menimbulkan getaran
Getaran menimbulkan gaya eksitasi
Getaran dikonversi kedalam energi listrik
1. Berapa banyak jumlah lilitan dan panjang kumparan yang efektif untuk menghasilkan energi listrik bangkitan secara empirik dan perhitungan.
2. Bagaimana perbandingan antara data voltase yang dibangkitkan secara aktual dengan hasil perhitungan teoritis.
1. Frekuensi pada Mekanisme Pemanen Energi Getaran dianggap harmonik dengan frekuensi konstan.
2. Perubahan temperatur akibat gesekan magnet dengan dinding bagian dalam tabung diabaikan.
3. Gerakan osilasi magnet terhadap koil hanya kearah vertikal. 4. Alat pengukuran arus listrik yang dibangkitkan menggunakan
digital osciloscope dalam keadaan normal.
5. Motor yang digunakan untuk menggerakan Mekanisme Pemanen Energi Getaran adalah motor DC.
6. Tidak terjadi lonjakan antara disk eksentrik dengan roda tangkai pendorong.
Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian pada Tugas Akhir ini, antara lain:
1. Mencari jumlah lilitan dan panjang kumparan yang efektif untuk voltase bangkitan yang dihasilkan Mekanisme Pemanen Energi Getaran.
2. Menganalisa perbandingan antara data voltase yang dibangkitkan secara aktual dengan hasil perhitungan.
1. Mengetahui jumlah lilitan dan panjang kumparan yang efektif pada Mekanisme Pemanen Energi Getaran sehingga dapat menghasilkan voltase bangkitan yang lebih efektif.
2. Mengetahui perbandingan antara data voltase yang dibangkitkan secara aktual dengan hasil perhitungan.
3. Hasil tugas akhir ini bisa menjadi dasar pengembangan pada Mekanisme Pemanen Energi Getaran dengan prinsip induksi magnet.
Penelitian terdahulu
Penelitian yang dilakukan oleh Roundy, difokuskan pada
desain dari electrostatic vibration-to-electricity converter. Tiga buah konsep desain dikembangkan, untuk mendapatkan
parameter desain yang terbaik. Hasil teoritis telah
dibandingkan dengan hasil empirik, yang satu sama lain menunjukkan hasil yang tidak jauh berbeda.
1. Dasar Teori Mekanika Getaran
Model Matematis mekanisme
Menurut model diatas maka persamaan gerak dari
respon massa
( m )dapat dinyatakan sebagai :
• Eksitasi harmonik X(t) didapat dari disk yang berputar secara
eksentrik, sebagaimana ditunjukkan oleh Gambar.
Gambar Eksitasi Gerak Harmonik
r rmak rmin
y(t)
b
2. Teori Elektromagnetik
• Induksi Magnet
Jika displacement (posisi) sebuah massa magnetik berubah dengan waktu dan massa tersebut bergerak didalam suatu kumparan, pada ujung-ujung kumparan timbul beda potensial yang menyebabkan timbulnya arus listrik pada kumparan.
Gambar magnet melalui sebuah kumparan
• Sesuai hukum Faraday, dengan medan magnet atau fluks yang
berubah-ubah, maka pada kumparan akan timbul gaya gerak
listrik (ggl) sebesar :
Jika kerapatan fluks dan luas penampang merupakan besaran
konstan dan bergerak didalam sebuah kumparan dengan
kecepatan v, maka persamaan menjadi :
• Medan Magnet pada Rangkaian Solenoidal
Rangkaian solenoidal adalah rangkaian yang terdiri dari
beberapa loop melingkar koaksial.
r
Gambar medan magnet pada titik P yang terletak pada sumbu solenoid
• Konduktivitas dan tahanan listrik; Hukum Ohm
Hukum ohm menyatakan bahwa tegangan antara jenis bahan penghantar (V) berbanding lurus dengan arus yang mengalir pada bahan tersebut (I).
Diagram Alir Tugas Akhir secara Global
METODOLOGI
Pemodelan Matematis Perencanaan Pengujian
Pengujian Mekanisme Studi Literatur
Penentuan Metode Pembangkitan Energi
Pengambilan Data A B Perhitungan voltase bangkitan Pembuatan Mekanisme Start
Komparasi voltase(V) bangkitan dari pengujian dengan hasil perhitungan
• Penentuan metode Pembangkitan Energi
Pada tahap ini digunakan magnet dan rangkaian kumparan yang dapat membangkitkan voltase dengan diberikannya tegangan mekanik. Dengan jumlah lilitan dan panjang kumparan pada mekanisme pembangkit daya yang telah divariasikan maka akan terbangkitkan voltase yang kemudian diukur dengan menggunakan osilloscope.
Skema mekanisme pembangkit daya
• Perencanaan pembuatan Mekanisme Pemanen
Energi Getaran.
Pada tahap ini mekanisme pengukuran bangkitan energi listrik dimodelkan dengan rangkaian magnet, pegas, dan juga kumparan yang divariasikan.
Skema Mekanisme Pemanen Energi Getaran
Diagram alir percobaan
METODOLOGI
Mula i
Pasang Disk ke motor DC Persiapan peralatan Sambungkan Motor DC ke Power suply Nyalakan Osciloscope Sambungkan probe osciloscope ke mekanisme pembangkit daya Pasang Mekanisme pembangkit daya A B Tidak Nomor mekanisme pembangkit daya + 1 Matikan Osciloscope Matikan Power Suply
Mekanisme pembangkit daya nomer 9? selesai Ambil data Stroboscope
• Peralatan percobaan
1. Mekanisme
pembangkit daya
2. Osciloscope 3. Stroboscope
4. Power supply 5. Motor DC 6. Kabel
9 cm
1.7 cm
• Perhitungan
Kecepatan gerak magnet
Dari RPM motor yang diketahui dapat dicari kecepatan gerak
magnet dengan mengkonversi kecepatan putar poros menjadi
kecepatan magnet berosilasi, dapat dilihat dari perumusan
dibawah ini :
1 rotasi = 4
xAmplitudo
HASIL & ANALISA
Kuat Medan Magnet
L = 15 mm N = 1000 lilitan I = 2,26 Ampere μ0 = 12,56 x 10-7 Wb/A.mL
IN
B
0m
A
Am
Wb
B
015
,
0
1000
26
,
2
/
10
.
56
,
12
7
B = 0,19 Wb/m²HASIL & ANALISA
Tabel Perhitungan kuat medan magnet
HASIL & ANALISA
Voltase bangkitan
E= B l v E = 0,19 Wb/m² x 50,24 m x 0,59 m/s E = 0,19 V.s/m² x 50,24 m x 0,59 m/s E = 5,63 Volt Panjang kumparan Jumlah lilitan B l V E 15 mm 1000 0.19 50.24 0.59 5.63 20 mm 1000 0.13 50.24 0.59 3.85 25 mm 1000 0.09 50.24 0.59 2.66 15 mm 2000 0.47 100.48 0.59 27.86 20 mm 2000 0.33 100.48 0.59 19.56 25 mm 2000 0.23 100.48 0.59 13.64 15 mm 3000 0.87 150.72 0.59 77.36 20 mm 3000 0.59 150.72 0.59 52.47 25 mm 3000 0.39 150.72 0.59 34.68Tabel Voltase bangkitan dari perhitungan teori
HASIL & ANALISA
Grafik voltase hasil perhitungan
Grafik Voltase Hasil Perhitungan
Contoh perhitungan RMS
HASIL & ANALISA
Tabel contoh perhitungan RMS
Hasil Pengujian
HASIL & ANALISA
Grafik Voltase L1 = 15mm 0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 0 0 .6 8 1 .3 7 2 .0 5 2 .7 4 3 .4 2 4 .1 4 .7 9 5 .4 7 6 .1 6 6 .8 4 7 .5 2 8 .2 1 8 .8 9 Time (s) v ol t 1000 lilitan 2000 lilitan 3000 lilitan
Grafik voltase fungsi waktu untuk panjang kumparan 15 mm
Hasil Pengujian
HASIL & ANALISA
Grafik Voltase L2 = 20mm 0 2 4 6 8 10 12 14 16 0 0 .6 9 1 .3 8 2 .0 8 2 .7 7 3 .4 6 4 .1 5 4 .8 4 5 .5 4 6 .2 3 6 .9 2 7 .6 1 8 .3 9 Time (s) v ol t 1000 Lilitan 2000 Lilitan 3000 Lilitan
Grafik voltase fungsi waktu untuk panjang kumparan 20 mm
27
Panjang
kumparan Jumlah lilitan RMS
20 mm
1000 3.51
2000 8.14
Hasil Pengujian
HASIL & ANALISA
Grafik Voltase L3 = 25mm 0 2 4 6 8 10 12 0 0 .6 9 1 .3 8 2 .0 8 2 .7 7 3 .4 6 4 .1 5 4 .8 4 5 .5 4 6 .2 3 6 .9 2 7 .6 1 8 .3 9 Time (s) v ol t 1000 Lilitan 2000 Lilitan 3000 Lilitan
Grafik voltase fungsi waktu untuk panjang kumparan 25 mm
28
Panjang
kumparan Jumlah lilitan RMS
25 mm
1000 2.46
2000 5.16
Hasil Pengujian
HASIL & ANALISA
voltase fungsi waktu untuk 1000 lilitan
29
Grafik Voltase 1000 Lilitan
0 1 2 3 4 5 6 7 0 0 .0 7 0 .1 4 0 .2 0 .2 7 0 .3 4 0 .4 1 0 .4 8 0 .5 4 0 .6 1 0 .6 8 0 .7 5 0 .8 2 0 .8 8 Time (s) V ol ta s e ( v ol t) L1 = 15mm L2 = 20mm L3= 25mm
Jumlah lilitan Panjang
kumparan RMS
1000
15 mm 4.81
20 mm 3.48
Hasil Pengujian
HASIL & ANALISA
Grafik Voltase 2000 Lilitan
0 2 4 6 8 10 12 14 0 0 .6 9 1 .3 8 2 .0 6 2 .7 5 3 .4 4 4 .1 3 4 .8 2 5 .5 6 .1 9 6 .8 8 7 .5 7 8 .2 6 8 .9 4 Time (s) v ol t L1 = 15mm L2 = 20mm L3 = 25mm
Grafik voltase fungsi waktu untuk 2000 lilitan
30
Jumlah lilitan Panjang
kumparan RMS
2000
15 mm 9.07
20 mm 7.84
Hasil Pengujian
HASIL & ANALISA
Grafik Voltase 3000 Lilitan
0 2 4 6 8 10 12 14 16 18 20 0 0 .6 9 1 .3 8 2 .0 8 2 .7 7 3 .4 6 4 .1 5 4 .8 4 5 .5 4 6 .2 3 6 .9 2 7 .6 1 8 .3 9 Time (s) v ol t L1 = 15mm L2 = 20mm L3 = 25mm
Grafik voltase fungsi waktu untuk 3000 lilitan
31
Jumlah lilitan Panjang
kumparan RMS
3000
15 mm 13.15
20 mm 11.07
HASIL & ANALISA
Grafik Voltase Hasil Pengujian
4.08 9.09 13.15 3.52 7.85 11.3 2.54 5.154 8.4 0 2 4 6 8 10 12 14 1000 2000 3000 Jumlah Lilitan v ol t L1 = 15mm L2 = 20mm L3 = 25mm
Grafik voltase hasil pengujian
HASIL & ANALISA
Panjang kumparan Jumlah lilitan
Pengujian Teori voltase (volt) Voltase (volt) 15 mm 1000 4.81 5.63 2000 9.09 27.86 3000 13.15 77.36 20 mm 1000 3.52 3.85 2000 7.85 19.56 3000 11.3 52.47 25 mm 1000 2.54 2.66 2000 5.15 13.64 3000 8.4 34.68
Perbandingan Voltase hasil perhitungan dengan pengujian
Kesimpulan
KESIMPULAN & SARAN
1. Voltase yang dihasilkan dari pemanen energi getaran yang panjang kumparannya divariasikan mulai dari 15 mm, 20 mm, hingga 25 mm didapatkan semakin
panjang kumparan yang digunakan pada mekanisme pembangkit daya, maka semakin kecil voltase yang dibangkitkan.
2. Voltase yang dihasilkan dari pemanen energi getaran yang jumlah lilitannya divariasikan mulai dari 1000 lilitan, 2000 lilitan, hingga 3000 lilitan didapatkan semakin banyak jumlah lilitan yang digunakan pada mekanisme pembangkit daya, maka semakin besar voltase yang dibangkitkan.
Kesimpulan
KESIMPULAN & SARAN
3. Voltase bangkitan terbesar secara teori dan pengujian terjadi pada saat mekanisme pemanen energi getaran menggunakan
mekanisme pembangkit daya dengan panjang kumparan 15 mm dan jumlah lilitan 3000 lilitan yaitu sebesar 77,36 volt untuk teori dan 13,15 volt untuk pengujian. Sedankan yang terendah terjadi pada panjang kumparan 25 mm dan jumlah lilitan 1000
4. Pada setiap penambahan jumlah lilitan range antara voltase bangkitan aktual dengan voltase perhitungan menjadi semakin besar. Hal ini terjadi karena semakin banyak kawat yang dililitkan, maka semakin banyak pula terjadi rugi yang diakibatkan dari
hambatan dan induktor kawat tersebut.
Saran
KESIMPULAN & SARAN
1. Pada penelitian selanjutnya dilakukan pengukuran arus yang dibangkitkan dengan menggunakan alat yang lebih teliti dari pada multimeter.
2. Pada penelitian selanjutnya dapat dilakukan analisa pada mekanisme pembangkit daya dengan variasi kumparan yang lainnya agar
didapatkan mekanisme pembangkit daya yang mampu membangkitkan voltase lebih besar lagi.