• Tidak ada hasil yang ditemukan

T BJPG 1101643 Chapter5

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "T BJPG 1101643 Chapter5"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Andi Novita Rozaliana Fadillah, 2016

ANALISIS KONTRASTIF KATA YANG MENYATAKAN EMOSI MARAH DALAM BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIA

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. SIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data pada bab IV, maka dapat disimpulkan

bahwa:

1. Bentuk-bentuk pengungkap ekspresi marah dalam bahasa Jepang yang

dapat digunakan adalah okoru, shikaru, hara ga tatsu, rippuku suru,

gekido suru, dan kanshaku suru.

a. Okoru digunakan untuk mengekspresikan emosi marah terhadap

(1) hal-hal yang tidak disukai, (2) ancaman terhadap diri sendiri,

dan (3) rasa sayang terhadap orang lain. Bila ditinjau dari segi

pelaku dan penerima, kata okoru dapat digunakan oleh dan kepada

siapa saja. Tidak ada kaitan dengan hubungan kekerabatan antara

pelaku dan penerima. Okoru mengalami perubahan morfologis

menjadi verba bentuk –ta, -te iru, -saseru, dan –ba. Okoru

digunakan dalam situasi percakapan sehari-hari baik bersifat

formal maupun tidak formal, maupun dalam bahasa tulisan.

b. Fungsi shikaru adalah digunakan untuk mengekspresikan emosi

marah terhadap (1) hal-hal yang tidak disukai, (2) menegur

kesalahan seseorang, dan (3) memberikan peringatan. Bila ditinjau

dari segi pelaku dan penerima, kata shikaru memperhatikan

hubungan kekerabatan antara pelaku dan penerima atau ningen

kankei (hubungan antar manusia) tersebut dalam lingkungan

sehari-hari. Shikaru mengalami perubahan morfologis menjadi

verba bentuk –nai, -ba, -ta, saseru. Shikaru digunakan dalam

percakapan sehari-hari baik bersifat formal/ tidak formal, serta

(2)

Andi Novita Rozaliana Fadillah, 2016

ANALISIS KONTRASTIF KATA YANG MENYATAKAN EMOSI MARAH DALAM BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIA

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

c. Fungsi hara ga tatsu adalah digunakan untuk mengekspresikan

e m o si m a r a h t e r h ada p ( 1 ) h a l -h a l ya n g t i d a k d i s u k ai ,

109

(2) hal-hal yang rumit, dan (3) perilaku yang kurang baik. Bila

ditinjau dari segi pelaku dan penerima, idiom hara ga tatsu tidak

memperhatikan hubungan kekerabatan antara pelaku dan penerima,

serta tidak mengalami perubahan morfologis. Hara ga tatsu

digunakan dalam bahasa lisan (percakapan sehari-hari) dan bahasa

tulisan (novel).

d. Fungsi rippuku suru adalah digunakan untuk mengekspresikan

emosi marah terhadap (1) hal-hal yang tidak disukai, (2) hal-hal

yang menyinggung perasaan, dan (3) perilaku yang kurang baik.

Bila ditinjau dari segi pelaku dan penerima, rippuku suru juga

tidak memperhatikan hubungan kekerabatan antara pelaku dan

penerima. Rippuku suru mengalami perubahan morfologis menjadi

verba bentuk –saseru dan –shita. Rippuku suru digunakan bahasa

tulisan seperti novel.

e. Fungsi gekido suru adalah digunakan untuk mengekspresikan

emosi marah terhadap (1) hal yang tidak disukai, dan (2)

hal-hal yang bersifat tidak nyaman. Bila ditinjau dari segi pelaku dan

penerima, gekido suru juga tidak memperhatikan hubungan

kekerabatan antara pelaku dan penerima. Gekido suru mengalami

perubahan morfologis menjadi verba bentuk –saseru dan

shita.Gekido suru digunakan untuk bahasa dalam bidang politik

atau situasi yang lebih formal.

f. Fungsi kanshaku suru adalah digunakan untuk mengekspresikan

emosi marah terhadap (1) hal-hal yang bersifat ancaman, dan (2)

hal-hal yang bersifat tidak nyaman. Bila ditinjau dari segi pelaku

(3)

Andi Novita Rozaliana Fadillah, 2016

ANALISIS KONTRASTIF KATA YANG MENYATAKAN EMOSI MARAH DALAM BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIA

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

kekerabatan antara pelaku dan penerima. Kanshaku ditambahkan

dengan verba ~wo okosu untuk menjadikan ke dalam bentuk

verba.Kanshaku suru digunakan pada situasi yang bersifat formal.

2. Bentuk-bentuk pengungkap ekspresi marah dalam bahasa Indonesia yang

dapat digunakan adalah marah, berang, dan gusar.

a. Fungsi marah adalah digunakan untuk mengekspresikan emosi

marah terhadap (1) hal-hal yang tidak disukai, (2) hal-hal yang

bersifat gangguan, (3) hal-hal yang membuat tidak nyaman, dan (4)

hal-hal yang menyinggung perasaan. Bila ditinjau dari segi pelaku

dan penerima, kata marah tidak memperhatikan segi penerima dan

pelaku seperti pada kata shikaru dalam bahasa Jepang. Kata marah

digunakan dalam semua situasi, baik formal maupun non formal,

baik lisan maupun tulisan.

b. Fungsi berang adalah digunakan untuk mengekspresikan emosi

marah terhadap hal-hal yang menyinggung perasaan. Bila ditinjau

dari segi pelaku dan penerima, kata berang pun tidak

memperhatikan segi penerima dan pelaku. Kata berang lebih

cenderung digunakan dalam bahasa tulisan untuk berita politik atau

olahraga.

c. Fungsi gusar adalah digunakan untuk mengekspresikan emosi

marah terhadap (1) hal-hal yang menyinggung perasaan, (2) adanya

ancaman bagi individu, dan (3) hal-hal yang mengganggu sekitar.

Bila ditinjau dari segi pelaku dan penerima, kata gusar pun tidak

memperhatikan segi penerima dan pelaku. Ketiga leksikon marah,

berang, dan gusar dapat dikatakan saling bersinonim. Kata gusar

hampir serupa dengan berang yang cenderung digunakan dalam

(4)

Andi Novita Rozaliana Fadillah, 2016

ANALISIS KONTRASTIF KATA YANG MENYATAKAN EMOSI MARAH DALAM BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIA

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

3. Bentuk-bentuk pengungkap ekspresi marah dalam bahasa Jepang dan

bahsa Indonesia memiliki 10 fungsi. Ada 4 fungsi yang sama yang dimiliki

oleh bentuk pengungkap ekspresi marah bahsa Jepang dan bahasa

Indonesia, yaitu (1) untuk mengungkapkan rasa marah terhadap hal-hal

yang tidak disukai, (2) hal-hal yang bersifat ancaman bagi individu, (3)

hal-hal yang bersifat tidak nyaman, dan (4) hal-hal yang menyinggung

perasaan.

4. Dalam bahasa Jepang, bentuk pengungkapan okoru, shikaru, rippuku suru,

gekido suru, dan kanshaku suru mengikuti perubahan kata kerja yang

berkaitan erat dengan waktu terjadinya, karena kelima leksikon tersebut

merupakan kelompok verba. Namun, untuk hara ga tatsu (idiom) belum

ditemukan adanya data-data yang menggunakan perubahan kata kerja

seperti pada leksikon marah bahasa Jepang yang lain. Sedangkan dalam

bahasa Indonesia, leksikon marah, berang, gusar merupakan kata sifat,

maka perubahan katanya tidak berhubungan dengan waktu terjadinya

(tense). Dalam bahasa Indonesia, dari hasil analisis data-data yang

dilakukan, hanya leksikon marah yang mengalami perubahan kata berupa

penambahan awalan dan akhiran. Selanjutnya, bila melihat dari segi fungsi

makna, dapat dikatakan bahwa bentuk pengungkap ekspresi marah dalam

bahasa Jepang lebih ekspresif dan beragam penggunaannya dibandingkan

bentuk pengungkap ekspresi marah dalam bahasa Indonesia. Untuk kata

shikaru bisa dipadankan dengan kata marah dalam bahasa Indonesia,

namun harus memperhatikan dalam penggunaannya agak sedikit berbeda

dengan okoru. Karena shikaru digunakan untuk proses memarahi agar

terjadi perubahan atau koreksi yang lebih baik dan meperhatikan hubungan

kekerabatan antar pembicara. Sedangkan untuk leksikon marah, berang,

(5)

Andi Novita Rozaliana Fadillah, 2016

ANALISIS KONTRASTIF KATA YANG MENYATAKAN EMOSI MARAH DALAM BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIA

Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu

B. SARAN

Penelitian ini sangat memiliki keterbatasan dalam pengumpulan data.

Sumber data utama penelitian ini adalah sumber online yang diperoleh dari situs

corpus khusus bahasa Jepang dan situs surat kabar online untuk bahasa Indonesia.

Bagi peneliti yang tertarik untuk meneliti bidang yang sama, sebaiknya sumber

data yang digunakan lebih bervariasi seperti novel, artikel, pidato, majalah, cerpen,

dsb, agar diperoleh berbagai pemaknaan terhadap data penelitian.

Dalam kajian ini peneliti belum mampu mengkaji hingga aspek semantik

dari masing-masing leksikon emosi marah. Sehingga akan sangat membantu bila

peneliti berikutnya dapat mengembangkan penelitian ini dari aspek yang berbeda.

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dampak yang baik bagi

peneliti lain, khususnya di bidang kontrastif, pemerhati bahasa Jepang dan bahasa

Indonesia. Kurangnya teori mengenai leksikon marah, berang, gusar merupakan

salah satu kesulitan bagi peneliti.

Melalui penelitian ini kita dapat melihat bahwa tidak semua leksikon

emosi memiliki padanan yang sesuai dengan bahasa lain. Ini merupakan kajian

yang menarik untuk dikembangkan. Masih banyak leksikon-leksikon emosi yang

lain yang perlu dipahami maknanya tidak hanya secara arti harfiah, namun juga

secara aplikatif (dalam konteks penggunaannya).

Peneliti berharap penelitian ini dapat memberikan kontribusi positif bagi

pembelajar bahasa Jepang, pengajar bahasa Jepang, pemerhati bahasa Jpeang, dan

penerjemah bahasa Jepang. Meskipun peneliti sangat menyadari penelitian ini

Referensi

Dokumen terkait

ANALISIS BENTUK KOHESI DAN KOHERENSI DALAM WACANA PADA BUKU TEKS JOKYUU DOKKAI I JPBJ UPI.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Perbedaan yang signifikan dalam penguasaan meishi bahasa Jepang antara.. kelas siswa yang diterapkan media authentic material dengan siswa

ANALISIS KONTRASTIF TINDAK TUTUR MEMUJI DALAM BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIA.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KOSAKATA D ALAM NASKAH DRAMA BAHASA JEPANG YANG D IBUAT OLEH SISWA SMAN 1 CIAMIS.. Universitas Pendidikan Indonesia

Data yang kedua adalah kalimat-kalimat yang diperoleh dari beberapa situs online yang memuat satuan-satuan leksikal bermakna marah baik dalam bahasa Jepang maupun

ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN KLAUSA RELATIF MAHASISWA PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNIVERSITAS NEGERI MANADO. Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu

ANALISIS KONTRASTIF STRATEGI TINDAK TUTUR PERMINTAAN MAAF BAHASA JEPANG DAN BAHASA INDONESIAi. Universitas Pendidikan Indonesia| repository.upi.edu

PENERAPAN EVALUASI CAN DO STATEMENTS DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN BAHASA JEPANG Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu | perpustakaan.upi.edu..