• Tidak ada hasil yang ditemukan

LAPORAN PRAKTIKUM EMBRIO AYAM.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "LAPORAN PRAKTIKUM EMBRIO AYAM.docx"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN PRAKTIKUM LAPORAN PRAKTIKUM

HISTOLOGI DAN EMBRIOLOGI HEWAN HISTOLOGI DAN EMBRIOLOGI HEWAN

“PENGAMATAN TERHADAP PERKEMBANGAN EMBRIO AYAM” “PENGAMATAN TERHADAP PERKEMBANGAN EMBRIO AYAM”

DISUSUN OLEH: DISUSUN OLEH: VIVI YANA VIVI YANA F1071141039 F1071141039 KELOMPOK 1 KELOMPOK 1

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TANUNGPURA UNIVERSITAS TANUNGPURA PONTIANAK  PONTIANAK  !017 !017

(2)

Pengamatan Terhadap Perkembangan Embrio Ayam

A" Tujuan

1. Mengamati tahapan perkembangan embrio ayam pada berbagai umur  2. Menggambarkan dan memberi keterangan berdasarkan pengamatan

B" Dasar Teori

Telur merupakan suatu tempat penimbunan zat gizi yang diperlukan untuk   perkembangan suatu embrio hingga menetas. Embriologi dari ayam adalah perkembangan

ayam di dalam telur. Dalam prosesperkembangannya terjadi di dalam alat tubuh embrio yang disebut organogenesis (asri! 2"12#.

Perkembangan embrio ayam terjadi di luar tubuh induknya. $elama berkembang! embrio memperoleh makanan dan perlindungan yang dari telur berupa kuning telur! albumen! dan kerabang telur. %tulah sebabnya telur unggas selalu relati& besar. Dalam  perkembangannya! embrio dibantu oleh kantung kuning telur! amnion! dan alantois. 'antung

kuning telur dindingnya dapat menghasilkan enzim. Enzim ini mengubah isi kuning telur  sehingga mudah diserap embrio. Amnion ber&ungsi sebagai bantal! sedangkan alantois  ber&ungsi sebagai pembaa oksigen ke embrio! menyerap zat asam dari embrio! mengambil sisa)sisa pen*ernaan yang terdapat dalam ginjal dan menyimpannya dalam alantois! serta membantu men*erna albumen. ( Aspan! 2""+ #.

,rganogenesis yang berperan dalam kopulasi pada ayam bentuknya rudimenter ( belum  sempurna #. Ayam tidak mempunyai penis. $perma diproduksi di dalam testis! disalurkan ke luar tubuh melalui du*tus de&erens yang bermuara pada papilla. Perkainan ayam jantan dengan ayam betina pada hakikatnya ialah mempersatukan dua kloaka untuk memungkinkan  peman*aran sistem yang mengandung sperma. $istem reproduksi ayam betina terdiri atas

o-arium dan o-iduk ($ubo! 2"1#.

Pada perkembangan embrio ayam! embrio dibantu kantung oleh kuning telur! amnion! dan alantois. 'antung kuning yang telur dindingnya dapat menghasilkan enzim. Enzim ini mengubah isi kuning telur sehingga mudah diserap embrio. /apisan penyusun kantung allantois sama dengan kantung yolk! yaitu splanknopleura yang terdiri atas endoderm di dalam dan mesoderm splank di luar. 'antung amnion! kantung ini adalah suatu membran tipis yang berasal dari somatoplura berbentuk suatu kantung yang menyelubungi embrio yang  berisi *airan. Dimana kantung ini ber&ungsi sebagai pelindung embrio terhadap kekeringan!  penaar gon*angan! pengaturan suhu intrauterus! dan anti adhesi (Adnan! 2"1"#.

(3)

agian dari kuning telur yaitu kantung *horion! dimana membran ekstra embrio yang  paling luar dan yang berbatasan dengan *angkang atau jaringan induk! merupakan tempat  pertukaran antara emrio dan lingkungan disekitarnya adalah *horion atau serosa. 'antung allantois! dimana kantung ini merupakan suatu kantung yang terbentuk sebagai hasil e-aginasi bagian -entral usus belakang pada tahap aal perkembangan. 0ungsi kantung ini sebagai tempat penampungan dan penyimpanan urine dan sebagai organ pertukaran gas antara embrio dengan lingkungan luarnya. /apisan penyusun kantung allantois sama dengan kantung yolk! yaitu splanknopleura yang terdiri atas endoderm di dalam dan mesoderm splank di luar. 'antung amnion! kantung ini adalah suatu membran tipis yang berasal dari somatoplura berbentuk suatu kantung yang menyelubungi embrio yang berisi *airan. Dimana kantung ini ber&ungsi sebagai pelindung embrio terhadap kekeringan! penaar gon*angan!  pengaturan suhu intrauterus! dan anti adhesi (Adnan! 2"12#.

  igot mulai menjalani pembelahan aal mitosis sampai beberapa kali. $el)sel yang dihasilkan dari setiap pembelahan berukuran lebih ke*il dari ukuran induknya! disebut  blastomer. 'ira)kira pada hari ke) sampai ke)3! di rongga sel)sel inner *ell mass merembes *airan menembus zona pellu*ida! membentuk ruang antar sel.4uang antar sel ini kemudian  bersatu dan memenuhi sebagian besar massa zigot membentuk rongga blastokista. %nner sel

massa tetap berkumpul di salah satu sisi ( 'imball! 1++2#.

 5astrula ayam ditandai dengan adanya penebalan di daerah posterior blastoderm di area  pellu*ida. Penebalan ini kemudian memanjang ke arah anterior sehingga membentuk parit dengan pematangan deisebut daerah primiti&. 5astrula ayam memiliki epiblast! hioblast dan rongga erkhentreron. Tahap neurula ayam mirip dengan embrio katak yaitu melalui tahap keping neural! lipatan neural dan bumbung neural. ,rganogenesis merupakan proses lanjutan setelah terbentuk neurula. Proses ini meliputi pembentukan bakal organ dari lapisan ektoderm! mesoderm! dan endoderm. Perkembangan embrio ayam pada berbagai umur  inkubasi merupakan media yang jelas untuk memperlihatkan organogenesis (Adnan! 2"12#

 Pada ayam betina! terdapat sepasang o-ari! hanya yang de6trum mengalami atrophis (menge*il dan tidak bekerja lagi#. Dari o-ari menujulur o-iduk panjang berkelok)kelok!  berlubang pada bagian *ranial dengan suatu bentuk *orong. /ubang o-iduk itu disebut ostium

abdominalis.

Dinding o-iduk selanjutnya tersusun atas mus*ulus dan ephytelium yang bersi&at glandular! yang memberi sekresi yang kelak membungkus telur! yakni albumen sebagai putih telur! membran tipis di sebelah luar albumen dan *angkok yang berbahan zat kapur yang

(4)

disebut oleh kelenjar di sebelah *audal. 7terus sebenarnya belum ada. 0ertilisasi terjadi di dalam tubuh dengan jalan melakukan kopulasi ( 8asin! 1++2#.

 agian dari kuning telur yaitu kantung *horion! dimana membran ekstra embrio yang  paling luar dan yang berbatasan dengan *angkang atau jaringan induk! merupakan tempat  pertukaran antara embrio dan lingkungan diseitarnya adalah *horion atau serosa. 'antung allantois! dimana kantung ini merupakan suatu kantung yang terbentuk sebagai hasil e-aginasi bagian -entral usus belakang pada tahap aal perkembangan. 0ungsi kantung ini sebagai tempat penampungan dan penyimpanan urin dan sebagai organ pertukaran gas antara embrio dengan lingkungan luarnya.

#" Metodologi

1. 9aktu dan Tempat

:ari ; tanggal < $elasa! 22)2 April 2"1= 9aktu < Pukul 11."< 9% ) selesai

Tempat < /aboratorium Pendidikan 0'%P 7>TA> 2. Alat dan ahan

a. Alat < %nkubator! ?aan Petri! 5unting! Pinset! 5elas ,bjek! Mikroskop  b. ahan < Telur ayam kampung! >a?l &isiologis "!+@! 'ertas saring

. ?ara 'erja

a. Dipilih telur ayam kampung yang telah diinkubasi selama 2 jam! B ja dan =2  jam

 b. Dipe*ahkan *angkang telur yang telah diinkubasi selama 2 jam dan tuangkan kedalam *aan petri yang telah diberi >a?l &isiologis "!+@

*. Dibuat lubang pada kertas saring dengan menggunakan gunting. /ubang pada kertas disesuaikan dengan besar embrio ayam yang akan diamati

d. Diletakkan kertas saring diatas bakal embrio sehingga hanya bakal embrio yang tampak pada lubang kertas saring tersebut

e. Diangkat kertas saring dengan menggunakan pinset sehingga embrio yang telah dibersihkan ikut bersama kertas saring

&. Dipindahkan embrio ke atas gelas objek dan letakkan dibaah mikroskop. 'emudia diamati dan gambar bagian bagiannya

g. Dilakukan perlakuan yang sama untuk telur dengan masa inkubasi B jam dan =2 jam

D" :asil dan Pembahasan

(5)

 >o /ama %nkubasi 5ambar Pengamatan 5ambar literatur 

1 2 jam

2 B 8am

 =2 jam

$umber literatur < http://doubleddodewii.blogspot.co.id/2015/03/laporan-perkembangan-embrio-ayam.html

(6)

Pada praktikum kali ini praktikan melakukan per*obaan yang berjudul C Pengamatan Terhadap Perkembangan Embrio Ayam C. Adapun tujuan dari per*obaan ini yaitu untuk Mengamati tahapan perkembangan embrio ayam pada berbagai umur  serta Menggambarkan dan memberi keterangan berdasarkan pengamatan.

ahan utama yang digunakan dalam per*obaan ini yaitu telur ayam kampung yang masih baru dalam artian bukan telur yang sudah berumur 1 atau 2 minggu dari masa pengeramannya. Masing masing kelompok memiliki  butir telur. Ada   perlakuan yang dilakukan pada per*obaan ini yaitu telur pertama diinkubasi selama 2  jam! yang kedua B jam dan yang ketiga diinkubasi selama =2 jam. /alu kemudian dilakukan pengamatan dari masing masing telur untuk melihat bentuk embrio dibaah mikroskop.

Perkembangan embrio ayam terjadi di luar tubuh induknya. $elama berkembang! embrio memperoleh makanan dan perlindungan yang dari telur berupa kuning telur! albumen! dankerabang telur. %tulah sebabnya telur unggas selalu relati& besar.

erdasarkan hasil pengamatan baha telur yang sudah diinkubasi dengan aktu selama 2 jam! B jam dan =2 jam setelah dipe*ahkan dapat diamati pada tabel  pengamatan diatas.

Dari hasil pengamatan Pada hari pertama (2 jam#! entuk aal embrio pada hari pertama belum jelas terlihat masih tertutup kuning telur (yolk#! sel benih  berkembang menjadi bentuk seperti *in*in dengan bagian tepinya gelap! sedangkan  bagian tengahnya agak terang. agian tengah ini merupakan sel benih betina yang sudah dibuahi yang dinamakan zygot blastoder . 8adi didalam tubuh induk sudah terjadi perkembangan embrio. Terbentuknya area o-a*a dalam membran -etelin. Ada zona pelusida. Masih terlihat putih telur (albumen# dan khalaza

Pada hari kedua (B jam#! entuk aal embrio hari kedua mulai terlihat jelas. 8antung telah terbentuk! masih terbentuknya area o-a*a! masih terlihat kuning telur  dan albumen. $udah mulai terbentuk pembuluh darah yang berarna kemerah merahan. $udah adanya nokhta (bakal embrio#. Pada umur ini sudah terlihat  primitive  streake   suatu bentuk memanjang dari pusat blastoderm  yang kelak akan  berkembang menjadi embrio. Pada blastoderm terdapat garis)garis arna merah yang

merupakan petunjuk mulainya sistem sirkulasi darah.

Pada jantung hari ke  (=2 jam# embrio mengalami perlekukan ser-ikal sehingga daerah rhomben*ephalon berada disebelah dorsal dan telen*ephalon mendekati  perkembangan jantung. Pada pengamatan ini mata sudah mulai kelihatan! tampak   bintik gelap yang terletak disebelah kanan jantung! otak sudah mulai terbentuk dan

(7)

 berdenyut serta bentuk embrio sudah mulai tampak . dengan menggunakan alat khusus seperti mikroskop gelembung dapat dilihat gelembung bening ! kantung amnion ! dan aal perkembangan alantois. 5elembung)gelembung bening tersebut nantinya akan menjadi otak.$ementara kantong amnion yang berisi * airan arna putih  ber&ungsi melindungi embrio dari gon*angan dan membuat embrio bergerak bebas.

0asenn*o (1++2#! menyatakan baha lipatan kepala makin berkembang ke arah  posterior! sebaliknya dengan amnioti* tail &old akan berkembang ke arah anterior! dan lateral body &old semakin manutup. Mata terletak lebih ke arah *audal dari pada otosis. Di daerah -entro lateral rhomben*ephalon berkembang deri-at neural *est  berupa pasangan ganglion sara& kranial. Terjadi penebalan mesoderm yang akan  berkembang menjadi upper limb bud merupakan primordial sayap. $edangkakn di daerah kauda dibentuk loer limb bud yaitu primordial kaki. Pada stadium embrio masa pengeraman =2 jam terbentuk lebih kurang  menit.

 >amun jika dilihat dari aktu proses peme*ahan tanpa proses pengamatan mikroskop terlihat struktur dari embrio nya. Dapat dilihat sebagai berikut <

%nkubasi 2 jam %nkubasi B jam %nkubasi =2 jam 5ambar 

 pengamatan

5ambar  /iteratur

$umber literatur < http://sultratimes.blogspot.co.id/2015/02/laporan-praktikum-embriologi-ayam.html

Menurut Peblees (1+B#! baha daerah ekstra embrional terdiri area pelusida dan area opaka. Daerah kepala mengalami perkembangan agak *epat! namun karena adanya daerah  batas pertumbuhan terjadi lipatan kepala (haed &old#! mula)mula ke -entral! setelah ke -entral daerah kepala terangkat dan melipat ke posterior. 'emudian terjadi penutupan neural &old

(8)

se*ara bertahap mulai daerah di atas A%P ke posterior! dengan demikian terbentuk tabung otak.

 Telur untuk menetas membutuhkan aktu. Menurut $ukra (Tullet! 1+B2# baha aktu  perkembangan embrio pada ayam mulai dari zigot sampai menetas sekitar 1+ sampai 21 hari. Pada aktu telur menetas! hanya dapat dilihat anak ayam baru menetas dan pe*ahan *angkang telur! sedangkan kuning telur dan albumin sudah habis terserap! bahkan beberapa hari sebelum menetas kantong kuning telur tempat menyimpan kuning telur ditarik kedalam tubuh. 7ntuk 1) hari pas*a menetas! kantong kuning telur ber&ungsi bagian dari sistem  pen*ernaan.

Dalam perkembangannya! embrio dibantu oleh kuning telur (-itellus#! amnion! alantois dan *horion. Amnion adalah selaput yang menyelubungi embrio! ber&ungsi sebagai  bantal atau sebagai bagian pengaman pertama pada pembuahan agar -itellus tetap berada di

tempatnya! selain itu *halaza juga membantu amnion agar kuning telur dapat tepat berada di tengah)tengah lapisan putih telur.

Alantois ber&ungsi untuk mengedarkan zat)zat makanan ke embrio! organ respirasi dan  pembuangan sisa metabolisme. $elain itu juga terdapat *horion yang merupakan selaput ekstra embrionik paling luar. ?horion bersama) sama dengan alantois ber&ungsi membantu di dalam pertukaran gas dan air. $edangkan telur yang digunakan yaitu telur yang berumur 1 hari!  hari!  hari dan = hari

E" 'E$%MP7/A> DA> $A4A>

1. 'E$%MP7/A>

a. Perkembangan embrio ayam terjadi di luar tubuh induknya. $elama berkembang! embrio memperoleh makanan dan perlindungan yang dari telur berupa kuning telur! albumen! dankerabang telur. %tulah sebabnya telur unggas selalu relati&   besar.

 b. Per*obaan yang dilakukan terdiri dari  perlakuan yakni 2 jam ! B jam dan =2  jam

*. Pada hasil pengamatan 2 jam tidak terlalu terlihat struturnya karena ditutupi oleh yolk! namun detak jantung sudah terbentuk dan pembuluh darah berupa darah darah merah sudah terlihat.

d. Pada pengamatan B jam sudah terlihat lekukan embrio! sudah terlihat denyut  jantung embrio! masih terbentuknya area o-a*a! sudah terlihat primitive streake. e. Pada pengamatan =2 jam! $udah mulai terbentuk jantung dan berdenyut! embrio

sudah mulai tampak! pembuluh darah terlihat jelas dan menyebar hampir  diseluruh bagian.

(9)

&. Dalam perkembangannya! embrio dibantu oleh kuning telur (-itellus#! amnion! alantois dan *horion.

g. Amnion adalah selaput yang menyelubungi embrio! ber&ungsi sebagai bantal atau sebagai bagian pengaman pertama pada pembuahan agar -itellus tetap berada di tempatnya

h. Alantois ber&ungsi untuk mengedarkan zat)zat makanan ke embrio! organ respirasi dan pembuangan sisa metabolisme.

i. *halaza juga membantu amnion agar kuning telur dapat tepat berada di tengah) tengah lapisan putih telur.

2. $A4A>

/ebih menge&isienkan aktu lagi! agar praktikum selanjutnya berjalan seseuai dengan aktu yang sudah disediakan.

DA0TA4 P7$TA'A

Adnan. 2""B. Perkembangan :ean. Makasar < iologi 0M%PA 74M.

Adnan. 2"1". Perkembangan Hewan. Makassar < 8urusan iologi 0M%PA 7>M Makassar. Aspan. 2""+. Perkembangan Embrio Ayam. (,nline#. ( .aspan)gabe.*om;perkembangan)

embrio)ayammore)2B"#. Diakses tanggal 1 Mei 2"1=.

asri 2"12! aspan 2""+ subo 2"1 adnan! 2"1" jasin +2 sukra 2"""

0asenn*o! 5.M.! 4.T. :ardin and 0.E. 4obinson. 1++2. 4elationship o& hen age and egg sFuen*e position ith &ertility! hat*hbility! -iability! and pre un*ubation embryoni* de-elopment in broiler breeders. Journal of  Poultry Science. Gol. =1<1=))1B.

(10)

'imball! 8.9. 1++2. Biologi Umum. 8akarta < Erlangga

Peebles! E.D. and 8. rake. 1+B. 4elalitionship o& egg shell porosity o& stage o& embryoni* de-elopment in broiler breedHs. Journal of Poultry Science. Gol. 3 (12#<2BB

4atna! Dei. (2"1#. /aporan Perkembangan Embrio Ayam. (,nline#.

(http://doubleddodewii.blogspot.co.id/2015/03/laporan-perkembangan-embrio-ayam.html#. Diakses pada tanggal 1 Mei 2"1=.

$ultratime. (2"1#. /aporan Praktikum Embriologi Ayam. (,nline#.

(http://sultratimes.blogspot.co.id/2015/02/laporan-praktikum-embriologi-ayam.html#. Diakses pada tanggal 1 Mei 2"1=.

Tullet! $.5. and 0.5. urton. 1+B2. I0a*tor a&&e*ting the eight and ater status o& *hi*k  and hat*h. Journal of British Poultry Science. Gol. 2<31)3+.

Referensi

Dokumen terkait

Setelah dilakukan pengujian pada kerabang, putih dan kuning telur, tidak ditemukan Salmonella Enteritidis pada 104 (seratus empat) butir sampel telur ayam ras yang berasal dari

Pengujian metode cepat dan metode konvensional terhadap 270 sampel telur ayam konsumsi dilakukan dalam 90 pengujian pada 3 parameter yaitu kerabang, putih dan kuning telur..

Setelah dilakukan pengujian pada kerabang, putih dan kuning telur, tidak ditemukan Salmonella Enteritidis pada 104 (seratus empat) butir sampel telur ayam ras yang berasal dari

Ayam buras adalah turunan dari proses penyilangan ayam hutan dengan ayam pedaging, yang didomestikasi dan dikembang-biakan. Osifikasi anggota tubuh embrio ayam diawali dari

Persentase perkembangan embrio yang paling baik terjadi pada perlakuan J2 pada telur ayam Kedu Hitam dan J3 telur ayam Kedu Putih, karena sel-sel

Telur adalah suatu bentuk tempat penimbunan zat gizi seperti air, protein, karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral yang diperlukan untuk pertumbuhan embrio sampai

Telur ayam segar konsumsi adalah telur ayam yang tidak mengalami proses pendinginan dan tidak mengalami penanganan pengawetan serta tidak menunjukkan tanda-tanda pertumbuhan

Kandungan aflatoksin pada telur asal lapang sebesar ini kemungkinan akan berpengaruh terhadap daya tetas dan perkembangan embrio ayam maupun itik bila dibandingkan dengan