33
BAB IV
TAHAPAN PRODUKSI
Pada bab ini menjelaskan proses pewujudan atau pembuatan karya vidio dalam penyelesaian proyek studi, dan didalamnya dapat terbagi menjadi tiga tahap produksi, yakni pra produksi, produksi, dan pasca produksi.
4.1.Pra Produksi
Adalah tahapan awal dalam proses penyelesaian proyek studi. Pada tahapan ini penulis melakukan persiapan sebelum produksi, yang didalamnya meliputi riset lapangan, kemudian pembuatan story line, dan selanjutnya merancang story board.
4.1.1. Riset Lapangan
Pada tahap ini penulis melakukan observasi ke tempat yang akan di kaji sejarahnya, sekaligus sebagai konten dalam penyelesaian proyek studi ini. Riset oleh penulis dimulai pada tanggal 4 Januari 2018. Pada tahapan ini penulis melakukan observasi ke tampat yang akan penulis jadikan objek bahasan dalam film dokumenter. Penulis mendapat banyak sekali informasi dalam riset lapangan ini, seperti siapa pemilik dan yang membangun istana ini. Informasi yang penulias dapat antara lain adalah siapa pemilik dan yang membangun istana ini, Berapa luas dari bangunan ini, dan bagaimana sejarah kepemilikan bangunan ini setelah Kwik Djoen Eng bangkrut, dan informasi informasi lain terkait sejarah mendalam dari bangunan ini. Dari riset ini pula penuluis sadar betapa berharga nilai artistik dan sentimentil dari bangunan bersejarah ini.
34 4.1.2. Merancang Story line
Pada tahap ini penulis merancang story line berdasarkan hasil riset
sebelumnya, story line ini nantinya akan menjadi salah satu patokan dalam
membangun alur cerita atau alur pikir dalam vidio yang diproduksi oleh penulis. 4.1.3. Merancang Story Board
Pada tahap ini penulis perancang story board yakni sebuah sketsa kasar.
Story board ini kemudian di gunakan sebagai patokan atau acuan dalam proses pengambilan atau perekaman gambar (vidio).
35
Gambar 4.1.3. Story board dalam proses pra produksi
4.2. Produksi
Pada tahapan ini penulis mulai membuat rekaman gambar (vidio), yang
sebelumnya penulis telah menentukan tempat, sebagai setting latar. Dalam proses
produksi video ini, penulis menggunakan beberapa lokasi sebagai tempat pengambilan gambar yang menjadi ikon Kota Salatiga. Pemilihan tempat ini diantaranya adalah batas kota, bundaran Ramayana, gunung Merbabu, serta Rumah
36
Khalwat Roncalli yang menjadi pokok bahasan dalam film dokumenter ini. Dalam tahap ini terdapat dua proses, yakni proses pengambilan gambar melalui metode rekam vidio, dan proses konstruksi film secara digital melalui komputer.
4.2.1. Pengambilan Gambar
Tabel 4.2.1. Time Table Produksi Sumber: Data Penulis
No Scene Gambar VO Time
Code
1 Pembuka -
00.00 -00.46
37 2 Review Kota Salatiga SALATIGA ADALAH SEBUAH KOTA KECIL YANG TERDAPAT DI PROVINSI JAWA TENGAH// SECARA GEOGRAFIS/ KOTA INI TERLETAK DI KAKI GUNUNG MERBABU/ MAKA TAK HERAN JIKA UDARA DI KOTA INI SANGAT SEJUK//
38 3 Review sejarah Roncali BANGUNAN BERARSITEKTU R ORIENTAL INI/ DAHULU ADALAH SEBUAH ISTANA MEGAH DAN MEWAH MILIK PENGUSAHA KAYA YANG BERNAMA KWIK JUN ENG// SUASANA ORIENTAL DAN KLASIK SANGAT KENTAL TERASA DI TEMPAT INI/ HINGGA SEOLAH KITA TERBAWA PADA SUASANA DI MASA LAMPAU// 01.47 -02.30
39 4 Review Pemilik Roncali Sebelumn ya _ _ Natsound wawancara 01.57 -04.44 5 Closing informatio n ACARA SYUKUR TERSEBUT/ DITUTUP DENGAN PEMBERKATAN DAN PERESMIAN
40 PATUNG PAUS YOHANES DUA PULUH TIGA/ DENGAN NAMA LAHIR ANJELO JIOSEP RONCALLI/ SANG PAUS PEMBARUAN KONSILI VATIKAN KE DUA/ YANG MENJADI INSPIRASI SEKALIGUS NAMA DARI RUMAH KHALWAT RONCALLI//
Dalam proses pengambilan atau perekaman gambar, penulis menggunakan beberapa teknik pengambilan melalui kamera, proses tersebut dalam penulisan ini diuraikan melalui table sebagai berikut :
Tabel 4.2.1. Uraian Teknik Perekaman Vidio Sumber : Data Penulis
TAKE VIDEO 1 Medium shot
41
2 Medium shot jendela
(super impose sutradara dan nama) 3 Close up: rambu rambu tamu harap lapor
(super impose nama nama kamerawan)
4 Full shot still: gerbang lama pintu masuk istana (super impose DOP dan nama)
5 Full shot stil: hutan pinus (super impose penulis naskah dan nama)
TAKE VISUAL
6 Still close up blur to fokus: daun (super impose editor)
7 Low angle full shot pan right: depan bangunan utama (super impose JUDUL FILM)
Scene 2
1 Full shot time lapse: gunung Merbabu 2 Full shot still: batas kota salatiga
3 Close up till blur to fokus : Salatiga Smart 4 Full shot: patung Jendral Sudirman
5 Full shot pan right: bundaran kota Salatiga
6 Full shot still high angle time lapse: lalu lintas bundaran
Scene 3
1 Close up: tanda masuk lokasi Rumah Khalwat Roncalli 2 High angle full shot track in: Gedung RK Roncalli 3 Still full shot pan right: sisi kiri RK Roncalli 4 Full shot pan right: ruang makan
42
5 Full shot tilt up: ruang rekreasi 6 Full shot still: rumah merah
7 Medium shot: perspektif rumah merah
Scene 4
1 Medium full shot wawancara pimpinan Roncalli
4.3 Pasca Produksi
4.3.1 Perangkaian Film / Editing
Tahap ini merupakan tahap terakhir, dimana hasil perekaman gambar atau vidio melalui kamera, akan dirajut dan dijadikan sebuah film. Dalam merakit vidio, penulis menggunakan perangkat keras berupa komputer, dan perangkat lunak berupa adobe premier. Dalam prosesnya meliputi
a) Reduksi Data Visual
Gambar 4.2.2. Proses Import Data Sumber : Penulis
43
Proses ini merupaka proses dimana penulis menginput vidio hasil rekaman sebagai bahan ke dalam perangkat lunak adobe premier, yang selanjutnya penulis menolah dengan teknik selanjutnya.
b) Import And Cutting Visual
Gambar 4.2.2. Proses Import And Cutting Visual
Sumber : Penulis
Pada tahap ini penulis menyatukan beberapa potongan vidio yang
kemudian tersusun dana time code. Didalam prosesnya tidak lepas dari
pemotongan vidio dimana dalam proses konstruksi pesan, penulis menyesuaikan konten yang dibangun melalui story line.
44
a) Penyetaraan Audio Dengan Gambar
Gambar 4.2.2. Proses Penyetaraan Audio Sumber : Penulis
Pada tahap ini proses yang dilakukan adalah penyetaraan audio, dengan hasil akhir sehingga suara yang keluar dalam vidio sesuai dengan gerak dalam video.
b) Memasukkan Back Sound
45 Sumber : Penulis
c) Proses Pemasukan Gambar
Gambar 4.2.2. Proses memasukkan back sound
Sumber : Penulis
Pada tahap ini penulis menyisipkan back sound sebagai salah satu
elemen yang ada pada vidio, sehingga menghasilkan kualitas audio visual sesuai dengan kebutuhan panulis.
d) Proses lainnya diantaranya
Gambar 4.2.2. Proses pembuatan credit title Sumber : Penulis
46 Gambar 4.2.2. Proses Memasukkan Karakter Generator
Sumber : Penulis
Pembuatan credit title melalui aplikasi corel draw, kemudian
memasukkan karakter generator menjadi bagian dalam proses pembuatan
film ini.
Gambar 4.2.2. Proses Penyetaraan Ukuran Sumber : Penulis
47 Gambar 4.2.2. Proses Memasukkan Credit Title
Sumber : Penulis
Proses pemberian title, proses penempatan dan penyetaraan ukuran
merupakan proses akhir dalam proses editing vidio, yang kemudian pada proses rendering, yakni proses fonal dalam pembuatan vidio.
4.3.2 Uji Publik
Pada tahap ini penulis melakukan uji publik terhadap hasil karya yang penulis buat, yakni film dokumenter yang menceritakan sejarah Roncalli. Selanjutnya penulis akan membaca semua evaluasi yang diberikan oleh para responden, kemudian penulis akan mengganti melakukan pembenahan yang diperlukan, terutama kritikan dan saran yang ada dalam lembar uji publik. Ada beberapa catatan yang diberikan para responden. Kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa audio dalam film kurang keras, dan salah seorang responden juga menyarakan untuk menambahkan gambar istana beserta keempat kubahnya pada saat visual direktur RK
48
Roncalli menjelaskan keempat kubah yang melambangkan keempat putra Djoen Eng.
Langkah selanjutnya yang penulis lakukan adalah memeriksa dan mengamati audio yang dianggap kurang. Setelah itu penulis menambah
tingkatr audio gain yang dirasa kurang dapat didengar. Langkah
selanjutnya penulis menambahkan foto istana yang masih lengkap memiliki empat kubah yang melambangkan keempat putra Djoen Eng pada bagian wawancara dengan direktur RK Roncalli.
Berikut adalah diagram hasil dari uji publik Film Dokumenter “Istana Kwik Djoen Eng”
1. Nama Film Dokumenter ini menarik untuk khalayak sasarannya
sangat memuaskan 12
memuaskan 7
kurang lebih memuaskan 1
kurang memuaskan 0
49 2. Pesan dalam Film Dokumenter ini sesuai untuk khalayak
sasarannya.
sangat memuaskan 11
memuaskan 9
kurang lebih memuaskan 0
kurang memuaskan 0
50 3. Khalayak sasaran dapat memahami dengan jelas pesan yang
disampaikan melalui Film Dokumenter ini
sangat memuaskan 9
memuaskan 9
kurang lebih memuaskan 2
kurang memuaskan 0
51 4. Durasi Film Dokumenter ini sesuai untuk khalayak sasarannya
sangat memuaskan 13
memuaskan 7
kurang lebih memuaskan 0
kurang memuaskan 0
52 5. Pengisi suara yang menarasikan Film Dokumenter ini
terdengar
jelas dalam menyampaikan pesan.
sangat memuaskan 10
memuaskan 6
kurang lebih memuaskan 4
kurang memuaskan 0
53 6. Kualitas audio dalam Film Dokumenter ini jernih
sangat memuaskan 10
memuaskan 8
kurang lebih memuaskan 2
kurang memuaskan 0
54 7. Kualitas gambar dalam Film Dokumenter ini baik dan jelas.
sangat memuaskan 15
memuaskan 5
kurang lebih memuaskan 0
kurang memuaskan 0
55 8. Narasumber dapat menyampaikan pesan dengan baik, tepat
sasaran tujuannya.
sangat memuaskan 9
memuaskan 11
kurang lebih memuaskan 0
kurang memuaskan 0
56 9. Bahasa yang digunakan dalam Film Dokumenter sesuai dan
dapat dipahami oleh khalayak sasarannya.
sangat memuaskan 13
memuaskan 7
kurang lebih memuaskan 0
kurang memuaskan 0
57 10. Film Dokumenter ini layak untuk dipublikasikan kepada
khalayak sasarannya.
sangat memuaskan 12
memuaskan 8
kurang lebih memuaskan 0
kurang memuaskan 0
58 11. Film Dokumenter ini telah memenuhi Etika.
sangat memuaskan 12
memuaskan 8
kurang lebih memuaskan 0
kurang memuaskan 0
59 12. Ada penyajian /animasi yang berisi data untuk memperjelas
pesan yang disampaikan melalui Film Dokumenter ini.
sangat memuaskan 11
memuaskan 9
kurang lebih memuaskan 0
kurang memuaskan 0