• Tidak ada hasil yang ditemukan

Satu Minggu Satu Puisi

Deswita

1. Satu Minggu Satu Puisi

Kepala sekolah menyusun program bersama guru.

Kegiatan ini dilaksanakan satu kali dalam seminggu.

Sasaran dari program adalah guru dan siswa. Kegiatan ini dilakukan satu kali dalam satu minggu. Dimana diawali dengan guru melakukan pemodelan bagaimana membuat puisi yang sederhana. Baik siswa dan guru setiap minggu menulis satu puisi. Penulisan puisi ini dimulai dari membimbing dan membina guru dalam penulisan puisi, selanjutnya guru melatih dan membimbing siswa untuk menulis puisi. Puisi yang ditulis adalah hasil karya sendiri. Puisi ditulis dalam sebuah buku tulis yang disediakan khusus oleh siswa dan guru.

Gambar 5. Siswa Membuat Puisi

28

Setiap minggu siswa mengumpulkan puisi mereka kepada guru, dan guru nantinya memberikan tanda tangan pada setiap karya siswa. Buku puisi dikumpulkan dikelas yang nantinya puisi tersebut diketik komputer.

Puisi yang telah terkumpul tersebut diseleksi dan diambil yang baik penulisannya untuk dibukukan dan berISBN.

Setiap siswa menunggu giliran puisi mereka akan diterbitkan menjadi sebuah buku.

Hasil

Kids Vlogger

Dari pelaksanaan Kids Vlogger didapatlah hasil sebagai berikut.

1. Meningkatkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi dan public speaking.

2. Meningkatnya kemampuan literasi siswa

3. Meningkatnya kemampuan siswa dalam bekerja bersama tim.

4. Dihasilkannya vlogger-vlogger cilik yang memiliki konten edukasi.

5. Tertanamnya sikap positif seperti tanggung jawab, percaya diri, menghargai orang lain dan berani dalam mengambil tindakan

.

Gambar 6. Vlogger Siswa

Menulis Opini

Dari kegiatan program menulis Opini ini didapatlah hasil sebagai berikut.

29

1. Terkumpulnya opini siswa dan guru

2. Meningkatnya kemampuan literasi tulis dan baca bagi siswa dan guru.

3. Diterbitkannya opini guru pada media cetak.

4. Terlatihnya kemampuan guru dan siswa dalam meberikan komentar yang bijak terhadap suatu informasi.

5. Tertanamnya karakter positif bagi siswa dan guru terutama dalam hal merespon suatu informasi dan menggunakan teknologi secara bijak.

Gambar 7. Opini Guru Diterbitkan di Media Cetak

Gambar 8. Opini yang Telah Terbit di Media Sosial

Satu Minggu Satu Puisi

Hasil dari Satu Minggu Satu Puisi antara lain:

1. Meningkatnya kemampuan siswa dan guru dalam membuat puisi.

2. Terkumpulnya karya puisi siswa dan guru dalam bentuk buku dan portofolio.

30

3. Terlatihnya kemampuan guru dan siswa dalam

pemilihan kosa kata dan diksi pada pembuatan puisi.

4. Diterbitkannya buku kumpulan puisi yang telah memiliki ISBN

Gambar 9. Kumpulan Puisi yang Sudah Memiliki ISBN

Banyak cara yang dapat dilakukan sekolah dalam mengembangkan program literasi, salah satunya adalah literasi digital. Pada dasarnya literasi digital bertujuan untuk bagaimana seseorang dapat menggunakan teknologi digital bukan hanya sekedar kesenangan semata, akan tetapi lebih dari itu orang tersebut dapat menggunakan teknologi sebagai media literasi dan memiliki kemampuan yang bijak dalam penggunaan teknologi yang merupakan sebuah program literasi digital yang dilakukan di SD Negeri 01 Benteng Pasar Atas Kota Bukittinggi. Melalui program yang inovatif ini diharapkan siswa dan guru dapat menggunakan teknologi secara bijak dan menjadikan literasi digital sebagai budaya di sekolah.

Budaya Literasi Digital juga dilaksanakan untuk meningkatkan karakter di SD Negeri 01 Benteng Pasar Atas, karena memang perlu penanaman nilai-nilai karakter yang positif bagi warga sekolah terutama dalam berliterasi secara digita. BudayaLiterasi Digital memiliki tiga program kegiatan yang kreatif. Ketiga program ini

31

bertujuan untuk meningkatkan kreatifitas guru dan siswa serta menunjang terbentuknya karakter yang baik. Dari ketiga program kegiatan tersebut,Budaya Literasi Digital telah memberikan hasil dalam pelaksanaanya. Hasil tersebut diantaranya yaitu meningkatkan kemampuan literasi digital baik guru maupun siswa, selain itu tertanamnya nilai karakter seperti percaya diri, menghargai orang lain, berkomentar dengan bijak, serta berani dalam bertindak. Tidak hanya itu, Budaya Literasi Digital telah meningkatkan minat baca dan tulis bagi siswa dan guru sehingga telah lahirnya berbagai karya literasi yang telah juga memanfaatkan media sosial dan cetak sebagai sarana dalam berliterasi tersebut.

Rekomendasi

1. Untuk kepala sekolah, lebih meningkatkan inovasi program terhadap pengembangan budaya lietasi terutama literasi digital.

2. Untuk guru sekolah, agar mampu menjadi pelaksana program yang mengarahkan siswa kepada nilai-nilai yang lebih baik.

3. Untuk tim pelaksana program sekolah, agar lebih memperhatikan analisa kebutuhan sekolah dan administrasi program sekolah

4. Untuk dinas pendidikan, agar terus memberikan bimtek dan sosialisasi tentang pengelolaan program sekolah.

5. Untuk pemerintah, agar memfasilitasi sekolah khususnya dalam bidang pengelolaan program pemenuhan kebutuhan sekolah dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

Harapan dengan adanya Budaya Literasi Digital ini adalah bagaimana teknologi dan digital ini dapat menciptakan generasi-generasi yang canggih, mampu mengakses dan mengelola teknologi dengan baik, memiliki karakter yang baik pula serta mampu meningkatkan minat literasi terutama membaca dan menulis. Fenomena yang terjadi di SD Negeri 01 Benteng

32

Pasar Atas Kota Bukittinggi adalah, kemampuan warga sekolah termasuk siswa dan guru dalam mengunakan teknologi belumlah bermuara pada hal-hal yang bermanfaat terutama dalam peningkatan literasi digital di sekolah. Siswa dan guru cenderung menggunakan teknologi hanya untuk kesenangan semata. Selain itu kemampuan berkomunikasi siswa dan guru belum terasah dengan baik. Hal ini terlihat dari bagaimana siswa dan guru tersebut dalam mempersentasikan sesuatu cenderung belum seperti yang diharapkan apalagi kalau berbicara dihadapan orang banyak dan ditambah pula ada kamera. Selain itu minat baca dan tulis baik siswa mapun guru masih rendah. Menulis bukanlah suatu budaya begitu juga

Daftar Pustaka

Daryono. 2017. Literasi Informasi Digital: Sebuah tantangan bagi pustakawan. TIK. Ilmeu:

Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi Perpustakaan STAIN Curup, Vol 1, No 2, hlm 89-102.

Muhdar HM. 2013. Pendidikan Karakter menuju SDM Paripurna. Jurnal

Pen Alulum, volume.13 nomor1,hlm.103-128

Suyanto. 2010. Aktualisasi Pendidikan Karakter, Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Kementerian Pendidikan Nasional, Jakarta

https://www.google.co.id/amp/s/www.kompasiana.com /amp/rulimustafa/5a533bc15e137379

2c793e92/literasi-digital-dan-manfaatnya ( diakses tanggal 5 Juni 2019)

33

Tentang Penulis

Deswita, lahir di Bukittinggi 53 tahun yang lalu tepatnya 18 Desember 1966 .Pendidikan Sekolah Dasar ditamatkan di SDN 05 Bukittingg pada tahun 1979.

Kemudian melanjutkan

pendidikan Sekolah Menengah Pertama di SMP 2 Bukittinggi tamat tahun 1982. Setelah itu melanjutkan pendidikan ke SPG Bukittinggi tamat tahun1985.Pada tahun 1987 melanjutkan pendidikan SI di FKIP Muhammadiyah Padang Panjang tamat tahun 1992.Mengajar Pertama kali di tahun 1986 di SD Inpres Balay Banyak Bukittinggi dipindah tugaskan ke SDN 02 Percontohan Tahun 2004.

Tahun 2012 Guru berprestasi tingkat Nasional utusan Sumatera Barat dan mendapat Networking ke Turki tahun 2013. Tahun 2014 diangkat sebagai kepala sekolah di SDN 01 Campago Ipuh Bukittinggi. Akhir tahun 2016 pindah tugas sebagai kepala sekolah SDN 01 Benteng Pasar Atas Bukittinggi sampai sekarang. Alhamdulillah tahun 2019 ini membawa nama baik SDN 01 Benteng Pasar Atas dalam ajang lomba kepala sekolah berprestasi mendapat peringkat 3 tingkat nasional. HP.

082169733700

34

MEMBANGUN KEMITRAAN