• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEKOLAH SAHABAT KELUARGA DALAM MENGEMBANGKAN

Dalam dokumen BUKU KUMPULAN KISAH SUKSES KEPALA SEKOLAH SD (Halaman 148-167)

140

SEKOLAH SAHABAT KELUARGA

141 6

3

1 3

1

0 2

1

0 0

1 2 3 4 5 6 7

Kecamatan Kabupaten Provinsi

2014/2015 2015/2016 2016/2017

belah). Selain itu, kegiatan daur ulang sampah juga belum dilakukan dengan maksimal.

Karakter Ok Darsi juga masih pada tataran yang minimalis. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa prestasi peserta didik masih di kurang sepadan apabila dibandingkan dengan prestasi sekolah lain di sekitarnya, terutama SD Inti yaitu SD Negeri Batursari 6. Kejuaraan lomba akademik maupun non akademik, nilai ujian sekolah masih, prestasi dalam kegiatan ekstrakurikuler belum diraih dengan maksimal. Data selengkapnya dapat dilihat pada grafik 1 berikut ini.

Grafik 1. Perkembangan Prestasi Peserta Didik

Berdasarkan grafik tersebut dapat dipaparkan bahwa prestasi SD Negeri Batursari 5 semakin dari tahun ke tahun semakin menurun. Kejuaraan sampai tingkat Provinsi Jawa Tengah diraih pada tahun 2015. Kejuaraan yang bisa sampai tingkat Kabupaten hanya cabang bola voly dan renang. Ini saja sebatas “nemu” yakni anak-anak yang meraih kejuaraan karena les privat di luar sekolah.

Sebagai kepala sekolah yang baru di SD ini, menganálisis rendahnya karakter Oh Darling dan Ok Darsi di SD Negeri Batursari 5, anatara lain masih kurangnya peran serta warga sekolah untuk kemajuan sekolah. Orang tua dan komite sekolah kurang diperdayakan untuk berpartisipasi secara material

142

maupun ide-ide untuk memajukan sekolah. Bahkan pengurus komite dari sejak SD ini berdiri belum pernah reorganisasi. Keterlibatan orang tua untuk kegiatan sekolah masih sangat jarang.

Berkaitan dengan pendanaan, masih terfokus pada satu sumber dana. Semua kegiatan operasional sekolah mengandalkan dana bantuan operasional sekolah (BOS). Sehingga secara otomatis pengembangan sekolah akan terhambat pada keterbatasan pembiayaan. Hal ini menyebabkan sekolah menjadi serba minimalis, termasuk prestasi sekolah.

Kepala SD Negeri Batursari 5, mencari alternatif solusi untuk menjadikan SD Negeri Batursrai 5 sebagai sekolah unggul. Disusun program unggulan sekolah yaitu sekolah ramah lingkunngan yang berkarakter Oh Darling dan OK Darsi dengan memberdayakan sekolah sahabat keluarga. Keluara peserta didik sangata memegaruhi penerapan program sekolah sahabat keluarga. Peran orang tua dan komite sekolah diberdayakan agar mampu meningkatkan kemajuan sekolah. Maka dari itu pemberdayaan sekolah sahabat keluarga dengan kolaborasi berbagai pihak diharapkan dapat mendukung kemajuan untuk mencapai sekolah unggul.

Pemberdayaan sekolah sahabat keluarga diharapkan menjadi keunggulan SD Negeri Batursari 5 untuk mengembangkan sekolah unggul dengan karakter Oh Darling dan Ok Darsi. Rasa “handarbeni” dan kekeluargaan antara sekolah dengan orang tua serta masyarakat akan membuat sekolah dari tataran minimalis menjadi sekolah unggul yang berkarakter Oh Darling dan Ok Darsi yang mampu berprestasi dari bidang akademik maupun non akademik. Adanya rasa keakraban dan peduli antara warga sekolah, keluarga peserta didik, masyarakat dengan kebutuhan peserta didik menjadi tujuan utama untuk mengembangkan potensi yang dimiliki peserta didik SD Negeri Batursari 5 menjadi sekolah unggul yang berkarakter Oh Darling dan Ok Darsi.

Berdasarkan paparan dalam latar belakang

143

masalah tersebut di atas, dapat dirumuskan permasalahan sebagai berikut: 1) bagaimanakah pelaksanaan program sekolah unggul melalui pemberdayaan sekolah sahabat keluarga di SD Negeri Batursari 5 Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak?; 2) bagaimanakah hasil dari pelaksanaan program sekolah unggul melalui pemberdayaan sekolah sahabat keluarga di SD Negeri Batursari 5 Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak?; dan 3) bagaimanakah tindak lanjut pengembangan sekolah berprestasi unggul melalui pemberdayaan sekolah sahabat keluarga di SD Negeri Batursari 5 Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak?

Tujuan yang diharapkan dari penulisan ini adalah:

1) mendeskripsikan pelaksanaan program sekolah unggul melalui pemberdayaan sekolah sahabat keluarga di SD Negeri Batursari 5 Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak; 2) memaparkan hasil dari pelaksanaan program sekolah unggul melalui pemberdayaan sekolah sahabat keluarga di SD Negeri Batursari 5 Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak; dan 3) memaparkan tindak lanjut pengembangan sekolah unggul melalui pemberdayaan sekolah sahabat keluarga di SD Negeri Batursari 5 Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak.

Karya tulis ini diharapkan dapat memberikan masukan pada guru sekolah dasar sebagai refleksi diri atas kinerjanya dan untuk dapat melaksanakan pembelajaran yang menghasilkan berkarakter Oh Darling dan Ok Darsi pada`warga sekolah, menambah wawasan baru bagi kepala sekolah tentang bentuk manajemen untuk mengembangkan sekolah unggul yang memiliki karakter Oh Darling dan Ok Darsi, dan ini diharapkan memberikan wawasan bagi dunia pendidikan khususnya pendidikan dasar untuk memberikan pedoman, arahan, bimbingan dan bantuan untuk mengembangkan sekolah unggul berkarakter Oh Darling dan OK Darsi.

Hakikat Sekolah Sahabat Keluarga

Pengelolaan sekolah mulai dari perencanaan,

144

pelaksanaan, pengawasan, evaluasi, hingga tindak lanjut diperlukan adanya kerja sama yang baik antara semua warga sekolah dan masyarakat. Maka dari itu peran sekolah sahabat keluarga sangat mendukung kemajuan sekolah. Sekolah sahabat keluarga menurut Sukirman (2017: 2) adalah satuan pendidikan (formal dan non formal) yang memiliki program inovatif dengan melibatkan keluarga dan masyarakat untuk terciptanya lingkungan belajar yang ramah, aman, nyaman dan menyenangkan dalam mendukung penguatan pendidikan karakter dan budaya prestasi.

Pelibatan sekolah terhadap keluarga sesuai dengan Permendikbud No. 30 Tahun 2017 yang menyatakan bahwa pelibatan keluarga adalah proses dan/atau cara keluarga untuk berperan serta dalam penyelenggaraan pendidikan guna mencapai tujuan pendidikan nasional.

Sesuai dengan pendapat tersebut, dapat diuraikan bahwa pelibatan keluarga dalam kemajuan sekolah sesuai dengan tujuan pendidikan nasional, yang akan memberikan peluang pada sekolah untuk lebih maju dan berkarakter.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sekolah sahabat keluarga adalah sekolah yang dalam melaksanakan program sekolah dilakukan dengan melibatkan peran serta keluarga (orang tua siswa) yang dikoordinasikan oleh komite sekolah. Program sekolah dilakukan dengan menampung ide-ide dan gagasan untuk memajukan sekolah dari orang tua/komite secara kekeluargaan dan keakraban sehingga tercipta rasa handarbeni dan kewajiban untuk ikut serta meningkatkan karakter Oh Darling dan Ok Darsi. Sekolah sahabat keluarga dikembangkan dengan:

Pengembangan Karakter Oh Darling dan Ok Darsi Sekolah berupaya untuk melakukan pengelolaan, pelestarian, dan perlindungan lingkungan. Kepedulian terhadap lingkungan sekitar diharapkan menanamkan karakter Oh Darling (Orang Hebat sadar lingkungan) dan OK Ddarsi (Orang Keren Sadar Prestasi).

145

Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 05 tahun 2013 tentang pedoman program pelaksanaan adiwiyata, yang menyatakan bahwa sekolah adiwiyata adalah sekolah yang peduli tentang lingkungan sekolah.

Karakter yang ditanamkan dalam kegiatan ini adalah karakter Oh Darling pada warga sekolah.

Pembinaan karakter pada semua warga sekolah di SD Negeri Batursari 5, menekankan pada karakter Oh Darling dan Ok Darsi. Pembinaan karakter dilakukan dengan pembiasaan dan keeladanan. Hal ini untuk mencapai tujuan sekolah yaitu sekolah berprestasi unggul yang membanggakan.

Pengembangan Sekolah Unggul melalui Pemberdayaan Sekolah Sahabat Keluarga

Pengembangan Sekolah unggul melalui pemberdayaan sekolah sahabat keluarga dilakukan di SD Negeri Batursari 5 secara berkesinambungan sejak tahun 2017 sampai sekarang. Sejak ditugaskan di SD Negeri Batursari 5, mulai diterapkan pemberdayaan sekolah sahabat keluarga untuk meningkatkan kualitas SD Negeri Batursari 5 (D’Bama) agar bisa menjadi sekolah unggul yang memiliki berkarakter Oh Darling dan Ok Darsi.

Pemberdayaan Sekolah sahabat keluarga ini menurut hemat penulis dapat mewujudkan kemajuan di SD Negeri Batursari 5. Keluarga yang peduli dan memiliki rasa “handarbeni“ sekolah untuk mengembangkan sekolah akan lebih efektif untuk menumbuhkan karakter Oh Darling dan Ok Darsi.

Dukungan dan peran serta keluarga dalam semua program sekolah akan berdampak positif terhadap keberhasilan program yang dilakukan. Berikut ini tahapan yang dilakukan secara bersama-sama.

Kolaborasi dengan Stakeholder dalam Pemberdayaan Sekolah Sahabat Keluarga

Kepala sekolah sebagai pengelola pendidikan di SD Negeri Batursari 5 berupaya mengikutsertakan semua

146

warga sekolah dalam semua kegiatan yang dilakukan mulai dari tahapan perencanaan yaitu dengan bermusyawarah antara guru, orang tua/keluarga, komite, pengawas sekolah, serta dinas pendidikan untuk menentukan kebijakan sekolah yang mendukung pencapaian sekolah berprestasi unggul. Langkah ini dengan pertimbangan bahwa apabila satu batang lidi tidak akan bisa berdiri kokoh dan mudah dipatahkan, tetapi apabila lidi itu disatukan dari beberapa batang, akan berdiri tegak dan kuat sehingga tidak mudah dipatahkan. Demikian pula kebersamaan warga sekolah SD Negeri Batursrai 5, dengan semua pihak berperan serta maka akan menciptakan kondisi yang luar biasa sehingga karakter Oh Darling dan Ok Darsi akan tercipta pada warga sekolah.

Langkah awal yang dilakukan adalah pembentukan paguyuban kelas. Paguyuban kelas dipilih oleh orang tua dalam satu kelas untuk mewakili aspirasi mereka dalam pertemuan dengan komite sekolah. Paguyuban kelas terdiri atas ketua, sekretaris, dan bendahara. Pengurus paguyuban kelas ini akan mewakili tiap-tiap kelas dalam pertemuan dengan komite. Setelah dibentuk paguyuban kelas, mereka berkoordinasi membentuk paguyuban sekolah. Paguyuban sekolah ini akan bekerja sama dengan pihak sekolah menjadi panitia reorganisasi pengurus komite. Pengurus Komite terbentuk dengan ketua Eko Budiono, SE. Semua kegiatan dan program sekolah dikonsultasikan dengan komite sekolah untuk disosialisasikan pada orang tua. Saran dan masukan dari orang tua/keluarga akan digunakan untuk memutuskan program yang akan dilaksanakan setelah diadakan sambung rasa antara orang tua, pengurus komite, dan pihak sekolah. Berikut rekaman gambar kegiatan sambung rasa antara paguyuban kelas, komite, dan sekolah.

147

Gambar 1. Kegiatan Sambung Rasa dengan Warga Sekolah

Kegiatan sambung rasa dilakukan di aula SD Negeri Batursari 5 maupun di kafe dekat sekolah. Musyawarah ini untuk mensosialisasikan program sekolah dan mengharapkan ide-ide baru serta dukungan dari masyarakat dan komite baik dalam segi dukungan material maupun spiritual.

Penyusunan Program Sekolah Sahabat Keluarga

Musyawarah dengan masyarakat dalam penyusunan program sekolah saahabat keluarga diadakan secara bertahap. Tahap satu dengan pengurus komite sekolah,

tahap duapertemuan dengan paguyuban sekolah (wakil-wakil dari tiap kelas tiga orang tua/wali peserta didik), dan

tahap tiga

pertemuan pleno dengan semua orang tua/wali peserta didik, komite, dan paguyuban. Dari sambung rasa yang diadakan membahas program Sekolah sahabat keluarga untuk berprestasi unggul selama satu tahun dan pengembangan sekolah untuk mendapatkan prestasi yang membanggakan.

Gambar 2. Sosialisasi Program Sekolah Sahabat Keluarga

148

Gambar 3. Keterlibatan Orang Tua dalam Penghijauan Sekolah

Program yang telah disusun disosialisasikan kepada semua warga sekolah dan orang tua untuk dilaksanakan dengan partisipasi semua pihak. Program tersebut juga tercantum dalam rencana kerja sekolah, yang dijabarkan dalam komponen-komponen yang jelas serta sumber pendanaannya.

Partisipasi untuk Mendukung Sekolah Sahabat Keluarga

Hasil sambung rasa dilakukan oleh semua warga sekolah dengan menjalankan program sekolah sahabat keluarga sebagai fokus kegiatan. Peran keluarga/orang tua yang dilakukan di SD Negeri Batursari 5 sesuai dengan kesepakatan pada waktu sambung rasa, 1) orang tua membantu pembiayaan sekolah secara sukarela; 2) mendistribusikan proposal bantuan untuk kegiatan lomba marchingband; 3) Orang tua mendampingi dan mengurusi latihan marchingband sampai dengan lomba;

4) orang tua berpartisipasi pada kebersihan sekolah; 5) Orang tua terlibat dalam penanaman dan penghijauan sekolah; 6) orang tua menyediakan pojok baca dan bahan bacaan; 7) Orang tua melengkapi seragam marchingband dan alat-alat marchingband; 8) Orang tua memantau kegiatan 10 cabang ekstrakurikuler di sekolah dan membantu pembiayaan pelatihnya; 9) Orang tua, warga sekolah, pengurus komite, dan pihak sponsor mengadakan kegiatan keakraban; 10) kegiatan akhir tahun dibiayai dari dana suka rela dari orang tua.

Keterlibatan keluarga peserta didik dilakukan dalam hal inovasi segala kegiatan di sekolah, meliputi: 1) penyediaan pojok baca di tiap-tiap kelas

149

oleh paguyuban kelaas; 2) program sekolah mendapatkan pengharaan adiwiyata nasional, orang tua peserta didik berpartisipasi dalam kegiatan kebersihan, penghijauan, dan daur ulang untuk pemanfataan barang bekas; 3) Orang tua yang memiliki kompeten berperan serta dalam pembinaan intensif bagi peserta didik yang terpilih mewakili lomba setiap hari Rabu dan Kamis pukul 13.00-15.00; 4) orang tua secara sukarela membantu pembiayaan adanya program wajib mengikuti sedikitnya dua ekstrakurikuer yangdisediakan sekolah, yaitu ekstrakurikuler marchingband, seni dan pertunjukan, pramuka, seni tari, seni lukis, seni musik (pianika), voly, bulu tangkis, basket, dan baca tulis Al’quran (BTQ), 5) orang tua terlibat dalam program membawa bekal dari rumah serta larangan membuang sampah plastik di tempat sampah sekolah; 6) orang tua berperan serta dalam pemanfaatan sampah plastik untuk pembuatan daur ulang (ecobrig) agar tercipta “zero sampah plastik di tempat sampah”; 7) orang tua memberikan pembiayaan secara sukarela untuk program reward bagi warga sekolah yang berhasil meraih kejuaraan tingkat Kecamatan, kabupaten, provinsi, maupun tingkat nasional; 8) orang tua peserta marchingband secara sukarela memberikan dan mencarikan pembiayaan untuk program meraih juara lomba marchingband dan FL2N tingkat nasional; 9) paguyuban kelas secara sukarela melaksanakan pengecatan ruang kelas dengan warna cerah; 10) orang tua membantu penyediaan tempat sampah tiga jenis yaitu sampah organik, sampah non organik, dan sampah pecah belah, 11) penghijauan halaman sekolah atas peran serta peserta didik, guru, komite, dan orang tua, 12) penyediaan seragam gratis untuk peserta didik miskin;

13) Orang tua berperan untuk penyediaaan konstum marchingband untuk pemain dan bendera, 14) Orang tua berupaya dalam penambahan alat marchingband sebagai pelengkap pertunjukkan (marima, bas konser, simbal drum, Barcamp); dan 15) Orang tua yang berkompeten berperan dalam kerja sama dalam kegiatan

150

ekstrakurikuler voly, basket, bulu tangkis, seni dan pertunjukan, seni tari, seni lukis, seni musik, baca tulis Al quaran, pramuka. Berikut sebagian dokumentasi perans peran serta orang tua, dalam kegiatan inovasi.

Gambar 4. Pojok Baca yang Disediakan Orang Tua

Memperdayakan peran komite sekolah dan kolaborasi yang mendukung sekolah sahabat keluarga untuk meraih Sekolah berprestasi unggul. Kolaborasi sekolah dengan berbagai pihak agar program sekolah bisa berjalan lancar dilakukan mulai dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, evaluasi, dan tindak lanjut. Bentuk kolaborasi yang dilakukan dengan melibatkan lembaga lain yang mendukung peningkatan prestasi unnggu di SD Negeri Batursari 5, yaitu: 1) kerja sama dengan bank BTN dalam kegiatan menabung yang dilakukan setiap hari Kamis; 2) dengan SMA Negeri Mranggen 2 dalam peminjaman aula untuk latihan marchingband; 3) Lokananta Group Musik dalam latihan marching bank; 4) puskesmas dalam penyuluhan kesehatan; 5) lembaga tes psikologi untuk melaksanakan tes psikologi peserta didik; IMA dalam bimbingan belajar Matematika; 6) Universits Semarang dalam layanan pendidikan dan penyuluhan; 7) Poltekes dalam seminar

151

gizi masyarakat; 8) UPGRIS dalam bimbingan dan penyuluhan cara belajar; 8) Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Demak dalam pengelolaan, pelestarian, dan perlindungan lingkungan; 9) PT Dart Air Exspressindo dalam pembiayaan lomba marchingband; 9) Paguyuban Marchingand dalam penggalian dana untuk pembiayaan lomba; 10) PT Sumber Hidup dalam penggunaan bahan bangunan untuk perawatan sekolah; 11) Koemank Studio Semarang dalam pelatihan seni dan pertunjukkan; 12) PT. Nutrifood Semarang dalam Drawing Competision;

13) Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi dalam edukasi kesehatan anak; 14)SMP Islam Sultan Agung 1 dalam penerimaan peserta didik baru; 15) PT Iris dalam seminar gizi; 16) PT Milo dalam olahraga dan minum susu bersama Milo; 17) PT Anugerah Mitra Globalindo dalam edukasi kesehatan dan minum bersama susu Boneto; 18) Kartika GE dalam kegiatan pendidikan di luar sekolah (Out Bond); dan 19) Martha Thilaar dalam kegiatan beauty clas guru dan orang tua peserta didik.

Hasil

Pemberdayaan sekolah sahabat keluarga yang dilaksanakan di SD Negeri Batursari 5 dalam mengembangkan sekolah unggul, berhasil dengan gemilang. Berikut ini uraian dari hasil yang dicapai selama dua tahun penerapan pemberdayaan sekolah sahabat keluarga di SD Negeri Batursari 5.

Kolaborasi dengan stakeholder dalam pemberdayaan sekolah sahabat keluarga untuk mengembangkan sekolah unggul berhasil membentuk paguyuban kelas pada tahun 2017. Terdapat sejumlah 14 paguyubuna kelas yang tiap-tiap paguyuban diwakili tiga orang untuk membentuk paguyuban sekolah yang diketuai oleh Ninik Suryani, S.Pd.

Reorganisasi pengurus komite berhasil dilakukan pada bulan Januari 2017 dengan ketua komite Eko Budiono, SE. Terbentuknya ketua pengurus komite, yang dipilih oleh waki-wakil dari paguyuban kelas.

152

Gambar 6. Adiwiyata Nasional

Penyusunan program sekolah sahabat keluarga berhasil dilakukan di SD Batursari 5, dengan melibatkan semua warga sekolah untuk berpartisipasi dalam mewujudkan sekolah unggul. Pengembangan sekolah berprestasi unggul di SD Negeri Batursari 5 melalui pemberdayaan sekolah sahabat keluarga, dilakukan dengan baik dan smart.

Partisipasi semua unsur warga sekolah dengan memberdayakan sekolah sahabat keluarga mewujudkan sekolah unggul di

SD Negeri

Batursrai 5. Hasil dari penerapan pemberdayaan Sekolah sahabat keluarga ini antara lain: 1) tercipta karakter Oh Darling sehingga

mendapatkan penghargaan adiwiyata

nasional tahun 2018; 2) Karakter

Ok Darsi

tertanam

sehingga meraih juara umum 2 dalam lomba Marchingband tingkat Provinsi Jawa Tengah tahun 2017 dan meraih juara 3 divisi musik brass dan juara 3 colour guard tingkat nasional tahun 2018; 3) juara harapan 2 untuk Festival Lomba dan Literasi Nasional (FL2N) kategori cipta pantun dan finalis tingkat nasional untuk

Gambar 5. Terbaik 3 Simposium Nasional

153

6 11 1 0

2 0

38

19 10

142

88 81 77

0 50 100 150

Kecamatan Kabupaten Provinsi Nasional

2015/2016 2016/2017 2017/2018 2018/2019

cipta syair; 4) juara 1 marchingband tingkat Kabupaten Demak tahun 2018; 4) meraih juara 1 dalam FLS2N cabang pantomim tingkat Kabupaten Demak tahun 2018;

5) Juara 1 Popda voli tingkat Kabupaten Demak tahun 2018; 6) Juara 1 Popda Bulu Tangkis tingkat Kabupaten Demak; 7) juara 2 Pantomim tingkat Kabupaten Demak tahun 2017; 8) juara 3 lomba cipta puisi tingkat kabupaten Demak tahun 2017; 9) juara berbagai cabang lomba di tigkat kecamatan Mranggen (terlampir); 10) prestasi dalam ranking nilai USBN/US meningkat; 11) peserta didik baru tahun 2017/2018 dan 2018/2019 meningkat menjadi 3 rombel; 13) terbaik 1 dalam kursus mahir lanjutan bagi kepala sekolah; 14) meriah terbaik 3 simposium nasional bagi kepala sekolah; dan lain-lain.

Hasil Pengembangan prestasi unggul di SD Negeri Batursari 5 dapat dilihat dalam grafik 3 berikut.

Berdasarkan grafik 3 tersebut dapat dipaparkan bahwa terjadi peningkatan prestasi yang luar biasa tahun pelajaran 2017/2018 dan 2018/2019 baik tingkat kecamatan, kabupaten, maupun provinsi. Bahkan tahun pelajaran 2018/2019 berhasil mengumpulkan 77 piagam kejuaraan tingkat nasional. Selain itu, guru juga meraih prestasi dalam berbagai kejuaraan, antara lain dalam karya tulis ilmiah, penyusunan laporan PTK, dan kejuaraan olahraga.

Grafik 3. Perbandingan Prestasi Lomba

Grafik 1 Perbandingan Prestasi Lomba

154

63 61

476

58 58

470

126 105

497

161

100

530

0 100 200 300 400 500 600

Pendaftar Yang Diterima Jumlah Semua 2015/2016 2016/2017 2017/2018 2018/2019

Pemberdayaan Sekolah sahabat keluarga ini juga berdampak dalam peningkatan peminat peserta didik baru tahun pelajaran 2017/2108 dan 2018/2019. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan peserta didik tahun 2017/2018 dan 2018/2019 dapat dilihat dalam perbandingan sebelum pemberdayaan Sekolah sahabat keluarga. Data perkembangan peningkatan peserta didik baru tersebut dapat dilihat dalam grafik 4 berikut ini.

Grafik 4. Perbandingan Peserta Didik Baru

Berdasarkan grafik tersebut dapat dipaparkan bahwa terjadi peningkatan yang pesat jumlah pendaftar peserta didik baru tahun pelajaran 2017/2018 dan 2018/2019. Demikian pula jumlah peserta didik semakin banyak, menjadi 530 peserta didik yang dibagi dalam 14 rombel.

Dampak lainnya pemberdayaan Sekolah sahabat keluarga terciptanya kerja sama dengan pihak lain yang membuat SD Negeri Batursari 5 semakin baik dan maju.

Bantuan dari pihak lain baik lembaga pemerintah maupun lembaga swasta. Bantuan itu berupa seperangkat marching band, LCD, makanan dan minuman, tanaman, serta dalam hal jasa pemeriksaan kesehatan dan psikologis peserta didik, kegiata outbond bersama, serta beauty class yang dapat mengikat rasa handarbeni

155

terhadap SD Negeri Batursari 5.

Tindak Lanjut Pengembangan Pemberdayaan Sekolah Sahabat Keluarga

Pengembangan sekolah berprestasi unggul diperlukan peran serta keluarga sehingga bisa memahami, menerima, dan mendukung dengan tulus.

Di samping itu, membangun kebersamaan dan keakraban dengan warga sekolah, orang tua, menciptakan transparansi, dan akuntabilitas kinerja akan memantapkan sistem yang sudah disepakati dalam mencapai sekolah berprestasi unggul.

Tindak lanjut yang perlu dikembangkan adalah meningkatkan peran serta semua keluarga peserta didik, melakukan kegiatan yang mampu memikat hati orang tua yang bermanfaat bagi keluarga. Kegiatan kekakraban sehingga pengurus komite maupun orang tua merasa handarbeni sekolah, kerasan, dan ada rasa berat bila akan meninggalkan sekolah karena rasa cintanya terhadap sekolah. Peningkatan karakter Oh Darling dan Ok Darsi bagi semua warga sekolah untuk mencapai peenghargaan adiwiyata mandiri dan kejuaraan lomba tingkat nasional dalam bidang akademik maupun non akademik.

Menjalin dan menjaga hubungan baik dengan pihak-pihak yang bekerja sama dengan sekolah sehingga tercipta kekeluargaan yang sinergi. Pihak luar merasa senantiasa perlu dan penting bekerja sama dengan pihak sekolah dan saling menguntungkan. Memperkuat kinerja tim work dengan senantiasa menganalisa SWOT tiap tahun demi bersama anggota komite, paguyuban sekolah, dan pihak-pihak terkait untuk kemajuan sekolah unggul.

Uraian pengalaman mengelola sekolah sebagaimana diuraikan pada bab-bab terdahulu dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Pelaksanaan pemberdayaan sekolah sahabat keluarga untuk mengembangkan sekolah unggul di SD Negeri Batursari 5, dilakukan mulai perencanaan, pelaksanaan, pengorganisasian, pengawasan, analisis dan tindak lanjut. Langkah kegiatannya 1) kolaborasi dengan

156

stakeholder, 2) Penyusunan program sekolah sahabat keluarga untuk mewujudkan sekolah unggul; 3) Partisipasi Pelaksanaan program pengembangan sekolah unggul bersama paguyuban; dan 4) evaluasi dan tindak lanjut; 2) Hasil dari pelaksanaan pemberdayaan sekolah sahabat keluarga di SD Negeri Batursari 5 Kecamatan Mranggen Kabupaten Demak, adalah: 1) terwujudnya sekolah ramah lingkungan, 2) memiliki prestasi yang membanggakan bidang akademik maupun non akademik serta ekstrakurikuler; 3) nilai ujian sekolah bagus rata-rata diatas 77; 4) sarana dan prasarana di atas standar pelayanan minimal; dan 5) dipercaya oleh orang tua/masyarakat. Dampakya terbentuknya kesadaran warga sekolah untuk peduli dan handarbeni sekolah, adanya keakraban dan kekeluargaan antara sekolah, orang tua, komite dan masyaraka, 2) terwujudnya karakter Oh Darling dan Ok Darsi sehingga terjadi peningkatan prestasi sekolah dalam ranah kognitif, afektif, dan psikomotor, dan 3) meningkatnya kepercayaan masyarakat sehingga jumlah peserta didik baru meningkat; dan 3) tindak lanjut dari pemberdayaan sekolah sahabat keluarga harus dilakukan guna meningkatkan kinerja warga sekolah, melestarikan sekolah ramah lingkungan, memberikan peluang kepada warga sekolah untuk meningkatkan kariernya dan prestasi SD Negeri Batursari 5 dalam semua aspek yang mendukung peningkatan mutu pendidikan.

Berdasarkan dampak dari pemberdayaan Sekolah sahabat keluarga maka direkomendasikan: 1) kepala sekolah perlu memperdayakan keluarga dan menjalin kolaborasi dengan pihak lain sehingga pencapaian visi dan misi sekolah menjadi tanggung jawab bersama dan 2) sekolah perlu membentuk tim work untuk mewujudkan sekolah unggul.

Dalam dokumen BUKU KUMPULAN KISAH SUKSES KEPALA SEKOLAH SD (Halaman 148-167)