• Tidak ada hasil yang ditemukan

PROFIL KELOMPOK PERIKANAN KAMPUNG GADANG JAYA ( )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PROFIL KELOMPOK PERIKANAN KAMPUNG GADANG JAYA ( )"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

KAMPUNG GADANG JAYA

(1.1.32.11.12.08.17)

DESA PENDREH

KECAMATAN TEWEH TENGAH KABUPATEN BARITO UTARA

Hj.ZULKARYATI,SP

PENYULUH PERIKANAN MUDA

SATMIKAL BALAI BESAR RISET BUDIDAYA LAUT DAN PENYULUHAN PERIKANAN PUSAT PELATIHAN DAN PENYULUHAN KELAUTAN DAN PERIKANAN BADAN RISET SUMBER DAYA MANUSIA KELAUTAN DAN PERIKANAN

KEMENTERIAN KELAUTAN DAN PERIKANAN TAHUN 2020

PROFIL KELOMPOK PERIKANAN

(2)

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ... ii

I. SEJARAH PENDIRIAN KELOMPOK ... 1

A. Latar Belakang ... 1

B. Tujuan ... 5

C. Visi dan Misi ... 5

II. DATA DASAR KELOMPOK ... 7

A. Nama dan Alamat Kelompok ... 7

B. Peta Lokasi Kelompok ... 7

C. Penumbuhan dan Peningkatan Kelas ... 8

D. Pengurus dan Anggota Kelompok ... 8

III STRUKTOR DAN ORGANISASI ... 10

A. Uraian Tugas Pengurus ... 10

IV. PERKEMBANGAN USAHA KELOMPOK ... 12

A. Jenis Usaha Kelompok ... 12

B. Jenis Alat Tangkap ... 12

C. Komoditas Hasil Tangkap ... 12

D. Sarana Penangkapan ... 12

E. Data Produksi dan Produktivitas Kelompok ... 13

F. Aset Kelompok Perikanan ... 14

G. Omset Usaha Anggot Kelompok ... 16

H. Program Kerja ... 16

V. DEKOMENTASI KEGIATAN ... 17

VI. PENUTUP ... 22

(3)

I. SEJARAH PENDIRIAN KELOMPOK A. Latar Belakang

Kelompok Kampung Gadang Jaya adalah kelompok Nelayan yaitu Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang beralamatkan di Desa Pendreh Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara.

Kelompok ini berdiri tahun 2017 dengan sejarah awal pembentukan nya adalah agar untuk memudahkan dalam pembinaan saya sebagai penyuluh perikanan, kegiatan dan aktivitas keorganisasiaan yang berarti dan berguna bagi anggota kelompok.

Proses untuk terbentuknya kelompok Nelayan adalah Kelompok Usaha Bersama (KUB) tersebut sangat mudah, karena mereka Kelompok Nelayan untuk berkumpul anggotanya mudah asalkan berkumpul sehabis sholat isya,karena kalau pagi mereka tidak bisa dikarenakan pagi mereka sibuk bekerja dan berdagang ikan di pasar.

Perkembangan kelompok Nelayan Kampung Gadang Jaya grafiknya terus naik, kelompok Nelayan (KUB) Kampung Gadang Jaya komoditas yang diusahakan adalah berbagai jenis ikan yang ada sungai Barito. Membuat kelompok Nelayan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kampung Gadang Jaya semakin berkembang dan dikenal oleh masyarakat banyak.

Masih banyak lagi diversivikasi usaha ekonomi yang mampu dikembangkan oleh kelompok tetapi selalu menemui satu kendala klasik yaitu masalah permodalan usaha.

Sesuai Keputusan Menteri KP Nomor : KEP.14/MEN/2012 tentang Pedoman Umum Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Pelaku Utama Perikanan, maka inisiasi kelembagaan pelaku utama perikanan yang kuat dan mandiri memiliki arah

(4)

yang ideal untuk mencapai tujuan pembangunan, namun dalam implementasinya masih ada perbedaan persepsi dalam pemahaman karakter kemandirian. Kekhasan kelembagaan pelaku utama perikanan mandiri, semata-mata bukan sebatas pada penguatan modal usaha kelompok, tetapi secara luas mampu memanfaatkan, mengolah dan mengelola sumberdaya kelompok sebagai kekuatan dalam pengembangan kelompoknya.

Kelembagaan pelaku utama perikanan merupakan kumpulan para pelaku utama yang terdiri dari nelayan, pembudi daya ikan, dan pengolah ikan yang terikat secara informal atas dasar keserasian dan kebutuhan bersama serta di dalam lingkungan pengaruh dan pimpinan seorang ketua kelompok pelaku utama kelautan dan perikanan. Kelompok ini dimasa lalu banyak sekali jumlahnya dan bisa menjadi perangkat pembangunan berbagai kelembagaan (kementerian) pada Pemerintah Pusat sampai Daerah.

Upaya peningkatan kemandirian kelompok tidak terlepas dari peran penyuluh perikanan yang menjadi patner kelembagaan pelaku utama. Ada 2 hal penting dalam mendorong terbentuknya kelompok pelaku utama yang mandiri dan berdaya yaitu proses penumbuhan yang partisipatif dan pengembangan yang berkelajutan.

Penumbuhan kelembagaan pelaku utama adalah proses inisiasi dan fasilitasi tumbuhnya suatu kerjasama yang bersumber dari kesadaran pelaku utama dengan cara bergabung dalam kelompok untuk meningkatkan taraf hidupnya dengan prinsif kesamaan kepentingan, sumberdaya alam, sosial ekonomi, keakraban, saling mempercayai, dan keserasian hubungan antara pelaku utama, sehingga dapat merupakan faktor pengikat untuk kelestarian kehidupan berkelompok, dimana setiap anggota kelompok dapat merasa memiliki dan menikmati manfaat sebesar-besarnya dari apa yang ada dalam kelompok.

(5)

Pengembangan kelembagaan Pelaku utama adalah upaya mewujudkan kelembagaan pelaku utama yang dinamis, dimana para pelaku utama mempunyai disiplin, tanggungjawab dan terampil dalam kerjarsama mengelola kegiatan usahanya, serta dalam upaya meningkatkan skala usaha dan peningkatan usaha kearah yang lebih besar dan bersifat komersial, kelompok pelaku utama dikembangkan melalui kerjasama antar kelompok dengan membentuk gabungan kelompok perikanan (Gapokkan), Asosiasi dan Korporasi. Undang-Undang 16 Tahun 2006 Tentang Sistem Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan menyatakan, yang dikatakan Pelaku utama kegiatan perikanan adalah nelayan, pembudidaya ikan, pengolah ikan, pemasar hasil perikanan, dan masyarakat yang melakukan usaha dibidang kelautan dan perikanan beserta keluarga intinya.

Kemandirian kelompok tidak lepas dari bagaimana kelompok dapat mengelola atau memanage usaha kelompok dengan baik.

Manajemen kelompok merupakan proses yang berhubungan dengan bagaimana kelompok dapat mengolah atau mengurus suatu rangkaian di dalam kelompok itu sendiri, dari membina anggota hingga penyelesaian masalah dalam kelompok. Dua proses kelompok yang penting adalah pengambilan keputusan kelompok dan manajemen konflik.

Manajemen kelompok juga dapat dimaknai sebagai proses aktivitas administrasi kelompok, dimana administasi kelompok merupakan rangkaian usaha bersama yang dilaksanakan untuk mencapai tujuan bersama. Administrasi kelompok terdiri dari seperangkat catatan atau dokumen yang menyangkut semua kegiatan yang dilakukan oleh kelompok tersebut. Perangkat administrasi kelompok yang baik dan benar diperlukan sebagai

(6)

bahan informasi bagi kelompok maupun pihak lain yang berkaitan dengan kelompok itu, seperti : usaha, permodalan, jaringan kerjasama dan lainnya. Perangkat administrasi itu dibedakan menjadi dua bagian pokok, yaitu administrasi kegiatan dan administrasi keuangan.

Kelompok yang kuat dan mandiri sudah sepatutnya mempunyai administrasi kelompok yang baik dan benar untuk menunjang semua aktivitas yang dilakukan kelompok tersebut.

Dengan manajemen kelompok yang baik, maka akan terwujud peran kelompok sebagai kelas belajar, unit produksi usaha perikanan dan wahana kerjasama.

Selain harus memiliki administrasi kelompok perikanan yang baik, kelompok juga sebaiknya melakukan profiling untuk membangun jejaring kerja dan penyampaian informasi tentang kelompok perikanan kepada stakeholder baik internal maupun eksternal perusahaan. Pedoman ini memberikan arah penyusunan profilkelompokperikanan.

Keterpaduan persepsi dalam manajemen kelompok perikanan perlu diatur melalui Pedoman Penyusunan Administrasi dan Profil Kelompok Perikanan, yang selanjutnya dijadikan acuan bagi Penyuluh Perikanan dan stakeholder dalam proses pendampingan dan pembinaan kelompok perikanan.

B. Tujuan .

Adapun yang menjadi tujuan dari kelompok nelayan Kampung Gadang Jaya antara lain:

(7)

1. Membina Kelompok Nelayan Kampung Gadang Jaya untuk mewujudkan tujuan bagi semua anggota, membina tanggung jawab dan kepedulian terhadap pembangunan

2. Membina kelompok untuk menggunakan lahan tidak produktif guna mempercepat pembangunan kelautan dan perikanan

3. Mempelopori penggunaan teknologi dalam pengembangan budidaya perikanan yang maju dan mandiri

4. Membina kerukunan antar pelaku utama perikanan dalam komunitas kelompok yang saling bersinergi satu sama lain

5. Memperikan perlindungan hokum terhadap pembudidaya perikanan

6. Melakukan usaha-usaha lain yang berguna dan bermanfaat serta menunjang bagi kelompok dan masyarakat.

C. VISI DAN MISI 1. Visi

kelompok Nelayan Kampung Gadang Jaya : Sebagai Sentra Perikanan yang Tangguh dan Mandiri. Tangguh memiliki pengertian penggunaan sumberdaya secara optimal; respon terhadap permintaan dan mampu menerapkan teknologi tepat guna; mampu menghadapai perubahan harga, lingkungan strategis; produktivitas usaha yang efisien dan berkelanjutan;

keberlangsungan usaha yang dapat dinikmati oleh semua pelaku yang terlibat dalam jalinan bisnis; adaptasi terhadap perubahan lingkungan strategis yang mempengaruhinya.

Mandiri tidak tergantung pada kekuatan dan kemapuan pihak lain; dapat melakukan kerjasama dengan pihak lain yang saling menguntungkan; memiliki kemampuan untuk dapat mengakses teknologi dan permodalan dan memiliki kemampuan dalam memanfaatkan potensi sumberdaya local secara optimal.

(8)

2. Misi

Kelompok Nelayan Kelompok Usaha Bersama (KUB) : Kampung Gadang Jaya Meningkatkan produksi Nelayan Tangkap guna menyediakan bahan pangan asal perikanan yang menjamin baik mutu, jumlah dan kontinyuitasnya dengan harga yang terjangkau; Mewujudkan sumber daya manusia perikanan dan kelembagaan kelompok perikanan yang tangguh dan mandiri;

Meningkatkan daya saing produk perikanan Kabupaten Barito Utara dan Memafaatkan potensi sumberdaya local secara optimal dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.

(9)

II. DATA DASAR KELOMPOK

A. Nama dan Alamat Kelompok Kelautan dan Perikanan

a.Nama : Kampung Gadang Jaya

b.Nomor Badan Hukum :AHU-005983.AH.01.07.

TAHUN 2018

c.Alamat : Desa Pendreh

d. Dusun : Desa Pendreh

e. Kelurahan : -

f. Kecamatan : Teweh Tengah

g. Kabupaten/Kota : Barito Utara h.No.Telp/FaxSekretariat : 081212901631 i. No.HPKetuaKelompok : 082250666969

j. Email : -

k.Koordinat :- 0056’4”, 114053’18,0m B Peta lokasi kelompok Desa Pendreh

(10)

C. Penumbuhan

a.Tanggal/Bln/TahunPendirian : 07 Agustus 2017 b. Kelas Kelompok : Pemula

c. Nomor Sertifikat Pengukuhan : 141/09/SK/VIII/2017 PeningkatanKelasKelompok

a.Tanggal/Bln/Tahun :- b.KelasKelompok : - c.NomorSertifikat: -

D. Pengurus dan Anggota Kelompok

Kelompok Nelayan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Kampung Gadang Jaya memiliki jumlah anggota sebanyak

11 orang.Sebagaimana rincian sebagai berikut :

No Nama L/P Umur

(tahun) Pendidikan

terakhir Alamat Jabatan di Kelompok

1 Unsing L 41 SD Desa

Pendreh

Ketua

2 Aradi L 46 SD Pendreh Sekretaris

3 Supian L 54 SMP Jl.T.Agung Bendahara

4 Ijai L 44 Tidak

Sekolah Jl.T.Agung Anggota

5 Supandi L 41 SD Desa

Pendreh Anggota

6 Roni L 39 SD Desa

Pendreh Anggota

7 Erbanus L 57 SMP Jl.Raden

Argapati Anggota 8 Rahmadi L 46 SMP Jl.T.Agung Anggota 9 Tajudin L 47 SMA Jl.T.Agung Anggota

10 Suriadi L 56 SMP Jl.Raden

Argapati Anggota

11 Hatta L 52 SMP Desa

Pendreh Anggota

(11)

Kegiatan yang dilaksanakan kelompok meliputi kegiatan rutin seperti pertemuan rutin berupa rapat kelompok yang dilaksanakan setiap 2 minggu sekali. Kegiatan ini sebagai pembinaan yang ditekankan pada peningkatan kualitas SDM anggota kelompok, mendorong peningkatan produktifitas dan aksesiblitas terhadap teknologi. Pertemuan ini sebagai media pembinaan dari penyuluh perikanan dan petugas teknis dinas, hal ini sangat penting dalam menjaga kekompakan kelompok dan memacu peningkatan produksi (terutama) ketika permintaan tinggi.

Produksi hasil tangkapan yang dihasilkan kelompok berupa ikan konsumsi sebanyak 100 Kg/kelompok. Pemasaran hasil tangkapan dengan sasaran pasar local, terutama untuk memenuhi permintaan pasar dan rumah makan seafood. Keberadaan kelompok Nelayan yang tergolong masih sangat muda, telah menjadi harapan baru bagi nelayan tangkap di Desa Pendreh, Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara pada umumnya untuk terus melakukan penangkapan pada kelompok nelayan untuk membantu meningkatkan taraf hidupnya.

Adanya tambahan pendapatan tersebut cukup membantu masyarakat untuk mendapatkan tambahan pendapatan bahkan bisa menjadi penghasilan utama yang terus meraup untung dari bisnis Penangkapan ikan . Semoga kelompok Nelayan Kampung Gadang Jaya walalupun tergolong kelompok yang baru, bisa memberikan inspirasi kepada kelembagaan pelaku utama lain untuk mengembangkan usaha perikanan yang produktif, inovatif dan berkontribusi besar terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan peningkatan jumlah ketersediaan lapangan pekerjaan terutama didaerah.

(12)

III.STRUKTUR ORGANISASI

A. Uraian Tugas Pengurus : 1. Ketua

Bertugas melaksanakanketentuan dalam anggaran dasar atau anggaran rumah tangga, keputusan keputusan dan kebijkana lainnya dalam rapat anggota, memimpin rapat anggota dan rapat pengurus, mewakili kelompok dalam dinas luar dan melaksanakan kebijakan khusus untuk kemajuan kelompok.

2. Sekretaris,

Membantu ketua dalam adminitrasi umum dan ketata usahaan

KETUA

UNSING

PENYULUH PERIKANAN

ZULKARYATI,SP

SEKRETARIS

ARANDI

BENDAHARA

SUPIAN

ANGGOTA :

1. IJAI 2. SUPANDI 3. RONI 4. ERBANUS 5. RAHMADI 6. TAJUDIN 7. SURIADI 8. HATTA

(13)

seperti surat menyurat, inventarisir barang, penyusunan laporan dan lainnya, serta melaksanakan tugas lain yang ditugaskan oleh ketua.

3. Bendahara

Bertugas membantu ketua dalam pengelolaan keuangan seperti penghimpunan menyimpan uang, mengeluarkan uang dan melaksanakan pengurusan administrasi keuangan, serta melaksanakan tugas lain yang dibebankan oleh ketua.

4. Penyuluh Perikanan.

Bertugas untuk memberikan arahan, pembinaan, pendampingan dan memberikan informasi teknologi yang di perlukan oleh kelompok nelayan secara berkelanjutan.

Kepengurusan kelompok sebagai perwujudan dinamika organisasi kelompok menjadi penentu dalam perkembangan setiap kelembagaan pelaku utama. Kelompok yang tangguh dan mandiri kemungkinan besar ditopang oleh sosok peminpin kelompok yang bisa mengarahkan anggotanya sesuai dengan visi dan misi kelompok. Sejak dibentuk kelompok Nelayan Kelompok Usaha Bersama (KUB) kampung Gadang Jaya dikelola oleh pengurus yang terdiri dari Ketua Unsing, Sekretaris Aradi, Bendahara Supian dengan 11 anggota.

(14)

IV.PERKEMBANGAN USAHA KELOMPOK Untuk perkembangan usaha kelompok pilih sesuai usaha kelompok Penangkapan.

a. Jenis Usaha : Penangkapan b. Jenis alat tangkap

- Jaring - Rawai - Jala - Rengge - Pancing

c. Komoditas hasil tangkap - Ikan Baung

- Ikan Lais - Ikan Patin - Ikan Jelawat - Ikan Belida

d. Sarana penangkapan

No Nama Kepemilikan sarana penangkapan Status Jenis

Anggota Kepemilikan peraira

Alat Jml Armada Jml Jenis Jml n

tangkap tangkap mesin

1 Unsing Jaring Pasang Banjur,Ra wai

1 Jukung 1 GT

1 Mesin

Tempel

1 Milik sendiri Sungai

2 Arandi Jaring Pasang Rengge,Ra wai

1 Jukung 1 GT

1 Mesin

Tempel

1 Milik sendiri Sungai

3 Supian Jaring Pasang Banjur,Ra wai

1 Jukung 1

GT 1 Mesin

Tempel 1 Milik sendiri Sungai

4 Ijai Jaring

Pasang Banjur,Ra wai

1 Jukung 1 GT

1 Mesin

Tempel

1 Milik sendiri Sungai

5 Supandi Jaring Pasang Banjur,Jal a

1 Jukung 1

GT 1 Mesin

Tempel 1 Milik sendiri Sungai

6 Roni Jaring

Pasang Banjur,Ra wai

1 Jukung 1 GT

1 Mesin

Tempel

1 Milik sendiri Sungai

(15)

7 Erbanus Jaring Pasang Banjur,Ra wai

1 Jukung 1 GT

1 Mesin

Tempel

1 Milik sendiri Sungai

8 Rahmadi Rengge Banjur,Ra wai

1 Jukung 1

GT 1 Mesin

Tempel 1 Milik sendiri Sungai

9 Tajudin Jaring Pasang Banjur,Ra wai

1 Jukung 1 GT

1 Mesin

Tempel

1 Milik sendiri Sungai

10 Suriadi Jaring Pasang Banjur,Ra wai

1 Jukung 1 GT

1 Mesin

Tempel

1 Milik sendiri Sungai

11 Hatta Jala Renge,Raw ai

1 Jukung 1 GT

1 Mesin

Tempel

1 Milik sendiri Sungai

e. Data Produksi dan Produktivitas Kelompok No Komoditas Alat

tangkap Produksi

(kg/bln) Produktivitas

(kg/th) Keterangan 1 Baung,Lais,

Jelawat,Pati n dan Belida

Jaring Pasang Banjur,Raw ai

150 1.800 -

2 Jelawat,Bau ng,Lais,Pati n dan udang

Jaring Pasang Banjur,Raw ai

165 1.980 -

3 Baung, Lais,Jelawat ,Patin dan Udang

Jaring dan

Jala 145 1.740 -

4 Baung,Lais Jaring dan

Jala 150 1.800 -

5 Baung,Jela wat,Lais dan Undang

Rengge dan

Rawai 160 1.920 -

(16)

6 Baung,Lais

dan Patin Rengge dan

Banjur 160 1.920 -

7 Patin,Baun

g,Lais Renggedan

Jala 155 1.860 -

8 Baung,Lais

dan Patin Jaring Pasang Jala dan Pancing

150 1.800 -

9 Baung,Lais ,Jelawat,Be lida dan Patin

Jaring Pasang Dan Rawai

150 1.800 -

10 Baung,Jela wat,Lais dan Patin

Jaring Pasang Dan Rawai

165 1.980 -

11 Baung,Bau ng dan Lais

Jala dan Rengge

160 1.920 -

f. Aset Kelompok Perikanan No Jenis

Barang Jumlah Nama Pemilik Nominal (Rp) 1 Kelotok Ces,

Rengge,Jala, Jaring,Rawai dan Pancing

1,1,1,1,1 Unsing 5.500.000

2 Kelotok Ces, Rengge,Jala, Jaring,Rawai dan Pancing

1,1,1,1,1 Arandi 5.500.000

3 Kelotok Ces, Rengge,Jala, Jaring,Rawai dan Pancing

1,1,1,1,1 Supian 5.500.000

4 Kelotok Ces, Rengge,Jala, Jaring,Rawai dan Pancing

1,1,1,1,1 Ijai 5.500.000

(17)

5 Kelotok Ces, Rengge,Jala, Jaring,Rawai dan Pancing

1,1,1,1,1 Supandi 5.500.000

6 Kelotok Ces, Rengge,Jala, Jaring,Rawai dan Pancing

1,1,1,1,1 Roni 5.500.000

7 Kelotok Ces, Rengge,Jala, Jaring,Rawai dan Pancing

1,1,1,1,1 Erbanus 5.500.000

8 Kelotok Ces, Rengge,Jala, Jaring,Rawai dan Pancing

1,1,1,1,1 Rahmadi 5.500.000

9 Kelotok Ces, Rengge,Jala, Jaring,Rawai dan Pancing

1,1,1,1,1 Tajudin 5.500.000

10 Kelotok Ces, Rengge,Jala, Jaring,Rawai dan Pancing

1,1,1,1,1 Suriadi 5.500.000

11 Kelotok Ces, Rengge,Jala, Jaring,Rawai dan Pancing

1,1,1,1,1 Hatta 5.500.000

(18)

g. Omset Usaha Anggota Kelompok

Omzet kelompok sebesar Rp.1.335.400.000 selama 1 tahun, dengan rincian :

NO Nama Anggota

Kelompok Omzet per tahun (Rp)

1 Unsing 117.000.000 1.800

2 Arandi 128.700.000 1.980

3 Supian 113.100.000 1.740

4 Ijai 117.000.000 1.800

5 Supandi 124.800.000 1.920

6 Roni 124.800.000 1.920

7 Erbanus 120.900.000 1.860

8 Rahmadi 117.800.000 1.800

9 Tajudin 117.800.000 1.800

10 Suriadi 128.700.000 1.980

11 Hatta 124.800.000 1.920

TOTAL 1.335.400.000

h. Program Kerja

Pertemuanrutin/rembukkelompok:ada 2 kali/bulan

Pertemuan bulanan dengan Penyuluh : ada 1 kali/bulan

(19)

V. DOKUMENTASI KELOMPOK a. Dokumentasi Pertemuan Rutin Kelompok

(20)

Beberapa Jenis alat Tangkap dan Jenis Armada Penangkapa (Motor Tempel)

(21)
(22)
(23)

Lokasi Penangkapan dan Jenis armada penangkapan (Motor Tempel)

(24)

VI. PENUTUP

Demikian profil kelompok nelayan Kampung Gadang Jaya di Desa Pendreh Kecamatan Teweh Tengah Kabupaten Barito Utara.

. Diharapkan profil kelompok nelayan atau Kelompok Usaha Bersama (KUB) ini sebagai pedoman dalam pelaksanaan kegiatan Penangkapan. Pembangunan perikanan dan penyelenggaraan kegiatan kelompok nelayan tidak tercapai apabila tidak ada dukungan / partisipasi dari masyarakat nelayan, tokoh masyarakat serta dukungan moril dan materiil dari instansi terkait baik pemerintah daerah maupun pusat.

Betapa pun hebatnya suatu profil kelompok nelayan Kampung Gadang Jaya apa bila tidak ada suatu kesungguhan dari masing-masing pihak terkait dan tanpa adanya dukungan sarana dan prasarana yang memadai, maka program hanyalah sebagai profil kelompok yang tidak berarti bagi perkembangan kelompok nelayan.

Meskipun demikian semua anggota yang bertanggung jawab dalam pelaksanaan kegiatan mengembangkan dan memajukan kelompok nelayan tersebut, oleh karena itu untuk mensukseskan tujuan kelompok perlu adanya dukungan dari anggota, instansi terkait serta sarana dan prasarana yang memadai.

Referensi

Dokumen terkait

Penumbuhan kelembagaan pelaku utama adalah proses inisiasi dan fasilitasi tumbuhnya suatu kerjasama yang bersumber dari kesadaran pelaku utama dengan cara bergabung

Nelayan sebagai pelaku utama dalam kegiatan penangkapan ikan yang tumbuh dan berkembang di wilayah pesisir di seluruh Indonesia, namun demikian pertumbuhan aktivitas usaha

Kelompok Usaha Bersama (KUB) Rompio Jaya adalah sebuah wadah nelayan yang berada di Desa Topogaro Kecamatan Bungku Barat Kabupaten Morowali, dibentuk atas

Melihat peran dan fungsi kelompok yang telah dijelaskan di atas, tentunya dapat menjadi motivasi dan dorongan yang dibutuhkan bagi para pelaku utama dan pelaku usaha perikanan

Pengembangan kelembagaan Pelaku utama adalah upaya mewujudkan kelembagaan pelaku utama yang dinamis, dimana para pelaku utama mempunyai disiplin, tanggungjawab dan

Aktivitas kelompok yang rutin dilakukan oleh kelompok Bao Blutuk adalah kegiatan penangkapan ikan sudah berpuluh – puluh tahun masyarakat nelayan desa Wairterang memanfaatkan sumber

Maka dalam hal ini, H3 diterima dan H0 ditolak, sehingga Failitas secara parsial berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja Kelompok Nelayan Mandiri Jaya Kampung Melayu

PENUTUP Demikian profil ini dibuat dengan maksud dn tujan semoga kelompok Pembudidaya Bareng kumpul tergolong masih jauh dari harpan yang khususnya di Aiq Mual, Kecamatan Praya