6 2.1. Konsep Dasar Sistem
Menurut Anggraeni (2017:11) “Suatu sistem pada dasarnya adalah sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama sama untuk mencapai tujuan tertentu. Secara sederhana, suatu sistem dapat diartikan sebagai suatu kumpulan atau himpunan dari unsur, komponen atau variabel yang terorganisir, saling berinteraksi, saling tergantung satu sama lain, dan terpadu”. Dari definisi ini dapat dirinci lebih lanjut pengertian sistem secara umum, yaitu:
a. Setiap sistem terdiri dari unsur-unsur.
b. Unsur-unsur tersebut merupakan bagian terpadu sistem yang bersangkutan. c. Unsur sistem tersebut bekerja sama untuk mencapai tujuan sistem.
d. Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang besar. A. Pengertian E-Government
Menurut Kadir (2014:324) menyatakan bahwa “e-government atau sering disingkat menjadi e-gov adalah istilah yang menyatakan penggunaan teknologi informasi untuk melakukan transformasi atau hubungan dengan masyarakat, bisnis, sesama badan pemerintah dan pegawai.”
E-government dapat digunakan untuk meningkatkan tata kelola yang baik di pemerintahan.
Tabel II.1
E-government dan Tata Kelola Yang Baik
Sumber: Kadir (2014:325)
1. Kategori aplikasi e-government
Kategori aplikasi dibagi menjadi empat (4), yaitu: a. Government-to-Citizens (G2C)
G2C adalah aplikasi e-government yang menyatakan interaksi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan menggunakan aplikasi ini, masyarakat bisa berhubungan dengan pemerintah dimana saja.
Contoh: Pembayaran pajak online, pengurusan tanah, pengurusan mendirikan bangunan.
b. Government-to-Bisnis (G2B)
G2B adalah aplikasi e-government yang ditujukan untuk memberikan pelayanan yang lebih baik kepada pebisnis.
Contoh: pelayanan untuk berinvestasi, pemercepat pengurusan barang di pelabuhan.
c. Government-to-Government (G2G)
G2G adalah aplikasi e-government yang ditujukan untuk kepentingan berbagi informasi antarlembaga pemerintah.
d. Government-to-Employess (G2E)
G2E adalah aplikasi e-government yang yang dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja pegawai di lingkungan unit pemerintah.
Contoh: penyediaan e-learning untuk pegawai, pencatatan data pribadi dan hal-hal yang berkaitan dengan pegawai.
B. Sistem
Menurut Sutabri dalam Fiqran dkk (2015:2), pengertian dari sistem adalah “Sekelompok unsur yang erat hubungannya satu dengan yang lain, yang berfungsi bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu”.
Menurut Hutahean (2014:2) mengemukakan bahwa, “Sistem adalah suatu jaringan kerja dari prosedur-prosedur yang saling berhubungan, berkumpul untuk bersama-sama untuk melakukan kegiatan atau untuk melakukan sasaran yang tertentu”.
Dari kedua kutipan para ahli diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa sistem adalah sekumpulan kegiatan atau prosedur yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan tertentu .
1. Karakteristik Sistem
Menurut Hutahean (2014:3), suatu sistem mempunyai karateristik atau sifat-sifat tertentu, yaitu sebagai berikut:
a. Komponen Sistem
Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling berinteraksi, yang artinya saling bekerjasama membentuk suatu kesatuan. Komponen-komponen sistem atau elemen-elemen sistem dapat berupa suatu subsistem atau bagian-bagian dari sistem.
b. Batasan Sistem (boundary)
Batas sistem merupakan daerah yang membatasi antara suatu sistem dengan sistem yang lain atau dengan lingkungan luarnya. Batas sistem ini memungkinkan suatu sistem dipandang sebagai suatu kesatuan. Batasan suatu sistem menunjukkan ruang lingkup dari sistem tersebut.
c. Lingkungan Luar Sistem (environment)
Lingkungan luar sistem adalah di luar batas dari sistem yang mempengaruhi operasi sistem. Lingkungan dapat bersifat menguntungkan yang harus tetap dijaga dan yang merugikan harus dijaga dan dikendalikan, kalau tidak akan mengganggu kelangsungan hidup dari sistem.
d. Penghubung Sistem
Penghubung merupakan media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem yang lainnya. Melalui penghubung ini kemungkinan sumber sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya.
Keluaran dari satu subsistem akan menjadi masukan untuk subsistem lainnya melalui penghubung.
e. Masukkan Sistem
Masukkan sistem adalah energi yang dimasukkan ke dalam sistem. Masukan dapat berupa masukan perawatan dan masukan sinyal maintenance input. Sinyal maintenance adalah energi yang dimasukkan supaya sistem tersebut dapat berjalan. Sinyal input adalah energi yang diproses untuk mendapatkan keluaran dari sistem.
f. Keluaran Sistem
Keluaran sistem adalah hasil energi yang diolah dan diklasifikasikan menjadi keluaran yang berguna dan sisa pembuangan. Keluaran dapat merupakan masukan untuk subsistem yang lain.
2. Klasifikasi Sistem
Menurut Hutahean (2014:6), sistem dapat diklasifikasikan dari berbagai sudut pandang, yaitu:
a. Sistem abstrak (abstract system) dan sistem fisik (physical system)
Sistem abstrak (abstract system) adalah sistem yang berupa pemikiran atau ide-ide yang tampak secara fisik. Sedangkan sistem fisik (physical system) adalah yang ada secara fisik.
b. Sistem alamiah (natural system) dan sistem buatan manusia (human made system)
Sistem alamiah adalah sistem yang terjadi karena proses alam tidak dibuat oleh manusia. Sedangkan sistem buatan manusia (human made systems) adalah sistem yang dirancang manusia.
c. Sistem tertentu (deterministic system) dan sistem tak tentu (probabilistic system)
Sistem tertentu (deterministic systems) beroprasi dengan tingkah laku yang dapat diprediksi dengan pasti. Sedangkan sistem tidak tentu (probabilistic systems) yaitu sistem yang kondisi masa depaannya tidak dapat diprediksi, karena mengandung unsur probabilitas.
d. Sistem tertutup (closed system) dan sistem terbuka (open system)
Sistem tertutup (closed system) merupakan sistem yang tidak berhubungan dengan dan tidak berpengaruh pada lingkungan luarnya. Sedangkan sistem terbuka (open system) adalah sistem yang berhubungan dan dipengaruhi oleh lingkungan luarnya, yang menerima masukan dan menghasilkan keluaran subsistem lainya.
3. Informasi
Menurut Anggraeni (2017:12) mengatakan bahwa “Informasi adalah data yang diolah menjadi lebih berguna dan berarti bagi penerimaannya, serta untuk mengurangi ketidakpastian dalam proses pengambilan keputusan mengenai suatu keadaan”.
Menurut Hutahean (2014:9) “Informasi adalah data yang telah diolah menjadi yang lebih berguna dan menjadi lebih berarti bagi penerimanya.”
Berdasarkan pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa pengertian informasi adalah data yang diolah dari berbagai sumber sehingga bermanfaat dalam pengambilan keputusan bagi penerimanya.
4. Sistem Informasi
Menurut Anggraeni (2017:12) mengatakan bahwa, “Sistem Informasi adalah suatu sistem didalam suatu organisasi yang mempertemukan kebutuhan pengelolaan
transaksi harian yang mendukung fungsi organisasi yang bersifat manajerial dengan strategi dari suatu organisasi untuk dapat menyediakan kepada pihak luar tertentu dengan sistem informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan ”.
Menurut Pamungkas (2017:1), Sistem Informasi merupakan suatu suatu sistem dalam suatu organisasi yang merupakan kombinasi dari orang-orang, fasilitas, teknologi, media, prosedur, dan pengendalian untuk mendapatkan jalur komunikasi penting, memproses tipe transaksi rutin tertentu, memberi sinyal kepada manajemen dan yang lainnya terhadap kejadian-kejadian internal dan eksternal yang penting dan menyediakan suatu dasar informasi untuk pengambilan keputusan.
Dari kedua kutipan diatas, penulis dapat menyimpulkan bahwa sistem informasi adalah suatu sistem yang berada didalam suatu organisasi atau kelompok guna memberi jalur untuk berkomunikasi agar menghasilkan sebuah informasi yang dibutuhkan dan bermanfaat untuk pengambilan keputusan.
C. Website atau Program
1. Website
Menurut Sidik dalam Zikrul (2017:1) menyimpulkan bahwa: Website
merupakan suatu layanan sajian informasi yang menggunakan konsep hyperlink,yang memudahkan surfer (sebutan bagi pemakai komputer yang melakukan penelusuran informasi di internet) untuk mendapatkan informasi dengan cukup mengklik suatu link dan akan menampilkan informasi secara lebih rinci (detail).
Menurut Abdulloh (2016:1) Website atau disingkat web, dapat diartikan sebagai “sekumpulan halaman yang terdiri atas beberapa laman yang berisi informasi dalam bentuk data digital, baik berupa teks, gambar, video, audio dan animasi lainnya yang disediakan melalui jalur koneksi internet”.
Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa website adalah keseluruhan halaman web yang ada didalam internet yang berisi tentang informasi atau layanan sajian merupakan konsep hyperlink yang berfungsi untuk memudahkan user atau pengguna internet dengan cara hanya mengklik suatu link.
2. Web Browser
Menurut Sibero dalam Zikrul (2017:12) menyimpulkan bahwa:
Web browser adalah aplikasi perangkat lunak yang digunakan untuk mengambil dan menyajikan sumber informasi web. Sumber informasi web diidentifikasikan dengan Uniform Resource Identifier (URI) yang dapat terjadi dari halaman web, video, gambar, ataupun konten lainnya.
Menurut Abdulloh (2016:4) “Web browser digunakan untuk menampilkan hasil website yang telah dibuat. Web browser yang paling sering digunakan, diantaranya Mozilla Firefox, Google Chrome, Internet Explore, Opera dan Safari”. Berdasarkan teori diatas dapat disimpulkan web browser adalah aplikasi perangkat lunak yang dilengkapi dengan beragam plugin untuk menampilkan dokumen web supaya bisa mengambil dan menyajikan sumber informasi yang terdiri dari halaman web (video, gambar, ataupun konten lainnya).
3. Web Server
Menurut Marisa (2017:3) “Web server pada dasarnya server menerima permintaan-permintaan yang datang dati client web browser dan kemudian meresponnya”.
4. Internet
Menurut Kadir (2014:306) menyatakan bahwa “Internet merupakan contoh jaringan terbesar yang menghubungkan jutaan komputer yang tersebar diseluruh penjuru dunia dan tidak terikat pada satu organisasi pun.”
a. Sumber daya Internet
Internet mempunyai banyak sumber daya, dua (2) diantaranya yaitu: 1). Surat elektronik
Pengiriman surat dilakukan secara elektronis, bukan dalam bentuk kertas. Contoh: transfer e-mail.
Sistem yang memungkinkan pengaksesan informasi dalam internet melalui pendekatan hypertext.
b. Intranet
Menurut Kadir (2014:312) menyatakan bahwa “Intranet adalah jaringan komputer dalam sebuah perusahaan yang menggunakan teknologi internet sehingga terbentuk lingkungan yang seperti internet tetapi bersifat privat bagi perusahaan bersangkutan.”
5. Bahasa Pemograman
Dalam penulisan tugas akhir ini penulis menggunakan bahasa pemrograman, bahasa ini memungkinkan seorang programmer dapat menentukan secara persis data mana yang akan diolah oleh komputer, bagaimana data ini akan disimpan atau diteruskan, dan jenis langkah apa secara persis yang akan diambil dalam berbagai situasi. Adapun bahasa pemrograman yang di pakai sebagai berikut:
a. HTML
Menurut Abdulloh (2018:3), “HTML berperan sebagai pembentuk struktur halaman website yang menempatkan setiap elemen website sesuai layout yang diinginkan”.
b. CSS
Menurut Abdulloh (2018:3), “CSS berperan sebagai pembentuk desain
website dengan mengatur elemen HTML agar tampil menarik pada browser”.
c. PHP
Menurut Winarno dkk (2014:1), “PHP adalah pemrograman untuk web yang menganut client server”.
Winarno dkk (2014:1), “Xampp adalah software web server yang bias dipakai untuk mengakomodasi system operasi yang anda pakai (X), Apache (A), MySQL
(M), PHP (P) dan Perl (P).
7. Sublime Text
Supono dan Putratama (2016:14) menjelaskan bahwa “Sublime text
merupakan perangkat lunak text editor yang digunakan untuk membuat atau meng-edit suatu aplikasi.”
D. Basis Data
Menurut Pamungkas (2017:2) “Basis data bisa diartikan sebagai sekumpulan data yang disusun dalam bentuk beberapa tabel yang saling memiliki relasi maupun diri sendiri”.
Menurut Rosa dan Shalahudin (2018:43) “Sistem basis data adalah sistem terkomputerisasi yang tujuan utamanya adalah memelihara data yang sudah diolah atau informasi dan membuat informasi tersedia saat dibutuhkan”.
E. Model Pengembangan Perangkat Lunak
Menurut Mulyani (2016:31) “Model Prototyping merupakan teknik pengembangan sistem yang menggunakan prototype untuk menggambarkan sistem sehingga pengguna atau pemilik sistem mempunyai gambaran pengembangan sistem yang akan dilakukannya.”
Sumber : Mulyani (2016:27)
Gambar II.1 Ilustrasi model prototipe F. Jurnal Terkait
Dalam penyusunan Tugas Akhir ini, penulis mengumpulkan beberapa referensi dari penelitian penelitian sebelumnya yang berkaitan dengan latar belakang masalah pada Tugas Akhir ini. Beberapa penelitian terkait yang berhubungan Tugas Akhir ini antara lain :
1. Penelitian yang dilakukan oleh Cecep Juliansyah Abbas dan Panji Novantara (2016:52) yang berjudul “Rancangan Bangun Sistem Informasi Kecamatan Berbasis E-goverment”. Penelitian ini membahas tentang mengelola pelayanan
kependudukan. Metode yang digunakan untuk pengembangan sistem model waterfall dengan proses analisis, desain, implementasi, dan pengujian. Sistem
ini dibangun dengan menggunakan PHP sebagai bahasa pemrograman web yang dihubungkan dengan MySQL sebagai media penyimpanan data.
2. Penelitian yang dilakukan oleh Angga Radiyaputra (2015:1) yang berjudul “Implementasi E-goverment Dalam Peningkatan Layanan Publik”. Penelitian
ini membahas tentang untuk mengetahui impelementasi E-goverment dalam lembaga pemerintahan khususnya di kota tanggerang dengan teknologi informasi menjanjikan suatu kerja yang reformasi, karena bersifat demokratis. Penerapan E-goverment ini merupakan penerapan bentuk upaya pemerintah kota tangerang untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
3. Penelitian yang dilakukan oleh Joko Tri Nugraha (2018:32) yang berjudul “ E-goverment dan Pelayanan Publik (Studi tentang elemen sukses pengembangan
E-goverment di Pemerintahan Kabupaten Sleman”. Penelitian ini membahas
tentang untuk lembaga pemerintah mampu menyediakan pelayanan publik yang lebih baik. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif.
4. Penelitian yang dilakukan oleh Hayat, dkk (2014:1) yang berjudul “Perancangan Sistem Informasi Kependudukan Berbasis Web”. Penelitian ini
membahas tentang mengelola data penduduk. Metode yang digunakan yaitu menggunakan metode unified approach. Tujuannya untuk membantu bagian pendaftaran dan pendataan penduduk data.
5. Penelitian yang dilakukan oleh Sugiyatno (2017:68) yang berjudul “Pelayanan Pembuatan E-ktp berbasis E-goverment di Kecamatan Pulomerak Kota Cilegon-Banten”. Penelitian ini membahas tentang mengenai pelaksanaan pelayanan pembuatan e-KTP dan faktor-faktor penghambat masalah
pelayanan publik berbasis e-Government yang ada di Kecamanatan Pulomerak Kota Cilegon tahun 2016.
2.2 Peralatan Pendukung (Tool System)
A. ERD (Entity Relationship Diagram).
. Menurut Rosa dan Shalahuddin (2018:50) “Pemodelan basis data yang paling banyak digunakan adalah Entity Relatinship Diagram (ERD). ERD dikembangkan berdasarkan teori himpunan dalam bidang matematika untuk pemodelan basis data relasional”.
Komponen-komponen dalam ERD (Entity Relationship Diagram) menurut Hutahaean (2014:103) adalah :
1. Entity
Sesuatu yang dapat dibedakan dalam dunia nyata dimana informasi yang berkaitan dengannya dikumpulkan.
2. Attribute
Adalah karakteristik dari entity atau relationship yang menyediakan penjelasan detail tentang atau relationship tersebut.
3. Key
Ada tiga macam key terdiri dari : a. Candidate Key
Merupakan kunci kandidat dari beberapa atribut yang terdapat dalam sebuah entity.
b. Primary Key
Sebuah tipe entity dapat mempunyai satu atau lebih candidate key. c. Composite Key
beberapa attribute karena nilainya adalah unik untuk sebuah entity. 4. Relationship
Adalah hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entity. Berikut contoh Entity Relationship Diagram (ERD) :
Sumber : Abbas, J.C dan Panji Novantara (2016:56)
B. LRS (Logical Record Strutured).
Menurut Ladjamuddin dalam Zulfani (2017:159) LRS merupakan hasil transformasi diagram E-R (ERD) menggunakan aturan-aturan tertentu. Aturan-aturan tersebut yaitu :
1. Setiap entity akan diubah kedalam bentuk sebuah kotak dengan nama entity berada diluar kotak dan atribut berada didalam kotak.
2. Sebuah relasi kadang disatukan dalam sebuah kotak bersama entity, kadang dipisah dalam sebuah kotak tersendiri. Berikut contoh Logical Record Strutured (LRS) :
Sumber : Abbas, J.C dan Panji Novantara (2016:56).
C. Unified Modelling Language (UML)
Menurut Rosa dan Shalahuddin (2018:137), “UML (Unified Modeling Language) merupakan bahasa visual untuk pemodelan dan komunikasi mengenai sebuah sistem dengan menggunakan diagram dan teks-teks pendukung. UML hanya berfungsi untuk melakukan pemodelan”.
Berikut diagram yang ada di UML (Unified Modeling Language) adalah :
1. Use Case Diagram
Menurut Rosa dan Shalahuddin (2018:155), “Pemodelan untuk mendeksripsikan sebuah interaksi antara satu atau lebih”. Syarat penamaan pada use case adalah nama didefinisikan sesimpel mungkin dan dapat dipahami. Ada dua hal utama pada use case yaitu pendefinisian apa yang disebut aktor dan use case.
a. Aktor merupakan orang, proses, atau sistem lain yang berinteraksi dengan sistem informasi yang akan dibuat di luar sistem informasi yang akan dibuat itu sendiri, jadi walaupun simbol dari aktor adalah gambar orang, tapi aktor belum tentu merupakan orang.
b. Use case merupakan fungsionalitas yang disediakan sistem sebagai unit-unit yang saling bertukar pesan antar unit-unit atau aktor.
Sumber: Hayat, dkk (2014:5)
Gambar II.4. Contoh Use Case Diagram Sistem Informasi Kependudukan
2. Activity Diagram
Menurut Rosa dan Shalahuddin,(2018:161), ” Diagram aktivitas atau activity diagram menggambarkan workflow (aliran kerja) atau aktivitas dari sebuah sistem pada perangkat lunak.”
Sumber : Hayat, dkk (2014:4)
Gambar II.5. Contoh Activity Diagram Penduduk 3. Class Diagram
Menurut Rosa dan Shalahuddin (2018:141), “Diagram kelas menggambarkan struktur sistem dari segi pendefinisian kelas-kelas yang akan dibuat untuk membangun sistem”. Kelas memiliki apa yang disebut atribut dan metode atau operasi.
a. Atribut merupakan variabel-variabel yang dimiliki oleh suatu kelas. b. Operasi atau metode adalah fungsi-fungsi yang dimiliki oleh suatu kelas. Contoh Class Diagram :
Sumber : Sanjani dkk (2014:89)
Gambar II.6. Contoh Class Diagram Perhitungan Gaji
4. Sequence Diagram
Menurut Rosa dan Shalahuddin (2018:165), “Sequence diagram atau diagram sekuen menggambarkan kelakuan objek pada use case dengan mendeskripsikan waktu hidup objek dan message yang dikirim dan diterima antar objek”.
Banyaknya diagram sekuensial yang harus digambar adalah minimal sebanyak pendefinisian use case yang memiliki proses sendiri atau yang penting semua use case yang telah didefinisikan interaksi jalannya pesan sudah dicakup pada diagram sekuensial sehingga semakin banyak use case yang didefinisikan maka diagram sekuensial yang harus dibuat juga semakin banyak.
Sumber : Hayat, dkk (2014:6)