• Tidak ada hasil yang ditemukan

KARAKTERISTIK PENDERITA DEMENSIA VASKULAR DENGAN RIWAYAT STROKE DI RUMAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "KARAKTERISTIK PENDERITA DEMENSIA VASKULAR DENGAN RIWAYAT STROKE DI RUMAH"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1

Afifah Kusuma Hanifah, 2022

KARAKTERISTIK PENDERITA DEMENSIA VASKULAR DENGAN RIWAYAT STROKE DI RUMAH SAKIT PUSAT OTAK NASIONAL Prof.Dr.dr. MAHAR MARDJONO JAKARTA PADA PERIODE

TAHUN 2020

UPN Veteran Jakarta, Fakultas Kedokteran, SI Kedokteran [www.upnvj.ac.id - www.library.upnvj.ac.id - www.repository.upnvj.ac.id]

BAB I

PENDAHULUAN

I.1 Latar Belakang Masalah

Demensia adalah suatu sindrom gangguan fungsional yang berkaitan dengan penyakit neurodegerenatif. Gambaran yang akan terlihat pada pasien yang mengalami penyakit ini adalah penurunan daya ingat sehingga akan mempengaruhi kualitas hidup. Gejala ini muncul secara perlahan-lahan dan bertambah berat seperti visuospasial, fungsi eksekutif, memori, atensi, dan bahasa dapat terganggu.

Keterlambatan dalam diagnosis dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya anggapan oleh anggota keluarga dan masyarakat bahwa kehilangan daya ingat pada usia lanjut adalah proses penuaan yang normal (WHO, 2021).

Di Indonesia angka kejadian demensia meningkat secara signifikan.

Meskipun belum ada data valid yang menjelaskan mengenai prevalensi demensia, dari data penelitian diketahui bahwa terdapat hubungan eksponensial antara penyakit demensia dan usia tua. Berdasarkan penelitian, tingkat risiko terjadinya demensia akan berlipat ganda pada setiap 6,3 tahun bertambahnya usia, dari 4 per 1.000 orang terjadi pada usia 60-64 tahun dan 105 per 1.000 orang diatas 90 tahun (Prince et al., 2015). Namun, angka tersebut belum dapat mempresentasikan prevalensi demensia di Indoneisa. Pada Desember 2015, terdapat studi pertama di Daerah Istimewa Yogyakarta (Indonesia) yang menyatakan prevalensi demensia lebih tinggi 20,1 % dibandingkan dengan negara lain (Suriastini et al., 2020). Secara global, angka harapan hidup terus meningkat dipengaruhi oleh peningkatan pelayanan kesehatan dan peningkatan kualitas hidup secara tidak langsung menyebabkan peningkatan populasi lanjut usia. Hal ini berhubungan erat antara demensia dengan epidemiologi usia lanjut (WHO, 2018).

Demensia dapat disebabkan oleh penyakit stroke. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stroke dapat memicu berbagai hal patologi termasuk yang dikaitkan dengan subkortikal demensia vaskular, demensia multi-infark, dan infark demensia. Setiap pasien dengan riwayat stroke akan berisiko mengalami demensia 3-5 kali lebih besar dibandingkan dengan pasien tanpa riwayat stroke sebelumnya.

Risiko demensia meningkat 6 kali lipat dalam lima tahun setelah kejadian stroke.

(2)

Afifah Kusuma Hanifah, 2022

KARAKTERISTIK PENDERITA DEMENSIA VASKULAR DENGAN RIWAYAT STROKE DI RUMAH SAKIT PUSAT OTAK NASIONAL Prof.Dr.dr. MAHAR MARDJONO JAKARTA PADA PERIODE

TAHUN 2020

UPN Veteran Jakarta, Fakultas Kedokteran, SI Kedokteran [www.upnvj.ac.id - www.library.upnvj.ac.id - www.repository.upnvj.ac.id]

Hasil Penelitian Huang et al., (2015) menunjukkan bahwa risiko demensia meningkat sejak lima tahun sebelumnya dan berlanjut lebih dari 11 tahun setelah kejadian stroke, dengan risiko tertinggi terjadi dalam satu tahun setelah kejadian stroke. Demensia yang terjadi paska serangan stroke diklasifikasikan ke dalam demensia vaskular (DVa). Kejadian DVa setelah 6 bulan serangan stroke sebanyak 20% dan gejala meningkat seiring dengan besar lesi yang dihasilkan paska stroke (Lastri, 2017).

Demensia vaskular berhubungan erat dengan berbagai mekanisme vaskular dan perubahan-perubahan dalam otak. Lesi vaskular pada parenkim otak terjadi melalui iskemik, hemoragik atau gabungan dari kedua faktor tersebut. Lesi di lobus temporal dapat mengakibatkan defisit memori, lesi di lobus parietal dapat mengakibatkan gangguan orientasi spasial, apraksia, agnosia serta gangguan fungsi luhur lain. Gangguan depresi dapat terjadi jika lesi lebih mendekati lobus frontal kiri. Hasil Penelitian Krishnan (2018) lesi di otak bagian subkorteks yang menimbulkan gejala demensia yang semakin memberat yaitu pada basal ganglia, white matter, lobus frontal.

Stroke adalah kerusakan pada otak yang muncul mendadak, progresif, dan cepat akibat gangguan peredaran darah otak non traumatik. Secara garis besar stroke terbagi menjadi dua yaitu stroke iskemik yang disebabkan kurangnya suplai darah ke suatu area di jaringan otak karena adanya sumbatan pada pembuluh darah arteri otak sedangkan stroke hemoragik yang disebabkan oleh perdarahan cerebral atau perdarahan subarachnoid yeng disebabkan pecahnya pembuluh darah otak.

Stroke termasuk penyebab kematian ketiga di dunia setelah penyakit jantung koroner dan kanker baik di negara maju maupun negara berkembang. Berdasarkan data Riskesdas 2018 bahwa jumlah penduduk yang mengalami stroke sekitar 713.783 orang.

Stroke merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat setiap tahunnya. Secara global, 15 juta orang terserang stroke setiap tahunnya, satu pertiga meninggal dan sisanya mengalami kecacatan permanen (Stroke Forum, 2015). Setiap pasien yang memiliki riwayat serangan stroke bisa pulih kembali atau berisiko mengalami gangguan fungsional dari ringan hingga berat. Hal ini yang

(3)

Afifah Kusuma Hanifah, 2022

KARAKTERISTIK PENDERITA DEMENSIA VASKULAR DENGAN RIWAYAT STROKE DI RUMAH SAKIT PUSAT OTAK NASIONAL Prof.Dr.dr. MAHAR MARDJONO JAKARTA PADA PERIODE

TAHUN 2020

UPN Veteran Jakarta, Fakultas Kedokteran, SI Kedokteran [www.upnvj.ac.id - www.library.upnvj.ac.id - www.repository.upnvj.ac.id]

membuat diperlukannya penanganan dalam suatu sistem perawatan intensif (Unit Stroke) di rumah sakit.

Sebuah penelitian oleh Tini, R et al., (2018) menemukan pasien paska stroke iskemik paling banyak mengalami gangguan kognitif demensia yang berjumlah 8 orang (66,7%) dan paling sedikit mengalami gangguan kognitif demensia yaitu stroke hemoragik yang berjumlah 4 orang (33,3%). Hal ini sejalan dengan penelitian lain yang dilakukan pada tahun 2016 menyatakan bahwa stroke iskemik paling banyak menyebabkan demensia dari 35 sampel stroke iskemik dijumpai 32 orang mengalami demensia paska stroke iskemik. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa stroke iskemik lebih banyak menyebabkan demensia dikaitkan dengan bertambahnya usia yang menyebabkan elastisitas pembuluh darah menjadi kaku dan mempercepat terbentuknya aterosklerosis yang pada akhirnya mengganggu suplai darah ke jaringan sehingga ukuran lesi pada parenkim otak semakin bertambah (A. P. Mustikawati, 2016).

Namun, terdapat beberapa penelitian yang menyatakan bahwa prevalensi terjadinya demensia vaskular lebih banyak diderita oleh pasien paska stroke hemoragik dibandingkan dengan pasien paska stroke iskemik. Hal ini sesuai dengan hasil penelitian sebelumnya yang menyatakan bahwa 35 sampel pasien paska stroke hemoragik, didapatkan 29 pasien (41,23 %) dengan gangguan demensia dan 6 pasien (8,57 %) yang tidak mengalami demensia sedangkan dari 33 sampel pasien paska stroke iskemik didapatkan 10 pasien (14,29 %) dengan gangguan demensia dan 25 pasien (35,71 %) yang tidak mengalami demensia. Perbedaan ini dikarenakan perbedaan waktu penelitian dan tempat penelitian. Selain itu, hasil penelitian tersebut tidak turut memperhitungkan variabel luar lainnya yang mungkin mempengaruhi hasil penelitian berupa penyakit komorbid lainnya (Riyanto R et al., 2017).

Faktor risiko yang memengaruhi kejadian stroke terbagi menjadi dua yaitu faktor risiko yang dapat diubah dan faktor risiko yang tidak dapat diubah. Dalam faktor risiko yang tidak dapat diubah berupa faktor keturunan (genetik), ras, umur, dan jenis kelamin. Sedangkan faktor risiko yang dapat diubah yaitu hipertensi, diabetes mellitus, hiperkolesterolemia, stress, merokok, obesitas, aktifitas fisik yang rendah, minum kopi, dan konsumsi alkohol. Namun dari banyaknya faktor

(4)

Afifah Kusuma Hanifah, 2022

KARAKTERISTIK PENDERITA DEMENSIA VASKULAR DENGAN RIWAYAT STROKE DI RUMAH SAKIT PUSAT OTAK NASIONAL Prof.Dr.dr. MAHAR MARDJONO JAKARTA PADA PERIODE

TAHUN 2020

UPN Veteran Jakarta, Fakultas Kedokteran, SI Kedokteran [www.upnvj.ac.id - www.library.upnvj.ac.id - www.repository.upnvj.ac.id]

yang memengaruhi kejadian stroke hanya hipertensi yang secara signifikan memengaruhi kejadian stroke sedangkan kadar lipid dan kebiasaan merokok tidak secara signifikan berhubungan dengan kejadian stroke. Hipertensi merupakan faktor pencetus utama terjadinya kejadian stroke, baik stroke hemoragik maupun iskemik. Pembentukan plak aterosklerosis yang dipicu oleh hipertensi dapat bermanifestasi menjadi stroke (Puspitasari, 2020).

Di Indonesia usia pasien stroke umumnya berkisar pada usia 45 tahun keatas.

Gaya hidup yang modern dan serba instan seperti sekarang ini berpeluang besar bagi seseorang untuk terserang stroke di usia muda, baik laki-laki maupun perempuan usia produktif. Hal ini sejalan dengan temuan pada hasil penelitian yang menunjukkan prevalensi stroke terjadi paling tinggi pada umur 55-64 tahun (33,3%) dan prevalensi stroke pada laki-laki dan perempuran hampir sama (50,1% dan 49,9%) (Riskesdas, 2018).

Berdasarkan latar belakang permasalahan tersebut, maka penulis bermaksud melakukan pengamatan lebih lanjut mengenai karakteristik penderita demensia vaskular dengan riwayat stroke di Rumah Sakit Pusat Otak Nasional (RS PON) Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta yang merupakan rumah sakit khusus stroke yang dimiliki Kementerian Kesehatan dan juga termasuk rumah sakit kelas A.

Selain itu, rumah sakit tersebut termasuk ke dalam rujukan utama stroke dan perawatan pasien bersifat holistik mulai dari preventif hingga rehabilitasi.

I.2 Perumusan Masalah

Dengan adanya uraian tersebut, maka peneliti ingin mengetahui tentang bagaimana karakteristik penderita demensia vaskular dengan riwayat stroke di RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta Pada Periode Tahun 2020.

I.3 Tujuan Penelitian I.3.1 Tujuan Umum

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang karakteristik penderita demensia vaskular dengan riwayat stroke di RS PON Prof. Dr. dr.

Mahar Mardjono Jakarta Pada Periode Tahun 2020 sehingga dapat

(5)

Afifah Kusuma Hanifah, 2022

KARAKTERISTIK PENDERITA DEMENSIA VASKULAR DENGAN RIWAYAT STROKE DI RUMAH SAKIT PUSAT OTAK NASIONAL Prof.Dr.dr. MAHAR MARDJONO JAKARTA PADA PERIODE

TAHUN 2020

UPN Veteran Jakarta, Fakultas Kedokteran, SI Kedokteran [www.upnvj.ac.id - www.library.upnvj.ac.id - www.repository.upnvj.ac.id]

menurunkan angka morbilitas dan mortalitas demensia vaskular yang dialami paska stroke.

I.3.2 Tujuan Khusus

a. Mengetahui angka kejadian penderita demensia vaskular pada pasien dengan riwayat stroke berdasarkan tingkat usia di RS PON Prof. Dr. dr.

Mahar Mardjono Jakarta pada periode tahun 2020.

b. Mengetahui angka kejadian penderita demensia vaskular pada pasen dengan riwayat stroke berdasarkan jenis kelamin di RS PON Prof. Dr. dr.

Mahar Mardjono Jakarta pada periode tahun 2020.

c. Mengetahui angka kejadian penderita demensia vaskular pada pasien dengan riwayat stroke berdasarkan lokasi lesi stroke di RS PON Prof. Dr.

dr. Mahar Mardjono Jakarta pada periode tahun 2020.

d. Mengetahui angka kejadian penderita demensia vaskular pada pasien dengan riwayat stroke berdasarkan jenis stroke di RS PON Prof. Dr. dr.

Mahar Mardjono Jakartapada periode tahun 2020.

e. Mengetahui angka kejadian penderita demensia vaskular pada pasien dengan riwayat stroke berdasarkan hipertensi di RS PON Prof. Dr. dr.

Mahar Mardjono Jakarta pada periode tahun 2020.

I.4 Manfaat Penelitian I.4.1 Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan mampu memberikan informasi mengenai karakteristik penderita demensia vaskular dengan riwayat stroke di RS PON Prof. Dr.dr. Mahar Mardjono Jakarta Pada Periode Tahun 2020.

I.4.2 Manfaat Praktisi

a. RS PON Prof. Dr. dr. Mahar Mardjono Jakarta

Untuk memberikan informasi bagi pihak rumah sakit terkait karakteristik pasien demensia vaskular pada pasien dengan riwayat stroke pada periode tahun 2020.

(6)

Afifah Kusuma Hanifah, 2022

KARAKTERISTIK PENDERITA DEMENSIA VASKULAR DENGAN RIWAYAT STROKE DI RUMAH SAKIT PUSAT OTAK NASIONAL Prof.Dr.dr. MAHAR MARDJONO JAKARTA PADA PERIODE

TAHUN 2020

UPN Veteran Jakarta, Fakultas Kedokteran, SI Kedokteran [www.upnvj.ac.id - www.library.upnvj.ac.id - www.repository.upnvj.ac.id]

b. Institusi Pendidikan

Untuk meningkatkan wawasan institusi dalam bentuk pengembangan ilmu pengetahuan sehingga kedepannya akan lebih banyak lagi penelitian lanjutan yang dapat dilaksanakan serta memberikan tinjauan literatur yang baik dan relevan.

c. Tenaga Kesehatan

Sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam intervensi pencegahan pada pasien stroke untuk menurunkan angka kejadian demensia vaskular dan mempertahankan atau memperbaiki status kesehatan serta kualitas hidup pada pasien paska stroke.

d. Peneliti

Sebagai aplikasi menambah pengetahuan dan pengalaman mengenai karakteristik pasien demensia vaskular pada pasien dengan riwayat stroke.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa hubungan antara faktor demografi tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan depresi pada penderita

senantiasa melimpah sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “ Karakteristik Penderita Hipertensi dengan Stroke yang Dirawat Inap di Rumah Sakit

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik penderita stroke rawat inap di RSUD Sidikalang tahun 2013-2015, dilakukan penelitian deskriptif dengan

Karakteristik Penderita Stroke Usia Non Produktif Yang Dirawat Di Rumah Sakit Umum Pusat Haji Adam Malik Medan Tahun 201.. Skripsi, Universitas

distribusi proporsi penderita hipertensi tertinggi adalah pada umur ≥59 tahun.. Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan,

Untuk mengetahui karakteristik penderita hipertensi dengan stroke yang dirawat inap di Rumah Sakit Umum Kabanjahe tahun 2011-2015, dilakukan dengan penelitian

penelitian yang berjudul FAKTOR RISIKO HIPERTENSI, DISLIPIDEMIA, MEROKOK, ASAM URAT, OBESITAS, DIABETES MELITUS, DAN RIWAYAT STROKE DALAM KELUARGA PADA PENDERITA STROKE. dan

Berdasarkan uraian latar belakang masalah di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana karakteristik penderita SLE yang dirawat inap di RSUP H.. Adam