• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tradisi Lisan Marosong-Osong Pada Upacara Perkawinan Adat Angkola

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Tradisi Lisan Marosong-Osong Pada Upacara Perkawinan Adat Angkola"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Bahril Hidayat, 2004. Tema-tema Psikologis dalam tradisi Marosong-osong pada pasangan pernikahan pemula dalam masyarakat perantau Tapanuli Selatan di Pekanbaru. Yogyakarta: Program Studi Psikologi FPSB UII.

Barthes, Roland. 1957. Mythologies. Paris: Editions du Seuil.

Barthes, Roland. 1966. “Introduction a I‟Analiyse Structural des Recit” dalam Communications No.8. Paris: Seuil.

Barthes, Roland. 2000. (1967). Elements of Semiology. Terjemahan dari Bahasa Prancis oleh A Lavers dan C. Smith. Karangan asli terbit dalam Bahasa Prancis Tahun 1964. Paris: Seuil.

Bungin, B. 2006. Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana.

Christovmy, T. 2004. Semiotika Budaya. Depok UI: Pusat Penelitian dan Kemasyarakatan dan Budaya Direktorat Riset dan Pengabdian Masyarakat. Danandjaja. J. 2002. Folklor Indonesia: Ilmu Gosip, Dongeng dan lain-lain. Cetakan

ke-VI. Jakarta: Pustaka Utama Grafiti.

De Saussure, Ferdinand. 1969. Cours de Linguistique Generale. Paris: Payot.

Duranti, A. 2001. Linguistic Anthropology: A Reader. Massachussets: Blackwell Publishers.

Duranti, Alessandro (ed). 2001. “Linguistic Anthropology”. Massachusetts: Blackwell. Duranti Alessandro. 1997. Linguistic Anthropology. Cambridge: Cambridge University

Press.

Eco. Umberto 1979. A Theory of Semiotics. Bloomington: Indiana University Press. Foley, William A. 1997. Anthropological Linguistics: An Introduction. Oxford:

Blackwell.

Foley, John Miles. (Ed) 1986. Oral Tradition in Literature: Interpretation in Context. Columbia: University of Missouri Press.

Foley, John Miles. 1988. The Theory of Oral Composition: History and Methododology. Bloomington and Indianapolis: Indiana University Press. Finnegan, Ruth. 1992. Oral Traditions and The Verbal Arts: A Guide to Research

Practices. NewYork: Routledge.

Gultom, Djaluat Rajamarpodang, 1995. Dalihan Na Tolu dan Prinsip Dasar Nilai Budaya Batak. Medan: Armanda

Halliday, MAK & Ruqaiya Hasan 1992. Bahasa, Konteks, dan Teks. Aspek-aspek Bahasa dalam Pandangan Semiotik Sosial. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Harahap, Basyral Hamidy, 2004, Siala Sa mpagul. Bandung: Pustaka.(ISBN 979-98049-1-4).

Harahap, Basyral Hamidy, Siahaan H. 1987. Orientasi Nilai-Nilai Budaya Batak.

Jakarta: Sanggar Willem Iskandar.

Harahap, Baginda Raja, tanpa tahun, “Poda-podda Ni Adat Horja Godang/ Bolon/ Siluluton/ Siriaon.”

Hasibuan, Zainal Efendi dan Siregar Baumi, G. Gelar H. Sutan Tinggibarani, 2013. ”Studi Kompehensif Adat Budaya Angkola. (Naskah Belum diterbitkan)

(2)

Hasil Musyawarah Lembaga Adat dan Budaya.24-26 Oktober 1996, ”Adat Budaya Angkola-Sipirok-Haruaya Mardomu Bulung Napa-napa Ni Sibualbuali”.

Hoed. Benny H. 2008. Semiotik dan Dinamika Sosial Budaya. Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Univesitas Indonesia.

Kluckhohn, C dan Strodttbeck. 1961. Variation in Values Orientation. Englewood Clifft. NJ.:Prentice-Hall.

L.S. Diapari, 1990. Adat-istiadat Perkawinan dalam Masyarakat Batak Tapanuli Selatan. Jakarta: Penerbit Penulis.

Levi-Strauss, Claude. 1972. Structural Anthropollogy. Great Britain:Penguin Books. Linton, Ralp. 1984. Antropologi: Suatu Penyelidikan Manusia. Diterjemahkan oleh

Firmansyah. Bandung: Jemars.

Marpaung Marakub, 1969. Djop ni Roha Pardomuan (Paradaton Tapanuli Selatan)

Padang Sidempuan: Pustaka Timur.

Nasution H. Pandapotan, 2005. Adat Budaya Mandailing: dalam Tantangan Zaman. Medan: Forkala.

Nort, W. (1990). 1995. Handbook of Semiotics. Bloomington/ Indianapolis: Indiana University Press.

Olrik, Axel. 1992. Principles for Traditions Narrative Research. Blomington: Indiana University Press.

Ong, Walter J. 2007. Orality and Lteracy. New York: Methuen and Co. Ld.

Parsadaan Marga Harahap, 1993, Horja: Adat Istiadat Dalihan Natolu, Jakarta: Parsadaan Marga Harahap Dohot Anak Boruna.

Parrot, Nancy. 2000. Linguistic Anthropology Second Edition. Texas Tech University: Hartcourt College Publishers.

Peirce, Charles Sanders. 1970. La Theorie des Sifnes et la Pragmatisme. Dalam Epitemologi Sosiologi 10.

Pudentia. 2003. Antologi Prosa Rakyat Melayu Indonesia. Jakarta: Pusat Bahasa.

Ritonga, Parlaungan dan Ridwan Azhar, 2002, Sistem Pertuturan Masyarakat Tapa nuli Selatan, Medan: Yandira Agung.

Saragih, Amrin. 2011. Semiotik Bahasa: Tanda, Penanda, Petanda dalam Bahasa. Bahan Ajar Perkuliahan Semiotik Program Studi Linguistik USU Medan. Saussure, Ferdinand. 1988. Pengantar Linguistik Umum. Yogyakarta: Universitas

Gajah Mada Press.

Shiffrin, Deborah.1994. Approaches of Discourse. Oxford:Blackwhell.

Sibarani, Robert, 2004, Antropolinguistik: Antropologi Linguistik-Linguistik Antropologi, Medan: Penerbit Poda. (ISBN 979-3150-02-5).

Sibarani, Robert. 2000. Deskripsi Wacana Adat Perkawinan dalam Masyarakat Batak Toba. Medan: USU.

Sibarani, Robert. 2012. Kearifan Lokal (Hakikat, Peran, dan Metode Tradisi Lisan).

Jakarta: Asosiasi Tradisi Lisan (ATL).

Sinar, T. Silvana. 2011. Kearifan lokal Pantun perkawinan Melayu Batubara. Medan: USU Press.

Siregar Baumi, G. Gelar H. Sutan Tinggibarani, 2009, ”Tutur Poda”, (Naskah stensilan) Siregar Baumi, G. Gelar H. Sutan Tinggibarani, 2007, ”Burangir Barita”, (Naskah

stensilan)

Referensi

Dokumen terkait

Dari hasil penelitian ditemukan tiga macam makna simbolik yang terdapat dalam teks pangupa pada upacara pernikahan masyarakat Angkola di Kabupaten Tapanuli Selatan

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses upacara tradisi pasahat boru dalam perkawinan adat Angkola, menganalisis teks, konteks, dan koteks tradisi pasahat boru

Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa tradisi adalah kebiasaan yang dilakukan oleh suatu masyarakat etnik dan diturunkan secara turun-temurun kepada generasi setelahnya dengan

“Komunikasi Lisan sebagai Dasar Tradisi Lisan” dalam Metodologi Kajian Tradisi Lisan Editor Pudentia.. Jakarta : Asosiasi Tradisi

bere, na tarpayak di jolo munu on, ditarimo tondi dohot badan munu on, mudah-.. mudahan diberkahi Allah pernikahan namu on, marrasoki-rasoki hamu on

Ngoni Cangkingan atau yang disebut juga dengan istilah Juluk (pemberian gelar) adalah salah satu tradisi lisan yang menjadi salah satu rangkaian adat pernikahan yang dimiliki

Tradisi tersebut merupakan rangkaian upacara adat yang masih hidup dan berkembang pada etnik Melayu Panai di Labuhanbatu Sumatera Utara.. Pesatnya arus balik budaya global

Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah (1) bentuk performansi tradisi lisan cenggok-cenggok pada upacara adat perkawinan Melayu Panai Labuhanbatu, (2)