Informasi Dokumen
- Penulis:
- Fikri Arsyl Rambe
- Pengajar:
- Ir. Giyarto, M.Sc
- Riska Rian F., SPt, MP
- Dr. Yuli Witono, S.TP, MP
- Sekolah: Universitas Jember
- Mata Pelajaran: Teknologi Hasil Pertanian
- Topik: PENGENDALIAN PRA PROSES DAN PASCA PROSES PRODUKSI PAKAN UNGGAS DI PT. JAPFA COMFEED INDONESIA Tbk. UNIT GEDANGAN-SIDOARJO
- Tipe: Laporan Kuliah Kerja
- Tahun: 2014
- Kota: Jember
Ringkasan Dokumen
I. Pendahuluan
Bab ini memperkenalkan latar belakang penelitian tentang pengendalian pra-proses dan pasca-proses produksi pakan unggas di PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Gedangan-Sidoarjo. Dipaparkan pentingnya kualitas pakan unggas bagi industri peternakan, peran signifikan biaya pakan dalam produksi, dan fluktuasi kualitas bahan baku akibat variasi alami, pengolahan, dan penyimpanan. Kajian ini menekankan pentingnya kontrol kualitas bahan baku sejak penerimaan hingga penyimpanan, mengingat kualitas pakan tidak akan melebihi kualitas bahan bakunya. PT. Japfa Comfeed dipilih sebagai lokasi studi karena penerapan sistem pengendalian yang baik, tercermin dari sertifikasi ISO 9001:2008. Tujuan umum kuliah kerja ditekankan pada sinergi pendidikan dan profesi, peningkatan profesionalisme mahasiswa, dan pengembangan kreativitas. Tujuan khusus berfokus pada pengamatan langsung proses pengendalian, perbandingan teori dan praktik, serta peningkatan wawasan tentang pengolahan pakan unggas.
1.1 Latar Belakang
Bagian ini menjelaskan pentingnya kualitas pakan dalam profitabilitas usaha peternakan, mengingat pakan menyumbang 60-70% biaya produksi. Ditekankan pula variabilitas kualitas bahan baku dan perlunya strategi pengendalian mutu yang komprehensif, mulai dari pemilihan bahan baku hingga penyimpanan. PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. dipilih sebagai studi kasus karena reputasinya dalam manajemen kualitas, yang dibuktikan dengan sertifikasi ISO 9001:2008. Kuliah kerja ini diharapkan dapat memberikan pengalaman praktis bagi mahasiswa dalam memahami pengendalian kualitas pakan unggas.
1.2 Tujuan
Bagian ini menjabarkan tujuan umum dan khusus penelitian. Tujuan umum menekankan pada pentingnya kolaborasi antara pendidikan tinggi dan industri, peningkatan kompetensi mahasiswa, dan pengembangan kreativitas. Tujuan khusus lebih spesifik, berfokus pada pemahaman proses pengendalian kualitas bahan baku, perbandingan teori dan praktik lapangan, serta peningkatan pengetahuan mahasiswa tentang pengolahan pakan unggas di industri berskala besar.
1.3 Manfaat
Bagian ini merinci manfaat penelitian bagi mahasiswa, institusi, dan industri. Bagi mahasiswa, penelitian ini memberikan kesempatan untuk belajar mandiri, berinteraksi dengan industri, dan meningkatkan pemahaman praktis. Institusi memperoleh manfaat dari peningkatan kolaborasi dengan industri dan peningkatan reputasi. Industri juga diuntungkan dengan potensi kolaborasi riset dan peningkatan visibilitas di kalangan akademisi.
II. Tinjauan Pustaka
Bab ini memberikan landasan teori yang relevan dengan penelitian, mencakup definisi pakan dan nutrisinya, pemilihan bahan baku pakan, penentuan kualitas bahan baku, pengemasan, serta penyimpanan pakan. Diuraikan berbagai faktor yang mempengaruhi kualitas pakan, seperti kadar air, serangan hama, dan metode penyimpanan. Sumber referensi akademik digunakan untuk mendukung argumen dan memberikan perspektif yang komprehensif terhadap topik yang dibahas. Pembahasan meliputi karakteristik bahan baku utama pakan unggas, pentingnya analisis proksimat, dan dampak penanganan yang tidak tepat terhadap kualitas dan daya simpan pakan.
2.1 Pakan
Subbab ini mendefinisikan pakan dan ransum, menjelaskan peranan pentingnya dalam peternakan, dan membahas kontribusi biaya pakan terhadap total biaya produksi. Diskusi juga mencakup dampak krisis ekonomi terhadap industri perunggasan dan ketergantungan pada impor bahan baku pakan. Perkembangan industri perunggasan dan permintaan pakan yang meningkat juga diulas, menekankan pentingnya pemanfaatan bahan baku lokal yang efisien dan ekonomis.
2.1.1 Deskripsi Pakan
Bagian ini memberikan definisi komprehensif tentang pakan dan ransum, menekankan peran vitalnya dalam meningkatkan produksi dan produktivitas ternak. Diulas pula kontribusi signifikan pakan terhadap biaya produksi, mencapai 70% untuk ayam pedaging dan 90% untuk ayam petelur. Dampak krisis ekonomi dan ketergantungan pada impor bahan baku pakan juga dibahas, menunjukkan perlunya solusi untuk memastikan ketersediaan pakan yang berkualitas dan terjangkau.
2.1.2 Nutrisi Pakan
Subbagian ini menjelaskan komponen nutrisi penting dalam pakan ternak, termasuk air, protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Fungsi masing-masing komponen dijelaskan secara detail, dengan penekanan pada pentingnya keseimbangan nutrisi untuk pertumbuhan dan produktivitas ternak. Analisis proksimat sebagai metode untuk menentukan komposisi nutrisi pakan juga diulas.
2.2 Pemilihan Bahan Baku Pakan
Bagian ini membahas kriteria pemilihan bahan baku pakan, menekankan pentingnya kandungan nutrisi, ketersediaan, kemudahan pengolahan, dan harga yang terjangkau. Pertimbangan untuk menghindari bahan yang mengandung racun atau bersaing dengan kebutuhan manusia juga dibahas. Kriteria kualitas fisik bahan baku, seperti kadar air, kebebasan dari hama, dan penampilan fisik juga dijelaskan.
2.3 Penentuan Kualitas Bahan Baku Pakan
Subbab ini menjelaskan metode penentuan kualitas bahan baku pakan, baik secara kimiawi di laboratorium maupun secara organoleptik menggunakan panca indera. Kriteria kualitas untuk beberapa bahan baku utama seperti jagung, dedak padi, bungkil kedelai, dan tepung ikan diuraikan secara detail. Pentingnya ketelitian dan kewaspadaan terhadap pemalsuan bahan baku juga ditekankan.
2.4 Pengemasan
Bagian ini membahas pentingnya pengemasan dalam menjaga kualitas dan mencegah kerusakan pakan. Fungsi kemasan dalam melindungi produk dari kerusakan fisik, pencemaran, dan gangguan lainnya dijelaskan. Hubungan antara pengemasan dan penyimpanan pakan juga diulas.
2.5 Penyimpanan Pakan
Subbab ini membahas faktor-faktor yang mempengaruhi penyimpanan pakan, termasuk tipe pakan, lama penyimpanan, metode penyimpanan, temperatur, kadar air, kelembaban, dan serangan hama. Dampak kadar air terhadap daya simpan dan pertumbuhan jamur dijelaskan, serta bahaya mikotoksin yang dihasilkan oleh jamur. Berbagai tipe kerusakan pakan juga diuraikan.
2.5.1 Kadar Air dan Daya Simpan
Bagian ini fokus pada hubungan antara kadar air dan daya simpan pakan. Standar kadar air ideal dan dampak kadar air tinggi terhadap kualitas pakan dibahas. Permasalahan yang timbul akibat penyimpanan pakan dalam kondisi lembab juga diuraikan.
2.5.2 Kerusakan Pakan
Subbagian ini mengklasifikasikan tipe-tipe kerusakan pakan, yakni kerusakan fisik, kimiawi, enzimatik, dan biologis. Masing-masing tipe kerusakan dijelaskan secara singkat, menunjukkan pentingnya penanganan dan penyimpanan pakan yang tepat.
III. Metode Pelaksanaan
Bab ini menjelaskan metodologi penelitian, termasuk lokasi dan waktu penelitian, jenis dan sumber data, serta metode pengumpulan data. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan dan studi lapangan, dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Jadwal pelaksanaan kuliah kerja disajikan secara terstruktur untuk menunjukkan langkah-langkah yang dilakukan.
3.1 Tempat dan Waktu
Bagian ini menjelaskan lokasi dan durasi penelitian, yaitu di PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Gedangan-Sidoarjo selama 25 hari kerja.
3.2 Bentuk dan Sifat Kegiatan
Subbab ini menjelaskan bahwa penelitian ini merupakan kuliah kerja (KK) yang bersifat kurikuler, dimana mahasiswa langsung terlibat dalam kegiatan operasional perusahaan.
3.3 Metode Kegiatan
Bagian ini menjelaskan jenis data yang digunakan (primer dan sekunder) dan metode pengumpulan data, yaitu studi kepustakaan dan studi lapangan, dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi.
3.3.1 Jenis dan Sumber Data
Subbagian ini membedakan antara data primer (dari observasi langsung) dan data sekunder (dari literatur dan dokumentasi perusahaan). Keduanya penting untuk memberikan gambaran yang komprehensif tentang pengendalian pra-proses dan pasca-proses di PT. Japfa Comfeed.
3.3.2 Metode Pengumpulan Data
Bagian ini menjelaskan metode pengumpulan data secara rinci, yakni studi kepustakaan untuk pengumpulan data teoritis dan studi lapangan yang melibatkan observasi, wawancara dengan narasumber, dan pengumpulan data dokumentasi dari perusahaan.
3.4 Jadwal Pelaksanaan Kuliah Kerja
Subbab ini menyajikan jadwal pelaksanaan kuliah kerja secara terinci, menunjukkan tahapan-tahapan kegiatan yang dilakukan selama periode penelitian.
3.5 Penyusunan Laporan
Bagian ini menjelaskan bagaimana data yang dikumpulkan dianalisis dan disajikan dalam laporan, dengan pendekatan deskriptif untuk mengevaluasi penerapan pengendalian pra-proses dan pasca-proses produksi di PT. Japfa Comfeed.
IV. Gambaran Umum Perusahaan
Bab ini memberikan gambaran umum tentang PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Gedangan-Sidoarjo, termasuk sejarah berdirinya, visi, misi, kebijakan mutu, struktur organisasi, dan sumber daya manusia. Dijelaskan pula proses pengolahan pakan unggas di perusahaan tersebut. Informasi ini penting untuk memberikan konteks bagi analisis selanjutnya.
4.1 Sejarah Berdirinya PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Gedangan, Sidoarjo
Bagian ini menelusuri sejarah berdirinya PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Gedangan-Sidoarjo, mulai dari pendirian awal hingga bergabungnya dengan PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Perkembangan perusahaan dan perubahan nama serta merk dagang juga dijelaskan. Informasi ini memberikan gambaran tentang pertumbuhan dan ekspansi perusahaan.
4.2 Visi, Misi, dan Kebijakan Mutu Perusahaan
Subbab ini menjelaskan visi, misi, dan kebijakan mutu PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Gedangan-Sidoarjo. Visi dan misi perusahaan mencerminkan tujuan dan sasaran jangka panjang, sementara kebijakan mutu menunjukkan komitmen perusahaan terhadap kualitas produk dan kepuasan pelanggan. Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 juga dijelaskan.
4.3 Struktur Organisasi Perusahaan
Bagian ini menjelaskan struktur organisasi PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Gedangan-Sidoarjo, menunjukkan bagaimana berbagai departemen dan bagian di dalam perusahaan saling berhubungan dan berkoordinasi. Sistem organisasi garis yang diadopsi juga dijelaskan, memberikan gambaran tentang alur perintah dan tanggung jawab di dalam perusahaan.
4.4 Sumber Daya Manusia
Subbab ini menjelaskan jumlah dan jenis tenaga kerja di PT. Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Unit Gedangan-Sidoarjo, dibagi berdasarkan shift kerja dan jenis pekerjaan. Jumlah karyawan shift, non-shift, dan borongan dijelaskan, memberikan gambaran tentang komposisi tenaga kerja di perusahaan.
4.4.1 Tenaga Kerja
Bagian ini menjelaskan secara terperinci jumlah tenaga kerja di PT. Japfa Comfeed, dibagi menjadi tiga kategori: karyawan shift, karyawan non-shift, dan karyawan borongan. Rincian jumlah karyawan pada masing-masing kategori memberikan gambaran yang lebih spesifik tentang komposisi tenaga kerja perusahaan.
4.4.2 Jam Kerja dan Shift Kerja
Subbagian ini menjelaskan sistem shift kerja di perusahaan, dengan rincian jam kerja untuk setiap shift (pagi, siang, dan malam). Sistem kerja untuk karyawan non-shift juga dijelaskan, menunjukkan perbedaan jam kerja antara karyawan operasional dan administrasi.
4.5 Proses Pengolahan Pakan Unggas
Bagian ini memberikan gambaran umum tentang proses pengolahan pakan unggas di PT. Japfa Comfeed, mulai dari penerimaan bahan baku hingga distribusi produk jadi. Proses ini penting untuk dipahami dalam konteks pengendalian pra-proses dan pasca-proses yang akan dianalisis lebih lanjut.
Referensi Dokumen
- Diktat Kuliah Teknologi dan Fabrikasi Pakan. Bagian Nutrisi dan Makanan Ternak ( Utomo, R., A. Agus, C. T. Noviandi, dan S. P. S. Budhi )
- Strategi Pemanfaatan Pakan Sumberdaya Lokal dan Perbaikan Manejemen Ayam Lokal ( Zainuddin D. )