PENGADILAN MILITER III-19 JAYAPURA PUTUSAN Nomor : 25-K PM.III-19 AD VII 2012 DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Teks penuh

(1)

PUTUSAN

Nomor : 25-K / PM.III-19 / AD / VII / 2012

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Militer III-19 Jayapura yang bersidang di Jayapura dalam memeriksa dan mengadili perkara pidana pada Tingkat Pertama secara In Absensia telah menjatuhkan putusan dalam perkara Terdakwa :

Nama lengkap : FADIL

Pangkat/NRP : Pratu/31030371270681

Jabatan : Tabak SO Ru 2 Ton 2 Kipan D

Kesatuan : Yonif 753/AVT

Tempat tanggal lahir : Bima 8 Juni 1981

Jenis kelamin : Laki-laki

Kewarganegaraan : Indonesia

Agama : Islam

Tempat tinggal : Asrama Yonif 753/AVT Nabire.

Terdakwa tidak ditahan.

PENGADILAN MILITER III-19 Jayapura tersebut di atas.

Membaca : Berita Acara Pemeriksaan pendahuluan dalam perkara ini.

Memperhatikan : 1. Surat Keputusan Penyerahan Perkara dari Danbrigif 20/IJK

Selaku PAPERA Nomor : Kep / 06 / IV / 2011 tanggal 17 Januari 2012.

2. Surat Dakwaan Oditur Militer Nomor : Dak / 22 / II / 2012

tanggal 15 Pebruari.

3. Relaas Penerimaan surat panggilan untuk menghadap

sidang kepada Terdakwa dan para Saksi.

4. Surat-surat lain yang berhubungan dengan perkara ini.

Mendengar : 1. Pembacaan Surat Dakwaan Oditur Militer : Dak / 22 / II /

2012 tanggal 15 Pebruari 2012 yang dibacakan di depan sidang yang dijadikan dasar pemeriksaan perkara ini.

2. Hal-hal yang diterangkan oleh para Saksi dipersidangan

dibawah sumpah.

Memperhatikan : 1. Tuntutan pidana (requisitoir) Oditur Militer yang dibacakan di

persidangan dan diajukan kepada Pengadilan yang pada pokoknya menyatakan bahwa Terdakwa secara sah dan menyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana :

“ Desersi Dalam Waktu Damai ”.

Sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana menurut pasal 87 ayat (1) ke-2 Jo Ayat (2) KUHPM dan ketentuan perundang-undangan lain yang berlaku.

Dan oleh karenanya Oditur Militer memohon agar Terdakwa dijatuhi dengan :

a. Pidana Pokok : Dipenjara selama 1 (satu) Tahun.

(2)

b. Menetapkan alat bukti berupa.

Surat : - 3 (tiga) lembar Absensi atas nama FADIL,

Pratu Nrp 31030371270681.

Tetap dilekatkan dalam berkas perkara.

c. Mewajibkan kepada Terdakwa untuk membayar biaya

perkara sebesar Rp. 10.000,-( sepuluh ribu rupiah ).

Menimbang : Bahwa menurut Surat Dakwaan tersebut diatas, Terdakwa pada

pokoknya didakwa telah melakukan tindak pidana sebagai berikut :

Bahwa Terdakwa pada waktu-waktu dan ditempat-tempat seperti tersebut di bawah ini yaitu sejak tanggal tiga belas bulan Agustus tahun dua ribu sebelas sampai dengan tanggal dua puluh delapan bulan Oktober tahun dua ribu sebelas atau waktu lain, setidak-tidaknya pada suatu waktu dalam tahun dua ribu sebelas bertempat di Yonif 753/AVT Kabupaten Nabire atau ditempat lain, setidak-tidaknya disuatu tempat yang termasuk wewenang Pengadilan Militer III-19 Jayapura, telah melakukan tindak pidana :

“Militer yang karena salahnya atau dengan sengaja melakukan ketidakhadiran tanpa ijin dalam waktu damai lebih lama dari tiga puluh hari ”

Perbuatan tersebut dilakukan dengan cara-cara sebagai berikut :

1. Bahwa Terdakwa adalah Prajurit TNI AD yang sampai

sekarang masih berdinas aktif di Yonif 753/AVT Nabire dan menjabat sebagai Tabak SO Ru 2 Ton 2 Kipan D dengan pangkat terakhir Pratu NRP. 31030371270681.

2. Bahwa menurut Serda Moh. Choirul Alam (Saksi I) dan

Serda Rendy Osea Hamidi (Saksi II), Terdakwa tidak masuk dinas atau meninggalkan Kesatuan tanpa ijin Danyonif 753/AVT atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 13 Agustus 2011 dan sampai dengan sekarang, Terdakwa belum kembali ke Kesatuan Yonif 753/AVT.

3. Bahwa alasan Terdakwa meninggalkan Kesatuan Yonif

753/AVT karena Terdakwa mempunyai wanita lain (selingkuhan) dan diketahui oleh istri Terdakwa sehingga rumah tangganya sudah tidak harmonis.

4. Bahwa selama pergi meninggalkan kesatuan, keberadaan

Terdakwa tidak diketahui dan Terdakwa juga tidak pernah memberitahukan tentang keberadaannya baik secara lisan maupun tertulis ke Kesatuannya, sehingga dari Kesatuan telah berupaya mencari Terdakwa di sekitar Kota Nabire namun Terdakwa tidak diketemukan.

5. Bahwa dengan demikian Terdakwa telah meninggalkan

Kesatuan Yonif 753/AVT tanpa ijin Danyonif 753/AVT atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 13 Agustus 2011 sampai dengan dibuatkan Berita acara tidak diketemukan Terdakwa pada tanggal 28 Oktober 2011 atau selama kurang lebih 67 (enam puluh tujuh) hari atau lebih lama dari 30 (tiga puluh) hari secara berturut-turut, dan sampai dengan sekarang Terdakwa belum kembali ke Kesatuan Yonif 753/AVT.

6. Bahwa selama meninggalkan kesatuan, baik Terdakwa

(3)

BERPENDAPAT : Bahwa perbuatan Terdakwa tersebut telah memenuhi unsur-unsur tindak pidana sebagaimana dirumuskan dan diancam dengan pidana yang tercantum dalam pasal 87 ayat (1) ke-2 jo ayat (2) KUHPM.

Menimbang : Bahwa berdasarkan laporan polisi tanggal 6 Oktober 2011

Terdakwa telah meninggalkan Kesatuan tanpa ijin sejak tanggal 13 Agustus 2011 sampai dengan tanggal 28 Oktober 2011.

1. Panggilan ke-1 menghadap persidangan Pengadilan Militer

Nomor : B/198/IV/2012 pada tanggal 11 April 2012.

2. Panggilan ke-2 menghadap persidangan Pengadilan Militer

Nomor : B/316 /VI/2012 pada tanggal 1 Juni 2012.

Menimbang : Bahwa guna terselesainya perkara dengan cepat dan demi tetap

terjaganya disiplin prajurit maka dengan memedomani ketentuan pasal 143 undang-undang Nomor : 31 tahun 1997, Majelis Hakim menyatakan dalam memeriksa dan memutuskan perkara Terdakwa

An. Fadil Pratu NRP 31030371270681dilakukan tanpa hadirnya

Terdakwa (secara In Absensia).

Menimbang : Bahwa berdasarkan surat dari Komandan Yonif 753/AVT Nomor :

B/44/VI/2012 tanggal 11 Juni 2012 tentang jawaban panggilan sidang yang menyatakan bahwa Satuan tidak dapat menghadirkan Terdakwa An. Fadil Pratu NRP 31030371270681 dikeluarkan sampai dengan sekarang belum kembali ke Kesatuan.

Menimbang : Bahwa para Saksi setelah dipanggil berdasarkan ketentuan

undang-undang, namun sampai waktu yang ditentukan para Saksi tersebut tidak dapat hadir karena ada tugas khusus dari Kesatuannya, oleh karenanya dengan berpedoman pada pasal 155 UU Nomor 31 tahun 1997, maka keterangan para Saksi dalam Berita Acara Pemeriksaan disertai dengan Berita Acara pengambilan sumpah dibacakan sebagai berikut :

Saksi-I : Nama lengkap : Moh. Choirul Anam, Pangkat/NRP :

Serda/21090205900687, Jabatan : Danru 2 Ton I Kipan D, Kesatuan : Yonif 753/AVT, Tempat Tanggal lahir : Bojonegoro, 10

Juni 1987 , Jenis kelamin : Laki-laki, Kewarganegaraan :

Indonesia, Agama : Islam, Tempat tinggal : Asrama Yonif

753/AVT Nabire.

Keterangan Saksi-I yang dibacakan dalam persidangan pada pokoknya sebagai berikut :

1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa sekira bulan Maret

2010 di Yonif 753/AVT, hanya sebatas hubungan antara atasan dengan bawahan dan tidak mempunyai hubungan keluarga.

2. Bahwa Saksi mengetahui Terdakwa telah meninggalkan

Kesatuan tanpa ijin Danyonif 753/AVT atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 13 Agustus 2011 sampai dengan saat Saksi diperiksa di POM tanggal 6 Oktober 2011 Terdakwa belum kembali ke Kesatuan Yonif 753/AVT.

3. Bahwa Saksi mengetahui alasan Terdakwa meninggalkan

Kesatuan tanpa ijin karena Terdakwa mempunyai wanita lain (selingkuhan) dan diketahui oleh istri Terdakwa sehingga rumah tangganya sudah tidak harmonis.

4. Bahwa selama meninggalkan Kesatuan, Saksi tidak

(4)

5. Bahwa selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan, Kesatuan telah melakukan pencarian terhadap Terdakwa disekitar kota Nabire namun Terdakwa tidak ditemukan.

6. Bahwa selama meninggalkan kesatuan, baik Terdakwa

maupun Kesatuan Terdakwa tidak sedang melaksanakan ataupun dipersiapkan untuk tugas Operasi Militer dan Negara Republik Indonesia dalam keadaan damai.

Saksi-II : Nama lengkap : Rendy Osea Hamidi, Pangkat / NRP : Serda /

21080702810486, Jabatan : Bamin Kipan D, Kesatuan : Yonif 753/AVT, Tempat tanggal lahir : Malang, 28 April 1986, Jenis kelamin : Laki-laki, Kewarganegaraan : Indonesia, Agama : Islam, Tempat tinggal : Asrama Yonif 753/AVT Nabire.

Keterangan Saksi-II yang dibacakan dalam persidangan pada pokoknya sebagai berikut :

1. Bahwa Saksi kenal dengan Terdakwa sejak bulan

Nopember 2008 di Yonif 753/AVT, hanya sebatas hubungan antara atasan dengan bawahan dan tidak mempunyai hubungan keluarga.

2. Bahwa Saksi mengetahui Terdakwa telah meninggalkan

Kesatuan tanpa ijin Danyonif 753/AVT atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 13 Agustus 2011 sekira pukul 17.00 Wit dan sampai dengan saat Saksi diperiksa di POM tanggal 6 Oktober 2011 Terdakwa belum kembali ke Kesatuan Yonif 753/AVT.

3. Bahwa Saksi mengetahui alasan Terdakwa meninggalkan

Kesatuan tanpa ijin karena mempunyai permasalahan rumah tangganya.

4. Bahwa selama meninggalkan Kesatuan, Saksi tidak

mengetahui keberadaan Terdakwa dan Terdakwa juga tidak pernah memberitahukan keberadaannya ke Kesatuan, baik secara tertulis maupun secara lisan.

5. Bahwa selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan,

Kesatuan telah melakukan pencarian terhadap Terdakwa disekitar kota Nabire namun Terdakwa tidak ditemukan.

6. Bahwa selama meninggalkan kesatuan, baik Terdakwa

maupun Kesatuan Terdakwa tidak sedang melaksanakan ataupun dipersiapkan untuk tugas Operasi Militer dan Negara Republik Indonesia dalam keadaan damai.

Menimbang : Bahwa Terdakwa tidak hadir dipersidangan tanpa lasan yang sah menurut undang-undang :

1. Bahwa walaupun dalam berkas perkara dari Denpom XVII/2

Nomor : BP-14/A-14/IN/XI/2011 tanggal 22 Nopember 2011 tidak dilengkapi dengan keterangan Terdakwa namun telah dilengkapi dengan Berita Acara tidak diketemukannya Terdakwa yang menyatakan bahwa Terdakwa telah meninggalkan dinas dari Kesatuan terhitung mulai tanggal 13 Agustus 2011 sampai dengan tanggal 28 Oktober 2011 saat dibuatnya berita acara tidak diketemukannya Terdakwa oleh Penyidik POM, dan Kesatuan Yonif 753/AVT telah melakukan pemanggilan dan pencarian terhadap Terdakwanamun sampai saat ini belum diketemukan keberadaannya.

2. Bahwa sesuai dengan pasal 124 ayat (4) jo pasal 141 (10) jo

(5)

perkara, oleh karena itu surat panggilan dan Berita Acara tidak diketemukannya Terdakwa menjadi persyaratan berkas perkara untuk diajukan kepersidangan dan diputus in Absensia (tanpa hadirnya Terdakwa).

Menimbang : Bahwa dari barang bukti yang diajukan oleh Oditur Militer ke

persidangan berupa :

Surat : - 3 (tiga) lembar Absensi atas nama FADIL,

Pratu Nrp 31030371270681.

Adalah alat bukti yang menunjukan ketidakhadiran Terdakwa ditempat yang diwajibkan baginya sehingga menjadi perkara ini, barang bukti berupa surat tersebut kesemuanya ternyata berhubungan dan bersesuian dengan bukti - bukti lain maka oleh karenanya dapat mempercepat pembuktian atas perbuatan yang didakwakan kepada Terdakwa.

Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan para saksi di bawah sumpah,

hal-hal yang diperiksa dari barang bukti, kemudian setelah menghubungkan yang satu dengan yang lainnya maka Majelis Hakim memperoleh fakta hukum yang pada pokoknya sebagai berikut :

1. Bahwa benar Terdakwa adalah Prajurit TNI AD yang sampai

sekarang masih berdinas di Yonif 753/AVT dan menjabat sebagai Tabak SO Ru 2 Ton 2 Kipan D dengan pangkat terakhir Pratu NRP. 31030371270681.

2. Bahwa benar Terdakwa tidak masuk dinas atau

meninggalkan Kesatuan tanpa ijin Danyonif 753/AVT atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 13 Agustus 2011 dan sampai dengan sekarang, Terdakwa belum kembali ke Kesatuan Yonif 753/AVT.

3. Bahwa benar alasan Terdakwa meninggalkan Kesatuan

Yonif 753/AVT karena Terdakwa mempunyai wanita lain (selingkuhan) dan diketahui oleh istri Terdakwa sehingga rumah tangganya sudah tidak harmonis.

4. Bahwa benar selama pergi meninggalkan kesatuan,

keberadaan Terdakwa tidak diketahui dan Terdakwa juga tidak pernah memberitahukan tentang keberadaannya baik secara lisan maupun tertulis ke Kesatuannya, sehingga dari Kesatuan telah berupaya mencari Terdakwa di sekitar Kota Nabire namun Terdakwa tidak diketemukan.

5. Bahwa benar dengan demikian Terdakwa telah

meninggalkan Kesatuan Yonif 753/AVT tanpa ijin Danyonif 753/AVT atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 13 Agustus 2011 sampai dengan sidang dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2012 atau selama 252 (dua ratus lima pulu dua) hari atau lebih lama dari 30 (tiga puluh) hari secara berturut-turut.

6. Bahwa benar selama meninggalkan kesatuan, baik

Terdakwa maupun Kesatuan Terdakwa tidak sedang

melaksanakan ataupun dipersiapkan untuk tugas Operasi Militer dan Negara Republik Indonesia dalam keadaan damai.

Menimbang : Bahwa lebih dahulu Majelis Hakim akan menanggapi beberapa hal

yang dikemukakan oleh Oditur Militer dalam tuntutannya dengan mengemukakan pendapat sebagai berikut :

(6)

namun demikian mengenai pidana yang di mohonkan dalam tuntutannya, Majelis Hakim akan mempertimbangkannya sendiri sebagaimana dalam diktum putusan ini.

Menimbang : Bahwa tindak pidana yang didakwakan oleh Oditur Militer dalam

dakwaannya yang disusun secara tunggal mengandung unsur-unsur sebagai berikut : mengemukakan pendapatnya sebagai berikut :

Unsur ke-1 “Militer” :

Bahwa yang dimaksud dengan “Militer” dalam pasal 46 KUHPM adalah mereka yang berikatan dinas secara sukarela pada angkatan perang, yang wajib berada dalam dinas secara terus menerus dalam tenggang waktu ikatan dinas tersebut dan semua sukarelawanlainnya pada angkatan perang dan militer wajib selama mereka itu beradalam dinas. yang dimaksud dengan angkatan perang adalah anggota TNI ( AD, AU dan TNI-AL serta satuan satuan lain yang dipanggil dalam perang menurut undang undang yang berlaku.

Bahwa seorang militer ditandai dengan : Pangkat, Nrp, Jabatan dan Kesatuan di dalam melaksanakan tugasnya atau berdinas memakai seragam sesuai dengan Matranya, lengkap dengan tanda pangkat, lokasi kesatuan dan atribut lainnya.

Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan para saksi dibawah sumpah serta

alat bukti lain yang terungkap dipersidangan maka diperoleh fakta-fakta sbb :

1. Bahwa benar Terdakwa adalah Prajurit TNI-AD yang sampai

sekarang masih berdinas aktif di yonif 753 / AVT dengan pangkat terakhir Pratu NRP. 31030371270681.

Bahwa dengan demikian Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur ke Satu “Militer ” telah terpenuhi.

Unsur kedua “Dengan sengaja Melakukan ketidak hadiran tanpa izin” :

Bahwa yang dimaksud dengan “Dengan sengaja” adalah menghendaki atau mengisafi terjadinya sesuatu tindakan beserta akibatnya artinya seorang yang melakukan tindakan dengan sengaja maka ia harus menghendaki dan menginsafi tindakannya tersebut beserta akibat yang akan ditimbulkannya.

(7)

Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan para saksi dibawah sumpah serta alat bukti lain yang terungkap dipersidangan maka diperoleh fakta-fakta sbb :

1. Bahwa benar Terdakwa adalah Prajurit TNI AD yang sampai

sekarang masih berdinas di Yonif 753/AVT dan menjabat sebagai Tabak SO Ru 2 Ton 2 Kipan D dengan pangkat terakhir Pratu NRP. 31030371270681.

2. Bahwa benar menurut Serda Moh. Choirul Alam (Saksi I)

dan Serda Rendy Osea Hamidi (Saksi II), Terdakwatidak masuk dinas atau meninggalkan Kesatuan tanpa ijin Danyonif 753/AVT atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 13 Agustus 2011 dan sampai dengan sekarang Terdakwa belum kembali ke Kesatuan Yonif 753/AVT.

Bahwa dengan demikian Majelis Hakim berpendapat bahwa Unsur kedua “ Dengan sengaja Melakukan ketidak hadiran tanpa izin “ telah terpenuhi.

Unsur ketiga “Dalam waktu damai” :

Bahwa yang diimaksud “dimasa damai” berarti bahwa si Pelaku / Terdakwa atau seorang prajurit melakukan ketidakhadiran tanpa izin itu Negara Republik Indonesia tidak dalam keadaan perang yang ditentukan oleh Undang-undang demikian pula Kesatuan Terdakwa / si Pelaku tidak melaksanakan atau tidak dipersiapkan untuk tugas-tugas Operasi Militer (58 KUHPM) yaitu perluasan dalam keadaan perang.

Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan para saksi dibawah sumpah serta

alat bukti lain yang terungkap dipersidangan maka diperoleh fakta-fakta sbb :

1. Bahwa benar dengan demikian Terdakwa telah

meninggalkan Kesatuan Yonif 753/AVT tanpa ijin Danyonif 753/AVT atau atasan lain yang berwenang sejak tanggal 13 Agustus 2011 sampai dengan sidang dilaksanakan pada tanggal 25 Juni 2012 atau selama 252 (dua ratus lima pulu dua) hari atau lebih lama dari 30 (tiga puluh) hari secara berturut-turut.

2. Bahwa benar selama Terdakwa meninggalkan Kesatuan,

Negara RI dalam keadaan damai tidak sedang bersengketa dangan Negara lain dan Kesatuan Terdakwa tidak sedang dipersiapkan atau tidak dalam suatu tugas Operasi Militer.

Bahwa dengan demikian Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur ke Tiga “Dalam waktu damai” telah terpenuhi.

Unsur ke Empat“Lebih lama dari tiga puluh hari”.

Bahwa melakukan ketidakhadiran lebih lama dari tigapuluh hari berarti Terdakwa tidak hadir tanpa ijin berturut-turut lebih dari waktu tiga puluh hari.

Menimbang : Bahwa berdasarkan keterangan para saksi dibawah sumpah serta

alat bukti lain yang terungkap dipersidangan maka diperoleh fakta-fakta sbb :

Bahwa benar dengan demikian Terdakwa telah

(8)

Bahwa dengan demikian Majelis Hakim berpendapat bahwa unsur keempat “Lebih lama dari tiga puluh hari “ telah terpenuhi.

Menimbang : Bahwa berdasarkan hal-hal yang diterangkan diatas yang merupakan fakta-fakta yang diperoleh dalam Persidangan, pengadilan berpendapat bahwa cukup bukti yang sah dan cukup menyakinkan bahwa Terdakwa bersalah telah melakukan tindak pidana :

“Militer yang dengan sengaja melakukan ketidak hadiran tanpa ijin dalam waktu damai lebih lama dari tiga puluh hari “.

Sebagaimana diatur dan diancam menurut Pasal 87 ayat (1) ke-2 Jo Ayat (2) KUHPM.

Menimbang : Sebelum sampai pada pertimbangan terakhir dalam mengadili

perkara ini, Pengadilan ingin menilai sifat hakekat dan akibat dari perbuatan Terdakwa serta hal-hal yang mempengaruhi sebagai berikut :

1. Bahwa sifat dari perbuatan Terdakwa adalah hanya

mengutamakan, mementingkan kepentingan pribadi dari pada kepentingan dinas.

2. Bahwa hakekat Terdakwa melakukan tindak pidana ini

merupakan cara Terdakwa untuk melarikan diri dari pelaksanaan tugas baik untuk selamanya maupun untuk sementara waktu.

3. Bahwa akibat perbuatan Terdakwa adalah dapat

mempengaruhi sendi-sendi kehidupan disiplin pada kesatuannya serta tugas dan tanggung jawab yang menjadi kewajiban Terdakwa dialihkan ke personil yang lain, sementara personil tersebut juga mempunyai tugas dan tanggung jawab sendiri pula sehingga dalam pelaksanaannya dapat mengganggu kelancaran tugas di satuan tempat Terdakwa bertugas.

Menimbang : Bahwa tujuan Majelis Hakim tidaklah semata-mata hanya

memidana orang-orang yang bersalah melakukan tindak pidana tetapi juga mempunyai tujuan untuk mendidik agar yang bersangkutan dapat insyaf dan kembali ke jalan yang benar menjadi Warganegarat yang baik sesuai falsafah Pancasila.

Menimbang : Bahwa sebelum Majelis Hakim menjatuhkan pidana atas diri

Terdakwa dalam perkara ini perlu terlebih dahulu memperhatikan hal-hal yang dapat meringankan dan memberatkan pidananya yaitu :

Hal-hal yang meringankan :

Nihil

Hal-hal yang memberatkan :

1. Bahwa perbuatan Terdakwa sangat bertentangan dengan

sendi-sendi kehidupan prajurit.

2. Bahwa perbuatan Terdakwa dapat berpengaruh terhadap

pembinaan disiplin prajurit disatuan.

3. Bahwa sampai saat ini Terdakwa tidak diketahui

keberadaannya dan belum kembali ke Kesatuan.

Menimbang : Bahwa perbuatan Terdakwa meninggalkan satuan tanpa ijin dari

(9)

mengindahkan aturan yang berlaku serta menarik diri dari Dinas oleh karenanya Majelis Hakim menilai Terdakwa harus di pisahkan dari Dinas TNI AD.

Menimbang : Bahwa setelah meneliti dan mempertimbangkan hal-hal tersebut

diatas, maka Majelis Hakim berpendapat bahwa hukuman sebagaimana yang tercantum pada diktum ini adalah adil dan seimbang dengan kesalahan Terdakwa.

Menimbang : Bahwa oleh karena Terdakwa harus dihukum maka ia harus

dibebani untuk membayar biaya perkara.

Menimbang : Bahwa barang- barang bukti dalam perkara ini berupa :

Surat : - 3 (tiga) lembar Absensi atas nama FADIL, Pratu

Nrp 31030371270681.

Oleh karena barang bukti ini merupakan keterangan ketidakhadiran Terdakwa yang erat kaitannya dengan tindak pidana yang dilakukan Terdakwa, maka perlu ditentukan statusnya untuk tetap dilekatkan dalam berkas perkara.

Mengingat : 1. Pasal 87 Ayat (1) Ke – 2 Jo Ayat (2) KUHPM.

2. Pasal 26 KUHPM.

3. Pasal 143 UU Nomor 31 Tahun 1997 dan ketentuan

perundang - undangan lain yang bersangkutan.

M E N G A D I L I

1. Menyatakan Terdakwa tersebut diatas yaitu : FADIL, Pratu Nrp.

31030371270681 Terbukti secara sah dan menyakinkan bersalah telah melakukan tindak pidana.

“Desersi dalam waktu damai”.

2. Memidana Terdakwa oleh karena itu dengan :

Pidana pokok : Penjara selama 1 (satu) tahun.

Pidana tambahan : Dipecat dari dinas Militer.

3. Menetapkan barang-barang bukti berupa :

Surat : - 3 (tiga) lembar Absensi atas nama FADIL, Pratu Nrp

31030371270681.

Tetap dilekatkan dalam berkas perkara.

4. Membebankan biaya perkara kepada Terdakwa sebesar Rp. 10.000,-( sepuluh

(10)

Demikianlah diputuskan pada hari Senin tanggal 25 Juni 2012 dalam musyawarah Majelis Hakim oleh ADIL KARO KARO, SH Letkol Chk NRP 1910000581260 sebagai Hakim Ketua, Serta BAMBANG INDRAWAN, SH Letkol Chk NRP 548944 dan AKHMAD JAILANIE, SH Kapten Chk NRP 517644 masing-masing sebagai Hakim Anggota I dan sebagai Hakim Anggota II yang diucapkan pada hari dan tanggal yang sama oleh Hakim Ketua dalam sidang yang terbuka untuk umum dengan dihadiri oleh para Hakim Anggota tersebut di atas, Oditur Militer YULI WIBOWO, S.H Mayor Laut (KH) NRP 13123/P Panitera MUHAMMAD SALEH, SH Kapten Chk NRP 11010001540671, serta dihadapan umum dan tanpa hadirnya Terdakwa.

HAKIM KETUA Ttd

ADIL KAROKARO, SH

LETKOL CHK NRP 1910000581260

HAKIM ANGGOTA I HAKIM ANGGOTA II

Ttd Ttd

BAMBANG INDRAWAN, SH AKHMAD JAILANIE, SH

LETKOL CHK. NRP 548944 KAPTEN CHK. NRP 517644

PANITERA Ttd

MUHAMMAD SALEH, SH

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...