• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisa Bivariat

BAB VI PEMBAHASAN

6.2 Analisa Bivariat

tertekan, gelisah, sulit relaks, mudah lelah, terkejut, takut dan gangguan tidur.

Berdasarkan hasil penelitian ini kecemasan sedang sebanyak 63,8%, hal tersebut dapat diasumsikan bahwa sebagaian besar besar responden mengalami kecemasan yang cukup berarti pada pasien akne vulgaris, diperlukan penatalaksaan yang tepat dalam melakukan pengobatan agar kecemasan tidak menggangu pengobatan yang sedang dijalani.

artinya akne vulgaris dengan citra diri memiliki hubungan negatif dimana keeratan korelasinya sangat lemah (<0,20) sehingga dapat dikatakan tidak terdapat hubungan signifikan antara kepercayaan diri dengan jerawat (Sig=0,523). Artinya, kondisi fisik dalam hal ini akne vulgaris bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhi citra diri.

Konsep diri, pengalaman, pendidikan merupakan faktor internal dan orang tua, teman sebaya dan masyarakat merupakan faktor eksternal yang bisa mempengaruhi akne vulgaris diri. Responden yang memiliki kepercayaan diri tinggi walaupun akne vulgaris tidak berorientasi pada penampilan fisik semata, karena mereka merasa yakin akan kemampuan dan potensi dirinya pada hal-hal yang lain.

Penelitian sejalan dengan Agustin (2018) yang menyebutkan bahwa ada hubungan hubungan akne vulgaris terhadap citra diri dengan nilai p=0,003. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa responden yang melakukan perawatan sebagian besar memiliki harga diri tinggi, citra tubuh positif, dan ideal diri positif. Sedangkan responden yang tidak melakukan perawatan sebagian besar memiliki harga diri rendah, citra tubuh positif, dan ideal diri seimbang positif dan negatif.

Menurut Sullivan (2015) jika individu diterima dan disenangi orang lain karena keadaannya, maka individu akan bersikap menghormati dan menerima diri sendiri. Dukungan emosional dan persetujuan sosial dari orang lain merupakan pengaruh yang penting bagi rasa percaya diri remaja (Siahaan, 2016). Hal ini sejalan dengan teori

Hakim (2011) yang mengatakan bahwa rasa percaya bisa dibangun melalui berbagai macam bentuk kegiatan salah satunya aktif dalam kegiatan disekitarnya. Hal yang berkaitan diungkapkan oleh Bednar, Wells, & Peterson (2014) bahwa prestasi merupakan salah satu faktor untuk dapat memperbaiki tingkat citra diri remaja.

Secara alamiah akne vulgaris terjadi pada semua orang, sehingga akne vulgaris bukanlah suatu gangguan atau hal yang memalukan. Hasil penelitian ini didukung oleh teori yang menyatakan bahwa remaja yang memiliki citra diri yang tinggi tidak akan terlalu berorientasi pada penampilan fisik semata, karena mereka merasa yakin akan kemampuan dan potensi dirinya pada hal-hal yang lain.

Berdasarkan hasil penelitian bahwa bahwa ada hubungan akne vulgaris terhadap citra diri pada pasien akne vulgaris, maka dengan demikian peneliti bersumsi bahwa citra diri dapat dibentuk dari suatu penampilan yang dirasakan, hal tersebut disebabkan oleh responden merasa tidak percaya diri, merasa tidak menarik, minder dan lain sebagainya. Maka dengan demikian diharapkan tenaga medis rumah sakit dapat memberikan kontribusi pengetahuan tentang citra diri yang positif, supaya responden tidak fokus pada agne vulgaris yang dialami.

6.2.2 Hubungan Akne Vulgaris Terhadap Harga Diri

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 47 responden pasien dengan akne vulgaris sedang mengalami harga diri sedang sebanyak 29,8%

dan pasien dengan akne vulgaris sedang mengalami harga diri rendah sebanyak 6,4%. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi Square didapatkan nilai p value: 0,004 berarti p<α dimana nilai α:

0,05 yang berarti hipotesis diterima karena lebih kecil dari 0,05. Hal ini membuktikan bahwa ada hubungan akne vulgaris terhadap harga diri pada pasien akne vulgaris di Poliklinik Ilmu Kulit Dan Kelamin RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Peneitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Ompi, dkk (2018) yang menyebutkan bahwa ada hubungan akne vulgaris terhadap harga diri responden dengan nilai p=0,000. Berbeda dengan penelitian yang dilakukan Annisa, (2016) yang menyebutkan bahwa tidak ada perbedaan antara harga diri dengan akne vulgaris (P=0,754).

Harga diri adalah penilaian individu tentang nilai personal yang diperoleh dengan menganalisa seberapa sesuai perilakunya dengan ideal diri. Harga diri yang tinggi adalah perasaan yang berasal dari peneriman diri sendiri tanpa syarat, walaupun melakukan kesalahan, kekalahan, dan kegagalan, tetap merasa sebagai orang yang penting dan berharga (Stuart, 2006).

Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa vulgaris sedang mengalami harga diri sedang sebanyak 29,8% dan pasien dengan akne vulgaris

sedang mengalami harga diri rendah sebanyak 6,4%. Hal ini menunjukkan bahwa ini terjadi karena penilaian harga diri positif dan negatif tergantung dari diri remaja sendiri dalam mempersepsikan dirinya tentang bagaimana dia seharusnya berperilaku sesuai dengan standar pribadi.

Sejalan dengan teori Purwanto (2015) menyatakan bahwa harga diri merupakan persepsi individu tentang bagaimana dia harus berperilaku sesuai dengan standar pribadi, aspirasi, tujuan, atau nilai personal.

Penilaian harga diri positif atau negatif tergantung dari caranya memandang diri di lingkungan. Remaja yang menilai dirinya positif maka akan memiliki ideal diri yang positif, sebaliknya remaja yang menilai diriny anegatif maka akan memiliki ideal diri yang negatif (Keliat, 2015).

Dengan demikian peneliti berasumsi bahwa responden dengan harga diri rendah dikarenakan adanya daya padang individu dalam mempersepsikan terhadap lingkungan yang ada, sehingga peran dan dukungan keluarga dan medis perlu dikembangkan supaya pasien dengan akne vulgaris dapat melakukan pengobatan sehingga harga diri yang dipersepsikan dapat berubah kearah yang lebih baik.

6.2.3 Hubungan Akne Vulgaris Terhadap Kecemasan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 47 responden dengan akne vulgaris sedang dan kecemasan ringan sebanyak 23,4% sedangkan

akne vulgaris sedang dengan tingkat kecemasan sedang sebanyak 17,0%. Hasil uji statistik dengan menggunakan uji Chi Square didapatkan nilai p value: 0,063 berarti p>α dimana nilai α: 0,05 yang berarti hipotesis ditolak karena lebih besar dari 0,05. Hal ini membuktikan bahwa tidak ada hubungan akne vulgaris terhadap tingkat kecemasan pada pasien akne vulgaris di Poliklinik Ilmu Kulit Dan Kelamin RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian Manarisip (2015) dengan yang menunjukan bahwa ada hubungan tingkat kecemasan terhadap akne vulgaris dengan hasil p-value sebesar 0,037. Didukung oleh penelitian Anandita (2017) yang menyebutkan bahwa ada hubungan antara kecemasan dengan akne vulgaris dengan hasil p- value sebesar 0,002.

Hal ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Friska (2017) bahwa tidak ada hubungan antara kecemasan dengan akne vulgaris dengan hasil p-value 0,706. Sesuai dengan teori yang menyebutkan bahwa ada faktor lain yang mempengaruhi selain akne vugaris yang menyebabkan kecemasan dapat muncul dalam diri seseorang.

Kulit memiliki peran penting sebagai organ sensorik dalam proses sosialisasi sepanjang kehidupan. Kulit merupakan organ komunikasi utama yang menjadi responsif terhadap berbagai rangsangan emosional, dimana sangat mempengaruhi citra tubuh individu dan

harga diri sehingga memiliki implikasi psikologis yang serius (Black, 2014). Kulit dan sistem saraf secara embriologis terkait dikarenakan epidermis dan neural plate berasal dari ektoderm embrio. Kemudian, kedua organ ini berbagi beberapa hormon, neurotransmitter, dan reseptor. Kecemasan dapat disebabkan oleh faktor eksternal (peristiwa kehidupan, sosial, perkejaan, atau lingkungan) dan faktor individu (sikap, temperamen, pengalaman masa lalu, dan kebutuhan), dimana keduanya saling berhubungan. Hal ini dapat mempengaruhi perjalanan beberapa penyakit dermatologis, terutama pada Agne Vulgaris, alopecia areata, dan dermatitis atopik (Bondade, 2018).

Teori tersebut sesuai dengan penelitian Putri (2018) yang menunjukkan kecemasan dapat memperburuk Agne Vulgarisdan berkorelasi dengan keparahan Agne Vulgaris. Kecemasan adalah suatu gangguan psikologis yang dapat memiliki karakteristik yaitu berupa rasa takut, keprihatinan depan, kekhawatiran yang berkepanjangan, dan rasa gugup. Rasa cemas memang biasa dihadapi semua orang. Namun, rasa cemas disebut gangguan psikologis ketika rasa cemas menghalangi seseorang untuk menjalani kehidupan sehari-hari dan menjalani kegiatan produktif (Crosta, 2009).

Dari hasil penelitian diatas maka peneliti berasumsi bahwa sebaiknya peran dukungan tenaga medis dan kelaurga untuk lebih meningkatkan memberikan informasi yang tepat dalam pengobatan dan terkait

kondisi pasien baik melalui penyuluhan, pembagian leaflet, poster, maupun peningkatan peran aktif perawat untuk memberikan pendidikan kesehatan kepada pasien agar kecemasan pada pasien dengan akne vulgaris dapat dikontrol melalui koping yang positif sehingga pengobatan dapat berjalan dengan baik dengan harapan kesembuhan.

93

BAB VII KESIMPULAN DAN SARAN

7.1 Kesimpulan

Penelitian tentang hubungan citra diri, harga diri dan tingkat kecemasan terhadap Akne Vulgaris Di Poliklinik Ilmu Kulit Dan Kelamin RSUP Cipto Mangun Kusumo Jakarta dilaksanakan selama kurang lebih 8 minggu.

Jumlah responden penelitian sebanyak 47 pasien akne vulgaris. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa:

7.1.1 Distribusi frekuensi responden Akne Vulgaris Di Poliklinik Ilmu Kulit Dan Kelamin RSUP Cipto Mangun Kusumo Jakarta yakni berdasarkan citra diri negatif sebanyak 63,8%, harga diri sedang sebanyak 57,2% dan mengalami kecemasan sedang sebanyak 63,8%.

7.1.2 Distribusi frekuensi Akne Vulgaris di Poliklinik Ilmu Kulit Dan Kelamin RSUP Cipto Mangun Kusumo Jakarta yakni akne vulgaris sedang sebanyak 46,8%.

7.1.3 Ada hubungan Akne Vulgaris terhadap citra diri di Poliklinik Ilmu Kulit Dan Kelamin RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan p value: 0,002 berarti p<α dimana nilai α: 0,05.

7.1.4 Ada hubungan Akne Vulgaris terhadap harga diri di Poliklinik Ilmu Kulit Dan Kelamin RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan p value: 0,004 berarti p<α dimana nilai α: 0,05.

7.1.5 Tidak ada hubungan Akne Vulgaris terhadap tingkat kecemasan pasien di Poliklinik Ilmu Kulit Dan Kelamin RSUP Cipto Mangunkusumo Jakarta dengan p value: 0,063 berarti p<α dimana nilai α: 0,05.

7.2 Saran

7.2.1 Bagi Pelayanan Keperawatan

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan Akne Vulgaris dengan Citra diri dan harga diri pada pasien yang menderita Akne Vulgaris. Oleh karena itu, hendaknya pelayanan keperawatan melakukan identifikasi dan penatalaksanaan yang tepat seperti mengadakan penyuluhan di sekolah (SMP), Karang taruna,serta kegiatan kegiatan yang dihadiri oleh komunitas remaja tentang Akne Vulgaris sehingga pengobatan yang diberikan dapat berjalan dengan baik dan mencapai kesembuhan dengan optimal.

7.2.2 Bagi Universitas Binawan

Diharapkan hasil penelitian ini dapat dijadikan masukan untuk menambah kajian literatur serta meningkatkan pengetahuan dan wawasan bagi mahasiswa dan pembaca pada umumnya tentang hubungan citra diri, harga diri dan tingkat kecemasan terhadap Akne Vulgaris

7.2.3 Bagi Peneliti Selanjutnya

Penelitian ini diharapkan menjadi sumber informasi untuk melakukan penelitian selanjutnya tentang hubungan citra diri, harga diri dan tingkat kecemasan terhadap Akne Vulgaris, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kecemasan yang rendah pada pasien remaja dengan Akne Vukgaris sehingga masih diperlukan pengembangan untuk diteliti faktor- faktor lain yang turut mempengaruhi citra diri, harga diri dan tingkat kecemasan pada pasien dengan Akne Vulgaris.

Afriyanti Widyastuti, 2015, Panduan Belajar Ilmu Penyakit Dalam, Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Agustin, dkk., (2018). Gambaran Harga Diri, Citra Tubuh, Dan Ideal Diri Remaja Putri BerjerawaT. Jurnal Keperawatan Jiwa,Volume6 No1, Hal8-12,Mei 2018 FIKKes Universitas Muhammadiyah Semarang bekerjasama dengan PPNI Jawa Tengah.

Andri Saunders, 2009, Buku Ajar Penyakit Kulit Dan Kelamin Bagian I, Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Barratt dan Lumenta Muhammad,2014,Medikal Bedah Unntuk Mahasiswa Keperawatan,Surabaya, Perum Gunung Sari Indah.

Batubara, J, 2010, Adolescent development (perkembangan remaja). Sari Pediatri, vol.12,Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama.

Baumann dan Keri, 2014, Patofisiologi Konsep Klinis Dan Proses-Proses Penyakit, Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Dharma, Kusuma Kelana, 2015, Metodologi Penelitian Keparawatan : Panduan Melaksanakan Dan Menerapkan Hasil Penelitian, Jakarta, CV Trans Info Media.

Djuanda, 2010, Ilmu penyakit kulit dan kelamin edisi keenam, Jakarta, Salemba Medika.

Effendi Siswadi, Mary Wilfrid, 2008, Klien Gangguan Kulit Dan Kelanmin : Seri Asuhan Keperawatan, Jakarta, Buku Kedokteran EGC.

Keperawatan Medikal Bedah Sistem Perkemihan, Yogyakarta, Budi Utama.

Hasan Kurniawati, 2015, Buku Ajar Imu Penyakit Kulit, Surabaya, Perum Gunung Sari Indah.

Himmelfarb & Ikizler dalam Juanda, 2010, Buku Ajar Ilmu Bedah Estetika : Masalah, Pertimbangan Klinis Bedah Dan Metode Pembedahan, Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Hurlock Kallenbach, 2014, Buku Pintar Keperawatan : Buku Pegangan Perawat Estetika, Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Kligman Vargo dan Susan Martin Tucker, 2014, Standar Perawatan Pasien Pada Acne Vulgaris, Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Ningrum (2018). Hubungan Antara Akne Vulgaris Dengan Tingkat Kualitas Hidup Pada Remaja Di Sma Muhammadiyah 2 Surakarta. Jurnal Publikasi.

Notoatmodjo S, 2010, Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta : Rineka Cipta

Notoatmodjo S. 2010, Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta,Rineka Cipta.

Ompi Rizqun N, 2016,Akne Vulgaris Pada Remajadalam Buku Ilmu Penyakit Kulit Edisi pertama, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama.

Pengobatan Mutakhir Dermatologi pada Anak dan Remaja, Jakarta, Penerbit Buku Kedokterab EGC.

Rizkun, (2017). Akne Vulgaris Pada Remaja. Jurnal Publikasi Medical Faculty of Lampung University.

Saragih, Dicky ., dkk (2017). Hubungan tingkat kepercayaan diri dan jerawat (Acne vulgaris) pada siswa-siswi kelas XII di SMA Negeri 1 Manado. Jurnal e-Biomedik (eBm), Volume 4, Nomor 1, Januari-Juni 2016.

Sarwono Riyanto 2013,Personal Dan Sosial Yang Mempengaruhi Sikap Remaja Terhadap Hubungan Seks Pranikah, Jurnal Kesehatan.

Soetjiningsih Suharti, 2014, Seri Pedoman Praktis : Perawatan Wajah Dari Acne Vulgaris Pada Remaja Jakarta, Penerbit Buku Erlangga

Steinberg & Levine2013, Konsep Diri Bagi Perkembangan Remaja, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama.

Supardi dan Rustika, 2013,Metode Penelitian Bagi Perawat , Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama.

Syari, (2018). Hubungan Citra Wajah Dengan Motivasi Menggunakan Skincare Pada Mahasiswa Pengguna Skincare Di Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jurnal Publikasi. Universitas Muhammadiyah Surakarta 2018.

Tahir Fulton, 2010, Buku Ajar Bedah Plastik Bagian II, Jakarta, Penerbit Buku Kedokteran EGC.

from Repositori Institusi USU, Univsersitas Sumatera Utara.

Thiboutot, 2015, Manajemen Kesehatan Klien Dengan Acne Vulgaris, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama.

Tjekyan Hanoven, 2016, Ilmu Penyakit Kulit Dan Kelamin Dan Penatalaksanaan Kedokteran, Yogyakarta, Deepublish Budi Utama.

WasitaadmajaPurwaningdyah, R.A.K,2011, Asuhan Keperawatan Pada Gangguan Sistem Penginderan, Yogyakarta, Budi Utama

Wasitaatmadja, 2016, Akne Dan Gangguan Terkait dalam Buku Diagnosis Fotografik & Penatalaksana Penyakit Kulit Edisi Ketiga, Surabaya, Perum Gunung Sari Indah.

Zaenglein dan Levy Morgan, 2013, Anatomi Fisiologi Sistem Penginderaan Untuk Keperawatan, Jakarta, PT Gramedia Pustaka Utama.

PERMOHONAN MENJADI RESPONDEN

Hal : Permohonan menjadi responden

Kepada Yth :

Klien di Unit Poliklinik Kulit dan Kelamin RS Cipto Mangunkusumo

Jakarta Dengan hormat,

Saya yang bertanda tangan dibawah ini, Sumitri (Nim : 011721067) sebagai mahasiswa program S1 Keperawatan Universitas Binawan Jakarta, memohon bantuan Bapak/Ibu, Saudara/I untuk menjadi responden dalam penelitian saya yang berjudul “hubungan antara akne vulgaris dengan citra diri, harga diri, dan tingkat ansietas pada remaja di unit poliklinik kulit dan kelamin “di RS Cipto Mangunkusumo Jakarta”.

Adapun tujuan penelitian ini adalah mencari data tentang judul yang telah disebutkan sebelumnya. Penelitian ini tidak akan menimbulkan akibat yang merugikan bagi Bapak/Ibu, Saudara/i. Data dan jawaban- jawaban yang telah diberikan Bapak/Ibu, Saudara/I, akan saya jaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian yang dapat menunjang perkembangan ilmu pengetahuan khususnya profesi keperawatan.

Apabila Bapak/Ibu, Saudara/I bersedia menjadi responden dalam penelitian saya, mohon menandatangani lembar persetujuan dan memberi jawaban terhadap penyataan-pernyataan yang ada di dilembar kueisoner.

Jika suatu waktu, karena sesuatu hal, Bapak/ibu ingin mengundurkan diri sebagai responden, ini merupakan hak Bapak/ibu yang harus saya hormati.

Atas bantuan dan partisipasi yang diberikan Bapak/Ibu dan Saudara/I sekalian, saya ucapkan terima kasih.

Jakarta, 2019

Sumitri

Setelah saya mendapat penjelasan mengenai tujuan, manfaat, jaminan kerahasiaan dan tidak adanya resiko dalam penelitian yang dilakukan oleh mahasiswa Universitas Binawan Jakarta yang bernama Sumitri tentang “hubungan akne vulgaris terhadap citra diri, harga diri, dan tingkat kecemasan pada pasien remaja di poliklinik kulit dan kelamin RS Cipto Mangunkusumo Jakarta”, sehingga saya mengetahui bahwa informasi yang saya berikan ini sangat besar manfaatnya bagi pengetahuan dan perkembangan keperawatan di Indonesia khususnya di rumah sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Maka dengan ini, saya akan memberikan data yang diperlukan dengan sebenar-benarnya. Demikian pernyataan ini dibuat untuk dipergunakan sesuai keperluan.

Jakarta, 2019

(Responden)

2. Bacalah dengan teliti setiap pernyataan yang diberikan.

3. Berilah tanda silang (X) atau tanda cek (√) pada kotak jawaban yang dipilih.

4. Jika Bapak/Ibu/Saudara/i ingin mengganti jawaban, cukup dengan memberi garis (=) pada jawaban yang salah, kemudian pilihlah jawaban yang lebih sesuai dengan keadaan Bapak/Ibu/Saudara/i.

5. Jika mengalami kesulitan pada saat pengisian kusioner, tanyakan langsung kepada peneliti.

6. Sebelum Bapak/Ibu/Saudara/i mengembalikan kuisioner ini kepada peneliti, periksalah kembali pernyataan-pernyataan yang Bapak/Ibu/Saudara/i isi, jangan sampai ada yang belum terisi atau masih kosong.

7. Selamat mengisi dan terima kasih atas kerjasamanya.

I. IDENTITAS RESPONDEN a) Nama (Initial) :

b) Jenis Kelamin : Laki-laki Perempuan c) Tanggal lahir :

d) Usia :

e) Pendidikan : SD SMP SMA PT

penampilan Anda?

2 Pernahkah Anda merasa kurang menarik secara fisik sebagai akibat dari penyakit atau pengobatan anda?

3 Apakah Anda merasa tidak puas dengan penampilan Anda saat berpakaian?

4 Apakah Anda merasa

kurangpercaya diri sebagai akibat dari penyakit atau pengobatan?

5 Apakah Anda merasa

sulit/sukar/berat melihat diri sendiri tanpa busana?

6 Apakah Anda pernah merasa kurang tertarik berkomunikasi dengan teman orang lain akibat penyakit ?

7 Apakah Anda menghindari orang lain karena kurang nyaman dengan penampilan anda?

8 Apakah Anda merasa pengobatan telah membuat tubuh anda menjadi kurang utuh?

9 Apakah anda merasa tidak puas dengan tubuh anda?

10 Apakah anda merasa kecewa dengan perubahan tubuh akibat penyakit/pengobatan anda?

1 Saya merasa bahwa diri saya cukup berharga, setidak-tidaknya sama dengan orang lain.

2 Saya merasa banyak hal-hal yang baik dalam diri saya

3 Saya merasa tidak menjadi orang yang gagal

4 Saya rasa, saya mampu mengerjakan sesuatu seperti apa yang dapat dilakukan orang lain.

5 Saya tidak merasa, tidak banyak yang dapat saya banggakaan pada diri saya.

6 Saya menerima keadaan diri saya seperti apa adanya.

7 Secara keselurahan saya puas dengan diri saya.

8 Saya berharap, saya dapat lebih dihargai.

9 Saya tidak pernah merasa tidak berguna.

10 10 Kadang-kadang saya merasa diri saya tidak baik.

Nilai 2 = sedang/separuh dari gejala yang ada Nilai 3 = berat/lebih dari setengah gejala yang ada Nilai 4 = sangat berat/semua gejala yang ada

No Pertanyaan 0 1 2 3 4

1 Perasaan Ansietas - Cemas

- Firasat Buruk

- Takut Akan Pikiran Sendiri - Mudah Tersinggung

2 Ketegangan - Merasa Tegang - Lesu

- Tak Bisa Istirahat Tenang - Mudah Terkejut

- Mudah Menangis - Gemetar - Gelisah 3 Ketakutan

- Pada Gelap - Pada Orang Asing - Ditinggal Sendiri - Pada Binatang Besar

- Pada Keramaian Lalu Lintas - Pada Kerumunan Orang Banyak 4 Gangguan Tidur

- Sukar Masuk Tidur - Terbangun Malam Hari - Tidak Nyenyak

- Bangun dengan Lesu

- Banyak Mimpi-Mimpi - Mimpi Buruk - Mimpi Menakutkan

5 Gangguan Kecerdasan - Sukar Konsentrasi - Daya Ingat Buruk 6 Perasaan Depresi

- Hilangnya Minat

- Berkurangnya Kesenangan Pada Hobi - Sedih

- Bangun Dini Hari

- Perasaan Berubah-Ubah Sepanjang Hari

8 Gejala Somatik (Sensorik) - Tinitus

- Penglihatan Kabur - Muka Merah atau Pucat - Merasa Lemah

- Perasaan ditusuk-Tusuk 9 Gejala Kardiovaskuler

- Takhikardia

- Berdebar - Nyeri di Dada - Denyut Nadi Mengeras

- Perasaan Lesu/Lemas Seperti Mau Pingsan

- Detak Jantung Menghilang (Berhenti Sekejap)

10 Gejala Respiratori

- Rasa Tertekan atau Sempit Di Dada - Perasaan Tercekik

- Sering Menarik Napas - Napas Pendek/Sesak 11 Gejala Gastrointestinal

- Sulit Menelan

- Perut Melilit - Gangguan Pencernaan - Nyeri Sebelum dan Sesudah Makan - Perasaan Terbakar di Perut

- Rasa Penuh atau Kembung - Mual - Muntah

- Buang Air Besar Lembek - Kehilangan Berat Badan

- Sukar Buang Air Besar (Konstipasi) 12 Gejala Urogenital

- Sering Buang Air Kecil

- Tidak Dapat Menahan Air Seni - Amenorrhoe

- Menorrhagia

- Menjadi Dingin (Frigid) - Ejakulasi Praecocks - Ereksi Hilang - Impotens

- Bulu-Bulu Berdiri

14 Tingkah Laku Pada Wawancara - Gelisah

- Tidak Tenang - Jari Gemetar - Kerut Kening - Muka Tegang

- Tonus Otot Meningkat - Napas Pendek dan Cepat - Muka Merah

JenisKelamin Pendidikan Usia

HASILUJICIT

RADIRI HASILUJIHD

HASILUJIKE C

AKNE VULGARIS

N Valid 47 47 47 47 47 47 47

Missing 0 0 0 0 0 0 0

Median 2,0000 3,0000 3,0000 1,0000 2,0000 2,0000 2,0000

1. JENIS KELAMIN

JenisKelamin

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid LAKI-LAKI 13 27,7 27,7 27,7

PEREMPUAN 34 72,3 72,3 100,0

Total 47 100,0 100,0

2. PENDIDIKAN

Pendidikan

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid SD 4 8,5 8,5 8,5

SMP 7 14,9 14,9 23,4

SMA 30 63,8 63,8 87,2

PT 6 12,8 12,8 100,0

Total 47 100,0 100,0

3. USIA

Usia

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid 11 SD 14 TAHUN 8 17,0 17,0 17,0

15 SD 17 TAHUN 14 29,8 29,8 46,8

18 SD 20 TAHUN 25 53,2 53,2 100,0

Total 47 100,0 100,0

CITRA DIRI POSITIF 17 36,2 36,2 100,0

Total 47 100,0 100,0

5. HARGA DIRI

HASILUJIHD

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid RENDAH 7 14,9 14,9 14,9

SEDANG 25 53,2 53,2 68,1

TINGGI 15 31,9 31,9 100,0

Total 47 100,0 100,0

6. TINGKAT KECEMASAN

HASILUJIKEC

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid TIDAK CEMAS 3 6,4 6,4 6,4

KECEMASAN RENDAH 22 46,8 46,8 53,2

KECEMASAN SEDANG 19 40,4 40,4 93,6

KECEMASAN TINGGI 3 6,4 6,4 100,0

Total 47 100,0 100,0

7. AKNE VULGARIS

AKNE VULGARIS

Frequency Percent Valid Percent

Cumulative Percent

Valid AKNE VULGARIS RINGAN 15 31,9 31,9 31,9

AKNE VULGARIS SEDANG 22 46,8 46,8 78,7

AKNE VULGARIS BERAT 10 21,3 21,3 100,0

Total 47 100,0 100,0

N Percent N Percent N Percent AKNE VULGARIS *

HASILUJICITRADIRI 47 100,0% 0 0,0% 47 100,0%

AKNE VULGARIS *

HASILUJIHD 47 100,0% 0 0,0% 47 100,0%

AKNE VULGARIS *

HASILUJIKEC 47 100,0% 0 0,0% 47 100,0%

1. HUBUNGAN AKNE VULGARIS DENGAN CITRA DIRI

Crosstab

HASILUJICITRADIRI

Total CITRA DIRI

NEGATIF

CITRA DIRI POSITIF AKNE VULGARIS AKNE VULGARIS

RINGAN

Count 11 4 15

% within AKNE

VULGARIS 73,3% 26,7% 100,0%

% within

HASILUJICITRADIRI 36,7% 23,5% 31,9%

% of Total 23,4% 8,5% 31,9%

AKNE VULGARIS SEDANG

Count 13 9 22

% within AKNE

VULGARIS 59,1% 40,9% 100,0%

% within

HASILUJICITRADIRI 43,3% 52,9% 46,8%

% of Total 27,7% 19,1% 46,8%

AKNE VULGARIS BERAT Count 6 4 10

% within AKNE

VULGARIS 60,0% 40,0% 100,0%

% within

HASILUJICITRADIRI 20,0% 23,5% 21,3%

% of Total 12,8% 8,5% 21,3%

Total Count 30 17 47

% within AKNE

VULGARIS 63,8% 36,2% 100,0%

% within

HASILUJICITRADIRI 100,0% 100,0% 100,0%

% of Total 63,8% 36,2% 100,0%

Dokumen terkait