i
MENGUNGKAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA PETERNAK AYAM BROILER DI KOTA PATI
(Studi pada PT. Samaco Karkasindo Utama)
SKRIPSI
Diajukan Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan Program Sarjana (S1)
Fakultas Ekonomi Universitas Semarang
Disusun oleh: Tri Lestari NIM. B.141.16.0004 FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS SEMARANG 2019
vii ABSTRAK
Penelitian ini dilakukan di PT. Samaco Karkasindo Utama, Juwana-Pati. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis minat berwirausaha peternak ayam Broiler di Kota Pati khususnya PT. Samaco Karkasindo Utama.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, dengan menggunakan triangluasi sumber data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Penelitian informan didasarkan pada prinsip kesesuaian (appropriateness) dan kecukupan (adequacy). Dasar prinsip informan didalam penelitian ini ada 5 orang.
Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa faktor pendukung minat berwirausaha meliputi personal (kemandirian dan pendapatan), sociological (menciptakan lapangan pekerjaan) dan environmental (peluang dan faktor lingkungan), sedangkan faktor penghambat minat berwirausaha adalah faktor eksternal meliputi kenaikan hatga barang yang tidak terduga, lingkungan dan fasilitas, kebijakan dan cuaca. Cara mengembangkan minat berwirausaha adalah perluasan skala ekonomi (kualitas kandang, pemilihan bahan baku dan teknologi), perluasan cakupan usaha (inovasi), dan adanya dukungan pemerintah.
Kata Kunci: Minat Berwirausaha, Faktor Pendukung, Faktor Penghambat
viii
This research was conducted in PT. Samaco Karkasindo Utama, Juwana-Pati. The purpose of this research is analyze the interest of Broiler chicken farmers in the City of Pati, especially PT. Samaco Karkasindo Utama.
This research uses a qualitative method, using triangulation of data sources, observation, interviews, and documentation. The informant's research consists of based on the principle of appropriateness and adequacy. Basic principles of informants in this research are 5 people.
From the results of this research indicate that the supporting factor of interest in entrepreneurship include personal (independence and income), sociological (creating jobs) and environmental (opportunities and environmental factors), while the inhibiting factor of entrepreneurship interest is external factors including the price increase of unexpected products, environmental and facilities, policies and weather. The way to developan interest in entrepreneurship is the expansion of economies of scale (quality of stable, selection of raw materials and technology), expansion of the scope of business (innovation), and the existence of government support.
ix
KATA PENGANTAR
Segala puji dan syukur Penulis panjatkan ke hadirat Allah SWT atas rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi dengan judul “Mengungkap Minat Berwirausaha Peternak Ayam Broiler di Kota Pati (Studi pada PT. Samaco Karkasindo Utama)” dengan baik.
Skripsi ini disusun guna memenuhi syarat dalam menyelesaikan pendidikan program strata satu (S1) pada fakultas Ekonomi Universitas Semarang. Penulis menyadari bahwa terselesaikannya skripsi ini tidak terlepas dari bantuan , motivasi, bimbingan dan doa dari berbagai pihak. Oleh karena itu, dalam kesempatan ini, Penulis menyampaikan rasa hormat dan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada :
1. Bapak Andy Kridasusila, S.E.,M.M. sebagai Rektor Universitas Semarang. 2. Bapak Yohannes Suhardjo, S.E., M.Si., Ak. CA. selaku Dekan Fakultas
Ekonomi Universitas Semarang
3. Bapak Teguh Ariefiantoro, S.E., M.M. sebagai Ketua Jurusan S1 Manajemen. 4. Ibu Adijati Utaminingsih, S.E., M.M. sebagai dosen Wali Saya
5. Ibu Eviatiwi Kusumaningtyas S, S.E., M.M. sebagai dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu, tenaga dan pikiran, dan senantiasa sabar memberikan pengarahan, bimbingan, dan motivasi dalam penyelesaian skripsi ini.
6. Bapak dan Ibu dosen pengajar Fakultas Ekonomi Universitas Semarang yang telah memberikan bekal ilmu pengetahuan.
7. Bapak Sugiyono dan Ibu Sutini yang selalu memberikan dukungan dan semangat untuk menyelesaikan kuliah.
8. Kakak-kakak dan Keponakan tersayang yang selalu memberikan semangat dan keceriaan.
9. Suamiku yang dengan sabar dan memberikan semangat dan memotivasi untuk menyelesaiakan skripsi.
10. Teman-teman tersayang : Cik Hesti yang selalu mengarahkan dan baik dari awal kuliah sampai skripsi, Mbak Unik yang tidak kalah baiknya dari awal kuliah sampai sekarang, Maliya, Nafis dan Eni dan teman-teman lainnya yang
xi DAFTAR ISI
Judul Skipsi ... i
Persetujuan Laporan Skripsi ... ii
Pengesahaan Laporan Skripsi ... iii
Pengesahaan Kelulusan Skripsi... iv
Pengesahaan Revisi Skripsi ... v
Pernyataan Orisinalitas Skripsi ... vi
Abstrak ... vii
Abstract ... viii
Kata Pengantar ... ix
Daftar Isi ... xi
Daftar Tabel ... xiii
Daftar Gambar ... xiv
Daftar Lampiran ... xv
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang Masalah ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 7
1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian ... 7
BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 10
2.1 Telaah Literatur ... 10
2.1.1 Kewirausahaan ... 10
2.1.2 Minat Berwirausaha ... 11
2.1.3 Faktor-faktor Pendorong Keberhasilan Kewirausahaan ... 13
2.1.4 Faktor-faktor Penghambat Keberhasilan Kewirausahaan ... 14
2.1.5 Teknik Pengembangan Usaha ... 18
2.2 Hasil Kajian Penelitian Sebelumnya ... 18
2.3 Alur Penelitian ... 23
BAB III METODE PENELITIAN ... 24
3.1 Rancangan Penelitian ... 24
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 25
xii
3.3.2 Pemilihan Informan ... 26
3.4 Jenis Data Penelitian ... 27
3.5 Prosedur dan Sumber Pengambilan Data ... 28
3.6 Kredibilitas Penelitian ... 29
3.7 Teknik Analisis ... 30
BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN ... 32
4.1 Deskripsi Obyek Penelitian ... 32
4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan ... 32
4.1.2 Profil dan Informan Kunci ... 33
4.2 Analisis Data ... 34
4.2.1 Analisis Hasil Penelitian ... 34
4.2.1.1 Analisis Faktor Pendukung Minat Berwirausaha pada Peternak Ayam Broiler di PT. Samaco Karkasindo Utama ... 34
4.2.1.2 Analisis Faktor Penghambat Minat Berwirausaha pada Peternak Ayam Broiler di PT. Samaco Karkasindo Utama ... 39
4.2.1.3 Analisis Mengembangkan Minat Berwirausaha pada Peternak Ayam Broiler di PT. Samaco Karkasindo Utama ... 43
4.3 Pembahasan ... 48
4.3.1 Pembahasan Faktor Pendukung Minat Berwirausaha pada Peternak Ayam Broiler di PT. Samaco Karkasindo Utama .... 48
4.3.2 Analisis Faktor Penghambat Minat Berwirausaha pada Peternak Ayam Broiler di PT. Samaco Karkasindo Utama ... 51
4.3.3 Analisis Mengembangkan Minat Berwirausaha pada Peternak Ayam Broiler di PT. Samaco Karkasindo Utama ... 53
BAB V PENUTUP ... 57
5.1 Kesimpulan ... 57
5.2 Rekomendasi ... 58
5.3 Keterbatasan Penelitian ... 59
5.4 Agenda Penelitian Mendatang ... 59
DAFTAR PUSTAKA ... 60
xiii
DAFTAR TABEL
Tabel 1.1 Data Peternak Ayam Broiler Tahun 2018 ... 5
Tabel 2.1 Hasil Kajian Penelitian Sebelumnya ... 18
Tabel 3.1 Design Penelitian ... 25
Tabel 3.2 Data Nama Informan ... 27
Tabel 4.1 Profil Informan ... 33
Tabel 4.2 Pengodean Data Faktor Pendukung Minat Berwirausaha pada Peternak Ayam Broiler di PT. Samaco Karkasindo Utama ... 34
Tabel 4.3 Kategori Data Faktor Pendukung Minat Berwirausaha pada Peternak Ayam Broiler di PT. Samaco Karkasindo Utama ... 37
Tabel 4.4 Klasterisasi Kategori Faktor Pendukung Minat Berwirausaha pada Peternak Ayam Broiler di PT. Samaco Karkasindo Utama ... 38
Tabel 4.5 Pengidentifikasian Pola dan Konsep Faktor Pendukung Minat Berwirausaha pada Peternak Ayam Broiler di PT. Samaco Karkasindo Utama . 39 Tabel 4.6 Pengodean Data Faktor Penghambat Minat Berwirausaha pada Peternak Ayam Broiler di PT. Samaco Karkasindo Utama ... 39
Tabel 4.7 Kategori Data Faktor Penghambat Minat Berwirausaha pada Peternak Ayam Broiler di PT. Samaco Karkasindo Utama ... 41
Tabel 4.8 Klasterisasi Kategori Faktor Penghambat Minat Berwirausaha pada Peternak Ayam Broiler di PT. Samaco Karkasindo Utama ... 42
Tabel 4.9 Pengidentifikasian Pola dan Konsep Faktor Penghambat Minat Berwirausaha pada Peternak Ayam Broiler di PT. Samaco Karkasindo Utama .. 42
Tabel 4.10 Pengodean Data Mengembangkan Minat Berwirausaha pada Peternak Ayam Broiler di PT. Samaco Karkasindo Utama ... 44
Tabel 4.11 Kategori Data Mengembangkan Minat Berwirausaha pada Peternak Ayam Broiler di PT. Samaco Karkasindo Utama ... 46
Tabel 4.12 Klasterisasi Kategori Mengembangkan Minat Berwirausaha pada Peternak Ayam Broiler di PT. Samaco Karkasindo Utama ... 47
Tabel 4.13 Pengidentifikasian Pola dan Konsep Mengembangkan Minat Berwirausaha pada Peternak Ayam Broiler di PT. Samaco Karkasindo Utama .. 47
xiv
Gambar 2.1 Alur Penelitian ... 23 Gambar 3.1 Lokasi PT. Samaco Karkasindo Utama ... 25
xv
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran A Pedoman Wawancara ... 62 Lampiran B Transkip Wawancara Dengan Informan Kunci ... 63 Lampiran C Foto ... 77
1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Masalah
Kewirausahaan atau Entrepreneurship sering kali diperbincangkan oleh banyak kalangan masyarakat. Kewirausahaan adalah hasil dari suatu disiplin, proses sistematis penerapan kreativitas dan inovasi dalam memenuhi kebutuhan
dan peluang pasar (Thomas W. Zimmerer, 1996). Kewirausahaan
(entrepreneurship) adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability), dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup dan cara memperoleh peluang denngan berbagai risiko yang mungkin dihadapinya (Suryana, 2011). Kewirausahaan merupakan persoalan penting di dalam perekonomian suatu negara yang sedang berkembang. Kemajuan atau kemunduran ekonomi suatu negara ditentukan oleh keberadaan dan peranan entrepreneuship ini. Karir kewirausahaan dapat mendukung kesejahteraan masyarakat yaitu menghasilkan imbalan finansial yang nyata (Yohnson, 2003). Kegiatan kewirausahaan juga memberikan manfaat bagi masyarakat untuk menciptakan produk dengan inovasi yang baru, menciptakan lapangan pekerjaan dan seorang wirausahawan mampu melihat peluang yang ada, bisa menciptakan peluang dari masalah yang ada.
Kewirausahaan bukanlah milik orang-orang yang berbakat, tetapi siapa saja yang dapat mengembangkan jiwa kewirausahaan dengan mengembangkan cara berpikir positif, keberanian, kemauan, inovatif dan lebih dari sekedar mencari peluang usaha, akan tetapi membuka peluang usaha maka jiwa kewirausahaan
2 akan terbentuk. Wirausaha merupakan keinginan seseorang untuk menjalankan bisnis dengan modal sendiri dan mereka harus memiliki kesiapan untuk menanggung untung dan rugi dalam menjalankan kegiatannya. Menjadi seorang wirausaha bukanlah hal yang mudah, karena harus bisa menanggung semua resiko pada usaha mereka. Dalam usaha atau bisnis tentu saja semua akan ada untung dan ruginya. Jika seseorang ingin menjadi wirausaha yang sukses maka harus memiliki kesiapan mental yang kuat. Beberapa ciri-ciri umum kewirausahaan yaitu : memiliki motif berprestasi tinggi, memiliki perpektif ke depan, memiliki kreativitas tinggi, memiliki sifat inovasi tinggi, memiliki komitmen terhadap
pekerjaan, memiliki tanggung jawab, memiliki kemandirian atau
ketidaktergantungan terhadap orang lain, memiliki keberanian menghadapi risiko, selalu mencari peluang, memiliki jiwa kepemimpinan, memiliki kemampuan manajerial dan memiliki kemampuan personal (Suryana, 2011). Keberhasilan kewirausahaan dintentukan oleh faktor kemampuan dan kemauan, tekad yang kuat dan kerja keras serta kesempatan dan peluang (Suryana, 2011). Penelitian yang dilakukan oleh Sanjaya, dkk (2016) menemukan bahwa seseorang berwirausaha karena mempunyai minat yang tinggi untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga yang terdiri dari kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani yang harus terus dipenuhi sehingga mendorongnya keinginan untuk mencari peluang usaha yang lain, serta ada pengaruh dari lingkungan sekitar
Jiwa berwirausaha mendorong minat seseorang untuk mendirikan dan mengelola usaha secara professional. Minat adalah rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh (Djaali, 2009). Minat berwirausaha adalah keinginan, ketertarikan, serta kesediaan untuk
bekerja keras atau berkemauan keras untuk berusaha secara maksimal untuk memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa merasa takut dengan resiko yang akan terjadi, serta berkemauan keras untuk belajar dari kegagalan (Fuadi, 2009). Seiring dengan banyaknya persaingan dan tantangan yang harus dihadapi oleh seorang wirausaha maka minat harus diikuti dengan perencaan dan perhitungan yang matang agar kedepannya usaha yang dijalankan bisa berjalan dengan baik sesuai harapan. Minat berwirausaha akan menjadikan seseorang untuk lebih giat mencari dan memanfaatkan peluang yang ada bertujuan untuk mengembangkan usaha dengan cara mengoptimalkan keahlian yang dimiliki. Penelitian yang dilakukan oleh Martanti (2017) menemukan bahwa upaya yang dilakukan untuk menumbuhkan minat berwirausaha warga binaan BPRSW (Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Wanita Yogyakarta) yaitu dilakukan dengan upaya menarik perhatiaan, memberikan rasa senang berwirausaha dan memotivasi, faktor yang mendukung upaya menumbuhkan minat berwirausaha yaitu faktor kebutuhan masyarakat sekitar menjadi peluang berwirausaha dan faktor yang menghambat yaitu faktor kematangan usia warga binaan dan faktor modal mereka.
PT Samaco Karkasindo Utama adalah perusahaan potong hewan unggas dan pendistribuan ayam broiler yang sedang berkembang yang berada di Kota Pati. Perusahaan ini merupakan perusahaan pertama yang berdiri di Pati yang bergerak di pengolahan ayam broiler pada tahun 2016. PT Samaco Karkasindo Utama memproduksi olahan ayam daging yang berupa karkas ayam frozen, boneless ayam frozen dan by product ayam seperti cakar, kepala, hati ampela dan usus ayam . Hasil olahan akan didistribusikan ke tiga wilayah yaitu Jakarta, Bali
4 dan Surabaya. PT Samaco Karkasindo Utama berusaha menghasilkan produk yang berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan customer. Selain itu, perusahaan juga dituntut untuk meminimalkan biaya produksi sehingga harga jual terjangkau bagi pelanggan.Sesuai komitmen perusahaaan untuk memberikan pelayanan maksimal pada semua customer atau mitra kerja, salah satunya dengan pengiriman barang ke tempat tujuan dengan menggunakan system Managerial Operation Book (MOB) dan Standar Operational Prosedure (SOP) dalam pengelolaan ayam potong. Seiring dengan berjalannya usaha ini yang bahan utamanya ayam broiler, untuk wilayah Pati sendiri tidak mencukupi kebutuhan bahan baku perusahaan, maka perusahaan membeli bahan baku ayam dari Kudus, Demak dan Semarang. Pengambilan bahan baku dari luar kota Pati akan berdampak pada harga jual ayam frozen, dikarenakan biaya transportasi yang lebih mahal. Sehingga para pemilik PT. Samaco mempunyai ide untuk membuat kemitraan sendiri yang bertujuan untuk menekan biaya yang dikeluarkan untuk pembeliaan bahan baku serta mengajak para masyarakat untuk melakukan kerjasama sesama peternak ayam broiler atau ayam ras pedaging. Ayam pedaging merupakan salah satu komoditi peternakan yang cukup menjanjikan karena produksinya yang cukup cepat untuk kebutuhan pasar dibandingkan dengan produk ternak lainnya selain itu keunggulan ayam ras pedaging antara lain pertumbuhannya yang sangat cepat dengan bobot badan yang tinggi dalam waktu yang relatif pendek, konversi pakan kecil, siap dipotong pada usia muda serta menghasilkan kualitas daging berserat lunak. Perkembangan yang pesat dari ayam ras pedaging ini juga merupakan upaya penanganan untuk mengimbangi kebutuhan masyarakat terhadap daging ayam. Dalam upaya pemenuhan protein
hewani dan peningkatan pendapatan peternak, maka pemerintah dan peternak telah berupaya mendayagunakan sebagian besar sumber komoditi ternak yang dikembangkan, diantaranya adalah ayam pedaging (broiler). Sebagaimana diketahui ayam broiler merupakan ternak penghasil daging yang relatif lebih cepat dibandingkan dengan ternak potong lainnya.
Tabel 1.1
Data Peternak Ayam Broiler Tahun 2018
Bulan Jumlah Peternak
Januari 20 Februari 20 Maret 23 April 24 Mei 27 Juni 29 Juli 30 Agustus 34 September 50
Sumber : Data Internal PT Samaco Karkasindo Utama, 201 Berdasarkan tabel di atas menunjukkan bahwa peternak ayam broiler semakin meningkat di kota Pati khususnya di PT. Samaco Karkasindo Utama.
Mengutip dari berita 10 warta pati online (www.berita10.com) di bulan Juli Wakil
Bupati Pati Bapak Saiful Arifin didampingi Kepala Dinas Peternakan Bapak Ir.
Muchtar Effendi menjalin silahturahmi dengan peternak ayam broiler yang dikemas dengan pembinaan dan prospek pengembangan usaha peternak unggas yang lebih menjanjikan serta menguntungkan. Pemerintah Kabupaten Pati berharap dalam kurun waktu 4 tahun ke depan Kota Pati menjadi sentra penghasil unggas terbesar dengan menuju kemandirian dalam industrial perunggasan nasional. Pemerintah Kabupaten Pati khususnya Dinas Peternakan sangat mendukung program kemitraan yang telah ada melalui PT.Samaco dan PT.
6 PUAS, dimana system kemitraan sangat menguntungkan karena bibit, pakan, obat disediakan serta hasil panen dibeli tanpa terkecuali ayam afkir. Semakin banyaknya peternak menunjukkan minat berwirausaha yang tinggi. Minat Berwirausaha dilatarbelakangi oleh pendapatan dan lingkungan keluarga yang didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Adhitama (2014), menemukan bahwa terdapat pengaruh positif ekspektasi pendapatan terhadap minat berwirausaha. Artinya semakin tinggi pendapatan maka akan semakin meningkatkan minat berwirausaha dan terdapat pengaruh positif lingkungan keluarga terhadap minat berwirausaha. Artinya semakin mendukung lingkungan keluarga maka akan semakin meningkatkan minat berwirausaha. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Nur Rahmadi & Heryanto (2016), menemukan bahwa minat berwirausaha adalah faktor inovasi dan kreatifitas dan lingkungan teknologi. Sedangkan penelitian yang dilakukan oleh Sanjaya, dkk (2016), menemukan bahwa minat berwirausaha dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga mendorong keinginan untuk mencari peluang usaha dan ada pengaruh dari lingkungan sekitar. Hal inilah yang medorong sehingga banyak peternak yang melakukan ternak ayam broiler ini.
Usaha ternak ayam adalah salah satu bisnis yang memiliki prospek yang sangat baik dan cukup menjajikan, dikarenakan permintaan daging ayam terus meningkat setiap waktunya, terutama di waktu-waktu tertentu sehingga membuat peluang usaha ternak ayam semakin besar dan menguntungkan. Dengan demikian banyak wirausaha yang tergiur untuk bergabung berternak ayam broiler. Oleh karena itu, penelitian ini bermaksud menganilis fenomena tersebut dengan
mengambil judul “Mengungkap Minat Berwirausaha Peternak Ayam Broiler di Kota Pati (Studi pada PT. Samaco Karkasindo Utama)”
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarakan latar belakang diatas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimana minat berwirausaha pada peternak ayam broiler di PT Samaco Karkasindo Utama?
Sedangkan pertanyaan penelitian dalam penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut:
1. Faktor apa yang mendukung minat berwirausaha pada peternak ayam broiler di PT Samaco Karkasindo Utama?
2. Faktor apa yang menghambat minat berwirausaha pada peternak ayam broiler di PT Samaco Karkasindo Utama?
3. Bagaimana mengembangkan minat berwirausaha pada peternak ayam broiler PT Samaco Karkasindo Utama?
1.3 Tujuan dan Kegunaan Penelitian
1.3.1 Tujuan Penelitian
a. Tujuan Umum
Penelitian ini bertujuan untuk menganilisis minat berwirausaha pada peternak ayam broiler di PT Samaco Karkasindo Utama.
b. Tujuan Khusus
1. Untuk menganalisis faktor yang mendukung minat berwirausaha pada peternak ayam broiler di PT Samaco Karkasindo Utama.
8
2. Untuk menganalisis faktor yang menghambat minat
berwirausaha pada peternak ayam broiler di PT Samaco Karkasindo Utama.
3. Untuk menganalisis cara mengembangkan minat berwirausaha pada peternak ayam broiler PT Samaco Karkasindo Utama.
1.3.2 Kegunaan Penelitian
a. Bagi Peneliti
Mendapatkan pengetahuan bagi peneliti mengenai minat berwirausaha peternak ayam broiler.
b. Bagi Instansi Terkait Penelitian
1. Penelitian ini dapat memberikan saran yang dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan agar dapat mengembangkan minat berwirausaha.
2. Dapat menjadi referensi bagi wirausaha peternak ayam broiler dalam mengembangkan minata berwirausaha.
c. Bagi Institusi Pendidikan
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi pihak kampus dan perpustakaan untuk menjadi bahan pembelajaran dan pengaplikasian ilmu pengetahuan di bidang manajemen serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya.
d. Bagi Peneliti Selanjutnya
Memberikan kontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan menambah referensi bagi peneliti lain, khususnya yang ingin mengungkap minat berwirausaha.
10
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Telaah Literatur
2.1.1 Kewirausahaan
Kewirausahaan (entrepreneurship) adalah suatu disiplin ilmu yang mempelajari tentang nilai, kemampuan (ability), dan perilaku seseorang dalam menghadapi tantangan hidup dan cara memperoleh peluang denngan berbagai risiko yang mungkin dihadapinya (Suryana, 2014). Kewirausahaan adalah suatu proses menciptakan sesuatu yang berbeda dengan mengabdikan seluruh waktu dan tenaganya disertai dengan menanggung resiko keuangan, kejiwaan, sosial, dan menerima balas jasa dalam bentuk uang dan kepuasan pribadinya.
Wirausaha adalah mereka yang melakukan usaha-usaha kreatif dan inovatif dengan mengembangkan ide dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang dan perbaikan hidup (Suryana, 2011). Adapun ciri-ciri umum kewirausahaan menurut Suryana (2014) dapat dilihat dari berbagai aspek kepribadian seperti jiwa,watak, sikap dan perilaku seseorang. Ciri-ciri kewirausahaan meliputi enam komponen penting yaitu percaya diri, berorientasi pada hasil, berani mengambil risiko, kepemimpinan, keorisinalitasan dan berorientasi pada masa depan. Ciri-ciri tersebut dapat dilihat dari beberapa indikator sebagai berikut :
1. Penuh percaya diri, indikatornya adalah penuh keyakinan, optimis, berkomitmen, disiplin dan bertanggung jawab
2. Memiliki inisiatif, indikatornya adalah penuh energy, cekatan dalam bertindak dan aktif
3. Memiliki motif berprestasi, indikatornya adalah berorientasi pada hasil dan wawasan ke depan
4. Memiliki jiwa kepemimpinan, indikatornya adalah berani tampil beda, dapat dipercaya dan tanggung jawab dalam bertindak
5. Berani mengambil risiko dengan penuh perhitungan dan oleh karena itu menyukai tantangan
2.1.2 Minat Berwirausaha
Minat adalah rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh (Djaali, 2009). Minat merupakan suatu keinginan yang cenderung menetap pada diri seseorang untuk mengarahkan pada suatu pilihan tertentu sebagai kebutuhannya,kemudian dilanjutkan untuk diwujudkan dalam tindakan nyata dengan adanya perhatian pada objek yang diinginkannya itu untuk mencari informasi sebagai wawasan bagi dirinya (Djaali, 2008).
Minat adalah sesuatu yang pribadi dan berhubungan dengan sikap individu yang berminat terhadap suatu obyek akan mempunyai kekuatan atau dorongan untuk melakukan serangkaian tingkah laku untuk mendekati atau mendapatkan objek tersebut (Simamora, 2003).
Minat berwirausaha adalah keinginan, ketertarikan, serta kesediaan untuk bekerja keras atau berkemauan keras untuk berusaha secara maksimal untuk
12 memenuhi kebutuhan hidupnya tanpa merasa takut dengan resiko yang akan terjadi, serta berkemauan keras untuk belajar dari kegagalan (Fuadi, 2009).
Menurut Alma (2007) menyatakan terdapat 3 faktor kritis yang berperan dalam minat berwirausaha tersebut yaitu:
1. Personal
yaitu menyangkut aspek-aspek kepribadian seseorang. David Mcceland dalam (Alma, 2007) dalam bukunya The achieving society menyatakan bahwa seorang wirausaha adalah seseorang yang yang memilki keinginan berprestasi yang sangat tinggi dibandingkan orang yang tidak berwirausaha.
Juga Alma (2007) menyatakan dalam suatu penelitian di inggris menyatakan bahwa minat dan motivasi seseorang membuka bisnis adalah 50% ingin mempunyai kebebasan dengan berbisnis sendiri, hanya 18% menyatakan ingin memperoleh uang dan 10% menyatakan jawaban membuka bisnis untuk kesenangan, hobi, tantangan atau kepuasan pribadi dan melakukan kreatifitas.
2. Sociological
yaitu menyangkut masalah hubungan dengan family dan hubungan social lainya. Masalah hubungan family ini dapat di lihat dari orang tua, pekerjaan, dan status sosial. Faktor sosial yang berpengaruh terhadap minat berwirausaha ialah masalah tanggung jawab terhadap keluarga. Selain itu terhadap pekerjaan orang tua seringkali terlihat bahwa ada pengaruh dari orang tua yang bekerja sendiri, dan memiliki usaha sendiri cenderung anaknya jadi pengusaha pula. Keadaan ini seringkali memberi
inspirasi pada anak kecil (Alma, 2007).
Lingkugan dalam bentuk “role model” juga berpengaruh terdapat minat berwirausaha. Role model ini biasanya melihat kepada orang tua, saudara, keluarga yang lain (kakek, paman, bibi, anak), teman-teman, pasanga, atau pengusaha sukses yang diidolakanya. Dorongan teman cukup berpengaruh terhadap semangat berwirausaha,karena kita dapat berdiskusi dengan bebas, dibandingkan orang lain, teman biasa memeberi dorongan, pengertian, bahkan bantuan, tidak perlu takut terhadap kritikan, di samping ini ada lagi faktor sosial lainya yang berpengaruh.
3. Environmental
yaitu menyangkut hubungan dengan lingkungan. Faktor yang berasal dari lingkungan di antaranya adalah model peran, peluang, aktivitas, selain itu di pengaruhi juga oleh pesaing, sumber daya, dan kebijakan pemerintah (Suryana, 2008). Seperti yang di contohkan bahwa ada beberapa lokasi atau daerah yang banyak wiausahanya, seperti di daerah silicon valley di amerika serikat di mana dijumapi banyak pengusaha-pengusaha besar, di daerah tersebut dijumpai kegiatan wirausaha membeli dan menjual barang, transportasi, pergudangan, perbankan, dan berbagai jasa konsultan. Suasana macam ini sangat berpengaruh kepada masyarakat untuk menumbuhkan minat berwirausaha oleh (Alma, 2007).
2.1.3 Faktor-faktor Pendorong Keberhasilan Kewirausahaan
Menurut Suryana (2014), keberhasilan dalam kewirausahaan ditentukan oleh tiga faktor, yaitu yang mencakup hal-hal berikut:
14 1. Kemampuan dan kemauan
Orang yang tidak memiliki kemampuan, tetapi banyak kemauan dan orang yang memeliki kemauan, tetapi tidak memiliki kemampuan, keduanya tidak akan menjadi wirausahawan yang sukses. Sebaliknya, orang yang memiliki kemauan dan dilengkapi dengan kemampuan akan menjadi orang yang sukses.
2. Tekad yang kuat dan kerja keras
Orang yang tidak memiliki tekad yang kuat, tetapi memiliki kemauan untuk bekerja keras dan orang yang suka bekerja keras, tetapi tidak memiliki tekad yang kuat, keduannya tidak akan menadi wirausahawan yang sukses.
3. Kesempatan dan peluang
Ada solusi ada peluang, sebaliknya tidak ada solusi tidak akan ada peluanng. Peluang ada jika kita menciptakan peluang itu sendiri, bukan mencari-cari atau menunggu peluang yang datang kepada kita.
2.1.4 Faktor-faktor Penghambat Keberhasilan Kewirausahaan
Beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan dalam berwirausaha menurut Zimmerer dalam (Suryana, 2014) sebagai berikut:
1. Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha. Keberhasilan usaha harus dilandasi dari kemampuan dan pengetahuan tentang bisnis yang akan dijalankan, karena ini merupaka dasar dalam membangun sebuah usaha
2. Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan teknik, kemampuan memvisualisasikan usaha, kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan. Faktor lain yang menjadi salah satu ukuran keberhasilan sebuah usaha adalah pengalaman, kurangnya pengalaman berdampak pada kemampuan dalam mengatur POAC dengan baik dalam
usahanya karena pengalaman menjadi modal dalam
menumbuhkembangkan usaha
3. Kurang dapat mengendalikan keuangan, faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas, mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Keahlian dalam pengendalian keuangan merupakan salah satu fondasi dari bisnis. Ketidakmampuan dalam pengendalian bisnis menjadi penyebab tidak berjalannya rencana pada bisnis tersebut karena sumber daya modal.
4. Gagal dalam perencanaan.
Sebuah usaha wajib memiliki sebuah perencanaan. Perencanaan yang baik adalah perencanaan yang menjadi tujuan utama bisnis tersebut. Berhasil atau tidaknya sebuah usaha sangat bergantung pada pengelolaan perencanaan yang baik yang didukung oleh kemampuan dalam mengatur rencana tersebut.Biasanya gagalnya usaha karena kurang matangnya rencana yang dibuat.
16 5. Lokasi yang kurang memadai.
Salah satu faktor penentu dalam berbisnis adalah lokasi. Operasional usaha sangat bergantung pada penempatan lokasi usaha, jika kurang strategis maka akan menjadi penghambat kegiatan usaha tersebut.
6. Kurangnya pengawasan peralatan.
Setiap wirausaha wajib melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap peralatan dan perlengkapan yang dimiliki, hal ini wajib dilakukan untuk memperlancar proses produksi usaha. Monitoring dan evaluasi peralatan dan perlengkapan yang buruk akan berdampak pada penurunan kualitas produk atau jasa yang akan diciptakan.
7. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha.
Ketekunan wirausaha dalam menjalankan bisnis merupakan salah satu modal awal untuk menjalankan usahanya. Jika usaha yang dijalnkan tidak ditekuni maka akan berdampak buruk bagi perkembangan usahanya. 8. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.
Kebanyakan wirausaha melakukan berubahan berbisnis lebih dari satu kali, biasanya hal tersebut terjadi karena ketidakmampuan atau kurang berkompeten di bidang usaha tersebut. Peralihan atau transisi dari satu bisnis ke bisnis lain akan berdampak pada komitmen kerja yang akan dilaksanakan, terutama bagi para wirausaha baru yang belum memiliki banyak pengalaman, tentunya peralihan atau transisi dari satu usaha ke usaha lain atau bahkan dari jenis pekerjaan yang berbeda akan menyulitkan wirausaha untuk beradaptasi.
Menurut Moko (2005) membagi faktor kegagalan menjadi faktor internal dan eksternal sebagai berikut:
1. Faktor Internal
a. Kurang pandai dalam beberapa hal tertentu, karena kurang belajar dan berlatih
b. Kurang pengalaman
c. Kurang baik mengatur waktu d. Kurang berani mengambil resiko e. Kurang pandai menyakinkan orang f. Kurang cepat bertindak
g. Kurang mampu melihat dan memanfaatkan peluang h. Tidak menepati janji
i. Tidak jujur cepat merasa puas 2. Faktor Eksternal
a. SDM yang tidak memadai, kualitas dan kuantitasnya b. Komitmen pihak lain yang tidak terbukti
c. Kenaikan harga barang yang tidak sesuai d. Perubahan ekonomi global
e. Kebijakan pemerintah
f. Krisis ekonomi, politik, dan hukum g. Perkembangan IPTEK
18 2.1.5 Teknik Pengembangan Usaha
Menurut Suryana (2001) di buku kewirausahaan mengemukakan ada dua teknik untuk mengembangkan usaha yaitu teknik skala ekonomi dan teknik perluasan cakupan usaha.
1. Perluasan Skala Ekonomi
Cara ini dapat dilakukan dengan menambah skala produksi, tenaga kerja, teknologi, sistem distribusi, dan tempat usaha. Ini dilakukan bila perluasan usaha atau peningkatan output akan menurunkan biaya jangka panjang, yang berarti skala usaha yang ada ekonomis.
2. Perluasan Cakupan Usaha
Cara ini bisa dilakukan dengan cara menambah jenis usaha baru, produk, dan jasa baru yang berbedadari yang sekarang diproduksi (diversifikasi), serta dengan teknologi berbeda.
2.2 Hasil Penelitian Sebelumnya
Dalam melakukan penelitian ini penulis memiliki beberapa referensi dari hasil kajian empiris terdahulu yang telah ada. Untuk hasil kajian empiris dapat dilihat pada tabel 2.1 sebagai berikut:
Tabel 2.1
Hasil Penelitian Sebelumnya
No Judul/Pengarang/Tahun Variabel Kesimpulan
1 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha Budidaya Lele Sangkuriang 1. Motivasi Keberhasilan Diri 2. Toleransi Akan Risiko
Dari analisis tersebut dapat disimpulkan :
Terdapat hubungan antara
faktor motivasi keberhasilan diri, toleransi akan risiko dan
Adeline, 2011
3. Kebebasan Dalam Bekerja
kebebasan dalam bekerja
terhadapat minat berwirausaha lele sangkuriang.
2 Upaya Menumbuhkan
Minat Berwirausaha
Warga Binaan Melalui
Program Bimbingan
Keterampilan di Balai
Perlindungan dan
Rehabilitasi Sosial
Wanita Yogyakarta Noor Fitriana Martanti, 2017 1. Minat Berwirausaha 2. Program Bimbingan Keterampilan 3. Faktor Pendukung dan Penghambat
1. Upaya yang dilakukan
untuk menumbuhkan minat berwirausaha warga binaan BPRSW yaitu dilakukan
dengan upaya menarik
perhatian, memberikan rasa senang berwirausaha dan memotivasi warga binaan BPRSW
2. Pengelolaan program
bimbingan keterampilan di BPRSW dilakukan dengan 3 aspek yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi 3. Faktor yang mendukung
upaya menumbuhkan minat berwirausaha warga binaan
yaitu faktor kebutuhan
masyarakat sekitar yang
menjadi peluang untuk
berwirausaha dan faktor yang menghambat yaitu
faktor kematangan usia
warga binaan dan faktor modal mereka.
3 Upaya Menumbuhkan
Minat Berwirausaha
Pada Mahasiswa Prodi
Manajemen di UBP
Karawang.
Citra Savitri dan Wanta
1. Minat
Berwirausaha 2. Faktor
Pendukung
1. Upaya menumbuhkan minat
berwirausaha dikalangan
mahasiswa merupakan
salah satu bentuk
keberhasilan perguruan
tinggi dalam upaya
membantu pemerintah
untuk mengurangi
pengangguran. Kreativitas
dan inovasi merupakan
modal awal dalam
menumbuhkan minat
berwirausaha.
2. Cara dalam menumbuhkan minat berwirausaha pada
mahasiswa prodi
manjaemen di UPB
Karawang antara lain
adalah sikap umum
20 kesadaran spesifik untuk menyukai aktivitas, merasa senang dengan aktivitas,
aktivitas tersebut
mempunyai arti atau
penting bagi individu ,
adanya minat instriksik
dalam aktivitas, dan
berpartisipasi dalam aktivitas. 4 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha (Studi Kasus Mahasiswa
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Undip).
Paulus Patria Adhitama, 2014 1. Minat Berwirausaha 2. Ekspektasi Pendapatan 3. Lingkungan Keluarga 4. Pendidikan Kewirausahaan
1. Terdapat pengaruh positif
ekspektasi pendapatan
terhadap minat
berwirausaha. Artinya
semakin tinggi pendapatan
maka akan semakin
meningkatkan minat
berwirausaha.
2. Terdapat pengaruh positif
lingkungan keluarga
terhadap minat
berwirausaha. Artinya
semakin mendukung
lingkungan keluarga maka
akan semakin
meningkatkan minat
berwirausaha.
3. Terdapat pengaruh positif pendidikan kewirausahaan
terhadap minat
berwirausaha. Artinya
semakin baik pendidikan kewirausahaan maka akan
semakin meningkatkan
minat berwirausaha.
5 Niat Nelayan Terhadap
Budidaya Rumput Laut Di Desa Sarang Tiung Kecamatan Pulau Laut
Utara Kabupaten
Kotabaru.
Andy Sanjaya, Sidharta
Adyatma dan Deasy
Arisanty, 2016
1. Minat 2. Nelayan 3. Budidaya
Rumput Laut
Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa nelayan
di Desa Sarang Tiung
Kacamatan Pulau Laut
Kabupaten Kotabaru
mempunyai minat yang tinggi terhadap budidaya rumput laut, hal tersebut dapat dilihat dari kebutuhan hidup keluarga yang terdiri dari kebutuhan jasmani dan kebutuhan rohani harus
terus dipenuhi sehingga
untuk mencari peluang usaha yang lain, serta ada pengaruh dari lingkungan sekitar seperti sudah adanya keluarga yang membudidayakan rumput laut.
6 Faktor-faktor Penentu Minat Mahasiswa Manajemen Untuk Berwirausaha (Studi Mahasiswa Manajemen FE Universitas Negeri Padang).
Rano Aditia Putra, 2012
1. Faktor Lingkungan 2. Faktor Harga Diri 3. Faktor Peluang 4. Faktor Kepribadian 5. Faktor Visi 6. Faktor Pendapatan dan percaya diri 1. Faktor-faktor yang menentukan minat mahasiswa manajemen
untuk berwirausaha ada 6
faktor, yaitu faktor
lingkungan, faktor harga diri, faktor peluang, faktor kepribadian,
faktor visi, dan faktor
pendapatan dan percaya diri
2. Indikator-indikator yang
mewakili setiap faktor yang
menentukan minat
mahasiswa manajemen
untuk berwirausaha ada 18 variabel dari 25 indikator
yang diidentifikasi.
Indikator-indikator tersebut yaitu indikator dorongan saudara, pola pikir orang tua, karena praktek lapangan wirausaha dan dorongan dari orang tua mewakili faktor lingkungan. menjaga gengsi, Pekerjaan orang tua,
kebanggaan mampu
berusaha sendiri dan latar belakang pendidikan orang tua mewakili faktor harga
diri. keyakinan meiliki
kemampuan
melihat peluang, memiliki akses mudah untuk modal,
keyakinan memiliki
kemampuan menciptakan
peluang, dan kemampuan mencari peluang mewakili
faktor peluang,
keyakinan meiliki mental wirausaha, memiliki rasa percaya diri akan berhasil berwirausaha,
22 keterampilan kepemimpinan
mewakili faktor
kepribadian,
kemampuan selalu memiliki perencanaan dalam segala kegiatan mewakili faktor visi, keuntungan yang bisa
sangat tinggi dan
keyakinan usaha yang masih bisa terus dikembangkan mewakili faktor pendapatan dan percaya diri
7 Analisis Minat dan
Motivasi Berwirausaha
Mahasiswa di
Universitas Dirgantara
Marsekal Suryadarma
UNSURYA)
(Studi pada Mahasiswa Mata Kuliah Manajemen
Bisnis Ritel, Kelas
Reguler
Pagi, Program Studi
Akuntansi dan Manajemen Semester 4 Tahun Ajaran 2016/2017) Sari Nalurita, 2017 1. Motivasi Berwirausaha 2. Minat Berwirausaha 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi
rata-rata mahasiswa Unsurya dalam berwirausaha adalah sebesar 66,51 persen dengan
nilai motivasi
terbesar adalah pada
indikator ambition for
freedom yaitu sebesar 75,71 persen, sedangkan nilai self realization 48,81 persen, sedangkan pushing factor dengan nilai sebesar 75 persen.
2. Analisis minat mahasiswa Unsurya dalam berwirausaha adalah sebesar 42,86 persen,
sedangkan yang tidak
berminat sebanyak 28,57 persen dan yang masih mempertimbangkan
sebanyak 28,57 persen. Hal ini
menunjukkan bahwa minat mahasiswa Unsurya terhadap
wirausaha adalah cukup
besar. 8 Analisis Fator-faktor yang Mempengaruhi Minat Berwirausaha pada Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Kadiri 1. Minat Berwirausaha 2. Faktor-faktor yang mempengaruhi minat berwirausaha
Bahwa minat berwirausaha
mahasiswa
prodi Manajemen Fakultas
Ekoonomi Universitas Kadiri sangat tinggi dan dari hasil uji statistik dari beberapa faktor
yang mempengaruhi minat
Afif Nur Rahmadi dan Budi Heryanto, 2016
mahasiswa adalah faktor
inovasi dan kreatiftas serta lingkungan
teknologi. Sedangkan
faktor-faktor yang lain seperti
lingkungan sosial dan
keluarga serta memiliki modal tidak signifkan, karena nilai t-statistiknya dibawah dari nilai kritis ±1,96.
2.3 Alur Pemikiran
Alur Penelitian dapat dilihat pada gambar 2.1 sebagai berikut:
Gambar 2.1
Alur Penelitian
Faktor Pendukung Faktor Penghambat
Analisis atau Interpretasi
Cara Mengembangkan Minat Berwirausaha Analisis Minat Berwirausaha
24
BAB III
METODE PENELITIAN
3.1 Rancangan Penelitian
Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kualitatif. Metode penelitian kualitatif adalah metode yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti pada kondisi obyek yang alamiah, (sebagai lawannya adalah (eksperimen) dimana peneliti adalah sebagai instrument kunci, teknik pengumpulan data dilakukan secara triangulasi (gabungan), analisis data bersifat induktif atau kualitatif, dan hasil penelitian kualitatif lebih menekankan makna pada generalisasi (Sugiyono, 2016). Penelitian yang dipakai adalah penelitian dengan metode atau pendekatan studi kasus (case study). Studi kasus merupakan suatu metode untuk memahami individu yang dilalukan secara integrative dan komprehensif agar diperoleh pemahaman yang mendalam tentang individu tersebut berserta masalah yang dihadapinya dengan tujuan masalahnya dapat terselesaikan dan memperoleh perkembangan diri yang baik (Rahardjo, 2011).
Desain penelitian dalam penelitian ini dapat dilihat dalam tabel berikut ini:
Tabel 3.1
Desain Penelitian
Dimension Case Study
Focus Analisis mengenai Minat Berwirausaha Pada Peternak Ayam Broiler di PT. Samaco Karkasindo Utama. Data Collection Multiple source:
Observasi (observation), wawancara (interview) dan dokumentasi (document record)
Data Analysis Reduksi data (data reduction), penyajian data (data display), penarikan kesimpulan dan verifikasi (drawing & verivication)
Product of The Study Studi mendalam mengenai analisis minat berwirausaha pada peternak ayam broiler di PT. Samaco Karkasindo Utama.
3.2 Tempat dan Waktu Penelitian
Sumber : Google Map
Gambar 3.1
Lokasi PT. Samaco Karkasindo Utama, Juwana, Pati
Penelitian ini dilakukan di PT. Samaco Karkasindo Utama yang berlokasi di Jl Lingkar Ujung TPI No 2, Juwana, Pati, Jawa Tengah 59185. Periode pelaksanaan penelitian yaitu selama enam bulan. Peneliti memilih setting
26 penelitian tersebut dengan alasan karena PT. Samaco perusahaan potong unggas pertama di kota Pati yang sedang berkembang.
3.3 Obyek Penelitian
3.3.1 Pemilihan Obyek Yang akan Diteliti
Obyek pengamatan dalam penelitian ini adalah wirausaha peternak ayam broiler di PT. Samaco Karkasindo Utama. PT Samaco Karkasindo Utama adalah perusahaan potong hewan unggas dan pendistribuan ayam broiler yang sedang berkembang yang berada di Kota Pati. Perusahaan ini merupakan perusahaan pertama yang berdiri di Pati yang bergerak di pengolahan ayam broiler pada tahun 2016.
3.3.2 Pemilihan Informan
Informan adalah sumber daya yang diperoleh dari pengamatan atau observasi dan diminta informasinya melalui wawancara atau diskusi atau dokumentasi yang benar-benar mengetahui permasalahan yang diteliti (Djaelani, 2013). Teknik menentukan informan pada penelitian ini adalah menggunakan teknik Purposive Sampling, dikarenakan pemilihan informan dipilih dengan pertimbangan dan tujuan tertentu (Sugiyono, 2016). Adapun kriterian informan dalam penelitiaan ini adalah sebagai berikut :
1. Memiliki pengetahuan dan pengalaman tentang berwirausaha peternak ayam broiler.
2. Mampu menceritakan dengan baik dan benar mengenai berwirausaha peternak ayam broiler.
3. Mampu membantu peneliti dalam proses pengumpulan data.
Informan dalam penelitian ini terdiri dari pemilik kandang. Daftar informan dapat dilihat pada tabel.
Tabel 3.1
Data Nama Informan
No Nama Keterangan
1 Bapak Alvis Direktur Utama PT. Samaco
2 Bapak Doddy Manager Purchasing PT. Samaco
3 Bapak Hardhi Pemilik Kandang Ayam Broiler
4 Bapak Koko Pemilik Kandang Ayam Broiler
5 Bapak Darsono Pemilik Kandang Ayam Broiler
6 Bapak Muchtar Effendi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati
Sumber : Data olahan penulis, 2018
3.4 Jenis Data Penelitian
Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Data Primer
Data Primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2016). Dalam penelitian ini, data primer diperoleh langsung dari Informan yaitu Direktur dan Purchasing PT. Samaco Karkasindo Utama serta tiga Peternak Ayam Broiler melalui metode observasi dan wawancara.
2. Data Sekunder
Data Sekunder adalah data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data, misalnya lewat orang lain atau lewat dokumen (Sugiyono, 2016). Dalam penelitian ini, data sekunder diperoleh dari literatur yang
28 berupa buku, internet dan diperoleh berdasarkan catatan-catatan yang berhubungan dengan penelitian.
3.5 Prosedur dan Sumber Pengambilan Data
Pengumpulan data pada penelitian kualitatif bertumpu pada triangulation data yang diperoleh dari tiga metode yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi (Sugiyono, 2016).
1. Observasi
Observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu prpses yang tersusun dari pelbagai proses biologis dan psikhologis. Pengumpulan data dengan observasi digunakan bila, peneliti berkenaan dengan perilaku manusia, proses kerja, gejala-gejala alam dan bila responden yang diamati tidak terlalu besar.
Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis observasi partisipasi pasif. Observasi partisipasi pasif yaitu dalam hal ini peneliti datang di tempat kegiatan orang yang diamati, tetapi tidak terlibat dalam kegiatan tersebut (Sugiyono, 2016).
2. Wawancara
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahan yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit atau kecil. Dalam penelitian ini, wawancara dilakukan dengan menggunakan pedoman yang telah dibuat oleh peneliti. Peneliti membuat pertanyaan wawancara
untuk informan, dan pertanyaan dapat dikembangkan sesuai kebutuhan informasi yang diperlukan. Dari hasil melakukan wawancara kepada informan peneliti mendapatkan data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian mengenai minat berwirausaha peternak ayam broiler.
3. Dokumen
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Studi dokumen merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.
Dalam penelitian ini, dokumen yang digunakan sebagai referensi yaitu catatan tertulis yang berasal dari informan.
3.6 Kredibilitas Penelitian
Kredibilitas dalam penelitian kualitatif adalah validitas dan realibilitas. Prosedur yang digunakan untuk menilai kredibilitas dalam penelitian ini adalah triangulation. Triangulation diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada (Sugiyono, 2016). Triangulasi teknik, berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi untuk sumber data yang sama secara serentak ada (Sugiyono, 2016).
30 3.7 Teknik Analisis Data
Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti melakukan teknik analisis data sebagai berikut:
1. Data Reduction (Reduksi Data)
Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan. Reduksi data dapat dibantu dengan peralatan elektronik seperti komputer mini, dengan memberi kode pada aspek-aspek tertentu (Sugiyono, 2014).
Dalam penelitian ini setelah melakukan pengumpulan data, data yang diperoleh mengenai minat berwirausaha peternak ayam broiler direduksi untuk digolongkan kedalam tiap permasalahan sehingga data dapat ditarik kesimpulan.
2. Data Display (Penyajian Data)
Setelah data direduksi, maka langkah selanjutnya adalah mendisplay data. Penelitian kualitatif, penyaian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya (Sugiyono, 2014). Penyajian data bertujuan untuk mempermudah peneliti untuk mendeskripsikan data sehingga lebih mudah dipahami mengenai minat berwirausaha peternak ayam broiler yang diteliti.
3. Conclusion Drawing atau Verification
Langkah selanjutnya adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah berupa temuan baru yang sebelumnya belum pernah ada.
Kesimpulan dalam penelitian ini adalah jawaban mengenai permasalahan yang diteliti yang diperoleh dari data-data yang telah dikumpulkan dan diolah peneliti mengenai minat berwirausaha peternak ayam broiler.
32
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
4.1 Deskripsi Obyek Penelitian
Pada penelitian ini, obyek yang diambil yaitu wirausaha peternak ayam broiler di PT. Samaco Karkasindo Utama yang terletak di Jalan Lingkar Ujung No. 02 TPI, Juwana – Pati.
4.1.1 Gambaran Umum Perusahaan
PT Samaco Karkasindo Utama adalah perusahaan potong hewan unggas dan pendistribuan ayam broiler yang sedang berkembang yang berada di kota Pati. Perusahaan ini merupakan perusahaan pertama yang berdiri di pati yang bergerak di pengolahan ayam broiler pada tahun 2016. Awalnya nama perusahaan ini yaitu Juwana Manco Karkasindo yang berlokasi di Jalan Raya Rembang, namun pada bulan Oktober 2017 berubah menjadi PT. Samaco Karkasindo Utama. PT. Samaco Karkasindo Utama memproduksi olahan ayam daging yang berupa karkas ayam frozen, boneless ayam frozen dan by product ayam. Hasil olahan akan didistribusikan ke tiga wilayah yaitu Jakarta, Bali dan Surabaya. PT. Samaco Karkasindo Utama berusaha menghasilkan produk yang berkualitas tinggi untuk memenuhi kebutuhan customer. Semakin meningkatnya bahan baku yang dibutuhkan, maka perusahaan melakukan kerja sama dengan para peternak ayam broiler untuk mencukupi kebutuhan bahan baka berupa ayam hidup untuk diolah menjadi karkas ayam frozen.
4.1.2 Profil dan Informan Kunci
Penelitian ini telah melakukan observasi untuk menentukan informan yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan sebelumnya. Informan dalam penelitian ini adalah orang-orang yang benar mengetahui atau paham mengenai minat berwirausaha peternak ayam broiler. Informan sebanyak 5 orang yaitu terdiri dari Direktur PT. Samaco, Manager Purchasing PT. Samaco dan 3 peternak ayam broiler.
Berdasarkan hasil penelitian didapatkan gambaran profil dari informan dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:
Tabel 4.1
Profil Informan
No Nama Alasan
1 Bapak Alvis Merupakan Direktur Utama PT. Samaco
yang bergabung sejak oktober 2017. Beliau ditugaskan sebagai penanggung jawab di PT Samaco.
2 Bapak Doddy Merupakan Manager Purchasing PT.
Samaco yang bergabung sejak awal
berdirinya PT. Samaco. Beliau
ditugaskan sebagai penaggung jawab divisi purchasing.
3 Bapak Hardhi Merupakan Peternak ayam broiler yang
sudah memulai beternak pada tahun 2014 yang sudah memiliki 14 kandang dengan populasi setiap kandang 20.000 ekor sampai 50.000 ekor, beliau merupakan salah satu pelopor peternak ayam di PT Samaco karena sudah memiliki pengalaman yang cukup lama pada bidang usaha ini.
4 Bapak Koko Merupakan Peternak ayam broiler yang
sudah memulai beternak pada tahun 2015 yang sudah memiliki 3 kandang dengan populasi kandang 50.000 ekor,
30.000 ekor, dulunya beliau
berwirausaha di bidang kuningan.
34 sudah memulai beternak pada tahun 2017 dan memiliki 1 kandang dengan populasi 50.000 ekor.
6 Bapak Muchtar
Effendi
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pati Sumber : Data olahan penulis, 2018
4.2 Analisis Data
4.2.1 Analisis Hasil Penelitian
4.2.1.1 Analisis Faktor Pendukung Minat Berwirausaha pada
Peternak Ayam Broiler di PT Samaco Karkasindo
Utama.
Analisis Faktor yang mendukung minat berwirausaha pada peternak ayam broiler di PT Samaco Karkasindo Utama. Tahapan analisis data adalah sebagai berikut:
A. Transkrip Data dan Pengkodean Data
Pertanyaan Penelitian : Faktor apa yang mendukung minat berwirausaha pada peternak ayam broiler di PT Samaco Karkasindo Utama?
Tabel 4.2
Pengodean Data Faktor Pendukung Minat Berwirausaha
Pertanyaan Responden Hasil Wawancara Tema Analitis Kalimat Faktor apa yang
mendukung minatberwirausa ha pada peternak ayam broiler di PT.Samaco Karkasindo Utama? 1 Faktor yang mendukung adalah untuk sektor perunggasan khususnya ayam broiler dikarenakan prospeknya sangat bagus, marketnya terbuka luas serta
Peluang Marketnya terbuka luas, Profit
untuk bahan baku
produksi karkas
ayam frozen, serta
ayam menjadi
bahan makanan
yang dikomsumsi
setiap hari oleh
masyarakat dan
profitnya menggiurkan
karena setiap 1
tahun bisa panen 6 – 7 kali panen.
2 Untuk memilih
bidang usaha yang jelas kita untuk mencari profit , dilihat dari profit memang menjanjikan untuk ayam broiler terutama memakai sistem kandang close. Profit atau keuntungan 3 Karena untuk sektor perunggasan ayam prospeknya sangat bagus karena merupakan salah satu bahan
pokok makanan penghasil protein hewani. Karena marketnya sangat-sangat terbuka. Faktor ekonomi ya mbak , untuk membuat suatu lapangan pekerjaan Peluang, faktor ekonomi dan menciptakan lapangan pekerjaan
4 Awalnya, jadi gini
basicnya saya di
kuningan karena
dilihat dari kondisi
kuningan kan menurun, logam artinya ya mbak, otomatis saya Peluang, faktor lingkungan,profit atau keuntungan
36 sebagai pengusaha mencari alternative bisnis lain. Pertanyaannya kenapa tertarik dengan dunia ayam? Karena
ayam kan makanan
pokok artinya
pastinya kan
lancar.
Faktor yang
mendorong itu
karena saya lihat di sekitar lingkungan itu
satu, yang kedua
teman dekat
mereka membangun
kandang dari satu,
kedua, ketiga
otomatis dilihat
dari situ mesti ada profit lebih lah, seperti itu mbak
5 Karena potensi untuk dipertenakan sangat masih terbuka, sangat-sangat luas ya artinya karena kebutuhan akan ayam semakin banyak, hampir semua orang
makan ayam dari anak-anak sampai orang dewasa ya
kan, juga
menguntungkan, tidak terlalu ribet karena semua dari supply dikasih , hasilnya juga lumayan Faktor Peluang, kemandirian, keuntungan
Kemandirian, kalau
bicara tentang
peternakan itu
mandiri
tidak tergantung
dengan pihak lain, artinya kita bisa bekerja untuk diri sendiri, kalau kita bekerja sama orang kan kita di gaji tapi kalau beternak kita
bias menentukan
penghasilan berapa yang kita mau ,
hasilnya berapa
bagaimana cara
kita
B. Kategori Data
Tabel 4.3
Kategori Data Faktor Pendukung Minat Berwirausaha
Pertanyaan Responden Kategori
Faktor apa yang mendukung minat berwirausa ha pada peternak ayam broiler di PT Samaco Karkasindo Utama? 1 2 3 1. Peluang 2. Marketn ya terbuka luas 3. Profit 1. Profit atau keuntung an 1. Peluang 2. Faktor Ekonomi 3. Menciptak an lapangan pekerjaan 1. Peluang 2. Market Luas 3. Faktor Ekonomi 4. Profit atau Keuntunga n 5. Menciptak an lapangan pekerjaan 6. Faktor Lingkuang n 7. Kemandiri an 4 5 1. Peluang , 2. faktor lingkun gan 3. Profit atau keuntun gan 1. Peluang, 2. Kemandir ian 3. keuntung an
38 C. Klasterisasi Kategori
Tabel 4.4
Klasterisasi Kategori Data Faktor Pendukung Minat Berwirausaha
Faktor apa yang mendukung minat berwirausaha pada peternak ayam broiler di PT Samaco Karkasindo Utama?
1. Personal
a. Kemandirian
b. Pendapatan atau Keuntungan 2. Sociological
a. Menciptakan Lapangan Pekerjaan 3. Enviromental
a. Peluang dan Market Luas b. Faktor Lingkungan
D. Pengidentifikasian Pola dan Konsep
Tabel 4.5
Pengidentifikasian Pola dan Konsep
Persoalaan Penelitian
Klaster Kategori Jawaban
Pola dan Konsep
Faktor apa yang mendukung minat berwirausaha pada peternak ayam broiler di PT Samaco Karkasindo Utama? 1. Personal a. Kemandirian b. Pendapatan atau Keuntungan 2. Sociological a. Menciptakan Lapangan Pekerjaan 3. Enviromental a. Peluang dan Market Luas b. Faktor Lingkungan Alasan seseorang berwirausaha adalah untuk mandiri. Mandiri menjadi peternak ayam bertujuan tidak bergantung
dengan orang lain
dan bisa
menghasilkan
pendapatkan atau
keuntungan yang
diinginkan dengan cara atau ide yang
dimiliki oleh
seseorang berwirausaha
menjadi peternak
ayam. Selain itu
lapangan pekerjaan
bagi orang lain
yang berada
disekitarnya. Faktor pendukung lainnya
adalah peluang
yang ada dengan market yang luas .
4.2.1.2 Analisis Faktor yang Menghambat Minat Berwirausaha
pada Peternak Ayam Broiler di PT Samaco Karkasindo
Utama.
Analisis Faktor yang menghambat minat berwirausaha pada peternak ayam broiler di PT Samaco Karkasindo Utama. Tahapan Analisis Data adalah sebagai berikut:
A. Transkrip Data dan Pengkodean Data
Pertanyaan Penelitian: Faktor apa yang menghambat minat berwirausaha pada peternak ayam broiler di PT Samaco Karkasindo Utama?
Tabel 4.6
Pengodean Data Faktor Penghambat Minat Berwirausaha
Pertanyaan Responden Hasil Wawancara Tema Analitis Kalimat Faktor apa yang menghambat minat berwirausaha pada peternak ayam broiler di PT Samaco Karkasindo 1 Faktor yang
menghambat itu dari sisi harga, baik harga beli DOC dan harga
jual ayam yang
fluktuatif, terbatasnya fasilitas seperti air dan
listrik yang sesuai
dengan kebutuhan Faktor Eksternal (Kenaikan harga barang yang tidak terduga,Fasilitas di sekitar kandang )
40
Utama? kandang.
2 Yang menghambat dari
DOC, bibit dan sapronaknya harga kan fluktuatif. Memang kita agak kerepotan waktu satu DOC sedang langka, sapronak yang harganya fluktuatif itu yang menggangu dan kondisi cuaca juga
Faktor Eksternal (Kenaikan harga barang yang tidak terduga, Cuaca) 3 Faktor penghambatnya
di sini adalah di dunia perunggasan
khususnya di ayam
broiler itu jarang sekali mendapatkan sentuhan program dari pemerintah. Faktor Eksternal (Kebijakan Pemerintah) 4 Yang menghambat
pasti ada, yang
menghambat satu listrik karena di tempat kita belum ada listrik 3 pas yang kita pakai 1 pas jadi kurang, yang kedua air kita tahu di juwana air asin sember airnya sedangkan PDAM tidak pernah bisa memenuhi kebutuhan air kandang, sering mati otomatis beli air dari tangki
delapah puluh ribu
rupiah per eh sorry 120.000 per tangki Faktor Eksternal (Ketersediaan Listrik dan Air) 5 Faktor penghambat
adalah mungkin apa ya, dukungan dari
pemerintah untuk
mengembangkan
peternakan ini lebih baik lagi kalau kita
dapat support atau
dukungan dari Faktor Eksternal (Kebijakan Pemerintah, Lingkungan yang tidak kondusif)
pemerintah mungkin akan lebih mudah untuk mendapatkan DOC nya,
pakannya karena
selama ini pakai dari luar semua mungkin yang menghambat itu aja sih dan lingkungan
juga kalau tidak
kondusif akan menghambat, tidak mengerti resikonya akan menghambat. B. Kategori Data Tabel 4.7
Kategori Data Faktor Penghambat Minat Berwirausaha
Pertanyaan Responden Kategori
Faktor apa yang menghambat minat berwirausaha pada peternak ayam broiler di PT Samaco Karkasindo Utama? 1 2 3 1. Kenaika n harga barang yang tidak terduga 2. Fasilitas di sekitar kandang 1. Kenaikan harga barang yang tidak terduga 2. Cuaca 1. Kebija kan Pemer intah 1. Kenaikan harga barang yang tidak terduga 2. Fasilitas di sekitar kandang 3. Kebijakan Pemerinta h 4. Cuaca 5. Ketersedi aan Listrik dan air 6. Lingkung an yang tidak kondusif 4 5 1. Ketersed iaan Listrik dan air 1. Kebijakan Pemerintah 2. Lingkunga n yang tidak kondusif 3. Cuaca
42
C. Klasterisaasi Kategori
Tabel 4.8
Klasterisasi Kategori Data Faktor Pendukung Minat Berwirausaha
Faktor apa yang menghambat minat berwirausaha pada peternak ayam broiler di PT Samaco Karkasindo Utama?
1. Kenaikan harga barang yang tidak terduga 2. Lingkungan dan Fasilitas
3. Kebijakan Pemerintah 4. Cuaca
D. Pengidentifikasian Pola dan Konsep
Tabel 4.9
Pengidentifikasian Pola dan Konsep
Persoalaan Penelitian Klaster Kategori Jawaban
Pola dan Konsep
Faktor apa yang menghambat minat berwirausaha pada peternak ayam broiler di PT Samaco Karkasindo Utama?
1. Kenaikan harga
barang yang tidak terduga 2. Lingkungan dan Fasilitas 3. Kebijakan Pemerintah 4. Cuaca Kenaikan harga
yang tidak terduga menjadi salah satu
faktor yang
menghambat di
karenakan DOC,
Obat dan Sapronak yang terkadang sulit
didapatkan oleh
peternak serta
harganya yang tidak tentu naik turunnya
tidak terkontrol. Fasilitas kandang disekitar dan lingkungan yang tidak kondusif seperti ketersediaan air dan listrik yang
sesuai dengan
kebutuhan kandang maka yang berperan
dukungan dan program dari pemerintah karena pemerintah yang berhubungan dengan ketersediaan supply air dan listrik. Selain itu cuaca yang tidak menentu berpengaruh terhadap kelangsungan kehidupan ayam yang di kandang karena berpengaruh dengan hasil panen ayam.
4.2.1.3 Analisis Mengembangkan Minat Berwirausaha pada
Peternak Ayam Broiler PT Samaco Karkasindo Utama
Analisis mengembangkan minat berwirausaha pada peternak ayam broiler di PT Samaco Karkasindo Utama. Tahapan Analisis Data adalah sebagai berikut:
A. Transkrip Data dan Pengkodean Data
Pertanyaan Penelitian: Faktor apa yang menghambat minat berwirausaha pada peternak ayam broiler di PT Samaco Karkasindo Utama?