• Tidak ada hasil yang ditemukan

II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Sistem Pencernaan Pada Ternak Ruminansia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "II. TINJAUAN PUSTAKA. A. Sistem Pencernaan Pada Ternak Ruminansia"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1.  Proses degradasi protein dalam rumen (Sutardi, 1977)

Referensi

Dokumen terkait

Konversi ransum tergantung kepada : (1) kemampuan ternak untuk mencerna zat makanan, (2) kebutuhan ternak akan energi dan protein untuk pertumbuhan, hidup pokok dan fungsi

Mikroba dan enzim tersebut dapat bekerja secara maksimal dan dapat mengubah unsur hara yang tadinya sulit untuk diserap tanaman menjadi unsur hara yang mudah diserap oleh

Bau pada ekskreta tubuh, seperti urine dan feses dapat disebabkan karena aktivitas mikroba saluran pencernaan yang menghasilkan nitogen volatil (amonia), senyawa amina

pertumbuhan mikroba tetapi tidak membunuh mikroba. Pemanasan ulang yang teliti berarti seluruh bagian makanan harus mencapai suhu minimal 70 C. Hindari kontak makanan mentah

kompleks menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan enzim, yang terjadi mulai dari mulut, lambung, dan usus. Enzim adalah zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh yang

Sebaliknya penyakit infeksi seperti diare dan Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) mengakibatkan asupan zat gizi tidak dapat diserap tubuh dengan baik.. Faktor

Jika zat besi yang dikonsumsi terlalu sedikit atau bioavailabilitasnya rendah atau makanan berinteraksi dengan membatasi absorpsi yang dibutuhkan tubuh untuk memenuhi kebutuhan zat

Makanan adalah zat yang diperlukan makhluk hidup untuk memperoleh energi, diperlukan dalam jumlah sedikit dan besar, dan berperan dalam pertumbuhan dan perkembangan