KAMPUNG GADANG JAYA
(1.1.32.11.12.08.17)
DESA PENDREH
KECAMATAN TEWEH TENGAH KABUPATEN BARITO UTARA
Hj.ZULKARYATI,SP
PENYULUH PERIKANAN MUDA
SATMIKAL BALAI BESAR RISET BUDIDAYA LAUT DAN PENYULUHAN PERIKANAN PUSAT PELATIHAN DAN PENYULUHAN KELAUTAN DAN PERIKANAN BADAN RISET SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN
KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN TAHUN 2020
PROFIL KELOMPOK PERIKANAN
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI ... ii
I. SEJARAH PENDIRIAN KELOMPOK ... 1
A. Latar Belakang ... 1
B. Tujuan ... 5
C. Visi dan Misi ... 5
II. DATA DASAR KELOMPOK ... 7
A. Nama dan Alamat Kelompok ... 7
B. Peta Lokasi Kelompok ... 7
C. Penumbuhan dan Peningkatan Kelas ... 8
D. Pengurus dan Anggota Kelompok ... 8
III STRUKTOR DAN ORGANISASI ... 10
A. Uraian Tugas Pengurus ... 10
IV. PERKEMBANGAN USAHA KELOMPOK ... 12
A. Jenis Usaha Kelompok ... 12
B. Jenis Alat Tangkap ... 12
C. Komoditas Hasil Tangkap ... 12
D. Sarana Penangkapan ... 12
E. Data Produksi dan Produktivitas Kelompok ... 13
F. Aset Kelompok Perikanan ... 14
G. Omset Usaha Anggot Kelompok ... 16
H. Program Kerja ... 16
V. DEKOMENTASI KEGIATAN ... 17
VI. PENUTUP ... 22
I. SEJARAH PENDIRIAN KELOMPOK A. Latar Belakang
Kelompok Kampung Gadang Jaya adalah kelompok Nelayan yaitu Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang beralamatkan di Desa Pendreh Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara.
Kelompok ini berdiri tahun 2017 dengan sejarah awal pembentukan nya adalah agar untuk memudahkan dalam pembinaan saya sebagai penyuluh perikanan, kegiatan dan aktivitas keorganisasiaan yang berarti dan berguna bagi anggota kelompok.
Proses untuk terbentuknya kelompok Nelayan adalah Kelompok Usaha Bersama (KUB) tersebut sangat mudah, karena mereka Kelompok Nelayan untuk berkumpul anggotanya mudah asalkan berkumpul sehabis sholat isya,karena kalau pagi mereka tidak bisa dikarenakan pagi mereka sibuk bekerja dan berdagang ikan di pasar.
Perkembangan kelompok Nelayan Kampung Gadang Jaya grafiknya terus naik, kelompok Nelayan (KUB) Kampung Gadang Jaya komoditas yang diusahakan adalah berbagai jenis ikan yang ada sungai Barito. Membuat kelompok Nelayan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kampung Gadang Jaya semakin berkembang dan dikenal oleh masyarakat banyak.
Masih banyak lagi diversivikasi usaha ekonomi yang mampu dikembangkan oleh kelompok tetapi selalu menemui satu kendala klasik yaitu masalah permodalan usaha.
Sesuai Keputusan Menteri KP Nomor : KEP.14/MEN/2012 tentang Pedoman Umum Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Pelaku Utama Perikanan, maka inisiasi kelembagaan pelaku utama perikanan yang kuat dan mandiri memiliki arah
yang ideal untuk mencapai tujuan pembangunan, namun dalam implementasinya masih ada perbedaan persepsi dalam pemahaman karakter kemandirian. Kekhasan kelembagaan pelaku utama perikanan mandiri, semata-mata bukan sebatas pada penguatan modal usaha kelompok, tetapi secara luas mampu memanfaatkan, mengolah dan mengelola sumberdaya kelompok sebagai kekuatan dalam pengembangan kelompoknya.
Kelembagaan pelaku utama perikanan merupakan kumpulan para pelaku utama yang terdiri dari nelayan, pembudi daya ikan, dan pengolah ikan yang terikat secara informal atas dasar keserasian dan kebutuhan bersama serta di dalam lingkungan pengaruh dan pimpinan seorang ketua kelompok pelaku utama kelautan dan perikanan. Kelompok ini dimasa lalu banyak sekali jumlahnya dan bisa menjadi perangkat pembangunan berbagai kelembagaan (kementerian) pada Pemerintah Pusat sampai Daerah.
Upaya peningkatan kemandirian kelompok tidak terlepas dari peran penyuluh perikanan yang menjadi patner kelembagaan pelaku utama. Ada 2 hal penting dalam mendorong terbentuknya kelompok pelaku utama yang mandiri dan berdaya yaitu proses penumbuhan yang partisipatif dan pengembangan yang berkelajutan.
Penumbuhan kelembagaan pelaku utama adalah proses inisiasi dan fasilitasi tumbuhnya suatu kerjasama yang bersumber dari kesadaran pelaku utama dengan cara bergabung dalam kelompok untuk meningkatkan taraf hidupnya dengan prinsif kesamaan kepentingan, sumberdaya alam, sosial ekonomi, keakraban, saling mempercayai, dan keserasian hubungan antara pelaku utama, sehingga dapat merupakan faktor pengikat untuk kelestarian kehidupan berkelompok, dimana setiap anggota kelompok dapat merasa memiliki dan menikmati manfaat sebesar-besarnya dari apa yang ada dalam kelompok.
Pengembangan kelembagaan Pelaku utama adalah upaya mewujudkan kelembagaan pelaku utama yang dinamis, dimana para pelaku utama mempunyai disiplin, tanggungjawab dan terampil dalam kerjarsama mengelola kegiatan usahanya, serta dalam upaya meningkatkan skala usaha dan peningkatan usaha kearah yang lebih besar dan bersifat komersial, kelompok pelaku utama dikembangkan melalui kerjasama antar kelompok dengan membentuk gabungan kelompok perikanan (Gapokkan), Asosiasi dan Korporasi. Undang-Undang 16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan menyatakan, yang dikatakan Pelaku utama kegiatan perikanan adalah nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan, pemasar hasil perikanan, dan masyarakat yang melakukan usaha dibidang kelautan dan perikanan beserta keluarga intinya.
Kemandirian kelompok tidak lepas dari bagaimana kelompok dapat mengelola atau memanage usaha kelompok dengan baik.
Manajemen kelompok merupakan proses yang berhubungan dengan bagaimana kelompok dapat mengolah atau mengurus suatu rangkaian di dalam kelompok itu sendiri, dari membina anggota hingga penyelesaian masalah dalam kelompok. Dua proses kelompok yang penting adalah pengambilan keputusan kelompok dan manajemen konflik.
Manajemen kelompok juga dapat dimaknai sebagai proses aktivitas administrasi kelompok, dimana administasi kelompok merupakan rangkaian usaha bersama yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan bersama. Administrasi kelompok terdiri dari seperangkat catatan atau dokumen yang menyangkut semua kegiatan yang dilakukan oleh kelompok tersebut. Perangkat administrasi kelompok yang baik dan benar diperlukan sebagai
bahan informasi bagi kelompok maupun pihak lain yang berkaitan dengan kelompok itu, seperti : usaha, permodalan, jaringan kerjasama dan lainnya. Perangkat administrasi itu dibedakan menjadi dua bagian pokok, yaitu administrasi kegiatan dan administrasi keuangan.
Kelompok yang kuat dan mandiri sudah sepatutnya mempunyai administrasi kelompok yang baik dan benar untuk menunjang semua aktivitas yang dilakukan kelompok tersebut.
Dengan manajemen kelompok yang baik, maka akan terwujud peran kelompok sebagai kelas belajar, unit produksi usaha perikanan dan wahana kerjasama.
Selain harus memiliki administrasi kelompok perikanan yang baik, kelompok juga sebaiknya melakukan profiling untuk membangun jejaring kerja dan penyampaian informasi tentang kelompok perikanan kepada stakeholder baik internal maupun eksternal perusahaan. Pedoman ini memberikan arah penyusunan profilkelompokperikanan.
Keterpaduan persepsi dalam manajemen kelompok perikanan perlu diatur melalui Pedoman Penyusunan Administrasi dan Profil Kelompok Perikanan, yang selanjutnya dijadikan acuan bagi Penyuluh Perikanan dan stakeholder dalam proses pendampingan dan pembinaan kelompok perikanan.
B. Tujuan .
Adapun yang menjadi tujuan dari kelompok nelayan Kampung Gadang Jaya antara lain:
1. Membina Kelompok Nelayan Kampung Gadang Jaya untuk mewujudkan tujuan bagi semua anggota, membina tanggung jawab dan kepedulian terhadap pembangunan
2. Membina kelompok untuk menggunakan lahan tidak produktif guna mempercepat pembangunan kelautan dan perikanan
3. Mempelopori penggunaan teknologi dalam pengembangan budidaya perikanan yang maju dan mandiri
4. Membina kerukunan antar pelaku utama perikanan dalam komunitas kelompok yang saling bersinergi satu sama lain
5. Memperikan perlindungan hokum terhadap pembudidaya perikanan
6. Melakukan usaha-usaha lain yang berguna dan bermanfaat serta menunjang bagi kelompok dan masyarakat.
C. VISI DAN MISI 1. Visi
kelompok Nelayan Kampung Gadang Jaya : Sebagai Sentra Perikanan yang Tangguh dan Mandiri. Tangguh memiliki pengertian penggunaan sumberdaya secara optimal; respon terhadap permintaan dan mampu menerapkan teknologi tepat guna; mampu menghadapai perubahan harga, lingkungan strategis; produktivitas usaha yang efisien dan berkelanjutan;
keberlangsungan usaha yang dapat dinikmati oleh semua pelaku yang terlibat dalam jalinan bisnis; adaptasi terhadap perubahan lingkungan strategis yang mempengaruhinya.
Mandiri tidak tergantung pada kekuatan dan kemapuan pihak lain; dapat melakukan kerjasama dengan pihak lain yang saling menguntungkan; memiliki kemampuan untuk dapat mengakses teknologi dan permodalan dan memiliki kemampuan dalam memanfaatkan potensi sumberdaya local secara optimal.
2. Misi
Kelompok Nelayan Kelompok Usaha Bersama (KUB) : Kampung Gadang Jaya Meningkatkan produksi Nelayan Tangkap guna menyediakan bahan pangan asal perikanan yang menjamin baik mutu, jumlah dan kontinyuitasnya dengan harga yang terjangkau; Mewujudkan sumber daya manusia perikanan dan kelembagaan kelompok perikanan yang tangguh dan mandiri;
Meningkatkan daya saing produk perikanan Kabupaten Barito Utara dan Memafaatkan potensi sumberdaya local secara optimal dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.
II. DATA DASAR KELOMPOK
A. Nama dan Alamat Kelompok Kelautan dan Perikanan
a.Nama : Kampung Gadang Jaya
b.Nomor Badan Hukum :AHU-005983.AH.01.07.
TAHUN 2018
c.Alamat : Desa Pendreh
d. Dusun : Desa Pendreh
e. Kelurahan : -
f. Kecamatan : Teweh Tengah
g. Kabupaten/Kota : Barito Utara h.No.Telp/FaxSekretariat : 081212901631 i. No.HPKetuaKelompok : 082250666969
j. Email : -
k.Koordinat :- 0056’4”, 114053’18,0m B Peta lokasi kelompok Desa Pendreh
C. Penumbuhan
a.Tanggal/Bln/TahunPendirian : 07 Agustus 2017 b. Kelas Kelompok : Pemula
c. Nomor Sertifikat Pengukuhan : 141/09/SK/VIII/2017 PeningkatanKelasKelompok
a.Tanggal/Bln/Tahun :- b.KelasKelompok : - c.NomorSertifikat: -
D. Pengurus dan Anggota Kelompok
Kelompok Nelayan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kampung Gadang Jaya memiliki jumlah anggota sebanyak
11 orang.Sebagaimana rincian sebagai berikut :
No Nama L/P Umur
(tahun) Pendidikan
terakhir Alamat Jabatan di Kelompok
1 Unsing L 41 SD Desa
Pendreh
Ketua
2 Aradi L 46 SD Pendreh Sekretaris
3 Supian L 54 SMP Jl.T.Agung Bendahara
4 Ijai L 44 Tidak
Sekolah Jl.T.Agung Anggota
5 Supandi L 41 SD Desa
Pendreh Anggota
6 Roni L 39 SD Desa
Pendreh Anggota
7 Erbanus L 57 SMP Jl.Raden
Argapati Anggota 8 Rahmadi L 46 SMP Jl.T.Agung Anggota 9 Tajudin L 47 SMA Jl.T.Agung Anggota
10 Suriadi L 56 SMP Jl.Raden
Argapati Anggota
11 Hatta L 52 SMP Desa
Pendreh Anggota
Kegiatan yang dilaksanakan kelompok meliputi kegiatan rutin seperti pertemuan rutin berupa rapat kelompok yang dilaksanakan setiap 2 minggu sekali. Kegiatan ini sebagai pembinaan yang ditekankan pada peningkatan kualitas SDM anggota kelompok, mendorong peningkatan produktifitas dan aksesiblitas terhadap teknologi. Pertemuan ini sebagai media pembinaan dari penyuluh perikanan dan petugas teknis dinas, hal ini sangat penting dalam menjaga kekompakan kelompok dan memacu peningkatan produksi (terutama) ketika permintaan tinggi.
Produksi hasil tangkapan yang dihasilkan kelompok berupa ikan konsumsi sebanyak 100 Kg/kelompok. Pemasaran hasil tangkapan dengan sasaran pasar local, terutama untuk memenuhi permintaan pasar dan rumah makan seafood. Keberadaan kelompok Nelayan yang tergolong masih sangat muda, telah menjadi harapan baru bagi nelayan tangkap di Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara pada umumnya untuk terus melakukan penangkapan pada kelompok nelayan untuk membantu meningkatkan taraf hidupnya.
Adanya tambahan pendapatan tersebut cukup membantu masyarakat untuk mendapatkan tambahan pendapatan bahkan bisa menjadi penghasilan utama yang terus meraup untung dari bisnis Penangkapan ikan . Semoga kelompok Nelayan Kampung Gadang Jaya walalupun tergolong kelompok yang baru, bisa memberikan inspirasi kepada kelembagaan pelaku utama lain untuk mengembangkan usaha perikanan yang produktif, inovatif dan berkontribusi besar terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan peningkatan jumlah ketersediaan lapangan pekerjaan terutama didaerah.
III.STRUKTUR ORGANISASI
A. Uraian Tugas Pengurus : 1. Ketua
Bertugas melaksanakanketentuan dalam anggaran dasar atau anggaran rumah tangga, keputusan keputusan dan kebijkana lainnya dalam rapat anggota, memimpin rapat anggota dan rapat pengurus, mewakili kelompok dalam dinas luar dan melaksanakan kebijakan khusus untuk kemajuan kelompok.
2. Sekretaris,
Membantu ketua dalam adminitrasi umum dan ketata usahaan
KETUA
UNSING
PENYULUH PERIKANAN
ZULKARYATI,SP
SEKRETARIS
ARANDI
BENDAHARA
SUPIAN
ANGGOTA :
1. IJAI 2. SUPANDI 3. RONI 4. ERBANUS 5. RAHMADI 6. TAJUDIN 7. SURIADI 8. HATTA
seperti surat menyurat, inventarisir barang, penyusunan laporan dan lainnya, serta melaksanakan tugas lain yang ditugaskan oleh ketua.
3. Bendahara
Bertugas membantu ketua dalam pengelolaan keuangan seperti penghimpunan menyimpan uang, mengeluarkan uang dan melaksanakan pengurusan administrasi keuangan, serta melaksanakan tugas lain yang dibebankan oleh ketua.
4. Penyuluh Perikanan.
Bertugas untuk memberikan arahan, pembinaan, pendampingan dan memberikan informasi teknologi yang di perlukan oleh kelompok nelayan secara berkelanjutan.
Kepengurusan kelompok sebagai perwujudan dinamika organisasi kelompok menjadi penentu dalam perkembangan setiap kelembagaan pelaku utama. Kelompok yang tangguh dan mandiri kemungkinan besar ditopang oleh sosok peminpin kelompok yang bisa mengarahkan anggotanya sesuai dengan visi dan misi kelompok. Sejak dibentuk kelompok Nelayan Kelompok Usaha Bersama (KUB) kampung Gadang Jaya dikelola oleh pengurus yang terdiri dari Ketua Unsing, Sekretaris Aradi, Bendahara Supian dengan 11 anggota.
IV.PERKEMBANGAN USAHA KELOMPOK Untuk perkembangan usaha kelompok pilih sesuai usaha kelompok Penangkapan.
a. Jenis Usaha : Penangkapan b. Jenis alat tangkap
- Jaring - Rawai - Jala - Rengge - Pancing
c. Komoditas hasil tangkap - Ikan Baung
- Ikan Lais - Ikan Patin - Ikan Jelawat - Ikan Belida
d. Sarana penangkapan
No Nama Kepemilikan sarana penangkapan Status Jenis
Anggota Kepemilikan peraira
Alat Jml Armada Jml Jenis Jml n
tangkap tangkap mesin
1 Unsing Jaring Pasang Banjur,Ra wai
1 Jukung 1 GT
1 Mesin
Tempel
1 Milik sendiri Sungai
2 Arandi Jaring Pasang Rengge,Ra wai
1 Jukung 1 GT
1 Mesin
Tempel
1 Milik sendiri Sungai
3 Supian Jaring Pasang Banjur,Ra wai
1 Jukung 1
GT 1 Mesin
Tempel 1 Milik sendiri Sungai
4 Ijai Jaring
Pasang Banjur,Ra wai
1 Jukung 1 GT
1 Mesin
Tempel
1 Milik sendiri Sungai
5 Supandi Jaring Pasang Banjur,Jal a
1 Jukung 1
GT 1 Mesin
Tempel 1 Milik sendiri Sungai
6 Roni Jaring
Pasang Banjur,Ra wai
1 Jukung 1 GT
1 Mesin
Tempel
1 Milik sendiri Sungai
7 Erbanus Jaring Pasang Banjur,Ra wai
1 Jukung 1 GT
1 Mesin
Tempel
1 Milik sendiri Sungai
8 Rahmadi Rengge Banjur,Ra wai
1 Jukung 1
GT 1 Mesin
Tempel 1 Milik sendiri Sungai
9 Tajudin Jaring Pasang Banjur,Ra wai
1 Jukung 1 GT
1 Mesin
Tempel
1 Milik sendiri Sungai
10 Suriadi Jaring Pasang Banjur,Ra wai
1 Jukung 1 GT
1 Mesin
Tempel
1 Milik sendiri Sungai
11 Hatta Jala Renge,Raw ai
1 Jukung 1 GT
1 Mesin
Tempel
1 Milik sendiri Sungai
e. Data Produksi dan Produktivitas Kelompok No Komoditas Alat
tangkap Produksi
(kg/bln) Produktivitas
(kg/th) Keterangan 1 Baung,Lais,
Jelawat,Pati n dan Belida
Jaring Pasang Banjur,Raw ai
150 1.800 -
2 Jelawat,Bau ng,Lais,Pati n dan udang
Jaring Pasang Banjur,Raw ai
165 1.980 -
3 Baung, Lais,Jelawat ,Patin dan Udang
Jaring dan
Jala 145 1.740 -
4 Baung,Lais Jaring dan
Jala 150 1.800 -
5 Baung,Jela wat,Lais dan Undang
Rengge dan
Rawai 160 1.920 -
6 Baung,Lais
dan Patin Rengge dan
Banjur 160 1.920 -
7 Patin,Baun
g,Lais Renggedan
Jala 155 1.860 -
8 Baung,Lais
dan Patin Jaring Pasang Jala dan Pancing
150 1.800 -
9 Baung,Lais ,Jelawat,Be lida dan Patin
Jaring Pasang Dan Rawai
150 1.800 -
10 Baung,Jela wat,Lais dan Patin
Jaring Pasang Dan Rawai
165 1.980 -
11 Baung,Bau ng dan Lais
Jala dan Rengge
160 1.920 -
f. Aset Kelompok Perikanan No Jenis
Barang Jumlah Nama Pemilik Nominal (Rp) 1 Kelotok Ces,
Rengge,Jala, Jaring,Rawai dan Pancing
1,1,1,1,1 Unsing 5.500.000
2 Kelotok Ces, Rengge,Jala, Jaring,Rawai dan Pancing
1,1,1,1,1 Arandi 5.500.000
3 Kelotok Ces, Rengge,Jala, Jaring,Rawai dan Pancing
1,1,1,1,1 Supian 5.500.000
4 Kelotok Ces, Rengge,Jala, Jaring,Rawai dan Pancing
1,1,1,1,1 Ijai 5.500.000
5 Kelotok Ces, Rengge,Jala, Jaring,Rawai dan Pancing
1,1,1,1,1 Supandi 5.500.000
6 Kelotok Ces, Rengge,Jala, Jaring,Rawai dan Pancing
1,1,1,1,1 Roni 5.500.000
7 Kelotok Ces, Rengge,Jala, Jaring,Rawai dan Pancing
1,1,1,1,1 Erbanus 5.500.000
8 Kelotok Ces, Rengge,Jala, Jaring,Rawai dan Pancing
1,1,1,1,1 Rahmadi 5.500.000
9 Kelotok Ces, Rengge,Jala, Jaring,Rawai dan Pancing
1,1,1,1,1 Tajudin 5.500.000
10 Kelotok Ces, Rengge,Jala, Jaring,Rawai dan Pancing
1,1,1,1,1 Suriadi 5.500.000
11 Kelotok Ces, Rengge,Jala, Jaring,Rawai dan Pancing
1,1,1,1,1 Hatta 5.500.000
g. Omset Usaha Anggota Kelompok
Omzet kelompok sebesar Rp.1.335.400.000 selama 1 tahun, dengan rincian :
NO Nama Anggota
Kelompok Omzet per tahun (Rp)
1 Unsing 117.000.000 1.800
2 Arandi 128.700.000 1.980
3 Supian 113.100.000 1.740
4 Ijai 117.000.000 1.800
5 Supandi 124.800.000 1.920
6 Roni 124.800.000 1.920
7 Erbanus 120.900.000 1.860
8 Rahmadi 117.800.000 1.800
9 Tajudin 117.800.000 1.800
10 Suriadi 128.700.000 1.980
11 Hatta 124.800.000 1.920
TOTAL 1.335.400.000
h. Program Kerja
Pertemuanrutin/rembukkelompok:ada 2 kali/bulan
Pertemuan bulanan dengan Penyuluh : ada 1 kali/bulan
V. DOKUMENTASI KELOMPOK a. Dokumentasi Pertemuan Rutin Kelompok
Beberapa Jenis alat Tangkap dan Jenis Armada Penangkapa (Motor Tempel)
Lokasi Penangkapan dan Jenis armada penangkapan (Motor Tempel)
VI. PENUTUP
Demikian profil kelompok nelayan Kampung Gadang Jaya di Desa Pendreh Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara.
. Diharapkan profil kelompok nelayan atau Kelompok Usaha Bersama (KUB) ini sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan Penangkapan. Pembangunan perikanan dan penyelenggaraan kegiatan kelompok nelayan tidak tercapai apabila tidak ada dukungan / partisipasi dari masyarakat nelayan, tokoh masyarakat serta dukungan moril dan materiil dari instansi terkait baik pemerintah daerah maupun pusat.
Betapa pun hebatnya suatu profil kelompok nelayan Kampung Gadang Jaya apa bila tidak ada suatu kesungguhan dari masing-masing pihak terkait dan tanpa adanya dukungan sarana dan prasarana yang memadai, maka program hanyalah sebagai profil kelompok yang tidak berarti bagi perkembangan kelompok nelayan.
Meskipun demikian semua anggota yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan mengembangkan dan memajukan kelompok nelayan tersebut, oleh karena itu untuk mensukseskan tujuan kelompok perlu adanya dukungan dari anggota, instansi terkait serta sarana dan prasarana yang memadai.