34
MEMBANGUN KEMITRAAN
35
semi permanen dan sebagian adalah bangunan asli dari peninggalan SD inpres sejak tahun 1982 yang sudah bolong dan bocor di beberapa tempat. Ruang kelas hanya ada 6 padahal jumlah rombel ada 9. Sehingga ada shif pagi dan siang. Buku teks tak memadai. Ruang Musolla, UKS dan kantin tak ada. Perpustakaan hanyanya ruang kelas yang disekat seadanya.
Gambar 1. Ruang Kelas Gambar 2. Ruang Perpustakaan
Jumlah siswa setiap tahun ajaran baru terus menurun, untuk mendapatkan satu kelas saja susah.
Padahal sekolah ini berada di pemukiman padat penduduk, sekolah lain di sekitarnya bahkan sampai menolak siswa. Bahkan untuk mengikat siswa agar tetap bersekolah di SDN 037, panitia penerimaan murid baru sampai membuat surat perjanjian tak memindahkan anaknya sampai lulus kelas 6.
Setelah melalui diskusi dengan guru dan pengawas, serta berbagai pertimbangan, akhirnya disepakati pembenahan sekolah dimulai dari mengimplementasikan Gerakan Literasi Sekolah. GLS di harapkan menjadi jalan untuk meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ini. Sehingga terciptalah sekolah literat.
Dalam buku panduan gerakan literasi sekolah (2016: 3) sekolah literat adalah ekosistem pendidikan di sekolah yang sehat. Ekosistem pendidikan yang literat adalah lingkungan yang :
1. Menyenangkan dan ramah peserta didik, sehingga menumbuhkan semangat warganya dalam belajar.
2. Semua warganya menunjukkan empati, peduli, dan menghargai.
36
3. Menumbuhkan semangat ingin tahu dan cinta pengetahuan.
4. Memampukan warganya cakap berkomunikasi dan dapat berkontribusi kepada lingkungan sosialnya.
5. Mengakomodasi partisipasi seluruh warga sekolah dan lingkungan eksternal SD.
Sehingga dapat disimpulkan literat adalah sikap dan perilaku yang dihasilkan dari dari proses literasi yang baik di sekolah dan masyarakat.
Tarakan adalah pulau yang penduduknya beragam, tetapi penduduk asli pulau ini adalah suku Tidung. Suku Tidung senang berkumpul untuk mengerjakan sesuatu . Budaya itu di sebut Intimung.
Berdasarkan latar-belakang dan pemikiran tersebut penulis membuat program yang mengutamakan bermusyawarah dengan semua pemangku kepentingan, demi terlaksananya perbaikan mutu pendidikan di SDN 037.
Kondisi Awal SDN 037 Tarakan
Keadaan awal SDN 037 Tarakan terbagi dalam kondisi sapras, program sekolah, karakter siswa dan pelaksanaan program kemitraan.
Tabel 1. Profil Sekolah dan Kondisi Sapras Nama Sekolah : SDN 037 1. Status Sekolah : Negeri
2. Alamat : Jl. KH. Agus Salim, Kelurahan Selumit, Kecamatan Tarakan Tengah, Kota Tarakan
3. Tahun Pendirian : 1980 4. Jumlah Rombel : 9/276 5. Jumlah Kelas/Jamban : 6/4
6. Jumlah PTK : Guru 12 TU 2 CS 2 7. Ruang Perpustakaan,UKS, : Perpustakaan ruang
kelas yang disekat, UKS, Musholla, dan kantin musholla dan kantin tidak ada
8. Bangunan/Keadaan Bangunan : Semi permanen dan kayu/ Rusak sedang dan rusak berat
9. Akreditasi : C
37
Tabel 2. Program Sekolah
1. Sekolah Adiwiyata Belum Melaksanakan 2. Gerakan Literasi Sekolah Belum Melaksanakan 3. Sekolah Ramah Anak Belum Melaksanakan 4. Sekolah Penguatan Pendidikan Karakter Belum
Melaksanakan
5. Gerakan Pramuka Belum Melaksanakan
Tabel 3. Catatan Pelanggaran Siswa Sebelum Pelaksanaan Program
1. Terlambat kesekolah 69 siswa 25%
2. Tidak memakai seragam 111 siswa 40%
Dan atribut lengkap
3. Berkelahi dan berkata kasar 41 siswa 15%
4. Tidak masuk sekolah 82 siswa 30%
Tanpa izin
5. Membuang sampah 33 siswa 12%
Sembarangan
6. Tidak mengerjakan PR 71 siswa 26%
Tabel 4. Program Kemitraan
1. Komite Sekolah Hanya penandatanganan RKAS 2. Lembaga Pemerintah Tidak ada
3. DUDI/Komunitas/Lembaga dan LSM Tidak ada Pelaksanaan Program Gerakan Literasi Sekolah
Program Gerakan Literasi Sekolah mulai dilaksanakan pada bulan Juli 2017 setelah melaui rapat dengan dewan Guru dan tenaga kependidikan. Adapun langkah-langkah pelaksanaannya adalah sebagai berikut.
1. Merevisi Visi dan Misi Sekolah
Perubahan visi dan misi dilakukan dalam rapat antara dewan Guru, pengawas dan komite sekolah. Visi misi di revisi dengan memasukkan unsur gerakan literasi sekolah sekaligus beberapa program sekolah yang ingin di capai. Seperti Sekolah Ramah Anak,
38
Sekolah Pendidikan Karakter dan Sekolah Adiwiyata 2. Penerbitan SK
Untuk menjamin keberlangsungan program dengan uraian tugas dan tanggung jawab yang jelas maka di terbitkanlah Surat Keputusan Kepala Sekolah tentang Tim literasi dengan uraian tugas yang jelas.
3. Sosialisasi Literasi
Nara sumber Bapak DR. M. Yunus Abbas Dekan FKIP Universitas Borneo Tarakan yang menguasai materi Gerakan Literasi Sekolah untuk memberikan penguatan
4. Memetakan Program Bersama Komite Sekolah
Sesuai dengan komitmen tim literasi SDN 037, bahwa komite adalah perantara yang menjembatani keterlaksanaan program yang akan bermitra dengan pihak lain. Maka tim rapat bersama dengan komite sekolah. Hasil rapat dengan komite di sepakati untuk :
a. Membentuk Intimung Taka di setiap kelas yang berasal dari orang-tua siswa. Intimung Taka berasal dari bahasa Tidung, bahasa penduduk asli pulau Tarakan yang artinya “berkumpul kita”.
Tujuannya agar program bisa terlaksana dengan cepat dengan bantuan Intimung Taka di setiap kelas
b. Membuat sudut baca setiap kelas dengan memberdayakan Intimung Taka di setiap kelas. Sudut baca di targetkan berbiaya rendah dan dari bahan daur ulang sehingga sekaligus dapat program sekolah adiwiyata yang sedang di rintis juga.
c. Membuat kampaye membaca seperti lukisan, poster dan kata-kata motivasi sehingga siswa tertarik untuk membaca.
d. Untuk sarana baca di lingkungan sekolah (di luar kelas) yang tak bisa dihindari biayanya, maka sekolah membuat proposal kepada komite sekolah. Komite menghimpun dana dan tenaga dari orang tua sesuai dengan kesanggupan orang
39
tua. Yang tak memiliki dana tetapi memiliki keahlian maka menyumbangkan keahliannya.
Seperti tukang kayu, tukang batu, pelukis dan pekerja seni lainnya. Semua dana dan proses pengerjaan dikelola oleh komite.
5. Pelaksanaan Program Bersama Intimung Taka
Wali kelas bersama dengan orang tua tiap kelas Intimung, kami memakai strategi banyak mendengar saran dan pendapat dari orang-tua siswa. Di luar dugaan orang tua siswa bersemangat memberikan masukan untuk kemajuan pendidikan anaknya.
Langkah selanjutnya masing-masing wali kelas menyampaikan program. Orang-tua diajak menata kelas menjadi kelas kaya literasi. Model dari sudut baca bermacam-macam tergantung kemampuan orang tua pada kelas itu. Akhirnya terciptalah sudut baca yang unik ada yang dari pipa paralon, talang air, jerigen, kain perca dan potongan kayu.
6. Memulai Tahap Pembiasaan Membaca 15 Menit Sebelum Pembelajaran.
Sesuai dengan Panduan dan Desain Induk Gerakan Literasi Sekolah yang diterbitkan oleh kemdikbud, maka SDN 037 memulai program Gerakan Literasi Sekolah pada tahap pembiasaan.Tahap pembiasan ini kami mulai dengan membaca 15 menit buku non teks setiap hari sebelum KBM. Buku non teks pada tahap awal ini bersumber dari perpustakaan sekolah yang di bagi ke tiap sudut baca di kelas.
Gambar 3. Kegiatan Membaca Gambar 4. Perpustakaan Sekolah
40
Pada jam istirahat siswa juga bisa memanfaatkan waktu membaca buku di areal baca sekolah yang di buat oleh komite seperti Taman Baca, Lorong Literasi, dan Lapak Buku dengan suasana yang nyaman dan menyenangkan.
7. Kantong Sedekah Buku
Untuk memenuhi ketersediaan buku bacaan, tim bekerjasama dengan program GISS ( Gerakan Infaq Seribu perSiswa) yang sudah berjalan di sekolah.
Biasanya dana GISS ini dimanfaatkan untuk membantu perlengkapan sekolah untuk siswa yang kurang mampu. Dana GISS ini dikumpulkan setiap hari Jumat, setiap siswa seribu rupiah. Sekolah menyisihkan di Jumat minggu ke empat atau minggu terakhir untuk membeli buku bacaan.
8. Program Pinjam Pakai Buku
Strategi lain untuk mengatasi kekurangan buku adalah program PIPA. Yang merupakan akronim dari pinjam pakai. Jadi kami mengajukan surat permohonan bertukar pinjam buku kepada Kantor Perpustakaan dan Kearsipan dan Taman Bacaan Masyarakat (TBM) dalam kurun waktu tertentu, kemudian dikembalikan lagi. Ide ini disambut baik oleh mereka. Kami saling bertukar buku. Distribusi ini ternyata cukup efektif untuk mengatasi kekurangan buku bacaan.
Gambar 5a. Program PIPA dengan Sekolah Gambar 5b. Program PIPA dengan TBM
41
9. Relawan Jaga Baca
Banyaknya areal baca di lingkungan sekolah butuh kerja ekstra pustakawan sekolah yang cuma satu orang. Penulis berfikir siswa perlu ada rasa tanggung- jawab dan memiliki sehingga buku-buku terdistribusi dan terawat dengan baik. Maka dibentuklah relawan yang terdiri dari siswa kelas tinggi, relawan ini diberi nama “Jaga Baca” tugas mereka mengikuti jadwal piket kelas.
Gambar 6a. Relawan Membacakan Buku Gambar 6b. Tim Relawan
10. Menjalin Kemitraan
Untuk menjaga keberlangsungan dan pengembangan program literasi, Tim literasi SDN 037 menjalin kemitraan dengan cara menjemput bola, tim merawarkan program, yang sifatnya kerjasama.
Kemitraan ini telah berjalan dengan : a. Universitas Borneo Tarakan
Sebagai Satu-satunya universitas negeri di Kalimantan Utara yang mempunyai LPTK. Tim literasi menawarkan beberapa program kerjasama, diantaranya membuka kesempatan untuk mahasiswa dan dosen untuk mengadakan penelitian literasi.
b. Bank Indonesia
Bank Indonesia mempunyai program BI Corner, yaitu pengadaan buku bacaan beserta prasarananya ke beberapa sekolah dan kantor perpustakaan. Tim literasi menawarkan diri
42
menjadi relawan untuk membantu terlaksanaan program BI Corner. Program kerjasama ini telah berjalan 1 tahun.
Gambar 7a. MoU dengan Perpustakaan Gambar 7b. Kerjasama dengan BI
11. Literasi di Tahap Pengembangan.
Memasuki tahun ajaran 2017/2018 Literasi memasuki tahap pengembangan dan pembelajaran. Inovasi dan kreativitas yang dilakukan tim literasi pada tahap ini adalah :
a. Menambah ruang baca dan sarana baca yang menarik dan ramah anak.
b. Menghadirkan perpustakaan ramah anak yang nyaman untuk membaca.
c. RPP berstrategi literasi dan Big Book yang unik karya guru dan siswa.
d. Mendatangkan guru tamu untuk membacakan cerita setiap hari Jumat.
Gambar 8a. Big Book karya Guru dan Siswa Gambar 8b. Guru membacakan Buku
43
Hasil Akhir
Capaian yang diperoleh dari dampak pelaksanaan program literasi adalah
1. Keadaan Sapras
Program literasi mendapat apresiasi dari Kemdikbud, beberpa tim satgas GLS pusat datang ke SDN 037 untuk melihat praktik literasi. Pada tahun 2018 SDN 037 mendapat dana takola sebesar 1.597.575.000,- untuk rehab ruang kelas dan renovasi 3 ruang kelas baru, ruang musolla, UKS, perpustakan 4 Wc dan gudang. Bersamaan dengan itu jumlah siswa SDN 037 juga meningkat drastis, karena telah tumbuh kepercayaan (trust) orang- tua.
Tabel 5. Perubahan keadaan Sapras Setelah Program Sahabat Literasi
2. Keterlaksanaan Program Sekolah
SDN 037 pun bisa melaksanakan beberapa program sekolah karena dikolaborasikan dengan program literasi
Tabel 6. Sekolah Keterlaksanaan Program
No. Nama Program Keterlaksanaan
1. Sekolah Adiwiyata Pada Bulan Desember 2018 telah mendapat penghargaan Sekolah Adiwiyata Nasional
2. Gerakan Literasi Sekolah Telah melaksanakan GLS di 3 tahap. Yaitu pembiasaan,
Pengembangan dan Pembelajaran.
3. Sekolah Ramah Anak Sebagai pelaksana Sekolah Ramah Anak
9 11
4
8 16
20
0 5 10 15 20 25
Sebelum Literasi Sesudah Literasi
Jumlah Jamban
Jumlah PTK
Jumlah Ruang Layanan
44
4. Sekolah penguatan
pendidikan Karakter Terpilih menjadi sekolah Piloting Penguatan Pendidikan Karakter 5. Gerakan Pramuka Terpilih Menjadi Gudep Unggul
provinsi Kaltara, dan akan
mengikuti pemilihan gudep unggul nasional pada bulan Agustus 2019.
3. Perubahan karakter Siswa.
Karakter siswa berubah drastis, ini diyakini dari buku bacaan yang mengandung nilai- nilai kebaikan menjadikan siswa literat. Perubahan karakter siswa ini di ambil dari catatan pelanggaran dan sanksi selama satu semester sebelum pelaksanaan program, dan satu semester setelah pelaksanaan program.
Perubahan perilaku/karakter siswa menunjukkan hasil yang membaik pelanggaran menurun sebagai berikut; terlambat 22%, tidak memakai atribur 40%, berkelahi 15 %, alpa 26 %, membuang sampah sembarangan 10% dan tidak mengerjakan PR 24 %.
Tabel 8. Program Kemitraan
No. Nama Mitra Keterlaksanaan
1. Komite Sekolah Terbentuknya kepengurusan komite sekolah dan paguyuban orang tua di setiap kelas
2. Lembaga pemerintah 1.Bekerjasama dengan Kantor perpustakaan dan kearsipan.
2. Bekerjasama dengan Universitas Borneo Tarakan Pada Program kajian Literasi seperti penelitian skripsi mahasiswa, Penugasan Dosen Disekolah pada Program Literasi Kelas Awal, Pengabdian Kepada Masyarakat di SDN 045 Pantai amal. Penulis selaku kepala sekolah berbagi praktik baik GLS.
Mendapat bantuan pojok literasi sains Dari FKIP PGSD Universitas Borneo.
3. DUDI/komunitas/Lembaga
dan LSM 1. Bekerjasama Dengan TBM Forum
Guru Tapal Batas, TBM Lisan pada program PIPA
2. Tim literasi yang tergabung dalam relawan Jaga Baca membantu program BI Corner Bank Indonesia
45
4. Melejitnya Literasi Sebagai Brand Sekolah
Pada bulan November tahun 2016 penulis mendapat penghargaan Guru Teladan oleh yayasan Ayo membaca Indonesia dari MEDCO Foundation bekerjasama dengan kemdikbud.
Gambar 9a. Penerima Penghargaan AMIND Gambar 9b. Penghargaan Literasi
Pada bulan September 2017 penulis selaku kepala SDN 037 diberi kesempatan Kemdikbud menuliskan perjalanan literasi di SDN 037 pada buku “Merayakan Literasi, Menata Masa Depan”. Dan membedah buku tersebut di ajang Festival Literasi Sekolah pada bulan oktober 2017.
Karena dianggap berhasil dengan program literasi penulis yang merupakan Kepala Sekolah di undang berbagi praktik baik ke beberapa wilayah di Indonesia.
Diantaranya Jakarta, Palembang, Dompu, dan beberapa daerah lokal di Kalimantan Utara.
Sekolah yang bermitra dengan SDN 037 menuliskan praktik baik literasi di sekolah dalam buku “ Kisah Dari Tapal Batas Negeri” dan buku ini berhasil di bedah di Universitas Borneo Tarakan dan pada Festival Literasi Sekolah ke 2 pada tahun 2018 di Gedung A Kemdikbud
Gambar 10a. Menghadiri FLS Gambar 10b. Berbagi Praktik Baik Literasi
46
Dampaknya Bagi Warga Sekolah
Dari semua pecapaian itu dampaknya bagi warga sekolah adalah tumbuh kepercayaan diri pendidik dan tenaga kependidikan dalam mendidik dan melaksanakan program sekolah karena telah tumbuh trust dari orang tua dan masyarakan kepada sekolah serta tumbuhnya budaya mutu dan persaingan yang sehat antar siswa, guru dan warga sekolah lainnya. Dampak lainnya Guru semakin bersemangat meningkatkan potensi diri sebagai guru pembelajar.
Daftar Pustaka
Kemdikbud. 2015. Panduan Gerakan Literasi Sekolah Dasar. Jakarta
Hidayat, dkk. 2016. Kemitraan Sekolah dengan Keluarga dan Masyarakat, Jakarta : Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat
Kemdikbud. 2016. Desain Induk GLS. Jakarta
47
Biodata Penulis
Dharmawati, lahir di Teluk Bayur Kalimantan Timur 10 oktober 1973, memulai karier sebagai guru SD 20 tahun yang lalu dan sebagai kepala sekolah 7 tahun yang lalu. Sejak kecil sangat suka membaca buku dan menulis. Ketika Gerakan Literasi Sekolah di canangkan pada tahun 2015 ibu dari 3 anak ini menyambut dengan suka cita karena percaya Gerakan Literasi Sekolah dapat membantu meningkatkan mutu sekolah.
Pada tahun 2016 terpilih menjadi salah satu guru teladan versi yayasan Ayo Membaca Indonesia. Penghargaan itu semakin mematik semangatnya untuk berjuang lewat literasi dan membina relawan literasi Forum Guru Tapal Batas. Penulis bisa dihubungi pada nomor HP.
081351319743
48