Karya Tulis Biji 1

21 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

KARYA TULIS

Pemanfaatan Biji Nangka Menjadi Tepung Terigu

Diajukan Dalam Rangka Memenuhi Tugas Mandiri Terstruktur Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI Semester Dua

Tahun Pelajaran 2011/2012

Disusun oleh : Nama : Hikmatun Ni’mah

NIS : 5625

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA SMA NEGERI 1 KUTOWINANGUN

2012

Pemanfaatan Biji Nangka Menjadi Tepung Terigu

Diajukan Dalam Rangka Memenuhi Tugas Mandiri Terstruktur Mata Pelajaran Bahasa Indonesia di kelas XI Semester Dua

(2)

Disusun oleh : Nama : Hikmatun Ni’mah

NIS : 5625

DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA SMA NEGERI 1 KUTOWINANGUN

2012

LEMBAR PENGESAHAN

Judul Karya Ilmiah : Pemanfaatan Biji Nangka Menjadi Tepung Terigu Penyusun : Hikmatun Ni’mah

: 5625

Sekolah : SMA Negeri 1 Kutowinangun, Kebumen Jawa Tengah Karya tulis ini telah disahkan pada 15, Februari 2012

Oleh : Pembimbing , (Drs. Kirwanto) NIP. 19630809.199512.001

KATA PENGANTAR

Penulis bersyukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat, taufik dan karunia-Nya, judul sehingga penulis dapat menyelesaikan karya ilmiah yang berjudul “Pemanfaatan Biji Nangka Menjadi Tepung Terigu” dengan baik. Karya ilmiah ini, dapat diselesaikan dengan baik atas dukungan dan partisipasi berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada :

1. Bapak Drs. Kirwanto selaku pembimbing dalam penyusunan karya tulis ilmiah ini. 2. Kepada kedua orang tua yang telah membantu proses pembuatan karya ilmiah.

3. Berbagai pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu per satu yang telah mendukung dan berpartisipasi dalam penyelesaian karya ilmiah ini.

Karya ilmiah ini merupakan hasil penelitian, yang penulis lakukan dikediaman penulis sendiri dari bulan Januari sampai Februari 2012. Karya ilmiah ini diajukan untuk memenuhi tugas mandiri terstuktur mata pelajaran bahasa Indonesia di kelas XI semester dua tahun 2012.

(3)

Penulis menyadari bahwa penulisan karya tulis ilmiah ini, masih kurang dari sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang konstruktif sangat penulis harapkan. Akhirnya penulis berharap agar karya ilmiah ini, memberikan manfaat bagi masyarakat secara umum dan masyarakat kebumen khususnya.

Kebumen, 15 Februari 2012 Penulis DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul... i Lembar Pengesahan... ii

Kata pengantar ... iii

Daftar Isi ... iv

Daftar Gambar ... vi

Ringkasan karya Tulis ... vii

BAB I. PENDAHULUAN ... 1

1.1 Latar Belakang ... 1

1.2 Identifikasi Masalah ... 2

1.3 Tujuan Penelitian ... 3

1.4 Manfaat ... 3

BAB II. TELAAH PUSTAKA ... 4

2.1 Deskripsi Tanaman Nangka ... 4

2.2 Daerah Asal dan Penyebaran ... 6

2.3 Kandungan Gizi Buah Nangka dan Biji Nangka ... 7

2.4 Manfaat Tanaman Nangka ... 8

2.4.1 Manfaat dari Buah Nangka ... 8

2.4.2 Manfaat dari Biji Nangka ... 10

2.4.3 Manfaat dari Daun Nangka ... 11

2.4.4 Manfaat dari Kayu Nangka ... 15

2.5 Hal-hal yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman Nangka ... 16

BAB III. METODE ... 18

3.1 Tempat dan Waktu ... 18

3.2 Bahan dan Alat ... 18

3.2.1 Bahan ... 18

3.2.2 Alat ... 18

3.3 Metode Pembuatan Tepung Terigu dari Biji Nangka ... 19

3.4 Pengujian ... 21

3.4.1 Performa Warna ... 21

3.4.2 Performa Kekentalan ... 21

3.4.3 Performa Kerenyahan ... 21

3.4.4 Hasil yang Diperoleh ... 21

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ... 22

4.1 Performa Tepung Terigu dari Biji Nangka ... 22

4.1.1 Performa Warna ... 22

(4)

4.1.3 Performa Kerenyahan ... 22

4.1.4 Hasil yang Diperoleh ... 22

4.2 Keunggulan dan Kelemahan ... 23

4.3 Meningkatkan Kesadaran Masyarakat ... 23

BAB V. PENUTUP ... 25 5.1 Kesimpulan ... 25 5.2 Saran ... 25 Daftar Pustaka ... 26 DAFTAR GAMBAR Halaman 1) Tanaman Nangka ... 5 2) Buah Biji ... 9 3) Biji Nangka ... 10

4) Daun Nangka dan Herbal lain ... 12

5) Jenis-jenis Kanker yang Dialami oleh Daun Sirsak dan Daun Nangka ... 12

6) Makanan Pantangan Bagi Penderita Kanker ... 15

7) Proses Pengulitan ... 19

8) Proses Penumbukan ... 20

9) Proses Penjemuran ... 20

10) Proses Pengayakan ... 20 RINGKASAN KARYA TULIS

Manusia memerlukan makanan agar bisa beraktivitas. Makanan tersebut berperan sebagai sumber tenaga dan energi. Selain itu, makanan digunakan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan sel-sel tubuh serta memelihara kesehatan manusia. Namun, dengan semakin bertambahnya jumlah penduduk saat ini, membuat kekayaan yang ada di alam kita untuk dijadikan suatu makanan semakin sulit ditangani. Beberapa hal yang

melatarbelakangi penulis melakukan penelitian terhadap “Pemanfaatan Biji Nangka Menjadi Tepung Terigu” sebagai berikut ; Semakin padatnya penduduk menimbulkan bertambahnya kebutuhan pangan masyarakat yang harus dipenuhi. Belun maksimalnya pemanfaatan kekayaan alam yang ada di negri kita untuk diolah menjadi sumber pangan yang dibutuhkan masyarakat. Belum adanya kesadaran bagi masyarakat untuk memanfaatkan kekayaan alam kita sampai pada hal yang terkecil. Dan semakin meningkatnya harga pangan, membuat masyarakat yang kurang mampu menjadi tidak terpenuhi gizinya, bahkan banyak pula masyarakat yang terserang penyakit busung lapar karena tidak dapat makan/kekurangan pangan.

Hal-hal tersebut diatas, menjadi dasar mengapa penulis tertarik untuk mengungkap “Pemanfaatan Biji Nangka menjadi Tepung Terigu”. Berdasarkan data-data yang penulis paparkan diatas dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut : Apakah biji nagka yang merupakan salah satu limbah, memiliki kandungan gizi yang bermanfaat bagi kesehatan, dan dapatkah biji nangka dimanfaatkan sebagai tepung terigu untuk membantu masyarakat yang kekurangan. Juga dapatkah pemanfaatan biji nangka akan meningkatkan kesadaran diri masyarakat untuk

mengoptimalkan pemanfaatan kekayaan alam yang ada di negri kita ini. Tujuan dari penelitian adalah ; menemukan kandungan gizi tepung dari biji nangka, membuat masyarakat memiliki kesadaran diri untuk memanfaatkan kekayaan alam yang ada, dan membantu keringanan pangan bagi masyarakat yang kekurangan.

Nangka adalah tanaman serbaguna yang mempunyai berbagai manfaat, dari akar sampai daunnya. Selain sebagai tanaman tahunan, nangka juga mempunyai spesies tanaman kayu yang dapat diteliti taksonominya. Tanaman nangka terdapat dan tersebar keseluruh daerah-daerah yang ada di Indonesia. Selain itu, tanaman nangka juga

(5)

sangat mudah untuk dibudidayakan, apalagi didaerah tropis seperti di negara kita yaitu Indonesia. Buah nangka muda juga sangat digemari sebagai bahan sayuran. Di Sumatera terutama di Minangkabau, dikenal masakan gulai nangka. Di Jawa Barat buah nangka muda antara lain dimasak sebagai salah satu bahan sayur asam. Di Jawa Tengah dikenal berbagai macam masakan dengan bahan dasar buah nangka muda (disebut gori), seperti sayur lodeh, sayur mogana, oseng-oseng gori, dan jangan gori (sayur nangka muda). Di Jogjakarta, nangka muda terutama dimasak sebagai gudeg. Sementara diseputaran Jakarta dan Jawa Barat, bongkol bunga jantan (disebut babal atau tongkolan) kerap dijadikan bahan rujak. Dan masih banyak lagi masakan-masakan dari nagka muda didaerah-daerah lain.

BAB I. PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang

Alam semasta tercipta dengan proses yang amat rumit dan mengagungkan. Demikian pula dengan bumi dan seluruh komponen yang ada di dalamnya memperlihatkan mekanisme yang sangat sempurna dan saling berkesinambungan. Seluruh makhluk hidup yang ada di dalamnya saling berkoordinasi membentuk sebuah tatanan rantai kehidupan yang luar biasa. Manusia adalah makhluk yang sangat bergantung dengan alam dan sekitarnya. Kebutuhan manusia seakan tidak dapat dilepaskan oleh peran alam sebagai penunjang kestabilan, termasuk kebutuhan akan bahan makanan.

Makanan adalah sebuah sumber energi yang hampir disetiap sudut kehidupan manusia selalu ada. Manusia memerlukan makanan agar bisa beraktivitas. Makanan tersebut berperan sebagai sumber tenaga. Selain itu, makanan digunakan untuk pertumbuhan dan pemeliharaan jaringan sel-sel tubuh serta memelihara kesehatan. Oleh karena itu, makanan yang dikonsumsi sebaiknya mengandung gizi yang baik. Asupan gizi dapat terpenuhi dengan mengonsumsi makanan sehat. Makanan sehat adalah makanan yang higienis dan mengandung gizi dalam jumlah yang seimbang. Makanan sehat mengandung berbagai zat yang diperlukan tubuh, seperti karbohidrat, lemak, protein, vitamin, air, dan mineral. Zat makanan disebut juga biomolekul, karena merupakan senyawa atau molekul kimia yang dibutuhkan untuk dapat hidup dengan baik (Bio = Hidup ; Molekul = Senyawa). Zat makanan tersebut dapat dikelompokkan menurut jumlah yang dibutuhkan oleh makhluk hidup yaitu zat makanan makro dan zat makanan mikro. Karbohidrat merupakan salah satu zat makanan makro, yaitu zat makanan yang diperlukan tubuh dalam jumlah besar. Karbohidrat terdapat pada bahan-bahan makanan, salah satu contoh adalah gandum.

Gandum merupakan salah satu bahan baku/dasar makanan yang sangat dibutuhkan manusia. Dan gandum memiliki banyak fungsi, diantaranya :

a. Sebagai sumber energi utama. b. Bahan pembentuk senyawa kimia lain. c. Membantu proses buang air besar.

d. Sebagai komponen penyusun gen dalam inti sel. e. Membantu proses penyerapan kalsium.

f. Menjaga keseimbangan asam dan basa.

Dengan mengetahui begitu banyaknya manfaat dari gandum maka, gandum yang sering dijadikan sebagai tepung terigu sangat dibutuhkan oleh manusia. Namun, seiring dengan semakin kompleksnya kebutuhan, yang disebabkan oleh semakin padatnya penduduk, masalah makanan pun menjadi masalah yang pelik. Selain itu, dengan harga pangan yang selalu meningkat, membuat rakyat yang tidak mampu menjadi tidak terpenuhi gizinya, dan bahkan ada yang terserang penyakit busung lapar karena kekurangan makanan. Dan juga pemerintah yang kurang

memerhatikan warganya yang kekuranagan.

Sebenarnya Indonesia merupakan negara yang memiliki kekayaan alam yang begitu melimpah berupa flora dan faunanya yang berpotensi dijadikan sebagai sumber makanan bagi masyarakatnya. Namun, masyarakat Indonesia

(6)

dan pemerintahnya belum mempunyai kesadaran diri untuk memanfaatkan kekayaan alam yang telah ada di negeri kita secara maksimal. Masyarakat Indonesia masih belum mempunyai SDM yang cukup untuk memanfaatkan kekayaan alamnya. Hal-hal tersebut disebabkan karna, masyarakat Indonesia tidak mau melihat dan memerhatikan sekeliling mereka. Dan akhirnya, mereka tidak mengetahui bahwa semua benda yang ada di ala mini termasuk yang ada di sekeliling mereka memiliki manfaat tersendiri. Salah satu contoh kecil adalah biji nangka. Bagi masyarakat Indonesia, biji nangka hanyalah sebuah limbah dari buahnya yang hanya bisa dimakan dengan cara direbus. Tetapi bagi orang yang tidak menyukai rebusan biji nangka, mereka akan membuang biji nangka tersebut begitu saja. mereka tidak mau menjadikan biji nangka tersebut sebagai suatu makanan yang sangat dibutuhkan oleh diri mereka sendiri. Padahal, biji nangka dapat dijadikan tepung terigu seperti halnya tepung terigu dari gandum yang memiliki fungsi dan manfaat yang sangat dibutuhkan oleh manusia.

Hal inilah yang melatarbelakangi peneliti melakukan penelitian tentang “Pemanfaatan Biji Nangka menjadi Tepung Terigu”. Dan untuk mendapatkan tepung terigu ini pun, relatif murah dan mudah. Karena, bahan baku/utama dalam pembuatannya diambil dari biji-biji nagka yang mudah dicari/didapatkan. Dan sering pula, biji nangka ini hanya dijadikan limbah yang sering dianggap tidak berguna.

Hasil pemaparan di atas menunjukkan fakta-fakta yang melatarbelakangi penelitian, antara lain :

1) Semakin padatnya penduduk yang menimbulkan bertambahnya kebutuhan pangan masyarakat yang harus dipenuhi.

2) Belum maksimalnya pemanfaatan kekayaan alam yang ada untuk diolah menjadi sumber pangan yang dibutuhkan masyarakat.

3) Belum adanya kesadaran bagi masyarakat untuk memanfaatkan kekayaan alam kita sampai hal yang terkecil. 4) Semakin meningkatnya harga pangan, membuat masyarakat yang kurang mampu menjadi tidak terpenuhi gizinya, bahkan banyak pula masyarakat yang terserang penyakit busung lapar karena kekurangan makanan.

Hal-hal tersebut diatas, menjadi dasar mengapa penulis tertarik untuk mengungkapkan “Pemanfaatan Biji Nangka menjadi Tepung Terigu” sebagai salah satu bahan dasar dari suatu makanan.

1.2 Identifikasi Masalah

Berdasarkan data-data yang penulis paparkan di atas dapat dirumuskan beberapa permasalahan, antara lain : 1) Apakah biji nangka yang merupakan salah satu limbah memiliki kandungan gizi yang baik bagi kesehatan. 2) Dapatkah biji nangka dimanfaatkan menjadi tepung terigu untuk membantu masyarakat yang kekurangan. 3) Dapatkah pemanfaatan biji nangka akan meningkatkan kesadaran diri masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan kekayaan alam yang ada di negeri kita.

1.3 Tujuan Penelitian

1) Menemukan kandungan gizi yang tersimpan dalam tepung terigu dari biji nangka.

2) Membuat masyarakat memiliki kesadaran untuk memanfaatkan kekayaan alam yang ada di negeri kita. 3) Membantu untuk memberi keringanan pangan bagi masyarakat yang kekurangan.

1.4 Manfaat

1) Memberikan rujukan kepada instansi terkait untuk melakukan penelitian lebih, mengenai pemanfaatan biji nangka menjadi tepung terigu

2) memberikan informasi dan masukan kepada masyarakat, khususnya masyarakat kebumen untuk dapat mengelola atau membuat sendiri tepung terigu dari biji nangka yang dimiliki masyarakat.

3) Memberitahukan kepada masyarakat bahwa semua bunda yang ada di alam ini, termasuk di sekeliling kita memiliki manfaat tersendiri.

(7)

BAB II. TELAAH PUSTAKA 2.1 Deskripsi Tanaman Nangka

Nangka adalah nama sejenis pohon, sekaligus buahnya. Pohon nangka termasuk ke dalam suku Moraceae; nama ilmiahnya adalah Artocarpus heterophyllus. Dalam bahasa Inggris, nangka dikenal sebagai jackfruit.Pohon nangka umumnya berukuran sedang, sampai sekitar 20 m tingginya, walaupun ada yang mencapai 30 meter. Batangnya berbentuk bulat silindris, sampai berdiameter sekitar 1 meter. Tajuknya padat dan lebat, melebar dan membulat apabila di tempat terbuka. Seluruh bagian tumbuhannya mengeluarkan getah putih yang pekat apabila dilukai. Daunnya tunggal dan tersebar, memiliki tangkai yang berukuran 1 sampai 4 cm. Helai daunnya kaku dan agak tebal seperti kulit, memiliki tepi yang rata, bulat telur terbalik sampai jorong (memanjang), 3,5-12 × 5-25 cm, dengan pangkal menyempit sedikit demi sedikit, dan ujungnya pendek meruncing atau agak runcing. Daun penumpu berbentuk bulat lancip seperti telur, panjangnya sampai 8 cm, mudah rontok dan meninggalkan bekas serupa cincin. Tumbuhan nangka merupakan tumbuhan berumah satu (monoecious), perbungaan muncul pada ketiak daun pada pucuk yang pendek dan khusus, yang tumbuh pada sisi batang atau cabang tua. Bunga jantan dalam bongkol berbentuk gada atau gelendong, 1-3 × 3-8 cm, dengan cincin berdaging yang jelas di pangkal bongkol, hijau tua, dengan serbuk sari kekuningan dan berbau harum samar apabila masak. Bunga nangka disebut babal. Setelah melewati umur masaknya, babal akan membusuk (ditumbuhi kapang) dan menghitam semasa masih di pohon, sebelum akhirnya terjatuh. Bunga betina dalam bongkol tunggal atau berpasangan, silindris atau lonjong, hijau tua.Buah majemuk (syncarp) berbentuk gelendong memanjang, seringkali tidak merata, panjangnya hingga 100 cm, pada sisi luar membentuk duri pendek lunak. 'Daging buah', yang sesungguhnya adalah perkembangan dari tenda bunga, berwarna kuning keemasan apabila masak, berbau harum-manis yang keras, berdaging, kadang-kadang berisi cairan (nektar) yang manis. Biji berbentuk bulat lonjong sampai jorong agak gepeng, panjang 2-4 cm, berturut-turut tertutup oleh kulit biji yang tipis coklat seperti kulit, endokarp yang liat keras keputihan, dan eksokarp yang lunak. Keping bijinya tidak setangkup.

Nangka terutama dipanen buahnya. "Daging buah" yang matang seringkali dimakan dalam keadaan segar, dicampur dalam es, dihaluskan menjadi minuman (jus), atau diolah menjadi aneka jenis makanan daerah seperti: dodol nangka, kolak nangka, selai nangka, nangka goreng-tepung, keripik nangka, dan lain-lain. Nangka juga digunakan sebagai pengharum es krim dan minuman, dijadikan madu-nangka, konsentrat atau tepung. Biji nangka, dikenal sebagai "beton", dapat direbus dan dimakan sebagai sumber karbohidrat tambahan.Buah nangka muda sangat digemari sebagai bahan sayuran. Di Sumatera, terutama di Minangkabau, dikenal masakan gulai nangka. Di Jawa Barat buah nangka muda antara lain dimasak sebagai salah satu bahan sayur asam. Di Jawa Tengah dikenal berbagai macam masakan dengan bahan dasar buah nangka muda (disebut gori), seperti sayur lodeh, sayur megana, oseng-oseng gori, dan jangan gori (sayur nangka muda). Di Jogyakarta nangka muda terutama dimasak sebagai gudeg. Sementara di seputaran Jakarta dan Jawa Barat, bongkol bunga jantan (disebut babal atau tongtolang) kerap dijadikan bahan rujak.Ketupat gulai nangka, contoh olahan dari "buah" nangka muda.Daun-daun nangka merupakan pakan ternak yang disukai kambing, domba maupun sapi. Kulit batangnya yang berserat, dapat digunakan sebagai bahan tali dan pada masa lalu juga dijadikan bahan pakaian. Getahnya digunakan dalam campuran untuk memerangkap burung, untuk memakal (menambal) perahu dan lain-lain.

Kayunya berwarna kuning di bagian teras, berkualitas baik dan mudah dikerjakan. Kayu ini cukup kuat, awet dan tahan terhadap serangan rayap atau jamur, serta memiliki pola yang menarik, gampang mengkilap apabila diserut halus dan digosok dengan minyak. Karena itu kayu nangka kerap dijadikan perkakas rumah tangga, mebel, konstruksi bangunan, konstruksi kapal sampai ke alat musik. Dari kayunya juga dihasilkan bahan pewarna kuning untuk mewarnai jubah para pendeta Buddha.Daun tanaman ini jg di rekomendasikan oleh pengobatan ayurveda sebagai obat antidiabetes karena ekstrak daun nangka memberi efek hipoglikemi (Chandrika, 2006). Selain itu daun

(8)

pohon nangka juga dapat digunakan sebagai pelancar ASI, borok (obat luar), dan luka (obat luar). Daging buah nangka muda (tewel) dimanfaatkan sebagai makanan sayuran yang mengandung albuminoid dan karbohidrat. Sementara biji nangka dapat digunakan sebagai obat batuk dan tonik (Heyne. K, 1987). Biji nangka dapat diolah menjadi tepung yang digunakan sebagai bahan baku industri makanan (bahan makan campuran). Khasiat kayu sebagai anti spasmodic dan sedative, daging buah sebagai ekspektoran, daun sebagai laktagog. Kayu nangka dianggap lebih unggul daripada jati untuk pembuatan meubel, konstruksi bangunan pembubutan, tiang kapal, untuk tiang kuda dan kandang sapi, dayung, perkakas, dan alat musik. Getah kulit kayu juga telah digunakan sebagai obat demam, obat cacing dan sebagai antiinflamasi. Pohon nangka dapat dimanfaatkan sebagai obat tradisional. Kandungan kimia dalam kayu adalah morin, sianomaklurin (zat samak), flavon, dan tanin. Selain itu, dikulit kayunya juga terdapat senyawa flavonoid yang baru, yakni morusin, artonin E, sikloartobilosanton, dan artonol B (Ersam T, 2001). Bioaktivitasnya terbukti secara empiric sebagai antikanker, antivirus, antiinflamasi, diuretil, dan antihipertensi (Ersam T, 2001).

Gambar 1. Tanaman Nangka

Tanaman nangka diklasifikasikan sebagai berikut : Kingdom : Plantae

Divisi : Spermatophyta (tumbuhan berbiji) Sub-divisi : Angiospermae (biji tertutup) Kelas : Dicotyledonae (biji berkeping dua) Ordo : Morales

Family : Moraceae Genus : Artocarpus

Spesies : A-heterophyllus Lamk. 2.2 Daerah Asal dan Penyebaran

Plasma nutfah (sumber genetik) tanaman nangka diduga berasal dari kawasan tropic Asia. Beberapa literature menunjukkan bahwa tanaman nangka berasal dari India Selatan, kemudian menyebar ke Malaysia dan negara-negara lain yang beriklim tropik. Ivanovich Vavilov, seorang ahli botani Soviet, memastikan setrom asal tanaman nangka adalah Indo Malaya dan India. Di kawasan Indo Malaya, tanaman ini ditemukan di Indo Cina, Malaysia, Filipina, dan Indonesia, sedangkan di India terdapat di daerah Assam.

Dewasa ini tanaman nangka telah meluas dibudidayakan di Asia Tenggara. Negara yang merintis pengembangan budidaya tanaman nangka secara intensif adalah Thailand. Pada tahun 1986/1987, pertanaman nangka di Thailand menurun menjadi 200.000 rai (setara dengan 23.200 hektar). Pola pembudidayaan nangka di Thailand makin diintensifkan sebagai komoditas konersial. Daerah pusat pertanaman nangka di Thailand tersebut, antara lain di wilayah Bangkok dan Rayong.

Di Indonesia berabad-abad yang lampau, masyarakat sudah mengenal dan menanam tanaman nangka. Penyebaran tanaman ini sudah meluas hampir diseluruh Nusantara. Nama tanaman nangka di berbagai daerah amat beragam,

(9)

antara lain : panah (Aceh), pinasa, sibodak, nangka atau naka (Batak), baduh atau enaduh (Dayak), banaso, lamara atau manasa (Lampung), naa (Nias), kuloh (Timor), dan nangka (Sunda dan Madura). Nangka adalah nama jenis pohon, termasuk ke dalam suku Maraceae, yang memiliki nama ilmiah Artocarpus Heteropyllus. Pohon ini adalah salah satu jenis buah yang paling banyak ditanam di daerah tropis. Buah ini cukup terkenal di seluruh dunia, apalagi di pedesaan. Dalam bahasa inggris, nangka dikenal sebagai jack fruit. Tanaman ini berasal dari India bagian selatan yang kemudian menyebar ke daerah tropis lainnya, termasuk Indonesia. Di Indonesia pohon nangka dapat tumbuh hampir di setiap daerah. Biji berbentuk bulat lonjong sampai jorong agak gepeng, panjang 2-4 cm, berturut-turut tertutup oleh kulit biji yang tipis coklat seperti kulit, endokarp yang liat keras keputihan, dan eksokarp yang lunak. Keping bijinya tidak setangkup.

2.3 Kandungan Gizi Buah Nangka dan Biji nangka

Tanaman nangka merupakan salah satu tanaman yang dari akar hingga daunnya memiliki manfaat dan kandungan gizi yang baik. Disina akan dipaparkan kandungan-kandungan gizi dari tanaman. Kandungan gizinya sebagai berikut ;

1. Kandunagn gizi dari buah nangka :

2. Komposisi Gizi per 100 gram nangka muda, nangka masak, dan biji nangka

Komponen gizi Nangka Muda Nangka Masak Biji Nangka

Energi (kkal) 51 106 165 Protein (g) 2,0 1,2 4,2 Lemak (g) 0,4 0,3 0,1 Karbohidrat (g) 11,3 27,6 36,7 Kalsium (mg) 45 20 33 Fosfor (mg) 29 19 200 Besi (mg) 0,5 0,9 1,0 Vitamin A (SI) 25 330 0 Vitamin B1 (mg) 0,07 0,07 0,20 Vitamin C (mg) 9 7 10 Air (g) 85,4 70 57,7

Biji nangka merupakan sumber karbohidrat (36,7 g/100 g), protein (4,2 d/100 g), dan energi (165 kkal/100 g), sehingga dapat dimanfaatkan sebagai bahan pangan yang potensial. Biji nangka juga merupakan sumber mineral yang baik. Kandungan mineral per 100 gram Biji nangka adalah fosfor (200 mg), kalsium (33 mg), dan besi (1,0 mg). Selain dapat dimakan dalam bentuk utuh, biji nangka juga dapat diolah menjadi tepung. Selanjutnya dari tepungnya

(10)

dapat dihasilkan berbagai makanan olahan.

Keunggulan utama nangka masak dibandingkan nangka muda dan biji nangka adalah memilk kadar vitamin A yang tinggi, yaitu 330 SI per 100 g daging buah. Vitamin A berperan dalam menjaga agar kornea mata selalu sehat. Mata yang normal biasanya mengeluarkan mukus, yaitu cairan lemak kental yang dikeluarkan sel epitel mukosa, sehingga membantu mencegah terjadinya infeksi.

Namun, bila kekurangan vitamir A, sel epitel akan mengeluarkan keratin, sel-sel membran akan kering dan

mengeras. Keadaan tersebut dikenal dengan istilah keratinisasi. Keadaan tersebut bila berlanjut akan menyebabkan, penyakit xeroftalmia, yang bila tidak diobati akan menjadi buta.

2.4 Manfaat Tanaman Nangka

Tanaman nangka memiliki manfaat yang begitu banyak. Dari akar hingga daun tanaman nangka, semuanya memiliki manfaat. Berikut ini rincian tanaman nangka :

2.4.1 Manfaat dari buah nangka

Buah nangkamemang unik, dari segi rasa, penampilan, ataupun teksturnya. Karena itu orang banyak

menggolongkan buah nangka sebagai buah yang eksotik.Banyak cara untuk menikmati buah nangka. Bisa dimakan mentah, dibuat es campur, diolah menjadi gulai atau asinan, keripik, bahkan bijinya juga kerap dijadikan kudapan lezat.Di balik kelezatannya, ternyata nangka memiliki berbagai manfaat bagi kesehatan. Seperti dikutip dari Walipop, berikut ini beberapa khasiat dari nangka sebagai berikut.

1) Nangka merupakan sumber vitamin C dan anti-oksidan yang bisa meningkatkan sistem daya tahan tubuh. 2) Kaya potassium yang membantu mengatur tekanan darah, serta mengurangi risiko terkena stroke dan penyakit jantung. Potassium juga berguna untuk mengatur kadar elektrolit dalam tubuh.

3) Membantu melancarkan pencernaan dan mengatasi konstipasi (sembelit) karena mengandung serat tinggi. 4) Mengandung saponin, isoflavon, dan lignan yang membantu menangkal radikal bebas penyebab kanker. Tiga zat ini juga bisa memperlambat kemunduran sel dalam tubuh.

5) Mengandung anti-oksidan dan vitamin A yang membantu menjaga kesehatan kulit dan mata.

6) Gula alami seperti sukrosa dan fruktosa yang terkandung dalam nangka, merupakan sumber energi yang baik baik dan mudah dicerna tubuh.

7) Mengandung banyak mineral seperti mangan, zat besi, vitamin B6, niacin, folic acid, dan sebagainya. Mineral dibutuhkan dalam jumlah kecil untuk mengoptimalkan fungsi-fungsi organ tubuh.

8) Hobi makan buah nangka? Jangan buang bijinya. Selain lezat, biji nangka sangat bernutrisi dan merupakan sumber protein. Rebus biji buah nangka selama 30 menit, dan jadikan sebagai camilan bergizi.

Adapun manfaat lainnya adalah, sebagai berikut :

1) Meningkatkan kesehatan saluran pencernaan. Nangka mampu membantu menyembuhkan borok lambung dan serat nangka sangat membantu mengatasi konstipasi (susah buang air besar). Dengan demikian, buah nangka mampu ikut membantu mencegah timbulnya kanker usus besar.

2) Memperkuat sistem imun.Buah nangka adalah sumber vitamin C yang sangat baik, sebagai antioksidan yang ampuh mencegah flu dan infeksi.

3) Proteksi terhadap kanker. Buah nangka mengandung fitonutrien seperti lignan, isoflavon, dan saponin yang membentuk proteksi tubuh melawan timbulnya kanker.

4) Menurunkan tekanan darah. Buah nangka mengandung potassium (kalium) yang penting dalam menjaga keseimbangan cairan tubuh dan eletrolit sehingga bermanfaat positif terhadap pengaturan tekanan darah, sehingga mengurangi resiko serangan jantung dan stroke.

(11)

5) Membantu kesehatan indra penglihatan. Kandungan vitamin A dalam buah nangka akan membantu menjaga kesehatan mata. Selain itu, vitamin ini juga penting untuj menjaga kesehatan kulit dan membran mukosa (contohnya pada hidung di bagian dalam) dan meningkatkan fungsi sistem imun.

Gambar 2. Buah Nangka 2.4.2 Manfaat dari biji nangka

Biji nangka ternyata tidak selalu harus dianggap limbah dan dibuang begitu saja. Selama ini biji nangka dimanfaatkan hanya dengan merebus dan memakannya. Namun biji itu ternyata bisa dibuat menjadi tepung yang kemudian diolah lagi menjadi aneka panganan bergizi tinggi. Kandungan karbohidrat biji nangka, memang lebih rendah dibanding beras. Kandungan karbohidrat 100 gr beras sebesar 78,9 gr. Jika dibandingkan, maka 2 kg nangka sebanding dengan 1 kg beras, meski begitu biji nangka dapat di manfaatkan sebagai alternative bahan pangan yang cukup bergizi karena masih adany kandungan zat lain yang lebih tinggi di banding makanan penghasil karbohidarat lainnya seperti zat besi dan vitamin B1 (Lihat Tabel 1). Jika dibandingkan dengan berbagai jenis tanaman yang umum dipakai sebagai penghasil karbohidrat maka biji nangka tersebut termasuk memiliki kadar bahan kimia yang relative potensial. Kandungan kimia biji nangka jika dibandingkan dengan beberapa tanaman sumber karbohidrat seperti beras gili, jagung rebus, dan singkong.

Gambar 3. Biji Nangka

Table 1. komposisi kimia biji nangka dan sumber karbohidrat lain per 100 gram bahan makan yang dapat di makan Komposisi Biji nangka Beras giling Jagung segar Singkong

Kalori (kal) 165,0 360,0 140,0 146,0 Protein (gram) 4,2 6,8 4,7 1,2 Lemak (Gram) 0,1 0,7 1,3 0,3 Karbohidra (gr) 36,7 78,9 33,1 34,7 Kalsium (mg) 33,0 6,0 6,0 33,0 Besi (mg) 200,0 140,0 118,0 40,0 Fospor (mg) 1,0 0,8 0,7 0,7 Vitamin B1 (mg) 0,20 0,12 0,12 0,06

(12)

Vitamin C (mg) 10,0 0,0 8,0 30,0

Air (%) 56,7 13,0 60,0 62,5

Dari table di atas kandungan karbohidrat biji nangka tertinggi kedua di banding beras giling namun kandungan zat besi dan vitamin B1 pada biji nangka merupakan yang tertinggi dibanding makanan sumber karbohidrat lainnya. Tabel 2. Komposisi Gizi per 100 gram nangka muda, nangka masak, dan biji nangka

Komponen gizi Nangka Muda Nangka Masak Biji Nangka

Energi (kkal) 51 106 165 Protein (g) 2,0 1,2 4,2 Lemak (g) 0,4 0,3 0,1 Karbohidrat (g) 11,3 27,6 36,7 Kalsium (mg) 45 20 33 Fosfor (mg) 29 19 200 Besi (mg) 0,5 0,9 1,0 Vitamin A (SI) 25 330 0 Vitamin B1 (mg) 0,07 0,07 0,20 Vitamin C (mg) 9 7 10 Air (g) 85,4 70 57,7

Sumber: Direktorat gizi, Depkes (2009)

Pada Tabel 2 dapat dilihat kandungan gizi pada biji nanka lebih tinggi dibandingkan dengan daging nangka muda dan matang namun pada biji nangka tidak terdapat vitamin A.

2.4.3 Manfaat dari daun nangka

Tanpa disangka, daun dari tanaman nangka memiliki manfaat dan khasiat yang sangat luar biasa. Ternyata, air daun nangka dapat menyembuhkan penyakit kanker. Itu dikarenakan, air nangka dapat menumbuhkan sel-sel baru dan dapat juga meremajakan sel-sel yang telah rusak. Berdasarkan informasi dari Martin Bhisu, yang telah mendapatkan informasi dari Presiden Fernando Lugo,” temanku itu kini mengikuti resep air daun nangka, tang resepnya sebagai berikut:

1) Ambil 10 lembar daun nangka yang matang (tidak terlalu muda).

2) Rebuslah dengan air satu setengah liter (setara dengan 1 botol aqua besar).

3) Didihkan sampai sekitar 70 derajat Celsius, jangan terlalu lama, tak perlu sampai daun itu masak benar. 4) Ambil air yang tersisa, tuang ke sebuah mangkok besar, lalu tutuplah mangkok itu agar uap air daun nangka itu tidak menguap terbuang keluar.

5) Minumlah 3 kali sehari setiap setengah jam sebelum makan. Khasiat Herbal dan Daun Lain

Untuk menjamin kesehatan Anda dan membuang jauh kekhawatiran terserang penyakit kanker, biasakanlah minum teh daun sirsak dan teh daun nangka. Simaklah cerita temanku berikut ini.Cerita temanku Martin Bhisu asal Flores yang kini berkarya di Paraguay: “Hari ini saya berada di kebun sambil menyaksikan pohon kelor (marungge), kacang panjang, dan dua hektar nenas serta beberapa hektar wijen yang tumbuh subur. Untuk mengobati kanker, kuncinya adalah sirsak, yang tidak hanya lebih dahyat dari kemoterapi kanker, tapi juga mencegah banyak penyakit, termasuk diabetes. Kalau perlu ketimbang minum teh atau kopi lebih baik minum teh daun sirsak. Nggak usah rumit-rumit buat resep segala. Jadikan kebiasaan minum minuman ini. Minum tiap hari dan kapan saja. Bukan hanya daun sirsak tapi

(13)

juga akar dan kulit batang berkhasiat membunuh sel-sel kanker. Presiden Paraguay Fernando Lugo bilang dia minum tidak kenal waktu dan ukuran. Untuk meremajakan sel, konsumsi juga air daun nangka.”

Gambar 4. Daun Nangka dan Herbal Lain

(14)

Gambar 6. Makanan Pantangan Bagi Penderita Kanker 2.4.3 Manfaat dari Kayu Nangka

Kayu nangka ternyata mampu mencegah wabah pes.Hal ini sudah terbukti sejak tahun 1870-an silam. Sejarawan Arif Akhayat, M.A., mengatakan di era tahun 1870-an kayu nangka dikenal luas di pulau Jawa. Keterkenalan kayu nangka ini disebabkan karena minimnya pasokan kayu jati dari daerah Jepara. Bermula dari proyek tanam paksa Belanda dalam pembangunan perumahan dan jalan, sangat dibutuhkan banyak tenaga kerja. Untuk menampung

(15)

para pekerja tersebut maka dibuatlah rumah sementara yang terbuat dari bambu. Setelah mereka tinggal di rumah bambu, banyak pekerja yang terserang penyakit pes. Bahkan penyakit ini menyebar luas ke masyarakat. “Waktu itu, bambu diganti dengan kayu nangka agar tidak digerogoti tikus. Dengan kayu nangka, rumah tidak dimakan oleh serangga. Jadi kayu nangka mengurangi serangan pes,” papar Arif di di Pusat Kebudayaan Koesnadi

Hardjasoemantri, Selasa (24/1).

Sementara itu, Pemerhati Bangunan Cagar Budaya, Dr. Laretna Adhisakti, mengatakan sebenarnya kayu nangka sudah dimanfaatkan sejak dulu kala dalam bangunan kuno di Jawa dan kandang ternak. “Memang untuk bangunan baru sekarang jarang menggunakan nangka. Tapi bangunan kuno yang saya temukan terbuat dari kayu nangka. Bahkan banyak kandang kerbau dan sapi banyak dari kayu nangka,” ujarnya. Nangka akbrab digunakan masyakarat Indonesia khusunya Yogyakarta untuk membuat gudeg. Namun menurut Bupati Sleman Yogyakarta, Sri Purnomo, kayu pohon nangka pun bisa dimanfaatkan sebagai bahan perkakas dan mebel. “Pengusaha mebel kayu nangka perlu kita dorong ke arah itu,” katanya. Kendati hasil mebel kayu nangka masih kalah pamor dengan mebel kayu jati, Sri optimis mebel kayu nangka akan mendapat respon positif dari masyarakat. Terutama jika dilakukan sosialisasi dan promosi dengan cukup baik.

2.5 Hal-hal yang Mempengaeruhi Pertumbuhan Tanaman Nangka 1. Iklim

Angin berperan dalam membantu penyerbukan bunga pada tanaman nangka. Pohon nangka cocok tumbuh di daerah yang memilki curah hujan tahunan ratarata 1.500-2.500 mm dan musim keringnya tidak terlalu keras. Nangka dapat tumbuh di daerah kering yaitu di daerah-daerah yang mempunyai bulan-bulan kering lebih dari 4 bulan. Sinar matahari sangat diperlukan nangka untuk memacu fotosintesa dan pertumbuhan, karena pohon ini termasuk intoleran. Kekurangan sinar matahari dapat menyebabkan terganggunya pembentukan bunga dan buah serta pertumbuhannya. Rata-rata suhu udara minimum 16-21 derajat C dan suhu udara maksimum 31- 31,5 derajat C. Kelembaban udara yang tinggi diperlukan untuk mengurangi penguapan.

1. Media Tanam

Pohon nangka dipelihara di berbagai tipe tanah, tetapi lebih menyenangi aluvial, tanah liat berpasir/liat berlempung yang dalam dan beririgasi baik.Umumnya tanah yang disukai yaitu tanah yang gembur dan agak berpasir. Pohon ini hidup pada tanah tandus sampai subur dengan kondisi reaksi tanah asam sampai alkalis. Bahkan pada tanah gambutpun pohon ini dapat tumbuh dan menghasilkan buah. Pohon nangka tahan terhadap pH rendah (tanah masam) dengan pH 6,0-7,5, tetapi yang optimum pH 6–7. Kedalaman air tanah yang cocok bagi pertumbuhan nangka adalah 1-2 m atau antara 1-2.5 m. Karena perakarannya sangat dalam, maka sebaiknya ditanam pada tanah yang cukup teball lapisan atasnya (kira-kira 1 m).

1. Ketinggian Tempat

Pohon nangka dapat tumbuh dari mulai dataran rendah sampai ketinggian tempat 1.300 m dpl. Namun ketinggian tempat yang terbaik untuk pertumbahan nangka adalah antara 0-800 m dpl.

BAB III. METODOLOGI

(16)

Proses pembuatan tepung terigu dari biji nangka dan uji performa tepung terigu tersebut dilakukan di rumah penulis. Waktu pelaksanaannya dilakukan pada bulan Januari sampai bulan Februari tahun 2012.

3.2 Bahan dan Alat 3.2.1 Bahan

Bahan yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : a. Biji Nangka

Dalam penelitian ini, biji nangka digunakan sebagai bahan utama dalam pembuatan tepung terigu biji nangka. b. Air

Air digunakan untuk mencuci biji nangka, juga sekaligus digunakan untuk merebus biji nangka. Supaya, biji nangka dapat ditumbuk.

3.2.2 Alat

Peralatan yang digunakan dalam penelitian ini dibagi menjadi beberapa bagian : a. Peralatan dalam pembuatan tepung terigu dari biji nangka.

1. Panci 2. Kompor

3. Lumpang dan alu 4. Ayakan/saringan 5. Tampah

6. Pisau 7. Mangkuk 8. Koran

b. Peralatan untuk uji performa. 1. Penggorengan

2. Minyak goreng

3.3 Metode Pembuatan Tepung Terigu dari Biji Nangka

Metode pembuatan tepung terigu yang penulis lakukan adalah menggunakan metode yang sangat sederhana. Penulis melakukan metode ini karna penulis memiliki tujuan bahwa, untuk memberitahu masyarakat tentang memanfaatkan limbah dari buah nangka yaitu biji nangka menjadi tepung terigu sangatlah mudah. Dan diharapkan metode ini dapat ditiru oleh masyarakat.

Langkah-langkah pembuatan tepung terigu dari biji nangka adalah : 1) Pengumpulan biji-biji nangka.

Biji-biji nangka diperoleh dari limbah-limbah buah nangka. Kita bisa mengumpulkan biji-biji nangka setelah kita memakan buahnya.

2) Pencucian

Biji-biji nangka yang telah terkumpul, kemudian langsung dicuci. Unyuk pencucian biji nangka, jangan menunggu terlalu lama, karna itu dapat menyebabkan biji nangka membusuk/ hasil dari pembuatan tepung terigu kurang bagus. 3) Perebusan

Setelah biji-biji nangka dicuci, selanjutnya biji-biji nangka tersebut direbus dalam panci. Biji-biji nangka itu dapat langsungdirebus, tidak perlu menunggu air mendidih terlebih dahulu. Air untuk merebus biji nangka harus pas, tidakn boleh kekurangan atau kebanyakan. Karna, jika airnya terlalu sedikit biji nangka tidak akan matang. Dan jika air terlalu banyak, biji nangka akan lama direbusnya, dan itu dapat mengurangi kandungan gizi yang tedapat didalamnya. Perebusan biji nangka kir-kira memerlukan waktu sekitar 1 jam untuk biji nangka sebanyak 3 ons. 4) Pengangkatan

(17)

Setelanh biji-biji nangka tersebut matang , biji-biji nangka itu diangkat dari panci dan taruh di mangkuk. Lalu tiriskan biji nangka sampai tidak ada air di mangkuk. Diamkan biji nangka, sampai biji nangka dingin untuk melakukan langkah selanjutnya.

5) Pengupasan

Biji-biji nangka yang telah dingin, kemudian dikupas kulitnya menggunakan pisau yang tidak berkarat. Biji-biji nangka tersebut dikupas hingga bersih. Agar saat biji-biji nangka ditumbuk, tidak ada kulit yang ikut tertumbuk. Karna, jika kulit dari biji nangka ikut tertumbuk maka itu akan mengotori tumbukan biji nangka.

Gambar 7. Proses Pengupasan 6) Penumbukan

Setelah selesai mengupaskupas semua kulit pada biji-biji nangka tersebut, kemudian biji-biji nangka itu ditumbuk menggunakan lumpang dan alu hingga halus. Karna, jika saat melakukan penumbukan biji nangka tidak halus maka saat melakukan penjemuran jika biji-biji nangka sudah kering, hasilnya akan benar-benar keras.

Gambar 8. Penumbukan 7) Penjemuran

Setelah biji nangka benar-benar halus, biji nangka dipaparkan di tampah yang telah dilapisi dengan koran. Koran berfungsi untuk menjaga jika biji nangka sudah kering, biji nangka tidak akan keluar dari lubang-lubang biji nangka. Saat melakukan penjemuran, tumbukanbiji-biji nangka harus dipaparkan. Jangan sampai tumbukan biji nangka menggumpal menjadi satu, karna itu akan membuat biji nangka sulit untuk

(18)

diayak. Dalam proses penjemuran, jika matahari bersinar terik kurang lebih 1 hari, tumbukan biji-biji nangka sudah kering. Tetepi, jika matahari tidak bersinar terik/mendung, penjemuran membutuhkan waktu sampai dua/tiga hari. Gambar 9.Proses Penjemuran

8) Pengayakan

Tumbukan biji-biji nangka yang telah kering lalu diayak. Kita bisa mengayak menggunakan saringan yang ibu-ibu rumah tangga biasa gunakan untuk menyaring parutan kelapa menjadi santan. Dan hasil ayakan tersebutlah yang akan dijadikan sebagai tepung terigu.

Gambar 10. Proses Pengayakan 9) Penumbukan ke-2

Sisa-sisa biji nangka yang telah dikeringkan dan tak bisa terayak, ditumbuk lagi hingga halus. Setelah itu,hasil tumbukan dapat diayak lagi.

3.4 Pengujian

Uji performa dilakukan dengan manguji dua jenis bahan yakni, tepung terigu dari biji nangka dan tepung terigu dari gandum. Uji performa yang dilakukan meliputi ; uji pewarnaan, kekentalan, kerenyahan, dan hasil yang diperoleh. 3.4.1 Performa Warna

Pengujian ini dilakukan dengan mengamati hasil menggoreng 2 potong tempe yang telah dilumuri dengan dua jenis adonan tepung terigu, yakni tepung terigu dari biji nagka dan tepung terigu dari gandum. Hasil warna didapatkan dari 2 potongan tempe yang sama, dilumuri satu oleh tepung terigu dari biji nangka dan satu lainnya dilumuri oleh tepung terigu dari gandum. 2 potongan tempe tersebut juga digoreng dalam satu minyak dan satu penggorengan secara bersamaan. Memasukkan tempenya kedalam minyak goreng dalam keadaan minyak yang panasnya sudah cukup untuk menggoreng. Bumbu yang dimasukkan kedalam adonan dua jenis tepung terigu tersebut adalah garam, bawang putih dan ketumbar yang dihaluskan dan diberi air sedikit. Semua takaran bumbu sama. Hasil menggoreng tempe tersebut kemudian ditiriskan dari minyak. Lalu, tempe goreng tersebut dilihat dan diperhatikan warnanya setelah tempe goreng telah hangat.

3.4.2 Performa Kekentalan

Pengujian kekentalan diamati dari membandingkan antara tepung terigu dari biji nangka yang diberi air dengan tepung terigu dari gandum yang juga diberi air. Pemberian air ini, untuk mengetes apakah tepung dari biji nangka memiliki kelembutan yang sama dengan tepung gandum atau tidak. Kadar air yang dimasukkan kedalam dua jenis tepung terigu tersebut sama banyaknya. Yaitu, dua sendok makan tepung terigu dengan enam sendok makan air putih/air biasa.

3.4.3 Performa Kerenyahan

Pengukuran kerenyahan dilakukan dengan membandingkan kerenyahan tempe goreng pada tepung terigu dari biji nangka dan tepung terigu dari gandum. Pengukuran tersebut dilakukan dengan cara pembuktian dari pencicipan orang-orang sekitar. Orang-orang sekitar yang dimaksud adalah teman-tman dan keluarga.

(19)

Pengujian ini dilakukan dengan penimbangan dari biji nangka. Penimbangan pertama menghasilkan berat kurang lebih 3 ons. Dan setelah biji-biji nangka tersebut diayak, dilakukan penimbangan kedua. Penimbangan pertama dan kedua mengunakan timbangan yang sama.

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Performa Tepung Terigu dari Biji Nangka 4.1.1 Performa Warna

Dari hasil pengamatan, didapatkan bahwa warna dua potong tempe tersebut menghasilkan warna yang tidak begitu berbeda. Warna tempe dari biji nangka memang tidak sama, tetapi walaupun seperti itu, warnanya tidak jauh berbeda. Warna dari tempe yang dilumuri tepung terigu dari gandum adalah kuning keemasan. Sedangkan warna tempe yang dilumuri dengan tepung terigu dari biji nangka warnya agak kemerahan. Dari pernyataan tersebut, dapat dibuktikan bahwa tepung terigu dari biji nangka tidak terlalu buruk. Walaupun hasil warna tepung terigunya agak merah dan tidak putih seperti tepung terigu gandum, tetapi hasil penggorengan tempenyatidak jauh berbeda. Jika hasil warna tempe goreng dari tepung terigu biji nangka hampir menyamai tempe goreng dari tepung terigu gandum itu berarti, tepung terigu dari biji nangka memang pantas untuk dijadikan bahan baku dari makanan. Hasil warna dari suatu makanan sangatb diperlukan. Karna biasanya kebanyakan orang tertarik terhadap makanan dilihat dari tampilannya terlebih dahulu. Dan jika warna pada makanan itu baik dan menarik pasti orang-orang akan menyukai makanan tersebut.

4.1.2 Performa Kekentalan

Hasil kekentalan yang didapatkan sudah hampir sama dengan tepung terigudari gandum. Walaupun, memang tidak 100% sama persis dengan tepung terigu dari gandum. Hasil kekentalan tepung terigu dari biji nangka tidak dapat sama persis dengan tepung terigu dari gandum dikarenakan, biji nangka memiliki kandungan yang berbeda dengan gandum. Kekentalan tepung terigu dari gandum kurang lebih 15% lebih kental daripada tepung terigu dari biji nangka.

4.1.3 Performa Kerenyahan

Dari uji performa kerenyahan yang dilakukan, didapatkan hasil bahwa tempe goreng yang dilumuri tepung terigu dari biji nangka 80% sama dengan tempe yang dilumuri tepung terigu dari gandum. Tempe bisa renyah dikarenakan pemotongan tempe yang tipis-tipis. Dengan pemotongan tempe yang tipis maka saat tempe dilumuri tepung dan digoreng, pasti tempe akan menjadi renyah.

4.1.4 Hasil Yang Diperoleh

Hasil dari ayakan biji nangka yang telah ditumbuk sangat menguntungkan. Karena dari 3 ons biji nangka dapat menjadi 2,5 ons tepung terigu dari biji nangka. 2,5 ons bisa didapatkan dari cara dan metode yang tradisional dan sederhana. Jadi, dapat disimpulkan jika telah ada alat pembuat tepung terigu dari biji nangka pasti hasilnya akan lebih memuaskan. Dan untuk mendapatkan hasil seperti ini, tidak perlu menggunakan alat berteknologi canggih. Karena dalam pembuatan tepung terigu ini, semua alat-alat yang digunakan adalah alat rumah tangga yang dimiliki para ibu rumah tangga. Untuk mendapatkan hasil inipun tak perlu biaya yang mahal. Karena, bahan baku yang digunakan adalah limbah dari buah nangka.

4.2 Keunggulan dan Kelemahan

Pembuatan tepung terigu dari biji nangka tentu juga memiliki keunggulan dan kelemahan. Diantaranya :

· Kelebihan dari tepung terigu ini, adalah pemrosesan yang sangat mudah dan praktis. Karna, alat yang digunakan adalah alat-alat yang biasa dimiliki oleh ibu-ibu rumah tangga. Pembuatannya pun sangat murah, karena kita

(20)

membuat tepung ini hanya untuk memanfaatkannya dari pada kita membuang-buang biji nangka yang kita dapat dari hasil limbah buah nangka yang kita makan.

· Dan kekurangan dari tepung ini adalah, hasilnya yang yang tidak benar-benar sempurna. Karna kita hanya ingin memanfaatkan bahan limbah biji nangka tersebut, kita bukannya ingin mengganti tepung terigu gandum yang digunakankita sehari-hari. Dan kita bisa mengubah biji nangka menjadi tepung tepung terigu jika memiliki buah nangka dan pohon nangka bisa berbuah jika sedang musimnya saja.

Tetapi, walaupun tidak sesempurna tepung terigu dari gandum. Tepung terigu dari biji nangka juga sangat

bermanfaat. Selain nilai gizinya yang dimiliki, ini juga dapat membantu para ibu sebagai tepung terigu simpanan jika stok tepung terigu gandum di rumah habis dan belum sempat membeli/tidak memiliki uang untuk membeli tepung terigu gandum. Dan daripada biji nangka dibuang percuma, lebih baik dijadikan tepung terigu yang memiliki banyak manfaat.

4.3 Meningkatkan Kesadaran Masyarakat bahwa Semua yang ada di Alam dan Sekitar Kita Bermanfaat.

Sangat dibutuhkan sekali kesadaran bagi kita yakni warga Indonesia bahwa semua yang ada di alam dan seisinya memiliki manfaat. Kekayaan alam kita yang begitu berlimpah harus benar-benar kita manfaatkan dengan baik. Karna jika kita dapat memanfaatkannya, dari hal sekecil apapun, pasti negara kita akan menjadi negara termakmur di dunia. Masyarakat indonesia harus benar-benar diberi kesadaran bahwa semua semua benda yang ada di alam, yang telah diciptakan oleh Tuhan pasti memiliki manfaat. Dan manusia harus bisa memanfaatkannya dengan sebaik mungkin. Kita harus bisa memanfaatkan apapun yang ada di alam kitamulai dari yang terkecil, seperti halnya memanfaatkan biji nangka. Dari dulu biji nangka dianggap hanya bisa direbus lalu dimakan. Dan jika mereka tidak suka terhadap rebusan biji nangka, mereka akan membuangnya begitu saja.Dan ternyata, biji nangka dapat dijadikan suatu bahan baku dari berbagai macam kue dan gorengan.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia, sangat dibutuhkan bantuan dari pemerintah untuk bisa menyosialisasikan rakyatnya tentang kekayaan alam Indonesia ini, yang seharusnya semua masyarakat dapat memanfaatkannya. Pemerintah perlu mendorong masyarakatnya untuk bisa memanfaatkan alam, terutama dari hal-hal kecil seperti melakukan pemanfaatan biji nangka menjadi tepung terigu. Mulai dari kesadaran-kesadaran masyarakat akan hal-hal yang dianggap sepele, itu akan bisa membantu negara kita mewujudkan impian menjadi negara yang kaya raya akan alamnya dan makmur masyarakatnya. Dan jika semua masyarakat telah makmur, maka tidak akan ada lagi masyarakat yang kekurangan dan kemiskinan.

Untuk itu sangat diperlukan sekali kesadaran bagi para warga terhadap hal-hal yang kecil disekelilingnya, untuk dapat memanfaatkannya.

BAB V. PENUTUP 5.1 Kesimpulan

Dari hasil penelitian tentang pemanfaatan biji nangka menjadi tepung terigu, dapat penulis simpulkan sebagai berikut :

1. Walaupun biji nangka merupakan limbah dari buah nangka yang terlihat tidak berguna, akan tetapi biji nangka dapat dijadikan tepung terigu yang memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh, dan tepung terigu ini juga tidak terlalu jauh berbeda dengan tepung terigu dari gandum. Selain itu, pembuatannya yang begitu mudah dan sederhana sangat dimungkinkan masyarakat dapat menirunya. Apalagi ditambah dengan alat yang digunakan adalah alat-alat rumah tangga yang biasa dimiliki oleh ibu-ibu rumah tangga.

(21)

2. Pemanfaatan biji nangka menjadi tepung terigupun sangat murah. Karna pemanfaatan ini, hanya bermodalkan bahan dasar biji nangka yang merupakan limbah dari buah nangka. Kita tak perlu mengeluarkan ongkos banyak untuk dapat mengolahnya. Kita hanya cukup mengeluarkan uang untuk membeli minyak tanah/gas untuk merebus. Dan jika tidak memiliki kompor/saat tidak memiliki uang, kita bisa merebus biji nangka dengan tungku kayu. Dan saat melakukan pengeringan, kita hanya membutuhkan sinar matahari.

3. Pemanfaatan biji nangka menjadi tepung terigu juga merupakan awal dari pengetahuan kita tentang manfaat dari kekayaan alam. Dari pengetahuan kita, maka akan muncul kesadaran dalam diri kita untuk bisa memanfaatkan sesuatu hal disekeliling kehidupan kita sampai yang terkecilpun. Dan itu akan dapat meningkatkan SDM kita, karna kita memiliki keinginan untuk mengetahui manfaat-manfaat yang dimiliki oleh kekayaan alam kita. Dan kitapun bisa menjadi masyarakat yang memiliki kekayaan SDA dan kekayaan SDM.

5.2 Saran

1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk dapat meningkatkan performa tepung terigu dari biji nangka, supaya hasilnya akan benar-benar bisa seperti tepung terigu dari gandum.

2. Pemerintah diharapkan dapat mensosialisasikan pemanfaatan ini terhadap masyarakat agar masyarakat tau dan terpancing kesadarannya untuk bisa memanfaatkan SDA yang ada di alam kita.

DAFTAR PUSTAKA http://id.wikipedia.org/wiki/Nangka http://bangrifai.blogspot.com/2011/03/inilah-manfaat-buah-nangka.html http://www.ghofur.us/2011/07/08-manfaat-buah-nangka.html#ixzzlmulrApsZ http://nationalgeographic.co.id/lihat/berita/2677/kayu-nangka-cegah-wabah-pes http://sbelen.wordpress.com/2011/02/12/daun-sirsak-daun-nangka-kanker-sembuh/ http://toiusd.multiply.com/journal/item/120?&show_interstitial=1&u=%2Fjournal%2Fitem

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :