• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ruang Lingkup Kajian Ilmu Administrasi

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Ruang Lingkup Kajian Ilmu Administrasi"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1. Ruang Lingkup Kajian Ilmu Administrasi

Ruang lingkup atau cakupan administrasi negara sangat kompleks tergantung perkembangan kebutuhan dan dinamika masalah yang dihadapi masyarakat. Dikatakan Chandler dan Plano (1988:3) bahwa kehidupan manusia menjadi semakin kompleks maka apa yang akan dikerjakan oleh pemerintahan atau administrasi negara juga semakin kompleks. Untuk mengetahui ruang lingkup administrasi negara maka bisa dikaji dari tulisan-tulisan teoritis dan praktisi administrasi negara yang populer dan dapat dijadikan dasar. Harus diakui bahwa cakupan atau ruang lingkup administrasi negara sangat kompleks tergantung dari perkembangan kebutuhan atau dinamika masalah yang dihadapi masyarakat. Salah satu cara untuk melihat cakupan atau ruang lingkup praktis administrasi publik dari suatu negara adalah dengan mengamati jenis-jenis lembaga-lembaga departemen dan non departemen yang ada. Menurut Chandler dan Plano (1988:33) bahwa apabila kehidupan menjadi semakin kompleks permasalahan maka apa yang dikrrja oleh pemerintah atau administrasi negara juga semakin kompleks.

Buku yang ditulis oleh Nikolaos Henry (1995) memberikan beberapa ruang lingkup yang dapat dilihat dari topik-topik yang dibahas (selain perkembangan ilmu administrasi negara itu sendiri) antara lain:

1. Organisasi publik, yang pada prinsipnya berkenaan dengan model-model organisasi dan perilaku birokrasi.

2. Manajemen publik, yaitu berkenaan dengan sistem dan ilmu manajemen, evaluasi program dan produktivitas, anggaran publik dan manajemen sumber daya menusia.

3. Implementasi yaitu menyangkut pendekatan terhadap kebijakan publik dan implementasinya, privatisasi, administrasi antar pemerintah dan etika birokrasi.

Sedangkan James L. Perry dalam Buku “Handbook Of Public administration”(editor 1989) menguraikan bahwa pokok-pokok bahasan administrasi publik terkait:

1. Tantangan-tantangan administrasi negara dan bagaimana menyesuaikan diri, 2. Sistem administrasi dan organisasi efektif,

3. Administrasi negara terkait dengan usaha memperkuat hubungan dengan badan legisllatif, badan-badan yang diangkat dan dipilih oleh rakyat,

4. Bagaimana menyusun kebijakan dan program sukses, 5. Administrasi perpajakan dan anggaran yang efektif, 6. Manajemen sumber daya manusia,

7. Bagaimana operasi pelayanan publik yang baik,

8. Bagaimana praktek administrasi publikyang profesional dan etis (beretika).

Shafritz dan Russel (1997) dalam bukunya “Introduction Public Administration” menggambarkan bab-bab administrasi negara sebagai berikut:

(2)

2. Penerapan reiveting government,

3. Hubungan antara lembaga pemerintahan,

4. Perkembangan teori manajemen dan organisasi,

5. Perilaku organisasi,

6. Manajerialisme dan kinerja,

7. Manajemen strategis di sektor publik,

8. Kepemimpinan dan akuntabilitas

9. Manajemen personia dan hubungan kerja,

10. Keadilan sosial,

11. Manajemen keuangan,

12. Auditing, accounting, dan avaluasi,

13. Penghargaan dan etika.

Terakhir pembentukan dan pengembangan ruang lingkup kajian ilmu administrasi negara juga harus mengikuti tantangan dan masalah yang akan dihadapi administrasi negara di masa depan, menurut Cooper tantangan administrasi publik abad 21 yang akan berdampak pada kajian administrasi negara dan mencakup lima arena yakni, Globalization, Diversirty, the signigficance of limits (environmental, economic, social), the increasing complexity of intergovernmental and intersectoral relations), the important of the public law and legal processes.

Ruang lingkup ilmu administrasi negara pula dapat diuraikan sebagai berikut:

Dibidang hubungan, peristiwa dan gejala pemerintahan yang banyak ditulis para pakar pemerintahan, meliputi:

1. Administrasi pemerintahan pusat 2. Administrasi pemerintahan negara 3. Administrasi pemerintahan kecamatan 4. Administrasi pemerintahan kelurahan 5. Administrasi pemerintahan desa 6. Administrasi pemerintahan kotamadya 7. Administrasi pemerintahan administratif 8. Administrasi departemen

9. Administrasi non-departemen

Dibidang kekuasaan yang banyak ditulis para pakar ilmu politik, meliputi: 1. Administrasi politik luar negeri

2. Administrasi politik dalam negri

3. Administrasi partai politik, posisi masyarakat LSM

4. Administrasi kebijakan pemerintahan, policy wisdom, kondisi dan peranan pemerintah Dibidang peraturan perundang-undangan banyak ditulis para pakar ilmu hukum tata Negara, meliputi:

(3)

2. Landasan konstitusional 3. Landasan operasional

Dibidang kenegaraan banyak ditulis para pakar ilmu Negara, meliputi: 1. Tugas dan kewajiban Negara

2. Hak dan kewajiban Negara 3. Tipe dan bentu Negara 4. Fungsi dan prisip Negara 5. Unsur-unsur Negara

6. Tujuan Negara dan tujuan Nasional

Di bidang pemikiran hakiki yang banyak ditulis oleh para pakar ilmu filsafat, meliputi: 1. Etika administrasi negara, tata nilai organisasi dan manajemen

2. Estetika administrasi negara, cinta, rasa, karsa administrator

3. Logika administrasi negara, disiplin ilmu, sumber daya manusia, hukum administrasi negara

4. Hakikat administrasi negara, pembentukan system, kultur, struktur

Dibidang ketatalaksanaan yang banyak ditulis para pakar ilmu administrasi publik, meliputi:

1. Administrasi pembangunan 2. Administrasi perkantoran 3. Administrasi kepegawaian 4. Administrasi kemiliteran 5. Administrasi perpajakan 6. Administrasi pengadilan 7. Administrasi kepenjaraan

Administrasi perusahaan, meliputi antara lain: 1. Administrasi penjualan

2. Administrasi periklanan 3. Administrasi pemasaran 4. Administrasi perbankan 5. Administrasi perhotelan 6. Administrasi pengangkutan

(4)

Sejarah adaministrasi publik dimulai dengan Tuntutan akan pemenuhan kebutuhan manusia yang semakin meningkat dan kompleks serta sulit dipenuhi secara individual dan keterbatasan sumberdaya mewarnai perkembangan kehidupan manusia dewasa ini. Hal ini mendorong manusia melakukan kerjasama, baik secara individual maupun secara organisasi. Itu sebabnya dikatakan bahwa dunia modern adalah dunianya kerjasama, sebab tanpa melakukan kerjasama, tiap individu, organisasi bahkan negara dan pemerintahan tidak akan dapat survive. Meskipun aktivitas kerjasama sudah ada sejak adanya peradapan manusia namun pada zaman sekarang ini bentuk kerjasama tersebut semakin menunjukan kompleksivitas dan menyangkut hampir semua aspek kehidupan dan memerlukan sistem administrasian yang kompleks .

Ada kecenderungan dalam masyarakat luas di Indonesia, bahwa administrasi dipersepsikan dalam pengertian yang sempit sebagai aktivitas-aktivitas kantor, urusan surat-menyurat yang sering juga di sebut dengan tata usaha. Tetapi pada kajian ilmiah menunjukkan bahwa administrasi memiliki cakupan arti yang luas, yaitu sebagai proses, sebagai fungsi dan sebagai institusi dari tiap kegiatan kerjasama. Secara definitif juga dengan tegas dinyatakan bahwa administrasi adalah organisasi dan manajemen dari setiap kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan.

Demikian pula dalam penyelenggaran suatu negara dan pemerintahan tentu saja diperlukan suatu sistem administrasi yang sangat kompleks yang sering disebut dengan Administrasi Negara. Sejalan dengan perkembangannya, istilah “Negara” digantikan dengan “Publik” untuk menekankan bahwa administrasi tersebut bertujuan untuk pelayanan publik (Public Service).

Sejarah Sistem Administrasi Publik Republik Indonesia (SAPRI) dimulai dengan diproklamirkannya kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus tahun 1945. Sejak itu berbagai perubahan Sistem Administrasi Publik telah kita lalui mulai kepemimpinan Ir. Sukarno selaku Presiden RI Pertama hingga masa kepemimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat ini. Perkembangan Sistem Administrasi Publik yang diterapkan di Indonesia pada tahun 1950- an dan dikenal dengan nama Sistem Demokrasi Liberal.

Teori dan konsep dari Ilmu Administrasi Publik telah berkembang dari waktu ke waktu sejalan dengan perkembangan peradaban dan sejarah umat manusia. Perkembangannya dari Ilmu Filsafat yang objeknya tidak terbatas sampai pada disiplin ilmu eksakta dan sosial yang mengkhususkan padabidang bahasan tertentu saja seperti Administrasi publik ini.

Adapun perkembangan Ilmu Administrasi Publik dapat disebut sebagai berikut :

Administrasi Ortodok → Administrasi Publik – Administrasi Negara Baru →New Public Management → Beyond The New Public Administration→Refounding Public administration

(5)

Pada permulaan abad Masehi perkembangan administrasi berkembang lebih maju. Hal ini tampak dalam praktek-praktek administrasi, manajemen dan organisasi yang dikembangkan oleh gereja Roma Katolik.

Niccolo Machiavelli merupakan orang yang memberikan konstribusi secara individual yang sangat besar terhadap pemikiran administrasi dan manajemen dengan membuat analisis sistematis tentang Prince’s Job dalam bukunya The Prince dan The Discources.

Administrasi sebagai seni semakin berkembang di Eropa dengan menekankan bahwa perekonomian suatu negara akan bisa kuat apabila kegiatan administrasi dan manajemen dilaksanakan dengan baik. Pemikiran ini dipelopori oleh tiga kelompok ahli ekonomi di Eropa, yaitu kaum Kameralis di Jerman, Prusia dan Austria, kelompok Merkantilis dan Inggris dan kelomok Fisiokratik di Perancis. Mereka percaya bahwa kedudukan negara mengusahakan maksimasi persedian-persediaan materil.

Seiring dengan terjadinya revolusi industri di Eropa mempunyai dampak dinamik terhadap pemikiran- pemikiran administrasi dari job centered menjadi human centered atau orientasi produktivitas menjadi orientasi pengembangan SDM.

Administrasi ditelaah secara ilmiah baru mulai dilakukan pada akhir abad 19 atau awal abad 20, yang dipelopori oleh F.W. Taylor dan Henry Fayol dengan memunculkan satu teori dan pendekatan bagi perkembangan studi administrasi yang disebut administrative management theory atau yang disebut juga teori administrasi umum.

Nicholas Henry memilah-milah bahwa ada enam kelompok corak berpikir para pakar tentang keberadaan Ilmu Administrasi Publik, yaitu sebagai berikut :

1. Paradigma dikotomi antara politik dan administrasi publik dengan tokoh-tokohnya seperti Frank J. Goodnow dan Leonard D White.

Menurut pendapat tokoh diatas, fungsi politik ada kaitannya dengan pembuatan kebijakan publik. Sedangkan fungsi administrasi berkenaan dengan pelaksanaan kebijakan tersebut.

1. Paradigma prinsip-prinsip administrasi dengan tokoh-tokohnya W.F. Willoughby, L. Gullick dan L. Urwick.

Disini ada dua pandangan tentang administrasi publik yaitu :

ü Administrasi Publik sebagai ilmu murni berlandaskan dalil-dalil sosial.

ü Administrasi Publik yang dikembangkan kearah kebijakan publik berdasarkan aplikasi ilmu politik, ilmu ekonomi dan ilmu sosiologi.

(6)

Paradigma ini memandang Administrasi Publik bersifat internal, yaitu mempelajari perumusan dan implementasi kebijakan publik dan sebagai ilmu politik yang bersifat eksternal yang mempelajari masyarakat dan perubahan-perubahan politik.

1. Paradigma hubungan kemanusiaan dengan tokoh-tokohnya Rensis Likert, Daniel Katz, dan Robert Kahn.

2. Paradigma pilihan masyarakat umum dengan tokoh-tokohnya Vincent Ostrom, James Buchanan dan Gordon Tullock.

3. Paradigma administrasi publik baru dengan tokoh-tokohnya Frank Marini dan George H. Frederickson.

Paradigma ini menganggap administrasi publik sebelumnya kurang perhatian terhadap perubahan sosial dan kurang memperhatikan tuntutan kebutuhan publik. Pada saat ini telah berkembang Administrasi Publik yang menekankan pada pendekatan manajemen baru berorientasi pada pencapaian tujuan (goal governance) untuk memecahkan masalah-masalah publik dan populer dengan istilah Reinventing Government dan Good Governance. Paradigma baru ini berusaha menghilangkan praktek birokrasi yang terlalu hierarkis dan menyebabkan biaya operasional tinggi (high cost economy)

3. Hubungan Administrasi Negara dengan Ilmu Lainnya

A. Hubungan Administrasi Negara dengan Ilmu Antropologi

Antropologi berasal dari kata antropo “manusia” dan logos “ilmu”. Antropologi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia baik secara phisik ataupun budayanya. Bagaimana kita berperilaku adalah suatu fungsi dalam kebudayaan kita dan hal ini merupakan sumbangan para ahli antropologi untuk bidang administrasi. Seperti kita ketahui bersama, perbedaan – perbadaan kebudayaan ada didalam bangsa juga antarbangsa. Ada perbedaan dalam asas penilaian, sikap-sikap dan norma-norma dalam penerimaan perilaku. Sistem penilaian yang bersifat individu yang merupakan prioritas terhadap apa yang penting akan mempengaruhi sikap kita dan juga perilaku kita dalam kerja.

Antropologi, yang sebagaimana diketahui mempelajari tindak-tanduk individu dalam masyarakat. Telah berulang kali ditekankan bahwa manusia merupakan unsur terpenting didalam suatu organisasi dalam rangka usaha pencapaian tujuan. Jika demikian halnya secara logis jelas terlihat adanya persamaan objek kedua ilmu pengetahuan ini, hanya approach dan metode analisis yang berbeda.

Hubungan administrasi dengan ilmu antropologi:

(7)

b. Ilmu antropologi mempelajari budaya yang ada di dalam suatu masyarakat. Dengan demikian, budaya di dalam masyarakat tersebut akan mempengaruhi sistem administrasi negara. Misalnya, masyarakat di negara maju, di mana lebih mengutamakan budaya profesionalisme. Budaya profesional ini akan turut mempengaruhi sistem administrasi negara sehingga para aparat di dalamnya menganut budaya profesional.

c. Antropologi mempelajari tentang budaya maka, dapat ditarik kesimpulan jika dikaitkan dengan administrasi yaitu, bagaimana sebuah implementasi dari ilmu administrasi beradaptasi dengan keadaan kebudayaan sekitar.

C. Hubungan Administrasi Negara dengan Ilmu Ekonomi

Ekonomi berasal dari kata Yunani oikos yang berarti "keluarga, rumah tangga" dan nomos, atau "peraturan, aturan, hukum," dan secara garis besar diartikan sebagai "aturan rumah tangga" atau "manajemen rumah tangga". Menurut seorang ahli ekonomi dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), ilmu ekonomi atau ekonomi politik (politicale conomy) adalah suatu studi tentang kegiatan-kegiatan yang dengan atau tanpa menggunakan uang, mencakup atau melibatkan transaksi-transaksi pertukaran antarmanusia.

Ilmu Ekonomi, suatu ilmu yang mempelajari kebutuhan manusia yang selalu tidak terbatas dengan alat-alat pemuasan yang selalu terbatas. Administrasi pun bergerak atas prinsip yang sama karena tujuan organisasi pada hakikatnya tidak terbatas sedangkan sumber-sumber yang tersedia atau mungkin tersedia selalu terbatas. Ditinjau dari segi tujuan dan alat ini, antara ilmu ekonomi dan ilmu administrasi berbeda hanya ditinjau dari segi objeknya saja.

Hubungan administrasi negara dengan ilmu ekonomi yaitu efisiensi merupakan tujuan administrasi Negara. Efisiensi dapat dicapai dengan cooperation (kerjasama) dan competition (kompetisi). Dalam ilmu ekonomi dikemukakan bahwa dalam memenuhi kebutuhannya, manusia selalu berkompetisi dan membutuhkan kerjasama. Berdasarkan definisi-definisi ilmu administrasi Negara, bahwa administrasi negara berfungsi melakukan penataan dan pengaturan sistem ekonomi dalam suatu otoritas/pemerintahan agar terwujud efisiensi dalam tata kelola perekonomian. Sedangkan keadaan ekonomi suatu negara menunjukkan indikator keberhasilan penerapan administrasi Negara oleh pemerintah Negara tersebut.

Administrasi Negara juga bertujuan untuk mencapai kesejahteraan umum. Kesejahteraan umum sangat berkaitan dengan ekonomi. Bagaimana manusia berlomba-lomba untuk memenuhi kebutuhannya dengan sumber daya/alat pemuas kebutuhan yang terbatas.

(8)

sendiri, contohnya Puskesmas dan Kantor Pos. Kesinergian ilmu ekonomi dan ilmu

administrasi Negara sangat berperan di sini.

Hubungan antara ilmu ekonomi dan ilmu administrasi Negara juga terjadi dalam penyusunan anggaran belanja suatu Negara. Di Indonesia disebut APBN (Anggaran Pembiayaan dan Belanja Negara). Administrasi Negara berperan sebagai pengambil kebijakan dalam rancangan dan persetujuan APBN. Begitu pula sebaliknya, ilmu ekonomi menentukan para alat administrasi Negara dalam menentukan APBN karena APBN harus dibuat berdasarkan keadaan ekonomi Negara dan kebutuhan-kebutuhan Negara, mulai skala prioritas kecil sampai besar.

Antara Ilmu Administrasi dengan Ilmu Ekonomi juga memperlihatkan hubungan yang sangat etar, saling melengkapi dan bahkan kadang – kadang sering overloping (tumpang tindih) antara yang satu dengan yang lain. Administrasi bisa menjadi alat ekonomi untuk mencapai sasaran yang diinginkan dan sebaliknya, ekonomi dapat digunakan sebagai alat administrasi sehingga tercapainya tujuan yang direncanakan.seorang pemimpin bisa memberikan solusi bagi masyarakatnya dalam mengatur management publik dalam hal ini kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa, karena peran pemerintah tak lepas dari yang namanya penstabil perekonomian negara.

D. Hubungan Administrasi Negara dengan Ilmu Hukum

Ilmu hukum dalam perpustakaan hukum dikenal dengan nama “Jurisprudence” yang berasal dari kata “Jus”, Juris” yang artinya hukum atau hak. “Prudence” berarti melihat kedepan atau mempunyai keahlian, dan arti umum dari Jurisprudence adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari hukum.

Ilmu hukum, yaitu suatu cabang ilmu pengetahuan yang mempelajari norma-norma dan kaidah-kaidah yang hidup di dalam masyarakat. Kelangsungan hidup yang teratur serta perkembangan yang dinamis dari administrasi, hanya dapat dijamin apabila ia taat pada hukum tertulis atau tidak tertulis yang berlaku. Ilmu hukum yang mempelajari norma-norma dan kaidah-kaidah hidup di dalammasyarakat memberi input yang besar dalam perkembangan studi administrasi. Salah satucabang ilmu hukum yang mempererat hubungan antara administrasi dengan ilmu hukum ialahdalam disiplin ilmu Hukum administrasi negara.

(9)

berdasarkan hukum perdata sebagai hukum umum.Terjadinya hubungan antara Hukum Administrasi Negara dengan Hukum Perdata apabila :

1) saat atau waktu terjadinya adopsi atau pengangkatan kaidah hukum perdata menjadi kaidah hukum Administrasi Negara.

2) Badan Administrasi negara melakukan perbuatan-perbuatan yang dikuasasi oleh hukum perdata .

3) Suatu kasus dikuasai oleh hukum perdata dan hukum administrasi negara maka kasus itu diselesaikan berdasarkan ketentuan-ketentuan Hukum Administrasi Negara.

E. Hubungan Administrasi Negara dengan Ilmu Sejarah

Istilah Sejarah berasal dari bahasa Arab yaitu Syajaratun yang berarti Pohon. Penggunaan kata tersebut dalam konteks masa lalu mengacu pada pohon silsilah. Dalam hal ini arti sejarah itu hanya mengacu pada masalah asal usul atau keturunan seseorang. Kata Sejarah yang lebih dekat dengan pengertian, terkandung dalam bahasa Yunani yaitu Historia yang berarti Ilmu atau Orang pandai. Sedangkan dalam bahasa Inggris, History yaitu masa lampau umat manusia dan dalam bahasa Jerman, Moh. Yamin, mengatakan bahwa: sejarah adalah suatu ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwayang dapat dibuktikan dengan kenyataan.Sedangkan Administrasi secara luas dan sempit adalah Proses kerja sama dua orang atau lebih untuk mencapai suatu tujuan bersama dan atau suatu kegiatan catat mencatat,surat menyurat, pembukuan, pengetikan dll.

Jadi, hubungan antara administrasi dengan sejarah begitu erat kaitanya, sebab administrasi selalu mengalami perubahan dari waktu ke waktu,hal ini yang menyebabkan adanaya perubahan dalam administtrasi dari zaman dahulu sampai sekarang. Dan telah mebuktikan bahwa perubahan administrasi pada zaman dahulu itulah yang di sebut sejarah perkembangan administrasi dan sesuai dengan pengertian sejarah sebagai suatu kejadian yang terjadi pada masa lalu’.Sejarah,yaitu suatu ilmu yang menyelidiki keseluruhan dari tindakan- tindakan manusia di masa-masa yang lalu.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan, bahwa terdapat tali sejarah yang merakit perkembangan administrasi negara. Apa yang dicapai dan diberikan oleh administrasi negara sekarang, tidak lepas dari upaya-upaya yang tidak kenal lelah yang telah dilakukan oleh para peletak dasar dan pembentuk administrasi yang dahulu. Administrasi modern penuh dengan usaha untuk lebih menekan jabatan publik agar mempersembahkan segala kegiatannya untuk mewujudkan kemakmuran dan melayani kepentingan umum.Karena itu, administrasi negara tidak dipandang sebagai administrasi “of the public”,tetapi sebaliknya adalah administrasi “for the public”.

F. Hubungan Administrasi Negara dengan Ilmu Agama

(10)

mengelola kepentingan-kepentingan atau masalah masyarakat/publik. Proses ini mencakup 3 hal mendasar : formulasi (perumusan/pembuatan) kebijakan, implementasi (pelaksanaan) kebijakan, dan evaluasi (penilaian) terhadap perumusan dan pelaksanaan kebijakan tersebut dilapangan.

Formulasi menghasilkan norma-norma atau aturan yang harus dilaksanakan atau diimplementasikan oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk juga si pembuat kebijakan. Isi dari kebijakan yang dibuat ini tentunya akan menuntun kepada kemajuan sosial dan menjaga tata tertib masyarakat kalau ia merujuk pada kebenaran, keadilan, dan nilai-nilai lainnya. Karena itu proses administrasi itu sangat erat dengan nilai dimana konsekuensinya proses administrasi selalu menuntut pertanggungjawaban etis (etika).Etika yang biasanya sangat mempengaruhi adalah agama. Dalam agama banyak sekali norma-norma dan nilai yg harus dipatuhi.

Menurut Geertz, agama adalah "sebuah simbol yang berlaku untuk menetapkan suasana hati dan motivasi-motivasi yg kuat, yang meresap, dan yang tahan lama dalam diri manusia dengan merumuskan konsep-konsep mengenai suatu tatanan umum eksistensi dan membungkus. Jadi ada 5 poin penting menurut Geertz yaitu:

(1) Agama itu simbol yg berlaku,

(2) Tujuannya menetapkan suanana hati dan motivasi-motivasi yg kuat,

(3) caranya merumuskan konsep-konsep mengenai suatu tatanan umum eksistensi, (4) kemudian konsep tersebut dibungkus dengan pancaran faktualitas,

(5) akibatnya suasana hati dan motivasi-motivasi itu tampak khas dan nyata.

Berdasarkan definisi tersebut agama itu bukan sesuatu yang hanya imajinasi yang tidak nyata, tetapi merupakan suatu aturan kerja yang harus dikerjakan.Dengan demikian agama itu sesuatu yang harus dipraktekkan bukan untuk kita-kita aja tapi juga kehidupan bersama, termasuk administrasi publik.

G. Hubungan Administrasi Negara dengan Ilmu Politik

Ilmu Politik, yaitu suatu ilmu yang mempelajari percaturan kekuatan dan kekuasaan dalam masyarakat. Pada dasarnya administrasi adalah “policy execution”. Dengan demikian administrasi harus meletakkan dirinya kapada politik karena yang satu merupakan kontinuasi dari yang lain.

Hubungannya ada 4 yaitu :

1. Hubungan antara administrasi negara dan ilmu politik telah berjalan lama, karena secara praktis tidak ada batas yang tegas antara politik dan administrasi.

(11)

3. Munculnya dikhotomi politik-administrasi sebenarnya merupakan gerakan koreksi terhadap buruknya karakter pemerintah

4. Dalam perkembangannya, orientasi politik dalam studi administrasi negara dikombinasikan dengan orientasi manajerial yang dikenal dengan orientasi politik-manajerial, dan orientasi sosio-psikologis yang dikenal dengan orientasi politik-sosio-psikologis.

Administrasi negara dapat menempati tempat di jantung gerakan demokratisasi politik, asal memenuhi paling tidak tiga persyaratan :

a. Mampu melakukan perencanaan strategis yang menyeluruhseperti yang dilakukan di Taiwan seperti yang dikemukakan Sun dan Gargan.

b. Mempunyaistrukturorganisasi yang tidakterlaluhirarkisdanparokialseperti yang dikemukakan O’Toole.

c. Membebaskan diri dari pendekatan dan kulturmiliteristik dalam melakukan pelayanan publik. Mengenai perencanaan strategis, Indonesia mempunyai pengalaman dan institusi perencanaan seperti Bappenas di tingkatpusat, dan Bappeda di tingkat daerah.

Salah satu konsep Ilmu Politik adalah negara, dan negara merupakan objek studi bagi Ilmu Administrasi Negara yang memandang bahwa negara adalah organisasi modern yang membutuhkan sistem administrasi (pengorganisasian) secara profesional demi mengatur kehidupan masyarakat agar menjadi lebih baik. Berbagai solusi cerdas sebaga iupaya memecahkan persoalan masyarakat di godok agar dapat dirumuskan serangkaian alternatif kebijakan yang dapat dipilih oleh para policy maker melalui proses politik yang sudah dijelaskan dalam bagan di atas. Serangkaian alternatif kebijakan tersebutlah yang kitakenal dengan nama Kebijakan Publik yang dalam teknis pelaksanaannya, Ilmu Administrasi Negaralah yang berperan sangat penting.

Ahli-ahli ilmu politik memberikan sumbangan dalam pengalokasian kekuasaan dan wewenang, juga penyusunan konflik. Pandangan mereka yang paling diperhatikan adalah tentang bagaimana seseorang memanipulasi kekuasaan (to manipulate power) untuk kepentingan diri sendiri. Semakin banyak kitabelajar tentang politik (politics), kekuasaan (power) dankonflik (conflict) merupakan realitas dalam aktivitas organisasi. Hubunga nantara keduanya sangat erat sekali bahkan sangat sulit dibedakan, sebab kebanyakan apa yang dilakukan administrasi negara dimulai dengan konsep-konsep ilmu Politik. Namun ada perbedaan administrasi negara yang dapat kita lihat disini adalah Ilmu politik merupakan teori dan pihak lain sebagai suatu penerapan (praktek).

Ilmu politik memberikan sumbangan objektif dari sisi teori dan prakteknya, salah satunya bagaimana pengalokasian wewenang, politik dan penyusunan konflik, hal ini lah yang memberikan sumbangan pemahaman teori dalam ilmu administrasi untuk menelaah lebih dalam realitas sebuah organisasi. Dalam sisi prakteknya bisa kita lihat pada bagaimana suatu birokrasi dan metode metode yang diberlakukan pada suatu adminstrasi dalam suatu pemerintahan, dari kedua hal tersebut ilmu administrasi bisa kita artikan bahwa ilmu administrasi memiliki essensialdengan ilmu hukum.

(12)

Administrasi sebagai ilmu (Science) atau ilmu terapan, karena kemanfaatannya dapat dirasakan apabila prinsip-prinsip, rumus-rumus, dalil-dalil diterapkan untuk meningkatkan mutu pelbagai kehidupan masyarakat, bangsa dan negara. Sedangkan administrasi sebagai seni (Art) merupakan karya seseorang yang dipraktekkannya dengan baik yang diperolehnya dari pengalaman tanpa sebelumnya mempelajari teori-teori administrasi. la berhasil dan sukses melaksanakan tugasnya tanpa memperoleh pendidikan tentang teori-teori dan asas-asas yang berkenaan dengan administrasi. Walaupun demikian ia memperoleh kemahiran di dalam bidang administrasi berdasarkan pengalaman di dalam melaksanakan tugasnya. Jadi dapat disimpulkan bahwa Administrasi itu sebagai Ilmu dan juga sebagai Seni. Administrasi merupakan seni yang memerlukan bakat, dan Administrasi juga merupakan ilmu yang memerlukan pengetahuan ataupun pengalaman.

I. Hubungan Administrasi Negara dengan Ilmu Psikologi

Sedemikian sempurnanya manusia diciptakan oleh Allah SWT, sehingga selain jasmani di lengkapi pula dengan jiwa. Jiwa inilah yang memiliki emosi dalam berbagai rasa ( taste) .

Jiwa adalah daya hidup rohani yang bersifat abstrak, yang menjadi penggerak dan pengatur bagi sekalian perbuatan-perbuatan pribadi (personal behavior). Karena jiwa tersebut tidak kelihatan maka yang di pelajari adalah gejala jiwa, yaitu apa yang keligatan dan dirasakan berupa tingkah laku sehari-hari.

Perbedaan-perbedaan individu yang tidak begitu mudah di ukur tetapi sering merupakan karakteristik-karateristik, atau sifat-sifat individu yang mudah terlihat yaitu apa yang mudah terlihat,yaitu apa yang kita namakan watak (character) dan kepribadian (personality) .

Mempelajari watak dan kepribadian setiap orang berarti mempelajari berbagai jenis watak kepribadian manusia yang multikompleks ragamnya. Douglas Mac Gregor dalam teori X dan Ynya membagi manusia, atau jenis manusia yang perlu di dorong dan jenis manusia yang berinisiatif.

Dengan kajian ilmu jiwa ( psikologi) seperti ini membuat kemajuan administrasi Negara semakin mapan karena akan dapat lebih mengetahui bagaimana memotivasi seorang bawahan. Misalnya seorang yang tidak memiliki kemauan bekerja apabila tidak ada yang membimbing adalah kelompok yang tidak mempunyai inisiatif. Menurut teori X, mereka adalah kelompok yang perlu system komando.Oleh karena itu, para admistraror Negara dapat memotivasinya dengan briefing walaupun akan mealkukanone way traffic. sebaliknya, mereka yang termasuk kelompok teori Y maka inisiatifnya perlu didukung dengan cara para administrator Negara memberikan keleluasaan berkarya.

(13)

Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dalam kelompok-kelompok (RouckdanWarren ) merupakan penelitian secara ilmiah terhadap interaksi sosial dan hasilnya, yaitu organisasi social ( William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff )

Sosiologi juga merupakan ilmu pengetahuan tentang struktur-struktur dan proses-proses kemasyarakatan yang bersifat stabil ( J.A.A. Van Doorndan C.J Lemmers ) . ilmu kemasyarakatan ini juga ilmu yang mempelajari struktur social dan proses social, termasuk perubahan-perubahan social ( Selo Soermardjansoermardi ).Tanggapan para ahli sosiologi terhadap Ilmu Administrasi Negara adalah gejala-gejala yang timbul dalam pelayanan dari satu kelompok orang yang menyelenggarakan public terhadap berbagai kelompok rakyat banyak yang diam di layani , di pandang sebagai usaha penataan masyarakat.

Dalam hal ini perlu dilihat bahwa sejauh mana para administrator mampu dalam menganadaan teknik pendekatan masyarakat. Sebaliknya juga perlu di lihat sejauh mana yang di perintah ( rakyat ) bersedia di pimpin, di urus, dan di atur dalam perhubungan antar manusia dalam masyrakat Negara.

Jadi dalam hal ini pemerintah juga di anggap salah satu dari beberapa kelompok manusia. Hanya bedanya pemerintah merupakan kelompok masyarakat yang memiliki kekuasaan untuk mengatur dan memerintah.

Kekuasaan ini dapat di jumpai ada interaksi social antar manusia ataupun antar kelompok, Karena mempunyai beberapa unsur pokok, yaitu:

Referensi

Dokumen terkait

Filsafat ilmu merupakan bagian dari filsafat pengetahuan secara umum, ini dikarenakan ilmu itu sendiri merupakan suatu bentuk pengetahuan dengan karakteristik

kesimpulan dari pengertian-pengertian diatas, bahwa pendidikan interdisipliner merupakan proses mentrasferkan ilmu antar ilmu cabang dalam ilmu pengetahuan

Objek biologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu bio yang berarti hidup dan logos yang berarti ilmu pengetahuan.. Dengan demikian, biologi diartikan sebagai ilmu

Dengan demikian, ilmu pengetahuan dapat diartikan sebagai keseluruhan lanjutan sistem pengetahuan manusia yang telah dihasilkan oleh hasil kerja filsafat kemudian dibukukan

Ada pun ruang lingkup pengkajian Ilmu Hukum tersebut secara umum adalah Sosiologi Hukum, yang menyelidiki hubungan hukum dengan masyarakat, Sejarah Hukum, yang mempelajari

Pengertian Ilmu Sharaf Morfologi Ilmu sharaf atau morfologi ialah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan atau yang mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh

6 Adalah suatu ilmu yang muncul dari perkembangan ilmu pengetahuan hukum dan dapat diketahui dengan mempelajari fenomena sosial dalam masyarakat yang tampak aspek hukumnya.1

Maka dengan demikian, jelaslah bahwa ilmu negara yang merupakan ilmu pengetahuan yang menyelidiki pengertian-pengertian pokok dan sendi-sendi pokok negara dapat memberikan dasar-dasar