COVER DALAM BUKU GURU
Hak Cipta © 2019 pada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang
Disklaimer: Buku ini merupakan Buku Guru yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku Guru ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan
“dokumen hidup” yang senantiasa diperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan dan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.
Katalog Dalam Terbitan (KDT)
Penulis : Sri Yuli Ariastuti
Penelaah Materi : Dr. Aldjon Nixon Dapa, S.Pd, M.Pd Ilustrator : Dini Wulandari
Penyedia Penerbitan: Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemdikbud Diterbitkan oleh: Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus
Pendidikan Dasar dan Menengah Milik Negara
Tidak Diperdagangkan
Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Alam dan Kenampakannya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.-- Jakarta:
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2019 Tematik Terpadu Kurikulum 2013
Untuk SDLB Kelas V ISBN:
1. Tematik Terpadu -- Studi dan Pengajaran I. Seri II. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
K
urikulum 2013 pendidikan khusus telah disusun melalui berbagai proses dan tahapan dalam waktu yang relatif panjang. Pengembangan kurikulum pendidikan khusus sejak tahun 2014, dalam perjalanannya mengalami penyesuaian dan perubahan. Harmonisasi kurikulum pendidikan khusus yang dilakukan antara Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus (d/h Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendikbud, perguruan tinggi, sekolah luar biasa, praktisi pendidikan, serta pihak lain yang relevan, telah menghasilkan Peraturan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 10/D/KR/2017 tentang Struktur Kurikulum, Kompetensi IntiKompetensi Dasar, dan Pedoman Implementasi Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus.Salah satu komponen penting dalam proses pembelajaran adalah tersedianya buku teks pelajaran yang sesuai dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar serta karakteristik peserta didik berkebutuhan khusus. Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus (d/h Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus) dengan persetujuan dan dukungan dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan, memiliki program untuk menyusun buku teks pelajaran pendidikan khusus.
Penyusunan buku teks pelajaran pendidikan khusus dilakukan secara bertahap sesuai dengan pentahapan pelaksanaan Kurikulum 2013. Buku teks pelajaran pendidikan khusus disusun untuk kelas I s.d. VI jenjang SDLB, kelas VII s.d. IX SMPLB, dan kelas X, XI, dan XII SMALB, ditambah beberapa buku mata pelajaran yang tidak tergabung dalam tematik.
KATA SAMBUTAN
pembelajaran yang nyata dan pada akhirnya materi pembelajaran diharapkan menjadi relative lebih mudah dipahami oleh peserta didik itu sendiri. Proses pembelajaran sepenuhnya diarahkan pada pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan secara holistik/menyeluruh di mana proses pembelajaran yang menyeluruh tersebut diharapkan dapat melahirkan pribadi peserta didik yang utuh dan berkualitas. Buku ini merupakan buku teks utama dalam pembelajaran dan sebagai salah satu sumber belajar kiranya buku ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pendidik dan peserta didik serta dapat dipadukan dengan sumber belajar lain yang relevan untuk mendukung pengembangan pribadi peserta didik secara utuh.
Salah satu karakteristik Kurikulum 2013 Pendidikan Khusus adalah bahwa pendidikan keterampilan memiliki porsi yang cukup besar dalam stuktur kurikulum.
Porsi pendidikan keterampilan pada jenjang SDLB sebesar 40%, SMPLB sebesar 50% dan pada jenjang SMALB sebesar 70%. Hal ini sejalan dengan Instruksi Presiden Nomor 9 Tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan dalam rangka Peningkatan Kuailitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia Indonesia. Dalam rangka revitalisasi pendidikan keterampilan pada pendidikan khusus, dikembangkan 20 jenis keterampilan pilihan SMPLB dan SMALB, serta juga dilakukan penyusunan buku keterampilan.
Buku teks pelajaran dan buku keterampilan pendidikan khusus disusun dengan mempertimbangkan kondisi yang dimiliki peserta didik, sehingga aktivitas pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kekhasan yang dimiliki masing-masing peserta didik. Diharapkan buku keterampilan ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh guru dan peserta didik serta dapat dipadukan dengan sumber belajar yang lain untuk mendukung pengembangan pendidikan keterampilan yang relevan. Di samping itu, buku ini juga dapat dimanfaatkan oleh kepala sekolah, pengawas, orangtua, dan pihak-pihak yang berkepentingan dalam rangka meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi siswa berkebutuhan khusus.
Kami menyampaikan terimakasih kepada para penyusun dan penelaah buku serta seluruh pihak yang terlibat untuk setiap kerja keras, curahan ide dan pemikiran yang pasti dilakukan dengan sepenuh hati, sehingga tercipta buku teks pelajaran pendidikan khusus yang akan bermanfaat bagi pengembangan potensi peserta didik berkebutuhan khusus.
Jakarta, 7 Oktober 2019 Direktur Pembinaan Pendidikan Khusus
Dr. Sanusi, M.Pd NIP. 196204031982031003
KATA PENGANTAR
P
uji syukur penulis panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, atas Karunia dan berkat yang tak terhingga untuk kesempatan yang penulis dapatkan sehingga penulis dapat merampungkan penulisan Buku Guru Tematik Terpadu Kurikulum Pendidikan Khusus 2013 dengan tema “Alam dan kenampakannya“ yang diperuntukan bagi guru peserta didik tunarungu kelas V SDLB yang belajar di sekolah umum atau pun di sekolah khusus.Penulis mengucapkan terima kasih kepada Direktorat PPKLK Dirjen Dikdasmen dan Pusat Kurikulum dan Pembelajaran Kemendikbud, yang telah memberikan kesempatan dan bimbingan dalam penyusunan Buku Guru tema 5 ini, sehingga buku ini dapat tersusun dan terselesaikan penulis berharap buku ini dapat berguna bagi pendidikan khusus di tanah air Indonesia tercinta ini.
Secara khusus Buku Guru tema 5 disusun untuk membantu guru peserta didik tunarungu dengan harapan dapat menjadi inspirasi dan sumber belajar bagi guru dalam proses pembelajaran di sekolah.
Buku ini disusun berdasarkan kurikulum pendidikan khusus 2013 dengan pendekatan pembelajaran tematik terpadu agar guru berkebutuhan khusus lebih mudah memahami sistem pembelajaran tematik terpadu.
Buku teks pelajaran yang mengacu pada kurikulum berbasis kompetensi memuat rencana pembelajaran berbasis aktivitas untuk mencapai kompetensi yang diharapkan, yaitu kompetensi sikap, pengetahuan dan ketrampilan.
Buku guru ini, disusun dengan bahasa sehari-hari yang sederhana. Dengan harapan agar guru dapat mudah memahami, mengerti dan mendapat inspirasi untuk mengembangkan kegiatan-kegiatan pembelajaran yang harus dilakukan dalam Proses Belajar Mengajar, sehingga dapat mencapai kompetensi yang diharapkan.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan buku ini masih terdapat kelemahan dan kekurangan karena itu penulis masih membutuhkan kritik dan saran agar pada masa mendatang apabila penulis mendapat kesempatan kembali untuk menyusun buku, maka penulis akan dapat menghasilkan karya yang lebih baik. Akhir kata penulis mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah sangat membantu penulis untuk dapat merampungkan penyusunan buku ini, semoga Tuhan membalas kebaikan rekan semua.
DAfTAR ISI
Kata sambutan ... iii
Kata pengantar ... vi
Daftar Isi ... vii
Petunjuk Buku Guru ... viii
Pedoman Penggunaan Buku Guru ... ix
Tentang Peserta Didik Tunarungu ... 1
Panduan Penilaian ... 5
Tema 5 Alam dan Kenampakannya ... 12
Pemetaan Kompetensi Dasar pada Mata Pelajaran ... 13
Sub tema 1 Alam Semesta ... 17
Sub Tema 2 Kenampakan Alam ... 67
Sub tema 3 Kenampakan Alam Buatan ... 107
Sub Tema 4 Manfaat Kenampakan Alam dan Kenampakan Alam Buatan ... 147
Daftar Pustaka Biodata Penulis Biodata Penelaah
Buku ini disusun agar guru mendapat gambaran yang jelas dan rinci dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Buku ini berisi:
1. Jaringan tema yang memberikan gambaran kepada guru tentang tema yang melingkupi beberapa Kompetensi Dasar (KD) dan Indikator Pembelajaran dari beberapa mata pelajaran.
2. Kegiatan pembelajaran tematik terpadu untuk menggambarkan kegiatan pembelajaran yang menyatu dan mengalir.
3. Pengalaman belajar yang bermakna untuk membangun sikap dan perilaku positif, penguasaan konsep, ketrampilan berfikir saintifik, berpikir tingkat tinggi, literasi kemampuan menyelesaikan masalah, inkiuri, kreativitas, dan pribadi reflektif.
4. Berbagai teknik penilaian siswa.
5. Informasi yang menjadi acuan kegiatan remedial dan pengayaan.
6. Petunjuk penggunaan buku guru.
Kegiatan pembelajaran pada buku ini didisain untuk mengembangkan kompetensi (sikap, pengetahuan, dan ketrampilan) siswa melalui aktivitas yang bervariasi.
Aktivitas tersebut meliputi:
1. Membuka pelajaran dengan cara menarik untuk memusatkan perhatian siswa, seperti bercerita, bertanya jawab, bernyanyi, permainan, demontrasi, mencari pemecahan masalah dan sebagainya.
2. Melakukan kegiatan pengait materi dengan menggali kemampuan siswa sebelumnya yang berhubungan dengan materi yang akan disampaikan.
3. Menginformasikan tujuan pemelajaran, sehingga siswa dapat mengorganisasi informasi yang disampaikan (apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan)
4. Pemberian tugas secara bertahap guna membantu siswa untuk mudah memahami konsep.
5. Memberi penugasan yang dapat mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
6. Pemberian kesempatan untuk melatih ketrampilan atau konsep yang telah dipelajari.
7. Pemberian umpan balik yang akan menguatkan pemahaman siswa.
8. Membuat rangkuman/ kesimpulan tentang materi yang telah disajikan.
9. Dilengkapi dengan kolom kerjasama dengan orangtua, yang membantu orangtua dalam mendapingi siswa menindaklanjuti pembelajaran yang telah terjadi di
PETUNjUK BUKU GURU
Buku pedoman guru mempunyai dua fungsi yaitu sebagai petunjuk penggunaan buku siswa dan sebagai acuan kegiatan pembelajaran di kelas.
Mengingat pentingnya buku ini, guru disarankan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1. Bacalah halaman demi halaman dengan teliti.
2. Pahami setiap Kompetensi dasar dan Indikator yang dikaitkan dengan tema.
3. Upayakan untuk memasukan Kompetensi Inti (KI) I dan KI II dalam semua kegiatan pembelajaran. Guru diharapkan melakukan penguatan untuk mendukung pembentukan sikap, pengetahuan dan perilaku positif.
4. Dukunglah ketercapaian Kompetensi Inti (KI) I dan KI II dengan kegiatan pembiasaan, peneladanan, dan pembudayaan sekolah.
5. Cocokanlah setiap langkah kegiatan yang berhubungan dengan buku siswa sesuai dengan halaman yang dimaksud.
6. Kembangkan ide-ide kreatif dalam memilih metode pembelajaran.
7. Temukan kegiatan alternatif apabila kondisi yang terjadi kurang sesuai dengan perencanaan (misalnya karena hujan, sehingga siswa tidak bisa mengamati tanaman di luar kelas).
8. Beragam strategi pembelajran yang akan dikembangkan misalnya siswa bermain peran, mengamati, bertanya bercerita, menyanyi, menggambar.
Selain melibatkan siswa secara langsung diharapkan melibatkan warga sekolah dan lingkungan sekolah.
9. Guru diharapkan mengembangkan:
a. Metode pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM) dengan memperhatikan karakteristik peserta didik Tunarungu.
PEDOMAN PENGGUNAAN BUKU GURU
11. Dalam 1 tahun terdapat 8 tema, tiap tema terdiri dari 4 sub tema, tiap sub tema terdiri dari 5 pembelajaran, tiap pembelajaran dialokasikan untuk 1 hari.
12. Perkiraan alokasi waktu dapat merunjuk pada struktur kurikulum.
Meskipun demikian alokasi waktu menurut mata pelajaran hanyalah sebagai petunjuk umum. Guru diharapkan menentukan sendiri alokasi waktu berdasarkan situasi dan kondisi sekolah dan pendekatan tematik terpadu. Pada akhir subtema buku siswa, dilengkapi dengan bahan- bahan latihan yang sejalan dengan pencapaian kompetensi. Meskipun demikian, guru dianjurkan untuk menambah bahan-bahan latihan bagi siswa dari sumber-sumber yang lain.
13. Hasil unjuk kerja siswa yang berupa karya dan bukti penilaian dapat berfungsi sebagai portofolio siswa.
14. Buatlah catatan refleksi setelah satu subtema selesai, sebagai bahan untuk melakukan perbaikan pada proses pembelajaran selanjutnya.
Misalnya faktor-faktor yang menyebabkan pembelajaran berlangsung dengan baik, kendala-kendala yang dihadapi, dan ide-ide kreatif untuk pengembangan lebih lanjut.
15. Libatkan semua siswa tanpa kecuali dan yakini bahwa setiap siswa cerdas dengan keunikan masing-masing. Dengan demikian, pemahaman tentang kecerdasan majemuk, gaya belajar siswa serta beragam faktor penyebab efektivitas dan kesulitan belajar siswa, sangat dibutuhkan.
16. Demi pencapaian tujuan pembelajaran, diperlukan komitmen guru untuk mendidik sepenuh hati (antusias, kreatif, penuh cinta, dan kesabaran).
Beberapa singkatan nama mata pelajaran dan kepanjangannya 1. SBdP: Seni Budaya dan ketrampilan
2. PPKn: Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
C
ita-cita luhur mencerdaskan kehidupan bangsa yang tertuang dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 merupakan nafas bagi bangsa Indonesia dalam mengupayakan perbaikan dan pemerataan kesempatan di bidang pendidikan bagi anak bangsa sebagai generasi penerus. Pendidikan diberikan kepada semua kalangan termasuk kaum difabel yang tak luput dari perhatian pemerintah dalam upaya mensejahterakan bangsa Indonesia sesuai Dasar Negara Pancasila yang menjadi landasan bangsa dan negara.Siswa tunarungu merupakan bagian dari bangsa dan negara Indonesia yang juga memiliki kesempatan yang sama untuk mendapat pendidikan seperti siswa umum lainnya, namun dalam pelaksanaannya memerlukan penanganan khusus, sehingga sangat disarankan agar guru dapat mengetahui dan memahami karakteristik siswa tunarungu dalam mengembangkan keistimewaan yang dimilikinya. sehingga dapat menyesuaikan pembelajaran yang memerlukan cara dan perhatian khusus sesuai karakteristik siswa tunarungu. Adapun Pengertian, karakteristik dan klasifikasi anak tunarungu pada Modul PPG dalam Jabatan Pendalaman Materi, Konsep, dan karakteristik Tunarungu, tahun 2018 oleh Dr.
Murni Winarsih, M.Pd adalah sebagai berikut:
A. Pengertian Tunarungu
Gunawan. D (2012) Tunarungu merupakan istilah umum untuk menunjukkan kepada seorang yang mengalami tuli (deaf) dan kekurangan pendengaran (hard of hearing), yang disebabkan oleh adanya kerusakan atau ketidak fungsian pada alat pendengaran, sehingga mengakibatkan perkembangan bahasa terhambat dan memerlukan suatu pelayanan khusus dalam mengembangkan potensinya.
Moores (1982: 6) dalam Gunawan. D (2012) mengemukakan orang yang tuli
TENTANG PESERTA DIDIK TUNARUNGU
kurang dengar adalah seseorang yang mengalami ketidakmampuan mendengar (biasanya pada tingkat 35–69 desiBell) sehingga mengalami kesulitan untuk mendengar, tetapi tidak menghambat pemahaman bicara orang lain melalui pendengarannya, dengan atau tanpa menggunakan alat bantu dengar (hearing aid).
B. Klasifikasi Tunarungu
1. Saat terjadinya ketunarunguan
a. Ketunarunguan bawaan, artinya ketika lahir anak sudah mengalami/
menyandang tunarungu dan indera pendengarannya sudah tidak berfungsi lagi.
b. Ketunarunguan setelah lahir, artinya terjadinya tunarungu setelah anak lahir dan diakibatkan oleh kecelakaan atau suatu penyakit.
2. Tingkatan Derajat Pendengaran Menurut Boothroyd dalam Winarsih dkk (2010: 7), klasifikasi tunarungu berdasarkan tingkatan derajat pendengaran terbagi menjadi:
a. Kelompok I Kehilangan 15-30 dB: Mild hearing losses atau ketunarunguan ringan, Daya tangkap terhadap suara percakapan manusia cukup baik.
b. Kelompok II Kehilangan 31–60 dB: Moderate hearing losses atau ketunarunguan sedang; daya tangkap terhadap suara percakapan manusia hanya sebagian.
c. Kelompok III Kehilangan 61–90 dB: Severe hearing losses atau ketunarunguan berat, Daya tangkap terhadap suara percakapan manusia tidak ada.
d. Kelompok IV Kehilangan 91–120 dB: Profound hearing losses atau ketunarunguan sangat berat; daya tangkap terhadap suara percakapan manusia tidak ada sama sekali.
e. Kelompok V Kehilangan lebih dari 120 dB: Total hearing losses atau ketunarunguan total; daya tangkap terhadap suara cakapan manusia tidak ada sama sekali.
3. Berdasarkan penguasaan bahasa, yaitu a. Tuli Pra Bahasa
Mereka yang menjadi tuli sebelum dikuasainya bahasa, artinya anak baru menggunakan tanda tertentu seperti mengamati, menunjuk,
meraih, memegang suatu benda atau orang dan mulai mengerti lambang tetapi belum membentuk suatu sistem lambang bahasa. Tingkatan ini biasanya terjadi saat anak berusia dibawah 16 bulan.
b. Tuli Purna Bahasa
Mereka yang menjadi tuli setelah menguasai sesuatu bahasa yaitu telah menerapkan dan memahami sistem lambang bahasa yang berlaku di lingkungan. Biasanya hal ini terjadi karena seseorang terkena suatu penyakit yang merusak fungsi pendengarannya.
4. Tempat kerusakan pendengaran
a. Tuli konduktif yaitu kerusakan terjadi pada bagian telinga luar dan tengah, sehingga menghambat bunyi-bunyian yang akan masuk ke dalam telinga.
b. Tuli sensoris yaitu kerusakan terjadi pada telinga bagian dalam sehingga tidak dapat mendengar bunyi/suara.
c. Tuli campuran yaitu kerusakan terjadi pada telinga luar, telinga tengah dan telinga bagian dalam, dan merupakan kerusakan gabungan pada bagian konduktif dan sensoris.
C. Karakteristik Tunarungu
Menurut Van Uden dan Meadow dalam Bunawan dan Yuwati (2000: 27–30) sifat atau ciri-ciri yang sering ditemukan pada anak tunarungu adalah sebagai berikut:
1. Sifat ego-sentris yang lebih besar daripada anak mendengar.
Hal tersebut menunjukkan bahwa anak tunarungu akan lebih terarah kepada dirinya sendiri yang membuat mereka sukar menempatkan diri pada cara berpikir dan perasaan orang lain, dan kurang menyadari atau peduli efek perilakunya terhadap orang lain, sulit menyesuaikan diri. Hal ini disebabkan karena kemampuan bahasa yang terbatas sehingga akan membatasi pula kemampuan untuk mengintegrasikan pengalaman dan akan semakin memperkuat sifat egosentrisnya.
sulit bagi mereka untuk merencanakan atau menunda suatu pemuasan kebutuhannya dalam jangka panjang.
3. Sifat kaku (rigidity)
Sifat ini menunjuk pada sikap kaku atau kurang luwes dalam memandang dunia dan tugas-tugas dalam kehidupan sehari-hari. Karena miskin bahasa mengakibatkan suatu kekakuan dalam menerapkan suatu aturan (yang pernah dipelajari) tanpa melihat situasi atau kondisi yang dihadapinya.
4. Sifat lekas marah dan tersinggung
Sifat ini merujuk pada kemiskinan bahasa yang dialami oleh tunarungu yang mengakibatkan tidak dapat menjelaskan maksudnya dengan baik dan sebaliknya kurang dapat memahami apa yang dikatakan orang lain. Keadaan ini menyebabkan kekecewaan, ketegangan, dan frustasi pada akhirnya menyebabkan ledakan kemarahan.
5. Perasaan ragu-ragu dan khawatir
Sifat ini terjadi seiring dengan makin banyaknya pengalaman yang dialami anak secara terus-menerus. Mereka juga memiliki keinginan untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Sehingga dibutuhkan kemampuan bahasa agar anak dapat termotivasi untuk berkomunikasi dengan lingkungan sekitar sehingga kepercayaan diri anak dapat tumbuh.
Teknik dan Instrumen Penilaian
Pedoman penilaian mengacu pada Permendikbud Nomor 53 Tahun 2015 ini dirancang dan diukur dengan proses penilaian yang sesuai untuk anak berkebutuhan khusus kelas V SDLB Tunarungu.
Secara umum, terdapat berbagai teknik penilaian yang dapat digunakan, antara lain:
1. Penilaian Sikap atau Karakter Siswa
a. Berbagai sikap atau nilai karakter yang akan dikembangkan meliputi:
jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, percaya diri, patuh terhadap tata tertib, teliti, kasih sayang, kerja sama, menghargai, dan sebagainya.
b. Untuk mencapai sikap atau nilai karakter tersebut, selain dilakukan melalui pengamatan secara tidak langsung pada berbagai aktivitas pembelajaran yang dilakukan, guru dapat melakukan penilaian secara langsung atas ketercapaian nilai karakter tertentu pada diri siswa.
Langkah-langkah di bawah ini dapat dijadikan pertimbangan untuk melakukan penilaian.
c. Mengingat kendala yang ada, terutama ketersediaan waktu, maka dalam 1 semester, guru dapat menentukan 2 atau 3 nilai karakter yang akan dikembangkan dan dinilai secara langsung. Jenis karakter yang akan dikembangkan, hendaknya menjadi keputusan sekolah, meskipun tidak menutup kemungkinan, dalam satu kelas ada tambahan 1 atau 2 nilai karakter lain, sesuai dengan kebutuhan di kelas tersebut.
PANDUAN PENILAIAN
d. Misalnya dalam satu semester ini, nilai karakter yang akan dikembangkan adalah:
Disiplin
Kerjasama
Percaya diri
e. Setiap karakter dibuatkan indikator. Contoh indikator disiplin dapat dilihat pada tabel berikut ini:
No Aspek perilaku Skor Kriteria
1. Bertanggung jawab
2 Menyelesaikan tugas tepat waktu sesuai intruksi.
1 Menyelesaikan tugas tidak tepat waktu namun sesuai intruksi.
0 Tidak menyelesaikan tugas.
2. Peduli 2 Tanggap dan mau membantu.
1 Tanggap.
0 Tidak tanggap 3. Berani
2 Menyatakan/bertanya sesuai materi pembelajaran dan bersikap kritis
1 Menyatakan/bertanya sesuai materi pembelajaran 0 Tidak menyatakan pendapat/tidak bertanya.
No
Urut Nama siswa Bertanggung
jawab Peduli Berani Total
skor
1. 3 2 1 3 2 1 3 2 1
2.
3.
4.
Contoh Lembar pengamatan aspek sikap
f. Kembangkan instrumen penilaian, misalnya lembar pengamatan Contoh Lembar Pengamatan
Bulan : ... 2018 Nilai Karakter yang dikembangkan: Disiplin
*) Guru memberikan tanda (P) pada setiap kriteria sesuai dengan nilai karakter yang muncul dari siswa
g. Keterangan:
C : Cukup = Apabila peserta didik sudah mulai memperlihatkan adanya tanda-tanda awal perilaku yang dinyatakan dalam indikator tetapi belum konsisten karena sudah ada pemahaman dan mendapat penguatan lingkungan terdekat (Tahap Heteronomi).
B : Baik = Apabila peserta didik sudah memperlihatkan berbagai tanda perilaku yang dinyatakan dalam indikator dan mulai konsisten, karena selain sudah ada pemahaman dan kesadaran juga mendapat penguatan lingkungan terdekat dan lingkungan yang lebih luas (Tahap Sosionomi).
SB : Sangat Baik = Apabila peserta didik terus menerus memperlihatkan perilaku yang dinyatakan dalam indikator secara konsisten karena selain sudah ada pemahaman dan kesadaran dan mendapat penguatan lingkungan terdekat dan lingkungan yang lebih luas sudah tumbuh kematangan moral (Tahap Autonomi).
Catatan: Guru diharapkan mengembangkan teknik dan instrumen penilaian lebih lanjut menyesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah.
2. Penilaian Pengetahuan
Secara umum, terdapat berbagai teknik penilaian yang dapat digunakan, antara lain:
1. Tes (tertulis, lisan, dan praktik atau unjuk kerja)
2. Teknik observasi atau pengamatan yang dilakukan selama pembelajaran berlangsung dan/atau di luar pembelajaran
3. Teknik pemberian tugas untuk perorangan atau kelompok yang dapat berbentuk tugas rumah dan/atau proyek.
Didalam Buku Panduan Guru ini, teknik penilaian yang dikembangkan, yaitu:
1. Tes (tertulis dan unjuk kerja) 2. Observasi (pengamatan) 3. Portofolio.
Instrumen Penilaian:
1. Instrumen tes tertulis dalam bentuk soal.
Penilaian dilakukan dengan cara menghitung jumlah jawaban benar dari soal yang tersedia.
2. Instrumen unjuk kerja/ketrampilan dalam bentuk Rubrik Penilaian.
3. Penilaian Ketrampilan
Penilaian ketrampilan dilakukan untuk menilai aspek ketrampilansiswa yang mengacu pada indikator yang telah ditentukan. Penilaian ketrampilan dapat diperoleh melalui pengamatan pada proses pembelajaran maupun pada pelaksanaan tugas atau hasil kerja siswa.
Penilaian ketrampilan memerlukan kriteria-kriteria sesuai kompetensi yang diharapkan. Untuk memudahkan, penilaian ketrampilan dapat berbentuk rubrik
Contoh rubrik Kriteria penilaian ketrampilan:
Aspek Penilaian Skor Kriteria
Jumlah gerakan 3 5 gerakan dapat dilakukan.
2 3–4 gerakan sesuai contoh.
1 1–2 gerakan sesuai contoh.
0 Tidak mau meniru.
Minat meniru 3 Spontan meniru sesuai dengan contoh.
2 Meniru dengan diminta dan sesuai dengan contoh.
1 Meniru dengan diminta, tidak sesuai contoh.
2). Contoh rubrik hasil menuliskan informasi teks laporan
No urut Nama Siswa 3 2 1 Total Skor
1.
2.
3.
4.
5.
Pelaporan Pencapaian Kompetensi Peserta Didik a. Skor dan Nilai
Kurikulum 2013 menggunakan skala skor penilaian 4,00–1,00 dalam menyekor pekerjaan peserta didik untuk setiap kegiatan penilaian (ulangan harian, ujian tengah semester, ujian akhir semester, tugas-tugas, ujian sekolah).
Penilaian kompetensi hasil belajar mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dilakukan dapat secara terpisah tetapi dapat juga melalui suatu kegiatan atau peristiwa penilaian dengan instrumen penilaian yang sama.
Untuk masing-masing ranah (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) digunakan penyekoran dan pemberian predikat yang berbeda.
Nilai akhir yang diperoleh untuk ranah sikap diambil dari nilai modus (nilai yang terbanyak muncul). Nilai akhir untuk ranah pengetahuan diambil dari nilai rerata. Nilai akhir untuk ranah keterampilan diambil dari nilai optimal (nilai tertinggi yang dicapai).
KOMPETENSI INTI KELAS V SDLB TUNARUNGU
No. Kompetensi Inti
1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya
2. Memiliki perilaku jujur, disiplin tanaggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga , teman dan guru.
3.
Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati (melihat, membaca dan menanya) berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya,
makhluk ciptaan Tuhan, dan kegiatannya dan benda-benda yang dijumpai di rumah dan di sekolah.
4.
Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.
TEMA 5 ALAM DAN KENAMPAKANNYA
Buku Guru SDLB-B (Tunarungu) dengan tema Hidup Bersih dan sehat disusun sebagai pendamping buku siswa yang diperuntukan bagi guru, untuk membantu guru lebih mudah memahami cara penyampaian materi pembelajaran yang terdiri dari 4 subtema dan setiap subtema terdiri dari 5 pembelajaran yaitu:
Sub Tema 1 Alam Semesta A. Pembelajaran 1 Bumi A. Pembelajaran 2 Bintang B. Pembelajaran 3 Bulan C. Pembelajaran 4 Matahari D. Pembelajaran 5 Awan
Sub Tema 2 Kenampakan Alam A. Pembelajaran 1 Hutan B. Pembelajaran 2 Sungai C. Pembelajaran 3 laut D. Pembelajaran 4 Gunung E. Pembelajaran 5 Pegunungan
Sub Tema 3 Kenampakan Alam Buatan A. Pembelajaran 1 Taman
B. Pembelajaran 2 Sawah C. Pembelajaran 3 Peternakan D. Pembelajaran 4 Gedung E. Pembelajaran 5 Jalan
Sub Tema 4 Pemanfaatan Kenampakan Alam dan Alam Buatan A. Pembelajaran 1 Manfaat hutan
B. Pembelajaran 2 Manfaat sungai C. Pembelajaran 3 Manfaat gedung D. Pembelajaran 4 Manfaat matahari
Pemetaan Kompetensi Dasar pada Tema 5
No Kompetensi Dasar Bidang Studi
1. 1.2. Menyadari makna tanggungjawab sebagai umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat.
2.2. Menanggapi makna hak, kewajiban dan
tanggungjawab sebagai warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
3.2. Memahami makna hak, kewajiban, dan tanggungjawab sebagai warga masyarakat.
4.2. Menerapkan hak kewajiban dan tanggung jawab sebagai warga di masyarakat.
1.4. Menyetujui nilai-nilai persatuan dan kesatuan untuk membangun kerukunan dalam bidang sosial-budaya dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
2.4. Bersikap jujur dalam penerapan nilai-nilai persatuan dan kesatuan untuk membangun kerukunan di bidang sosial budaya.
3.4. Mengartikan bersatu dalam keberagaman di rumah, sekolah dan masyarakat.
4.4. Mengimplementasikan sikap bersatu dalam keberagaman di rumah, sekolah, dan masyarakat.
PPKn
2. 3.1 Memahami teks laporan hasil observasi sederhana tentang perubahan wujud benda, rupa bumi dan perubahannya, serta alam semesta, baik lisan maupun tulis.
4.1 Menyusun teks laporan hasil observasi sederhana tentang perubahan wujud benda, rupa bumi dan perubahannya, serta alam semesta, baik lisan maupun tulis dengan memperhatikan penggunaan kosakata baku dan kalimat efektif.
Bahasa Indonesia
3. 3.5 Memahami penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama.
4.5 Menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama.
3.3 Menyatakan suatu bilangan sebagai jumlah, selisih, Matematika
5. 3.1 Mendeskripsikan kenampakan alam yang ada di lingkungan terdekat.
4.1 Menunjukkan kenampakan alam yang ada di lingkungan terdekat.
3.2 Mendeskripsikan tokoh, peninggalan dan peristiwa sejarah di lingkungan kota/kabupaten/provinsi.
4.1 Mengumpulkan informasi mengenai tokoh, peninggalan dan peristiwa sejarah di lingkungan wilayahnya (kota/kabupaten, provinsi).
IPS
6. 3.1 Mengenal cerita bergambar.
4.1 Membuat gambar ilustrasi untuk cerita bergambar.
3.5 Mengenal budi daya tanamansayur.
4.5. Menanam tanaman sayuran.
3.4 Mengenal karya ikat celup dari berbagai media.
4.4 Membuat karya ikat celup dari berbagai media.
SBdP
PEMETAAN KOMPETENSI DASAR PADA SUBTEMA I ALAM SEMESTA
Bahasa Indonesia
3.1 Memahami teks laporan hasil observasi sederhana tentang perubahan wujud benda, rupa bumi dan perubahannya, serta alam semesta, baik lisan maupun tulis.
4.1 Menyusun teks laporan hasil observasi sederhana tentang perubahan wujud benda, rupa bumi dan perubahannya, serta alam semesta, baik lisan maupun tulis dengan memperhatikan penggunaan kosakata baku dan kalimat efektif.
PPKn
1.2. Menyadari makna tanggung-jawab sebagai umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat.
2.2. Menanggapi makna hak, kewajiban dan tanggungjawab sebagai warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
SBdP
3.1 Mengenal cerita IPS
3.1 Mendeskripsikan
kenampakan alam yang ada di lingkungan terdekat.
4.1 Menunjukkan kenampakan alam yang ada di lingkungan terdekat.
IPA
3.1 Menjelaskan cara merawat dan Matematika
3.5 Memahami penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama.
4.5 Menyelesaikan masalah penjumlahan dan pengurangan pecahan berpenyebut sama.
Alam Semesta
PEMETAAN INDIKATOR PADA SUB TEMA I ALAM SEMESTA
Bahasa Indonesia
3.1.1 Mengenali teks laporan seder-hana tentang perubahan wujud benda.
3.1.2 Mengidentifikasi teks laporan sederhana tentang rupa bumi dan perubahannya.
4.1.1 Membaca teks laporan seder-hana tentang perubahan wujud benda.
4.1.2 Meniru teks laporan seder-hana tentang rupa bumi dan perubahannya.
IPS
3.1.1 Mengamati kenampakan alam yang ada di lingkungan terdekat.
3.1.2 Menunjukkan kenampakan alam yang ada di lingkungan terdekat.
4.1.1 Bertanya tentang kenampakan alam yang ada di lingkungan terdekat.
4.1.2 Mencari kenampakan alam yang ada di lingkungan terdekat.
IPA
3.5.1 Mengidentifikasi cara merawat dan memelihara tumbuhan
3.5.2 Mengenali cara merawat dan memelihara tumbuhan.
4.1.1 Mengumpulkan informasi cara merawat dan memelihara tumbuhan.
4.1.2 Mendata cara merawat dan memelihara tumbuhan.
SBdP
3.1.1 Mengidentifikasi tokoh,tema dan setting cerita bergambar
3.1.2 Menunjukkan tema dan setting ceerita bergambar
4.1.1. Menggunting gambar tokoh dan setting ilustrasi untuk cerita bergambar.
Matematika
3.5.1 Mengidentifikasi penjumlah-an pecahan berpenyebut sama.
3.5.2 Menunjukkan penjumlahan pecahan berpenyebut sama.
4.5.1 Mengartikan kata kunci pada soal cerita penjumlahan pecahan berpenyebut sama sebagai tanda operasi matematika.
4.5.2 Mengubah kata kunci pada soal cerita PPKn
1.2.1 Bersyukur terhadap tanggung-jawab sebagai umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat.
2.2.1 Mengikuti makna hak, kewajiban, dan tanggungjawab sebagai warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
3.2.1 Mengidentifikasi makna hak, kewajiban dan tanggungjawab sebagai warga masyarakat dalam kehidupan sehari- hari.
4.2.1 Memilih perilaku bertanggungjawab.
Alam Semesta
Ruang lingkup pembelajaran SUB TEMA 1
ALAM SEMESTA
Pembelajaran Kegiatan pembelajaran
1. Mengamati gambar bumi dari ruang angkasa.
2. Mengamati gambar rupa bumi.
3. Bertanya jawab tentang gambar.
4. Membaca teks tentang tanggung jawab sebagai umat beragama.
5. Mencermati gambar tentang tanggung jawab sebagai umat beragama dalam bermasyarakat.
6. Mendeskripsikan prilaku tanggung jawab sebagai umat beragama dan sebagai warga masyarakat.
7. Membandingkan perilaku bertanggung jawab dan perilaku tidak bertanggungjawab.
PPKn
1.2.1 1.2.1 Menaati tanggung jawab sebagai umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat.
1.2.2 Berdoa sebelum dan sesudah menjalankan sesuatu.
2.2.1 Mendeskripsikan makna hak, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
2.2.2 Membandingkan hubungan baik dengan sesama sebagai umat ciptaan Tuhan yang Maha Esa.
3.2.1 Mengidentifikasi makna hak, kewajiban dan tanggungjawab sebagai warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Indikator
PEMBELAJARAN
1
pengembangannya.
10. Mengamati ilustrasi cerita bergambar.
11. Mengidentifikasi tokoh, tema, dan setting dari cerita bergambar.
12. Menggunting cerita bergambar sesuai bagian.
13. Memasangkan kembali cerita bergambar sesuai urutan.
4.2.2 Meniru perilaku bertanggungjawab.
Bahasa Indonesia.
3.1.1 Mengidentifikasi teks laporan sederhana tentang perubahan wujud benda.
3.1.2 Mengutip teks laporan sederhana tentang rupa bumi dan perubahannya.
4.1.1 Membaca teks laporan sederhana tentang perubahan wujud benda.
4.1.2 Meniru teks laporan
sederhana tentang rupa bumi dan perubahannya.
SBdP
3.1.1 Mengidentifikasi tokoh, tema, dan setting isi cerita bergambar.
3.1.2 Menunjukkan tokoh, tema, dan setting isi cerita bergambar.
4.1.1 Menggunting gambar ilustrasi tokoh dan setting untuk cerita bergambar.
4.1.2 Menempelkan gambar tokoh dan setting ilustrasi untuk cerita bergambar.
Pembelajaran Kegiatan pembelajaran
1. Menyimak cerita dari guru.
2. Bertanya jawab tentang isi cerita.
3. Menjawab pertanyaan tentang
SBdP
3.1.1 Mengidentifikasi tokoh, tema, dan setting isi cerita bergambar.
3.1.2 Menunjukkan tokoh, tema,
Indikator
PEMBELAJARAN
2
4.1.1 Menggunting gambar ilustrasi tokoh dan setting untuk cerita bergambar.
4.1.2 Menempelkan gambar tokoh dan setting ilustrasi untuk cerita bergambar.
Bahasa Indonesia
3.1.1 Mengidentifikasi teks laporan sederhana tentang perubahan wujud benda.
3.1.2 Mengutip teks laporan sederhana tentang rupa bumi dan perubahannya.
4.1.1 Membaca teks laporan sederhana tentang perubahan wujud benda
4.1.2 Meniru teks laporan
sederhana tentang rupa bumi dan perubahannya
Matematika.
3.5.1 Mengidentifikasi penjumlahan pecahan berpenyebut sama.
3.5.2 Menunjukkan penjumlahan pecahan berpenyebut sama.
4.5.1 Mengartikan kata kunci pada soal cerita penjumlahan pecahan berpenyebut sama sebagai tanda operasi matematika.
4. Menggunting tokoh cerita bergambar.
5. Menempelkan tokoh cerita bergambar sesuai setting cerita.
6. Membaca dialog.
7. Mencermati gambar perubahan wujud benda.
8. Membaca teks laporan sederhana.
9. Mengindentifikasi teks laporan sederhana melalui menjawab pertanyaan.
10. Mencermati materi laporan sederhana.
11. Mengutip kembali teks laporan sederhana dari pembelajaran sebelumnya.
12. Mengenali pecahan berpenyebut sama, melalui gambar.
13. Mencari pecahan berpenyebut sama.
14. Menuliskan pecahan berpenyebut sama.
Matematika 3.5.1 Mengidentifikasi penjumlahan pecahan berpenyebut sama.
3.5.2 Menunjukkan penjumlahan pecahan berpenyebut sama.
4.5.1 Mengartikan kata kunci pada soal cerita penjumlahan pecahan berpenyebut sama sebagai tanda operasi matematika.
4.5.2 Mengubah kata kunci pada soal cerita penjumlahan pecahan berpenyebut sama menjadi tanda operasional matematika.
Bahasa Indonesia 3.1.1 Mengenali teks laporan sederhana tentang perubahan wujud benda.
3.1.2 Mengidentifikasi teks laporan sederhana tentang rupa bumi dan perubahannya.
4.1.1 Membaca teks laporan sederhana tentang perubahan wujud benda.
4.1.2 Meniru teks laporan
sederhana tentang rupa bumi dan perubahannya.
SBdP
3.1.1 Mengidentifikasi tokoh, tema, dan setting isi cerita bergambar.
3.1.2 Menunjukkan tokoh, tema, 1. Mengenali penjumlahan
pecahan berpenyebut sama.
dengan konsep soal cerita.
2. Menuliskan penjumlah-an pecahan bepenyebut sama.
3. Menghitung penjumlah-an pecahan berpenyebut sama.
4. Mempercakapkan tema diarahkan pada materi.
5. Memperhatikan gambar.
6. Membaca teks laporan sederhana.
7. Mengidentifikasi unsur -unsur penulisan teks laporan sederhana.
8. Menuliskan unsur-unsur teks laporan sederhana.
9. Mewarnai tokoh, setting gambar cerita.
10. Menceritakan kembali cerita bergambar.
11. Membaca dialog.
12. Mengidentifikasi cara merawat dan meme-lihara tumbuhan.
13. Menuliskan cara mera-wat dan memelihara tumbuhan.
14. Membuat perencanaan tugas proyek merawat dan memelihara tumbuhan.
15. Menuliskan perencana-an tugas proyek.
PEMBELAJARAN
3
4.1.1 Menggunting gambar ilustrasi tokoh dan setting untuk cerita bergambar.
4.1.2 Menempelkan gambar tokoh dan seting ilustrasi untuk cerita bergambar.
IPA
3.5.1 Mengidentifikasi cara merawat dan memelihara tumbuhan.
3.5.2 Mengenali cara merawat dan memelihara tumbuhan.
4.1.1 Mengumpulkan informasi cara merawat dan memlihara tumbuhan.
4.1.2 Mendata cara merawat dan memelihara tumbuhan.
IPS
4.1.1 Mengamati kenam-pakan alam yang ada di lingkungan terdekat.
3.1.2 Menunjukkan kenam-pakan alam yang ada di lingkungan terdekat.
4.1.1 Bertanya tentang
kenampakan alam yang ada di 1. Mempercakapkan matahari
sebagai pengantar materi kenampakan alam.
2. Mencermati gambar kenampakan alam daratan.
3. Mempercakapkan kenampakan alam daratan.
4. Menuliskan kenam-pakan alam daratan yang dapat diketahui dari
PEMBELAJARAN
4
SBdP
3.1.1 Mengidentifikasi tokoh, tema, dan setting isi cerita bergambar.
3.1.2 Menunjukkan tokoh, tema, dan setting isi cerita bergambar.
4.1.1 Mewarnai gambar ilustrasi tokoh dan setting untuk cerita bergambar.
4.1.2 Menempelkan gambar tokoh dan setting ilustrasi untuk cerita bergambar.
IPA
3.5.1 Mengidentifikasi cara merawat dan memelihara tumbuhan.
3.5.2 Mengenali cara merawat dan memelihara tumbuhan.
4.1.1 Mengumpulkan informasi cara merawat dan memlihara tumbuhan.
4.1.2 Mendata cara merawat dan memelihara tumbuhan.
8. Memilih gambar kenam-pakan alam yang ada di daerah sekitar tempat tinggal peserta didik.
9. Mempercakapkan manfaat matahari pada kesuburan tumbuhan.
10. Memilih gambar yang sesuai dengan cara merawat dan meme- lihara tanaman.
11. Menuliskan cara mera-wat dan memelihara tanaman.
12. Menghafalkan penulisan cara merawat dan memelihara tanaman.
13. Membaca teks cerita.
14. Membahas teks cerita.
15. Bertanya jawab tentang teks cerita.
16. Mencermati gambar sesuai teks cerita.
17. Mengurutkan gambar sesuai teks cerita.
18. Membaca materi mengambar ilustrasi.
19. Membahas materi menggambar ilustrasi.
20. Menjelaskan materi menggambar ilustrasi dengan bantuan gambar.
21. Membuat sketsa gambar ilustrasi sesuai garis bantu.
22. Mengerjakan soal-soal refleksi diri.
IPS
3.1.1 Mengamati kenam-pakan alam yang ada di lingkungan terdekat.
3.1.2 Menunjukkan kenam-pakan alam yang ada di lingkungan terdekat.
4.1.1 Bertanya tentang
kenampakan alam yang ada di lingkungan terdekat.
4.1.2 Mencari tahu kenam-pakan alam yang ada di lingkungan terdekat.
SBdP
3.1.1 Mengidentifikasi tokoh, tema, dan setting isi cerita bergambar.
3.1.2 Menunjukkan tokoh, tema, dan setting isi cerita bergambar.
4.1.1 Mewarnai gambar ilustrasi tokoh dan setting untuk cerita bergambar.
4.1.2 Menempelkan gambar tokoh dan setting ilustrasi untuk cerita bergambar.
1. Mempercakapkan awan, diarahkan pada daratan.
2. Membaca materi kenampakan alam daratan.
3. Membahas materi kenampakan alam daratan.
4. Mempercakapkan hubungan awan dengan daratan.
5. Membaca cerita tentang awan.
6. Membahas cerita tentang awan.
7. Menjawab pertanyaan isi cerita.
8. Bermain peran sesuai tokoh dalam cerita.
PEMBELAJARAN
5
Bahasa Indonesia Indikator:
3.1.1 Mengidentifikasi teks laporan sederhana tentang perubahan wujud benda.
3.1.2 Mengutip teks laporan sederhana tentang rupa bumi dan perubahannya.
4.1.1 Membaca teks laporan sederhana tentang perubahan wujud benda.
4.1.2 Meniru teks laporan sederhana tentang rupa bumi dan perubahannya.
SBdP Indikator:
3.1.1 Mengidentifikasi tokoh dan setting isi cerita bergambar.
3.1.2 Menunjukkan tokoh dan setting isi cerita bergambar.
4.1.1 Menggunting gambar tokoh dan settingilustrasi untuk cerita bergambar.
4.1.2 Menempelkan gambar tokoh dan setting ilustrasi
PEMETAAN INDIKATOR PADA PEMBELAjARAN I BUMI
PPKn
1.2.1.2.1 Menaati tanggung jawab
sebagai umat beragama dalam kehidupan bermasyarakat.
1.2.2 Berdoa sebelum dan sesudah menjalankan sesuatu.
2.2.1 Mengikuti makna hak, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
2.2.2 Memelihara hubungan baik dengan sesama sebagai umat ciptaan Tuhan yang Maha Esa.
3.2.1 Mengidentifikasi makna hak, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai warga masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
3.2.2 Menentukan hubungan baik dengan sesama sebagai umat ciptaan Tuhan yang Maha Esa.
4.2.1 Memilih perilaku bertanggung jawab.
4.2.2 Meniru perilaku bertanggung jawab.
Pembelajaran 1 Bumi
URAIAN KEGIATAN PEMBELAjARAN
PEMBELAJARAN
1
fokus Pembelajaran: PPKn, Bahasa Indonesia, dan SBdP 1. Tujuan Pembelajaran
a. Dengan membaca peserta didik dapat mengidentifikasi perilaku bertanggung jawab.
b. Dengan mencermati, peserta didik dapat membedakan antara perilaku bertanggung jawab dan perilaku tidak bertanggung jawab.
c. Dengan mengamati, peserta didik dapat mengidentifikasi unsur teks laporan.
d. Dengan menuliskan, peserta didik dapat menentukan teks laporan.
e. Dengan mencari tahu, peserta didik dapat mengidentifikasi cerita bergambar.
f. Dengan mengingat, peserta didik dapat menghubungkan pengetahuan pada pembelajaran selanjutnya.
2. Langkah-langkah Pembelajaran a. Kegiatan Awal
Peserta didik memeriksa alat bantu dengar diri sendiri dengan pengawasan dan bantuan guru.
Peserta didik menyiapkan diri dan berdoa dengan pengawasan
Peserta didik bertanya jawab dalam situasi yang dikondisikan guru untuk untuk memulai pembelajaran.
Guru menyiapkan gambar bumi atau globe.
Guru menyiapkan lembar kerja peserta didik.
Guru menyiapkan alat peraga lainnya sesuai kebutuhan.
b. Kegiatan Inti
Ayo Membaca
Peserta didik memperhatikan gambar bumi atau globe yang dapat diperlihatkan guru.
Peserta didik bertanya jawab tentang gambar bumi atau globe, yang oleh guru diarahkan pada bumi ciptaan Tuhan sebagai Karunia bagi manusia, dan makhluk hidup lainnya.
Peserta didik membaca teks bacaan secara bergantian dengan bimbingan guru.
Guru membetulkan ujaran peserta didik yang belum sesuai dengan sebagaimana mestinya.
Peserta didik mendapat penjelasan tentang teks oleh guru.
Ayo Mencermati
Peserta didik memperhatikan kumpulan gambar perilaku bertanggung jawab dan perilaku tidak bertanggung jawab dengan arahan guru.
Peserta didik menghubungkan gambar dengan kalimat–kalimat pada teks bacaan.
Peserta didik mengelompokan antara gambar perilaku bertanggung jawab dan gambar perilaku tidak bertanggung jawab.
Peserta didik menghafalkan penulisan perilaku bertanggung jawab dan perilaku tidak bertanggung jawab.
Peserta didik menghafalkan memasangkan penulisan dengan gambar dari perilaku bertanggung jawab dengan perilaku tidak bertanggung jawab melalui permainan dengan arahan guru.
Peserta didik menghafalkan penulisan tek prilaku bertanggung jawab.
Peserta didik menuliskan teks tentang perilaku bertanggung jawab dan perilaku tidak bertanggung jawab, setelah peserta didik berhasil menghafalnya dengan bimbingan guru.
Ayo Mengamati
Peserta didik mengamati kembali gambar bumi atau globe yang telah disediakan guru.
Peserta didik mengungkapkan hasil pengamatan tentang bumi berdasarkan penjelasan dan pertanyaan dari guru.
Peserta didik diminta guru mengungkapkan kondisi lingkungan tempat tinggal dengan pertanyaan arahan dari guru.
Guru dapat menanyakan tentang sungai, gunung, hutan, dll.
Peserta didik menjawab pertanyaan arahan dengan bimbingan guru.
Peserta didik mengungkapkan jawaban pertanyaan arahan serta menghubungkan dengan kondisi lingkungan tempat tinggal.
Peserta didik membaca seluruh jawaban dengan bimbingan guru.
Ayo Menulis
Peserta didik mengembangkan jawaban dengan bimbingan guru.
Ayo Mencari Tahu
Peserta didik mengikuti guru ke perpustakaan untuk memilih satu buku cerita bergambar singkat. (Bila di sekolah belum ada perpustakaan guru dapat menyediakan beberapa buku cerita bergambar singkat.)
Peserta didik diminta mengamati gambar cerita.
Peserta didik diminta memperhatikan guru bercerita (guru bercerita dengan menyampaikan judul, nama tokoh, dan setting keadaan cerita.)
Peserta didik menjawab pertanyaan tentang isi, tema, tokoh, dan setting cerita dengan bimbingan guru.
Peserta didik menuliskan tokoh, tema dan setting cerita bergambar sesuai jawaban pertanyaan dengan bimbingan guru.
Peserta didik memperhatikan potongan-potongan gambar yang ditunjukan guru. (Guru dapat mengkopi, menggunting gambar dalam buku cerita bergambar.)
Peserta didik mengidentifikasi potongan gambar dengan cerita bergambar.
Peserta didik menggunting gambar tokoh dan setting pada potongan gambar.
Peserta didik menempelkan guntingan gambar tokoh dan setting pada tempatnya.
c. Kegiatan Akhir
Peserta didik diminta mengumpulkan gambar perilaku bertanggung jawab.
Peserta didik diminta mengumpulkan laporan pengamatan tentang bumi.
Peserta didik diminta mengungkapkan tokoh, tema, dan setting isi cerita.
Peserta didik diminta merapikan, membersihkan, dan berdoa sebelum meninggalkan kelas.
Remedial: diberikan penjelasan ulang bagi peserta didik yang masih kesulitan memahami pembelajaran.
Pengayaan: dapat menuliskan pesan pada materi mengidentifikasi cerita bergambar.
Ayo Mengingat
a. Peserta didik diminta menjawab pertanyaan refleksi dengan bimbingan guru.
b. Guru dapat membuat kegiatan refleksi pengganti sesuai kondisi dan situasi kelas.
c. Kegiatan refleksi dapat dilakukan secara lisan atau tertulis.
3. Penilaian
a. Kriteria dan penilaian sikap
Guru dapat membidik sikap yang akan dikembangkan sesuai kebutuhan.
No Sikap 3 2 1
1. Tanggung jawab
Menyelesaikan tugas tepat waktu.
Menyelesaikan tugas dengan peringatan.
Tugas tidak terselesaikan.
2. Kerjasama Mau membantu teman tanpa diminta.
Mau membantu teman dengan diminta.
Tidak membantu teman yang berkesulitan.
3. Rasa syukur Menunjukkan sikap doa yang benar secara spontan sesuai ajaran agama yang dianut.
Menunjukkan sikap doa yang benar sesuai ajaran agama yang dianut dengan peringatan.
Menunjukkan sikap doa yang belum benar sesuai ajaran agama yang dianut walau dengan
No Nama peserta didik
Tanggung
jawab Kerjasama Rasa Syukur
Keterangan guru
3 2 1 3 2 1
1.
2.
3.
Lembar penilaian sikap berdasar observasi:
b. Kriteria dan penilaian pengetahuan
1) Mengelompokkan gambar perilaku bertanggungjawab dan perilaku tidak bertanggungjawab.
2) Menjawab pertanyaan saat mengamati gambar/globe.
3) Mengisi jawaban yang benar tentang tema, tokoh, dan setting cerita bergambar.
Penilaian:
Skor maksimal = 100
NA = Jumlah skor yang diperoleh Skor maksimal x 100
Kunci jawaban 1
Kunci jawaban 2
Kunci jawaban 3
Perilaku bertanggung jawab sebagai umat beragama
Perilaku tidak bertanggungjawab sebagai umat beragama
Bersedekah Membuang sampah sembarangan
Membangun tempat ibadah Merusak hutan Berdoa kepada Tuhan Berburu hewan langka
Menjaga kelestarian alam Berbuat jahat kepada sesama Membersihkan lingkungan (sungai)
Gambar bumi
Bumi berbentuk bulat, terdiri dari daratan dan perairan
Daratan berwarna hijau yang menandakan sebagai banyaknya tumbuhan Perairan berwarna biri yang menandakan sebagai lautan
Lautan adalah perairan paling luas di bumi
Bumi sebagai tempat di mana makhluk hidup bertempat tinggal dan berkembang biak
Manusia tinggal di bumi untuk memanfaatkan dan mengolah bumi dengan benar
Tokoh: ibu, kakak, adik, dan ikan Tema: Memelihara ikan
c. Kriteria dan penilaian ketrampilan
1) Memilih 6 gambar perilaku bertanggung jawab
Nama Peserta Didik
Memilih 1–6 gambar
Memilih 1–4 gambar
Memilih 1–2 gambar
Baik Cukup Kurang
2) Membaca teks
No Kriteria Baik Cukup
1. Pelafalan Bunyi sesuai vokal dan konsonan
Bunyi belum sesuai dengan vocal dan konsonan
2. Suara Kuat, terdengar Lemah
3. Kelancaran Bersambung lancar Terputus–putus
3) Menggunting dan menempelkan gambar
Aspek Skor Kriteria Nama Peserta didik
Rapi
A B C D E
3 Sesuai bentuk gambar.
2 Tidak pada bentuk gambar.
1 Bagian gambar tergunting.
Kecepatan
3 Selesai sesuai waktu.
2 Selesai melebihi waktu.
1 Tidak selesai.
Kemandirian
3 Bekerja sendiri.
2 Bekerja dengan arahan.
1 Bekerja dengan bantuan secara fisik.
Bahasa Indonesia
3.1.2 Mengidentifikasi teks laporan sederhana tentang rupa bumi dan perubahannya.
3.1.3 Menunjukkan teks laporan sederhana tentang rupa bumi dan perubahannya.
4.1.2 Meniru teks laporan
sederhana tentang rupa bumi dan perubahannya.
4.1.3 Mengutip teks laporan sederhana tentang rupa bumi dan perubahannya.
SBdP
3.1.1 Mengidentifikasi tokoh, tema, dan setting isi cerita bergambar 3.1.2 Menunjukkan tokoh, tema, dan setting isi cerita bergambar
4.1.1 Menggunting gambar ilustrasi tokoh dan setting untuk cerita bergambar.
4.1.2 Menempelkan gambar tokoh dan setting ilustrasi untuk cerita bergambar.
Pembelajaran 2 Bintang
PEMETAAN INDIKATOR PADA PEMBELAjARAN 2
BINTANG
Matematika
3.5.1 Mengidentifikasi penjum-lahan pecahan berpenyebut sama.
3.5.2 Menunjukkan penjumlahan pecahan berpenyebut sama.
4.5.1 Mengartikan kata kunci pada soal cerita penjumlahan pecahan berpenyebut sama sebagai tanda operasi matematika.
4.5.2 Mengubah kata kunci pada soal cerita penjumlahan pecahan berpenyebut sama menjadi tanda operasional matematika.
URAIAN KEGIATAN PEMBELAjARAN
PEMBELAJARAN
2
fokus Pembelajaran: SBdP, Bahasa Indonesia, dan Matematika 1. Tujuan Pembelajaran
a. Dengan menyimak, peserta didik dapat mengidentifikasi tokoh, tema, dan setting isi cerita.
b. Dengan melakukan, peserta didik dapat menunjukkan tokoh, tema, dan setting cerita.
c. Dengan mencari tahu, peserta didik dapat mengidentifikasi teks laporan sederhana.
d. Dengan berlatih, peserta didik dapat mengartikan kata kunci pada soal cerita.
e. Dengan mengingat, peserta didik dapat menerapkan materi pembelajaran.
2. Langkah-langkah Pembelajaran a. Kegiatan Awal
Peserta didik memeriksa alat bantu dengar diri sendiri dengan pengawasan dan bantuan guru.
Peserta didik menyiapkan diri dan berdoa dengan pengawasan guru.
Melalui sisa pendengaran dan atau penglihatan, peserta didik
(dapat cerita lain sesuai dengan kondisi dan kebutuhan peserta didik di masing-masing sekolah.)
Guru menyiapkan gambar cerita yang dapat digunting.
Guru menyiapkan alat peraga lainnya sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah.
b. Kegiatan Inti
Ayo Menyimak
Peserta didik terlibat dalam kegiatan bertanya jawab tentang bintang oleh guru.
Peserta didik menyimak perbincangan tentang manfaat bintang menjadi sebuah cerita (guru dapat memberikan cerita bergambar lain sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah).
Peserta didik menyimak cerita guru.
Peserta didik menyimak cerita bergambar oleh guru.
Peserta didik memperhatikan ulasan guru tentang tokoh, tema dan setting pada cerita bergambar.
Peserta didik terlibat dalam kegiatan tanya jawab secara lisan tentang tokoh, tema, dan setting cerita bergambar
Peserta didik menuliskan jawaban pertanyaan tertulis dengan bimbingan guru.
Ayo Lakukan
Peserta didik memperhatikan gambar tokoh dan gambar setting yang ditunjukan guru pada cerita bergambar.
Peserta didik memperhatikan petunjuk guru mengenai kegiatan menggunting tokoh pada cerita bergambar.
Peserta didik memperhatikan arahan guru, mengenai menempel tokoh cerita bergambar sesuai setting cerita. (kegiatan ini dapat diganti dengan kegiatan lain sesuai kondisi dan kebutuhan
Ayo mencari tahu.
Peserta didik mengikuti percakapan tentang bintang pada malam hari bersama guru.
Ayo Mencari Tahu
Peserta didik membaca dialog dengan bimbingan guru.
Peserta didik bersama guru mengidentifikasi perubahan benda padat menjadi cair melalui gambar atau peragaan. (Materi perubahan benda padat menjadi cair dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing sekolah).
Peserta didik membaca teks laporan sederhana tentang perubahan benda.
Peserta didik terlibat dalam kegiatan tanya jawab dengan guru tentang materi teks laporan.
Peserta didik menjawab secara lisan pertanyaan unsur-unsur dalam teks laporan dengan bimbingan guru.
Peserta didik menghafalkan penulisan teks jawaban.
Peserta didik menuliskan jawaban soal isian mengenai unsur- unsur dalam teks laporan.
Peserta didik diingatkan guru mengenai teks laporan pada pembelajaran sebelumnya.
Peserta didik menemukan teks laporan pada pembelajaran sebelumnya dengan arahan guru.
Peserta didik membaca teks laporan pada pembelajaran sebelumnya dengan arahan guru. Peserta didik menuliskan kembali teks laporan pada pembelajaran sebelumnya dangan arahan guru.