• Tidak ada hasil yang ditemukan

MAKALAH MANAJEMEN KONFLIK

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MAKALAH MANAJEMEN KONFLIK"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN

Terjadinya konflik dalam setiap organisasi merupakan sesuatu hal yang tidak dapat Terjadinya konflik dalam setiap organisasi merupakan sesuatu hal yang tidak dapat dihindarkan. Hal ini terjadi

dihindarkan. Hal ini terjadi karena di satu sisi karena di satu sisi orangorang-orang yang terlibat dala-orang yang terlibat dala m organisasim organisasi mempunyai karakter, tujuan, visi, maupun gaya yang berbedabeda. Di sisi lain adanya saling mempunyai karakter, tujuan, visi, maupun gaya yang berbedabeda. Di sisi lain adanya saling ketergantungan antara satu dengan yang lain yang menjadi karakter setiap organisasi. Tidak  ketergantungan antara satu dengan yang lain yang menjadi karakter setiap organisasi. Tidak  semua konflik merugikan organisasi. Konflik yang ditata dan dikendalikan dengan baik dapat semua konflik merugikan organisasi. Konflik yang ditata dan dikendalikan dengan baik dapat menguntungkan organisasi sebagai suatu kesatuan. Dalam menata konflik dalam organisasi menguntungkan organisasi sebagai suatu kesatuan. Dalam menata konflik dalam organisasi diperlukan keterbukaan, kesabaran s

diperlukan keterbukaan, kesabaran serta kesadaran semua erta kesadaran semua fihak yang fihak yang terlibat maupun yangterlibat maupun yang  berkepentingan dengan konflik yang terjadi dalam organisasi.

 berkepentingan dengan konflik yang terjadi dalam organisasi.

1.

1. PPengertian konflik engertian konflik 

2.

2. Manifestasi konflik Manifestasi konflik  3.

3. Macam-macam konflik Macam-macam konflik  4.

4. Sumber konflik Sumber konflik  5.

5. Manajemen konflik yang efektif Manajemen konflik yang efektif  6.

(2)

BAB II BAB II PEMBAHASAN PEMBAHASAN A

A.. PPengertian Konflik engertian Konflik 

Konflik adalah pergesekan atau friksi yang terekspresikan di antara dua pihak atau Konflik adalah pergesekan atau friksi yang terekspresikan di antara dua pihak atau lebih, di mana masing-masing mempersepsi adanya interferensi dari pihak lain, yang lebih, di mana masing-masing mempersepsi adanya interferensi dari pihak lain, yang dianggap menghalangi jalan untuk mencapai sasaran. Konflik hanya terjadi bila semua dianggap menghalangi jalan untuk mencapai sasaran. Konflik hanya terjadi bila semua  pihak yang terlibat, mencium adanya ketidaksepakatan

 pihak yang terlibat, mencium adanya ketidaksepakatan

P

Para pakar ilmu perilaku organisaara pakar ilmu perilaku organisasi, memang banyak yang membersi, memang banyak yang memberikan defikan definisinisii

tentang konflik. Robbins, salah seorang dari mereka merumuskan Konflik sebagai : tentang konflik. Robbins, salah seorang dari mereka merumuskan Konflik sebagai : "sebuah proses dimana sebuah upaya sengaja dilakukan oleh seseorang untuk  "sebuah proses dimana sebuah upaya sengaja dilakukan oleh seseorang untuk  menghalangi usaha yang dilakukan oleh orang lain dalam berbagai bentuk hambatan menghalangi usaha yang dilakukan oleh orang lain dalam berbagai bentuk hambatan (blocking) yang menjadikan orang lain tersebut merasa frustasi dalam usahanya mancapai (blocking) yang menjadikan orang lain tersebut merasa frustasi dalam usahanya mancapai tujuan yang diinginkan atau merealisasi minatnya". Dengan demikian yang dimaksud tujuan yang diinginkan atau merealisasi minatnya". Dengan demikian yang dimaksud dengan Konflik adalah proses pertikaian yang terjadi sedangkan peristiwa yang berupa dengan Konflik adalah proses pertikaian yang terjadi sedangkan peristiwa yang berupa gejolak dan sejenisnya adalah salah sat

gejolak dan sejenisnya adalah salah satu manifestasinya.u manifestasinya. Dua orang pakar penulis dari

Dua orang pakar penulis dari AAmerika Serikat yaitu, Cathymerika Serikat yaitu, Cathy AA Constantino, danConstantino, dan

Chistina Sickles Merchant mengatakan dengan kata-kata yang lebih sederhana, bahwa Chistina Sickles Merchant mengatakan dengan kata-kata yang lebih sederhana, bahwa konflik pada dasarnya adalah: "sebuah proses mengekspresikan ketidapuasan, konflik pada dasarnya adalah: "sebuah proses mengekspresikan ketidapuasan, ketidaksetujuan, atau harapan-harapan yang tidak terealisasi". Kedua penulis tersebut ketidaksetujuan, atau harapan-harapan yang tidak terealisasi". Kedua penulis tersebut sepakat dengan Robbins bahwa konflik pada dasarnya adalah sebuah proses. Konflik  sepakat dengan Robbins bahwa konflik pada dasarnya adalah sebuah proses. Konflik  dapat diartikan

dapat diartikan sebagai ketidaksetujuan asebagai ketidaksetujuan antara dua ntara dua atau lebih aatau lebih a nggota ornggota organisasi atauganisasi atau kelompok-kelompok dalam organisasi yang timbul karena mereka harus menggunakan kelompok-kelompok dalam organisasi yang timbul karena mereka harus menggunakan sumber daya yang

sumber daya yang langka secara bersalangka secara bersa mama-sama atau -sama atau menjalankan kegiatan menjalankan kegiatan bersamabersama-sama-sama dan atau karena mereka mempunyai status, tujuan, nilai-nilai dan persepsi yang berbeda. dan atau karena mereka mempunyai status, tujuan, nilai-nilai dan persepsi yang berbeda.

A

Anggota-anggota organisasi yang mengalami ketidaksepakatan tersebut biasanyanggota-anggota organisasi yang mengalami ketidaksepakatan tersebut biasanya

mencoba menjelaskan duduk persoalannya dari pandangan mereka. mencoba menjelaskan duduk persoalannya dari pandangan mereka.

Lebih jauh Robbins menulis bahwa sebuah konflik harus dianggap sebagai "ada" Lebih jauh Robbins menulis bahwa sebuah konflik harus dianggap sebagai "ada" oleh fihak-fihak yang terlibat dalam konflik. Dengan demikian apakah konflik itu ada oleh fihak-fihak yang terlibat dalam konflik. Dengan demikian apakah konflik itu ada atau tidak ada, adalah masalah "persepsi" dan bila tidak ada seorangpun yang menyadari atau tidak ada, adalah masalah "persepsi" dan bila tidak ada seorangpun yang menyadari  bahwa ada konflik, maka dapat dianggap bahwa konflik tersebut memang tidak ada.

 bahwa ada konflik, maka dapat dianggap bahwa konflik tersebut memang tidak ada. Tentu saja ada konflik yang hanya dibayangkan ada sebagai sebuah persepsi Tentu saja ada konflik yang hanya dibayangkan ada sebagai sebuah persepsi ternyata tidak riil.

ternyata tidak riil. Sebaliknya dapat terjadi Sebaliknya dapat terjadi bahwa ada situabahwa ada situasisi-situasi yang sebenarnya-situasi yang sebenarnya dapat dianggap sebagai "bernuansa konflik" ternyata tidak dianggap sebagai konflik  dapat dianggap sebagai "bernuansa konflik" ternyata tidak dianggap sebagai konflik 

(3)

setiap kita membahas konflik dalam organisasi kita, konflik selalu diasosiasikan dengan setiap kita membahas konflik dalam organisasi kita, konflik selalu diasosiasikan dengan antara lain,

antara lain, "oposisi" (lawan), "kelangkaan", dan "blokade"."oposisi" (lawan), "kelangkaan", dan "blokade".

Diasumsikan pula bahwa ada dua fihak atau lebih yang tujuan atau Diasumsikan pula bahwa ada dua fihak atau lebih yang tujuan atau kepentinganny

kepentingannya ta tidak saling idak saling menunjang. Kita semua menunjang. Kita semua mengetahui pula bahwa sumbemengetahui pula bahwa sumberdayardaya dana, daya reputasi, kekuasaan, dan lain-lain, dalam kehidupan dan dalam organisasi dana, daya reputasi, kekuasaan, dan lain-lain, dalam kehidupan dan dalam organisasi tersedianya terbatas. Setiap orang, setiap kelompok atau setiap unit dalam organisasi akan tersedianya terbatas. Setiap orang, setiap kelompok atau setiap unit dalam organisasi akan   berusaha memperoleh semberdaya tersebut secukupnya dan kelangkaan tersebut akan   berusaha memperoleh semberdaya tersebut secukupnya dan kelangkaan tersebut akan

mendorong perilaku yang bersifat menghalang

mendorong perilaku yang bersifat menghalangi oleh si oleh setiap pihak yang punya kepentinganetiap pihak yang punya kepentingan yang sama.

yang sama. PPihak-pihak tersebut kemudian bertindak sebagai oposisi terhadap satu samaihak-pihak tersebut kemudian bertindak sebagai oposisi terhadap satu sama

lain. Bila ini terjadi, maka status dari situasi dapat disebut berada dalam kondisi lain. Bila ini terjadi, maka status dari situasi dapat disebut berada dalam kondisi "konflik".

"konflik".

B.

B. Manifestasi Konflik Manifestasi Konflik 

Konflik yang terjadi dalam masyarakat atau dalam sebuah organisasi dapatbermanifestasi Konflik yang terjadi dalam masyarakat atau dalam sebuah organisasi dapatbermanifestasi dalam berbagai bentuk atau cara :

dalam berbagai bentuk atau cara :

P

Perselisihan (Dispute): bagi kebanyakan orang awam, kata konflik biasanyaerselisihan (Dispute): bagi kebanyakan orang awam, kata konflik biasanya

diasosiasikan dengan "dispute" yaitu "perselisihan" tetapi, dalam ko

diasosiasikan dengan "dispute" yaitu "perselisihan" tetapi, dalam konteks ilmunteks ilmu perilakuperilaku organisasi, "perselisihan" se

organisasi, "perselisihan" sebenarnya sudah mebenarnya sudah merupakan salah satu darirupakan salah satu dari banyak bentuk banyak bentuk    produk dari konflik. Dispute atau perselisihan adalah salah satu produk konflik yang   produk dari konflik. Dispute atau perselisihan adalah salah satu produk konflik yang   paling mudah terlihat dan dapat berbentuk protes (grievances), tindakan indispliner,   paling mudah terlihat dan dapat berbentuk protes (grievances), tindakan indispliner, keluhan (complaints), unjuk rasa ramai-ramai , tindakan pemaksaan (pemblokiran, keluhan (complaints), unjuk rasa ramai-ramai , tindakan pemaksaan (pemblokiran,   penyanderaan, dsb.), tuntutan ataupun masih bersifat ancaman atau pemogokan baik    penyanderaan, dsb.), tuntutan ataupun masih bersifat ancaman atau pemogokan baik  antara fihak internal organisasi ataupun dengan pihak luar adalah tanda-tanda konflik  antara fihak internal organisasi ataupun dengan pihak luar adalah tanda-tanda konflik  yang tidak terselesaikan.

yang tidak terselesaikan.

Kompetisi (persaingan) yang tidak sehat.

Kompetisi (persaingan) yang tidak sehat. PPersaingan sebenarnya tidak samaersaingan sebenarnya tidak sama

dengan konflik.

dengan konflik. PPersaingan seperti misalnya dalam pertandingan atletik mengikuti aturanersaingan seperti misalnya dalam pertandingan atletik mengikuti aturan

main yang jelas dan ketat. Semua pihak yang bersaing berusaha memperoleh apa yang main yang jelas dan ketat. Semua pihak yang bersaing berusaha memperoleh apa yang diinginkan tanpa di jegal oleh pihak lain.

diinginkan tanpa di jegal oleh pihak lain. AAdanya persaingan yang sangat keras dengandanya persaingan yang sangat keras dengan

wasit yang tegas dan adil, yang dapat menjurus kepada perilaku dan tindakan yang wasit yang tegas dan adil, yang dapat menjurus kepada perilaku dan tindakan yang  bersifat menjegal yang lain.

 bersifat menjegal yang lain.

Sabotase adalah salah satu bentuk produk konflik yang tidak dapat diduga Sabotase adalah salah satu bentuk produk konflik yang tidak dapat diduga sebelumnya. Sabotase seringkali digunakan dalam permainan politik dalam internal sebelumnya. Sabotase seringkali digunakan dalam permainan politik dalam internal organisasi atau dengan pihak eksternal yang dapat menjebak pihak lain. Misalnya saja organisasi atau dengan pihak eksternal yang dapat menjebak pihak lain. Misalnya saja

(4)

satu pihak mengatakan tidak apa-apa, tidak mengeluh, tetapi tiba-tiba mengajukan satu pihak mengatakan tidak apa-apa, tidak mengeluh, tetapi tiba-tiba mengajukan tuntutan ganti rugi miliaran r

tuntutan ganti rugi miliaran rupiah melalui pengadilan.upiah melalui pengadilan. Insfisiensi/produktivitas yang rendah.

Insfisiensi/produktivitas yang rendah. AA  pa yang t  pa yang terjadi aderjadi adalah saalah salah satu fihak lah satu fihak 

(biasanya fihak pekerja) dengan sengaja melakukan tindakan-tindakan yang berakibat (biasanya fihak pekerja) dengan sengaja melakukan tindakan-tindakan yang berakibat menurunkan produktivitas dengan cara memperlambat kerja (slowdown), mengurangi menurunkan produktivitas dengan cara memperlambat kerja (slowdown), mengurangi output, melambatkan pengiriman, dll. Ini adalah salah satu dari bentuk konflik yang output, melambatkan pengiriman, dll. Ini adalah salah satu dari bentuk konflik yang tersembunyi (hidden conflic) dimana salah satu pihak menunjukan sikapnya secara tidak  tersembunyi (hidden conflic) dimana salah satu pihak menunjukan sikapnya secara tidak  terbuka.

terbuka.

P

Penurunan moril (low morale).enurunan moril (low morale). PPenurunan moril dicerminkan dalam menurunnyaenurunan moril dicerminkan dalam menurunnya

gairah kerja, meningkatnya tingkat kemangkiran, sakit, penurunan moril adalah juga gairah kerja, meningkatnya tingkat kemangkiran, sakit, penurunan moril adalah juga merupakan salah satu dari produk konflik tersembunyi dalam situasi ini salah satu pihak, merupakan salah satu dari produk konflik tersembunyi dalam situasi ini salah satu pihak,  biasanya pekerja, merasa takut untuk secara terang-terangan untuk memprotes pihak lain  biasanya pekerja, merasa takut untuk secara terang-terangan untuk memprotes pihak lain

sehingga melakukan t

sehingga melakukan t indakanindakan-tindakan t-tindakan t ersembunyersembunyi i pula.pula.

Menahan/menyembunyikan informasi. Dalam banyak organisasi informasi adalah Menahan/menyembunyikan informasi. Dalam banyak organisasi informasi adalah salah satu sumberdaya yang sangat penting dan identik dengan kekuasaan (power). salah satu sumberdaya yang sangat penting dan identik dengan kekuasaan (power). Dengan demikian maka penahanan/penyembunyian informasi adalah identik dengan Dengan demikian maka penahanan/penyembunyian informasi adalah identik dengan kemampuan mengendalikan kekuasaan tersebut. Tindakan-tindakan seperti ini kemampuan mengendalikan kekuasaan tersebut. Tindakan-tindakan seperti ini menunjukk

menunjukkan adaan adanya konflik tersembunyi dan ketidakpercayaan (distrust).nya konflik tersembunyi dan ketidakpercayaan (distrust).

C.

C. Macam-Macam Konflik Macam-Macam Konflik  1.

1. Dari segi fihak yang terlibat dalam konflik Dari segi fihak yang terlibat dalam konflik  a)

a) Konflik individu dengan individuKonflik individu dengan individu

Konflik semacam ini dapat terjadi antara individu pimpinan dengan individu Konflik semacam ini dapat terjadi antara individu pimpinan dengan individu   pimpinan dari berbagai tingkatan. Individu pimpinan dengan individu karyawan   pimpinan dari berbagai tingkatan. Individu pimpinan dengan individu karyawan

maupun antara inbdividu

maupun antara inbdividu karyawan dengan karyawan dengan individu karyawan individu karyawan lainnya.lainnya.  b)

 b) Konflik individu dengan kelompok Konflik individu dengan kelompok  Konfli

Konflik semacam ini dapat terjak semacam ini dapat terjadi antara individu pimpdi antara individu pimpinainan dengan kelompok n dengan kelompok  ataupun antara individu karyawan

ataupun antara individu karyawan dengan kempok pimpinan.dengan kempok pimpinan. c)

c) Konflik kelompok dengan kelompok Konflik kelompok dengan kelompok 

Ini bisa terjadi antara kelompok pimpinan dengan kelompok karyawan, kelompok  Ini bisa terjadi antara kelompok pimpinan dengan kelompok karyawan, kelompok   pimpinan dengan kelompok pimpinan yang lain dala

 pimpinan dengan kelompok pimpinan yang lain dala m berbagai tingm berbagai tingkatan katan maupunmaupun antara kelompok karyawan dengan kelompok karyawan yang lain.

antara kelompok karyawan dengan kelompok karyawan yang lain. 2.

(5)

Dari segi da

Dari segi dampak yang timbul, konflik dapat dibedakan mpak yang timbul, konflik dapat dibedakan menjadi dua, yaitu menjadi dua, yaitu konflik konflik  fungsion

fungsional dan al dan konflik infungsional. Konflik dikatakan fungsional apabila dakonflik infungsional. Konflik dikatakan fungsional apabila da mpaknympaknyaa dapat memberi manfaat atau keuntungan bagi organisasi, sebaliknya disebut dapat memberi manfaat atau keuntungan bagi organisasi, sebaliknya disebut infungsional apabila dampaknya justru merugikan organisasi. Konflik dapat menjadi infungsional apabila dampaknya justru merugikan organisasi. Konflik dapat menjadi fungsion

fungsional apaal apabila dikelola dan bila dikelola dan dikendalikan dengan baik.dikendalikan dengan baik.

Contoh konflik yang fungsional dengan kasus seorang manajer perusahaan Contoh konflik yang fungsional dengan kasus seorang manajer perusahaan yang menghadapi masalah tentang bagaimana mengalokasikan dana untuk  yang menghadapi masalah tentang bagaimana mengalokasikan dana untuk  meningkatkan penjualan

meningkatkan penjualan masing-mmasing-masing jenis asing jenis produk.produk. PPada saat itu setiap produk lineada saat itu setiap produk line

 berada pada suatu

 berada pada suatu devisi. Salah satu cara devisi. Salah satu cara pengalokasipengalokasian mungkin denan mungkin dengan memberikangan memberikan dana tersebut kepada devisi yang bisa mengelola dana dengan efektif dan efisien. Jadi dana tersebut kepada devisi yang bisa mengelola dana dengan efektif dan efisien. Jadi devisi yang kurang produktif tidak akan memperoleh dana tersebut. Tentu saja di sini devisi yang kurang produktif tidak akan memperoleh dana tersebut. Tentu saja di sini timbul konflik tentang pengalokasian dana. Meskipun dipandang dari fihak devisi timbul konflik tentang pengalokasian dana. Meskipun dipandang dari fihak devisi yang menerima alokasi dana yang kurang, konflik ini dipandang infungsional, tetapi yang menerima alokasi dana yang kurang, konflik ini dipandang infungsional, tetapi dipandang dari perusahaan secara keseluruhan konflik ini adalah fungsional, karena dipandang dari perusahaan secara keseluruhan konflik ini adalah fungsional, karena akan mendorong setiap devisi untuk lebih produktif. Manfaat yang mungkin timbul akan mendorong setiap devisi untuk lebih produktif. Manfaat yang mungkin timbul dari

dari

Contoh kasus di atas antara lain : Contoh kasus di atas antara lain : a)

a) PPara manajer akan menemukan cara yang lebih efisien dalam menggunakandanaara manajer akan menemukan cara yang lebih efisien dalam menggunakandana

 b)

 b) Mereka mungkin bisa menemukan cara untuk menghemat biayaMereka mungkin bisa menemukan cara untuk menghemat biaya c)

c) Mereka Mereka meningkatkan prestasi masingmeningkatkan prestasi masing-masing devisi secara keseluruhan sehingga-masing devisi secara keseluruhan sehingga  bisa

 bisa tersedia dana yang lebtersedia dana yang lebih besar unih besar untuk mereka semua.tuk mereka semua.

Meskipun demikian, mungkin juga timbul akibat yang tidak fungsional, di mana Meskipun demikian, mungkin juga timbul akibat yang tidak fungsional, di mana kerjasama antara kepala devisi menjadi rusak

kerjasama antara kepala devisi menjadi rusak karena konflik ini.karena konflik ini.

Setiap konflik, baik fungsional maupun infungsional akan menjadi sangat Setiap konflik, baik fungsional maupun infungsional akan menjadi sangat merusak apabila berlangsung terlalu jauh.

merusak apabila berlangsung terlalu jauh. AA  pabila konflik menjadi di luar kendali  pabila konflik menjadi di luar kendali

karena mengalami eskalasi, berbagai perilaku mungkin saja timbul.

karena mengalami eskalasi, berbagai perilaku mungkin saja timbul. PPihak-pihak yangihak-pihak yang

 bertentangan akan saling mencurigai dan bersikap sinis terhadap setiaptindakan pihak   bertentangan akan saling mencurigai dan bersikap sinis terhadap setiaptindakan pihak  lain. Dengan timbulnya kecurigaan, masing-masing pihak akan menuntut permintaan lain. Dengan timbulnya kecurigaan, masing-masing pihak akan menuntut permintaan yang makin berlebihan dari pihak lain. Setiap kegagalan untuk mencapai hal yang yang makin berlebihan dari pihak lain. Setiap kegagalan untuk mencapai hal yang diinginkan akan dicari kambing hitam dari pihak lain dan perilaku pihaknya sendiri diinginkan akan dicari kambing hitam dari pihak lain dan perilaku pihaknya sendiri akan selalu dibela dan dicarikan pembenarannya, bahkan dengan cara yang emosional akan selalu dibela dan dicarikan pembenarannya, bahkan dengan cara yang emosional dan tidak rasional.

dan tidak rasional. PPada tahap seperti iniinformasi akan ditahan dan diganggu, sehinggaada tahap seperti iniinformasi akan ditahan dan diganggu, sehingga

apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa terjadi menjadi tidak diketahui. Dan segera apa yang sebenarnya terjadi dan mengapa terjadi menjadi tidak diketahui. Dan segera

(6)

  bisa muncul usaha untuk menggagalkan kegiatan yang dilakukan oleh pihak lain.   bisa muncul usaha untuk menggagalkan kegiatan yang dilakukan oleh pihak lain. Kegiatan untuk ³menang´ menjadi lebih dominan dari pada untuk mencapai tujuan Kegiatan untuk ³menang´ menjadi lebih dominan dari pada untuk mencapai tujuan organisasi. Menurut Heidjrachman dari berbagai penelitian dan percobaan ternyata organisasi. Menurut Heidjrachman dari berbagai penelitian dan percobaan ternyata ditemukan hasil-hasil yang mirip antara yang satu

ditemukan hasil-hasil yang mirip antara yang satu dengan yang lain situasi, yang timbuldengan yang lain situasi, yang timbul akibat adanya konflik, baik konflik yang fungsional maupun konflik yang infungsional. akibat adanya konflik, baik konflik yang fungsional maupun konflik yang infungsional. Di antaranya yang penting adalah : (1) Timbulnya kekompakan diantara Di antaranya yang penting adalah : (1) Timbulnya kekompakan diantara anggota-anggota kelompok yang mempunyai konflik dengan kelompok yang lain; (2) anggota kelompok yang mempunyai konflik dengan kelompok yang lain; (2) Munculnya para pimpinan dari kelompok yang mengalami konflik; (3)

Munculnya para pimpinan dari kelompok yang mengalami konflik; (3) AAda gangguanda gangguan

terhadap persepsi para anggota atau kelompok yang mengalami konflik; (4)

terhadap persepsi para anggota atau kelompok yang mengalami konflik; (4) PPerbedaanerbedaan

antara kelompok yang mengalami konflik nampak lebih besar dari pada yang antara kelompok yang mengalami konflik nampak lebih besar dari pada yang sebenarnya, sedangkan perbedaan pendapat antar individu dalam masing-masing sebenarnya, sedangkan perbedaan pendapat antar individu dalam masing-masing kelompok tampak lebih kecil dari pada yang sebenanya; (5) Terpilihnya ³wakil-wakil´ kelompok tampak lebih kecil dari pada yang sebenanya; (5) Terpilihnya ³wakil-wakil´ yang kuat dari pihak-pihak yang mengalami konflik; (6) Timbulnya ketidakmampuan yang kuat dari pihak-pihak yang mengalami konflik; (6) Timbulnya ketidakmampuan untuk be

untuk berfikir dan menganarfikir dan menganalisa permasalahan secara jernih.lisa permasalahan secara jernih. D.

D. Sumber Konflik Sumber Konflik 

Faktor-faktor yang dapat menimbulkan adanya konflik dalam suatu organisasiantara lain Faktor-faktor yang dapat menimbulkan adanya konflik dalam suatu organisasiantara lain adalah :

adalah : 1.

1. Berbagai sumber daya yaBerbagai sumber daya yang langkang langka

Karena sumber daya yang dimiliki organisasi terbatas / langka maka perlu Karena sumber daya yang dimiliki organisasi terbatas / langka maka perlu dialokasikan. Dalam alokasi sumber daya tersebut suatu kelompok mungkin dialokasikan. Dalam alokasi sumber daya tersebut suatu kelompok mungkin menerima kurang dari kelompok yang lain. Hal ini dapat menjadi sumber konflik. menerima kurang dari kelompok yang lain. Hal ini dapat menjadi sumber konflik. 2.

2. PPerbedaan dalam tujuanerbedaan dalam tujuan

Dalam suatu organisasi biasanya terdiri dari atas berbagai macam bagian yang bisa Dalam suatu organisasi biasanya terdiri dari atas berbagai macam bagian yang bisa mempunyai tujuan yang berbeda-beda.

mempunyai tujuan yang berbeda-beda. PPerbedaan tujuan dari berbagai bagian inierbedaan tujuan dari berbagai bagian ini

kalau kurang adanya koordinasi dapat menimbulkan adanya konflik. Sebagai contoh : kalau kurang adanya koordinasi dapat menimbulkan adanya konflik. Sebagai contoh :  bagian penjualan mungkin ingin

 bagian penjualan mungkin ingin meningkatkan valume penjualan dengan memberikanmeningkatkan valume penjualan dengan memberikan   persyaratanpersyaratan pembelian yang lunak, seperti kredit dengan bunga rendah,   persyaratanpersyaratan pembelian yang lunak, seperti kredit dengan bunga rendah,   jangka waktu yang leb

  jangka waktu yang lebih lama, seleksi calon pemih lama, seleksi calon pembeli yang tidak terlalu kebeli yang tidak terlalu ketattat dandan sebagainya. Upaya yang dilakukan oleh bagian penjualan semacam ini mungkin akan sebagainya. Upaya yang dilakukan oleh bagian penjualan semacam ini mungkin akan mengakibatkan peningkatan jumlah piutang dalam tingkat yang cukup tinggi.

mengakibatkan peningkatan jumlah piutang dalam tingkat yang cukup tinggi. AA pabila pabila

hal ini dipandang dari sudut keuangan, mungkin tidak dikehendaki karena akan hal ini dipandang dari sudut keuangan, mungkin tidak dikehendaki karena akan memerlukan tambahan dana

memerlukan tambahan dana yang cukup beyang cukup besar.sar. 3.

(7)

Organisasi merupakan gabungan dari berbagai bagian yang saling berinteraksi. Organisasi merupakan gabungan dari berbagai bagian yang saling berinteraksi.

A

Akibatnya kegiatan satu pihak mungkin dapat merugikan pihak lain. Dan inikibatnya kegiatan satu pihak mungkin dapat merugikan pihak lain. Dan ini

merupakan sumber konflik pula. Sebagai contoh : bagian akademik telah membuat merupakan sumber konflik pula. Sebagai contoh : bagian akademik telah membuat   jadwal ujian beserta pengawanya, setapi bagian tata usaha terlambat menyampaikan   jadwal ujian beserta pengawanya, setapi bagian tata usaha terlambat menyampaikan surat pemberitahuan kepada para pengawas dan penguji sehingga mengakibatkan surat pemberitahuan kepada para pengawas dan penguji sehingga mengakibatkan terganggunya pelaksanaan ujian.

terganggunya pelaksanaan ujian. 4.

4. PPerbedaan dalam nilai atau persepsierbedaan dalam nilai atau persepsi P

Perbedaan dalam tujuan biasanya dibarengi dengan perbedaan dalam sikap, nilai danerbedaan dalam tujuan biasanya dibarengi dengan perbedaan dalam sikap, nilai dan

  persepsi yang bisa mengarah ke timbulnya konflik. Sebagai contoh : seorang   persepsi yang bisa mengarah ke timbulnya konflik. Sebagai contoh : seorang  pimpinan muda mungkin merasa tidak senang sewaktu diberi tugastugas rutin karena  pimpinan muda mungkin merasa tidak senang sewaktu diberi tugastugas rutin karena dianggap kurang menantang kreativitasnya untuk berkembang, sementara pimpinan dianggap kurang menantang kreativitasnya untuk berkembang, sementara pimpinan yang lebih senior merasa bahwa tugastugas rutin tersebut merupakan bagian dari yang lebih senior merasa bahwa tugastugas rutin tersebut merupakan bagian dari  pelatihan.

 pelatihan. 5.

5. Sebab-sebab lainSebab-sebab lain

Selain sebab-sebab di atas, sebab-sebab lain yang mungkin dapat menimbulkan Selain sebab-sebab di atas, sebab-sebab lain yang mungkin dapat menimbulkan konflik dalam organisasi misalnya gaya seseorang dalam bekerja, ketidakjelasan konflik dalam organisasi misalnya gaya seseorang dalam bekerja, ketidakjelasan organisasi dan

organisasi dan masalahmasalah-masalah komunikasi.-masalah komunikasi.

E.

E. Manajemen Konflik yang Efektif Manajemen Konflik yang Efektif  Manajemen konflik di

Manajemen konflik dimaksudkan sebagai sebuah proses terpadu maksudkan sebagai sebuah proses terpadu (intergrated) meny(intergrated) menyeluruheluruh untuk menetapkan tujuan organisasi dalam penanganan konflik, menetapkan cara-cara untuk menetapkan tujuan organisasi dalam penanganan konflik, menetapkan cara-cara mencegahnya program-program dan tindakan sebagai tersebut maka dapat ditekankan mencegahnya program-program dan tindakan sebagai tersebut maka dapat ditekankan empat hal :

empat hal : 1.

1. Manajemen konflik sangat terkait dengan visi, strategi dan sistem nilai/kultur Manajemen konflik sangat terkait dengan visi, strategi dan sistem nilai/kultur  organisasi manajemen

organisasi manajemen konflik yang ditekonflik yang diterapkan arapkan akan terkait kan terkait erat dengan erat dengan ketiga halketiga hal tersebut

tersebut 2.

2. Menajemen konflik beMenajemen konflik bersifat proaktif dan menekankan pada usaharsifat proaktif dan menekankan pada usaha pencegahan. Bilapencegahan. Bila fokus perhatian hanya dit

fokus perhatian hanya ditujukan pada ujukan pada pencarian solusisolusi pencarian solusisolusi untuk setiap konflik yanguntuk setiap konflik yang muncul, maka usaha itu adalah usaha penanganan konflik, bukan manajemen konflik. muncul, maka usaha itu adalah usaha penanganan konflik, bukan manajemen konflik. 3.

3. Sistem manajemen Sistem manajemen konflik harus bersifat menyeluruh (konflik harus bersifat menyeluruh (corporate widecorporate wide) dan mengingat) dan mengingat semua jajaran dalam organisasi.

semua jajaran dalam organisasi. AAdalah sia-sia bila system manajemen konflik yangdalah sia-sia bila system manajemen konflik yang

diterapkan hanya untuk

(8)

4.

4. Semua rencana tSemua rencana t indakan dan prindakan dan programogram-program da-program dalam sistem manajlam sistem manaj emen emen konflik jugakonflik juga akan bersifat pencegahan dan bila p

akan bersifat pencegahan dan bila perlu penanganan. Denganerlu penanganan. Dengan demikian maka semuademikian maka semua  program akan mencakup edukasi, pelatihan dan program sosialisasi lainnya.

 program akan mencakup edukasi, pelatihan dan program sosialisasi lainnya.

Metode yang sering digunakan untuk menangani konflik adalah : Metode yang sering digunakan untuk menangani konflik adalah : 1.

1. Metode pengurangan konflik. Salah satu cara yang sering efektif adalah denganMetode pengurangan konflik. Salah satu cara yang sering efektif adalah dengan mendinginkan persoalan terlebih dahulu (cooling thing down). Meskipun demikian mendinginkan persoalan terlebih dahulu (cooling thing down). Meskipun demikian cara semaca

cara semacam ini sebenarnya belum menyentuh persoalan yang sm ini sebenarnya belum menyentuh persoalan yang s ebenarnya. Cara lainebenarnya. Cara lain adalah dengan

adalah dengan membumembuat ³at ³musumusuh bersama´, sehingga para anggota di h bersama´, sehingga para anggota di dalam kelompok dalam kelompok  tersebut bersatu untuk menghadapi ³musuh´ tersebut. Cara semacam ini sebenarnya tersebut bersatu untuk menghadapi ³musuh´ tersebut. Cara semacam ini sebenarnya   juga hanya mengalihkan perhatian para anggota kelompok yang sedang mengalami   juga hanya mengalihkan perhatian para anggota kelompok yang sedang mengalami

konflik. konflik. 2.

2. Metode penyelesaian konflik. Cara yang ditempuh adalah dengan mendominasi atauMetode penyelesaian konflik. Cara yang ditempuh adalah dengan mendominasi atau menekan, berkompromi dan penyelesaian masalah

menekan, berkompromi dan penyelesaian masalah secara integratif.secara integratif. a)

a) Dominasi (Dominasi (PPenekanan)enekanan)

Dominasi dan penekanan

Dominasi dan penekanan mempunyai mempunyai persamaan makna, yaitu persamaan makna, yaitu keduanya mkeduanya menekanenekan konflik, dan bukan memecahkannya, dengan memaksanya ³tenggelam´ ke bawah konflik, dan bukan memecahkannya, dengan memaksanya ³tenggelam´ ke bawah   permukaan dan mereka menciptakan situasi yang menang dan yang kalah.

  permukaan dan mereka menciptakan situasi yang menang dan yang kalah. PPihak ihak 

yang kalah biasanya terpaksa memberikan jalan kepada yang lebih tinggi yang kalah biasanya terpaksa memberikan jalan kepada yang lebih tinggi kekuasaannya, menjadi kecewa dan dendam.

kekuasaannya, menjadi kecewa dan dendam. PPenekanan dan dominasi bisaenekanan dan dominasi bisa

dinyatakan dalam bentuk pemaksaan sampai dengan pengambilan keputusan dinyatakan dalam bentuk pemaksaan sampai dengan pengambilan keputusan dengan suara terbanyak

dengan suara terbanyak (voting).(voting).  b)

 b) KompromiKompromi

Melalui kompromi mencoba menyelesaikan konflik dengan menemukan dasar  Melalui kompromi mencoba menyelesaikan konflik dengan menemukan dasar  yang di tengah dari dua pihak yang berkonflik ( win-win solution ). Cara ini lebih yang di tengah dari dua pihak yang berkonflik ( win-win solution ). Cara ini lebih memperkecil kemungkinan untuk munculnya permusuhan yang terpendam dari memperkecil kemungkinan untuk munculnya permusuhan yang terpendam dari dua belah pihak yang berkonflik, karena tidak ada yang merasa menang maupun dua belah pihak yang berkonflik, karena tidak ada yang merasa menang maupun kalah. Meskipun demikian, dipandang dari pertimbangan organisasi pemecahan kalah. Meskipun demikian, dipandang dari pertimbangan organisasi pemecahan ini bukanlah cara yang terbaik, karena tidak membuat penyelesaian yang terbaik  ini bukanlah cara yang terbaik, karena tidak membuat penyelesaian yang terbaik   pula bagi organisasi, hanya untuk menyenangkan kedua belah pihak yang saling  pula bagi organisasi, hanya untuk menyenangkan kedua belah pihak yang saling  bertentangan atau berkonflik 

 bertentangan atau berkonflik  c)

c) PPenyeenyelesaian lesaian secara integrativesecara integrative

Dengan menyelesaikan konflik secara integratif, konflik antar kelompok diubah Dengan menyelesaikan konflik secara integratif, konflik antar kelompok diubah

(9)

  bant

  bantuan tehnik-tehnik pemecahauan tehnik-tehnik pemecahan mn masalaasalah h (probl(problem em solvisolving).ng).PPihak-pihak yangihak-pihak yang

 bertentangan bersama-sama mencoba memecahkan masalahnya,dan bukan hanya  bertentangan bersama-sama mencoba memecahkan masalahnya,dan bukan hanya mencoba menekan konflik atau berkompromi. Meskipun hal ini merupakan cara mencoba menekan konflik atau berkompromi. Meskipun hal ini merupakan cara yang terbaik bagi organisasi, dalam prakteknya sering sulit tercapai secara yang terbaik bagi organisasi, dalam prakteknya sering sulit tercapai secara memuaskan karena kurang adanya kemauan yang sunguh-sungguh dan jujur untuk  memuaskan karena kurang adanya kemauan yang sunguh-sungguh dan jujur untuk  memecahkan persoalan yang menimbulkan persoalan.

memecahkan persoalan yang menimbulkan persoalan.

Untuk menjelaskan berbagai alternatif penyelesaian konflik dipandang dari sudut Untuk menjelaskan berbagai alternatif penyelesaian konflik dipandang dari sudut menang ± kalah

menang ± kalah masingmasing-masing pihak, ada -masing pihak, ada empat kuadran manaempat kuadran manajemen konflik:jemen konflik: 1.

1. Kuadran Kuadran KalahKalah-Kalah -Kalah (Menghindari konflik)(Menghindari konflik)

Kuadran keempat ini menjelaskan cara mengatasi konflik dengan menghindari Kuadran keempat ini menjelaskan cara mengatasi konflik dengan menghindari konflik dan mengabaikan masalah yang timbul.

konflik dan mengabaikan masalah yang timbul. AAtau bisa berarti bahwa keduatau bisa berarti bahwa kedua

  belah pihak tidak sepakat untuk menyelesaikan konflik atau menemukan   belah pihak tidak sepakat untuk menyelesaikan konflik atau menemukan kesepakatan untuk mengatasi konflik tersebut. Kita tidak memaksakan keinginan kesepakatan untuk mengatasi konflik tersebut. Kita tidak memaksakan keinginan kita dan sebaliknya tidak terlalu menginginkan sesuatu yang dimiliki atau dikuasai kita dan sebaliknya tidak terlalu menginginkan sesuatu yang dimiliki atau dikuasai  pihak lain. Cara ini sebetulnya hanya bias kita lakukan untuk potensi konflik yang  pihak lain. Cara ini sebetulnya hanya bias kita lakukan untuk potensi konflik yang ringan dan tidak terlalu penting. Jadi agar tidak menjadi beban dalam pikiran atau ringan dan tidak terlalu penting. Jadi agar tidak menjadi beban dalam pikiran atau kehidupan kita, sebaiknya memang setiap potensi konflik harus dapat segera kehidupan kita, sebaiknya memang setiap potensi konflik harus dapat segera diselesaikan.

diselesaikan. 2.

2. Kuadran Menang-Kalah (Kuadran Menang-Kalah (PPersaingan)ersaingan)

Kuadran kedua ini memastikan bahwa kita memenangk

Kuadran kedua ini memastikan bahwa kita memenangkan konflik dan pihakan konflik dan pihak lainlain kalah. Biasanya kita

kalah. Biasanya kita menggunmenggunakan akan kekuasaan atau pengaruh kita untuk memkekuasaan atau pengaruh kita untuk memastikaastikann   bahwa dalam konflik tersebut kita yang keluar sebagai pemenangnya. Biasanya   bahwa dalam konflik tersebut kita yang keluar sebagai pemenangnya. Biasanya   pihak yang kalah akan lebih mempersiapkan diri dalam pertemuan berikutnya,   pihak yang kalah akan lebih mempersiapkan diri dalam pertemuan berikutnya, sehingga terjadilah suatu suasana persaingan atau kompetisi di antara kedua pihak. sehingga terjadilah suatu suasana persaingan atau kompetisi di antara kedua pihak. Gaya penyelesaian konflik seperti ini sangat tidak mengenakkan bagi pihak yang Gaya penyelesaian konflik seperti ini sangat tidak mengenakkan bagi pihak yang merasa terpaksa harus berada dalam posisi kalah, sehingga sebaiknya hanya merasa terpaksa harus berada dalam posisi kalah, sehingga sebaiknya hanya digunakan dalam keadaan terpaksa yang membutuhkan penyelesaian yang cepat digunakan dalam keadaan terpaksa yang membutuhkan penyelesaian yang cepat dan tegas.

dan tegas. 3.

3. Kuadran Kuadran KalahKalah-Menang -Menang (Mengakom(Mengakomodasi)odasi)

A

Agak berbeda dengan kuadran gak berbeda dengan kuadran kedua, kuadran ketiga yaitu kedua, kuadran ketiga yaitu kita kalah kita kalah ± mereka± mereka

menang ini berarti kita berada dalam posisi mengalah atau mengakomodasi menang ini berarti kita berada dalam posisi mengalah atau mengakomodasi kepentingan pihak lain. Gaya ini kita gunakan untuk menghindari kesulitan atau kepentingan pihak lain. Gaya ini kita gunakan untuk menghindari kesulitan atau masalah yang lebih besar. Gaya ini juga merupakan upaya untuk mengurangi masalah yang lebih besar. Gaya ini juga merupakan upaya untuk mengurangi

(10)

tingkat ketegangan akibat dari konflik tersebut atau menciptakan perdamaian yang tingkat ketegangan akibat dari konflik tersebut atau menciptakan perdamaian yang kita inginkan. Mengalah dalam hal ini bukan berarti kita kalah, tetapi kita kita inginkan. Mengalah dalam hal ini bukan berarti kita kalah, tetapi kita menciptakan suasana untuk memungkinkan penyelesaian yang paripurna terhadap menciptakan suasana untuk memungkinkan penyelesaian yang paripurna terhadap konflik yang timbul antara kedua pihak. Mengalah memiliki esensi kebesaran jiwa konflik yang timbul antara kedua pihak. Mengalah memiliki esensi kebesaran jiwa dan member kesempatan kepada pihak lain untuk juga mau mengakomodasi dan member kesempatan kepada pihak lain untuk juga mau mengakomodasi kepentingan kita sehingga selanjutnya kita bersama bisa menuju ke kuadran kepentingan kita sehingga selanjutnya kita bersama bisa menuju ke kuadran  pertama.

 pertama. 4.

4. Kuadran Menang-Menang (Kolaborasi)Kuadran Menang-Menang (Kolaborasi)

Kuadran pertama ini disebut dengan gaya manajemen konflik kolaborasi atau Kuadran pertama ini disebut dengan gaya manajemen konflik kolaborasi atau   bekerja sama. Tujuan kita adalah mengatasi konflik dengan menciptakan   bekerja sama. Tujuan kita adalah mengatasi konflik dengan menciptakan   penyelesaian melalui konsensus atau kesepakatan bersama yang mengikat semua   penyelesaian melalui konsensus atau kesepakatan bersama yang mengikat semua  pihak yang bertikai.

 pihak yang bertikai. PProses ini biasanya yang paling lama memakan waktu karenaroses ini biasanya yang paling lama memakan waktu karena

harus dapat mengakomodasi kedua kepentingan yang biasanya berada di kedua harus dapat mengakomodasi kedua kepentingan yang biasanya berada di kedua ujung ekstrim satu sama lainnya.

ujung ekstrim satu sama lainnya. PProses ini memerlukan komitmen yang besar dariroses ini memerlukan komitmen yang besar dari

kedua pihak untuk menyelesaikannya dan dapat menumbuhkan hubungan jangka kedua pihak untuk menyelesaikannya dan dapat menumbuhkan hubungan jangka  panjang yang kokoh . Secara sederhana proses ini dapat dijelaskan bahwa  panjang yang kokoh . Secara sederhana proses ini dapat dijelaskan bahwa masing-masing pihak memahami dengan sepenuhnya keinginan atau tuntutan pihak lainnya masing pihak memahami dengan sepenuhnya keinginan atau tuntutan pihak lainnya dan berusaha dengan penuh komitmen untuk mencari titik temu kedua kepentingan dan berusaha dengan penuh komitmen untuk mencari titik temu kedua kepentingan tersebut.

tersebut.

F.

F. Meminimalisir Konflik Dengan Komunikasi Efektif Meminimalisir Konflik Dengan Komunikasi Efektif  ´ Tahukah

´ Tahukah AAnda, bahwa bentuk dan macam komunikasi bisa memicu konflik? Tahukannda, bahwa bentuk dan macam komunikasi bisa memicu konflik? Tahukan A

Anda bahwa konflik sesungguhnya dipicu oleh kesalahan komunikasi? Bagaimanakahnda bahwa konflik sesungguhnya dipicu oleh kesalahan komunikasi? Bagaimanakah

metode komunikasi bisa meminimalisir konflik´? metode komunikasi bisa meminimalisir konflik´?

A

Ada lima macam gaya komunikasida lima macam gaya komunikasi AAnda yang bisa memicu konflik.nda yang bisa memicu konflik.

1.

1. Komunikasi Negatif Komunikasi Negatif 

A

Anda pasti mengetahui bahwa ada orang atau pihak tertentu yang 'secara alamiah'nda pasti mengetahui bahwa ada orang atau pihak tertentu yang 'secara alamiah'

  berperilaku seperti Tom and Jerry.

  berperilaku seperti Tom and Jerry. PPerilaku seperti ini cenderung melekat secaraerilaku seperti ini cenderung melekat secara

konstan, karena sifatnya lebih

konstan, karena sifatnya lebih menyerupmenyerupai karaktai karakter diri dari pada penyakit yang haruser diri dari pada penyakit yang harus disembuhkan.

disembuhkan.

A

A  pa yang pasti dari perilaku seperti ini, adalah efeknya yang buruk terhadap pihak   pa yang pasti dari perilaku seperti ini, adalah efeknya yang buruk terhadap pihak 

lain. Karakter ini dapat menyedot dan menghabisi antusiasme, energi dan rasa percaya lain. Karakter ini dapat menyedot dan menghabisi antusiasme, energi dan rasa percaya diri orang-orang sekitar.

(11)

ini, hanya dapat dilakukan jika orang-orang di sekitar bisa terlibat aktif dengan ini, hanya dapat dilakukan jika orang-orang di sekitar bisa terlibat aktif dengan memberi masukan tentang perilaku dan karakter negative itu. Secara teknis, memberi masukan tentang perilaku dan karakter negative itu. Secara teknis,  pendekatan terbaik yang dapat dilakukan adalah melatih apa

 pendekatan terbaik yang dapat dilakukan adalah melatih apa yang disebut dengan "I

yang disebut dengan "I message". Contoh pengungmessage". Contoh pengungkapannya adalah skapannya adalah s ebagai beebagai berikut:rikut:

"Saat saya mengutarakan suatu pendapat atau usulan, S

"Saat saya mengutarakan suatu pendapat atau usulan, SAYAAYA merasakanmerasakan

  bahwa sikap negatif 

  bahwa sikap negatif AAnda membuat Snda membuat SAYAAYA frustrasi, dan Sfrustrasi, dan SAYAAYA

menemukanbahwa bekerjasama dengan

menemukanbahwa bekerjasama dengan AAnda menjadi lebih sulit darinda menjadi lebih sulit dari

semestinya." semestinya."

Orang yang berkarakter negatif, memiliki kecenderungan untuk mempersepsi segala Orang yang berkarakter negatif, memiliki kecenderungan untuk mempersepsi segala sesuatu yang sampai di telinganya, apa yang bisa terlihat oleh matanya, sebagai sesuatu yang sampai di telinganya, apa yang bisa terlihat oleh matanya, sebagai  bentuk-bentuk serangan. Sikap negatifnya, adalah bagian dari system survivalnya. "I  bentuk-bentuk serangan. Sikap negatifnya, adalah bagian dari system survivalnya. "I

message" dalam hal ini, adalah untuk meredam persepsi itu. Jika

message" dalam hal ini, adalah untuk meredam persepsi itu. Jika AAnda merasa punyanda merasa punya

 banyak "musuh", karakter 

 banyak "musuh", karakter AAnda mungkin harus dibenahi.nda mungkin harus dibenahi.

2.

2. KomunikasiKomunikasi Bl  Bl aming aming 

Masih ingat yang satu ini:

Masih ingat yang satu ini: "Litle-litle to me, Litle-litle to "Litle-litle to me, Litle-litle to me." Maksudnya, "Dikitdikitme." Maksudnya, "Dikitdikit gua. Dikit-dikit gua. Inilah yang terjadi, pada korban dari orang yang memiliki gua. Dikit-dikit gua. Inilah yang terjadi, pada korban dari orang yang memiliki kecenderungan komunikasi blaming. Ia cenderung menyalahkan -- dan selalu kecenderungan komunikasi blaming. Ia cenderung menyalahkan -- dan selalu menyalahkan orang-orang di sekitarnya.

menyalahkan orang-orang di sekitarnya.

"" I message I message" yang ditimpali dengan menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih" yang ditimpali dengan menciptakan lingkungan pembelajaran yang lebih   baik, adalah cara terbaik untuk mengakalinya. Carilah isu utama dari sikap   baik, adalah cara terbaik untuk mengakalinya. Carilah isu utama dari sikap

menyalahkan itu, tangani satu per satu, jangan sekaligus. Jika

menyalahkan itu, tangani satu per satu, jangan sekaligus. Jika AAnda snda serineringg melihmelihatat

orang lain salah, mungkin

orang lain salah, mungkin AAnda memang sering menyalahkan. Jika memangnda memang sering menyalahkan. Jika memang

demikian, latihlah untuk selalu spesifik dan

demikian, latihlah untuk selalu spesifik dan detil berkaitan dengan suatu kesdetil berkaitan dengan suatu kesalahan.alahan. 3.

3. Komunikasi Superior Komunikasi Superior 

A

Anda mungkin boss. Waspadalah. Cara berkomunikasi ini dipenuhi dengan perintah,nda mungkin boss. Waspadalah. Cara berkomunikasi ini dipenuhi dengan perintah,

nasehat, dan pesan-pesan yang penuh moralitas. Semua itu memang diperlukan, akan nasehat, dan pesan-pesan yang penuh moralitas. Semua itu memang diperlukan, akan tetapi jika setiap kalimat dan uraian yang keluar dari mulut melulu hanya tentang itu, tetapi jika setiap kalimat dan uraian yang keluar dari mulut melulu hanya tentang itu, maka kepekaan dari orang-orang sekitar akan menyusut jauh. Bahkan, komunikasi maka kepekaan dari orang-orang sekitar akan menyusut jauh. Bahkan, komunikasi seperti ini akan membuat orang-orang di sekitar menjadi bosan. Mereka akan seperti ini akan membuat orang-orang di sekitar menjadi bosan. Mereka akan mengalami frustrasi, penolakan dan

mengalami frustrasi, penolakan dan bahkan bahkan dalam tingkat tertentu adalam tingkat tertentu akan memunculkankan memunculkan inspirasi untuk mensabotase.

(12)

Sekali lagi, "I message" yang ditimpali dengan pendekatan asertif (emosi dan Sekali lagi, "I message" yang ditimpali dengan pendekatan asertif (emosi dan  personal), bisa sangat membantu keadaan.

 personal), bisa sangat membantu keadaan. AAnda mungkin boss. Waspadalah. Cobalahnda mungkin boss. Waspadalah. Cobalah

untuk lebih asertif dan

untuk lebih asertif dan personal. Sering-seringlah mengopersonal. Sering-seringlah mengobrol dengan bawabrol dengan bawahan.han. 4.

4. Komunikasi Tidak Jujur Komunikasi Tidak Jujur 

Seringkali, ketidakjujuran dalam berkomunikasi akan menciptakan "kegagalan Seringkali, ketidakjujuran dalam berkomunikasi akan menciptakan "kegagalan mendengar". Lebih dari itu, cara komunikasi ini akan menciptakan "kegagalan mendengar". Lebih dari itu, cara komunikasi ini akan menciptakan "kegagalan  berempati". Ciri-cirinya, apa yang dikomunikasikan hanyalah berbagai hal di sekitar   berempati". Ciri-cirinya, apa yang dikomunikasikan hanyalah berbagai hal di sekitar 

masalah, dan bukan masalah itu sendiri. masalah, dan bukan masalah itu sendiri.

A

Ada juga ciri-ciri lain, akan tetapi bukan merupakan patokan utama, yaituda juga ciri-ciri lain, akan tetapi bukan merupakan patokan utama, yaitu

komunikato

komunikatornya crnya cenderung menggenderung menggunakan kata-kata unakan kata-kata "Kita"."Kita". PPadahal, maksud "kita" diadahal, maksud "kita" di

sana tidak lebih dan tidak kurang adalah dirinya sendiri.

sana tidak lebih dan tidak kurang adalah dirinya sendiri. AAda kecenderungan,da kecenderungan,

komunikator yang demikian secara sengaja tidak menindaklanjuti perilaku yang tidak  komunikator yang demikian secara sengaja tidak menindaklanjuti perilaku yang tidak   profesional, atau perilaku yang dapat merusak tim kerja, padahal bisa ditindaklanjuti.  profesional, atau perilaku yang dapat merusak tim kerja, padahal bisa ditindaklanjuti. Semuanya itu, jelas akan mengarah pada tidak berfungsinya tim kerja. Untuk  Semuanya itu, jelas akan mengarah pada tidak berfungsinya tim kerja. Untuk  membenahinya, diperlukan sebuah suasana yang terbuka, jujur, saling menghormati, membenahinya, diperlukan sebuah suasana yang terbuka, jujur, saling menghormati,  berhenti saling menyalahkan, saling mengganggu, dan menyediakan akses bagi setiap  berhenti saling menyalahkan, saling mengganggu, dan menyediakan akses bagi setiap

orang. Jika

orang. Jika AAnda sering bekerja dengan menyendiri, waspadai gaya nda sering bekerja dengan menyendiri, waspadai gaya komunikasi ini.komunikasi ini.

5.

5. Komunikasi Selektif Komunikasi Selektif 

Komunikatornya dalam hal ini, sering berasumsi tentang apa yang perlu diketahui Komunikatornya dalam hal ini, sering berasumsi tentang apa yang perlu diketahui oleh orang lain. Ia tidak berfokus pada apa yang secara obyektif memang perlu oleh orang lain. Ia tidak berfokus pada apa yang secara obyektif memang perlu diketahui orang lain.

diketahui orang lain. PPerilaku ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk tetaperilaku ini dilatarbelakangi oleh keinginan untuk tetap

memegang kekuasaan, mempertahankan status memegang kekuasaan, mempertahankan status quo.quo. Untuk membenahinya, diperlukan keterbukaan dan a

Untuk membenahinya, diperlukan keterbukaan dan a kses kepkses kepada setada setiapiap informasi yang penting.

informasi yang penting.

Contoh-contoh cerminan komunikasi yang dapat mensabotase tim: Contoh-contoh cerminan komunikasi yang dapat mensabotase tim: 1.

1. ""YYang penting kerjaan gua beres." Sikap ini akan memperlemah kekuatan danang penting kerjaan gua beres." Sikap ini akan memperlemah kekuatan dan

kerjasama tim. kerjasama tim. 2.

2. "Bukan gua yang "Bukan gua yang salah kok." Ini salah kok." Ini juga tidak sehat, sebab sama denjuga tidak sehat, sebab sama dengangan mengatakanmengatakan ""YYang salah orang lain."ang salah orang lain."

3.

3. "Kalo Dia yang salah ya bi"Kalo Dia yang salah ya biarin aja, toh bukarin aja, toh bukan Gua." Sikap ini juga tidakan Gua." Sikap ini juga tidak membantumembantu tim.

(13)

BAB III BAB III PENUTUP PENUTUP

Konflik adalah pergesekan atau friksi yang terekspresikan di antara dua pihak atau Konflik adalah pergesekan atau friksi yang terekspresikan di antara dua pihak atau lebih, di mana masing-masing mempersepsi adanya interferensi dari pihak lain, yang lebih, di mana masing-masing mempersepsi adanya interferensi dari pihak lain, yang dianggap menghalangi jalan untuk mencapai sasaran. Konflik hanya terjadi bila semua pihak  dianggap menghalangi jalan untuk mencapai sasaran. Konflik hanya terjadi bila semua pihak  yang terlibat, mencium adanya ketidaksepakatan

yang terlibat, mencium adanya ketidaksepakatan

Manifestasi konflik terjadi dalam beberapa bentuk: (1)

Manifestasi konflik terjadi dalam beberapa bentuk: (1) PPerselisihan (erselisihan ( D Disputeispute); (2)); (2)

Kompetisi (persaingan) yang tidak sehat; (3) Sabotase; (4) Insfisiensi/produktivitas yang Kompetisi (persaingan) yang tidak sehat; (3) Sabotase; (4) Insfisiensi/produktivitas yang rendah; (5)

rendah; (5) PPenurunan moril (enurunan moril (l l ow moraow moral l ee); dan ); dan (6) Menahan/(6) Menahan/ menyembmenyembunyikan informasi.unyikan informasi.

Macam-macam konflik dapat dibedakan menjadi dua segi; (a) dari segi fihak yang Macam-macam konflik dapat dibedakan menjadi dua segi; (a) dari segi fihak yang terlibat dalam konflik, antara lain: (1) konflik individu dengan individu; (2) konflik individu terlibat dalam konflik, antara lain: (1) konflik individu dengan individu; (2) konflik individu dengan kelompok; dan (3) konflik kelompok dengan kelompok. Sedangkan dari segi (b) dengan kelompok; dan (3) konflik kelompok dengan kelompok. Sedangkan dari segi (b) dampak yang timbul, diklasifikasikan menjadi: (1) konflik fungsional; dan (2) konflik  dampak yang timbul, diklasifikasikan menjadi: (1) konflik fungsional; dan (2) konflik  infungsional.

infungsional.

Faktor-faktor yang dapat menimbulkan adanya konflik dalam suatu organisasi antara Faktor-faktor yang dapat menimbulkan adanya konflik dalam suatu organisasi antara lain adalah: (1) berbagai sumber daya yang langka; (2) perbedaan dalam tujuan; (3) saling lain adalah: (1) berbagai sumber daya yang langka; (2) perbedaan dalam tujuan; (3) saling ketergantungan dalam menjalankan pekerjaan; (4) perbedaan dalam nilai atau persepsi; dan ketergantungan dalam menjalankan pekerjaan; (4) perbedaan dalam nilai atau persepsi; dan (5) sebab-sebab lain.

(5) sebab-sebab lain.

Manajemen konflik yang efektif, perlu menekankan empat hal, yaitu: Manajemen konflik yang efektif, perlu menekankan empat hal, yaitu: 1.

1. Manajemen konflik sangat terkait dengan visi, strategi dan sistem nilai/kultur Manajemen konflik sangat terkait dengan visi, strategi dan sistem nilai/kultur organisasiorganisasi 2.

2. Menajemen konflik bersifat proaktif dan menekankan pada Menajemen konflik bersifat proaktif dan menekankan pada usaha pencegahan.usaha pencegahan. 3.

3. Sistem manajemen konflik harus bersifat menyeluruh (corporate wide) dan mengingatSistem manajemen konflik harus bersifat menyeluruh (corporate wide) dan mengingat semua jajaran dalam organisasi.

semua jajaran dalam organisasi. 4.

4. Semua rencana tindakan dan program-program dalam sistem manajemen konflik jugaSemua rencana tindakan dan program-program dalam sistem manajemen konflik juga akan bersifat pencegahan dan bila perlu penanganan.

akan bersifat pencegahan dan bila perlu penanganan.

Meminimalisir konflik dengan komunikasi efektif dengan

Meminimalisir konflik dengan komunikasi efektif dengan cara menghindari gayacara menghindari gaya komunikasi yang bisa memicu konflik, antara lain:

komunikasi yang bisa memicu konflik, antara lain: (1) komun(1) komunikasi negative; (2) komunikasiikasi negative; (2) komunikasi

 Bl 

(14)

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

De Cenzo and Robins. 1

De Cenzo and Robins. 1999999.. H  H uman Resource Management uman Resource Management . New. New YYork : Johnork : John

Wiley & Sons, Inc. Garry Dessler. 1

Wiley & Sons, Inc. Garry Dessler. 1989989.. Manajemen Sumber  Manajemen Sumber  D Daya Manusiaaya Manusia. Jilid 2, Jakarta :. Jilid 2, Jakarta : P

PT.T.PPrehelinsorehelinso

Hadi

HadiPPeorwono. 1eorwono. 198984.4. Tata PersonaTata Personal l iaia. Jakarta : Djambatan. Jakarta : Djambatan

Hani Handoko. 2001.

Hani Handoko. 2001.  Manajemen Persona Manajemen Personal l ia dan Sumber ia dan Sumber  D Daya manusiaaya manusia.. YYogyakarta :ogyakarta :

B BPPFEFE

Heidjrachman R & S

Heidjrachman R & Suad Husnan. 2002.uad Husnan. 2002.  Manajamen Persona  Manajamen Personal l iaia,, YYogyakarta :Bogyakarta :BPPFEFE

Jeffrey, dkk. 2002.

Jeffrey, dkk. 2002. PParadigma Baru Manajemen Saradigma Baru Manajemen Sumber Daya Manusia.umber Daya Manusia.YYogyakarta:ogyakarta:AAmaramara

Books Books John Soeprihanto. 1

John Soeprihanto. 1987987.. Manajemen Persona Manajemen Personal l ia..ia YYogyakarta : Bogyakarta : BPPFEFE

Manullang. 1

Manullang. 1987987. Management. Management PPersonalia. Jakarta :ersonalia. Jakarta : AAksara Bar Nitisemito,ksara Bar Nitisemito, AAlex S,. 1lex S,. 199996.6.

 Manajemen Persona

 Manajemen Personal l iaia. Jakarta : Gha. Jakarta : Ghalia Indonesialia Indonesia

Werther, W.B. Jr & Davis, K. 1

Werther, W.B. Jr & Davis, K. 199996.6. H  H uman Resource and Personeuman Resource and Personel l Management . USManagement . USAA: Mc: Mc

Graw-Hill, Inc. Graw-Hill, Inc. William

WilliamPP.. AAnthony,nthony, PPamela L.amela L. PPerrewe, 1errewe, 199996,6, StrategicStrategic H  H uman Resouce Management uman Resouce Management , The, The

Dryden DrydenPPressress

Referensi

Dokumen terkait

Makalah ini diajukan untuk Memenuhi salah satu tugas Mata Pelajaran Sosiologi. Guru

Toko kelontong adalah salah satu jenis usaha kecil mikro yang banyak berada di masyarakat meskipun semakin lama jumlahnya menjadi semakin sedikit karena

Program linear merupakan salah satu cara untuk menyelesaikan permasalahan pengalokasian sumber-sumber yang terbatas diantara kegiatan yang bersaing, dengan cara

Dompet adalah salah satu aksesoris yang sangat penting karena selain sebagai pelengkap gaya, juga berfungsi untuk menyimpan uang. Salah satu aksesoris yang

Lompat tinggi termasuk salah satu nomor dalam cabang olahraga atletik. Lompat tinggi itu sendiri adalah salah satu keterampilan untuk melewati mistar yang berada di kedua

Hutang atau pendanaan dari pihak luar yang dikenal dengan istilah leverage merupakan salah satu cara yang dilakukan perusahaan untuk menambah dana yang akan digunakan untuk

Pemberian Pemberian energi energi dalam bentuk nyala merupakan salah satu cara untuk eksitasi atom ke tingkat yang lebih dalam bentuk nyala merupakan salah satu cara untuk

Adapun cara mengelola untuk memperoleh dukungan optimal sangat beragam serta terdapat beberapa syarat agar dapat mengelola dan membuat kebijakan organisasi yang efektif, salah satu