BAB I
PENDAHULUAN
I.1 Latar Belakang
Paradigma perencanaan pembangunan yang lebih harmonis dan selaras, baik antara pusat dengan daerah, daerah dengan daerah, dan juga antar instansi dan fungsi pemerintahan, merupakan landasan utama dari diterbitkannya Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (SPPN) sebagai acuan dan pegangan bagi pemerintah di tingkat pusat dan daerah dalam rangka pelaksanaan pembangunan yang lebih terintegrasi, sinkron, dan sinergis baik antar daerah, antar ruang, antar waktu, maupun antar fungsi pemerintahan.
Salah satu konsekuensi dari ditetapkannya undang-undang tersebut adalah diwajibkannya bagi setiap perangkat kerja daerah untuk menyusun rencana kerja sebagai acuan dalam penyelenggaraan pembangunan, baik untuk jangka menengah (lima tahunan) maupun jangka pendek (tahunan), sesuai dengan tugas dan fungsinya.
Terkait dengan kewajiban perangkat daerah dalam penyiapan rencana kerja untuk jangka waktu lima tahunan, Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004 Pasal 151 Ayat 1 mengamanatkan bahwa “Satuan Kerja Perangkat Daerah menyusun rencana strategis yang selanjutnya disebut Renstra SKPD memuat visi, misi, tujuan, strategi, kebijakan, program dan kegiatan pembangunan sesuai dengan tugas dan fungsinya, berpedoman pada RPJM Daerah dan bersifat indikatif”. Sedangkan dalam Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 Pasal 1 Ayat 7 ditetapkan ketentuan umum mengenai “Renstra SKPD sebagai dokumen perencanaan Satuan Kerja Perangkat Daerah untuk periode 5 (lima) tahun”.
Disamping itu, sesuai dengan Inpres Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, setiap instansi pemerintah wajib menyusun Renstra untuk melaksanakan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah sebagai wujud pertanggungjawaban kinerja instansi pemerintah.
Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara memuat berbagai perubahan mendasar dalam pendekatan penyusunan anggaran. Perubahan mendasar tersebut meliputi aspek aspek penerapan pendekatan penganggaran dengan perspektif jangka menengah, penerapan
penganggaran secara terpadu, dan penerapan penganggaran berdasarkan kinerja. Dengan mengacu kepada perubahan mendasar dalam pendekatan penyusunan anggaran tersebut, akan lebih menjamin peningkatan keterkaitan antara proses perencanaan dan penganggaran.
Pada tahun 2016 Pemerintah Kabupaten melakukan Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Magetan Tahun 2013-2018 yang diakibatkan karena adanya berbagai penyesuaian diantaranya :
1. Penyesuaian dengan RPJMN 2. Perubahan kewenangan daerah
3. Perubahan organisasi perangkat daerah 4. Penyesuaian target-target makro
5. Penyesuaian dengan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP)
6. Mengintegrasikan dengan dokumen perencanaan lainnya
Dengan telah diterbitkannya dokumen Perubahan RPJMD Kabupaten Magetan Tahun 2013-2018 yang ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Magetan Nomor … Tahun 2016, sehingga perlu dilakukan perubahan terhadap Rencana Strategis (Renstra) Perangkat Daerah yang nantinya akan dijadikan acuan dalam penyusunan Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah.
I.2 Landasan Hukum
1) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
2) Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421); 3) Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
4) Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan
Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5679);
5) Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578); 6) Peraturan Pemerintah Nomor 65 Tahun 2005 tentang Pedoman Penyusunan dan Penerapan Standar Pelayanan Minimal (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 150, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4585);
7) Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraaan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4693);
8) Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815)
9) Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817); 10) Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2010 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Menengah Nasional Tahun 2009-2014;
11) Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Organisasi Perangkat Daerah;
12) Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
13) Peraturan Presiden No. 2 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019;
14) Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;
15) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 6 Tahun 2007 tentang Petunjuk Teknis penyusunan dan Penetapan Standar Pelayanan Minimal;
16) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali,
terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 Tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310);
17) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Perencanaan Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 517);
18) Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2009 tentang RPJPD Provinsi Jawa Timur Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 Nomor 1 seri E);
19) Peraturan Daerah Propinsi Jawa Timur Nomor 3 Tahun 2014 tentang RPJMD Propinsi Jawa Timur Tahun 2014-2019;
20) Peraturan Daerah Kabupaten Magetan Nomor 8 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kabupaten Magetan Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kabupaten agetan Tahun 2009 Nomor 8);
21) Peraturan Daerah Kabupaten Magetan Nomor 15 Tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Magetan Tahun 2012-2032 (Lembaran Daerah Kabupaten Magetan Tahun 2012 Nomor 15);
22) Peraturan Daerah Kabupaten Magetan Nomor 9 Tahun 2014 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Magetan Tahun 2013 – 2018 (Lembaran Daerah Kabupaten Magetan Tahun 2014 Nomor 10);
23) Keputusan Bupati Magetan Nomor 188/14/Kept/403.013/2014 tentang Pengesahan Rancangan Akhir Rencana Strategis Satuan Kerja Perangkat Daerah Tahun 2013-2018 di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Magetan. 24) Peraturan Daerah Kabupaten Magetan Nomor 15 Tahun 2016 tentang
Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Magetan (Lembaran Daerah Kabupaten Magetan Tahun 2016 Nomor 12, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 64);
25) Peraturan Bupati Magetan No. 79 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, Serta Tata Kerja Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Magetan.
I.3 Keterkaitan Renstra BPPKADKabupaten Magetan dengan Dokumen Perencanaan Lainnya
Bahwa dokumen renstra merupakan penjabaran dari dokumen RPJMD.Dengan demikian seluruh tujuan, sasaran, strategi dan arah kebijakan dalam renstra ini mengacu pada RPJMD.
1.3.2. Keterkaitan denganRenja BPPKAD
Renstra merupakan dokumen 5 tahunan yang menggambarkan tentang arah kebijakan yang akan ditempuh untuk mengimplementasikan RPJMD. Namun demikian, agar Renstra dapat dioperasionalkan, maka perlu dirumuskan ke dalam Renja.
1.3.3. Keterkaitan dengan Penganggaran
Renstra yang telah dijabarkan ke dalam Renja akan menjadi landasan untuk perumusan RKA – PD, yang selanjutnya dijadikan landasan untuk perumusan DPA – PD sebagai lampiran APBD yang penyusunannya harus sejalan dengan RKPD.
1.3.4. Keterkaitan dengan Evaluasi
Untuk mengetahui capaian target kinerja Renstra maka perlu dilakukan evaluasi terhadap capaian target kinerja Renja. Dengan demikian, maka untuk mengetahui capaian kinerja renstra perlu dilakukan evaluasi pada dokumen renja.
I.4 Maksud dan Tujuan
Maksud penyusunan Rencana Strategis PerubahanBadan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah adalah sebagai pedoman untuk perumusan kebijakan pembangunan tahunan untuk selama 5 tahun ke depan pada BPPKAD dan pedoman bagi bidang-bidang merumuskan program/kegiatan dalam rangka pencapaian target visi dan misi Bupati / Wakil Bupati Magetan periode masa jabatan tahun 2013 – 2018 serta pencapaian target kinerja penyelenggaraan urusan pemerintahan yang telah menjadi wewenangnya.
Sedangkan tujuan penyusunan Rencana Strategis PerubahanBadan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Magetan antara lain :
1. Tersedianya dokumen perencanaan jangka menengah yang
merupakan penjabaran visi-misi Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Magetan untuk mewujudkan keadaan yang diinginkan selama periode 5 (lima) tahun mendatang; 2. Sebagai pedoman/acuan dalam penyusunan Rencana Kerja
(RENJA) tahunan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Magetan
3. Menjamin terciptanya konsistensi, sinergi dan harmonisasi antar dokumen perencanaan dan penganggaran selama 5 tahun;
4. Mensinergikan Program/Kegiatan atas pengabungan OPD (BPKAD dan Dispenda) dalam perubahan RPJMD 2013-2018;
5. Menetapkan indikator kinerja daerah dalam rangka mengukur keberhasilan pencapaian penyelenggaraan pembangunan daerah baik tahunan maupun lima tahunan.
I.5 Sistematika Penulisan
PenyusunanRenstra Perubahan BPPKADKabupaten Magetan Tahun 2013-2018 ini disusun dengan sistematika sebagai berikut:
BAB I : PENDAHULUAN
Merupakan bab pengantar yang berisikan Latar Belakang,Landasan Hukum, Maksud dan Tujuan, Hubungan Renstra dengan Dokumen Lainnya serta Sistematika Penulisan.
BAB II: GAMBARAN PELAYANAN BPPKAD
Menggambarkan tentang Tugas Fungsi dan Struktur Organisasi, Sumber Daya Manusia, Sarana dan Prasarana, Analisis Pendanaan Pelayanan PD, Kinerja Pelayanan serta Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan.
BAB III: ISU-ISU STRATEGIS BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
Berisikan Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan BPPKAD, Telaahan Visi Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Telaahan Renstra, Telaahan Rencana Tata Ruang Wilayah dan Kajian Lingkungan Hidup Strategis dan Penentuan Isu-isu Strategis
BAB IV: TUJUAN DAN SASARAN, STRATEGI DAN ARAH
KEBIJAKAN
Menguraikan tujuan dan sasaran, strategi dan arah kebijakan yang tertuang dalam RPJMD
BAB V: RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN, INDIKATOR KINERJA, KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN INDIKATIF
Menguraikan tentang rencana program dan kegiatan, indikator kinerja, serta kelompok sasaran dan pendanaan indikatif
BAB VI: INDIKATOR KINERJA BPPKAD YANG MENGACU PADA
TUJUAN DAN SASARAN RPJMD
Menjelaskan tentang indikator kinerjaBPPKADyang sesuai dengan tujuan dan sasaran RPJMD.
BAB VII: PENUTUP
Memuat kaidah pelaksanaan dan aturan peralihan perencanaan pembangunan.
BAB II
GAMBARAN
PELAYANAN BADAN PENDAPATAN
PENGELOLAAN KEUANGAN DAN ASET DAERAH
II. 1 Tugas, Fungsi, dan Struktur OrganisasiBPPKAD
II.1.1 Tugas
Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Magetan Nomor 15 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kabupaten Magetan (Lembaran Daerah Kabupaten Magetan Tahun 2016 Nomor 12, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 64), Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan aset Daerah mempunyai tugas membantu Bupati dalam penyelenggaraan penunjang urusan pemerintahan di bidang Pengelolaan Keuangan Daerah.
II.1.2 Fungsi
Dalam melaksanakan tugas pokok tersebut diatas Badan
Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset
Daerahmenyelenggarakan fungsi sebagai berikut :
1. Penyusunan program dan kegiatan dinas dalam jangka pendek, menengahdan jangka panjang;
2. Merumuskan kebijakan tehnis di bidang pendapatan, pengelolaan keuangan dan aset daerah;
3. Pelaksanaan optimalisasi pendapatan asli daerah yang transparan dan akuntabel sesuai dengan potensi yang dimiliki; 4. Penyusun rencana dan Program Kerja di bidang pendapatan
dan pengelolaan keuangan dan aset daerah;
5. Pengelolaan anggaran, perbendaharaan dan akuntansi keuangan daerah
6. Pengelolaan aset daerah
7. Pelaksanaan koordinasi dan kerjasama dengan unit kerja lain; 8. Pembinaan dan pengelolaan administrasi kepegawaian,
keuangan, perlengkapan dan kearsipan
9. Pelaksanaan koordinasi dengan unsur terkait lainnya dalam se-tiappenyelenggaraan kegiatan dinas;
10.Pelaksanaan tugas lain yang diberikan oleh Bupati sesuai den-gan tugaspokok dan fungsinya.
II.1.3 Struktur Organisasi
Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Magetan berdasarkan Peraturan Bupati Magetan No. 79 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, Serta Tata Kerja Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Magetan. Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya,Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah terdiri atas :
a. Sekretaris, membawahi :
1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; 2. Sub Bagian Keuangan; dan
3. Sub Bagian Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan. b. Bidang Pendataan, membawahi :
1. Subbid Pendataan, Pengelolaan Data dan Dokumentasi 2. Subbid Intensifikasi dan Penyuluhan
3. Subbid Pengendalian Sumber-Sumber PAD c. Bidang Penetapan dan Penagihan, membawahi :
1. Subbid Penetapan 2. Subbid Penagihan
3. Subbid Pengelolaan Data Pendapatan Asli Daerah Lainnya d. Bidang Anggaran, membawahi :
1. Subbid Anggaran Pendapatan dan Pembiayaan 2. Subbid Anggaran Belanja Tidak Langsung 3. Subbid Anggaran Belanja Langsung e. Bidang Perbendaharaan, membawahi :
1. Subbid Perbendaharaan
2. Subbid Verifikasi dan Pengelolaan Kas 3. Subbid Pengeluaran Belanja Tidak langsung
f. Bidang Akuntansi Pelaporan Keuangan Daerah, membawahi : 1. Subbid Akuntansi Penerimaan
2. Subbid Akuntansi Pengeluaran 3. Subbid Pelaporan Keuangan Daerah g. Bidang Aset Daerah, membawahi :
1. Subbid Analisa dan Pelaporan 2. Subbid Penatausahaan Aset 3. Subbid Pengendalian dan Mutasi
II.2 Sumber Daya BPPKAD II.2.1 Sumber Daya Manusia
Guna menunjang kelancaran pelaksanaan tugas serta keberhasilanorganisasi dalam mencapai tujuan yang ingin dicapai sangat dipengaruhi oleh modal sumber daya manusia (human capital) yang dimiliki. Dalammelaksanakan pemerintahan diperlukan aparatur pegawai negeri sipil(PNS) yang profesional, bermoral, bersih, serta bertanggung jawab.Profesionalisme sangat terkait dengan kompetensi PNS yang didalamnyaterdapat tingkat penguasaan ilmu pengetahuan/keterampilan yangdiperlukan oleh jabatan yang akan dan sedang didudukinya.
Dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya, Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Magetan didukung oleh sumber daya manusia(pegawai) yang mempunyai latar pendidikan dan dengan strukturkepangkatan yang beragam. Jumlah pegawai Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kabupaten Magetan sebanyak 89 orang tediri dari 51 pegawai laki-laki dan 38 pegawai perempuan. Secara lebih rincijumlah pegawai BPPKAD berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat padatabel berikut:
Tabel 2.1
Rekapitulasi Jumlah Pegawai Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah KabupatenMagetan
Berdasarkan Jenis Kelamin
No Unit Kerja Jenis Kelamin Jumlah
Laki-Laki Perempuan
1 Sekretariat 11 9 20
2 Bidang Pendataan 7 6 13
3 Bidang Penetapan dan
Penagihan 14 4 18 4 Bidang Anggaran 6 2 8 5 Bidang Perbendaharaan 7 6 13 6 Bidang Akuntansi Pelpaoran Keuangan Daerah 3 6 9
7 Bidang Aset Daerah 3 5 8
Total 51 38 89
Sumber : data diolah, 2017
Keberagaman jumlah pegawai berdasarkan pendidikan merupakansebuah potensi yang perlu untuk terus ditumbuhkembangkan dari segiSDM sebagai salah satu upaya dalam optimalisasi pelaksanaan tugas pokokdan fungsi Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Keragaman jumlah pegawai berdasarkan pendidikan diuraikan padatabel di bawah ini :
Tabel 2.2
Rekapitulasi Jumlah Pegawai
Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Magetan
Berdasarkan Tingkat Pendidikan
No Unit Kerja Pendidikan Jml
SD SMP SMA D1 D2 D3 S1 S2
1 Sekretariat 0 1 4 0 0 0 15 0 20
2 Bidang Pendataan 0 0 5 0 0 0 8 0 13
3 Bidang Penetapan dan Penagihan 0 0 10 0 0 1 7 0 18 4 Bidang Anggaran 0 0 4 0 0 2 0 2 8 5 Bidang Perbendaharaan 0 0 2 0 0 0 10 1 13 6 Bidang Akuntansi Pelaporan Keuangan Daerah 0 0 1 0 0 1 5 2 9
7 Bidang Aset Daerah 0 0 3 0 0 0 3 2 8
Total 0 1 29 0 0 4 48 7 89
Sumber : Data diolah, 2017
Berdasarkan data pegawai seperti yang diuraikan dalam tabel diatas tingkat pendidikan pegawai Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah yang paling banyak adalah Sarjana (S1) dan SMA yaitu sebanyak 77 orang. Pegawai dengan tingkat pendidikan D1, D3 dan S2 sebanyak 12 orang dan SMP sebanyak0 orang.
Tabel 2.3
Rekapitulasi Jumlah Pegawai
Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Magetan Berdasarkan Kepangkatan
N o Unit Kerja I II III IV Jml A B C D A B C D A B C D A B C D 1 Sekretariat 0 0 0 0 2 1 2 0 3 7 1 2 0 1 1 0 20 2 Bidang Pendataan 0 0 0 0 0 2 2 1 2 1 2 2 1 0 0 0 13 3 Bidang Penetapan dan Penagihan 0 0 0 0 0 0 7 2 0 3 5 0 1 0 0 0 18 4 Bidang Anggaran 0 0 0 0 0 0 0 2 0 2 0 3 1 0 0 0 8 5 Bidang Perbendaharaa n 0 0 0 0 0 0 0 0 4 3 2 3 1 0 0 0 13 6 Bidang Akuntansi Pelaporan Keuangan Daerah 0 0 0 0 0 0 0 0 1 1 1 5 0 1 0 0 9 7 Bidang Aset Daerah 0 0 0 0 0 0 1 0 1 2 1 2 1 0 0 0 8 Total 0 0 0 0 2 3 1 2 5 11 1 9 1 2 1 7 5 2 1 0 89
Sumber : Data diolah, 2017
Berdasarkan tabel di atas, pangkat pegawai BPPKAD yang paling banyak adalah golongan III, yaitu sebanyak 59 orang. Kemudian golongan II sebanyak 22 orang, golongan IV sebanyak 8 orang dan golongan I sebanyak 0 orang. Perbedaan pangkat pegawai didasarkan pada tugas masing-masing pegawai sehingga tugas pokok dan fungsi BPPKAD dapat terlaksana dengan baik.
Sesuai dengan peraturan kepegawaian yang berlaku, bahwa untukmenduduki jabatan struktural diwajibkan telah mengikuti pendidikan danlatihan jabatan. Berdasarkan pada pendidikan dan pelatihan kepemimpinanyang telah diikuti, pegawai Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Magetanyang telah
mengikuti Diklatpim II, Diklatpim III, Diklatpim IV dan diuraikan sebagai berikut :
Tabel 2.4
Jumlah Pegawai BBPKAD yang telah mengikuti Diklatpim N
o Uraian Jumlah
1 Diklatpim II 1 orang
2 Diklatpim III 10 orang
3 Adum/Adumla/Diklatpim IV 10 orang
4 Spamen 1 orang
Sumber : Data diolah, 2014
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa pegawai yang telah mengikutiDiklatpim II sebanyak 1 orang yaitu Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.Yang mengikuti Diklatpim III 10 orang , Adum/Adumla/Diklatpim IV sebanyak 10 orang.
Dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, BPPKAD Kabupaten Magetan didukung sumber daya manusia (PNS) dengan jumlah dan rincian sebagai berikut :
1. Jumlah PNS Berdasarkan Golongan/Ruang
Tabel 2.1
Jumlah PNS Berdasarkan Golongan/Ruang
No Golongan/Ruang Jumlah (orang)
1. IV/e -2. IV/d -3. IV/c 1 4. IV/b 2 5. IV/a 5 6. III/d 17 7. III/c 12 8. III/b 19
No Golongan/Ruang Jumlah (orang) 9. III/a 11 10. II/d 5 11. II/c 12 12. II/b 3 13. II/a 2 14. I/d -15. I/c -16. I/b -17. I/a -Jumlah 89
Sumber : Sub Bag Umum dan Kepegawaian Sekretariat BPPKAD Kab Magetan
2. Jumlah PNS Berdasarkan Jabatan/Eselon
Tabel 2.2
Jumlah PNS Berdasarkan Jabatan/Eselon
No Jabatan Eselon Jumlah
(orang)
1. Kepala II.b 1
2. Sekretaris III.a 1
3. Kepala Bidang III.b 6
4. Kasubag IV.a 3
5. Kasubid IV.a 18
6. Staf/Pelaksana - 60
Jumlah 89
Sumber : Sub Bag Umum dan Kepegawaian Sekretariat BPPKAD Kab Magetan
3. Jumlah PNS Berdasarkan Tingkat Pendidikan
Tabel 2.3.
Jumlah PNS Berdasarkan Tingkat Pendidikan
No Jabatan Jumlah (orang)
1. Strata 2 (S2) 8 2. Strata 1 (S1) 48 3. Sarjana Muda (D3) 4 4. SLTA 29 5. SLTP -6. SD -Jumlah 89
Sumber : Sub Bag Umum dan Kepegawaian Sekretariat BPPKAD Kab Magetan
4. Jumlah PNS yang telah Mengikuti Diklat Kepemimpinan
Tabel 2.4
Jumlah PNS yang Telah Mengikuti Diklat Kepemimpinan
No Diklat Kepemimpinan Jumlah
(orang)
1. Diklatpim Tk. II 1
2. Diklatpim Tk. III 9
3. Adum/Adumla/Diklatpim Tk.IV 11
Jumlah 22
Sumber : Sub Bag Umum dan Kepegawaian Sekretariat BPPKAD Kab Magetan
II.3 Sumber Daya Sarana dan Prasarana
Untuk menjalankan tugas dan fungsinya, aparatur BPPKAD Kabupaten Magetan didukung oleh sarana dan prasarana sebagai berikut :
Tabel 2.5
Daftar Sarana dan Prasarana BPPKAD Kab Magetan
No Nama Aset Satuan Jumlah
1. Kendaraan dinas roda 4 unit 12
2. Kendaraan roda 2 Unit 81
3. Komputer Unit 40
4. Printer Unit 59
5. Kursi Esselon Unit 21
6. Meja Esselon Unit 20
7. AC Unit 11
8. Laptop Unit 34
9. Kursi Staf Unit 132
10. Monitor Unit 13
11. Meja Unit 39
12. Almari Kayu Unit 49
13. Tiang berdera Unit 1
14. Meja tamu Unit 1
15. Biling cabinet Unit 10
16. Scanner Unit 3
17. Lemari besi Unit 31
18. Cloter Unit 1
No Nama Aset Satuan Jumlah 2
19. Kamer Unit 6
20. Penghancur kertas Unit 2
21. Mesin absensi Unit 1
22. Tralis Unit 3
23. Brankas Unit 2
24. Meja rapat Unit 8
25. Meja computer Unit 11
26. Kamera video Unit 9
27. Proyektor Unit 1
28. Layar film Unit 1
29. Faxmail Unit 4
30. UPS Unit 19
31. LCD Proyektor Unit 3
32. Scanner barcode Unit 19
33. Mesin ketik elektrik Unit 4
34. Ganzet Unit 2
35. Televisi Unit 3
36. Pemadam Unit 2
37. Soundsystem Unit 1
38. Mesin hitung uang Unit 1
39. Handycam Unit 1
No Nama Aset Satuan Jumlah
41. Trolly Unit 3
42. Porporasi Unit 1
43. Mesin porporasi Unit 1
44. Mesin ketik Unit 7
45. Kursi panjang Unit 2
46. Tape Unit 1
47. Kursi Kayu Bundar Unit 2
48. Meja panjang Unit 2
49. Note book Unit 4
50. Meja resepsionis Unit 1
51. Steples besar Unit 1
52. Mesin Fax Unit 1
53. Warelles Unit 1
54. Kursi putar hitam Unit 3
55. Kursi putar biru Unit 2
56. Kulkas Unit 1
57. Pesawat telepon Unit 1
58. Cabinet Roling Unit 1
59. Dispenser Unit 1
60. Stabilizator Unit 5
61. LCD + Layar tripat Unit 1
62. Tripat scanner Unit 2
Sumber : Pengurus Barang BPPKAD Kab Magetan
II.4 Sumber Dana
Untuk mengidentifikasi potensi dan permasalahan khusus pada aspek pendanaan pelayanan SKPD dilakukan analisis terhadap data perkembangan pendanaan pelayanan SKPD (belanja pegawai, belanja barang/jasa dan belanja modal) pada tahun 2009-2012 untuk menunjukkan kemampuan pengelolaan pendanaan SKPD (rasio antara dana yang dianggarkan dengan yang direalisasikan),dan kapasitas pendanaan pelayanan SKPD.
Dari data perkembangan pagu dan realisasi anggaran BPPKAD Tahun 2009-2012 diketahui rata-rata dana yang dikelola oleh BPPKAD setiap tahun sebesar 4 sampai 6 Milyar Rupiah. Perkembangan pendanaan pelayanan SKPD pada BPPKAD Kabupaten Magetan pada tahun 2009-2012 adalah sebagaimana tabel berikut :
Tabel 2.3
Anggaran dan Realisasi Pendanaan Pelayanan SKPD BPPKAD Kabupaten Magetan
No. Uraian
Anggaran pada Tahun Realisasi pada tahun Rasio antara Realisasi dan Anggaran Tahun Rata-rata Pertumbuhan 2008 2009 2010 2011 2012 2008 2009 2010 2011 2012 200 8 2009 2010 2011 2012 Anggar an Realisas i BELANJA DAERAH Belanja langsung - 4.940.519.850 4.278.111.500 5.013.362.000 6.306.916.950 - 3.792.935.277 3.514.008.004 4.130.048.688 5.544.157.457 - 76.77 80.26 82.38 87.91 10,0 14.81 1. Belanja pegawai - 1.397.237.000 936.364.500 1.077.757.500 1.448.806.000 - 1.094.297.500 806.956.400 929.833.000 1.247.656.500 - 78.32 86.18 86.27 86.12 0,6 7.72 2. Belanja barang dan jasa - 2.735.180.850 2.901.777.300 3.380.561.500 3.850.560.150 - 1.922.832.277 2.296.973.604 2.670.013.398 3.319.469.107 - 70.30 79.16 78.98 86.21 12,10 20.01 3. Belanja modal - 808.102.000 439.969.850 555.043.000 1.007.550.500 - 775.805.500 410.078.000 530.202.290 977.031.850 - 96.01 93.21 95.52 96.98 21.0 22.14 Total - 4.940.519.850 4.278.111.65 0 5.013.362.000 6.306.916.650 - 3.792.935.277 3.514.008.004 4.130.048.688 5.544.157.457 - 76.77 80.26 82.38 87.91 10.0 14.81
II.5 Kinerja Pelayanan BPPKAD
BPPKAD telah melaksanakan kegiatan sesuai peran dan fungsinya sebagaimana tertuang dalam Renstra BPPKAD Tahun 2009-2014. Capaian kinerja yang telah dihasilkan melalui pelaksanaan Renstra Tahun 2009-2014 ini telah dievaluasi sebagaimana tabel dibawah ini. Hasil evaluasi Renstra BPPKADperiode 2009-2014 merupakan informasi utama bagi penyusunan Renstra B P P KA D t ah un 2 01 3- 2 01 8 .
Review Pencapaian Kinerja Pelayanan SKPD BPPKAD
Kabupaten Magetan Periode 2009-2014
NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD ***) Target SPM Target IKK Target Indikato r Lainnya Target Renstra SKPD Tahun ke-Realisasi Capaian Tahun
ke-Rasio Capaian pada Tahun ke-1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10 ) (11 ) (12 ) (13 ) (14 ) (15 ) (16 ) (17 ) (18 ) (19 ) (20 ) A. Sekretariat
1. Renstra Ada Ada Ada Ada Ad a Ada Ad a Ad a Ad a Ad a Ada Ad a Ad a 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0
2. Lakip/Akip Ada Ada Ada Ada Ad a Ada Ad a Ad a Ad a Ad a Ada Ad a Ad a 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0
3. Renstra Ada Ada Ada Ada Ad a Ada Ad a Ad a Ad a Ad a Ada Ad a Ad a 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0 B. Bidang Anggaran
1. APBD 2009-2013 Ada Ada Ada Ada Ada AdaAda Ada Ada Ada AdaAda Ada 100 100 100 100 100
2.
Perubahan APBD 2009-2013
Ada Ada Ada Ada Ad a Ada Ad a Ad a Ad a Ad a Ada Ad a Ad a 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0 3. SPD (surat
NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD ***) Target SPM Target IKK Target Indikato r Lainnya Target Renstra SKPD Tahun ke-Realisasi Capaian Tahun
ke-Rasio Capaian pada Tahun ke-1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10 ) (11 ) (12 ) (13 ) (14 ) (15 ) (16 ) (17 ) (18 ) (19 ) (20 ) aan
1. Print out gaji Ada Ada Ada Ada Ad a Ada Ad a Ad a Ad a Ad a Ada Ad a Ad a 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0 2. Penerbitan
SP2D Ada Ada Ada Ada Ad a Ada Ad a Ad a Ad a Ad a Ada Ad a Ad a 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0 3. SKPP (Surat Keterangan Pemberhentian Pembayaran)
Ada Ada Ada Ada Ad a Ada Ad a Ad a Ad a Ad a Ada Ad a Ad a 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0 4. Pengelolaan
Dana Transfer Ada Ada Ada Ada Ad a Ada Ad a Ad a Ad a Ad a Ada Ad a Ad a 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0 D. Bidang Akuntansi 1. Laporan Pertanggungja waban APBD 2009-2013
Ada Ada Ada Ada Ad a Ada Ad a Ad a Ad a Ad a Ada Ad a Ad a 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0 2. Laporan Realisasi semesteran I 2009-2013
Ada Ada Ada Ada Ad a Ada Ad a Ad a Ad a Ad a Ada Ad a Ad a 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0 3. Laporan Realisasi semester IItahun 2009-2013
Ada Ada Ada Ada Ad a Ada Ad a Ad a Ad a Ad a Ada Ad a Ad a 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0 E. Bidang Aset 1. Buku inventaris Barang 2009-2013
Ada Ada Ada Ada Ad a Ada Ad a Ad a Ad a Ad a Ada Ad a Ad a 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0 2. Buku
inventaris Ada Ada Ada Ada Ad a Ada Ad a Ad a Ad a Ad a Ada Ad a Ad a 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0
NO Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD ***) Target SPM Target IKK Target Indikato r Lainnya Target Renstra SKPD Tahun ke-Realisasi Capaian Tahun
ke-Rasio Capaian pada Tahun ke-1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10 ) (11 ) (12 ) (13 ) (14 ) (15 ) (16 ) (17 ) (18 ) (19 ) (20 ) 3. Laporan inventaris semester I tahun 2009-2013
Ada Ada Ada Ada Ad a Ada Ad a Ad a Ad a Ad a Ada Ad a Ad a 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0 4. Laporan inventaris semester II Tahun 2009-2013
Ada Ada Ada Ada Ad a Ada Ad a Ad a Ad a Ad a Ada Ad a Ad a 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0 5. Blangko pemeliharaan barang
Ada Ada Ada Ada Ad a Ada Ad a Ad a Ad a Ad a Ada Ad a Ad a 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0 6. Laporan pemeliharan/p erawatan barang
Ada Ada Ada Ada Ad a Ada Ad a Ad a Ad a Ad a Ada Ad a Ad a 10 0 10 0 10 0 10 0 10 0
Review Pencapaian Kinerja Pelayanan Pendapatan
Kabupaten Magetan Periode 2009-2014 N o Indikator Kinerja sesuai Tugas dan Fungsi SKPD
Target Renstra Tahun Ke Realisasi Capaian Tahun Ke Rasio Capaian Tahun Ke
1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 Pendapatan Asli Daerah 52.630.000.00 0 58.839.733.000 68.500.000.000 81.000.000.000 92.163.519.120 51.964.929.106,62 61.760.661.908,04 78.423.247.876,50 87.859.707.871,11 107.310.500.034,58 98.74 104.96 114.49 108.47 116.43 1 Pajak Daerah 7.912.517.000 9.111.922.00 0 10.097.000.00 0 12.434.157.5 66 26.658.622.49 6 7.690.168.696 9.890.524.870 11.864.783.528, 65 13.796.586.342, 64 33.247.378.506, 11 97.1 9 108. 54 117. 51 110. 96 124. 72 a. Pajak Hotel 140.000.000 236.000.000 236.000.000 240.000.000 240.000.000 150.187.100 240.356.600 238.477.080 243.450.400 245.550.800 107. 28 101.85 101.05 101.44 102.09 b. Pajak Restoran 22.517.000 25.000.000 470.000.000 730.000.000 850.622.200 22.970.000 25.580.500 594.397.024,50 1.024.378.665 1.006.802.221,7 0 102. 01 102. 32 126. 47 140. 33 118. 36 c. Pajak Hiburan 25.000.000 20.000.000 20.000.000 20.000.000 23.000.000 6.765.000 14.185.000 11.276.000 11.575.000 30.077.500 27.0 6 70.9 3 56.3 8 57.8 8 130. 77 d. Pajak Reklame 140.000.000 140.000.000 255.000.000 360.000.000 373.090.313,5 0 101.012.792,50 143.119.055 318.485.591,75 370.703.940 373.090.313,50 72.1 5 102. 23 124. 90 102. 97 103. 64 e. Pajak Pen-erangan Jalan 7.500.000.000 7.567.142.00 0 8.000.000.000 9.686.157.56 6 11.000.000.00 0 7.340.073.511 8.208.827.915 9.035.440.173 10.484.196.037 12.015.694.980 97.8 7 108. 48 112. 94 108. 24 109. 23 f. Pajak Parkir - - 10.000.000 25.000.000 25.000.296,88 - 10.290.700 29.376.300 31.843.500 - - 102. 91 117. 51 127. 37 g. Pajak Air Tanah - - 290.000.000 373.000.000 373.000.000 - 322.183.380,40 404.484.260,64 428.128.377,52 - - 111. 10 108. 44 114. 78 h. Pajak BPHTB - 1.043.780.00 0 800.000.000 1.000.000.000 1.100.000.000 - 1.139.264.803 1.316.276.575 1.228.421.740 1.671.867.483 - 109.15 164.53 122.84 151.99 i. PBB - - - - 12.687.000.00 0 - - - - 17.444.868330.39 - - - 137.50 j. Pajak Galian C - - 16.000.000 - - - - 17..957.004 - - - - 112. 23 - -2 Retribusi Daerah 8.773.325.000 10.710.893.0 00 17.861.919.200 20.145.157.280 17.470.017.000 9.313.009.412,50 10.676.494.201 18.422.883.607 23.149.578.924 23.049.578.924 106.15 99.68 103.14 114.42 131.94
II.6 Tantangan dan Peluang Pengembangan Pelayanan BPPKAD
2.2. TANTANGAN DAN PELUANG PENGEMBANGAN PELAYANAN BADAN PENDAPATAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH
KeberhasilanBPPKAD Kabupaten Magetan dalam mencapai visidan misi yang telah ditetapkannya akan sangat dipengaruhi oleh sumber daya yangdimiliki dengan didukung faktor intemal dan ekstemal BPPKAD. Dengan mengetahuipengaruh internal dan eksternal organisasi, maka akan mudah Untuk menetapkankebijakan yang akan dilaksanakan. Guna mengetahui faktor internal dan eksternal tersebutakan digunakan metode analisis SWOT (Strengths,
Weaknesses, Opportunities and Threats). Analisis SWOT adalah
metode perencanaan dengan evaluasi kekuatan(strength) dan kelemahan (weakness), peluang (opportunity) dan ancaman (threat) yangdimiliki sebuah organisasi. Dengan analisis ini kita dapat memaksimalkan kekuatan danpeluang, namun secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman.
Berikut ini akan dianalis apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan serta apa yangmenjadi peluang dan ancaman BPPKAD :
a. Kekuatan (Strenght)
1. Tugas pokok dan fungsi yang jelas
Adanya job description yang jelas sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 18Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Magetan Nomor4 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Dinas Daerah Kabupaten Magetandan Peraturan Bupati Nomor 48 tahun 2013 tentang Tugas Pokok dan Fungsi Badan Pendapatan PengelolaanKeuangan dan Aset
2. Komitmen yang tinggi dari seluruh pegawai BPPKAD
Adanya komitmen yang tinggi dari seluruh pegawai BPPKAD, mulai dari Kepala Badan sampai dengan Staf menjadi modal besar dalam melaksanakan tugas pokokdan fungsi. Seluruh pegawai saling bersinergi dan bersatu dalam menjalankan pekerjaan sesuai dengan tugas masing-masing. Sebagai Badanpendapatan pengelolaan keuangan dan aset daerah, dituntut adanya aparatur yang mumpuni, bekerja keras,semangat dan jujur. Pegawai yang ada sekarang ini sudah cukup memadai dalamhal kompetensinya karena rata-rata sudah lama bekerja di bidang keuangan, aset dan pengelolaanpendapatan asli daerah.
3. Dukungan anggaran yang memadai
Anggaran yang memadai sangat mendukung pelaksanaan tugas. Dengananggaran yang memadai memudahkan BPPKAD untuk melaksanakan programkegiatan dalam rangka peningkatan Pendapatan pengelolaan keuangan dan aset Daerah, baik denganmengoptimalkan pemungutan objek pajak dan retribusi daerah maupun meningkatkan pengelolaan keuangan yang akuntabel, transparan, bertanggung jawabdan efisien.
4. Adanya Perda sebagai dasar pengelolaan keuangan daerah , pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah
Aturan hukum yang jelas akan memudahkan pengelolaan keuangan, pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah
Dasar Pengelolaan Keuangan Daerah adalah Perda Kab. Magetan No. 8 Tahun 2008 tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah, Saat ini dasar pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah adalah Perda Nomor 2 Tahun 2011 tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan, Perda Nomor 3 Tahun
2011 tentang Pajak Penerangan Jalan, Perda Nomor Tahun 2011 tentang Pajak Daerah, Perda Nomor 9 Tahun 2011 tentang Retribusi Perijinan Tertentu, Perda Nomor 1 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Umum dan Perda Nomor 2 Tahun 2012 tentang Retribusi Jasa Usaha.
b. Kelemahan (weakness)
1. Kurangnya koordinasi antar bidang karena Gedung kantor masih terpisah, sebagian bidang masih menempati gedung bekas BKP. Hal ini tentunya kurang mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari. Dan sebagai instansi pelayanan publik.
2. Terbatasnya jumlah pegawai
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya bahwa jumlah pegawai BPPKAD sangat terbatas sehingga banyak pegawai mempunyai tugas rangkap.Selain itu, BPPKAD juga belum memiliki petugas teknis di bidang perpajakan seperti Juru Sita dan Penyuluh Pajak.
c. Peluang (opportunity)
1. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 ten-tang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Ke-dua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2011 Nomor 310), diharap-kan pengelolaan keuangan daerah lebih optimal, tertib, transparan dan akuntabel.
2. Diselenggarakannya bintek-bintek Pengelolaan keuangan daerah pada aparatur BPPKAD maupun pada SKPD lainnya
dan pengelola pajak.
4. Ancaman (threat)
1. Lemahnya koordinasi dengan dinas instansi yang terkait pemu-ngutan pajak daerah dan retribusi daerah. Kurangnya komu-nikasi dengan SKPD pemungut membuat tujuan yang ingin di-capai kadang kurang sesuai.
2. Lemahnya kesadaran wajib pajak dan wajib retribusi
Tingkat kesadaran masyarakat dalam membayar pajak dan retribusi yang masih rendah berpengaruh terhadap penerimaan pendapatan.Kekurang jujuran masyarakat dalam menentukan besaran perhitungan pengenaan pajaknya juga berpengaruh terhadap penerimaan pendapatan pajak dan retribusi daerah. 3. Lemahnya pengawasan
Lemahnya pengawasan terhadap pemungutan pajak dan
retribusi daerah sangatberpotensi terjadinya
penyelewengan.Hal ini terjadi karena adanya oknum yangkurang berkomitmen terhadap tugasnya, sehingga pajak yang telah dibayarkanwajib pajak tidak disetorkan.Sistem pemungutan PBB yang saat ini masihmelibatkan perangkat desa untuk memungut PBB kepada wajib pajak tanpa adanyapengawasan dari BPPKAD berpotensi terjadinya penyelewengan oleh perangkat tersebut.
BAB III
ISU-ISU STRATEGIS
BERDASARKAN TUGAS DAN FUNGSI
III.1 Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi Pelayanan BPPKAD
Dalam era otonomi daerah saat ini, pemerintah daerah dituntut mampumemenuhi kebutuhan pembiayaan dan pembangunan di daerah denganmenggali potensi penerimaan daerah guna meningkatkan Pendapatan Asli Daerah dan pengelolaan keuangan daerah yang tertib, taat peraturan perundang-undangan, transparan dan bertanggung jawab.
BPPKAD Kabupaten Magetan memiliki tugas dan kewajiban membantu Bupati dalam menyusun kebijakan dan mengkoordinasikan dinas daerah dan lembaga teknis lainnya. Dalam mengembangkan tugas dan menjalankan fungsi pelayanannya, BPPKAD Kabupaten Magetan dihadapkan pada berbagai permasalahan, yang dapat diidentifikasikan diantaranya sebagai berikut :
1. Seringnya terjadi perubahan peraturan perundang-undangan 2. Terbatasnya kuantitas dan kwantitas sumber daya manusia serta
penempatan pegawai yang belum optimal;
3. Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak 4. Data pajak daerah yang belum akurat
5. Lemahnya sanksi terhadap wajib pajak yang menunggak
6. Masih adanya petugaspemungut pajak, pengelola keuangan dan aset daerah pada SKPD yang belum menguasai komputer;
9. Kurangnya koordinasi dengan SKPD terkait.
III.2 Telaahan Visi Misi dan Program Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah
Visi merupakan tujuan dan cita-cita yang ingin dicapai di masa yangakan datang, dalam hal ini tujuan pemerintah Kabupaten Magetan adalahmeningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sesuai dengan amanat dalamRPJMD, bahwa visi pembangunan Kabupaten Magetan Tahun 2013-2018adalah :
“ TERWUJUDNYA KESEJAHTERAAN MASYARAKAT MAGETAN YANG ADIL, MANDIRI DAN BERMARTABAT “
Pernyataan visi Kabupaten Magetan tersebut mempunyai pemahamansebagai berikut :
a. Pembangunan yang akan dilaksanakan pada lima tahun mendatang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat Magetan secara adil dalam segala bidang kehidupan yang bermuara pada upaya mewujudkan kesejahteraan.Kesejahteraan tidak hanya diartikan sebagai pemilikan pendapatan yangmemadai, tetapi juga mencakup perwujudan kualitas pendidikan optimal,kesehatan prima, dan lingkungan fisik berkelanjutan.
b. Kesejahteraan masyarakat yang adil juga bermakna bahwa dalam mewujudkan kesejahteraan melalui pelaksanaan pembangunan lima tahun yang akan datang masyarakat Magetan harus dapat memanfaatkan sumberdaya alam secara adil proporsional dalam arti memperhatikan asas kelestarian lingkungan hidup dan efisien. Hal ini penting agar pembangunan tetap berlanjut berkesinambungan dalam empat periode lima tahunan sehingga visi pembangunan jangka panjang dapat tercapai.
c. Penyelenggaraan pemerintahan yang berbasis pada prinsip-prinsip
good governance dan penegakan hukum secara konsekuen dapat
dinikmati secara adil oleh masyarakat. Hal ini akan memberikan rasa aman dan kepastian hukum yang adil sehingga akan memberikan iklim yang kondusif dan sehat bagi masyarakat dalam bekerja dan berusaha.
d. Kesejahteraan masyarakat yang bermartabat yang mengandung arti bahwa kesejahteraan masyarakat dicapai untuk mempunyai harga diri dan martabatyang tinggi dengan dasar meyakini akan kebenaran ajaran dan nilai-nilai agama yang menjadi pedoman dan tuntunan dalam menjalankan kehidupannya, dalam wujud keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YangMaha Esa.
e. Kesejahteraan masyarakat yang bermartabat juga bermakna bahwa proses pelaksanaan pembangunan dalam mewujudkan kesejahteraan menempatkan rakyat sebagai pelaku pembangunan yang utama. Peningkatan kesejahteraan masyarakat tidak hanya diukur dari capaian indikator-indikator yang bersifat material semata, melainkan perlu dikembangkan indikator-indikator yang lebih bersifat menyeluruh (holistik) sebagai perwujudan kesejahteraan masyarakat yang mencakup dimensi kesejahteraan lahir dan kesejahteraan batin. Adapun indikator kesejahteraan masyarakat yang sudah dikembangkan dan masih perlu dikembangkan lagi dikenal dengan 6 W (Wareg, Waras, Wasis, Wutuh, Widodo dan Waskita). Konsep 6 W sebagai tujuan pembangunan dengan penjabaran sebagai berikut: 1)Dimensi WAREG mengandung makna tercukupinya kebutuhan
pokokbagi kelangsungan hidup dan prasyarat utama untuk meningkatkankualitas sumber daya manusia. Dimensi tersebut meliputi tercukupinyapangan sandang dan papan. Tercukupinya
pangan, sandang dan papanbagiseluruh warga masyarakat Magetan tanpa terkecuali.
2)Dimensi WARAS meliputi aspek sehat jasmani dan rohani.Kesejahteraan masyarakat juga harus diukur dan kualitas kesehatan masyarakat, sehat dalam artian yang luas yakni sehat jasmani dan rohani. Sehat jasmani mengandung arti bebas dari penyakit dan kecacatan, sedangkan sehat rohani mencakup dimensi psikhologis. Tersedianya fasilitas kesehatan yang memadai dianggap belum cukup untuk mewujudkan masyarakat yang sehat secara jasmani dan rohani tanpa didukung dengan program-program pembangunan yang berorientasi pada terciptanya kondisi psikologis masyarakat yang kondusif di tengah-tengah perubahan tatanan nilai sosial dan budaya yang semakin menuntut setiap orang untuk lebih kompetitif dalam menjalani kehidupannya.
3)Dimensi WASISdipahami sebagai terpenuhinya kebutuhan pendidikan baik pendidikan formal, informal maupun non formal bagi seluruh masyarakat Magetan. Terpenuhinya pendidikan formal bagi seluruh penduduk usia sekolah merupakan prasyarat yang sangat penting bagi peningkatan kualitas sumberdaya manusia di masa yang akan datang. Sedangkan pendidikan informal dan non formal merupakan elemen pendukung bagi masyarakat untuk meningkatkan kapasitas dan ketrarnpilan agar mempunyai tingkat produktivitas yang tinggi.
4)Dimensi WUTUHmegandung makna terciptanya keseimbangan jasmani dan rohani bagi seluruh warga masyarakat. Keseimbangan jasmani dan rohani meliputi aspek sosial, mental dan spiritual, disamping aspek fisik. Pengembangan mental dan spiritual masyarakat. Di era globalisasi seperti saat ini menuntut setiap orang untuk menjaga keseimbangan antara jasmani dan rohani, karena hanya orang yang mampu mengendalikan diri dari
perubahan-pembahan tatanan nilai sosial dan budaya dan ekonomi yang akan mampu menjadi manusia yang seutuhnya, dalam arti menjadi manusia yang sejahtera dan bermartabat. 5)Dimensi WIDODO mengandung makna yang sangat mendalam
sebagai tujuan akhir dari kehidupan manusia di dunia, yakni selamat di dunia dan akherat. Pemahaman ini menempatkan bahwa kehidupan di dunia hanyalah sebagai tujuan antara untuk mencari bekal bagi kehidupan yang kekal di waktu nanti. Disadari atau tidak, pembangunan yang berintikan modernisasi dan globalisasi telah menjauhkan manusia dari tatanan nilai agama. Keyakinan bahwa akan ada kehidupan lagi setelah kematian akan dapat dijadikan sebagai mekanisme pengendalian diri dari sifat tamak, rakus dan menghalalkan segala cara.
6)Dimensi WASKITA dapat dipahami sebagai kemampuan pemimpin dan masyarakat untuk melihat atau memandang jauh ke depan (visioner). Kesejahteraan masyarakat akan dipengaruhi oleh kemampuan pimpinan yang didukung setiap orang untuk memandang jauh ke depan. Di era perubahan tatanan masyarakat yang semakin mengglobal, setiap orang dituntut untuk mengembangkan visi agar mampu mengikuti setiap perubahan yang terjadi. Di samping itu, waskito juga dapat dipahami sebagai pandangan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, yang didalamnya terdapat nilai-nilai yang menjunjung tinggi kelangsungan antar generasi, keadilan sosial, keseimbangan lingkungan dan nilai-nilai demokrasi.
Misi merupakan pernyataan tentang apa yang harus dilakukan olehPemerintah Kabupaten Magetan dalam mewujudkan visi yang
Misi pembangunan Kabupaten Magetan tahun 2013-2018, adalah sebagaiberikut:
1. Meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YangMaha Esa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan benegara;
2. Mewujudkan kepemerintahan yang baik dan peningkatan sumberdayamanusia yang profesional dilandasi semangat pelaksanaan otonomi daerahyang desentralistik;
3. Mengembangkan pengelolaan pemanfaatan sumberdaya alam dan lingkungan secara optimal dan berkelanjutan;
4. Meningkatkan kualitas pendidikan, ketrampilan, kesehatan dan kehidupan sumberdaya manusia yang memadai;
5. Meningkatkan kinerja ekonomi daerah melalui pengembangan sektor pertanian, perdagangan, industri dan pariwisata yang berwawasanlingkungan dan bertumpu pada pemberdayaan masyarakat;
6. Mewujudkan sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai dalam menunjang pertumbuhan perekonomian daerah;
7. Mewujudkan suasanaaman dan damai melalui kepastian, penegakan danperlindungan hukum secara konsekuen.
Misi Meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kepada TuhanYang Maha Esa dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegaramengandung pengertian senantiasa ingin meningkatkan nilai-nilai yang terkandung di dalam ajaran agama yang mengarah kepada upaya peningkatankualitas keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, baik secaraformal maupun informal yang bertujuan ingin menciptakan suasanakebersamaan dalam rangka menjaga stabilitas daerah demi kelangsunganpembangunan.
Misi Mewujudkan kepemerintahan yang baik dan peningkatansumberdaya manusia (yang professional) dilandasi semangat pelaksanaanotonomi daerah yang desentralistik mengandung pengertian mengembangkansistem pemerintahan yang baik dan meningkatkan kualitas sumberdayaaparatur pemerintah yang dilandasi semangat profesionalisme untukmewujudkan good
governance.
Misi Mengembangkan pengelolaan pemanfaatan sumberdaya alamdan lingkungan secaga optimal dan berkelanjutan. Berdasarkan peran gandasurnberdaya alam sebagai modal pertumbuhan ekonomi dan sebagai sistem penopang kehidupan maka untuk mencapai tingkat kesejahteraan rakyat yangadil dan bemartabat, pemanfaatan sumberdaya alam harus dikelola secaraoptimal dan berkelanjutan. Sebagai daerah dengan potensi pertanian sebagaibasis ekonomi daerah maka sumberdaya alam berperan sebagai tulangpunggung utama perekonomian. Oleh karena itu, pemanfaatan sumberdayapembangunan ekonomi yang memberikan peningkatan pendapatan dan tahap akhir pada kesejahteran rakyat.
Misi meningkatkan kualitas pendidikan, ketrampilan, kesehatan dankehidupan sumberdaya manusia yang memadai. Sumberdaya manusia sebagaisubyek dan obyek pembangunan mempunyai peranan yang sangat pentingdalam pelaksanaan dan mewujudkan keberhasilan pembangunan. Sebagaisubyek pembangunan dibutuhkan sumberdaya manusia yang cerdas, sehatdan produktif untuk mencapai tujuan pembangunan yang diinginkan melaluipembangunan pendidikan dan kesehatan. Pembangunan pendidikan harusmampu menjamin pemerataan kesempatan
kesehatan mempunyai peranan penting dalammenghasilkan sumberdaya manusia yang sehat dan produktif sebagaiinvestasi untuk mendukung pembangunan ekonomi dan penanggulangankemiskinan. Sebagai obyek pembangunan, sumberdaya manusia harus dapatmenikmati hasil-hasil pembangunan dalam bentuk peningkatan kualitaskehidupan yang tercermin dalam menurunnya angka kemiskinan dan Penganguran.
Misi meningkatkan kinerja ekonomi daerah melalui pengembangansektor pertanian, perdagangan, industri dan pariwisata yang berwawasanlingkungan dan bertumpu pada pemberdayaan masyarakat. Untukmewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat Magetan dalam limatahun ke depan dibutuhkan peningkatan kinerja ekonomi yang bertumpu padasektor pertanian, perdagangan, industri dan pariwisata dengan memperhatikanprinsip-prinsip pembangunan berkelanjutan. Setiap program pengembanganekonomi harus mengandung tujuan untuk meningkatkan pemberdayaanmasyarakat dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat Magetanyang adil dan bermartabat.
Misi mewujudkan sarana dan prasarana infrastruktur yang memadai dalam menunjang pertumbuhan perekonomian daerah. Infrastrukturmerupakan roda penggerak pertumbuhan ekonomi dalam bentuk peningkatanproduktivitas, lancarnya distribusi barang dan jasa dan meningkatnya nilaitambah produk yang dihasilkan. Secara tidak langsung ketersediaan saranadan prasarana infrastruktur juga akan meningkatkan kualitas sumberdayamanusia yang merupakan modal utama bagi peningkatan pertumbuhan ekonomi.
Misi mewujudkan suasana aman dan damai melalui kepastian penegakan dan perlindungan hukum secara konsekuen. Keamanan ketertibandan ketentraman merupakan kondisi yang diharapkan
masyarakat agar dapatmelangsungkan kehidupan dengan tenang dan damai, serta merupakan jaminanbagi terselenggaranya pembangunan untuk mewujudkan harapan dan cita-citabersama. Kondisi yang aman, tertib dan tenteram akan terwujud apabilaterdapat kesadaran kolektif dan komitmen patuh dari seluruh stakeholderpembangunan terhadap berbagai ketentuan yang telah disepakati bersama,yang direalisasikan dalam bentuk ketaatan dan kepatuhan hukum. Penegakanhukum merupakan faktor yang sangat penting dalam rangkamewujudkan masyarakatKabupaten Magetan yang adil dan bermartabat.Oleh karena itu, penegakan hukum harus dilaksanakan secara konsekuendengan sungguh-sungguh dan adil dengan perlakuan yang sama terhadapsemua orang tanpa diskriminasi. Selain itu, faktor penting bagi terpeliharanyastabilitas kehidupan yang aman, tertib, tenteram dan dinamis adalah adanyarasa saling percaya dan harmoni dan seluruh stakeholder pembangunan.
Agenda Prioritas diartikan sebagai penjabaran pelaksanaan misi dalampencapaian visi yang menjadi prioritas dalam pelaksanaan program dankegiatan Bupati Magetan 5 (lima) tahun ke depan. Penetapan agenda prioritasmencerminkan urgensi permasalahan yang hendak diselesaikan tanpamengabaikan penyelesaian permasalahan lain. Secara umum untuk Tahun2013-2018 akan dilakukan berbagai macam program pembangunan. Denganmempertahankan substansi program-program yang sudah berjalan pada periode sebelumnya serta mempertimbangkan kampanye Bupati, maka disusun 6 Agenda Proritas Bupati Magetan untuk Tahun 2009-2013 sebagaiberikut:
5. Bidang Perdagangan 6. Bidang Kesehatan
Berkaitan dengan visi dan misi Bupati Magetan dan 6 Agenda ProritasBupati Magetan untuk Tahun 2013-2018, Dinas Pendapatan DaerahKabupaten Magetan memiliki peran yang sangat strategis dalampembangunan yang direncanakan oleh Bupati Magetan. Dalam hal iniberkaitan dengan penyediaan dana yang dibutuhkan dalam rangkamenunjang pelaksanaan pembangunan melalui peningkatan PAD.
III.3 Telaahan Renstra K/L dan Renstra Propinsi/Kabupaten/Kota.
Pada dasarnya, penetapan Renstra Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Magetan merupakan bentuk pengembangan dari visi dan misi yang telah ditetapkan sebelumnya. Dikaitkan dengan Renstra Kementrian/Lembagamaupun renstra provinsi tidak terdapat korelasi langsung yang mempengaruhipenyusunan Renstra BPPKAD.
Namun adanya kebijakan pengalihan pajak pusat dan pajak provinsimenjadi pajak kabupaten yaitu PBB dan BPHTB akanmenimbulkanpermasalahan tersendiri yang harus diantisipasi oleh BPPKAD Kabupten Magetan, khususnya berkaitan denganpersiapan dalam rangka pengalihan pajak tersebut. Hal ini perlu dilakukanagar pada saat pelaksanaan pemungutan pajak daerah tidak adakendala yang signifikan yang mempengaruhi penerimaan pajak daerah.
III. 4. Penentuan Isu-Isu Strategis
Isu strategis merupakan fenomena dan permasalahan yang belum tertangani pada periode 5 (lima) tahun sebelumnya dan menjadi pekerjaan rumah dalam Renstra yang dibuat sekarang dan juga bisa merupakan prediksi dari sebuah permasalahan atau potensi yang akan terjadi pada 5 (lima) tahun ke depan.
Dalam rangka menyusun dokumen perencanaan pembangunan yang berkualitas secara sinergis, partisipatif dan akuntabel, Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Magetan dihadapkan pada isu strategis sebagai berikut :
1. Kualitas SDM yang memiliki kualifikasi dan kompetensi sesuai kebutuhan pada setiap bagian belum cukup memadahi.
2. Tugas dan fungsi belum sesuai dengan beban kerja perorangan. 3. Belum semua bidang menerapkan pola pembinaan aparatur yang
berorientasi pada peningkatan kerja.
4. Pengelolaan keuangan yang berbasis akrual perlu dikembangkan dan ditingkatkan
5. pengembangan dan penyempurnaan manajemen aset.
6. Kurangnya kesadaran wajib pajak, sehingga perlu digalakkan sosialisasidan penyuluhan perpajakan,serta perlunya pemutakiran data objek pajak daerah
7. Peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui berbagai pendidikandan pelatihan;
Dengan ditetapkannya isu-isu strategis tersebut, maka Renstra Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Magetan diarahkan untuk menghadapi danmengatasinya dan dituangkan dalam penetapan visi, misi, tujuan dan sasaranBadan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Magetan.
BAB IV
TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN ARAH
KEBIJAKAN
IV. 1. TUJUAN, SASARAN, STRATEGI DAN ARAH KEBIJAKAN
Tujuan adalah pernyataan-pernyataan tentang hal-hal yang perlu dilakukan untuk mencapai visi, melaksanakan misi dengan menjawab isu strategis daerah dan permasalahan pembangunan daerah. Rumusan tujuan dan sasaran merupakan dasar dalam menyusun pilihan-pilihan strategi pembangunan dan sarana untuk mengevaluasi pilihan tersebut.
Sasaran adalah hasil yang diharapkan dari suatu tujuan yang diformulasikan secara terukur, spesifik, mudah dicapai, rasional, untuk dapat dilaksanakan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun ke depan.
Strategi dan arah kebijakan merupakan rumusan perencanaan komperhensif tentang bagaimana Pemerintah Daerah mencapai tujuan dan sasaran RPJMD dengan efektif dan efisien. Dengan pendekatan yang komprehensif, strategi juga dapat digunakan sebagai sarana untuk melakukan tranformasi, reformasi, dan perbaikan kinerja birokrasi. Perencanaan strategik tidak saja mengagendakan aktivitas pembangunan, tetapi juga segala program yang mendukung dan menciptakan layanan masyarakat tersebut dapat dilakukan dengan baik, termasuk di dalamnya upaya memberbaiki kinerja dan kapasitas birokrasi, sistem manajemen, dan pemanfaatan teknologi informasi.
Sesuai dengan tugas dan fungsinya, tujuan, sasaran, strategi dan arah kebijakan Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Magetan yang tertuang dalam Perubahan Rencana
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan Urusan pemerintahan
Misi M2 : Mewujudkan pengelolaan keuangan daerah yang tertib
Tujuan T3. Meningkatkan pengelolaan
keuangan yang tertib, efektif, efisien dan akuntabel Sasaran S3.T3. Terwujudnya tertib pengelolaan administrasi keuangan daerah Mewujudkan tertib pengelolaan administrasi keuangan daerah
Peningkatan system dan prosedur pengelolaan keuangan yang berkualitas sesuai peraturan perundang-undangan Urusan penunjang bidang keuangan Indikator : - Opini BPK - Presentase SKPD yang pengelolaan keuangan daerah sesuai SAP - Ketetapan waktu penyusunan APBD dan P APBD - Tolerasi devisiasi penyerapan keuangan sesuai target
Tujuan Sasaran Strategi Arah Kebijakan Urusan pemerintahan Meningkatkan dan mengembangkan Manajeman asset Meningkatkan kualitas pengelolaan asset daerah Terwujudnya kualitas pengelolaan asset daerah
Peningkatan system dan prosedur pengelolaan asset daerah
Indikator :
- Presentase asset yang menjadi temuan BPK
Misi : Optimalisasi Pendapatan daerah dengan pengelolaan yang transparan dan akuntabel berbasis teknologo informasi
Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah yang optimal
Meningkatnya kemandirian keuangan daerah
Melaksanakan pemungutan PAD secara optimal dengan jemput bola
Peningkatan pemungutan PAD secara optimal
Indikator :
- Pendapatan Asli Daerah dalam setiap tahunnya
IV.2. TUJUAN DAN SASARAN YANG MENGACU PADA TUJUAN SASARAN RPJMD
Dalam rangka menjalankan tugas mewujudkan tujuan dan sasaran yang sebagaimana yang diamanatkan dalam Perubahan RPJMD Kabupaten Magetan Tahun 2013-2018 sesuai dengan tugas dan fungsinya sebagai institusi Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, memiliki tujuan dan sasaran sebagai berikut :
IV.2.1 Tujuan :
merupakan penjabaran/implementasi dari pernyataan visi dan misi dimana tidak terikat kerangka waktu.
Tujuan yang ingin dicapai oleh BPPKAD :
1. Meningkatkan pengelolaan keuangan yang tertib, efektif, efisien dan akuntabel.
2. Meningkatkan dan mengembangkan manajemen aset daerah. 3. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah yang optimal
IV.2.2 Sasaran :
merupakan suatu kondisi ideal yang hendak dicapai dalam rangka Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Sasaran yang ingin dicapai tersebut antara lain:
1. Terwujudnya tertib pengelolaan administrasi keuangan daerah 2. Terwujudnya peningkatan kualitas pengelolaan aset daerah 3. Terwujudnya kemandirian keuangan daerah
IV.2.3 Strategi
Strategi adalah cara/aturan dan pedoman untuk mencapai tujuan dan sasaran dimana strategi diperlukan untuk memperjelas arah dan tujuan ypencapaian program atau implementasinya sehingga strategi merupakan alat penghubung antara visi, misi, tujuan, sasaran dan arah kebijakan pembangunan. Strategi yang akan dilaksanakan oleh BPPKAD terdiri dari 3 strategi yaitu;
1. Terwujudnya tertib pengelolaan administrasi keuangan daerah; 2. Meningkatkan kualitas pengelolaan aset daerah.
3. Melaksanakan pemungutan PAD secara optimal dengan jemput bola;
IV.3 Kebijakan
Kebijakan adalah merupakan ketentuan yang telah disepakati dan ditetapkan oleh yang berwenang dimana dipakai sebagai pedoman, pegangan atau petunjuk bagi setiap usaha atau kegiatan aparatur pemerintah ataupun masyarakat agar tercapai kelancaran dan keterpaduan dalam upaya mencapai visi, misi, tujuan dan sasaran organisasi.
Arahan kebijakan yang dirumuskan dalam menentukan program dan kegiatan adalah:
1. Peningkatan sistem dan prosedur pengelolaan keuangan yang berkualitas sesuai peraturan perundang-undangan.
2. Peningkatan sistem dan prosedur pengelolaan aset daerah. 3. Peningkatan pemungutan PAD secara optimal;
IV.4. Tujuan Dan Sasaran Jangka Menengah BPPKAD
Berdasarkan tujuan, sasaran, strategi dan arah kebijakan yang telah tertuang dalam dokumen Perubahan RPJMD Tahun 2013-2018 selanjutnya disusun tujuan dan sasaran jangka menengah pelayanan SKPD setiap tahun. Hal ini untuk memudahkan penentuan indikator dan target sasaran setiap tahun disesuaikan dengan anggaran yang tersedia.
Tujuan dan sasaran jangka menengah pelayanan SKPD pada BPPKAD Kabupaten Magetan adalah sebagaimana tabel IV.2 berikut : Tabel IV.2
Tujuan dan Sasaran Jangka Menengah Pelayanan SKPD
TUJUAN INDIKATOR
TUJUAN SASARAN INDIKATOR SASARAN
TARGET 2014 2015 2016 2017 2018 Meningkatkan Pengelolaa keuangan yang tertib, efektif, efisien dan akuntabel Opini BPK Terwujudnya tertib pengelolaan administrasi keuangan daerah - Opini BPK - Presentase SKPD yang pengelolaan keuangan daerah sesuai SAP - Ketepatan waktu penyusunan APBD dan Perubahan APBD - Tolerasi deviasi penyerapan WTP 100% Tepat waktu 100% WTP 100% Tepat waktu 100% WTP 100% Tepat waktu 100% WTP 100% Tepat waktu 100% WTP 100% Tepat waktu 100%
Meningkatkan dan mengembangkan Manajeman asset Terselesainya temuan BPK Terwujudnya peningkatan kualitas pengelolaan asset daerah - Presentase asset yang menjadi temuan BPK 100% 100% 100% 100% 100% Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah yang optimal Pendapatan Asli Daerah Terwujudnya kemandirian keuangan daerah - Pendapatan Asli Daerah dalam setiap Tahunnya 107.731.524.7 14,58 164.564.899.4 26,30 165.615.614.2 56,82 192.436.220 .710 148.406.181 .703
BAB V
RENCANA PROGRAM DAN KEGIATAN INDIKATOR KINERJA
KELOMPOK SASARAN DAN PENDANAAN
Untuk mewujudkan tujuan dan sasaran yang direncanakan dalam jangka waktu 5 (lima) tahun seperti yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka perlu disusun rencana program dan kegiatan tahunan yang dilengkapi dengan indikator kinerja dan pendanaan indikatif.
Rencana program dan kegiatan ini disajikan pada matriks berikut ini.
Rencana Program, Kegiatan, Indikator Kinerja, Kelompok Sasaran dan Pendanaan Indikatif
Tujuan Sasaran IndikatorSasaran Kode Programdan Kegiatan Indikator Kinerja Program (Outcome) dan Kegiatan (output) Tahun 2014 Tahun 2015 target Rp target (1) (2) (3) (4) (5) (6) (8) (9) (10) Meningka tkan pelayana n administr asi perkantor an Meningka tkan pelayana n administr asi perkantor an Meningkatk an pelayanan administra si perkantora n 4.0 4 01 01 Program Pelayanan Administras i Perkantoran Tersedianya jasa adminstrasi perkantoran 19 937,259,00 0 24 4.0 4 01 01 06 Penyediaan jasa pemelihara an dan perizinan kendaraan dinas/opera sioanl Jumlah kendaraan dinas yang dipelihara roda 4 = 3 roda 2 = 30 100,000, 000 roda 4 =5 roda 2 = 40 4.0
4 01 01 20 Penyediaan Jasa dan Pelayanan Administras i Perkantoran Pembayaran listrik,air,telepo n,SPPD,cleanin g servis, ATK,pengganda an, mamin,cindera mata,publikasi 19 937,259,00 0 24
4.0 4 01 02 05 Pengad aan Kendaraan dinas/opera sional Jumlah pengadaan kendaraan dinas 4 motor, 14 motor, 2 mobil 800,000,00 0 5 motor 4.0 4 01 02 07 Pengad aan perlengkap an gedung kantor Jumlah pengadaan perlengkapan gedung kantor 3 printer,2 filling besi,1 brankas, 1 meja rapat,15 kursi rapat,AC, 4 alamari besi, 2 monitor, 1 camera, 6 lemari kayu, 3 meja kerja,2 notebook ,10 kursi staf,1 penghan cur kertas 300,387, 000 2 komputer ,3 printer,2 monitor LCD, Wireless, 2 meja rapat,5 kursi rapat,2 lemari kayu, 1 filling , 2 rak buku 4.0 4 01 02 11 Pengad aan komputer, printer dan kelengkapa n
4.0 4 01 02 22 araan Pemelih rutin/berkal a gedung kantor Jumlah gedung
yang di rawat 2 gedung 125,000,00 0 2 gedung 4.0 4 01 02 24 araan Pemelih rutin/berkal a kendaraan dinas/opera sional Jumlah kendaraan dinas yang dipelihara - kendaraa n roda 4 = 6,roda 2 = 28 4.0 4 01 02 36 Pengad aan Sarana dan Prasarana Kantor Jumlah sarana dan prasarana kantor 18 laptop, 5 printer, 20 meja, 30 kursi kerja, 5 Ac 375,000,00 0 22 printer, 20 barcode scanner, 2 cpu, 1 rak buku Meningka tkan kedisiplin an aparatur Tersedian ya pakaian dinas beserta kelengka pannya Terwujudny a pakaian dinas beserta kelengkapa nnya 4.0 4 01 03 Program Peningkat an Disiplin Aparatur Prosentase peningkatan disiplin aparatur 19,500,00 0 4.0
4 01 03 02 aan pakaianPengad dinas beserta kelengkapa nnya Pengadaan perlengkapan pakaian dinas 110 org 19,500,000 Meningka