• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATEMATIKA DASAR (Ekivalensi dan Kuantifikasi)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MATEMATIKA DASAR (Ekivalensi dan Kuantifikasi)"

Copied!
81
0
0

Teks penuh

(1)

MATEMATIKA DASAR (Ekivalensi dan Kuantifikasi)

Antonius Cahya Prihandoko

Universitas Jember Indonesia

Jember, 2015

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 1 / 20

(2)

1 Ekivalensi

2 Tautologi dan Kontradiksi

3 Kuantifikasi

(3)

Outline

1 Ekivalensi

2 Tautologi dan Kontradiksi

3 Kuantifikasi

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 2 / 20

(4)

1 Ekivalensi

2 Tautologi dan Kontradiksi

3 Kuantifikasi

(5)

Ekivalensi

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 3 / 20

(6)

Definisi

Proposisi p dan q dikatakan ekivalen jika p memiliki nilai kebenaran yang sama dengan nilai kebenaran q

In other words

p ekivalen dengan q bila pq bernilai benar

Catatan

Dua proposisi yang ekivalen dikatakan sebagai dua proposisi yang

berekivalensi logis

(7)

Ekivalensi

Definisi

Proposisi p dan q dikatakan ekivalen jika p memiliki nilai kebenaran yang sama dengan nilai kebenaran q

In other words

p ekivalen dengan q bila pq bernilai benar

Catatan

Dua proposisi yang ekivalen dikatakan sebagai dua proposisi yang berekivalensi logis

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 4 / 20

(8)

Definisi

Proposisi p dan q dikatakan ekivalen jika p memiliki nilai kebenaran yang sama dengan nilai kebenaran q

In other words

p ekivalen dengan q bila pq bernilai benar

Catatan

Dua proposisi yang ekivalen dikatakan sebagai dua proposisi yang

berekivalensi logis

(9)

Ekivalensi

Contoh

suatu kondisional ekivalen dengan kontrapositifnya, atau secara notasi dituliskan: (p ⇒ q) ⇔ (−q ⇒ −p);

sedangkan kondisional, (p ⇒ q), tidak ekivalen dengan konversnya, (q ⇒ p).

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 5 / 20

(10)

Contoh

suatu kondisional ekivalen dengan kontrapositifnya, atau secara notasi dituliskan: (p ⇒ q) ⇔ (−q ⇒ −p);

sedangkan kondisional, (p ⇒ q), tidak ekivalen dengan

konversnya, (q ⇒ p).

(11)

Ekivalensi

Contoh

suatu kondisional ekivalen dengan kontrapositifnya, atau secara notasi dituliskan: (p ⇒ q) ⇔ (−q ⇒ −p);

sedangkan kondisional, (p ⇒ q), tidak ekivalen dengan konversnya, (q ⇒ p).

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 5 / 20

(12)

Sehubungan dengan proposisi-proposisi yang saling ekivalen, maka dengan mempergunakan tabel kebenaran dapat ditunjukkan bahwa:

1

−(p ∨ q) ekivalen dengan (−p) ∧ (−q);

2

−(p ∧ q) ekivalen dengan (−p) ∨ (−q).

Ekivalensi tersebut akan memudahkan untuk menentukan negasi dari suatu konjungsi maupun disjungsi.

Contoh

Negasi dari ”harga BBM naik atau subsidi dikurangi” adalah

”harga BBM tidak naik dan subsidi tidak dikurangi”;

Negasi dari ”gajinya dinaikkan dan rumahnya diperbaiki” adalah

(13)

Ekivalensi

Hukum De Morgan

Sehubungan dengan proposisi-proposisi yang saling ekivalen, maka dengan mempergunakan tabel kebenaran dapat ditunjukkan bahwa:

1

−(p ∨ q) ekivalen dengan (−p) ∧ (−q);

2

−(p ∧ q) ekivalen dengan (−p) ∨ (−q).

Ekivalensi tersebut akan memudahkan untuk menentukan negasi dari suatu konjungsi maupun disjungsi.

Contoh

Negasi dari ”harga BBM naik atau subsidi dikurangi” adalah

”harga BBM tidak naik dan subsidi tidak dikurangi”;

Negasi dari ”gajinya dinaikkan dan rumahnya diperbaiki” adalah

”gajinya tidak dinaikkan atau rumahnya tidak diperbaiki”

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 6 / 20

(14)

Sehubungan dengan proposisi-proposisi yang saling ekivalen, maka dengan mempergunakan tabel kebenaran dapat ditunjukkan bahwa:

1

−(p ∨ q) ekivalen dengan (−p) ∧ (−q);

2

−(p ∧ q) ekivalen dengan (−p) ∨ (−q).

Ekivalensi tersebut akan memudahkan untuk menentukan negasi dari suatu konjungsi maupun disjungsi.

Contoh

Negasi dari ”harga BBM naik atau subsidi dikurangi” adalah

”harga BBM tidak naik dan subsidi tidak dikurangi”;

Negasi dari ”gajinya dinaikkan dan rumahnya diperbaiki” adalah

(15)

Ekivalensi

Hukum De Morgan

Sehubungan dengan proposisi-proposisi yang saling ekivalen, maka dengan mempergunakan tabel kebenaran dapat ditunjukkan bahwa:

1

−(p ∨ q) ekivalen dengan (−p) ∧ (−q);

2

−(p ∧ q) ekivalen dengan (−p) ∨ (−q).

Ekivalensi tersebut akan memudahkan untuk menentukan negasi dari suatu konjungsi maupun disjungsi.

Contoh

Negasi dari ”harga BBM naik atau subsidi dikurangi” adalah

”harga BBM tidak naik dan subsidi tidak dikurangi”;

Negasi dari ”gajinya dinaikkan dan rumahnya diperbaiki” adalah

”gajinya tidak dinaikkan atau rumahnya tidak diperbaiki”

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 6 / 20

(16)

Sehubungan dengan proposisi-proposisi yang saling ekivalen, maka dengan mempergunakan tabel kebenaran dapat ditunjukkan bahwa:

1

−(p ∨ q) ekivalen dengan (−p) ∧ (−q);

2

−(p ∧ q) ekivalen dengan (−p) ∨ (−q).

Ekivalensi tersebut akan memudahkan untuk menentukan negasi dari suatu konjungsi maupun disjungsi.

Contoh

Negasi dari ”harga BBM naik atau subsidi dikurangi” adalah

”harga BBM tidak naik dan subsidi tidak dikurangi”;

Negasi dari ”gajinya dinaikkan dan rumahnya diperbaiki” adalah

(17)

Ekivalensi

Hukum De Morgan

Sehubungan dengan proposisi-proposisi yang saling ekivalen, maka dengan mempergunakan tabel kebenaran dapat ditunjukkan bahwa:

1

−(p ∨ q) ekivalen dengan (−p) ∧ (−q);

2

−(p ∧ q) ekivalen dengan (−p) ∨ (−q).

Ekivalensi tersebut akan memudahkan untuk menentukan negasi dari suatu konjungsi maupun disjungsi.

Contoh

Negasi dari ”harga BBM naik atau subsidi dikurangi” adalah

”harga BBM tidak naik dan subsidi tidak dikurangi”;

Negasi dari ”gajinya dinaikkan dan rumahnya diperbaiki” adalah

”gajinya tidak dinaikkan atau rumahnya tidak diperbaiki”

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 6 / 20

(18)

Tunjukkan bahwa pasangan proposisi berikut ekivalen

1

pq dan −p ⇒ q;

2

p ∧ (−q) dan −(p ⇒ q).

(19)

Ekivalensi

Tunjukkan bahwa pasangan proposisi berikut ekivalen

1

pq dan −p ⇒ q;

2

p ∧ (−q) dan −(p ⇒ q).

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 7 / 20

(20)

Tunjukkan bahwa pasangan proposisi berikut ekivalen

1

pq dan −p ⇒ q;

2

p ∧ (−q) dan −(p ⇒ q).

(21)

Ekivalensi

Sifat-sifat proposisi yang ekivalen

1

pp

2

(p ≡ q) ⇒ (qp)

3

[(p ≡ q) ∧ (qr )] ⇒ (p ≡ r )

catatan

Karena pq bernilai benar hanya p ekivalen dengan q, maka pq dapat digunakan untuk menyatakan pq.

Ada juga yang memberi arti simbol ”≡” pada proposisi (p ⇔ q) ≡ ((pq) ∧ (qp)) sebagai ”=”.

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 8 / 20

(22)

Sifat-sifat proposisi yang ekivalen

1

pp

2

(p ≡ q) ⇒ (qp)

3

[(p ≡ q) ∧ (qr )] ⇒ (p ≡ r )

catatan

Karena pq bernilai benar hanya p ekivalen dengan q, maka pq dapat digunakan untuk menyatakan pq.

Ada juga yang memberi arti simbol ”≡” pada proposisi

(p ⇔ q) ≡ ((pq) ∧ (qp)) sebagai ”=”.

(23)

Ekivalensi

Sifat-sifat proposisi yang ekivalen

1

pp

2

(p ≡ q) ⇒ (qp)

3

[(p ≡ q) ∧ (qr )] ⇒ (p ≡ r )

catatan

Karena pq bernilai benar hanya p ekivalen dengan q, maka pq dapat digunakan untuk menyatakan pq.

Ada juga yang memberi arti simbol ”≡” pada proposisi (p ⇔ q) ≡ ((pq) ∧ (qp)) sebagai ”=”.

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 8 / 20

(24)

Sifat-sifat proposisi yang ekivalen

1

pp

2

(p ≡ q) ⇒ (qp)

3

[(p ≡ q) ∧ (qr )] ⇒ (p ≡ r )

catatan

Karena pq bernilai benar hanya p ekivalen dengan q, maka pq dapat digunakan untuk menyatakan pq.

Ada juga yang memberi arti simbol ”≡” pada proposisi

(p ⇔ q) ≡ ((pq) ∧ (qp)) sebagai ”=”.

(25)

Ekivalensi

Sifat-sifat proposisi yang ekivalen

1

pp

2

(p ≡ q) ⇒ (qp)

3

[(p ≡ q) ∧ (qr )] ⇒ (p ≡ r )

catatan

Karena pq bernilai benar hanya p ekivalen dengan q, maka pq dapat digunakan untuk menyatakan pq.

Ada juga yang memberi arti simbol ”≡” pada proposisi (p ⇔ q) ≡ ((pq) ∧ (qp)) sebagai ”=”.

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 8 / 20

(26)

Sifat-sifat proposisi yang ekivalen

1

pp

2

(p ≡ q) ⇒ (qp)

3

[(p ≡ q) ∧ (qr )] ⇒ (p ≡ r )

catatan

Karena pq bernilai benar hanya p ekivalen dengan q, maka pq dapat digunakan untuk menyatakan pq.

Ada juga yang memberi arti simbol ”≡” pada proposisi

(p ⇔ q) ≡ ((pq) ∧ (qp)) sebagai ”=”.

(27)

Ekivalensi

Sifat-sifat proposisi yang ekivalen

1

pp

2

(p ≡ q) ⇒ (qp)

3

[(p ≡ q) ∧ (qr )] ⇒ (p ≡ r )

catatan

Karena pq bernilai benar hanya p ekivalen dengan q, maka pq dapat digunakan untuk menyatakan pq.

Ada juga yang memberi arti simbol ”≡” pada proposisi (p ⇔ q) ≡ ((pq) ∧ (qp)) sebagai ”=”.

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 8 / 20

(28)
(29)

Tautologi

Definisi

Tautologi adalah proposisi majemuk yang selalu benar apapun nilai kebenaran komponen-komponennya, dan dikatakan benar secara logika.

Contoh

(p ∧ q) ⇒ p merupakan tautologi, sedangkan (p ⇒ q) ⇒ (pq) bukan merupakan tautologi. Selidiki dengan menggunakan tabel kebenaran!

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 10 / 20

(30)

Definisi

Tautologi adalah proposisi majemuk yang selalu benar apapun nilai kebenaran komponen-komponennya, dan dikatakan benar secara logika.

Contoh

(p ∧ q) ⇒ p merupakan tautologi, sedangkan (p ⇒ q) ⇒ (pq) bukan

merupakan tautologi. Selidiki dengan menggunakan tabel kebenaran!

(31)

Kontradiksi

Definisi

Kontradiksi adalah proposisi majemuk yang selalu salah apapun nilai kebenaran komponen-komponennya, dan dikatakan salah secara logika.

Contoh

p ∨ −p merupakan tautologi, tetapi p ∧ −p merupakan kontradiksi.

Buktikan!

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 11 / 20

(32)

Definisi

Kontradiksi adalah proposisi majemuk yang selalu salah apapun nilai kebenaran komponen-komponennya, dan dikatakan salah secara logika.

Contoh

p ∨ −p merupakan tautologi, tetapi p ∧ −p merupakan kontradiksi.

Buktikan!

(33)

Latihan

1

Buktikan bahwa −(p ∧ −p) merupakan tautologi!

2

Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?

3

Buktikan setiap pernyataan berikut:

a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)

c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)

4

Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)

5

Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(pq) merupakan kontradiksi.

6

Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?

a. p ⇒ (p ∧ q) b. p ⇒ (p ∨ q) c. pq) ⇒ p d. pq) ⇒ p e. q ⇒ (p ⇒ q)

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 12 / 20

(34)

2

Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?

3

Buktikan setiap pernyataan berikut:

a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)

c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)

4

Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)

5

Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(pq) merupakan kontradiksi.

6

Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?

a. p ⇒ (p ∧ q)

b. p ⇒ (p ∨ q)

c. pq) ⇒ p

(35)

Latihan

1

Buktikan bahwa −(p ∧ −p) merupakan tautologi!

2

Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?

3

Buktikan setiap pernyataan berikut:

a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)

c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)

4

Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)

5

Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(pq) merupakan kontradiksi.

6

Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?

a. p ⇒ (p ∧ q) b. p ⇒ (p ∨ q) c. pq) ⇒ p d. pq) ⇒ p e. q ⇒ (p ⇒ q)

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 12 / 20

(36)

2

Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?

3

Buktikan setiap pernyataan berikut:

a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)

c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)

4

Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)

5

Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(pq) merupakan kontradiksi.

6

Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?

a. p ⇒ (p ∧ q)

b. p ⇒ (p ∨ q)

c. pq) ⇒ p

(37)

Latihan

1

Buktikan bahwa −(p ∧ −p) merupakan tautologi!

2

Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?

3

Buktikan setiap pernyataan berikut:

a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)

c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)

4

Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)

5

Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(pq) merupakan kontradiksi.

6

Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?

a. p ⇒ (p ∧ q) b. p ⇒ (p ∨ q) c. pq) ⇒ p d. pq) ⇒ p e. q ⇒ (p ⇒ q)

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 12 / 20

(38)

2

Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?

3

Buktikan setiap pernyataan berikut:

a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)

c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)

4

Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)

5

Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(pq) merupakan kontradiksi.

6

Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?

a. p ⇒ (p ∧ q)

b. p ⇒ (p ∨ q)

c. pq) ⇒ p

(39)

Latihan

1

Buktikan bahwa −(p ∧ −p) merupakan tautologi!

2

Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?

3

Buktikan setiap pernyataan berikut:

a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)

c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)

4

Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)

5

Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(pq) merupakan kontradiksi.

6

Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?

a. p ⇒ (p ∧ q) b. p ⇒ (p ∨ q) c. pq) ⇒ p d. pq) ⇒ p e. q ⇒ (p ⇒ q)

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 12 / 20

(40)

2

Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?

3

Buktikan setiap pernyataan berikut:

a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)

c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)

4

Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)

5

Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(pq) merupakan kontradiksi.

6

Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?

a. p ⇒ (p ∧ q)

b. p ⇒ (p ∨ q)

c. pq) ⇒ p

(41)

Latihan

1

Buktikan bahwa −(p ∧ −p) merupakan tautologi!

2

Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?

3

Buktikan setiap pernyataan berikut:

a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)

c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)

4

Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)

5

Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(pq) merupakan kontradiksi.

6

Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?

a. p ⇒ (p ∧ q) b. p ⇒ (p ∨ q) c. pq) ⇒ p d. pq) ⇒ p e. q ⇒ (p ⇒ q)

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 12 / 20

(42)

2

Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?

3

Buktikan setiap pernyataan berikut:

a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)

c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)

4

Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)

5

Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(pq) merupakan kontradiksi.

6

Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?

a. p ⇒ (p ∧ q)

b. p ⇒ (p ∨ q)

c. pq) ⇒ p

(43)

Latihan

1

Buktikan bahwa −(p ∧ −p) merupakan tautologi!

2

Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?

3

Buktikan setiap pernyataan berikut:

a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)

c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)

4

Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)

5

Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(pq) merupakan kontradiksi.

6

Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?

a. p ⇒ (p ∧ q) b. p ⇒ (p ∨ q) c. pq) ⇒ p d. pq) ⇒ p e. q ⇒ (p ⇒ q)

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 12 / 20

(44)

2

Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?

3

Buktikan setiap pernyataan berikut:

a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)

c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)

4

Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)

5

Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(pq) merupakan kontradiksi.

6

Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?

a. p ⇒ (p ∧ q)

b. p ⇒ (p ∨ q)

c. pq) ⇒ p

(45)

Latihan

1

Buktikan bahwa −(p ∧ −p) merupakan tautologi!

2

Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?

3

Buktikan setiap pernyataan berikut:

a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)

c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)

4

Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)

5

Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(pq) merupakan kontradiksi.

6

Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?

a. p ⇒ (p ∧ q) b. p ⇒ (p ∨ q) c. pq) ⇒ p d. pq) ⇒ p e. q ⇒ (p ⇒ q)

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 12 / 20

(46)

2

Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?

3

Buktikan setiap pernyataan berikut:

a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)

c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)

4

Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)

5

Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(pq) merupakan kontradiksi.

6

Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?

a. p ⇒ (p ∧ q)

b. p ⇒ (p ∨ q)

c. pq) ⇒ p

(47)

Latihan

1

Buktikan bahwa −(p ∧ −p) merupakan tautologi!

2

Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?

3

Buktikan setiap pernyataan berikut:

a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)

c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)

4

Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)

5

Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(pq) merupakan kontradiksi.

6

Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?

a. p ⇒ (p ∧ q) b. p ⇒ (p ∨ q) c. pq) ⇒ p d. pq) ⇒ p e. q ⇒ (p ⇒ q)

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 12 / 20

(48)
(49)

Kuantifikasi

Definisi

Kuantifikasi adalah proposisi yang menunjukkan suatu keberadaan dan biasanya menggunakan kata-kata ”semua”, ”setiap”, ”beberapa”,

”ada”.

Kuantifikasi dikelompokkan ke dalam kuantifikasi universal dan kuantifikasi eksistensial.

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 14 / 20

(50)

Definisi

Kuantifikasi adalah proposisi yang menunjukkan suatu keberadaan dan biasanya menggunakan kata-kata ”semua”, ”setiap”, ”beberapa”,

”ada”.

Kuantifikasi dikelompokkan ke dalam kuantifikasi universal dan

kuantifikasi eksistensial.

(51)

Kuantifikasi Universal

Definisi

Kuantifikasi universal merupakan suatu proposisi yang benar secara menyeluruh dalam suatu semesta pembicaraan. Kuantifikasi ini mempergunakan kata ”semua” atau ”setiap”. Proposisi yang

mempergunakan kata ”semua” atau ”setiap” dapat dinyatakan sebagai suatu kondisional. ”Semua p adalah q” dapat dinyatakan sebagai ”Jika p maka q”.

Contoh

”Semua bilangan genap habis dibagi dua” dapat dinyatakan sebagai ”Jika bilangan genap maka habis dibagi dua”;

”Untuk setiap bilangan cacah a, a + 2 = 2 + a” dapat dinyatakan sebagai ”Jika a bilangan cacah, maka a + 2 = 2 + a”

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 15 / 20

(52)

Kuantifikasi universal merupakan suatu proposisi yang benar secara menyeluruh dalam suatu semesta pembicaraan. Kuantifikasi ini mempergunakan kata ”semua” atau ”setiap”. Proposisi yang

mempergunakan kata ”semua” atau ”setiap” dapat dinyatakan sebagai suatu kondisional. ”Semua p adalah q” dapat dinyatakan sebagai ”Jika p maka q”.

Contoh

”Semua bilangan genap habis dibagi dua” dapat dinyatakan sebagai ”Jika bilangan genap maka habis dibagi dua”;

”Untuk setiap bilangan cacah a, a + 2 = 2 + a” dapat dinyatakan

(53)

Kuantifikasi Universal

Definisi

Kuantifikasi universal merupakan suatu proposisi yang benar secara menyeluruh dalam suatu semesta pembicaraan. Kuantifikasi ini mempergunakan kata ”semua” atau ”setiap”. Proposisi yang

mempergunakan kata ”semua” atau ”setiap” dapat dinyatakan sebagai suatu kondisional. ”Semua p adalah q” dapat dinyatakan sebagai ”Jika p maka q”.

Contoh

”Semua bilangan genap habis dibagi dua” dapat dinyatakan sebagai ”Jika bilangan genap maka habis dibagi dua”;

”Untuk setiap bilangan cacah a, a + 2 = 2 + a” dapat dinyatakan sebagai ”Jika a bilangan cacah, maka a + 2 = 2 + a”

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 15 / 20

(54)

Kuantifikasi universal merupakan suatu proposisi yang benar secara menyeluruh dalam suatu semesta pembicaraan. Kuantifikasi ini mempergunakan kata ”semua” atau ”setiap”. Proposisi yang

mempergunakan kata ”semua” atau ”setiap” dapat dinyatakan sebagai suatu kondisional. ”Semua p adalah q” dapat dinyatakan sebagai ”Jika p maka q”.

Contoh

”Semua bilangan genap habis dibagi dua” dapat dinyatakan sebagai ”Jika bilangan genap maka habis dibagi dua”;

”Untuk setiap bilangan cacah a, a + 2 = 2 + a” dapat dinyatakan

(55)

Kuantifikasi Universal

Catatan

Kalimat yang dimulai dengan kata ”hanya” dapat diganti dengan kalimat yang dimulai dengan kata ”semua” asalkan subyek dan predikatnya harus saling dipertukarkan.

Contoh

”Hanya mahasiswa yang mendapat nilai A yang diluluskan” dapat diganti dengan ”Semua mahasiswa yang diluluskan mendapat nilai A”.

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 16 / 20

(56)

Catatan

Kalimat yang dimulai dengan kata ”hanya” dapat diganti dengan kalimat yang dimulai dengan kata ”semua” asalkan subyek dan predikatnya harus saling dipertukarkan.

Contoh

”Hanya mahasiswa yang mendapat nilai A yang diluluskan” dapat

diganti dengan ”Semua mahasiswa yang diluluskan mendapat nilai A”.

(57)

Kuantifikasi Eksistensial

Definisi

Proposisi ini dimaksudkan untuk menyatakan bahwa paling tidak ada satu unsur yang membuat proposisi itu benar. Proposisi semacam ini mempergunakan kata-kata ”beberapa” atau ”ada”.

Proposisi berikut bernilai sama

ada pemain basket yang bertubuh pendek;

paling tidak ada seorang pemain basket yang bertubuh pendek;

beberapa pemain basket bertubuh pendek.

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 17 / 20

(58)

Definisi

Proposisi ini dimaksudkan untuk menyatakan bahwa paling tidak ada satu unsur yang membuat proposisi itu benar. Proposisi semacam ini mempergunakan kata-kata ”beberapa” atau ”ada”.

Proposisi berikut bernilai sama

ada pemain basket yang bertubuh pendek;

paling tidak ada seorang pemain basket yang bertubuh pendek;

beberapa pemain basket bertubuh pendek.

(59)

Kuantifikasi Eksistensial

Definisi

Proposisi ini dimaksudkan untuk menyatakan bahwa paling tidak ada satu unsur yang membuat proposisi itu benar. Proposisi semacam ini mempergunakan kata-kata ”beberapa” atau ”ada”.

Proposisi berikut bernilai sama

ada pemain basket yang bertubuh pendek;

paling tidak ada seorang pemain basket yang bertubuh pendek;

beberapa pemain basket bertubuh pendek.

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 17 / 20

(60)

Definisi

Proposisi ini dimaksudkan untuk menyatakan bahwa paling tidak ada satu unsur yang membuat proposisi itu benar. Proposisi semacam ini mempergunakan kata-kata ”beberapa” atau ”ada”.

Proposisi berikut bernilai sama

ada pemain basket yang bertubuh pendek;

paling tidak ada seorang pemain basket yang bertubuh pendek;

beberapa pemain basket bertubuh pendek.

(61)

Kuantifikasi Eksistensial

Definisi

Proposisi ini dimaksudkan untuk menyatakan bahwa paling tidak ada satu unsur yang membuat proposisi itu benar. Proposisi semacam ini mempergunakan kata-kata ”beberapa” atau ”ada”.

Proposisi berikut bernilai sama

ada pemain basket yang bertubuh pendek;

paling tidak ada seorang pemain basket yang bertubuh pendek;

beberapa pemain basket bertubuh pendek.

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 17 / 20

(62)

Aturan

1

”semua P adalah Q” negasinya ”beberapa P tidak Q”

2

”beberapa P adalah Q” negasinya ”semua P tidak Q”

Contoh

”semua manusia tidak berekor” negasinya ”beberapa manusia berekor”;

”beberapa mahasiswa mengisi daftar hadir” negasinya ”semua

mahasiswa tidak mengisi daftar hadir”.

(63)

Negasi Kuantifikasi

Aturan

1

”semua P adalah Q” negasinya ”beberapa P tidak Q”

2

”beberapa P adalah Q” negasinya ”semua P tidak Q”

Contoh

”semua manusia tidak berekor” negasinya ”beberapa manusia berekor”;

”beberapa mahasiswa mengisi daftar hadir” negasinya ”semua mahasiswa tidak mengisi daftar hadir”.

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 18 / 20

(64)

Aturan

1

”semua P adalah Q” negasinya ”beberapa P tidak Q”

2

”beberapa P adalah Q” negasinya ”semua P tidak Q”

Contoh

”semua manusia tidak berekor” negasinya ”beberapa manusia berekor”;

”beberapa mahasiswa mengisi daftar hadir” negasinya ”semua

mahasiswa tidak mengisi daftar hadir”.

(65)

Negasi Kuantifikasi

Aturan

1

”semua P adalah Q” negasinya ”beberapa P tidak Q”

2

”beberapa P adalah Q” negasinya ”semua P tidak Q”

Contoh

”semua manusia tidak berekor” negasinya ”beberapa manusia berekor”;

”beberapa mahasiswa mengisi daftar hadir” negasinya ”semua mahasiswa tidak mengisi daftar hadir”.

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 18 / 20

(66)

Aturan

1

”semua P adalah Q” negasinya ”beberapa P tidak Q”

2

”beberapa P adalah Q” negasinya ”semua P tidak Q”

Contoh

”semua manusia tidak berekor” negasinya ”beberapa manusia berekor”;

”beberapa mahasiswa mengisi daftar hadir” negasinya ”semua

mahasiswa tidak mengisi daftar hadir”.

(67)

Negasi Kuantifikasi

Aturan

1

”semua P adalah Q” negasinya ”beberapa P tidak Q”

2

”beberapa P adalah Q” negasinya ”semua P tidak Q”

Contoh

”semua manusia tidak berekor” negasinya ”beberapa manusia berekor”;

”beberapa mahasiswa mengisi daftar hadir” negasinya ”semua mahasiswa tidak mengisi daftar hadir”.

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 18 / 20

(68)

1

Semua jenis ikan bertelur.

2

Beberapa astronot adalah warga Amerika.

3

Semua kelinci berwarna putih.

4

Semua kerbau mandi di sungai.

5

Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.

6

Tidak ada dua orang yang serupa.

7

Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.

2

Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.

1

Manusia perlu makan untuk hidup.

2

Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.

3

Tidak seorang manusiapun dapat terbang.

4

Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian

(69)

Latihan

1

Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan berikut ini.

1

Semua jenis ikan bertelur.

2

Beberapa astronot adalah warga Amerika.

3

Semua kelinci berwarna putih.

4

Semua kerbau mandi di sungai.

5

Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.

6

Tidak ada dua orang yang serupa.

7

Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.

2

Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.

1

Manusia perlu makan untuk hidup.

2

Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.

3

Tidak seorang manusiapun dapat terbang.

4

Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian dalam kedua segitiga haruslah sama besar.

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 19 / 20

(70)

1

Semua jenis ikan bertelur.

2

Beberapa astronot adalah warga Amerika.

3

Semua kelinci berwarna putih.

4

Semua kerbau mandi di sungai.

5

Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.

6

Tidak ada dua orang yang serupa.

7

Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.

2

Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.

1

Manusia perlu makan untuk hidup.

2

Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.

3

Tidak seorang manusiapun dapat terbang.

4

Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian

(71)

Latihan

1

Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan berikut ini.

1

Semua jenis ikan bertelur.

2

Beberapa astronot adalah warga Amerika.

3

Semua kelinci berwarna putih.

4

Semua kerbau mandi di sungai.

5

Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.

6

Tidak ada dua orang yang serupa.

7

Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.

2

Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.

1

Manusia perlu makan untuk hidup.

2

Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.

3

Tidak seorang manusiapun dapat terbang.

4

Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian dalam kedua segitiga haruslah sama besar.

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 19 / 20

(72)

1

Semua jenis ikan bertelur.

2

Beberapa astronot adalah warga Amerika.

3

Semua kelinci berwarna putih.

4

Semua kerbau mandi di sungai.

5

Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.

6

Tidak ada dua orang yang serupa.

7

Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.

2

Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.

1

Manusia perlu makan untuk hidup.

2

Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.

3

Tidak seorang manusiapun dapat terbang.

4

Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian

(73)

Latihan

1

Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan berikut ini.

1

Semua jenis ikan bertelur.

2

Beberapa astronot adalah warga Amerika.

3

Semua kelinci berwarna putih.

4

Semua kerbau mandi di sungai.

5

Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.

6

Tidak ada dua orang yang serupa.

7

Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.

2

Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.

1

Manusia perlu makan untuk hidup.

2

Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.

3

Tidak seorang manusiapun dapat terbang.

4

Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian dalam kedua segitiga haruslah sama besar.

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 19 / 20

(74)

1

Semua jenis ikan bertelur.

2

Beberapa astronot adalah warga Amerika.

3

Semua kelinci berwarna putih.

4

Semua kerbau mandi di sungai.

5

Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.

6

Tidak ada dua orang yang serupa.

7

Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.

2

Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.

1

Manusia perlu makan untuk hidup.

2

Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.

3

Tidak seorang manusiapun dapat terbang.

4

Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian

(75)

Latihan

1

Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan berikut ini.

1

Semua jenis ikan bertelur.

2

Beberapa astronot adalah warga Amerika.

3

Semua kelinci berwarna putih.

4

Semua kerbau mandi di sungai.

5

Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.

6

Tidak ada dua orang yang serupa.

7

Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.

2

Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.

1

Manusia perlu makan untuk hidup.

2

Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.

3

Tidak seorang manusiapun dapat terbang.

4

Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian dalam kedua segitiga haruslah sama besar.

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 19 / 20

(76)

1

Semua jenis ikan bertelur.

2

Beberapa astronot adalah warga Amerika.

3

Semua kelinci berwarna putih.

4

Semua kerbau mandi di sungai.

5

Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.

6

Tidak ada dua orang yang serupa.

7

Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.

2

Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.

1

Manusia perlu makan untuk hidup.

2

Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.

3

Tidak seorang manusiapun dapat terbang.

4

Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian

(77)

Latihan

1

Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan berikut ini.

1

Semua jenis ikan bertelur.

2

Beberapa astronot adalah warga Amerika.

3

Semua kelinci berwarna putih.

4

Semua kerbau mandi di sungai.

5

Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.

6

Tidak ada dua orang yang serupa.

7

Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.

2

Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.

1

Manusia perlu makan untuk hidup.

2

Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.

3

Tidak seorang manusiapun dapat terbang.

4

Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian dalam kedua segitiga haruslah sama besar.

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 19 / 20

(78)

1

Semua jenis ikan bertelur.

2

Beberapa astronot adalah warga Amerika.

3

Semua kelinci berwarna putih.

4

Semua kerbau mandi di sungai.

5

Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.

6

Tidak ada dua orang yang serupa.

7

Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.

2

Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.

1

Manusia perlu makan untuk hidup.

2

Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.

3

Tidak seorang manusiapun dapat terbang.

4

Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian

(79)

Latihan

1

Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan berikut ini.

1

Semua jenis ikan bertelur.

2

Beberapa astronot adalah warga Amerika.

3

Semua kelinci berwarna putih.

4

Semua kerbau mandi di sungai.

5

Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.

6

Tidak ada dua orang yang serupa.

7

Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.

2

Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.

1

Manusia perlu makan untuk hidup.

2

Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.

3

Tidak seorang manusiapun dapat terbang.

4

Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian dalam kedua segitiga haruslah sama besar.

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 19 / 20

(80)

1

Semua jenis ikan bertelur.

2

Beberapa astronot adalah warga Amerika.

3

Semua kelinci berwarna putih.

4

Semua kerbau mandi di sungai.

5

Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.

6

Tidak ada dua orang yang serupa.

7

Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.

2

Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.

1

Manusia perlu makan untuk hidup.

2

Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.

3

Tidak seorang manusiapun dapat terbang.

4

Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian

(81)

TERIMA KASIH

Selamat belajar dan sukses

Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 20 / 20

Referensi

Dokumen terkait

Nyatakan pernyataan berikut dengan BENAR atau SALAH dan berikan alasan singkatnya.. Diketahui segitiga ABC dengan a, b, dan c berturut-turut sisi di depan sudut A, B

Hasil studi ini menyimpulkan bahwa terdapat 7 (tujuh) bentuk implikasi kelembagaan atas AATHP sebagai berikut : (1) AATHP berimplikasi terhadap peningkatan kapasitas

[7] Implikasi dari pernyataan di atas adalah bahwa bentuk pemerintahan monarki (negara) dikatakan tertata dengan baik apabila terdapat penguasa yang cerdik demi satu tujuan

Jika rata-rata tinggi badan siswa berdasarkan ba- ris X dan rata-rata tinggi badan berdasar kolom adalah Y , maka pernyataan berikut yang

Implikasi dari pandangan ini terhadap pembelajaran adalah : (1) menyediakan lingkungan belajar matematika yang merangsang timbulnya persoalan matematika, (2) membantu siswa

Lexicographic order dapat digunakan untuk menggambarkan pernyataan aritmatika sebagai berikut: Misalkan A + B x C – D/E +F akan kita gambar dalam bentuk Lexicographic maka pertama-tama

Contoh : 22  Tentukan konvers, invers dan kontraposisi dari pernyataan berikut : “Jika Amir memiliki mobil, maka ia orang kaya” Jawab : Konvers : jika amir orang kaya,maka ia

LATIHAN MATEMATIKA 7 PAS GASAL TAHUN PELAJARAN 2021/2022 A Pilihlah jawaban yang paling benar A, B, C, atau D dari pernyataan-pernyataan berikut ini dengan memberi tanda silang X