• Tidak ada hasil yang ditemukan

JUSIB ( Jurnal Informasi dan Bisnis ) ISSN: Vol 1 No 1 : Februari 2021

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "JUSIB ( Jurnal Informasi dan Bisnis ) ISSN: Vol 1 No 1 : Februari 2021"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

RANCANGAN SISTEM INFORMASI PENJUALAN PADA PT. CENTRAL INTAN PROPERTINDO (DREAM HOME PROPERTY) TANGERANG

Mahardhika Dwi Putra1, Sigit Nurcahyono2 Email : [email protected] Email : [email protected]

ABSTRACT

Development of information and communication technology in a company is done in stages, it is adjusted based on the strength of the resources owned by the organization. Lack of effectiveness in the processing of sales data that still uses a simple computerized process. By using software and databases, the writer will design and implement a sales system. Supported by the PHP programming language and database using MySQL. By implementing an observation system, conceptual data modeling, database specifications and screen design, it will produce sales applications that facilitate the sales process. By implementing this system, the calculation and reporting will be faster, more accurate, efficient and effective.

Keywords : Sistem, Informasi, Penjualan.

1. PENDAHULUAN

Dunia pengetahuan dan teknologi mengalami kemajuan yang sangat pesat, sehingga kebutuhan akan informasi yang sangat cepat, tepat dan akurat sangat dibutuhkan dalam instansi. Data yang diperoleh akan diolah sedemikian rupa sehingga kebutuhan informasi dapat dicapai dan siapapun yang menggunakan informasi tersebut dapat menangani berbagai masalah yang terjadi dengan cepat.

Didalam instansi tersebut salah satu kegiatan sistem informasi yang dapat dimudahkan yaitu sistem informasi laporan penjualan. Dengan sistem komputerisasi yang tersedia, maka dibutuhkan perancangan suatu sistem untuk mengolah laporan penjualan menjadi suatu informasi yang lengkap dan terperinci. Dengan dukungan sistem komputerisasi ini, cara kerja suatu sistem yang sebelumnya sudah terkomputerisasi, namun belum adanya sistem laporan penjualan tersebut. Maka dari itu sistem yang sudah ada ingin dilengkapi supaya cara kerja yang lebih efektif, efisien, tepat guna dan serta terjamin kualitas prosedur kerjanya.

Sistem laporan penjualan pada PT. Central Intan Propertindo (Dream Home Property) Tangerang, bisa untuk di analisis dikarenakan sistem yang sudah ada di perusahaan tersebut masih kurang efektif dalam proses pengolahannya yang masih menggunakan proses komputerisasi sederhana, kesulitan dalam pembuatan laporan penjualan setiap marketing yang masih dihitung satu persatu dan kesulitan dalam perhitungan tersebut harus diakumulasikan secara keseluruhan pada akhir bulan.

Tujuan didalam kegiatan ini yaitu menerapkan dan mempraktikan ilmu pengetahuan yang telah di dapat dalam perkuliahan, mengetahui cara kerja sistem laporan penjualan pada PT. Central Intan Propertindo (Dream Home Property) Tangerang, membantu meningkatkan efisiensi dan efektifitas sistem kerja yang baik pada perusahaan dan merancang serta menerapkan sistem laporan penjualan yang terkomputerisasi dengan

menggunakan software dan database sebagai salah satu solusi terhadap masalah yang dihadapi oleh PT.

Central Intan Propertindo (Dream Home Property) Tangerang.

Keuntungan yang akan diperoleh perusahaan apabila menerapkan teknologi informasi secara keseluruhan dalam hal pengolahan laporan penjualan semua kesalahan dalam pemberian informasi dan laporan akan dapat diminimalkan atau dikurangi.

2. LANDASAN TEORI

2.1. Konsep Dasar Sistem

Mcleod (1995) dalam muslihudin dan Oktafianto (2016:2) “Mendefinisikan sistem sebagai sekelompok elemen yang terintegrasi dengan maksud yang sama untuk mecapai untuk mencapai suatu tujuan. Sumber daya yang mengalir dari elemen output dan untuk menjamin prosesnya berjalan dengan baik, maka dihubungkan dengan mekanisme kontrol.

Ludwig (1997) dalam Lukman Ahmad dan Munawir (2018:3) “Sistem adalah

seperangkat unsur yang saling berhubungan dan saling mempengaruhi dalam satu lingkungan tertentu.”

2.2. Konsep Dasar Properti

Kata properti berasal dari bahasa inggris

“Property” yang berarti sesuatu yang dapat dimiliki seseorang. Di Indonesia, istilah properti identik dengan real estate, rumah, tanah, ruko, gedung atau gudang.

Arti properti adalah properti berarti kepemilikan seseorang terhadap suatu barang ataupun non barang. Dewasa ini properti sering dikaitkan dengan rumah, perumahan atau hunian, padahal segala sesuatu yang sifatnya ini kepemilikan bisa disebut sebagai properti. Apalagi barang tersebut terdaftar secara resmi dan memiliki surat-surat kepemilikan.

(2)

2.3. Konsep Dasar Sistem Penjualan

Menurut Mulyadi (2016:392-393), jaringan prosedur yang membentuk sistem akuntansi penjualan tunai adalah sebagai berikut : 1. Prosedur Order Penjualan.

Dalam prosedur ini fungsi penjualan menerima order dari pembeli dan membuat faktur penjualan tunai untuk memungkinkan pembeli melakukan pembayaran harga barang ke fungsi kas dan untuk memungkinkan fungsi gudang dan fungsi pengiriman menyiapkan barang yang akan diserahkan kepada pembeli.

2. Prosedur Penerimaan Kas.

Dalam prosedur ini fungsi kas menerima pembayaran harga barang dari pembeli dan memberikan tanda pembayaran (berupa pita register kas dan cap “lunas” pada faktur penjualan tunai) kepada pembeli untuk memungkinkan pembeli tersebut melakukan pengambilan barang yang dibelinya dari fungsi pengiriman.

3. Prosedur Penyerahan Barang.

Dalam prosedur ini fungsi pengiriman menyerahkan barang kepada pembeli.

4. Prosedur Pencatatan Penjualan Tunai.

Dalam prosedur ini fungsi akuntansi melakukan pencatatan transaksi penjualan tunai dalam jurnal penjualan dan jurnal penerimaan kas. Di samping itu fungsi akuntansi juga mencatat berkurangnya persediaan barang yang dijual dalam kartu persediaan.

5. Prosedur Penyetoran Kas Bank.

Sistem pengendalian intern terhadap kas mengharuskan penyetoran dengan segera ke bank semua kas yang diterima pada suatu hari. Dalam prosedur ini fungsi kas menyetorkan kas yang diterima dari penjualan tunai ke bank dalam jumlah penuh.

6. Prosedur Pencatatan Penerimaan Kas.

Dalam prosedur ini, fungsi akuntansi mencatat penerimaan kas ke dalam jurnal kas berdasar bukti setor bank yang diterima dari bank melalui fungsi kas.

7. Prosedur Pencatatan Beban Pokok Penjualan.

Dalam prosedur ini, fungsi akuntansi membuat rekapitulasi harga pokok penjualan berdasarkan data yang dicatat dalam kartu persediaan. Berdasarkan kartu rekapitulasi harga pokok penjualan ini, fungsi akuntansi membuat bukti memorial sebagai dokumen sumber untuk pencatatan harga pokok penjualan kedalam jurnal umum.

2.4. Konsep Dasar UML (Unified Modeling Language)

Dalam analisa dan perancangan berorientasi objek menggunakan model yang dikenal dengan Unified Modeling Language (UML) yang merupakan “bahasa” yang telah menjadi standar dalam industri untuk visualisasi, merancang dan

mendokumentasikan sistem piranti lunak.

Menurut Muhamad Muslihudin dan Oktafianto (2016:55) “Pemrograman berorientasi objek bekerja dengan baik ketika dibarengi dengan object-oriented and Design Process (OOAD)”. Adapun konsep analisa dan perancangan berorientasi objek, sebagai berikut :

a. Objek (Object)

Orientasi objek merupakan teknik dalam menyelesaikan masalah yang kerap muncul dalam pengembangan perangkat lunak. Teknik ini merupakan titik kulminasi dalam menemukan cara yang efektif dalam membangun sistem dan menjadi metode yang paling banyak dipakai oleh para pengembang perangkat lunak saat ini. Douglas (2004: bab 2.1) dalam Muhamad Muslihudin dan Oktafianto (2016:56)

“objek adalah entitas yang memiliki atribut, karakter (behaviour) dan kadang kala disertai kondisi (state).

Objek mempresentasikan suatu sistem real seperti siswa, sistem control permukaan sayap pesawat, sensor atau mesin”.

(3)

b. Kelas (Class)

Kelas adalah gambaran satu set objek yang memiliki atribut dan behaviour yang sama. Kelas mirip tipe data pada pemrograman non objek, tapi lebih komprehensif karena terdapat struktur sekaligus karakteristiknya. Kelas dan objek merupakan jantung dari pemrograman berorientasi objek. Untuk menghasilkan program jenis ini sangat penting untuk selalu berpikir dalam konsep objek.

c. Pembungkusan (Encapsulation)

Yaitu proses penyembunyian detil implementasi sebuah objek

. d. Pewarisan (Inheritance)

Adalah penurunan atribut atau methode dari suatu objek ke objek lainnya.

2.5. Konsep Dasar PHP

Menurut Tim EMS (2016:1) “PHP adalah singkatan dari PHP Hypertext

Preprocessing. Merupakan bahasa scripting untuk web yang cukup populer. Dengan PHP, anda bisa membuat web dinamis di mana kode PHP diselipkan di antara script kode-kode HTML yang merupakan bahasa markup standar untuk dunia web.”

Beberapa kelebihan PHP dibandingkan bahasa pemrograman web lainnya, antara lain:

1. Bahasa pemrograman PHP adalah sebuah bahasa script yang tidak melakukan sebuah kompilasi dalam penggunaannya.

2. Banyak web server yang mendukung PHP. Mulai dari APACHE, IIS, Lighttpd, hingga Xitami dengan konfigurasi yang relatif mudah. Ada juga paket web server yang memudahkan anda melakukan instalasi sekali klik, seperti XAMPP yang tersedia untuk berbagai sistem operasi.

3. PHP lebih mudah dalam sisi pengembangan karena banyaknya milis, group facebook, dan developer yang siap membantu dalam pengembangan.

4. Dalam sisi pemahaman, PHP adalah bahasa scripting yang paling mudah dipahami karena memiliki refrensi yang banyak.

PHP adalah bahasa pemrograman open source yang dapat digunakan di berbagai

mesin (Linux, Unix, Macintosh, Windows) dan dapat dijalankan secara runtime melalui console, serta dapat menjalankan perintah- perintah sistem.

2.6. Konsep Dasar Mysql

Menurut Syafrial Fachrie Pane (2020:12)

“SQL (Structure Query Language) secara de facto merupakan bahasa standar yang digunakan dalam RDMS (Relational Database Management System). SQL juga merupakan bahasa baku (ANSI/SQL) non prosedural dan berorientasi himpunan (set oriented language) SQL dapat digunakan baik secara interaktif atau ditempelkan pada sebuah program aplikasi. Standarisasi SQL dimulai pada tahun 1986 ditandai dengan dikeluarkannya standar SQL oleh ANSI, kemudian diperbaiki pada tahun 1989 kemudian diperbaiki kembali pada tahun 1992.”

2.7. Konsep Dasar Spesifikasi Basis Data

Menurut Agus Wahyu Widodo dan Diva Kurnianingtyas (2017:6) “Sistem basis data adalah kumpulan dari file yang berhubungan dan program yang membolehkan pengguna untuk mengakses dan merubah file ini. Tujuan utama dari sistem basis data adalah menyediakan suatu pandangan abstrak tentang data.”

Dari pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa Basis Data merupakan kumpulan dari data yang saling berhubungan satu sama lain, tersimpan diperangkat komputer dan digunakan oleh perangkat lunak untuk memanipulasinya. Basis data merupakan salah satu komponen yang penting dalam sistem informasi bagi para pemakai (user).

2.8. Konsep Dasar Pemrograman

Pemrograman adalah proses menulis, menguji dan memperbaiki (debug), dan memelihara kode yang membangun suatu program komputer. Kode ini ditulis dalam berbagai bahasa pemrograman. Tujuan dari pemrograman adalah untuk memuat suatu program yang dapat melakukan suatu perhitungan atau ‘pekerjaan’ sesuai dengan keinginan si pemrogram. Untuk melakukan pemrograman, diperlukan keterampilan algoritme, logika, bahasa pemrograman, dan pada banyak kasus, pengetahuan-pengetahuan lain seperti matematika. Beberapa bahasa pemrograman sebagai berikut : Assembly, C atau C++, C#, Cobol, Java, Pascal, Visual Basic dan lain sebagainya.

2.9. Konsep Dasar Normalisasi

(4)

Suatu file yang terdiri dari beberapa group elemen yang berulang-ulang perlu diorganisasikan kembali. Proses untuk mengorganisasikan file dengan menghilangkan group elemen yang berulang atau sebuah langkah atau proses untuk menyederhanakan Relationship antar elemen data didalam tuple (record) ini disebut dengan normalisasi. Normalisasi juga banyak dilakukan dalam merubah bentuk database dari suatu struktur pohon atau struktur jaringan menjadi struktur hubungan. Tahapan normalisasi terdiri dari :

1. First Normal Form (1NF)

Pada tahap ini relasi yang belum dioptimalkan diubah dengan cara menghilangkan repeating group yang ada. Yaitu dengan menghilangkan beberapa group elemen yang berulang agar menjadi satu harga tunggal yang saling berinteraksi diantara setiap baris dan kolom pada suatu tabel.

2. Second Normal Form (2NF)

Pada tahap kedua ini sebelumnya dilakukan analisa mengenai ketergantungan fungsi antara atribut- atributnya, serta menentukan atribut yang menjadi key dan setiap atribut yang bukan key bergantung pada primary key.

3. Third Normal Form (3NF)

Pada tahap ini dilakukan penghilangan beberapa ketergantungan transitive (transitive dependency) atau dengan kata lain apabila sudah berada pada 2NF dan setiap atribut yang berupa key tidak bergantung pada atribut lain kecuali terhadap primary key.

4. Boyce Code Normal Form (BCNF) Pada tahap ini dilakukan penghilangan beberapa sisa keganjilan dari normalisasi bentuk kedua atau apabila setiap determinant adalah merupakan candidate key.

5. Fourth Normal Form (4NF)

Pada tahap ini dilakukan penghilangan beberapa ketergantungan pada banyak harga (multivalued dependency).

6. Fifth Normal Form (5NF)

Pada tahap kelima ini dirancang untuk mengatasi jenis ketergantungan yang disebut join dependency.

Cara normalisasi adalah dengan melakukan penelitian terhadap suatu relasi dengan melihat ketergantungan antar atribut di dalam relasi. Normalisasi berfungsi untuk

menghindari kemungkinan terdapatnya anomaly pada saat penempatan basis data tersebut. Anomaly adalah error atau inkonsistensi data. Anomaly ada tiga jenis, sebagai berikut :

1. Insertion Anomaly

Merupakan error yang terjadi sebagai akibat operasi insert record pada sebuah relasi.

2. Deletion Anomaly

Merupakan error yang terjadi sebagai akibat operasi delete record pada sebuah relasi.

3. Update Anomaly

Merupakan error sebagai akibat operasi update record pada sebuah relasi.

3. METODE PENELITIAN

Metode penelitian yang digunakan yaitu :

1. Wawancara (Interview).

Untuk mendapatkan informasi secara lengkap maka melakukan suatu metode tanya jawab mengenai semua kegiatan yang berhubungan dengan sistem laporan penjualan di PT.Central Intan Propertindo (Dream Home Properti) Tangerang. Bukti dari wawancara yaitu dengan transkrip wawancara.

2. Pengamatan (Observation).

Untuk metode ini, dilakukan secara langsung untuk mengamati proses atau kegiatan pembuatan laporan penjualan di PT. Central Intan Propertindo (Dream Home Property) Tangerang.

Hasil dari pengamatan tersebut di tulis di buku catatan guna untuk membantu pada saat membuat laporan penjualan pada sistem aplikasi atau program.

3. Studi Pustaka (Library Research).

Untuk metode ini, melakukan studi kepustakaan melalui literatur-literatur atau referensi-referensi yang ada di perpustakaan Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Pakarti Luhur maupun perpustakaan lainnya. Dalam metode ini berguna untuk memberikan suatu informasi yang dibutuhkan pada saat pembuatan laporan penjualan di aplikasi atau program.

(5)

4. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Logical Record Structure (LRS)

LRS (Logical Record Structure) adalah repsentasi dari struktur record – record pada tabel – tabel yang terbentuk dari hasil relasi antar himpunan entitas.

Berikut LRS (Logical Record Structure), :

akun PK id_akun

nama_akun posisi FK1kel_akun_id

jurnal PK no_jurnal

tgl_jurnal no_ref FK1no_form nip

nip kel_akun_id

detail_formjual PK no_form PK id_properti

harga

jumlah detail_jurnal

PK no_jurnal PK id_akun

debit kredit kd_jabatan

klp_akun PK kel_akun_id

kel_akun

id_pelanggan

id_akun no_jurnal

id_properti

no_form no_form

form_penjualan PK no_form

tgl_transaksi status FK1nip FK2id_pelanggan staff

PK nip nik nama_staff tmpt_lahir tgl_lahir jenis_kelamin alamat no_hp email no_rek nama_bank FK1kd_jabatan jabatan

PK kd_jabatan nama_jabatan

user PK username

password level FK1nip

pelanggan PK id_pelanggan

nik nama_pelanggan jenis_kelamin status alamat no_hp email

properti PK id_properti

tipe_properti jenis_properti harga_properti nama_properti jumlah_properti lokasi

Gambar 1. Logical Record Structure (LRS)

4.2. Spesifikasi Basis Data

4.2.1. Spesifikasi Basis Data Staff

Nama File : Staff Media : Harddisk

Isi : Data staff Dream Home Property

Organisasi : Index Sequential Primary Key : nip Panjang Record : 247 byte Jumlah Record : 130 record Struktur :

Tabel 1. Data Staff

4.2.2. Spesifikasi Basis Data Pelanggan

Nama file : pelanggan Media : Harddisk

Isi : Daftar pelanggan yang digunakan

Organisasi : Index Sequential Primary Key : id_pelanggan

Panjang Record : 133 byte Jumlah Record : 310 record Struktur :

Tabel 2. Data Pelanggan

4.2.3. Spesifikasi Basis Data Properti

Nama file : properti Media : Harddisk

Isi : Data properti yang digunakan

Organisasi : Index Sequential Primary Key : id_properti Panjang Record : 86 byte Jumlah Record : 51 record Struktur :

Tabel 3. Data Properti

4.2.4. Spesifikasi Basis Data User

Nama file : user Media : Harddisk

Isi : Data Pengguna aplikasi atau sistem

Organisasi : Index Sequential Primary Key : username Panjang Record : 23 byte Jumlah Record : 7 record Struktur :

Tabel 4. Data User

(6)

4.2.5. Spesifikasi Basis Data Jabatan

Nama file : jabatan Media : Harddisk

Isi : Data jabatan staff yang Digunakan

Organisasi : Index Sequential Panjang Record : 47 byte Jumlah Record : 36 record Struktur :

Tabel 5. Data Jabatan

4.2.6. Spesifikasi Basis Data Akun

Nama file : akun Media : Harddisk

Isi : Daftar kode akuntansi yang digunakan Organisasi : Index Sequential Primary Key : id_akun Panjang Record : 52 byte Jumlah Record : 51 record Struktur :

Tabel 6. Data Akun

4.2.7. Spesifikasi Basis Data Kelompok Akun

Nama file : klp_akun Media : Harddisk Isi : Daftar kelompok akuntansi yang digunakan Organisasi : Index Sequential Primary Key : kel_akun_id Panjang Record : 47 byte Jumlah Record : 26 record Struktur :

Tabel 7. Kelompok Akun

4.3. Struktur Tampilan

Struktur tampilan berguna untuk mengetahui alur letak posisi rancangan sistem informasi penjualan pada PT.

Central Intan Propertindo (Dream Home Property).

Berikut Struktur Tampilan, :

File Transaksi Laporan

Master Bantuan Logout

Input Data Staff

Input Data Jabatan

Input Data Properti

Input Data Pelanggan

Input Data Akun

Input Data Kelompok Akun

Cetak Form Penjualan Cetak Laporan Data Staff

Cetak Laporan Penjualan

Cetak Laporan Jurnal Penjualan

Buku Petunjuk Logout

Login

Rancangan Sistem Informasi Penjualan Pada PT. Central Intan Propertindo (Dream Home Property) Tangerang

Input Data User

Form Jurnal

Gambar 2. Struktur Tampilan

4.4. Rancangan Layar

4.4.1. Rancangan Layar Menu Login Admin atau staff harus mengisi form login terlebih dahulu sebelu masuk ke halaman admin atau staff. Berikut tampilan halaman login, :

Gambar 3. Rancangan Layar Menu Login

Jika admin atau staff dalam mengisi Username id dan juga password maka akan muncul Login gagal!, Username dan Password tidak benar, ulangi lagi. Jika admin atau staff tetap tidak benar memasukkan username dan password maka ia tidak akan bisa masuk ke halaman admin atau staff.

(7)

4.4.2. Rancangan Layar Menu Data Staff

Admin atau bagian keuangan mengisi atau menginput data staff atau marketing pada inputan data staff.

Berikut tampilan menu data staff, :

Gambar 4. Rancangan Layar Menu Data Staff

Admin atau bagian keuangan menginput data staff atau marketing dengan teliti dan benar, jika data hasil inputan salah maka untuk staff atau marketing tidak akan terdata di instansi tersebut.

4.4.3. Rancangan Layar Menu Data Pelanggan

Gambar 5. Rancangan Layar Menu Data Pelanggan

Data pelanggan ini berisi data pelanggan yang valid dan benar.

Pengisian atau penginputan data pelanggan ini, ketika ada pelanggan baru. Yang bisa mengaksesnya yaitu bagian keuangan dan staff marketing.

4.4.4. Rancangan Layar Menu Data Properti

Gambar 6. Rancangan Layar Menu Data Properti

Data properti ini berisi data properi yang akan dijual ataupun disewa. Data properti ini berasal dari seorang penjual atau penyewa yang ingin menjual aset propertinya melalui jasa di PT. Central Intan Propertindo (Dream Home Property). Penginputan atau pengisian data properti ini bisa diakses oleh bagian keuangan dan staff marketing.

4.4.5. Rancangan Layar Menu Data User

Gambar 7. Rancngan Layar Menu Data User

Data user ini berisi data pengguna aplikasi atau sistem ini yang valid.

Data user ini berguna untuk membatasi pengaksesan setiap pengguna atau user pada saat menggunakan aplikasi atau sistem ini.

4.4.6. Rancangan Layar Menu Data Jabatan

Gambar 7. Rancangan Layar Menu Data Jabatan

(8)

Data jabatan ini berisi kode jabatan dan nama jabatan untuk setiap bagian yang ada. Kode jabatan dan nama jabatan ini untuk membedakan posisi dari setiap bagian yang ada.

Kode jabatan dan nama jabatan ini berlaku untuk setiap karyawan PT. Central Intan Propertindo (Dream Home Property) Tangerang.

4.4.7. Rancangan Layar Menu Data Akun

Gambar 8. Rancangan Layar Menu Data Akun

Data akun ini berisi kode akun, nama akun dan kelompok akun. Dimana data akun ini berguna untuk pembuatan jurnal pada setiap pembuatan laporan jurnal. Data akun ini hanya bisa diakses oleh bagian keuangan.

4.4.8. Rancangan Layar Menu Data Kelompok Akun

Gambar 9. Rancangan Layar Menu Data Kelompok Akun

Data kelompok akun ini berisi id kelompok akun dan nama kelompok akun. Dimana data kelompok akun ini berguna untuk pada saat pengisian atau penginputan data akun. Data akun ini hanya bisa diakses oleh bagian keuangan.

4.4.9. Rancangan Layar Menu Form Jurnal

Gambar 10. Rancangan Layar Menu Form Jurnal

Form jurnal ini laporan keuangan yang digunakan di PT. Central Intan Propertindo (Dream Home

Property) Tangerang. Form jurnal ini membantu bagian keuangan untuk memonitoring setiap uang yang masuk ke kas ataupun beban yang terjadi pada setiap transaksi yang ada.

4.4.10. Rancangan Layar Menu Form Penjualan

Gambar 11. Rancangan Layar Menu Form Penjualan

Form penjualan ini transaksi yang digunakan di PT. Central Intan Propertindo (Dream Home Property) Tangerang. Bagian keuangan atau staff marketing bisa mengakses form penjualan ini. Ketika setiap ada transaksi penjualan properti, wajib untuk bagian keuangan dan staff marketing mengisi atau menginput form penjualan ini, yaitu sebagai bukti tanda beli atau tanda jadi setiap transaksi penjualan tersebut.

(9)

4.5. Sequence Diagram

4.5.1. Sequence Diagram Login

: User Form Login Control Login User Halaman Utama

1: Isi username, password()

2: Username, password () 3: Data user ()

4: Validasi user () 5 : Username, password salah

6 : Pesan username, password salah 7: Menampilkan halaman utama () 8 : Menampilkan halaman utama 9 : Menampilkan halaman utama

10 : Menampilkan halaman utama

Gambar 15. Sequence Diagram Login

4.5.2. Sequence Diagram Form Data Staff

: Bagian Keuangan

Form Data Staff

Control Data Staff

Staff

Buka ()

Jabatan

Buka ()

get nip ()

Tambah ()

Tampilkan jabatan ()

get nip ()

Edit ()

Edit ()

Edit ()

Hapus ()

Hapus ()

Hapus () Tambah ()

Tampilkan jabatan () Simpan ()

Simpan ()

Simpan () Tampilkan staff () Tampilkan staff ()

get kd_jabatan ()

get kd_jabatan ()

Tampilkan staff ()

Tampilkan staff ()

Tampilkan staff ()

Gambar 16. Sequence Diagram Form Data Staff

4.5.3. Sequence Diagram Form Data Pelanggan

: Bagian Keuangan

Form Data Pelanggan

Control Data Pelanggan

Pelangan

Buka ()

Buka ()

get id_pelanggan () Tampilkan pelanggan ()

Tambah ()

get id_pelanggan ()

Edit ()

Edit ()

Edit () Tampilkan pelanggan ()

Hapus ()

Hapus ()

Hapus () Tampilkan pelanggan () Tampilkan pelanggan () Tambah ()

Tampilkan pelanggan () Simpan ()

Simpan ()

Simpan ()

Gambar 17. Sequence Diagram Form Data Pelanggan

4.5.4. Sequence Diagram Form Data Jabatan

: Bagian Keuangan

Form Data Jabatan

Control Data Jabatan

Jabatan

Buka ()

Buka ()

get kd_jabatan () Tampilkan jabatan ()

Tambah ()

get kd_jabatan ()

Edit ()

Edit ()

Edit () Tampilkan jabatan ()

Hapus ()

Hapus ()

Hapus () Tampilkan jabatan () Tampilkan jabatan () Tambah ()

Tampilkan jabatan ()

Simpan ()

Simpan ()

Simpan ()

Gambar 18. Sequence Diagram Form Data Jabatan

4.5.5. Sequence Diagram Form Data Properti

: Bagian Keuangan

Form Data Properti

Control Data Properti

Properti

Buka ()

Buka ()

Get id_properti () Tampilkan properti ()

Tambah ()

Get id_properti ()

Edit ()

Edit ()

Edit () Tampilkan properti ()

Hapus ()

Hapus ()

Hapus () Tampilkan properti () Tampilkan properti () Tambah ()

Tampilkan properti ()

Simpan ()

Simpan ()

Simpan ()

Gambar 19. Sequence Diagram Form Data Properti

(10)

4.5.6. Sequence Diagram Form Data User

: Bagian Keuangan

Form Data User

Control Data User

User

Buka ()

Buka ()

get username () Tampilkan user ()

Tambah ()

get username ()

Edit ()

Edit ()

Edit () Tampilkan user ()

Hapus ()

Hapus ()

Hapus () Tampilkan user () Tampilkan user () Tambah ()

Tampilkan user ()

Simpan ()

Simpan ()

Simpan ()

Gambar 20. Sequence Diagram Form Data User

4.5.7. Sequence Diagram Form Data Akun

: Bagian Keuangan

Form Data Akun

Control Data Akun

Akun

Buka ()

Buka ()

get id_akun () Tampilkan akun ()

Tambah ()

get id_akun ()

Edit ()

Edit ()

Edit () Tampilkan akun ()

Hapus ()

Hapus ()

Hapus () Tampilkan akun () Tampilkan akun () Tambah ()

Tampilkan akun ()

Simpan ()

Simpan ()

Simpan ()

Gambar 21. Sequence Diagram Form Data Akun

4.5.8. Sequence Diagram Form Data Kelompok Akun

: Bagian Keuangan

Form Data Kelompok Akun

Control Data

Kelompok Akun Kelompok Akun

Buka ()

Buka ()

get kel_akun_id () Tampilkan kelompok akun ()

Tambah ()

get kel_akun_id ()

Edit ()

Edit ()

Edit () Tampilkan kelompok akun ()

Hapus ()

Hapus ()

Hapus () Tampilkan kelompok akun () Tampilkan kelompok akun () Tambah ()

Tampilkan kelompok akun ()

Simpan ()

Simpan ()

Simpan ()

Gambar 22. Sequence Diagram Form Data Kelompok Akun

4.5.9. Sequence Diagram Form Penjualan

: Bagian

Keuangan Form_Penjualan Control Form Penjualan

Form Penjualan

Properti

Buka () Buka ()

Edit () Edit ()

Edit ()

Hapus () Hapus ()

Hapus () Simpan ()

Simpan () Simpan ()

Staff Pelanggan

Tambah () Tambah ()

Cetak () Cetak ()

Cetak () get no_form () Tampilkan form_penjualan ()

get id_properti () Tampilkan properti ()

get nip () Tampilkan staff ()

get id_pelanggan () Tampilkan pelanggan ()

get no_form () Tampilkan form_penjualan ()

get id_properti Tampilan properti ()

get nip () Tampilkan staff ()

get id_pelanggan () Tampilkan pelanggan ()

Tampilkan form_penjualan ()

Tampilkan form_penjualan ()

Tampilkan form_penjualan ()

Menampilkan lembar form_penjualan ()

Gambar 23. Sequence Diagram Form Penjualan

(11)

4.5.10. Sequence Diagram Cetak Laporan Data Staff

: Bagian Keuangan

Form Laporan Control Laporan

Laporan Data Staff

Buka ()

Buka ()

Cetak () Cetak ()

get laporan data staff ()

Menampilkan laporan data staff ()

Cetak laporan data staff ()

Menampilkan lembar laporan data staff ()

Gambar 24. Sequence Diagram Cetak Laporan Data Staff

4.5.11. Sequence Diagram Cetak Laporan Penjualan

: Bagian Keuangan

Form Laporan Control Laporan

Laporan Penjualan

Buka ()

Buka ()

Cetak () Cetak ()

get laporan penjualan ()

Menampilkan laporan penjualan()

Cetak laporan penjualan ()

Menampilkan lembar laporan penjualan ()

Gambar 25. Sequence Diagram Cetak Laporan Penjualan

4.5.12. Sequence Diagram Cetak Jurnal Penjualan

: Bagian Keuangan

Form Laporan Control Laporan Laporan Jurnal Penjualan

Buka ()

Buka ()

Cetak () Cetak ()

get laporan jurnal penjualan ()

Menampilkan laporan jurnal penjualan()

Cetak laporan jurnal penjualan ()

Menampilkan lembar laporan jurnal penjualan ()

Gambar 26. Sequence Diagram Cetak Jurnal Penjualan

5. KESIMPULAN

Kesimpulan pada penelitian ini yaitu :

a. Program yang sudah dibuat ini dapat mempersingkat waktu pada saat pimpinan membutuhkan laporan dengan cepat dan akurat serta untuk mempermudah pimpinan dalam pengambilan keputusan.

b. Dengan adanya program yang sudah dibuat, maka dalam pembuatan laporan keseluruhan dapat lebih cepat dan efektif.

6. DAFTAR PUSTAKA

[1]. Abdullah, Thamrin dan Francis Tantri.

2016.

Manajemen Pemasaran. Depok: Raja Grafindo Persada.

[2]. Angraeni, Elisabet Yunaeti dan Rita Irvani.

2017. Pengantar Sistem Informasi.

Yogyakarta: Cv. Andi Offset.

[3]. Ahmad, Lukman dan Munawir. 2018.

Sistem Informasi Manajemen : Buku Referensi. Banda Aceh: Lembaga KITA.

[4]. Baridwan, Zaki. 2015. Sistem Informasi Akuntansi. Cetakan Kesembilan.

Yogyakarta: BPFE-Yogyakarta.

[5]. EMS, Tim. 2016. PHP 5 dari Nol. Jakarta:

PT. Alex Media Komputindo.

[6]. Kurniawan, Taufan Adi. 2020. Sistem Informsi Akuntansi Dengan Pendekatan Simulasi. Yogyakarta: Deepublish.

[7]. Lestari, Kurnia Cahya dan Arni Muarifah Amri. 2020. Sistem Informasi Akuntansi (Beserta Contoh penerapan Aplikasi SIA

Sederhana dalam UMKM). Yogyakarta:

Deepublish.

[8]. Marina, Anna. et al. 2017. Sistem Informasi Akuntansi Teori dan Praktikal. Surabaya:

UM Surabaya.

[9]. Mulyadi. 2016. Sistem Akuntansi Edisi Empat. Jakarta: Salemba Empat.

(12)

[10]. Muslihudin, Muhamad dan Oktafianto.

2016. Analisis dan Perancangan Sistem Informasi Menggunakan Model Terstruktur dan UML. Yogyakarta: Cv. Andi Offset.

[11]. Pane, Syafrial Fachrie. et al. 2020.

Membuat Aplikasi Pengolahan Data Administrasi Barang Menggunakan Aplikasi Apex Online. Bandung: Kreatif Industri Nusantara.

[12]. Pratama, Rizaluardi Achmad. 2020.

Membangun Aplikasi Peminjaman Ruangan Menggunakan Oracle Apex Online.

Bandung: Kreatif Industri Nusantara.

[13]. Rosyadi, Imron. 2017. Jaminan Kebendaan Berdasarkan Akad Syariah (Aspek

Perikatan, Prosedur Pembebanan dan Eksekusi). Depok: Kencana.

[14]. Rukun, Kasman. 2018. Sistem Informasi Berbasis Expert System. Yogyakarta:

Deepublish.

[15]. Susanto, Azhar. 2017. Sistem Informasi Akuntansi : Pemahaman Konsep Secara Terpadu. Bandung: Lingga Jaya.

[16]. Widodo, Agus Wahyu dan Diva

Kurnianingtyas. 2017. Sistem Basis Data.

Malang: UB Press.

Gambar

Tabel 4. Data User
Tabel 7. Kelompok Akun
Gambar 6. Rancangan Layar Menu Data Properti
Gambar 8. Rancangan Layar Menu Data Akun

Referensi

Dokumen terkait

1) Prosedur order penjualan, fungsi penjualan menerima order dari pembeli dan menambah informasi penting pada surat order dari pembelian. Fungsi penjualan kemudian membuat surat

pembayaran harga barang dari pembeli dan memberikan tanda pembayaran (berupa pita register kas dan cap “Lunas” pada faktur penjualan tunai) kepada pembeli

Dalam sistem penjualan tunai, fungsi ini bertanggung jawab untuk membuat faktur penjualan tunai yang memungkinkan fungsi penerimaan kas menerima kas dari customer dan yang

Prosedur Penerimaan Kas: Penerimaan kas dilakukan oleh bagian kassa bersamaan setelah menerima faktur penjualan tunai dari bagian order penjualan tunai dari pembeli

1) Penerimaan Order dari pembeli diotorisasi oleh fungsi penjualan dengan menggunakan formulir faktur penjualan tunai. Transaksi penjualan tunai dimulai dengan diterbitkannya

a) Penerimaan order dari pembeli diotorisasi oleh fungsi penjualan dengan menggunakan formulir faktur penjualan tunai. b) Penerimaan kas diotorisasi oleh

Dalam kegiatan penjualan ada beberapa fungsi yang terlibat yaitu: ungsi pemasaran,Fungsi pemasaran bertanggungjawab dan bertugas menerima order dari pembeli, mengundang calon

Prosedur Penerimaan Kas Dalam prosedur ini, fungsi kas menerima pembayaran harga barang dari pembeli dan memberikan tanda pembayaran berupa pita register kas dan cap “Lunas” pada