• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN"

Copied!
42
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1 Gambaran Umum Tempat Uji Kompetensi di SMK Negeri 2 Salatiga

Sebagai sebuah lembaga pendidikan yang telah berdiri pada tahun 2000, SMK Negeri 2 Salatiga merupakan sekolah yang berorientasi pada pendidikan teknik kejuruan. SMK Negeri 2 Salatiga telah menglami kemajuan dan perkembangan secara pesat dari tahun-ketahun, baik dari segi fasilitas, mutu pendidikan, maupun jumlah pesertadidik. Salah satu daya penunjang terhadap kemajuan dan perkembangan SMK Negeri 2 Salatiga, melalui penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi. Tempat Uji Kompetensi merupakan suatu wadah dalam rangka untuk meningkatkan mutu proses penyelenggaraan sertifikasi kompetensi yang pada akhirnya diharapkan dapat mampu meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap hasil sertifikasi kompetensi.Terkait dengan Tempat Uji Kompetensi yang terdapat di SMK Negeri 2 Salatiga, sejauh ini baru terdapat satu program tempat uji kompetensi telah terselenggara yakni Lembaga Sertifikasi Profesi Teknik Otomotif. data tentang Lembaga Sertifikasi Profesi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga dapat ditunjukkan melalui tabel 4.1 sebagai berikut:

Tabel 4.1

Tempat Uji Kompetensi di SMK NEGERI 2 Salatiga

No Jenis TUK Tahun Berdiri

1 Lembaga Sertifikasi Profesi Teknik Otomotif 2007 Sumber: Bid. Kurikulum, 2017

(2)

Berdasarkan tabel 4.1 diatas, tentang tempat uji kompetensi yang terdapat di SMK Negeri 2 Salatiga, dapat dijelaskan bahwa sejak berdirinya SMK Negeri 2 Salatiga pada tahun 2000, sejauh ini baru terdapat satu Lembaga Sertifikasi Profesi khusunya pada bidang teknik otomotif. Sebagai satu-satunya lembaga sertifikasi profesi yang terdapat di SMK NEGERI 2 Salatiga, Tempat Uji Kompetensi Lembaga Sertifikasi Profesi Teknik Otomotif, mempunyai peran yang cukup signifikan terhadap upaya peningkatan kompetensi. 4.2 Deskripsi Hasil Penelitian

Pada bagian hasil penelitian ini, secara khusus akan disajikan mengenai deskripsi gambaran terhadap hasil penelitian evaluasi Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga, yang dilihat dari beberapa aspek komponen evaluasi Context, masukan atau Input, Process dan Productterhadap penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif.

4.2.1 Aspek Context

4.2.1.1 Identifikasi Kebutuhan Penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi

Penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga merupakan sebuah kebijakan yang dilakukan oleh pihak sekolah yang berdasarkan masukan-masukan dari DU/DI, Dinas Pendidikan Provinsi dan masyarakat. Dalam rangka pengembangan terhadap sumber daya manusia dalam aspek peningkatan kualitas dan perlindungan tenaga kerja, maka 34

(3)

perlunya dilaksanakan program uji kompetensi baik oleh kalangan sendiri, Sekolah Tinggi Kejuruan, Sekolah Menengah Kejuruan, maupun Dunia Industri. Perlunya sertifikasi profesi bagi tenaga kerja bertujuan agar tenaga kerja yang bersangkutan, diakui kompetensinya oleh dunia industri sebagai pengguna jasa. Kebutuhan akan perlunya pengakuan tenaga kerja melalui sertifikasi profesi, telah disampaikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi pada tahun 2006 melalui kegiatan-kegiatan seminar dan bimtek TUK. Hal tersebut, senada disampaikan oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Salatiga terkait dengan perlunya sertifikasi profesi bagi tenaga kerja, sebagai berikut:

Seyogyanya tenaga kerja perlu memiliki sertifikasi profesi, agar kompetensinya dapat diakui oleh dunia industri (Sumber: Wawancara Kepala Sekolah, 6 November 2017).

Berdasarkan pada hasil wawancara dengan Kepala Sekolah diatas, dapat dipahami bahwa sangat pentingnya sertifikasi profesi bagi seorang tenaga kerja yang secara tidak langsung bertujuan untuk memperoleh pengakuan kompetensi seseorang. Pernyataan yang disampaikan oleh kepala sekolah diatas, nampaknya juga senada disampaikan oleh salah satu perwakilan dari dunia industri, sebagai berikut:

Sertifikasi profesi bagi tenaga kerja, secara tidak langsung sangat diperlukan bagi tenaga kerja, salah satunya untuk memperoleh pengakuan dari dunia industri (Sumber: Wawancara Perwakilan Dunia Industri, 6 November 2017).

Merujuk pada hasil wawancara dengan perwakilan Dunia Industri, dapat dijelaskan bahwa seyogyanya bahwa dunia industri memang membutuhkan dan mengharapkan seorang

(4)

tenaga kerja memiliki sertifikasi profesi, dalam rangka memperoleh sebuah pengakuan kompetensi bagi seseorang. Nampaknya sangat pentingnya sebuah sertifikasi profesi bagi seorang tenaga kerja dalam rangka memperoleh pengakuan dari dunia industri, menjadi sebuah pertimbangan khusus dan analisis kebutuhan bagi SMK Negeri 2 Salatiga dalam rangka membuka Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif.Sedangkan pada sisi yang lain, pertimbangan SMK Negeri 2 Salatiga membuka Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif bertujuan untuk memfasilitasi baik alumni maupun masyarakat yang membutuhkan sertifikasi profesi dalam rangka meningkatkan kompetensinya.

Beberapa temuan diatas, menjadi salah satu dasar identifikasi kebutuhan bagi SMK Negeri 2 Salatiga dalam rangka menyelenggarakan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif. Oleh karena itu hasil temuan dalam penelitian evaluasi ini, apabila ditinjau dari segi identifikasi kebutuhan telah didasarkan atas masukan-masukan baik dari dunia industri maupun Dinas Pendidikan Provinsi.

4.2.1.2 Kebijakan Pemerintah

Penyelenggaraan Program Tempat Uji KompetensiTeknik Otomotifdi SMK Negeri 2 Salatiga, tidak hanya didasarkan pada identifikasi kebutuhan masyarakat maupun dunia usaha dan dunia industri. Namun demikian bahwa Penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi di SMK Negeri 2 Salatiga juga berlandaskan kebijakan dari pemerintah.

(5)

Adapun landasan hukum yang digunakan oleh SMK Negeri 2 Salatiga dalam rangkan Penyelenggaraan Program Tempat Uji KompetensiTeknik Otomotifdapat ditunjukkan melalui tabel 4.2 sebagai berikut:

Tabel 4.2

Landasan Hukum Penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi di SMK NEGERI 2 Salatiga

No Landasan Hukum

1 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional

2 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan

3 Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

4 Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) Kepmen Nomor : Kep.116/MEN/VII/2004 dan Kep.95/MEN/IV/2005

Sumber: Proposal Penyelenggaraan Program TUK, 2006

Berdasarkan tabel 4.2 diatas tentang landasan hukum penyelenggaraan Program Tempat Uji KompetensiTeknik Otomotifdi SMK Negeri 2 Salatiga, dapat dijelaskan bahwa penyelenggaraan Program Tempat Uji KompetensiTeknik Otomotifdi SMK Negeri 2 Salatiga telah merujuk pada Undang-Undang Nomor 20 Tahuun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan, Peraturan Pemerintah No. 23 Tahun 2004 Tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi.

Sedangkan petunjuk teknis pada Program Tempat Uji Kompetensi di SMK Negeri 2 Salatiga mengacu pada Pedoman BNSP No 206 Tahun 2007. Berdasarkan pada kebijakan yang telah dikeluarkan pemerintah baik melalui Undang-Undang maupun Peraturan Pemerintah, menjadi sebuah landasan yang kokoh bagi SMK Negeri 2 Salatiga dalam rangka 37

(6)

penyelenggaraan Program Tempat Uji KompetensiTeknik Otomotifdi SMK Negeri 2 Salatiga.

Berdasarkan pada aspek identifikasi kebutuhan dan kebijakan dari pemerintah, menjadi salah satu pertimbangan bagi pihak sekolah terkait dengan betapa pentingnya sertifikasi profesi bagi tenaga kerja dalam rangka peningkatan kompetensi bagi seseorang. Oleh karena itu hasil temuan pada penelitian ini, khususnya pada aspek evaluasi context penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi di SMK Negeri 2 Salatiga didasarkan pada identifikasi kebutuhan dan kebijakan oleh pemerintah.

4.2.2 Aspek Input

4.2.2.1 Perencanaan Penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi

Penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi di SMK Negeri 2 Salatiga, telah didasarkan oleh aspek konteks yang mencakup indentifikasi kebutuhan terhadap penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensidan kebijakan dari pemerintah. Kedua hal tersebut menjadi dasar utama bagi SMK Negeri 2 Salatiga dalam menyelenggarakan Tempat Uji Kompetensi. Dasar hukum penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi di SMK Negeri 2 Salatiga berdasarkan pada Surat Keputusan Lembaga Sertifikasi Profesi Teknik Otomotif Nomor: Kep-031/SK LSP-TO/Re.TUK/JKT/III/2011 sebagai Tempat Uji Kompetensi dengan level Madya/Senior. Dalam rangka penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi sekolah telah membentuk tim khusus yang akan mengelola Tempat Uji 38

(7)

Kompetensi. Pembentukan tim khusus guna penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi dibentuk agar penyelenggaraan dan pengelolaan Tempat Uji Kompetensi dapat terkelola dengan baik. Hal tersebut juga disampaikan oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Salatiga sebagai berikut:

Guna mendukung pengelolaan dan penyelenggaraan Tempat uji Kompetensi agar dapat terlaksana dengan baik maka perlu pembentukan tim khusus (Sumber: Wawancara Kepala Sekolah, 17 November 2017).

Berdasarkan hasil wawancara dengan Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Salatiga, dapat dijelaskan bahwa pengelolaan Program Tempat Uji Kompetensi di SMK Negeri 2 telah dibentuk berdasarkan pada kebutuhan guna pengelolaan yang baik. Hal tersebut juga didukung oleh Surat Keputusan 001/A-2/Mar/2016/Bid.Mutu, hal 16-18 tentang struktur organisasi penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK NEGERI 2 Salatiga. Merujuk hasil wawancara dengan Kepala Sekolah serta dokumentasi surat keputusan, maka secara legalitas bahwa penyelenggaraan Tempat Uji KompetensiTeknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga telah didukung oleh tim khusus dalam pengelolaan Tempat Uji Kompetensi di SMK Negeri 2 Salatiga.

Dalam rangka mendukung kinerja tim pengelola Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga, juga telah dilengkapi dengan Jobs Descreption, dari masing-masing personil tim. Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif SMK Negeri 2 Salatiga, terkait dengan terkait dengan tugas masing-masing personil TUK disampaikan sebagai berikut:

(8)

Guna mendukung kinerja tim pengelola TUK maka terdapat Jobs Descreption sebagai panduan tim dalam menjalankan tugasnya (Sumber: Wawancara Ketua Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif, 20 November 2017).

Hasil wawancara dengan Ketua Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif SMK Negeri 2 Salatiga juga didukung denganJobs Descreption pengelolaan Tempat Uji

Kompetensiyang tertuang dalam Panduan Mutu

No.001/A/2/Bid. Mutu, yang dengan jelas telah mendeskripsikan masing-masing tugas personil tim. Dengan demikian bahwa dalam rangka penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif SMK Negeri 2, jika dilihat dalam perspektif personil tim yang secara khusus telah dipersiapkan dengan Jobs Descreption pengelolaan Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif SMK Negeri 2 Salatiga.

Dalam rangka penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif SMK Negeri 2 Salatiga, pengelola dalam hal ini adalah Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif telah mempersiapkan beberapa komponen pendukung yang digunakan dalam perencanaan penyelenggaraan program. Komponen-komponen tersebut mencakup sumber daya manusia, fasilitas, pembiayaan, jadwal pelaksanaan. Secara khusus komponen-komponen pendukung penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif SMK Negeri 2 Salatiga, telah tertuang di dalam proposal perencanaan penyelenggaraan program.

4.2.2.2 Mekanisme Penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi

(9)

Mekanisme pelaksanaan Tempat Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif SMK Negeri 2 Salatiga dilakukan dengan mengacu pada penerapan sistem manajemen mutu pedoman BNSP 206/ISO 17024. Berdasarkan pada pedomantersebut, terdapat ruang lingkup assesment dalam uji kompetensi pada program yang akan di ujikan. Ruang lingkup assesment dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Teknik Otomotif dapat dilihat melalui tabel 4.3 sebagai berikut:

Tabel 4.3

Ruang Lingkup Assesment dalam Pelaksanaan Uji Kompetensi Teknik Otomotif No Ruang Lingkup

Asesmen Bid. Pekerjaan Kualifikasi Level/ 1 Klaster Engine Tune Up

Konvensional Teknisi Otomotif Engine Tune Up Konvensional 2 Klaster Engine Tune Up

Sistem Injeksi Teknisi Otomotif Engine Tune Up Sistem Injeksi 3 Klaster Emisi Gas Buang Teknisi Otomotif Emisi Gas Buang 4 Klaster Sistem Rem

Manual Teknisi Otomotif Sistem Rem Manual 5 Klaster Wheel Alignment Teknisi Otomotif Wheel

Alignment (WA)/Spooring & Balancing Sumber: Panduan Mutu TUK TO SMK Negeri 2 Salatiga, 2016

Berdasarkan tabel 4.3 diatas tentang ruang lingkup pelaksanaan Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif SMK Negeri 2 Salatiga, dapat dideskripsikan bahwa ruang lingkup asesmen dalam tempat uji kompetensi teknisi otomotif terdiri dari lima klaster. Kelima klaster tersebut meliputi 1). Klaster Engine Tune Up Konvensional, 2). Klaster Engine Tune Up Sistem Injeksi, 3). Klaster Emisi Gas Buang, 4). Klaster Sistem Rem Manual, 5). Klaster Wheel Alignment. Secara khusus bahwa kelima klaster terdapat dalam satu bidang pekerjaan,

(10)

yakni bidang teknisi otomotif. Namun demikian bahwa, walaupun terdapat dalam satu bidang pekerjaan teknisi otomotif, apabila dilihat pada tabel bagian level/ kualifikasi, bahwa bidang pekerjaan teknisi otomotif memiliki kualifikasi yang berbeda. Dimana kelima kualifikasi atau level tersebut meluputi 1). Klaster Engine Tune Up Konvensional dengan kualifikasi atau level Engine Tune Up Konvensional, 2). Klaster Engine Tune Up Sistem Injeksi dengan kualifikasi atau level Engine Tune Up Sistem Injeksi, 3). Klaster Emisi Gas Buang dengan kualifikasi atau level Emisi Gas Buang, 4). Klaster Sistem Rem Manual dengan kualifikasi atau level Sistem Rem Manual, 5). Klaster Wheel AlignmentSistem dengan kualifikasi atau level Rem ManualWheel Alignment.

Mekanisme perencanaan penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga, telah mempersiapkan Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif secara baik. Salah satunya mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dalam melaksanakan uji kompetensi dengan kualifikasi Kendaraan Ringan (R-4) melalui dua level yakni Level Junior dan Level Senior. Upaya yang dilakukan dalam rangka perencanaan peningkatan sumber daya manusia juga disampaikan Ketua TUK TO sebagai berikut:

Dalam menghadapi AMEC (Asia Pasific economic cooperation) yang akan berlaku pada tahun 2020, sudah saatnya melakukan pembenahan sistem pembinaan sumber daya manusia yang berorientasi pada kebutuhan dunia kerja sehingga tenaga kerja kita diakui kompetensinya oleh industri sendiri (Sumber: Wawancara Ketua TUK TO, 20 November 2017).

(11)

Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua TUK TO diatas, terkait dengan perencanaan penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga, bahwa penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi salah satunya dalam rangka menghadapi persaingan dunia kerja pada lingkup internasional. Dengan adanya persaingan dunia kerja yang cukup ketat, maka perlunya peningkatan kompetensi perlu dilakukan, salah satunya melalui tempat uji kompetensi.

4.2.2.3 Sumber Daya Manusia

Daya dukung dalam penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga, tidak terlepas dari sumber daya manusia. Sebagai komponen pendukung yang utama, sumber daya manusia menjadi faktor dalam rangka meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif. Adapun komponen pendukung sumber daya manusia, mencakup tenaga instruktur dan peserta uji kompetensi baik yang berasal dari alumni maupun masyarakat umum. Dari segi instruktur, tenaga pengajar pada Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif memiliki kualifikasi pendidikan yang dapat dilihat pada tabel 4.4 sebagai berikut:

Tabel 4.4

Kualifikasi Instruktur Program TUK Teknik Otomotif SMK Negeri 2 Salatiga No Kualifikasi Pendidikan D3 S1 S2 Jumlah Bid. Keahlian

1 - 9 1 4 Engine Tune Up Konvensional

2 - 2 - 2 Engine Tune Up Sistem Injeksi

(12)

3 3 - 3 Emisi Gas Buang 4 - 1 1 2 Sistem Rem Manual 5 - 3 - 3 Wheel Alignment (WA)/Spooring &

Balancing 14

Sumber: Data Sekretaris TUK TO SMK Negeri 2 Salatiga, 2016

Berdasarkan pada tabel 4.4 diatas, tentang kualifikasi pendidikan instruktur Program Tempat Uji Kompetensi SMK Negeri 2 Salatiga, maka dapat dijelaskan bahwa dari segi kualifikasi instruktur pengajar berjumlah 14 orang. Dari 14 memiliki kualifikasi pendidikan S1 dan S2, sesuai dengan bidang keahlian masing-masing instruktur. Lebih lanjut dapat dijelaskan bahwa pada bidang keahlian Engine Tune Up Konvensionalterdapat 4 orang instruktur dengan kualifikasi pendidikan 3 orang S1 dan 1 orang S2. Pada bidang keahlian Engine Tune Up Sistem Injeksiterdapat 2 orang instruktur dengan kualifikasi pendidikan S1, untuk bidang keahlian Emisi Gas Buang terdapat 3 instruktur pengajar dengan kualifikasi pendidikan S1.

Sedangkan pada bidang keahlian Sistem Rem Manual terdapat 2 instruktur masing-masing berpendidikan S1 satu orang dan S2 satu orang. Adapun pada bidang yang terakhir yakni Wheel Alignment (WA)/Spooring & Balancingterdapat 3 orang instruktur dengan kualifikasi pendidikan S1. Berdasarkan pada uraian diatas, maka dapat dipahami bahwa pada aspek sumber daya manusia, khususnya pada tenaga instruktur yang secara umum memuliki kualifikasi pendidikan S1 dan S2 sesuai dengan bidang kemampuan masing-masing.Selain merujuk pada data studi dokumentasi diatas

(13)

tentang kualifikasi pendidikan instruktur, hal senada juga disampaikan oleh Ketua Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif SMK Negeri 2 Salatiga terkait dengan sumber daya manusia dalam rangka mendukung penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif sebagai berikut:

Guna mendukung kemuadahan dan kelancaran dalam penyelenggaraan TUK TO, telah dipersiapkan guru-guru sebagai instruktur yang sesuai dengan bidang keahian (Sumber: Wawancara Ketua TUK TO, 20 November 2017).

Hasil wawancara dengan Ketua TUK TO diatas, memberikan sebuah penjelasan bahwa sekolah dalam rangka menyelenggarakan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif telah benar-benar mempersiapkan sumber daya manusia, khususnya pada komponen tenaga instruktur. Berdasarkan pada hasil studi dokumentasi dan hasil wawancara dengan Ketua TUK TO, maka dapat pahami bahwa hasil temuan penelitian pada aspek sumber daya manusia khususnya instruktur TUK TO telah dipersiapkan dalam rangka mendukung pelaksanaan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga.

Dalam penerimaan peserta uji kompetensi, pihak pengelola Tempat Uji Kompetensi Teknik otomotif, tidak melaksanakan proses seleksi peserta secara khusus. Hal tersebut dikarenakan peserta yang akan mendaftar sebagai peserta uji kompetensi telah diasumsikan memiliki kemampuan dasar dalam bidang tersebut.

Sedangkan pada aspek sumber daya manusia dari segi peserta Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif, dapat

(14)

berasal dari Institusi Pendidikan baik oleh guru maupun peserta didik sebagai peserta dan Dunia Usaha dan Industri. Adapun secara lebih khusus terkait dengan asal Institusi maupun DU/DI peserta uji kompetensi dapat dilihat melalui tabel 4.5 sebagai berikut:

Tabel 4.5

Daftar Institusi Pendidikan Peserta Uji Kompetensi Teknisi Otomotif

No Institusi Paket

1 SMK N 2 Salatiga ETU Konvensional 2 SMK N 3 Salatiga ETU Konvensional 3 SMK Al Falah Salatiga ETU Konvensional 4 SMK Muhammadiyah 2 Sleman ETU Konvensional 5 SMK Muhammadiyah 1 Moyudan ETU Konvensional 6 SMK Kristen TI Salatiga ETU Konvensional 7 SMK Muhammadiyah Suruh ETU Konvensional 8 SMK Muhammadiyah Ungaran ETU Konvensional 9 SMK Negeri Jambu ETU Konvensional 10 SMK Saraswati Salatiga ETU Konvensional 11 SMK Muhammadiyah Salatiga ETU Konvensional 12 SMK Negeri Bancak ETU Konvensional 13 SMK Armada Magelang ETU Konvensional 14 SMK Negeri Wonosegoro ETU Konvensional 15 SMK Muhammadiyah Karanggede ETU Konvensional 16 SMK Negeri Tengaran ETU Konvensional 17 SMK Al-Falah Salatiga ETU Konvensional 18 SMK Negeri Kemusu ETU Konvensional 19 SMK Kristen Pedan ETU Konvensional 20 SMK Negeri Kaliwungu ETU Konvensional

Sumber: Data Sekretariat TUK TO SMK Negeri 2 Salatiga, 2017

Berdasarkan pada tabel 4.5 diatas tentang daftar Institusi Pendidikan yang pernah mengirimkan tenaga pendidikan sebagai peserta uji kompetensi teknik otomotif, maka dapat dijelaskan bahwa terdapat 20 sekolah yang pernah menjalin kerja sama dengan tempat uji kompetensi SMK Negeri 2 Salatiga. Secara umum bahwa peserta uji kompetensi di SMK Negeri 2 Salatiga yang berasal dari Institusi Pendidikan lebih 46

(15)

mengarah pada uji kompetensi keahlianpada paket bidang keahlian ETU Konvensional. Selain Tenaga Pengajar yang berasal dari Institusi Pendidikan, peserta uji kompetensi pada bidang teknik otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga juga berasal dari Dunia Usaha dan Dunia Industri. Adapun peserta uji kompetensi yang yang berasal dari DU/DI dapat dilihat melalui tabel 4.6 sebagai berikut:

Tabel 4.6 Daftar DU/DI

Peserta Uji Kompetensi Teknisi Otomotif No Dunia Usaha/Dunia Industri Paket

1 PT. Pepsi Cola Indobeverages ETU Konvensional 2 BM. Pakdi Isep-isep Salatiga ETU Konvensional 3 BM. ” ROBUUNN”, Cebongan. ETU Konvensional 4 Samba Motor Semarang ETU Konvensional 5 BM. Pak Edi, Pendem ETU Konvensional 6 BM. Adi Anugrah Salatiga ETU Konvensional 7 BM. Teguh Rahayu Salatiga ETU Konvensional 8 BM. Dokter Mobil Salatiga ETU Konvensional 9 BM. Arief Jaya Salatiga ETU Konvensional 10 BM. Dewa Dewi Motor ETU Konvensional 11 BM. Nissal Understel ETU Konvensional 12 BM. Sarana Jaya ETU Konvensional Sumber: Data Sekretariat TUK TO SMK Negeri 2 Salatiga, 2017

Berdasarkan pada tabel 4.6dapat dijelaskan bahwa sebanyak 12 Dunia Usaha/Dunia Insdustriyang telah mengirimkan tenaga kerjanya sebagai peserta uji kompetensi teknik otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga. Pada temuan hasil data studi dokumentasi, bahwa tidak jauh berbeda dengan peserta yang berasal dari Institusi Pendidikan, peserta yang berasal dari DU/DI juga lebih terfokus pada uji kompetensi paket keahlian ETU Konvensional. Berdasarkan hasil hasil temuan lapangan baik melalui studi dokumentasi maupun melalui hasil wawancara, maka dapat disimpulkan bahwa 47

(16)

perencanaan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga, dari segi sumber daya manusia telah tertata dengan baik.

4.2.2.4 Pembiayaan Penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi

Pembiayaan dalam penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga, bersumber dari dana Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan peserta Uji Kompetensi. Secara umum bahwa pembiayaan pengelolaan Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif setidaknya terbagi dalam pembiayaan untuk perawatan sarana dan prasarana, operasional program yang mencakup pembelian ATK, administrasi, honor instruktur pengajar dan biaya penerbitan sertifikat uji kompetensi dari BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).

Bantuan dalam penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif yang bersumber dari pemerintah pusat terdiri dari beberapa tahap. Adapun beberapa tahapan terkait dengan dana bantuan penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif dapat dilihat pada tabel 4.7 sebagai berikut:

Tabel. 4.7

Sumber Dana Bantuan Pengembangan TUK TO SMK Negeri 2 Salatiga

No Jumlah Dana Sumber Deskripsi Tahun 1 Rp. 500.000.000 Direktorat

PSMK Pembangunan Gedung 2007 2 Rp. 50.000.000 Dinas Provinsi Revitalisasi

Peralatan Tahap 1 2008 3 Rp. 50.000.000 Dinas Provinsi Revitalisasi 2011

(17)

Peralatan Tahap 2

4 Rp. 50.000.000 Dinas Provinsi Peralatan 2015 Sumber: Data Sekretaris TUK TO, 2017

Berdasarkan pada tabel 4.7 diatas, tentang sumber dana bantuan dalam penyelenggaraan program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga, dapat dijelaskan bahwa terdapat dua sumber dana yang berasal dari pemerintah pusat dan daerah. Sumber dana yang berasal dari pemerintah pusat sebesar Rp.500.000.000 bersumber dari Direktorat PSMK pada tahun 2007, dana tersebut digunakan untuk pembangunan gedungprogram tempat uji kompetensi di SMK Negeri 2 Salatiga. Selain subsidi dana bantuan dari pemerintah pusat, pengelolaan tempat uji kompetensi teknik otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga juga berasal dari pemerintah daerah, dalam hal ini Dinas Pendidikan Provinsi. Pada tahun 2008 subsidi dana yang diberikan pemerintah provinsi sebesar Rp. 50.000.000 juga yang digunakan untuk melakukan revitalisasi peralatan uji kompetensi, dimana bantuan dana tersebut masuk dalam dana revitalisasi tahap 1 dari Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah.

Berdasarkan temuan hasil penelitian, bahwa bantuan subsidi dana dari Dinas Pendidikan Provinsi juga berlanjut pada tahun 2011. Dimana bantuan yang berikan dari Dinas Provinsi tersebut merupakan dana revitalisasi tahap 2 sebesar Rp. 50.000.000 untuk perbaikan peralatan pada program tempat uji kompetensi. Sedangkan pada tahun

(18)

2015, guna meningkatkan kualitas peralatan pada program tempat uji kompetensi, Dinas Pendidikan Provinsi telah memberikan subsidi bantuan dana kepada Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif sebesar Rp. 50.000.000, guna penambahan peralatan.

Dalam rangka peningkatan kualitas Program tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif, pemerintah terus mendorong dan mendukung terhadap perkembangan program, yang salah satunya dilakukan melalui bantuan subsidi dana. Hal tersebut, senada juga disampaikan oleh Ketua Tempat Uji Kompetnsi Teknik Otomotif sebagai berikut:

Sejauh ini dukungan pemerintah baik pusat maupun daerah cukup baik, salah satunya melalui pemberian dana terhadap peningkatan kualitas Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif (Sumber: Hasil wawancara Ketua TUK TO, 17 November 2017).

Berdasrkan hasil wawancara dan temuan penelitian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa dukungan pemerintah dalam peningkatan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga cukup baik, salah satunya melalui dukungan subsidi dana pembangunan dan revitalisasi. Hal tersebut menjadi salah satu wujud dukungan pemerintah bagi Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga.

4.2.2.5 Sarana dan Prasarana

Daya dukung terhadap penyelenggaraan pada Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga, seyogyanya tidak dapat terlepas dari komponen sarana dan prasarana. Sebagai sebuah unit tempat uji 50

(19)

kompetensi, sarana dan prasarana merupakan penunjang penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif yang sumber pendanaannya sebagian besar berasal dari pemerintah pusat maupun provinsi.Berkaitan dengan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga guna mendukung pelaksanaan program, disampaikan Ketua Tempat Uji Kompetensi sebagai berikut:

Sarana dan prasarana sangat diperlukan oleh Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK NEGERI 2 Salatiga guna mendukung kelancaran pelaksanaan program (Sumber: Wawancara Ketua TUK TO, 20 November 2017).

Berdasarkan hasil wawancara diatas, dapat dijelas bahwa dukungan dari sarana dan prasarana sangat berpengaruh besar terhadap penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga. Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga yang telah dibuka pada tahun 2007, telah memiliki beberapa fasilitas sarana dan prasaran pendukung penyelenggaraan program tersebut. Melalui hasil studi dokumentasi terhadap Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga, dapat ditunjukkan data terkait dengan jumlah sarana dan prasaran yang telah tersedia pada Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga yang dapat dilihat melalui tabel 4.8 sebagai berikut:

Tabel 4.8

Data Sarpras TUK TO SMK NEGERI 2 Salatiga

No Uraian Spesifikasi Jumlah Satuan 51

(20)

1 Mobil FR Xenia Xi A/T 1,3 VVTi 1 Unit 2 Mobil FR Avanza 1.5 S M/T VVTi 2 Unit 3 Scanner Mobil VG Spesifik for Asian, Europe vehicle 3 Unit 4

Gas Analyzer

Spesifik for Asian, Europe Gasoline

Engine 2 Unit 5 V JACK Hesbon 2000 Kg 1 Paket 6 Stand Up type Transmission

JACK 500 Kg 1 Unit

7 Paket Diamond Car Wash

Equipment Two Post Lift 1 Paket 8 Personal Komputer for

training Laptop Intel Core i5 2 Unit 9 Ruang Kelas Kapasitas 50 orang 4 Unit 10 Ruang Praktek Praktek Peserta 2 Unit Sumber: Data Sekretaris TUK TO, 2017

Berdasarkan pada tabel 4.6 diatas tentang sarana dan prasarana, maka dapat dijelaskan bahwa program Tempat Uji Kompetensi di SMK Negeri 2 Salatiga telah memiliki bebrapa unit sarana penunjang seperti 3 unit mobil Xenia Xi A/T 1,3 VVTi dan Avanza 1.5 S M/T VVTi. Selain itu TUK Tekniksi Otomotif juga mempunyai Scanner Mobil VG dengan spesifikasi Spesifik for Asian, Europe Vehicle sebanyak 1 unit, Gas Analyzer dengan spesifikasi Spesifik for Asian, Europe Gasoline Engine 2 unit. Berikutnya di TUK TO juga terdapat V JACK dengan spesifikasi Hesbon 2000 Kg, Stand Up type Transmission JACK spesifikasi 500 Kg, Paket Diamond Car Wash Equipment spesifikasi Two Post Lift, Personal Komputer

(21)

for training spesifikasi Laptop Intel Core i5 sebanyak 2 unit, serta memiliki 4 buah ruang kelas dan 2 buah ruang praktek.

Hasil studi dokumentasi diatas, tentang inventarisasi sarana dan prasarana Tempat Uji Kompetensi SMK Negeri 2 Salatiga telah menunjukkan bahwa telah terdapat kelengkapan fasilitas dalam menunjang penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga. Namun demikian, sarana dan prasarana pada Tempat Uji Kompetensi SMK Negeri 2 Salatiga terus berupaya dilakukan oleh pihak pengelola Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif untuk meningkatkan kuantitas dan kualitasnya. Hal tersebut juga disampaikan oleh Ketua Tempat Uji Kompetensi sebagai berikut:

Berbagai upaya terus dilakuakn oelh pengelola TUK TO untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas fasilitas yang dimiliki oleh program TUK TO (Sumber: Wawancara Ketua TUK TO, 17 November 2017).

Berdasarkan hasil wawancara dan studi dokumentasi hasil penelitian diatas, maka dapat simpulkan bahwa terkait dengan sarana dan prasarana Tempat Uji Kompetensi SMK Negeri 2 Salatiga secara umum telah memiliki fasilitas yang cukup memadahi. Namun demikian hal tersebut pengelolaan sarana dan prasarana tersebut, terus ditingkatkan oleh pengelola dalam rangka peningkatan mutu penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi SMK Negeri 2 Salatiga.

4.2.3 Aspek Process

4.2.3.1 Persiapan InstrukturProgram

Dalam penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi di SMK Negeri 2 Salatiga, instruktur merupakan salah satu komponen 53

(22)

utama dalam penyelenggaraan program tersebut. Aspek proses pada penelitian evaluasi ini, berupaya mengumpulkan informasi terkait dengan teknis persiapan instruktur program Tempat Uji Kompetensi di SMK Negeri 2 Salatiga. Persiapan program Tempat Uji Kompetensi di SMK Negeri 2 Salatiga, terkait dengan kualitas instruktur program secara umum telah dipersipakan dengan baik. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya kegiatan-kegiatan Diklat yang diperuntukkan bagi para instruktur dalam rangka peningkatan kompetensi bagi para instruktur program.

Kompetensi yang dimiliki oleh para instruktur sangat menjadi perhatian khusus bagi program Tempat Uji Kompetensi di SMK Negeri 2 Salatiga. Karena didalam penyelenggaraan program Tempat Uji Kompetensi, instruktur menjadi salah satu pilar pokok terhadap kualitas lulusan dari program tempat uji kompetensi. Hal tersebut juga disampaikan oleh Ketua program Tempat Uji Kompetensi di SMK Negeri 2 Salatiga sebagi berikut:

Perlunya perhatian khusus bagi TUK TO terhadap kompetensi yang dimiliki oleh para instruktur, karena akan berpengaruh pada lulusan TUK (Sumber: Wawancara Ketua TUK TO, 24 November 2017).

Merujuk pada hasil wawancara diatas, dapat dijelaskan bahwa dalam rangka menjaga kualitas mutu dari Tempat Uji Kompetensi, perlunya sebuah perhatian khusus terhadap kompetensi yang dimiliki oleh instruktur. Sejauh ini, upaya-upaya terus dilakukan oleh pihak penyelenggaran Tempat Uji Kompetensi SMK Negeri 2 Salatiga dalam peningkatan kompetensi instruktur melalui berbagai pelatihan. Adapun

(23)

kegiatan Diklat instruktur Tempat Uji Kompetensi di SMK Negeri 2 Salatiga dapat dilihat pada tabel 4.9 sebagai berikut:

Tabel 4.9

TentangKegiatan Pelatihan Instruktur TUK SMK Negeri 2 Salatiga

No Kegiatan Uraian Waktu

1 Diklat di Industri

Otomotif Industri Otomotif oleh PT. Astra Daihatsu Jakarta Maret 2011 2 IHT Guru Otomotif Penguatan Otomotif Dasar Mei 2011 3 IHT Guru Otomotif Penguatan Otomotif

Advance September 2011 4 Diklat Instruktur

Mandiri Pro Technician Internasional di PT. Astra Daihatsu Motor September 2011 5 IHT Guru Otomotif Kurikulum Advance

Otomotif Oktober 2011 5 Diklat Assesor

Mandiri Metodologi Assesor BNSP/ LSP Otomotif (LSP TO) November 2011 6 Diklat dan UKG Engine Tune Up EFI November 2011

Sumber: Sekretaris TUK TO SMK Negeri 2 Salatiga, 2017

Berdasarkan tabel 4.9 diatas, dapat dijelaskan bahwa berbagai upaya terus dilakukan oleh penyelenggara Tempat Uji Kompetensi di SMK Negeri 2 Salatiga, dalam rangka meningkatkan kompetensi instruktur Tempat Uji Kompetensi. Hal tersebut ditunjukkan melalui kegiatan diklat, In House Trainning yang diperuntukkan bagi para instruktur program. Dari studi dokumentasi tabel diatas, bahwa pada awal bulam Maret 2011 telah diadakan kegiatan Diklatbagi para instruktur tentang Industri Otomotif. Pada bulam Mei 2011 dilaksanakan kegiatan In House Trainning Penguatan Otomotif Dasar, yang selanjutnya diikuti dengan kegiatan In House Trainning Penguatan Otomotif Advance pada bulan September 2011.

(24)

Tindak lanjut terhadap kegiatan peningkatan kompetensi instruktur Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif dilanjutkan dengan Diklat Instruktur Mandiri tentang Pro Technician Internasional di PT. Astra Daihatsu Motor yang dilaksanakan pada bulan September 2011. Sedangkan pada bulan Oktober 2011 dilanjutkan dengan kegiatan In House Trainning Kurikulum Otomotir Advance, Kegiatan Diklat Asesor Mandiri tentang Metodologi Assesor BNSP/ LSP Otomotif (LSP TO) bulan November 2011 serta kegiatan Diklat dan Uji Kompetensi Guru pada bulam November 2011.

Berdasarkan pada hasil kegaitan wawancara dan studi dokumentasi diatas, maka dapat ditarik kesimpulan sementara bahwa upaya peningkatan kompetensi tenaga instruktur Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif SMK Negeri 2 Salatiga, terus dilakukan dalam rangka peningkatan kualitas Tempat Uji Kompetensi. Hal tersebut ditunjukkan melalui kegiatan-kegaiatn seperti In House Trainning dan kegiatan Diklat.

4.2.3.2 Pelaksanaan Uji Kompetensi

Tujuan penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif adalah untuk meningkatkan kompetensi sekaligus memberikan sertifikat pengakuan kompetensi kepada tenaga kerja. Dalam penyelenggaraan program tersebut, pengelola dalam hal ini Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif telah berupaya memenuhi prosedur dalam penyelenggaraan program khususnya mulai dari perencanaan program.

(25)

Implementasi dalam penyelenggaraan pada Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif, dilihat dari segi pendanaan tidak mengalami kendala yang cukup berarti. Hal tersebut dikarenakan bahwa dengan adanya bantuan subsidi dana baik dari pemerintah pusat maupun daerah. Sedangkan jika dilihat dari segi pelaksanaan kegiatan, penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif masih belum berjalan sesuai dengan apa yang diharapkan.Kondisi tersebut nampaknya dapat dilihat dari jumpa pesrta Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif yang berminat uji mengikuti uji kompetensi.

Rendahnya minat tenaga kerja atau masyarakat untuk mengikuti uji kompetensi menjadi salah satu indikator kurang tercapainya penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif. Senada dengan pernyataan diatas, juga disampaikan oleh Ketua Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif sebagai berikut:

Belum tentu setiap bulan terdapat peserta yang mau mendaftar untuk mengikuti program uji kompetensi (Sumber: wawancara Ketua TUK TO, 25 November 2017).

Berdasarkan pada hasil wawancara diatas dengan Ketua TUK Teknisi Otomotif, dapat dipahami bahwa rendahnya minat masyarakat atau tenaga kerja untuk mengikuti program tersebut, bahkan belum adanya kepastian untuk memperoleh peserta yang berminat mengikuti program tersebut menjadi sebuah temuan yang sangat menarik dalam penelitian ini. Selain rendahnya minat masyarakat maupun tenaga kerja untuk mengikuti program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif, terdapat permasalahan lain yang menjadi temuan

(26)

penelitan terhadap rendahnya minat masyarakat pada Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif.

Berdasarkan hasil temuan penelitian bahwa tidak adanya pengakuan dari Dunia Usaha dan Dunia Industri, terhadap sertifikat profesi yang dimilik pasca mengikuti uji kompetensi keahlian juga menjadi permasalahan bagi Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif. Hal tersebut dikarenakan dalam menilai kompetensi tenaga kerja, terkadang Dunia Industri telah memiliki kriteria tersendiri, sehingga dimungkinkan tidak adanya pengakuan sertifikat kompetensi yang dimiliki tenaga kerja yang telah mengikuti uji kompetensi. Hal tersebut senada disampaikan oleh salah satu instruktur pengajar, terkait dengan rendahnya minat terhadap Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif sebagai berikut:

Tidak adanya pengakuan dari DUDI terhadap sertifikat uji kompetensi menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi oleh TUK TO di SMK Negeri 2 Salatiga (Sumber: Wawancara Instruktur TUK, 26 September 2017).

Hasil wawancara dengan instruktur diatas, menjadi sebuah referensi temuan bahwa adanya kriteria kompetensi yang dimiliki oleh dunia industri dengan kriteri kompetensi yang diajarkan pada Tempat Uji Kompetensi, menjadi sebuah permasalahan yang harus dihadapi. Berdasarkan beberapa temuan penelitian diatas dapat dipahami bahwa apabila dilihat pada aspek pelaksanaan program, penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif masih belum sesuai dengan harapan dan perencanaan yang telah dibuat.

(27)

4.2.4 Aspek Product

4.2.4.1 Ketercapaian Tujuan Program

Ketercapaian dalam penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga, salah satunya diukur melalui hasil uji kompetensi yang telah diikuti para peserta uji kompetensi. Dalam rangka mengukur sejauh mana ketercapaian hasil uji kompetensi yang telah diikuti para peserta, pengelola dalam hal ini Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga telah memiliki standarisasi dalam menetukan bahwa peserta kompeten atau tidak terhadap kompetensi yang diujikan.

Guna mengukur sejauh mana kompetensi yang dimiliki oleh peserta, terdapat beberapa standarisasi dalam melakukan Uji Kompetensi Teknik Otomotif yang dapat dilihat pada tabel 4.10 sebagai berikut:

Tabel 4.10

Tentang Skema Sertifikasi Uji Kompetensi Teknisi Otomotif

No Skema Sertifikasi No Skema Sertifikasi 1 Engine Tune Up Konvensional 1/V/SKM/15 2 Servis Chasis 2/V/SKM/15 3 Pemeliharaan Sistem Elektrikal 3/V/SKM/15 4 Engine Tune Up Sistem Injeksi 4/V/SKM/15 Sumber: LPS SMK NEGERI 2 Salatiga, 2016

Berdasarkan pada tabel 4.10 diatas tentang pedoman standarisasi Uji Kompetensi Otomotif, dapat di jelaskan bahwa dalam rangka mengukur kompetensi yang dimiliki peserta uji kompetensi, terdapat empat standar baku dari masing-masing klaster bidang keahlian. Pada bidang keahlian Engine Tune Up 59

(28)

Konvensional telah memiliki pedoman skema sertifikasi dengan nomor skema sertifikasi 1/V/SKM/15, bidang keahlian Service Chasis telah memiliki pedoman skema sertifikasi dengan nomor skema sertifikasi 2/V/SKM/15, pada bidang Pemeliharaan Sistem Elektrikal telah memiliki pedoman skema sertifikasi dengan nomor skema sertifikasi 3/V/SKM.15, dan terakhir pada bidang Engine Tune Up Sistem Injeksi telah memiliki pedoman skema sertifikasi dengan nomor skema sertifikasi 4/V/SKM/15. Keempat skema sertifikasi diatas merupakan standar baku yang dikeluarkan oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP), dalam rangka mengukur kompetensi bagi para peserta uji kompetensi.

Selain menggunakan skema sertifikasi yang disusun oleh LSP, penentuan kelulusan seorang peserta uji kompetensi juga dinyatakan pada kriteria yang telah tercantum dalam skema setifikasi pada tempat uji kompetensi. Kriteria kelulusan tersebut dapat ditunjukkan melalui tabel 4.11 sebagai berikut:

Tabel 4.11

Tentang Kriteria Kompetensi Peserta No Kriteria Kompetensi Kode

1 Kompeten K

2 Belum Kompeten BK 3 Assesmen Lanjut PL

Sumber: LPS SMK Negeri 2 Salatiga, 2016

Berdasarkan pada tabel 4.11 diatas tentang kriteria kompetensi peserta, maka dapat dijelaskan bahwa terdapat tiga kriteria dalam menentukan seorang peserta lulus pada uji

(29)

kompetensi. Pada kriteria kompeten dengan kode (K) jika seorang peserta telah memenuhi kriteria dan dianggap kompeten pasca mengikuti kegiatan tes uji kompetensi. Sedangka apabila seorang peserta belum lulusa dalam mengikuti tes uji kompetensi, maka dianggap belum kompeten (BK), sedangkan kriteria yang terakhir adalah Assesmen Lanjut (PL). Selain mengacu pada kriteria ketuntasan diatas, dalam menentukan lulus atau kompeten peserta uji kompetensi maka juga dilampirkan bukti fisik berupa dokumen hasil penilaian uji kompetensi.

Secara umum bahwa penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga, tetap terlaksana. Hal tersebut ditunjukkan melalui keberlangsungan kegiatan operasional yang masih berlanjut. Walaupun disatu sisi kegiatan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif masih terlaksana, namun sejauh ini peminatnya hanya berasal dari alumni saja.

Selain kurangnya peminat yang ingin mengikuti Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif, biaya administrasi yang harus dikeluarkan peserta menjadi salah satu faktor rendahnya peminat pada program ini. Terkait dengan biaya administrasi yang harus dikeluarkan peserta guna mengikuti program tersebut dapat ditunjukkan melalui tabel 4.12 sebagai berikut: Tabel 4.12

Biaya Administrasi TUK Teknisi Otomotif SMK NEGERI 2 Salatiga

No Biaya Tahun

1 Rp. 900.000 2007-2015 2 Rp. 750.000 2015-2018

Sumber: Bendahara TUK TO, November 2017

(30)

Berdasarkan pada tabel 4.12 diatas, tentang biaya administrasi yang harus dikeluarkan seorang peserta yang akan mengikuti uji kompetensi, jika dilihat dari segi tarif nominalnya sebenarnya mengalami penurunan. Pada awal pembukaan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif tahun 2007, biaya yang harus dikeluarkan bagi peserta uji kompetensi sebesar Rp. 900. 000, untuk sekali uji kompetensi. Biaya tersebut sudah termasuk biaya tes teori dan ujian praktek. Namun pada tahun 2015, biaya administrasi dalam mengikuti kegiatan uji kompetensi mengalami penurunan. Biaya administrasi yang semula Rp.900.000 telah mengalami penurunan menjadi Rp. 750.000. hal tersebut seyogyanya telah menjadi pertimbangan bagi pengelola Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif, guna menarik minat masyarakat untuk mengikuti Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga. Senada dengan temuan hasil penelitian tesebut, juga disampaikan oleh Ketua TUK Teknisi Otomotif terkait dengan upaya pengelola untuk menarik minat masyarakat guna mengikuti Program Tempat Uji Kompetensi sebagai berikut:

Penurunan tarif biaya dalam mengikuti Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif menjadi salah satu pertimbangan pengelola agar dapat menarik minat masyarakat (Sumber: Wawancara, Ketua TUK Teknisi Otomotif, 19 November 2017).

Berdasarkan pada hasil wawancara diatas dengan Ketua TUK Teknisi Otomotif, dapat dipahami bahwa upaya untuk menarik minar masyarakat maupun tenaga kerja untuk mengikuti Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif telah dilakukan. Penurunan tarif biaya administrasi dalam 62

(31)

mengikuti Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif, menjadi salah satu alternatif yang dilakukan oleh pihak pengelola. Merujuk pada hasil temuan penelitian dan wawancara dengan narasumber penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga telah terlaksana, terdapat kendala-kendala yang di hadapi dalam penyelenggaraan program tersebut.

4.2.4.2 Tindak Lanjut Pelaksanaan Program

Penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga, dari segi proses pelaksanaan memang mengalami kendala-kendala yang dihadapi. Namun demikian hal tersebut bukan menjadi sebuah pertimbangan besar bagi pengelola untuk menutup program tersebut. Walaupun disisi peserta bahwa program ini mengalami penurunan peminat, namun terdapat beberapa hal yang menjadi pertimbangan bahwa program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif sangat diperlukan untuk dilanjutkan. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua TUK Teknisi Otomotif sebagai berikut:

Program TUK Teknisi Otomotif masih perlu dilanjutkan karena dari segi sarprasnya masih sangat lengkap serta tidak semua sekolah memiliki Tempat Uji Kompetensi sendiri (Sumber: Wawancara Ketua TUK Teknisi Otomotif, 20 November 2017).

Berdasarkan hasil wawancara diatas, dapat dijelaskan bahwa sebenarnya Tempat Uji Kompetensi memang masih sangat diperlukan oleh masyarakat terkait keberadaannya. Hal tersebut senada disampaikan oleh Instruktur Pengajar 63

(32)

terkait dengan keberadaan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif sebagai berikut:

Program TUK Teknisi Otomotif masih perlu dilanjutkan karena tidak semua sekolah memiliki Tempat Uji Kompetensi sendiri dan adanya kebutuhan sekolah lain terhadap TUK (Sumber: Wawancara Instruktur TUK Teknisi Otomotif, 20 November 2017).

Berdasarkan pada hasil wawancara diatas dengan Ketua dan Instruktur Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif, dapat dipahami bahwa seyogyanya Tempat Uji Kompetensi memang masih sangat dibutuhkan baik bagi masyarakat maupun lembaga pendidikan lain yang tidak memiliki tempat uji kompetensi. Oleh karena itu, berdasarkan hasil temuan dalam penelitian ini secara tidak langsung memberikan sebuah kesimpulan bahwa penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga masih sangat perlu dilanjutkan keberadaannya dengan beberapa perbaikan dalam pengelolaannya.

4.3 Pembahasana Hasil Penelitian

Pada bagian ini akan disajikan pembahasan tentang hasil penelitian yang telah diperoleh melalui kegiatan wawancara, studi dokumentasi dan hasil FGD. Pembahasan terhadap hasil penelitian ini sebagai upaya untuk menjelaskan hasil analisis dan menjawab rumusan masalah yang diajukan yaitu bagaimanakah evaluasi terhadap context, input, processdan product pada penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga.

(33)

4.3.1 Evaluasi Penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi

Kegiatan evaluasi terhadap penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga, dilakukan melalui empat aspek evaluasi yakni context, input, processdan product. Dalam evaluasi penyelenggaraan program ini, apabila dilihat pada aspek Input telah sesuai dengan analisis kebutuhan baik masyarakat maupun dunia industri. Hal tersebut ditunjukkan melalui hasil temuan penelitian bahwa identifikasi kebutuhan dalam rangka menyelenggarakan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga adalah kebutuhan tenaga kerja akan pengakuan sertifikasi profesi dan peningkatan kompetensi serta masukan dari Dinas Pemerintah Provinsi dan Dunia Industri.

Melalui masukan yang diberikan oleh Dinas Pendidikan Provinsi dan Dunia Industri, serta analisis akan kebutuhan tenaga kerja terhadap sertifikat pengakuan dan peningkatan kompetensi. Merujuka pada hasil temuan terebut, Tempat Uji Kompetensi diharapkan mampu memberikan layanan fasilitas kepada masyarakat maupun tenaga kerja. Hal tersebut nampaknya tercantum dalam (BNSP, 2007: 40) bahwa tempat kerja dan atau lembaga yang dapat memberikan fasilitas pelaksanaan uji kompetensi, yang telah diverifikasi oleh Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) berlisensi, diharapkan mampu memberikan layanan fasilitas kepada masyarakat. Melalui hasil temuan penelitian dan instruksi dari Badan

(34)

Standar Sertifikasi Profesi, memberikan sebuah gambaran bahwa pendirian Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif sangat diperlukan bagi masyarakat dan dunia industri.

Dengan adanya identifikasi terhadap kebutuhan baik masyarakat maupun dunia industri, secara tidak langsung memberikan sebuah gambaran bahwa dalam rangka penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga telah diadasarkan pada telaah identifikasi kebutuhan. Melalui identifikasi kebutuhan tersebut memberikan sebuah penjelasan bahwa dalam evaluasi context terhadap Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif, dapat dikatakan sangat sesuai. Hal tersebut senada dengan hasil penelitian Irwanti dan Sudira (2014) tentang Evaluasi Uji Kompetensi Siswa Keahlian Multimedia di SMK Se Kota Yogyakarta yang menyatakan bahwa evaluasi pada aspek Input sangat sesuai dengan kebutuhan.

Hasil telaah analisis pada penelitian diatas, nampaknya senada juga ditunjukkan melalui hasil penelitian Pan Wei Rong (2009) tentang Analysis of Teaching Factory Model of Nanyang Polytechnicdan Mao Cai Sheng (2009) tentang Educational Feature of Singapore’s Teaching Factory and Its Implication bahwa melalui adanya Teaching Factory akan mampu menjadikan sebagai pengembangan dan pembelajaran siswa sebelum memasuki dunia industri. Berdasarkan pada hasil temuan dan penelitian relevan, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa evaluasi Context pada Program Tempat Uji

(35)

Kompetensi Teknik Otomotif sangat sesuai dengan identifikasi kebutuhan dalam menyelenggarakan program.

Melalui identifikasi kebutuhan serta masukan terhadap perlunya sebuah layanan sertifikasi kompetensi, menjadi dasar utama bagi SMK Negeri 2 Salatiga dalam menyelenggarakan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif. Tahapan penyusunan perencanaan program merupakan langkah tindak lanjut SMK Negeri 2 Salatiga dalam mempersiapkan penyelenggaraan program tempat uji kompetensi. Dalam tahapan input penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif, SMK Negeri 2 Salatiga berupaya berupaya menyelenggarakan tempat uji kompetensi sesuai dengan kebutuhan tempat kerja dan standar pemerintah. Hasil pada temuan penelitian tersebut nampaknya sesuai dengan aturan yang dikeluarkan oleh Direktorat SMK Tahun 2007 yang menyatakan bahwa penyelenggaraan Tempat Uji Kompetensi harus dipertimbangkan dan disesuaikan akan kebutuhan dunia industri serta mengacu pada standar operasional penyelenggaraan.

Hasil temuan dalam penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga, telahmenyatakan bahwa Program Tempat Uji Kompetensi ini telah memperoleh ijin berdasarkan pada Surat Keputusan Lembaga Sertifikasi Profesi Teknik Otomotif Nomor: Kep-031/SK LSP-TO/Re.TUK/JKT/III/2011.Walaupun secara teknis bahwa program tempat uji kompetensi ini telah

(36)

beroperasi sejak tahun 2007. Dengan demikian bahwa Tempat Uji Kompetensi di SMK Negeri 2 Salatiga, sebagai lembaga yang mempunyai tugas untuk meningkatkan kompetensi serta memberikan sertifikasi pengakuan terhadap kompetensi tenaga kerja telah merujuk pada tahapan perencanaan yang telah ditetapkan.

Temuan hasil penelitian tersebut, nampaknya diperkuat oleh pendapat Pidarta (2004: 26) bahwa tahapan dalam perencanaan merupakan bagian dari langkah peningkatan mutu terhadap perbaikan program. Melalui uraian diatas, nampaknya tahapan dalam perencanaan menjadi salah satu kunci utama terhadap penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga. Hal tersebut juga diperkuat oleh Standar Operational Procedure (SOP) berupa pedoman BNSP 206/ISO 17024 terkait dengan mekanisme kerja Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga.

Pentingnya penerapan Standar Operational Procedure (SOP) terhadap mekanisme kerja Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif, menjadi komponen penting dalam penyelenggaraan program. Hal tersebut juga selaras dengan hasil penelitian Nuryake (2012) bahwa pelaksanaan Standart Operational Procedure (SOP) dengan benar, menjadi point penting dalam penyelenggaraan sebuah program. Melalui uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa pada aspek evaluasi input Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif telah menunjukkan tahapan perencanaan yang

(37)

baik, hal tersebut ditunjukkan melalui perencanaan dan mekanisme yang mengacu pada Standart Operational Procedure (SOP) yang telah ada.

Evaluasi process dalam penyelenggaraan pada Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif, ditunjukkan melalui kompetensi instruktur pengajar dan pelaksanaan dari kegiatan uji kompetensi tersebut. Berdasarkan hasil temuan penelitian, bahwa dari segi pendidikan akademik para instruktur yang dimiliki oleh Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif memiliki kualifikasi pendidikan S1 dan S2. Selain itu, para instruktur telah didukung dengan model-model pelatihan peningkatan kompetensi baik berupa IHT maupun diklat mandiri. Upaya tersebut dilakukan dalam rangka mewujudkan suatu konsep manajemen pedidikan guna mendukung pelaksanaan program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif dengan memadukan sumber pendukung yang ada, salah satunya tenaga instruktur. Temuan penelitian tersebut, didukung oleh pendapat Pidarta (2004:28) bahwa manajemen pendidikan berupaya untuk memadukan seluruh aktivitas sumber-sumber pendidikan agar terpusat dalam upaya mencapai tujuan pendidikan.

Selain itu, evaluasi proses terhadap program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif dalam konteks penyeleggaraan masih belum sesuai dengan apa yang diharapkan oleh pihak pengelola. Hal tersebut nampaknya dipengaruhi oleh kebijakan dari dunia industri yang tidak mau mengakui sertifikat kompetensi yang telah dikeluarkan oleh program 69

(38)

Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga. Merujuk dari ulasan temuan penelitian tersebut, dapat dipahami bahwa dunia industri memiliki kriteria tersendiri dalam menilali kompetensi yang dimiliki oleh seorang tenaga kerja. Berdasarkan pada uraian hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa evaluasi proses program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga masih belum sesuai dengan harapan yang telah dirancang oleh pengelola.

Evaluasi aspek produk dalam penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga, dilihat dari substansi ketercapaian program dan tindak lanjut program. Secara umum bahwa penyelenggaraan program ini masih belum tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan. Beberapa kendala yang dihadapi diantaranya jumlah peminat untuk mengikuti program uji kompetensi yang masih kurang.

Melalui hasil temuan tersebut, nampaknya harapan pihak pengelola terhadap meningkatan mutu dan kualitas program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga masih belum selaras dengan tujuan penyelenggaraan program. Oleh karena itu, disatu sisi pada aspek produk program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga masih belum sesuai dengan baik. Hal tersbut juga diperkuat oleh hasil temuan penelitian dari Nyoman, dkk (2014) yang menyatakan bahwa terdapat ketidaksesuaian antara tujaun dan pelaksanaan program

(39)

sehingga menghasilkan produk yang bermutu rendah. Berdasarkan pada hasil temuan tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa pada aspek evaluasi produk pada penyelenggaraan program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga masih belum sesuai.

4.3.2 Kebijakan Terhadap Penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi

Sebagai sebuah lembaga sertifikasi profesi, Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga, menjadi sebuah wadah bagi masyarakat untuk meningkatkan kompetensi dan memberikan sertifikasi profesi bagi tenaga kerja atau masyarakat yang membutuhkan. Kebijakan terhadap tindak lanjut penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga, seyogyanya telah didasarkan pada hasil temuan penelitian evaluasi terhadap penyelenggaraan program tersebut. Evaluasi pada aspek Context, Input, Process dan Product menjadi sebuah dasar pertimbangan terhadap rekomendasi yang akan diberikan terhadap penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga.

Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif SMK Negeri 2 Salatiga, didukung melalui sarana dan prasarana yang cukup memadahi. Fasilitas gedung, mesin peralatan dan sumber daya manusia yang baik menjadi alasan utama program tempat uji kompetensi untuk tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Terlepas dari ditemukannya

(40)

kendala-kendala yang muncul dalam pelaksanaan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga, namun demikian bahwa program ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Secara umum bahwa penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga, telah berupaya dilaksanakan dengan sebaik mungkin. Kegiatan indetifikasi kebutuhan, analisis kebutuhan sampai dengan perencanaan program telah dilaksanakan oleh Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif. Melalui beberapa komponen pendukung tersebut, nampaknya menjadi sebuah uraian analisis yang cukup penting untuk di ulas, bahwa Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga telah berupaya untuk mewujudkan kegiatan manajemen pendidikan dalam penyelenggaraan program.

Hal tersebut nampaknya selaras dengan pendapat Engkoswara (2010: 54) manajemen pendidikan sebagai

sebuahkegiatan perencanaan, pengorganisasian,

pengarahanan dan pengawasan usaha pendidikan untuk mencapai sebuah tujuan bersama. Oleh karena itu, adanya komponen pendukung dan kendala-kendala yang di hadapi dalam penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga, maka perlu adanya sebuah rekomendasi terhadap keberlanjutan penyelenggaraan program tersebut.

Rekomdendasi terhadap hasil evaluasi penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK

(41)

Negeri 2 Salatiga, selain didasarkan pada temuan hasil penelitian juga didasarkan pada kajian secara teoritis. Didalam rekomdendasi terhadap kebijakan tindak lanjut dalam penyelenggaraan program khususnya melalui model evaluasi CIPP, terdapat empat klasifikasi yang dijadikan sebuah pedoman. Penyelenggaraan evaluasi dengan model CIPP, pada dasarnya memiliki empat pengaturan keputusan yaitu Homeostatic, Incremental, Neomobilistic dan Metamorphic (Rose & Nyre, 1977). Lebih lanjut Rose & Nyre menjelaskan bahwa keputusan homeostatic merupakan keputusan yang ditujukan untuk mempertahankan status quo. Keputusan Incremental merupakan keputusan yang diambil guna melakukan perbaikan-perbaikan terhadap suatu program.

Keputusan Neomobilistic keputusan yang diambil guna memecahkan permasalahan yang signifikan. Sedangkan keputusan Metamorphic keputusan yang diambil untuk melakukan perubahan yang menyeluruh terhadap suatu program. Merujuk pada klasifikasi model kebijakan tindak lanjut evaluasi program diatas, berdasarkan temuan penelitian bahwa Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga telah berjalan dengan baik. Hal tersebut dapat ditunjukkan dengan dengan fasilitas dan sumber daya manusia yang cukup memadahi.Namun demikian dalam aspek proses ditemukan beberapa kendala yang dihadapi oleh pengelola. Melalui uraian diatas, dapat dipahami bahwa keputusan terhadap penyelenggaraan

(42)

Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga lebih mengarah pada keputusan Incremental. Hal tersebut nampaknya menjadi sebuah pertimbangan yang cukup penting, bahwa seyogyanya penyelenggaraan Program Tempat Uji Kompetensi Teknik Otomotif di SMK Negeri 2 Salatiga tetap dilanjutkan dengan disertai beberapa perbaikan.

Gambar

Tabel 4.6  Daftar DU/DI

Referensi

Dokumen terkait

a) Fungsi informatif, yaitu organisasi dipandang sebagai suatu sistem proses informasi. Bermakna seluruh anggota dalam suatu organisasi berharap dapat memperoleh informasi yang

Berdasarkan tabel 5, hasil uji beda proporsi kadar timbal (Pb) dalam darah dengan nilai Ilmu Pengetahuan Alam diketahui bahwa proporsi responden dengan nilai

Atas dasar tersebut, penulis menyarankan kepada tenaga kesehatan terutama bidan dan perawat untuk menganjurkan kepada ibu hamil mengkonsumsi madu sebanyak 2-3

Pendidikan minimal S-1, diutamakan berlatar belakang pendidikan dibidang Ilmu Agama Islam dan/atau telah memiliki pengalaman dalam bidangnya;.. Memiliki kemampuan

Hasil dari penelitian ini digunakan untuk menambah wawasan bagi peneliti tentang pengaruh dari brand image terhadap minat beli ulang mahasiswa dan mahasiswi

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh kinerja karyawan terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan pada perawatan rambut berkutu (headlice) di Nuraya

Ketika gelombang ledakan bom fisi digerakan melalui campuran inti deuterium dan tritium, mereka akan bergabung menjadi satu untuk menghasilkan energi yang jauh

bahwa dalam rangka mewujudkan penegakan hukum dalam penyelenggaraan penataan ruang yang menyangkut tindak pidana bidang penataan ruang, telah ditetapkan Peraturan Menteri