• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH METODE INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR MENGGAMBAR CERITA BERTEMA DI KELAS VIII SEMESTER 1 SMP PARULIAN 1 MEDAN T.A. 2013-2014.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGARUH METODE INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR MENGGAMBAR CERITA BERTEMA DI KELAS VIII SEMESTER 1 SMP PARULIAN 1 MEDAN T.A. 2013-2014."

Copied!
19
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH METODE INKUIRI TERHADAP HASIL BELAJAR

MENGGAMBAR CERITA BERTEMA DI KELAS VIII

SEMESTER 1 SMP PARULIAN 1 MEDAN

T.A. 2013-2014

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Sebagian Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh

BRINGIN NUSANTARA

NIM. 209451002

JURUSAN PENDIDIKAN SENI RUPA

FAKULTAS BAHASA DAN SENI

UNIVERSITAS NEGERI MEDAN

(2)

LEMBAR PERNYATAAN

Saya menyatakan bahwa skripsi ini adalah sepenuhnya karya saya sendiri. Tidak

ada didalamnya yang termasuk kriteria plagiat dari karya orang lain.

Medan, Februari 2014

(3)

LEMBAR PENGESAHAN PEMBIMBING

Skripsi ini Diajukan oleh Bringin Nusantara, NIM 209451002 Jurusan Pendidikan Seni Rupa

Program Studi Pendidikan Seni Rupa/S-1 Fakultas Bahasa dan Seni

Universitas Negeri Medan

Dinyatakan Telah Memenuhi Persyaratan untuk Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Medan, Februari 2014

Disetujui Oleh: Dosen Pembimbing Skripsi

(4)

PENGESAHAN TIM PENGUJI

Skripsi ini Telah Diuji dan Dinyatakan Telah Memenuhi Persyaratan untuk Memperoleh

Gelar Sarjana Pendidikan

Oleh :

Medan, Februari 2014

Tim Penguji,

Nama Tanda Tangan

1. Drs. Sofian Sagala ______________________

NIP. 19531203 198403 1 002

2. Drs. Sugito, M.Pd ______________________

NIP. 19610427 198703 1 002

3. Drs. Brisman Silaban, M.Si ______________________ NIP. 19550606 198203 1 003

(5)

LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN

Skripsi ini Diajukan oleh Bringin Nusantara 209451002 Jurusan Pendidikan Seni Rupa

Program Studi Pendidikan Seni Rupa/S-1 Fakultas Bahasa dan Seni

Universitas Negeri Medan

Dinyatakan Telah Memenuhi Syarat untuk Memperoleh Gelar

Sarjana Pendidikan

Panitia Ujian

Medan,Februari 2014 Ketua,

Dr. Isda Pramuniati, M.Hum.

NIP. 19641207 199103 2 002 ___________________________

Sekretaris,

Drs. Anam Ibrahim, M.Pd.

(6)

ii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas

segala kasih karunia-Nya yang memberikan kesempatan kepada penulis untuk

dapat menyelesaikan penulisan skripsi ini dengan judul : Pengaruh Metode Inkuiri

Terhadap Hasil Belajar Menggambar Cerita Bertema di Kelas VIII Semester I

SMP Parulian I Medan T.A 2013 - 2014, yang disusun untuk memperoleh gelar

Sarjana Pendidikan di Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan.

Pada penyusunan skripsi ini penulis banyak mendapatkan bantuan dan

dukungan dari berbagai pihak. Untuk itu, rasa hormat dan ucapan terima kasih

penulis sampaikan kepada:

 Bapak Prof. Dr. Ibnu Hajar, M.Si selaku Rektor UniversitasNegeri Medan.

 Ibu Dr. Isda Pramuniati, M.Hum selaku Dekan Fakultas Bahasa dan Seni

Universitas Negeri Medan.

 Bapak Drs. Zulkifli, M.Sn selaku Pembantu Dekan I Fakultas Bahasa dan

Seni Universitas Negeri Medan

 Bapak Drs. Basyaruddin, M.Pd selaku Pembantu Dekan II Fakultas Bahasa

dan Seni Universitas Negeri Medan.

 Bapak Dr. Daulat Saragi, M.Hum selaku Pembantu Dekan III Fakultas

Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan.

 Bapak Drs. Anam Ibrahim, M.Pd selaku Ketua Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan.

 Bapak Dr.Wahyu Tri Atmojo, M.Hum selaku Sekretaris Jurusan Pendidikan

Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan.

 Bapak Drs. Budiwiwaramulja, M.Sn selaku Dosen Pembimbing Skripsi.

 Bapak Drs. Onggal Sihite, M.Si selaku Dosen Pembimbing Akademik

 Bapak Drs. Brisman Silaban, M.si selaku nara sumber yang telah banyak

memberikan bantuan dan dorongan kepada penulis.

 Bapak Drs. Sugito, M.Pd, selaku nara sumber yang telah banyak

(7)

iii

 Bapak Drs. Sofian Sagala, selaku nara sumber yang telah banyak

memberikan bantuan dan dorongan kepada penulis.

 Bapak/Ibu Dosen Jurusan Pendidikan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni.

 Bapak Tonny Aritonang, S.Pd selaku Kepala sekolah SMP Parulian 1 Medan.

 Kepada Ibu Dina Sitopu, guru seni budaya SMP Parulian 1 Medan yang telah

banyak membantu selama penelitian.

 Teristimewa penulis sampaikan terima kasih kepada ayahanda Jhon Arnelds

dan Ibunda R. Silaban yang telah banyak berjuang untuk penulis.

 Kepada Bang Bayu dan Bang Heri Payaman yang selalu membimbingku

untuk Takut akan Tuhan dan atas dukungannya.

 Kepada Bang Kristinodo Simamora dan kakak Vivi Herawati Simanjuntak,

untuk semua dukungan yang telah diberikan kepada penulis.

 Buat Kakak penulis Yusniar dan Pestaria Sonata, untuk semua doa dan

dukungannya.

 Sahabatku M.Rulli, Fransisko Redizitno Purba dan Aldrin Yudhistira untuk

dukungannya.

 Kepada Bapak M. Yatim (Sanggar Rowo) yang memberikan inspirasi.

 Komunitas Graficafe dan Rantai Sembilan, untuk doa dan dukungannya.

 Teman-teman di Jurusan Seni Rupa Stambuk 2009 serta kakak, abang dan

adik stambuk.

Penulis telah berupaya dengan semaksimal mungkin dalam penyelesaian

skripsi ini, namun penulis menyadari masih banyak kelemahan baik dari segi isi

maupun tata bahasa, untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang

bersifat membangun dari pembaca untuk penyempurnaan penulisan skripsi ini.

Semoga skripsi ini dapat bermanfaat dalam pengembangan ilmu pengetahuan

(8)

i

ABSTRAK

Bringin Nusantara, NIM : 209451002, Pengaruh Metode Inkuiri Terhadap Hasil Belajar Menggambar Cerita Bertema di Kelas VIII Semester 1 SMP Parulian 1 Medan T.A. 2013-2014. Jurusan Seni Rupa FBS UNIMED.

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh metode inkuiri terhadap hasil belajar menggambar cerita bertema pada siswa kelas VIII SMP Parulian 1 Medan. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen semu dengan sampel 60 karya siswa. Instrument penelitian menggunakan tes menggambar cerita bertema.

Teknik analisis data dilakukan dengan uji persyaratan analisis yaitu uji normalitas data dan uji homogenitas varians, setelah itu dilakukan uji hipotesis. Hasil uji persyaratanan alisis pada uji normalitas data pretest pada kelompok eksperimen yang diajar dengan metode inkuiri diperoleh Lo = 0,0454<L tabel = 0,

187 sesuai dengan kriteria pengujian normalitas dengan teknik liliefors, data berasal dari populasi berdistribusi normal, sedangkan untuk pretest pada kelompok kontrol yang diajar dengan metode konvensional diperoleh Lo =

0,0505<L tabel=0,187 data ini juga berasal dari populasi berdistribusi normal. Pada

uji normalitas data posttest pada kelas eksperimen diperoleh Lo = 0,0207<Ltabel =

1,87 data posttest dari kelas control diperoleh Lo = 0,0455<L tabel= 1,87 data ini

berdistribusi normal.

Pada uji persyaratan analisis uji homogenitas varians data pretest diperoleh

F hitung= 1,07<F tabel = 1,87. Pada kriteria pengujian homogenitas varians sampel

pretest kelompok kelas eksperimen dan kelompok kelas control berasal dari populasi yang homogen, sedangkan uji homogenitas data posttest diperoleh F

hitung= 1,23<F tabel = 1,87 dan pada kriteria pengujian homogenitas varians sampel

data posttest dari ke dua kelompok juga berasal dari populasi yang homogen. Pada pengujian hipotesis diperoleh thitung = 9,86>t tabel = 2,01 sehingga

(9)

iv

5. Metode Pembelajaran Konvensional ... 18

6. Pengertian Menggambar ... 20

7. Pengertian Menggambar Ilustrasi Certia Bertema ... 21

B. Penelitian Relevan ... 31

C. Kerangka Konseptual ... 33

D. Hipotesis Penelitian ... 35

(10)

v

A. Lokasi Dan Waktu Penelitian ... 37

B. Populasi dan Sampel ... 37

1. Populasi ... 37

2. Sampel ... 37

C. Variabel Penelitian ... 38

D. Metode Penelitian ... 38

E. Desain Penelitian ... 39

F. Prosedur Penelitian ... 40

G. Alat Pengumpulan Data ... 40

H. Teknik Analisa Data ... 41

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 45

A. Hasil Penelitian ... 45

B. Pengujian Persyaratan Analisis ... 46

C. Pengujian Hipotesis ... 49

D. Diskusi Hasil Penelitian ... 50

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN ... 52

A. Kesimpulan ... 52

B. Saran ... 52

DAFTAR PUSTAKA ... 54

(11)

DAFTAR TABEL

Tabel 2.1 Tahapan Pelaksanaan Menggambar Cerita

Bertema dengan Metode Inkuiri... 15

Tabel 2.2 Tahapan Pelaksanaan Menggambar Cerita Bertema dengan Metode Konvensional ... 19

Tabel 3.1 Pembagian Siswa Antar Kelompok ... 38

Tabel 3.2 Kisi – kisi Spesifikasi Tes Menggambar Cerita Bertema ... 40

Tabel 4.1 Perbandingan Nilai Pre-Test Pada Kedua Kelompok ... 45

Tabel 4.2 Perbandingan Nilai Pos-Test Pada Kedua Kelompok ... 45

Tabel 4.3 Ringkasan Perhitungan Uji Normalitas Data Pre-Test... 47

Tabel 4.4 Ringkasan Perhitungan Uji Normalitas Data Pos-Test ... 48

Tabel 4.5 Ringkasan Uji Homogenitas Data Pre-Test ... 49

Tabel 4.6 Ringkasan Uji Homogenitas Data Pos-Test ... 49

(12)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Seni Budaya adalah salah satu mata pelajaran yang terdapat dalam

kurikulum Sekolah Menengah Pertama (SMP). Mata pelajaran Seni Budaya

tersebut mencakup seni rupa, seni musik, seni tari, seni teater dan seni sastra. Seni

rupa merupakan mata pelajaran yang berkaitan dengan kreativitas, terutama dalam

hal merancang, menggambar, membentuk, mengukir, meronce, memahat, dan

sebagainya. Pendidikan seni rupa memegang peran penting dalam pembelajaran

karena merancang siswa untuk meningkatkan kreativitasnya dengan membuat

sesuatu yang baru dari diri mereka sendiri. Kreativitas tersebut didapat dari cara

bagaimana ia berpikir, merasa dan melihat lalu diaktualisasikan dalam kehidupan

sehari- hari. Salah satu pokok bahasan yang dipelajari di seni rupa adalah mata

pelajaran menggambar ilustrasi. Ilustrasi merupakan karya seni rupa 2 dimensi

yang bertujuan memperjelas suatu pengertian. Gambar ilustrasi yang baik harus

dapat menggambarkan dengan jelas pesan/hal yang ingin disampaikan atau

dijelaskan. Pelajaran ilustrasi sangat membantu daya kreatifitas peserta didik dan

membangkitkan imajinasi berpikir siswa dalam berkarya. Pelajaran menggambar

ilustrasi juga banyak cakupannya, yaitu menggambar ilustrasi hewan, ilustrasi

tumbuhan, ilustrasi kartun, karikatur dan lain sebagainya.

Menggambar di masa sekarang begitu besar manfaatnya bagi seorang

arsitek, perancang benda, perencana kota, kriyawan, seni rupawan, perancang

(13)

2

Berdasarkan kenyataan ini keahlian menggambar dasar menjadi penting untuk

dikuasai sedini mungkin oleh para siswa. Setelah melakukan observasi dan dari

hasil latihan daftar kumpulan nilai guru seni budaya SMP Parulian 1 Medan data

hasil belajar seni rupa khususnya menggambar ilustrasi hewan yang dicapai pada

umumnya masih rendah, dari hanya 40 % dari 30 siswa yang mencapai Kriteria

Kelulusan Minimal (KKM) mata pelajaran tersebut (KKM = 75), selebihnya

siswa tidak mencapai KKM (Lampiran 3). Untuk mengatasi penurunan hasil

belajar tersebut diperlukan pengembangan strategi pembelajaran yang dapat

menumbuhkan semangat belajar dan meningkatkan aktivitas dan nilai siswa

dalam pelajaran menggambar ilustrasi.

Metode pembelajaran yang digunakan guru tentunya akan sangat

berpengaruh terhadap pemahaman siswa dan perkembangan prestasinya. Metode

yang monoton dan yang bersifat sentral pada guru tentunya tidak memacu siswa

kreatif. Namun, pada kenyataannya guru masih tetap menggunakan metode

konvensional (direct instruction, ekspositori). Pembelajaran metode konvensional

adalah pengajaran yang menyampaikan pesan dalam keadaan yang telah siap.

Dalam metode ini guru menyajikan bentuk yang telah siap secara rapi, sistematis

dan lengkap, sehingga siswa tinggal menyimak dan mencernanya saja secara

tertib dan teratur. Metode konvensional pada hakikatnya menyampaikan ilmu

pengetahuan kepada siswa yang dipandang sebagai objek yang menerima apa

yang diberikan guru. Artinya, tingkah laku dikelas pengajaran dan distribusi

pengetahuan itu dikontrol dan ditentukan oleh guru. Metode ini sering digunakan

(14)

3

pada pendengaran dan mencatat apa yang disampaikan guru dan sekali-kali

bertanya pada guru.

Untuk menentukan teknik mengajar yang baik, guru diharapkan lebih

kreatif dalam memilih metode pengajaran khususnya pada mata pelajaran seni

rupa.Sehingga menarik, mudah diterima, dimengerti, dan diamalkan dalam

lingkungan sekolah, keluarga, masyarakat dan negara.

Pada kenyataan yang kita lihat hasil belajar anak didik masih rendah itu

disebabkan karena masih banyak anak didik yang kurang mengerti dengan

pelajaran yang disampaikan oleh guru. Kemampuan yang diharapkan dapat

dimiliki anak didik akan ditentukan kerelevansian penggunaan suatu metode yang

sesuai dengan tujuan. Itu berarti tujuan pembelajaran akan dapat tercapai dengan

penggunaan metode yang tepat.

Menanggapi masalah tersebut, terdapat suatu metode inovatif yang dapat

digunakan yaitu metode pembelajaran inkuiri. Metode ini menekankan pada

pengalaman belajar aktif yang berpusat pada siswa (student centered learning).

Oleh karena itu, siswa menemukan idenya sendiri dan mengambil maknanya

sendiri. Dengan kata lain, metode pembelajaran inkuiri mengutamakan situasi

dimana siswa sendiri mengacu pada pengalaman sebelumnya dan pengetahuan

untuk menemukan kebenaran yang akan dipelajari.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dan uraian di atas, maka peneliti

bermaksud melakukan penelitian dengan judul penelitian yaitu Pengaruh Metode

Inkuiri Terhadap Hasil Belajar Menggambar Cerita Bertema di Kelas VIII

(15)

4

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah dikemukakan, maka timbul

pertanyaan-pertanyaan yang perlu dicari jawabanya antara lain; Bagaimanakah

cara meningkatkan hasil belajar menggambar cerita bertema siswa di SMP?

Apakah materi ilustrasi menggambar cerita bertema perlu diajarkan di

sekolah?Apakah penerapan metode inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar

menggambar cerita bertema di SMP? Apakah metode inkuiri lebih baik dalam

meningkatkan hasil belajar menggambar cerita bertema dibandingkan dengan

metode konvensional?

C. Pembatasan Masalah

Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah, maka perlu adanya

pembatasan masalah agar lebih fokus pada permasalahan. Sehingga yang menjadi

fokus dalam penelitian ini adalah penggunaan metode inkuiri dalam pembelajaran

seni rupa pada materi pokok bahasan menggambar cerita bertema, kemudian akan

dilihat seberapa besar pengaruh metode inkuiri terhadap hasil belajar menggambar

cerita bertema di kelas VIII semester I SMP Parulian 1 Medan.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang, identifikasi masalah dan batasan masalah,

maka rumusan masalah penelitian ini adalah: Apakah hasil belajar menggambar

cerita bertema siswa yang diajar dengan menggunakan metode inkuiri lebih tinggi

dibandingkan dengan hasil belajar menggambar cerita bertema yang diajar

(16)

5

E. Tujuan penelitian

Tujuan penelitian ini adalah ingin mengetahui perbedaan hasil belajar

siswa yang diajar dengan metode inkuiri dibandingkan dengan hasil belajar siswa

yang diajar dengan metode konvensional dalam materi menggambar cerita

bertema di kelas VIII SMP Parulian 1 Medan?

F. Manfaat Penelitian

Manfaat dari penelitian ini antara lain :

1. Manfaat Praktis

a. Hasil belajar menggambar cerita bertema meningkat.

b. Hasil karya dapat turut dipamerkan dalam acara seni yang akan

dilaksanakan oleh siswa SMP Parulian 1 Medan.

2. Manfaat Teoritis

a. Menambah wawasan pengetahuan khususnya tentang metode–metode

dalam pembelajaran kepada semua pihak yang membutuhkan

khususnya yang terlibat dalam dunia pendidikan.

b. Sebagai sumber informasi bagi para mahasiswa khususnya mahasiswa

program studi Seni Rupa yang kelak menjadi seorang tenaga pendidik.

(17)

54

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Berdasarkan analisis data penelitian pada BAB IV ditemukan data sebagai

berikut :

1. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hasil belajar cerita bertema

siswa yang diajar dengan menggunakan metode inkuiri lebih tinggi

dibandingkan dengan hasil belajar siswa yang diajar dengan menggunakan

metode konvensional dengan nilai rata-rata kelas eksperimen 79,5 dan

kelas kontrol 70,33.

2. Hasil belajar menggambar cerita bertema yang diajar dengan metode

inkuiri lebih unggul dari siswa yang diajar dengan metode konvensional.

3. Ada pengaruh yang signifikan dari penggunaan metode inkuiri terhadap

hasil belajar menggambar cerita bertema siswa kelas VIII SMP Parulian 1

Medan.

B. Saran

Berdasarkan pembahasan dan kesimpulan hasil penelitian, maka ada

hal-hal yang harus diperhatikan :

1. Bagi guru SMP khusunya guru bidang studi seni budaya disarankan agar

tidak monoton menyampaikan materi praktik kepada siswa, diharapkan

mampu menggunakan metode lain seperti penggunaan metode inkuiri.

2. Diharapkan guru untuk tetap meningkatkan aktivitas dalam pembelajaran

sehingga siswa dapat lebih aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran.

(18)

3. Diharapkan agar siswa dapat meningkatkan respon terhadap pelajaran

yang diberikan guru sehingga mendapat hasil yang lebih baik.

(19)

54

DAFTAR PUSTAKA

Abdi Guru. 2004, Kesenian Untuk SMP, Jakarta : Erlangga

Arikunto, Suharsimi. 2003. Dasar – dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Azwar, Diana. 2006, Perbedaan Hasil Belajar Menggambar Bentuk Antara Murid yang Diajar dengan Menggunakan Metode Mencontoh dan Metode Ekspresi Bebas di SD Swasta Yayasan Harapan Mandiri Medan, Skripsi, UNIMED, Medan.

Damayanti dan Moedjiono. 1992. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Djamarah, S.B dan Zain, aswan. 2006. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Hamalik, O. 2004.Proses Belajar Mengajar.Jakarta: Bumi Aksara.

Mayanti, Desi. 2012, Pengaruh Metode Inkuiri Terhadap Hasil Belajar Kerajinan Keramik Siswa Kelas VII SMP Swasta PAB 5 PATUMBAK Kab. Deli Serdang, Skripsi, UNIMED, Medan.

Purwanto.Ngalim. 2007.Psikologi pendidikan. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Roestiyah N, K. 2001. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Sachari, Agus. 2007. Seni rupa dan Desain. Bandung: Erlangga.

Sanjaya, Wina. 2008. Kurikulum dan Pembelajaran. Bandung: Kencana.

Sudjana, N. 2002.Metoda Statistika. Bandung: Tarsito.

Sudjana, N. 2010.Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: remaja Rosda Karya.

Uzer, Usman. 1988. Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosda Karya

Gambar

Tabel 2.1 Tahapan Pelaksanaan Menggambar Cerita   Bertema dengan Metode Inkuiri...............................................

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan layanan bimbingan belajar dengan terhadap prestasi belajar pada siswa kelas VIII SMP Negeri 20 Medan

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis kelas kata yang terdapat pada tulisan cerita pendek siswa kelas VIII C SMP N 2 Sawit Boyolali, dan (2)

Penelitan ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengaruh teknik permainan kartu kata terhadap kemampuan menulis puisi bebas kelas VIII SMP Negeri 21 Medan Tahun

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep matematika bagi siswa kelas VIII di SMP Nusa Penida Medan dengan menggunakan model pembelajaran

Kesimpulan dari hasil penelitian yaitu (1) kemampuan menggambar bentuk dengan media pensil pada siswa Kelas VIII SMP Negeri 3 Balusu termasuk dalam kategori

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan Kemampuan Membaca Pemahaman dengan Kemampuan Menulis Ringkasan Oleh Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Medan Tahun

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan media cerita bergambar dapat meningkatkan pemahaman membaca siswa kelas VIII SMP NEGERI 1 KARIMUN.. Subjek peneltian ini

Kata kunci: Analisis Kesalahan, Soal Cerita, Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kesalahan dan penyebab kesalahan siswa kelas VIII SMP