• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkama1h Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Direktori Putusan Mahkama1h Agung Republik Indonesia"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

m Direktori Putusan Mahkama

1

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

Nomor : 43/Pdt.Sus-PHI/G/2014/PN.Smg. PUTUSAN

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Semarang yang memeriksa dan mengadili perkara perselisihan hubungan industrial dalam tingkat pertama, telah menjatuhkan Putusan sebagai berikut dalam perkara antara :

DWI ANTO, Alamat : Kedunglumbu Rt. 03 Rw. 06 Pasar Kliwon,

Surakarta, dalam hal ini diwakili oleh kuasanya : Riyadi Suwondo, jabatan Ketua PSP SPN PT. New Indo Primaniagasatya, Hudi Wasisto Bsc, jabatan Ketua DPC Serikat Pekerja Nasional Kota Surakarta, Edi Kusumo Broto, jabatan Sekretaris DPC Serikat Pekerja Nasional Kota Surakarta dan Pujiono, jabatan Wakil Ketua Bidang Advokasi, Kesemuanya adalah pengurus Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Nasional Kota Surakarta dan Pengurus PSP SPN PT. New Indo Primaniagasatya yang beralamat di Jl. RM. Said No. Punggawan Banjarsari Surakarta, bertindak untuk dan atas nama pemberi kuasa baik bersama - sama atau sendiri- sendiri, berdasarkan surat kuasa khusus tertanggal 23 Oktober 2014 selanjutnya disebut sebagai ……….

Penggugat ; MELAWAN

PT. NEWINDO PRIMANIAGASATYA, yang beralamat JI. Kolonel

Sutarto 105 Surakarta, selanjutnya disebut sebagai

……….. Tergugat ;

Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri tersebut ; Setelah membaca surat-surat dalam perkara ini ;

(2)

m Direktori Putusan Mahkama

2

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

Setelah mendengar kedua belah pihak ; Setelah

mendengar keterangan saksi-saksi ;

TENTANG DUDUK PERKARANYA :

Menimbang, bahwa Penggugat telah mengajukan surat gugatan tertanggal 25 Nopember 2014 yang didaftarkan di kepaniteraan tertanggal 2 Desember 2014 dibawah No. Reg. 43/Pdt.Sus-PHI/ G/ PN. Smg, dengan mengemukakan alasan- alasan sebagai berikut :

• Bahwa Penggugat adalah pekerja pada Tergugat dengan masa kerja 11 (sebelas) tahun dan 10 (sepuluh) bulan mulai 2 Juli 2002 sampai dengan 12 Mei 2014 ;

• Bahwa adapun pekerjaan yang diperintahkan/diberikan Tergugat kepada Penggugat adalah pekerjaan yang bersifat terus menerus, tidak terputus- putus, tidak dibatasi waktu dan merupakan bagian pekerjaan pokok pada perusahaan, yaitu sebagai kepala mekanik ;

• Bahwa selama Penggugat bekerja pada Tergugat hak-hak yang diterima oleh Penggugat berupa upah yang diberikan satu kali dalam sebulan secara terus menerus yang yang dibayarkan secara langsung oleh Tergugat dengan pembayaran upah terakhir pada

bulan April 2014 yaitu sebesar Rp. 1. 145.000,- (satu juta, seratus empat puluh lima ribu rupiah).

• Bahwa dalam melaksanakan pekerjaan jam kerja Penggugat adalah mulai 08.30 sampai 16.30 setiap hari selama 6 hari seminggu, jadi terdapat kelebihan 2 jam perminggu namun tidak diperhitungkan lembur nya dan juga tidak disertai slip/catatan perincian gaji.

• Bahwa dalam melaksanakan pekerjaan penggugat berada di bawah pengawasan Tergugat sebagai berikut :

a. Pada Tahun 2002 sampai Tahun 2004, di bawah pengawasan

Tergugat pada kantor cabang Tergugat di Lojiwetan Surakarta dengan jabatan Kepala Mekanik ;

b. Pada Tahun 2004 sampai Tahun 2008, di bawah pengawasan Tergugat pada Kantor cabang Tergugat di Sroyo Jaten Karanganyar dengan jabatan Kepala

(3)

m Direktori Putusan Mahkama

3

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

c. Pada Tahun 2008 sampai Tahun 2009, di bawah pengawasan Tergugat pada kantor cabang Tergugat di Boyolali, dengan jabatan Kepala Mekanik ;

d. Pada 2009 sampai Tahun 2011, di bawah pengawasan Tergugat pada kantor cabang Tergugat di Tanjunganom Sukoharjo, dengan jabatan Kepala Mekanik.

e. Pada Tahun 2011 sampai Tahun 2012, di bawah pengawasan Tergugat pada kantor cabang Tergugat di Klaten, dengan jabatan Kepala Mekanik ;

f. Pada Tahun 2012 sampai Tahun 2014, di bawah pengawasan Tergugat pada kantor cabang Tergugat di Tanjunganom Sukoharjo, dengan jabatan Kepala Mekanik ;

Di mana dalam pergantian tempat kerja Penggugat tersebut, masa kerja Penggugat tidak pernah terputus, akan tetapi berlanjut secara terus menerus.

• Bahwa awal permasalahannya adalah penggugat dimutasi ke cabang

Klaten kembali per tanggal

1 Mei 2014 dengan jabatan sebagai Kepala Mekanik dan tidak diberi

fasilitas tambahan, dan kemudian penggugat menolak atas mutasi tersebut karena jarak antara tempat tinggal penggugat sekarang di desa Ngijo Kec.

Tasikmadu kab. Karanganyar dengan jarak mutasi ke Klaten sangat jauh, kurang lebih 60Km. Disamping itu jika di lanjau maka akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan dan keluarga ;

• Bahwa dalam undang-undang No. 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh Ps. 28 ayat 1 yang menyatakan bahwa pengurus/anggota tidak diperkenankan untuk di mutasi atau di halang-halangi dalam menjalankan kegiatan organisasi, tetapi

tergugat melakukan mutasi karyawan Sdr. Dwi Anto yang menjabat sebagai sekretaris PSP SPN PT.Newindo Primaniagastya jl. Kol. Sutarto No 5 Jebres Surakarta ke cabang Klaten tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu sehingga bisa mengakibatkan terganggunya kegiatan organisasi Serikat Pekerja di perusahaan ;

• Bahwa terkait dengan permasalahan mutasi tersebut, hubungan kerja antara penggugat dengan tergugat kurang harmonis maka atas permintaan Penggugat lebih baik di putus hubungan kerja (PHK) dengan diberikan hak- hak nya sesuai ketentuan perundang-

(4)

m Direktori Putusan Mahkama

4

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

undangan yang berlaku yaitu dengan diberikan uang pesangon, uang

penghargaan masa kerja, penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ;

• Bahwa dalam menyelesaikan persoalan mutasi sdr. Dwi Anto dari cabang Tanjunganom Sukoharjo ke cabang Klaten, tanggal 6 Mei dan

12 Mei 2014 Tergugat tidak hadir tetapi diwakilkan kepada sdr.

Bambang Widjajanto selaku HRD ;

• Bahwa tergugat memutasikan kayawan atas nama penggugat ke cabang Klaten dikarenakan sangat dibutuhkan tenaga nya sebagai Kepala Mekanik ;

• Bahwa tergugat selaku pengusaha memutasikan karyawan adalah hak wewenang nya dan karena nya tidak memberikan fasilitas tambahan apapun kepada tergugat yang selaku karyawan/pekerja ;

• Bahwa oleh karena tindakan Tergugat melakukan mutasi terhadap

Penggugat secara sepihak dengan alasan yang tidak masuk akal dan diskriminatif karena tidak didasarkan musyawarah juga tidak memberikan fasilitas tambahan maka tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai suatu tindakan menghalangi kegiatan organisasi serikat pekerja yang bertentangan dengan UndangUndang No.21 tahun 2000 tentang serikat pekerja/serikat buruh pasal 28 ayat 1.

• Bahwa oleh karena upaya penyelesaian secara bipartit gagal membuat persetujuan bersama, maka Penggugat menempuh upaya mediasi di Dinas Tenaga dan Transmigrasi Kota Surakarta, akan tetapi tidak tercapai kesepakatan antara Penggugat dan Tergugat.

Oleh karenanya Mediator pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta mengeluarkan Surat Nomor 568/1768 perihal anjuran tanggal 23 Mei 2014 yang menganjurkan

a. Agar tergugat PT Newindo Primaniagasatya yang beralamat di jl. Kol. Sutarto 105 Jebres Surakarta untuk memutus hubungan kerja dengan Dwi Anto yang beralamat di Kedunglumbu Rt. 03 Rw. 06 Pasarkliwon Surakarta dengan memberikan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan pengganti hak sebagai berikut :

Uang Pesangon : 9x Rp 1.145.000,- = Rp.

10.305.000,-

(5)

m Direktori Putusan Mahkama

5

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

Uang Penghargaan masa kerja : 4 x Rp 1.145.000,- = Rp.

4.580.000,-

Penggantian hak perumahan/pengobatan 15 % = Rp.

2.232.750,-

Jumlah Rp. 17.117,750,-

(tujuh belas juta seratus tujuh betas ribu tujuh ratus lima puluh rupiah).

ditambah dengan upah selama proses penyelesaian.

b. Agar masing-masing pihak memberikan jawaban atas anjuran selambat- lambatnya dalam jangka waktu sepuluh hari setelah diterimanya anjuran ini.

• Bahwa terhadap Surat Mediator hubungan industrial Nomor : 568/1768 perihal Anjuran tanggal 23 Mei 2014, Penggugat melalui kuasanya dengan Surat Nomor : 011/PSP-SPN/IND/VI/2014 perihal Tanggapan Atas Anjuran tanggal 23 Mei 2014 menyatakan

menerima isi anjuran tersebut. Namun, Tergugat tidak memberikan jawaban dan sama sekali tidak menanggapi anjuran tersebut sampai saat sekarang ini.

• Bahwa oleh karena berbagai upaya yang ditempuh Penggugat sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Ketenagakerjaan yaitu upaya penyelesaian melalui perundingan bipartit dan mediasi tidak tercapai kesepakatan, maka sesuai dengan ketentuan perundang- undangan, untuk mempertahankan hak dan kepentingan Penggugat patut dan layak menurut hukum untuk mengajukan gugatan ini ke Pengadilan Hubungan Industrial Pada Pengadilan Negeri Semarang guns memberikan kepastian hukum pada Penggugat.

• Bahwa berdasarkan dalil-dalil tersebut di atas telah jelas bahwa tindakan Tergugat yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja secara sepihak bukan karena adanya kesalahan yang dilakukan Tergugat, melainkan karena penolakan Tergugat untuk

mempekerjakan / memberi pekerjaan kepada Penggugat dengan alasan yang tidak masuk akal dan diskriminatif karena tidak didasarkan musyawarah juga tidak memberikan fasilitas tambahan namun malah tidak memperbolehkan penggugat untuk bekerja kembali sejak sidang mediasi tanggal 12 Mel 2014, di mana hal

(6)

m Direktori Putusan Mahkama

6

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

tersebut telah menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi Penggugat yakni kehilangan pekerjaan yang berarti kehilangan penghasilan. Oleh karena itu adalah pantas dan layak menurut hukum, jika Pengadilan Hubungan Industrial menghukum Tergugat untuk membayar uang pesangon dua kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), Uang Penghargaan masa Keda sesuai dengan ketentuan Pasal 156 ayat (3), dan Uang Pengganti Hak sesuai dengan Pasal 156 ayat (4) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan kepada Penggugat dengan perincian sebagai berikut :

Uang Pesangon : 2 x 9 x Rp 1.145.000,- = Rp.

20.610.000,-

Uang Penghargaan masa kerja : 4 x Rp 1.145.000,- = Rp.

4.580.000,-

Penggantian hak perumahan/pengobatan 15 % = Rp.

3.778.500,-

Jumlah Rp. 28.968,500,-

(dua puluh delapan juta sembilan ratus enam puluh delapan ribu lima ratus rupiah)

• Bahwa oleh karena tindakan Tergugat tidak mau menanggapi anjuran Dinsosnakertrans kota Surakarta untuk memutus hubungan kerja dengan memberikan hak-hak nya Penggugat adalah suatu tindakan yang bertentangan dengan Undang-Undang

Ketenagakerjaan maka patut dan layak menurut hukum jika Pengadilan Hubungan Industrial memerintahkan Tergugat membayar upah selama proses penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial ini terhitung sejak bulan Mei 2014 sampai dengan berakhirnya proses peradilan ini, dengan asumsi gaji terakhir penggugat sebesar Rp 1.145.000,- (Satu juta seratus empat puluh lima ribu rupiah) per bulan.

• Bahwa oleh karena khawatir setelah perkara ini diputus Tergugat tetap tidak bersedia atau lalai melaksanakan putusan tersebut oleh karenanya patut dan layak menurut hukum apabila Tergugat dihukum untuk membayar uang paksa (dwangsong) kepada Penggugat sebesar Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) untuk setiap hari secara tunai dan sekaligus terhitung sejak putusan perkara ini berkekuatan hukum tetap sampai Tergugat

(7)

m Direktori Putusan Mahkama

7

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

melaksanakan Putusan Perkara ini dengan baik, seketika dan sempurna.

• Berdasarkan dalil-dalil tersebut di atas, mohon kepada Pengadilan Hubungan Industrial Pada Pengadilan Negeri Semarang c.q Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini agar memeriksa dan memberikan putusan sebagai berikut :

PRIMAIR :

• Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;

• Menyatakan dan menetapkan untuk memutus hubungan kerja antara dan Penggugat dan Tergugat dengan penerimaan hak-hak nya;

• Menghukum dan mewajibkan Tergugat untuk membayar uang

pesangon dua kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), Uang Penghargaan masa Kerja sesuai dengan ketentuan Pasal 156 ayat (3), dan Uang Pengganti Hak sesuai dengan Pasal 156 ayat (4) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan kepada Penggugat dengan perincian sebagai berikut :

Uang Pesangon : 2 x 9 x Rp 1.145.000,- = Rp.

20.610.000,-

Uang Penghargaan masa kerja : 4 x Rp 1.145.000,- = Rp.

4.580.000,-

Penggantian hak perumahan/pengobatan 15 % = Rp.

3.778.500,-

Jumlah Rp. 28.968,500,-

(dua puluh delapan juta sembilan ratus enam puluh delapan ribu lima ratus rupiah).

• Mewajibkan dan menghukum Tergugat untuk membayar seluruh upah selama proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial terhitung mulai bulan Mei 2014 sampai dengan proses beracara yang menghasilkan kekuatan hukum tetap dengan asumsi gaji

perbulan

Rp. 1.145.000 dikalikan lamanya proses peradilan.

• Mewajibkan Tergugat untuk membayar uang lembur penggugat sejak bulan Desember 2012 sampai bulan April 2014, karena penggugat telah dipekerjakan oleh tergugat dari jam 08.30 sampai

(8)

m Direktori Putusan Mahkama

8

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

jam 16.30 selama 6 hari kerja. Jadi setiap minggu terdapat kelebihan jam sebanyak 2 jam per minggu dan mohon rincian perhitungan lembur nya oleh tergugat dikarenakan selama bekerja penggugat tidak menerima slip/catatan perincian gaji.

• Menghukum Tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsong) kepada

Penggugat sebesar

Rp. 50.000,- (lima puluh ribu rupiah) untuk setiap hari secara tunai

dan sekaligus terhitung sejak putusan perkara ini berkekuatan hukum tetap sampai Tergugat melaksanakan Putusan Perkara ini dengan baik, seketika dan sempurna;

• Menghukum Tergugat untuk menanggung biaya yang timbul dalam perkara ini.

SUBSIDAIR :

Apabila Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Semarang berpendapat lain, maka kami mohon putusan yang seadil- adilnya.

Menimbang, bahwa pada hari sidang yang telah ditentukan hadir Penggugat diwakili Kuasa Hukumnya, sedangkan dari pihak Tergugat juga telah hadir diwakili oleh Kuasanya Advokat H. SUTIYONO, SH dan H. HARYONO, SH., Kesemuanya adalah advokat, yang berkedudukan di Jl. Blimbing Raya No. 13, Rt. 11 Rw. 02 Kel. Srondol Wetan, Kec. Banyumanik, Kota Semarang berdasarkan surat kuasa khusus tertanggal 15 Januari 2015 ;

Menimbang, bahwa Majelis Hakim sebelum persidangan di mulai telah mengusahakan perdamaian pada para pihak, akan tetapi kemudian para pihak bersikeras untuk melanjutkan persidangan, maka pemeriksaan dilanjutkan dengan pembacaan gugatan yang atas pertanyaan Hakim Ketua, Penggugat menyatakan tetap pada gugatannya;

Menimbang, bahwa atas gugatan Penggugat tersebut Tergugat mengajukan jawabannya tertanggal 22 Januari 2015 yang pada pokoknya sebagai berikut :

1. Bahwa Penggugat adalah Pekerja pada Tergugat sejak tanggal 2 Juli 2002 dan dipekerjakan sebagai kepala bagian Mekanik;

(9)

m Direktori Putusan Mahkama

9

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

2. Bahwa jam kerja bagi Pekerja Perusahaan PT Newindo

Primaniagasatya saat ini sudah sesuai dengan Peraturan Perusahaan;

3. Bahwa selama melaksanakan pekerjaan, Penggugat berada dibawah pengawasan Tergugat dan ditempatkan Cabang- cabang sesuai kebutuhan Perusahaan ;

4. Bahwa sejak Penggugat dimutasi oleh Tergugat, Penggugat tidak pernah melaksanakan tugas, justru tanpa seijin/ sepengetahuan Tergugat, Penggugat sudah bekerja di lain tempat.

Sesuai Peraturan Perusahaan pasal 20 tentang Mutasi, ditentukan bahwa : 1. Perusahaan dapat memutasikan karyawan dari bagian satu ke bagian yang

lain baik dalam 1 (satu) unit kerja maupun ke Cabang yang lain ;

2. Karyawan tidak berhak menolak untuk dimutasikan, sepanjang masih ada relevansinya ;

3. Karyawan yang menolak dimutasikan diartikan sebagai Pengunduran diri sebagai karyawan ;

1. Bahwa Mutasi pekerja adalah Hak Tergugat, sesuai bunyi pasal

20 ayat 2 Peraturan Perusahaan yang telah disahkan oleh Kepala Dines Sosial Tenaga kerja &Transmigrasi Kota Surakarta Nomor : 568/0134/2013;

2. Bahwa dalam Undang-Undang Serikat Pekerja/ Serikat Buruh tidak ada larangan Mutasi dari Perusahaan terhadap Karyawan yang kebetulan menjabat sebagai Pengurus SPN. Pasal 28 ayat 1 UU No. 21 th 2000 ttg Serikat Pekerja;

3. Bahwa Tergugat memutasikan, Penggugat ke Cabang klaten dikarenakan sangat dibutuhkan tenaganya sebagai kepala mekanik dan merupakan kebutuhan yang sangat mendesak ;

4. Bahwa sejak dimutasikan, Penggugat tidak pernah melaksanakan Tugas, sehingga Penggugat dapat dikategorikan tidak mempunyai etiket baik terhadap perusahaan;

(10)

m Direktori Putusan Mahkama

10

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

Bahkan dapat merugikan kepentingan Perusahaan, baik kerugian materi maupun non materi;

5. Bahwa Tergugat tidak pernah ada niatan sedikitpun untuk menghalang- halangi kegiatan Pengurus SN di Perusahaan ;

6. Bahwa tidak ada niatan Perusahaan untuk mem- PHK kan Penggugat ; Mohon kepada Yang Mulia Majelis Hakim untuk Menolak seluruh Gugatan Penggugat. Apabila Yang Mulia Majelis Hakim berpendapat lain, maka kami mohon Putusan yang seadil- adilnya.

Menimbang, bahwa selanjutnya pada persidangan yang ditentukan Penggugat menyampaikan Replik tertanggal 20 Januari 2015, dan pada persidangan berikutnya Tergugat juga menyampaikan Dupliknya tertanggal 26 Januari 2015;

Menimbang, bahwa setelah selesai acara jawab-jinawab, persidangan dilanjutkan dengan pemeriksaan alat bukti surat dan pemeriksaan saksi-saksi;

Menimbang, bahwa untuk mempertahankan dan membuktikan dalil- dalil gugatan, Penggugat mengajukan bukti surat berupa fotocopi, sebagai berikut dibawah ini :

1. Fotocopy Surat Keputusan DPC SPN Kota Surakarta No. Kep. 003/

DPCSPN/SK/111/2014 tertanggal 11 Maret 2014, ditandai bukti P-1 ; 2. Fotocopy Rekening Bank atas nama Dwi Anto, ditandai bukti P-2 ; 3. Fotocopy Absensi, ditandai bukti P-3 ;

4. Fotocopy Anjuran No. 567/1768 dari Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta kepada Sdr. Dwi Anto, ditandai bukti P-4 ;

Bahwa surat bukti tersebut telah bermeterai cukup dan telah disesuaikan dengan aslinya ternyata sesuai dengan aslinya, sehingga dapat dijadikan alat bukti yang sah;

Menimbang, bahwa demikian pula Tergugat telah mengajukan bukti surat sebagai berikut:

1. Fotocopy Surat Keputusan No. I /HRD/IMO/IV/2014 tertanggal 28 April 2014 (diberi tanda T-1);

2. Fotocopy Peraturan Perusahaan PT. NEWINDO PRIMANIAGASATYA (diberi tanda T-2);

(11)

m Direktori Putusan Mahkama

11

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

3. Fotocoy Turunan Akta Pernyataan Keputusan Rapat Umum Pemegang

Sahara Luar Biasa dari Kantor Notaris Sunarto, SH. (diberi tanda T-3);

Bahwa surat bukti tersebut telah bermeterai cukup dan telah disesuaikan dengan aslinya ternyata sesuai dengan aslinya, kecuali T-3 berupa fotocopy dari fotocopy, sehingga dapat dijadikan alat bukti yang sah;

Menimbang, bahwa di persidangan Penggugat telah mengajukan 4 (empat) orang saksi yang telah disumpah yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut :

1. Saksi JOKO SUBAGYO :

• Bahwa ada masalah di Newindo yaitu perselisihan antara Penggugat dan Tergugat dan mengadu ke Disnaker ;

• Bahwa setelah ada Risalah Bipartit, pihak Disnaker memanggil kedua belah pihak untuk dimintai keterangan ;

• Bahwa Penggugat dimutasi dari Solo ke Klaten, tapi tidak mau/

menolak karena jarak yang jauh dan tidak ada fasilitas apapun ;

• Bahwa setelah Penggugat menolak, dan Penggugat dan Tergugat beda pendapat maka mediator mengeluarkan Anjuran ;

• Bahwa Penggugat mau di PHK saja daripada dimutasi tanpa mendapat apa-apa ;

• Bahwa Penggugat belum pernah mendapat surat pernyataan ;

• Bahwa Tergugat/ Pengusaha juga menolak permintaan Penggugat, Pengusaha/ Tergugat tidak mau lakukan PHK terhadap Penggugat ;

• Bahwa mediator sudah mengupayakan perdamaian dan tanggapan masing-masing pihak yaitu : Penggugat menerima dan Tergugat menolak ;

• Bahwa setahu saksi, hubungan kerja Penggugat dan Tergugat sudah tidak harmonis dan tidak ada tawar-menawar dari perusahaan terhadap pekerja / Penggugat ;

1. Saksi GLORIA REGINA PUTRI PALTOLA :

• Bahwa saksi dulu pernah bekerja pada Tergugat sejak tahun 15 Desember 2013 sampai dengan 2014 ;

(12)

m Direktori Putusan Mahkama

12

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

• Bahwa saksi tidak kenal dengan Penggugat karena pada tanggal 28 April 2014 dimutasi ;

• Bahwa tepat tanggal 1 Mei 2014 ada mutasi, tapi tanpa perundingan ;

• Bahwa PT. Newindo punya cabang di Palur, Boyolali, Jebres dan Tanjung Anom ;

• Bahwa selain Dwi dan Tri juga ada 2 rekan lain yang dimutasi ;

• Bahwa mutasi / rolling ada suratnya tetapi tidak melalui musyawarah / perundingan terlebih dahulu ;

• Bahwa setahu saksi Penggugat keberatan dirolling karena jarak antara rumah Penggugat ke Klaten terlalu jauh ;

• Bahwa Tergugat tidak memberi tunjangan transportasi dan hal ini juga dialami saksi yaitu di rolling tanpa ada uang transport ;

• Bahwa saksi keluar bekerja tahun 2014 an sempat bertemu

dengan Tri yang juga tidak mendapat tunjangan transportasi dan tidak ada tunjangan apapun ;

• Bahwa Tri pernah curhat masalah tersebut pada saksi ;

• Bahwa Sdr Dwi adalah mekanik sedangkan Tri adalah serabutan ;

• Bahwa setahu Tergugat diinfo orang-orang dan Tergugat bilang, “kalau para pekerja tidak mau di rolling / dimutasi ya silahkan keluar”;

• Bahwa yang bilang seperti itu adalah Manager PT ;

• Bahwa saksi awal bergabung dengan melamar melalui pengumuman di Disnakertrans Solo ;

• Bahwa awalnya saksi ditempatkan di ke Jebres lalu di rolling ke Loji Wetan ;

• Bahwa kerja di Tergugat tanpa perjanjian dan hanya lisan saja ;

• Bahwa banyak pekerja yang mundur karena rolling dan rolling sering terjadi ;

• Bahwa setelah ada surat mutasi, Sdr Dwi masih masuk kerja tapi tetap di Tanjung Anom sekitar 1-2 minggu ;

• Bahwa saksi tidak tahu mengapa sampai sdr Dwi kemudian berhenti bekerja / tidak masuk kerja lagi ;

(13)

m Direktori Putusan Mahkama

13

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

• Bahwa saksi tidak tahu, apakah Tergugat yang melarang sdr Dwi untuk

datang ke Tanjung Anom ;

1. Saksi FX. ENDAH SUMAMBANG :

• Bahwa saksi adalah Pengurus SPN DPD pada bulan April 2014 ;

• Bahwa pada pertemuan Bipartit, saksi mewakili hadir sebagai anggota dan Penggugat pada waktu itu juga hadir ;

• Bahwa pada waktu Bipartit, Penggugat sempat ditegur dari perusahaan, katanya : “masih karyawan saja koq sudah ikut- ikutan disini mewakili SPN”;

• Bahwa Penggugat pada waktu itu sebagai Sekretaris ;

• Bahwa Sdr Dwi Anto sebelumnya seperti dalam gugatan sudah pernah dimutasi 6x dimulai sejak tahun 2002 ;

• Bahwa saksi tidak tahu kalau Dwi Anto sering meninggalkan kantor untuk ikut rapat SPN ;

• Bahwa saksi tidak dimutasi ;

• Bahwa selama terbentuk SPN tanggal 5 Maret, Penggugat aktif mengurus SPN ke kantor cabang tetapi saksi tidak tahu berapa kali ;

• Bahwa saksi tahu kalau peraturan perusahaan dan saksi pernah membacanya ;

• Bahwa bagi karyawan yang menolak dimutasi dianggap mengundurkan diri ;

2. Saksi RIYADI SARWONDO :

• Bahwa saksi sebagai Kepala Indomotor Loji Wetan ;

• Bahwa saksi masih sebagai karyawan tetap di PT Newindo dan juga sebagai Ketua DPD SPN tidak dapat berkomunikasi dengan Pimpinan PT. Newindo ;

• Bahwa komunikasi saksi dengan pimpinan dihentikan sejak saksi menjadi Pengurus DPD SPN ;

(14)

m Direktori Putusan Mahkama

14

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

Bahwa saksi tidak pernah diajak ikut meeting karena saksi

memang tidak pernah diajak dan hal ini belum pernah ditanyakan saksi pada pimpinan ;

• Bahwa saksi tidak mengetahui mengenai kejadian di Tanjung Anom ;

• Bahwa ada pengurus lain yang keluar yaitu Subur, Dwianto, Riyadi dan Bambang ;

• Bahwa yang menjadi tuntutan dari pekerja adalah : 1. THR, 2.

Perbaikan Jam Kerja dan 3. Gaji untuk beberapa orang yang tidak standarisasi UMK dan disampaikan ke Disnakertrans ;

• Bahwa masalah mutasi karena minim tenaga service jadi ditunjuk Dwi Anto yang bagus dalam service ke Klaten karena di Klaten spare part bagus tapi minim service ;

• Bahwa sebelum pembentukan SPN tanggal 4 Maret 2014 ada meeting antar kepala cabang mau dibentuk BKP tapi belum terbentuk ;

• Bahwa pada tanggal 8 Maret 2014 jam 10.45 saksi dikabari untuk datang ke Palur, diajak ngobrol, ada Pak Alex sebagai Direktur dan mertua ;

• Bahwa saksi diintimidasi, katanya : kamu yang bikin onar dan sambil menunjuk gambar polisi Sutarman ;

• Bahwa hal ini sudah disampaikan lewat Dwi Anto lewat perusahaan ;

• Bahwa saksi mulai memperjuangkan hak-hak pekerja sebagai Ketua SPN keadaan perusahaan masih baik- baik saja ;

Menimbang, bahwa di persidangan Tergugat mengajukan 2 (dua) orang saksi yang telah disumpah yang pada pokoknya menerangkan sebagai berikut:

1. Saksi SUPIYANTO :

• Bahwa saksi adalah kepala cabang ditempat Penggugat bekerja ;

• Bahwa betul Penggugat adalah Sekretaris SPN ;

(15)

m Direktori Putusan Mahkama

15

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

• Bahwa Penggugat masuk kerja di Tanjung Anom sekitar 5 tahun ;

• Bahwa Penggugat mulai bekerja sekitar 15 tahun lamanya ;

• Bahwa karyawan saksi rata-rata sudah pegawai lama ;

• Bahwa kapan di bentuk SPN, saksi tidak tahu ;

• Bahwa Penggugat pernah meminta ijin ke Disnakertrans sejak pembentukan SPN sekitar 2-3 kali ;

• Bahwa Penggugat orangnya baik ;

• Bahwa Penggugat bagus di service tetapi lemah di spare part ;

• Bahwa dari perusahaan (managemen) memberi solusi karena di Klaten bagus spare part tapi kurang diservice makanya dimutasi ;

• Bahwa ada meeting tiap bulan dengan kantor cabang lain tetapi tidak pernah membahas tentang SPN ;

• Bahwa pada meeting tidak pernah membahas mengenai mutasi karena meeting membahas tentang penjualan ;

• Bahwa saksi tahu ada Peraturan Perusahaan sekitar 5 tahunan ;

• Bahwa terkait dengan SPN, selain Dwi Anto sebagai pengurus ada pekerja lain yang juga sebagai pengurus yaitu Pak Wondo ;

• Bahwa tugas saksi adalah membenahi spare part ;

• Bahwa setelah di mutasi ke Klaten, Penggugat tidak melaksanakan tugas tetapi Penggugat masih datang ke tempat kerja yang lama, setelah absen langsung pulang ;

• Bahwa saksi membantah bukti absen dari Penggugat karena di perusahaan tidak absen tertulis melainkan absen jempol ;

2. Saksi BAMBANG WIDJAJANTO :

• Bahwa peraturan perusahaan dibuat setelah saksi menjadi HRD ;

• Bahwa saksi tidak tahu mengenai serikat pekerja karena belum diangkat menjadi HRD ;

• Bahwa sewaktu saksi diangkat sebagai HRD tidak ada SK tetapi ditunjuk secara lisan ;

• Bahwa pernah mengeluarkan SK atas perintah manageman (direktur dan operasional manager);

• Bahwa saksi tidak mengurus tentang gaji ;

(16)

m Direktori Putusan Mahkama

16

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

• Bahwa dasar membayar gaji adalah berdasarkan absensi ;

• Bahwa saksi yang menyerahkan surat mutasi Penggugat ;

• Bahwa dasar membuat mutasi tersebut adalah dari manajemen ada kebijaksanaan kalau relative Dwi Anto kurang di spare part ;

• Bahwa pernah ada pembicaraan antara Penggugat ke HRD jika tidak ingin pindah ke Klaten;

• Bahwa Penggugat keberatan dipindah karena faktor kesehatab, jarak yang jauh ;

• Bahwa hal tersebut diberi masukan / solusi dari saksi yaitu mau

memberi tambahan ongkos / tambahan inventaris motor tetapi Penggugat bilang tidak mau, dan dari pihak perusahaan tidak ada tanggapan apa-apa

;

• Bahwa saksi tahu kalau Penggugat adalah Pengurus SPN ;

• Bahwa tidak ada pertimbangan dari perusahaan untuk memutasi Penggugat karena dia sebagai Pengurus SPN ;

• Bahwa saksi tidak tahu berapa besar gaji Penggugat ;

Menimbang, bahwa dipersidangan Penggugat mengajukan kesimpulan tertanggal 30 Januari 2015 sedangkan Tergugat mengajukan kesimpulan tertanggal 2 Pebruari 2015 ;

Menimbang, bahwa untuk singkatnya segala sesuatu yang terjadi dalam persidangan yang tercatat dalam berita acara sidang seluruhnya dianggap termasuk putusan ini ;

Menimbang, bahwa akhirnya para pihak tidak mengajukan apa-apa lagi dalam persidangan, dan mohon putusan;

TENTANG HUKUMNYA

DALAM POKOK PERKARA

Menimbang, bahwa isi dan maksud gugatan Penggugat adalah sebagai mana

(17)

m Direktori Putusan Mahkama

17

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

surat yang ditandai P-1 sampai dengan P-4 yang telah dicocokkan dan sesuai dengan aslinya serta materai cukup sehingga bisa dipakai sebagai alat bukti, serta 4 (empat) orang saksi yang memberikan keterangannya dibawah sumpah, sedangkan untuk menguatkan dalil-dalil sangkalannya Tergugat mengajukan bukti tertulis berupa fotocopi surat- surat yang ditandai dengan T-1 s/d T-3, dan kesemua bukti- bukti tersebut akan dipertimbangkan di bawah ini ;

Menimbang bahwa Tergugat mengajukan 2 orang saksi ; Menimbang, bahwa pokok permasalahan dalam perkara ini adalah

Penggugat mendalilkan:

1. Telah dimutasi ke cabang Klaten per tanggal 1 Mei 2014 yang jaraknya cukup jauh kurang lebih

60 km yang akan berpengaruh terhadap kesehatan, sehingga Penggugat menolak mutasi tersebut;

2. Bahwa Penggugat adalah pengurus serikat pekerja yaitu sebagai sekretaris PSP SPN PT. Newindo Primaniagasatya, karena mutasi tersebut bertentangan sesuai UU No. 21 tahun 2000 pasal 28 ayat 1 dan tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu, maka mutasi tersebut ditolak oleh Penggugat ;

3. Karena hubungan antara Tergugat dengan Penggugat sudah tidak harmonis lagi yang disebakan posisi Penggugat sebagai pengurus SP, maka Penggugat mohon PHK dan diberikan hak- haknya.

Menimbang, bahwa terhadap hal tersebut di atas Tergugat memberikan tanggapan atau sangkalan, yang pada pokoknya sebagai berikut :

1. Bahwa mutasi yang dilakukan Tergugat terhadap Penggugat adalah sudah sesuai dengan peraturan perusahaan pasal 20 ;

2. Bahwa karena Penggugat telah menolak mutasi maka diartikan sebagai pengunduran diri (sesuai dengan jawaban Tergugat no. 4 );

Menimbang, bahwa dari permasalahan pokok tersebut majelis akan mempertimbangkan berdasarkan bukti – bukti yang diajukan di persidangan;

Menimbang, bahwa dari hasil jawab-jinawab dan bukti- bukti tertulis yang diajukan Penggugat dan Tergugat, maupun keterangan saksi dari

(18)

m Direktori Putusan Mahkama

18

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

Penggugat, maka diperoleh keadaan yang diakui atau setidak – tidaknya tidak dibantah oleh kedua belah pihak sehingga menjadi fakta – fakta hukum, yaitu :

• Penggugat adalah karyawan dari Tergugat sejak 2 Juli 2002 ;

• Penggugat adalah pengurus / Sekretaris PSP SPN PT. Newindo Primaniagasatya/ Tergugat;

• Tergugat telah memutasi Penggugat ke Klaten pada tanggal 1 Mei

2014 dengan jabatan tetap dan Penggugat menolak upah

Penggugat terakhir adalah sebesar

Rp. 1.145.000,- ;

Menimbang, bahwa dari permasalahan pokok tersebut Majelis akan mempertimbangkan berdasarkan bukti-bukti surat dan keterangan saksi- saksi yang diajukan di muka persidangan;

Menimbang, bahwa sesuai dengan dalil gugatan Penggugat, permasalahan perkara a quo adalah diawali dengan Penggugat menjadi pengurus SP per tanggal 11 Maret 2014, kemudian Tergugat telah mengeluarkan surat mutasi tertanggal 28 April 2014 yang isinya memutasi Penggugat ke Klaten pertanggal 1 Mei 2014 ;

Menimbang, bahwa dari keterangan saksi yang diajukan oleh Penggugat yaitu saksi

1. Joko Subagyo 2. Gloria Regina 3. Riyadi Sarwondo 4. Fx. Endah Sumambang

didapati beberapa keterangan yang identik satu dan keterangan lainnya yang pada pokoknya adalah sebagai berikut :

1. Bahwa benar Penggugat adalah karyawan Tergugat sejak 2 Juli 2002 ;

2. Bahwa benar Penggugat telah di mutasi ke Klaten oleh Tergugat sejak 1 Mei 2014 ;

3. Bahwa benar Penggugat telah menolak mutasi karena alasan kesehatan dan karena Penggugat adalah sebagai pengurus SP ;

4. Bahwa benar sejak dimutasi Penggugat tetap masuk kerja di tempat lama ;

(19)

m Direktori Putusan Mahkama

19

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

5. Bahwa benar meskipun Penggugat masuk kerja akan tetapi oleh Tergugat dianggap, tidak berangkat karena menurut Tergugat seharusnya Penggugat berangkat kerja di Klaten ;

6. Bahwa benar di perusahaan Tergugat mempunyai Peraturan Perusahaan yang disahkan dan berlaku di wilayah Surakarta ;

Menimbang, bahwa selanjutnya majelis akan mempertimbangkan apakah dalil Penggugat mengenai alasan menolak mutasi ke cabang Klaten per tanggal 1 Mei 2014 karena jaraknya cukup jauh kurang lebih 60 km yang akan berpengaruh terhadap kesehatan, sehingga Penggugat menolak mutasi tersebut ;

Menimbang, bahwa dari keterangan saksi yang diajukan Penggugat memang Penggugat pernah mengeluhkan kalau iarak jauh akan menggangu kesehatannya ;

Menimbang bahwa alasan menolak yang diajukan oleh Penggugat juga terkait dengan posisi Penggugat adalah pengurus serikat pekerja yaitu sebagai sekretaris PSP SPN PT. Newindo Primaniagasatya, karena mutasi tersebut bertentangan sesuai UU No. 21 tahun 2000 pasal 28 ayat I dan tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu, maka mutasi tersebut ditolak oleh Penggugat, terhadap dalil ini majelis akan mempertimangkan apakah benar mutasi yang ditolak

yang oleh Penggugat adalah karena terkait dengan jabatannya sebagai pengurus SP;

Menimbang bahwa sesuai dengan keterangan saksi yang bernama Riyadi Sarwondo yang pada saat ini sebagai Kepala Cabang dan juga sebagai ketua PSP SPN dan saksi Fx. Endah Sumambang mengatakan bahwa sejak dibentuknya PSP SPN di PT. Newindo Primaniagasatya, selama sekitar 2-3 minggu ada beberapa kejadian yaitu :

• Dari anggota SPN sebanyak sekitar 53 orang ada 18 karyawan yang keluar atau di PHK selama kurun waktu sekitar 2-3 minggu ;

• Ada satu karyawan yang bernama Subur setelah dipanggil Pimpinan langsung mengundurkan diri;

• Kepala cabang sejak menjadi Ketua PSP SPN tidak pernah dilibatkan dalam meeting di perusahaan ;

• Pernyataan dari mertua Tergugat yang menyatakan " saya tidak setuju ada SPN di PT. Newindo Primaniagasatya“ ;

(20)

m Direktori Putusan Mahkama

20

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

Dari hal-hal tersebut diatas majelis berpendapat bahwa mutasi yang dilakukan oleh Tergugat adalah sudah termasuk upaya menghalang- halangi Penggugat untuk kegiatan SP, sehingga sesuai dengan UU No. 21 tahun 2000 pasal 28 ayat 1 huruf a, hal ini sudah merupakan suatu tindak pidana ;

Menimbang, bahwa terlepas dari adanya hubungan pemutusan Penggugat oleh Tergugat ada kaitannya dengan Penggugat selaku Pengurus SP yang merupakan tindak pidana, menjadi pertanyaan adalah apakah persidangan ini dapat mempertimbangkan hubungan industrial (hubungan kerja) antara Penggugat dan Tergugat ;

Menimbang, bahwa Penggugat di satu sisi menurut pandangan Majelis tidaklah tepat dimutasi karena berhubungan dengan aktifitas Penggugat dalam kepengurusan di SP, namun di sisi lain Penggugat memohon agar hubungan industrial (hubungan kerja) dinyatakan sebagai PHK dengan hak pesangon, dimana Tergugat memandang hal ini sebagai pengunduran diri ;

Menimbang, bahwa dari jawab-menjawab antara Penggugat dan Tergugat sepertinya tidak menginginkan lagi hubungan industrial (hubungan kerja) berlanjut ;

Menimbang, bahwa dari fakta hukum di persidangan dimana Tergugat memutasi Penggugat sehubungan dengan adanya kegiatan Penggugat dalam SP, maka Majelis memandang adanya suatu perbuatan dari Tergugat yang melawan/

melanggar hukum hubungan industrial (hubungan kerja) berlanjut, maka Majelis berpandangan adalah patut hubungan kerja (industrial) ini dinyatakan putusan dengan hak-hak pesangon ;

Menimbang, bahwa dalam hal karyawan dapat memohon dapat dilakukan PHK akibat perbuatan dari pengusaha (Tergugat), diatur dalam pasal 169 UU No. 13 Tahun 2003 ;

Menimbang, bahwa oleh karena perbuatan melawan hukum (berupa mutasi), yang dilakukan oleh Pengusaha (Tergugat) sehubungan dengan jabatan Penggugat sebagai pengurus SP, tidak diatur dalam pasal 169 UU No. 13 Tahun 2003, maka Majelis menggunakan pasal 169 yang hal ini dapat dilihat dari tidak adanya upaya Tergugat melakukan pemanggilan

(21)

m Direktori Putusan Mahkama

21

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

secara patut dan sah dua kali (pasal 168 UU No. 13 Tahun 2003) UU No. 13 Tahun 2003, untuk besaran pesangonnya, dengan rincian sebagai berikut :

1. Uang Pesangon

= 2 x 9 x Rp. 1.145.000,- = Rp.

20.601.000,-

2. Uang Penghargaan Masa Kerja

5 x Rp. 1.145.000.,- = Rp.

5.725.000,-

3. Uang Penggantian Hak, Penggantian Perumahan, =

Rp. 26.335.000,-

Pengobatan dan Perawatan

= 15% x Rp 26.335.000 = Rp.

3.950.250,-

Jumlah Total = Rp.

30.285.525,-

Menimbang, bahwa karena perundingan mengenai PHK ini tidak mengasilkan persetujuan sesuai dengan ketentuan seperti diatur dalam pasal 151 ayat (3) UU No.

13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, maka untuk memberikan kepastian hukum tentang kapan waktu berakhimya hubungan kerja antara Penggugat dan Tergugat, majelis akan memberikan pertimbangannya melalui pertimbangan di bawah ini;

Menimbang, bahwa untuk memberikan putusan yang berkeadilan dalam perkara a quo, dan oleh karena Pemutusan Hubungan Kerja haruslah mempunyai landasan atau pijakan hukum, maka setelah melihat fakta-fakta dan bukti-bukti dipersidangan, majelis berpendapat bahwa Putus Hubungan Kerja dalam perkara a quo adalah Putus Hubungan Kerja tanpa adanya kesalahan yang dilakukan oleh Penggugat, dan menurut majelis Putus Hubungan Kerja antara Penggugat dan Tergugat dinyatakan putus secara hukum terhitung sejak diucapkannya putusan ini tanpa adanya kesalahan dari Penggugat ;

Menimbang, bahwa selanjutnya Majelis akan dipertimbangkan petitum petitum Penggugat sebagai berikut :

Menimbang bahwa terhadap petitum 1, Majelis berpendapat bahwa oleh karena petitum 1 tersebut berhubungan dengan petitum petitum Penggugat selebihnya, maka terhadap petitum tersebut akan

(22)

m Direktori Putusan Mahkama

22

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

dipertimbangkan setelah majelis mempertimbangkan petitum Penggugat selebihnya terlebih dahulu;

Menimbang bahwa terhadap petitum 2 perihal menyatakan dan menetapkan putus hubungan kerja antara Penggugat dan Tergugat, Majelis berpendapat bahwa sesuai dengan pertimbangan diatas yaitu bahwa peraturan perusahaan hanya mengikat Penggugat dan Tergugat untuk wilayah kerja di Surakarta, sedangkan perintah mutasi adalah untuk bekerja di wilayah Klaten maka sesuai pasal 169 ayat 1 UU No. 13 Tahun 2003 buruh/ Tergugat dapat mengajukan

permohonan Pemutusan Hubungan Kerja, sehingga menurut majelis Hubungan Kerja antara Penggugat dan Tergugat dinyatakan putus secara hukum terhitung sejak diucapkannya putusan ini tanpa adanya kesalahan dari Penggugat, sehingga petitum 2 ini patut dikabulkan ;

Menimbang, bahwa untuk petitum 3 perihal menghukum tergugat untuk membayar uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan penggantian hak perumahan / pengobatan, majelis berpendapat bahwa sesuai dengan pasal 169 ayat 2, maka PHK yang sesuai sesuai dengan pasal 169 ayat 1 UU No. 13 tahun 2003, Penggugat berhak mendapat uang pesangon 2 (dua) kali ketentuan pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sebesar 1 (satu) kali ketentuan pasal 156 ayat (3) dan uang penghargaan sesuai ketentuan pasal 156 ayat (4) yang jumlahnya adalah sebagai berikut :

1. Uang Pesangon

= 2 x 9 x Rp. 1.145.000,- = Rp.

20.601.000,-

2. Uang Penghargaan Masa Kerja

5 x Rp. 1.145.000.,- = Rp.

5.725.000,-

3. Uang Penggantian Hak, Penggantian Perumahan, =

Rp. 26.335.000,-

Pengobatan dan Perawatan

= 15% x Rp 26.335.000 = Rp.

3.950.250,-

Jumlah Total = Rp.

30.285.525,-

(23)

m Direktori Putusan Mahkama

23

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

Menimbang, bahwa terhadap 4 perihal membayar upah proses, Majelis berpendapat bahwa untuk memberikan putusan yang berkeadilan dalam perkara a quo, dan oleh karena Pemutusan Hubungan Kerja haruslah mempunyai landasan atau pijakan hukum, maka setelah melihat fakta-fakta dan bukti-bukti dipersidangan, Majelis berpendapat bahwa Pemutusan Hubungan Kerja dalam perkara a quo adalah Pemutusan Hubungan Kerja tanpa adanya kesalahan yang dilakukan oleh Penggugat, sehingga harus mendasarkan pada ketentuan seperti diatur dalam pasal 164 ayat 3 UU No. 13 Tahun 2003 dan menurut majelis Pemutusan Hubungan Kerja antara Penggugat dan Tergugat dinyatakan putus secara hukum terhitung sejak diucapkannya putusan ini, sehingga Penggugat berhak untuk bulan Mei 2014 sampai dengan februari 2015 sebesar :

10 x 1.145.000.,- = Rp. 11.450.000 Untuk petitum 4 ini patut dikabulkan

Menimbang, bahwa untuk petitum 5, majelis berpendapat bahwa karena dalam petitum penggugat tidak disebutkan besaran rincian uang lembur yang diminta, maka patut ditolak ;

Menimbang,bahwa oleh karena dalam perkara ini nilai gugatannya dibawah Rp.150.000.000,-, maka sesuai dengan pasal 58 UU No. 2 Tahun 2004 tentang penyelesaian Hubungan Industrial maka biaya perkara sebesar Rp. 181.000,- (seratus delapan puluh satu rupiah), dibebankan kepada Negara;

Menimbang, bahwa dari uraian-uraian serta pertimbangan hukum tersebut diatas Majelis berpendapat gugatan Penggugat adalah beralasan dan berdasarkan hukum sehingga patutlah untuk dikabulkan sebagian;

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan diatas, tentang pokok perkara dalam sidang permusyawaratan Majelis Hakim, telah mengambil putusan terhadap gugatan a-aquo dengan 1 (satu) orang Hakim Ad-Hoc mengajukan pendapat berbeda sebagai berikut :

1. Bahwa mutasi terhadap Penggugat adalah hal yang wajar dan sudah seringkali dilaksanakan oleh Penggugat selama bekerja di perusahaan Tergugat terbukti sebagaimana kesalahan pada gugatannya ;

2. Bahwa mutasi dikarenakan dengan adanya kedudukan Penggugat sebagai sekretaris SPN, dan atas hal ini Tergugat dianggap

(24)

m Direktori Putusan Mahkama

24

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

menghalang-halangi kebebasan berserikat adalah dugaan semata dan oleh karenanya tidak/ belum menjadi fakta hukum, dimana Tergugat belum dinyatakan bersalah atas ketentuan pasal 28 UU No. 21 / 2000 jo. pasal 43 ; 3. Bahwa dalam perkara a quo, diperoleh fakta dimana Tergugat tidak

melakukan PHK terhadap Penggugat, terbukti Penggugat tetap menyediakan pekerjaan meskipun dikarenakan adanya mutasi, hal mana fakta ini tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku. sebaliknya terhadap mutasi yang wajar tersebut, justru Penggugat tidak bersedia bekeja dan Tergugat dibebani membayar pesangon;

Memperhatikan Undang Undang No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan khususnya ketentuan yang mengatur tentang Pemutusan Hubungan Kerja dan Peraturan Pelaksana lainnya serta Undang Undang No. 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial ;

MENGADILI :

DALAM POKOK PERKARA

1. Mengabulkan gugatan para Penggugat untuk sebagian ;

2. Menyatakan Hubungan Kerja antara para Penggugat dengan Tergugat putus sejak putusan ini diucapkan

3. Menghukum Tergugat untuk membayar kepada para Penggugat uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak kepada penggugat

1. Uang Pesangon

= 2 x 9 x Rp. 1.145.000,- = Rp.

20.601.000,-

2. Uang Penghargaan Masa Kerja

5 x Rp. 1.145.000.,- = Rp.

5.725.000,-

3. Uang Penggantian Hak, Penggantian Perumahan, = Rp.

26.335.000,-

Pengobatan dan Perawatan

= 15% x Rp 26.335.000 = Rp.

(25)

m Direktori Putusan Mahkama

25

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

Jumlah Total = Rp.

30.285.525,-

4. Menghukum Tergugat untuk membayar Upah yang belum dibayar kepada Penggugat

- Bulan mei 2014 sampai dengan februari 2015

Rp. 10 x 1.145.000,- = Rp. 11.450.000,-

5. Menolak gugatan para Penggugat untuk selebihnya;

6. Membebankan biaya perkara kepada Negara sebesar Rp. 181.000,- (sertaus dlapan puluh satu ribu rupiah).

Demikian diputuskan dalam rapat permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Semarang, pada hari Kamis, tanggal 5 Februari 2015, oleh kami Dr. EDDY P. SIREGAR, SH.MH., sebagai Ketua Majelis, EKO PRISTIWANTORO, SH dan DARYANTO, SH sebagai Hakim Anggota. Putusan tersebut diucapkan dalam sidang yang terbuka untuk Umum pada hari : SENIN, TANGGAL 9 FEBRUARI 2015, oleh Ketua Majelis tersebut, dengan dihadiri Hakim-Hakim Anggota dan dibantu oleh ARTJI JUDIOLRS LATTAN, SH.MH., Panitera Pengganti Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Semarang, dengan dihadiri oleh Kuasa Penggugat dan Kuasa Tergugat.

Hakim-Hakim Anggota, Ketua

Majelis,

TTD TTD

1. DARYANTO, SH. Dr. EDDY

P. SIREGAR, SH.MH.

TTD

2. EKO PRISTIWANTORO, SH.

Panitera Pengganti TTD

(26)

m Direktori Putusan Mahkama

26

h Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

a

ARTJI JUDIOLRS LATTAN, SH.MH.

Biaya perkara :

• Panggilan ……… Rp. 85.000,-

• Meterai ……… Rp. 6.000,-

Jumlah ………... Rp.181.000,- (Seratus delapan puluh satu ribu rupiah).

CATATAN :

Diterangkan disini bahwa putusan tersebut diatas belum berkekuatan hukum tetap, karena tenggang waktu yang ditentukan oleh Undang-Undang untuk mengajukan upaya hukum belum habis.

WAKIL PANITERA

PENGADILAN NEGERI SEMARANG,

SRI BANOWO, SH.MM. NIP.

19580504 198203 1 008

CATATAN :

Dibuat sebagai turunan Resmi Pertama dan Kedua diberikan kepada Kuasa Penggugat dan Kuasa Tergugat masing-masing pada tanggal : Februari 2015.

(27)

a m

PENGADILAN NEGERI SEMARANG, SRI BANOWO, SH.MM. NIP.

19580504 198203 1 008

(28)

a m

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

P U T U S A N

Nomor 332 K/Pdt.Sus-PHI/2015

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G

memeriksa perkara perdata khusus perselisihan hubungan industrial pada tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara antara:

PT NEWINDO PRIMANIAGASATYA, yang beralamat Jalan Kolonel Sutarto 105 Surakarta, dalam hal ini memberi kuasa kepada H. Sutiyono, SH., dan Kawan, para Advokat, beralamat di jalan Blimbing Raya Nomor 13, Srondol Wetan Banyumanik, Semarang, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 23 Februari 2015, sebagai Pemohon Kasasi dahulu Tergugat;

m e l a w a n

DWI ANTO, Kewarganegaraan Indonesia, bertempat tinggal di Kedunglumbu Rt. 03 Rw. 06 Pasar Kliwon, Surakarta, dalam hal ini memberi kuasa kepada Hudi Wasisto, Bsc., dan kawan, para Pengurus Dewan Pimpinan Cabang Serikat Pekerja Nasional Kota Surakarta, beralamat Jalan R.M. Said, Nomor 109, Punggawan, Banjarsari, Surakarta, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 1 April 2015, sebagai Termohon Kasasi dahulu Penggugat;

Mahkamah Agung tersebut;

Membaca surat-surat yang bersangkutan;

Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata bahwa sekarang Termohon Kasasi dahulu sebagai Penggugat telah mengajukan gugatan terhadap Pemohon Kasasi dahulu sebagai Tergugat di depan persidangan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Semarang, pada pokoknya sebagai berikut:

 Bahwa Penggugat adalah pekerja pada Tergugat dengan masa kerja 11 (sebelas) tahun dan 10 (sepuluh) bulan mulai 2 Juli 2002 sampai dengan 12 Mei 2014 ;

 Bahwa adapun pekerjaan yang diperintahkan/diberikan Tergugat kepada

(29)

a m

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

terus menerus yang yang dibayarkan secara langsung oleh Tergugat dengan pembayaran upah terakhir pada bulan April 2014 yaitu sebesar Rp1. 145.000,00 (satu juta, seratus empat puluh lima ribu rupiah);

 Bahwa dalam melaksanakan pekerjaan jam kerja Penggugat adalah mulai 08.30 sampai 16.30 setiap hari selama 6 hari seminggu, jadi terdapat kelebihan 2 jam perminggu namun tidak diperhitungkan lemburnya dan juga tidak disertai slip/catatan perincian gaji;

 Bahwa dalam melaksanakan pekerjaan Penggugat berada di bawah pengawasan Tergugat sebagai berikut :

a. Pada Tahun 2002 sampai Tahun 2004, di bawah pengawasan Tergugat pada kantor cabang Tergugat di Lojiwetan Surakarta dengan jabatan Kepala Mekanik ;

b. Pada Tahun 2004 sampai Tahun 2008, di bawah pengawasan Tergugat pada Kantor cabang Tergugat di Sroyo Jaten Karanganyar dengan jabatan Kepala Mekanik ;

c. Pada Tahun 2008 sampai Tahun 2009, di bawah pengawasan Tergugat pada kantor cabang Tergugat di Boyolali, dengan jabatan Kepala Mekanik ; d. Pada 2009 sampai Tahun 2011, di bawah pengawasan Tergugat pada

kantor cabang Tergugat di Tanjunganom Sukoharjo, dengan jabatan Kepala Mekanik.

e. Pada Tahun 2011 sampai Tahun 2012, di bawah pengawasan Tergugat pada kantor cabang Tergugat di Klaten, dengan jabatan Kepala Mekanik ; f. Pada Tahun 2012 sampai Tahun 2014, di bawah pengawasan Tergugat

pada kantor cabang Tergugat di Tanjunganom Sukoharjo, dengan jabatan Kepala Mekanik ;

Di mana dalam pergantian tempat kerja Penggugat tersebut, masa kerja Penggugat tidak pernah terputus, akan tetapi berlanjut secara terus menerus.

 Bahwa awal permasalahannya adalah Penggugat dimutasi ke cabang Klaten kembali per tanggal 1 Mei 2014 dengan jabatan sebagai Kepala Mekanik dan tidak diberi fasilitas tambahan, dan kemudian Penggugat menolak atas mutasi tersebut karena jarak antara tempat tinggal Penggugat sekarang di Desa Ngijo Kecamatan Tasikmadu Kabupaten Karanganyar dengan jarak mutasi ke Klaten sangat jauh, kurang lebih 60Km. Disamping itu jika di lanjau maka akan berpengaruh terhadap kondisi kesehatan dan keluarga ;

 Bahwa dalam undang-undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat

(30)

a m

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

dalam menjalankan kegiatan organisasi, tetapi Tergugat melakukan mutasi karyawan Sdr. Dwi Anto yang menjabat sebagai sekretaris PSP SPN PT .

Newindo Primaniagastya Jalan Kol. Sutarto Nomor 5 Jebres Surakarta ke cabang Klaten tanpa adanya musyawarah terlebih dahulu sehingga bisa mengakibatkan terganggunya kegiatan organisasi Serikat Pekerja di perusahaan ;

 Bahwa terkait dengan permasalahan mutasi tersebut, hubungan kerja antara Penggugat dengan Tergugat kurang harmonis maka atas permintaan Penggugat lebih baik di putus hubungan kerja (PHK) dengan diberikan hak- haknya sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku yaitu dengan diberikan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja, penggantian perumahan serta pengobatan dan perawatan ;

 Bahwa dalam menyelesaikan persoalan mutasi sdr. Dwi Anto dari cabang Tanjunganom Sukoharjo ke cabang Klaten, tanggal 6 Mei dan 12 Mei 2014 Tergugat tidak hadir tetapi diwakilkan kepada sdr. Bambang Widjajanto selaku HRD ;

 Bahwa Tergugat memutasikan kayawan atas nama Penggugat ke cabang Klaten dikarenakan sangat dibutuhkan tenaganya sebagai Kepala Mekanik;

 Bahwa Tergugat selaku pengusaha memutasikan karyawan adalah hak wewenangnya dan karenanya tidak memberikan fasilitas tambahan apapun kepada Tergugat yang selaku karyawan/pekerja ;

 Bahwa oleh karena tindakan Tergugat melakukan mutasi terhadap Penggugat secara sepihak dengan alasan yang tidak masuk akal dan diskriminatif karena tidak didasarkan musyawarah juga tidak memberikan fasilitas tambahan maka tindakan tersebut dapat dikategorikan sebagai suatu tindakan menghalangi kegiatan organisasi serikat pekerja yang bertentangan dengan UndangUndang Nomor 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh Pasal 28 ayat 1.

 Bahwa oleh karena upaya penyelesaian secara bipartit gagal membuat persetujuan bersama, maka Penggugat menempuh upaya mediasi di Dinas Tenaga dan Transmigrasi Kota Surakarta, akan tetapi tidak tercapai kesepakatan antara Penggugat dan Tergugat. Oleh karenanya Mediator pada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kota Surakarta mengeluarkan Surat Nomor 568/1768 perihal anjuran tanggal 23 Mei 2014 yang

(31)

a m

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

dengan Dwi Anto yang beralamat di Kedunglumbu Rt. 03 Rw. 06 Pasarkliwon Surakarta dengan memberikan uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan pengganti hak sebagai berikut :

Uang Pesangon 9x Rp 1.145.000,00 = Rp10.305.000,00 Uang Penghargaan masa kerja 4x Rp1.145.000,00 = Rp 4.580.000,00 Penggantian hak perumahan/pengobatan 15 % = Rp 2.232.750,00

Jumlah Rp17.117,750,00

(tujuh belas juta seratus tujuh belas ribu tujuh ratus lima puluh rupiah).

ditambah dengan upah selama proses penyelesaian;

b. Agar masing-masing pihak memberikan jawaban atas anjuran selambat- lambatnya dalam jangka waktu sepuluh hari setelah diterimanya anjuran ini.

 Bahwa terhadap Surat Mediator Hubungan Industrial Nomor 568/1768 perihal Anjuran tanggal 23 Mei 2014, Penggugat melalui kuasanya dengan Surat Nomor 011/PSP-SPN/IND/VI/2014 perihal Tanggapan Atas Anjuran tanggal 23 Mei 2014 menyatakan menerima isi anjuran tersebut. Namun, Tergugat tidak memberikan jawaban dan sama sekali tidak menanggapi anjuran tersebut sampai saat sekarang ini;

 Bahwa oleh karena berbagai upaya yang ditempuh Penggugat sebagaimana disebutkan dalam Peraturan Ketenagakerjaan yaitu upaya penyelesaian melalui perundingan bipartit dan mediasi tidak tercapai kesepakatan, maka sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, untuk mempertahankan hak dan kepentingan Penggugat patut dan layak menurut hukum untuk mengajukan gugatan ini ke Pengadilan Hubungan Industrial Pada Pengadilan Negeri Semarang guns memberikan kepastian hukum pada Penggugat;

 Bahwa berdasarkan dalil-dalil tersebut di atas telah jelas bahwa tindakan Tergugat yang melakukan Pemutusan Hubungan Kerja secara sepihak bukan karena adanya kesalahan yang dilakukan Tergugat, melainkan karena penolakan Tergugat untuk mempekerjakan / memberi pekerjaan kepada Penggugat dengan alasan yang tidak masuk akal dan diskriminatif karena tidak didasarkan musyawarah juga tidak memberikan fasilitas tambahan namun malah tidak memperbolehkan Penggugat untuk bekerja kembali sejak sidang mediasi tanggal 12 Mei 2014, di mana hal tersebut telah menimbulkan kerugian yang sangat besar bagi Penggugat yakni kehilangan pekerjaan yang berarti kehilangan penghasilan. Oleh karena itu adalah pantas dan layak menurut hukum, jika Pengadilan Hubungan

(32)

a m

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

dengan ketentuan Pasal 156 ayat (3), dan Uang Pengganti Hak sesuai dengan Pasal 156 ayat (4) Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang

Ketenagakerjaan kepada Penggugat dengan perincian sebagai berikut : Uang Pesangon 2 x 9 x Rp 1.145.000,00 = Rp20.610.000,00 Uang Penghargaan masa kerja 4 x Rp

1.145.000,00 = Rp 4.580.000,00 Penggantian hak perumahan/pengobatan 15 % = Rp

3.778.500,00 Jumlah Rp28.968,500,00

(dua puluh delapan juta sembilan ratus enam puluh delapan ribu lima ratus rupiah);

 Bahwa oleh karena tindakan Tergugat tidak mau menanggapi anjuran Dinsosnakertrans Kota Surakarta untuk memutus hubungan kerja dengan memberikan hak-haknya Penggugat adalah suatu tindakan yang bertentangan dengan Undang-Undang Ketenagakerjaan maka patut dan layak menurut hukum jika Pengadilan Hubungan Industrial memerintahkan Tergugat membayar upah selama proses penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial ini terhitung sejak bulan Mei 2014 sampai dengan berakhirnya proses peradilan ini, dengan asumsi gaji terakhir Penggugat sebesar Rp1.145.000,00 (Satu juta seratus empat puluh lima ribu rupiah) per bulan;

 Bahwa oleh karena khawatir setelah perkara ini diputus Tergugat tetap tidak bersedia atau lalai melaksanakan putusan tersebut oleh karenanya patut dan layak menurut hukum apabila Tergugat dihukum untuk membayar uang paksa (dwangsong) kepada Penggugat sebesar Rp50.000,00(lima puluh ribu rupiah) untuk setiap hari secara tunai dan sekaligus terhitung sejak putusan perkara ini berkekuatan hukum tetap sampai Tergugat melaksanakan Putusan Perkara ini dengan baik, seketika dan sempurna.

 Berdasarkan dalil-dalil tersebut di atas, mohon kepada Pengadilan Hubungan Industrial Pada Pengadilan Negeri Semarang c.q Majelis Hakim yang memeriksa perkara ini agar memeriksa dan memberikan putusan sebagai berikut :

PRIMAIR :

 Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya;

 Menyatakan dan menetapkan untuk memutus hubungan kerja antara dan Penggugat dan Tergugat dengan penerimaan hak-haknya;

 Menghukum dan mewajibkan Tergugat untuk membayar uang pesangon dua kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), Uang Penghargaan masa Kerja

(33)

a m

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

Tentang Ketenagakerjaan kepada Penggugat dengan perincian sebagai berikut :

Uang Pesangon 2 x 9 x Rp 1.145.000,00 = Rp20.610.000,00

Uang Penghargaan masa kerja 4 x Rp 1.145.000,00 = Rp 4.580.000,00 Penggantian hak perumahan/pengobatan 15 % = Rp 3.778.500,00 Jumlah

Rp28.968,500,00

(dua puluh delapan juta sembilan ratus enam puluh delapan ribu lima ratus rupiah);

 Mewajibkan dan menghukum Tergugat untuk membayar seluruh upah selama proses penyelesaian perselisihan hubungan industrial terhitung mulai bulan Mei 2014 sampai dengan proses beracara yang menghasilkan kekuatan hukum tetap dengan asumsi gaji perbulan Rp1.145.000,00 dikalikan lamanya proses peradilan;

 Mewajibkan Tergugat untuk membayar uang lembur Penggugat sejak bulan Desember 2012 sampai bulan April 2014, karena Penggugat telah dipekerjakan oleh Tergugat dari jam 08.30 sampai jam 16.30 selama 6 hari kerja. Jadi setiap minggu terdapat kelebihan jam sebanyak 2 jam per minggu dan mohon rincian perhitungan lemburnya oleh Tergugat dikarenakan selama bekerja Penggugat tidak menerima slip/catatan perincian gaji.

 Menghukum Tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) kepada Penggugat sebesar Rp50.000,00 (lima puluh ribu rupiah) untuk setiap hari secara tunai dan sekaligus terhitung sejak putusan perkara ini berkekuatan hukum tetap sampai Tergugat melaksanakan Putusan Perkara ini dengan baik, seketika dan sempurna;

 Menghukum Tergugat untuk menanggung biaya yang timbul dalam perkara ini.

SUBSIDAIR :

Apabila Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Semarang berpendapat lain, maka kami mohon putusan yang seadil-adilnya.

Bahwa, terhadap gugatan tersebut Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Semarang telah memberikan putusan Nomor 43/Pdt.Sus- PHI/G/2014/PN.Smg., tanggal 9 Februari 2015 yang amarnya sebagai berikut:

DALAM POKOK PERKARA

1. Mengabulkan gugatan para Penggugat untuk sebagian ;

2. Menyatakan Hubungan Kerja antara para Penggugat dengan Tergugat putus sejak putusan ini diucapkan;

3. Menghukum Tergugat untuk membayar kepada para Penggugat uang

(34)

a m

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

kepada Penggugat;

1. Uang Pesangon 2 x 9 x Rp1.145.000,00 = Rp20.601.000,00 2. Uang Penghargaan Masa Kerja 5 x Rp1.145.000.,00= Rp 5.725.000,00 3. Uang Penggantian Hak, Penggantian Perumahan, = Rp26.335.000,00

Pengobatan dan Perawatan 15% x Rp 26.335.000 = Rp 3.950.250,00

Jumlah Total = Rp30.285.525,00

4. Menghukum Tergugat untuk membayar Upah yang belum dibayar kepada Penggugat, bulan Mei 2014 sampai dengan Februari 2015 :

10 x Rp1.145.000,00 = Rp11.450.000,00

5. Menolak gugatan para Penggugat untuk selebihnya;

6. Membebankan biaya perkara kepada Negara sebesar Rp181.000,00 (seratus delapan puluh satu ribu rupiah);

Menimbang, bahwa Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Semarang tersebut telah diucapkan dengan hadirnya Kuasa Penggugat dan Kuasa Tergugat pada tanggal 9 Februari 2015, terhadap putusan tersebut, Tergugat melalui kuasanya berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 23 Februari 2015 mengajukan permohonan kasasi pada tanggal 27 Februari 2015, sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 11/Pdt.Sus- PHI/K/2015/PN.Smg., yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Semarang, permohonan tersebut disertai dengan memori kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Semarang pada tanggal 11 Maret 2015;

Bahwa memori kasasi telah disampaikan kepada Penggugat pada tanggal 23 Maret 2015, kemudian Penggugat mengajukan kontra memori kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Semarang pada tanggal 8 April 2015;

Menimbang, bahwa permohonan kasasi a quo beserta keberatan- keberatannya telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan saksama, diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan dalam undang-undang, sehingga permohonan kasasi tersebut secara formal dapat diterima;

Menimbang, bahwa keberatan-keberatan kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi dalam memori kasasinya adalah:

1. Bahwa Pemohon Kasasi hendak mengajukan Memori Kasasi terhadap

(35)

a m

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

putusan.mahkamahagung.go.id

MENGADILI DALAM POKOK PERKARA.

1. Mengabulkan Gugatan para Penggugat untuk sebagian;

2. Menyatakan Hubungan kerja antara para Penggugat dengan Tergugat putus sejak Putusan ini diucapkan;

3. Menghukum Tergugat untuk membayar kepada Para Penggugat uang pesangon, Uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak kepada Penggugat :

1. Uang pesangon 2 x 9 x Rp.1.145.000,00 =Rp.20.601.000,00 2. Uang penghargaan masa kerja 5 x Rp1.145.000,00=Rp5.725.000,00 3. Uang penggantian hak, penggantian perumahan Rp.26.335.000,00

Pengobatan dan perawatan 15% x Rp.26.335.000,00 =Rp3.950.250,00

Jumlah total Rp.30.285.525,00

4. Menghukum Tergugat untuk membayar Upah yang belum dibayar kepada Penggugat bulan Mei 2014 sampai dengan Februari 2015 :

10 x Rp1.145.000,00 =Rp11.450.000,00

5. Menolak gugatan para Penggugat untuk selebihnya;

6. Membebankan biaya perkara kepada Negara sebesar Rp181.000,00 (seratus Delapan puluh satu ribu rupiah);

2. Bahwa Pemohon Kasasi tidak dapat menerima Putusan Pengadilan Hubungan Industrian pada Pengadilan Negeri Semarang tersebut dan untuk itu Pemohon Kasasi telah menyatakan Mohon Pemeriksaan dalam Tingkat Kasasi atas Putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan negeri Semarang Nomor 43/Pdt.Sus-PHI/G/2014/PN.Smg tanggal 9 Februari 2015;

Bahwa alasan/permasalahan Pemohon Kasasi tidak dapat menerima Putusan tersebut adalah : Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Semarang telah keliru dalam pertimbangannya;

Majelis Hakim Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Semarng juga tidak tepat atau kurang tepat atau ada kesalahan mengenai fakta dan hukumnya;

3. Bahwa permasalahan Hukum yang timbul dalam Hubungan Industrial antara Pemohon Kasasi/ Tergugat dengan Termohon Kasasi/ Penggugat adalah mangkirnya Termohon Kasasi/Penggugat tidak melaksanakan tugas di Mutasi di Kantor Cabang Perusahaan sejak 1 Mei 2014;

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan penjelasan-penjelasan PEMOHON KASASI tersebut di atas dan bukti-bukti yang diajukan oleh PEMOHON KASASI, maka tidak ada perbuatan melawan hukum yang dilakukan oleh

Menimbang, bahwa yang menjadi inti pokok perselisihan antara Penggugat dan Tergugat sebagaimana didalilkan oleh Penggugat adalah apakah Tergugat telah memiliki dan

- Dan gugatan Penggugat I dan Penggugat II Konvensi / Tergugat I dan Tergugat II Rekonvensi point 6 telah menguraikan oleh Tergugat I sekarang (Penggugat I waktu

Bahwa Tergugat VI menolak dengan tegas dalil Penggugat dalam posita 29 dan tuntutan putusan dapat dilaksanakan terlebih dahulu walaupun ada upaya hukum banding,

Bahwa Pemohon Kasasi I, II, III (semula Termohon I, II, III PKPU/Pailit) sangat keberatan dengan pertimbangan hukum Judex Facti pada paragraf ke-7 halaman 14

apalagi ketidakhadiran Penggugat bekerja pada Tergugat adalah karena perbuatan Tergugat sendiri dengan tidak mengizinkan Penggugat datang dan bekerja pada Tergugat, walaupun

Menolak gugatan Penggugat selainnya; Dalam Rekonvensi: - Menolak gugatan Penggugat Rekonvensi seluruhnya; Dalam Konvensi Dan Rekonvensi: - Menghukum Tergugat I, Tergugat II, dan

272/Pdt.G/1980/PN.Mdn, terhadap objek sengketa yang sama antara Lina Johan sebagai Penggugat dan Lo Ah Hong sebagai Tergugat yang sampai dengan Kasasi dimana isi putusan : “Gugatan