Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 1 dari 28 Putusan Nomor 68/Pid.Sus/2019/PN Srg
P U T U S A N
Nomor 68/Pid.Sus/2019/PN Srg
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA Pengadilan Negeri Serang yang mengadili perkara pidana dengan acara pemeriksaan biasa dalam tingkat pertama menjatuhkan putusan sebagai berikut dalam perkara Terdakwa :
Nama lengkap : Ardi Dwiyana Tempat lahir : Jakarta
Umur/Tanggal lahir : 21 Tahun / 25 Juni 1997 Jenis kelamin : Laki-laki
Kebangsaan : Indonesia
Tempat tinggal : JL. Menvo RT.07/10 Kel. Tegal Alur Kec.
Kalideres Jakarta Barat
Agama : Islam
Pekerjaan : Pengemudi Online
Pendidikan : SMK (jurusan Administrasi Perkantoran) Terdakwa ditahan dalam tahanan Rumah Tahanan Negara oleh:
1. Penyidik sejak tanggal 29 September 2018 sampai dengan tanggal 18 Oktober 2018;
2. Penyidik Perpanjangan Oleh Penuntut Umum sejak tanggal 19 Oktober 2018 sampai dengan tanggal 27 November 2018;
3. Penyidik Perpanjangan Pertama Oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 28 November 2018 sampai dengan tanggal 27 Desember 2018;
4 Penyidik Perpanjangan Kedua Oleh Ketua Pengadilan Negeri sejak tanggal 28 Desember 2018 sampai dengan tanggal 26 Januari 2019;
5. Penuntut Umum sejak tanggal 15 Januari 2019 sampai dengan tanggal 3 Februari 2019;
6. Hakim Pengadilan Negeri sejak tanggal 31 Januari 2019 sampai dengan tanggal 1 Maret 2019;
7. Perpanjangan Ketua Pengadilan Negeri Serang sejak tanggal 2 Maret 2019 sampai dengan tanggal 30 April 2019;
8. Perpanjangan Ketua Pengadilan Tinggi Banten Ke-I, sejak tanggal 01 Mei 2019 sampai dengan tanggal 30 Mei 2019;
9. Perpanjangan Ketua Pengadilan Tinggi Banten Ke-II, sejak tanggal 31 Mei 2019 sampai dengan tanggal 29 Juni 2019;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 2 dari 28 Putusan Nomor 68/Pid.Sus/2019/PN Srg
Terdakwa dalam perkara ini didampingi oleh Para Penasihat Hukum yang masing-masing bernama : Ely Nursamsiah, SH.,MKn., Pada Advokat/Penasihat Hukum pada Perkumpulan Lembaga dan Bantuan Hukum Mandiri dengan alamat JL. Jagarayu Komplek Dalung Mandiria Blok D1/2 Kelurahan Dalung, Kecamatan Cipocok Jaya Kota Serang,Provinsi Banten berdasarkan Penunjukan Ketua Majelis Hakim tanggal 19 Februari 2019;
Pengadilan Negeri tersebut;
Setelah membaca:
- Penetapan Ketua Pengadilan Negeri Serang Nomor 68/Pid.Sus/2019/PN Srg tanggal 31 Januari 2019 tentang penunjukan Majelis Hakim;
- Penetapan Majelis Hakim Nomor 68/Pid.Sus/2019/PN Srg tanggal 31 Januari 2019 tentang penetapan hari sidang;
- Berkas perkara dan surat-surat lain yang bersangkutan;
Setelah mendengar keterangan Saksi-saksi, dan Terdakwa serta memperhatikan bukti surat dan barang bukti yang diajukan di persidangan;
Setelah mendengar pembacaan tuntutan pidana yang diajukan oleh Penuntut Umum yang pada pokoknya sebagai berikut:
MENUNTUT:
1. Menyatakan terdakwa Ardi Dwiyana bersalah melakukan tindak pidana
“percobaan atau permufakatan melakukan tindak pidana menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika golongan I yang jumlahnya melebihi 5 gram” sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) UU RI. Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika;
2. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ardi Dwiyana dengan pidana penjara SEUMUR HIDUP.
3. Menyatakan barang bukti berupa :
-
1 (satu) buah tas ransel warna hitam merk “puerpak” ; yang didalamnya berisi 13 (tiga belas) bungkus plastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi (MDMA) sebanyak 63.573 (enam puluh tiga ribu lima ratus tujuh puluh tiga) butir dengan berat bruto 19.975 (sembilan belas ribu sembilan ratus tujuh puluh lima) yang sebagian besar telah dimusnahkan dan melalui uji laboratorium BNN, yang tersisa sebanyak 13 (tiga belas) bungkus plastik being masing-masing kode A-M masing-masing tablet warna orange dengan berat netto akhir seluruhnya 16.1617 gram ;
-
1 (satu) buah sim C An. Ardi Dwiyana ;
-
1 (satu) unit HP merk Nokia 105 warna putih ;
-
1 (satu) buah Hp Mer Vivo warna Gold Rose.
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 3 dari 28 Putusan Nomor 68/Pid.Sus/2019/PN Srg
Digunakan dalam perkara an. Ahmad Sofyan als Kemed als Meeng.
4. Menetapkan supaya terdakwa membayar biaya perkara sebesar Rp. 5.000,- (lima ribu rupiah).
Setelah mendengar Pembelaan tertulis dari Penasihat Hukum Terdakwa dan Terdakwa yang pada pokoknya hanya memohon keringanan hukuman karena Terdakwa menyesali perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan yang bertentangan dengan hukum;
Setelah mendengar tanggapan Penuntut Umum atas pembelaan tersebut yang secara lisan menyatakan tetap pada tuntutan semula;
Setelah mendengar tanggapan dari Penasihat hukum dan terdakwa secara lisan yang tetap pada pembelaannya;
Setelah mendengar tanggapan dari Penasihat Hukum terdakwa dengan Terdakwa yang tetap pada pembelaannya;
Menimbang, bahwa Terdakwa diajukan ke persidangan oleh Penuntut Umum didakwa berdasarkan surat dakwaan sebagai berikut:
Primair
--- Bahwa ia terdakwa Ardi Dwiyana secara bersama sama dengan saksi Ahmad Sofian bin Yanto als Memeng als Kemed (Berkas perkara terpisah) dalam perannya masing-masing, pada hari Sabtu tanggal 29 Sepetember 2018 sekira pukul 06.30 atau setidak-tidaknya pada waktu sekitar itu dalam bulan September tahun 2018, bertempat di Kamar 225 Hotel Dinasty yang berlokasi di Jl. Sultan Ageng Tirtayasa No. 23 Kel. Ramanuju Kec. Cilegon Kota Cilegon Prop. Banten atau setidak-tidaknya pada pada suatu tempat lain yang masih termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Serang yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara tersebut, “Percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan Tindak Pidana Narkotika, Yang tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, menyerahkan, atau menerima Narkotika Golongan I, berupa 1 (satu) buah tas ransel warna hitam merk “puerpak” yang didalamnya berisi 13 (tiga belas) bungkus plastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi (MDMA) sebanyak 63.573 (enam puluh tiga ribu lima ratus tujuh puluh tiga) butir dengan berat bruto 19.975 (sembilan belas ribu sembilan ratus tujuh puluh lima)” sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) Kiliogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 (lima) Gram”, yang dilakukan terdakwa dengan cara antara lain sebagai berikut :
Pada hari Juma’t tanggal 28 September 2018 sekira pukul 23.00 wib saksi Ahmad Sofian als Meeng als Kemed dihubungi oleh sdr. Koko als Padoy
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 4 dari 28 Putusan Nomor 68/Pid.Sus/2019/PN Srg
(dpo) dengan nomor private number ke nomor 0877863555485 untuk mencari orang mengambil barang berupa ekstasi. Kemudian pada hari Sabtu tanggal 29 September 2018 sekira pukul 02.00 wib saksi Ahmad Sofian als Meeng als Kemed menghubungi terdakwa Ardi Dwiyana di nomor 081385245746 dengan menggunakan nomor handphone 087773066621 dengan private number, menyuruh terdakwa Ardi Dwiyana berangkat ke daerah Cilegon, selanjutnya saksi Ahmad Sofian als Meeng als Kemed menghubungi handphone sdr. Koko als Padoy (dpo) memberitahu keberadaan terdakwa Ardi Dwiyana di daerah Cilegon sambil menunggu kabar berikutnya. Sekira pukul 06.00 wib sdr. Koko als Padoy menghubungi saksi Ahmad Sofian als Meeng als Kemed, untuk mengarahkan terdakwa Ardi Dwiyana datang ke lobi Hotel Dinasty mengambil kunci dengan kode “AC 19”.
Sekira pukul 06.30 wib saksi Ahmad Sofian als Meeng als Kemed menghubungi terdakwa Ardi Dwiyana untuk mengambil kunci dengan kode “AC 19” dan masuk kedalam kamar 225 mengambil paket tas yang berisi ekstasi tersebut. Selanjutnya saat terdakwa Ardi Dwiyana mengambil 1 (satu) buah tas ransel warna hitam merk “puerpak” yang didalamnya berisi 13 (tiga belas) bungkus plastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi (MDMA) sebanyak 63.573 (enam puluh tiga ribu lima ratus tujuh puluh tiga) butir dengan berat bruto 19.975 (sembilan belas ribu sembilan ratus tujuh puluh lima) diamankan oleh Anggota Tim BNN Republik Indonesia diantaranya saksi Diah Hariani Surtikanti dan saksi Anton Siagian., yang sebelumnya melakukan controlled delivery (pengiriman dibawah pengawasan), dimana sebelumnya pada hari Sabtu tanggal 29 September 2018 sekira pukul 04.30 wib bertempat di Pool Bus ALS (antar lintas sumatera), saksi Diah Hariani Surtikanti dan saksi Anton Siagian bersama-sama dengan Tim BNN Republik Indonesia dan Tim Spamad Angkatan Darat melakukan penangkapan terhadap saksi Rudi Manurung (dituntut dalam perkara koneksitas) dan saksi Edi (dituntut dalam perkara koneksitas), yang pada saat di lakukan penggeledahan terhadap tas warna hitam merk “puerpak” yang di bawa oleh saksi Rudi Manurung ditemukan barang berupa 13 (tiga belas) bungkus plastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi (MDMA) sebanyak 63.573 (enam puluh tiga ribu lima ratus tujuh puluh tiga) butir dengan berat bruto 19.975 (sembilan belas ribu sembilan ratus tujuh puluh lima). dimana saksi Edi dan saksi Rudi Manurung membawa 13 (tiga belas) bungkus plastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi (MDMA) sebanyak 63.573 (enam puluh tiga ribu lima ratus tujuh puluh tiga) butir dengan berat bruto 19.975 (sembilan belas ribu sembilan ratus tujuh puluh lima), atas perintah sdr. Juliawan (dpo) untuk diantarkan kepada seorang kurir
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 5 dari 28 Putusan Nomor 68/Pid.Sus/2019/PN Srg
di Hotel Dinasty yang berlokasi di Jl. Sultan Ageng Tirtayasa No. 23 Kel.
Ramanuju Kec. Cilegon Kota Cilegon Prop. Banten.
Terdakwa Ardi Dwiyana menerima barang berupa 13 (tiga belas) bungkus plastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi (MDMA) sebanyak 63.573 (enam puluh tiga ribu lima ratus tujuh puluh tiga) butir dengan berat bruto 19.975 (sembilan belas ribu sembilan ratus tujuh puluh lima), mendapat upah sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) namun baru diberikan oleh saksi Ahmad Sofian als Meeng als Kemed sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah).
Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris UPT Lab. Uji Narkoba Badan Narkotika Nasional Nomor : 96 AV/X/2018/BALAI LAB NARKOBA tanggal 4 Oktober 2018, barang butki 13 (tiga belas) bungkus pelastik bening masing-masing kode A-M masing-masing berisikan 5 (lima) butir tablet warna orange dengan berat netto seluruhnya 20,1996 gram setlah dilakukan pemeriksaan di dapat hasil dengan kesimpulan : Bahwa barang tablet warna orange didalam bungkus plastik bening masing-masing kode A-M, tersebut diatas adalah benar Mengandung MDMA ; (+) – N, a-Dimentil-3,4- metilendioksi) fenetilamina terdaftar dalam Golongan I Nomor Urut 37 Lampiran Undang-Undang Republik Indonesia No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
--- Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika .
Subsidair :
--- Bahwa ia terdakwa Ardi Dwiyana secara bersama sama dengan saksi Ahmad Sofian bin Yanto als Memeng als Kemed (Berkas perkara terpisah) dalam perannya masing-masing, pada hari Sabtu tanggal 29 Sepetember 2018 sekira pukul 06.30 atau setidak-tidaknya pada waktu sekitar itu dalam bulan September tahun 2018, bertempat di Kamar 225 Hotel Dinasty yang berlokasi di Jl. Sultan Ageng Tirtayasa No. 23 Kel. Ramanuju Kec. Cilegon Kota Cilegon Prop. Banten atau setidak-tidaknya pada pada suatu tempat lain yang masih termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Serang yang berwenang memeriksa dan mengadili perkara tersebut, “Percobaan atau permufakatan jahat untuk melakukan Tindak Pidana Narkotika, Yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I, berupa 1 (satu) buah tas ransel warna hitam merk “puerpak” yang didalamnya berisi 13 (tiga belas) bungkus plastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi (MDMA) sebanyak 63.573 (enam puluh tiga ribu lima ratus tujuh puluh tiga) butir dengan berat bruto 19.975 (sembilan belas ribu
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 6 dari 28 Putusan Nomor 68/Pid.Sus/2019/PN Srg
sembilan ratus tujuh puluh lima)”, sebagaimana dimaksud pada Ayat (1) dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (satu) Kiliogram atau melebihi 5 (lima) batang pohon atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya melebihi 5 (lima) Gram”, yang dilakukan terdakwa dengan cara antara lain sebagai berikut :
Pada hari Juma’t tanggal 28 September 2018 sekira pukul 23.00 wib saksi Ahmad Sofian als Meeng als Kemed dihubungi oleh sdr. Koko als Padoy (dpo) dengan nomor private number ke nomor 0877863555485 untuk mencari orang mengambil barang berupa ekstasi. Kemudian pada hari Sabtu tanggal 29 September 2018 sekira pukul 02.00 wib saksi Ahmad Sofian als Meeng als Kemed menghubungi terdakwa Ardi Dwiyana di nomor 081385245746 dengan menggunakan nomor handphone 087773066621 dengan private number, menyuruh terdakwa Ardi Dwiyana berangkat ke daerah Cilegon, selanjutnya saksi Ahmad Sofian als Meeng als Kemed menghubungi handphone sdr. Koko als Padoy (dpo) memberitahu keberadaan terdakwa Ardi Dwiyana di daerah Cilegon sambil menunggu kabar berikutnya. Sekira pukul 06.00 wib sdr. Koko als Padoy menghubungi saksi Ahmad Sofian als Meeng als Kemed, untuk mengarahkan terdakwa Ardi Dwiyana datang ke lobi Hotel Dinasty mengambil kunci dengan kode “AC 19”.
Sekira pukul 06.30 wib saksi Ahmad Sofian als Meeng als Kemed menghubungi terdakwa Ardi Dwiyana untuk mengambil kunci dengan kode “AC 19” dan masuk kedalam kamar 225 mengambil paket tas yang berisi ekstasi tersebut. Selanjutnya saat terdakwa Ardi Dwiyana mengambil 1 (satu) buah tas ransel warna hitam merk “puerpak” yang didalamnya berisi 13 (tiga belas) bungkus plastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi (MDMA) sebanyak 63.573 (enam puluh tiga ribu lima ratus tujuh puluh tiga) butir dengan berat bruto 19.975 (sembilan belas ribu sembilan ratus tujuh puluh lima) diamankan oleh Anggota Tim BNN Republik Indonesia diantaranya saksi Diah Hariani Surtikanti dan saksi Anton Siagian., yang sebelumnya melakukan controlled delivery (pengiriman dibawah pengawasan), dimana sebelumnya pada hari Sabtu tanggal 29 September 2018 sekira pukul 04.30 wib bertempat di Pool Bus ALS (antar lintas sumatera), saksi Diah Hariani Surtikanti dan saksi Anton Siagian bersama-sama dengan Tim BNN Republik Indonesia dan Tim Spamad Angkatan Darat melakukan penangkapan terhadap saksi Rudi Manurung (dituntut dalam perkara koneksitas) dan saksi Edi (dituntut dalam perkara koneksitas), yang pada saat di lakukan penggeledahan terhadap tas warna hitam merk “puerpak” yang di bawa oleh saksi Rudi Manurung ditemukan barang berupa 13 (tiga belas) bungkus plastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi (MDMA) sebanyak 63.573 (enam puluh tiga ribu lima ratus tujuh
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 7 dari 28 Putusan Nomor 68/Pid.Sus/2019/PN Srg
puluh tiga) butir dengan berat bruto 19.975 (sembilan belas ribu sembilan ratus tujuh puluh lima). dimana saksi Edi dan saksi Rudi Manurung membawa 13 (tiga belas) bungkus plastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi (MDMA) sebanyak 63.573 (enam puluh tiga ribu lima ratus tujuh puluh tiga) butir dengan berat bruto 19.975 (sembilan belas ribu sembilan ratus tujuh puluh lima), atas perintah sdr. Juliawan (dpo) untuk diantarkan kepada seorang kurir di Hotel Dinasty yang berlokasi di Jl. Sultan Ageng Tirtayasa No. 23 Kel.
Ramanuju Kec. Cilegon Kota Cilegon Prop. Banten.
Terdakwa Ardi Dwiyana menguasai barang berupa 13 (tiga belas) bungkus plastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi (MDMA) sebanyak 63.573 (enam puluh tiga ribu lima ratus tujuh puluh tiga) butir dengan berat bruto 19.975 (sembilan belas ribu sembilan ratus tujuh puluh lima) atas perintah dari saksi Ahmad Sofian als Meeng als Kemed sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah).
Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris UPT Lab. Uji Narkoba Badan Narkotika Nasional Nomor : 96 AV/X/2018/BALAI LAB NARKOBA tanggal 4 Oktober 2018, barang butki 13 (tiga belas) bungkus pelastik bening masing-masing kode A-M masing-masing berisikan 5 (lima) butir tablet warna orange dengan berat netto seluruhnya 20,1996 gram setlah dilakukan pemeriksaan di dapat hasil dengan kesimpulan : Bahwa barang tablet warna orange didalam bungkus plastik bening masing-masing kode A-M, tersebut diatas adalah benar Mengandung MDMA ; (+) – N, a-Dimentil-3,4- metilendioksi) fenetilamina terdaftar dalam Golongan I Nomor Urut 37 Lampiran Undang-Undang Republik Indonesia No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
--- Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 Ayat (2) Jo Pasal 132 (1) Undang-Undang Republik Indonesia No.
35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Menimbang, bahwa terhadap dakwaan Penuntut Umum tersebut, Terdakwa ataupun Penasihat Hukum Terdakwa telah mengerti dan tidak mengajukan keberatan;
Menimbang, bahwa untuk membuktikan dakwaannya Penuntut Umum telah mengajukan Saksi-saksi sebagai berikut:
Saksi ke-1 Diah Hariani Surtikanti, SE., Msi, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa, Saksi tidak kenal dengan Terdakwa dan Saksi tidak mempunyai hubungan keluarga sedarah maupun semenda serta hubungan kerja dengan Terdakwa;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 8 dari 28 Putusan Nomor 68/Pid.Sus/2019/PN Srg
- Bahwa Saksi pernah diperiksa oleh penyidik dan keterangan dalam berkas perkara yang dibuat oleh penyidik tersebut adalah benar;
- Bahwa pada hari Sabtu tanggal 29 September 2018 sekira pukul 05.00 wib bertempat di depan pool bus ALS yang berlokasi di Jl. Raya Merak-Cilegon Prov. Banten saksi bersama-sama dengan rekan tim dan di dampingi oleh Tim Spamad dari Angkatan Darat telah melakukan penangkapan terhadap sdr. Edi (anggota TNI) dan sdr. Rudi Manurung (anggota TNI);
- Bahwa pada saat diamankan sdr. Edi (anggota TNI) dan sdr. Rudi Manurung (anggota TNI) mengaku akan mengantarkan narkotika jenis ekstasi di Hotel Dinasty Cilegon yang berlokasi di Jl. SA. Tirtayasa No. 23 Ramanuju Kota Cilegon, namun tidak tahu siapa yang akan mengambilnya sambil menunggu perintah dari sdr. Juliawan (dpo);
- Bahwa dalam penangkapan tersebut ditemukan barang bukti berupa tas warna hitam merk Puerpack yang didalamnya berisi 13 (tiga belas bungkus) palstik alumunium yang didalamnya berisi narkotika jenis ekstasi;
- Bahwa saksi dan tim sekitar pukul 06.00 wib melakukan controlled delivery (pengiriman dibawah pengawasan) terhadap tas warna hitam merk puerpack yang didalamya berisi 13 (tiga belas) bungkus pelastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi di sebuah kamar 225 Hotel Dinasty yang berlokasi di Jl. SA. Tirtayasa No. 23 Ramanuju Kota Cilegon;
- Bahwa sekira pukul 06.30 wib datang seorang laki-laki yang tidak di kenal saksi Ardi Dwiyana masuk kedalam kamar 225 Hotel Dinasty dan mengambil tas warna hitam merk puerpack yang didalamya berisi 13 (tiga belas) bungkus pelastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi tersebut, langsung diamankan oleh saksi dan tim BNN diantaranya saksi Anton Siagian dan saksi Muhamad Husni, SH;
- Bahwa pada saat terdakwa Ardi Dwiayana diamankan mengaku mengambil tas warna hitam merk puerpack yang didalamya berisi 13 (tiga belas) bungkus pelastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi sebanyak 63573 (enam pulu tiga ribu lima ratus tujuh puluh tiga) atas perintah dari saksi Ahmad Sofyan terpidana yang berada di Lapas Salemba Jakarta Timur;
- Bahwa pada saat terdakwa Ardi Dwiyana mengambil tas warna hitam merk puerpack menggunakan kode sandi “AC19”;
- Bahwa terdakwa Ardi Dwiyana mengaku sudah 2 (dua) kali mengambil narkotika di Hotel Dinasty atas perintah saksi Ahmad Sofyan yang pertama mendapat upah sebesar Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah)
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 9 dari 28 Putusan Nomor 68/Pid.Sus/2019/PN Srg
dan pada saat yang kedua baru mendapat uang transport sebesar Rp.
500.000,- (lima ratus ribu rupiah) ;
- Bahwa saksi Ahmad Sofyan tidak tahu berapa jumlah barang yang dikirim dengan menggunakan kode A19 dan semua atas perintah sdr. Koko Als Padoy (dpo) mantan terpidana Lapas Salemba;
- Bahwa saksi Ahmad Sofyan sudah 2 (dua) kali diperintah oleh sdr. Koko Als Padoy mengambil narkotika, yang pertama pernah meminta saksi terdakwa Ardi Dwiyana untuk mengambil narkotika di Hotel Dinasty yang kemudian di antarkan oleh terdakwa Ardi Dwiyana di daerah Halte Rawa Buaya Jakarta dimana saksi Ahmad Sofyan mendapat upah sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) dan terdakwa Ardi Dwiyana mendapat upah sebesar Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) dan yang kedua hingga akhirnya terdakwa Ardi Dwiyana ditangkap;
Terhadap keterangan Saksi, Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan;
Saksi ke-2 Anton Siagian, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa, Saksi tidak kenal dengan Terdakwa dan Saksi tidak mempunyai hubungan keluarga sedarah maupun semenda serta hubungan kerja dengan Terdakwa;
- Bahwa Saksi pernah diperiksa oleh penyidik dan keterangan dalam berkas perkara yang dibuat oleh penyidik tersebut adalah benar;
- Bahwa pada hari Sabtu tanggal 29 September 2018 sekira pukul 05.00 wib bertempat di depan pool bus ALS yang berlokasi di Jl. Raya Merak-Cilegon Prov. Banten saksi bersama-sama dengan rekan tim dan di dampingi oleh Tim Spamad dari Angkatan Darat telah melakukan penangkapan terhadap sdr. Edi (anggota TNI) dan sdr. Rudi Manurung (anggota TNI);
- Bahwa pada saat diamankan sdr. Edi (anggota TNI) dan sdr. Rudi Manurung (anggota TNI) mengaku akan mengantarkan narkotika jenis ekstasi di Hotel Dinasty Cilegon yang berlokasi di Jl. SA. Tirtayasa No. 23 Ramanuju Kota Cilegon, namun tidak tahu siapa yang akan mengambilnya sambil menunggu perintah dari sdr. Juliawan (dpo);
- Bahwa dalam penangkapan tersebut ditemukan barang bukti berupa tas warna hitam merk Puerpack yang didalamnya berisi 13 (tiga belas bungkus) palstik alumunium yang didalamnya berisi narkotika jenis ekstasi;
- Bahwa saksi dan tim sekitar pukul 06.00 wib melakukan controlled delivery (pengiriman dibawah pengawasan) terhadap tas warna hitam merk puerpack yang didalamya berisi 13 (tiga belas) bungkus pelastik alumunium
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 10 dari 28 Putusan Nomor 68/Pid.Sus/2019/PN Srg
yang berisi narkotika jenis ekstasi di sebuah kamar 225 Hotel Dinasty yang berlokasi di Jl. SA. Tirtayasa No. 23 Ramanuju Kota Cilegon;
- Bahwa sekira pukul 06.30 wib datang seorang laki-laki yang tidak di kenal yakni terdakwa Ardi Dwiyana masuk kedalam kamar 225 Hotel Dinasty dan mengambil tas warna hitam merk puerpack yang didalamya berisi 13 (tiga belas) bungkus pelastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi tersebut, langsung diamankan oleh saksi dan tim BNN diantaranya saksi Diah Hariani Surtikanti, SE., Msi dan saksi Muhamad Husni, SH;
- Bahwa pada saat terdakwa Ardi Dwiayana diamankan mengaku mengambil tas warna hitam merk puerpack yang didalamya berisi 13 (tiga belas) bungkus pelastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi sebanyak 63573 (enam pulu tiga ribu lima ratus tujuh puluh tiga) atas perintah dari saksi Ahmad Sofyan terpidana yang berada di Lapas Salemba Jakarta Timur;
- Bahwa pada saat terdakwa Ardi Dwiyana mengambil tas warna hitam merk puerpack menggunakan kode sandi “AC19”;
- Bahwa terdakwa Ardi Dwiyana mengaku sudah 2 (dua) kali mengambil narkotika di Hotel Dinasty atas perintah saksi Ahmad Sofyan yang pertama mendapat upah sebesar Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) dan pada saat yang kedua baru mendapat uang transport sebesar Rp.
500.000,- (lima ratus ribu rupiah) ;
- Bahwa saksi Ahmad Sofyan tidak tahu berapa jumlah barang yang dikirim dengan menggunakan kode A19 dan semua atas perintah sdr. Koko Als Padoy (dpo) mantan terpidana Lapas Salemba;
- Bahwa saksi Ahmad Sofyan sudah 2 (dua) kali diperintah oleh sdr. Koko Als Padoy mengambil narkotika, yang pertama pernah meminta saksi terdakwa Ardi Dwiyana untuk mengambil narkotika di Hotel Dinasty yang kemudian di antarkan oleh terdakwa Ardi Dwiyana di daerah Halte Rawa Buaya Jakarta dimana saksi Ahmad Sofyan mendapat upah sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) dan terdakwa Ardi Dwiyana mendapat upah sebesar Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) dan yang kedua hingga akhirnya terdakwa Ardi Dwiyana ditangkap;
Terhadap keterangan Saksi, Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan;
Saksi ke-3 Ahmad Nawawi, dibawah sumpah pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 11 dari 28 Putusan Nomor 68/Pid.Sus/2019/PN Srg
- Bahwa, Saksi tidak kenal dengan Terdakwa dan Saksi tidak mempunyai hubungan keluarga sedarah maupun semenda serta hubungan kerja dengan Terdakwa;;
- Bahwa saksi bekerja sebagai petugas keamanan dan kebersihan di Hotel Dinasty yang berlokasi di Jl. SA. Tirtayasa No. 23 Kel. Ramanuju Kec.
Cilegon Kota Cilegon;
- Bahwa pada hari Sabtu tanggal 29 September 2018 sekitar pukul 06.30 wib saat saksi sedang menyiram tanaman di halaman Hotel Dinastu datang beberapa orang (anggota BNN) meminta saksi untuk naik ke atas Hotel Dinasty menyaksikan penangkapan terhadap seseorang (terdakwa Ardi Dwyana) di kamar 225;
- Bahwa di kamar 225 saksi mellihat ada seseorang yang diamankan dan ada 1 (satu) buah tas warna hitam, kemudian saat tas tersebut dibuka didalamnya terdapat 13 (tiga belas) bungkus plastik alumunium yang didalamnya berisi butiran tablet-tablet warna kuning jeruk dan setelah dijelas kan oleh salah satu anggota BNN bahwa barang tersebut berupa ekstasi;
- Bahwa terdakwa Ardi Dwiyana tidak melakukan perlawanan dan mengakui perbuatannya ;
- Bahwa setelah dilakukan penangkapan, terdakwa Ardi Dwiyana dibawa oleh anggota BNN ke Kantor BNN yang berlokasi di Jl. MT. Haryono Jakarta Timur.
Terhadap keterangan Saksi, Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan;
Saksi ke-4 Ahmad Sofyan, keterangannya dibawah sumpah dalam persidangan yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa, pada hari Jum’at tanggal 28 September 2018 sekira pukul 23.00 wib saksi dihubungi oleh sdr. Koko als Padoy (dpo) dengan privat number ke nomor Hp. Milik saksi meminta dicarikan orang luar untuk menjemput barang eksatsi;
- Bahwa pada hari Sabtu tanggal 29 Spetember 2018 sekitar pukul 01.30 wib saksi kembali dihubungi oleh sdr. Koko als Padoy untuk memastikan mendapat orang yang akan menjemput barang di daerah Cilegon, kemudian sekira pukul 02.00 wib terdakwa menghubungi handphone terdakwa Ardi Dwiyana yang berada di Jakarta untuk berangkat ke daerah Cilegon, kemudian setelah terdakwa Ardi Dwiyana sampai di daerah Cilegon;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 12 dari 28 Putusan Nomor 68/Pid.Sus/2019/PN Srg
- Bahwa saksi menghubungi Koko als Padoy untuk memberitahu bahwa orang suruhannya sudah berada di Cilegon sambil menunggu kabar berikutnya, kemudian sekitar pukul 06.00 wib, saksi dihubungi oleh sdr.
Koko als Padoy untuk mengarahkan orang suruhannya menuju ke Hotel Dinasty tempat yang akan dituju;
- Bahwa Terdakwa Ardi Dwiyana sampai di Hotel Dinasty, sdr. Koko als Padoy meminta untuk mengarahkan ke loby Hotel Dinasty sudah ada orang yang menunggu dengan kode “AC 19”, dengan menanyakan ciri-ciri orang tersebut. Kemudian saksi menghubungi terdakwa Ardi Dwiyana untuk masuk dan menuju loby Hotel Dinasty menemui seseorang untuk mengambil kunci kamar dengan kode “AC 19”, dan meminta untuk masuk kedalam kamar 225 untuk mengambil paket tas yang berisi eksatasi;
- Bahwa pada hari Selasa tanggal 2 Oktober 2018 sekitar jam 12.00 wib saat saksi berada di Rutan Klas I Salemba diamankan oleh petugas dari BNN terkait peredaran gelap narkotika jenis eksatasi bersama dengan barang bukti berupa 1 (satu) unit handphone merk Samsung J2 Gran Duos warna hitam tidak ada sim card, 1 (satu) unit hanpdhone merk Xiaomi Mi5 warna hitam tidak ada simcard, 1 (satu) unit handphone Nokia 105 wrna putih dengan simcard 0877863555485, 1 (satu) simcard XL 085959254000;
- Bahwa saksi memperoleh handphone tersebut dengan cara membeli dari tamping yang berada di Rutan Salemba, dimana saat saksi berkomunikasi dengan sdr. Koko als Padoy dan saksi dengan menggunakan wifi yang berada di Rutan Salemba I ;
- Bahwa saksi sudah 2 (dua) kali menyuruh terdakwa Ardi Dwiyana untuk mengambil narkotika jenis ekstasi Bahwa.
- Bahwa saksi mendapat upah dari sdr. Koko als Padoy (dpo) sebesar Rp.
10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) ;
- Bahwa, saksi menyuruh terdakwa Ardi Dwiyana untuk menerima atau menjual narkotika tidak mempunyai ijin dari yang berwenang;
Terhadap keterangan Saksi, Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan;
Menimbang bahwa saksi Rudi Manurung, saksi Edi tidak hadir dan kemudian atas permintaan Penuntut Umum serta terdakwa tidak keberatan, keterangan-keterangan saksi-saksi tersebut dibacakan sebagaimana termuat dalam berita acara pemeriksaan tingkat penyidikan yang keterangantersebut telah disumpah yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
Saksi ke-5 Rudi Manurung, pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 12
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 13 dari 28 Putusan Nomor 68/Pid.Sus/2019/PN Srg
- Bahwa pada hari Sabtu tanggal 29 September 2018 sekira pukul 05.00 wib bertempat di depan Pool PO Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang berlokasi di Jl. Raya Merak – Cilegon saat membawa 1 (satu) tas warna hitam merk Puerpack yang berisi 13 (tiga belas) bungkus plastik alumunium foil, selanjutnya saksi dan saksi Edy di lakukan Giat Contorlled Delivery oleh petugas BNN terhadap barang bukti narkotika jenis ekstasi dan petugas BNN berhasil menangkap seorang laki-laki yang bernama terdakwa Ardi Dwiyana pada hari Sabtu tanggal 29 September 2018 sekira pukul 06.30 wib di dalam kamar 225 Hotel Dinasty yang berlokasi di Jl. SA.
Tirtayasa No. 23 Ramanuju Kec. Cilegon Kota Cilegon, saat terdakwa Ardi Dwiyana telah mengambil Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman jenis ekstasi/ Inex (MDMA) warna orange sebanyak 63573 (enam puluh tiga ribu lima ratus tujuh puluh tiga) butir/ berat butto total 19975 (sembilan belas ribu tiga ribu lima ratus tujuh puluh tiga) gram yang dimasukan didalam 1 (satu) buah tas warna hitam merk Purepak yang didalamnya berisi 13 (tiga belas) bungkus plastik alumunium foil ;
- Bahwa pada hari Minggu tanggal 23 September 2018 pukul 12.00 wib saat berada di luar komplek Yonif 132 /BS Korem 031 WB yang beralamat di Asmil Yonif132/ BS Bagan Besar Dumai Prov. Riau saksi dihubungi oleh sdr. Juliawan (dpo) dengan menggunakan handphone sudah tidak dingat kembali nomornya kenomor handphone saksi 082382221024 menawarkan pekerjaan untuk mengantar barang ke Cilegon, kemudian ditanyakan barang pa? Dijawab “inek”, dan saksi menolak kemudian pada hari Rabu tanggal 26 September saksi di telpon oleh sdr. Juliawan dan saksi bilang
“iya”, saya mau” menerima tawaran pekerjaan mengantar inek/ ekstasi ke Cilegon, kemudian sekira pukul 21.00 wib datang sdr. Edi kerumah saksi yang masih satu komplek di Asmil dan mengajak saksi langsung berangkat ke Duri tempat Pool parkir bus ALS dan diantar oleh sdr. Juliawan karena tidak ketemu Loket Bus ALS saksi dan sdr. Edi menuju ke Simpang Bangku Jalan Lintas Timur dan menunggu Bus ALS dan saksi bersama saksi Edi pergi ke cilegon ;
- Bahwa dalam perjalanan sdr. Juliawan memberi nomor handphone Asiong namun tidak ingat nomornya dan menelpon saksi “nanti kalau udah lewat penyebrangan, saya telpon kalian kemana arah kalian, kalian akan saya arahkan ke sebuah hotel untuk meletakan barang itu di kamar hotel” ; - Bahwa pada hari Kamis tanggal 27 September 2018 pukul 00.05 wib
melintas Bus ALS (nopol tidak ingat) tujuan Jakarta kemudian saksi dan saksi Edi naik kedalam bus dan tas warna hitam berisi ekstasi di serahkan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 13
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 14 dari 28 Putusan Nomor 68/Pid.Sus/2019/PN Srg
oleh sdr. Juliawan kepada saksi, kemudian sdr. Juliawan menyerahkan uang sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) pecahan seratus ribuan untuk ongkos dan uang makan dijalan ;
- Bahwa pada hari Sabtu tanggal 29 September 2018 sekira pukul 05.00 wib saat mobil bus ALS yang ditumpangi keluar dari ferry menuju Pool Bus ALS Di Cilegon Merak yang berjarak tidak jauh dari pelabuhan, kemudian saat saksi Edi dan saksi turun dengan membawa tas warna hitam berisi 13 (tiga belas) bungkus alumunium foil berisi ekstasi, langsung diamankan oleh petugas BNN.
Terhadap keterangan Saksi, Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan;
Saksi ke-5 Edi, pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:
- Bahwa pada hari Sabtu tanggal 29 September 2018 sekira pukul 05.00 wibbertempat di depan Pool PO Bus Antar Lintas Sumatera (ALS) yang berlokasi di Jl. Raya Merak – Cilegon saat membawa 1 (satu) tas warna hitam merk Puerpack yang berisi 13 (tiga belas) bungkus plastik alumunium foil, selanjutnya saksi dan saksi Rudi Manurung di lakukan Giat Contorlled Delivery oleh petugas BNN terhadap barang bukti narkotika jenis ekstasi dan petugas BNN berhasil menangkap seorang laki-laki yang bernama Ardi Dwiyana pada hari Sabtu tanggal 29 September 2018 sekira pukul 06.30 wib di dalam kamar 225 Hotel Dinasty yang berlokasi di Jl. SA. Tirtayasa No. 23 Ramanuju Kec. Cilegon Kota Cilegon, saat Ardi Dwiyana telah mengambil Narkotika Golongan I dalam bentuk bukan tanaman jenis ekstasi/ Inex (MDMA) warna orange sebanyak 63573 (enam puluh tiga ribu lima ratus tujuh puluh tiga) butir/ berat butto total 19975 (sembilan belas ribu tiga ribu lima ratus tujuh puluh tiga) gram yang dimasukan didalam 1 (satu) buah tas warna hitam merk Purepak yang didalamnya berisi 13 (tiga belas) bungkus plastik alumunium foil ;
- Bahwa pada hari Rabu tanggal 26 September 2018 pukul 17.00 wib saat berada di rumah saksi dihubungi oleh sdr. Juliawan dengan menggunakan handphone sudah tidak dingat kembali nomornya ke nomor handphone saksi 08228417505 menawarkan pekerjaan untuk mengantar barang ke Cilegon, kemudian ditanyakan barang pa? Dijawab “inek”, dan saksi berkata kembali “sama siap saya berangkat ?”, dijawab oleh sdr. Juliawan “sama Praka Manurung”, kalau kamu mau malam ini kamu berangkat”, karena tidak punya uang saksi menerima tawaran tersebut ;
- Bahwa setelah tawaran sdr. Juliawan disetujui, sdr. Juliawan menyuruh untuk menemui sdr. Rudi Manurung dirumah yang lokasinya masih satu
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 14
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 15 dari 28 Putusan Nomor 68/Pid.Sus/2019/PN Srg
komlek, setelah bertemu sdr. Rudi Manurung saksi berkata “kamu ada dihubungi juliawan gak”, dijawab “iya bang, nanti malam kita berangkat”, setelah itu saksi kembali kerumah untuk persiapan yaitu memakai PDL loreng lengkap dan membawa satu setelah pakaian preman dalam tas tanpa sepengetahuan istri dan anak ;
- Bahwa sekira pukul 21.00 wib saksi bersama sdr. Rudi Manurung berjalan kaki dari Asmil menuju simpang kompi dan tidak lama kemudian datang sdr.
Juliawan menggunakan mobil Avanza warna hitam, kemudian saksi bersama saksi Rudi Manurung naik mobil tersebut menuju simpang Bangko Jalan Lintas Sumatera ;
- Bahwa saat diperjalanan sdr. Juliawan bercerita bahwa barang tersebut (inek) milik seseorang turunan cina (namanya lupa) dan sdr. Juliawan mengaku hanya sebagai pengantar barang, kemudian sdr. Juliawan berkata “nanti kalau udah lewat penyebrangan, saya telpon kalian kemana arah kalian, kalian akan saya arahkan ke sebuah hotel untuk meletakan barang itu dikamar Hotel” ;
- Bahwa pada hari kamis tanggal 27 September 2018 sekira pukul 00.05 wib melintas bus ALS tujuan jakarta lalu, saksi dan saksi Rudi Manurung naik kedalam bus dan tas warna hitam berisi ekstasi diserahkan oleh sdr.
Juliawan kepada saksi Rudi Manurung, kemudian sdr. Juliawan memberikan uang sebesar Rp. 5.000.000,- (lima juta rupiah) untuk biaya ongkos dan makan ;
- Bahwa pada hari Sabtu tanggal 29 September 2018 sekira pukul 05.00 wib saat mobil bus ALS yang ditumpangi keluar dari ferry menuju Pool Bus ALS Di Cilegon Merak yang berjarak tidak jauh dari pelabuuhan, kemudian saat saksi dan saksi Edi turun dengan membawa tas warna hitam berisi 13 (tiga belas) bungkus alumunium foil berisi ekstasi, langsung diamankan oleh petugas BNN.
Terhadap keterangan Saksi, Terdakwa membenarkan dan tidak keberatan;
Menimbang, bahwa Terdakwa di persidangan telah memberikan keterangan yang pada pokoknya sebagai berikut:
- Bahwa, terdakwa pernah diperiksa oleh penyidik dan keterangan dalam berkas perkara yang dibuat oleh penyidik tersebut adalah benar;
- Bahwa pada hari Sabtu tanggal 29 September 208 sekitar pukul 06.30 wib bertempat di Kamar 225 Hotel Dinasty yang berlokasi di Jl. SA. Tirtayasa No. 23 Ramanuju Kec. Cilegon Kota Cilegon terdakwa diamankan oleh petugas BNN karena melakukan tindak pidana narkotika;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 15
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 16 dari 28 Putusan Nomor 68/Pid.Sus/2019/PN Srg
- Bahwa terdakwa dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti berupa tas warna hitam merk puerpak yang didalamya berisi 13 (tiga belas) bungkus pelastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi sebanyak 63573 (enam pulu tiga ribu lima ratus tujuh puluh tiga) butir dengan total berat butto 19975 (sembilan belas ribu sembilan ratus tujuh puluh lima) gram, 1 (satu) buah sim C An. Ardi Dwiyana,1 (satu) unit HP merk Nokia 105 warna putih, 1 (satu) buah Hp Mer Vivo warna Gold Rose;
- Bahwa pada hari Sabtu tanggal 29 September 2018 sekira 02.00 wib saksi Ahmad Sofian als Meeng als Kemed menghubungi terdakwa menyuruh berangkat ke daerah Cilegon;
- Bahwa terdakwa mau dikarenakan sebelumnya sudah pernah mengambil narkotika jenis ekstasi atas perintah saksi Ahmad Sofian als Sofian pada bulan April di kamar 203 Hotel Dinasty yang berlokasi di Jl. Ahmad Yani Cilegon dimana terdakwa menerima upah sebesar Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) setelah mengantarkan barang berupa narkotika di halte Rawa Buaya;
- Bahwa sekira pukul 06.00 wib saat terdakwa tiba di Hotel Dinasty yang berlokasi di Jl. SA Tirtayasa No. 23 Ramanuju Cilegon, kemudian sekira pukul 06.15 wib setiba di Hotel Dinasty saksi dihubungi oleh saksi Ahmad Sofyan untuk mengambil kunci kamar daris seseorang yang akan menemui saksi di loby Hotel, dan saat terdakwa sudah mendapatkan kunci dengan kode “AC19” langsung menuju kamar 225 Hotel Dinasty untuk mengambil paket barang berupa 1 (satu) buah tas yang berisi narkotika jenis ekstasi, dan saat saksi berada didalam kamar 225 mengambil tas tersebut datang petugas BNN mengamankan terdakwa ;
- Bahwa terdakwa menerima narkotika jenis ekstasi mendapat uang transport sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) dari saksi Ahmad Sofian als Sofian;
- Bahwa terdakwa tidak izin dari pihak berwenang mengambil ekstasi tersebut;
- Bahwa terdakwa merasa menyesal dan tidak akan melakukan perbuatan tersebut;
Menimbang, bahwa dalam perkara ini terdakwa tidak mengajukan saksi yang meringankan bagi dirinya;
Menimbang, bahwa di persidangan telah pula dibacakan surat-surat sebagai berikut:
- Berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan Laboratoris UPT Lab. Uji Narkoba Badan Narkotika Nasional Nomor : 96 AV/X/2018/BALAI LAB NARKOBA
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 16
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 17 dari 28 Putusan Nomor 68/Pid.Sus/2019/PN Srg
tanggal 4 Oktober 2018, barang butki 13 (tiga belas) bungkus pelastik bening masing-masing kode A-M masing-masing berisikan 5 (lima) butir tablet warna orange dengan berat netto seluruhnya 20,1996 gram setlah dilakukan pemeriksaan di dapat hasil dengan kesimpulan : Bahwa barang tablet warna orange didalam bungkus plastik bening masing-masing kode A- M, tersebut diatas adalah benar Mengandung MDMA ; (+) – N, a-Dimentil- 3,4-metilendioksi) fenetilamina terdaftar dalam Golongan I Nomor Urut 37 Lampiran Undang-Undang Republik Indonesia No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika;
Menimbang, bahwa Penuntut Umum mengajukan barang bukti sebagai berikut:
- 1 (satu) buah tas ransel warna hitam merk “puerpak” ; yang didalamnya berisi 13 (tiga belas) bungkus plastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi (MDMA) sebanyak 63.573 (enam puluh tiga ribu lima ratus tujuh puluh tiga) butir dengan berat bruto 19.975 (sembilan belas ribu sembilan ratus tujuh puluh lima) yang sebagian besar telah dimusnahkan dan melalui uji laboratorium BNN, yang tersisa sebanyak 13 (tiga belas) bungkus plastik being masing-masing kode A-M masing-masing tablet warna orange dengan berat netto akhir seluruhnya 16.1617 gram ;
- 1 (satu) buah sim C An. Ardi Dwiyana ; - 1 (satu) unit HP merk Nokia 105 warna putih ; - 1 (satu) buah Hp Mer Vivo warna Gold Rose.
Menimbang, bahwa berdasarkan alat bukti dan barang bukti yang diajukanserta keterangan saksi-saksi dan keterangan terdakwa diperoleh fakta- fakta hukum sebagai berikut:
- Bahwa pada hari Sabtu tanggal 29 September 2018 sekira pukul 05.00 wib bertempat di depan pool bus ALS yang berlokasi di Jl. Raya Merak-Cilegon Prov. Banten saksi Diah Hariani Surtikanti, SE.,Msi., saksi Anton Siagian bersama-sama dengan rekan tim dan di dampingi oleh Tim Spamad dari Angkatan Darat telah melakukan penangkapan terhadap sdr. Edi (anggota TNI) dan sdr. Rudi Manurung (anggota TNI);
- Bahwa pada saat diamankan sdr. Edi (anggota TNI) dan sdr. Rudi Manurung (anggota TNI) mengaku akan mengantarkan narkotika jenis ekstasi di Hotel Dinasty Cilegon yang berlokasi di Jl. SA. Tirtayasa No. 23 Ramanuju Kota Cilegon, namun tidak tahu siapa yang akan mengambilnya sambil menunggu perintah dari sdr. Juliawan (dpo);
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 17
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 18 dari 28 Putusan Nomor 68/Pid.Sus/2019/PN Srg
- Bahwa dalam penangkapan tersebut ditemukan barang bukti berupa tas warna hitam merk Puerpak yang didalamnya berisi 13 (tiga belas bungkus) palstik alumunium yang didalamnya berisi narkotika jenis ekstasi;
- Bahwa pada hari Jum’at tanggal 28 September 2018 sekira pukul 23.00 wib saksi Ahmad Sopyan alias Meeng alias kemed bin Yanto dihubungi oleh sdr. Koko als Padoy (dpo) dengan privat number ke nomor Hp. Milik saksi Ahmad Sopyan alias Meeng alias kemed bin Yanto meminta dicarikan orang luar untuk menjemput barang ekstasi kemudian saksi Ahmad Sopyan alias Meeng alias kemed bin Yanto menghubungi handphone terdakwa Ardi Dwiyana yang berada di Jakarta untuk berangkat ke daerah Cilegon, kemudian setelah terdakwa Ardi Dwiyana sampai di daerah Cilegon
- Bahwa saksi Diah Hariani Surtikanti, saksi Anton Siagian dan tim sekitar pukul 06.00 wib melakukan controlled delivery (pengiriman dibawah pengawasan) terhadap tas warna hitam merk puerpack yang didalamya berisi 13 (tiga belas) bungkus pelastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi di sebuah kamar 225 Hotel Dinasty yang berlokasi di Jl. SA.
Tirtayasa No. 23 Ramanuju Kota Cilegon;
- Bahwa sekira pukul 06.30 wib datang seorang laki-laki yakni saksi Ardi Dwiyana masuk kedalam kamar 225 Hotel Dinasty dan mengambil tas warna hitam merk puerpack yang didalamya berisi 13 (tiga belas) bungkus pelastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi tersebut, langsung diamankan oleh saksi Diah Hariani Surtikanti, SE., M.Si., saksi Anton Siagian dan tim BNN serta Muhamad Husni, SH;
- Bahwa pada saat terdakwa Ardi Dwiyana diamankan mengaku mengambil tas warna hitam merk puerpak yang didalamya berisi 13 (tiga belas) bungkus pelastik alumunium yang berisi narkotika jenis ekstasi sebanyak 63573 (enam pulu tiga ribu lima ratus tujuh puluh tiga) atas perintah dari saksi Ahmad Sopyan alias Meeng alias kemed bin Yanto terpidana yang berada di Lapas Salemba Jakarta Timur;
- Bahwa pada saat terdakwa Ardi Dwiyana mengambil tas warna hitam merk puerpack menggunakan kode sandi “AC19”;
- Bahwa terdakwa Ardi Dwiyana mengaku sudah 2 (dua) kali mengambil narkotika di Hotel Dinasty atas perintah saksi Ahmad Sopyan alias Meeng alias kemed bin Yanto yang pertama mendapat upah sebesar Rp.
1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) dan pada saat yang kedua baru mendapat uang transport sebesar Rp. 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) ; - Bahwa saksi Ahmad Sopyan alias Meeng alias kemed bin Yanto sudah 2
(dua) kali diperintah oleh sdr. Koko Als Padoy mengambil narkotika, yang
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 18
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 19 dari 28 Putusan Nomor 68/Pid.Sus/2019/PN Srg
pertama pernah meminta terdakwa Ardi Dwiyana untuk mengambil narkotika di Hotel Dinasty yang kemudian di antarkan oleh terdakwa Ardi Dwiyana di daerah Halte Rawa Buaya Jakarta dimana saksi Ahmad Sopyan alias Meeng alias kemed bin Yanto mendapat upah sebesar Rp.
10.000.000,- (sepuluh juta rupiah) dan terdakwa Ardi Dwiyana mendapat upah sebesar Rp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) dan yang kedua hingga akhirnya terdakwa Ardi Dwiyana ditangkap;
Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis Hakim akan mempertimbangkan apakah berdasarkan fakta-fakta hukum tersebut diatas, Terdakwa dapat dinyatakan telah melakukan tindak pidana yang didakwakan kepadanya;
Menimbang, bahwa Terdakwa telah didakwa oleh Penuntut Umum dengan dakwaan yang berbentuk Subsidaritas, sehingga Majelis Hakim dengan memperhatikan fakta-fakta hukum tersebut diatas akan mempertimbangkan terlebih dahulu Primair seperti diatur dalam Pasal 114 Ayat (2) Jo Pasal 132 Ayat 1 UU RI No 35 tahun 2009 Tentang Narkotika, yang unsur-unsurnya adalah sebagai berikut:
1. Setiap orang;
2. Tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli, menukar, atau menyerahkan Narkotika Golongan I , dalam bentuk tanaman beratnya melebihi 1 (kilogram) atau dalam bentuk bukan tanaman beratnya 5 (lima) Gram;
3. Percobaan atau permufakatan Jahat untuk melakukan tindak pidana Narkotika dan prekusor Narkotika sebagaimana dimaksud dalam pasal 114.
Menimbang, bahwa terhadap unsur-unsur tersebut Majelis Hakim mempertimbangkan sebagai berikut:
Ad. 1. Setiap orang :
Menimbang, bahwa unsur “setiap orang”, yaitu siapa saja selaku subyek hukum, dalam hal ini Terdakwa sebagai manusia atau persoon yang perbuatannya dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Pada dasarnya kata “setiap orang” menunjukkan kepada siapa orangnya yang harus bertanggung jawab atas perbuatan/kejadian yang didakwakan itu atau setidak- tidaknya mengenai siapa orangnya yang harus dijadikan Terdakwa dalam perkara ini. Tegasnya menurut Putusan Mahkamah Agung RI Nomor : 1398 K/Pid/1994 tanggal 30 Juni 1995 terminologi kata “setiap orang”atau “hij”
sebagai siapa saja yang harus dijadikan Terdakwa/dader atau setiap orang
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.
Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 19