• Tidak ada hasil yang ditemukan

Magister Pendidikan Bahasa Indonesia NOSI Volume 5, Nomor 4, Agustus 2017 M. Ariful Huda

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Magister Pendidikan Bahasa Indonesia NOSI Volume 5, Nomor 4, Agustus 2017 M. Ariful Huda"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

KEMAMPUAN MENULIS KARANGAN ARGUMENTATIF MAHASISWA UNIVERSITAS ISLAM MAJAPAHIT

M. Ariful Huda

Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Pascasarjana Unisma

[email protected]

ABSTRAK: Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan para mahasiswa pegiat kegiatan kemahasiswaan Universitas Islam Majapahit dalam menulis karangan argumentatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Disebut jenis penelitian deskriptif karena bertujuan memaparkan gejala berupa kemampuanmenulis karangan argumentatif.Data penelitian adalah karangan argumentaif mahasiswa penggiat kegiatan kemahasiswaan Universitas Islam Majapahit sejumlah 29 karangan. Berdasarkan hasil analisis, secara umum kemampuan para pegiat kegiatan kemahasiswaan dalam menulis karangan argumentatif cukup memadai, yaitu (1) kemampuan dalam mengajukan klaim pada karangan argumentatif cukup memadai, sebanyak 25 karangan argumentatif (86,20%) telah mengajukan klaim dengan jelas, (2) kemampuan dalam mengembangkan klaim dan kontra klaim pada karangan argumentatif kurang memadai, sebanyak 13 karangan argumentatif (44,82%) telah mengembangkan klaim dan kontra klaim dengan baik, (3) kemampuan dalam menggunakan kata dan frase pada karangan argumentatif cukup memadai, sebanyak 17 karangan argumentatif (58,62%) dengan baik bisa memilih dan menggunakan kata dan frase untuk membangun penalaran konseptual-logis yang mendasari klaim yang diajukan, (4) kemampuan dalam menggunakan gaya formal dan objektif pada karangan argumentatif cukup memadai,sebanyak 18 karangan argumentatif (62,06%) dengan baik bisa menggunakan gaya penulisan formal dan objektif, dan (5) kemampuan dalam mengajukan pernyataan kesimpulan pada karangan argumentatif cukup memadai, sebanyak 24 karangan argumentatif (82,75%) mengajukan rumusan kesimpulan cukup jelas.

Kata-kata kunci:kemampuan, menulis argumentatif, mahasiswa, klaim, kontra klaim, kata, frase, gaya formal, gaya objektif, pernyataan kesimpulan

PENDAHULUAN

Kemampuan menulis merupakan salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai oleh mahasiswa. Namun, masih banyak mahasiswa yang

karya tulis ilmiah karena itu kerap kali tugas akhir perkuliahan menjadi ‘musuh besar’. Untuk itu, peneliti melakukan

(2)

Karangan argumentatif merupakan karangan yang berisi tentang klaim atau pernyataan sehingga melalui karangan ini mahasiswa diharapkan mampu mengemukakan pokok pikirannya. Latar penelitian di Universitas Islam Majapa-hit.

Fokus penelitian ini mengetahui kemampuam para pegiat kegiatan kemahasiswaan dalam menulis karangan argumentatif. Lebih rinci peneliti mencermati lima hal yaitu (1) kemampuan dalam mengajukan klaim, (2) kemampuan mengembangkan klaim dan kontra klaim, (3) kemampuann menggunakan kata dan frase, (4) kemampuan menggunakan gaya formal dan objektif pada karangan argumentatif, (5) kemampuan mengajukan pernyataan kesimpulan pada karangan argumentatif.

Finoza dalam Dalman (2016: 137) menjelaskan karangan argumentasi [sic!] adalah karangan yang bertujuan meyakinkan pembaca agar menerima atau mengambil suatu doktrin, sikap, dan tingkah laku tertentu. Sedangkan syarat utama untuk menulis karangan argmenttasi [sic!] adalah penulisnya harus terampil dalam bernalar dan menyusun ide yang logis. Karangan argumentasi [sic!] adalah karangan yang berujuan untuk membuktikan suatu kebenaran sehingga pembaca meyakini kebenaran itu.

Sedangkan, Tompkins dalam Zainurrah-man (2011: 51) mengemukakan tulisan argumentatif adalah tulisan yang menyuguhkan rasionalisasi, pembantah-an, juga berisi seperangkat penguatan beralasan terhadap sebuah pernyataan. Penulis menggunakan tulisan argumentatif untuk mempertahankan ideologinya atau membantah ideologi orang lain. Dengan kata lain, tulisan argumentatif merupakan sarana bagi

penulis untuk berargumen mengenai suatu isu.

Finoza dalam Dalman (2016: 138) menyebutkan tujuan karangan argumen-tatif untuk meyakinkan pembaca agar menerima atau mengambil suatu dokrin, sikap, dan tingkah laku tertentu. Sedangkan syarat utama untuk menulis karangan argumentasi [sic!] adalah penulisnya harus terampil dalam bernalar dan menyusun ide yang logis.

Ciri karangan argumentatif, menurut Finoza dalam Dalman (2016: 139) adalah (1) mengemukakan alasan atau bantahan sedemikian rupa dengan tujuan memengaruhi keyakinan pembaca agar menyetujuinya, (2) mengusahakan pemecahan suatu masalah, dan (3) mendiskusikan suatu persoalan tanpa perlu mencapai satu penyelesaian. Menegaskan itu, Finoza dalam Dalman (2016: 139) menjabarkan karangan argumentatif adalah (1) meyakinkan pembaca bahwa apa yang ditulis itu adalah benar adanya dan berdasarkan fakta, (2) meyakinkan pembaca bahwa argumen atau pendapat yang berdasarkan fakta atau data tersebut dapat dipertanggungjawabkan kebena-rannya, (3) menjelaskan pendapat, gagasan, ide, dan keyakinan penulis kepada pembaca, (4) menarik perhatian pembaca pada persoalan yang dikemukakan, (5) memerlukan analisis dan bersifat sistematis dalam mengolah data, (6) menggunakan fakta atau data yang berupa angka, peta, statistik, gambar, dan sebagainya, (7) menyim-pulkan data yang telah diuraikan pada pembahasan sebelumnya, dan (8) mendorong pembaca untuk berpikir kritis.

(3)

(2016: 140) yaitu (1) menentukan topik atau tema, (2) menetapkan tujuan, (3) mengumpulkan data dari berbagai sumber, (4) menyusun kerangka karangan sesuai dengan topik yang dipilih, dan (5) mengembangkan kerangka menjadi karangan argumentatif.

METODE

Secara metodologi, penelitian ini dapat digolongkan sebagai penelitian deskriptifkualitatif. Sebagaimana dike-mukakan oleh Jupp (2006: 249), metode yang digunakan dalam penelitian kuali-tatif acapkali merupakan gabungan ber-bagai cara yang bersifat terbuka, dan yang memungkinkan peneliti mendapat-kan informasi yang rinci dan kaya. Beberapa metode yang lazim digunakan dalam penelitian kualitatif adalah wawancara mendalam, etnografi dan pengamatan partisipatori, studi kasus, analisis wacana dan analisis percakapan (discourse analysis and conversational analysis).

Upaya mendeskripsikan kemam-puan menulis karangan argumentatif tidak mungkin dilakukan dengan teknik pengukuran yang lazim digunakan dalam pendekatan kuantitatif. Demikian pula, tulisan yang dihasilkan mahasiswa pada dasarnya merupakan karangan atau wacana, yang lebih tepat dianalisis dengan teknik semacam analisis wacana dibanding, misalnya analisis muatan (content analysis) yang bersifat kuantitatif.

Selain bisa digolongkan berda-sarkan pendekatannya, penelitian juga bisa digolongkan berdasarkan tujuannya. Sebagaimana dikemukakan oleh Rosidi

(2010: xiv-xv), secara aksiologik, pene-litian bertujuan: (1) menghasilkan pengetahuan teruji (to produce a verified knowledge), (2) memperoleh pemaham-an mendalam (to generate a deep-understanding), atau (3) menawarkan penafsiran tandingan (to offer a counter-interpretation). Bila bertujuan mengha-silkan pengetahuan teruji, paling tidak terdapat empat jenis pengetahuan yang akan dihasilkan, yaitu: (1) pengetahuan eksploratori (exploratory knowledge), (2) pengetahuan deskriptif (descriptive knowledge), (3) pengetahuan eksplana-tori (explanatory knowledge), atau (4) pengetahuan prediktif (predictive knowledge). Karena itu, dikenal pula sejumlah jenis penelitian, yaitu: peneli-tian eksploratori (exploratory research), penelitian deskriptif (descriptive research), penelitian explanatori

(explanatory research), dan penelitian prediktif (predictive research).

Untuk mendapatkan data pene-litian, peneliti menggelar lomba menulis karangan argumentatif di kampus Universitas Islam Majapahit. Peneliti terlibat langsung sebagai pengumpul data dan sekaligus sebagai salah satu juri lomba penulisan karangan argumentatif.

Subjek penelitian adalah maha-siswa pegiat kegiatan kemahamaha-siswaan Universitas Islam Majapahit (UNIM) yang mewakili berbagai organisasi kemahasiswaan intra kampus, yaitu Badan Ekskutif Mahasiswa (BEM), Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Organisasi Keswatantraan Mahasiswa), dan Himpunan Mahasiswa Program Studi (Himaprodi). Jumlah subjek penelitian sebanyak 29 mahasiswaterdiri dari 9 orang laki-laki dan 20 orang perempuan.

(4)

No Perwakilan Jumlah 1 BEM FKIP (Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan) 5 orang

2 BEM FT (Fakultas Teknik) 5 orang

3 BEM FISIP (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik) 2 orang

4 BEM FAI (Fakultas Agama Islam) 3 orang

5 Himaprodi Matematika 2 orang

6 Himaprodi Teknik Informatika 4 orang

7 Himaprodi Teknik Industri 3 orang

8 Himaprodi Manajemen 1 orang

9 Himaprodi Akuntansi 1 orang

10 UKM Restek (RekayasaTeknologi) 1 orang

11 UKM Kewirausahaan 1 orang

12 UKM PSM (Paduan Suara dan Musik) 1 orang

Jumlah 29 orang

Penelitian ini menggunakan data penelitian berupa karangan argumen-tatif tulisan tangan yang ditulis oleh subjek penelitian pada kertas folio bergaris. Dalam menganalisis data, peneliti menerapkan teori tipe ideal yang dibangun oleh sosiolog Max Weber yang banyak digunakan dalam penelitan kualitatif. Tipe ideal merupakan peralatan heuristik yang bermanfaat membantu dalam melakukan riset empiris dan dalam memahami suatu aspek spesifik dunia sosial.

Sesuai tipe ideal dmaksud, dalam menganalisis karangan argumen-tatif peneliti menggunakan kriteria penilaian karangan argumentatif yang diadopsi dari Utah ELA Core Academy terbitan tahun 2011 yang diselaraskan perssyaratan karangan argumentatif. Lebih jelas dapat dilihat pada tabel 2.

Kriteria penilaian terbagi dalam lima kelompok besar, yaitu: (1) kemampuan pengajuan klaim, (2) kemampuan pengembangan klaim dan kontra klaim, (3) kemampuan penggunaan kata dan frase, (4) kemampuan penggunaan gaya formal

dan objektif, dan (5) kemampuan perumusan pernyataan kesimpulan. Kelima kelompok besar ini dijabarkan menjadi 17 kriteria jabaran, sebagai berikut.

1) Kemampuan pengajuan klaim, dijabarkan menjadi empat kriteria, yaitu (a) mengajukan klaim yang tepat, (b) berbeda dari klaim tandingan atau yang berlawanan, (c) susunan karangan menunjukkan hubungan jelas klaim dan kontraklaim, dan (d) susunan karangan menunjukkan hubungan jelas antara klaim dengan alasan dan bukti.

2) Kemampuan pengembangan klaim dan kontra klaim, dijabarkan menjadi empat kriteria, yaitu (a) mengembangkan klaim dan kontra klain secara adil, (b) memberikan data dan bukti baik untuk klaim maupun kontra klaim, (c) mene-gaskan kekuatan dan keterbatasan baik klaim maupun kontra klaim, dan (d) memperhatikan tingkat pengetahuan dan kepedulian khala-yak sasaran.

(5)

kriteria, yaitu: (a) menggunakan kata, frase, dan klausa untuk menghubungkan kohesif antar bagian teks, (b) menggunakan kata, frase, dan klausa untuk memperjelas hubungan klaim dan alasan, (c) menggunakan kata, frase, dan klausa antara alasan-alasan dan bukti-bukti, dan (d) menggunakan kata, frase, dan klausa antara klaim dengan kontra klaim.

4) Kemampuan penggunaan gaya formal dan objektif, dijabarkan menjadi tiga kriteria, yaitu: (a) menegaskan dan mempertahankan gaya formal, (b) menegaskan dan mempertahankan nada objektif, dan (c) memberikan perhatian pada norma dan konvensi bidang tulisan. 5) Kemampuan perumusan pernyataan

kesimpulan, dijabarkan menjadi dua kriteria, yaitu: (a) Menyajikan pernyataan akhir yang mengikuti atau mendukung argumentasi dan (b) Menyajikan bagian penyimpul yang mengikuti atau mendukung argumentasi.

HASIL DAN PEMBAHASAN 1) Kemampuan Pengajuan Klaim

Hasil analisis untuk kriteria kemampuan pengajuan klaim, sebagai berikut.

Tabel 3: Jumlah Peraih Bobot PenilaianKemampuan Pengajuan Klaim

No Bobot Penilaian Jumlah Mahasiswa 1 0 (sangat kurang) 0

2 1 (kurang) 3

3 2 (cukup) 18

4 3 (baik) 7

5 4 (sangat baik) 1

Jumlah 29

Dari 29 karangan argumentatif yang ditelitisebanyak 1karangan masuk kategori sangat baik, 7 karangan masuk kategori baik, 18 karangan masuk kategori cukup, 3 karangan masuk kategori kurang.

2) Kemampuan Pengembangan Kla-im dan Kontra klaKla-im

Hasil analisis untuk kriteria pengembangan klaim dan kontra klaim, sebagai berikut.

Tabel 4: Jumlah Peraih Bobot Penilaian Pengembangan Klaim dan Kontra Klaim

No Bobot Penilaian Jumlah Mahasiswa 1 0 (sangat kurang) 0

2 1 (kurang) 16

3 2 (cukup) 11

4 3 (baik) 2

5 4 (sangat baik) 0

Jumlah 29

Dari 29 karangan argumentatif yang diteliti sebanyak 2karangan masuk kategori baik, 11 karangan masuk kategori cukup, 16 karangan masuk kategori kurang.

3) Kemampuan Penggunaan Kata dan Frase

Hasil analisis untuk kriteria penggunaan kata dan frase, sebagai berikut.

Tabel 5: Jumlah Peraih Bobot PenilaianPenggunaan Kata dan Frase

No Bobot Penilaian Jumlah Mahasiswa 1 0 (sangat kurang) 0

2 1 (kurang) 12

3 2 (cukup) 14

(6)

5 4 (sangat baik) 0

Jumlah 29

Dari 29 karangan argumentatif yang diteliti sebanyak 3 karangan masuk kategori baik, 14 karangan masuk kategori cukup, 12 karangan masuk kategori kurang.

4) Kemampuan Penggunaan Gaya Formal dan Objektif

Hasil analisis untuk kriteria penggunaan gaya formal dan objektif, sebagai berikut.

Tabel 6: Jumlah Peraih Bobot PenilaianPenggunaan Gaya Formal dan Objektif

No Bobot Penilaian Jumlah Mahasiswa 1 0 (sangat kurang) 0

2 1 (kurang) 11

3 2 (cukup) 14

4 3 (baik) 4

5 4 (sangat baik) 0

Jumlah 29

Dari 29 karangan argumentatif yang diteliti sebanyak 4 karangan masuk kategori baik, 14 karangan masuk kategori cukup, 11 karangan masuk kategori kurang.

5) Kemampuan Perumusan Pernya-taan Kesimpulan

Hasil analisis untuk kriteria perumusan pernyataan kesimpulan, sebagai berikut.

Tabel 7: Jumlah Peraih Bobot PenilaianPerumusan Pernyataan Kesimpulan

No Bobot Penilaian Jumlah Mahasiswa 1 0 (sangat kurang) 0

2 1 (kurang) 5

3 2 (cukup) 16

4 3 (baik) 8

5 4 (sangat baik) 0

Jumlah 29

Dari 29 karangan argumentatif yang diteliti sebanyak 8 karangan masuk kategori baik, 16 karangan masuk kategori cukup, dan 3 karangan masuk kategori kurang.

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan

Secara umum, kemampuan para pegiat kegiataan kemahasiswaan dalam menulis karangan argumentatif cukup memadai. Para pegiat kegiatan kema-hasiswaan diantaranya cenderung menulis karangan yang menunjukkan ciri-ciri jenis karangan deskriptif, naratif, dan persuasif. Beberapa kesimpulan khusus yang mendukung kesimpulan umum tersebut dapat disajikan sebagai berikut:

1) Kemampuan para pegiat kegiataan kemahasiswaan dalam mengajukan klaim pada karangan argumentatif masih cukup memadai. Sebanyak 25 karangan argumentatif (86,20%) yang mengajukan klaimnya dengan jelas. Selebihnya, mengajukan klaim secara tersurat atau sama sekali tidak mengajukan klaim. 2) Kemampuan para pegiat kegiataan

kemahasiswaan dalam

(7)

3) Kemampuan para pegiat kegiataan kemahasiswaan dalam mengguna-kan kata dan frase pada karangan argumentatif cukup memadai. Sebanyak 17 karangan argumentatif (58,62%) yang dengan baik bisa memilih dan menggunakan kata dan frase untuk membangun penalaran konseptual-logis yang mendasari klaim yang diajukan. Selebihnya, kurang menunjukkan kekayaan kosa-kata dan ketepatan frase yang diperlukan untuk mendukung klaim yang diajukan.

4) Kemampuan para pegiat kegiataan kemahasiswaan dalam mengguna-kan gaya formal dan objektif pada karangan argumentatif cukup memadai. Sebanyak 18 karangan argumentatif (62,06%) yang dengan baik bisa menggunakan gaya penulisan formal dan objektif sebagai salah satu ciri utama karangan argumentatif. Selebihnya, cenderung menggunakan gaya bahasa informal dan subjektif. 5) Kemampuan para pegiat kegiataan

kemahasiswaan dalam mengajukan pernyataan kesimpulan pada kara-ngan argumentatif cukup memadai. Sebanyak 24 karangan argumentatif (82,75%) mengajukan rumusan kesimpulan cukup jelas. Selebihnya, mengajukan tidak berhasil mengaju-kan rumusan kesimpulan cukup jelas.

Saran

Berhubungan dengan temuan dan kesimpulan penelitian ini, dapat diajukan beberapa saran sebagai berikut:

1) Sesuai dengan tuntutan setiap mahasiswa program sarjana harus menulis skripsi atau tugas akhir, maka pembelajaran matakuliah

Bahasa Indonesia Profesi harus lebih menekankan para kemampuan menulis karangan argumentatif. Kebijakan akademik yang mewa-jibkan mahasiswa membaca dan menulis karya tulis ilmiah untuk bagian terbesar matakuliah perlu ditempuh agar budaya membaca dan menulis karya ilmiah yang bersifat argumentatif tumbuh dan berkembang dengan baik. Berke-naan dengan saran ini, para dosen Bahasa Indonesia Profesi tidak harus membuat tugas tersendiri, melainkan memanfaatkan tugas-tugas dari matakuliah lain sebagai bahan belajar mahasiswa dalam mengembangkan dan memperbaiki kemampuan menulis karangan argumentatif.

2) Kemampuan menulis karangan argumentatif berkaitan sangat erat dengan kemampuan penalaran sistematik, baik deduktif maupun induktif. Karena itu, selain matakuliah fakultas dan program studi, sangat disarankan untuk menyajikan matakuliah logika dan penulisan ilmiah untuk seluruh mahasiswa, atau menjadi matakuli-ah tingkat universitas. Pengenalan terhadap macam-macam kesesatan penalaran, khususnya yang timbul karena kesalahan bahasa, diharap-kan bisa sangat membantu pening-katan kemampuan menulis, baik karangam argumentatif secara umum, maupun secara khusus karya tulis akademik seperti skripsi dan tugas akhir.

(8)

karya tulis ilmiah. Kebijakan mewajibkan mahasiswa untuk mengikuti salah satu UKM yang mendukung peningkatan kemampu-an penalarkemampu-an dkemampu-an penuliskemampu-an karya ilmiah perlu ditempuh agar tradisi literasi, khususnya membaca dan menulis karya ilmiah dapat berkembang dengan baik.

4) Temuan penelitian ini berhasil mengenali sejumlah aspek kemam-puan menulis karangan argumenta-tif yang masih belum berhasil dikuasai dengan baik oleh para mahasiswa. Karena itu, sesuai dengan prinsip pembelajaran berbasis masalah (problem based instruction), sangat disarankan agar upaya perbaikan terhadap kemam-puan menulis karangan argumenta-tif lebih dipusatkan pada aspek-aspek kemampuan yang masih kurang tersebut.

5) Penelitian lebih mendalam terhadap kelompok mahasiswa yang cakap dalam menulis karangan argumenta-tif dan kelompok mahasiswa yang tidak cakap dalam menulis karangan argumentatif disarankan untuk dilaksanakan agar dapat diidentifi-kasi faktor-faktor yang berpengaruh positif terhadap perkembangan kemampuan menulis karangan argumentatif.

DAFTAR RUJUKAN

Akhadiah, Sabarti, dkk. 1997.Menulis. Jakarta: Depdikbud

Arikunto, Suharsimi. 2006.Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta Badan Pengembangan dan Pembinaan

Bahasa. 2016.Pedomanm Umum Ejaan Bahasa Indonesia. Jakarta:

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI

Badudu, JS. 1988.Istilah Bahasa Indonesia yang Benar. Jakarta: Gramedia

Badudu, JS. 1984.Pelik-pelik Bahasa Indonesia. Bandung: Pustaka Prima

Brown, H. Douglas. 2004.Language Assessment Principles and Classroom

Practices. New York: Pearson Educations Inc

Dalman. 2006.Kerampilan Menulis. Depok: Rajagrafindo Persada Jupp, Victor. 2001.The Sage

Dictionary of Social Research Methods. London: Sage Publications Ltd

Keraf, Gorys. 1982.Argumentasi dan Narasi. Jakarta: PT Gramedia Keraf, Gorys. 2004.Komposisi: Sebuah

Pengantar Kemahiran Bahasa. Fores: Nusa Indah

Mujahid, Zainul dkk. 2010.The

Intersection of Form and Mind on Language and Literature.

Malang: LPSDM Serva Minora Malang dan STIBA Malang Saraswati Press

Nazir, Muhammad. 1988.Metode Penelitian. Jakarta: Ghalia Indonesia

Putrayasa, Ida Bagus. 2014.Kalimat Efektif: Diksi, Struktur dan Logika (Revisi).Bandung: Rafika Aditama

Roekhan. 1991.Menulis Kreatif: Dasar-dasar dan Penerapannya. Malang: YA3

Rosidi, Sakban. 2016.Penelitian terapa Profesi Pendidikan. Malang: NAMS

(9)

Suharso dan Retnoningsih, Ana. 2014. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Semarang: Widya Karya

Suyitno, Imam. 2012.Menulis Makalah dan Artikel: Teori, Ceramah, dan Praktek Pelatihan.Bandung: Rafika Aditama

Tarigan, Henry Guntur. 1985.Menulis: Sebagai Suati Ketrampilan Berbahasa.Bandung: Angkasa Zainurrahman. 2013. Menulis dari

(10)

Referensi

Dokumen terkait

(Konteks tuturan: Tuturan disampaikan ketika berada di dalam kelas. Siang itu guru telah selesai memberikan tugas dan memeriksa tugas yang telah terkumpul. Siang itu penutur

Prosedur pengumpulan data dalam penelitian tentang aspek sosial budaya dalam novel Antologi Rasa karya Ika Natassa adalah dengan teknik studi dokumenter, karena sumber

Pada tahap ini, data dipaparkan dalam bentuk teks naratif yang menjelaskan mengenai nilai-nilai moral dalam novel Peci Miring karya Aguk Irawan, mulai dari wujud nilai moral,

Tahap terakhir dalam siklus I adalah tahap refleksi. Refleksi diawali dengan mengumpulkan data-data yang diperoleh selama kegiatan siklus I. Peneliti dan guru

Kehadiran Peneliti yang terjun langsung ke lapangan untuk dapat memperoleh data tentang penerapan pembelajaran berbasis sosiokultural dalam tulisan siswa kelas VII di

Pengumpulan data dengan teknik pengamatan ini dilakukan dengan menggunakan lembar pengamatan yang telah dibuat. Pengamatan dilakukan pada seluruh siswa dengan penilaian

Kegiatan pembelajaran membaca menggunakan strategi AMBT meliputi.. langkah awal yaitu pelaksanaan tahap prabaca dengan mengelompokkan siswa menjadi enam kelompok, yang

Femina yang meliputi citra pigura, yang menggambarkan wanita sebagai sosok yang selalu tampil memikat dengan mempertegas sifat kewanitaannya secara biologis, citra pilar yang