• Tidak ada hasil yang ditemukan

2. LANDASAN TEORI. 5 Universitas Kristen Petra

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "2. LANDASAN TEORI. 5 Universitas Kristen Petra"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

2. LANDASAN TEORI

2.1. Akuntansi Biaya

Menurut Mulyadi (2007), Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara-cara tertentu, penafsiran terhadapnya. Objek kegiatan akuntansi biaya adalah biaya.

Menurut Kartadinata (2000), Biaya dinyatakan sebagai harga penukaran, atau pengorbanan yang dilakukan untuk memperoleh suatu manfaat. Dalam akuntansi keuangan, pengorbanan yang dilakukan pada saat terjadinya biaya mengambil bentuk susut atau berkurangnya uang atau aktiva lainnya pada saat ini atau pada saat yang akan datang.

Menurut Mulyadi (2005), Dalam produksi suatu barang terdapat dua jenis biaya, yaitu : biaya produksi dan biaya non produksi. Biaya produksi merupakan biaya-biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi. Sedangkan biaya non produksi merupakan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan non produksi.

Metode perhitungan harga pokok produksi dibagi menjadi dua, yaitu :

2.1.1. Harga Pokok Pesanan (Job Order Costing)

 Konsep Harga Pokok Pesanan

Menurut Mulyadi (2007), Dalam metode ini biaya-biaya produksi dikumpulkan untuk pesanan tertentu dan harga pokok produksi per satuan produk dihitung dengan cara membagi total biaya produksi untuk pesanan tersebut dengan jumlah satuan produk dalam pesanan yang bersangkutan.

 Karakteristik Usaha Perusahaan yang Produksinya Berdasarkan Pesanan Menurut Mulyadi (2007), Perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan mengolah bahan baku menjadi produk jadi berdasarkan pesanan dari luar atau dari dalam perusahaan. Karakteristik usaha perusahaan tersebut adalah sebagai berikut:

(2)

a) Proses pengolahan produk terjadi secara terputus-putus. Jika pesanan yang satu dikerjakan, proses produksi dihentikan, dan mulai pesanan berikutnya.

b) Produk dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan oleh pemesan. Dengan demikian pesanan yang satu dapat berbeda dengan pesanan yang lain.

c) Produksi ditujukan untuk memenuhi pesanan, bukan untuk memenuhi persediaan di gudang.

 Karakteristik Metode Harga Pokok Pesanan

Menurut Mulyadi (2007), Metode pengumpulan biaya produksi dengan metode harga pokok pesanan yang digunakan dalam perusahaan yang produksinya berdasar-kan pesanan memiliki karakteristik sebagai berikut: a) Perusahaan memproduksi berbagai macam produk sesuai dengan

spesifikasi pemesan dan setiap jenis produk perlu dihitung harga pokok produksinya secara individual.

b) Biaya produksi harus digolongkan berdasarkan hubungannya dengan produk menjadi dua kelompok berikut ini: biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung.

c) Biaya produksi langsung terdiri dari biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung, sedangkan biaya produksi tidak langsung disebut dengan istilah biaya overhead pabrik.

d) Biaya produksi langsung diperhitungkan sebagai harga pokok produksi pesanan tertentu berdasarkan biaya yang sesungguhnya terjadi, sedangkan biaya overhead pabrik diperhitungkan ke dalam harga pokok pesanan berdasarkan tarif yang ditentukan di muka.

Harga pokok produksi per unit dihitung pada saat pesanan selesai diproduksi dengan cara membagi jumlah biaya produksi yang dikeluarkan untuk pesanan tersebut dengan jumlah unit produk yang dihasilkan dalam pesanan yang bersangkutan.

(3)

Menurut Mulyadi (2007), Dalam perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan, informasi harga pokok produksi per pesanan bermanfaat bagi manajemen untuk:

a) Menentukan harga jual yang akan dibebankan kepada pemesan. b) Mempertimbangkan penerimaan atau penolakan pesanan. c) Memantau realisasi biaya produksi.

d) Menghitung laba atau rugi tiap pesanan.

e) Menentukan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses yang disajikan dalam neraca

2.1.2. Harga Pokok Proses (Process Costing)

 Konsep Harga Pokok Proses

Menurut Mulyadi (2007), Di dalam metode ini, biaya produksi dikumpulkan untuk setiap proses selama jangka waktu tertentu, dan biaya produksi per satuan dihitung dengan cara membagi total biaya produksi dalam proses tertentu, selama periode tertentu, dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan dari proses tersebut selama jangka waktu yang bersangkutan.

 Karakteristik Metode Harga Pokok Proses

Menurut Mulyadi (2007), Metode pengumpulan biaya produksi ditentukan oleh karakteristik proses produk perusahaan. Dalam perusahaan yang berproduksi massa, karakteristik produksinya adalah sebagai berikut:

a) Produk yang dihasilkan merupakan produk standar. b) Produk yang dihasilkan dari bulan ke bulan adalah sama.

c) Kegiatan produksi dimulai dengan diterbitkannya perintah produksi yang berisi rencana produksi produk standar untuk jangka waktu tertentu.

 Perbedaan Metode Harga Pokok Proses dengan Metode Harga Pokok Pesanan a) Pengumpulan biaya produksi.

Metode harga pokok pesanan mengumpulkan biaya produksi menurut pesanan, sedangkan metode harga pokok proses mengumpulkan biaya produksi per departemen produksi per periode akuntansi.

(4)

Metode harga pokok pesanan menghitung harga pokok produksi per satuan dengan cara membagi total biaya yang dikeluarkan untuk pesanan tertentu dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan dalam pesanan yang bersangkutan. Perhitungan ini dilakukan pada saat pesanan telah selesai diproduksi. Metode harga pokok proses menghitung harga pokok produksi per satuan dengan cara membagi total biaya produksi yang dikeluarkan selama periode tertentu dengan jumlah satuan produk yang dihasilkan selama periode yang bersangkutan. Perhitungan ini dilakukan setiap akhir periode akuntansi .

c) Penggolongan biaya produksi.

Di dalam metode harga pokok pesanan, biaya produksi harus dipisahkan menjadi biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung. Biaya produksi langsung dibebankan kepada produk berdasar biaya yang sesungguhnya terjadi, sedangkan biaya produksi tidak langsung dibebankan kepada produk berdasarkan tarif yang ditentukan di muka. Di dalam metode harga pokok proses, pembedaan biaya produksi langsung dan biaya produksi tidak langsung seringkali tidak diperlukan, terutama jika perusahaan hanya menghasilkan satu macam produk (seperti perusahaan semen, pupuk, bumbu masak). Karena harga pokok per satuan produk dihitung setiap akhir bulan, maka umumnya biaya overhead pabrik dibebankan kepada produk atas dasar biaya yang sesungguhnya terjadi. d) Unsur biaya yang dikelompokkan dalam biaya overhead pabrik.

Di dalam metode harga pokok pesanan, biaya overhead pabrik terdiri dari biaya bahan penolong, biaya tenaga kerja tidak langsung dan biaya produksi lain selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Dalam metode ini biaya overhead pabrik dibebankan kepada produk atas dasar tarif yang ditentukan di muka. Di dalam metode harga pokok proses, biaya overhead pabrik terdiri dari biaya produksi selain biaya bahan baku dan bahan penolong dan biaya tenaga kerja (baik yang langsung maupun yang tidak langsung). Dalam metode ini biaya overhead pabrik dibebankan kepada produk sebesar biaya yang sesungguhnya terjadi selama periode akuntansi tertentu.

(5)

 Manfaat Informasi Harga Pokok Produksi

Menurut Mulyadi (2007), Dalam perusahaan yang berproduksi massa informasi harga pokok produksi yang dihitung untuk jangka waktu tertentu bermanfaat bagi manajemen untuk:

a) Menentukan harga jual produk. b) Memantau realisasi biaya produksi. c) Menghitung laba atau rugi periodik.

Menentukan harga pokok persediaan produk jadi dan produk dalam proses yang disajikan dalam neraca.

2.2. Persediaan Produk Dalam Proses Awal

Menurut Mulyadi (2007), dalam suatu departemen produksi, produk yang belum selesai diproses pada akhir periode akan menjadi persediaan produk dalam proses pada awal periode berikutnya. Produk dalam proses awal periode ini membawa harga pokok produksi per satuan yang berasal dari periode sebelumnya, yang kemungkinan akan berbeda dengan harga pokok produksi per satuan yang dikeluarkan oleh departemen produksi yang bersangkutan dalam periode sekarang. Dengan demikian jika dalam periode sekarang dihasilkan produk selesai yang ditransfer ke gudang atau ke departemen berikutnya, harga pokok yang melekat pada persediaan produk dalam proses awal akan menimbulkan masalah dalam penentuan harga pokok produk selesai tersebut. Metode penentuan harga pokok produk dalam metode harga pokok proses:

a) Metode harga pokok rata-rata tertimbang (Average Cost Method)

Dalam metode ini, harga pokok persediaan produk dalam proses awal ditambahkan kepada biaya produksi sekarang, dan jumlahnya kemudian dibagi dengan unit ekuivalensi produk untuk mendapat-kan harga pokok rata-rata tertimbang.

b) Metode masuk pertama, keluar pertama (First In, First Out)

Dalam metode masuk pertama, keluar pertama (MPKP) menganggap bahwa biaya produksi periode sekarang pertama kali digunakan untuk menyelesaikan produk yang ada pada awal periode masih dalam proses, baru kemudian

(6)

sisanya digunakan untuk mengolah produk yang dimasukkan dalam proses dalam periode sekarang.

Menurut Maher (1996), lima langkah dalam membebankan biaya adalah sebagai berikut :

1. Mengikhitisarkan arus unit secara fisik. 2. Menghitung unit ekuivalen yang diproduksi.

Unit-unit ekuivalen (E.U.) yang diproduksi = E.U. untuk menyelesaikan persediaan awal + Unit-unit yang dimulai dan diselesaikan dalam suatu periode + E.U. dalam persediaan akhir.

3. Mengikhtisarkan total biaya yang harus dipertanggungjawabkan.

Total biaya yang harus dipertanggungjawabkan = biaya dalam persediaan awal + biaya yang terjadi dalam periode ini.

4. Menghitung biaya per unit ekuivalen.

Biaya per unit dari pekerjaan periode berjalan = biaya periode berjalan / E.U. pekerjaan yang dilaksanakan sekarang.

5. Membebankan biaya ke barang yang ditransfer keluar dan ke persediaan akhir. Dengan menggunakan FIFO, biaya barang yang ditransfer keluar sama dengan jumlah tiga unsur berikut:

 Biaya yang sudah ada dalam persediaan awal pada awal periode.

 Biaya periode berjalan untuk menyelesaikan persediaan awal, yang sama dengan unit ekuivalen untuk menyelesaikan persediaan awal dari langkah 2 dikalikan biaya per unit periode berjalan yang dihitung untuk FIFO dalam langkah 4.

 Biaya untuk memulai dan menyelesaikan unit-unit, yang dihitung dengan mengalikan jumlah unit yang dimulai dan diselesaikan dari langkah 2 dengan biaya per unit ekuivalen yang dihitung untuk FIFO pada langkah 4.

2.3. Depresiasi 2.3.1. Pengertian

Menurut Sugiri (1987), Depresiasi berasal dari kata “depreciation”, artinya penyusutan. Istilah ini dipergunakan dalam akuntansi dengan arti sebagai suatu

(7)

umur/masa manfaat terbatas, dengan cara yang sistematis, kepada periode-periode yang menerima manfaat aktiva tersebut.

2.3.2. Metode Depresiasi

Menurut Sugiri (1987), Macam-macam metode depresiasi, yaitu:

 Metode Garis Lurus

Metode garis lurus menetapkan beban depresiasi untuk masing-masing periode dengan jumlah yang sama dengan menggunakan rumus 2.1 berikut:

Kebaikan metode garis lurus adalah bahwa perhitungannya mudah. Metode ini cocok dipergunakan untuk aktiva tetap yang pengunaannya dari periode ke periode relatif sama.

 Metode Jumlah Angka Tahun

 Metode Saldo Menurun

 Metode Saldo Menurun Ganda

Metode Output Produktif

2.4. Data Flow Diagram (DFD)

Menurut Kendall & Kendall(2002), Data Flow Diagram (DFD) adalah representasi sebuah sistem secara grafis yang digambarkan dengan sejumlah simbol tertentu untuk menunjukkan perpindahan atau aliran data dalam proses-proses yang terjadi dalam suatu sistem.

DFD menggunakan 4 simbol dasar, yaitu entity, data flow, proses, dan data store. Untuk lebih jelasnya gambar simbol dan keterangannya dapat dilihat pada Tabel 2.1.

Depresiasi per periode/tahun =

Ekonomis mur Taksiran U Residu Nilai Taksiran -Perolehan Harga

(8)

Tabel 2.1. Simbol DFD, Arti dan Keterangannya

Simbol Arti Keterangan

Entity Merupakan sumber atau tujuan data

Data flow

Menunjukkan aliran data diantara proses, data storage, dan data source. Memiliki panah

yang menunjukkan kemana arah data mengalir

Process

Menunjukkan transformasi dari data. Pada proses minimal ada satu data yang masuk ke proses dan satu data yang keluar dari proses, dimana data yang masuk tidak boleh sama

dengan data yang keluar Data

storage Tempat untuk menyimpan data

2.5. Entity Relationship Diagram (ERD)

Menurut Kendall & Kendall(2002), Sebuah ERD mendokumentasikan data sebuah perusahaan dengan cara menentukan data yang terdapat dalam tiap entity dan relationship (hubungan) antara sebuah entity dengan yang lainnya. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa simbol yang digunakan dalam ERD:

Entity (obyek data) dapat berupa elemen di sekitar sistem yang berhubungan dengan sistem tersebut (environmental element), sumber daya yang berhubungan dengan sistem yang ada (resource), dan transaksi yang sangat penting bagi usaha dagang sehingga dimodelkan dalam data. Contoh entity misalnya barang, client, pegawai, dan sebagainya.Entity digambarkan dengan sebuah kotak persegi dengan sebuah nama entity beruba kata benda tunggal di dalamnya.

(9)

Relationship adalah hubungan yang terjadi antara dua buah entity atau lebih, yang digambarkan dengan garis dan sebuah kata kerja di sampingnya.

Gambar 2.2. Relationship

Attribute adalah karakteristik entity tersebut, contoh attribute dari entity barang adalah nama, harga, dan sebagainya.

Gambar 2.3. Attribute

Primary key adalah atribut yang mengidentifikasikan sebuah entity secara unik dan tidak boleh kembar.

Selain istilah dan simbol di atas, terdapat juga istilah yang menggolongkan jenis relasi yang dilakukan antar entity, yaitu:

a) Cardinatily, menandai jumlah entity yang muncul dalam relasi dengan entity lainnya. Nilai cardinality ada dua, yaitu one dan many. Bentuk relasi yang dapat dihasilkan ada tiga, yaitu :

One to one relationship

Gambar 2.4. One to one relationship Relasi Entity nama(atribut1) harga(atribut2) Relasi Entity_1 entity_2

(10)

One to many relationship

Gambar 2.5. One to many relationship

Many to many relationship

Gambar 2.6. Many to many relationship

b) Mandatory, menandai apakah semua anggota entity harus berelasi dengan anggota entity lain atau tidak. Contoh: semua anggota dari entity 1 harus berelasi dengan anggota dari entity 2 dan anggota dari entity 2 tidak harus berelasi seluruhnya dengan anggota dari entity 1, seperti Gambar 2.7.

Gambar 2.7. Mandatory

c) Identifying Relationshis, menandai apakah entity yang satu bergantung(dependent) dengan entity yang lain. Jika relasinya dependent, maka primary key dari entity parent akan menjadi bagian primary key dari entity child. Entity child dalam relasi yang dependent biasanya disebut sebagai weak entity, karena bergantung pada keberadaan parent entity.

Relasi Entity_1 entity_2 Relasi Entity_1 entity_2 Relasi Entity_1 entity_2 Relasi Child_Entity Parent_Entity

Gambar

Tabel 2.1. Simbol DFD, Arti dan Keterangannya
Gambar 2.5. One to many relationship

Referensi

Dokumen terkait

Kotler (2000) pengertian layanan adalah setiap kegiatan atau manfaat yang ditawarkan oleh suatu pihak pada pihak lain dan pada dasarnya tidak berwujud, serta

Kenapa seorang fisikawan bisa menghasilkan konsep-konsep yang sekarang dipakai dalam matematika, hal ini dikarenakan fenomena-fenomena alam yang ada di fisika

a. Memproduksi berbagai macam produk sesuai dengan spesifikasi pemesan dan setiap jenis produk dihitung dengan harga pokok produksinya secara individual. Biaya

Selain itu terdapat juga pengertian lain mengenai gudang, yaitu gudang adalah sebuah tempat dimana terjadi penghentian aliran barang dan material yang hanya akan meningkatkan

1) Berbagai macam produk yang diproduksi oleh perusahaan sesuai dengan spesifikasi pemesan dan setiap jenis produk perlu dihitung harga pokok produksinya secara individual. 2)

Heizer dan Render (2011), menyatakan manajemen kualitas total mengacu pada penekanan kualitas yang meliputi organisasi secara keseluruhan mulai dari pemasok sampai

Secara umum minat dapat dikatakan sebagai dorongan yang datangnya dari dalam terhadap suatu barang dan jasa karena dia merasa bahwa barang atau jasa itu ada manfaatnya bagi

Hasil dari pengurangan antara PPh di bayar sendiri dengan kredit pajak II. Sebelum menghitung PPh yang harus di bayar tersebut , maka perusahaan harus melakukan koreksi fiscal