110
PELAKSANAAN TAHFIDZ AL
111
keutamaan Al Quran yang harus dipelajari dengan berbagai pendekatan, dibaca hingga dihafalkan, kemudian diamalkan. Pembelajan Al Quran melalui tahfid menjadi salah satu indicator perbaikan karakter siswa dalam dunia pendidikan.
Pelaksanaan Tahfidz Al Quran
Pendidikan merupakan salah satu upaya untuk membangun dan meningkatkan mutu Sumber Daya Manusia (SDM) menuju era globalisasi yang penuh dengan tantangan, sehingga disadari bahwa pendidikan merupakan sesuatu yang sangat fundamental bagi setiap individu. Oleh karena itu, kegiatan pen-didikan tidak dapat diabaikan begitu saja, terutama dalam era persaingan industri 4.0 yang semakin ketat, tajam, berat pada zaman milenial ini.Disamping kemampuan kognitif, kemampuan afektif atau karakter juga merupakan hal yang lebih penting.Pendidikan karakter bukan hal baru dalam tradisi pendidikan di Indonesia.
Beberapa pendidik Indonesia modern yang kita kenal seperti soekarno telah mencoba menerapkan semangat pendidikan karakter sebagai pembentuk kepribadian dan identitas bangsa yang bertujuan menjadikan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang berkarakter.
Peranan kepala sekolah sebagai pemimpin mencerminkan tanggung jawab kepala sekolah untuk menggerakkan seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada di sekolah, sehingga lahir etos kerja dan produktivitas yang tinggi dalam mencapai tujuan salah satunya adalah pembentukan karakter siswa. Fungsi kepemimpinan ini amat penting sebab disamping sebagai penggerak juga berperan untuk melakukan kontrol segala aktifitas guru (dalam rangka meningkatkan professional mengajar), staf dan Peserta didik dan sekaligus untuk meneliti persoalan-persoalan yang timbul dilingkungan sekolah.
Untuk menjalankan tugasnya tersebut, seorang kepala sekolah wajib memiliki 5 (lima) kompetensi yaitu
112
kompetensi kepribadian, manajerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial. Berkaitandengan kompetensi kewirausahaan sebagaimana yang termuat dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 13 Tahun 2007 tentang Standar Kepala Sekolah/Madrasah.
Menurut Mutohar (2013: 354) seorang kepala sekolah yang berjiwa kewirausahaan adalah mereka yang memiliki keberanian, berjiwa kepahlawanan dan mengembangkan cara-cara kerja yang mandiri.
Suyanto dan Abbas (20014: 169) juga menjelaskan kompetensi kewirausahaan dalam lembaga pendidikan mengandung dua pengertian dan penerapan, yaitu: 1) upaya menerapkan nilai-nilai kewirausahaan dalam mengelola lembaga pendidikan; 2) memanfaatkan potensi yang dimiliki/dapat diupayakan oleh suatu lembaga pendidikan.
Visi SD Negeri 28 Peusangan adalah Terwujudnya sekolah unggul dalam prestasi berbasis IPTEK, berlandaskan IMTAQ, berakhlak Mulia, Qurani, dan peduli terhadap lingkungan. Pada visi Qurani, artinya bagaimana sekolah bisa melahirkan generasi qurani, Sekolah menjalankan program tahfidz dimana program tahfidz Al Quran ini dapat menjadi program unggulan sekolah. Hasil observasi dan wawancara dengan guru agama agama, selama ini program tahfidz tidak berjalan karena rendahnya minat siswa dalam menghafal . karena mayoritas anak anak lebih senang bermain di dari pada belajar dengan formal sehingga perlu adanya program inovatif sekolah, Kompetensi kewirausahaan yang dimiliki seorang kepala sekolah akan sangat menentukan kegiatan inovasi sekolah yang dipimpinnya dalam rangka pengembangan sekolah, dan peningkatan mutu sekolah.
Terlebih saat kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya diajak untuk memperhatikan perubahan yang terjadi pada sekolah, kian terpacu untuk mengeksplorasi kewirausahaan sekolah, yang dapat dimanfaatkan Peserta didik untuk memiliki kemampuan/kompetensi yang memadai. Belajar membaca dan menghafal Al Quran yang menyenangkan
113
tidak mudah dilakukan. Perlu berbagai cara agar program belajar Al Quran tidak tersendat apalagi putus ditengah jalan. Melalui Program Supercamp ini adalah upaya Peningkatan motivasi Peserta didik dan peningkatan hasilkelulusan peserta Tahfidz.Kegiatan ini dapat bermanfaat bagi pihak-pihak sebagai berikut. Bagi Sekolah. Sebagai bahan pertimbangan menyusun program sekolah dan mementukan metode yang tepat dalam pengembangan peserta didik.Bagi Kepala Sekolah.
kepala sekolah dapat dijadikan acuan untuk mengetahui bagaimana peran kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi kewirausahaan di sekolah.Bagi Guru. Sebagai bahan informasi perencanaan, pelaksanaan program Tahfidz melalui Program Quranic Supercamp di sekolah.Bagi Peserta Didik. Peningkatan minat dan Kemampuan Peserta didik Tahfidz melalui Program Quranic Supercamp dapat menjadi alternatif dalam meningkatkan lulusan Pesertadidik tahfidz di sekolah.
Dinas Pendidikan. Kepada Dinas Pendidikan dapat menjadikan program inovasi ini sebagai acuan untuk melakukan pelatihan Tahfidz bagi sekolah.
Pengertian Kepala Sekolah
Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penugasan Guru sebagai Kepala Sekolah pada Bab I pasal 1 bahwa kepala sekolah adalah guru yang diberi tugas tambahan untuk memimpin dan mengelola satuan pendidikan yang meliputi taman Kanak-Kanak (TK), taman kanak-kanak luar biasa (TKLB), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Dasar Luar Biasa (SDLB), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Pertama Luar Biasa (SMPLB), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), atau Sekolah Menengah Atas Luar Biasa (SMALB) atau sekolah Indonesia di Luar Negeri.
Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa kepala sekolah adalah jabatan pimpinan, yaitu tenaga fungsional guru yang diberi tugas
114
dan tanggung jawab serta mempunyai ke-mampuan untuk memimpin segala sumber daya yang ada pada suatu sekolah sehingga dapat didayagunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan bersama.Kepala sekolah dalam periode tertentu biasanya 4 (empat) tahun memiliki kekuasaan yang lebih besar untuk mengambil keputusan berkaitan dengan kebijakan pengelolaan sekolah. Kekuasaan yang lebih besar yang dimiliki kepala sekolah dalam pengambilan keputusan perlu dilaksanakan dengan demokratis antara lain dengan melibatkan semua pihak, khususnya guru dan orang tua murid,membentuk tim kecil di tingkat sekolah yang diberi kewenangan untuk mengambil keputusan yang relevan dengan tugasnya. Dan menjalin kerjasama dengan organisasi di luar sekolah.
Peran Kepala sekolah
Peran kepala sekolah adalah mengelola penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan pembelajaran di sekolah.Kepala sekolah sebagai pemimpin di bidang pendidikan haruslah mengetahui dan memahami serta mengaplikasikan fungsi dan tugasnya dengan baik.Secara lebih operasional tugas pokok kepala sekolah mencakup kegiatan menggali dan mendayagunakan seluruh sumber daya sekolah secara terpadu dalam kerangka pencapaian tujuan sekolah.Jika seorang kepala sekolah mengetahui secara jelas tugas pokok dan fungsinya, maka seterusnya juga harus mampu mengembangkan konsep pelaksanaan tugas tersebut secara baik, agar dinamika tugas yang dilakukan berlangsung secara variatif dan didasarkan pada situasi dan kondisinya.
Kepala sekolah sebagai penentu kebijakan di sekolah harus memfungsikan perannya secara maksimal dan mampu memimpin sekolah dengan bijak dan terarah serta mengarah kepada pencapaian tujuan yang maksimal demi meningkatkan kualitas dan mutu pendidikan di sekolahnya yang tentu saja akan berimbas pada kualitas lulusan anak didik, sehingga dapat membanggakan dan mencapai masa depan yang cerah.
115
Sebagaimana yang dikatakan mantan Mendiknas Bambang Sudibyo, bahwa kualitas Peserta didik lulusan suatu sekolah ditentukan oleh mutu proses pengajaran maupun pengelolaan sekolah secarakeseluruhan (Trianto, 2008: 35-36).
Sejumlah pakar sepakat bahwa kepala sekolah harus mampu melaksanakan pekerjaannya sesuai kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman sebagai edukator, manajer, administrator dan supervisor serta mampu berperan sebagai leader, inovatordan motivatordi sekolahnya, yang disingkat EMASLIM. Dan berkembang menjadi EMASLIM karena kepala sekolah juga sebagai pejabat formal.
Kompetensi Kepala Sekolah
Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh kepala sekolah yaitu: Kompetensi memiliki jiwa kepemimpinan karena hubungan antara mutu kepemimpinan kepala sekolah dengan berbagai aspek kehidupan sekolah seperti disiplin sekolah, iklim budaya sekolah, dan menurunnya perilaku nakal Peserta didik sangat erat sekali. Disamping 5 (lima) kompetensi yaitu:
Kompetensi Kepribadian, managerial, kewirausahaan, supervisi, dan sosial.
Wacana menciptakan inovasidi sekolah tidak terlepas dari peran kompetensi kewirausahaan kepala sekolah tersebut. Kompetensi kewirausahaan yang dimiliki seorang kepala sekolah akan sangat menentukan kegiatan inovasi sekolah yang dipimpinnya dalam rangka pengembangan sekolah, dan peningkatan mutu sekolah.
Terlebih saat kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan lainnya diajak untuk memperhatikan perubahan yang terjadi pada sekolah, kian terpacu untuk mengeksplorasi kewirausahaan sekolah, yang dapat dimanfaatkan Peserta didik untuk memiliki kemampuan/kompetensi yang memadai.
Menurut Mulyasa, (20014: 38), yang dimaksud dengan kompetensi adalah penguasaan terhadap suatu tugas, keterampilan, sikap, dan apresiasi yang diperlukan
116
untuk menunjang keberhasilan. Hal itu menunjukkan bahwa kompetensi mencakup tugas, ketrampilan sikap dan apresiasi yang harus dimiliki kepala sekolah, untuk dapat melaksanakan tugas sesuai dengan jenis pekerjaan tertentu termasuk menciptakan inovasi-inovasi dan program-program untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah
Program Supercamp
Belajar membaca dan menghafal Al Quran yang menyenangkan tidak mudah dilakukan. Perlu berbagai cara agar program belajar Al Quran tidak tersendat apalagi putus ditengah jalan. Program Supercamp adalah kegiatan untuk membantu para anak-anak untuk senantiasa memuliakan Al Quran dalam kegiatan membaca, menghafal dan mempelajari Al Quran dengan menyenangkan di alam terbuka.Dengan metode yang tidak boleh memaksa anak, kecuali dengan alasan misalnya watak anak ‘pemalas’.
Depoter dan Hernacki (2010:6) mengatakan " Sejumlah besar dari mereka mengikuti jejak sukses pertama mereka dengan pengalaman mereka di Supercamp”.
Bobbi De Porter Mike Henarcki juga yang pertama kali mengenalkan model pendidikan Quantum secara terprogram dengan nama Supercamp yaitu sebuah program pembelajaran dan pelatihan bagi Peserta didik agar kecerdasannya bertambah dua kali lipat dari sebelumnya. Supercamp menggabungkan Neuro Linguistik Programming(NLP), sugestologi, accelerated learning (teori pemercepatan belajar), dan beberapa metode yang diciptakan sendiri oleh Bobbi DePorter.
Melalui Supercamp peserta didik lebih leluasa memanifestasikan subyektifitasnya di perkemahan yang sangat jarang ditemukan dalam praktik pendidikan konvensional dalam kelas di sekolah.
Jika di dalam kelas subyektifitas peserta didik tertekan oleh otoritas guru, maka di alam, guru dan peserta didik dapat dengan leluasa menciptakan hubungan yang lebih akrab satu sama lain. Dari
117
hubungan yang akrab ini lebih lanjut terjadi hubungan emosional yang mendalam antara guru dengan peserta didiknya. Dalam kondisi seperti ini, subyektifitas peserta didik dengan sendirinya akan mengalir dalam diskusi dengan guru di mana telah tercipta suasana belajar yang kondusif.
Kurikulum di supercamp adalah kombinasi dari berbagai unsur yang di kembangkan dari suatu falsafah belajar dapat dan harus menyenangkan. Artinya yang mendasari kurikulum ini adalah falsafah belajar efektif dan belajar menyenangkan, dengan kata lain bahwa proses belajar adalah seumur hidup yang dapat dilakukan dengan menyenangkan dan berhasil.
Biasanya penerapan metode yang banyak di gunakan dalam supercamp adalah penggunaan model Quantum learning. Oleh karena itu dalam menerapkan model quantum learning pada program supercamp, games dan diskusi serta lingkungan belajar harus betul- betul ditata sedemikian rupa agar membuat peserta supercamp menjadi senang mengikuti semua materi yang disampaikan. Karena pada dasarnya proses pembelajar di supercamp itu adalah usaha untuk membuat belajar menjadi menyenangkan, baik oleh pembelajar maupun terhadap pebelajar, maka semua.
Selain itu, supercamp juga baik untuk merangsang kecerdasan natural (naturalist intelligence) anak.Sebab, membiarkan anak berada di ruang terbuka dan alam bebas dapat mendorong anak mengetahui banyak informasi dan pengetahuan tentang bentuk-bentuk alam yang ada di sekitarnya.
118
Gambar 1. Kegiatan Tahfidz Supercamp
Berdasarkan evaluasi Kemampuan peserta didik dalam program tahfidz yang rendah sehingga perlu merancang program inovasi untuk meningkatkan kinerja guru dan kemampuan Peserta didik dan itu merupakan salah satu peran seorang kepala sekolah.Program awal sekolah mereka akan diwisuda pada tahun depan namun jumlah hafalan mereka sangat rendah Tahapan yang dilakukan adalah berkolaborasi bersama semua guru serta komite sekolah mengadakan rencana tindakan yang akan dilakukan. Tindakan itu berupa menyusun program yang sesuai dengan visi dan misi sekolah. Kegiatan ini dimulai dengan merumuskan rancangan tindakan untuk mewujudkan sekolah berkarakter yaitu dengan kegiatan sebagai berikut.
1. Menetapkan jadual Kegiatan.
2. Mengkaji dan menganalisis permasalahan yang terjadi di sekolah.
3. Kepala Sekolah menentukan agenda/ jadual rapat dengan guru dan komite Sekolah untuk membahas program inovasi yang akan di kembangkan di sekolah.
4. Menyusun rancangan tindakan berupa program inovasi kepala sekolah dalam meningkatkan
119
kemampuan tahfidzpeserta didik di SD Negeri 28 Peusangan.
5. Kepala sekolah, komite bersama Guru merancang tahapan program Quantum learning model Supercamp.
6. Mempersiapkan lembar observasi untuk melihat bagaimana kondisi awal warga sekolah ketika pelaksanaan program. Lembar pengamatan ini digunakan untuk mengetahui apakah rencana yang disusun sudah sesuai dan tepat.
7. Menentukan dan menghubungi mitra kerja yang sesuai dengan kebutuhan pelaksanaan kegiatan.
8. Memberdayakan dan menyiapkan guru non PNS menjadi guru hafidz.
9. Merekrut siswa-siswi peserta hafidz
10. Menyiapkan tempat pelaksanaan kegiatan
11. Kegiatan Kegiatan dilaksanakan sesuai jadwal yaitu pada semester ganjil tahun ajaran 2017/2018 dan 2018/2019 pada semester genap , dimulai awal bulan januari 2018 sampai dengan akhir bulan Desember 2018.
12. Tim Diberi pemahaman tentang tahapan program quranic supercamp
13. Kegiatan ini dilaksanakan pada Jam pulang sekolah selama 3 jam pada hari Sabtu pada 6 bulan pertama semester ganjil tahun ajaran 2017/2018. Pada 6 bulan berikut nya tahun ajaran 2018/2019 pada semester genap kegiatan ini dilaksanakan pada hari sabtu jam 15.00 Wib sampai dengan hari minggu jam 12.00 wib dengan pola siswa bermalam di sekolah.
14. Peserta tahfidz dalam program ini sebanyak 30 siswa.
15. Memantau kegiatan Peserta didik dalam menghafal dan menyetor ayat .
16. Melaksanakan rancangan program inovasi yang telah disusun dan disepakati oleh seluruh pihak sekolah.
17. Kepala Sekolahmelakukan melakukan monev sesuai dengan instrumen observasi yang telah disusun.
120
18. Menetukan petugas piket kegiatan.
Gambar 2. Siswa Bersama Pembimbing Berpose.
Hal-hal yang dinilai dalam penulisan ini yaitu sejauh mana pelaksanaan program tahfidz di SD Negeri 28 Peusangan telah dilaksanakan. Penilaian dilakukan dengan inisiatif, objektif dan sistematis. Dalam kegiatan ini penulis mencatat semua indikator dari hasil pengamatan proses pelaksanaan program tahfid melalui model supercamp. Keseluruhan hasil pengamatan direkam dalam bentuk lembar pengamatan.
Gambar 3. Pengarahan Kegiatan Supercamp oleh Kepala Sekolah.
121
Berdasarkan perencanaan dan proses pelaksanaan program kewirausahaan dalam menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah program tahfidz di SD Negeri 28 Peusangan, maka hasil yang dicapai adalah sebagai berikut.
1. Rencana pelaksanaan Tahfidz melalui Program Supercamp di SD Negeri 28 Peusangan disusun dalam bentukprogram inovasi kepala sekolah yang terukur dan dapat dicapai.
2.Pelaksanaan program Tahfidz melalui Program Supercamp di SD Negeri 28 Peusangan berjalan dengan lancar dan sistematis sesuai dengan perencanaan.
3.Hasil dari program inovasi kepala sekolah dalam meningkatkan minat Peserta didik Tahfidz melalui Program Supercamp di SD Negeri 28 Peusangan sudah mampu meningkatkan kemampuan dengan lulusnya 96,7% Peserta didik.
Gambar 4. Kegiatan Tahfidz pada malam hari
Program dalam menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah program tahfidz melalui model quranic supercamp di SD Negeri 28 Peusangan telah dilaksanakan.
1. Kegiatan merencanakan berkaitan dengan menetapkan tujuan dan strategi untuk mencapai tujuan. Yaitu
122
menetapkan jadual Kegiatan, mengkaji dan menganalisis permasalahan yang terjadi di sekolah, Kepala Sekolah menentukan agenda/ jadwal rapat dengan guru, orang tua Peserta didik dan komite Sekolah untuk membahas program inovasi yang akan di kembangkan di sekolah, Menyusun rancangan tindakan berupa program inovasi kepala sekolah dalam menciptakan inovasi yang berguna bagi pengembangan sekolah program tahfidz melalui program supercamp di SD Negeri 28 Peusangan.
Program Supercamp di SD Negeri 28 Peusangan disusun dalam bentukprogram inovasi kepala sekolah yang terukur dan dapat dicapai.
2.Berdasarkan tahapan perencanaan dan proses pelaksanaan serta evaluasi program tahfidz melalui model quranic supercamp di SD Negeri 28 Peusangan dapat meningkatkan lulusan hafidz, Pelaksanaan program Tahfidz melalui Program Quranic Supercamp di SD Negeri 28 Peusangan berjalan dengan lancar dan sistematis sesuai dengan perencanaan.
3.Hasil dari program inovasi kepala sekolah dalam meningkatkan Peningkatan Kemampuan Peserta didik Tahfidz melalui Program Supercamp di SD Negeri 28 Peusangan sudah mampu meningkatkan kemampuan dengan lulusnya 96,7% Peserta didik. Sudah tercapai program dengan lulusnya, hanya 1 orang yang belum tuntas.
Gambar 5. Wisuda Peserta Tahfidz Al Quran Angkatan Pertama
123
DAFTAR PUSTAKA
Depotter dan Hernacki. 2010 Quantum learning membiasakan belajar nyaman dan menyenangkan.
Bandung : Mizan.
Mulyasa. 2014.Menjadi Kepala Sekolah Profesional dalam konteks menyukseskan MBS dan KBK, Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Tirtanto. 2013. Pengembangan Sumber Daya Manusia.
Jakarta: Rineka Cipta.
124
Tentang Penulis :
Alfian, M.Pd dilahir di Bireuen Pendidikan Sekolah dasar di tamatkan di MIN Krueng Baroe Mesjid Pada tahun 1989, Kemudian
melanjutkanpendidikan
menengah pertama di MTsS Ulumuddin, Tamat tahun 1998, Setelah itu melanjutkan pendidikan menengahnatas di SMA Negeri 2 Peusangan,tamat tahun 2001, Tahun yang sama melanjutkan studi D- II PGSD di Universitas Syish Kuala (Unsyiah) Banda Aceh Tamat tahun 2004. Tahun 2006 melanjutkan lagi studi S-1 Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas Serambi Mekkah Banda Aceh, tamat tahun 2010, Selanjutnya menyelesaikan S2 Administrasi Pendidikan Pasca Sarjana Unsyiah pada tahun 2016. Kontak Person 085223432341.
125