MATEMATIKA DASAR (Ekivalensi dan Kuantifikasi)
Antonius Cahya Prihandoko
Universitas Jember Indonesia
Jember, 2015
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 1 / 20
1 Ekivalensi
2 Tautologi dan Kontradiksi
3 Kuantifikasi
Outline
1 Ekivalensi
2 Tautologi dan Kontradiksi
3 Kuantifikasi
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 2 / 20
1 Ekivalensi
2 Tautologi dan Kontradiksi
3 Kuantifikasi
Ekivalensi
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 3 / 20
Definisi
Proposisi p dan q dikatakan ekivalen jika p memiliki nilai kebenaran yang sama dengan nilai kebenaran q
In other words
p ekivalen dengan q bila p ⇔ q bernilai benar
Catatan
Dua proposisi yang ekivalen dikatakan sebagai dua proposisi yang
berekivalensi logis
Ekivalensi
Definisi
Proposisi p dan q dikatakan ekivalen jika p memiliki nilai kebenaran yang sama dengan nilai kebenaran q
In other words
p ekivalen dengan q bila p ⇔ q bernilai benar
Catatan
Dua proposisi yang ekivalen dikatakan sebagai dua proposisi yang berekivalensi logis
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 4 / 20
Definisi
Proposisi p dan q dikatakan ekivalen jika p memiliki nilai kebenaran yang sama dengan nilai kebenaran q
In other words
p ekivalen dengan q bila p ⇔ q bernilai benar
Catatan
Dua proposisi yang ekivalen dikatakan sebagai dua proposisi yang
berekivalensi logis
Ekivalensi
Contoh
suatu kondisional ekivalen dengan kontrapositifnya, atau secara notasi dituliskan: (p ⇒ q) ⇔ (−q ⇒ −p);
sedangkan kondisional, (p ⇒ q), tidak ekivalen dengan konversnya, (q ⇒ p).
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 5 / 20
Contoh
suatu kondisional ekivalen dengan kontrapositifnya, atau secara notasi dituliskan: (p ⇒ q) ⇔ (−q ⇒ −p);
sedangkan kondisional, (p ⇒ q), tidak ekivalen dengan
konversnya, (q ⇒ p).
Ekivalensi
Contoh
suatu kondisional ekivalen dengan kontrapositifnya, atau secara notasi dituliskan: (p ⇒ q) ⇔ (−q ⇒ −p);
sedangkan kondisional, (p ⇒ q), tidak ekivalen dengan konversnya, (q ⇒ p).
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 5 / 20
Sehubungan dengan proposisi-proposisi yang saling ekivalen, maka dengan mempergunakan tabel kebenaran dapat ditunjukkan bahwa:
1
−(p ∨ q) ekivalen dengan (−p) ∧ (−q);
2
−(p ∧ q) ekivalen dengan (−p) ∨ (−q).
Ekivalensi tersebut akan memudahkan untuk menentukan negasi dari suatu konjungsi maupun disjungsi.
Contoh
Negasi dari ”harga BBM naik atau subsidi dikurangi” adalah
”harga BBM tidak naik dan subsidi tidak dikurangi”;
Negasi dari ”gajinya dinaikkan dan rumahnya diperbaiki” adalah
Ekivalensi
Hukum De Morgan
Sehubungan dengan proposisi-proposisi yang saling ekivalen, maka dengan mempergunakan tabel kebenaran dapat ditunjukkan bahwa:
1
−(p ∨ q) ekivalen dengan (−p) ∧ (−q);
2
−(p ∧ q) ekivalen dengan (−p) ∨ (−q).
Ekivalensi tersebut akan memudahkan untuk menentukan negasi dari suatu konjungsi maupun disjungsi.
Contoh
Negasi dari ”harga BBM naik atau subsidi dikurangi” adalah
”harga BBM tidak naik dan subsidi tidak dikurangi”;
Negasi dari ”gajinya dinaikkan dan rumahnya diperbaiki” adalah
”gajinya tidak dinaikkan atau rumahnya tidak diperbaiki”
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 6 / 20
Sehubungan dengan proposisi-proposisi yang saling ekivalen, maka dengan mempergunakan tabel kebenaran dapat ditunjukkan bahwa:
1
−(p ∨ q) ekivalen dengan (−p) ∧ (−q);
2
−(p ∧ q) ekivalen dengan (−p) ∨ (−q).
Ekivalensi tersebut akan memudahkan untuk menentukan negasi dari suatu konjungsi maupun disjungsi.
Contoh
Negasi dari ”harga BBM naik atau subsidi dikurangi” adalah
”harga BBM tidak naik dan subsidi tidak dikurangi”;
Negasi dari ”gajinya dinaikkan dan rumahnya diperbaiki” adalah
Ekivalensi
Hukum De Morgan
Sehubungan dengan proposisi-proposisi yang saling ekivalen, maka dengan mempergunakan tabel kebenaran dapat ditunjukkan bahwa:
1
−(p ∨ q) ekivalen dengan (−p) ∧ (−q);
2
−(p ∧ q) ekivalen dengan (−p) ∨ (−q).
Ekivalensi tersebut akan memudahkan untuk menentukan negasi dari suatu konjungsi maupun disjungsi.
Contoh
Negasi dari ”harga BBM naik atau subsidi dikurangi” adalah
”harga BBM tidak naik dan subsidi tidak dikurangi”;
Negasi dari ”gajinya dinaikkan dan rumahnya diperbaiki” adalah
”gajinya tidak dinaikkan atau rumahnya tidak diperbaiki”
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 6 / 20
Sehubungan dengan proposisi-proposisi yang saling ekivalen, maka dengan mempergunakan tabel kebenaran dapat ditunjukkan bahwa:
1
−(p ∨ q) ekivalen dengan (−p) ∧ (−q);
2
−(p ∧ q) ekivalen dengan (−p) ∨ (−q).
Ekivalensi tersebut akan memudahkan untuk menentukan negasi dari suatu konjungsi maupun disjungsi.
Contoh
Negasi dari ”harga BBM naik atau subsidi dikurangi” adalah
”harga BBM tidak naik dan subsidi tidak dikurangi”;
Negasi dari ”gajinya dinaikkan dan rumahnya diperbaiki” adalah
Ekivalensi
Hukum De Morgan
Sehubungan dengan proposisi-proposisi yang saling ekivalen, maka dengan mempergunakan tabel kebenaran dapat ditunjukkan bahwa:
1
−(p ∨ q) ekivalen dengan (−p) ∧ (−q);
2
−(p ∧ q) ekivalen dengan (−p) ∨ (−q).
Ekivalensi tersebut akan memudahkan untuk menentukan negasi dari suatu konjungsi maupun disjungsi.
Contoh
Negasi dari ”harga BBM naik atau subsidi dikurangi” adalah
”harga BBM tidak naik dan subsidi tidak dikurangi”;
Negasi dari ”gajinya dinaikkan dan rumahnya diperbaiki” adalah
”gajinya tidak dinaikkan atau rumahnya tidak diperbaiki”
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 6 / 20
Tunjukkan bahwa pasangan proposisi berikut ekivalen
1
p ∨ q dan −p ⇒ q;
2
p ∧ (−q) dan −(p ⇒ q).
Ekivalensi
Tunjukkan bahwa pasangan proposisi berikut ekivalen
1
p ∨ q dan −p ⇒ q;
2
p ∧ (−q) dan −(p ⇒ q).
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 7 / 20
Tunjukkan bahwa pasangan proposisi berikut ekivalen
1
p ∨ q dan −p ⇒ q;
2
p ∧ (−q) dan −(p ⇒ q).
Ekivalensi
Sifat-sifat proposisi yang ekivalen
1
p ≡ p
2
(p ≡ q) ⇒ (q ≡ p)
3
[(p ≡ q) ∧ (q ≡ r )] ⇒ (p ≡ r )
catatan
Karena p ⇔ q bernilai benar hanya p ekivalen dengan q, maka p ≡ q dapat digunakan untuk menyatakan p ⇔ q.
Ada juga yang memberi arti simbol ”≡” pada proposisi (p ⇔ q) ≡ ((p ⇒ q) ∧ (q ⇒ p)) sebagai ”=”.
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 8 / 20
Sifat-sifat proposisi yang ekivalen
1
p ≡ p
2
(p ≡ q) ⇒ (q ≡ p)
3
[(p ≡ q) ∧ (q ≡ r )] ⇒ (p ≡ r )
catatan
Karena p ⇔ q bernilai benar hanya p ekivalen dengan q, maka p ≡ q dapat digunakan untuk menyatakan p ⇔ q.
Ada juga yang memberi arti simbol ”≡” pada proposisi
(p ⇔ q) ≡ ((p ⇒ q) ∧ (q ⇒ p)) sebagai ”=”.
Ekivalensi
Sifat-sifat proposisi yang ekivalen
1
p ≡ p
2
(p ≡ q) ⇒ (q ≡ p)
3
[(p ≡ q) ∧ (q ≡ r )] ⇒ (p ≡ r )
catatan
Karena p ⇔ q bernilai benar hanya p ekivalen dengan q, maka p ≡ q dapat digunakan untuk menyatakan p ⇔ q.
Ada juga yang memberi arti simbol ”≡” pada proposisi (p ⇔ q) ≡ ((p ⇒ q) ∧ (q ⇒ p)) sebagai ”=”.
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 8 / 20
Sifat-sifat proposisi yang ekivalen
1
p ≡ p
2
(p ≡ q) ⇒ (q ≡ p)
3
[(p ≡ q) ∧ (q ≡ r )] ⇒ (p ≡ r )
catatan
Karena p ⇔ q bernilai benar hanya p ekivalen dengan q, maka p ≡ q dapat digunakan untuk menyatakan p ⇔ q.
Ada juga yang memberi arti simbol ”≡” pada proposisi
(p ⇔ q) ≡ ((p ⇒ q) ∧ (q ⇒ p)) sebagai ”=”.
Ekivalensi
Sifat-sifat proposisi yang ekivalen
1
p ≡ p
2
(p ≡ q) ⇒ (q ≡ p)
3
[(p ≡ q) ∧ (q ≡ r )] ⇒ (p ≡ r )
catatan
Karena p ⇔ q bernilai benar hanya p ekivalen dengan q, maka p ≡ q dapat digunakan untuk menyatakan p ⇔ q.
Ada juga yang memberi arti simbol ”≡” pada proposisi (p ⇔ q) ≡ ((p ⇒ q) ∧ (q ⇒ p)) sebagai ”=”.
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 8 / 20
Sifat-sifat proposisi yang ekivalen
1
p ≡ p
2
(p ≡ q) ⇒ (q ≡ p)
3
[(p ≡ q) ∧ (q ≡ r )] ⇒ (p ≡ r )
catatan
Karena p ⇔ q bernilai benar hanya p ekivalen dengan q, maka p ≡ q dapat digunakan untuk menyatakan p ⇔ q.
Ada juga yang memberi arti simbol ”≡” pada proposisi
(p ⇔ q) ≡ ((p ⇒ q) ∧ (q ⇒ p)) sebagai ”=”.
Ekivalensi
Sifat-sifat proposisi yang ekivalen
1
p ≡ p
2
(p ≡ q) ⇒ (q ≡ p)
3
[(p ≡ q) ∧ (q ≡ r )] ⇒ (p ≡ r )
catatan
Karena p ⇔ q bernilai benar hanya p ekivalen dengan q, maka p ≡ q dapat digunakan untuk menyatakan p ⇔ q.
Ada juga yang memberi arti simbol ”≡” pada proposisi (p ⇔ q) ≡ ((p ⇒ q) ∧ (q ⇒ p)) sebagai ”=”.
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 8 / 20
Tautologi
Definisi
Tautologi adalah proposisi majemuk yang selalu benar apapun nilai kebenaran komponen-komponennya, dan dikatakan benar secara logika.
Contoh
(p ∧ q) ⇒ p merupakan tautologi, sedangkan (p ⇒ q) ⇒ (p ∨ q) bukan merupakan tautologi. Selidiki dengan menggunakan tabel kebenaran!
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 10 / 20
Definisi
Tautologi adalah proposisi majemuk yang selalu benar apapun nilai kebenaran komponen-komponennya, dan dikatakan benar secara logika.
Contoh
(p ∧ q) ⇒ p merupakan tautologi, sedangkan (p ⇒ q) ⇒ (p ∨ q) bukan
merupakan tautologi. Selidiki dengan menggunakan tabel kebenaran!
Kontradiksi
Definisi
Kontradiksi adalah proposisi majemuk yang selalu salah apapun nilai kebenaran komponen-komponennya, dan dikatakan salah secara logika.
Contoh
p ∨ −p merupakan tautologi, tetapi p ∧ −p merupakan kontradiksi.
Buktikan!
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 11 / 20
Definisi
Kontradiksi adalah proposisi majemuk yang selalu salah apapun nilai kebenaran komponen-komponennya, dan dikatakan salah secara logika.
Contoh
p ∨ −p merupakan tautologi, tetapi p ∧ −p merupakan kontradiksi.
Buktikan!
Latihan
1
Buktikan bahwa −(p ∧ −p) merupakan tautologi!
2
Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?
3
Buktikan setiap pernyataan berikut:
a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)
c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)
4
Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)
5
Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(p ∨ q) merupakan kontradiksi.
6
Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?
a. p ⇒ (p ∧ q) b. p ⇒ (p ∨ q) c. p ∧ q) ⇒ p d. p ∨ q) ⇒ p e. q ⇒ (p ⇒ q)
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 12 / 20
2
Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?
3
Buktikan setiap pernyataan berikut:
a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)
c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)
4
Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)
5
Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(p ∨ q) merupakan kontradiksi.
6
Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?
a. p ⇒ (p ∧ q)
b. p ⇒ (p ∨ q)
c. p ∧ q) ⇒ p
Latihan
1
Buktikan bahwa −(p ∧ −p) merupakan tautologi!
2
Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?
3
Buktikan setiap pernyataan berikut:
a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)
c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)
4
Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)
5
Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(p ∨ q) merupakan kontradiksi.
6
Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?
a. p ⇒ (p ∧ q) b. p ⇒ (p ∨ q) c. p ∧ q) ⇒ p d. p ∨ q) ⇒ p e. q ⇒ (p ⇒ q)
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 12 / 20
2
Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?
3
Buktikan setiap pernyataan berikut:
a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)
c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)
4
Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)
5
Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(p ∨ q) merupakan kontradiksi.
6
Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?
a. p ⇒ (p ∧ q)
b. p ⇒ (p ∨ q)
c. p ∧ q) ⇒ p
Latihan
1
Buktikan bahwa −(p ∧ −p) merupakan tautologi!
2
Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?
3
Buktikan setiap pernyataan berikut:
a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)
c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)
4
Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)
5
Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(p ∨ q) merupakan kontradiksi.
6
Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?
a. p ⇒ (p ∧ q) b. p ⇒ (p ∨ q) c. p ∧ q) ⇒ p d. p ∨ q) ⇒ p e. q ⇒ (p ⇒ q)
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 12 / 20
2
Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?
3
Buktikan setiap pernyataan berikut:
a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)
c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)
4
Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)
5
Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(p ∨ q) merupakan kontradiksi.
6
Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?
a. p ⇒ (p ∧ q)
b. p ⇒ (p ∨ q)
c. p ∧ q) ⇒ p
Latihan
1
Buktikan bahwa −(p ∧ −p) merupakan tautologi!
2
Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?
3
Buktikan setiap pernyataan berikut:
a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)
c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)
4
Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)
5
Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(p ∨ q) merupakan kontradiksi.
6
Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?
a. p ⇒ (p ∧ q) b. p ⇒ (p ∨ q) c. p ∧ q) ⇒ p d. p ∨ q) ⇒ p e. q ⇒ (p ⇒ q)
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 12 / 20
2
Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?
3
Buktikan setiap pernyataan berikut:
a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)
c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)
4
Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)
5
Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(p ∨ q) merupakan kontradiksi.
6
Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?
a. p ⇒ (p ∧ q)
b. p ⇒ (p ∨ q)
c. p ∧ q) ⇒ p
Latihan
1
Buktikan bahwa −(p ∧ −p) merupakan tautologi!
2
Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?
3
Buktikan setiap pernyataan berikut:
a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)
c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)
4
Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)
5
Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(p ∨ q) merupakan kontradiksi.
6
Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?
a. p ⇒ (p ∧ q) b. p ⇒ (p ∨ q) c. p ∧ q) ⇒ p d. p ∨ q) ⇒ p e. q ⇒ (p ⇒ q)
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 12 / 20
2
Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?
3
Buktikan setiap pernyataan berikut:
a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)
c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)
4
Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)
5
Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(p ∨ q) merupakan kontradiksi.
6
Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?
a. p ⇒ (p ∧ q)
b. p ⇒ (p ∨ q)
c. p ∧ q) ⇒ p
Latihan
1
Buktikan bahwa −(p ∧ −p) merupakan tautologi!
2
Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?
3
Buktikan setiap pernyataan berikut:
a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)
c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)
4
Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)
5
Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(p ∨ q) merupakan kontradiksi.
6
Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?
a. p ⇒ (p ∧ q) b. p ⇒ (p ∨ q) c. p ∧ q) ⇒ p d. p ∨ q) ⇒ p e. q ⇒ (p ⇒ q)
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 12 / 20
2
Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?
3
Buktikan setiap pernyataan berikut:
a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)
c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)
4
Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)
5
Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(p ∨ q) merupakan kontradiksi.
6
Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?
a. p ⇒ (p ∧ q)
b. p ⇒ (p ∨ q)
c. p ∧ q) ⇒ p
Latihan
1
Buktikan bahwa −(p ∧ −p) merupakan tautologi!
2
Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?
3
Buktikan setiap pernyataan berikut:
a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)
c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)
4
Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)
5
Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(p ∨ q) merupakan kontradiksi.
6
Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?
a. p ⇒ (p ∧ q) b. p ⇒ (p ∨ q) c. p ∧ q) ⇒ p d. p ∨ q) ⇒ p e. q ⇒ (p ⇒ q)
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 12 / 20
2
Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?
3
Buktikan setiap pernyataan berikut:
a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)
c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)
4
Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)
5
Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(p ∨ q) merupakan kontradiksi.
6
Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?
a. p ⇒ (p ∧ q)
b. p ⇒ (p ∨ q)
c. p ∧ q) ⇒ p
Latihan
1
Buktikan bahwa −(p ∧ −p) merupakan tautologi!
2
Apakah setiap dua tautologi berekivalensi secara logis?
3
Buktikan setiap pernyataan berikut:
a. p ≡ (p ∧ p) b. p ≡ (p ∨ p)
c. −(p ∨ q) ≡ (−p ∧ −q) (de Morgan’s law) d. −(p ∧ q) ≡ (−p ∨ −q) (de Morgan’s law)
4
Buktikan bahwa (p ⇒ q) tidak ekivalen dengan (p ∧ q)
5
Buktikan bahwa (p ∧ q) ∧ −(p ∨ q) merupakan kontradiksi.
6
Manakah pernyataan berikut yang merupakan tautology?
a. p ⇒ (p ∧ q) b. p ⇒ (p ∨ q) c. p ∧ q) ⇒ p d. p ∨ q) ⇒ p e. q ⇒ (p ⇒ q)
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 12 / 20
Kuantifikasi
Definisi
Kuantifikasi adalah proposisi yang menunjukkan suatu keberadaan dan biasanya menggunakan kata-kata ”semua”, ”setiap”, ”beberapa”,
”ada”.
Kuantifikasi dikelompokkan ke dalam kuantifikasi universal dan kuantifikasi eksistensial.
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 14 / 20
Definisi
Kuantifikasi adalah proposisi yang menunjukkan suatu keberadaan dan biasanya menggunakan kata-kata ”semua”, ”setiap”, ”beberapa”,
”ada”.
Kuantifikasi dikelompokkan ke dalam kuantifikasi universal dan
kuantifikasi eksistensial.
Kuantifikasi Universal
Definisi
Kuantifikasi universal merupakan suatu proposisi yang benar secara menyeluruh dalam suatu semesta pembicaraan. Kuantifikasi ini mempergunakan kata ”semua” atau ”setiap”. Proposisi yang
mempergunakan kata ”semua” atau ”setiap” dapat dinyatakan sebagai suatu kondisional. ”Semua p adalah q” dapat dinyatakan sebagai ”Jika p maka q”.
Contoh
”Semua bilangan genap habis dibagi dua” dapat dinyatakan sebagai ”Jika bilangan genap maka habis dibagi dua”;
”Untuk setiap bilangan cacah a, a + 2 = 2 + a” dapat dinyatakan sebagai ”Jika a bilangan cacah, maka a + 2 = 2 + a”
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 15 / 20
Kuantifikasi universal merupakan suatu proposisi yang benar secara menyeluruh dalam suatu semesta pembicaraan. Kuantifikasi ini mempergunakan kata ”semua” atau ”setiap”. Proposisi yang
mempergunakan kata ”semua” atau ”setiap” dapat dinyatakan sebagai suatu kondisional. ”Semua p adalah q” dapat dinyatakan sebagai ”Jika p maka q”.
Contoh
”Semua bilangan genap habis dibagi dua” dapat dinyatakan sebagai ”Jika bilangan genap maka habis dibagi dua”;
”Untuk setiap bilangan cacah a, a + 2 = 2 + a” dapat dinyatakan
Kuantifikasi Universal
Definisi
Kuantifikasi universal merupakan suatu proposisi yang benar secara menyeluruh dalam suatu semesta pembicaraan. Kuantifikasi ini mempergunakan kata ”semua” atau ”setiap”. Proposisi yang
mempergunakan kata ”semua” atau ”setiap” dapat dinyatakan sebagai suatu kondisional. ”Semua p adalah q” dapat dinyatakan sebagai ”Jika p maka q”.
Contoh
”Semua bilangan genap habis dibagi dua” dapat dinyatakan sebagai ”Jika bilangan genap maka habis dibagi dua”;
”Untuk setiap bilangan cacah a, a + 2 = 2 + a” dapat dinyatakan sebagai ”Jika a bilangan cacah, maka a + 2 = 2 + a”
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 15 / 20
Kuantifikasi universal merupakan suatu proposisi yang benar secara menyeluruh dalam suatu semesta pembicaraan. Kuantifikasi ini mempergunakan kata ”semua” atau ”setiap”. Proposisi yang
mempergunakan kata ”semua” atau ”setiap” dapat dinyatakan sebagai suatu kondisional. ”Semua p adalah q” dapat dinyatakan sebagai ”Jika p maka q”.
Contoh
”Semua bilangan genap habis dibagi dua” dapat dinyatakan sebagai ”Jika bilangan genap maka habis dibagi dua”;
”Untuk setiap bilangan cacah a, a + 2 = 2 + a” dapat dinyatakan
Kuantifikasi Universal
Catatan
Kalimat yang dimulai dengan kata ”hanya” dapat diganti dengan kalimat yang dimulai dengan kata ”semua” asalkan subyek dan predikatnya harus saling dipertukarkan.
Contoh
”Hanya mahasiswa yang mendapat nilai A yang diluluskan” dapat diganti dengan ”Semua mahasiswa yang diluluskan mendapat nilai A”.
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 16 / 20
Catatan
Kalimat yang dimulai dengan kata ”hanya” dapat diganti dengan kalimat yang dimulai dengan kata ”semua” asalkan subyek dan predikatnya harus saling dipertukarkan.
Contoh
”Hanya mahasiswa yang mendapat nilai A yang diluluskan” dapat
diganti dengan ”Semua mahasiswa yang diluluskan mendapat nilai A”.
Kuantifikasi Eksistensial
Definisi
Proposisi ini dimaksudkan untuk menyatakan bahwa paling tidak ada satu unsur yang membuat proposisi itu benar. Proposisi semacam ini mempergunakan kata-kata ”beberapa” atau ”ada”.
Proposisi berikut bernilai sama
ada pemain basket yang bertubuh pendek;
paling tidak ada seorang pemain basket yang bertubuh pendek;
beberapa pemain basket bertubuh pendek.
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 17 / 20
Definisi
Proposisi ini dimaksudkan untuk menyatakan bahwa paling tidak ada satu unsur yang membuat proposisi itu benar. Proposisi semacam ini mempergunakan kata-kata ”beberapa” atau ”ada”.
Proposisi berikut bernilai sama
ada pemain basket yang bertubuh pendek;
paling tidak ada seorang pemain basket yang bertubuh pendek;
beberapa pemain basket bertubuh pendek.
Kuantifikasi Eksistensial
Definisi
Proposisi ini dimaksudkan untuk menyatakan bahwa paling tidak ada satu unsur yang membuat proposisi itu benar. Proposisi semacam ini mempergunakan kata-kata ”beberapa” atau ”ada”.
Proposisi berikut bernilai sama
ada pemain basket yang bertubuh pendek;
paling tidak ada seorang pemain basket yang bertubuh pendek;
beberapa pemain basket bertubuh pendek.
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 17 / 20
Definisi
Proposisi ini dimaksudkan untuk menyatakan bahwa paling tidak ada satu unsur yang membuat proposisi itu benar. Proposisi semacam ini mempergunakan kata-kata ”beberapa” atau ”ada”.
Proposisi berikut bernilai sama
ada pemain basket yang bertubuh pendek;
paling tidak ada seorang pemain basket yang bertubuh pendek;
beberapa pemain basket bertubuh pendek.
Kuantifikasi Eksistensial
Definisi
Proposisi ini dimaksudkan untuk menyatakan bahwa paling tidak ada satu unsur yang membuat proposisi itu benar. Proposisi semacam ini mempergunakan kata-kata ”beberapa” atau ”ada”.
Proposisi berikut bernilai sama
ada pemain basket yang bertubuh pendek;
paling tidak ada seorang pemain basket yang bertubuh pendek;
beberapa pemain basket bertubuh pendek.
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 17 / 20
Aturan
1
”semua P adalah Q” negasinya ”beberapa P tidak Q”
2
”beberapa P adalah Q” negasinya ”semua P tidak Q”
Contoh
”semua manusia tidak berekor” negasinya ”beberapa manusia berekor”;
”beberapa mahasiswa mengisi daftar hadir” negasinya ”semua
mahasiswa tidak mengisi daftar hadir”.
Negasi Kuantifikasi
Aturan
1
”semua P adalah Q” negasinya ”beberapa P tidak Q”
2
”beberapa P adalah Q” negasinya ”semua P tidak Q”
Contoh
”semua manusia tidak berekor” negasinya ”beberapa manusia berekor”;
”beberapa mahasiswa mengisi daftar hadir” negasinya ”semua mahasiswa tidak mengisi daftar hadir”.
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 18 / 20
Aturan
1
”semua P adalah Q” negasinya ”beberapa P tidak Q”
2
”beberapa P adalah Q” negasinya ”semua P tidak Q”
Contoh
”semua manusia tidak berekor” negasinya ”beberapa manusia berekor”;
”beberapa mahasiswa mengisi daftar hadir” negasinya ”semua
mahasiswa tidak mengisi daftar hadir”.
Negasi Kuantifikasi
Aturan
1
”semua P adalah Q” negasinya ”beberapa P tidak Q”
2
”beberapa P adalah Q” negasinya ”semua P tidak Q”
Contoh
”semua manusia tidak berekor” negasinya ”beberapa manusia berekor”;
”beberapa mahasiswa mengisi daftar hadir” negasinya ”semua mahasiswa tidak mengisi daftar hadir”.
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 18 / 20
Aturan
1
”semua P adalah Q” negasinya ”beberapa P tidak Q”
2
”beberapa P adalah Q” negasinya ”semua P tidak Q”
Contoh
”semua manusia tidak berekor” negasinya ”beberapa manusia berekor”;
”beberapa mahasiswa mengisi daftar hadir” negasinya ”semua
mahasiswa tidak mengisi daftar hadir”.
Negasi Kuantifikasi
Aturan
1
”semua P adalah Q” negasinya ”beberapa P tidak Q”
2
”beberapa P adalah Q” negasinya ”semua P tidak Q”
Contoh
”semua manusia tidak berekor” negasinya ”beberapa manusia berekor”;
”beberapa mahasiswa mengisi daftar hadir” negasinya ”semua mahasiswa tidak mengisi daftar hadir”.
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 18 / 20
1
Semua jenis ikan bertelur.
2
Beberapa astronot adalah warga Amerika.
3
Semua kelinci berwarna putih.
4
Semua kerbau mandi di sungai.
5
Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.
6
Tidak ada dua orang yang serupa.
7
Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.
2
Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.
1
Manusia perlu makan untuk hidup.
2
Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.
3
Tidak seorang manusiapun dapat terbang.
4
Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian
Latihan
1
Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan berikut ini.
1
Semua jenis ikan bertelur.
2
Beberapa astronot adalah warga Amerika.
3
Semua kelinci berwarna putih.
4
Semua kerbau mandi di sungai.
5
Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.
6
Tidak ada dua orang yang serupa.
7
Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.
2
Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.
1
Manusia perlu makan untuk hidup.
2
Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.
3
Tidak seorang manusiapun dapat terbang.
4
Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian dalam kedua segitiga haruslah sama besar.
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 19 / 20
1
Semua jenis ikan bertelur.
2
Beberapa astronot adalah warga Amerika.
3
Semua kelinci berwarna putih.
4
Semua kerbau mandi di sungai.
5
Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.
6
Tidak ada dua orang yang serupa.
7
Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.
2
Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.
1
Manusia perlu makan untuk hidup.
2
Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.
3
Tidak seorang manusiapun dapat terbang.
4
Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian
Latihan
1
Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan berikut ini.
1
Semua jenis ikan bertelur.
2
Beberapa astronot adalah warga Amerika.
3
Semua kelinci berwarna putih.
4
Semua kerbau mandi di sungai.
5
Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.
6
Tidak ada dua orang yang serupa.
7
Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.
2
Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.
1
Manusia perlu makan untuk hidup.
2
Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.
3
Tidak seorang manusiapun dapat terbang.
4
Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian dalam kedua segitiga haruslah sama besar.
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 19 / 20
1
Semua jenis ikan bertelur.
2
Beberapa astronot adalah warga Amerika.
3
Semua kelinci berwarna putih.
4
Semua kerbau mandi di sungai.
5
Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.
6
Tidak ada dua orang yang serupa.
7
Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.
2
Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.
1
Manusia perlu makan untuk hidup.
2
Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.
3
Tidak seorang manusiapun dapat terbang.
4
Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian
Latihan
1
Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan berikut ini.
1
Semua jenis ikan bertelur.
2
Beberapa astronot adalah warga Amerika.
3
Semua kelinci berwarna putih.
4
Semua kerbau mandi di sungai.
5
Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.
6
Tidak ada dua orang yang serupa.
7
Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.
2
Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.
1
Manusia perlu makan untuk hidup.
2
Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.
3
Tidak seorang manusiapun dapat terbang.
4
Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian dalam kedua segitiga haruslah sama besar.
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 19 / 20
1
Semua jenis ikan bertelur.
2
Beberapa astronot adalah warga Amerika.
3
Semua kelinci berwarna putih.
4
Semua kerbau mandi di sungai.
5
Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.
6
Tidak ada dua orang yang serupa.
7
Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.
2
Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.
1
Manusia perlu makan untuk hidup.
2
Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.
3
Tidak seorang manusiapun dapat terbang.
4
Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian
Latihan
1
Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan berikut ini.
1
Semua jenis ikan bertelur.
2
Beberapa astronot adalah warga Amerika.
3
Semua kelinci berwarna putih.
4
Semua kerbau mandi di sungai.
5
Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.
6
Tidak ada dua orang yang serupa.
7
Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.
2
Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.
1
Manusia perlu makan untuk hidup.
2
Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.
3
Tidak seorang manusiapun dapat terbang.
4
Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian dalam kedua segitiga haruslah sama besar.
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 19 / 20
1
Semua jenis ikan bertelur.
2
Beberapa astronot adalah warga Amerika.
3
Semua kelinci berwarna putih.
4
Semua kerbau mandi di sungai.
5
Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.
6
Tidak ada dua orang yang serupa.
7
Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.
2
Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.
1
Manusia perlu makan untuk hidup.
2
Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.
3
Tidak seorang manusiapun dapat terbang.
4
Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian
Latihan
1
Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan berikut ini.
1
Semua jenis ikan bertelur.
2
Beberapa astronot adalah warga Amerika.
3
Semua kelinci berwarna putih.
4
Semua kerbau mandi di sungai.
5
Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.
6
Tidak ada dua orang yang serupa.
7
Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.
2
Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.
1
Manusia perlu makan untuk hidup.
2
Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.
3
Tidak seorang manusiapun dapat terbang.
4
Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian dalam kedua segitiga haruslah sama besar.
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 19 / 20
1
Semua jenis ikan bertelur.
2
Beberapa astronot adalah warga Amerika.
3
Semua kelinci berwarna putih.
4
Semua kerbau mandi di sungai.
5
Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.
6
Tidak ada dua orang yang serupa.
7
Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.
2
Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.
1
Manusia perlu makan untuk hidup.
2
Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.
3
Tidak seorang manusiapun dapat terbang.
4
Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian
Latihan
1
Tentukan negasi dari pernyataan-pernyataan berikut ini.
1
Semua jenis ikan bertelur.
2
Beberapa astronot adalah warga Amerika.
3
Semua kelinci berwarna putih.
4
Semua kerbau mandi di sungai.
5
Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.
6
Tidak ada dua orang yang serupa.
7
Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.
2
Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.
1
Manusia perlu makan untuk hidup.
2
Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.
3
Tidak seorang manusiapun dapat terbang.
4
Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian dalam kedua segitiga haruslah sama besar.
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 19 / 20
1
Semua jenis ikan bertelur.
2
Beberapa astronot adalah warga Amerika.
3
Semua kelinci berwarna putih.
4
Semua kerbau mandi di sungai.
5
Hanya seekor ayam yang belum masuk ke kandang.
6
Tidak ada dua orang yang serupa.
7
Untuk beberapa orang, jika makan sambal maka akan sakit perut.
2
Ubahlah pernyataan-pernyataan berikut ini ke dalam bentuk implikasi.
1
Manusia perlu makan untuk hidup.
2
Semua orang yang bercita-cita tinggi suka bekerja keras.
3
Tidak seorang manusiapun dapat terbang.
4
Agar dua buah segitiga sebangun, sudut-sudut yang bersesuaian
TERIMA KASIH
Selamat belajar dan sukses
Antonius Cahya Prihandoko (UNEJ) MDAS - Ekivalensi dan Kuantifikasi Jember, 2015 20 / 20