• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Pendekatan dan Jenis Penelitian

Pendekatan yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif didukung dengan data kuantitatif.Jenis penelitian yang digunakan penulis adalah penelitian deskriptif kuantiatif.Penelitian deskriptif bertujuan untuk menganalisa informasi tentang densitas (kerapatan), frekuensi, dominansi, serta indeks keanekaragaman vegetasi strata berhabitus semak, perdu, dan pohon di Wisata Alam Hutan Lindung Sesaot Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat.

3.2 Lokasi dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Wisata Alam Hutan Lindung Sesaot, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat difokuskan pada 2 lokasi yaitu DepanKantor Resort Sesaot (8o32’21”S 116 o14’41”T) dan Wisata Aik Nyet (8o31’55” S 116

o14’23” T) tepatnya pada bulan Juli sampai dengan Agustustahun 2020 serta identifikasi dilakukan bersama pengelola pihak Hutan Lindung Sesaot dengan bantuan buku pedoman identifikasi tumbuhan yaitu Flora Malesiana Vol. 10, part 4 (1989), Flora Malesiana Vol. 9, part 2 (1982), Plant Biology (1998), Taksonomi Tunbuhan (20015), Taksonomi Tumbuhan Obat-Obatan (2010), Morfologi Tumbuhan (2013), dan Panduan Lapangan Identifikasi Jenis Pohon Hutan (2014).Pemilihan 2 lokasi penelitian tersebut berdasarkan perbedaan vegetasi yang ada pada DepanKantor Resort Sesaot heterogen, sedangkan pada Wisata Aik Nyet homogen (Kepala Resort Sesaot, 2020).

(2)

Gambar 3.1.Lokasi Penelitian Hutan Lindung Sesaot 3.3 Populasi, Teknik Sampling, dan Sampel

3.3.1 Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan vegetasi strata berhabitus semak, perdu, dan pohon di Wisata Alam Hutan Lindung Sesaot Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat.

3.3.2 Teknik Sampling

Teknik sampling yang digunakan adalah Simple Random Sampling, yaitu dengan menentukan 4 plot secara acak sehingga setiap populasi vegetasi strata berhabitus semak, perdu, dan pohon di Hutan Lindung Sesaot mendapatkan peluang untuk menjadi sampel penelitian.

Sampel vegetasi diambil menggunakan metode kombinasi antara metode transek dan petak ganda yaitu metode transek terdiri dari empat plot yang disusun berbentuk zigzag petak ganda dengan ukuran 20 x 20 m untuk pohon, 10 x 10 m untuk perdu, dan 2 x 2 m untuk semak (Hotden, 2014; Prabaningrum, 2018).

(3)

3.3.3 Sampel

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah vegetasi strata berhabitus semak, perdu, dan pohon yang terdapatdidalam petak.

3.4 Variabel Penelitian 3.4.1 Jenis Variabel

Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah suhu udara dan tanah, pH tanah, kelembaban udara dan tanah, serta struktur dan komposisi vegetasi berhabitus semak, perdu, dan pohon di Hutan Lindung Sesaot.

3.4.2 Definisi Operasional Variabel

Definisi operasional dimaksudkan untuk menghindari perbedaan penafsiran yang berkaitan dengan istilah-istilah dalam judul skripsi ini, maka definisi operasional variabel yang perlu dijelaskan, yaitu:

1. Struktur vegetasi merupakan suatu organisasi spesies yang ada di setiap plot yang diukur dari ukuran tinggi vegetasi bersangkutan, kemudian dilihat berdasarkan bentuk pertumbuhannya vegetasi terbagi menjadi pohon, perdu, dan semak, serta dilihat dari bentuk dan ukuran daun.

2. Komposisi vegetasi merupakan daftar floristik dari variasi jenis flora yang menyusun suatu komunitas diukur dari jumlah spesies yang ditemukan pada plot yang telah dibuat.

3. Kerapatan relatif adalah persentase kerapatan berdasarkan jumlah individu jenis yang bersangkutan pada vegetasi di kawasan Hutan Lindung Sesaot tersebut.

4. Dominasi relatif adalah persentase berdasarkan gambaran dari tumbuhan yang dominan pada vegetasi di kawasan Hutan Lindung Sesaot tersebut.

5. Frekuensi relatif adalah persentase jumlah petak contoh yang berisi suatu jenis tumbuhan tertentu dari seluruh petak contoh yang dibuat.

6. Indeks nilai penting adalah penjumlahan dari kerapatan relatif, dominasi relatif, dan frekuensi relatif.

7. Indeks keanekaragaman adalah indeks yang dapat menyatakan bagaimana struktur komunitas dan kestabilan ekosistem di kawasan Hutan Lindung Sesaot tersebut.

3.5 Prosedur Penelitian

Penelitian ini dilakukan dalam tiga bagian utama yaitu pemantapan desain penelitian dan metode, persiapan kerja lapang, pengambilan data, dan analisis data.

(4)

3.5.1 Alat dan Bahan

Adapun alat-alat yang akandigunakan dalam penelitian ini disajikan pada Tabel 3.1.

Tabel 3.1. Alat-Alat Penelitian

No Alat Fungsi Jumlah

1 Alat tulis Untuk mencatat hasil penelitian 1 set

2 Gunting Untuk menggunting 3 buah

3 Kamera Untuk dokumentasi hasil penelitian 2 buah

4 Meteran Untuk mengukur panjang tali rafia yang akan digunakan untuk membuat plot penelitian

2 buah

5 Parang Pasak kayu Untuk membuat pasak 3buah

6 Pasak kayu Untuk membuat plot penelitian 25 buah

7 Thermometer hygrometer digital

Untuk mengukur suhu dan kelembaban udara 1 buah 8 Soil tester Untuk mengukur suhu tanah, dan kelembaban

tanah

1 buah

Adapun bahan-bahan yang digunakan dalam penelitian ini disajikan pada Tabel 3.2.

Tabel 3.2.Bahan-Bahan Penelitian

No Alat Fungsi Jumlah

1 Kantong plastik besar

Untuk menyimpan alat dan bahan yang digunakan penelitian

6 buah 2 Tali rafia ukuran

besar

Untuk membuat plot penelitian 6 buah

3.5.2 Langkah-Langkah Kegiatan Penelitian a) Persiapan Penelitian

Adapun persiapan yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu:

1. Melakukan observasi di Wisata Alam Hutan Lindung Sesaot Kabupaten Lombok Barat Nusa Tenggara Barat.

2. Mengajukan judul penelitian kepada dosen pembimbing.

3. Melakukan bimbingan proposal penelitian dengan dosen pembimbing.

4. Menyelesaikan proposal penelitian.

5. Melaksanakan seminar proposal penelitian.

6. Membuat surat perizinan penelitian.

b) Pelaksanaan Penelitian

Beberapa langkah pelaksanaan penelitian yang akan dilakukan, sebagai berikut:

1. Metode yang digunakan adalah metode kombinasi antara metode transek dan petak ganda yaitu metode transek terdiri dari empat plot yang disusun berbentuk zigzag petak ganda dengan ukuran 20 x 20 m untuk pohon, 10 x 10 m untuk perdu, dan 2 x 2 m untuk

(5)

A

B

C

D

semak (Hotden, 2014; Prabaningrum, 2018). Contoh petak yang akan dibuat sebagai berikut:

Gambar 3.3. Petak penelitian

(Sumber: Hotden, 2014) Keterangan gambar:

A = Plot pertama; B = Plot kedua

C = Plot ketiga; D = Plot keempat

2. Mengisi data lapangan pada lembar pengamatan sampel vegetasi (Lampiran 1).

a. Mengelompokkan dan menghitung jumlah jenis vegetasi dengan strata berhabitus semak, perdu, dan pohon pada masing-masing petak.

b. Mengukur faktor abiotik yaitu suhu dan kelembaban udara, serta suhu dan kelembaban tanah pada lembar pengamatan faktor abiotik (Lampiran 2).

c. Mengolah, menghitung, serta menganalisis data lapang.

d. Mengidentifikasi struktur dan komposisi vegetasi dengan strata berhabitus semak, perdu, dan pohon di Wisata Alam Hutan Lindung Sesaot bersama ahli yaitu pihak Resort Sesaot.

3. Mendokumentasi vegetasi yang dijadikan sampel.

3.6 Metode Pengumpulan Data 3.6.1 Identifikasi Sampel

Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah pengamatan langsung untuk mendapatkan data keanekaragaman vegetasi di Hutan Lindung Sesaot, serta hasil pengukuran faktor abiotik yang diperoleh dengan cara menyiapkan instrumen lembar pengamatan (Lampiran 2).Pengamatan yang dilakukan untuk pengambilan data dalam penelitian memerlukan waktu selama ±3hari. Waktu pemasangan plot penelitian dimulai pukul 08.00 pada

20mx20m

20mx20m

20mx20m

20mx20m

10mx10m

2mx2m 2mx2m

10mx10m

10mx10m

2mx2m

10mx10m

2mx2m

20m

20m

20m

(6)

hari Senin tanggal 20 Juli 2020, sekaligus identifikasi dilakukan secara langsung bersama ahli yaitu pengelola pihak Hutan Lindung Sesaot dengan bantuan buku pedoman identifikasi tumbuhan, serta mendokumentasi sampel penelitian. Pengukuran suhu dan kelembaban udara, serta suhu dan kelembaban tanah dilakukan 3 kali yaitu pada siang hari langsung di lokasi penelitian.

3.6.2 Instrumen Penelitian

Pengumpulan data pada penelitian ini dilakukan dengan pengamatan secara langsung menggunakan lembar pengamatan sampel vegetasi (Lampiran 1) dan lembar pengamatan faktor abiotik (Lampiran 2).

3.7 Teknik Analisis Data 3.7.1 Deskripsi Data

Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan statistika deskriptif dalam bentuk tabel ringkasan.Hal tersebut dilakukan untuk mempermudah menyajikan data jenis-jenis tumbuhan yang telah ditemukan.Analisis untuk data kualitatif yaitu dengan disajikan dalam bentuk deskripsi induktif, sedangkan data kuantitatif yang digunakan adalah prosentase dalam bentuk tabulasi.Data kuantitatif (data-data yang dapat dikategorikan dalam bentuk angka- angka) menggunakan deskriptif kuantitatif berupa data yang ditampilkan dalam bentuk tabel.

3.7.2 Rumus Perhitungan a. Kerapatan (diversity)

Kerapatan (diversity) merupakan jumlah individu yang ada pada satu petak dihitung dalam n/ha (n=jumlah individu suatu spesies) (Mariyanti, 2015). Kerapatan populasi suatu rumusnya sebagai berikut:

Kerapatan (K) = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑖𝑛𝑑𝑖𝑣𝑖𝑑𝑢 𝑠𝑢𝑎𝑡u 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 Lu𝑎𝑠 𝑝𝑒𝑡𝑎𝑘 𝑐𝑜𝑛𝑡𝑜ℎ

Kerapatan relatif (KR) = K𝑒𝑟𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑠𝑢𝑎𝑡𝑢 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠

𝐾𝑒𝑟𝑎𝑝𝑎𝑡𝑎𝑛 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 x 100%

b. Frekuensi

Nilai frekuensi suatu spesies merupakan jumlah petak tempat spesies tumbuhan tersebut dijumpai dengan jumlah seluruh petak.Jika nilai frekuensi tinggi maka penyebarannya luas jika rendah maka terbatas. Rumus frekuensi menurut Mariyanti (2015) sebagai berikut:

(7)

Frekuensi (F) = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑝𝑒𝑡𝑎𝑘 𝑠𝑢𝑎𝑡u 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑝𝑒𝑡𝑎𝑘

Frekuensi relatif (FR) = Frekuensi 𝑠𝑢𝑎𝑡𝑢 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠

𝐹𝑟𝑒𝑘𝑢𝑒𝑛𝑠𝑖 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 x 100%

c. Dominansi

Rumus dominansi menurut Mariyanti (2015) sebagai berikut:

Dominansi (D) = 𝑗𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑙𝑢𝑎𝑠 𝑏𝑖𝑑𝑎𝑛𝑔 𝑠𝑢𝑎𝑡u 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 𝐿𝑢𝑎𝑠 𝑝𝑒𝑡𝑎𝑘 𝑐𝑜𝑛𝑡𝑜ℎ

Dominansi relatif (DR) = Dominansi 𝑠𝑢𝑎𝑡𝑢 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠

𝐷𝑜𝑚𝑖𝑛𝑎𝑛𝑠𝑖 𝑠𝑒𝑙𝑢𝑟𝑢ℎ 𝑗𝑒𝑛𝑖𝑠 x 100%

d. Indeks Nilai Penting (INP)

Indeks Nilai Penting adalah hasil penjumlahan dari kerapatan relatif, kerimbunan relatif, dan frekuensi relatif.Rumus ondeks nilai penting menurut Mariyanti (2015) sebagai berikut:

Indeks nilai penting (INP) = KR + FR + DR e. Keanekaragaman Jenis

Untuk mengetahui tingkat keanekaragaman jenis diantara plot dihitung berdasakan indeks Shannon (H’) menurut Shannon dan Weaver (1949), sebagai berikut:

𝐻 = − ∑ 𝑝𝑖 ln 𝑝𝑖 Keterangan:

H’ = Indeks keanekaragaman Shannon

Pi = Perbandingan antara nilai penting suatu jenis dengan Jumlah nilai penting seluruh jenis (ni/N).

Nilai indeks keanekaragaman jenis dapat diklasifikasikan dalam beberapa tingkatan, yaitu:

1) Rendah jika H' < 2 2) Sedang jika 2 ≤ H' < 3 3) Tinggi jika H' ≥ 3

Referensi

Dokumen terkait

data.. penggantian ke belakang. Berbanding kaedah lain seperti penghapusan dan pengantian, kedua-dua kaedah ini lebih sesuai bagi bilangan anu yang banyak seperti 4

didapatkan nilai P-value &lt; 0,05 yaitu 0,00 sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil perbaikan jangka panjang yang telah dibuat dalam model simulasi memiliki

dilakukan pendeposisian atom-atom nitrogen pada baja perlakuan panas yang mengakibatkan peregangan atom-atom material dan mengalami kekosongan hingga diisi oleh atom

Kemampuan kapasitas energi yang tersimpan dalam baterai lithium tergantung pada beberapa banyak ion lithium yang dapat disimpan dalam struktur bahan elektrodanya dan berapa

3.500.000.- (tiga juta lima ratus ribu rupiah) lalu pada hari Senin tanggal 17 Juli 2017 sekira pukul 01.00 wib saksi SURYA RAMADHAN BIN TEGUH SAPUTRA (Alm.) datang kerumah

Kata kunci : rancang bangun, Planetary Gear System Double Pinions, Pemindah hidrolis, sun input, carrier, pinion, idler, ring gear, sun

Penelitian kali ini menggunakan kombinasi antara definisi tersebut dengan kriteria diagnosis nyeri punggung bawah miogenik, diantaranya yaitu adanya riwayat yang

Hasil analisis dari tulisan ini menunjukan bahwa dalam proses pembelajaran daring yang dilakukan di SDIT Ar-Rahman memunculkan problem baru yang dipengaruhi oleh beberapa