2. ANALISIS DAN TINJAUAN TEORI
Teks penuh
(2) 4.. Promosi Sedangkan menurut Boyd, Walker dan Larreche, promosi merupakan upaya membujuk orang untuk menerima produk, konsep dan gagasan. Menurut David W. Cravens, promosi secara garis besar dapat dibagi menjadi empat jenis, yaitu: 1. Iklan (advertising), merupakan setiap bentuk presentasi dan promosi ide, barang atau jasa yang dibayar oleh sponsor tertentu. 2.. Penjualan langsung (personal selling), merupakan presentasi langsung dalam suatu percakapan dengan satu atau lebih calon pembeli, dengan maksud untuk mendapatkan penjualan.. 3. Promosi penjualan (sales promotion), merupakan insentif yang dirancang untuk mendorong pembelian atau penjualan sebuah produk, antara lain seperti pemberian sampel, peragaan penjualan dan kontes. 4. Hubungan masyarakat (public relation), merupakan suatu cara mendorong timbulnya permintaan terhadap suatu produk, jasa atau ide, dengan cara memasang berita-berita atau presentasi menarik mengenai hal tersebut di media massa, dan tidak dibayar langsung oleh suatu sponsor. Sebagai media promosi, buku termasuk ke dalam promosi jenis hubungan masyarakat yang memiliki fungsi publikasi. Fungsi ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi sekaligus mendorong calon konsumen untuk membeli barang atau jasa yang ditawarkan. Dalam hal ini barang atau jasa yang dimaksud adalah kawasan Pojok Timur. Sebagai media promosi, buku dapat memuat pesan persuasif secara implisit sehingga target audience dapat menilai suatu produk dengan lebih objektif. Dalam hal ini, pendekatan kepada calon konsumen (wisatawan) dilakukan secara tidak langsung sehingga hasil yang diperoleh tidak bisa dilihat dalam waktu yang singkat pula. 5.. Wisata Menurut UU. No. 9 tahun 1990 pasal 1, wisata adalah kegiatan perjalanan atau sebagian dari kegiatan tersebut yang dilakukan secara sukarela serta bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata (Direktorat Jenderal Pariwisata 6).. 15. Universitas Kristen Petra.
(3) Jadi pengertian wisata itu mengandung unsur–unsur : 1. Kegiatan perjalanan 2. Dilakukan secara sukarela 3. Bersifat sementara, dan 4. Perjalanan itu seluruhnya atau sebagian bertujuan untuk menikmati objek dan daya tarik wisata. 2.2.1.. Perancangan Buku Travel Guide Wisata Alam sebagai Media Promosi Kawasan Pojok Timur (Eks Karesidenan Besuki). 2.2.1.1.. Perkembangan Buku Buku adalah kumpulan lembaran kertas empat persegi panjang yang. satu sisinya dijilid bersama–sama, berisi tulisan dan gambar; bagian depan dan belakang lembar–lembar kertas ini dilindungi oleh sampul yang terbuat dari bahan yang lebih tahan (terhadap gesekan, kelembapan, dll) (Ensiklopedi Nasional Indonesia 517). Setiap sisi dari sebuah lembaran kertas pada buku disebut sebuah halaman. Seiring dengan perkembangan dalam bidang dunia informatika, kini dikenal pula istilah e-book atau buku-e (buku elektronik), yang mengandalkan komputer dan internet (jika aksesnya online). Dilihat dari fungsinya, buku dapat didefinisikan sebagai alat komunikasi tulisan yang dirakit dalam satu satuan atau lebih, agar pemaparannya dapat bersistem, dan isi maupun perangkat kerjanya dapat lebih lestari. Segi pelestarian inilah yang memperbedakan buku dari benda–benda komunikasi tulisan lainnya yang lebih pendek umurnya seperti, majalah, surat kabar, dan selebaran. Tradisi lisan cenderung hilang karena terbatasnya ingatan manusia. Untuk menghindari kemungkinan ini, manusia menuliskan rumus jampi, doa, dan upacara, nyanyian, rekaman keturunan, aturan, pengalaman medis, dan pengamatan terhadap alam semesta. Buku kuno dapat berupa keping–keping batu (Mesopotamia), atau gulungan papirus –Peradaban Mesir Kuno menyumbangkan papirus sebagai media tulis menulis, dari kata papirus (papyrus) itulah dikenal sebagai paper dalam bahasa Inggris, papier dalam bahasa Belanda, bahasa Jerman, bahasa Perancis misalnya atau papel dalam bahasa Spanyol yang berarti kertas–. Orang Mesir kuno lazim membekali jenazah dengan gulungan papyrus bertulisan, agar perjalanan ke akhirat orang mati tersebut dapat terpandu.. 16. Universitas Kristen Petra.
(4) Gambar 2.1. Kertas Papyrus Sumber : ‖egyptian-paper.com‖ (2009). Pohon Papyrus tumbuh melimpah di Delta Sungai Nil. Gulungan Papyrus ini disimpan dalam tabung atau pembungkus lainnya yang diberi tanda yang menyatakan penulis dari bahan tulisan. Orang Romawi menyebut tanda ini titulus –dari kata ini timbul kata title (judul) dalam bahasa Inggris–. Gulungan kertas. itu. dapat. sangat. panjang. sehingga. merepotkan. penulisan. dan. pembacaannya. Maka orang memotongnya menjadi beberapa potongan (Tomes). Dalam bahasa Perancis, kata tomes masih digunakan untuk jilid atau bagian buku. Gulungan papyrus, yang merupakan potongan–potongan itu disimpan orang di perpustakaan sejak abad ke-3 sebelum masehi sampai abad ke-5. Naskah abad pertengahan, penampilan maupun fungsi sosial buku berubah pada awal abad pertengahan. Gulungan digantikan oleh Codex (potongan kayu), yakni sederet lembaran papyrus atau kelak kulit domba terlipat yang dilindungi oleh tutup kayu yang berat. Perubahan ini bertahap selama beberapa abad. Kesulitan dengan gulungan adalah tidak mungkinnya membalik–balik halaman, padahal liturgi Gereja Katolik menuntut demikian. Di Yunani, sepasang potongan kayu yang digabung oleh sepasang gelang diolesi dengan lilin lebah dan ditulisi dengan menggoresnya. Kata Inggris write berasal dari kata Yunani yang artinya menggores. Di Timur Tengah, orang menggunakan kulit domba yang disamak atau diklantang dan direntang. Lembar ini disebut pergamenum –dari situ timbul kata perkamen, yang artinya kertas kulit– yang berasal dari kata Pergamenum, suatu pusat belajar yang didirikan Raja Eumenes II pada abad ke-2. 17. Universitas Kristen Petra.
(5) SM untuk menyaingi pusat belajar Ptolemeus di Mesir (Ensiklopedia Nasional Indonesia 520). Di Cina dan Jepang, perubahan bentuk gulungan menjadi halaman terlipat yang diapit sampul berlangsung lebih sederhana dan lebih cepat, yakni lewat bentuk wiru. Suatu bentuk yang di jaman modern dialami oleh print–out komputer. Penjilidan buku yang seribu tahun lebih dini dari pada percetakan ini berawalkan dari codex tersebut di atas. Sementara itu halaman–halaman yang dijilid terbuat dari kulit domba. Buku diperbanyak dengan tulisan tangan.. Gambar 2.2. Proses offset lithography Sumber : http://www.cmykreative.com/useful/offset/offset2.jpg. Ditemukannya teknik mencetak dengan cetakan logam yang dapat digerakkan merupakan peristiwa yang terpenting dalam sejarah buku. Penemuan itu menyebabkan buku menjadi jauh lebih muda diperbanyak, kemajuan sains dan teknologi, serta perkembangan sosial menjadi pesat. Orang barat mengimpor dua hal dari Cina pada awal abad ke-13, yakni pembuatan kertas dan pencetakan blok (Block Printing) seperti yang digunakan dalam batik cetak, yang berperanan dalam lahirnya buku modern. Di antara beberapa pengembang, di kenal Johann Gutenburg, seorang pendeta dari Mainz, yang dalam kurun waktu 1430–1460 mengembangkan percetakan kitab suci (Kristen).. 18. Universitas Kristen Petra.
(6) Penyempurnaan bentuk buku berjalan terus menerus sampai sejarah memasuki abad ke-19, pada saat ditemukan mekanisasi di dalam berbagai sektor. Dalam kurun waktu 1780-1820 pencetakan dan pembikinan buku yang lebih bersifat seni dan agung mulai berubah menjadi produksi buku secara massal. Pada akhir abad ke-19, proses dengan tangan telah digantikan sama sekali dengan proses mekanis. Pada awal abad itu ditemukan pula teknik penjilidan yang menggunakan kain tenunan kapas sebagai penguat. Penemuan yang penting, berikutnya adalah, pencetakan offset pada pertengahan abad ke-20 dan sebelum itu ditemukan tata huruf yang dibantu dengan fotografi. Penemuan komputer, peranti antar muka, dan berbagai pencetak laser lebih memperpendek waktu dan mengurangi biaya pembuatan buku (Ensiklopedia Nasional Indonesia, 521). Buku merupakan kebanggaan penerbit, bukan hanya karena isinya, tetapi juga karena penampilannya. Komposisi merupakan tahapan pertama dalam pembuatan buku, dan terdiri atas dua langkah, yaitu, langkah pertama tata huruf (type-setting) rias halaman (make up), dan langkah ketiga adalah membuat cetak coba (proof) untuk mengoreksi kesalahan. Meskipun peranti elektronik telah meningkatkan kecepatan dan efisiensi, namun hanya terdapat empat cara saja untuk mengubah kopi naskah menjadi bentuk yang dapat dicetak, yakni : menyusun cetakan logam dengan tangan, dengan mesin (mekanis), komposisi mesin ketik, dan komposisi fotografi. Komputer dan pita magnetik digunakan untuk melengkapi keempat metode dasar ini. Setelah cetakan selesai dipasang unsur – unsur pada suatu halaman dirakit agar dapat saling berhubungan dengan benar dan serasi. Dalam hal komposisi fotografi, rias halaman ini berupa penyusunan film negatif dan positif. Untuk cetak coba (proof) biasanya dilakukan di atas kertas gulungan yang belum dipotong menjadi halaman. Tipografi adalah teknik dan seni memilih dan menata huruf untuk percetakan, dan merupakan bagian penting dari desain buku. Ada dua hal yang harus diperhatikan oleh perancang, kualitas cetak huruf dan kenyamanan baca. Suatu buku yang sarat dengan catatan kaki tidak nyaman dibaca, meskipun catatan kaki itu dapat dibaca dengan jelas. Perancang harus dapat menjaga keseimbangan antara semua faktor yang mempengaruhi kenyamanan baca (Ensiklopedi Nasional Indonesia 519). Perancang buku harus mengetahui teknik apa yang akan digunakan untuk mencetak buku. Percetakan adalah sebuah proses. 19. Universitas Kristen Petra.
(7) industri untuk pemproduksikan massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta di atas kertas menggunakan sebuah mesin cetak. Banyak buku dan koran sekarang ini biasanya dicetak menggunakan teknik percetakan offset. Biasanya imaji yang akan dicetak terlebih dahulu dilukiskan ke atas pelat offset dengan bantuan printer laser kemudian pelat ini akan diolah mesin cetak menjadi pola penintaan yang akan ditimpakan ke atas kertas cetak. Warna-warna bisa didapatkan dengan menimpakan beberapa pola warna dari setiap pelat offset sekaligus. Teknik percetakan umum lainnya termasuk cetak relief, sablon, rotogravure, dan percetakan berbasis digital seperti pita jarum, inkjet, dan laser. Dikenal pula teknik cetak poly untuk pemberian kesan emas dan perak ke atas permukaan dan cetak emboss untuk memberikan kesan menonjol kepada kertas. Percetakan adalah sebuah proses industri untuk pemproduksikan massal tulisan dan gambar, terutama dengan tinta di atas kertas menggunakan sebuah mesin cetak. Dia merupakan sebuah bagian penting dalam penerbitan dan percetakan transaksi. Kemungkinan besar percetakan pertama kali ditemukan untuk mempermudah penduplikasian Injil. Jika sebelumnya ditulis dengan tangan di ruang scriptoria, maka sejak zaman renaisans manusia mulai berpikir untuk mempercepat proses ini lewat produksi massal. Teknik cetak pertama kali yang dikenal dimulai dari Kota Mainz, Jerman pada tahun 1440 yang merupakan sentra kerajinan uang logam saat itu. Pertama kali metode cetak diperkenalkan oleh Johannes Gutenberg dengan inspirasi uang logam yang digesekkan dengan arang ke atas kertas. Relief uang logam menimbulkan ide untuk membuat permukaan dengan tinggi bervariasi. Hal ini dikenal dengan nama cetak tinggi. Dilihat dari macamnya, buku dapat dikelompokkan sebagai buku pelajaran, buku umum, buku rujukan (referensi) buku pesanan. . Buku pelajaran, mencakup buku ajar dari sekolah dasar sampai fakultas pasca sarjana; baik umum kejuruan, maupun kursus.. . Buku umum, mencakup buku sastra, buku fiksi (umumnya novel), dan nonfiksi (kebanyakan biografi, dan buku yang mengupas masalah politik dan kemasyarakatan).. . Buku rujukan, adalah berbagai kamus dan ensiklopedi serta buku pegangan.. 20. Universitas Kristen Petra.
(8) . Buku pesanan, di Amerika Serikat dan banyak negara maju, terdapat banyak klub buku yang mencetak buku dalam jumlah tertentu sesuai dengan pesanan. Umumnya harga buku ini jauh lebih rendah karena berup cetakan ulang, sehingga hak cipta diperoleh tanpa harga tinggi. Di samping itu, hampir tak ada masalah penyimpanan persediaan sehingga modal pun tidak berhenti. Buku cetakan ulang ini dapat bersifat penuh, atau singkatan, atau dalam satu jilid yang berdiri atas, gabungan beberapa buku yang disingkat. Di pihak lain, ada buku pesanan berupa buku survei yang dicetak secara terbatas, harganya sangat tinggi, karena biaya survei dibebankan pada harga buku. Perusahaan yang membeli buku semacam ini menyimpannya baik–baik agar tidak mudah diperbanyak oleh mereka yang tidak berhak (Ensiklopedia Nasional Indonesia, 518). Buku travel guide, adalah buku untuk turis atau pelancong yang. menyediakan informasi tentang letak geografis dan tujuan wisata yang disajikan secara detil. Travel guide, biasanya selalu menyertakan informasi yang detil, seperti nomor telepon, alamat, harga, dan resensi tentang hotel dan penginapan lainnya, rumah makan, dan kegiatan yang bisa dilakukan. Peta yang berisi berbagai macam detil juga disertakan. Terkadang informasi sejarah dan budaya juga ikut disertakan. Berbagai macam travel guide mempunyai kekhususan dalam wisata yang disajikan, ada yang merupakan petualangan dan ada yang berupa hiburan di kota besar saja, ada juga yang melihat dari sisi ekonomi yang berkaitan dengan dana, dan ada yang mengkhususkan terhadap suatu ketertarikan dari suatu kelompok, pecinta alam misalnya. Ide dari buku travel guide pada awalnya berasal dari daerah Arab pada abad pertengahan, dengan didirikannya perburuan harta karun sebagai industri yang besar pada sekitar abad ke-9, yang pada saat itu masih bernama buku petunjuk. Banyak buku-buku diciptakan untuk petualang yang mencari artefakartefak kuno peninggalan sejarah, monumen dan harta karun yang dibuat oleh pemburu harta karun dari Arab, yang juga menjadi best seller pada jaman Arab abad pertengahan tersebut. Khususnya ada pada daerah Mesir, di mana peradaban Mesir kuno mempunyai harga yang sangat tinggi pada waktu itu. (Egyptology: The Missing Millenium : Ancient Egypt in Medieval Arabic Writings 36). 21. Universitas Kristen Petra.
(9) Gambar 2.3. Cover buku Blue Guide Sumber : ‖blueguides.com‖ (2009). Pada jaman modern, travel guide secara terpisah ditemukan oleh Karl Baedeker dari Jerman (1835) dan oleh John Murray III di Inggris (1836). Baedeker dan Murray membuat sebuah buku tentang suatu tempat yang memuat resensi tempat tersebut berdasarkan fakta yang didapat dari masyarakat sekitar digabungkan dengan opini pribadi. Dengan ketersediaan buku-buku oleh Baedeker dan Murray, para traveler sangatlah terbantu terhadap informasi dari suatu tempat yang akan dikunjungi. Travel guide dari Baedeker dan Murray sangatlah terkenal dan menjadi sumber standar dari para traveler pada abad ke-20. Seperti yang dikatakan William Wetmore Story pada tahun 1860-an, ‖Every Englishman abroad carries a Murray for information, and a Byron for sentiment, and finds out by them what he is to know and feel by every step‖. Pada perang dunia pertama, dua editor dari tim buku Baedeker yang berbahasa Inggris keluar dari perusahaan tempat mereka bekerja dan pindah ke Murray, yang menghasilkan travel guide yang bernama Blue Guides untuk membedakan mereka dari sampul Baedeker yang berwarna merah, yang merupakan salah satu dari banyak buku travel guide berseri untuk abad ke-20 yang masih dicetak hingga kini. (The Cambridge Companion to Travel Writing 48-50). 22. Universitas Kristen Petra.
(10) Gambar 2.4. Cover Buku Europe on $5 a Day (1957) oleh Arthur Frommer Sumber : http://www.europestring.com/wpcontent/uploads/2007/05/arthurfrommer.jpg. Setelah perang dunia kedua, dua nama baru muncul yang membuat buku travel guide yang menggabungkan perspektif dari benua Eropa dan Amerika pada wisata internasional. Yang pertama adalah Eugene Fodor, sorang kelahiran Hungaria yang bermigrasi ke Amerika Serikat sebelum perang pecah dan menulis buku travel guide berbahasa Inggris untuk benua Eropa. Dan yang kedua adalah Arthur Frommer, seorang tentara Amerika yang ditugaskan di Eropa pada saat perang Korea, yang menggunakan pengalamannya bertualang di benua Eropa dengan judul Europe on $5 a Day (1957), yang memperkenalkan kepada pembaca untuk berwisata dengan dana minim di benua Eropa. Kedua penulis travel guide tersebut menjadi dasar untuk guide yang lebih luas, dan pada akhirnya melingkupi berbagai tujuan wisata di seluruh dunia hingga di Amerika Serikat. Pada dekade tersebut dikembangkan berbagai macam buku travel guide yang mirip dengan berbagai khusus yang mempunyai berbagai judul, diantaranya adalah Lonely Planet, Let’s Go, Insight Guides, Rough Guides.. 23. Universitas Kristen Petra.
(11) Gambar 2.5. iPod sebagai media elektronik travel guide portable Sumber : http://i.d.com.com/i/dl/media/dlimage/17/70/68/177068_large.jpeg. Pada era digital ini, banyak penerbit yang beralih untuk menerbitkan buku elektronik, daripada membuat sebuah buku cetak. Buku tersebut dapat diunduh dari laptop yang sudah menjadi trend, ataupun dari sebuah smartphone, PDA maupun iPod, dapat juga melalui informasi yang tersedia dari sebuah website. Hal ini membuat penerbit buku travel guide untuk memberikan informasi sesuai dengan keadaan saat ini. Para penerbit buku travel guide berlomba-lomba menyediakan layanan buku elektronik untuk diunduh. Dan banyak website interaktif tentang travel guide menyediakan tempat bagi para traveler untuk saling berbagi pengalaman mereka dan mengkontribusikan informasi ke dalam website guide tersebut, diantaranya adalah wikitravel, travellerspoint, dan World66. 2.2.1.2.. Penjelasan Tema / Judul Buku yang diambil Pemilihan tema buku yang diambil adalah untuk memperkenalkan. berbagai tempat wisata alam yang sangat potensial di kawasan Pojok Timur. Buku travel guide memuat berbagai macam informasi yang dapat menarik pengunjung ke berbagai tempat wisata alam yang sangat indah yang sudah ada sejak dulu. Dengan keunggulan wisata alam adalah menikmati ciptaan Tuhan yang masih asli, jauh dari kebisingan dan hiruk pikuk kota besar sehingga merupakan tempat yang tenang dan santai untuk melepas lelah dari rutinitas kehidupan sehari-hari dan sejenak kembali kepada ketenangan alam.. 24. Universitas Kristen Petra.
(12) 2.3. Tinjauan Buku Bacaan 2.3.1. Pengertian Buku Bacaan Buku adalah salah satu media komunikasi yang paling banyak digemari masyarakat karena selain harganya yang murah juga informasi yang disampaikan di dalamnya bersifat selamanya. Melalui buku, seseorang dapat menambah informasi dan wawasan. Buku juga membuat seseorang belajar dan berkembang. Sehingga seringkali buku disebut sebagai guru sepanjang masa karena dapat dibaca setiap saat, kapan saja dan dimana saja. Buku mempunyai peranan penting sebagai ajang pertarungan intelektualitas sebuah generasi. Buku juga menjadi bukti otentik peradaban manusia. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, cerita memiliki definisi sebagai berikut: 1. Tuturan yang membentangkan bagaimana terjadinya suatu hal, peristiwa, kejadian, dan sebagainya. 2. Karangan yang menuturkan perbuatan, pengalaman, ataupun penderitaan orang, kejadian, dan sebagainya. 3. Lakon yang diwujudkan atau dipertunjukkan dalam gambar hidup semisal sandiwara, wayang, dan lain-lain. 4. Omong kosong; dongengan, omongan (210). 2.3.2. Sejarah Buku Bacaan di Dunia Buku atau book berasal dari kata Inggris ‖beech‖. ―Beech‖ sejak kurang lebih pada tahun 2.000 Sebelum Masehi digunakan untuk merekam kejadian. Sejak jaman dahulu hingga ditemukannya mesin cetak dengan huruf yang dapat dipindahkan, buku-buku ditulis dan diilustrasi dengan tangan (Benton 1098). Buku dibuat dengan menggunakan kulit binatang yang disamak. Kemudian, kertas ditemukan pertama kali di Cina (‖Book‖). Sampai abad pertengahan, banyak orang, terutama para biarawan yang berkarya sebagai penulis atau penyalin buku. Semua hasil salinan tangan dialihkan pada kertas yang terbuat dari kulit hewan. Buku merupakan sejumlah lembaran kertas yang ditulis dan dicetak serta disatukan dalam sebuah sampul buku. Pada perkembangannya, penulisan dokumen dilakukan di atas tempurung hewan seperti kura-kura. Namun bahan tersebut memiliki jumlah yang terbatas. Akhirnya, bahan. 25. Universitas Kristen Petra.
(13) tersebut berkembang semenjak ditemukannya balok-balok kayu yang dapat diukir pada abad ke-XV. Pada. akhirnya. perkembangan. buku. mengikuti. perkembangan. percetakan. Penemu pertama proses cetak pernah menjadi bahan perdebatan yang hangat diantara para pakar tentang sejarah percetakan. Menurut beberapa pakar, seorang bangsa Belanda Laurens Coster van Haarlem adalah orang pertama yang menggunakan huruf-huruf cetak lepas pada tahun 1423. Yang lain berkeras bahwa seorang Italia, Pampilo Castaldi, lebih tepat disebut pelopor di bidang ini. Ada lagi yang berpendapat bahwa seorang bangsa Ceko yang tinggal di Avignon Perancis, Procopius Waldfoghel, telah mengerjakan ‖tulisan artificial‖ pada tahun 1444. Akan tetapi, sekarang umumnya orang sepakat bahwa gelar pertama penemu merupakan hak Johan Gutenberg von Mainz setelah dilacak balik bahwa ternyata terdapat bukti penyebaran metode percetakan di seluruh Eropa dan Amerika Utara yang bersumber pada karya Gutenberg di Mainz, Jerman, pada awal 1450-an. Gutenberg tidak pernah mencantumkan namanya pada barang cetakan yang dihasilkan. Ini sebabnya orang sering berbeda pendapat tentang dia. Selain Alkitab 42 baris, mungkin Gutenberg juga mencetak Alkitab 36 baris, sejumlah buku doa, buku tata bahasa latin, surat indulgensi, dan barang cetakan sekali pakai. Gutenberg disebut sebagai ‖penemu percetakan‖ dalam sebuah buku yang diterbitkan di Cologne tahun 1499, walaupun gelar serupa juga diberikan kepada orang lain di Perancis, Belanda, dan Italia.. Gambar 2.6. Teknik Cetak Gutenberg Sumber : http://printsourceinfo.com/gutenberg_11358_lg.gif. 26. Universitas Kristen Petra.
(14) Laju penyebaran teknologi percetakan sungguh luar biasa. Teknik temuan Gutenberg telah membuka pintu lebar-lebar ke arah pemenuhan kebutuhan atas buku yang semula sulit terpuaskan. Di Italia, usaha penerbitan pertama didirikan oleh dua orang Jerman, di Roma tahun 1464. Pada tahun 1469, seorang juru cetak Jerman, Johann Speier, mendirikan penerbitannya di Venezia, dan dalam waktu 10 tahun Venezia menjadi pusat dunia untuk bidang percetakan dan penerbitan sehingga usaha pembuatan kertas ikut maju. Sementara itu pada tahun 1470 penerbitan pertama di Perancis dimulai, langkah yang segera diikuti oleh Negara Belanda pada tahun 1471, Swiss pada tahun 1472, Spanyol pada tahun 1475, dan Inggris pada tahun 1476. Tidak lama setelah Perang Dunia II (1939-1945) usai, sebuah metode baru dalam penyusunan huruf diperkenalkan. Metode ini disebut lithografi. Dalam lithografi, huruf-huruf dalam mesin cetak letterpress, yang menggunakan metode Gutenberg, adalah huruf-huruf yang timbul. Hasil cetakan menggunakan metode ini terasa agak melesak ke dalam. Di pihak lain, permukaan huruf-huruf pada plat mesin cetak lithografi betul-betul rata karena plat cetak tersebut dibuat melalui pencitraan huruf-huruf pada film secara fotografi. Mesin-mesin lithografi jauh lebih cepat dibanding mesin-mesin yang terdahulu. Akan tetapi, penyusunan huruf secara fotografi mula-mula sangat mahal, yang sering kali karena kesalahan baru dapat diketahui sesudah film selesai dibuat. Pengulangan pembuatan film atau plat cetak karena ada huruf yang harus diketik ulang memang suatu pemborosan. Masalah ini terpecahkan pada tahun 1960-an ketika komputer mulai dilibatkan ke dalam metode ini. Pada akhir abad-XIX, teknik offset atau lithografi digantikan dengan teknik foto mekanik yang memungkinkan reproduksi teknis dengan variasi yang lebih banyak. Namun, eksploitasi dari proses yang cepat dan murah ini menaburkan potensi artistik pembuatnya. (Pollard 51-6). 2.3.3. Sejarah Buku Bacaan di Indonesia Di Indonesia perkembangan buku dibagi dalam dua babak. Babak pertama teks bacaan yang pertama kali dimulai oleh golongan peranakan Eropa dan Tionghoa. Pada babak kedua, orang-orang Indonesia sudah mulai membaca dan menulis. Dalam tulisan orang-orang peranakan Eropa maupun Tionghoa. 27. Universitas Kristen Petra.
(15) masih tampak watak pembauran. Meskipun dalam beberapa hal mulai kritis terhadap sistem kolonial, tetapi secara keseluruhan isinya masih tetap mempertahankan aspek-aspek moral kolonial, terutama mengenai tulisan-tulisan hasil dari golongan Eropa. Hal ini yang menjadi daya tarik tersendiri pada saat itu. Pada babak kedua, bacaan-bacaan mulai ditulis oleh orang-orang pribumi yang juga sangat didukung oleh perkembangan pers pada abad ke-20. Salah seorang pelopor pergerakan nasional yang memproduksi bacaan-bacaan fiksi maupun non fiksi adalah R.M. Tirtodisoerjo yang mendorong tokoh-tokoh lainnya untuk menulis seperti Mas Marco Kartodikromo, Soeardi Soejadiningrat, Tjipto Mangunkusumo, Darsono, dan lainnya. Mereka mampu menghasilkan tulisan-tulisan yang bermanfaat untuk mendidik kaum miskin pada jaman tersebut. Bentuk bacaan yang banyak dihasilkan antara lain dalam bentuk novel, romah, surat perlawanan, juga cerita bersambung yang isinya menentang kolonial. Jadi sejarah sastra Indonesia menjadi berkembang bermula pada saat banyaknya protes yang dilancarkan lewat karya-karya sastra. Pada saat ini, klasifikasi buku amatlah beragam, hal ini disebabkan oleh salah satu faktor, yaitu pemikiran manusia yang semakin maju dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menuntut buku menjadi sebuah media yang dapat memenuhi setiap kebutuhan mereka. Di Indonesia buku bacaan berkembang seiring dengan berkembangnya teknologi cetak dan offset. 2.3.4. Tinjauan Kondisi Buku Bacaan di Indonesia Saat ini minat baca masyarakat Indonesia tergolong rendah bila dibandingkan dengan negara maju lainnya. Hasil survey pada tahun 2004 yang dimuat di sejumlah media cetak berkaitan dengan hari Buku Nasional ke-3 di Bandung menyebutkan bahwa daya baca orang Indonesia tergolong rendah, yaitu berada di urutan ke-39 dari 41 negara yang diteliti. Menurut sebuah artikel di Kompas Cyber Media menyebutkan bahwa minat baca sebagian masyarakat di Indonesia yang telah rendah kondisinya semakin diperparah oleh terpaan krisis. Harga buku yang melambung tinggi dan semakin tidak terjangkau masyarakat karena harga kertas dan ongkos cetak naik belipat-lipat akubat krisis. Di sisi lain, baik perorangan maupun lembaga, untuk. 28. Universitas Kristen Petra.
(16) terjun dan membantu meringankan persoalan tersebut denan membuat suatu program, diantaranya dengan memberikan sumbangan berupa buku, pengumpulan buku-buku bekas, pendirian taman baca, perpustakaan keliling, dan juga dengan kegiatan lain diharapkan dapat mendorong minat baca masyarakat di Indonesia. 2.3.5. Potensi Buku Bacaan di Indonesia Buku merupakan salah satu sumber informasi dan pengetahuan yang umum digunakan di seluruh dunia baik itu sebagai panduan dan pedoman belajar mengajar di sekolah-sekolah maupun di universitas. Selain itu, buku juga banyak digunakan oleh masyarakat untuk memperoleh ilmu dan pengetahuan serta informasi. Di lain pihak, membaca buku merupakan hobi sebagai pengisi waktu luang. Sebagai sumber informasi, buku dapat memberikan akses dan informasi tentang segala sesuatu dengan biaya yang relatif terjangkau. Melalui buku, seseorang dapat belajar dan berkembang sehingga seringkali buku disebut sebagai guru sepanjang masa karena dapat dibaca setiap saat, kapan saja, dan dimana saja. Manfaat menjadi pecinta buku sudah tidak diragukan lagi, karena buku mampu membuat anak menjelajahi dunia dan meningkatkan imajinasi serta sebagai jendela pengetahuan. Potensi buku bacaan di Indonesia berkaitan dengan minat baca warga Indonesia. Saat ini, minat baca masyarakat Indonesia tergolong rendah jika dibandingkan dengan negara maju lainnya. Dibandingkan dengan negara tetangga, dunia perbukuan anak-anak Indonesia tertinggal dari segi kuantitas dan kualitas. Sebagai contoh pada dekade 80-an Malaysia telah menerbitkan buku bacaan anakanak 628 judul, tidak termasuk buku paket (Hartati, para.11). Minat baca sebagian masyarakat Indonesia yang rendah, semakin diperparah oleh terpaan krisis. Harga buku yang melambung sehingga semakin tidak terjangkau oleh masyarakat. Hal ini dikarenakan harga kertas dan ongkos naik cetak yang naik berlipat-lipat kali akibat krisis. Situasi ini justru menggerakkan sebagian komponen masyarakat, baik itu perorangan maupun lembaga, untuk terjun membantu meringankan persoalan tersebut dengan membuat berbagai program. Program-program tersebut di antaranya adalah pemberian sumbangan buku, pengumpulan buku, pendirian taman bacaan,. 29. Universitas Kristen Petra.
(17) perpustakaan keliling, dan kegiatan-kegiatan lain yang bertujuan mendorong minat baca masyarakat (―Pelaku Bisnis‖, para. 2). Pengadaan program-program tersebut menumbuhkan harapan akan adanya perkembangan dalam minat baca masyarakat Indonesia. Sehingga dapat memberi pengaruh besar bagi potensi buku bacaan di Indonesia. 2.4. Tinjauan Tentang Gambar 2.4.1. Tinjauan tentang Unsur Gambar 2.4.1.1. Garis (Line) Pengertian garis menurut Leksikon Grafika adalah benda dua dimensi tipis memanjang. Sedangkan Lillian Gareth mendefinisikan garis sebagai sekumpulan titik yang bila dideretkan maka dimensi panjangnya akan tampak menonjol dan sosoknya disebut dengan garis. Secara umum garis terdiri dari unsur-unsur titik yang juga mempunyai peran tersendiri, unsur titik juga bisa mendukung keindahan (Kusmiati R. 3). Terbentuknya garis merupakan gerakan dari suatu titik yang membekaskan jejaknya sehingga terbentuk suatu goresan. Untuk menimbulkan bekas, biasa mempergunakan pensil, pena, kuas dan lain-lain. Bagi seni rupa, garis memiliki fungsi yang fundamental, sehingga diibaratkan jantungnya seni rupa. Garis sering pula disebut dengan kontur, sebuah kata yang samar dan jarang dipergunakan.. Gambar 2.7. Lukisan di dinding gua Lascaux Sumber : http://ursispaltenstein.ch/blog/images/uploads_img/lascaux_2.jpg. Pentingnya garis sebagai elemen seni rupa, sudah terlihat sejak dahulu kala. Nenek moyang manusia jaman dulu, menggunakan garis ini sebagai media ekspresi seni rupa di gua-gua. Mereka menggunakan garis ini untuk membentuk obyek-obyek ritual mereka. Sebagai contoh adalah lukisan di dinding gua Lascaux. 30. Universitas Kristen Petra.
(18) di Prancis, Leang-leang di Sulawesi, Altamira di Spanyol dan masih banyak lainnya. Selain berupa lukisan, nenek moyang manusia juga menggunakan garis sebagai media komunikasi, seperti huruf paku peninggalan bangsa Phoenicia (abad 12-10 SM) yang berupa goresan-goresan. Disamping potensi garis sebagai pembentuk kontur, garis merupakan elemen untuk mengungkapkan gerak dan bentuk. Baik bentuk dua dimensi maupun tiga dimensi. Bentuk garis bisa bersifat lurus atau lengkung, namun keduanya mempunyai bentuk dan karakter yang berbeda. Antara garis lurus dan garis lurus yang lainnya juga bisa berbeda, misalnya berbada dalam tekanan, ketebalan, dan letak. Masing-masing akan memiliki karakter sendiri. Sifat garis yang umum dikenal yaitu lurus, lengkung, dan bersudut. Dalam penggunaan mempunyai arah seperti horizontal, vertikal, diagonal atau miring. Garis pun mempunyai dimensi seperti tebal, tipis, panjang, dan pendek, juga saling berhubungan dalam bentuk garis parallel atau sejajar, garis memancar atau radiasi, dan garis yang saling berlawanan. Selanjutnya garis dalam desain komunikasi visual berperan aksen sebagai, pembatas dan kolom. Bentuk-bentuk garis, antara lain. . Garis Lurus Digunakan digunakan sebagai penunjukan yang disertai kualitas tertentu, misalnya: kekuatan, stabilitas, aspirasi, ketenangan, dan lain-lain.. . Garis Vertikal Yaitu garis yang berdiri tegak lurus, memberi kesan kekuatan yang bergerak ke atas yaitu pada saat mata kita tergerak untuk melihat dari bawah ke atas dan dengan menggunakan garis-garis arah vertikal untuk membantu pemberian kesan ketinggian yang nyata.. . Garis Horizontal Yaitu garis yang terletak mendatar, sejajar dengan cakrawala atau horizon, dan memberi kesan ketenangan serta membuat mata seolah-olah digerakkan dari arah kiri ke kanan. Gunanya untuk memberi kesan dan mempertegas pentingnya judul atau kalimat bila diberi garis pada bagian bawahnya.. . Garis Diagonal atau Oblique Arah garis bisa miring ke kiri atau ke kanan dan memberi kesan aman, gerakan, semangat, gelora, serta perlawanan. Oleh karena itu garis jenis ini. 31. Universitas Kristen Petra.
(19) biasa digunakan untuk memberi tekanan atau emphasis. Ketiga macam bentuk garis merupakan tiga kemungkinan maksimal yang bisa dimiliki oleh suatu garis lurus. . Garis Lengkung Merupakan garis lurus yang ditekuk atau dibengkokkan sehingga berupa suatu lengkungan, yang mampu menimbulkan kesan pada perasaan, yaitu kuat, lemah, sensitif, dan ekspresif. Seperti garis-garis lengkung yang terdapat pada lukisan Rubens yang berkesan menggairahkan; pada karya-karya Caravagio garis-garis lengkungnya terkesan lembut dan lunak; sedangkan garis lengkung pada kursi karya Charle Eames terkesan tenang. Garis lengkung sebagai garis dapat dikelompokkan dalam: (1) segmen lingkaran; (2) setengah lingkaran; (3) lingkaran penuh; (4) bentuk huruf S mendatar; (5) bentuk bergelombang; (6) bentuk spiral. Garis berbentuk setengah lingkaran atau huruf C, dapat dianggap sebagai bentuk bulan sabit tegak, motif ini berkesan melemahkan atau melunakkan. Garis berbentuk lingkaran penuh adalah bentuk yang sempurna dan sangat diperlukan dalam desain. Apabila dua segmen lingkaran digabungkan, akan terbentuk huruf S yang mendatar, yang kesannya mengalir, enerjik, penuh aktivitas yang pada abad ke-18 dianggap sebagai ―garis yang indah‖. Garis spiral menggambarkan proses pertumbuhan yang terlihat di alam, seperti lempengan bunga matahari yang berputar secara bertahap dimulai dari pusat batangnya atau kerang rumah siput. Kombinasi garis lengkung dengan garis lurus banyak dijumpai di alam, terutama pada tanaman dan pohon di sekitar kita. Apabila dalam suatu komposisi hanya digunakan garis-garis lengkung atau garis-garis lurus saja, kesannya akan monoton dan menjemukan. Oleh karena itu sejak zaman Yunani orang selalu menggabungkan kedua jenis garis tersebut.. . Garis-garis yang Berlawanan Adalah bila arah garis berlawanan secara tidak langsung akan terlihat adanya perbedaan atau pertentangan dalam hal posisi atau letak. Perlawanan tersebut menghendaki adanya variasi dalam arah garis, dengan ukuran garis yang sama panjang atau tidak sama panjang. Kecuali garis lurus, garis lengkung pun bisa saling berlawanan, demikian juga garis lengkung dengan garis lurus.. 32. Universitas Kristen Petra.
(20) Garis-garis yang saling berlawanan bisa menambah daya tarik dalam desain. Garis miring atau diagonal yang diatur saling berlawanan ke kiri dan ke kanan menghasilkan bentuk zigzag atau bergerigi yang juga dikenal sebagai bentuk chevron. Sedangkan garis horizontal dan vertikal dari berbagai ukuran dapat disusun sedemikian rupa sehingga menghasilkan bentuk semacam spiral atau dikenal dengan nama fret. . Garis Transisi Yaitu garis yang dengan mudah dapat mengarahkan mata dari satu bidang ke bidang lain. Contohnya, suatu sudut siku-siku yang terbentuk dari dua buah garis berlawanan yaitu garis horizontal dan garis vertikal bisa memberi kesan kesederhanaan atau kekerasan, namun kesan tersebut dapat diubah dan diperlunak dengan menambahkan garis lain umpamanya garis diagonal.. . Garis yang Berselang-seling. Berselang seling yang dimaksudkan di sini seperti halnya siang dan malam, hitam dan putih; jadi garis pendek bisa bergantian dengan garis panjang atau garis lurus berselang-seling dengan garis lengkung, dan sebagainya.. . Garis Berirama. Irama terjadi dari gerakan yang diperoleh dari pengulangan-pengulangan yang beraturan dari suatu elemen desain. Secara abstrak pengulangan dari semua jenis garis seperti yang dijelaskan di atas sangat diperlukan untuk menciptakan garis-garis berirama.. . Garis yang Memancar. Sebagai elemen desain sifat memancar dari suatu garis mengandung sifat-sifat seperti yang ditemui di alam, antara lain: -. Memancar seperti sinar matahari terbit atau terbenam. Sifat ini juga terdapat pada kerangka kipas tangan atau fan, yang terdiri dari garis-garis lurus yang memancar. Pada jenis kerangka-kerangka yang terlihat adalah garis-garis lengkung yang memancar.. -. Memancar dri titik pusat seperti yang terlihat pada bentuk bunga sederhana atau roda pedati.. -. Memancar dari garis sumbu seperti yang terlihat pada susunan helai daun tumbuh-tumbuhan.. 33. Universitas Kristen Petra.
(21) -. Memancar dari sudut siku-siku yang banyak terlihat dipakai untuk ornament atau karya seni. Perpaduan atau kombinasi dari garis-garis tersebut diperlukan untuk. membuat desain yang teratur (Kusmiati 3-6). Dalam hubungannya sebagai elemen seni rupa, garis memiliki kemampuan untuk mengungkapkan suasana. Suasana yang tercipta dari sebuah garis terjadi karena proses stimulasi dari bentuk-bentuk sederhana yang sering kita lihat di sekitar kita, yang terwakili dari bentuk garis tersebut. Sebagai contoh adalah bila kita melihat garis berbentuk ―S‖, atau yang sering disebut ―line of beauty‖ maka kita akan merasakan sesuatu yang lembut, halus dan gemulai. Perasaan ini terjadi karena ingatan kita mengasosiasikannya dengan bentukbentuk yang dominan dengan bentuk lengkung seperti penari atau gerak ombak di laut. Beberapa jenis garis beserta suasana yang ditimbulkannya seperti, garis lurus mengesankan kekuatan, arah dan perlawanan. Garis lengkung mengesankan keanggunan, gerakan, pertumbuhan. Berikut kami saijkan beberapa jenis garis beserta asosiasi yang ditimbulkannya: 1.. Horizontal: Memberi sugesti ketenangan atau hal yang tak bergerak.. 2.. Vertikal: Stabilitas, kekuatan atau kemegahan.. 3.. Diagonal: Tidak stabil, sesuatu yang bergerak atau dinamika.. 4.. Lengkung S: Grace, keanggunan.. 5.. Zig-zag: Bergairah, semangat, dinamika atau gerak cepat.. 6.. Bending up right: Sedih, lesu atau kedukaan.. 7.. Diminishing Perspective: Adanya jarak, kejauhan, kerinduan dan sebagainya.. 8.. Concentric Arcs: Perluasan, gerakan mengembang, kegembiraan dsb.. 9.. Pyramide: Stabil, megah, kuat atau kekuatan yang masif.. 10. Conflicting Diagonal: Peperangan, konflik, kebencian dan kebingungan. 11. Spiral: Kelahiran atau generative forces. 12. Rhytmic horizontals: Malas, ketenangan yang menyenangkan. 13. Upward Swirls: Semangat menyala, berkobar-kobar, hasrat yang tumbuh. 14. Upward Spray: Pertumbuhan, spontanitas, idealisme. 15. Inverted Perspective: Keluasan tak terbatas, kebebasan mutlak, pelebaran tak terhalang.. 34. Universitas Kristen Petra.
(22) 16. Water Fall: Air terjun, penurunan yang berirama, gaya berat. 17. Rounded Archs: Lengkung bulat mengesankan kekokohan. 18. Rhytmic Curves: Lemah gemulai, keriangan. 19. Gothic Archs: Kepercayaan dan religius. 20. Radiation Lines: Pemusatan, peletupan atau letusan.. Gambar 2.8. Isotype oleh Otto Neurath Sumber : http://wordsarepicturestoo.files.wordpress.com/2008/02/isotype_weaving1.jpg. Lebih jauh lagi, garis sesuai fungsinya yang khas, yang mampu membentuk simbol yang memiliki pengertian khusus, sangat menunjang penggunaannya sebagai elemen simbol. Penggunaan garis sebagai elemen simbol, pertama kali diperkenalkan oleh Otto Neurath (1882 - 1945) seorang pengajar dan ilmuwan sosial, yang menamakan simbol tersebut sebagai Isotype. Kemudian bahasa Isotype ini berkembang dan menjadi salah satu bahasa gambar yang mampu mewakili berbagai bentuk komunikasi (―Garis‖).. 35. Universitas Kristen Petra.
(23) 2.4.1.2. Kualitas Terang Gelap (Value) Value adalah dimensi mengenai terang gelap atau tua muda warna, yang disebut pula dengan istilah ―brightness‖ atau ke―terang‖an warna. Value merupakan nilai gelap terang untuk memperoleh kedalaman karena pengaruh cahaya. Value dapat pula disebut suatu gejala cahaya yang menyebabkan perbedaan pancaran warna suatu obyek. Value adalah alat untuk mengukur derajad ke‖terang‖an suatu warna yaitu seberapa terang atau gelapnya suatu warna jika dibandingkan dengan skala value atau tingkatan value: tint, tone, shade (Sanyoto 42).. Gambar 2.9. Value and Shade Sumber : http://www.williamsclass.com/ElectiveClassArt/ShadeValueSphere.jpg. Gradasi dari value juga biasa digunakan untuk menciptakan ilusi kedalaman. Bila garis mendeskripsikan bentuk obyek maka value akan memperjelas dan memperkaya garis sehingga bentuk tiga dimensi yang lebih hidup, tempat dan hubungan antar bentuk dapat ditentukan membentuk pola untuk menggambarkan tekstur obyek, serta memberikan kesan dramatis. Derajat perubahan value tergantung dari kesamaan antar bayangan dengan cahaya, juga dari sumber cahaya yang menimpa obyek. Daerah terang dan gelap dapat memberikan kesan tiga dimensi, seperti ketika pembuatan area bayangan pada. 36. Universitas Kristen Petra.
(24) wajah orang (―Skaalid‖). Pada skala value dapat terlihat sembilan tingkatan gelap ke terang. Tingkatan 1, 2, 3, adalah value gelap yang disebut shade; 4, 5, 6, value sedang disebut tone; 7, 8, 9, value terang disebut tint. Value 1 adalah hitam yang kita lihat sehari-hari, 0 merupakan hitam ideal, hitam sempurna atau gelap total, hitam yang sama sekali tidak memancarkan cahaya. Value 9 adalah putih yang kita lihat sehari-hari, 10 adalah putih ideal atau barangkali putih bukan seperti putih warna bahan tetapi putih bening sebagai sumber cahaya. Value 5 adalah abuabu atau value tengah-tengah. Dapat digambarkan bahwa value 9 keterangannya 100%, value 5 keterangannya 50%, value 1 keterangannya 0%. Value warnawarna ditentukan dengan referen abu-abu, seberapa lebih terang dan seberapa lebih gelap dari tingkatan abu-abu/tingkatan value. Tingkatan hue bila dibandingkan dengan skala value, terlihat: -. Kuning, warna paling terang, tingkat ke‖terang‖annya lebih pas dengan value ke 8.. -. Merah jingga dan biru hijau tingkat ke‖terang‖annya lebih pas dengan value ke 5.. -. Ungu, warna paling gelap, tingkat keterangannya lebih pas dengan value ke 2 (Sanyoto 42-3). Value juga digunakan untuk menciptakan atau menilai karya seni dilihat. dari karakter value, antara lain: -. Value terang (tint) karakternya: positif, bergairah, meriah, feminime, manis, ringan, dan lain-lain, tetapi ada kesan murung.. -. Value normal (tone) karakternya: tegas, jujur, jantan, murni, terbuka, kesan galak.. -. Value gelap (shade) karakternya: berat, dalam, muram, mengerikan, menakutkan (Sanyoto 47-8).. 2.4.1.3. Bentuk dan Ruang (Shape and Space) Pengertian bentuk menurut Leksikon Grafika adalah macam rupa atau wujud sesuatu, seperti bundar elips, bulat segi empat dan lain sebagainya. Dari definisi tersebut dapat diuraikan bahwa bentuk merupakan wujud rupa sesuatu, biasa berupa segi empat, segi tiga, bundar, elips, dan sebagainya (―Bentuk‖).. 37. Universitas Kristen Petra.
(25) Gambar 2.10. Shape and Space Sumber : http://www.bbc.co.uk/schools/ks3bitesize/maths/shape_and_space/images/solids.gif. Istilah bentuk atau form digunakan untuk menyatakan suatu bangun atau shape yang tampak dari suatu benda. Sebenarnya bentuk, massa, dan area, mempunyai arti yang sama. Begitu juga shape bisa diartikan sebagai form, khususnya untuk benda-benda yang sifatnya dua dimensional. Istilah ―massa‖ lebih dikaitkan dengan benda-benda yang berbentuk dua maupun tiga dimensional. Bentuk atau form adalah tubuh atau massa yang berisi garis-garis. Sedangkan garis adalah bagian tepi atau garis pinggir bentuk suatu benda atau biasa disebut ―kontur benda‖. Kontur memperlihatkan kepada kita bangun atau gerakan dari bentuk itu sendiri. Sebagai contoh, umpama sepatu: bentuknya adalah sepatu, tetapi konturnya yang menunjukkan kepada kita jenis dari sepatu itu sendiri, apakah itu sepatu olahraga, sepatu dansa, sepatu pantai, sepatu untuk wanita, pria atau anak-anak. Garis lurus atau lengkung termasuk elemen benda; tanpa bentuk, tetapi garis-garis tersebut dapat menjelaskan suatu bentuk: dengan menyusun garis, horizontal dan vertikal yang sama panjang akan terjadi suatu bentuk bangun bujur sangkar. Dengan cara yang sama, bentuk-bentuk lengkung yang disusun mengelilingi suatu pusat akan membentuk suatu bangun berupa lingkaran, sedangkan garis-garis diagonal yang sama panjang dapat membentuk suatu segitiga sama sisi. Semua bangun tersebut, bujur sangkar, lingkaran, dan segitiga. 38. Universitas Kristen Petra.
(26) sama sisi merupakan sebagian dari bentuk dasar yang dipergunakan untuk mendesain. Bentuk suatu benda bisa bersifat dua dimensional, yaitu datar tanpa ketebalan, atau bersifat tiga dimensional yang mempunyai ketebalan atau padat. Bentuk dasar lain yang bersifat dua dimensional yaitu lonjong oval, empat persegi panjang, trapesium, jajaran genjang, poligon, dan heksagon. Sedangkan yang bersifat tiga dimensional adalah kerucut, kubus, silinder, prisma, piramida, dan bola. Semua bentuk-bentuk tersebut dapat dikombinasikan satu dengan yang lainnya untuk menciptakan suatu karya desain (Kusmiati 6-8). Pada proses perancangan, bentuk menempati posisi yang tidak kalah penting dibanding elemen-elemen lainnya, mengingat bentuk-bentuk geometris biasa merupakan simbol yang membawa nilai emosional tertentu. Berikut beberapa contoh bentuk dan asosiasi yang ditimbulkannya berdasarkan buku Handbook of Design & Devices tulisan Clarence P. Hornung. 1.. Segitiga Merupakan lambang dari konsep Trinitas. Sebuah konsep religius yang mendasarkan pada tiga unsur alam semesta, yaitu Tuhan, manusia, dan alam. Selain itu segitiga merupakan perwujudan dari konsep keluarga yakni ayah, ibu, dan anak. Dalam dunia metafisika segitiga merupakan lambang dari raga, pikiran, dan jiwa. Sedangkan pada kebudayaan Mesir, segitiga digunakan sebagai. simbol. feminitas. dan. dalam. huruf. Hieroglyphs. segitiga. menggambarkan bulan. 2.. Yin Yang Yin Yang merupakan bentuk yang termasuk dalam jenis Monad, yakni bentuk yang terdiri dari figur geometris bulat yang terbagi oleh dua bentuk bersinggungan dengan masing-masing titik pusat yang berhadapan. Di China bentuk seperti ini disebut Yin Yang, di Jepang disebut Futatsu Tomoe sedangkan orang Korea menyebutnya Tah Gook. Yin Yang merupakan gambaran dua prinsip alam, Yang melambangkan kecerahan dan Yin melambangkan. kegelapan,. Yang. melambangkan. nirwana. dan. Yin. melambangkan dunia, Yang sebagai matahari dan Yin sebagai bulan, Yang memiliki posisi aktif, maskulin dan Yin pasif, feminin. Kesemuanya itu melambangkan prinsip dasar kehidupan, yakni keseimbangan (‖Bentuk‖).. 39. Universitas Kristen Petra.
(27) Ruang dalam bahasa Inggris disebut ―space‖, extent or area of ground, surface, etc. Artinya ruang adalah keluasan dari suatu bidang, permukaan, dan lain sebagainya. Ruang terjadi karena adanya persepsi mengenai kedalaman sehingga terasa jauh dan dekat, tinggi, dan rendah, tampak melalui indra penglihatan. Kesan adanya jarak praktis tidak ada setelah ada kapal terbang, kapal laut, kereta api, mobil, dan yang terakhir kapal luar angkasa, yang dengan cepat bisa sampai tujuan. Ruang dalam memang tidak terlihat, tetapi bisa menjadi nyata, dengan keberadaan benda-benda serta permukaan yang membatasi dan menegaskannya. Sebuah patung dapat dinikmati keberadaannya dalam ruang berkat bantuan cahaya yang meneranginya dan terjadinya bayangan, sehingga menonjolkan bentuknya yang tiga dimensional. Seorang pelukis menggunakan perspektif untuk membuat permukaan datar seolah-olah terdiri dari bidang-bidang yang saling berhubungan. Hubungan antar ruang merupakan bagian dari perencanaan desain, apakah itu berupa jarak antar huruf atau huruf dengan gambar yang terletak pada sebidang kertas. Ruang sebagai latar belakang dari suatu objek juga perlu diolah, umpamanya dengan memberi warna, tekstur, dan lain-lain (Kusmiati R., 8). Ruang dapat dibedakan menjadi dua jenis, ruang positif dan ruang negatif. Ruang positif adalah ruang yang berada di dalam benda yang berongga; atau juga ruang dibagian dalam dari penempatan dua masa atau lebih (yang berjarak satu sama lainnya). Dikatakan pula bahwa ruang positif terjadi karena dibatasi oleh dua masa atau lebih. Sedangkan ruang negatif adalah ruang yang berada diluar ruang positif (Wong 98). 2.4.1.4. Pola (Pattern) Pola adalah bentuk atau model (atau, lebih abstrak, suatu set peraturan) yang bisa dipakai untuk membuat atau untuk menghasilkan suatu atau bagian dari sesuatu, khususnya jika sesuatu yang ditimbulkan cukup mempunyai suatu yang sejenis untuk pola dasar yang dapat ditunjukkan atau terlihat, yang mana sesuatu itu dikatakan memamerkan pola. (―Pola‖).. 40. Universitas Kristen Petra.
(28) Gambar 2.11. Pattern Sumber : http://lottabruhn.typepad.com/lotta_bruhn_illustration/images/2008/01/18/elephan t_pattern.gif. Kebanyakan komposisi memiliki sebuah struktur yang menentukan posisi dan susunan dari gambar dan bentuk untuk menghasilkan permintaan visual dan harmoni. Desain yang terdiri dari beberapa komposisi gambar yang mirip/sama disebut pola. Pola dihasilkan dari pengulangan bentuk, ukuran, warna, tekstur, value, arah, posisi, dan orientasi, dalam bentuk tunggal atau kombinasi. Dalam dua dimensi, komposisi gambar dan atributnya seperti bentuk, warna, dan tekstur, dapat dipilih dan diatur untuk menciptakan pola. Tujuan penempatan setiap elemen-elemen visual menentukan struktur komposisi yang mendasari dan pengaruh hasil visual. Variasi dari pola dalam arsitektur, tekstil, dan karya seni yang ada sejak milenium pertama dan kedua Sebelum Masehi sampai sekarang merupakan bukti sejarah bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk menciptakan pola (Wallschlaeger dan Snyder 442).. 41. Universitas Kristen Petra.
(29) 2.4.1.5. Tekstur (Texture) Kualitas permukaan suatu benda dapat dirasakan, lebih kasar maupun halus, keras maupun lembut disebut tekstur. Tekstur merupakan elemen desain yang bersifat ekspresif dan emosional serta menggambarkan ciri khas pelukisnya. Tekstur adalah sifat dan kualitas fisik dari permukaan suatu bahan, seperti kasar, mengkilap, pudar atau kusam, yang dapat diaplikasikan secara kontras, serasi atau berupa pengulangan-pengulangan untuk suatu desain. Tekstur bisa berasal dari bahan serat alami maupun bahan buatan dari pabrik atau oleh manusia. Pada umumnya tekstur berkaitan dengan indra peraba, tetapi juga dengan indra penglihatan. Tekstur akan tampak jelas tergantung pada cahaya serta bayangannya atau disebabkan oleh ilusi optis (Kusmiati 8). Tekstur lihat lebih bersifat semu, artinya tekstur yang terlihat kasar tetapi jika diraba ternyata halus. Termasuk tekstur lihat/semu adalah tekstur bermotif, bercorak, atau bergambar. Namun tekstur lihat dapat pula bersifat nyata di mana dilihat kasar diraba pun kasar pula. Dengan demikian secara sederhana tekstur dapat dikelompokkan ke dalam tekstur kasar nyata, tekstur kasar semu, tekstur halus (Sanyoto 62).. Gambar 2.12. Texture Sumber : http://factorydirectcabins.com/gfx/colors/WoodTextureVinyl.jpg. Kualitas dan sifat permukaan yang disebut tekstur meliputi semua jenis permukaan bahan atau benda. Dalam penggunaan tekstur disusun secara serasi atau kontras, tetapi secara kontras hasilnya akan lebih menarik daripada kombinasi dengan tekstur yang serupa. Memang dibutuhkan keterampilan tersendiri dalam menggabungkan bermacam-macam tekstur pada karya desain, dan sulitnya tidak ada aturan khusus mengenai hal tersebut (Kusmiati 8-9).. 42. Universitas Kristen Petra.
(30) 2.4.1.6. Warna (Colours) Warna adalah kualitas dari mutu cahaya yang dipantulkan ke mata manusia sehingga dapat membangkitkan perasaan manusia. Warna adalah spektrum tertentu yang terdapat di dalam suatu cahaya sempurna (berwarna putih). Identitas suatu warna ditentukan panjang gelombang cahaya tersebut. Sebagai contoh warna biru memiliki panjang gelombang 460 nanometer. Panjang gelombang warna yang masih bisa ditangkap mata manusia berkisar antara 380780 nanometer. Dalam seni rupa, warna bisa berarti pantulan tertentu dari cahaya yang dipengaruhi oleh pigmen yang terdapat di permukaan benda. Misalnya pencampuran pigmen magenta dan cyan dengan proporsi tepat dan disinari cahaya putih sempurna akan menghasilkan sensasi mirip warna merah. Setiap warna mampu memberikan kesan dan identitas tertentu sesuai kondisi sosial pengamatnya. Misalnya warna putih akan memberi kesan suci dan dingin di daerah Barat karena berasosiasi dengan salju. Sementara di kebanyakan negara Timur warna putih memberi kesan kematian dan sangat menakutkan karena berasosiasi dengan kain kafan (meskipun secara teoritis sebenarnya putih bukanlah warna). Di dalam ilmu warna, hitam dianggap sebagai ketidakhadiran seluruh jenis gelombang warna. Sementara putih dianggap sebagai representasi kehadiran seluruh gelombang warna dengan proporsi seimbang. Secara ilmiah, keduanya bukanlah warna, meskipun bisa dihadirkan dalam bentuk pigmen (―Warna‖). Berikut adalah penjabaran peran warna secara rinci: a. Identifikasi b. Menarik perhatian c. Memberi pengaruh psikologi d. Mengembangkan asosiasi e. Membangun ketahanan minat f. Menciptakan suasana (‖Warna‖). 43. Universitas Kristen Petra.
(31) Gambar 2.13. Warna primer, sekunder, tertier Sumber : http://ariasdimultimedia.files.wordpress.com/2008/03/warna18.jpg. Warna-warna tertentu memiliki nilai tertentu. Misalnya penelitian psikologi telah membuktikan bahwa warna merah biasa membangkitkan agresif dan selera makan. Orang-orang akan lebih agresif dan lebih banyak makan di ruangan yang berdinding merah. a.. Klasifikasi Warna berdasarkan Spektrum Warna 1. Warna primer Dari warna-warna pada lingkaran warna terdapat tiga warna yang merupakan warna primer. Warna primer, atau disebut warna pertama, atau warna pokok. Disebut warna primer karena warna tersebut tidak dapat dibentuk dari warna lain. Disebut warna pokok karena warna tersebut dapat digunakan sebagai pokok pencampuran untuk memperoleh warna-warna yang lain (Sanyoto 19). Warna primer merupakan warna dasar yang terdiri dari merah (magenta) kuning (yellow), dan biru (cyan). Semua warna yang lain dapat diciptakan dengan mencampurkan tiga warna tersebut (―So, What‖ para. 6). 2. Warna sekunder Warna sekunder, atau disebut warna kedua (Sanyoto 20). Warna sekunder merupakan warna yang dihasilkan dari percampuran bersama antar berbagai warna primer; seperti warna merah dan biru yang menjadi ungu, kuning dan merah menjadi jingga, serta kuning dan biru menjadi hijau (―So, What‖ para. 11). 3. Warna tersier Warna tersier diperoleh dengan mencampur warna sekunder dengan warna di sebelahnya pada lingkaran warna (Gon 13).. 44. Universitas Kristen Petra.
(32) b.. Klasifikasi Warna berdasarkan Gambar/Ilustrasi 1. Warna monochrome Warna yang menambahkan atau mengurangi intensitas dari satu warna saja. Warna dan kedalamannya tergambarkan dalam kualitas terang maupun gelap. Gambar monochrome tidak merepresentasikan kenyataan atau realitas yang ada, namun mengidentifikasikan sebuah keseimbangan antara cahaya dan juga gelap dari sebuah obyek, bukan warna-warni ataupun gradasi dari sebuah obyek yang sesungguhnya. 2. Warna analogus Warna analogus merupakan yang terletak di tiap sebelah sisi dari warna yang mana saja. Warna-warna yang mempergunakan warna terang gelap dan intensitas dari warna terdekat, misalnya oranye warna analogusnya adalah merah dan kuning. Penggunaan warna analogus, umumnya memberikan kesan harmoni (―So,What‖ para. 15). 3. Warna komplementer Warna komplementer merupakan warna yang saling berlawanan dalam lingkaran warna. Warna komplementer selalu berlawanan secara kontras dan saling menonjol antara satu dengan yang lain. Umumnya, warna komplementer digunakan sebagai warna highlight (―So, What‖ para. 17). 4. Warna split komplementer Split komplementer terdiri dari sebuah warna dan warna analogus dari warna. komplementernya.. Dengan. menggunakan. warna. split. komplementer dapat memberikan desain dengan kontras yang tinggi, tetapi tidak seekstrim warna komplementer (―So, What‖ para. 18). 5. Warna triadic Warna triadic menggunakan tiga warna dengan pembagian yang sama dalam color wheel. Warna ini terkenal di kalangan seniman karena menawarkan kontras gambar yang kuat dengan tetap mempertahankan keseimbangan dan kekayaan warna. Warna triadic tidak sekontras warna komplementer tetapi warna triadic ini lebih memperlihatkan keseimbangan dan keharmonisan.. 45. Universitas Kristen Petra.
(33) 6. Warna tetradic Tetradic atau double complementary merupakan warna yang paling kaya daripada susunan warna yang lain karena menggunakan 4 warna yang tersusun dari dua pasang warna komplementer. Keharmonisan warna tetradic sulit untuk dicapai, jika semua warna digunakan dalam jumlah yang sama, maka susunan warna menjadi tidak seimbang, jadi harus dipilih satu warna yang dominan atau mengurangi warna.. Gambar 2.14. Warna analogus, komplementer, panas dan dingin Sumber : http://rizalkrent.files.wordpress.com/2009/03/color_theory_by_thomasdian1.jpg. 46. Universitas Kristen Petra.
(34) c.. Klasifikasi Warna berdasarkan Sensasinya 1.. Warna-warna panas Adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari merah hingga kuning. Warna ini menjadi simbol, riang, semangat, marah dsb. Warna panas mengesankan jarak yang dekat.. 2.. Warna-warna dingin Adalah kelompok warna dalam rentang setengah lingkaran di dalam lingkaran warna mulai dari hijau hingga ungu. Warna ini menjadi simbol kelembutan, sejuk, nyaman dsb. Warna sejuk mengesankan jarak yang jauh.. 3.. Warna-warna netral Adalah warna-warna yang tidak lagi memiliki kemurnian warna atau dengan kata lain bukan merupakan warna primer maupun sekunder. Warna ini merupakan campuran ketiga komponen warna sekaligus, tetapi tidak dalam komposisi tepat sama. Warna netral merupakan warna putih, hitam, abu-abu atau coklat (Gilchrist 2001).. d.. Klasifikasi Warna berdasarkan Karakteristiknya 1.. Warna positif atau aktif Yaitu kuning, merah, kuning kemerahan (jingga), dan juga merah kekuningan. Warna-warna ini memberikan kesan sifat dan karakter yang aktif.. 2.. Warna negatif atau pasif Yaitu biru, biru kemerahan, merah kebiruan. Warna-warna ini mengidentifikasikan kegelisahan, kepatuhan., kegairahan, pemikiran yang lemah lembut.. 47. Universitas Kristen Petra.
(35) Gambar 2.15. Hue, saturation, brightness Sumber : http://www.cecs.csulb.edu/~jewett/colors/hsb.jpg. e.. Klasifikasi Warna berdasarkan Kualitasnya 1.. Hue Hue adalah rona warna atau corak warna, yaitu karakteristik atau ciri khas yang kita gunakan untuk membedakan warna satu dengan yang lain misalnya merah, kuning, hijau, dan lain-lain, sehingga hue adalah warna. Hue di dalamnya menyangkut mengenai klasifikasi warna, nama warna, dan jenis warna (Sanyoto, 19).. 2.. Saturation atau Chroma Merupakan kekuatan dan kelemahan warna, mengacu pada intensitas warna. Saturation dari warna tidak konstan, tetapi bervariasi tergantung dari yang mengelilingi dan terang warna (―So, What‖ para. 22).. 3.. Value Yaitu kualitas warna, terang atau gelap dibandingkan dengan warna hitam atau putih. Semakin terang warna maka semakin tinggi valuenya dan lebih banyak sinar yang dipancarkan, contohnya warna kuning lebih terang daripada warna biru (―So, What‖ para. 23).. 48. Universitas Kristen Petra.
(36) Gambar 2.16. Tint. 4.. Tint and Shade Tint dan shade menjelaskan terciptanya variasi warna dari warna dasar. -. Tint, warna dengan value tinggi, warna-warna yang dianggap lebih ringan dan terang karena penambahan warna putih.. -. Shade, warna dengan value rendah, warna-warna yang lebih berat oleh karena tambahan unsur hitam (―So, What‖ para. 24).. f.. Klasifikasi Warna berdasarkan Maknanya 1.. Merah: power, energi, kehangatan, cinta, nafsu, agresi, bahaya. Warna merah kadang berubah arti jika dikombinasikan dengan warna lain. Merah dikombinasikan dengan hijau, maka akan menjadi simbol Natal. Merah jika dikombinasikan dengan putih, akan mempunyai arti ‖bahagia‖ di budaya Oriental.. 2.. Biru: kepercayaan, konservatif, keamanan, teknologi, kebersihan, keteraturan. Banyak digunakan sebagai warna pada logo Bank di Amerika Serikat untuk memberikan kesan ‖kepercayaan‖.. 3.. Hijau: alami, sehat, keberuntungan, pembaharuan. Warna hijau tidak terlalu ‖sukses‖ untuk ukuran global. Di Cina dan Perancis, kemasan dengan warna hijau tidak begitu mendapat sambutan. Tetapi di Timur Tengah, warna hijau sangat disukai.. 49. Universitas Kristen Petra.
(37) 4.. Kuning: optimis, harapan, filosofi, ketidakjujuran, pengecut (untuk budaya Barat), pengkhianatan. Kuning adalah warna keramat dalam agama Hindu.. 5.. Ungu: spiritual, misteri, kebangsawanan, transformasi, kekasaran, keangkuhan. Warna ungu sangat jarang ditemui di alam.. 6.. Oranye: energi, keseimbangan, kehangatan. Menekankan sebuah produk yang tidak mahal.. 7.. Coklat: tanah/bumi, reliability, comfort, daya tahan. Kemasan makanan di Amerika sering memakai warna coklat dan sangat sukses. Tetapi di Kolumbia, warna coklat untuk kemasan kurang begitu membawa hasil.. 8.. Abu-abu:. intelek,. masa. depan. (seperti. warna. Milenium),. kesederhanaan, kesedihan. Warna abu-abu adalah warna yang paling gampang/mudah dilihat oleh mata. 9.. Putih: kesucian, kebersihan, ketepatan, ketidakbersalahan, steril, kematian. Di Amerika, putih melambangkan perkawinan (gaun pengantin berwarna putih), tetapi di banyak budaya Timur (terutama India dan Cina), warna putih melambangkan kematian.. 10. Hitam: power, seksualitas, kecanggihan, kematian, misteri, ketakutan, kesedihan, keanggunan. Melambangkan kematian dan kesedihan di budaya Barat. Sebagai warna kemasan, hitam melambangkan keanggunan atau elegance, kemakmuran atau wealth dan kecanggihan atau sopiscated.. 50. Universitas Kristen Petra.
(38) 2.5. Tinjauan Unsur Komposisi 2.5.1. Layout Menurut Gavin Ambrose dan Paul Harris, layout adalah penyusunan dari elemen-elemen desain yang berhubungan ke dalam sebuah bidang sehingga membentuk susunan artistik. Hal ini bisa juga disebut manajemen bentuk dan bidang. Tujuan utama layout adalah menampilkan elemen gambar dan teks agar menjadi komunikatif dalam sebuah cara yang dapat memudahkan pembaca menerima informasi yang disajikan. a.. Sejarah Layout secara Umum ke Khusus Selama lebih dari ratusan tahun, banyak orang berusaha menciptakan. suatu komposisi yang ideal. Vitruvius, seorang arsitektur ahli dari Romawi melakukan sebuah pendekatan matematis untuk sebuah komposisi yang dianggapnya ideal. Perhitungan ini kemudian dikenal dengan nama the golden mean atau the golden section. Kemudian teori ini banyak digunakan sebagai pedoman bagi pelukis dan desainer-desainer awal untuk meletakkan focal point dalam bidang. Tujuan dasar Golden mean adalah membagi garis ratio mendekati 8:13 dan menarik garis di masing-masing sisi untuk mendapatkan sebuah titik. (Ambrose, Gavin & Paul Haris 57) b.. Perkembangan Layout Perkembangan layout ini terjadi karena mulai munculnya pemikiran-. pemikiran untuk melanggar komposisi gambar yang mendasar tersebut. Hal ini dilakukan untuk mencapai bentuk yang lebih menarik. Menurut John Raynes, komposisi yang beraneka ragam ini terjadi sejak ditemukannya kamera, dimana orang-orang mulai berani untuk melakukan manipulasi komposisi. Hal ini dapat dilakukan dengan permainan grid sebagai garis bantu sehingga obyek dapat berada di tempat yang unik, menarik, namun tetap seimbang. Umumnya pengaturan komposisi menggunakan elemen-elemen yang berguna untuk menjaga keseimbangan gambar. Seperti penggunaan obyek pembantu, latar belakang, gradasi, dsb. Grid dapat diartikan sebagai garis khayalan atau semu yang membagibagi bidang Desain dalam jumlah tertentu dan ukuran tertentu. Grid ini umumnya digunakan sebagai garis bantu sebagai pedoman peletakan elemen-elemen desain. 51. Universitas Kristen Petra.
(39) dalam tata letak, termasuk di dalamnya adalah teks sebagai bodycopy. Dengan bantuan grid system tampilan tata letak dapat diolah menjadi menarik dan lebih teratur. Pada umumnya grid ini digunakan bila seorang desainer merancang sebuah tata letak dengan jumlah halaman yang banyak seperti buku atau brosur, agar terdapat keutuhan dalam desain. Grid jarang digunakan untuk perancangan desain satu halaman saja. Grid sebagai struktur fondasi dasar tata letak memiliki beberapa fungsi sebagaimana dikemukakan oleh Josef Müller-Brockman, Desainer dari Zürich yang cukup dikenal dengan kontribusinya dalam penyusunan sistem grid (Ambrose, Gavin & Paul Haris 49) . Untuk membangun argumen secara obyektif dalam komunikasi visual.. . Untuk membangun dan menyusun teks dan materi ilustratif secara sistematis dan logis.. . Untuk menyusun teks dan ilustrasi dalam susunan yang rapi, padat dan memiliki irama tersendiri.. . Untuk menyatukan materi-materi visual agar dapat terbaca dengan jelas dalam struktur yang padat juga. Grid merupakan susunan baris yang cukup fleksibel bukan mengikat.. Sifatnya adalah sebagai panduan atau pedoman bukan sebagai hukum. Dengan variasi penyusunan yang berbeda satu kerangka grid dapat menghasilkan berbagai jenis tata letak yang berbeda-beda. Tentu saja hal ini adalah sebuah trik agar pembaca tidak mengalami kebosanan setelah membaca puluhan halaman dengan posisi yang sama. Dalam penyusunan grid, tetap muncul beberapa panduan dasar dalam membagi-bagi halaman dengan garis-garis batas. Garis-garis ini antara lain adalah bleed, gutter, trimmed page size. Bleed adalah garis batas yang sebaiknya tidak dilewati dalam penyusunan tata letak. Sebab garis ini merupakan garis perkiraan dimana pisau akan memotong bagian luar bleed. Terdapat batasan toleransi bleed, karena tidak selamanya pisau potong dapat tepat memotong di titik tersebut. Umumnya bleed adalah sekitar 0,5-1 cm dari ukuran asal kertas. Arti harafiah gutter adalah selokan, gutter merupakan jarak pemisah antara teks dengan elemen lain (jarak antar kolom). Central gutter adalah bagian tengah halaman yang akan dilipat dan dijilid. Kondisi ini kadang akan mengurangi. 52. Universitas Kristen Petra.
(40) ukuran kertas akibat termakan lipatannya. Karena itu, garis grid gutter merupakan batas dimana teks atau elemen lain, seperti gambar berhenti di bagian dekat lipatan. (Sihombing MFA, Danton 88) Trimmed page size merupakan grid yang mengecilkan batas-batas halaman. Umumya digunakan untuk teks. Penyempitan area baca ini dimaksudkan agar teks tidak berkesan hendak keluar dari halaman. Garis-garis ini sebagai garis terluar tempat teks akan merapat. Grid gutter merupakan bagian dari garis trimmed page size juga. Garis-garis yang menyusun bidang trimmed paper size ini lebih dikenal oleh masyarakat awan sebagai margin. Dimana tidak ada aturan yang baku untuk jarak masing-masing margin. Tetapi pada dasarnya, margin yang sama besarnya akan nampak lebih membosankan dibandingkan margin dengan ukuran yang berbeda-beda. Karena dengan margin yang berbeda ukuran, trimmed paper size akan terlihat lebih dinamis dan asimetris. Dalam area trimmed page size, grid dapat membagi-bagi halaman lagi dengan garis horizontal dan vertikalnya. Perpotongan garis-garis ini membentuk kolom. Dalam tata letak dikenal berbagai variasi jumlah kolom. Yang umum ditemukan dalam majalah atau buku adalah 2, 4, atau 5. Selebihnya kolom akan terlalu kecil sehingga teks akan sulit untuk dibaca. Jarak antara satu kolom dengan yang lain juga dikenal dengan nama gutter atau disebut juga sebagai alley yang secara harafiah berarti gang. Teks yang mengisi kolom memiliki berbagai variasi format perataan teks yang lebih dikenal dengan nama alignment. Jenis-jenis alignment ini adalah rata kiri atau left flush, yaitu bila kolom teks rata pada bagian kirinya. Rata kanan atau right flush bila kolom teks rata pada bagian kanannya. Centered atau rata tengah adalah kondisi bila teks dalam kolom rata lurus pada bagian tengah kolom. Justified adalah kondisi rata kiri dan kanan, dimana jarak antar kata (word spacing) dan antar huruf (kerning) disesuaikan lagi agar teks dapat benar-benar berbentuk kotak. Random atau no alignment atau acak adalah pola yang sama sekali berbeda dengan keempat pola diatas. Peletakan kata tiap baris disusun secara acak sehingga tidak ada suatu pola yang jelas. (Sihombing MFA, Danton 91). 53. Universitas Kristen Petra.
(41) c.. Jenis Layout Dalam penataan tipografi, seperti yang telah dijelaskan di atas layout. dapat dibagi menjadi beberapa bagian, menurut penataan barisnya, yaitu sebagai berikut : . Rata kiri (Flush left) Layak digunakan untuk naskah yang panjang atau pendek. Bagian. kanan susunan huruf menghasilkan bentuk irregular yang memberikan kesan dinamis. Contoh : ---------------------------------------------------------------------------------------------. Rata kanan (Flush Right) Hanya layak digunakan untuk naskah yang pendek dengan penataan. jumlah huruf-huruf perbarisnya hampir setara. Contoh : -------------------------------------------------------------------------------------------. Rata tengah (Centered) Hanya layak digunakan untuk jumlah naskah yang pendek dengan. penataan jumlah huruf yang seimbang pada tiap barisnya. Contoh : ----------------------------------------------------------------------------------------------. 54. Universitas Kristen Petra.
(42) . Rata kiri-kanan (Justified) Layak digunakan untuk naskah yang panjang. Keteraturannya. memberikan kesan bersih dan rapi. Namun, jarak antar kata harus diperhatikan bila jumlah huruf tidak sebanding dengan lebar kolom. Contoh : ------------------------------------------------------------------------------------------------------------. Asimetris (Random) Penataan ini berbeda dengan empat cara penataan di atas. Setiap baris. disusun secara acak (random) sehingga tidak ada pola baris yang dapat diprediksi panjangnya ataupun penempatannya. Contoh : ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------Dalam penataan gambar dan tipografi secara bersamaan, layout dapat dibagi menjadi dua bagian, yaitu : a. Grid Sistem grid merupakan formal layout yang bertunpu pada garis-garis vertikal dan horizontal yang membagi bidang menjadi kotak-kotak. Sebuah grid diciptakan sebagai solusi terhadap permasalahan penataan elemen-elemen visual dalam sebuah ruang. Sistem Grid digunakan untuk mempermudah menciptakan sebuah komposisi visual. Tujuan utama dari penggunaan sistem grid dalam sebuah desain grafis adalah untuk menciptakan suatu rancangan yang komunikatif dan memuaskan secara estetik. Sistem grid dibagi menjadi beberapa jenis : . Manuscript grid Layout dimulai dengan penempatan judul utama baru disertai dengan isinya, berkesan rapi dan resmi.. 55. Universitas Kristen Petra.
(43) . Column grid Layout digolongkan menjadi bagian-bagian vertikal, dengan tujuan untuk mengelompokkan data agar lebih mudah pemahamannya.. . Modular grid Layout dibagi berupa kotak-kotak agar lebih menarik.. . Hierarchical grid Layout disusun sedemikian rupa agar menarik perhatian, tetapi masih tetap berkesan rapi dan teratur.. . Dynamic grid Layout yang dinamis, pembagian kolomnya kurang jelas, dipengaruhi oleh tipografi, beralur.. b. Ungrid Merupakan sebuah susuan layout yang dinamis, dimana pengaturan kolomnya dilakukan secara bebas dan dipengaruhi oleh tipografi dan beralur. Menurut Gavin Ambrose dan Paul Harris dalam bukunya Basic Desain Layout, dibagi menjadi : . Grid System Sebuah grid diciptakan sebagai solusi terhadap permasalahan penataan. elemen-elemen visual dalam sebuah ruang. Grid system digunakan sebagai perangkat untuk mempermudah menciptakan sebuah komposisi visual. Melalui grid system seorang perancang grafis dapat membuat sebuah sistematika guna menjaga konsistensi dalam melakukan repetisi dari sebauh komposisi yang sudah diciptakan. Tujuan utama dari penggunaan grid system adalah untuk menciptakan suatu rancangan yang komunikatif dan memuaskan secara estetik. . The Golden Section Sebelum kita bisa membuat grid, kita memerlukan sebuah halaman. untuk meletakkannya. Di bidang seni grafis, proporsi agung menjadi dasar pembuatan ukuran kertas dan prinsip tersebut dapat digunakan untuk menyusun keseimbangan sebuah desain. Proporsi agung sudah ditemukan sejak zaman kuno untuk menghadirkan proporsi yang sangat sempurna dan indah. Membagi sebuah garis dengan perbandingan mendekati rasio 8:13 berarti bahwa jika garis yang lebih panjang dibagi dengan garis yang lebih pendek. 56. Universitas Kristen Petra.
(44) hasilnya akan sama dengan pembagian panjang garis utuh sebelum dipotong dengan garis yang lebih panjang tadi. Proporsi agung juga dikenal dalam istilah deret bilangan fibonacci, yaitu deret bilangan yang setiap bilangannya adalah hasil jumlah dari dua bilangan sebelumnya dan dimulai dari nol. Deret bilangan ini memiliki rasio 8:13 yaitu rasio proporsi agung. Bilangan ini sering dipakai dalam pengukuran bangunan, arsitektur, karya seni, huruf hingga layout sebuah halaman karena proporsinya yang harmonis. 0 1 1 2 3 5 8 13 21 34 55 89 144 233 377 ... Sebuah obyek yang mempunyai proporsi agung mampu sekaligus memuaskan mata dan tercermin pada benda-benda alam. Ujung daun pakis dan spiral dalam rumah keong adalah contoh yang paling populer. . The Symetrical Grid Dalam grid yang simetris, halaman kanan akan berkebalikan persis. seperti bayangan cermin dari halaman kiri. Ini memberikan dua margin yang sama baik margin luar maupun margin dalam. Untuk menjaga proporsi, margin luar memiliki bidang yang lebih lebar. Layout klasik yang dipelopori oleh Jan Tschichold (1902-1974) seorang typographer dari Jerman ini didasari ukuran halaman dengan proporsi 2:3. 2.6.. Tinjauan Gambar Ilustrasi Ilustrasi berasal dari bahasa Latin ‖illustrace” yang berarti menerangi atau. menghias. Suatu penghias buku yang berasal dari dunia tumbuhan dan hewan, penggambarannya berdasarkan naskah yang menyertainya. Dalam pengertian umum, ilustrasi berarti gambar atau foto yang menyertai naskah dalam buku, majalah, atau media masa untuk lebih menjelaskan naskah tersebut. Sedangkan dalam pengertian khusus, ilustrasi berarti gambar yang berfungsi menyemarakan halaman-halaman buku itu sebagai karya cetak, yang mempunyai keindahan tersendiri dalam kombinasi dengan jenis huruf cetak yang dipakai. Ilustrasi adalah hasil visualisasi dari suatu tulisan dengan teknik drawing, lukisan, fotografi, atau teknik seni rupa lainnya yang lebih menekankan hubungan subjek dengan tulisan yang dimaksud daripada bentuk. Tujuan ilustrasi adalah untuk menerangkan atau menghiasi suatu cerita, tulisan, puisi, atau informasi. 57. Universitas Kristen Petra.
Dokumen terkait
Meskipun pada awalnya variabel–variabel yang telah dianalisis telah dikelompokkan secara acak ke dalam beberapa faktor, namun untuk analisis dan interpretasi selanjutnya
Kemungkinan pengaruh pH sebagai faktor yang berpengaruh pada penelitian ini adalah pH dari ekstrak karena ekstrak kulit manggis yang digunakan memiliki pH yang rendah yaitu
PeraturanPemerintahNomor 54 Tahun 2005 tentangPerubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 70 Tahun 1992 tentang Bank Umum sebagaimana telah beberapa kali diubah terakhir
Dalam penyelenggaraan kegiatan pendidikan evaluasi pembelajaran dapat berupa Ujian Tengah Semester (UTS),Ujian Blok, Ujian Sisipan, Kuis, Tugas, Praktikum, Responsi, dan
pengembangan dan aktivitas Observatorium Imah Nong berubah fungsi pribadi menjadi aneka ragam fungsi dan peran multiguna di bidang penelitian dan pengembangan
mampu memvisualisasikan sejumlah perilaku konkrit yang membuktikan orang beriman dalam berpolitik di kehidupan masa kini.
Data primer adalah data yang diperoleh secara langsung dari sumber pertama yang terkait dengan permasalahan yang akan. 2 Bambang
sterilisasi dan pertumbuhan mikroorganisme pada makanan kaleng agar dapat diselesaikan secara numerik dengan metode beda