KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah Swt yang telah melimpahkan rahmat dan karunia-Nya dan kerjasama dari semua pihak yang terkait di lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, sehingga Laporan Kinerja (LKj) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Triwulan I Tahun 2015 ini dapat disusun.
Laporan Kinerja (LKj) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Triwulan I Tahun 2015 ini merupakan perwujudan pertanggungjawaban atas kinerja Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Triwulan I Tahun 2015 yang tertuang dalam pelaksanaan program dan kegiatan dalam upaya pencapaian visi dan misi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya. LKj Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Triwulan I Tahun 2015 ini mencakup uraian pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melalui serangkaian kegiatan yang telah dilaksanakan pada Triwulan I tahun 2015 oleh masing-masing satker terkait.
LKj Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Triwulan I Tahun 2015 ini diharapkan dapat memberikan informasi secara transparan kepada seluruh pihak yang terkait dengan pelaksanaan tugas dan fungsi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, sehingga dapat memberikan umpan balik guna peningkatan kinerja pada periode berikutnya. Secara internal, LKj Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Triwulan I Tahun 2015 dapat dijadikan sebagai sarana evaluasi atas pencapaian kinerja sehingga dapat menjadi pemicu peningkatan kinerja organisasi dengan melakukan langkah-langkah perbaikan melalui pelayanan yang lebih profesional dan transparan yang berguna bagi masyarakat.
Semoga laporan ini bermanfaat dan berguna untuk menunjang pembangunan kelautan dan perikanan di masa mendatang.
Jakarta, April 2015
Direktur Jenderal Perikanan Budidaya
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR TABEL ... iv
DAFTAR GAMBAR ... viii
DAFTAR LAMPIRAN ... ix
IKHTISAR EKSEKUTIF ... 1
BAB 1. PENDAHULUAN ... 8
1.1. Latar Belakang ... 8
1.2. Maksud dan Tujuan ... 9
1.3. Tugas dan Fungsi ... 9
1.4. Permasalahan Utama ... 12
1.5. Sistematika LKj ... 12
BAB 2. PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA ... 14
2.1. RENCANA STRATEGIS DITJEN PERIKANAN BUDIDAYA TAHUN 2010-2014 ... 15
2.1.1. Visi ... 15
2.1.2. Misi ... 15
2.1.3. Tujuan ... 16
2.1.4. Sasaran Strategis ... 16
2.1.5. Strategi dan Kebijakan ... 18
2.1.6. Program Pembangunan Perikanan Budidaya ... 20
2.2. RENCANA KINERJA DAN ANGGARAN ... 21
2.2.1. Indikator Kinerja ... 21
2.2.2. Anggaran ... 23
2.2.3. Penetapan Kinerja/Perjanjian Kinerja (PK) Tahun 2015 ... 24
2.2.4. Pengukuran/Pengelolaan Kinerja ... 26
BAB 3. AKUNTABILITAS KINERJA ... 27
3.1. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI ... 27
3.1.1. PENCAPAIAN SASARAN STRATEGIS 1 : Meningkatnya Kemakmuran Masyarakat Perikanan Budidaya ... 31
3.1.2. PENCAPAIAN SASARAN STRATEGIS 2 : Meningkatnya Pengelolaan Perikanan Budidaya yang Berkelanjutan ... 36
3.1.3. PENCAPAIAN SASARAN STRATEGIS 3 : Meningkatnya Produksi Usaha dan Investasi Bidang Perikanan Budidaya ... 38
3.1.4. PENCAPAIAN SASARAN STRATEGIS 4 : Tersedianya Kebijakan Pembangunan Perikanan Budidaya Implementatif ... 51
3.1.5. PENCAPAIAN SASARAN STRATEGIS 5 : Terselenggaranya Tata Kelola Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Budidaya yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan ... 57 3.1.6. PENCAPAIAN SASARAN STRATEGIS 6 : Tersedianya Pengendalian Sistem
Budidaya secara Efektif ... 73 3.1.7. PENCAPAIAN SASARAN STRATEGIS 7 : Terwujudnya ASN Ditjen Perikanan
Budidaya yang Kompeten dan Berkepribadian ... 82 3.1.8. PENCAPAIAN SASARAN STRATEGIS 8 : Tersedianya Informasi Bidang
Perikanan Budidaya yang Valid, Handal, dan Mudah Diakses ... 84 3.1.9. PENCAPAIAN SASARAN STRATEGIS 9 : Terwujudnya Pranata dan
Kelembagaan Birokrasi Ditjen Perikanan Budidaya yang Berkepribadian .. 85 3.1.10. PENCAPAIAN SASARAN STRATEGIS 10 : Terkelolanya Anggaran
Pembangunan secara Efisiensi di Ditjen Perikanan Budidaya ... 93 BAB 4. PENUTUP ... 100 LAMPIRAN ... 107
DAFTAR TABEL
No Uraian Hal
1. Sasaran Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya Menurut Komoditas Utama Tahun
2015-2019 ... 20
2. Capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Triwulan I Tahun 2015 ... 27
3. Capaian Sasaran Strategis 1 “Meningkatnya Kemakmuran Masyarakat Perikanan Budidaya” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 31
4. Capaian IKU 1 “Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi)” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 32
5. Nilai Tukar Pembudidaya Ikan Triwulan I sampai dengan Tahun 2015 ... 32
6. Capaian IKU 2 “Pertumbuhan PDB Perikanan (Persen)” Triwulan I Tahun 2015 ... 34
7. PDB Perikanan (Atas Dasar Harga Berlaku) Tahun 2010 – 2014 ... 35
8. Pertumbuhan PDB Perikanan Triwulan I s/d TW IV Tahun 2014 ... 35
9. Capaian Sasaran Strategis 2 “Meningkatnya Pengelolaan Perikanan Budidaya yang Berkelanjutan” sampai denganTriwulan I Tahun 2015 ... 36
10. Proses Pencapaian Indikator Kinerja Kinerja Jumlah Kawasan Budidaya Yang Penyakit Ikan Pentingnya Dapat Dikendalikan Melalui Surveillance (Kawasan)... 37
11. Capaian IKU 22 “Jumlah Kawasan Budidaya yang Penyakit Ikan Pentingnya Dapat Dikendalikan melalui Surveillance” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 37
12. Capaian Sasaran Strategis 3 “Meningkatnya Produksi Usaha, dan Investasi Bidang Perikanan Budidaya” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 38
13. Capaian IKU 3 “Jumlah Produksi Perikanan Budidaya (Juta Ton)” Triwulan I Tahun 2015 ... 39
14. Capaian IKU 4 “Nilai Produksi Perikanan Budidaya (Miliar Rupiah)” Triwulan I Tahun 2015 ... 39
15. Perbandingan Target dan Realisasi Jumlah Produksi Perikanan Budidaya Triwulan I Tahun 2014 dengan Triwulan I Tahun 2015 Berdasarkan Jenis Budidaya (Ton) ... 40
16. Perbandingan Target dan Realisasi Nilai Produksi Perikanan Budidaya Triwulan I Tahun 2014 dengan Triwulan I Tahun 2015 Berdasarkan Jenis Budidaya (Ton) ... 40
17. Capaian Volume Produksi Perikanan Budidaya Per Komoditas sampai dengan Triwulan I Tahun 2014 – 2015 ... 40
18. Capaian Nilai Produksi Perikanan Budidaya Per Komoditas sampai dengan Triwulan I Tahun 2014 dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 41
19. Capaian IKU “Jumlah Ikan Hias” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015... 42
21. Capaian IKU 5 “Jumlah Tenaga Kerja Baru Perikanan Budidaya (orang)” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 44 22. Rekapitulasi Jumlah Tenaga Kerja Baru Bidang Perikanan Budidaya per Provinsi sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 45 23. Capaian IKU 9 “Jumlah Investasi Bidang Perikanan Budidaya (miliar rupiah)” sampai
dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 46 24. Rekapitulasi Jumlah Investasi Bidang Perikanan Budidaya sampai dengan Triwulan I
Tahun 2015 ... 47 25. Capaian IKU 8 “Jumlah Jumlah Kredit Program Bidang Perikanan Budidaya” sampai
dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 50 26. Capaian Sasaran Strategis 4 “Tersedianya Kebijakan Pembangunan Perikanan
Budidaya Implementatif” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 51 27. Capaian IKU 9 “Jumlah rancangan standar kompetensi kerja nasional Indonesia”
sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 53 28. Capaian IKU 10 “RSNI 3 Bidang Perikanan Budidaya” sampai dengan Triwulan I Tahun
2015 ... 54 29. Capaian IKU 11 “Jumlah Draft Peraturan Peraturan Perundang-undangan Perikanan
Budidaya (dokumen)” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 56 30. Capaian Sasaran Strategis 5 “Terselenggaranya Tata Kelola Pemanfaatan Sumberdaya
Perikanan Budidaya yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 57 31. Target dan Realisasi IKU 11 “Jumlah laboratorium penyakit ikan, kualitas air, pakan
dan residu yang memenuhi standar teknis” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 (kumulatif) ... 58 32. Capaian IKU 12 “Jumlah Laboratorium Penyakit, Kualitas Air, Pakan dan Residu yang
Memenuhi Standar Teknis” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 59 33. Rekapitulasi Laboratorium Uji yang Memenuhi Standar sampai dengan Triwulan I
Tahun 2015 (unit) ... 60 34. Capaian IKU 13 “Jumlah Hasil Perekayasaan Teknologi Terapan Bidang Perikanan
Budidaya (paket)” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 62 35. Capaian IKU 14 “Jumlah Unit Perbenihan Rakyat (UPR) dan Unit Perbenihan Skala
Besar yang Bersertifikat” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 64 36. Rekapitulasi Unit Pembenihan yang Bersertifikat per Provinsi Tahun 2010 – 2015
(sampai dengan Triwulan I) ... 64 37. Capaian IKU 15 “Jumlah Sentra Kebun Bibit Rumput Laut” sampai dengan Triwulan I
Tahun 2015 ... 65 38. Rencana Lokasi Sentra Kebin Bibit Rumput Laut 2015 ... 66 39. Capaian IKU 16 “Jumlah Kawasan Minapolitan Perikanan Budidaya” Triwulan I Tahun
2015 ... 67 40. Capaian IKU 17 “Panjang Saluran Tambak yang Dikelola secara Partisipatif” sampai
41. Capaian IKU 18 “Unit Pembudidayaan Ikan Bersertifikat CBIB” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 70 42. Tabel Jumlah Unit Pembudidayaan Bersertifikat CBIB (unit)” sampai dengan Triwulan I
Tahun 2015 Per Provinsi ... 70 43. Capaian IKU 17 “Jumlah Lokasi Pengembangan Teknologi Anjuran (Sistem Biofloc)
untuk Produktivitas Budidaya Lele, Nila, dan Patin” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 72 44. Capaian IKU 20 “Jumlah Kelompok Produsen Pakan Ikan Mandiri” sampai dengan
Triwulan I Tahun 2015 ... 73 45. Capaian Sasaran Strategis 6 “Tersedianya Pengendalian Sistem Budidaya secara
Efektif” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 73 46. Capaian IKU 21 “Jumlah Obat Ikan yang Terjamin, Mutu, Keamanan dan Khasiatnya”
sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 74
47. Capaian Jumlah Obat Ikan Yang Terjamin Mutu, Keamanan dan Khasiatnya sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 75
48. Capaian Jumlah Obat Ikan yang Sesuai dengan Ketentuan sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 (Kumulatif) ... 75 49. Rincian Penerbitan Surat Nomor Pendaftaran Obat Ikan sampai dengan Triwulan I
Tahun 2015 ... 76 50. Capaian IKU 22 “Jumlah Sampel Produk Perikanan Budidaya Keberterimanya 96%”
sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 77 51. Capaian IKU 23 “Jumlah Jenis Pakan Ikan yang Terjamin Mutunya” sampai dengan
Triwulan I Tahun 2015 ... 78 52. Perkembangan Pakan Ikan Terdaftar 2006 – 2015 (Triwulan I)... 78 53. Perkembangan Pakan Ikan Terdaftar Menurut Jenis Ikan Tahun 2006 – 2015 (Triwulan I) ... 78 54. Capaian IKU 24 “Jumlah Unit Usaha Budidaya yang Memperoleh Layanan Perizinan”
sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 80 55. Unit Usaha Yang Memperoleh Layanan Perizinan Tahun 2010 – Maret 2015 ... 80 56. Unit Usaha Yang Masih Beraktifitas sesuai dengan Ketentuan sampai dengan Triwulan
I Tahun 2015 ... 80 57. Capaian Sasaran Strategis 7 “Terwujudnya ASN Ditjen Perikanan Budidaya yang
Kompeten dan Berkepribadian” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 82 58. Capaian IKU 24 “Indeks Kesenjangan Kompetensi Pejabat Eselon II dan III lingkungan
Ditjen PB (%)” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 83 59. Capaian Sasaran Strategis 8 “Tersedianya Informasi Bidang Perikanan Budidaya yang
Valid, Handal, dan Mudah Diakses” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 84 60. Capaian IKU 19 “Indeks Pemanfaatan Informasi Bidang Perikanan Budidaya Berbasis
IT” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 84 61. Capaian Sasaran Strategis 9 “Terwujudnya Pranata dan Kelembagaan Birokrasi Ditjen
62. Capaian IKU 27 “Indeks Reformasi Birokrasi Ditjen PB” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 87 63. Capaian IKU 29 “Nilai AKIP Ditjen Perikanan Budidaya” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 88 64. Capaian IKU 19 “Indeks Integritas Pelayanan Publik Ditjen Perikanan Budidaya” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 90 65. Capaian IKU 30 “Jumlah Unit Kerja yang Diusulkan Berstatus Wilayah Bebas Korupsi
(WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Ditjen PB” sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 92 66. Capaian Sasaran Strategis 10 “Terkelolanya Anggaran Pembangunan secara Efisiensi di
Ditjen Perikanan Budidaya sampai dengan Triwulan I Tahun 2015” ... 93 67. Capaian IKU 31 “Opini atas Laporan Ditjen Perikanan Budidaya” sampai dengan
Triwulan I Tahun 2015 ... 94 68. Penilaian Penyusunan Laporan Keuangan Tingkat Eselon I Tahunan 2014 Kementerian
Kelautan dan Perikanan ... 94 69. Capaian IKU 32 “Nilai Efisiensi Anggaran Ditjen PB (%)”sampai dengan Triwulan I
Tahun 2015 ... 95 70. Nilai Efisiensi Pelaksanaan RKA-KL 2015 sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 95 71. Perbandingan Pagu dan Realisasi Anggaran Ditjen Perikanan Budidaya Triwulan I TA.
2015 dan 2014 ... 97 72. Perbandingan Pagu dan Realisasi Anggaran Setditjen Perikanan Budidaya Berdasarkan
Jenis Belanja ... 97 73. Pagu dan Realisasi Anggaran Satker Lingkup Ditjen Perikanan Budidaya sampai dengan
DAFTAR GAMBAR
No Uraian Hal
1. Struktur Organisasi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Tahun 2015 ... 11 2. Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan didampingi Dirjen Perikanan Budidaya ke
Sentra Budidaya Rumput Laut di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur ... 15 3. Peta Strategi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Tahun 2015 - 2019 ... 16 4. Penetapan Kinerja Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Tahun 2015 ... 25 5. Indikator Hasil Nilai Pencapaian Sasaran Strategis Direktorat Jenderal Perikanan
Budidaya sampai dengan Triwulan I Tahun 2015 ... 30 6. Nilai Tukar Pembudidaya Ikan (NTPi) sampai dengan Triwulan I Tahun 2015... 33
DAFTAR LAMPIRAN
No Uraian Hal
1. Rencana Kerja Tahunan (RKT) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Tahun 2015 (Sebelum Penambahan Anggaran APBN-P Tahun 2015) ... 108 2. Rencana Kerja Tahunan (RKT) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Tahun 2015
(Setelah Penambahan Anggaran APBN-P Tahun 2015) ... 111 3. Penetapan Kinerja Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Tahun 2015 (Sebelum
Penambahan Anggaran APBN-P Tahun 2015) ... 116 4. Jumlah Kawasan Minapolitan yang Berkembang sampai dengan Triwulan I Tahun 2015
... 119 5. Rekapitulasi Penyerapan Anggaran Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya sampai
IKHTISAR EKSEKUTIF
Kegiatan pembangunan perikanan budidaya pada tahun 2015 sebagaimana pada Penetapan Kinerja (Tapja) Dirjen PB ditetapkan 13 (tiga belas) Sasaran Strategis dengan 32 (tiga puluh dua) Indikator Kinerja Utama untuk menunjang pencapaian visi dan misi Ditjen Perikanan Budidaya. Adapun 4 (empat) perspektif yang digunakan dalam pengklasifikasian IKU-IKU tersebut adalah : (i) Stakeholder Perspective; (ii) Customer Perspective; (iii) Internal Process
Perspective; dan (iv) Learning and Growth Perspective.
Pada triwulan I tahun 2015, rata-rata pencapaian sasaran strategis Ditjen Perikanan Budidaya adalah sebesar 69,12% terhadap target triwulan I atau 35,62% terhadap target tahunan. Berdasarkan target triwulanan pada rencana aksi Ditjen Perikanan Budidaya Tahun 2015, sejumlah 8 (delapan) IKU telah memenuhi target yang telah ditetapkan pada triwulan I, dan terdapat 7 (tujuh) IKU yang belum tercapai, serta sejumlah 17 (tujuh belas) IKU dengan capaian 0% karena penghitungan capaian kinerja dilakukan atau dimulai pada triwulan II, III, dan akhir tahun, yaitu : (i) Pertumbuhan PDB Perikanan (persen); (ii) Jumlah Kawasan Budidaya yang Penyakit Ikan Pentingnya Dapat Dikendalikan melalui Surveillance (kawasan); (iii) Jumlah Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (rancangan; kumulatif); (iv) Jumlah RSNI 3 Bidang Perikanan Budidaya (dokumen); (v) Jumlah Hasil Perekayasaan Teknologi Terapan Bidang Perikanan Budidaya (paket teknologi); (vi) Jumlah Sentra Kebun Bibit Rumput Laut (sentra); (vii) Panjang Saluran Tambak yang Dikelola secara Partisipatif (meter lari); (viii) Jumlah Lokasi Pengembangan Teknologi Anjuran (Sistem
Biofloc) untuk Produktivitas Budidaya Lele, Nila, dan Patin; (ix) Jumlah Kelompok Produsen
Pakan Ikan Mandiri; (x) Jumlah Sampel Produk Perikanan Budidaya Keberterimanya 96%; (xi) Indeks Kesenjangan Kompetensi Pejabat Eselon II, dan III lingkungan Ditjen PB (%); (xii) Indeks Pemanfaatan Informasi Bidang Perikanan Budidaya Berbasis IT (%); (xiii) Indeks Reformasi Birokrasi Ditjen PB; (xiv) Nilai/skor SAKIP Ditjen Perikanan Budidaya; (xv) Indeks Integritas Pelayanan Publik Ditjen Perikanan Budidaya; (xvi) Jumlah Unit Kerja Yang Diusulkan Berstatus Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Ditjen PB; dan (xvii) Opini atas Laporan Ditjen Perikanan Budidaya.
Ringkasan penjelasan pencapaian IKU dalam setiap perspective sebagaimana berikut :
Stakehoder Perspective
Pada level Stakeholder Perspective, sasaran strategis yang ditetapkan yaitu SS1 : Meningkatnya kemakmuran masyarakat perikanan budidaya, yang diukur melalui 2 IKU sebagai berikut : (i) Nilai tukar pembudidaya ikan (NTPi) dengan capaian sebesar 99,49 atau 97,54% (data rata-rata sampai dengan bulan Maret) karena inflasi harga kebutuhan pokok sebagai dampak kenaikan BBM serta menurunnya kurs rupiah terhadap dollar AS sehingga pengeluaran pembudidaya meningkat; (ii) Pertumbuhan PDB Perikanan dengan capaian
sebesar 0% dari target yang ditetapkan karena data baru dikeluarkan oleh BPS pada bulan Mei 2015. Upaya yang akan dilakukan untuk mendukung SS1 adalah peningkatan produksi perikanan budidaya melalui : (i) Pengelolaan Sistem Produksi Pembudidayaan Ikan; (ii) Pengelolaan Sistem Perbenihan Ikan; (iii) Pengelolaan Sistem Prasarana dan Sarana Pembudidayaan Ikan; (iv) Pengelolaan Sistem Usaha Pembudidayaan Ikan; (v) Pengelolaan Sistem Kesehatan Ikan dan Lingkungan Pembudidayaan Ikan; (vi) Peningkatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya.
Customer Perspective
Pada Customer Perspective terdapat 2 (dua) Sasaran Strategis (SS) dengan capaian sebagai berikut :
Capaian SS2 : “Meningkatnya pengelolaan perikanan budidaya yang berkelanjutan” didukung oleh IKU Jumlah kawasan budidaya yang penyakit ikan pentingnya dapat dikendalikan melaui surveillance (kawasan) dengan capaian 0% terhadap target triwulan I. Hambatan dalam pencapaian kinerja SS-2 adalah adanya keterlambatan dilakukannya persiapan survaillance akibat belum dapat dipastikannya penggunaan anggaran tahun 2015 karena masih menunggu revisi DIPA 2015 sehingga hal ini berpotensi akan menghambat proses pencapaian IKU. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan capaian SS2 adalah : (i) Apresiasi Petugas Pengendali Penyakit Ikan Petugas Pengambilan Contoh; dan (ii) Rapat Komisi Kesehatan ikan dan lingkungan.
Capaian SS3 : “Meningkatnya produksi usaha, dan investasi bidang perikanan budidaya” didukung oleh IKU : (i) Jumlah Produksi perikanan budidaya (juta ton) sebesar 97,66% terhadap target triwulan I; (ii) Jumlah ikan hias (miliar ekor) dengan capaian sebesar 234,12% terhadap target triwulan I; (iii) Jumlah tenaga kerja baru perikanan budidaya (orang) dengan capaian sebesar 76,00% terhadap target triwulan I; (iv) Jumlah investasi bidang perikanan budidaya (Rp. Miliyar) dengan capaian sebesar 99,99% terhadap target triwulan I; dan (v) Jumlah kredit program bidang perikanan budidaya (Rp. Milyar) dengan capaian sebesar 12,84% terhadap target triwulan I. Rata-rata pencapaian SS3 adalah 104,12% terhadap target triwulan I atau 27,30% terhadap target tahunan.
Hambatan dalam upaya pencapaian Sasaran Strategis 3 “Meningkatnya produksi usaha, dan investasi bidang perikanan budidaya”, antara lain : (i) keterlambatan pengiriman data produksi dan data tenaga kerja dari provinsi/kabupaten/kota; (ii) mayoritas pembudidaya ikan hias merupakan pembudidaya perorangan dengan skala yang tidak terlalu besar sehingga kesulitan dalam mengembangkan usahanya; (iii) belum stabilnya perekonomian negara sehingga berpengaruh pada minat investor untuk meningkatkan nilai investasinya; (iv) beberapa bank masih menilai sektor perikanan sebagai sektor yang beresiko tinggi dan penyebab NPL tinggi; (v) kurang terjaminnya akses pemasaran bagi sebagian produk perikanan, sehingga mengurangi tingkat kepercayaan bank; (vi) kurangnya program pendampingan yang berkelanjutan khususnya dalam hal sosialisasi kredit program; dan (vii)
masih kurangnya kepercayaan dari pihak bank kepada pembudidaya karena belum semua pembudidaya dapat memenuhi persyaratan tersebut, khususnya agunan yang memiliki status administrasi kepemilikan.
Upaya yang akan dilakukan adalah : (i) melakukan perbaikan metodologi pengumpulan data; (ii) melakukan Bimtek dan temu lapang; (iii) pengumpulan bahan draft penyusunan bahan peraturan/pedoman tentang pendataan tenaga kerja perikanan budidaya dan kelembagaan kelompok pembudidaya ikan; (iv) temu bisnis investasi dan permodalan perikanan budidaya; (v) penyediaan bahan informasi dan promosi usaha perikanan budidaya; (vi) pengembangan berbagai skema pembiayaan kredit program agar dapat mempermudah akses pembudidaya ikan untuk mendapatkan modal usaha melalui Kredit Ketahanan Pangan dan Energi (KKP–E) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR); dan (vii) fasilitasi akses perbankan bagi pembudidaya ikan dan pendampingan akses pembiayaan usaha perikanan budidaya.
Internal Process Perspective
Perspective yang ketiga adalah Internal Process Perspective yang merupakan upaya internal
untuk pencapaian customer perspective dan stakeholder perspective dengan 3 (tiga) sasaran strategi dan capaian masing-masing sebagai berikut :
Capaian SS4 : “Tersedianya kebijakan pembangunan perikanan budidaya implementatif” didukung oleh IKU : (i) Jumlah rancangan standar kompetensi kerja nasional Indonesia (rancangan; kumulatif) dengan capaian sebesar 0% terhadap target triwulan I; (ii) Jumlah RSNI 3 bidang perikanan budidaya (dokumen) dengan capaian 0% triwulan I; dan (iii) Jumlah draft peraturan perundang-undangan perikanan budidaya dengan capaian 700,00% terhadap target triwulan I. Rata-rata pencapaian SS4 adalah 233,33% terhadap target triwulan I atau 46,67% terhadap target tahunan.
Hambatan dalam pencapaian Sasaran Strategis 4 “Tersedianya kebijakan pembangunan perikanan budidaya implementatif” adalah : (i) penyusunan RSKKNI yang memerlukan tahapan cukup panjang dalam proses penyusunannya; (ii) masih kurangnya koordinasi dengan stakeholder terkait dalam melakukan penyusunan dokumen draft perundang-undangan; dan (iii) masih rendahnya penerapan aturan serta kebijakan oleh masyarakat. Upaya yang dilakukan dalam rangka pencapaian SS4 ini antara lain : (i) melakukan koordinasi dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI terkait pendampingan penyusunan RSKKNI sekaligus sebagai instansi yang menetapkan SKKNI; (ii) rapat gugus kerja pembahasan RSNI-1; (iii) Penyusunan naskah perundang-undangan berupa penyiapan draft perundang-undangan, pembahasan RPP, R. Permen dan R. Kepmen; (iv) Penyusunan bahan peraturan tentang kelembagaan; dan (v) Penyusunan dan revisi bahan regulasi perizinan bidang perikanan budidaya.
Capaian SS5 “Terselenggaranya tata kelola pemanfaatan sumberdaya perikanan budidaya yang berdaya saing dan berkelanjutan” didukung oleh IKU : (i) Jumlah laboratorium penyakit, kualitas air, pakan dan residu yang memenuhi standar teknis (unit; kumulatif) dengan capaian 97,92% terhadap target triwulan I; (ii) Jumlah hasil perekayasaan teknologi terapan bidang perikanan budidaya (paket teknologi) dengan capaian 0% terhadap target triwulan I; (iii) Jumlah unit perbenihan rakyat (UPR) dan unit perbenihan skala besar yang bersertifikat (unit; kumulatif) dengan capaian 108,93% terhadap target triwulan I; (iv) Jumlah sentra kebun bibit rumput laut (sentra) dengan capaian 0% terhadap target triwulan I; (v) Jumlah kawasan Minapolitan perikanan budidaya (kab/kota; kumulatif) dengan capaian 98,72% terhadap target triwulan I; (vi) Panjang saluran tambak yang dikelola secara partisipatif (meter lari) dengan capaian 0% terhadap target triwulan I; (vii) Unit pembudidayaan ikan bersertifikat CBIB (unit; kumulatif) dengan capaian 127,62% terhadap target triwulan I; (viii) Jumlah lokasi pengembangan teknologi anjuran (sistem biofloc) untuk produktivitas budidaya Lele, Nila dan patin dengan capaian 0% terhadap target triwulan I; dan (x) Jumlah kelompok produsen pakan ikan mandiri dengan capaian 0% terhadap target triwulan I. Rata-rata pencapaian SS5 adalah 48,13% terhadap target triwulan I atau 35,83% terhadap target tahunan.
Hambatan dalam pencapaian Sasaran Strategis 5 ““Terselenggaranya tata kelola pemanfaatan sumberdaya perikanan budidaya yang berdaya saing dan berkelanjutan”yaitu (i) penggunaan anggaran belum dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga kegiatan belum dapat dilaksanakan terkait pelaksanaan kegiatan Jumlah Laboratorium Penyakit, Kualitas Air, Pakan dan Residu yang Memenuhi Standar Teknis; (ii) belum sinkronnya rencana kegiatan dengan kesiapan administrasi kabupaten yang ditetapkan sebagai kawasan percontohan minapolitan; dan (iii) terbatasnya data dan informasi kawasan yang telah disampaikan oleh kabupaten lokasi percontohan minapolitan menyebabkan sistem informasi minapolitan memiliki informasi yang sangat terbatas.
Upaya yang akan dilakukan adalah : (i) kegiatan pembinaan laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan di laboratorium lainnya berdasarkan hasil identifikasi yang dilakukan pada tahun sebelumnya; (ii) melakukan perekayasaan teknologi budidaya air payau, laut dan tawar dan perekayasaan pengendalian Keskanling; (iii) pengembangan jejaring pemuliaan induk; (iv) penilaian varietas unggul ikan payau/laut; (v) pengembangan bibit rumput laut hasil kultur jaringan; (vi) pengembangan pakan alami; (vii) melakukan sertifikasi dan surveilen CPIB dan Apresiasi auditor CPIB; (x) penyusunan pedoman umum pengembangan kebun bibit rumput laut dan identifikasi lokasi sentra kebun bibit rumput laut, (xi) Sinkronisasi dan harmonisasi jadwal dan rencana kegiatan dengan kesiapan adminsitrasi kabupaten yang ditetapkan sebagai kawasan percontohan minapolitan; (xii) melakukan verifikasi ke kabupaten prioritas untuk melihat kondisi existing pengembangan kawasan minapolitan dan mendapatkan data dan informasi terkait pengembangan kawasan budidaya di kabupaten tersebut; (xiii) Temu lapang sebagai sarana untuk mentransfer teknologi tentang pemeliharaan ikan dengan sistem biofloc; (xiv) Pemberian paket pakan ikan mandiri;
(xv) Supervisi dan Monitoring penerima bahan baku pakan; (xvi) Forum pakan ikan mandiri; (xvii) Temu lapang; dan (xviii) FGD pakan ikan mandiri.
Capaian SS6 “Terselenggaranya pengendalian sistem budidaya secara efektif” didukung oleh IKU : (i) Jumlah obat ikan yang terjamin, mutu, keamanan dan khasiatnya (obat; kumulatif) dengan capaian 102,87% terhadap target triwulan I; (ii) Jumlah sampel produk perikanan budidaya keberterimanya 96% dengan capaian 0% terhadap target triwulan I; (iii) Jumlah jenis pakan ikan yang terjamin mutunya (jenis; kumulatif) dengan capaian 108,79% terhadap target triwulan I; dan (iv) Jumlah unit usaha budidaya yang memperoleh layanan perizinan (unit; kumulatif) 123,83% terhadap target triwulan I. Rata-rata pencapaian SS6 adalah 83,87% terhadap target triwulan I atau 79,58% terhadap target tahunan.
Hambatan dalam pencapaian Sasaran Strategis 6 “Terselenggaranya pengendalian sistem budidaya secara efektif” adalah : (i) seringkali kebutuhan/kuota importir tidak dapat terpenuhi karena terkendala oleh cuaca dan ketersediaan benih/induk ikan dari negara asal; (ii) beberapa jenis ikan yang dilarang dalam PERMEN KP nomor 41/PER-MEN/2014 merupakan jenis ikan yang rutin diimpor dari negara lain untuk kebutuhan pasar di Indonesia, sehingga dengan adanya peraturan tersebut maka impor beberapa jenis ikan tidak dapat dilakukan.
Beberapa upaya yang akan dilakukan adalah : (i) Rapat Evaluasi Teknis Dokumen Pendaftaran Obat Ikan, Kimia dan Bahan Biologi, Pemeriksaan lapang dalam rangka penerbitan surat ijin usaha obat ikan, kimia dan bahan biologi dan Pembinaan Pemantauan Obat Ikan; (ii) melakukan koordinasi dengan instansi lainnya terkait penerbitan surat izin di bidang pembudidayaan ikan; (iii) Sinkronisasi peraturan perizinan dan pelayanan usaha perikanan budidaya di beberapa daerah untuk menyelaraskan ketentuan antara peraturan di pusat dan peraturan di daerah terkait perizinan di bidang pembudidayaan ikan, serta untuk memperoleh masukan tentang peraturan dan pelaksanaan dalam pemberian izin usaha di bidang pembudidayaan ikan; dan (iv) melakukan identifikasi kelayakan usaha, pemantauan dan evaluasi, serta pembinaan terhadap unit usaha di bidang pembudidayaan ikan.
Learn and Growth Perspective
Dalam perspective ini telah ditetapkan empat sasaran strategis, dengan ringkasan pencapaian sebagai berikut :
Capaian SS7 “Terwujudnya ASN Ditjen Perikanan Budidaya yang kompeten dan Berkepribadian” didukung oleh IKU Indeks Kesenjangan Kompetensi pejabat Eselon II, III lingkungan Ditjen PB (%) dengan capaian 0% terhadap target triwulan I.
Hambatan dalam pencapaian Sasaran Strategis 7 “Terwujudnya ASN Ditjen Perikanan Budidaya yang Kompeten dan Berkepribadian” adalah keterbatasan jumlah dan kualitas
SDM pejabat, baik fungsional maupun struktural.
Upaya yang akan dilakukan untuk mendukung capaian SS7 adalah : (i) melakukan pembinaan teknis dan administrasi perencanaan dan pengembagan pegawai melalui keikutsertaan dalam rangka pembahasan aktualisasi prajabatan lingkup KKP di Sukamandi; (ii) melakukan Assesment Pejabat Eselon II dan III lingkup Ditjen Perikanan Budidaya; (iii) melakukan pembinaan teknis dan administrasi dalam rangka perencanaan dan pengembangan pegawai dalam rangka keikutsertaan pejabat Eselon III pada pelaksanaan diklat jabatan, diklat kepemimpinan Tk. III yang akan dilaksanakan oleh Badan Diklat Aparatur Sukamandi.
Capaian SS8 “Tersedianya informasi bidang perikanan budidaya yang valid, handal dan mudah diakses” didukung oleh IKU Indeks pemanfaatan informasi bidang perikanan budidaya berbasis IT (%) dengan capaian 0% terhadap target.
Hambatan dalam pencapaian Sasaran Strategis 8 “Tersedianya informasi bidang perikanan budidaya yang valid, handal dan mudah diakses” adalah : (i) belum sempurnanya menu informasi budidaya karena masih banyak informasi yang belum tersedia; dan (ii) masih kurangnya ketersediaan updating data dan akses data pada sistem website yang telah dikembangkan.
Upaya yang dilakukan untuk pencapaian SS8 ini adalah : (i) melakukan perbaikan tampilan dari waktu ke waktu dan pemeliharaan website Ditjen Perikanan Budidaya yang dapat
diakes di laman http://www.djpb.kkp.go.id/ secara berkala; (ii) melakukan updating data
dan informasi guna menyelaraskan dengan tampilan website KKP; (iii) melakukan penyempurnaan pada menu informasi budidaya untuk melengkapi informasi yang belum tersedia; dan (iv) peningkatan kualitas website DJPB melalui perbaikan dari waktu ke waktu, pengintegrasian data di KKP, serta perbaikan pelayanan website DJPB dan peningkatan ekpose serta publikasi dan layanan informasi.
Capaian SS9 “Terwujudnya pranata dan kelembagaan birokrasi Ditjen Perikanan Budidaya yang berkepribadian” didukung oleh IKU : (i) Indeks Reformasi Birokrasi Ditjen PB; (ii) Nilai/skor SAKIP Ditjen Perikanan Budidaya; (iii) Indeks integritas pelayanan publik Ditjen Perikanan Budidaya; dan (iv) Jumlah Unit Kerja yang diusulkan berstatus Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Ditjen PB dengan capaian masing-masing IKU adalah 0% terhadap target triwulan I karena penghitungan dilakukan semesteran dan akhir tahun. Rata-rata pencapaian SS9 adalah 0% terhadap target triwulan I atau 0% terhadap target tahunan.
Hambatan dalam pencapaian Sasaran Strategis 9 “Terwujudnya pranata dan kelembagaan birokrasi Ditjen Perikanan Budidaya yang berkepribadian” adalah : (i) penerapan RB belum dilakukan maksimal; (ii) masih kurangnya kesadaran penerapan SAKIP, terutama pada UPT lingkup DJPB; dan (iii) kualitas pelayanan publik yang masih perlu perbaikan.
Beberapa upaya yang telah dilakukan adalah : (i) membentuk Tim Reformasi Birokrasi DJPB; (ii) melakukan kegiatan penataan organisasi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya; (iii) penataan peraturan perundang-undangan dengan melakukan harmonisasi terhadap peraturan perundang-undangan di bidang perikanan budidaya; (iv) meningkatkan pengelolaan kinerja melalui penguatan SAKIP; (v) Penyusunan Penetapan Kinerja (Tapja) dari Level 1 s/d V; (vi) Penetapan Kinerja (Tapja) Level individu/SKP (Sasaran Kinerja Pegawai) melalui SIPKINDU; (vii) melakukan penerapan SPIP; (viii) melakukan penerapan manajemen risiko; (ix) melaksanakan hasil rekomendasi penilaian AKIP; (x) melakukan evaluasi rencana aksi dan program; (xi) Penyusunan dan Penetapan Renstra serta IKU; (xii) Penyusunan Pedoman Pengukuran Indikator Kinerja Utama (IKU) DJPB Tahun 2015 – 2019; (xiii) pengelolaan pelayanan publik secara konsisten melalui unit pelayanan terpadu satu atap DJPB; (xiv) peningkatan kualitas layanan publik DJPB dalam rangka reformasi birokrasi; (xv) Pengusulan unit kerja berstatus WBK/WBBM Ditjen perikanan; dan (xvi) Pembinaan unit kerja berstatus WBK/WBBM lingkup Ditjen Perikanan Budidaya.
Capaian SS10 “Terkelolanya anggaran pembangunan secara efisiensi di Ditjen Perikanan Budidaya” didukung IKU : (i) Opini atas Laporan Ditjen Perikanan Budidaya dengan capaian 0% terhadap target triwulan I; dan (ii) Nilai efisiensi anggaran (%) dengan capaian 100,00% terhadap target triwulan I. Rata-rata pencapaian SS10 adalah 62,50% terhadap target triwulan I atau 62,50% terhadap target tahunan.
Hambatan dalam pencapaian Sasaran Strategis 10 “Terkelolanya anggaran pembangunan secara efisiensi di Ditjen Perikanan Budidaya” adalah : (i) Revisi anggaran (refocussing dan APBNP) menyebabkan kegiatan menjadi tertunda untuk dilaksanakan karena menunggu revisi DIPA, sehingga berdampak pada terlambatnya proses pengadaan barang dan jasa; (ii) Surat Edaran Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN&RB) Nomor 10 Tahun 2014 tentang Peningkatan Efektivitas dan Efisiensi Kerja Aparatur Negara dan Nomor 11 Tahun 2014 tentang Pembatasan Kegiatan Pertemuan/Rapat di Luar Kantor; (iii) Pembayaran tunjangan kinerja pegawai selama 3 bulan (Januari - Maret 2015) yang baru akan dilakukan pencairan pada bulan April 2015; dan (iv) Pada beberapa satker belum terbit SK mengenai penunjukan KPA, PPK, Penandatangan SPM, dan Bendahara.
Peningkatan kinerja terhadap pencapaian terhadap beberapa IKU yang masih di bawah target yang ditetapkan perlu senantiasa dilakukan melalui kerja keras pada beberapa kegiatan pendukung IKU dimaksud serta melakukan penyempurnaan terhadap kebijakan yang ada untuk lebih mengoptimalkan pencapaian sasaran strategis. Dengan demikian, diharapkan di masa yang akan datang dapat terjadi peningkatan capaian kinerja yang lebih optimal melalui kegiatan-kegiatan pendukung yang dilakukan secara efektif dan efisien.
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya telah melaksanakan berbagai program dan kegiatan pembangunan kelautan dan perikanan dengan empat pilar pembangunan nasional yaitu
pro-poor (pengentasan kemiskinan), pro-job (penyerapan tenaga kerja), pro-growth
(pertumbuhan) dan pro-environment (pemulihan dan pelestarian lingkungan) yang difokuskan kepada : pembangunan kawasan minapolitan, pengembangan komoditas unggulan, pemberdayaan dan wirausaha, serta pengembangan industrialisasi perikanan budidaya berbasis blue economy.
Fokus RPJMN 2015 – 2019, yaitu memantapkan pembangunan keunggulan kompetitif berbasis SDA, SDM Berkualitas, dan Kemampuan IPTEK sehingga diharapkan dapat terwujud (i) ketahanan ekosistem (resilient ecosystem); (ii) ketahanan dan kedaulatan perikanan; (iii) daya saing ekonomi melalui pengembangan Inovasi dan IPTEK; dan (iv) kesejahteraan masyarakat. Sesuai dengan arahan RPJMN tersebut, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melakukan kegiatan-kegiatan yang berfokus pada : (i) peningkatan produksi untuk ekspor yang berdaya saing; (ii) peningkatan produksi untuk ketahanan pangan dan gizi; (iii) peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional; dan (iv) pelestarian dan keberlanjutan sumberdaya perikanan budidaya.
Berdasarkan Instruksi Presiden (INPRES) No. 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Perpres No. 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), dan Permen PAN dan RB No. 53 Tahun 2014 setiap
kementerian berkewajiban menyusun Laporan Kinerja (LKj) sebagai bentuk
pertanggungjawaban pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan yang dilaksanakan berdasarkan Renstra maupun rencana kerja tahunan (RKT) yang dibuat sebelumnya. LKj juga merupakan sarana untuk menilai dan mengevaluasi pencapaian kinerja berdasarkan indikator sasaran yang telah ditetapkan sebelumnya sehingga prinsip pemerintahan yang bersih dan bertanggung jawab (good governance) dapat diwujudkan.
Atas dasar hal-hal tersebut, Ditjen Perikanan Budidaya telah menetapkan target kinerja tahun 2015, dan dilanjutkan dengan melakukan monitoring dan pengukuran kinerja yang telah dicapai sampai dengan akhir triwulan I, kemudian dituangkan dalam LKj Ditjen Perikanan Budidaya Tahun 2015 sebagai wujud akuntabilitas dari mandat yang diemban serta dalam rangka menilai efektivitas pelaksanaan program dan kegiatan. LKj Ditjen Perikanan Budidaya ini menginformasikan input, output, outcome, dan benefit dari setiap pelaksanaan program dan kegiatan dalam kurun waktu tahun 2015.
1.2. Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan Penyusunan LKj Ditjen Perikanan Budidaya Tahun 2015 yaitu : (i) sebagai sarana pertanggungjawaban kinerja pelaksanaan tugas dan fungsi Ditjen Perikanan Budidaya kepada seluruh stakeholders; (ii) sebagai sarana evaluasi atas pencapaian kinerja Ditjen Perikanan Budidaya tahun 2015 dalam upaya memperbaiki kinerja tahun berikutnya; dan (iii) sebagai bahan masukan untuk penyempurnaan dokumen perencanaan, pelaksanaan program dan kegiatan yang akan datang.
1.3. Tugas dan Fungsi
Ditjen Perikanan Budidaya bertugas merumuskan dan melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis bidang perikanan budidaya, sesuai dengan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan nomor : 15/MEN/2010 yang diuraikan lebih rinci dalam fungsi sebagai berikut:
1. Perumusan kebijakan di bidang perikanan budidaya; 2. Pelaksanaan kebijakan di bidang perikanan budidaya;
3. Perumusan norma. Standar, prosedur dan kriteria di bidang perikanan budidaya; 4. Pemberian bimbingan teknik dan evaluasi di bidang perikanan budidaya; dan 5. Pelaksanaan administrasi Ditjen Perikanan budidaya.
Dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi tersebut, susunan organisasi Ditjen Perikanan Budidaya sebagaimana ditetapkan dengan Peraturan Presiden Nomor 9 Tahun 2005 tentang Kedudukan, Tugas, Fungsi, Susunan Organisasi, dan Tata Kerja Kementerian Negara Republik Indonesia sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2008. Melalui Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor PER 15/MEN/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan, KKP telah melakukan penyempurnaan organisasi dan tata kerja. Berdasarkan peraturan menteri tersebut, susunan organisasi Ditjen Perikanan Budidaya terdiri dari :
1. Sekretariat Direktorat Jenderal, yang merupakan unsur pembantu yang dipimpin oleh Sekretaris Direktorat Jenderal, yang bertugas melaksanakan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh satuan organisasi Ditjen Perikanan Budidaya. Sekretariat Direktorat Jenderal terdiri dari : (i) Bagian Program; (ii) Bagian Kepegawaian; (iii) Bagian Hukum, Organisasi dan Hubungan Masyarakat; (iv) Bagian Umum dan Keuangan; dan (v) Kelompok Jabatan Fungsional.
2. Direktorat Prasarana dan Sarana Budidaya, yang merupakan unsur pelaksana dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang prasarana dan sarana budidaya. Direktorat Prasarana dan Sarana Budidaya terdiri dari : (i) Subdirektorat Lahan dan air; (ii) Subdirektorat Prasarana dan Sarana Budidaya Air Tawar; (iii) Subdirektorat Prasarana dan Sarana Budidaya Air Payau; (iv) Subdirektorat Prasarana dan Sarana Budidaya Laut; (v) Subdirektorat Minapolitan Budidaya; dan (vi) Subbagian
Tata Usaha.
3. Direktorat Perbenihan, yang merupakan unsur pelaksana dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang perbenihan. Direktorat Perbenihan terdiri dari : (i) Subdirektorat Induk; (ii) Subdirektorat Perbenihan Skala Kecil; (iii) Subdirektorat Perbenihan Skala Besar; (iv) Subdirektorat Standarisasi dan Sertifikasi Perbenihan; (v) Subdirektorat Informasi dan Distribusi Perbenihan; dan (vi) Subbagian Tata Usaha.
4. Direktorat Produksi, yang merupakan unsur pelaksana dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang produksi perikanan budidaya. Direktorat Produksi terdiri dari : (i) Subdirektorat Budidaya Air Tawar; (ii) Subdirektorat Budidaya Air Payau dan Laut; (iii) Subdirektorat Budidaya Ikan Hias; (iv) Subdirektorat Sertifikasi; (v) Subdirektorat Data dan Statistik Perikanan Budidaya; dan (vi) Subbagian Tata Usaha.
5. Direktorat Kesehatan Ikan dan Lingkungan, yang merupakan unsur pelaksana dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan, penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang kesehatan ikan dan lingkungan. Direktorat Kesehatan Ikan dan Lingkungan terdiri dari : (i) Subdirektorat Hama dan Penyakit Ikan; (ii) Subdirektorat Perlindungan Lingkungan Budidaya; (iii) Subdirektorat Standarisisasi Kesehatan Ikan dan Lingkungan; (iv) Subdirektorat Obat Ikan. Kimia dan Bahan Biologi; (v) Subdirektorat Pengendalian Residu; dan (vi) Subbagian Tata Usaha.
6. Direktorat Usaha Budidaya, yang merupakan unsur pelaksana dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan. penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang usaha budidaya. Direktorat Usaha Budidaya terdiri dari : (i) Subdirektorat Investasi dan Permodalan; (ii) Subdirektorat Kewirausahaan; (iii) Subdirektorat Pelayanan Usaha; (iv) Subdirektorat Kelembagaan dan Ketenagakerjaan; (v) Subdirektorat Informasi Usaha dan Promosi; dan (vi) Subbagian Tata Usaha.
7. Kelompok jabatan fungsional, yang mempunyai tugas melakukan kegiatan sesuai dengan jabatan fungsional masing-masing berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kelompok jabatan fungsional terdiri dari sejumlah tenaga fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok jabatan fungsional sesuai dengan bidang keahliannya. Selain itu Ditjen Perikanan Budidaya juga mempunyai 15 Unit Pelaksana Teknis (UPT). Berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 6/PERMEN-KP/2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Perikanan Budidaya Air Tawar, Perikanan Budidaya Air Payau, dan Perikanan Budidaya Laut, meliputi :
1. Balai Besar Perikanan Budidaya Air Tawar Sukabumi 2. Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau Jepara 3. Balai Besar Perikanan Budidaya Laut Lampung 4. Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Mandingain 5. Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Tatelu
6. Balai Perikanan Budidaya Air Tawar Sungai Gelam 7. Balai Perikanan Budidaya Air Payau Situbondo 8. Balai Perikanan Budidaya Air Payau Takalar 9. Balai Perikanan Budidaya Air Payau Ujung Batee 10. Balai Perikanan Budidaya Laut Batam
11. Balai Perikanan Budidaya Laut Lombok 12. Balai Perikanan Budidaya Laut Ambon
13. Balai Produksi Induk Udang Unggul dan Kekerangan (BPIUUK) Karangasem 14. Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya (BLUPPB) Karawang 15. Loka Pemeriksaan Penyakit Ikan dan Lingkungan (LP2IL) Serang
Susunan organisasi Ditjen Perikanan Budidaya tergambar pada susunan organisasi di bawah ini :
Ditjen Perikanan Budidaya didukung oleh SDM sejumlah 1.511 orang (data sampai dengan bulan Maret Tahun 2015) dengan rincian sejumlah 332 orang di Pusat dan sejumlah 1.179 orang berada di UPT untuk melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.
1.4. Permasalahan Utama
Secara umum, permasalahan/kendala yang dihadapi dalam upaya peningkatan produksi perikanan budidaya adalah : (i) penyediaan dan distribusi induk unggl dan benih berkualitas masih terbatas; (ii) isu jaminan keamanan pangan produk yang menjadi tuntutan, baik pasar luar negeri maupun dalam negeri; (iii) efisiensi pakan; (iv) biaya produksi yang masih tinggi; (v) penurunan kualitas lingkungan perairan sebagai akibat dari limbah budidaya maupun limbah lainnya; (vi) ancaman penyakit, baik dari dalam maupun dari luar negeri; (vii) keterbatasan sarana dan prasarana perikanan budidaya, terutama terkait dengan kondisi saluran air, jalan produksi, jaringan listrik dan lainnya; (viii) akses permodalan ke perbankan yang masih terbatas; (ix) sumber daya manusia pelaku usaha perikanan budidaya yang masih kurang pengetahuannya sehingga agak sulit untuk dilakukan perubahan teknologi budidaya yang digunakan; dan (x) sistem pendataan dan pelaporan yang belum optimal sehingga berakibat terjadinya keterlambatan penyampaian data dukung.
1.5. Sistematika LKj
LKj ini secara umum memuat target dan capaian kinerja Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Tahun 2015. Sebagai tolak ukur keberhasilan kinerja Ditjen Perikanan Budidaya, LKj ini menginformasikan perbandingan antara target dan capaian kinerja (performance
results) Tahun 2015 dengan target dan kinerja pada tahun sebelumnya. Dari analisa tersebut
akan teridentifikasi sejumlah celah kinerja (Performance gap) sehingga dapat diperoleh masukan bagi perbaikan kinerja di masa yang akan datang.
Adapun sistematika penyajian laporan adalah sebagai berikut :
1. Ikhtisar Eksekutif, bagian ini menyajikan gambaran menyeluruh secara ringkas tentang capaian kinerja Ditjen Perikanan Budidaya tahun 2014.
2. Bab I Pendahuluan, pada bab ini disajikan hal-hal umum tentang Ditjen Perikanan Budidaya serta uraian singkat tentang tugas pokok dan fungsi Ditjen Perikanan Budidaya, termasuk latar belakang, maksud dan tujuan penulisan LKj.
3. Bab II Perencanaan dan Penetapan Kinerja, pada bab ini disajikan rencana strategis, gambaran singkat mengenai sasaran dan kebijakan dan program Ditjen Perikanan Budidaya pada tahun 2015 – 2019, rencana kerja dan anggaran tahun 2015, penetapan kinerja Ditjen Perikanan Budidaya serta pengukuran/pengelolaan kinerja Ditjen Perikanan Budidaya.
4. Bab III Akuntabilitas Kinerja dan Keuangan, pada bab ini disajikan prestasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Ditjen Perikanan Budidaya serta evaluasi dan analisis kinerja. Dalam bab ini juga disampaikan akuntabilitas keuangan yang mencakup alokasi dan realisasi anggaran termasuk pula penjelasan tentang efisiensi.
5. Bab IV Penutup, pada bab ini disajikan tinjauan secara umum tentang keberhasilan, kegagalan serta permasalahan dan kendala utama. Dalam bab ini juga disampaikan saran pemecahan masalah yang akan dilaksanakan pada tahun berikutnya berupa perbaikan perencanaan, kebijakan, dan perbaikan pelaksanaan program/kegiatan.
6. Lampiran, pada bab ini berisi data dukung yang diperlukan dalam
BAB 2. PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) III Tahun 2015 – 2019, telah mengamanatkan untuk terus melakukan pembangunan perikanan budidaya secara berkelanjutan, karena diyakini dengan potensi dan kekuatan yang ada, perikanan budidaya mampu memberi kontribusi pada 9 agenda pembangunan nasional pemerintah (NAWACITA), diantaranya mewujudkan kemandirian ekonomi (termasuk pembudidaya ikan), serta memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan melalui peningkatan produksi budidaya yang memiliki daya saing. Penjabaran pelaksanaan pembangunan perikanan budidaya, lebih lanjut dituangkan dalam buku Rencana Strategi (RENSTRA) Perikanan Budidaya 2015 - 2019.
Kebijakan Ditjen Perikanan Budidaya tahun 2015 – 2019 adalah mengembangkan program dan kegiatan untuk tercapainya sasaran strategis perikanan budidaya. Arah kebijakan pembangunan perikanan budidaya tahun 2015-2019 adalah : (i) Meningkatkan kemandirian dalam pengelolaan sumberdaya perikanan budidaya; (ii) Meningkatkan daya saing dan potensi ekonomi sumberdaya perikanan budidaya; dan (iii) Meningkatkan kelestarian dan keberlanjutan dalam pengelolaan sumberdaya perikanan budidaya. Di samping arah kebijakan dan pelaksanaan strategi di atas, pada periode 2015-2019 Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya juga diberikan mandat untuk melaksanakan quickwins dan program lanjutan. Quickwins merupakan langkah inisiatif yang mudah dan cepat dapat dijadikan contoh dan acuan masyarakat tentang arah pembangunan yang sedang dijalankan, sekaligus untuk meningkatkan motivasi dan partisipasi masyarakat. Adapun rancangan program quickwins Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya 2015-2019 difokuskan untuk Membangun Gerakan Kemandirian Pembudidayaan Ikan melalui : (i) Penerapan Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB) untuk 20.000 pembudidaya sampai tahun 2019; (ii) Penjaminan mutu benih di Unit Pembenihan Rakyat (UPR) dan unit pembenihan lainnya pada 900 unit pembenihan sampai tahun 2019; (iii) Pengembangan 100 Kebun Bibit rumput laut dengan kultur jaringan sampai tahun 2019; dan (iv) Penerapan teknologi biofloc budidaya lele dan patin di 24 lokasi sampai tahun 2019. Sedangkan rancangan program lanjutan Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya yang dimandatkan pada periode 2015-2019 adalah Pengembangan budidaya laut di Keramba jaring Apung (KJA), pengembangan pakan mandiri, pengembangan sarana prasarana perikanan budidaya.
Oleh karena itu, guna mewujudkan pembangunan kelautan dan perikanan yang lebih terarah, terukur, konsisten dan akuntabel diperlukan visi dan misi yang dapat menggambarkan harapan dan kenyataan yang akan diperoleh melalui kebijakan dan program serta kegiatannya, maka Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya menetapkan visi, misi dan tujuan pengembangan perikanan budidaya sebagai berikut :
2.1. RENCANA STRATEGIS DITJEN PERIKANAN BUDIDAYA TAHUN 2010-2014
2.1.1. Visi
Dalam Rencana Strategis (RENSTRA) Tahun 2015-2019 Kementerian Kelautan dan Perikanan menetapkan visi “Terwujudnya Pengelolaan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan secara
Berdaulat, Mandiri, dan Berkelanjutan untuk Kemakmuran Rakyat”.
Sebagai upaya mengintegrasikan dengan pembangunan kelautan dan perikanan serta berlandaskan pemahaman dan penelaahan terhadap peluang dan potensi, serta permasalahan pengembangan perikanan budidaya di masa yang akan datang, maka Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya melakukan penyesuaian visi yang ditetapkan sebagaimana berikut :
“Terwujudnya Pengelolaan Sumberdaya Perikanan Budidaya yang Mandiri, Berdaya Saing dan Berkelanjutan”
Dengan visi tersebut diharapkan dapat terwujud pengelolaan sumberdaya perikanan budidaya yang dapat memberikan nilai tambah pada produk perikanan budidaya sehingga memiliki daya saing tinggi dengan tetap melakukan pengelolaan sumberdaya alam secara berkelanjutan, yang pada gilirannya dapat meningkatkan kesejahteraan pada masyarakat.
Gambar 2. Kunjungan Menteri Kelautan dan Perikanan didampingi Dirjen Perikanan Budidaya ke Sentra Budidaya Rumput Laut di Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur
2.1.2. Misi
Misi yang akan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya dalam mewujudkan visi di atas adalah sebagai berikut:
a. Meningkatkan kemandirian pembudidaya ikan melalui pemberdayaan
b. Menerapkan teknologi inovatif untuk meningkatkan daya saing produk perikanan budidaya
2.1.3. Tujuan
Ditjen Perikanan Budidaya sesuai dengan visi dan misinya menetapkan tujuan pembangunan perikanan budidaya yaitu :
a. Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Pembudidaya Ikan b. Mewujudkan Kelestarian Sumberdaya Perikanan Budidaya
2.1.4. Sasaran Strategis
Tujuan strategis pembangunan perikanan budidaya akan dicapai melalui sejumlah sasaran strategis yang menggambarkan kondisi yang harus dicapai pada tahun 2015 - 2019. Peta strategi DJPB Tahun 2015 – 2019 seperti pada gambar 3.
Gambar 3. Peta Strategi Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya Tahun 2015 - 2019
Sasaran strategis pembangunan perikanan budidaya berdasarkan tujuan yang akan dicapai dijabarkan dalam empat perspektif dengan masing-masing IKU sebagai berikut :
STAKEHOLDER PERSPECTIVE
1. Meningkatnya Kemakmuran Masyarakat Perikanan Budidaya
Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah : a. Nilai Tukar Pembudidaya Ikan
CUSTOMER PERSPECTIVE
2. Meningkatnya Pengelolaan Perikanan Budidaya yang Berkelanjutan Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah :
a. Jumlah Kawasan Budidaya yang Penyakit Ikan Pentingnya Dapat Dikendalikan melalui
Surveillance (kawasan)
3. Meningkatnya Produksi, Usaha, dan Investasi Bidang Perikanan Budidaya Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah : a. Jumlah Produksi Perikanan Budidaya (juta ton)
b. Jumlah Ikan Hias (milyar ekor)
c. Jumlah Tenaga Kerja Baru Perikanan Budidaya (orang) d. Jumlah Investasi Bidang Perikanan Budidaya (Rp. milyar) e. Jumlah Kredit Program Bidang Perikanan Budidaya (Rp. milyar)
INTERNAL PROCESS PERSPECTIVE
4. Tersedianya Kebijakan Pembangunan Perikanan Budidaya yang Implementatif Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah :
a. Jumlah Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (rancangan; kumulatif)
b. Jumlah RSNI 3 Bidang Perikanan Budidaya (dokumen)
c. Jumlah Draft Peraturan Perundang-undangan Perikanan Budidaya
5. Terselenggaranya Tata Kelola Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan Budidaya yang Berdaya Saing dan Berkelanjutan
Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah :
a. Jumlah Laboratorium Penyakit, Kualitas Air, Pakan dan Residu yang Memenuhi Standar Teknis (unit; kumulatif)
b. Jumlah Hasil Perekayasaan Teknologi Terapan Bidang Perikanan Budidaya (paket teknologi)
c. Jumlah Unit Perbenihan Rakyat (UPR) dan Unit Perbenihan Skala Besar yang Bersertifikat (unit; kumulatif)
d. Jumlah Sentra Kebun Bibit Rumput Laut (sentra)
e. Jumlah Kawasan Minapolitan Perikanan Budidaya (kab./kota; kumulatif) f. Panjang Saluran Tambak yang Dikelola secara Partisipatif (meter lari) g. Unit Pembudidayaan Ikan Bersertifikat CBIB (unit; kumulatif)
h. Jumlah Lokasi Pengembangan Teknologi Anjuran (Sistem Biofloc) untuk Produktivitas Budidaya Lele, Nila dan Patin
i. Jumlah Kelompok Produsen Pakan Ikan Mandiri
6. Terselenggaranya Pengendalian Sistem Budidaya secara Efektif
Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah :
a. Jumlah Obat Ikan yang Terjamin, Mutu, Keamanan dan Khasiatnya (obat; kumulatif) b. Jumlah Sampel Produk Perikanan Budidaya yang Tingkat Keberterimanya 96% c. Jumlah Jenis Pakan Ikan yang Terjamin Mutunya (jenis; kumulatif)
d. Jumlah Unit Usaha Budidaya yang Memperoleh Layanan Perizinan (unit; kumulatif)
LEARNING & GROWTH PERSPECTIVE
7. Terwujudnya ASN Ditjen Perikanan Budidaya yang Kompeten dan Berkepribadian Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah :
a. Indeks Kesenjangan Kompetensi Pejabat Eselon II dan III lingkungan Ditjen Perikanan Budidaya (%)
8. Tersedianya Informasi Bidang Perikanan Budidaya yang Valid, Handal, dan Mudah Diakses
Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah : a. Indeks Pemanfaatan Informasi Bidang Perikanan Budidaya Berbasis IT (%)
9. Terwujudnya Pranata dan Kelembagaan Birokrasi Ditjen Perikanan Budidaya yang Berkepribadian
Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah : a. Indeks Reformasi Birokrasi Ditjen Perikanan Budidaya
b. Nilai/Skor SAKIP Ditjen Perikanan Budidaya
c. Indeks Integritas Pelayanan Publik Ditjen Perikanan Budidaya
d. Jumlah Unit Kerja yang Diusulkan Berstatus Wilayah Bebas Korupsi (WBK)/Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) Ditjen Perikanan Budidaya
10. Terkelolanya Anggaran Pembangunan secara Efisien di Ditjen Perikanan Budidaya Indikator Kinerja Utama (IKU) pencapaian sasaran strategis ini adalah :
a. Opini atas Laporan Ditjen Perikanan Budidaya
b. Nilai Efisiensi Anggaran Ditjen Perikanan Budidaya (%)
2.1.5. Strategi dan Kebijakan
Kebijakan Ditjen Perikanan Budidaya tahun 2015 – 2019 adalah mengembangkan program dan kegiatan untuk tercapainya sasaran strategis perikanan budidaya. Arah kebijakan pembangunan perikanan budidaya tahun 2015-2019 adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan kemandirian dalam pengelolaan sumberdaya perikanan budidaya 2. Meningkatkan daya saing dan potensi ekonomi sumberdaya perikanan budidaya 3. Meningkatkan kelestarian dan keberlanjutan dalam pengelolaan sumberdaya
perikanan budidaya.
Selanjutnya, strategi yang akan dilakukan untuk melaksanakan arah kebijakan sebagaimana tersebut di atas adalah melalui :
1. Meningkatkan kemandirian dalam pengelolaan sumberdaya perikanan budidaya, dilaksanakan dengan strategi :
a. Mengembangkan Gerakan Pakan Ikan Mandiri (Gerpari) dengan mendorong kemandirian kelompok yang memproduksi pakan mandiri dan mengembangkan bahan baku pakan lokal serta penyediaan sarana produksi pakan;
b. Mengembangkan industri perbenihan nasional untuk pemenuhan kebutuhan induk dan benih bermutu secara mandiri dengan mengoptimalkan fungsi UPT dan UPTD serta unit pembenihan masyarakat;
c. Penguatan kelembagaan kelompok pembudidaya dan pembenih ikan sehingga menjadi kelompok yang mandiri;
d. Pengembangan kawasan perikanan budidaya (minapolitan) dengan
mengintegrasikan rantai produksi dari hulu sampai hilir untuk efisiensi produksi; e. Mendorong tumbuhnya industri penghasil sarana/peralatan/mesin perikanan
budidaya di dalam negeri sesuai standar;
f. Penguatan akses permodalan usaha pembudidaya ikan skala kecil serta peningkatan minat investasi pembudidaya skala besar;
2. Meningkatkan daya saing dan potensi ekonomi sumberdaya perikanan budidaya, dilaksanakan dengan strategi:
a. Pengembangan industrialisasi marikultur secara intensif dan berkelanjutan;
b. Peningkatan kualitas induk dan benih melalui sertifikasi Cara Pembenihan Ikan yang Baik (CPIB);
c. Peningkatan daya saing produk perikanan budidaya melalui sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB);
d. Modernisasi sistem pembudidaya ikan yang efektif dan efisien berbasis teknologi anjuran;
e. Revitalisasi lahan marjinal dan ekstensifikasi;
f. Pengembangan sarana produksi inovatif (protein rekombinan, vaksin, enzim, probiotik, immunostimulan, rekayasa genetik, automatic feeder, karamba bulat dan lain-lain);
g. Peningkatan kapasitas prasarana (infrastruktur) perikanan budidaya yang efisien dan modern;
h. Pengembangan Pos Pelayanan Kesehatan Ikan Terpadu (Posikandu) dalam rangka pencegahan (vaksinasi) dan Early Warning System penyakit di sentra-sentra produksi budidaya;
i. Peningkatan kuantitas dan kualitas ikan non konsumsi (ikan hias, karang buatan, tanaman hias dll);
j. Modernisasi sistem produksi pembudidayaan ikan mendukung industrialisasi; k. Pengembangan komoditas unggulan (driven market commodity);
l. Pengembangan sentra budidaya baru dengan percontohan kawasan/klaster; m. Peningkatan kemitraan usaha perikanan budidaya/Aquaculture incorporated; n. Segmentasi usaha perikanan budidaya.
3. Pelestarian dan keberlanjutan sumberdaya perikanan budidaya, akan dilaksanakan melalui :
a. Penerapan teknologi budidaya yang efisien dan ramah lingkungan dan sesuai dengan daya dukung;
b. Pengembangan Culture Based Fisheries (CBF) dengan pendekatan komoditas
multi-trophic level;
c. Penerapan IMTA (Integrated Multi Trophic Aquaculture);
d. Backyard Aquaculture (budidaya di pekarangan) dan pemanfaatan lahan marginal; e. Pengembangan komoditas ikan spesifik lokal unggulan dan species ikan tahan
perubahan lingkungan;
f. Pengembangan minapadi komoditas ekonomis (ugadi, ugamedi, ugaladi); g. Penerapan bisnis akuakultur berbasis blue economy (BISA BERSEMI); h. Pengendalian plasma nutfah induk dan benih;
i. Rehabilitasi lingkungan sentra produksi perikanan budidaya (waduk, danau, lingkungan tambak/silvo fisheries);
2.1.6. Program Pembangunan Perikanan Budidaya
Pembangunan Perikanan Budidaya pada tahun 2015 difokuskan kepada program pencapaian indikator kinerja utama yaitu meningkatnya produksi perikanan budidaya dengan volume produksi perikanan budidaya sebanyak 17.900.000 ton dengan rincian sebagai berikut :
1. Produksi Perikanan Budidaya Air Tawar sebanyak 4.294.120 ton; 2. Produksi Perikanan Budidaya Air Payau sebanyak 3.296.510 ton; dan 3. Produksi Perikanan Budidaya Laut sebanyak 10.309.370 ton.
Adapun rincian sasaran produksi masing-masing komoditas sebagaimana pada tabel 1 berikut.
Tabel 1. Sasaran Peningkatan Produksi Perikanan Budidaya Menurut Komoditas Utama Tahun 2015-2019
2014 2015 2016 2017 2018 2019 Total 14 150 157 17 900 000 19 455 000 22 795 000 26 716 000 31 319 000 15.07 A Rumput Laut 10,234,357 10,600,000 11,107,000 13,390,000 16,171,000 19,544,000 16.74 B Ikan 3,915,800 7,300,000 8,348,000 9,405,000 10,545,000 11,775,000 12.70 1 Udang 592,200 827,100 934,000 1,030,400 1,134,700 1,248,800 10.86 Udang Windu 126,600 208,900 219,300 230,300 241,800 253,900 5.00 Udang Vanamei 411,700 535,200 599,500 671,400 752,000 842,200 12.00 Udang Lainnya 53,900 83,000 115,200 128,700 140,900 152,700 17.09 2 Kerapu 12,400 45,900 50,400 55,500 61,000 67,100 9.96 3 Kakap 4,400 312,500 375,400 450,200 491,500 589,800 17.31 4 Bandeng 621,400 1,210,800 1,356,900 1,492,500 1,641,900 1,779,900 10.12 5 Ikan Mas 484,100 558,700 626,500 679,900 723,500 785,800 8.92 6 Nila 971,100 1,656,600 1,822,200 2,004,500 2,204,900 2,500,600 10.85 7 Gurame 108,200 160,300 197,400 203,700 221,500 240,800 10.95 8 Patin 403,100 604,700 725,600 870,800 1,044,900 1,149,400 17.50 9 Lele 613,100 1,058,400 1,217,100 1,399,700 1,609,600 1,770,600 13.75 10 Bawal Bintang 600 1,900 2,000 2,600 3,800 5,500 31.54 11 Kekerangan 10,900 233,700 348,200 453,600 570,000 715,100 32.60 12 Tawes 28,300 32,600 39,100 46,900 56,300 64,800 18.76 13 Nilem 27,700 31,900 36,700 42,200 48,500 55,800 15.00 14 Toman 24,600 28,300 32,600 37,500 43,100 49,600 15.06 15 Gabus 13,700 15,800 18,100 20,900 24,000 27,600 14.96 16 Lainnya 524,500 520,800 565,800 614,100 665,800 723,800 8.58 No. KOMODITAS Kenaikan Per Tahun (%)
2.2. RENCANA KINERJA DAN ANGGARAN
2.2.1. Indikator Kinerja
Pembangunan Perikanan Budidaya pada tahun 2015 difokuskan kepada program pencapaian indikator kinerja utama yaitu : (i) NTPi dengan target 102; (ii) Pertumbuhan PDB Perikanan dengan target 7; (iii) Jumlah Produksi Perikanan Budidaya dengan target 17,90 juta ton; dan (iv) Jumlah Ikan Hias dengan target 1,70 miliar ekor. Target indikator keberhasilan tersebut telah didistribusikan melalui sub-sub program peningkatan produksi perikanan budidaya diantaranya :
a. Pengelolaan Sistem Produksi Pembudidayaan Ikan
Tujuan kegiatan pengelolaan sistem produksi pembudidayaan ikan adalah terpenuhinya kebutuhan pakan dengan pakan yang teregistrasi, unit usaha budidaya yang tersertifikasi dan tersedianya data statistik perikanan budidaya yang akurat dan mutakhir. Unit kerja penanggungjawab kegiatan adalah Direktorat Produksi.
Sasaran yang ingin dicapai hingga akhir tahun 2015 dari pelaksanaan kegiatan ini adalah terpenuhinya penerapan teknologi anjuran pembudidayaan ikan serta tersedianya data statistik perikanan budidaya yang akurat dan mutahir.
Komponen kegiatan yang dilaksanakan dalam upaya pengembangan sistem produksi antara lain : (i) pelaksanaan sertifikasi Cara Budidaya Ikan yang Baik (CBIB); (ii) pengembangan produksi budidaya air tawar (termasuk minapadi), air payau dan laut; (iii) pengembangan data dan statistik perikanan budidaya; dan (iv) pengembangan produksi budidaya ikan hias.
b. Pengelolaan Sistem Perbenihan Ikan
Tujuan kegiatan pengelolaan sistem perbenihan ikan adalah Terpenuhinya kebutuhan benih dan bibit rumput laut untuk produksi dan pasar dengan mutu terjamin. Unit kerja penanggung jawab kegiatan adalah Direktorat Perbenihan.
Sasaran yang ingin dicapai pada pelaksanaan kegiatan pengembangan sistem perbenihan adalah terpenuhinya kebutuhan induk unggul dan benih bermutu.
Komponen kegiatan yang akan dilaksanakan dalam pengembangan sistem perbenihan antara lain : (i) pelaksanaan percepatan induk unggul; (ii) pelaksanaan standarisasi dan sertifikasi pembenihan; (iii) pengembangan unit perbenihan skala besar; (iv) pengembangan dan pemberdayaan unit pembenihan skala kecil; (v) pengembangan kebun bibit rumput laut; dan (vi) pengembangan informasi dan distribusi perbenihan.
c. Pengelolaan Sistem Prasarana dan Sarana Pembudidayaan Ikan
Tujuan kegiatan pengelolaan sistem prasarana dan sarana pembudidayaan ikan adalah tersedianya kawasan perikanan budidaya yang memiliki prasarana dan sarana yang memadai. Unit kerja penanggung jawab kegiatan adalah Direktorat Prasarana dan Sarana. Sasaran kegiatan pengembangan sistem prasarana dan sarana perikanan budidaya adalah tersedianya prasarana dan sarana yang memadai di kawasan/sentra produksi perikanan budidaya.
Komponen kegiatan kegiatan yang akan dilaksanakan dalam pengembangan prasarana dan sarana budidaya antara lain : (i) pengembangan lahan dan air pembudidayaan ikan; (ii) pengembangan prasarana dan sarana budidaya air payau; (iii) pengembangan prasarana dan sarana budidaya air tawar; (iv) pengembangan prasarana dan sarana budidaya laut; dan (v) pengembangan kawasan minapolitan berbasis perikanan budidaya.
d. Pengelolaan Sistem Usaha Pembudidayaan Ikan
Tujuan kegiatan pengelolaan sistem usaha pembudidayaan ikan adalah terpenuhinya kebutuhan modal kerja guna berkembangnya usaha perikanan budidaya yang mandiri. Unit kerja penanggung jawab kegiatan adalah Direktorat Usaha.
Sasaran kegiatan pengembangan sistem usaha budidaya adalah meningkatnya aksesbilitas permodalan, fasilitasi investasi dan penguatan kelembagaan usaha perikanan budidaya. Komponen kegiatan pengembangan sistem usaha perikanan budidaya antara lain : (i) pengembangan investasi dan permodalan; (ii) pengembangan dan pembinaan kewirausahaan perikanan budidaya; (iii) pengembangan pelayanan usaha; (iv) pengembangan informasi usaha dan promosi; dan (v) penyusunan database dan sistem informasi tenaga kerja bidang perikanan budidaya.
e. Pengelolaan Sistem Kesehatan Ikan dan Lingkungan Pembudidayaan Ikan
Tujuan kegiatan pengelolaan sistem kesehatan ikan dan lingkungan pembudidayaan ikan adalah terpenuhinya kebutuhan lahan budidaya yang sehat dan menghasilkan produk perikanan budidaya yang aman dikonsumsi, Unit kerja Penanggung jawab kegiatan adalah Direktorat Kesehatan Ikan dan Lingkungan.
Sasaran kegiatan pengembangan sistem pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan adalah terjaganya kondisi lingkungan yang optimal untuk menghasilkan produk perikanan budidaya yang aman dikonsumsi.
Komponen kegiatan yang dilaksanakan dalam pengembangan sistem pengelolaan kesehatan ikan dan lingkungan adalah : (i) penguatan kapasitas laboratorium kesehatan ikan dan lingkungan; (ii) pelaksanaan pengendalian hama dan penyakit ikan; (iii) pelaksanaan