PENGARUH METODE INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR
MENGGAMBAR CERITA BERTEMA DI KELAS VIII
SEMESTER 1 SMP PARULIAN 1 MEDAN
T.A. 2013-2014
SKRIPSI
Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Oleh
BRINGIN NUSANTARA
NIM. 209451002
JURUSAN PENDIDIKAN SENI RUPA
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
LEMBAR PERNYATAAN
Saya menyatakan bahwa skripsi ini adalah sepenuhnya karya saya sendiri. Tidak
ada didalamnya yang termasuk kriteria plagiat dari karya orang lain.
Medan, Februari 2014
LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING
Skripsi ini Diajukan oleh Bringin Nusantara, NIM 209451002 Jurusan Pendidikan Seni Rupa
Program Studi Pendidikan Seni Rupa/S-1 Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas Negeri Medan
Dinyatakan Telah Memenuhi Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan
Medan, Februari 2014
Disetujui Oleh: Dosen Pembimbing Skripsi
PENGESAHAN TIM PENGUJI
Skripsi ini Telah Diuji dan Dinyatakan Telah Memenuhi Persyaratan untuk Memperoleh
Gelar Sarjana Pendidikan
Oleh :
Medan, Februari 2014
Tim Penguji,
Nama Tanda Tangan
1. Drs. Sofian Sagala ______________________
NIP. 19531203 198403 1 002
2. Drs. Sugito, M.Pd ______________________
NIP. 19610427 198703 1 002
3. Drs. Brisman Silaban, M.Si ______________________ NIP. 19550606 198203 1 003
LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN
Skripsi ini Diajukan oleh Bringin Nusantara 209451002 Jurusan Pendidikan Seni Rupa
Program Studi Pendidikan Seni Rupa/S-1 Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas Negeri Medan
Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat untuk Memperoleh Gelar
Sarjana Pendidikan
Panitia Ujian
Medan,Februari 2014 Ketua,
Dr. Isda Pramuniati, M.Hum.
NIP. 19641207 199103 2 002 ___________________________
Sekretaris,
Drs. Anam Ibrahim, M.Pd.
ii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas
segala kasih karunia-Nya yang memberikan kesempatan kepada penulis untuk
dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan judul : Pengaruh Metode Inkuiri
Terhadap Hasil Belajar Menggambar Cerita Bertema di Kelas VIII Semester I
SMP Parulian I Medan T.A 2013 - 2014, yang disusun untuk memperoleh gelar
Sarjana Pendidikan di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan.
Pada penyusunan skripsi ini penulis banyak mendapatkan bantuan dan
dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, rasa hormat dan ucapan terima kasih
penulis sampaikan kepada:
Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si selaku Rektor UniversitasNegeri Medan.
Ibu Dr. Isda Pramuniati, M.Hum selaku Dekan Fakultas Bahasa dan Seni
Universitas Negeri Medan.
Bapak Drs. Zulkifli, M.Sn selaku Pembantu Dekan I Fakultas Bahasa dan
Seni Universitas Negeri Medan
Bapak Drs. Basyaruddin, M.Pd selaku Pembantu Dekan II Fakultas Bahasa
dan Seni Universitas Negeri Medan.
Bapak Dr. Daulat Saragi, M.Hum selaku Pembantu Dekan III Fakultas
Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan.
Bapak Drs. Anam Ibrahim, M.Pd selaku Ketua Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan.
Bapak Dr.Wahyu Tri Atmojo, M.Hum selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan
Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan.
Bapak Drs. Budiwiwaramulja, M.Sn selaku Dosen Pembimbing Skripsi.
Bapak Drs. Onggal Sihite, M.Si selaku Dosen Pembimbing Akademik
Bapak Drs. Brisman Silaban, M.si selaku nara sumber yang telah banyak
memberikan bantuan dan dorongan kepada penulis.
Bapak Drs. Sugito, M.Pd, selaku nara sumber yang telah banyak
iii
Bapak Drs. Sofian Sagala, selaku nara sumber yang telah banyak
memberikan bantuan dan dorongan kepada penulis.
Bapak/Ibu Dosen Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni.
Bapak Tonny Aritonang, S.Pd selaku Kepala sekolah SMP Parulian 1 Medan.
Kepada Ibu Dina Sitopu, guru seni budaya SMP Parulian 1 Medan yang telah
banyak membantu selama penelitian.
Teristimewa penulis sampaikan terima kasih kepada ayahanda Jhon Arnelds
dan Ibunda R. Silaban yang telah banyak berjuang untuk penulis.
Kepada Bang Bayu dan Bang Heri Payaman yang selalu membimbingku
untuk Takut akan Tuhan dan atas dukungannya.
Kepada Bang Kristinodo Simamora dan kakak Vivi Herawati Simanjuntak,
untuk semua dukungan yang telah diberikan kepada penulis.
Buat Kakak penulis Yusniar dan Pestaria Sonata, untuk semua doa dan
dukungannya.
Sahabatku M.Rulli, Fransisko Redizitno Purba dan Aldrin Yudhistira untuk
dukungannya.
Kepada Bapak M. Yatim (Sanggar Rowo) yang memberikan inspirasi.
Komunitas Graficafe dan Rantai Sembilan, untuk doa dan dukungannya.
Teman-teman di Jurusan Seni Rupa Stambuk 2009 serta kakak, abang dan
adik stambuk.
Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam penyelesaian
skripsi ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi isi
maupun tata bahasa, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun dari pembaca untuk penyempurnaan penulisan skripsi ini.
Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan
i
ABSTRAK
Bringin Nusantara, NIM : 209451002, Pengaruh Metode Inkuiri Terhadap Hasil Belajar Menggambar Cerita Bertema di Kelas VIII Semester 1 SMP Parulian 1 Medan T.A. 2013-2014. Jurusan Seni Rupa FBS UNIMED.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh metode inkuiri terhadap hasil belajar menggambar cerita bertema pada siswa kelas VIII SMP Parulian 1 Medan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan sampel 60 karya siswa. Instrument penelitian menggunakan tes menggambar cerita bertema.
Teknik analisis data dilakukan dengan uji persyaratan analisis yaitu uji normalitas data dan uji homogenitas varians, setelah itu dilakukan uji hipotesis. Hasil uji persyaratanan alisis pada uji normalitas data pretest pada kelompok eksperimen yang diajar dengan metode inkuiri diperoleh Lo = 0,0454<L tabel = 0,
187 sesuai dengan kriteria pengujian normalitas dengan teknik liliefors, data berasal dari populasi berdistribusi normal, sedangkan untuk pretest pada kelompok kontrol yang diajar dengan metode konvensional diperoleh Lo =
0,0505<L tabel=0,187 data ini juga berasal dari populasi berdistribusi normal. Pada
uji normalitas data posttest pada kelas eksperimen diperoleh Lo = 0,0207<Ltabel =
1,87 data posttest dari kelas control diperoleh Lo = 0,0455<L tabel= 1,87 data ini
berdistribusi normal.
Pada uji persyaratan analisis uji homogenitas varians data pretest diperoleh
F hitung= 1,07<F tabel = 1,87. Pada kriteria pengujian homogenitas varians sampel
pretest kelompok kelas eksperimen dan kelompok kelas control berasal dari populasi yang homogen, sedangkan uji homogenitas data posttest diperoleh F
hitung= 1,23<F tabel = 1,87 dan pada kriteria pengujian homogenitas varians sampel
data posttest dari ke dua kelompok juga berasal dari populasi yang homogen. Pada pengujian hipotesis diperoleh thitung = 9,86>t tabel = 2,01 sehingga
iv
5. Metode Pembelajaran Konvensional ... 18
6. Pengertian Menggambar ... 20
7. Pengertian Menggambar Ilustrasi Certia Bertema ... 21
B. Penelitian Relevan ... 31
C. Kerangka Konseptual ... 33
D. Hipotesis Penelitian ... 35
v
A. Lokasi Dan Waktu Penelitian ... 37
B. Populasi dan Sampel ... 37
1. Populasi ... 37
2. Sampel ... 37
C. Variabel Penelitian ... 38
D. Metode Penelitian ... 38
E. Desain Penelitian ... 39
F. Prosedur Penelitian ... 40
G. Alat Pengumpulan Data ... 40
H. Teknik Analisa Data ... 41
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 45
A. Hasil Penelitian ... 45
B. Pengujian Persyaratan Analisis ... 46
C. Pengujian Hipotesis ... 49
D. Diskusi Hasil Penelitian ... 50
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 52
A. Kesimpulan ... 52
B. Saran ... 52
DAFTAR PUSTAKA ... 54
DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Tahapan Pelaksanaan Menggambar Cerita
Bertema dengan Metode Inkuiri... 15
Tabel 2.2 Tahapan Pelaksanaan Menggambar Cerita Bertema dengan Metode Konvensional ... 19
Tabel 3.1 Pembagian Siswa Antar Kelompok ... 38
Tabel 3.2 Kisi – kisi Spesifikasi Tes Menggambar Cerita Bertema ... 40
Tabel 4.1 Perbandingan Nilai Pre-Test Pada Kedua Kelompok ... 45
Tabel 4.2 Perbandingan Nilai Pos-Test Pada Kedua Kelompok ... 45
Tabel 4.3 Ringkasan Perhitungan Uji Normalitas Data Pre-Test... 47
Tabel 4.4 Ringkasan Perhitungan Uji Normalitas Data Pos-Test ... 48
Tabel 4.5 Ringkasan Uji Homogenitas Data Pre-Test ... 49
Tabel 4.6 Ringkasan Uji Homogenitas Data Pos-Test ... 49
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Seni Budaya adalah salah satu mata pelajaran yang terdapat dalam
kurikulum Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mata pelajaran Seni Budaya
tersebut mencakup seni rupa, seni musik, seni tari, seni teater dan seni sastra. Seni
rupa merupakan mata pelajaran yang berkaitan dengan kreativitas, terutama dalam
hal merancang, menggambar, membentuk, mengukir, meronce, memahat, dan
sebagainya. Pendidikan seni rupa memegang peran penting dalam pembelajaran
karena merancang siswa untuk meningkatkan kreativitasnya dengan membuat
sesuatu yang baru dari diri mereka sendiri. Kreativitas tersebut didapat dari cara
bagaimana ia berpikir, merasa dan melihat lalu diaktualisasikan dalam kehidupan
sehari- hari. Salah satu pokok bahasan yang dipelajari di seni rupa adalah mata
pelajaran menggambar ilustrasi. Ilustrasi merupakan karya seni rupa 2 dimensi
yang bertujuan memperjelas suatu pengertian. Gambar ilustrasi yang baik harus
dapat menggambarkan dengan jelas pesan/hal yang ingin disampaikan atau
dijelaskan. Pelajaran ilustrasi sangat membantu daya kreatifitas peserta didik dan
membangkitkan imajinasi berpikir siswa dalam berkarya. Pelajaran menggambar
ilustrasi juga banyak cakupannya, yaitu menggambar ilustrasi hewan, ilustrasi
tumbuhan, ilustrasi kartun, karikatur dan lain sebagainya.
Menggambar di masa sekarang begitu besar manfaatnya bagi seorang
arsitek, perancang benda, perencana kota, kriyawan, seni rupawan, perancang
2
Berdasarkan kenyataan ini keahlian menggambar dasar menjadi penting untuk
dikuasai sedini mungkin oleh para siswa. Setelah melakukan observasi dan dari
hasil latihan daftar kumpulan nilai guru seni budaya SMP Parulian 1 Medan data
hasil belajar seni rupa khususnya menggambar ilustrasi hewan yang dicapai pada
umumnya masih rendah, dari hanya 40 % dari 30 siswa yang mencapai Kriteria
Kelulusan Minimal (KKM) mata pelajaran tersebut (KKM = 75), selebihnya
siswa tidak mencapai KKM (Lampiran 3). Untuk mengatasi penurunan hasil
belajar tersebut diperlukan pengembangan strategi pembelajaran yang dapat
menumbuhkan semangat belajar dan meningkatkan aktivitas dan nilai siswa
dalam pelajaran menggambar ilustrasi.
Metode pembelajaran yang digunakan guru tentunya akan sangat
berpengaruh terhadap pemahaman siswa dan perkembangan prestasinya. Metode
yang monoton dan yang bersifat sentral pada guru tentunya tidak memacu siswa
kreatif. Namun, pada kenyataannya guru masih tetap menggunakan metode
konvensional (direct instruction, ekspositori). Pembelajaran metode konvensional
adalah pengajaran yang menyampaikan pesan dalam keadaan yang telah siap.
Dalam metode ini guru menyajikan bentuk yang telah siap secara rapi, sistematis
dan lengkap, sehingga siswa tinggal menyimak dan mencernanya saja secara
tertib dan teratur. Metode konvensional pada hakikatnya menyampaikan ilmu
pengetahuan kepada siswa yang dipandang sebagai objek yang menerima apa
yang diberikan guru. Artinya, tingkah laku dikelas pengajaran dan distribusi
pengetahuan itu dikontrol dan ditentukan oleh guru. Metode ini sering digunakan
3
pada pendengaran dan mencatat apa yang disampaikan guru dan sekali-kali
bertanya pada guru.
Untuk menentukan teknik mengajar yang baik, guru diharapkan lebih
kreatif dalam memilih metode pengajaran khususnya pada mata pelajaran seni
rupa.Sehingga menarik, mudah diterima, dimengerti, dan diamalkan dalam
lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat dan negara.
Pada kenyataan yang kita lihat hasil belajar anak didik masih rendah itu
disebabkan karena masih banyak anak didik yang kurang mengerti dengan
pelajaran yang disampaikan oleh guru. Kemampuan yang diharapkan dapat
dimiliki anak didik akan ditentukan kerelevansian penggunaan suatu metode yang
sesuai dengan tujuan. Itu berarti tujuan pembelajaran akan dapat tercapai dengan
penggunaan metode yang tepat.
Menanggapi masalah tersebut, terdapat suatu metode inovatif yang dapat
digunakan yaitu metode pembelajaran inkuiri. Metode ini menekankan pada
pengalaman belajar aktif yang berpusat pada siswa (student centered learning).
Oleh karena itu, siswa menemukan idenya sendiri dan mengambil maknanya
sendiri. Dengan kata lain, metode pembelajaran inkuiri mengutamakan situasi
dimana siswa sendiri mengacu pada pengalaman sebelumnya dan pengetahuan
untuk menemukan kebenaran yang akan dipelajari.
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dan uraian di atas, maka peneliti
bermaksud melakukan penelitian dengan judul penelitian yaitu Pengaruh Metode
Inkuiri Terhadap Hasil Belajar Menggambar Cerita Bertema di Kelas VIII
4
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka timbul
pertanyaan-pertanyaan yang perlu dicari jawabanya antara lain; Bagaimanakah
cara meningkatkan hasil belajar menggambar cerita bertema siswa di SMP?
Apakah materi ilustrasi menggambar cerita bertema perlu diajarkan di
sekolah?Apakah penerapan metode inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar
menggambar cerita bertema di SMP? Apakah metode inkuiri lebih baik dalam
meningkatkan hasil belajar menggambar cerita bertema dibandingkan dengan
metode konvensional?
C. Pembatasan Masalah
Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, maka perlu adanya
pembatasan masalah agar lebih fokus pada permasalahan. Sehingga yang menjadi
fokus dalam penelitian ini adalah penggunaan metode inkuiri dalam pembelajaran
seni rupa pada materi pokok bahasan menggambar cerita bertema, kemudian akan
dilihat seberapa besar pengaruh metode inkuiri terhadap hasil belajar menggambar
cerita bertema di kelas VIII semester I SMP Parulian 1 Medan.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah dan batasan masalah,
maka rumusan masalah penelitian ini adalah: Apakah hasil belajar menggambar
cerita bertema siswa yang diajar dengan menggunakan metode inkuiri lebih tinggi
dibandingkan dengan hasil belajar menggambar cerita bertema yang diajar
5
E. Tujuan penelitian
Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui perbedaan hasil belajar
siswa yang diajar dengan metode inkuiri dibandingkan dengan hasil belajar siswa
yang diajar dengan metode konvensional dalam materi menggambar cerita
bertema di kelas VIII SMP Parulian 1 Medan?
F. Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini antara lain :
1. Manfaat Praktis
a. Hasil belajar menggambar cerita bertema meningkat.
b. Hasil karya dapat turut dipamerkan dalam acara seni yang akan
dilaksanakan oleh siswa SMP Parulian 1 Medan.
2. Manfaat Teoritis
a. Menambah wawasan pengetahuan khususnya tentang metode–metode
dalam pembelajaran kepada semua pihak yang membutuhkan
khususnya yang terlibat dalam dunia pendidikan.
b. Sebagai sumber informasi bagi para mahasiswa khususnya mahasiswa
program studi Seni Rupa yang kelak menjadi seorang tenaga pendidik.
54
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Berdasarkan analisis data penelitian pada BAB IV ditemukan data sebagai
berikut :
1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar cerita bertema
siswa yang diajar dengan menggunakan metode inkuiri lebih tinggi
dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan
metode konvensional dengan nilai rata-rata kelas eksperimen 79,5 dan
kelas kontrol 70,33.
2. Hasil belajar menggambar cerita bertema yang diajar dengan metode
inkuiri lebih unggul dari siswa yang diajar dengan metode konvensional.
3. Ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan metode inkuiri terhadap
hasil belajar menggambar cerita bertema siswa kelas VIII SMP Parulian 1
Medan.
B. Saran
Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan hasil penelitian, maka ada
hal-hal yang harus diperhatikan :
1. Bagi guru SMP khusunya guru bidang studi seni budaya disarankan agar
tidak monoton menyampaikan materi praktik kepada siswa, diharapkan
mampu menggunakan metode lain seperti penggunaan metode inkuiri.
2. Diharapkan guru untuk tetap meningkatkan aktivitas dalam pembelajaran
sehingga siswa dapat lebih aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran.
3. Diharapkan agar siswa dapat meningkatkan respon terhadap pelajaran
yang diberikan guru sehingga mendapat hasil yang lebih baik.
54
DAFTAR PUSTAKA
Abdi Guru. 2004, Kesenian Untuk SMP, Jakarta : Erlangga
Arikunto, Suharsimi. 2003. Dasar – dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Azwar, Diana. 2006, Perbedaan Hasil Belajar Menggambar Bentuk Antara Murid yang Diajar dengan Menggunakan Metode Mencontoh dan Metode Ekspresi Bebas di SD Swasta Yayasan Harapan Mandiri Medan, Skripsi, UNIMED, Medan.
Damayanti dan Moedjiono. 1992. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Djamarah, S.B dan Zain, aswan. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Hamalik, O. 2004.Proses Belajar Mengajar.Jakarta: Bumi Aksara.
Mayanti, Desi. 2012, Pengaruh Metode Inkuiri Terhadap Hasil Belajar Kerajinan Keramik Siswa Kelas VII SMP Swasta PAB 5 PATUMBAK Kab. Deli Serdang, Skripsi, UNIMED, Medan.
Purwanto.Ngalim. 2007.Psikologi pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.
Roestiyah N, K. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Sachari, Agus. 2007. Seni rupa dan Desain. Bandung: Erlangga.
Sanjaya, Wina. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Kencana.
Sudjana, N. 2002.Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.
Sudjana, N. 2010.Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: remaja Rosda Karya.
Uzer, Usman. 1988. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosda Karya