• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Hasil Penelitian

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN

4.7 Analisis Hasil Penelitian

Hipotesis 4:

Ho4: Non Performing Loan, Loan to Deposit Ratio dan Posisi Devisa Neto tidak berpengaruh terhadap Return On Asset.

Ha4: Non Performing Loan, Loan to Deposit Ratio dan Posisi Devisa Neto berpengaruh terhadap Return On Asset.

Berdasarkan tabel 4.6 diatas, nilai Prob (F-statistic) sebesar 0.000000 lebih kecil sama dengan 0.05 yang artinya menolak Ho dan menerima Ha. Hal ini menunjukkan bahwa secara simultan (bersama – sama), variabel NPL, LDR dan PDN mempengaruhi kinerja keuangan Bank (ROA) secara signifikan.

sumber dana yang dimilikinya, muncul lah opportunity cost yang menjadi beban tambahan didalam Bank.

Opportunity cost muncul dikarenakan Bank memilih peluang terbaik dari alternatif yang tersedia untuk memperoleh sumber dana nya kembali. Biaya tersebut merupakan salah satu dampak dari nilai NPL yang meningkat dan strategi Bank dalam mencukupi sumber dana nya.

Muncul nya kredit bermasalah yang dimiliki oleh Bank pada tingkat kolektabilitas 3, 4 dan 5 (kurang lancar, diragukan dan macet) menyebabkan Bank harus membentuk atau menyisihkan dana cadangan yang disebut dengan PPAP (Penyisihan Penghapusan Aktiva Produktif). Semakin tinggi kredit bermasalah yang dihadapi Bank, semakin tinggi Bank harus mencadangkan dana nya melalui PPAP. Hal tersebut menyebabkan nilai pendapatan bunga yang diterima oleh Bank tidak sebanding dengan beban atau biaya yang harus dikeluarkan oleh Bank.

Hal tersebut menyebabkan kinerja keuangan Bank yang diukur melalui variabel Return On Asset (ROA) pun akan turun dan memberikan indikasi bahwa Bank tersebut memiliki performa yang buruk. Bank yang memiliki performa yang buruk, menciptakan image yang tidak baik dan diragukan oleh masyarakat. Sehingga, kredibilitas Bank tersebut pun dapat turun dimata masyarakat.

Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian Mawardi (2005) dan Dewi et. al., (2015) yang menyatakan bahwa NPL memiliki pengaruh negatif signifikan terhadap ROA. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Puspitasari (2008), Puspitasari (2009), Attar et. al., (2014) dan Rofiqoh & Purwohandoko (2014) turut menyatakan bahwa

4.7.2 Pengaruh Loan to Deposit Ratio terhadap Return On Asset

Risiko Likuiditas yang diproksikan dengan variabel Loan to Deposit Ratio (LDR) digunakan Bank untuk mengukur kemampuan Bank dalam memenuhi kewajiban jangka pendek nya. Maksud dari kewajiban jangka pendek tersebut, adalah apabila nasabah Bank yang bersangkutan akan menarik uang dengan jumlah yang besar disaat tertentu, Bank mampu memberikan uang sesuai dengan jumlah penarikan.

Nilai LDR yang baik sesuai dengan PBI No. 15/15/PBI/2013 tentang Giro Wajib Minimum Bank Umum adalah 78% - 92%.

Apabila suatu Bank memiliki LDR dibawah 78% maka hal tersebut mengindikasikan Bank yang bersangkutan mengalami risiko likuiditas. Artinya, Bank tersebut tidak mampu memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan baik. Begitu pula dengan Bank yang memiliki rasio LDR diatas 92%, Bank tersebut juga terindikasi risiko likuiditas.

LDR yang terlalu tinggi mencerminkan kredit yang diberikan oleh suatu Bank tinggi, sehingga mengindikasikan kemampuan Bank dalam membiayai dana jangka pendeknya (penarikan nasabah) dapat menggunakan kredit sebagai sumber pembayaran. Namun hal tersebut menyebabkan dana likuid yang dimiliki oleh Bank lebih sedikit dibanding dana yang disalurkan nya. Walaupun kemungkinan pendapatan bunga yang dihasilkan Bank lebih tinggi dibandingkan dengan beban bunga yang ditanggung, tetapi dana yang dimiliki Bank saat ini tidak sebanding dengan jumlah kredit yang disalurkan. Indikasi Bank menghadapi risiko likuiditas pun terlihat jelas, karena kemampuan Bank memenuhi kewajiban jangka pendek semakin lemah.

Pada dasarnya kebijakan Bank menyalurkan kredit yang tinggi didasari dengan peningkatan jumlah Dana Pihak Ketiga (DPK) dalam Bank tersebut, dan hal ini lah yang menyebabkan laba Bank ikut meningkat.

Apabila kredit yang disalurkan efektif, dimana tingkat pengembalian atas pokok dan bunga nya positif serta berada pada kolektabilitas 1 dan 2 (lancar dan Dalam Perhatian Khusus), maka akan timbul pendapatan bunga yang memberikan keuntungan bagi Bank. Selisih antara suku bunga pinjaman dan simpanan tersebut yang nantinya akan menjadi laba bagi Bank. Nilai laba yang meningkat diikuti dengan persepsi positif masyarakat terhadap Bank akan memberikan dampak positif bagi kinerja keuangan Bank yang dinilai dengan variabel Return On Asset (ROA).

Namun apabila kredit yang disalurkan tidak efektif, dimana tingkat pengembalian atas pokok dan bunga nya negatif serta berada pada kolektabilitas 3, 4 dan 5 (kurang lancar, diragukan dan macet), maka lebih besar kewajiban jangka pendek yang dibayarkan dengan menggunakan dana likuid yang dimiliki Bank dibandingkan dengan menggunakan kredit sebagai sumber pendanaan nya. Sehingga, kinerja keuangan Bank menurun dan Bank terindikasi risiko kredit.

Hasil penelitian ini di dukung oleh penelitian yang dilakukan Sudiyatno dan Suroso (2010), Defri (2012) dan Purnamawati (2014) dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh LDR terhadap ROA adalah positif dan tidak signifikan.

Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Puspitasari (2008), Puspitasari (2009) dan Attar et. al., (2014) menunjukkan hasil yang sama dimana pengaruh LDR terhadap ROA adalah positif.

4.7.3 Pengaruh Posisi Devisa Neto terhadap Return On Asset

Risiko Pasar yang dilihat dari indikator kurs mata uang, akan berpengaruh terhadap besar kecilnya rasio Posisi Devisa Neto (PDN). Rasio PDN meningkat karena kewajiban valuta asing yang ditanggung Bank lebih tinggi dibandingkan posisi aktiva valas yang dimiliki, dan pada periode tersebut nilai tukar rupiah terdepresiasi (melemah). Hal ini lah yang menyebabkan risiko pasar di dalam Bank meningkat, karena kewajiban yang harus dibayar lebih tinggi dibandingkan aset yang dimiliki.

Risiko pasar yang kemudian dikelola dengan baik oleh Bank dapat meminimalisir terjadinya kerugian yang mungkin ditanggung. Setiap Bank memiliki metode pengelolaan risiko pasar yang berebeda – beda, namun pada umumnya dalam mendeteksi sumber risiko Bank harus memahami dan memantau tren pasar saat ini agar sejalan serta sesuai dengan kebutuhan nasabah nya maupun masyarakat luas.

Apabila pengelolaan risiko pasar dalam suatu Bank berjalan dengan baik, maka kemungkinan Bank dapat menghadapi risiko semakin tinggi. Masyarakat dan nasabah pada khususnya akan menilai bahwa Bank tersebut memiliki ketahanan yang baik dalam menghadapi risiko pasar, sehingga hal tersebut dapat menyebabkan kepercayaan masyarakat dan nasabah meningkat terhadap Bank yang bersangkutan.

Bank yang memiliki kredibilitas tinggi cenderung memiliki banyak nasabah dan produknya diminati masyarakat, sehingga laba dan kinerja di dalam Bank tersebut ikut meningkat.

Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Puspitasari (2008) dan Puspitasari (2009) dimana hasil menunjukkan bahwa variabel Posisi Devisa

Neto tidak berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA) yang merupakan ukuran kinerja keuangan Bank.

4.7.4 Pengaruh Non Performing Loan, Loan to Deposit Ratio dan Posisi Devisa Neto terhadap Return On Asset

Risiko kredit, risiko likuiditas dan risiko pasar yang diproksikan dengan variabel Non Performing Loan, Loan to Deposit Ratio dan Posisi Devisa Neto digunakan Bank dalam mengukur beberapa risiko yang dihadapinya. Bank harus mempersiapkan diri dalam mencegah terjadinya risiko yang dihadapinya, cara yang dapat dilakukan antara lain dengan memanage risiko yang dihadapi dengan menerapkan manajemen risiko yang baik dan berkelanjutan.

Secara bersama – sama variabel NPL, LDR dan PDN memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja keuangan yang diukur dengan ROA. Artinya, apabila terjadi risiko kredit, likuiditas dan pasar dalam suatu Bank maka hal tersebut dapat mengganggu kinerja keuangan Bank. Apabila dilihat dari nilai Return On Asset (ROA), profitabilitas atau laba yang dihasilkan Bank tersebut akan menurun. Sehingga hal tersebut memberikan pengaruh yang negatif bagi kinerja keuangan Bank.

Dokumen terkait