• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH SOLUTIO.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MAKALAH SOLUTIO.docx"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

1.1

1.1 LATAR BELAKANGLATAR BELAKANG

Bagi masyarakat Indonesia begitu mendengar kata obat itu sebenarnya bukan hal Bagi masyarakat Indonesia begitu mendengar kata obat itu sebenarnya bukan hal yang baru, telah lama obat-obatan digunakan secara turun temurun dan diyakini mampu yang baru, telah lama obat-obatan digunakan secara turun temurun dan diyakini mampu mengobati suatu penyakit dan dirasakan khasiatnya. Kepercayaan pada obat juga terus mengobati suatu penyakit dan dirasakan khasiatnya. Kepercayaan pada obat juga terus meningkat seiring dengan perkembangan ilmu tentang obat yang semakin meningkat meningkat seiring dengan perkembangan ilmu tentang obat yang semakin meningkat setiap tahunnya.

setiap tahunnya.

Dalam sediaan farmasi terdapat beberapa bentuk obat yang umumnya untuk Dalam sediaan farmasi terdapat beberapa bentuk obat yang umumnya untuk menentukan bentuk obat yang akan dibuat. Setiap bentuk sediaan memiliki fungsi dan menentukan bentuk obat yang akan dibuat. Setiap bentuk sediaan memiliki fungsi dan kegunaan masing-masing sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pemakaian, secara garis kegunaan masing-masing sesuai dengan kebutuhan dan tujuan pemakaian, secara garis  besar

 besar ada ada tiga tiga bentuk bentuk sediaan sediaan obat obat yaitu yaitu sediaan sediaan Padat, Padat, Semipadat, Semipadat, dan dan Liquid Liquid atauatau sediaan cair seperti larutan.

sediaan cair seperti larutan.

Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia terlarut, Larutan adalah sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia terlarut, misalnya terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut misalnya terdispersi secara molekuler dalam pelarut yang sesuai atau campuran pelarut yang saling bercampur. Diantaranya solution dan mixtura tidak ada perbedaan yang yang saling bercampur. Diantaranya solution dan mixtura tidak ada perbedaan yang  pokok. Oleh karena itu molekul-molekul

 pokok. Oleh karena itu molekul-molekul dalam larutan terdisperdalam larutan terdispersi secara si secara merata. Sediaanmerata. Sediaan larutan juga mempunyai keunggulan terhadap bentuk sediaan solid dalam hal kemudahan larutan juga mempunyai keunggulan terhadap bentuk sediaan solid dalam hal kemudahan  pemberian

 pemberian obat obat terkait terkait sifat sifat kemudahan kemudahan mengalir mengalir dari dari sediaan sediaan ini. ini. Dosis Dosis yang yang diberikandiberikan relatif lebih akurat dan pengaturan dosis lebih mudah divariasi dengan penggunaan relatif lebih akurat dan pengaturan dosis lebih mudah divariasi dengan penggunaan sendok takar. Selain itu sediaan larutan biasanya dapat menutupi rasa tidak enak atau rasa sendok takar. Selain itu sediaan larutan biasanya dapat menutupi rasa tidak enak atau rasa  pahit

 pahit dari dari obat, obat, tetapi tetapi sediaan sediaan liquid liquid seperti seperti larutan larutan lebih lebih mudah mudah rusak rusak oleh oleh tempattempat  penyimpanan sediaan,

 penyimpanan sediaan, sediaan sediaan bentuk ini bentuk ini juga mudah juga mudah terkontaminasi terkontaminasi oleh bakteri oleh bakteri karenakarena air merupakan media yang paling bagus untuk pertumbuhan bakteri.

air merupakan media yang paling bagus untuk pertumbuhan bakteri.

1.2

1.2 Rumusan Rumusan MasalahMasalah

1. Apa yang dimaksud dengan larutan (solutio)? 1. Apa yang dimaksud dengan larutan (solutio)? 2. Bagaimana keuntungan dan kerugian solutio? 2. Bagaimana keuntungan dan kerugian solutio? 3. Bagaimana sediaan solutio?

3. Bagaimana sediaan solutio? 4. Bagaimana pengerjaan solutio? 4. Bagaimana pengerjaan solutio?

(2)

1.3 Tujuan

Agar dapat diketahui apa itu sediaan larutan, bagaimana cara pembuatannya dan apa saja keuntungan dan kerugian sediaan larutan supaya dapat dipertahankan kelebihannya dan mengatasi kekurangan tersebut. Dengan membuat sediaan larutan menjadi lebih baik lagi agar dapat diterapkan di dunia kerja dengan baik dan bisa didapatkan efek te rapi yag di harapkan.

(3)

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Definisi Solutio

Larutan merupakan sediaan cair yang mengandung bahan kimia yang terlarut, kecuali apabila dinyatakan sebagai pelarut. Biasanya pelarut air suling.

Pelarut yang digunakan antara lain 1. Air untuk macam macam garam

2. Spiritus misalnya untuk melarutkan Camphor,iodium,dll 3. Glycerol untuk melarutkan tannin

4. Ether untuk melarutkan Camphora,fosfor,sublimat

5. Minyak misalnya untuk melarutkan Camphora ,fosfor,menthol 6. Parafinum Liquidum untuk melarutkan Cera,Cetaceum,dll 7. Chlorofrom untuk melarutkan minyak-minyak alkaloida 8. Eter minyak tanah untuk melarutkan minyak lemah. 2.2 Kelebihan dan kelemahan

2.2.1 Kelebihan Solutio:

1. Lebih disukai anak anak

2. Menjamin adanya keseragaman dosis

3. Mudah di berikan pada pasien yang sungkar menelan bentuk padat 4. Lebih mudah diarbsorbsi

2.2.2 Kelemahan Solutio :

1. Volume larutan lebih besar

2. Sukar tertutupi bau rasa tidak enak

2.3 Jenis larutan

1. Larutan encer: larutan yang mengandung sejumlah kecil zat A yang larut

2. Larutan jenuh: larutan yang mengandung jumlah maksimum zat A yang dapat larut dalam air pada tekanan dan temperature tertentu

3. Larutan lewat jenuh: larutan yang mengandung jumlah zat A yang terlarut melebihi  batas kelarutanya di dalam air pada temperature tertentu.

(4)

2.4 Faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan 1. Sifat solute dan sovlen

Solute yang polar akan larut dalam solven yang polar. Misalnya garam anorganik larutan dalam air, sedangkan alkaloida basa (umumnya senyawa organic) bersifat nonpolar larut dalam solven nonpolar seperti klorofrom.

2. Cosolvensi

Cosolvensi adalah peristiwa kenaikan kelarutan dari suatu zat karena penggunaan kombinasi pelarut atau modifikasi pelarutan. Misalnya luminal tidak larut dalam air, tetapi larut dalam campuran air – gliserin -etanol

3. Kelarutan

Melarut tidak nya suatu zat atau bahan obat tergantung dari kelarutannya.untuk zat mudah larut memerlukan sedikit pelarut, sedangkan zat yang sukar larut memerlukan lebih banyak pelarut. Kelarutan zat anorganik yang digunakan dalam farmasi adalah : a. Dapat larut dalam air

Semua garam klorida larut, kecuali AgCl, PbCl2, Hg2Cl2. Semua garam nitrat

larut kecuali nitrat base. Semua garam sulfat larut kecuali BaSO4, PbSO4, CaSO4.

 b. Tidak larut dalam air

Semua garam karbonat tidak larut kecuali K 2CO3, Na2CO3. Semua oksida dan

hidroksida tidak larut kecuali KOH, NaOH, BaO, Ba(OH)2. Semua garam

 phosfat tidak larut kecuali K 3PO4, Na3PO3.

(5)

Kecepatan kelarutan dipengaruhi oleh:

1. Ukuran partikel : Makin halus solute makin kecil ukuran partikel, makin luas  permukaan solute yang kontak dengan solvent, solute makin cepat larut.

2. Suhu : Umumnya kenaikan suhu menambah kenaikan kelarutan s olute. 3. Pengadukan.

4. Temperatur

Zat padat umumnya bertambah larut bila suhunya dinaikkan, zat padat tersebut dikatakan bersifat endoterm, karena pada proses kelarutannya membutuhkan panas.

Zat terlarut + pelarut + panas → larutan.

Beberapa zat lain justru kenaikan temperatur menyebabkan tidak larut, zat tersebut dikatakan bersifat eksoterm, karena pada proses kelarutannya menghasilkan panas.

Zat terlarut + pelarut → larutan + panas Contoh : KOH dan K 2SO4

Berdasarkan pengaruh ini maka beberapa sediaan farmasi tidak boleh dipanaskan, misalnya :

a. Zat-zat yang atsiri,Contohnya : Etanol dan minyak atsiri.  b. Zat yang terurai, misalnya : natrium karbonas.

c. Saturasio

d. Senyawa-senyawa kalsium, misalnya : Aqua calsis 5. Salting Out (Pengurangan kelarutan)

Adalah peristiwa penurunan kelarutan yang di sebabkan penambahan jumlah besar garam atau peristiwa ketika zat terlarut tertentu mempunyai kelarutan lebih besar dari zat utama.

Contoh; reaksi antara papaverin dengan solution charcot menghasilkan endapan  papaferin base.

6. Salting in

Adalah peristiwa ketika adanya zat terlarut tertentu menyababkan kelarutan zat utama dalam solven lebih menjadi besar.

Contoh: riboplafin tidak larut dalam air tetapi larut dalam larutan yang mengandung nikotinamid.

(6)

7. Pembentukan Kompleks

Adalah peristiwa terjadinya interaksi antara zat tak larut dengan zat yang larut dan membentuk garam complex.

Contoh; Iodium dalam larutan kalium iodida membentuk senyawa kompleks triiodida.

2.5 Perlakuan khusus bahan obat 1. Natrium Bicarbonat

Dikerjakan dengan cara gerus tuang yaitu sebagian Nabic ditambahkan sebagian air di dalam mortir kemudian digerus. Cairan yang jernih dituang dan sisa Nabic ditambahkan air lagi, digerus, diperoleh cairan jernih, dituaang lagi. Ulangi sampai semua Nabic larut semua.

2. Sublimat (HgCl2)

Untuk obat tetes mata dilakukan dengan pemanasan atau dikocok dalam air panas, lalu setelah dingin disaring. NaCl dapat meningkatkan kelarutan sublimat, tetapi menurunkan daya bakterisidanya. Kadar sublimat dalam obat mata 1:4000

3. Kamfer (Champora)

Dilarutkan dalam aethanol sebanyak 2x berat kamfer. Lalu kocok dalam botol kering, kemudian tambahkan air anas sekaligus, lalu kocok lagi.

4. Tanin

Sifatnya mudah larut dalam air dan dalam gliserin. Tanin memiliki oksidasi tidak larut dalam gliserin sehingga larutannya dalam gliserin harus disaring dengan kapas yang dibasahkan. Jika terdapat air dalam gliserin, larutkan tannin dalam air kemudian kocok dan tanmbahkan gliserin.

5. Ekstrak Kering

Contohnya ekstrak ratanhiae , dilarutkan dengan cara ditaburkan dalam air sama  banyak , lalu didiamkan selam 15 menit

6. Succus Liquiritae

Dalam jumlah kecil dikerjakan dengan gerus tuang, sedangkan dalam jumlah besar dipanaskan hingga larut

7. Kalsium laktat dan kalsium glukonat

Bila jumlah air cukup setelah dilarutkan, disaring untuk mencegah terjadinya kristalisasi. Bila air tidak cukup, kedua zat tersebut disuspensikan dengan penambahan PGS dan dibuat mixture agitanda.

(7)

8. Bahan obat yang bekerja keras

Dilarutkan sendiri untuk memastikan bahwa bahan oba tersebut larut hingga homogen dan dosisnya merata

9. Codein

Codein sukar larut dalam air sehingga pengerjaannya:

a. direbus dengan air 20x nya, setelah larut diencerkan dengan air

 b. dilarutkan dalam aethanol 96% sampai larut kemudian diencerkan dengan air

c. diganti garamnya yang larut dalam air, misalnya diganti dengan codein HCl yang setara dengan perbandingan bobot molekulnya

BM Codein HCl atau 1,17 x jumlah codein BM Codein

10. Fenol

Diperhitungkan sebagai phenol liq. sebanyak 1,2x jumlah yang diminta

2.6 Sediaan Larutan 2.6.1 Larutan oral

Merupakan sedian cair yang dibuat untuk pemberian oral mengandung satu atau lebih zat dengan atau tanpa bahan pengaroma pemanis dan pewarna, yang larut dalam air atau campuran kosolven air.

a. Sirup

Menurut FI Edisi IV, sirup adalah larutan oral yang mengandung sukrosa atau gula lain kadar tinggi. Selain sukrosa dan gula lain, senyawa polio tertentu seperti sorbitol atau gliserol dapan digunakan dalam larutan oral atau menghambat  penghambluran dan untuk mengubah kelarutan rasa dan sifat lain zat pembawa.

Macam-macam sirup ada 3 yaitu

1. Sirup simplex mengandung 65% gula dalam larutan nipagin 0,25%b/v.

2. Sirup obat mengandung satu atau lebih jenis obat dengan atau tanpa zat tambahan digunakan untuk pengobatan.

3. Sirup pengwangi, tidak mengandung obat tetapi mengandung zat pewangi  penyedap lain.

 b. Potiones

Merupakan solution yang dimaksudkan untuk pemakaian dalam (per oral). Selain  berbentuk larutan, potio dapat juga berbentuk emulsi atau suspense.

(8)

c. Elixir

Adalah sediaan larutan yang mengandung bahan obat dan bahan tambahan (pewangi  pengawet pewarna). Sehingga memiliki bau dan rasa yang sedap. Pelarut dalam

elixir biasanya menggunakan campuran air-etanol.Contoh; obat bisolvon. d.  Netralisasi, Saturasi, dan Potio Effervescent

 Netralisasi adalah sediaan cair yang dibuat dengan mencampurkan bagian asam dan bagian basa sampai reaksi dan larutan bersifat netral

Contoh: Solutio citratis magnesici.

Cara pembuatan: seluruh bagian asam bereaksi dengan bagian basanya bila  perlu reaksi dipercepat dengan pemanasan.

Saturatio adalah sedian cair yang dibuat dengan mereaksikan asam dengan  basa dan gas yang terbentuk dipertahankan dalam wadah sehingga larutan

menjadi jenuh dengan gas CO2. Cara pembuatan :

1. Komponen basa dilarutkan dalam 2/3 bagian air yang tersedia. Misalnya NaHCO3

digerus tuang kemudian dimasukkan dalam botol

2. Komponen asam dilarutkan dalam 1/3 bagian air yang tersedia.

3. 2/3 bagian asam dimasukkan ke bagian basa, gas dibuang seluruhnya. Sisa asam dituang hati-hati lewat tepi botol, segera ditutup dengan sampagne knop sehingga gas tertahan.

Potio effervescent adalah jenis saturatio yang CO2-nya lewat jenuh, biasanya untuk  pemakaian yang diminum sekaligus.

Cara pembuatan:

Langkah 1 & 2 sama dengan saturasio

3. Seluruh bagian asam dimasukkan ke dalam basa dengan hati-hati, segera tutp dengan sampagne knop.

Gas CO2 digunakan untuk pengobatan, menjaga stabilitas obat dan sebagai

korigen

Hal yang perlu diperhatikan untuk sediaan saturasio dan potio effervescent: 1. Diberikan dalam botol yang kuat

(9)

Penambahan bahan obat dalam Potio Effervescent: 1. Zat yang dilarutkan dalam bagian asam

a. Zat netral dalam jumlah kecil

Bila jumlahnya banyak, sebagian dilarutkan dalam asam sebagian lagi dilarutan dalam basa, berdasarkan jumlah airnya.

 b. Zat mudah menguap

c. Ekstrak dalam jumlah kecil dan alkaloida d. Sirup

2. Zat yang dilarutkan ke dalam bagian basa

a. Garam dari asam yang sukar larut, misalnya Na.Benzoat dan Na. Salicilat

 b. Bila saturasi mengandung asam tartrat garam kalium dan ammonium harus ditambahkan ke dalam bagian basanya bila tidak akan terbentuk endapan kalium dan ammonium dari asam tartrat.

e. Guttae

Guttae atau obat tetes adalah sediaan cair berupa larutan, emulsi atau diteteskan langsung ke dalam dan digunakan dengan cara diteteskan.

Contoh: Tempra drops mead Johnson,mengandung 80 mg acetaminophen/0,8 ml. Piptal paediatic drops Nicholas,digunakan untuk indikasi kolik infanti.

2.6.2 Larutan topical

Adalah larutan yang umumnya menggunakan air sebagai pelarut tapi dapat juga menggunakan etano,Pemakaian topical selain ditunjukan untuk kulit dapat juga untuk mukosa mulut.

1.Collyrium

Atau obat cuci mata adalah sediaan berupa larutan steril, jernih, bebas zarah asing, dan isotonis yang digunakan untuk membersihkan mata, ditambahkan dapar untuk stabilitas bahan obat dan pengawet untuk menjaga sterilitas.

2. Guttae opthalmicae

Menurut FI edisi III, guttae opthalmicae atau obat tetes mata adalah sediaan berupa larutan steril atau suspensi steril yang digunakan dengan cara meneteskan obat pada selaput lendir mata.

(10)

Selain obat, komponen guttae opthalmicae lainnya adalah a. Zat pengisotonis seperti NaCl

Menurut FI edisi IV,secara ideal obat tetes mata memiliki tekanan osmosis sama dengan larutan NaCl 9%, tetapi mata masih dapat bertahan terdapat nilai isotonis rendah yang serata dengan larutan NaCl 0,6% b/v dan tertinggi yang setara dengan larutan NaCl 2,0% b/v.

 b. Bahan pendapar atau zat pengatur Ph

Air mata memiliki Ph sekitar 7,4 sebaiknya memang tetes mata dibuat isohidris tetapi karena beberapa obat tidak stabil pada Ph isohidri spengaturan Ph diusahakan mendekati Ph air mata agar tidak mengitasi mata.

c. Bahan pengawet

Dikemas dalam wadah takaran ganda untuk mematikan dan mencegah  pertumbuhan mikroba yang mungkin masuk pada wadah dibuka saat digunakan.

Contoh ; fenil raksa (ll) nitrat ,fenil raksa (ll) asetat,dan benzalkonium klorida. d. Bahan pengental

Meningkatkan kekentalan cairan sehingga kontak obat dengan jaringan mata dapat diperpanjang sehingga tercapai terapi yang optimal. Contoh: metal selulosa

3. Gargarisma

adalah sedian berupa larutan yang umumnya dalam keadaan pekat dan harus diencerkan dulu sebelum digunakan.

Tujuan penggunaan gargarisma untuk pencegahan atau pengobatan infeksi tenggorokan sehingga obat harus dapat kontak lansung dengan selaput lendir saluran tenggorokan tetapi bahan obat tidak untuk menjadi pelindung selaput lendir karena itu bahan obat yang bersifat lendir atau bahan obat yang memerlukan bahan  pensuspensi tidak cocok di berikan pada sedian gargarisma.

Menurut FI edisi lll untuk gargarisma harus tertulis penandaan: a. Petunjuk pengeceran sebelum digunakan

 b. Hanya untuk kumur,tidak untuk di telan

Contoh ;Betadine Gargle Mouth Wash(mengandung povidon lodida 1%) isodine Gargle Mouh Wash (mengandung povido lodida1%) gargarisma kan (formula dari formularium Indonesia)

(11)

4. Litus oris

Litus oris atau obat oles bibir adalah cairan kental dan pemakaiannya dioleskan bibir, Contoh ;Borax Glcerin 10% larutan gentian violet.

5. Guttae nasales

Adalah cairan yang digunakan untuk hidung dengan cara meneteskan kedalam rongga hidung,sediaan tetes hidung dapat ditambahkan bahan  pesuspensi,pendapar,pengisotonis,maupun bahan pengawet.

6. Guttae auriculares

Adalah oabt tetes yang digunakan untuk telinga dengan car meneteskan obat ke dalam telinga. Kecuali dinyatakan lain sebagai sebagai pembawa digunakan  bukan air, tetapi dapat dipakai bahan pelarut gliserol, propllenglikol, etanol, heksilenglikol dan minyak lemak nabati, dengan pengguaaan pembawa tersebut, sedian guttae auriculares diharapakan mempunyai kekentalan yang cukup sehingga mudah menempel.

7. Inhalationes

Adalah sedian berupa serbuk obat ,larutan,atau suspense yang cara  pemakaiaan disedot melalui sluran napas hidung atau mulut ,atau disemprotkan dalam bentuk kabut ke dalam saluran pernafasan.inhalationes digunakan untuk memberikan efek local maupun sistemik.

Bahan obat berupa serbuk dapat diberikan secara inhalasi dengan menggunakan alat mekanik secara manual untuk menghasilkan tekanaan.

Obat yang berupa larutan atau suspense dalam gas propelan cair lebih dikenal sebagai inhalasi dosis tarukur atau aerosol.

8. injektiones 9. lavement

Lavement atau clysma atau enama adalah cairan yang pemakaiaanya melalui rectum. Tujuan pemakaian enema,antara lain;

a. Untuk membersihkan atau penolong pada sembelit juga pembersih faeces sebelum operasi, syaratnya clysma tidak boleh mengandung zat lender.

(12)

 b. Untuk pengobatan (menghasilkan efek obat)misalnya untuk karminatif adstringentia, emolien, sedatifa, dan anthelmintica

c. Untuk diagnostika.

Dosis maksimum berlaku untuk obat dengan pemakaian per rectum berdasarkan ketentuan, Farmakope Indonesia.

10. Douche

Doche atau larutan vagina digunakan untuk pengobatan atau untuk membersihkan vagina sehingga vagina douche mengandung zat antipestip. Contoh; betadine vagina douche mengandung 10%povido lodida.

11. Ephithema

Atau obat kompres adalah cairan yang apabila dipakai dapat menimbulkan rasa dingin pada tempat yang sakit pada tempat yang sakit dan panas karena radang. Contoh : Liquor Burowi

Atau berdasarkan sifat perbedaan tekanan osmosis sehingga dapat digunakan untuk mengeringkan nanah.

(13)

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Larutan adalah cair yang mengandung bahan kimia yang terlarut, kecuali apabila dinyatakan sebagai pelarut. Biasanya pelarut air suling. Larutan tidak hanya memiliki kelebihan namun juga memiliki kekurangan. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kelarutan. Dalam pembuatan kelarutan, terdapat beberapa bahan yang memiliki perlakukan khusus tersendiri dalam pengerjaannya. Dalam dunia farmasi, terdapat dua sediaan larutan, tetapi dari masing-masing larutan tersebut masih dibagi lagi menjadi beberapa jenis.

3.2 Kritik dan Saran

Semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi kita semua, mskipun banyak kekurangan yang terdapat dalam makalah ini. Terima kasih.

(14)

DAFTAR PUSTAKA

1.

2. http://larutanku.blogspot.co.id/2014/11/makalah-sediaan-solutiones.html 3. http://medicafarma.blogspot.co.id/2008/08/larutan.html

Referensi

Dokumen terkait

Sifat koligatif larutan adalah sifat fisis larutan yang hanya tergantung pada jumlah partikel zat terlarut dan tidak tergantung dari jenis

Merupakan sediaan cair yang mengandung satu atau lebih zat kimia yang dapat larut, biasanya dilarutkan dalam air, yang karena bahan-bahannya, cara peracikan atau penggunaannya,

- Larutan adalah sediaan cair yang homogen dan jernih, mengandung satu atau lebih bahan kimia atau bahan obat dan bersifat termodinamika stabil dan kecuali dinyatakan lain

Larutan takjenuh mengandung zat terlarut lebih sedikit daripada yang sebenarnya dapat dilarutkan oleh pelarut pada suhu tertentu.. Larutan lewat-jenuh mengandung zat terlarut

Emulsi adalah sediaan yang mengandung bahan obat cair atau larutan obat, terdispersi Emulsi adalah sediaan yang mengandung bahan obat cair atau larutan obat, terdispersi dalam

Emulsi adalah sediaan yang mengandung bahan obat cair atau larutan obat, terdispersi dalam cairan pembawa, distabilkan dengan zat pengemulsi atau surfaktan yang

Larutan takjenuh mengandung zat terlarut lebih sedi!it  mengandung zat terlarut lebih sedi!it daripada yang sebenarnya dapat dilarut!an oleh pelarut daripada yang sebenarnya

Emulsi adalah sediaan yang mengandung bahan obat cair atau larutan obat, terdispersi dalam cairan pembawa, distabilkan dengan zat pengemulsi atau surfaktan yang cocok.. Emulsi