• Tidak ada hasil yang ditemukan

MODUL MATEMATIKA 2 (IND

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MODUL MATEMATIKA 2 (IND"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

SEPTIAN RAHMAT ADNAN, S.Si.

MODUL MATEMATIKA 2 (IND 124)

MODUL SESI 14

INTEGRAL LIPAT TIGA

DISUSUN OLEH

SEPTIAN RAHMAT ADNAN, S.Si.,M.Si

UNIVERSITAS ESA UNGGUL 2020

(2)

Pokok Bahasan : INTEGRAL LIPAT TIGA Sub Pokok Bahasan :

 Integral Lipat tiga koordinat cartesius

 Integral lipat tiga koordinat silinder dan koordinat bola

Tujuan Instruksional Umum :

Agar mahasiswa dapat memahami dan menyelesaikan soal dan aplikasi yang berkaitan dengan Integral Lipat tiga koordinat cartesius dan Integral lipat tiga koordinat silinder dan koordinat bola

Tujuan Instruksional Khusus :

Agar mahasiswa mampu menjelaskan dan dapat menyelesaikan masalah yang terkait dengan :

 Integral Lipat dua atas daerah bukan persegi panjang

 Integral lipat dua dalam koordinat kutub

(3)

A. INTEGRAL LIPAT TIGA KOORDINAT CARTESIUS

Konsep yang diwujudkan dalam integral tunggal dan integral lipat dua dapat diperluas dengan cara yang alamiah menjadi integral lipat tiga atau bahkan integral lipat – n

Tinjaulah sebuah fungsi f tiga peubah yang didefinisikan atas sebuah daerah B yang berbentuk kotak dengan sisi-sisi sejajar bidang koordinat. Kita tidak dapat lagi menggambar grafik f tetapi kita dapat menggambar bangun B (gambar 1).

Bentuklah sebuah partisi P dari B dengan melewatkan bidang-bidang melalui B sejajar dengan bidang koordinat, sehingga memotong B menjadi kotak-kotak yang lebih kecil B1, B2, ...,Bn sebuah kotak khusus Bk ditunjukan pada gambar 1.

Gambar 1 Pada Bk ambillah sebuah titik contoh

( , , ) x y z

dan perhatikan jumlah Riemann

1

( , , )

n

k k

f x y z V

 

dimana

k k k k

V x y z

    

adalah volumen Bk. Misalkan norla partisi [P] adalah panjang diagonal terpanjang dari seluruh kotak bagian. Maka kita dapat mendefinisikan integral lipat tiga dengan

1

( , , ) lim ( , , )

n P k

R k

f x y z dV f x y z V

 

  



asalkan limit ini ada.

Pertanyaan mengenai jenis fungsi seperti apa yang dapat diintegralkan akan muncul di sini, seperti tang dilakukan pada integral tunggal dan integral lipat dua.

Jawabannya adalah bahwa cukup fungsi f yang kontinu di B. Sebenarnya kita dapat membenarkan fungsi-sungsi tak kontinu, misalnya pada sebuah bilangan berhingga dari permukaan mulus. Kita tidak perlu membuktikannya, tetapi kita dapat menegaskan bahwa hal ini benar.

Seperti yang anda harapkan, integral lipat tiga mempunyai sifat-sifat standar

(4)

hanya pada batas permukaan dan perbandingan sifat. Akhirnya, integral lipat tiga dapat ditulis sebagai integral berulang lipat tiga seperti diilustrasikan berikut ini Contoh 1

Hitunglah

2 B

x yzdV



dimana B adalah kotak

( , , ) :1 2, 0 1, 0 2

Bx y zx   y   z

Solusi

2 1 2

2 2

0 0 1

2 1 2 2 1

3

0 0 1 0 0

2 1 2

2

0 0 0

2 2

0

1 7

3 3

7 1 7 1

3 2 3 2

7 7

6 2 3

B

x yzdV x yzdxdydz

x yz dydz yzdydz

y z dz zdz

z

 

   

 

 

     

 

   

 

   

   

 

Terdapat enam kemungkinan urutan pengintegralan. Masing-masing akan menghasilkan jawaban 7/3

DAERAH UMUM

Tinjaulah sebuah himpunan S yang tertutup dan terbatas pada ruang berdimensi tiga dan dilingkupi oleh sebuah kotak B seperti ditujukan pada gambar 2.

Misalkan f (x,y,z) didefinisikan di S dan f diberi nilai nol di luar S. Maka kita dapat mendefinisikan

(5)

, ,   , ,

S B

f x y z dVf x y z dV

 

Integral di ruas kanan telah didefinisikan pada bagian pendahuluan di atas, tetapi tidak berarti bahwa integral ini mudah untuk dihitung. Kenyataanya, jika himpunan S relatif rumit, kita tidak mungkin untuk melakukan perhitungan.

Misalkan S adalah sebuah himpunan sederhana –z dan misalkan Sxy adalah proyeksinya pada bidang xy seperti ditunjukan pada gambar 3.

Maka :

Jika disamping itu Sxy himpunan sederhana y, maka kita dapat menulis ulang integral lipat dua sebelah luar sebagai sebuah integral berulang.

Urutan pengintegralan lainnya juga memungkinkan bergantung pada bentuk S tetapi dalam setiap kasus kita seharusnya menjadikan batas-batas pada integral sebelah dalam sebagai fungsi dua peubah, integral tengah sebagai fungsi satu peubah dan integral sebelah luar adalah konstanta.

Kita akan melihat beberapa contoh. Contoh pertama cukup memberikan ilustrasi tentang perhitungan atas integral berulang lipat tiga

Contoh 2

Hitunglah integral berulang berikut

Solusi

2

1

( , )

( , )

( , , ) ( , , )

xy

x y

S S x y

f x y z dV f x y z dz dA

 

  

 

 

  

 

2 2 2

1 1

( , )

( , )

( , , ) , ,

a x y

S a x y

f x y z dV f x y z dzdydx

 

 

    

5 3 2

2 0

4

x x

y

dzdydx

  

(6)

Contoh 3

Hitunglah integral lipat tiga dari f(x,y,z) = 2xyz atas daerah padat S yang dibatasi oleh silinder parabolic z= 2 – 1/2x2 dan bidang z = 0, y = x, y = 0

Solusi

Daerah padat S ditunjukan pada gambar 4 integral lipat tiga

dapat dihitung dengan integral berulang

Pertama-tama perhatikan bahwa S adalah himpunan sederhana –z dan bahwa proyeksi Sxy nya pada bidang xy adalah sederhana –y. Pada pengintegralan pertama, x dan y tetap. Kita mengintegralanya di sepanjang garis vertical dari z = 0 sampai z = 2 – x2/2. Hasilnya kemudian diintegralkan atas himpunan Sxy.

5 3 2 5 3 2

2 0 2 0

4 4

x x x x

y y

dzdydx dz dydx

 

    

 

     

 

 

5 3

2

2 0 5 3

2 0 5 3

2

2 0

5

2

2

[4 ]

4 4 8

4 2 8

6 24 14

x

x y

x

x

z dydx

xy y dydx

xy y y dx

x x dx

  

 

    

    

 

 

2

S

xyzdV



(7)

Masih banyak urutan pengintegralan berbeda yang mungkin untuk contoh 3. Kita ilustrasikan cara lain untuk menyelesaikan soal ini.

Contoh 4

Hitunglah integral pada contoh 3 dengan melakukan pengintegralan dengan dx dy dz

Solusi

Perhatikan bahwa benda padat S adalah sederhana –y dan bahwa daerah tersebut diproyeksikan ke himpunan bidang Sxy seperti ditunjukan pada gambar 5. Pertama, kita integralkan di sepanjang sebuah garis horizontal dari y=0 sampai y=x, kemudian kita integralkan hasilnya atas Sxz

2

2

2 2 /2

0 0 0

2 2 2 / 2

0 0 0

2

3 5

0 0 2

3 5 7

0

2 2

4 2 1

4

1 4

2 8 3

x x

S

x x

x

xyzdV xyzdzdydx

xyz dydx

xy x y x y dydx

x x x dx

 

  

 

    

 

 

     

 

   

 

 

(8)

Massa dan Pusat Massa

Konsep massa dan pusat massa dapat digeneralisasi dengan mudah ke daerah benda padat. Saat ini, proses yang mengarah pada rumus integral yang benar telah dikenal dengan baik dan dapat diringkas dalam sebuah motto, yaitu iris, hampiri, integralkan. Gambar 6 mengilustrasikan keseluruhan gagasan tentang masalah ini.

Simbol

melabangkan kerapatan (massa per satuan volume) di x,y,z

Gambar 6

Rumus-rumus integral yang berhubungan dengan massa m dari benda padat S, momen Mxy dari S terhadap bidang xy dan koordinat z yaitu z dari pusat massa adalah

Terdapat rumus-rumus yang serupa untuk Myz, Mxz, Contoh 5

 

 

2 4 2

0 0 0

2 4 2 2 4

3

0 0 0

2

2 3

0

2 2

1 4 2

4

1 4

16 16 4

4 3

z x

S

z

xyzdV xyzdydxdz

x zdx z zdz

z z z

  

   

   

  

( , . ) ( , , )

S

xy S xy

m x y z dV

M z x y z dV

z M m





, x y

(9)

Tentukan massa dan pusat massa benda padat S pada contoh 3, asumsikan bahwa kerapatanya sebanding dengan jarak dari alas bidang xy – nya

Solusi

Berdasarkan hipotesis

dimana k adalah konstanta. Jadi

x y z , ,kz

 

2 2 2/2

0 0 0

2 2 2 2

2 4

0 0 0 0

2 4 6 2

3 5 2

0 0

1 1

2 2

2 2 8

1 4

2 8 4 48 3

x x

S

x x

m kzdV kzdzdydx

k x dydx k x x dydx

x x

k x x x dx k x k

 

   

        

 

 

 

 

          

   

   

   

2 2 2/ 2

2 2

0 0 0

2 2

0 0 2

3 5 6

0 0 2

3 4 7

0

2

2 4 6 8

0

3 2 2

3 1

3 8 6 2 8

3 1

8 6

3 2 8

3 1 1 4

3 4 2 4 64 3

x x

xy S x

x

M kz dV kz dzdydx

k x

dydx

k x x x dydx

k x x x x dx

k x x x x k

 

 

   

 

 

     

 

 

     

 

 

      

 

   

 

 

(10)

2 2 2/ 2

0 0 0

2 2 2 2

2

0 0 0

2

2 4 6

0

1 1

2 2

2 2 4 2

1 1 64

2 16 105

x x

xz S x

M kyzdV kyzdzdydx

x x

k y dydx k x dx

k x x x dx k

 

   

       

   

 

     

 

   

  

2 2 2/ 2

0 0 0

128 105

x x

yz S

M kxzdV kxzdzdydx k

      

4 / 3 4 / 3 1

64 / 105 16 4 / 3 35 128 / 105 32

4 / 3 35

xy

xz

yz

M k

z m k

M k

y m k

M k

z m k

  

  

  

(11)

LATIHAN SOAL A

Hitunglah integral-integral berulang berikut

(12)

Universitas Esa Unggul

B. INTEGRAL LIPAT TIGA (KOORDINAT SILINDER DAN KOORDINAT BOLA) Ketika sebuah daerah benda padat S dalam ruang berdimensi tiga mempunyai sebuah sumbu simetri, maka perhitungan integral lipat tiga atas S seringkali dipermudah dengan menggunakan koordinat silinder. Demikian pula, Jika S simetris terhdapat sebuah titik, maka koordinat bola lebih dapat membantu.

Koordinat bola telah diperkenalkan pada subbab sebelumnya, suatu topik yang dapat anda baca kembali sebelum kita melanjutkan ke topik berikutnya.

KOORDINAT SILINDER

gambar 1 mengingatkan kita tentang koordinat silinder dan menyajikan simbol-simbol yang akan digunakan.

Gambar 1

Koordinat silinder dan koordinat Cartesius saling dihubungkan oleh persamaan- persamaan

sebagai hasilnya, fungsi f (x,y,z) ditransformasikan menjadi

ketika dituliskan dalam koordinat silinder

Sekarang misalkan kita bermaksud untuk menghitung

dimana S adalah daerah benda padat. Tijaulah pembagian partisi S dengan menggunakan kisi silinder, dimana elemen volume yang khas mempunyai bentuk seperti yang ditunjukan pada gambar 2.

2 2 2

cos sin x r y r

x y r

 

 

( , , ) cos , sin , ( , , )

f x y z

f r

r

z

F r

z

( , , )

S

f x y z dV



(13)

Karena bagian ini mempunyai volume

maka jumlah yang menghampiri integral akan berbentuk

Dengan mengambil limitnya sebagai aturab pembagian partisi yang mendekati nol, akan dihasilkan sebuah integral baru dan menyarankan sebuah rumus penting untuk emngubah koordinat Cartesius menjadi koordinat silinder dalam sebuah integral lipat tiga.

Misalkan S sebuah benda padat sederhana Z dan misalkan bahwa proyeksi Sxy nya pada bidang XY sederhana r sepe

Jika f kontinu pada S

Fakta kunci yang dapat dicatat adalah bahwa dz,dy,dx dalam koordinat Cartesius berubah menjadi

( , , ) ( cos , sin , )

S r g r

f x y z dV f r r z rdzdrd

   

Karena bagian ini mempunyai volume

maka jumlah yang menghampiri integral akan berbentuk

Dengan mengambil limitnya sebagai aturab pembagian partisi yang mendekati nol, integral baru dan menyarankan sebuah rumus penting untuk emngubah koordinat Cartesius menjadi koordinat silinder dalam sebuah integral lipat Misalkan S sebuah benda padat sederhana Z dan misalkan bahwa proyeksi Sxy nya pada bidang XY sederhana r seperti ditunjukkan pada gambar 3.

Fakta kunci yang dapat dicatat adalah bahwa dz,dy,dx dalam koordinat Cartesius

k k k k k

V r rz

    

1

( , , )

n

k k k k

k

F rz r z r

  

2 2 2

1 1 1

( ) ( , )

( ) ( , )

( , , ) ( cos , sin , )

r g r

S r g r

f x y z dV f r r z rdzdrd

  



  

, , , r dz dr d

Dengan mengambil limitnya sebagai aturab pembagian partisi yang mendekati nol, integral baru dan menyarankan sebuah rumus penting untuk emngubah koordinat Cartesius menjadi koordinat silinder dalam sebuah integral lipat Misalkan S sebuah benda padat sederhana Z dan misalkan bahwa proyeksi Sxy nya

rti ditunjukkan pada gambar 3.

Fakta kunci yang dapat dicatat adalah bahwa dz,dy,dx dalam koordinat Cartesius

( , , ) ( cos , sin , )

f x y z dV f r

r

z rdzdrd

(14)

Universitas Esa Unggul

Tentukan massa dan pusat massa dari silinder padat S, dengan asumsi bahwa kerapatanya sebanding dengan jarak dari alas

Solusi

Dengan S yang diarahkan seperti ditunjukkan pada gambar 4, kita dapat menulis kerapatan fungsi sebagai

gambar 4 dimana k adalah konstanta. Maka

Berdasarkan sifat simetri

Contoh 2

Tentukan volume daerah benda padat S yang dibatasi di bagian atas oleh paraboloid

( , , ) x y z kz

 

2

0 0 0

2 2

2 2

0 0 0 0

2

2 2 2 2

0

( , , )

1 1

2 2

1 1 1

2 2 2

a h

S

a a

m x y z dV k zrdzdrd

k h rdrd kh rdrd

kh a d kh a

 

 

 

 

 

 

   

   

2 2

0 0 0

2 2

3 3

0 0 0 0

3 2

3 2

2 2

( , , )

1 1

3 3

1 3

1 3 2

1 3

2

a h

xy S

a a

xy

M z x y z dV k z rdzdrd

k h rdrd kh rdrd

kh a

kh a

z M h

m kh a

 

 

 

 

 

   

   

0 xy

(15)

dibagian bawah oleh z = 0 dan disamping oleh y = 0 dan silinder seperti yang ditunjukkan pada gambar 5

Gambar 5 Solusi

Dalam koordinat silinder, paraboloid tersebut adalah dan silinder tersebut adalah

Jadi

Koordinat Bola

Gambar 6 menyegarkan ingatan kita tentang makna koordinat bola yang telah diperkenalkan pada subbab sebelumnya.

2 2

4

z   xy

2 2

2 xyx

4

2

z   r 2 cos

r  

 

 

/ 2 2cos 4 2

0 0 0

/ 2 2cos / 2 2cos

2 2 4

0 0 0 0

/ 2

2 4

0

1

4 2 1

4

1 3 5

8 cos 4 cos 8 4. .

2 2 8 2 4

r

S

V dV rdzdrd

r r drd r r d

d

 

  

  

 

 

     

 

      

   

  

(16)

Universitas Esa Unggul

Gambar 6

Pada bagian itu kita telah mempelajari bahwa persamaan-persamaan

menghubungkan koordinat bola dengan koordinat Cartesius. Gambar 7 memperlihatkan elemen volume di dalam koordinat bola.

Gambar 7 Gambar 8

Meskipun kita mengabaikan rinciannya, tetapi dapat dilihat bahwa volume dari baji yang diarsir adalah

dimana

adalah sebuah titik yang dipilih secara tepat didalam baji

Pembentukan partisi dari sebuah benda padat S dengan menggunakan sebuah ksisi bola, membentuk jumlah yang tepat dan mengambil suatu limit yang akan menghasilkan sebuah integral berulang dimana dx dy dz digantikan oleh

LATIHAN SOAL B

Gunakan Koordinat Silinder Untuk Menentukan Jawaban Pada Setiap Soal

sin cos sin sin cos x

y z

  

  

 

2

sin

V     

    

   , ,

2

sin

V     

    

 

2

( , , ) sin cos , sin sin , cos sin

S S

f x y z dV

f

               

 

(17)
(18)

Universitas Esa Unggul

DAFTAR PUSTAKA

Varberg, Purcell, Rigdon, ,KALKULUS, edisi kesembilan , Erlangga, Jakarta, 2011

• Murray R.Spieqel,CALCULUS LANJUT, edisi kedua, Erlangga, Jakarta, 2008.

Referensi

Dokumen terkait

Dengan menggunakan transformasi koordinat: (x, y, z ) → ( r, θ , z), diperoleh hubungan antara integral lipat tiga pada koordinat bidang dan koordinat tabung

Kalau suatu benda mempunyai tiga buah bidang simetri yang tidak melalui satu garis, maka titik beratnya terletak pada titik potong ketiga simetri tersebut.. Σ Fx = resultan gaya

Sebagaimana telah dinyatakan pada bab III, bahwa integral ganda tiga dapat dinyatakan dalam bentuk koordinat Cartesius, koordinat silider, dan koordinat bola... Perhatikan

Untuk soal 39 - 41 di bawah ini, sketsa benda padatan yang volumenya dihitung dari integral lipat tiga yang diberikan, kemudian tulis ulang integral menggunakan urutan integrasi

Sketsalah benda pejal yang ditunjukkan dan hitung volumenya ditunjukkan dan hitung volumenya dengan integral lipat dua. dengan integral lipat

Kalau suatu benda mempunyai tiga buah bidang simetri yang tidak melalui satu garis, maka titik beratnya terletak pada titik potong ketiga simetri tersebut. ΣFx = resultan gaya di

16 Menentukan nilai maksimum dan minimum masalah optimasi, menghitung integral lipat dalam koordinat Cartesius dan koordinat kutub, menentukan volume benda pejal di bawah suatu

Integral Lipat Tiga pada Daerah Sembarang  Pandang S benda padat yang terlingkupi oleh balok B, dan definisikan nilai f nol untuk luar S