BAB II LANDASAN TEORI
2.10 Penelitian Terdahulu
dicapai dengan pengawasan terhadap pendapatan dari aset Bank dan pencarian sumber termurah dalam pendanaan.
Sehingga dapat disimpulkan, semakin tinggi rasio ini maka semakin baik kinerja Bank.
2.9.3.7 Earning Per Share (EPS)
Menurut Kasmir (2014: 207) rasio laba per lembar saham merupakan rasio untuk mengukur keberhasilan manajemen dalam mencapai keuntungan bagi pemegang saham. Dilanjutkan oleh Kasmir (2014) apabila rasio menunjukkan nilai yang rendah berarti manajemen belum berhasil memuaskan pemegang saham, sebaliknya dengan rasio yang tinggi maka kesejahteraan pemegang saham meningkat.
Dapat disimpulkan, semakin tinggi nya rasio EPS maka semakin baik pula kinerja Bank karena hal tersebut dapat meningkatkan kepuasan pemegang saham yang berarti tingkat pengembalian bagi pemegang saham tinggi.
variabel Capital Adequacy Ratio (CAR) terhadap kinerja keuangan dengan variabel Return On Asset (ROA). Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah panel data regresion model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh negatif dan signifikan dari risiko kredit (NPL) terhadap kinerja keuangan (ROA), pengaruh positif dan signifikan dari risiko pasar (NIM) terhadap kinerja keuangan (ROA) serta pengaruh negatif dan signifikan dari efisiensi operasi (BOPO) terhadap kinerja keuangan (ROA).
Sedangkan modal (CAR) tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan (ROA).
Penelitian Sukarno & Syaichu (2006) dengan judul “Analisis Faktor – Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Bank Umum di Indonesia”. Sampel yang digunakan adalah 59 Bank yaitu 4 Bank persero, 27 Bank swasta nasional devisa dan 28 Bank swasta nasional non devisa dengan periode penelitian tahun 2000 – 2005 dan berlokasi di Semarang. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda.
Variabel independen dalam penelitian ini adalah CAR, LDR, NPL, DER dan BOPO sedangkan untuk variabel dependen nya adalah ROA yang menunjukkan kinerja Bank Umum tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAR dan LDR berpengaruh positif signifikan, NPL berpengaruh positif non signifikan, DER berpengaruh negatif non signifikan dan BOPO berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA.
Penelitian Puspitasari (2008) dengan judul “Pengaruh LDR, IPR, CR, APB, NPL, AU, BOPO, FACR, IRR dan PDN terhadap ROA Pada Bank Swasta Nasional Go Public”. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah Bank Swasta Nasional Go Public yang memiliki total aset antara 50 triliun – 80 triliun Rupiah per Desember 2007.
Dengan periode penelitian tahun 2004 – 2007 dan berlokasi di Surabaya. Variabel
BOPO, FACR, IRR dan PDN sedangkan untuk variabel terikat atau dependen nya adalah ROA yang memproksikan profitabilitas Bank. Model penelitian yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LDR, IPR, AU dan IRR memiliki pengaruh positif terhadap profitabilitas yang diproksikan dengan variabel ROA. Kemudian, variabel CR, APB, NPL, BOPO, FACR dan PDN menunjukkan pengaruh negatif terhadap ROA.
Penelitian Puspitasari (2009) dengan judul “Analisis Pengaruh CAR, NPL, PDN, NIM, BOPO, LDR dan Suku Bunga SBI terhadap ROA (Studi pada Bank Devisa di Indonesia Periode 2003 – 2007)”. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 20 Bank Devisa di Indonesia dengan periode penelitian tahun 2003 – 2007 dan berlokasi di Semarang. Variabel independen penelitian ini adalah CAR, NPL, PDN, NIM, BOPO, LDR dan Suku Bunga SBI sedangkan untuk variabel terikat atau dependen nya adalah ROA yang memproksikan kinerja keuangan perbankan. Model penelitian yang digunakan adalah model analisis berganda dengan persamaan kuadrat terkecil atau ordinary least square (OLS). Hasil penelitian menunjukkan CAR, NIM dan LDR berpengaruh positif terhadap ROA. Sedangkan NPL dan BOPO berpengaruh negatif terhadap ROA, variabel PDN dan Suku Bunga SBI menunjukkan tidak adanya pengaruh terhadap variabel ROA.
Penelitian Sudiyatno dan Suroso (2010) dengan judul “Analisis Pengaruh Dana Pihak Ketiga, BOPO, CAR dan LDR Terhadap Kinerja Keuangan Pada Sektor Perbankan yang Go Public di BEI Periode 2005 – 2008”. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah perusahaan – perusahaan dalam industri perbankan yang
bertempat di Semarang. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini meliputi dua variabel, yaitu variabel independen dan dependen. Dimana variabel independen terdiri dari Dana Pihak Ketiga (DPK), BOPO, CAR dan LDR sedangkan variabel dependen nya adalah kinerja keuangan yang diukur dengan ROA. Model penelitian yang digunakan adalah regresi linier berganda (multiple regression analysis model) dengan persamaan kuadrat terkecil (ordinary least square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dana Pihak Ketiga (DPK) berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA, BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA, CAR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA dan LDR berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ROA.
Penelitian Pasaribu & Sari (2011) dengan judul “Analisis Tingkat Kecukupan Modal dan Loan to Deposit Ratio Terhadap Profitabilitas”. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang termasuk 10 besar peringkat terbaik profitabilitas Bank yang go public dan terdaftar di BEI dari tahun 2004 – 2008.
Tingkat kecukupan modal diproksikan dengan variabel CAR dan likuiditas Bank diproksikan dengan variabel LDR, sedangkan profitabilitas sebagai variabel terikat diproksikan dengan ROA. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CAR berpengaruh terhadap ROA dan LDR juga berpengaruh terhadap ROA, secara simultan CAR dan LDR berpengaruh signifikan terhadap ROA yang berarti kedua nya berpengaruh terhadap perubahan laba.
Penelitian Defri (2012) dengan judul “Pengaruh Capital Adequacy Ratio (CAR),
yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”. Sampel yang digunakan adalah 57 sampel dari 19 perusahaan perbankan pada periode pengamatan 2008 – 2010 dimana Padang merupakan lokasi penelitian. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah CAR, LDR dan BOPO sedangkan untuk variabel terikat adalah ROA yang menunjukkan profitabilitas.
Model penelitian menggunakan model analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan CAR dan LDR berpengaruh positif non signifikan sedangkan BOPO berpengaruh negatif signifikan terhadap ROA.
Penelitian Oktaviantari & Wiagustini (2013) yang berjudul “Pengaruh Tingkat Risiko Perbankan Terhadap Profitabilitas Pada BPR di Kabupaten Badung”. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah 10 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Kabupaten Badung, Bali tahun 2008 – 2012. Risiko kredit diproksikan dengan variabel NPL, risiko operasional diproksikan dengan variabel efisiensi BOPO, risiko likuiditas diproksikan dengan variabel LDR dan profitabilitas diproksikan dengan variabel ROA sebagai variabel terikat. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah model analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian ini menunjukkan NPL berpengaruh positif namun tidak signifikan terhadap ROA, BOPO berpengaruh negatif dan signifikan terhadap ROA dan LDR berpengaruh positif dan signifikan terhadap ROA.
Penelitian Abiola and Olausi (2014) yang berjudul “The Impact of Credit Risk Management on The Commercial Banks Performance in Nigeria”. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 7 Bank di Nigeria yang tercatat di Nigeria Stock Exchange (NSE) periode tahun 2005 – 2011. Kinerja keuangan sebagai dependent variable diproksikan dengan variabel Return On Equity (ROE) dan Return On Asset
(NPL) dan modal diproksikan dengan variabel Capital Adequacy Ratio (CAR). Model penelitian yang digunakan adalah model regresi panel. Hasil penelitian menunjukkan NPL berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keuangan Bank umum dalam bentuk ROA maupun ROE, sedangkan CAR berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja keuangan Bank umum dalam bentuk ROA maupun ROE.
Penelitian Attar et al., (2014) dengan judul “Pengaruh Penerapan Manajemen Risiko terhadap Kinerja Keuangan Perbankan yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia”.
Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah seluruh perbankan yang terdaftar di BEI sampai dengan tahun 2011, yaitu sebanyak 30 Bank. Menggunakan periode pengamatan sebanyak 5 tahun, dimulai dari tahun 2007 – 2011. Kinerja keuangan sebagai variabel terikat diproksikan dengan variabel Return On Asset (ROA) dan Return On Equity (ROE), sedangkan penerapan manajemen risiko kredit diproksikan dengan variabel NPL. Penerapan manajemen risiko likuiditas diproksikan dengan variabel LDR dan terkahir penerapan manajemen risiko operasional diproksikan dengan variabel BOPO. Model penelitian yang digunakan adalah metode regresi panel. Hasil penelitian menunjukkan penerapan manajemen risiko secara simultan berpengaruh terhadap kinerja keuangan. Kemudian, penerapan manajemen risiko kredit dengan variabel NPL berpengaruh negatif terhadap kinerja keuangan dalam bentuk ROA maupun ROE. Selanjutnya, penerapan manajemen risiko likuiditas dengan variabel LDR berpengaruh positif terhadap kinerja keuangan yang diukur dengan variabel ROA namun sebaliknya dengan variabel ROE hasilnya negatif. Terakhir, penerapan manajemen risiko operasional dengan variabel BOPO berpengaruh negatif terhadap
Penelitian Rofiqoh dan Purwohandoko (2014) dengan judul “Analisis Pengaruh Capital, Kualitas Aset, Rentabilitas dan Sensitivity to Market Risk terhadap Profitabilitas Perbankan pada Perusahaan BUSN Devisa dan BUSN Non Devisa”.
Sampel dalam penelitian ini adalah 19 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2008–2012. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah profitabilitas yang diproksikan dengan ROA, sedangkan variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari capital, kualitas aset, rentabilitas dan sensitivity to market risk.
Variabel capital diproksikan dengan CAR, kualitas asset diproksikan dengan NPL, rentabilitas diproksikan dengan NIM dan sensitivity to market risk diproksikan dengan Interest Rate Risk (IRR) serta Posisi Devisa Neto (PDN). Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah regresi linier berganda yang sebelumnya dilakukan uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan CAR tidak signifikan terhadap ROA, NPL berpengaruh negatif terhadap ROA, NIM berpengaruh positif terhadap ROA, IRR tidak signifikan terhadap ROA dan PDN berpengaruh positif signifikan terhadap ROA.
Penelitian Purnamawati (2014) yang berjudul “The Effect of Capital and Liquidity Risk to Profitability on Conventional Rural Bank in Indonesia”. Sampel yang digunakan dalam penelitian adalah Bank Perkreditan Rakyat yang terdaftar di Bank Indonesia dengan periode penelitian selama tahun 2013 dan lokasi penelitian berada di Bali, Indonesia. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas maupun terikat, dimana variabel bebas adalah CAR dan LDR sedangkan variabel terikat adalah ROA. Model yang digunakan dalam penelitian ini adalah double linear regression model. Hasil penelitian menunjukkan CAR berpengaruh positif signifikan
dan LDR berpengaruh positif non signifikan terhadap ROA yang menunjukkan profitabilitas BPR di Indonesia.
Penelitian Dewi et al., (2015) dengan judul “Analisis Pengaruh NIM, BOPO, LDR dan NPL Terhadap Profitabilitas (Studi Kasus Pada Bank Umum Swasta Nasional yang Terdaftar Pada Bursa Efek Indonesia Periode 2009 – 2013)”. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah Bank Umum Swasta Nasional yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia dengan periode penelitian tahun 2009 – 2013 dan penelitian berlokasi di Bali. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah NIM, BOPO, LDR dan NPL sebagai variabel bebas. Sedangkan untuk variabel terikat menggunakan ROA sebagai proksi dari profitabilitas. Model penelitian yang digunakan adalah analisis regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan variabel NIM dan LDR berpengaruh positif signifikan, variabel BOPO dan NPL berpengaruh negatif signifikan sedangkan secara simultan variabel NIM, LDR, BOPO dan NPL berpengaruh signifikan terhadap ROA.
Penelitian terdahulu yang sudah dijabarkan diatas dirangkum penulis dalam bentuk tabel sebagai berikut.
Tabel 2.1
Ringkasan Penelitian Terdahulu
No. Nama Peneliti Variabel yang digunakan Hasil Penelitian Sampel Penelitian Research Gap 1. Mawardi
(2005) Dependen:
ROA.
Independen:
BOPO, NPL, NIM dan CAR.
NPL: Berpengaruh negatif signifikan ( - sig.).
NIM: Berpengaruh positif signifikan ( + sig.).
BOPO: Berpengaruh negatif signifikan ( - sig.).
CAR: Tidak berpengaruh.
Bank Umum di Indonesia dengan total Asset < 1T periode 1998–2001.
Sampel penelitian yang digunakan, sebelum peraturan penerapan Manajemen Risiko dikeluarkan Bank Indonesia.
Variabel bebas risiko pasar yang digunakan dalam penelitian ini adalah NIM sedangkan yang digunakan penulis adalah PDN.
2. Sukarno dan
Syaichu (2006) Dependen:
ROA.
Independen:
CAR, LDR, NPL, DER dan BOPO.
CAR dan LDR:
Berpengaruh positif signifikan (+ sig.).
NPL: Berpengaruh positif non signifikan (+ non sig.).
DER: Berpengaruh negatif non signifikan (- non sig.).
BOPO: Berpengaruh negatif signifikan (- sig.).
Sampel yang digunakan adalah 59 Bank yaitu 4 Bank persero, 27 Bank swasta nasional devisa dan 28 Bank swasta nasional non devisa dengan periode penelitian tahun 2000 – 2005 dan berlokasi di Semarang.
Penelitian ini tidak fokus membahas pengaruh penerapan manajemen risiko, tetapi lebih kepada analisis laporan keuangan.
Sampel yang digunakan tidak seluruhnya menunjukkan Bank yang memiliki risiko pasar, karena terdapat sampel Bank non Devisa.
3. Puspitasari
(2008) Dependen:
ROA.
Independen:
LDR, IPR, CR, APB, NPL, AU, BOPO, FACR, IRR dan PDN.
LDR, IPR, AU dan IRR Berpengaruh positif ( + ).
CR, APB, NPL, BOPO, FACR dan PDN : Berpengaruh negatif ( - ).
LDR, IPR, AU, IRR, CR, APB, NPL, BOPO, FACR dan PDN (simultan) : Berpengaruh signifikan terhadap ROA.
Bank Swasta Nasional go public dengan total aset Rp 50 t – 80 t per Desember 2007.
Penelitian ini membahas pengaruh analisa laporan keuangan dan tidak fokus membahas risiko yang dihadapi Bank.
No. Nama Peneliti Variabel Penelitian Hasil Penelitian Sampel Penelitian Research Gap 4. Puspitasari
(2009) Dependen:
ROA.
Independen:
CAR, NPL, PDN, NIM, BOPO, LDR dan Suku Bunga SBI.
CAR, NIM dan LDR:
Berpengaruh positif ( + ).
NPL dan BOPO:
Berpengaruh negatif ( - ).
PDN dan Suku Bunga SBI:
Tidak berpengaruh.
20 Bank Devisa di Indonesia dengan periode penelitian tahun 2003 – 2007.
Periode penelitian yang berbeda dan sampel yang berbeda.
5. Sudiyatno dan
Suroso (2010) Dependen:
ROA.
Independen:
Dana Pihak Ketiga (DPK), BOPO, CAR dan LDR.
DPK: Berpengaruh positif signifikan ( + sig.).
BOPO: Berpengaruh negatif signifikan (- sig.).
CAR: Berpengaruh positif signifikan ( + sig.).
LDR: Berpengaruh positif dan tidak signifikan ( + non sig.).
Industri perbankan yang tercatat di BEI periode 2005 – 2008.
Penelitian ini tidak fokus membahas pengaruh
manajemen risiko, namun lebih kepada analisa laporan keuangan terhadap kinerja.
6. Pasaribu dan
Sari (2011) Dependen:
ROA.
Independen:
CAR dan LDR.
CAR: Berpengaruh terhadap ROA.
LDR: Berpengaruh terhadap ROA.
CAR & LDR (simultan):
Berpengaruh signifikan terhadap ROA.
Perbankan yang termasuk 10 besar peringkat terbaik profitabilitas Bank go public dan terdaftar di BEI periode 2004 – 2008.
Sampel penelitian yang melihat peringkat terbaik profitabilitas Bank.
Penelitian yang tidak fokus membahas penerapan manajemen risiko.
7. Defri (2012) Dependen:
ROA.
Independen:
CAR, LDR dan BOPO.
CAR dan LDR:
Berpengaruh positif tidak signifikan ( + non sig.).
BOPO: Berpengaruh negatif signifikan ( - sig.).
57 sampel dari 19 perusahaan perbankan pada periode pengamatan 2008 – 2010 dimana Padang merupakan lokasi penelitian.
Sampel penelitian menggunakan 19 perusahaan perbankan.
Penelitian melihat analisa laporan keuangan nya terhadap kinerja.
8. Oktaviantari dan Wiagustini (2013)
Dependen:
ROA.
Independen:
NPL, BOPO dan LDR.
NPL: Berpengaruh positif non signifikan (+ non sig.).
BOPO: Berpengaruh negatif signifikan ( - sig.).
LDR: Berpengaruh positif signifikan (+ sig.).
10 BPR di
kabupaten Badung, Bali periode 2008 – 2012.
Sampel penelitian yang menggunakan BPR dimana tidak terdapatnya risiko pasar.
No. Nama Peneliti Variabel Penelitian Hasil Penelitian Sampel Penelitian Research Gap 9. Abiola dan
Olausi (2014) Dependen:
ROA dan ROE.
Independen:
NPL dan CAR.
NPL: Berpengaruh positif signifikan ( + sig.) pada ROA dan ROE.
CAR: Berpengaruh positif tidak signifikan ( + non sig.) pada ROA dan ROE.
7 Bank di Nigeria yang tercatat di Nigeria Stock Exchange (NSE) periode 2005 – 2011.
Perbedaan kebijakan antara sampel penelitian menyebabkan hasil penelitian tidak dapat diterapkan di Indonesia.
10. Attar, Islahuddin dan Shabri (2014)
Dependen:
ROA dan ROE.
Independen:
NPL, LDR dan BOPO.
NPL: Berpengaruh negatif pada ROA dan ROE.
LDR: Berpengaruh positif pada ROA dan negatif pada ROE.
BOPO: Berpengaruh negatif pada ROA dan ROE.
NPL, LDR dan BOPO (simultan): Berpengaruh signifikan pada ROA dan ROE.
30 Bank yang terdaftar di BEI periode 2007 – 2011.
Variabel risiko pasar yang diukur dalam penelitian ini diproksikan dengan BOPO.
Penulis mengganti variabel risiko pasar yang diproksikan dengan Posisi Devisa Neto (PDN).
1. Sampel penelitian yang dilakukan pada periode 2007 – 2011.
11. Rofiqoh dan Purwohandoko (2014)
Dependen:
ROA.
Independen:
CAR, NPL, NIM, IRR dan PDN.
CAR: Tidak berpengaruh signifikan.
NPL: Berpengaruh negatif.
NIM: Berpengaruh positif.
IRR: Tidak berpengaruh signifikan.
PDN: Berpengaruh positif signifikan ( + sig.).
19 Perusahaan Perbankan yang terdaftar di BEI periode 2008 – 2012.
Penelitian ini tidak membahas tentang penerapan manajemen risiko namun lebih kepada kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan.
12. Purnamawati
(2014) Dependen:
ROA.
Independen:
CAR dan LDR.
CAR: Berpengaruh positif signifikan (+ sig..).
LDR: Berpengaruh positif non signifikan (+ non sig.).
Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang terdaftar di Bank Indonesia dengan periode penelitian selama tahun 2013
dan lokasi
penelitian berada di Bali, Indonesia.
Sampel peneltian yang merupakan Bank Perkreditan Rakyat tidak memiliki risiko pasar seperti yang dilakukan dalam penelitian kali ini.
No. Nama Peneliti Variabel Penelitian Hasil Penelitian Sampel Penelitian Research Gap 13. Dewi, Herawati
dan Sulindawati (2015)
Dependen:
ROA.
Independen:
NIM, BOPO, LDR dan NPL.
NIM: Berpengaruh positif signifikan (+ sig.).
BOPO: Berpengaruh negatif signifikan (- sig.).
LDR: Berpengaruh positif signifikan (+ sig.).
NPL: Berpengaruh negatif signifikan (- sig.).
Bank Umum
Swasta Nasional yang terdaftar pada
Bursa Efek
Indonesia dengan periode penelitian tahun 2009 – 2013 dan penelitian berlokasi di Bali.
Penelitian tidak fokus membahas mengenai risiko, hanya satu variabel
saja yang
merupakan proksi dari risiko yang dihadapi Bank.
Periode penelitian yang berbeda.
Sumber: Data diolah penulis (2015).