80
GERAKAN KANTIN KELAS
81
Hulontalangi menunjukan beberapa temuan yaitu; (1) Kepedulian lingkungan sekolah masih rendah, (2) pada saat program membaca riang terlihat minat baca kurang dan sikap dan prilaku terhadap guru yang kurang sopan, (3) Peserta didik dan Guru selalu kehilangan di kelas, (4) peserta didik tidak berani tampil didepan teman teman, (5) masih terlihat sebagian peserta didik yang membuang sampah sembarangan, (6) masih terdapat peserta didik tidak mengerjakan tugas.
Berdasarkan beberapa temuan masalah yang berhasil diidentifikasi tersebut, penulis tergerak untuk membuat karya/inovasi baru melalui program kegiatan yang kreatif yang dapat membangun karakter dan Literasi peserta didik yaitu “ Gerakan Kantin Kelas Berbasis Karakter (G. KKBK)”. Gerakan KKBK adalah akronim dari gerakan kantin kelas berbasis karakter.
Gerakan KKBK merupakan penanaman karakter yang perlu diterapkan sebagai upaya prepentif bagi generasi muda untuk mengembangkan karakter dalam dirinya kearah yang lebih baik.
Program ini diharapkan sekolah dapat memberikan pendidikan keberanian, kejujuran, berilmu, tanggung jawab dan Literasi terhadap peserta didik.
Pelaksanaan Gerakan KKBK di SDN No.44 Hulontalangi berjalan sukses dengan dukungan bersama dari warga sekolah. Program ini pada faktanya tidak menambah beban kerja bagi sekolah maupun bagi guru. Dengan adanya program ini justru menguntungkan guru untuk implementasi penanaman karakter dan mendidik akhlak peserta didik. Sebab, sebagai pendidik tugas guru tidak sekedar melaksanakan proses pembelajaran di dalam kelas, tetapi turut bertanggung jawab dalam membina kepribadian peserta didik.
Gerakan KKBK sangat diharapkan memberikan manfaat secara teoritis dan praktis sebagai berikut; 1) secara teoretis diharapkan best practice Gerakan Kantin Kelas Berbasis Karakter menjadi acuan ilmiah untuk menerapkan pendidikan karakter di sekolah; 2) secara praktis best practice ini diharapkan bermanfaat bagi; a)
82
bagi guru; melalui program Gerakan Kantin Kelas Berbasis Karakter diharapkan dapat meningkatkan pula tingkat profesionalitas guru dalam kegiatan mendidik sehingga menunjang karirnya dan meningkatkan kompetensinya, b) bagi Kepala Sekolah; menjadi wujud tindakan riil sehingga dapat memecahkan masalah tentang pelaksanaan nilai-nilai karkater di sekolah; c) bagi Sekolah; diharapkan berguna bagi kegiatan pendidikan dan mampu membina akhlak dan melatih keberanian, kejujuran, berilmu, tanggung jawab dan Literasi peserta didik di sekolah.
Karakter yang Dikembangkan a. Sikap Berani
Prasetyo (2015: 1) mengemukakan bahwa keberanian memiliki arti mempunyai hati yang mantap dan rasa percaya diri yang besar dalam menghadapi bahaya, kesulitan, dsb; tidak takut (gentar, kecut) dalam mempertahankan kebenaran. Disisi lain, Irons (2003: 12) mengemukakan bahwa keberanian adalah suatu tindakan memperjuangkan sesuatu yang dianggap penting dan mampu menghadapi segala sesuatu yang dapat menghalanginya karena percaya kebenarannya.
Berdasarkan pendapat para ahli tersebut, disimpulkan berani mempunyai arti hati yang teguh serta kemampuan yang besar dalam menghadapi bahaya atau kesulitan serta mampu berperilaku bijaksana dan sanggup menguatkan mimpi-mimpi tanpa dibayang- bayangi oleh rasa takut.
b. Sikap Jujur
Kesuma, dkk (2012: 16) mendefinisikan jujur merupakan keputusan seorang untuk mengungkapkan perasaannya, kata-katanya atau perbuatannya bahwa realitas yang ada tidak dimanipulasi dengan cara berbohong atau meniru orang lain untuk keuntungan dirinya. Sementara itu, Maksudin (2013: 13-15) memandang bahwa jujur suatu sikap yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan, baik
83
terhadap dirinya ataupun pihak lain.
Berdasarkan kedua pendapat btersebut, disimpulkan jujur artinya perilaku manusia yang lurus hati tidak berbohong (misalnya dengan berkata apa adanya); tidak curang (misalnya dalam permainan, dengan mengikuti aturan yang berlaku) tulus; ikhlas berbudi mulia dan tentunya beriman.
c. Berilmu
Muzzam (2013: 3) mengemukakan bahwa ilmu adalah pengetahuan tentang suatu bidang yang disusun secara bersistem menurut metode tertentu, yang dapat digunakan untuk menerangkan gejala tertentu di bidang (pengetahuan) itu. Sejalan dengan yang dikemukakan Enstein “ilmu tanpa agama adalah buta” sedangkan
“agama tanpa ilmu adalah lumpuh”.
Berdasarkan uraian pendapat tersebut disimpulkan Ilmu adalah kemampuan seseorang dalam memahami konsep pengetahuan yang diperoleh dengan sebenar- benarnya dan sesuai menurut kaidah-kaidah yang telah ditemukan.
d. Tanggung jawab
Tanggung jawab menurut kamus Bahasa Indonesia adalah, keadaan wajib menanggung segala sesuatunya.
Anonimus (2017: 2) mengemukakan bahwa Tanggung jawab adalah kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Tanggung jawab itu bersifat kodrati, artinya sudah menjadi bagian hidup manusia, bahwa setiap manusia dibebani dengan tanggung jawab.
Berdasarkan uraian pendapat tersebut disimpulkan tanggung jawab adalah sikap dan perbuatan individu baik yang nampak maupun yang tidak nampak dan siap menanggung segala dampak dari perbuatannya tersebut.
e. Literasi
Menurut Sulzby (1986)
https://www.dosenpendidikan.com/pengertian - literasi-menurut-para ahli-tujuan-manfaat-jenis- prinsip/. Literasi adalah kemampuan berbahasa yang
84
dimiliki oleh seseorang dalam berkomunikasi (membaca, berbicara, menyimak, dan menulis) dengan cara yang berbeda sesuai dengan tujuannya. Jika didefinisikan secara singkat, definisi literasi yaitu kemampuan menulis dan membaca. Sedangkan Graff (2006) https://
www.maxmanroe.com/vid/umum/arti-literasi-
adalah.html arti literasi adalah suatu kemampuan dalam diri seseorang untuk menulis dan membaca dan mengkomunikasikan.
Berdasarkan uraian pendapat tersebut, disimpulkan bahwa Literasi adalah kemampuan dalam membaca, menulis, menyimak, dan berhitung sehingga dapat mengkomunikasikan pengetahuan dan ketrampilan secara efektif kepada orang lain.
Gerakan KKBK
Gerakan KKBK adalah kegiatan yang menyediakan keperluan mendesak peserta didik berupa alat tulis menulis, minuman dan makanan kecil, Gerakan KKBK tidak ada yang berlaku sebagai penjual dan tidak dijaga maupun diawasi. Alat tulis menulis dan minuman atau makanan diletakkan pada rak yang sudah disediakan di kelas masing-masing, selain itu juga tersersedia kotak uang serta buku jujur dan polpen jujur, kotak uang berguna untuk meletakkan pembayaran dari peserta didik yang membutuhkan alat tulis, minuman atau makanan. Jika ada kembaliannya, peserta didik mengambil dan menukar uang kembaliannya dari kotak jujur tersebut.
Sementara buku jujur dan polpen jujur digunakan peserta didik untuk menuliskan nama barang yang peserta didik butuhkan beserta harganya. Kesadaran peseta didik dituntut untuk melakukan transaksi/jual beli dengan membayar dan mengambil uang kembaliannya, tidak harus dijaga oleh Guru dan peserta didik lainnya dan dilanjutkan dengan kemampuan peserta didik menceritakan dan mengkomunuikasikan kepada teman- temannya pengalamannya menjadi penanggung jawab Gerakan KKBK. Motto yang dikembangkan pada
85
Gerakan KKBK adalah Allah Melihat Malaikat Mencatat.
Tujuan utama adalah mengukur keberanian, kejujuran, berilmu, bertanggungjawab dan literasi peseta didik sehingga dengan pengalaman tersebut peserta didik diharapkan menjadi warga masyarakat yang jujur kedepannya. Gerakan KKBK adalah bentuk program kegiatan sekolah menerapkan karakter yang ditanamkan sejak dini. Untuk itu dengan berbagai upaya kita terus menumbuh kembangkan karakter peserta didik dan warga sekolah demi mencapai tujuan pendidikan nasional menciptakan generasi bangsa yang berilmu dan berahlak mulia.
Kondisi awal karakter peserta didik di SDN No. 44 Hulontalangi masih perlu dioptimalkan seperti karakter berani, jujur, berilmu, tanggung jawab, dan lain-lainnya masih belum berkembang dengan baik. Selain itu peserta didik belum terbiasa dengan literasi sehingga pengetahuan, keterampilan dan sikap peserta didik masih rendah.
Berdasarkan data yang diperoleh tentang hasil belajar peserta didik, nampak bahwa setiap semester terdapat peserta didik yang tidak tuntas pada Aspek Pengetahuan utamanya pada aspek sikap dan aspek ketrampilan. Berikut adalah data observasi hasil belajar peserta didik pada semester genap tahun pelajaran 2016/2017.
Tabel 1. Data Hasil Belajar Peserta Didik (Aspek Pengetahun) SDN 44 Hulontalangi
No Kelas Tuntas Tidak Tuntas Jumlah
1 I 78% 22% 100%
2 II 82% 18% 100%
3 III 80% 20% 100%
4 IV 76% 24% 100%
5 V 82% 18% 100%
6 VI 84% 16% 100%
Tabel 2. Data Sebagian Karakter Peserta Didik ( Aspek Sikap) SDN 44 Hulontalangi
86
No Kelas Berani Jujur Tanggung jawab
1 I 35% 78% 54%
2 II 30% 75% 58%
3 III 35% 72% 55%
4 IV 42% 65% 50%
5 V 54% 68% 50%
6 VI 56% 64% 55%
Tabel 3. Data Sebagian Karakter Peserta Didik ( Aspek Ketrampilan ) SDN 44 Hulontalangi
No Kelas Berilmu Literasi
1 I 54% 35%
2 II 68% 30%
3 III 65% 35%
4 IV 70% 42%
5 V 70% 54%
6 VI 68% 56%
Berdasarkan table 1, 2 dan 3 dapat dikemukakan bahwa hasil belajar dan karakter peserta didik masih harus dikembangkan melalui kegiatan-kegiatan nyata dalam pelaksanaan pembelajaran.
Pelaksanaan Gerakan KKBK
Ilustrasi ketika peserta didik membutuhkan satu jenis barang, peserta didik meletakan uangnya dikotak uang dan jika ada uang kembalian peserta didik dapat mengambil sendiri sisa uang tersebut. Lalu mencatat apa yang dia beli.
87 Gambar 1. Kotak Uang, Buku Jujur, Polpen Jujur
Gerakan KKBK tersedia di depan kelas masing masing. Gerakan KKBK menggunakan konsep terbuka.
Mereka meletakkan beragam barang kebutuhan mendesak peserta didik dirak lemari yang sudah disediakan di depan kelas dan barang-barang disusun dengan rapi. Peserta didik dapat mengambil kebutuhan yang dibutuhkan dan meletakkan uang sesuai dengan harga yang tercatat pada barang tersebut. Peserta didik dapat memilih barang yang dibutuhkan.
Gambar 2. Gerakan KKBK
88
Gambar 3. Definisi Gerakan KKBK
Gerakan KKBK adalah program karakter dan literasi yang diarahkan ke sekolah. Pada dasarnya Gerakan KKBK arahnya ke peserta didik bukan hanya karakter akhlak, moral, dan budi pekerti yang ditanamkan, tetapi kemampuan Literasi juga yang dikembangkan, Gerakan KKBK juga dilengkapi dengan Motto yang sengaja dicetak dalam bentuk pengumuman atau berupa poster, spanduk dan media pendukung lainnya.
Selanjutnya secara operasional teknik yang digunakan dalam pelaksanaan Gerakan KKBK diuraikan sebagai berikut: https://www.youtube.com /watch?v=pOwF8c8YESI&t=102s
1. Peserta didik yang ingin memenuhi kebutuhannya di
kelas dapat
mengambil sendiri
barang yang
dibutuhkan.
Umumnya barang yang tersedia adalah barang kebutuhan peserta didik yang mendesak dalam proses pembelajaran.
Gambar 4. Pengembangan Karakter Berani
Gerakan KKBK
Gerakan KKBK
89
2. Selanjutnya peserta didik memilih dan menentukan barang yang dibutuhkan serta menuliskan barang tersebut pada buku jujur
3. Langkah selanjutnya peserta didik membayar harga barang sesuai dengan harga yang tertera pada barang tersebut dan meletakan uang tersebut kedalam kotak uang dan mengambil
sendiri uang
kembaliannya.
4. Setiap hari secara bergilir peserta didik diberi tugas menjadi penanggung jawab pada gerakan ini dari mengatur barang hingga menghitung jumlah barang dan uang setelah pulang sekolah.
Gambar 7. Pengembangan Karakter Tanggung Jawab dan Literasi
Gambar 6. Pengembangan Karakter Jujur Gambar 5. Pengembangan Karakter Tanggung Jawab dan Jujur
90
5. Pada besok harinya peserta didik yang menjadi
penanggung jawab
melaporkan/menceritakan di depan kelas kepada teman-
teman tentang
pengalamannya menjadi penanggung jawab Gerakan KKBK
6. Kegiatan ini oleh guru diintegrasikan kesemua mata pelajaran penguatan utamanyan pada Bahasa Indonesia dan Matematika yang ada hubungan dengan standar kompetensi/
kompetensi dasar/
Materi pembelajaran ( Berilmu)
Hasil yang diperoleh dan manfaat yang dirasakan oleh warga sekolah dalam pelaksanaan Gerakan KKBK diantaranya; 1) dengan adanya Gerakan KKBK dapat membantu ketersedian setiap keperluan peserta didik, contohnya apabila ada peserta didik yang tidak memiliki polpen tidak perlu lagi jauh-jauh pergi kekantin karena telah tersedia di kelas, 2) penerapan Gerakan KKBK melatih peserta didik berprilaku jujur, melatih untuk taat dan patuh terhadap norma, tata tertib dan ketentuan yang berlaku baik di sekolah maupun di masyarakat, 3) selain itu juga dapat membantu peserta didik dalam belajar mengelola keuangan kelas dan mengomunikasikan (literasi) pengalaman menjadi penanggungjawab dalam gerakan ini, 4) pembantu guru menanamkan karakter peserta didik dan membantu
Gambar 8. Pengembangan Karakter Berani dan Literasi
Gambar 9. Pengembangan Karakter pada Keilmuan
91
dalam proses pembelajaran karena dapat diintegrasikan pada semua mata pelajaran dan penguatannya lebih pada Bahasa Indonesia dan Matematika yang berkesesuaian dengan materi, 5) peserta didik terlatih untuk jujur dan bertanggungjawab dalam setiap tindakan sehingga terbentuk sikap Tanggung jawab pada kepedulian lingkungan dan berprilaku jujur di sekolah, 6) peserta didik semakin termotivasi keberaniannya seperti menjadi imam dalam sholat dhuha, 7) peserta didik semakin hebat dalam berinteraksi dengan stakeholder sehingga berhasil meraih predikat sekolah sehat, 8) peserta semakin kreatif dalam mengelola wirausaha dengan bimbingan guru dan orang tua sehingga berhasil mendaur ulang bahan bekas menjadi sebuah kerajinan bernilai tinggi, 9) telah menghasilkan peserta didik yang tidak lagi bermasalah karena kontrol yang rutin dilakukan oleh pihak sekolah dengan pihak orang tua peserta didik, 10) melatih Guru dan peserta didik berwirausaha.
Dampak pelaksanaan Gerakan KKBK di SDN Nomor 44 Hulondhalangi adalah memberikan nilai-nilai penting sebagai berikut:
1. Kepala Sekolah; 1) mengembangkan kemampuan dalam kepemimpinan terutama dalam pelaksanaan inovasi-inovasi pada bidang pendidikan; 2) meningkatkan integritas kepala sekolah dalam penyelenggaraan pendidikan dan pengembangan pendidikan berbasis karakter
2. Guru; 1) memotivasi guru untuk selalu meningkatkan kinerjanya dalam pelaksanaan pembelajaran; 2) memudahkan guru dalam pembinaan dan pengembangan karakter peserta didik di lingkungan sekolah; 3) meningkatkan kerjasama guru dalam pelaksanaan pembelajaran; 4) memberikan pembelajaran bagi guru tentang pentingnya pengembangan karakter peserta didik melalui kegiatan nyata
3. Peserta Didik; 1) gerakan kantin kelas berbasis karakter ini telah dapat mengembangkan karakter
92
siswa pada aspek: berperilaku berani, jujur, berilmu, tanggung jawab dan literasi.
Gerakan KKBK di SDN Nomor 44 Hulondalangi Kota Gorontalo telah berhasil dilaksanakan dan memberikan banyak manfaat kepada komunitas sekolah.
Direkomendasikan hal-hal sebagai berikut: 1) Dinas Pendidikan Kota Gorontalo dapat mengadopsi gerakan KKBK untuk diterapkan secara local di seluruh satuan pendidikan di Kota Gorontalo yang penerapannya bukan hanya untuk peserta didik tapi untuk guru dan komunitas lainnya di sekolah, 2) Kepala Sekolah seyogyanya secara terus menerus meningkatkan kinerjanya dalam memimpin satuan pendidikan, karena keberhasilan pendidikan tergantung dari keberhasilannya mengembangkan inovasi-inovasi dalam pengelolaan sekolah. Gerakan KKBK ini dapat dikembangkan pada aspek-aspek tertentu dengan melihat kelemahan-kelemahan pelaksanaannya, 3) guru seyogyanya meningkatkan kerjasama dalam mengembangkan Gerakan KKBK, karena gerakan ini telah terbukti meningkatkan karakter perserta didik dalam proses pembelajaran, 4) peserta didik seyogyanya mentaati peraturan sekolah dan berusaha memanfaatkan gerakan KKBK yang dilaksanakan oleh sekolah dalam melatih dan mengembangkan karakternya dalam pelaksanaan proses pembelajaran di sekolah.
Penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Direktorat Pembinaan Tenaga Kependidikan, Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk menulis karya kreatif, semoga bermanfaat untuk kemajuan pendidikan di Indonesia.
93
Daftar Pustaka
Anonimus. 2017. Kumpulan teori skripsi.
http://kumpulan-teori-skripsi.
blogspot.com/2017/11/teori-tanggung-jawab.html
Sulzby (1986)
https://www.dosenpendidikan.com/pengertian- literasi-menurut-para-ahli-tujuan-manfaat-jenis- prinsip/
Graff (2006).
https://www.maxmanroe.com/vid/umum/arti- literasi-adalah. html
Irons, Peter. 2003. Keberanian Mereka yang Berpendirian.
Bandung: Angkasa
Kesuma Dharma. 2012. Pendidikan Karakter Kajian Teori dan Praktik di Sekolah. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Maksudin. 2013. Pendidikan Karakter Non-Dikotomik.
Yogyakarta. Pustaka Pel
Muzzam. 2013. Makalah Hakikat Ilmu dan jenis-jenisnya https://muzzam.
wordpress.com/2013/09/28/makalah-hakikat- ilmu/
Prasetyo Eko. 2015. Hakikat tentang seorang Pemberani https://www.
kompasiana.com/prasetyo_pirates/5535ba9f6ea8 341a2cda430c/hakiat-tentang-pemberani
94
Tentang Penulis:
Jeni S Kumisi, M.Pd, dilahirkan di B o n e p a n t a i p a d a t a n g g a l 1 2 A g u s t u s 1 9 7 1 . Pendidikan Sekolah Dasar ditamatkan di SDN 1 Taludaa pada tahun 1985. Melanjutkan pendidikan menengah pertama di SMP Taludaa, tamat tahun 1987.
Setelah itu melanjutkan di SPG Negeri 1 Gorontalo, tamat tahun 1990. Pada tahun 1991 melanjutkan studi D2 PGSD di Ikip Manado, tamat tahun 1994. Pada tahun 2007 melanjutkan S1 di Universitas Terbuka Gorontalo, Tamat tahun 2009. Selanjutnya menyelesaikan studi S2 Manajemen Pendidikan di Universitas Negeri Gorontalo tamat pada tahun 2015. Kontak Person 081244100095
95