RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN Oleh : Gunawan Risdiyanto, S.Pd.
Satuan Pendidikan : SMK Binawiyata Karangmalang Sragen Kelas / Semester : X/Gasal
Mata Pelajaran : Pekerjaan Dasar Teknik Mesin Tema : Memahami alat ukur mekanik presisi
Sub Tema : Pengertian, bagian dan cara menggunakan jangka sorong Pembelajaran ke : 3
Alokasi waktu : 10 menit
A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui langkah pembelajaran model Project Base Learning dengan pendekatan saintifik siswa mampu menjelaskan alat ukur mekanik presisi, menentukan bagian jangka sorong, menggunakan (mengoperasikan) alat ukur mekanik presisi (jangka sorong), mengumpulkan data dan menyajikan hasil pengukuran proyek (objek) yang tersedia.
B. KEGIATAN PEMBELAJARAN 1. Pembukaan
a. Mengawali salam pembuka dan berdoa bersama
b. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
c. Mengkondisikan kelas (kerapian, kebersihan, kesehatan, dan kehadiran) d. Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan
dipelajari
e. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
f. Mengaitkan materi pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik
g. Guru menyampaikan tatacara sistem penilaian dalam belajar
h. Guru melakukan apersepsi dengan mengajukan pertanyaan untuk mengarahkan peserta didik ke materi yang akan dipelajari
2. Inti
a. Guru memberikan penjelasan atau simulasi tentang memahami unit-unit pengukuran dalam metrik
b. Guru mengkondisikan situasi belajar untuk membiasakan mengajukan pertanyaan dengan mengangkat tangan
c. Guru mengkondisikan situasi belajar peserta didik untuk berkelompok membahas tentang memahami jangka sorong
d. Guru memberikan beberapa pertanyaan yang berkenaan tentang memahami jangka sorong dan menggunakannya dalam pengukuran objek (proyek)
e. Peserta didik menyajikan dalam bentuk hasil diskusi kelompok f. Peserta didik lain memberikan tanggapan
g. Guru dan peserta didik menyimpulkan materi tentang memahami dan penggunaan jangka sorong
3. Penutup
a. Guru dan peserta didik merefleksi materi
b. Guru menyampaikan materi yang akan dipelajari pada pertemuan berikutnya
c. Guru mengakhiri pembelajaran dan mengarahkan peserta didik untuk berdo’a setelah melaksanakan pembelajaran
C. PENILAIAN PEMBELAJARAN 1. Penilaian Pembelajaran
Penilaian Skala Sikap
Teknik penilaian : Observasi : sikap religius dan sikap sosial
Bentuk penilaian : lembar pengamatan
Instrumen penilaian : jurnal (terlampir)
Pengetahuan
Jenis/Teknik tes : tertulis, lisan dan penugasan
Bentuk tes : uraian
Instrumen Penilaian : (terlampir)
Keterampilan
Teknik/Bentuk Penilaian:
Praktik/Performance
Fortofolio
Instrumen Penilaian : (terlampir)
Remedial
Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru dapat memberikan soal tambahan misalnya.
CONTOH PROGRAM REMIDI
Sekolah : SMK Binawiyata Karangmalang Sragen Kelas/Semester : X/Gasal
Mata Pelajaran : Pekerjaan Dasar Teknik Mesin Tanggal Ulangan Harian : 27 Juni 2022
Bentuk Ulangan Harian : Tes Tertulis
Materi Ulangan Harian : Alat Ukur Mekanik (jangka sorong)
(KD / Indikator) : Memahami alat ukur mekanik serta fungsinya
KKM : 75
No Nama
Peserta Didik
Nilai Ulangan
Indikator yang Belum Dikuasai
Bentuk Tindakan Remedial
Nilai Setelah Remedial
Keterangan
1 2 Dst
Pengayaan
Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut:
1. Membaca buku-buku tentang materi yang relevan
2. Mencari informasi secara online tentang materi
3. Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang materi 4. Mengamati langsung tentang materi yang ada di lingkungan sekitar
Mengetahui, Kepala Sekolah
Drs. Saimin, M.M., M.H.
NIP. ---
Sragen, 27 Juni 2022 Guru Mata Pelajaran
Gunawan Risdiyanto, S.Pd.
NIP. ---
Lampiran Instrumen Penilaian
1. INSTRUMEN PENILAIAN SIKAP
- Penilaian Observasi Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum.
Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap
No Nama
Peserta didik
Sikap
spiritual Sikap sosial
Jumlah Skor Mensyukuri
1-4
Jujur 1-4
Kerja sama 1-4
Harga diri 1-4 1 Ayuk Rosita
Sari
2 Bima
Triadmojo
3 Crystina
Wulandari
4 Galih Pratomo Putro
5 Ilham Bayu Nur Arifin
a. Sikap Spiritual
Indikator sikap spiritual “mensyukuri”:
• Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan pembelajaran
• Memberi salam pada saat awal dan akhir presentasi sesuai agama yang dianut • Saling menghormati, toleransi
Memelihara hubungan baik dengan sesama teman sekelas. Rubrik pemberian skor:
4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut b. Sikap Sosial
1. Sikap jujur Indikator sikap sosial “jujur”
• Tidak berbohong
• Mengembalikan kepada yang berhak bila menemukan sesuatu
• Tidak nyontek, tidak plagiarism
• Terus terang 2. Sikap kerja sama
Indikator sikap sosial “kerja sama”
• Peduli kepada sesama
• Saling membantu dalam hal kebaikan
• Saling menghargai/ toleran
• Ramah dengan sesama 3. Sikap Harga diri
Indikator sikap sosial “harga diri”
• Tidak suka dengan dominasi asing
• Bersikap sopan untuk menegur bagi mereka yang mengejek
• Cinta produk negeri sendiri
• Menghargai dan menjaga karya-karya sekolah dan masyarakat sendiri Rubrik pemberian skor
4 = jika peserta didik melakukan 4 (empat) kegiatan tersebut 3 = jika peserta didik melakukan 3 (tiga) kegiatan tersebut 2 = jika peserta didik melakukan 2 (dua) kegiatan tersebut 1 = jika peserta didik melakukan 1 (satu) kegiatan tersebut
2. INSTRUMEN PENILAIAN PENGETAHUAN Kisi Kisi Soal Uraian
Sekolah : SMK Binawiyata Karangmalang Sragen Bidang Keahlian : Teknologi dan Rekayasa
Program Keahlian : Teknik Permesinan Kompetensi Keahlian : Teknik Permesinan (C2) Kelas/Semester : X/Gasal
Mata Pelajaran : Pekerjaan Dasar Teknik Mesin
Tema (KD) : 3.3.1 Memahami alat ukur mekanik presisi (jangka sorong)
Soal Uraian :
1. Sebutkan 3 skala nonius pada jangka sorong!
2. Jelaskan fungsi dari jangka sorong!
3. Jelaskan fungsi dari rahang pada jangka sorong!
4. uraikan bagian jangka sorong dan fungsinya!
5. Sebutkan jenis jangka sorong, dan uraikan perbedaanya!
KUNCI JAWABAN 1. 0.001, 0.002, 0.005 mm
2. untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit;
untuk mengukur sisi dalam suatu benda yang biasanya berupa lubang (pada pipa, maupun lainnya) dengan cara diulur;
untuk mengukur kedalamanan celah/lubang pada suatu benda dengan cara
"menancapkan/menusukkan" bagian pengukur. Bagian pengukur tidak terlihat pada gambar karena berada di sisi pemegang
3. Untuk mengukur dimensi luar benda kerja 4. Bagian-bagian Jangka Sorong
Rahang dalam Terdiri dari rahang geser dan rahang tetap. Rahang dalam memiliki fungsi untuk mengukur dimensi luar atau sisi bagian luar sebuah benda misal tebal, lebar sebuah benda kerja.
Rahang luar Terdiri dari rahang geser dan rahang tetap. Rahang luar memiliki fungsi untuk mengukur diameter dalam atau sisi bagian dalam sebuah benda misalnya diamater hasil pengeboran. ( pada gambar ditunjukkan dengan nama pengukuran dalam ).
Depth probe atau pengukur kedalaman Seperti namanya bagian ini mempunyai fungsi untuk mengukur kedalaman sebuah benda. 4. Skala Utama (dalam cm) Skala utama dalam bentuk satuan cm memiliki fungsi untuk menyatakan ukuran utama dalam bentuk centimeter (cm).
Skala utama (dalam inchi) Skala utama dalam bentuk satuan inchi memiliki fungsi untuk menyatakan ukuran utama dalam bentuk inchi.
Skala nonius (dalam mm) Skala nonius dalam bentuk milimeter berfungsi sebagai skala pengukuran fraksi dalam bentuk mm.
Skala Nonius (dalam inchi) Skala nonius dalam bentuk inchi berfungsi sebagai skala pengukuran fraksi dalam bentuk inchi..
Pengunci Mempunyai fungsi untuk menahan bagian-bagian yang bergerak saat berlangsungnya proses pengukuran misal rahang dan Depth probe
5. Jangka sorong digital, jangka sorong langusng, Jangka sorong analog
3. INSTRUMEN PENILAIAN KETERAMPILAN
a. Peserta didik diminta mengoperasikan penggunaan alat-alat ukur mekanik sesuai prosedur yang benar
No
Komponen/Sub Komponen
Indikator Skor
Penilaian
1
Persiapan
Kerja
a. Penggunaan alat dan bahan
Penggunaan alat dan bahan sesuai prosedur 91 - 100 Penggunaan alat dan bahan kurang sesuai prosedur 80-90 Penggunaan alat dan bahan tidak sesuai prosedur 70-79
2
Proses dan Hasil Kerja
a. Memahami Menerapkan alat ukur mekanik serta fungsinya.
Menerapkan alat ukur mekanik serta fungsinya.
tinggi 91 - 100
Menerapkan alat ukur mekanik serta fungsinya.
cukup 80-90
Menerapkan alat ukur mekanik serta fungsinya.
kurang 70-79
b. Kemampuan menggunakan alat-alat ukur mekanik
Kemampuan menggunakan alat-alat ukur mekanik
91 - 100 tinggi
Kemampuan menggunakan alat-alat ukur mekanik
80-90 cukup
Kemampuan menggunakan alat-alat ukur mekanik
70-79 kurang
c. Laporan
Hasil Laporan disusun rapih 91 - 100
Hasil Laporan disusun cukup rapih 80-90 Hasil Laporan disusun kurang rapih 70-79
3
Sikap kerja a. Keterampilan dalam bekerja
Bekerja dengan terampil 91 -100
Bekerja dengan cukup terampil 80-90
Bekerja dengan kurang terampil 70-79
b. Kedisiplinan dalam bekerja
Bekerja dengan disiplin 91 - 100
Bekerja dengan cukup disiplin 80-90
Bekerja dengan kurang disiplin 70-79
c. Tanggung jawab dalam bekerja
Bertanggung jawab 91 - 100
Cukup bertanggung jawab 80-90
Kurang bertanggung jawab 70-79
4
Waktu Penyelesaian pekerjaan
Selesai sebelum waktu berakhir 91 - 100
Selesai tepat waktu 80-90
Selesai setelah waktu berakhir 70-79
Pengolahan Nilai Keterampilan :
Nilai Praktik (NP) Persiapan Proses dan
Hasil Kerja Sikap Kerja Waktu ∑ NK Skor
Perolehan Skor
Maksimal
Bobot 10% 60% 20% 10%
NK
Keterangan:
Skor Perolehan merupakan penjumlahan skor per komponen penilaian
Skor Maksimal merupakan skor maksimal per komponen penilaian
Bobot diisi dengan persentase setiap komponen. Besarnya persentase dari setiap
komponen ditetapkan secara proposional sesuai karakteristik kompetensi keahlian. Total bobot untuk komponen penilaian adalah 100
NK = Nilai Komponen merupakan perkalian dari skor perolehan dengan bobot dibagi skor maksimal
NP = Nilai Praktik merupakan penjumlahan dari NK
Mengetahui, Kepala Sekolah
Drs. Saimin, M.M., M.H.
NIP. ---
Sragen, 27 Juni 2022 Guru Mata Pelajaran
Gunawan Risdiyanto, S.Pd.
NIP. ---
Lampiran bahan ajar
PENGERTIAN ALAT UKUR JANGKA SORONG
Jangka sorong adalah salah satu alat ukur yang dapat digunakan untuk mengetahui panjang, diameter luar, dan diameter dalam sebuah bentuk benda tertentu. Jangka sorong juga bisa digunakan untuk mengukur kedalaman lubang atau bangun ruang tertentu, seperti tabung. Perlu Grameds garis bawahi bahwa meskipun bisa mengukur diameter bentuk benda namun jangka sorong hanya diperuntukan untuk mengukur benda-benda yang ukurannya relatif kecil.
Hal ini terjadi karena satuannya yang terbatas dan biasanya benda yang tidak bisa diukur dengan penggaris. Dibandingkan dengan penggaris, jangka sorong memiliki tingkat ketelitian yang lebih tinggi tinggi. Tingkat ketelitian yang dimaksud adalah bentuk nilai skala terkecil yang bisa diukur oleh jangka sorong lebih detail atau akurat. Skala terkecil jangka sorong yaitu 0,01 cm atau 0,1 mm, sedangkan pada penggaris skala terkecilnya 0,1 cm atau 1 mm.
FUNGSI JANGKA SORONG
Dalam praktiknya, jangka sorong memiliki fungsi-fungsi yang sangat membantu manusia untuk mengukur panjang sebuah bentuk benda. Alat ukur ini diciptakan memang untuk menjawab persoalan- persoalan yang sebelum masih terpecahkan, seperti bisa mengukur bentuk benda selain dari permukaan datar layaknya alat ukur panjang menggunakan penggaris. Karena pada faktanya kita juga membutuhkan alat ukur yang lebih tepat dan akurat. Berikut ini fungsi atau manfaat jangka sorong yang perlu Grameds ketahui:
Berfungsi untuk mengukur suatu benda dari sisi luar dengan cara diapit
Berfungsi mengukur sisi dalam bentuk benda yang biasanaya berupa lubang seperti pada pipa dengan cara mengulurnya
Berfungsi mengukur kedalaman celah atau lubang suatu bentuk benda dengan cara menancapkan atau menusukan bagian alat ukur
Berfungsi mengukur ketebalan suatu bentuk benda
Berfungsi mengukur diameter dalam bentuk benda menggunakan rahang tetap dan rahang geser atas
Berfungsi mengukur kedalaman suatu bentuk benda menggunakan tangkai ukur bagian bawah, misalnya kedalaman tabung, lubang kecil, atau perbedaan tinggi yang relatif kecil
Memiliki dua skala, yaitu skala utama dan nonius
JENIS-JENIS JANGKA SORONG 1. Jangka Sorong Analog Atau Manual
Jangka sorong jenis ini biasanya digunakan untuk praktikum di sekolah atau laboratorium sekolah. Karena hanya untuk keperluan praktik, cara menggunakannya pun lumayan sulit, yakni masih secara manual sehingga membutuhkan ketelitian yang lebih saat menggunakannya. Kemudian untuk mengetahui hasil pengukurannya, Grameds perlu menghitungnya terlebih dahulu.
2. Jangka Sorong Digital
Jangka sorong jenis ini sudah dikembangkan dari jenis sebelumnya yang masih analog atau manual. Grameds mungkin akan kesulitan menemukan jangka sorong digital di sekolah atau di laboratorium sekolah. Jangka sorong ini memiliki layar yang dapat menampilkan nilai dari ukuran benda yang telah diukur tersebut tanpa harus menghitungnya terlebih dahulu secara manual.
Jangka sorong digital ini akan sangat memudahkan dan mempercepat saat mengukur bentuk benda- benda, misalnya dalam jumlah yang banyak. Namun dari segi harga, jangka sorong digital lebih mahal harganya dibandingkan dengan jenis analognya.
3. Jangka Sorong Arloji Atau Dial
Jangka sorong arloji adalah salah satu jenis jangka sorong yang cara membacanya menggunakan jarum ukuran analog yang di bagian mukanya tertempel atau menggunakan stopper. Jangka sorong ini menggunakan jam ukur sebagai ganti skala nonius saat menginterpolasikan garis indeks terhadap skala batang ukur.
9 Bagian Jangka Sorong dan Fungsinya
Untuk lebih jelasnya anda bisa simak gambar bagian-bagian jangka sorong berikut ini untuk memudahkan anda dalam memahami setiap bagian jangka sorong.
1. Rahang Dalam
Rahang dalam ini digunakan untuk mengukur dimensi luar dari benda kerja. Misalnya seperti diameter luar, panjang, lebar dan tebal suatu benda. Bagian ini terdiri dari rahang tetap dan rahang geser.
2. Rahang Luar
Rahang luar ini digunakan untuk mengukur dimensi dalam dari benda kerja. Misalnya seperti diameter dalam dan lebar celah atau alur pada suatu benda.
Contohnya mengukur diameter dalam cincin, roda gigi, alur pasak, dan lain-lain. Bagian ini juga terdiri dari rahang tetap dan rahang geser.
3. Ekor / Depth Probe
Bagian ekor ini digunakan untuk mengukur kedalaman sebuah step pada benda kerja. Misalnya untuk mengukur kedalaman suatu lubang pada benda kerja atau jarak antara bidang yang bertingkat.
4. Skala Utama (mm)
Bagian skala utama dengan satuan mm ini digunakan untuk menyatakan ukuran utama suatu benda dalam bentuk satuan milimeter (mm). Skala ini terletak di bagian bawah dekat rahang dalam.
5. Skala Utama (Inch)
Bagian skala utama dengan satuan inch ini digunakan untuk menyatakan ukuran utama suatu benda dalam bentuk satuan inch. Skala ini terletak di bagian atas dekat rahang luar.
6. Skala Nonius (mm)
Bagian skala nonius dalam mm ini berfungsi untuk menyatakan ukuran tambahan suatu benda dalam bentuk satuan milimeter (mm).
Tingkat ketelitian jangka sorong dapat dilihat dari skala noniusnya. Ada yang memiliki ketelitian 0,05 mm bahkan ada yang memiliki ketelitian 0,02 mm.
7. Skala Nonius (inch)
Bagian skala nonius dalam inch ini berfungsi untuk menyatakan ukuran tambahan suatu benda dalam bentuk satuan inch.
8. Sekrup Pengunci
Sekrup pengunci berfungsi untuk menahan rahang geser jangka sorong saat proses pengukuran berlangsung agar tetap berada pada posisinya.
Biasanya digunakan ketika mengukur bagian benda kerja yang sulit untuk dilihat langsung.
9. Pengubah / Thumb Screw
Pengubah ini berfungsi untuk menggeser skala nonius pada saat proses pengukuran benda kerja. Bagian ini biasanya disentuh menggunakan ibu jari.
https://www.gramedia.com/literasi/alat-ukur-jangka-sorong/
https://teknikece.com/alat-ukur/panjang/jangka-sorong/
http://www.lksotomotif.com/2018/11/4-jenis-pengkuran-pada-jangka-sorong.html http://teknikmesinmanufaktur.blogspot.com/2019/11/cara-menggunakan-jangka-sorong- dial.html